[OS] Conviction in Love (YoonWoniteds Day)

picmix-1422013-131623

Conviction in Love (YoonWonitedsDay) by Uchie / acc twitter @uchie90 || Cast: Choi Siwon, Im Yoona ect || Genre: Romance || Type: OneShoot (OS) || Rate: PG-13 || Disclamer: Story line pure is mine… Bila ada kesamaan cerita itu benar-benar tidak disengaja. Siwon milik Yoona, Yoona milik Siwon. Mereka berdua milik keluarga, SME serta para penggemar mereka. Aku hanya minjam nama mereka untuk FF ini dan berharap suatu hari nanti mereka memang benar-benar berjodoh (Aamiin)

Typo bertebaran!! Maafkan… Happy reading ^^

 

Conviction In Love ~ Yoonwoniteds Day

Seorang namja tengah tersenyum mendapati banyaknya mention yang masuk ke akun twitternya. Ia tak menyangka kalau hari ini adalah YoonWoniteds day yaitu hari jadi yang ditetapkan kumpulan fans yang mempairingkannya dengan visual dari grup SNSD. Bukankah nama fandom tersebut terdengar sangat keren?

Ia melirik sekilas ke arah jam dinding yang terpasang di kamarnya tepat pukul 02.00 dini hari. Entah kenapa malam itu matanya tak bisa dipejamkan, ingatannya membawanya kembali kebeberapa tahun yang lalu, tepat di bulan ini. Dia tidak pernah menyangka dipasangkannya ia  dengan gadis itu menjadi model sebuah produk pakaian menjadi loncatan besar untuk perjalanan cintanya.

Im Yoona, nama sang yeoja. Mereka memang berasal dari agensi yang sama dan sama-sama menjalani masa training walaupun Siwon, namja tersebut lebih dulu debut bersama dengan anggota grupnya Super Junior. Sejak masa training, sosok Yoona memang telah mencuri perhatiannya. Tingkah laku yang sedikit manly dan sikap cuek yang ia miliki menambah ketertarikan Siwon pada yeoja itu. Sempat Siwon berusaha mendekati Yoona tapi selalu saja debaran jantung yang ia rasakan mengagalkan setiap aksinya. Ia terlalu merasa gugup bila berdekatan dengan Yoona, hingga membuatnya putus asa sampai akhirnya masa debut membuatnya tak dapat lagi sesering dulu melihat pujaan hatinya. Disibukkan dengan masa-masa promo membuatnya sedikit melupakan perasaannya terhadap Yoona. Siwon tenggelam dalam kesibukannya dan fokus pada karir yang baru dimulai kala itu.

2 tahun sibuk dengan kegiatan pribadi dan grup membuat Siwon makin mencintai dunia yang ia jalani saat ini ia merasa enjoy dengan berbagai kesibukan yang ia jalani, sampai suatu ketika dia mendengar agensinya akan mendebutkan girl grup yang telah menyelesaikan masa training mereka. Entah kenapa hati dan pikirannya jadi menerawang kembali ke sosok itu, sosok yang menjadi tambatan hatinya dulu. Relung hatinya kembali dipenuhi wajah ceria sang pujaan. Hatinya tiba-tiba berdebar saat tahu kalau salah satu member girl grup tersebut adalah gadis itu, Im Yoona.

Saat Yoona memperkenalkan diri dihadapan wartawan pada konferensi pers, ia makin terpesona. 2 tahun tidak bertemu, Yoona makin mengagumkan menurutnya. Lekuk wajah yang sama namun sekarang cantiknya makin terpancar karena make up tipis yang menghiasi wajah ovalnya. Ketika pandangan Yoona menyapu setiap sudut ruangan tersebut, tiba-tiba mata mereka saling bertemu. Siwon buru-buru membuang mukanya, ia pasti akan merasa malu kalau sampai Yoona menangkap basah dirinya memandang yeoja itu intens. Kembali ia menatap Yoona yang telah mendudukan diri tapi ia merasa Yoona terlihat sedikit gusar menurutnya, entah karena apa. Memang saat itu Siwon bersama member Super Junior lainnya menemani grup Yoona, SNSD yang sedang mengadakan konferensi pers memperkenalkan mereka sebagai grup baru kepada media-media, karena perintah pimpinan agensi yang mengharuskan Super Junior mendampingi grup baru yang akan debut di agensi mereka. Jadi semua member grup Siwon hadir kala itu, mungkin juga ini strategi yang digunakan pihak managemen agensi untuk mendongkak popularitas grup baru tersebut dengan mendompleng grup yang telah lebih dahulu dikenal masyarakat.

“Khamsahamnida Sunbae telah menemani kami, karena kalian kami merasa tak terlalu gugup tadi.” Ucap sang leader SNSD yang diketahui bernama Taeyeon.

“Cheonmaneyo, tak masalah.” Jawab leader Super Junior, Leeteuk. Kembali suasana canggung terasa diantara mereka. Tidak bertemu selama 2 tahun membuat mereka semua jadi menjarak seperti ini.

“Kenapa kita jadi terasa asing begini? Bukankah kita dulu begitu dekat?” Pernyataan magnae Super Junior membuat mereka tertawa seketika. Mungkin karena mengingat kembali kejadian-kejadian saat mereka sama-sama menjadi trainee dulu. Tak terkecuali Siwon dan Yoona yang ikut tertawa bersama. Tapi saat mata mereka kembali bertemu, tawa mereka terhenti. Rasa canggung diantara mereka tampaknya memang belum bisa mencair kala itu.

Setelah pertemuan tak terduga saat itu, mereka tak pernah lagi bertatap muka karena SNSD telah disibukkan dengan kegiatan promo dan menghadiri acara-acara musik yang mengundang mereka untuk perform. Ya, sepertinya siasat agensi pada konferensi pers beberapa minggu yang lalu memang berhasil. Dalam sekejap SNSD telah dikenal masyarakat.

Tapi ada saat-saat mereka berdua dipertemukan dalam acara-acara yang diadakan agensi mereka. Tapi tetap saja rasa canggung menyelimuti atmosfer keduanya. Hanya tegur sapa dan seulas senyum yang saling mereka berikan, tanpa ada percakapan hangat yang biasa mereka lakukan dengan member-member lainnya. Begitu saja hingga pada suatu ketika mereka akhirnya dipertemukan dalam sebuah pemotretan sebuah brand pakaian yang menjadikan Yoona dan Siwon model untuk brand mereka. Persis bulan ini beberapa tahun lalu, akhirnya kecanggungan mereka berakhir. Karena keramahan dan keceriaan yang dimiliki gadis itu suasanya pemotretan yang tadinya terasa terasa kaku seketika mencair. Senyuman dan kepolosan yang dimiliki Yoona membuat Siwon makin menyukai kepribadian Yoona. Semenjak saat itu hubungan mereka makin dekat, mengalir begitu saja bagai air. Saling curhat dan sharing masalah pekerjaan, tak jarang mereka pergi bersama sekedar makan malam tentu saja dengan atribut penyamaran yang lengkap. Karena mereka saat ini telah menjadi bintang hallyu yang dikenal luas bahkan masyarakat diberbagai bagian di dunia telah mengenal mereka sebagai idola.

Siwon kembali tersenyum sendiri mengingat semua itu, semua yang ada pada Yoona ia menyukainya. Ia semakin yakin dengan perasaannya saat ini, setelah menjadi teman dari gadis itu beberapa tahun ini. Sekarang ia ingin hubungan mereka lebih dari sekedar teman. Siwon akan mengutarakan perasaannya….

Tapi ia tak tahu kapan kesempatan itu datang….

~•~

Drrrttt….

Getaran ponsel di atas nakas tempat tidur membuat Siwon terpaksa membuka matanya. Ia meraih cepat ponselnya dan melihat siapa yang berani mengganggunya disaat ia masih ingin membenamkan diri dibalik selimut mengingat ia baru tidur 3 jam, karena insomnianya semalam.

Wajah kusutnya berganti dengan senyuman tatkala mengetahui siapa yang mengirimi ia pesan. Yoona, gadis itu mengirimi Siwon pesan mengajak bertemu nanti sore di rumah makan favorit mereka. Siwon kembali meletakkan ponselnya di atas nakas setelah membalas pesan Yoona.

“Apa ini jalanmu Tuhan??” Siwon merebahkan dirinya lagi, senyuman masih setia menghiasi wajah tampannya. Hatinya mulai berdebar-debar menunggu saat-saat ia akan bertemu Yoona nanti.

~•~

Disebuah rumah makan jepang terlihat sesosok yeoja terus saja memainkan sumpit diatas meja. Rumah makan tersebut memiliki ruang-ruang tertutup yang membuat sang pengunjung memiliki privasi dalam menikmati hidangan mereka. Disinilah tempat favorit yeoja itu bila ingin makan bersama dengan seseorang yang beberapa tahun belakangan ini cukup dekat dengannya. Kenapa harus tempat yang tertutup? Ya karena mereka tak ingin privasi mereka terganggu hanya karena fans-fans yang akan selalu mengikuti mereka. Perlahan pintu ruang tersebut terbuka, menampakkan sosok namja yang dari tadi yeoja itu tunggu.

“Mianhae aku terlambat….” Ujar namja tersebut sambil melepas sepatunya. Dan perlahan duduk diseberang yeoja tadi.

“Siwon-ssi!! Kau keterlaluan, kau tahu makanan ini sudah mulai dingin karena menunggumu terlalu lama.” Kesal sang yeoja. Siwon, namja itupun terkekeh pelan. Wajah kesal dan cemberut gadis tersebut makin membuatnya ingin menggodanya-lagi.

“Makanannya yang dingin atau karena cacing-caing diperutmu yang sudah tak sabar mencicipi semua makanan disini ah??

“Yaak!!” Siwon tertawa lepas, karena berhasil membuat gadis tersebut tambah kesal.

“Oke-oke sekarang makanlah, aku yakin kau kelaparan Yoona-ssi.” Yoona, gadis itupun akhirnya mulai mencicipi -bukan tepatnya melahap semua yang ada diatas meja. Siwon tersenyum kecil melihat kelakuan Yoona, apa Yoona tak merasa malu makan seperti itu dihadapannya selama ini? Atau memang Yoona telah merasa nyaman dengan Siwon sehingga Yoona menjadi pribadi yang apa adanya di hadapan namja itu?

“Bagaimana konsermu?” Tanya Siwon tanpa mengalihkan tatapannya pada Yoona, ya hanya Yoona yang ada dalam pikirannya saat ini. Perutnya yang dari tadi terus saja meminta jatah seketika terisi penuh hanya dengan melihat raut wajah cantik itu.

“Lancar, dan besok pagi aku harus ke Jepang lagi untuk Konser di Nagoya.” Terdengar helaan nafas panjang dari mulut Yoona. Siwon tahu betul kalau Yoona saat ini pasti merasa sangat lelah dengan segala aktifitasnya.

“Kau tak berniat kabur dari konser kan??”

“Mwoo?? Aaiissh… Bagaimana mungkin aku kabur Siwon-ssi, aku masih punya rasa tanggungjawab.” Yoona kemudian menatap makanan yang ada dihadapan Siwon. Ia sedikit mengerutkan dahinya.

“Kau tak memakan makananmu??” Siwon membuang pandangannya sebelum ketahuan sedang menatap dalam Yoona.

“Kau mau?? Aku sudah kenyang…”

“Kau tidak menghargai ku Siwon-ssi… Kan sudah ku katakan ditelepon tadi, kau harus menemaniku makan, bukan melihatku makan.” Yoona menampakkan wajah kesalnya. Tapi entah kenapa mimik mukanya berganti dengan kesedihan, ya sedih. Bukan karena Siwon tak mau menemaninya makan, tidak….

Ia hanya tiba-tiba teringat akan kejadian tadi siang, dimana secara tidak sengaja mendengar pembicaraan managernya dengan stylish grupnya. Tema pembicaraan itu membuatnya tertohok, dan membuat moodnya memburuk. Sempat ia mengeluarkan smartphonenya saat itu untuk mengecek kebenaran dan hasilnya makin membuatnya merasa menjadi yeoja yang yang menyedihkan.

Tapi Yoona buru-buru membuang jauh pikirannya yang pada saat itu akan membatalkan janjinya dengan Siwon sore ini, karena kalau tidak sore ini akan membutuhkan waktu lama lagi untuk makan atau sekedar bertemu dengan namja yang saat ini ada dihadapannya. Ia telah berusaha keras untuk terlihat seperti biasa dihadapan Siwon. Hanya itu yang ia butuhkan, tapi karena teringat akan kejadian tadi siang ia tak bisa lagi berpura-pura sekarang.

“Oke, baiklah aku akan menemanimu makan,…” Siwon memecah pikiran Yoona, perlahan tangannya meraih sendok dan mulai menyendokkan makanan di hadapannya. Yoona seperti tidak memperdulikan apa yang Siwon lakukan sekarang, ia sibuk dengan pikirannya hingga Yoona beranjak dari dudukannya dan membuka pintu yang bergaya tradisional itu, memasang sepatu ketsnya dengan kasar dan berlari meninggalkan Siwon yang saat ini dipastikan menatap yoona penuh tanda tanya.

~•~

Yoona berjalan cepat melewati sisi toko yang berjejer rapi di sepanjang jalan raya yang ia lewati. Perasaannya kalut, tersiksa tepatnya. Perlahan air mata nya mengalir tapi tersamarkan dengan kaca mata yang dia pakai. Ia lupa dimana memarkir mobilnya, tapi ia tak peduli yang ada dipikirannya saat ini hanyalah menjauh, sendiri, menenangkan hati.

“Yoona-ya!!!” Sebuah panggilan sukses menghentikan langkahnya. Perlahan ia mendengar derap langkah makin mendekat ke tempat ia berdiri. Dan tak perlu waktu lama sosok yang memanggil namanya tadi telah berdiri tegap dihadapannya.

“Kenapa kau main kabur saja? Apa kau marah karena aku tak menemanimu makan? Kan sudah ku katakan aku akan menemanimu…”

“Bukan itu…. Kau tak perlu melakukannya… Aku tiba-tiba hanya ingin sendiri…” Bodoh, pikirnya, kenapa kalimat itu yang terucap dari mulutnya.

“Nde??”

“Aku ingin sendiri apa kau tak mendengarku??” Sedikit berteriak dan terisak membuat Siwon benar-benar bingung.

“Ada apa Yoona-ya…”

“Jangan panggil aku seperti itu…” Siwon terhenyak, mendengar kalimat ketus Yoona.

“Oke… Apa yang terjadi denganmu Yoona-ssi?” Siwon menekan embel-embel -ssi pada pertanyaannya dan dengan suara yang lumayan lantang..

“Aku lelah, terus berharap seperti ini. Aku lelah dengan ketidakjelasan ini… Aku lelah harus menanggung ini sendiri sejak dulu…”

“Apa maksudmu? Aku tak mengerti!!”

“Lebih baik kau tak mengerti, ya memang baiknya begitu… Aku ingin pulang, maaf tak jadi mentraktirmu hari ini Siwon-ssi.” Yoona perlahan meninggalkan Siwon (lagi) yang berdiri terpaku tak mengerti apa sebenarnya maksud perkataan Yoona. Apa Yoona mempunyai masalah? Apa masalahnya sangat besar? Ia belum pernah melihat sosok Yoona yang seperti itu sebelumnya.

~•~

“Yoong!! Siwon-oppa menunggumu diluar.” Teriak Taeyeon dari luar kamar Yoona.

“Bilang saja aku tidur Eonni…”

“Dia akan menunggumu sampai kau keluar katanya.” Akhir Taeyeon berlalu kembali ke ruang televisi bergabung dengan member lainnya. Sejak sore tadi Yoona memang mengurung dirinya dikamar, semua member menatapnya aneh saat pulang tadi. Karena tidak biasanya Yoona pulang-pulang dengan wajah ditekuk. Seluruh member tahu Yoona makan diluar dengan Siwon, dan mereka juga mengetahui kalau Yoona memang memiliki perasaan berbeda pada namja tersebut tanpa perlu Yoona ceritakan. Bisa dikatakan seperti ikatan batin, jadi apapun yang semua member rasakan mereka bisa merasakan tanpa perlu bertanya lebih jauh. Mereka akan bersuara kalau memang member tersebut bertanya atau minta solusi atas masalah yang mereka hadapi, apapun itu.

Yoona memaksakan dirinya keluar kamar. Tampaknya ia telah memutuskan untuk menemui Siwon diluar, terlihat dari pakaian yang ia gunakan, jaket tebal menutupi kaos tipis yang Yoona kenakan. Yoona berjalan keluar dorm setelah sebelumnya berpamitan pada seluruh penghuni dorm malam itu.

Siwon menoleh setelah mendengar langkah kaki mendekat ke arahnya. Siwon yang tadinya duduk berlahan berdiri menunggu sosok yang ia memang tunggu saat ini. Sejak sore tadi, Siwon tak bisa berhenti memikirkan apa yang terjadi dengan Yoona. Ia merasa perlu mendapat kejelasan atas apa yang Yoona katakan dan tentu saja penjelasan atas sikap Yoona yang tiba-tiba berubah sore tadi.

“Ada apa….” Tanya Yoona singkat setelah berdiri disamping Siwon tanpa memandang sang lawan bicara.

“Aku perlu penjelasan…”

“Penjelasan?? Aku merasa tak memiliki hutang penjelasan padamu Siwon-ssi…”

“Kau punya!! Sikap yang tiba-tiba berubah dan meninggalkan ku begitu saja sore tadi,, aku butuh penjelasan…” Siwon berusaha tetap tenang, tapi sebenarnya dia ingin membentak Yoona karena mempermainkan emosinya dengan nada bicara yang terkesan dingin. Ada apa dengan yeoja ini…

“Tidak ada yang perlu aku jelaskan. Aku hanya ingin sendiri.” Perlahan Yoona membalikkan tubuhnya bersiap meninggalkan tempat itu. Ia ingin menangis saat ini, tapi ia tahan dengan sekuat tenaga.

“Aku peduli padamu, jadi aku mohon bisakah kau berbagi masalahmu padaku? Sepertinya itu masalah yang berat untuk kau tanggung sendiri.” Yoona terpaku dengan kata-kata Siwon. Hatinya makin memanas.

“Sekedar peduli? Ku rasa aku tak membutuhkannya…”

“Oohh.. Yoona-ssi ada apa denganmu?? Selama ini kita berteman baik-baik saja, tapi hari ini lihatlah, kau berubah…” Amarah Yoona tersulut setelah mendengar ucapan Siwon.

“Ya!! Selama ini kita memang berteman baik, dan selama itupun aku harus menahan semua gejolak yang ada dihatiku. Berpura-pura menjadi teman biasa untukmu, bersikap biasa terhadapmu. Tapi sekarang aku lelah, lelah dengan segala kepura-puraan yang aku jalani selama ini.” Kalimat-kalimat yang terdengar lebih ke arah frustasi dan kesedihan walau terkesan penuh emosi.

“Berhentilah bersikap peduli terhadapku, dan sepertinya aku harus menjauh darimu dan ku harap kau juga melakukan hal sama.” Mendengar kalimat terakhir Yoona, membuat hati Siwon terluka. Menjauh??!!! Setelah ia sampai sejauh ini, dengan mudahnya gadis itu memintanya menjauh??

“Shirreo!!! Aku tak akan menjauh darimu. Mudahnya kau memintaku menjauh setelah aku dengan bersusah payah melawan perasaan gugupku bila berhadapan denganmu?? Setelah hatiku terasa nyaman bila berada didekatmu, kau memintaku menjauh??” Yoona tercegat mendengar penuturan Siwon.

“Aku menyukaimu…. Ani, lebih sekedar suka… Saranghae….” Tiba-tiba aliran darah Yoona memanas setelah mendengar pengakuan Siwon. Ia membalikkan tubuhnya menatap bola mata Siwon dalam. Mata Siwon berkaca-kaca dan ia yakin Siwon juga pasti tahu air matanya telah mengalir sejak tadi.

“Aku menyukaimu sejak lama, sejak sebelum kita debut, aku sudah menyukaimu. Tapi aku terlalu gugup untuk mengatakannya, bahkan berdekatan denganmu pun aku tak sanggup. Jadi kenapa kau memintaku menjauh darimu saat ini? Aku tak mau menerimanya.” Ucap Siwon pelan dan perlahan menundukkan kepalanya tak sanggup lagi menatap mata indah Yoona. Ia merasakan seseorang memeluknya, Siwon sedikit kaget tapi tak berusaha menolak. Malah membalas pelukan itu. Yoona memeluknya, ia tak tahu kenapa? Apa karena pengakuannya cinta sepihaknya. Entahlah….

Yoona melonggarkan pelukannya, dan lagi menatap mata Siwon.

“Na do saranghae…” Mata Siwon membulat sempurna, apa Yoona sedang bercanda, Siwon tersenyum perih.

“Apa kau mengasihaniku Yoona-ssi?? Setelah aku mengungkapkan perasaanku, aku tak butuh balasan. Setidaknya hatiku lega telah mengungkapkannya dan kau tak perlu berpura-pura dengan membalas perasaanku.” Yoona melangkah mundur kemudian mendudukkan dirinya di atas bangku yang tadi diduduki Siwon.

“Apa kau belum mengerti juga kenapa sikap ku berubah padamu, kau tak mengerti apa yang aku ucapkan tadi?”

“Kau tidak menjelaskannya padaku jadi bagaimana mungkin aku mengerti setiap kalimat gamblang yang kau ucapkan?” Yoona tersenyum, tapi bola matanya masih penuh dengan air mata.

“Saat di restoran tadi aku tiba-tiba teringat dengan pembicaraan orang-orang saat aku latihan. Apa siang tadi kau menyapa seorang artis Indonesia di twittermu Siwon-ssi??” Siwon seperti mengingat aktifitas apa yang ia lakukan siang tadi. Setelah mengingat-ingat Siwon mengangguk, walau Yoona tak melihat ke arah Siwon tapi sudut matanya bisa menangkap gerak kepala namja itu.

“Aku cemburu…..”

“Mwoo??”

“Aku cemburu, mendengar mereka mengait-ngaitkanmu dengan yeoja lain. Kau membalas mentionnya dan itu terasa aneh menurut orang-orang juga tentunya menurutku.” Siwon terdiam, mencoba mencerna setiap kalimat yang Yoona ucapkan.

“Aku juga menyukaimu bahkan sejak aku pertama kali melihatmu Siwon-ssi.”

“Masa training adalah masa-masa yang indah untukku karena setiap hari bisa melihatmu berlatih dalam jarak yang dekat. Tapi saat kau debut aku merasa kehilangan. Tapi itu menjadi motivasi ku untuk terus giat berlatih agar secepatnya bisa debut mengikuti jejakmu, dan bisa melihatmu dalam jarak yang dekat seperti dulu. Pada awalnya aku mengira semua berjalan sesuai keinginanku, tapi ternyata kesibukan lebih menyita waktuku, dan kau kulihat tidak terlalu menganggapku saat kita bertemu.”

“Aku senang saat mengetahui kau menjadi couple ku untuk merek pakaian beberapa tahun lalu. Kecanggungan kita mencair dan akhirnya kita bisa berteman seperti ini. Apa kau memahami apa maksudku Siwon-ssi??” Yoona jengah menunggu, namja yang ada didekatnya ini hanya diam. Yoona telah terang-terangan menyatakan perasaannya, tapi Siwon seperti orang linglung saat ini. Bukan linglung tapi rasa tak percaya yang menyelimutinya.

Yoona tiba-tiba berdiri dan mencium singkat bibir Siwon. Siwon tersadar, ciuman Yoona sukses membuat wajahnya merona.

“Kau menciumku tanpa permisi nona….??” Siwon menatap Yoona nakal. Yoona kehilangan kata-kata, ia tak tahu kenapa ia berani melakukan hal itu. Ia hanya menuruti kata hatinya. Siwon perlahan mendekat, membuat langkah Yoona mundur. Siwon meraih tangan Yoona, membawa tangan indah itu ke dada.

“Jadi apa sekarang kita sepasang kekasih??” Tanya Siwon lembut. Yoona mengangguk pasti, ia tak mungkin menyia-nyiakan kesempatan ini. Ketika orang yang ia cintai menginginkannya menjadi kekasih hanya orang bodoh yang menolaknya bukan? Siwon memeluk erat Yoona, perasaan bahagia memenuhi hati sepasang kekasih baru tersebut.

~•~

Sinar lengkung sang rembulan mempercantik hiasan langit malam. Yoona dan Siwon masih terus saja menikmati pemandangan ciptaan Tuhan yang sangat indah itu. Rona bahagia terpancar jelas dari wajah mereka.

“Hmmm… Kau mau tahu kenapa aku menyapa artis indonesia itu dear? Yoona yang menyandarkan kepalanya ke bahu Siwon itu hanya mengangguk. Sebenarnya ia sangat penasaran, sedari tadi ia ingin menanyakannya tapi ia tak ingin merusak suasana indah ini. Kebetulan sekali Siwon yang ingin membahasnya, jadi ia bisa tahu alasan Siwon membalas mention yeoja itu.

“Besok aku akan ke Indonesia, artis Indonesia yang aku kenal ya hanya dia. Jadi aku hanya menyapanya selebihnya hanya basa-basi. Kau mengertikan?”

“Baiklah, tapi awas saja kalau sekali lagi kau berani menyapanya lewat twitter, aku tak akan memaafkanmu.”

“Yak! Mana boleh begitu, aku hanya berteman dengannya chagi. Hufh… Akan lebih baik kalau kau juga punya account Twitter setiap hari aku akan menyapamu dengan kata LOVE.”

“Kau berani melakukannya??”

“Lewat DM tentunya, heheheh.”

“Aisshh… Dasar kau!!” Yoona mencubiti tubuh kekar Siwon bertubi-tubi, tawanya pecah melihat ekspresi kesakitan Siwon yang terus saja mencoba menghindar dari aksi jari Yoona.

“Sudah-sudah ada sesuatu yang ingin ku beritahukan padamu.” Yoona menghentikan aksinya dan menatap penasaran Siwon. Siwon merogoh saku celananya dan mengeluarkan smatphone yang selalu menemaninya kemanapun ia pergi. Ia menekan beberapa tombol dan menunjukkan sesuatu dari layar smartphonenya.

“YoonWoniteds day??”

“Iya, kau lihat kan mention yang masuk penuh dengan hastag YoonWonitedsDay. Kau tahu apa itu??” Yoona menggeleng tak mengerti apapun tentang kata itu.

“YoonWon untuk Yoona dan Siwon. Niteds adalah sebutan untuk fans yang mendukung kita menjadi pasangan nyata. Dan hari ini mereka tetapkan sebagai hari jadi fandom mereka.” Siwon tersenyum senang.

“Benarkah?? Aku tak percaya diluar sana ada juga yang memasangkan ku denganmu, kukira hanya dengan Donghae-oppa dan Kyuhyun-oppa.” Siwon menaikkan alisnya memandang Yoona tajam. Yoona bergidik ngeri.

“Dan biasanya kau kan digadang-gadangkan punya hubungan dengan Fany-eonni.”Lanjut Yoona dan sukses membuat Mood Siwon memburuk.

“Aku hanya berteman dengan Fany Yoong…”

“Iya, aku tahu Oppa…”

“Oppa?? Aku senang akhirnya kau memanggilku dengan embel-embel itu bukan -ssi lagi…” Yoona terkekeh pelan. Kembali Yoona menyandarkan kepalanya dibahu Siwon, menatap lagi sinar rembulan dan bintang yang mendominasi malam itu.

“Aku tak bisa membayangkan betapa bahagianya orang-orang yang sudah mendukung kita jika mereka tahu kalau kita memang sedang menjalin hubungan.”

“Ya aku juga, dan aku harap tak lama lagi kita diijinkan untuk mengumumkan hubungan kita ini oleh managemen.”

“Aku rasa Oppa harus bersabar, karena agensi kita tak akan mengijinkan kita mengumumkannya dalam waktu dekat. Lagian kita juga belum memberi tahu hubungan ini pada orang-orang managemen dan agensi bukan?” Siwon mengangguk setuju.

“Tapi aku berharap diluar sana siapapun yang mendukung kita akan menunggu dengan sabar.”

Yoona dan Siwon mengakhiri malam ini dengan indah, status mereka yang telah resmi menjadi sepasang kekasih adalah bayaran yang seimbang setelah penantian mereka sejak bertahun-tahun lalu.

Jika dirimu yakin akan cintamu, tetaplah bertahan. Kamu hanya perlu menyerahkan semuanya pada yang Maha Kuasa, dan dengan sendirinya cinta itu akan datang padamu…

~ FIN ~

Story nya ancur banget ya hikshiks…

Akhirnya selesai juga OS ini, sebenarnya ide udah ada sejak YoonWonitedsDay kemarin tapi entah kenapa ide tiba-tiba mandeg malah keasyikan dengan novel-novel#plak.   

Telat baget,!!! udah lebih dari seminggu  huhuhu~ tapi sayang kan udah dibikin setengah dan cuma jadi pajangan di dokumen ku. Terimakasih utk Rindu @misskangen atas sarannya hehehe…

Ff ini special buat orang-orang yang udah menemaniku melewati YoonWonitedsDay kemarin tepatnya sih yang aku temani #tunjuk Aunty July @ItsmeJuly20 dan Echa @echaGAEM407 + Rindu @misskangen walau muncul pas kami mau off #eh* (moga tahun depan aku bisa ikut lagi) dan tentunya para Niteds yang tidak bisa aku sebutin satu-persatu karena saking banyaknya. Tetap dukung pasangan terperfect kita ampe mereka benar-benar ngumumin hubungan mereka ya Niteds (Aamiin)….

Udah dulu sesi bercuap-cuap rianya, berharap bagi yang baca meninggalkan Komentnya walau aku tahu ni ff benar2 GaJe bgt… Kritik saran atau apapun yang bersifat positif akan aku terima. Ngingetin lagi aku line 90 jd jgn lagi dipanggil author……

To: Echa thanks udah post ff kakak yang abal-abal ini… Hug!! (HugBack 🙂 kapan2 kita negadang lagi yukk hihihhiii)

Iklan
Tinggalkan komentar

98 Komentar

  1. ayu dian pratiwi

     /  Juni 18, 2014

    amiinn semoga real dan beener2 terjadi .

    Balas
  2. Anggun YoonAdidict SY

     /  Juni 18, 2014

    Semoga terjadi didunia nyata

    Balas
  3. kerenn..suka deh.. 😀

    Balas
  4. Anah sanggy sonelf

     /  Juli 17, 2014

    Semoga trjdi d’dunia nyata

    Balas
  5. yoyoona

     /  November 27, 2014

    kereeeeennnn…….
    aq sllu berdo’a biar YW akan berjodoh dikemudian hari..

    Balas
  6. Nanda Wang

     /  Januari 21, 2015

    dan aku berharap ini nyata….

    Balas
  7. oh……i miss.yoonwon moments
    kerinduan akan mereka.bs terobati sedikit dg.membaca ff mereka
    i want more
    happy ending for them

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: