[FF] Sad Marriage (Part 2)

Author :  Hyuna Choi

Title                 :  Sad Marriage (Part 2)

Main Cast        :

  • Choi Siwon
  •  Im YoonA

Support Cast : find out for yourself

Rating             : PG 15

Type                : Sequel

Genre              : Family, Sad, Romance

Anneyong.. masih ingatkan sama ff ini, oke langsung aja..

Happy readings, Sorry for typo(s)

 

Seharusnya hari itu adalah hari yang membahagiakan, harusnya hari itu di hiasi dengan senyum bahagia. Namun kebahagiaan yang seharusnya menyelimuti, senyum yang harusnya terbentuk di setiap bibir semua orang yang turut hadir, tergantikan oleh luka yang mendalam, tidak ada senyum kebahagiaan, yang terdengar hanya isak tangis yang memilukan dan juga rintihan kepediahan yang amat dalam.

Kini sosok yang bijaksana itu telah tiada, sosok yang tenang, ramah dan santun. Ia sudah tenang di sisi-Nya. Namun ia telah meninggalkan luka yang amat dalam bagi semua orang yang mencintainya, memang bukan hal yang mudah untuk melepaskan sosok yang penyayang dan penuh cinta itu, namun tidak ada manusia yang bisa melawan takdir, karena ternyata Tuhan lebih menyayanginya dan memanggilnya lebih cepat, Choi Yunho.

Ya, Choi Yunho memang sudah pergi dengan tenang. Namun cintanya tetaplah hidup dalam hati orang-orang yang mencintainya.

“Yoona, makan ne?” Siwon berusaha membujuk Yoona untuk makan, gadis yang beberapa waktu lalu telah di nikahinya itu sungguh membuatnya kalang kabut. Bagaimana tidak? Semenjak kepergian Yunho yang begitu mendadak, Yoona sosok gadis yang sebelumnya sangat ceria itu berubah menjadi gadis pendiam, Yoona hanya bicara seperlunya, gadis itu juga kehilangan nafsu makannya yang membuat Siwon sangat kesusahan untuk membujuk gadis itu untuk makan.

“Ayolah Yoong, sedikit saja makan ne?” ucap Siwon lembut, dengan sabar Pria tampan itu menyodorkan sesuap nasi pada wanita yang sedang bersandar di kepala ranjang itu.

Namun gadis itu tidak bergeming, Yoona sepertinya sama sekali tidak menganggap keberadaan Siwon di depannya. Ia hanya memandang lurus ke depan, entah apa yang sedang di lihatnya. Yang pasti dia sedang sibuk dengan dunia nya sendiri.

Siwon menghela nafas beratnya, sedari tadi ia mencoba membujuk istrinya itu untuk makan namun tidak di respon sama sekali oleh Yoona. Hal itu membuat Siwon sangat khwatir, pasalnya semenjak tadi pagi hingga matahari terbenam sampai sekarang Yoona belum makan sedikitpun.

“Yoong, aku maohon makan lah sedikit saja, aku tidak mau kau sakit.” Siwon masih tidak putus asa membujuk Yoona.

Siwon meletakkan piring nasi yang sedari tadi di pegangnya ke atas meja nakas di damping tempat Yoona berbaring. Ia menatap Yoona dengan tatapan sendu, Yoona yang ada di hadapannya kini bukanlah Yoona yang ia kenal lima tahun yang lalu, yang selalu ceria dan selalu berfikir positif dalam menghadapi setiap masalah. Siwon tau betul bagaimana Yoona, bahkan saat kedua orang tuanya meninggal pun Yoona tidak terpuruk separah ini. Siwon semakin yakin Yoona sangat mencintai Yunho, melihat betapa besarnya pengaruh Yunho dalam hidup Yoona.

‘Lihatlah Hyung, dia sangat mencintaimu. Kau sungguh beruntung.’

“Mianhae…” ucapan lirih itu membuat Siwon menatap Yoona dalam, setelah sekian lama bungkam akhirnya Yoona membuka suaranya. Namun Siwon semakin terkejut saat mendapati wanita itu meneteskan airmatanya.

“Wae? Kenapa kau menangis?” tanya Siwon lembut, tangan hangatnya terulur menghapus air mata itu dengan lembut.

“Maaf, kalau aku sudah membuat mu terbebani.” Kata Yoona lirih, air mata masih saja mengalir di pipinya.

“Aniya, aku sama sekali tidak terbebani. Kau tidak usah berfikir yang macam-macam, fikirkan kesehatanmu jangan sampai sakit.” Siwon tersenyum, bagaimana mungkin Siwon merasa terbebani? Wanita yang ada di hadapannya kini adalah wanita yang sangat di cintainya, dan lagi ia sudah mendapat wasiat dari Yunho untuk menjaga Yoona. Itu artinya Pria tampan itu akan berusaha melakukan apapun untuk membuat wanita itu bahagia.

“Kau tidak tau rasanya Siwon-ah, sakit…” Yoona akhirnya berujar, di iringi airmata yang kini kembali membasahi pipinya.

“Siapa bilang aku tidak tau rasanya? Aku juga menyayangi hyung. Aku sudah kehilangan dua orang yang berarti dalam hidupku. Jadi kau salah jika menganggap aku tidak tau rasanya.” Kata Siwon lembut, ia menatap iba sosok wanita di hadapannya itu.

“Yoona, aku tau ini berat. Bukan hanya untukmu tapi juga untukku dan Eomma, kita sama-sama merasa kehilangan orang yang kita cintai. Namun bukan berarti kita akan terus terpurukkan? Aku yakin disana Hyung tidak akan bisa tenang jika dia melihatmu seperti ini terus,” kata Siwon panjang lebar.

“Kita semua menyayanginya, namun kau harus tau bahwa Tuhan lebih menyayanginya. Maka dari itu Tuhan memanggilnya lebih cepat, Tuhan tau yang terbaik untuknya dan kita harus yakin kalau dia akan lebih bahagia di sisi Tuhan.” Lanjut Siwon seraya memberikan senyum terbaiknya.

Siwon tersenyum simpul, Ia tau Yoona sangat sedih karena kehilangan Yunho orang yang di cintainya, karena ia pun merasakan hal yang sama, ia sangat sedih menerima kenyataan itu. Namun hidup harus tetap berjalan kan?

“Sekarang makan ne?” pinta Siwon lembut, Yoona mengangguk membuat Siwon mengembangkan senyumnya.

Siwon senang sekali akhirnya aku berhasil membujuk Yoona untuk makan, sebenarnya Siwon ingin menyuapinya tapi Yoona  menolak dan lebih memilih makan sendiri. Siwon tersenyum melihat Yoona makan dengan lahap, tapi tiba-tiba gadis itu menghentikan kegiatan makannya dan menatap Siwon.

“Kenapa menatapku begitu?” tanya Yoona ketus.

“Aniya, aku hanya senang melihatmu seperti itu.” Jawab Siwon sambil tersenyum, namun wajah Yoona berubah menjadi murung.

“Wae? Apa aku salah? Mianhae..” tanya Siwon khawatir, Yoona menggeleng kemudian meletakkan piringnya di nakas.

“Aniya, aku sudah kenyang.” Jawab Yoona datar.

“Wae, kenapa tiba-tiba jadi murung begitu?” tanya Siwon lagi.

“Aku ingin tidur,” jawab Yoona datar.

Siwon benar-benar tidak mengerti dengan wanita yang berstatus istrinya itu, sikapnya bisa berubah-rubah dalam hitungan detik. Tapi Siwon mencoba untuk memahaminya karena Pria itu tau suasana hatinya sedang tidak baik. Setidaknya Siwon harus memberinya waktu untuk memperbaiki suasana hatinya.

“Istirahatlah, aku mau melihat Eomma dulu.” Kata Siwon kemudian membantunya untuk berbaring, Siwon menarik selimut hingga mutupi tubuh Yoona sampai sebatas dada. Siwon hanya bisa tersenyum melihat Yoona yang mulai memejamkan matanya, sebenarnya Siwon ingin sekali mengecup kening istrinya itu sambil mengucapkan selamat tidur tapi Siwon tau itu belum saatnya.

Siwon berjalan menuju pintu kamar kemudian membuka pelan kenop pintu agar tidak mengganggu tidur istrinya. Kemudian Siwon berjalan ke kamar Eomma nya untuk melihat keadaannya. Saat Siwon sampai di depan kamar Eomma nya, Siwon melihat pintu kamar itu terbuka dan muncullah sosok wanita cantik, dia sepupu Siwon,  Jina.

Siwon sengaja meminta Jina untuk tinggal bersama mereka untuk membantunya mengurus Ny. Choi , karena Siwon merasa tidak sanggup jika harus melakukannnya sendiri. Karena sepeninggal Yunho, banyak sekali tanggung jawab yang harus ia pikul. Siwon harus mengurus Yoona yang sepertinya masih tertekan, juga Eomma nya yang sakit-sakitan dan juga tentu saja perusahaan yang harus segera ia tangani. Jadi kehadiran Jina sangat membantu meringankan tugas Siwon.

“Jina-ya..apa Eomma sudah tidur?” tanya Siwon pada Jina.

“Sudah, baru saja tidur setelah minum obat tadi. Bagaimana dengan Yoona?” tanya Jina.

“Dia juga sudah tidur,” jawab Siwon sambil tersenyum.

“Oppa juga harus istirahat, kau terlihat lelah sekali Oppa,” katan Jina dengan nada khawatir, gadis cantik itu tidak tega jika melihat Siwon yang terlalu lelah karena beban fikiran yang sedang di hadapinya, Siwon tersenyum menanggapinya.

“Tidak usah khawatirkan aku Jina-ya, aku ingin melihat eomma dulu.”

“Ne, masuklah Oppa,”

Dengan langkah ragu Siwon melangkah mendekati pintu kamar Ny. Choi , dengan gerakan pelan ia membuka kenap pintu itu. Saat pintu terbuka, terlihatlah seorang wanita paruh baya sedang tertidur pulas dengan selimut yang menutupi tubuhnya hingga batas dada.

Siwon berjalan perlahan mendekati sosok rapuh itu, Siwon mendudukkan dirinya di pinggiran ranjang. Ia menatap nanar sosok wanita paruh baya yang kini begitu rapuh itu. Sejak Yunho meninggal, Ny. Choi jadi sering sakit-sakitan, tak jauh berbeda dengan Yoona yang seperti tak punya semangat hidup.

“Sampai kapan kau akan begini terus Eomma?” lirih Siwon dengan suara yang sangat pelan.

Siwon sedih melihat Ibunya seperti ini, setelah kepergian Ayahnya dulu masih ada Yunho yang mampu menghibur sang Ibu. Namun sekarang, Yunho pun telah pergi meniggalkan tanggung jawab yang sangat besar untuk di pikul Siwon seorang diri. Perusahaan yang harus di pimpin dan di benahinya pasca di tinggal Yunho, Ibunya yang sangat sulit untuk ia dekati dan juga Yoona yang seakan menutup hatinya. Siwon berfikir sanggupkan ia menjalankan amanat yang di berikan Yunho padanya.

“Selamat tidur Eomma…” bisik Siwon kemudian beranjak dari duduknya meninggalkan kamar Ny. Choi.

***

Hari ini merupakan hari pertama Siwon menjabat sebagai Direktur perusahaan Hundai Corp, Siwon pun mengadakan pertemuan dengan beberapa staff dan karyawan untuk memperkenalkan dirinya sebagai direktur baru.

“Annyeonghaseo…” Siwon membungkukkan badannya, yang langsung di balas oleh semua yang hadir disana.

“Seperti yang kita ketahui bahwa Direktur kebanggaan kita Choi Yunho sudah meninggalkan kita…” siwon menarik nafas sejenak, kemudian melanjutkan kembali kata-katanya.

“Aku di sini bukan untuk menggantikannya, tapi untuk meneruskan keja keras Ayahku dan juga kakakku. Mungkin aku tidak akan sebaik Direktur kalian yang sebelumnya, tapi aku akan berusaha menjalankan amanat ini dengan baik, mohon bantuannnya.” Ujar Siwon sambil memamerkan senyum nya yang ramah namun tak menghilangkan wibawanya.

“Sekarang kalian boleh kembali ke tempat kalian masing, dan selamat berkerja. Gamshahamnida.”

“Nde sajangnim…”

“Wah…ternyata Choi Siwon sajangnim begitu tampan ya?” bisik seorang pegawai wanita beranam Yuri pada rekannya Tiffany.

“Ne, dia sangat tampan,” balas Yuri tak kalah kagum.

“Kau tau dia sudah menikah.” Kata Yuri membuat Tiffany terkejut.

“Jinja, kau tau darimana Yuri-ya?” tanya Tiffany tak percaya.

“Aish kau ini kenapa begitu kuno? Berita begitu heboh kau tidak tau?” tanya Yuri, Tiffany menggelengkan kepalanya.

“Siwon sajangnim menikah dengan kekasih dari Yunho sajangnim,” kata Yuri.

“Mwo, kenapa bisa begitu?” Tiffany terlihat begitu kaget dengan kalimat yang di lontarkan Yuri.

“ Ku dengar Yunho sajangnim menderita penyakit kanker stadium empat, oleh karena itu Yunho sajngnim meminta adiknya Siwon sajangnim menikahi kekasihnya. Tak lama setelah pernikahan itu, Yunho sajagnim menghembuskan nafas terakhir.” Kata Yuri menjelaskan.

Darah Tiffany seolah berdesir mendengar penjelasan Yuri, sungguh kisah yang sangat mengahrukan.

***

Seluruh staff dan karyawan kini sudah kembali ke tempatnya masing-masing, begitu juga dengan Siwon yang kini berjalan memasuki Ruangannya yang sebelumnya di tempati Yunho.

Kesan pertama saatSiwon memasuki ruangan itu adalah, sedih. Ya bagaimana ia tidak sedih? Ia bisa merasakan kehadiran Yunho di setiap sudut ruangan yang sangat luas itu. Siwon berjalan menuju meja kerjanya, ia kemudian duduk di kursi kebesarannya kini. Sungguh Siwon sama sekali tidak bangga dengan apa yang ia miliki kini, jika bisa ia lebih memilih tetap menjadi wakil direktur seperti sebelummnya asalkan Yunho kembali bersama nya.

Siwon beralih menatap dua figura yang ada di meja itu, figura pertama yang memperlihatkan dua orang pemuda yang terlihat sangat bahagia di dalam foto itu, Yunho dan Siwon. Seketika segala kenangan yang pernah ia lalui bersama kakaknya itu berutar kembali di otaknya.

“Hyung..kenapa kebersamaan kita begitu singkat, setelah Aboeji pergi kau juga menyusul. Sudah tidak ada lagi yang menyayangiku hyung.” Ucap Siwon lirih sambil memandang foto itu.

Siwon kemudian mengalihkan pandangannya pada figura yang kedua, yang berisi foto seorang gadis cantik yang sedang mencium pipi lelaki di sebelahnya yang tersenyum bahagia. Siwon tersenyum miris, jujur saja ia sangat iri dengan kebahagiaan yang terlihat dari wajah Yoona dan Yunho dalam foto tersebut, yang sampai kapan pun tak akan pernah di milikinya.

“Kau sungguh beruntung Hyung.”

Flashback

Siwon-ah… kau dimana Wonnie?” teriak Yunho yang baru saja pulang entah dari mana.

“Ne Hyung aku disini Wae?” jawab Siwon yang baru saja datang dari arah dapur.

“Kemarilah…” Yunho menarik tangan Siwon untuk mengikutinya duduk di sofa.

“Ada apa? Hyung dari mana saja? Pulang-pulang jadi aneh seperti ini?” tanya Siwon heran melihat tingkah kakaknya yang menurutnya tidak seperti biasanya.

“Aku dan Yoona sudah jadian Wonnie…” kata Yunho bahagia, ia memeluk Siwon erat. Dapat Siwon rasakan Yunho begitu bahagia.

“Chukkae Hyung, akhirnya kua mendapatkan cinta sejatimu.” Kata Siwon sambil tersenyum, jika harus jujur Siwon memang merasakan perih di ulu hatinya. Namun jika melihat rona kebahagiaan yang terpancar dari wajah sang kakak, biarlah Siwon bersikap munafik untuk kali ini saja.

“Gomawo Siwon-ah, aku tidak menyangka ternyata Yoona juga mencintaiku…”

Dan biarkanlah Siwon merelakan perasaannya tersakiti dengan kebahagiaan sang kakak. Biarkanlah ia tersenyum dalam kepedihan, Siwon hanya bisa mendoakan semoga kebahagiaan Yunho abadi dan juga suatu saat nanti ia pun akan menemukan kebahagiaannya.

Flashback end

***

Yoona membuka perlahan kenop pintu kamar Yunho, kamar itu terlihat begitu rapi. Dapat Yoona rasakan wangi tubuh Yunho di setiap sudut kamar yang luas itu, seolah-olah pemiliknya masih berada disana. Yoona berjalan pelan menuju ranjang milik Yunho, Yoona mendudukkan tubuhnya di pinggiran ranjang Yunho.

Ini adalah kali pertama Yoona masuk ke kamar Yunho, ia edarkan pandangannya ke setiap sudut kamar itu. Matanya terhenti pada sebuah figura yang menampakkan gambar dirinya dan juga Yunho.

Gadis itu bisa melihat raut wajah Yunho yang tersenyum menampakkan kebahagiaan, sedangkan dirinya hanya tersenyum tipis. Seketika gadis cantik itu merasakan sesak yang amat sangat di dadanya, ia merasakan penyesalan yang amat sangat dalam, buliran kristal bening itu pun mengalir lembut membasahi pipi putih itu.

Bisa dikatakan Yoona merasa menyesal, karena hingga di saat terakhir pun Yoona belum bisa memberikan cinta yang tulus untuk Yunho. Padahal pria itu sudah memberikan seluruh cinta dan kasih sayang untuknya, melakukan apapun untuk membuatnya tersenyum meski terkadang itu senyum yang di paksakan. Namun apa balasannya untuk Yunho? Yoona malah menyimpan rasa untuk Pria lain.

“Mianhae Oppa, harusnya aku bisa membalas cintamu yang tulus. Andaikan aku bisa mengulang waktu, andaikan kau tidak pergi secepat itu…andai saja,” gadis itu tak mampu lagi melanjutkan kata-katanya, semuanya tertahan di tenggorokannya di tambah dengan sesak di dadanya.

“Wae Oppa? Kenapa tidak memberikanku waktu lebih lama untuk belajar mencintaimu, kenapa?” Yoona menangis sejadi-jadinya menumpahkan segala bentuk emosi yang di rasakannya. Ini sungguh menyakitkan untuk Yoona, kepergian Yunho benar-benar meninggalkan luka yang menganga lebar di dadanya.

“Aku merindukanmu Oppa, dan aku sungguh menyayangimu..” Yoona memeluk erat bingkai foto yang sedari tadi di pengangnya dengan air mata yang terus saja mengalir di pipinya.

***

Dengan langkah gontai gadis itu berjalan di jalanan yang tak jauh dari kediaman keluarga Choi, entah kemana ia akan berjalan yang jelas ia hanya kengikuti kemana saja otaknya menuntun langkah kakinya. Tak ia perdulikan hujan yang sudah membasahi seluruh tubuhnya, ia menggigil kedinginan tapi ia tak perduli. Ia terus berjalan bahkan ia sendiri tak tau arah tujuannya.

Yoona, gadis itu hanya tidak ingin terus hidup dengan belas kasihan orang lain. Ia tidak mau menjadi beban untuk pria itu, Yoona tidak sanggup jika pria itu –Choi Siwon- selalu memandangnya khawatir. Kenyataan hidup yang harus di alaminya memang begitu menyakitkan, kehilangan orang-orang yang berarti dalam hidupnya membuatnya seolah merasa tidak pantas mendapatkan kebahagiaan.

Yoona kehilangan kasih sayang ibunya sedari kecil, Ibunya meninggal tak lama setelah melahirkannya. Itu semua membuat Yoona sama sekali tak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu, ia hidup hanya bersama dengan ayahnya. Tapi dunia seolah tak mengizinkan ia bahagia barang sedikit saja, beberapa tahun yang lalu sang Ayah menyusul ibunya karena serangan jantung.

Tapi Yoona tidak sendiri saat itu, ada dua orang pemuda tampan yang selalu menemaninya. Yoona menaruh perasaan lebih pada salah satu pria itu, namun sayang pria itu tak membalas perasaannya dan malah memintanya untuk menjadi kekasih dari pria yang satunya lagi.

Yoona tidak bisa menolak dan tidak ada pilihan lain, untuk menyembuhkan luka hatinya Yoona menerima cinta pria itu, Choi Yunho. Selama kurang lebih tiga tahun Yoona mencoba untuk mencintai Yunho namun, ia selalu gagal. Ia masih saja memendam perasaannya pada Pria lain, tapi meskipun demikian ia menyayangi Yunho. Hingga saat Yunho menghembuskan nafas terakhirnya, Yoona belum sempat membalas kata cinta yang selalu di lontarkan dengan merdu oleh Yunho. Itulah yang meninggalkan rasa sesak di dada gadis berparas cantik itu hingga detik ini.

Yoona berhenti di dekat sebuah pembatas jembatan di pinggir jalan raya, ia meliahat ke bawah sungai yang arus nya begitu kuat. Hujan yang terus mengguyur tubuhnya tak ia perdulikan. Yoona memegang kuat pembatas jembatan tersebut, kaki kirinya ia naikkan ke atas pembatas jembatan itu, ia memejamkan matanya erat.

Pikiran Yoona sudah buntu, ia ingin mengakhiri hidupnya karena merasa tidak ada lagi alasannya untuk tetap bertahan, ia hampir saja melompat jika saja tidak ada tangan yang menahannya.

“Apa yang kau lakukan? Kau suah gila huh?” teriak Pemilik tangan itu yang ternyata adalah Choi Siwon, suami Yoona. Siwon begitu panik saat menerima telfon dari Jina yang mengatakan bahwa Yoona tak ada di rumah, Siwon langsung saja meninggalkan kantornya dan segera mencari keberadaan istrinya, beruntung Siwon menemukan Yoona sebelum gadis cantik itu bertindak nekat.

“Lepaskan..!!” sergah Yoona, gadis itu meronta mencoba melepaskan cengkraman kuat Siwon di tangannya.

“Lepaskan, aku tidak butuh belas kasihanmu…” pekik Yoona, Siwon menatap tajam wanita yang sudah basah kuyup sama dengannya itu. Siwon tak habis fikir apa yang ada dalam fikiran istrinya itu hingga melakukan hal gila.

“Aku tidak mengasihanimu, kalau aku mau aku bisa saja meninggalkanmu.” Kata Siwon, Yoona tersenyum miris.

“Lalu kenapa tak kau tinggalkan saja aku?” tanya Yoona sakartis.

“Itu karena aku…aku,” Siwon tak tau apa yang harus di katakannya, sesungguhnya ia sangat ingin meneriakkan pada dunia bahwa ia sangat mencintai gadis ini, namun ia tidak bisa, kata-kata itu seolah menguap dan menghilang entah kemana.

“Wae? Karena kau ingin memenuhi permintaan terakhir Yunho Oppa? Iya kan!”

“Yoona, aku mohon jangan seperti ini. Ayo kita pulang, kita sudah kehujanan aku takut kau akan sakit.” Kata Siwon lembut, namun tersirat ketegasan di dalamnya.

“Aku tidak mau, aku mau mati saja,” pekik Yoona lagi, Siwon masih mencengkram erat tangan Yoona.

“Andwe, kau tidak boleh mati. Aku membutukanmu.” Lirih Siwon, namun Yoona tak peduli ia tetap berusaha melepas tangannya dari cengkraman tangan Siwon, dan berhasil. Tangannya terlepas, Yoona berusaha naik ke pembatas jembatan namun Siwon menarikknya hingga Yoona jatuh dalam pelukannya.

Siwon mendekap erat tubuh Yoona, mereka berdua sudah basah kuyup. Yoona meronta dalam pelukan Siwon, ia menangis sejadi-jadinya namun Siwon semakin mempererat pelukannya. Beberapa pasang mata terus memperhatikan mereka seolah mereka berdua adalah pasangan yang sedang mempertontonkan drama yang sangat sayang bila di lewatkan begitu saja.

“Ku mohon Yoong, jangan begini terus…” kata Siwon lirih, melihat keadaan Yoona yang seperti ini membuat hati Siwon teriris-iris, ia merasa tidak berguna dan tidak mampu menjalankan tanggung jawabnya sebagai seorang suami.

Siwon tetap mendekap erta tubuh kurus Yoona, tak peduli hujan yang masih saja membasahi bumi. Beberapa menit kemudian tubuh Yoona melemah dalam pelukan Siwon, ternyata gadis itu sudah tidak sadarkan diri. Siwon langsung menggendong Yoona membawanya masuk kedalam mobil.

***

Jina terkejut bukan main saat ia membuka pintu utama Rumah besar keluarga Choi itu, bagaimana tidak? Ia melihat Siwon menggendong Yoona yang tak sadarkan diri dengan keduanya dalam keadaan basah kuyup.

“Oppa…apa yang terjadi?” pekik Jina.

“ceritanya panjang.” Jawab Siwon singkat, Siwon langsung membawa Yoona masuk ke kamarnya. Jina mengikuti langkah Siwon dari belakang.

Siwon membaringkan tubuh Yoona di atas ranjang.

“Jina-ya, tolong kau gantikan baju Yoona” pinta Siwon, Jina mengangguk. Siwon lalu mengambil pakaian untuk dirinya sendiri kemudian ia masuk kekamar mandi untuk membersihkan dirinya.

Setelah beberapa saat Siwon sudah keluar dari kamar mandi dengan menggunakan kaus oblong dan celana pendek selutut. Ia melihat Jina baru saja selesai menggantikan pakaian Yoona.

“Gomawo Jina-ya,” ucap Siwon.

“Apa yang sebenarnya terjadi Oppa?” tanya Jina, Siwon mengalihkan pandangannya ke arah Yoona yang kini terbaing itu.

“Aku gagal Jina-ya…,” lirih Siwon tak mengalihkan pandangannya dari Yoona, Jina mengeryitkan dahinya.

“Apa maksudmu Oppa?” tanya Jina, gadis itu benar-benar bingung dengan apa yang terjadi sebenarnya.

“Aku rasa aku gagal menjaganya, aku tidak bisa menjalankan amanat Yunho hyung.” Siwon tersenyu getir, ia sungguh merasa tidak berguna.

“Aniya Oppa, ini baru permulaan. Oppa tidak boleh menyerah begitu saja, Oppa harus berusaha, siapa lagi yang akan menyembuhkan lukanya kalau bukan Oppa?”  kata Jina mencoba memberi semangat kepada Siwon, agar kakak sepupunya itu tidak putus asa.

“Gomawo Jina-ya” ucap Siwon sambil tersenyum.

“Ne. Oppa aku keluar dulu, mungkin Ajuhmma membutuhkan ku,”

Siwon mengangguk, Jina pun meninggalakn Siwon dan Yoona berdua di dalam kamar mereka.

***

Manik kembar itu perlahan terbuka, kepalanya terasa sangat berat. Mungkin efek dari kehujanan kemarin. Kali ini ia arahkan kepalanya kearah kanan, menatap sosok Siwon yang masih memejamkan matanya dengan hanya bersandar pada kepala ranjang.

Yoona mengeryitkan dahinya dan berfikir bagaimana bisa Siwon tidur dalam posisi duduk seperti itu? Apa punggungnya tidak sakit? Apa kepalanya tidak pusing dengan hanya bersandar seperti itu semalaman?

Yoona menggerakkan tubuhnya pelan untuk menyamakan posisinya dengan Siwon, namun pergerakannya itu membuat Siwon terjaga dari tidurnya.

“Hngg..kau sudah bangun Yoona-ya?”

“Kenapa kau tidur seperti itu?”

“A-aku sebetulnya tidak ingin tidur karena menjagamu yang kemarin pingsan, tapi ternyata aku ketiduran.” Ujar Siwon menunduk merutuki kebodohannya.

“Pabboya!! Aku tidak apa-apa kau tidak usah khawatir.” Kata Yoona dengan menerucutkan bibirnya.

“Kau benar tak apa-apa Yoong? Kau tidak demamkan?” kata Siwon khawatir sambil tangannya meraba kening Yoona, Yoona menyingkirkan tangan Siwon dari dahinya.

“Memang kau mengharapkan aku sakit?” tanya Yoona ketus.

“Aniya..aku hanya takut kau akan sakit, kemarin kita kehujanan.” Kata Siwon sambil menunduk.

“Kau pikir aku anak balita yang akan sakit hanya karena kehujanan?” kata Yoona kesal, namun Siwon malah tersenyum dalam hati ia bersyukur setidaknya Yoona mau berbicara banyak walau memarahinya.

“Yoong, aku mohon jangan lagi kau lakukan hal seperti kemarin.” Kata Siwon lembut, Yoona terdiam tak membalas kata-kataSiwon.

“Aku merasa gagal menjadi suamimu, aku seperti suami yang tidak bertanggung jawab dan aku merasa tidak berguna…” Siwon menghentikan ucapannya, ia menatap lembut obsidian jernih milik Yoona.

Sedangkan Yoona tetap membisu, ia terkesima dengan kata-kata yang keluar dri namja tampan itu.

“Aku mohon izinkan aku menyembuhkan lukamu…” Siwon menggenggam erat tangan Yoona.

“Wae? Kenapa kau melakukan ini, apa kau hanya kasihan padaku? Atau kau hanya ingin memenuhi permintaan terakhir Yunho Oppa?” tanya Yoona dengan nada bergetar, sungguh ia berharap jawaban Siwon tidak sesuai dengan pemikirannya.

“Aku memang ingin memenuhi amanat Yunho hyung, tapi aku bisa saja tidak melakukannya jika aku tidak mencintaimu.” Kata Siwon lembut, Yoona membulatkan matanya. Perkataan Siwon membuat jantungnya seolah akan keluar dari tempatnya.

“Mwo?”

Siwon mengecup punggung tangan Yoona.

“Saranghae Yoona-ya, aku melakukan ini karena aku mencintaimu.”

To Be Countinue

What do you Think about this chapter?

please pour it all in the comments.

Iklan
Tinggalkan komentar

111 Komentar

  1. fath

     /  Juli 12, 2013

    waah gimana reaksi yoona eonni selanjutnya, penasaran thor,
    hwaiting yaa :))

    Balas
  2. fath

     /  Juli 12, 2013

    waah makin seruuu,,lanjut eonn
    hwaiting 😉

    Balas
  3. So sweet

    Balas
  4. imaniarimoi

     /  September 3, 2013

    Deg!!

    Balas
  5. hana

     /  September 16, 2013

    Daebak

    Balas
  6. aat yoonwon

     /  Oktober 31, 2013

    Wah wonppa mengungkapkan cintanya pada yoong eonni

    Balas
  7. aat yoonwon

     /  Oktober 31, 2013

    Wah wonppa mengungkapkan cintanya pada yoong eonni msti dalam keadaan sedih, ayo lanjjut

    Balas
  8. tia risjat

     /  Januari 20, 2014

    cowok yang dimaksud yoona itu siwon ya? kalo iya, berarti sebenernya mereka udah saling mencintai sejak awal dong??

    Balas
  9. yuli

     /  Maret 15, 2014

    hua hua hua banjir deh……………………

    Balas
  10. wulandari

     /  Maret 24, 2014

    Waaahhh lnjutn lagi iye bacanya hehehe

    Balas
  11. Ana29

     /  Juli 13, 2014

    CETARR!! Wkakakkk 😀 Aku terbawa suasana banget thor, wah apa yg akan terjadi? Yoona bakal terima Siwon kan? 😐 Oh oke, mau baca part 3nya dulu. 😉

    Balas
  12. Deer Yayu

     /  Juli 30, 2014

    aku degdegan gini yah ? 😀
    terbawa suasana banget nih 🙂
    penasaran yoona bakal gimana yah, denger siwon cinta sama dia ?
    next chap

    Balas
  13. Keren
    DAEBAK!!!

    Balas
  14. octavianii

     /  September 8, 2014

    so sweet
    kasihan yoona sedih terus 😦

    Balas
  15. yuliana

     /  September 8, 2014

    Berarti sebenernya yoona cintanya ma siwon yaa . O◦°˚°◦ooh lanjuuutt

    Balas
  16. dedewjasmin

     /  Desember 5, 2014

    Aduh saking menyesalnya yoona sm yunho smpe mau bunuh diri segala!!!ternyata msh ada yg syng sm siwon ya ituh sepupunya yg cantik….gmn yah reaksi yoona mendengar siwon mencintai dia?

    Balas
  17. isna

     /  Juni 1, 2015

    Ih selamat deh buat yoonwon.
    Ternyata orang ketiganya itu yunho bukan siwon yah…

    Balas
  18. zubaidah

     /  Juni 9, 2015

    Ternyata yoona tdk pernah mencintai yunho
    Tp yoona malah cintanya sama siwon…
    Dan siwon juga cinta sama yoona..
    Intinya mereka saling mencintai
    Cuma terhalang oleh yunho..
    Karena yunho juga cinta sama yoona..
    Tp sekarang secara tdk langsung yunho juga yang menyatukan mereka
    Dalam ikatan pernikahan

    Balas
  19. Nabila Lailatul Q

     /  September 1, 2015

    Aku ijin baca ff ini lagi yah ^^

    Balas
  20. paris

     /  Desember 7, 2015

    Ternyata yoona angga mencintai yunho , dan dia mencintain pria lain? Apa itu siwon oppa yang yoona cintai?
    Akhirnyaaa siwon oppa bilang juga kalau dia mencintain yoona? Apa reaksi yoona selanjutnyaaa?

    Balas
  21. ayana

     /  Maret 19, 2016

    setelah dibikin nangis bawang di part 1 di part 2 malah masih dikasih cerita yang menyayat hati, , ,
    gimana reaksi yoona atas ungkapan hati siwon ya? penasaran.

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: