[3S] My Boss (Chapter 3-END)

Title: My Boss (Part 3/End)

Type: 3S (ThreeShoot)

Genre: Romance – Comedy

Rating: G

Author by: Choi Mutie OeziL / @ChoiMutie

Main Cast:

  • Choi Siwon (SJ)
  • Im YoonA (GG)

Support Cast:

  • Jung Yonghwa (CN. Blue)
  • Park Shinhye
  • Jang Geunsuk
  • Moon Geunyoung
  • Stephanie Hwang (GG)
  • Kim Kibum (SJ)
  • Etc

~~**~~

Yoona POV

Pria itu benar-benar membuatku resah pada awalnya.Namun, entah kenapa perasaanku kian tak menentu setiap kali membayangi sosoknya.Disetiap aku bercermin, makan, mandi, tidur dan segala macam aktifitasku yang kulakoni pasti sosok Siwon selalu menggelayut di alam pola pikirku.Kejadian tadi malam begitu membuatku tak bisa melupakannya ketika dengan lembut bibirnya menyapu permukaan bibirku dengan ritme yang begitu lembut. Choi Siwon, ternyata kau tak seperti yang kunilai selama ini. Kau pria yang baik walaupun kau tak sepenuhnya mau mengumbar kelembutanmu itu dihadapan orang lain.

Tidak, mulai sekarang aku harus bersikap baik padanya. Tak peduli apa katanya yang penting terlebih dulu harus aku minta maaf karena selama ini aku sudah berketus kata yang kasar terhadapnya. Aku masih ingat dengan lihai dan lembutnya ia memijit pergelangan kakiku tadi malam, lalu dia menggendongku ketika tertidur dan bahkan mengantarku sampai pulang ke rumah.

Usai berperang dengan batinku ini, aku pun pamit pada Appa untuk berangkat ke kantor, niatku dulu untuk mengundurkan diri dari kantor itu sudah kukubur dalam-dalam. Aku tak mau mengecewakan Appa.Kasihan Appa jika tahu aku mengundurkan diri hanya lantaran masalah sepeleh dan tak penting seperti kemarin-kemarin.Appa seorang yang sangat pandai masak.Jadi seperti biasa, sebelum aku berangkat beliau menyiapkanku kotak makanan dan sebotol air mineral berukuran sedang.

“Jangan lupa dimakan Yoong.”Appa mengingatkanku dengan tatapan lembut dan perhatiannya yang sangat tulus, kemudian aku ikut menyahut, “Siap my appa.Super Yoong pasti akan memakannya.”Jawabku riang seraya memeluk pria yang sangat kucintai dimuka bumi ini. Aku tak tahu pasti kelak apa yang akan terjadi padaku bila suatu saat aku menikah dan pindah dari rumah ini, mungkin aku takkan rela berpisah dengan Appa. Aku mencintaimu appa.Eomma pasti bahagia memiliki suami setia, penyayang, sabar, perhatian dan kebapakan sepertimu.

Sebelum pergi aku mencium telapak tangannya, lalu meninggalkan rumah mengingat jam 8 tepat aku sudah harus berada dikantor sebelum bossku itu datang, maksudku aku harus tiba lebih awala sebelum Siwon datang.Karena jujur aku tak sanggup jika menatap wajah kharismanya itu.Apalagi jika mengingat kejadian semalam sungguh membuat sikap dan sifatku yang tak biasanya lumpuh sudah tatkala aku diperhadapkan dengannya.

“Baiklah! Kuatkan dirimu Im Yoona, anggap saja kejadian semalam dengan bossmu Choi Siwon tak pernah terjadi.” Ucapku penuh keyakinan.

Yoona POV end

>>

Siwon POV

Aku sudah tak sabar ingin melihat reaksi Yoona ketika ia tahu aku akan menjemputnya agar kami berangkat bersama ke kantor, dan… hari ini juga aku akan mengatakan perasaanku padanya. Aku ingin membuatnya tahu kalau aku sangatlah mencintainya.Dan aku telah menyukainya semenjak aku pertama kali kerja dikantor. Eh, tunggu dulu, bukankah itu dia yang sedang menanti kedatangan bis pagi?

Tanpa tunggu lama kuhentikan laju mobilku agar memastikan pandangan mataku tak kabur untuk melihat gadis cantik dihadapanku  ini. Kulihat dia sepertinya tak sabar menunggu kedatangan angkutan umum berukuran besar itu.Aku segera turun dari mobilku, dari kejauhan kuamati wajah ayunya.Manis sekali, aku sudah tak sabar ingin mengatakan ‘Saranghae’ padanya.

“Annyeong Yoona-ssi.” Sapaku sopan dan kemudian ikut duduk disampingnya. Kulihat ia terkejut, “Eh..annyeong boss..” sahutnya sambil menyapu dadanya dikarenakan kaget dengan kedatanganku yang terbilang mendadak dan tiba-tiba.

“bisnya belum datang ya?” tanyaku pura-pura tak menatapnya, padahal ekor mataku sesekali meliriknya untuk melihat senyum manis sumringahnya. “Ne. sudah 15 menit aku tunggu, tapi belum juga datang.” Balasnya pasrah. Ah..kesempatan bagus untuk kuajak berangkat bersama. Tapi tunggu dulu, kenapa sesekali ia memegang bibir manisnya itu. Aigo..apakah ia masih ingat dengan kejadian semalam?

“Yak!Kau kenapa?” aku pura-pura bertanya padanya. Lagi-lagi ia hanya menggeleng kepalanya. Aku tahu apa maksudnya tak menjawab pertanyaanku barusan. Ia pasti kaget dan shock kendati aku menyiuminya semalam.

“Yoona-ssi.Untuk kejadian semalam aku minta maaf.Sungguh aku sangat menyesalinya. Jeongmal mianhae.” Kulihat ia kaget dengan permintaan maafku ini.

“Sudahlah. Lupakan! Oh ya..aku juga minta maaf selama ini tak mempercayaimu, aku juga terus mengataimu pria brengsek, keparat dan bajingan. Dan, soal sepeda itu aku sudah melupakannya.Jadi kau tak usah merasa bersalah lagi padaku, aku minta maaf boss.”Tanggapnya tulus ketika merespon permohonan maafku tadi.

Aku senang mendengarnya. Ternyata dibalik sikap tomboynya selama ini, ia sejatinya gadis yang baik hati dan lembut. Hanya saja ia tak pernah menunjukkan sisi lebihnya itu pada orang lain. Aku yakin jika dia jadi milikku maka ia pasti akan berubah menjadi wanita yang lebih anggun lagi. Dan..kurasa sekarang waktunya untuk membawanya ke rumahku. Sejak tadi aku terus berpikiran akan hal itu, dirumah nenek dan appa sudah menantinya.

“umm… Yoong, maukah kau ikut denganku?” ajakku sambil menatap kedua bola mata indahnya. Ia pasti heran dengan panggilan itu, ya..aku memang sengaja memanggilnya dengan sapaan akrabnya itu. Yoong, sebuah nama yang sangat kusukai.

“Yoong?Darimana kau tahu namaku boss?” tanyanya balik. Lantas kujelaskan kalau aku mengetahuinya lantaran kerap ia dipanggil seperti itu oleh Appanya, Shinhye dan Yonghwa. Ia tersenyum malu menanggapinya. Senang sekali rasanya kami tak marahan lagi seperti beberapa waktu lalu.Inilah yang kumau. Tinggal tunggu tanggal mainnya saja kapan aku akan melamarnya. Tapi kupikir lebih cepat, lebih baik.

Siwon POV end

>>

Yoona POV

Ya Tuhan..ada apakah denganku? Kenapa aku jadi tak bisa berkutit seperti ini jika pria ini disampingku. Senyumannya sungguh manis dan tulus hari ini padaku. Apakah ini pertanda bahwa aku telah menerima kehadirannya?Telah melupakan perseteruan kita dulu? Dan… sekarang ini ia mengajakku? Apa aku mimpi? Oh God, eomma, appa..bantu aku menemukan kebenarannnya. Apakah ini yang dinamakan jatuh cinta?Aku memang mengagumi Geunsuk oppa, tapi aku tak pernah merasakan jatuh cinta padanya.Tak seperti bersama bossku ini.Ia benar-benar membuatku tak berada dalam kalbuku yang sebenarnya. Aku seperti merasakan sukma baru yang hadir dalam dunia batinku. “Bagaimana Yoong?” ia memastikan padaku apakah aku sepakat  menyetujui ajakannya tadi atau tidak, apalagi ia memanggilku dengan panggilan akrabku, Yoong.

Masih kutimang ajakannya beberapa saat, lalu kuputuskan untuk deal walaupun dengan ragu dan sedikit kaku, “Baiklah..aku ikut boss.” Anggukku mantap. Lagi dan lagi ia menggenggam tanganku. Menuntunku ke mobil. “Gomawo..” ucapnya senang.

Dalam perjalanan kulihat ia tak memacu mobilnya ke kantor, malah kulihat ia memutar arah, “Yak! Choi Siwon, sebenarnya kita mau kemana? Kita harus kerja hari ini bukan?” ucapku heran. Aku merasa ada sesuatu yang tak mau ia beritahukan padaku. “Kerumahku, disana appa, appamu dan nenekku telah menanti kita?” jawabnya mantap.

“Ige mwoya? Maksudmu apa tuan Choi? Dan, ke..kenapa appaku bisa dirumahmu?” aku balik bertanya dengan gugup disusuli dengan batinku yang tak kuasa menyemas diriku. “Surprise..” jawab bossku ini singkat. Aku mencoba untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Ya..kuakui Siwon memang telah akrab dengan appaku. Aku juga telah akrab dengan appanya dan neneknya mengingat dulu ketika appanya masih menjabat sebagai direktur utama, aku sering diajak ke rumah Siwon untuk menemani neneknya jalan-jalan ke pameran lukisan dan cek kesehatan.Aku memang telah akrab dengan dua sanak keluarga intinya itu, namun waktu itu aku tak tahu jika Siwon adalah putranya Choi sajangnim.Aku hanya tahu putranya sedang menempuh gelar S2 di Singapura, tapi aku tak tahu jika orang itu adalah bossku ini.Pria yang kerap kali membuat perasaanku jadi tak menentu dan tak terarah.

“Kya…..!!! sudah sampai, ayo turun..”  katanya girang dengan sedikit berteriak. “Yak! Choi Siwon, kau belum menjawab kepenasarananku. Aku tak mau turun jika kau tak mau menjawabnya..aku ak….” Astaga..dia menciumku lagi, tak tanggung-tanggung ia melumat bibirku dengan begitu saja. Aku terhanyut, entah kenapa aku pelan-pelan mulai merespon ciumannya. Tanpa berkompromi mataku terpejam begitu saja ketika ia menjelajahi permukaan bibirku dengan lembutnya.

Gila.Apakah kata itu pantas untuk kuberikan pada diriku ini? Tidak! Aku tak gila, tapi lebih tepatnya aku sudah jatuh cinta dan telah menerima pria ini dalam hatiku. Lama kami berciuman, akhirnya kami mengakhirinya. “Saranghae..aku mencintaimu Im Yoona, aku tak bisa hidup tanpamu. Sungguh aku mencintaimu..”

Siwon mengungkapkan kalimat itu padaku. Kalimat bernuansa romantis, sepatah kata yang menerjemahkan kalau ia sangatlah mencintaiku. Aku tak tahu pasti apa yang disukainya dariku. Namun satu hal yang harus kuakui bahwa aku juga diam-diam menyukainya dan mencintainya.Sejak hadirnya pria yang selalu kupanggil dengan sebutan boss ini hidupku seperti aku sedang mencicipi rujak buah-buahan. Kadang memberikan sensasi masam dan manis dalam hidupku.

“Na.. nado.. saranghae my boss..” aku tak kalah membalasnya dengan jujur. Kulihat ia sangat senang memelinga sanggupanku untuk membalas perasaannya.

Yoona POV end

>>

Siwon POV

Tak kusangka ternyata Yoona mempunyai perasaan yang sama denganku. Belum hampir dua bulan aku mengenalnya, namun dengan cepatnya sosoknya membuatku dapat melupakan mantanku, Stephanie Hwang yang saat ini telah menikah dengan Kim Kibum, seorang polisi Korea yang dulunya sangat kubenci. Tapi aku sadar, aku dan Tiffany memang tidaklah berjodoh. Karena selama apapun kita membina tali asmara, namun jika Tuhan berkehendak lain dengan takdirnya maka apapun yang terjadi endingnya pasti kita takkan bersatu.

Kulihat raut wajah Yoona berseri kala Appanya, appaku dan nenekku serta para pelayan rumahku menyambut kedatangan kami dengan senyuman dan sikap santun mereka.

“Annyeonghaseo Appa, ahjussi, halmoni..” sapa kami berdua koor sambil membungkukkan badan Sembilan puluh derajat. Wajah nenekku menampakkan raut ceria yang tak terhingga.Aku bisa merasakan itu. Aku jadi teringat sepatah kalimat nenekku dulu,

“Tiffany, gadis itu sudah berpaling darimu, ia telah dipersunting oleh namja lain. Lagi pula nenek sendiri dan ayahmu sudah mempunyai pilihan calon pendamping hidupmu yang lebih baik dari Tiffany itu.Kau pasti dengan dengan alami mencintainya, dan tanpa paksaan.”

Itulah kalimat nenek waktu itu yang masih kuingat ketika aku dimintai untuk segera kembali ke Korea setelah menyelesaikan pendidikan S2ku di Singapura. Dan gadis yang dimaksud adalah Yoona, gadis lugu nan polos yang sangat kucintai ini.

“Yoona, kenapa lama sekali kau tak mengunjungi nenek hah?Apakah si bocah nakal ini melarangmu?” nenek membuka pembicaraan kami yang tadinya terhanyut dalam hening. “ah.. mianhae nenek, aku sangat sibuk jadi tak sempat berkunjung kemari nek. Jeongmal mianhae, tapi aku janji nek..besok, lusa dan seterusnya aku akan selalu ada untukmu..” jawab Yoona seraya sesekali melirik ke arahku.

“Yoona…” panggil appaku lembut, “Nde..sajangnim..” astaga, yang sajangnim kan aku, kenapa Yoona masih menyebut appa dengan sebutan itu?

“aishh… kau ini, panggil saja aku ahjussi, atau bila kau mau appa juga boleh.” Appaku pura-pura protes ke Yoona. Bisa kulihat ia malu dan kikuk sampai tak bisa lagi mendongakkan wajah ayunya itu. “Yoong… maafkan appa tak jujur padamu. Sebenarnya semalam appa hendak memberitahumu, namun kau sangat lelap tertidur, makanya tak sempat.” Seru Appa Yoona yang tinggal menunggu hari H akan menjadi Appaku juga, appa mertua.

Beberapa pelayan rumah kini membawakan kami minuman dan makanan ringan untuk menemani percengkramaan kami.Dan akhirnya kami tiba pada inti pembicaraan kami pagi ini. “Yoona..dihadapan appa, nenek dan appamu aku ingin menyampaikan maksudku mengundangmu kesini. Apa kau siap mendengarkannya?” ucapku lembut sambil menatap manik matanya lekat.Kulihat appa, appanya Yoona dan nenekku dengan tak sabar menunggu Yoona merespon perkataanku.

“Nde… aku siap oppa..” jawabnya semangat. Oppa?  Inilah pertama kalinya ia memanggilku begitu. Aku senang mendengarnya.Ia sudah bersedia dengan segenap hati, jadi kesimpulannya tak ada keraguan lagi bagiku untuk melamarnya sekarang juga. Dengan segenap kesungguhan yang telah kukumpulkan beberapa hari belakangan ini kuputuskan untuk tak mengurungkannya lagi.Toh Yoona sendiri sudah menerima cintaku tadi didalam mobil.Jadi anggaplah ini simbol formalitas cintaku padanya.

“Ahjussi Im, appa, nenek… kumohon dengarkan ini dengan seksama, hari ini kuluapkan segala rasa yang selama ini kupendam pada gadis ini, dialah Yoona, Im Yoona. Seorang gadis lucu dan cantik yang selalu membuatku marah, berteriak dan bahkan membuatku jatuh cinta. Aku harap kalian mau menyetujui lamaranku ini, aku sangat mencintainya, oleh karena itu aku akan menikahinya. Appa dulu pernah mengatakan padaku bahwa ia telah mempunyai pilihan yang tepat untuk menjadi calon pendamping hidupku, dan ternyata pilihan appa tak salah sedikitpun. Malah aku sangat bersyukur bisa mengenal Yoona.I Love You Im Yoona, menikahlah denganku.Aku akan jadi pendamping, pelindungmu disaat panas hujan melandamu.”Kataku mantap.

“Siwon-ah, jika putriku adalah yeoja yang baik bagimu dan bisa menjadi pendampingmu dalam keadaan lara maupun bahagia, maka kulepaskan putriku ini dari genggaman tanganku. Jagalah dia dan buatlah dia bahagia bersamamu. Aku merestui kalian, semoga Tuhan memberkati pernikahan kalian.” Balas calon appa mertua dengan mantap.Dan sekarang ini kugantikan panggilanku padanya yang tadinya ahjussi menjadi mertua.

Appaku juga ikut menasehati, “Choi Siwon, jagalah Yoona, appa sangat menyayanginya. Dulu waktu kau di Singapura, Yoonalah yang sering menghibur appa kala kau jauh,ia sudah appa anggap layaknya putri sendiri. Jadi jangan coba-coba kau menyakitinya.”

“Jika kau menyakitinya maka nenek akan memukulmu..” belum sempat appa menyelesaikan kalimatnya nenek sudah menyerangku dengan kata-kata turut menasehati.

Yoona masih membisu, kutatap wajah ayunya yang kini duduk berdampingan dengan appanya.Air matanya berlinang sudah. Dana ini kali pertamanya kulihat ia menangis seharu ini. Aku tahu ia yeoja yang baik. Jadi sudah pasti aku akan menjaganya dengan baik pula.

Perlahan ia mulai mengangkat wajahnya, sepertinya ia sedang merangkai kata-kata apa yang nantinya akan ia utarakan pada rapat penting keluarga kami ini.

“Oppa… jika akulah yeoja yang kau pilih untuk menemanimu, maka dengan nama Tuhan aku menerimanya. Sungguh aku juga mencintaimu oppa.” Jawabnya to the point.Kini tak ada lagi keraguan dalam diriku. Dan kupastikan aku akan mempublikasikan hubungan kami ini pada orang-orang sekantor.

Yoona-ya, you’re my queen and I am your boss forever.’Batinku sambil menatapnya.Ia salah tingkah ketika pandangan mata kami bertemu.

Sudah jelas semuanya. Tak terasa hari sudah siang, diluar sana sang mentari pasti sudah berada dipertengahan antara ufuk timur dan ufuk barat. Ini ditandai dengan dentingan jarum jam di ruang keluargaku yang telah menunjukkan pukul 12.00 siang waktu Korea Selatan. Rona bahagia timbul dari kedua sudut bibir kami semua.Itulah yang kurasakan, aku takkan pernah melupakan hari ini.Aku sudah tak sabar ingin mengucapkan janji hidup matiku dengan gadis pujaanku ini.

Siwon POV end

>>

Author POV

Shinhye menemani Siwon dan Yoona untuk datang ke butik ibunya untuk mengambil pesanan gaun pengantin sahabatnya itu dan calon suaminya yang tak lain adalah pimpinannya pula di kantor.

“Yoona, bibi tak menyangka kau akan menikah secepat ini.Lusa kau sudah tak lajang lagi. Padahal Shinhye lebih tua tiga bulan darimu, tapi kau yang lebih mendahuluinya.” Wanita paroh baya itu nampaknya menyindir putri semata wayangnya sendiri.

“Aishh..ahjumma bisa saja. Aku yakin Shinhye dan Yonghwa akan segera menyusul.” Tukas Yoona sambil tertawa pelan.“Kau pasti cantik mengenakan gaun itu. Sexy..” goda Siwon setengah berbisik. Yoona yang merasa malu pun menginjak kakinya, “Yak!Boss Choi, kau ingin mati!!” ancam Yoona dengan tampang horror.

‘Mwo?Boss Choi?Kenapa tak kau panggil Chagi saja?” protes Siwon Nampak tak terima. “Diamlah!” ketus Yoona pada boss sekaligus calon suaminya.

“Yoong, sajangnim..kalian tak apa-apa kan?” Tanya Shinhye curiga.Ia juga ikut senang mengetahui kabar bahagia ini. Ia tak menyangka jikalau sebentar lagi pimpinannya dan sahabat karibnya ini akan resmi diikatkan oleh sebuah ikatan yang sangat sakral dan suci yang bernama ‘pernikahan’.Ia bahagia sekali melihat kemesraan sahabatnya ini dengan bossnya.

“Ahjumma… apa boleh aku meminta tolong padamu?” kali ini Yoona bicara serius. Siwon Nampak penasaran dengan apa yang selanjutnya akan dikatakan Yoona, “Nde sayang, katakanlah..kau dan Shinhye sudah bersahabat dari SMU, jadi kau sudah ahjumma anggap putri ahjumma juga.” Angguk eomma Shinhye dengan tatapan sayangnya.

“Ahjumma… bolehkah kau mendandaniku saat pernikahanku nanti?” pinta Yoona sedih.Wanita paroh baya itu memeluknya.Ia tahu Yoona mengatakan ini karena ibunya telah meninggal makanya beberapa tahun belakangan ini kasih sayang seorang ibu yang tulus nan hangat tak lagi ia rasakan.

Siwon juga merasakan hal yang sama. Ia ikut meluapkan rasa harunya mendengar permintaan calon istrinya itu. Ingin sekali rasanya ia memeluk Yoona, namun ia harus sabar karena Yoona masih berlinang air mata.

“Yoong..kau juga anak ahjumma, gaun pengantin dan mahkotamu ini juga ahjumma yang rancang khusus untukmu. Jadi kau tak usah sungkan. Ahjumma sayang padamu sama seperti Shinhye. Arrata?” ny. Park akhirnya menyetujui permintaan Yoona.Permintaan dari seorang yeoja seumuran putrinya yang telah dianggapnya sebagai anak sendiri.

“Yoong..jangan sedih lagi, nanti kau tak cantik lagi dimata Siwon oppa..” rayu Shinhye dengan sedikit gurauan. “Nde Shinhye-ya..gomawo kau telah mejadi sahabat baikku selama ini. Besok kuharap kau dan Yonghwa menjadi orang pertama yang menerima lemparan bungaku nanti. Aku sayang padamu.” Kata Yoona lalu memeluk Shinhye yang telah bersahabat baik dengannya semenjak mereka masih mengeyam pendidikan di bangku SMU dulu.

Sedangkan Siwon yang tadinya terharu dengan ucapan Shinhye, Yoona dan ahjumma Park dibuat kaget dengan getaran i-phonenya yang menandakan adanya inbox message, dibukanya screen i-phonenya dan lekas membaca dua buah sms yang baru saja menginbox;

From: Tiffany Fany

‘Oppa, mianhae aku barusan ucapkan ini sekarang, selamat oppa, kau pria yang baik dan Yoona yeoja yang baik hati pula. Semoga kau bahagia, besok aku akan datang bersama Kibum oppa ke pesta pernikahanmu di Gereja Suci. Sampai jumpa^^, GBU..:)’

Itulah sms pertama, kini Siwon beralih ke isisms kedua;

From: Kibum Kim

‘Wonnie~, congrats, happy always. GBU’

Siwon tersenyum lepas menanggapi sms itu, Yoona yang melihatnya menampakkan gurat curiga dari wajahnya.Ia mendekati Siwon dan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi kini. “Oppa. Waeyo kau senyum seperti itu?” Tanya Yoona tak sabar.

“Secret..” jawab Siwon singkat dan sukses membuat Yoona sebal. Merasa dicueki Yoona meminta pamit dari Shinhye dan eommanya.Karena melihat Yoona yang sudah marah, Siwon pun mengikutinya.

Author POV end

>>

Yoona POV

Dasar, pria menyebalkan.Sms dari siapa itu?Kenapa dia tetap berego untuk tak mau memberitahuku? Aisshh..menyebalkan.

“Yak!Chagiya. Chakkamanyo.” Teriaknya tapi tak kuhiraukan, aku terus berjalan cepat meninggalkannya.Namun sia-sia sudah.Langkah larian kakinya sangat cepat seperti kuda. Aku menyerah saat ia menangkap tubuh mungilku dan menenggelamkannya ke pelukan hangatnya yang sangat nyaman dan lagi-lagi membuat pertahanan egoku runtuh. Ia memang selalu tahu kelemahan dan kelebihanku, jadi tak dapat kupungkiri ia memang sangat lihai dalam meruntuhi pertahanan egoku. Kenyataan ini sungguh jelas berbanding terbalik dengan sikap kami berdua yang semula biasa-biasa saja, bahkan tidak sedikit kami kerap kali dilanda konflik pertengkaran.

Ia mengecup jidatku sebelum mengajakku masuk kembali ke dalam mobil. “Yak! Choi Siwon, kenapa kau suka sekali menciumku..wae?” tanyaku dengan nada mengomel. “Karena akulah bossmu Choi Yoona. Jadi apapun yang kulakukan kau jangan membantah.”Celahnya membela diri.

“Lantas, siapa yang tadi membuatmu senyum dengan sms yang tadinya kau baca?” tanyaku penasaran. Dapat kulihat ia senang, mungkin ia merasa aku sangatlah cemburu padanya. Dasar bossku ini memang senang sekali membuatku marah.

“kau cemburu? Itu sms dari Tiffany dan Kibum.Mereka hanya mengucapkan selamat atas pernikahan kita besok. Hanya itu Yoong.” Jawabnya sembari meledakkan tawa bahaknya.Aku senang mendengarnya.

Tak ada keraguan lagi bagiku untuk mempercayainya.Aku harus sepenuhnya dan bertekad yakin kalau sekarang ini dia mencintaiku, dan akupun demikian.Hanya itu yang harus kupikirkan.‘lenyapkan negatif thinkingmu itu Yoong. Ingat! Pria ini calon suamimu.Boss dihatimu selamanya Yoong’ aku memantapkan tekadku saat membatin sambil terus menatapnya yang sedang menyetir.

Aku sangat bahagia karena ahjumma Park mau menggantikan posisi mendiang eomma saat prosesi pernikahanku besok nanti.Eomma tolong restui pernikahanku dengan Siwon oppa.Aku merindukanmu eomma.Aku sedih karena disaat hari paling bersejarah bagi hidupku ini kau tak disampingku.

Tanpa terasa mataku memanas kala mengingat mendiang eomma. Sosok wanita mulia yang telah pergi meninggalkan kehidupanku dan appa lima tahun yang lalu. Aku mulai menitikkan buliran air mata ini.Cairan bening ini awalnya ingin kubendung, namun aku sudah tak tahan lagi, dengan sendirinya titik-titik cairan bening ini mengalir menyusuri kedua pipiku.

Dan gara-gara sikapku ini, tiba-tiba Siwon menghentikan mobil ini.Ia lalu meraih wajahku dan menghapus sisa-sisa tangisku dengan kedua ibu jarinya. Ia lalu mencondongkan tubuhnya dan memelukku. Aku tahu ini caranya untuk meredai kesedihanku.Akhirnya kuceritakan semuanya padanya.Ia mendengarnya dengan tenang disertai senyumannya yang sangat kusukai.

“eommamu pasti bangga punya putri sepertimu. Kau cantik, apa adanya dan yang pasti kau telah mengubah hidupku. Membangkitkanku dari patah hati yang berkepanjangan.” Siwon oppa, bossku ini memang selalu mencari cara terjitu untuk membujukku.

Ia lalu menceritakan beberapa lelucon padaku. Dan semua itu sukses membuatku meledakkan tawa aligatorku yang sudah lama tak kuledakkan sekaligus menutup kesedihanku. “oppa.. terima kasih sudah mencintaiku.” Ucapku padanya.

“Nado..gomawo sudah menerima lamaranku.” Balasnya disertai senyuman lesung pipit khasnya.Dia lalu mengajakku berbicara banyak hal.Kadang kami tertawa renyah setiap kami menceritakan pertengkaran kami kemarin-kemarin.Semua moment itu masih terbayang jelas di pelupuk mataku ini.

Aku janji Siwon oppa, aku janji akan menjadi istri yang baik untukmu. Akhirnya kami tiba di tempat tujuan. Ternyata Siwon oppa mengajakku untuk bermain icekating bersama di sebuah pusat taman bermain. Kami pun masuk kedalam area permainan setelah membayar karcis untuk masuk.Kami bermain sepuasnya, tak kusangka Siwon oppa sangat mahir melakoni permainan mengasikkan ini.Bahagia sekali rasanya.Karena keasyikan bermain kami tak sadar bahwa hari telah senja.Jadi kami harus pulang karena besok adalah hari pernikahan kami.

Siwon oppa minta izin padaku untuk pergi ke suatu tempat, aku tak tahu ia kemana? Aku terus menunggu. Sudah setengah jam namun ia tak kunjung kembali. Hal itulah hingga membuatku resah, aku takut terjadi sesuatu padanya.

Kuputuskan untuk meneleponnya dulu, namu nihil, tetap saja nomornya tak dapat dihubungi.Jujur jika begini aku sungguh tak tenang.Sangat gelisah sekali. Sudah sepuluh buah sms kukirim namun ia tak membalasnya.

Aku hendak berdiri mencarinya namun kurasakan seseorang memelukku dari belakang, kubalikkan tubuhku dan mendapati sosok yang tadinya hampir membuatku mati rasa.Tak terasa air mataku jatuh dengan sendirinya.

“Kau jahat oppa, kenapa kau pergi tak memberitahu dimana kau pergi?” rajukku kesal.Ia hanya tertawa meresponnya, “Tadi aku keluar membeli cokelat hangat untuk kita berdua. Ini untukmu dan aku memang sengaja tak mengaktifkan i-phoneku.”Jelasnya seraya menyerahkan secangkir cokelat hangat untukku.

“Begitukah? Kau ini.” Ucapku lega disertai cubitan kecil di perutnya. Dapat kupastikan ia akan sangat terkejut dengan sikapku yang tak biasanya ini. Ia membalas menatapku dengan sorotan matanya yang sangat tajam hingga membuatku ketakutan.

Aku berniat kabur namun ia menertawaiku, “kau tak bisa kabur lagi Yoona-ya, tempat ini sudah kukunci. Tadi saat aku membeli cokelat hangat, aku sudah meminta tolong pada petugas disini untuk mengunci kita dari luar?”

“Mwo?Waeyo?” tanyaku cepat.

“Karena aku ingin malam ini menjadi malam romantis antara kita berdua.”Jawabnya.

Aku hanya diam mematung, perlahan langkah kakinya mendekatiku. Kemudian ia membuka topi rajut hijauku yang membentuk kerucut ini, lalu disusul dengan membuka kacamatanya. Sesaat kemudian kami saling menatap mata masing-masing.Dapat kulihat segumpal kasih sayang yang terselip dikedua sudut matanya.

“apa kau tak takut padaku?” tanyanya.

“Tidak.Lagipula kenapa kau bertanya seperti itu padaku?” tanggapku sambil memalingkan wajahku dari sorot matanya.

“hahaha… kau lucu sekali. Inilah yang sangat kusuka darimu Yoong.Kau tahu, kau itu yeoja pertama yang bertengkar denganku. Namun aku selalu kalah darimu, padahal aku ini pandai berkelahi dengan laki-laki diluar sana.” Ujarnya makin percaya diri.Namun aku masih mau mendengar kalimat selanjutnya yang terlontar dari bibirnya.

“Lantas?”

“aku akan memakanmu.” Sudah kuduga kau pasti mau mengerjaiku lagi tuan Choi. Tapi jangan salah, aku ini cekatan.Jadi dengan begitu aku bisa lolos dari cengkraman tingkahmu yang terkesan menakut-nakuti ini.

“Yak!Jadi kau mau menantangku?” umpatku kesal.Kemudian dia berkata bahwa, “Tidak. Bukan menantang, hanya ingin tahu seberapa besar kau bisa bertahan denganku.” Aku heran dengan jawabannya.

“Apa maksudmu?” perasaanku kembali bergejolak tak enak. Aisshh.. Choi Siwon, kau ini kenapa? Kenapa selalu membuatku mati kutu.

“Yoong…” panggilnya lagi.

“Sekarang juga aku akan memakanmu.” Ucapnya langsung meraih wajahku dan dengan cepat mencium bibirku.Ia mengisap halus bibirku dengan gerakan yang sangat lembut. Ini ketiga kalinya kami berciuman.Perlahan kukalungkan kedua tanganku di lehernya agar kami bisa semakin memperdalam ciuman kami.

“itu yang kumaksud Yoong. Entah kenapa aku suka sekali menciummu..” katanya ketika kami telah mengakhiri ciuman kami.

“Jadi maksudmu kau akan memakan bibirku ini?” tebakku pura-pura marah.

“tidak. Mana mungkin aku memakan bibir semanis bibirmu ini?” sanggahnya sembari mengecup bibirku lagi.

“Oppa..kita pulang saja. Aku ingin istirahat, besok kan kita menikah boss..” pintaku. Ia lalu menganngguk. Namun ia kembali mempersilahkanku untuk naik ke punggungnya. Sudah kutolak namun ia tetap memaksa dengan alasan aku pasti lelah seharian pergi bersamanya. Jadi ya..mau bagaimana lagi, terpaksa kuikuti saja maunya.

Yoona POV end

>>

Siwon POV

“oppa, selamat. Semoga kau bahagia.”

“Siwon-ssi, selamat semoga kau selalu bahagia.” Dengan kompaknya Tiffany dan Kibum memberiku ucapan selamat.Aku tersenyum, “Gomawo sudah datang.”

“aku tak menyangka kita menikah bergiliran seperti ini oppa. Oh ya mana Yoona?” Tanya Fany sambil bergandeng mesra dengan Kibum, suaminya.

“Ah..itu masih dalam perjalanan.” Kataku tersenyum manis kepada mereka berdua. Mereka mengangguk paham lalu pamit meninggalkanku.

Selang beberapa saat kemudian Yoona datang dengan didampingi oleh Appanya, orang tua Shinhye, Yonghwa, dan tentu saja Shinhye.Kulihat keluargaku juga sudah siap untuk prosesi janji pernikahan kami. Semuanya hening, yang terdengar  hanya derap langkah kaki Yoona yang sedang diantar appanya ke arahku dan pastor.

Dengan segenap kesungguhan appa Yoona menyerahkan hak anaknya untukku sebagai calon pelindungnya dikemudian hari, “Siwon-ah..kuserahkan putriku, Im Yoona padamu. Bahagiakanlah dia selalu. Semoga Tuhan memberkati kalian.” Ucap appa mertua dengan suara paraunya.

“Nde, abeoji. Pasti.” Jawabku mantap.Beliau pun kembali ke tempat duduk pihak mempelai wanita, pastor kemudian memberikan aba-aba padaku agar siap untuk mengucapkan janji pernikahan ini.

“Tuan Choi Siwon.Apakah dihadapan Tuhan kau berjanji untuk menjaga dan melindungi istri tercintamu nona Im Yoona dalam keadaan suka maupun duka hingga maut memisahkan?” aku pun mengangguk mantap sembari melirik Yoona disampingku.

“Baiklah.Sekarang nona Im Yoona, Apakah dihadapan Tuhan kau berjanji untuk menjaga dan melindungi suami tercintamu taun Choi Siwon dalam keadaan suka maupun duka hingga maut memisahkan?”

“Nde..aku berjanji.” Jawabnya tak kalah mantap.

“Baiklah, sekarang kalian telah resmi menjadi pasangan suami istri, silahkan berciuman jika perlu.” Kata pastor mengakhiri janji suci kami.

Kubisikkan pada Yoona apakah ia telah siap untuk berciuman atau tidak dan ia mengangguk setuju. Tanpa tunggu lama kedekatkan wajahku dan kulumat lembut bibir merahnya. Dapat kudengar  tepukan tangan meriah dan riuh suara bahagia mengiringi prosesi ciuman kami. Aku pun mengakhiri ciuman kami ini, dapat kulihat wajah ayunya yang merah merona pasca kami berciuman tadi.

“Saranghae my Yoong..”

“Nado saranghae my boss…” ia membalas ungkapan rasa cintaku dari lubuk hati yang paling dalam ini.

Satu persatu orang pun datang berjabat tangan dengan kami, mulai dari pihak keluarga, orang kantor, Shinhye, Yonghwa, Tiffany, Kibum, Geunyoung dan Geunsuk yang dulunya pernah dikagumi istri cantikku ini. Tapi sampai kapanpun kau milikku Yoong. Aku berjanji takkan pernah menyakitimu, aku akan selalu ada disampingmu, akan menjadi suami dan ayah yang baik untuk anak-anak kita kelak.

“Yoona, Siwon..selamat. Semoga kebahagiaan selalu menyertai kalian.”Kata Geunsuk dan istrinya, Geunyoung.

“Gomawo eonnie, oppa..” balas istriku girang.

Huh..lega sekali rasanya. Akhirnya kami telah sah menjadi pasangan suami istri, kami tak pernah menyangka jika pertengkaran kami dulu berubah menjadi cinta sejati seperti ini. Yoona, Choi Im Yoona, tetaplah berada disisiku, jangan pernah tinggalkan aku, karena sampai kapanpun aku adalah bossmu, bukan hanya dikantor tapi di rumah. itulah yang kami rasakan, aku dan Yoona telah sah sebagai pasangan suami-istri.

“My boss…” panggilnya memecahkan lamunanku.

“Nde my princess..” sahutku girang.

“I Love you..” ucapnya dengan senyum manis.

“I Love you too Choi Im Yoona.”

Kami pun melempar bunga ke tengah-tengah tamu undangan yang hadir.Dan yang menangkap bunga itu adalah Yonghwa dan Shinhye.Aku dan Yoona tertawa melihat ekspresi kikuk keduanya.Semoga mereka dapat menyusul kami secepatnya untuk menikah.Dan yang terpenting adalah Yoona telah menjadi milikku selamanya.Tidak peduliapapun yang nantinya kelak menimpa rumah tangga kami, namun satu hal yang kujanjikan ditempat suci ini bahwa aku takkan pernah membuatmu menangis Yoong. Tak akan pernah. Karena kau adalah pengubah hidupku dan karenamu hidupku jadi berwarna. Kau selalu memanggilku dengan sebutan boss, dan kau akan tahu bahwa bossmu ini akan jadi pelindung hidupmu, hari ini, besok dan selamanya.

 

—THE END—

 

Note: annyeong… ^^ lama banget ya chapter endingnya? Hehe..:P, mianhae sekarang aku emang lelet buat ff, karena tugas akhirku sebagai mahasiswa semester akhir. Buat adik Echa, makasih banyak udah publish FFnya kakak..:)#bigHug*, buat Uchie eonnie juga makasih udah ngasih support buat aku ngelanjutin part end ini. Dan buat all readers makasih juga yang tiada tara, karena dengan setia udah koment FF gaje ini dari awal. FF ini akan ada sequelnya berupa OS special honeymoon YoonWon dan itu artinya full NC, jadi bagi yg jadi sider’s di FF inidengan sangat maaf aku gag akan kasih passwordnya. Akuhafal persis siapa aja yg biasa koment di FF 3s ini..;**, Satu lagi, mianhae “We are Family” chapter 7 belom bisa saya lanjutin karena faktor tugas akhirku diatas. Tapi jika ada waktu luang saya akan melanjutkannya secepatnya. insyaAllah.. dan, jika ada typo mohon dimaafkan ya?? Bye~bye..dan…., Salam~Nited~Bersaudara..:)

 

 

Tinggalkan komentar

277 Komentar

  1. farzana

     /  November 17, 2015

    Happy Ending….

    Balas
  2. Wahh kereeen endingnyaa daebak thorr,, yoonwon so sweey banget

    Balas
  3. si tyaak

     /  Februari 2, 2016

    Bagus.kasih pw nya dong.makasih

    Balas
  4. ayana

     /  Maret 19, 2016

    happy ending……
    meski yonwon di ff ini konyol banget, tapi seru. cinta yang diawali konflik antara mereka dan berakhir manis., keren. klimaks endingnya dapet banget…

    Balas
  5. melani

     /  Juli 22, 2016

    Romantis bgt apalagi pas siwon ngelamar yoona di depan keluarganya n keluarga yoona kata”nya sweet bgt.. akhirnya mereka menikah juga..

    Balas
  6. tika

     /  Agustus 22, 2016

    Gak nyangka akhirnya mereka menikaaahh^^
    tapi alurnya agak cepet thor

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: