[FF] Y Saranghae (Chapter 10 – Love Really Hurt)

[FF] Y Saranghae (Chapter 10 – Love Really Hurt)

ys

Title : Y Saranghae – Love Really Hurt

Type : Sequel

Author : Choi Hyun Mi/Twitter: @Nita_Rahayu22

Main Cast : Choi Siwon, Im Yoon Ah, Lee Donghae

Other Cast : Kwon Yuri, Cho Kyuhyun, Etc……

Genre: Romance , Sad,

Rating : PG 15+

Backsound: Love Really Hurt by Yesung Super Junior

[]

Untuk sementara saja, ijinkan aku bersamanya.

Untuk sementara saja, ijinkan aku membahagiakannya dan untuk sementara saja aku ingin hidup bersamanya.

 

Malam kian larut, salju pelahan mulai mengubur bumi Seoul dengan warna putih bersihnya. Udara juga semakin terasa dingin, entah berapa minus derajat malam ini yang pasti hawa dinginnya bisa sampai terasa ke tulang rusuk.

Donghae, namja itu kini tengah mengendarai mobilnya dengan kecepatan minimal. Menelusuri jalanan kota Seoul yang sedikit licin akibat salju. Sudah hampir 2 jam Donghae seperti ini, mengendarai mobil tapi tak tentu arah. Dia hanya melajukan mobilnya sesuai dengan jalur yang ia temui. Tiba-tiba, Donghae menepikan mobilnya. Dia mematikan mesin mobil lalu kembali melamun berkutat dengan pikirannya sendiri. Perlahan Donghae meletakan tangan kanannya untuk menyentuh dadanya, tepatnya pada bagian jantungnya.

“Sakit, ini terlalu sakit dari sebelumnya. Apa cinta memang sesakit ini…”

Air asin itu akhirnya jatuh sudah membentuk sungai kecil di kedua pipinya, Donghae menangis merasakan sesak di dadanya. Merasakan sakit di dadanya, melihat moment tadi yang mungkin tak seharusnya ia lihat.

[]

Yoona duduk di tepi ranjang lalu mengambil kompresan untuk menurunkan demam Siwon. setelah pertemuan tadi, Siwon memang tak kuat lagi menopang tubuhnya sendiri. Maka dari itu Yoona membawanya masuk lalu membaringkan Siwon di kamarnya, menyelimutinya dan mengkompresnya.

Di tatapnya Siwon yang terlelap tidur, wajahnya begitu pucat mungkin akibat terlalu lama di luar sana.

“Seharusnya kau tidak usah melakukan ini, seharusnya kau pulang. Bukankah sebentar lagi kau menikah? Seharusnya kau siapkan dirimu, kenapa kau jadi seperti ini?” Yoona berbicara pada Siwon, seakan Siwon bisa mendengarnya.

[]

Dentingan jarum jam terdengar dikamar ini, meskipun waktu sudah menunjukan pukul 3 dini hari tapi Yoona belum sama sekali memejamkan matanya, dari tadi dia hanya duduk di samping Siwon menantap namja tampan ini yang begitu terlelap tidur. Dengan telaten Yoona mengecek suhu tubuh Siwon setiap saat untuk memastikan deman Siwon sudah turun apa belum, akhirnya Yoona sedikit lega karena demam Siwon sudah turun. Yoona segera beranjak dari duduknya, berniat tidur di sofa ruang tengah untuk mengistirahatkan tubuhnya yang sudah merasa lelah.

[]

Pagi ini Seoul tak terlalu cerah, mungkin ini dampak dari salju yang turun sejak semalam. Sisa-sisa salju pun masih belum hilang dari jalanan yang hampir semuanya tertutupi es putih itu. Namun, meskipun begitu tak menyurutkan semangat orang-orang yang melakukan rutinitas seperti bekerja, ataupun bersekolah.

Di dalam sebuah kamar yang sederhana, namja tampan itu masih terlelap dari tidur damainya. Suara getaran ponselnya sama sekali tak mengganggu acara tidurya pagi ini, I-Phone berwarna hitam itu sudah menunjukan 10 panggilan tak terjawab serta 7 pesan yang belum di buka. Kembali suara gerataran I-Phone itu terdengar, namun kali ini suaranya berhasil mengusik namja itu. Dengan mata yang masih terpejam, tangannya meraba nakas yang memang terdapat di dekat tempat tidur itu untuk mengambil I-Phonenya.

Namja itu berusaha membuka matanya, walaupun terlihat sangat berat. Kemudian, dia melihat siapa pemanggil dan pengirim pesan yang sudah mengganggu tidurnya pagi ini. namja itu mendesah kasar, lalu mematikan ponselnya sebelum membaca pesan-pesan itu.

Siwon-namja itu, perlahan bangun dari tidurnya. Merenggangkan otot-ototnya yang dirasa kaku, setelah dirasa cukup dia terlihat bingung dengan keadaan disekitarnya. Siwon memutar bola matanya untuk mengelilingi kamar ini.

“Yoona..”

Ucapnya namun terdengar seperti sebuah gumaman. Siwon segera menyibakan selimut tebal yang menutupi tubuhnya lalu turun dari ranjang, Siwon keluar dari kamar itu berniat mencari Yoona.

“Apa dia sudah berangkat kerja….” gumam Siwon sembari melihat arloji yang melingkar di tangan kirinya. Siwon berjalan menuju ruang tengah, tiba-tiba langkahnya terhenti saat menangkap seorang yeoja yang masih tidur di salah satu sofa panjang. Siwon kembali melangkahkan kakinya mendekati yeoja itu, siapa lagi kalau bukan Yoona.

Siwon berjongkok untuk menyamai Yoona yang begitu pulas tidur, Siwon dapat melihat lengkungan hitam di bawah kedua mata Yoona. Lengkungan itu seperti mengisyarakan jika Yoona kurang tidur, itu memang benar Yoona baru beberapa jam memejamkan matanya, karena semalaman dia harus menjaga Siwon yang demam tinggi. Tiba-tiba sebuah inisiatif muncul di otak Siwon, dia kembali berdiri lalu berjalan ke arah dapur. Siwon membuka lemari pendingin untuk mencari makanan yang mungkin bisa ia masak pagi ini. Tapi sayang, lemari pendingin itu kosong. Mungkin Yoona belum sempat berbelanja, karena sudah beberapa hari ini dia hanya tinggal sendirian di rumah. Siwon kembali menutup pintu lemari pendingin dengan tangan kosong tak mendapatkan apapun, dia terlihat berpikir sesaat lalu sedetik kemudian dia kembali berjalan menuju ruang tengah. Siwon masih dapat melihat Yoona yang belum juga bangun, tak menunggu lama Siwon keluar dari rumah itu. Berniat pergi ke mini market terdekat untuk membeli bahan makanan.

[]

Suara yang bersumber dari dapur membuat tidur lelap Yoona menjadi terganggu, dengan rasa enggan Yoona pun membuka kedua matanya sambil menyesuaikan sinar mentari pagi yang masuk melalui kaca jendela. Rupanya gordeng ruang tengah sudah terbuka, sehingga memudahkan sinar matahari yang perlahan naik masuk ke rumah itu.

Yoona bangun dari tidurnya, lalu berjalan menuju arah dapur untuk mengetahui asal suara yang sudah mengganggu tidurnya pagi ini. Saat sudah sampai di dapur, seketika Yoona menghentikan langkah kakinya tak kala mendapati Siwon yang sedang menata masakannya di atas meja. Siwon yang sepertinya juga belum menyadari kehadiran Yoona, malah terus asyik membereskan masakannya yang sepertinya hampir selesai.

“Euh Yoona, kau sudah bangun. Kemarilah kita makan bersama”

Siwon tersenyum mengajak Yoona untuk sarapan bersama. Yoona tak menjawab, tapi dia berjalan menuju meja makan lalu menarik salah satu kursi dan mendudukkan dirinya.

“Aku hanya memasak bubur saja, tadi aku sempat pergi ke mini market tapi rupanya masih tutup. Jadi, memasak bubur saja untuk mu…” lanjut Siwon sambil mendudukkan dirinya juga di kursi.

Yoona tak menggubris perkataan Siwon, dia malah melihat satu mangkuk bubur yang baru saja Siwon sajikan untuknya.

“Makanlah, aku tak tahu rasaya enak atau tidak..” ujar Siwon merendahkan dirinya.

Kembali Yoona tak merespon ucapan Siwon, Yoona mengambil sendok lalu mulai menyuapkan satu sendok bubur itu ke dalam mulutnya, begitu pelan, dan wajahnya tak menunjukan ekspresi apa pun.

“Bagaimana? Apa buburnya enak?” tanya Siwon harap-harap cemas.

Yoona terus menguyah bubur itu sampai habis dengan tatapan kosongnya. Siwon sedikit merasa kecewa karena dari tadi omongannya sama sekali tak di tanggapi Yoona, Siwon merasa sedang berbicara dengan patung saja.

“Bisakah setelah ini kau pulang…” tiba-tiba kalimat itu meluncur di tengah-tengah kesunyian. Siwon membelalakan matanya terkejut dengan apa yang baru saja Yoona ucapkan.

“Im Yoona…”

“Bisakah setelah ini kau pulang….” ulang Yoona kali ini sedikit menaikan volume suaranya.

“Kau benar-benar ingin mengakhiri semuanya? Kau benar-benar ingin mengakhiri kisah cinta kita…?”tanya Siwon begitu jelas.

Yoona meletakan sendok lalu beralih pandangannya menatap Siwon.

“Bagi ku kisah cinta kita sudah berakhir sejak kau pergi meninggalkan ku, bukan aku yang mengakhirinya tapi kau Choi Siwon, kau yang mengakhiri kisah cinta kita ….” perkataan Yoona ini mampu membuat Siwon mengepalkan kedua tangannya geram, Siwon tahu ini semua berawal dari kesalahannya yang meninggalkan Yoona begitu saja. Dan setelah melakukan itu, dia kembali lalu meminta Yoona untuk kembali lagi padanya.

“Apa kau mencintai Lee Donghae?” tanya Siwon yang mampu membuat Yoona bungkam cukup lama.

“Aku mencintainya atau tidak itu bukan urusan mu, kau paham itu…” jawab Yoona menatap Siwon.

Siwon tersenyum acuh “Baiklah, kalau itu mau mu. Tapi ingat Im Yoona aku tidak akan menyerah untuk mendapatkan mu, aku akan membatalkan pernikahan ku dengan nya. Dan aku akan memaksa mu meninggalkan Lee Donghae, dan satu lagi. Berhentilah membohongi perasaan mu, dan berhentilah membohongi Lee Donghae…”

Siwon berdiri dari duduknya, lalu pergi meninggalkan Yoona yang masih duduk bak patung setelah mendengarkan penuturan Siwon barusan. Tanpa dirasa, Yoona kembali menitikan air matanya.

“Maafkan aku, maafkan aku Siwon. tapi aku tak bisa meninggalkannya aku tak mampu….” Yoona tertunduk, lama kelamaan terdengar isakan kecil dari bibirnya. Tangisnya semakin pecah di tengah kesunyiaan pagi.

[]

Jessica memasuki gedung mewah tempat dimana calon suaminya, yaitu Choi Siwon bekerja. Kedatangannya langsung menjadi tontonan dan gosipan para karyawan yang kebutulan berpapasan dengannya. Jessica menyadari hal itu, tapi yeoja berambut pirang dan berpenampilan modis bak seorang purti itu sama sekali tak menggubris tatapan apalagi bisikan dari karyawan-karyawan Choi Siwon.

Jessica keluar dari lift yang tadi membawanya ke lantai di mana ruangan Siwon berada, gadis itu kini sudah berada di depan sebuah ruangan.

Jessica mengetuk pintu itu beberapa kali untuk memanggil si empu ruangan itu, siapa lagi kalau bukan Choi Siwon. Tak harus menunggu lama, pintu pun di buka oleh seseorang. Jessica sedikit terperangah, begitu pula orang yang membukakan pintu untuknya.

“Yoona kau rupanya…” ucap Jessica setelah tersadar.

Yoona pun yang tadi sempat terkejut akan kedatangan Jessica langsung tersadar.

“Eonni…nde. Kau ingin bertemu Presdir…” tanya Yoona seperti sudah bisa menebak kedatangan Jessica.

“Emm, apa Siwon ada?”

“Yah, presdir ada silahkan masuk eonni..” Yoona memberi jalan pada Jessica, tanpa di titah untuk kedua kalinya Jessica pun langsung masuk kedalam mencari sosok yang ingin ia temui.

“Oppa…” seru Jesica begitu rianganya.

Siwon yang memang sedang fokus pada pekerjaannya hanya sekilas melihat Jessica lalu kembali fokus pada bacaannya. Meskipun Siwon tak menganggapnya, Jessica tak berhenti sampai di situ saja. Jessica memeluk Siwon dari belakang, yang kali ini sukses membuat Siwon bereaksi.

“Berhentilah bersikap manja Jessica, aku malas…” ucap Siwon lalu melepaskan tangan gadis itu dari lehernya. Sebenarnya bukan itu saja alasan Siwon, tapi Siwon takut jika moment ini akan menyakiti perasaan Yoona pasalnya saat ini Yoona sedang duduk di meja kerjanya. Meskipun Yoona sedang membaca tapi mustahil jika Yoona tak akan melihatnya.

“Mau apa kau datang kemari..” ketus Siwon begitu dinginnya.

“Oppa, hari ini kita harus ke butik. Aku akan memilih gaun pengantin kita…”

“Aku tidak mau, kau pergi saja sendiri…” ujar Siwon seakan punya pirasat jika Jessica akan mengajaknya.

“Oppa, ayolah antar aku…” ucap Jessica memelas.

“Jessica apa kau tidak lihat aku, aku sedang sibuk. Kau bisa pergi sendiri. Kenapa kau begitu manja heuh…?” ucap Siwon terdengar kasar. Jessica langsung terdiam. Setelah Siwon berbicara dengan nada tinggi seperti itu.

Yoona mengalihkan perhatiannya pada kedua insan itu, ada rasa kasihan dalam dirinya terhadap Siwon yang begitu kasar memperlakukan Jessica. Tapi apa daya, Yoona juga tak bisa ikut campur dalam masalah mereka. Yoona hanya bisa menghela nafas lalu kembali fokus pada pekerjaannya.

 

Siwon mengusap wajahnya lalu melepaskan nafas penuh prustasi.

“Baiklah ku antar kau….” Siwon bangkit dari duduknya, lalu menyambar tuxedonya yang tergantung. Jessica terlihat berbinar, lalu seulas senyum tipis tergambar dari wajahnya.

“Yoona, tolong selesaikan pekerjaan ku. Aku tidak akan lama, nanti aku akan kembali lagi…” pesan Siwon pada Yoona yang sekarang berdiri.

“Akan saya kerjakan Presdir…” jawab Yoona sembari sedikit menundukan kepalanya.

“Baiklah, Jessica ayo kita pergi….” Siwon meninggalkan Jessica keluar terlebih dahulu. Sementara Jessica masih berdiam diri di tempat semula, Jessica melihat Yoona lalu tersenyum.

“Hwaiting Yoona…” ujar Jessica sambil mengepalkan kedua tangannya. Yoona hanya membalasnya dengan senyuman. Jessica pun lalu pergi mengikuti Siwon yang sepertinya sudah menjauh.

“Dia gadis yang baik, kenapa Siwon bersikap kasar dan dingin padanya…” ucap Yoona setelah Jessica lenyap di balik pintu.

 

[]

Setelah selesai memilih gaun pengantin, Jessica mengajak Siwon ke sebuah pameran lukisan yang kebetulan tak terlalu jauh dari butik yang mereka kunjungi. Pada awalnya Siwon sempat menolak ajakan Jessica ini, tapi apa daya Siwon kembali mengalah dari pada harus cek cok kembali dengan gadis ini.

Jessica berjalan sambil menelusuri beberapa lukisan yang tergantung di dinding, lukisan-lukisan itu adalah karya dari beberapa pelukis ternama di kota Seoul. Tiba-tiba Jessica melihat sebuah lukisan yang menarik perhatiannya, Jessica menghentikan langkah kakinya tepat di depan lukisan itu lalu mengamatinya dengan seksama.

“Oppa, Siwon Oppa…” panggil Jessica pada Siwon yang terlihat sedang sibuk mengotak-ngatik I-Phonenya.

“Ada apa?” tanya Siwon sedikit berteriak. Karena jarak mereka yang memang berjauhan.

Jessica segera menghampiri Siwon lalu menarik lengan Siwon menuju lukisan tadi yang mampu menarik perhatiannya.

“Ada apa Sica…”

“Oppa apa menurut mu lukisan ini indah…” tanya Jessica meminta pendapat Siwon tentang lukisan itu.

Sebelum menjawab pertanyaan Jessica, terlebih dahulu Siwon mengamati lukisan itu yang merupakan lukisan pantai di sore hari. Namun, di dalam lukisan itu ada seorang laki-laki yang tengah menikmati matahari senja di tepi pantai.

“Lukisan ini….”

Belum sempat Siwon melanjutkan komentarnya, tiba-tiba seseorang datang.

“Siwon-ssi, Jessica. Kalian ada di sini…”

“Donghae Oppa…” seru Jessica tak percaya melihat Donghae berada di pameran lukisan kali ini. Siwon membalikan kepalanya, dan ternyata memang benar orang tersebut adalah Lee Donghae.

“Donghae Oppa, kau sedang apa disini?” tanya Jessica terlihat antusias akan kehadiaran Donghae.

“Euh…aku…aku..di sini memamerkan lukisan ku…” jawab Donghae gugup.

“Benarkah? Kau seorang pelukis?” tanya Jessica.

“Nde, tapi aku tidak sehebat pelukis-pelukis itu” ucap Donghae sambil menunjukan sekumpulan ahjussi yang sedang asyik berbincang.

“Kau jangan merendah Oppa, oh yah mana lukisan mu…?” tanya Jessica lagi.

“Ini lukisan ku…” jawab Donghae sambil menunjukan sebuah lukisan di depan mereka.

“Omoo…benarkah ini lukisan mu. Indah sekali Oppa, tadi aku dan Siwon sedang memperbincangkan lukisan ini..”

“Benarkah apa lukisan ku jelek?”

“Anio, justru lukisan mu sangat indah. Dari semua lukisan yang ada disini, lukisan ini paling menarik perhatian ku. Bukankah begitu Siwon Oppa…” Jessca menyenggol sikut Siwon yang dari tadi hanya bungkam.

“Nde, Jessica benar..” jawab Siwon tersenyum canggung.

“Senang sekali mendapat pujian dari kalian berdua….” ucap Donghae tersenyum bahagia.

“Oppa boleh aku tahu, apakah ada cerita di balik lukisan mu ini?” tanya Jessica. Sepertinya inilah pertanyaan yang dari tadi ingin ia sampaikan pada sang pelukis lukisan yang sudah menarik perhatiannya.

Donghae tersenyum “Haruskah ku ceritakan, rasanya aku malu…” jawab Donghae.

“Ayolah Oppa cepat ceritakan pada kami berdua, kami benar-benar penasaran…” mohon Jessica.

Donghae terlihat enggan, tapi karena Jessica sepertinya ingin tahu di tambah memaksanya Donghae pun menceritakan cerita di balik lukisannya ini.

“Sebenarnya tak ada cerita yang menarik dalam lukisan ini, lukisan ini hanya menggambarkan suasana sore hari di sebuah pantai…”

“Lalu…”

“Laki-laki ini…” Donghae menunjuk objek manusia yang berada di dalam lukisan itu.

“Sebenarnya itu aku, dan matahari ini adalah Yoona…”

Seketika saja Siwon membulatkan matanya tak kala nama wanita yang amat ia cintai kembali Donghae sebutkan.

“Matahari adalah benda langit yang paling indah menurut ku, sinarnya dapat membuat aku bangkit dari sebuah keterpurukan. Sinarnya, mampu membuat aku bertahan sampai detik ini. dan matahari hidup ku adalah Yoona, Dia yang telah membuat aku bangkit dari kesedihan yang amat mendalam, dia yang telah membuat aku bertahan dari kejamnya hidup dan Yoonalah yang membuat aku bertahan sampai detik ini. Bagaimana, cerita di balik lukisan ini sungguh tak menarik bukan?” Donghae menatap Jessica dan Siwon secara bergantian meminta pendapat dari kedua orang tersebut.

“Oppa, apa kau malaikat yang di kirimkan oleh Tuhan? Kenapa hati mu begitu baik, kau sangat mencintai Yoona. Cinta mu sungguh suci untuknya, Yoona beruntung bisa di cintai oleh pria seperti diri mu” ucap Jessica tapi entah kenapa Donghae malah terkikik geli mendengarnya.

“Kau jangan bicara seperti itu Sica, kau juga beruntung karena bisa di cintai pria seperti Siwon-ssi. Dia pria yang baik, tampan. Dan selalu menyayangi pasangannya…”ucap Donghae sambil menepuk pundak Siwon. Mendengar hal itu Jessica hanya mampu tersenyum kiku, sementara Siwon sama sekali tak bersuara.

“Pria yang baik? Pantaskan Donghae mengatakan aku pria yang baik? Sementara aku akan merebut Yoona darinya..” pikir Siwon merenungi perkataan Donghae.

[]

Setelah mengantarkan Jessica pulang ke rumahnya, Siwon berniat kembali ke kantor. Tapi, dari tadi dia sama sekali tak fokus mengemudi. Dari tadi Siwon terus memikirkan perkataan Donghae.

“Kau jangan bicara seperti itu Sica, kau juga beruntung karena bisa di cintai pria seperti Siwon-ssi. Dia pria yang baik, tampan. Dan selalu menyayangi pasangannya…”

Pantaskah aku di bilang pria baik? Kalimat itu sejak tadi Siwon renungkan, dia tak bisa berkutik saat Donghae mengatakan itu. Siwon merasa jika kalimat itu tak pantas untuknya, malah setelah mendengar itu Siwon menjadi merasa bersalah terhadap Donghae.

Siwon segera mengerem mobilnya mendadak saat melihat seseorang melintas di depannya. Dengan cekatan Siwon membuka sabuk pengamannya lalu membuka pintu. Siwon mendapati seorang ahjumma yang tersungkur di aspal hitam, belanjaannya pun juga jatuh berserakan. Siwon panik lalu berjongkok di depan ahjumma tersebut.

“Ahjumma joesonghamnida, ahjumma gwaenchana ….”ucap Siwon sembari membntu ahjumma itu untuk berdiri.

“Aku tidak apa-apa…” jawab ahjumma itu tersenyum hangat.

“Apa ahjumma terluka? Aku benar-benar minta maaf tadi aku tidak melihat jalan” sesal Siwon menunduk.  Ahjumma itu malah tersenyum.

“Aku tidak apa-apa, tadi aku yang tidak melihat mobil mu. Maafkan aku…”

“Tapi apa ahjumma terluka? Aku bawa ke rumah sakit sekarang bagaimana?” tawar Siwon sembari membantu ahjumma itu membereskan belanjannya ke dalam keranjang.

“Aku tidak apa-apa, terimakasih atas perhatian mu…” ahjumma itu berdiri sambil merapikan pakaiannya yang sedikit kotor. Memang keadaannya baik-baik saja, tak terluka sama sekali.

“Apa perlu ku antar ahjumma sampai rumah?” tawar Siwon lagi.

“Kau pria yang baik. Terima kasih atas tawaran mu, tapi aku bisa pulang naik taxi” jawab ahjumma itu tersenyum tulus.

“Baiklah, kalau begitu maafkan aku…”

“Ya sudah aku pergi dulu…” ahjumma itu pergi dari hadapan Siwon. Meninggalkan Siwon yang masih memantung.

“Pria baik..?” gumam Siwon melihat kepergian ahjumma itu yang semakin tak terlihat.

[]

Yoona keluar dari gedung tempat dia bekerja, kini waktu sudah malam dan saatnya dia pulang karena tadi sempat mengerjakan pekerjaan yang Siwon tinggalkan. Makannya Yoona pulang sedikit agak telat. Di luar Donghae sudah menunggunya, seperti biasa menjemput Yoona. Yoona yang menyadari kehadiran Donghae segera menghampiri pria itu.

“Apa Oppa sudah menunggu lama?” tanya Yoona tak kala sudah berada di depan Donghae.

Donghae tersenyum melihat Yoona yang di tunggunya akhirnya datang juga.

“Aku baru saja tiba”

“Ya sudah ayo kita pulang, kita pasti sudah di tunggu untuk makan malam…” ajak Yoona. Donghae menganggukan kepalanya. Tapi, saat Donghae akan membuka pintu mobil dia melihat Siwon yang baru saja keluar dari dalam gedung.

“Siwon-ssi…” teriak Donghae. Sontak saja Yoona pun menoleh mengikuti arah pandang Donghae. Di ujung sana, Siwon terlihat heran karena Donghae tiba-tiba memanggilnya.

“Yoona, tunggu disini sebentar..” Donghae tersenyum pada Yoona lalu pergi menghampiri Siwon.

Dari kejauhan Yoona hanya bisa menyaksikan kedua pria itu berbincang. Ingin sekali Yoona tahu apa yang mereka berdua bicarakan, tapi sayang jarak mereka terlalu jauh. Sekian menit Yoona menyaksiakan keduanya, akhirnya Donghae kembali.

“Oppa, apa yang kau bicarakan dengannya?” tanya Yoona was-was.

“Aku hanya mengajaknya makan malam…” jawab Donghae sambil membukakan pintu untuk Yoona.

“Apa?”

“Nanti ku ceritakan, cepat masuk…” Donghae mendorong tubuh Yoona supaya cepat masuk. Tak berapa lama dia juga masuk dan duduk di kursi kemudi.

“Oppa, kenapa Oppa mengajaknya makan malam bersama kita?” tanya Yoona melanjutkan pertanyaannya tadi.

“Tadi Siwon datang ke pameran lukisan bersama Jessica…” jawab Donghae sambil fokus ke jalanan.

“Lalu? Apa hubungannya dengan makan malam..?”

“Aku ingin memperkenalkan Siwon pada ibu. Sudahlah Yoona kenapa kau terus bertanya seperti itu? Siwon kan hanya atasan mu? Apa kau keberatan?”tanya Donghae yang langsung memojokan Yoona.

“Anio, aku tidak keberatan Oppa…” jawab Yoona setelah jeda cukup lama. Donghae tersenyum simpul lalu kembali fokus pada kemudinya.

[]

Setelah menempuh perjalanan sekitar 45 menit akhirnya sampai juga di kediaman rumah Donghae. Siwon yang dari tadi mengikuti mobil Donghae, turun dari mobilnya.

“Siwon-ssi kajja..” seru Donghae. Siwon hanya tersenyum lalu mengikuti langkah Donghae dan Yoona.

Ini pertama kalinya Siwon menginjakan kakinya di rumah Donghae, rumah ini terlihat sangat sederhana tapi terlihat asri dan nyaman. Rumah ini juga mempunyai halaman yang cukup luas, meskipun tak seluas halaman rumah Siwon dan tentu saja rumahnya tak semegah rumah Siwon. Saat Siwon masuk, suguhan ruang tamu yang sederhana dapat Siwon lihat. Di dnding ruang tamu ini penuh dengan lukisan-lukisan indah, serta ada sebuah figura photo yang sepertinya itu photo keluarga, Siwon juga melihat beberapa figura-figura kecil yang tertempel di dinding, ada photo Donghae bersama ibunya, yang sepertinya photo itu di ambil sudah lama sekali. Juga ada photo seorang anak kecil yang sepertinya itu Donghe kecil tengah di photo dengan sang ayah tercinta yang sudah tiada. Lalu Siwon juga menemukan sebuah photo yang bisa di bilang membuat hatinya sakit, photo itu adalah photo kebersamaan Donghae dan wanita yang Siwon cintai, Im Yoona.

Siwon melihat dengan seksama photo itu sampai akhirnya suara Donghae membuyarkan lamunannya.

“Siwon-ssi perkenalkan ini ibu ku….” ujar Donghae sambil mengapit tangan Ny Lee. Siwon segera bangkit dari duduknya lalu memberi salam pada Ny Lee.

“Annyeong haseyo ahjumma, senang bertemu dengan mu…” ucap Siwon mengulurkan tangannya.

Ny Lee menatap Siwon seperti sedang mengingat-ngingat sesuatu.

“Apakah kau orang yang tadi siang?” tanya Ny Lee. Siwon tampak terkejut, namun setelah melihat Ny Lee lebih seksama akhirnya Siwon pun mengingat sesuatu.

“Ahjumma….” seru Siwon berbinar.

“Ibu, apa kalian berdua sudah saling mengenal?” tanya Donghae bingung.

“Anio, tadi waktu ibu pulang dari pasar ibu menyebrang jalan. Karena ibu tidak hati-hati jadi ada sedikit kecelakaan…” ujar Ny Lee mengingat kejadian tadi siang saat bertemu Siwon.

“Ahh begini Donghae-ssi tadi aku tak sengaja menambrak ibu mu, aku benar-benar merasa bersalah…”

“Sudah ku katakan kau tidak salah, justru aku yang tidak hati-hati. Sudahlah lupakan saja, lagi pula aku tidak apa-apa. Oh yah ayo kita makan, nanti kalau kita terus mengobrol makanannya keburu dingin…” ajak Ny Lee pada Donghae dan juga Siwon.

[]

Siwon, Yoona, Donghae dan Ny Lee kini sudah duduk. Siap menyantap makan malam yang tampak menggiurkan. Siwon terlihat gugup, dia belum sama sekali mengambil lauk pauk apalagi nasi. Piringnya masih terlihat kosong.

“Donghae-ah coba ini, ibu sengaja memasak makanan kesukaan mu…” Ny Lee menaruh ikan di piring Donghae.

“Terima kasih Ibu…” Ucap Donghae tersenyum lalu menyantap ikan itu dengan lahapnya.

“Yoona-ah bibi juga memasak tumis kesukaan mu, ayo makanlah yang banyak, hari ini kau pasti sangat lelah sekali. Tenaga mu pasti banyak terkuras. Makanlah yang banyak…”

“Nde…” jawab Yoona tersenyum lalu melihat Siwon yang masih diam melihat Donghae yang begitu lahap menyantap makanannya.

Ny Lee yang melihat pandangan Yoona tertuju pada Siwon segera melihat Siwon yang masih melamun dengan piring kosong di depannya.

“Siwon-ah, kau tidak mau makan?” tanya Ny Lee menyentuh lembut lengan Siwon. kebetulan Siwon memang duduk di samping Ny Lee.

Siwon tersadar dari lamunannya lalu menatap Ny Lee.

“Bibi, maukah kau memberikan nasi serta lauk itu di piring ku…” ucap Siwon bergetar. Ny Lee tersenyum hangat.

“Tentu saja…” ucap Ny Lee lalu mengambilkan nasi untuk Siwon serta beberapa masakan lainnya.

“Makanlah, hari ini kau pasti lelah. Makan yang banyak..”

Siwon mengangguk cepat, lalu segera mengambil sumpit. Siwon perlahan memakan nasi serta beberapa masakan yang menjadi teman nasinya.

Donghae Yoona dan Ny Lee kini memperhatikan Siwon yang sedang makan dengan menundukan kepalanya, ketiganya bisa mendengar isakan dari Siwon. Yah Siwon memangis, rasanya ini sebuah mimpi baginya. Satu meja makan bersama seorang ibu, di berikan nasi oleh seorang ibu dan makan bersama dengan seorang ibu. Meskipun yang melakukan itu semua bukan ibunya, tapi Siwon merasa senang karena bisa merasakan hal ini. Hal yang sebelumnya ia anggap sangat tabu, karena sejak kecil sampai sekarang ia tumbuh menjadi seorang pria dewasa baru kali ini Siwon merasakan perlakukan hangat dari seorang ibu.

“Siwon-ah kenapa kau menangis. Apa masakan bibi tidak enak?” tanya Ny Lee terlihat khawatir.

Siwon menggeleng, mulutnya masih penuh dengan nasi tapi matanya tak henti-hentinya terus menangis.

“Tidak, ini sangat enak. Ini sangat, sungguh ini sangat enak…” jawab Siwon setelah jeda cukup lama. Perlahan Siwon mulai mengangkat kepalanya menatap Ny Lee.

“Bibi, apa boleh bibi memasak makanan seperti ini untuk ku lagi. Apa bibi tidak keberatan…” tanya Siwon air matanya masih mengalir deras saat mengatakan itu.

Ny Lee kembali tersenyum, senyumannya selalu hangat dan penuh kasih sayang. Ny Lee menyentuh tangan Siwon, sementara tangan lainnya mengusap air mata Siwon yang berlinang.

“Tentu saja, kapan pun kau lapar. Datanglah kemari. Bibi akan selalu siap memasak dan menamani mu makan…”

“Terima kasih bibi…” Siwon kembali berurai air mata. Lalu melanjutan makannya. Siwon begitu lahap menyantap makanannya sehingga membuat Ny Lee sedikit khawatir.

“Pelan-pelan makannya, nanti kau tersedak…” Ny Lee menyodorkan air putih. Siwon segera mengambilnyalalu meminumnya.

Sementara itu Yoona yang tahu kenapa Siwon bisa sampai menangis seperti itu hanya bisa melihat Siwon iba, lalu kembali melanjutkan makannya. Begitu pula dengan Donghae, dia juga sempat menitikan air mata nya melihat Siwon yang benar-benar rapuh kali ini. Donghae tersenyum melihat Siwon lalu dia pun juga kembali menyantap makanannya.

[]

Siwon duduk melamun di beranda rumah Donghae, selesai makan malam Siwon memutuskan untuk keluar mencari udara segar. Meskipun bukan udara segar yang ia dapatkan melainkan udara dingin, karena kembali kota Seoul di turuni salju malam ini. Saat sedang asyik melihat salju-salju yang turun. Tiba-tiba seseorang hadir dan berdiri di sebelah Siwon, Siwon yang menyadari kehadiran orang tersebut pun segera menoleh. Dan di dapatinya Donghae yang juga tengah asyik melihat salju yang turun.

“Kau tidak apa-apa Siwon-ssi?” tanya Donghae memecah kesunyian.

“Sekarang aku tidak apa-apa” jawab Siwon tetap melihat buliran salju yang turun.

“Lalu kenapa tadi kau menangis?”

Donghae bertanya, berharap Siwon akan menjawab atau mungkin menceritakan sesuatu padanya.

“Karena aku bahagia” jawab Siwon singkat.

“Bahagia?”

“Donghae-ssi, jujur saja tadi adalah pertama kalinya dalam hidup ku makan satu meja bersama dengan seorang ibu, memakan masakannya, dan di ambilkan nasi olehnya. Aku menangis karena aku bahagia, ternyata aku bisa merasakan hal seperti itu. Hal yang sebelumnya tak pernah ku alami…”

“Apa kau tidak bercanda?” tanya Donghae sedikit tak percaya.

“Kau memang tidak akan percaya tapi ini semua kenyataan, aku di lahirkan di tengah-tengah keluarga yang sempurna. Aku mempunyai seorang ibu, ayah, dan kakak perempuan. Tapi, aku tidak di besarkan dengan kasih sayang. Melainkan dengan kemewahan, kekuasaan dan harta yang berlimpah. Bagi orang lain, mungkin aku sepertinya hidup nyaman. Tapi itu semua salah, aku di besarkan oleh pelayan-pelayan rumah ku. Kedua orang tua ku sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing, makannya dari kecil aku tak tahu bagaimana rasanya masakan seorang ibu, kasih sayang seorang ibu. Itu semua tabu bagi ku.

Donghae mendengarkan setiap untaian kata yang Siwon ucapkan dengan seksama.

“Mungkin jika di tanya, apa makanan kesukaan ku. Musim apa yang aku sukai, aku pernah sakit apa, atau mungikn hari ulang tahun ku. Ku jamin ibu ku tak akan tahu itu…” lanjut Siwon.

“Kalau begitu anggaplah ibu ku sebagai ibu mu juga” ujar Donghae yang langsung membuat Siwon menoleh padanya.

Donghae tersenyum, lalu menepuk pundak Siwon.

“Siwon-ssi jujur saja aku sangat senang bisa mengenal mu, aku seperti mendapatkan teman yang selama ini ku inginkan. Siwon-ssi aku sama sekali tidak keberatan jika kau mau menganggap ibu ku sebagai ibu mu juga, karena aku sudah menganggap  mu sebagai saudara ku sendiri.” Ujar Donghae tersenyum.

Siwon terpaku menatap Donghae, kaget sekaligus tak percaya kini Siwon rasakan. Benarkah apa yang Donghae ucapkan? Seriuskah apa yang Donghae ucapkan? Itulah pertanyaan yang saat ini Siwon pikirkan.

“Donghae-ssi, apa kau tidak bercanda. Kau bahkan menyerahkan ibu mu untuk ku anggap sebagai ibu ku?” pikir Siwon menatap Donghae yang kembali melihat buliran-buliran salju.

Siwon ingin menanyakan hal itu, tapi segera ia urungkan. Siwon kembali membalikan badannya melihat kembali salju yang semakin deras turun.

“Siwon-ssi, ku lakukan ini semua karena aku tak yakin aku akan hidup lama…” ucap Donghae dalam hati lalu kedua sudut bibir tertarik menampakan sebuah senyum kegetiran.

[]

Waktu berjalan begitu cepatnya, tak terasa kini tinggal menghitung hari menuju hari pernikahan Siwon dan Jessica yang tinggal di depan mata. Selama ini pula hubungan Siwon dan Yoona semakin renggang, mereka hanya berbicara secukupnya. Itu juga jika sudah membicarakan soal pekerjaan. Meskipun Siwon berusaha untuk menjelaskan semuanya pada Yoona, tapi Yoona sudah benar-benar tak menganggap setiap perkataan yang Siwon ucapkan.

Bukan hanya hubungannya dengan Siwon saja yang merenggang, tapi hubungan Yoona dengan kedua sahabatnya yaitu Yuri dan Kyuhyun juga semakin menjauh. Tak ada lagi canda tawa yang menghiasi hari-hari mereka, tak ada percekcokan kecil diantara mereka bertiga, yang jelas semua itu sudah hilang sejak hubungan mereka merenggang. Jika mereka bertemu di kantor, hanya senyum canggung yang Yoona keluarkan untuk kedua sahabatnya itu. Begitu pula dengan Yuri dan Kyuhyun.

Selama ini pula, Donghae masih merahasiakan penyakitnya kepada semua orang termasuk Yoona dan juga Ny Lee. Meskipun secara diam-diam Donghae selalu datang ke rumah sakit untuk melakukan cek up.

[]

Malam itu, Jessica tengah mencoba gaun pengantin yang beberapa waktu lalu sudah di pesannya. Gaun pengantin yang memarkan punggung indahnya membuat gadis ini terlihat semakin cantik, apalagi di tambah dengan rambutnya yang sengaja ia gulung memarkan leher jenjangnya. Jessica melihat bayangan dirinya di dalam cermin, senyum merekah tak henti-hentinya ia cipatakan membayangkan hari H yang sudah di depan mata. Tiba-tiba pintu pun terbuka, Jessica terlonjak kaget saat melihat Siwon yang datang ke kamarnya.

“Siwon Oppa? Kau datang? “ seru Jessica tampak gurat bahagia tergambar jelas dari paras gadis ini.

Siwon diam sejenak melihat Jessica lalu perlahan mendekati Jessica yang masih berdiri di tempat semula.

“Sica, ada hal yang ingin ku bicarakan dengan mu…” ucap Siwon yang perlahan membuat senyum Jessica lenyap.

“Katakanlah…” ujar Jessica ragu.

Siwon memandang Jessica lalu memegang pundak gadis ini sebelum mengatakan sesuatu hal.

“Sica, kali ini aku benar-benar tak berdaya. Aku tak tahu harus meminta bantuan pada siapa lagi, hanya kau yang bisa membantu ku…” ujar Siwon menatap Jessica.

“Apa maksud mu?” nada Jessica kini terdengar sinis seperti mengetahui maksud perbicaraan Siwon.

“Batalkan pernikahan kita, hanya kau yang bisa melakukan ini. Ku mohon Sica….” pinta Siwon melemah. Jessica langsung melepaskan tangan Siwon lalu berbalik lagi menatap dirinya di dalam cermin.

“Tidak mau, aku tidak mau melakukan itu…”

“Tapi percuma saja jika aku menikahi mu, karena aku tidak mencintai mu…” ucap Siwon memohon.

“Lalu kapan kau akan bisa mencintai ku?” tanya Jessica bergetar. Matanya sudah mulai memanas.

“Aku tidak akan bisa mencintai mu, sampai kapan pun. Jessica, ini pertama kalinya aku memohon pada mu. Jadi tolonglah aku, meskipun kita menikah kau tidak akan hidup bahagia bersama ku karena aku mencintai…..”

“Hentikan, ku mohon hentikan. Aku tidak mau mendengar namanya. Aku tidak mau kau menyebut namanya. Aku tahu kau akan mengatakan kalau kau mencinta dia, ku mohon hentikan….” Jessica berteriak histeris. Kedua tangannya menutup kedua telinganya, tak mau mendengar Siwon mengatakan nama seorang wanita yang Siwon cintai.

“Jadi kau sudah mengetahuinya…” tanya Siwon tak percaya.

“Aku sudah tahu semuanya, aku sudah menduga dari awal. Aku sudah merasakan kalau kau mencintai dia, di tambah dengan kepergian kalian berdua ke pulau Jeju itu membuatku tahu semuanya….” Jessica tak kuasa lagi menopang tubuhnya, dia berjongkok sambil terisak menangis.

“Sekarang pergi dari kamar ku, aku tak mau membatalkan pernikah kita. Aku tak perduli kau mencintai ku atau tidak, aku tak perduli kalian saling mencintai atau tidak. Yang jelas aku sangat mencintai mu, aku tak akan melepaskan mu…”

Siwon menyerah, rasanya kali ini semua yang sudah ia lakukan sia-sia. Rasanya ia merasa percuma menghabiskan tenaga untuk menentang pernikahan yang tak ia inginkan ini. Siwon melemas, dia mendudukan dirinya di tepi ranjang. Mengusap wajahnya lalu membuang nafasnya pasrah, semuanya sudah berakhir. Benar-benar berakhir.

“Mungkinkah ini semua jalan hidup ku…” pikir Siwon lalu menunduk.

[]

Sejak kejadian malam itu, Siwon perlahan mulai menerima pernikahannya dengan Jessica. Dia tak melawan apalagi memberontak lagi, Siwon suduah siap menerima kenyataan jika memang harus ia menikah dengan Jessica.

Siwon merenung di meja kerjanya, malam semakin larut tapi Siwon belum mempunyai niat untuk pulng mengistirahatkan tubuhnya. Kini ia hanya seorang diri di ruangan ini, tak ada siapa pun apalagi Yoona. Yoona memang sudah pulang sejak tadi sore karena hari ini dia tak lembur seperti biasanya.

Siwon memalingkan kepalanya melihat kalender di sebelahnya, tanggal 5 yang di bulati tinta berwarna merah adalah tanggal penikahannya dengan Jessica. Tinggal menghitung hari menuju tangga itu, dan Siwon semakin tak tahu harus melakukan apa saat ini. Bunyi ponsel menyadarkan Siwon dari alam bawah sadarnya. Siwon meraih ponselnya melihat siapa yang mengirim pesan untuknya. Setelah membaca pesan tersebut, Siwon segera meraih tas kerjanya lalu kaluar dari ruangannya, sepertinya dia buru-buru setelah membaca pesan tersebut.

[]

Siwon membuka pintu utama sebuah cafe, dia langsung melangkah lebih dalam lagi untuk menemui seseorang. Siwon masuk kedalam sebuah ruangan VIP. Siwon mengedarkan pandangannya, lalu dia mendapati Jessica yang tengah meneguk winenya. Menyadari kehadiran Siwon, Jessica tersenyum “Kemarilah Oppa…”

Siwon menurut dia duduk di sebelah Jessica

“Ada apa ingin bertemu dengan ku?” tanya Siwon menatap heran Jessica.

Jessica meletakan gelasnya sebelum bersuara.

“Kita putus Oppa…” jawab Jessica dengan mimik wajah datar, serta pandangannya ke depan. Siwon menyernyit heran. “Apa ku bilang…?”

“Aku sudah membatalkan pernikaha kita…” lanjut Jessica pada akhirnya. Mendengar ucapan Jessica itu, seketika saja Siwon membelalakan matanya. Ada rasa tak percaya sekaligus senang kini Siwon rasakan.

“Sica…”

“Aku memang tak seharusnya menikah dengan pria yang sama sekali tak mencintai ku,  sejak pertemuan kemarin malam aku jadi sadar jika ternyata cinta mu begitu besar untuk Yoona sampai-sampai tak ada ruang untuk ku di hati mu…”

Siwon masih diam menunggu kalimat Jessica selanjutnya..

“Sekarang kau bebas Oppa, sekarang kau tak terikat lagi olehku. Aku sudah membatalkan semuanya, aku sudah mengatakan ini pada ibu mu dan kedua orang tua ku…” Jessica tertunduk sebenarnya dia berusaha menahan air matanya agar tak keluar di depan Siwon, Jessica ingin terlihat tegar di depan Siwon saat ini.

Jessica memegang lengan Siwon lalu menatap matanya.

“Oppa, sebagai perpisahan bolehkan aku meminta satu permintaan saja…” pinta Jessica memohon. Siwon langsung menganggukan kepalanya.

“Cium aku, anggap saja ini sebagai ciuaman pertama dan terakhir untuk ku sebelum aku pergi…”

Siwon sebenarnya sedikit kaget akan permintaan Jessica ini, tapi apa boleh buat Siwon sudah terlanjur mengiyakan permintaan Jessica. Maka, secara perlahan Siwon mulai mendekatkan wajahnya untuk mencumbu bibir gadis iniuntuk yang pertama sekaligus yang terakhir kalinya.

Saat bibir Siwon sudah menempel pada permukaan bibirnya, Jessica segera menutup kedua matanya. Buncahan kebahagiaan seketika saja menyeruak ke luar, Jessica merasasenang akhirnya penantiannya selama ini tercapai sudah yaitu berciuman dengan pria yang ia cintai. Namun, Jessica sadar jika ini juga akan menjadi ciuman terakhir untuknya yang Siwon berikan.

Siwon perlahan menjauhkan wajahnya dari Jessica, seiring dengan Jessica perlahan kembali membuka matanya. Jessica menatap Siwon lalu berhambur memeluk Siwon. Merasakan untuk yang terakhir kalinya hangatnya dekapan Siwon, karena setelah ini Jessica tak akan pernah lagi merasakannya, atau mencium wangi khas tubuh Siwon yang selalu membuatnya terbuai. Mungkin karena ini akan menjadi pelukan terakhir, Siwon pun perlahan membalasnya agar tak membuat Jessica merasa kecewa.

Perlahan mereka melepaskan pelukannya.

“Siwon Oppa, saranghae…” ucap Jessica menatap manik mata Siwon. Berharap Siwon akan membalas ungkapan cintanya hanya sekali saja.

Siwon tersenyum lalu mengusap kepala Jessica.

“Emmm, semoga kau bahagia bersama dengan pria yang benar-benar mencintai mu…” jawabSiwon. Jessica mengangguk, lalu segera meraih tasnya.

“Aku pergi dulu, selamat tinggal…” Jessica segera berlari menginggalkan Siwon. Seketika saja air mata itu jatuh membasahi kedua pipinya.

[]

Jessica termenung menatap cincin pertungannya dengan Siwon, rasanya baru kemarin ia mengecap kebahagiaan menjadi calon istri Siwon. Namun, sekarang status itu sudah benar-benar tak lagi di sandangnya. Jessica mengusap pipinya, tak kala air matanya kembali jatuh membasahi kedua pipinya.

“Biarlah ini menjadi kenang-kenangan, akan ku simpan cincin ini sampai kapan pun. Tuhan, mengapa cinta begitu sakit, bahkan di saat terakhir saja dia tak membalas ucapan cinta ku. Padahal aku ingin mendengar dia mengatakan “Nado saranghae Jessica….”

Batin Jessica, lalu kembali mengusap pipinya yang penuh dengan air mata. Setelah menenangkan dirinya, Jessica segera menghidupkan mesin mobilnya tak lama mobil berwarna biru tua itu perlahan mulai meninggalkan parkiran cafe, menjauh dan tak terlihat. Itulah yang akan terjadi selanjutnya, Jessica pergi kembali ke Jerman. Dengan membawa cinta yang bertepuk sebelah tangan, merelakan Siwon mencari cinta yang sesungguhnya dan pergi ke Jerman dengan membawa cinta yang sakit untuknya.

[]

Pagi kembali datang di sambut dengan mentari cerah, pagi ini Yoona terlihat datang sedikit terlambat ke kantor. Padahal tak seperti biasanya dia datang sampai telat hampir satu jam. Tapi meskipun begitu Yoona tetap melanggangkan kakinya masuk kedalam gedung tempatnya bekerja itu.

Yoona membuka pintu runag kerjanya, yang sekaligus juga ruangan dimana Siwon berada. Saat Yoona masuk, Siwon terlihat sedang mundar-mandir tak jelas. Yoona menutup pintu, dan suara pintu itu mampu membuat Siwon menyadari keberadaannya. Siwon menatap Yoona sesaat.

“Kenapa kau baru datang, kau tahu jam berapa ini?” tanya Siwon berbicara pada Yoona yang sedang berjalan ke arahnya.

“Maafkan saya Presdir, tadi ada urusan sebentar…” ujar Yoona beralasan.

“Baiklah kali ini kau maafkan, meskipun alasan mu tak jelas…..”

“Presdir…” potong Yoona menggantung.

“Kenapa?”

Yoona menyerahkan sebuah amplop yang dari tadi berada dalam genggamannya.

“Apa ini…?” tanya Siwon bingung.

“Lihatlah…” ucap Yoona lalu menunduk.

Siwon pun akhirnya membuka amplop berwarna putih itu, lalu mengeluarkan selembar kertas yang berada di dalamnya. Siwon membuka kertas itu. Lalu membacanya.

“Im Yoona, apa-apaan ini…” tanya Siwon tak percaya setelah membaca surat yang Yoona berikan untuknya.

“Aku mengundurkan diri Presdir…” jawab Yoona pelan.

“Im Yoona, apa yang terjadi dengan mu. Kenapa kau mau mengundurkan diri…?” tanya Siwon tak percaya akan sikap Yoona yang di luar dugaannya.

“Karena aku akan menikah….” jawab Yoona.

Bagai di sambar petir di pagi yang cerah, Siwon terkejut bukan main. Dia membulatkan matanya setelah mendengar alasan Yoona yang mampu membuat jantungnya berdugup kencang.

“Apa kau bilang?” tanya Siwon. Takut ia salah dengar apa yang Yoona katakan.

“Aku  mengunduran diri dari perusahaan karena aku akan menikah dengannya….”

Ucap Yoona kali ini lebih jelas.

Siwon meremas surat pengundran diri Yoona itu geram, mata elangnya menatap Yoona tajam seperti siap menerkam Yoona hidup-hidup. Nafasnya memburu manahan emosi yang sepertinya akan segera meledak, namun sekuat tenaga Siwon tahan.

Menyadari perubahan sikap Siwon, Yoona segera pergi dari hadapan Siwon.

“Aku sudah membatalkan pernikahan ku dengan Jessica, dan sekarang kau akan menikah dengan Donghae. Apa kau tidak memikirkan perasaan ku….” ucap Siwon yang mampu menghentikan langkah kaki Yoona.

“Pernikahannya di batalkan?”

“Im Yoona…..”

“Segera tinggalkan Donghae, kita pergi kalau perlu sekarang….” ucap Siwon lagi. Namun, secara tidak langsung perkataan Siwon ini membuat hati Yoona kembali sedikit goyah. Kini Yoona bingung menentukan pilihannya. Tiba-tiba bayangan Donghae terlintas di pikirannya, senyuman yang hangat, sikapnya yang baik serta cinta tulusnya. Itu membuat Yoona semakin bingung akan pilihanya saat ini.

“Tuhan, ada apa dengan diri ku kenapa aku menjadi goyah lagi….”

 

 

To Be Continued

 

Lalalalalalala beres juga chapter ini, setelah tadi di tengah-tengah aku berurai air mata saat nulisnya. Waktu makan malam bersama itu kekekekkekeke…

Komentar Nited sangat aku tunggu, ff tergalau se jagat YWK *kata salah satu readers lupa aku namanya😀 * akan kembali menyapa nited di chapter 11 jika masih ada yang menunggu ff ini.

#BOW…

Kamsahamnida….:)

Pos Sebelumnya
Tinggalkan komentar

144 Komentar

  1. VynnaELF

     /  Juli 30, 2013

    Sica udah pergi…
    Tp donghae…
    Kasian yoona,perasaan nya terombang-ambing(?)

    Balas
  2. dina

     /  Agustus 5, 2013

    Waduh..seru banggedd part ini…yoong jgn bimbang trs…kasian donghae n siwon..cepet memutuskan ingin bersama siapa??? Chapter 11 lanjut…

    Balas
  3. KieWonkyu

     /  Agustus 23, 2013

    sedih wktu baca scene yg d.meja makan ,,ksian sekali kamu wonnie ..😥
    wah yoona bimbang lagi ,,, ayo yoong kmu plih siapa ?

    Balas
  4. putricelalluchayangsehunlluhan

     /  September 21, 2013

    ah sedih bngt.yoonwon harus bersatu..

    Balas
  5. wuiih..seru bgt storyny,wlwpun g bca dri awal bru bca dchaptr 10 ni tp feel nya ttp dapet

    keep create auhtor

    next next

    Balas
  6. rayna

     /  Desember 8, 2013

    Sica udah pergi…
    Tp donghae…
    Kasian yoona,perasaan nya terombang-ambing(?)

    Balas
  7. Mengharukan

    Balas
  8. tia risjat

     /  Maret 10, 2014

    emang bener kata taeyeon : love.. saranghae appa..
    bercucuran air mata bacanya. heu..heu.. eommaaaaa…kenapa cinta harus sesakit ini?

    Balas
  9. Dede

     /  Maret 17, 2014

    Benar” bikin sesak napas ff tergalau yg pernah q baca!!!pilih mana yah donghae apa siwon?kasia siwon engga pernah merasakan kasih sayang ibu kasia kasian”.

    Balas
  10. ndashof

     /  April 1, 2014

    aku terbawa suasana saat wonppa nangis,mersa tersnth hti ku…
    ayo yoona eonni plih wonppa…

    Balas
  11. nina

     /  Mei 4, 2014

    ya ampyunnn mslh ap lgi ni

    Balas
  12. Rhiiyoonah

     /  Mei 5, 2014

    Omo…ottokhe ??
    Ksian yoona eonni galau..
    It donghae baik banget yaa..jd org.

    Balas
  13. any

     /  Mei 18, 2014

    Sampai di chapt. ini ketakutanku hanya 1 yaitu sad end. Apa nanti sad end????semoga tidak!!!!!!

    Balas
  14. umu

     /  Juni 30, 2014

    Menyesakan

    Balas
  15. KyuHaeELF

     /  Juli 11, 2014

    Maaf chingu sy review di chapter 10😀 minta PW chapter 11 donk, walau udh baca sampe end, tp msh penasaran di chapter 11,😉
    keep writing chingu🙂

    Balas
  16. Wah….kasihan tuh siwon udah berusaha untuk ptus tp yoona mlah mau mnkah ma donghae.

    Balas
  17. Dahlia GaemGyu

     /  Juli 31, 2014

    kasian siwon…. yoona pilih siwon ajja

    Balas
  18. Mia

     /  Agustus 2, 2014

    Keadaan xa terus sja menegang

    Balas
  19. anas irwandi

     /  Agustus 19, 2014

    keadaan dari tegang jadi tambah tegang lagi tapi mau minta passwordnya dong buat chapter 11 nya

    Balas
  20. marsiah

     /  Maret 1, 2015

    Yoona semangkin bimbang mau milin siwon oppa namja yg dicintain atau donghae oppa namja yg jadi pelarian yoona selamah 7 yahun.

    Balas
  21. Kalo aku yg brada diposisi Donghae dan Jesica pasti rasanya tuh sakit bangetttt😥 nyesek bacanya. Tapi kasian jga Yoonwon. Minta passnya dong u/ chapter 11

    Balas
  22. wiwin

     /  Juli 2, 2015

    Goyah-goyah…hahha..

    Balas
  23. Omonaaaa Siwon Oppa kasihan bener yak dari kecil ga pernah ngerasain yang namanya kehangatan keluarga. Ya Alloh sakitnya Siwon Oppa & Jessica eonni, mereka sama-sama tersakiti. Neeexxttt!!!

    Balas
  24. raratya19

     /  Oktober 20, 2015

    jessicfa, gomawo T_T sekarang tinngal yoonhae ini

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: