[FF] Love Is You (Chapter 5)

Tittle               : Love Is You / Chapter 5

Author            : Tika Pink / Tika Sheila EverlastingFriend

Email              : tika_pinky@rocketmail.com / smantikalove@gmail.com

Twitter            : @SangRa_ELF …. Follow yaw! Mention for Follback ^^

Main Cast      : Im Yoona, Choi Siwon

Other Cast     : Heo Young Saeng (Im Young Saeng), Tiffany Hwang, Lee Seung Gi, Yesung, Tika Pink (Tika Park – Author ikut nimbrung 🙂 ), Choi Sooyung, Shim Chang Min, Taeyoon, Yuri

Genre             : Romantic, Sad atau tentuin sendiri

Length            : Chapter

Rating             : PG + 15

 

Annyonghaseyo yeorobeun ^^ … udah ada yang pada nungguin ff nie nggak … #gak ada … ^^

Gomao buat readers yang slalu setia ngikutin kelanjutan cerita ff nie. Aku benar-benar senang lihat respon kalian. Meski masih banyak yang Cuma coment “next or lanjut” doank. Tapi smoga aj setelah chapter ini readersnya pada lebih kreatif buat ngasih comentnya. Biar lebih bisa nyemangatin aku. Spesial thanks buat sii Mutti oezil yang sejak awal udah ngasih push spiritnya buat ff ini. Moga kamu & readers skalian ckup puas dengan chapter ini.

Buat Gee, Nurul & saeng* yg lgi sibuk nyiapin mental & otak buat UN, aku cma bisa bilang “Fighting” plus ngirim doa buat kalian. And buat Echa, gomao yaw udah publish ff gaje ini … Masih butuh banyak bimbingan dari kalian ^^

Aduh kebanyakan bacot dech kayaknya. Ya udah dech buat yang udah pada nggak sabar “Let’s Reading aja”

 

 

#Happy Reading#

 

Young Pov

Aku melangkahkan kakiku sambil menikmati sejuknya udara sore hari ini. Rasa penat dan lelah yang tadi aku rasakan tiba-tiba terangkat dan berganti dengan rasa tenang dan damai melihat pemandangan taman pada sore hari. Aku duduk di salah satu bangku taman sambil mengamati beberapa anak kecil yang sedang bermain Tap patung di depanku. Mereka terlihat senang dan keceriaan dari wajah mereka menambah kesejukan di hatiku.

“Ahh, seharusnya aku ajak Yoong kesini. Dia pasti senang.” Gumamku.

Akhir-akhir ini Yoona sedang tak mau bicara denganku. Mungkin dia masih marah karna aku membiarkan dia dibawa pergi Siwon sewaktu di pesta pertunangan Yesung beberapa hari lalu. Tapi aku melakukan itu karna ingin mereka dekat dan ingin Siwon tahu darinya kalu Yoona adalah adikku. Tapi sampai saat ini sepertinya Siwon dan Yoona sama sekali belum menyadari keisenganku itu.

“Apa aku harus katakana langsung saja? Ahh, andwae! Aku masih suka melihat Siwon yang sedikit cemburu padaku. Sepertinya dia menyukai Yoong. Hal ini jarang-jarang terjadi pada namja sedingin Siwon yang setahuku selalu menutup diri dari gadis-gadis. Apa aku harus lebih memanas-manasi dia?” pikiran-pikiran iseng mulai berlalu lalang di kepalaku. Sambil menyandarkan punggungku aku mulai menyusun strategi untuk mengerjai Siwon dan Yoona lagi. Meski aku sedkit merasa bersalah pada mereka, tapi tingkah mereka yang acuh tak acuh tapi sepertinya saling suka itu selalu mengusikku untuk tak berhenti mengerjai mereka. Kupejamkan mataku sambil menghirup udara sore itu. Mencoba memikirkan apa lagi yang harus aku lakukan untuk adik dan sahabatku itu.

“Agasshi, pemandangannya sangat indah bukan?” terdengar suara lewat di depanku.

“Ne. Gomaoyo karna sudah mau mengajakku ke sini hari ini.” jawab sebuah suara yang membuatku sontak membuka mataku.

Suara itu … suara itu begitu familiar ditelingaku. Meski sudah hampir tiga tahun aku tidak pernah mendengarnya tapi aku masih selalu mengingat nada suara itu. Ku layangkan pandanganku mencari sumber suara tadi sampai akhirnya pandanganku tertuju pada dua orang yeoja yang sedang berjalan beriringan dengan langkah yang santai. Salah satu diantara mereka memakai pakaian seperti layaknya perawat sedangkan yang satunya memakai gaun berwarna putih polos dengan potongan yang sangat simple. Perlahan aku mengikuti langkah mereka dari belakang. Meski saat ini rasa penasaran sedang menguasaiku tapi aku tidak ingin bertindak gegabah. Kedua yeoja itu akhirnya berhenti di salah satu bangku taman yang dirindangi oleh pohon maple di sampingnya. Yeoja bergaun putih itu duduk sambil memejamkan matanya. Aku bisa melihat dia seperti sedang menikmati sejuknya angin sore yang berhembus dipermukaan wajahnya yang cantik tanpa polesan make up itu. Sedangkan yeoja dengan pakaian perawat pergi meninggalkannya setelah mengatakan sesuatu yang hanya dijawab singkat olehnya tanpa membuka mata. Aku mengamati wajahnya dari jarak beberapa meter dari tempatnya. Mengamati wajahnya yang selama ini hanya bisa aku rindukan tanpa bisa aku lihat. Wajah yang selama ini terus melekat di ingatan dan hatiku. Wajah yang tak pernah bisa aku lupakan dan wajah yang membuatku merasa bersalah karna pernah menyakitinya.

Setelah beberapa saat akhirnya dia membuka matanya. Menatap langit sore sambil tersenyum manis. Senyuman yang hampir tiga tahun tak pernah aku lihat dan selalu kurindukan, ingin kulihat dan kudapatkan lagi. Dia menyapukan pandangannya kesekeliling taman sampai akhirnya berhenti tepat menatapku. Dia tampak terkejut melihatku. Aku berjalan pelan untuk menghampirinya yang seakan tak percaya bisa melihatku di depannya.

“Young oppa …!” ucapan lirihnya seketika melunasi rasa penasaranku setelah mendengar suaranya tadi. Dia mengenalku. Dia benar-benar orang yang aku rindukan. Aku semakin yakin untuk mendekatinya.

“Jangan mendekat!” bentaknya yang membuatku sontak menghentikan langkahku. Senyum yang tadi melekat di wajahnya hilang berganti dengan raut ketakutan dan kemarahan.

“Jangan mendekat! Jangan berani kau melangkah mendekatiku!” ucapnya dengan nada yang agak keras. Dia seperti gadis yang waspada terhadap orang yang akan menyerangnya.

“Fanny-ya … “

“Jangan sebut namaku! Pergi kau. Pergi kau dari hadapanku!” ucapnya dengan histeris sambil melotot marah padaku. Aku memberanikan diri untuk mendekatinya dan meraihnya ke pelukanku.

“Fanny-ya, ini aku! Mianhae, aku telah melukaimu!”

“Lepaskan aku!” teriaknya sambil mendorongku dengan kuat. Dia mulai histeris dan mengacak-ngacak rambutnya seperti orang gila. Dia bahkan menepuk-nepuk tangan dan tubuhnya dengan keras.

“Jangan berani menyentuhku! Namja jahat sepertimu tak pantas untuk menyentuhku. Pergi kau dari hadapanku!” teriaknya histeris sehingga mengundang banyak orang yang kebetulan ada di taman itu ikut melihat kami.

“Fanny-ya, kau kenapa?” aku mencoba kembali mendekat.

“Agasshi … Agasshi … kau kenapa?” tiba-tiba perawat tadi datang dan langsung menghampiri Fanny yang kini terduduk sambil berteriak histeris di tanah. Dia langsung memeluk perawat itu.

“Agasshi, gwenchana? Kau kenapa bisa seperti ini?” tanya perawat itu lagi.

“Eun Jung-aa, bawa aku pergi dari sini!” pinta fanny kepada perawat itu dengan nada seperti memaksa tanpa mau menjawab pertanyaan yang diajukannya.

“Ne, ayo kita pergi!” kata perawat itu sambil menuntun Fanny berdiri. Mereka hendak melangkah pergi tapi aku mencegahnya. Perawat itu menatapku heran tapi aku tidak mau memperdulikannya.

“Fanny-ya, apa kau benar-benar …”

“Eun Jung-aa, ayo kita pergi sekarang!” kata Fanny memotong kalimatku dengan nada membentak tanpa mau melihatku. Perawat yang dipanggil Eun Jung itu hanya mengangguk mengiyakan.

“Mianhaeyo!” ucap perawat itu padaku sambil menundukkan kepalanya sedikit lalu membimbing Fanny pergi dari hadapanku. Ingin rasanya aku mengejar mereka tapi aku takut jika Fanny akan histeris lagi. Entah aku saat ini sedang diperhatikan oleh orang-orang yang tadi melihat kejadian itu, aku sama sekali tidak perduli.

“Fanny-ya, apakah kau begitu membenciku?” ucapku lirih. Kurasakan sebulir air mata mengalir dipipiku. Dadaku terasa sangat sakit melihat kepergiannya. Dadaku terasa sangat sakit saat dia histeris dan tak mau memandangku tadi. Rasanya begitu menyakitkan sampai aku ingin mati saja.

“Fanny-ya, mianhae!”

Young Pov End

***

Author Pov

Yoona sibuk menyajikan makan malam untuknya dan Young. Karna berhubung orangtuanya belum kembali dari perjalanan bisnis, dia memutuskan untuk tinggal bersama Young untuk sementara waktu.

Yoona melirik jam tangannya. Sudah hampir jam 8 malam. Tapi Young belum pulang juga. Sudah beberapa hari ini dia memang sok acuh pada Young karna agak kesal pada kakaknya itu, tapi perhatiannya pada Young tetap tak berkurang.

“Kenapa oppa belum pulang? Apa dia lembur lagi?” ucap Yoona lirih. Dia meraih HPnya yang terletak di meja ruang tamu untuk menelfon Young. Ditekannya angka 2 pada tombol fast call. Tapi yang terdengar hanya suara sang operator yang memberitahukan kalau nomor yang ditujunya sedang tidak aktif.

“Eo? Kenapa oppa mematikan HPnya? Tidak biasanya!” Yoona merasa sedkit heran. Karna sesibuk apapun Young, dia tidak pernah menon-aktifkan HPnya. Tiba-tiba saja terdengar pintu apartement di buka dan dengan langkah yang gontai Young masuk.

“Oppa, kenapa kau baru pulang terlambat?” tanya Yoona ketus. Tapi Young tak mengacuhkannya. Young merebahkan tubuhnya di sofa dengan lemas. Wajahnya terlihat sedih. Yoona menatap heran kakanya. Perlahan dia menghampiri Young.

“Oppa, kau kenapa?” tanya Yoona sambil menatap wajah Young. Matanya tampak sembab seperti orang yang baru saja menangis.

“Oppa, kau kenapa? Apa yang terjadi?” tanya Yoona lagi karna Young belum memberikan jawabannya. Perlahan Young menatap Yoona.

“Aku … aku … aku bertemu dengannya Yoong! Aku bertemu dengannya!” jawab Young pelan. Sedetik kemudian Yoona melihat airmata Young menetes.

“Nugu?” Yoona penasaran siapa yang bertemu dengan kakaknya sampai membuat kakaknya menangis seperti ini.

“Fanny … aku … bertemu dengannya.”

“Fanny? Tifanny eonni?” Young mengangguk.

“Aku merasa sangat senang karna bisa bertemu dengannya Yoong. Tapi merasa sakit di saat yang bersamaan. Fanny … dia membenciku Yoong. Dia histeris melihatku. Dia tidak ingin melihatku Yoong!”

“Oppa …”

“Kenapa rasanya sangat sakit? Aku merasa dadaku sakit dan sesak Yoong! Apa yang harus aku lakukan Yoong? Apa yang harus aku lakukan?”

“Oppa …” Yoona memeluk Young.

“Young, apa aku benar-benar jahat? Apa aku tidak bisa dimaafkan? Aku benci diriku sendiri Young! Melihat sikapnya tadi membuatku membenci diriku sendiri Young. Aku benci diriku yang telah menyakitinya.” Yoona melepaskan pelukannya dan menatap Young.

“Oppa, kau tidak boleh mengatakan hal seperti itu. Kau tak noleh menyalahkan dirimu apalagi sampai membenci dirimu sendiri. Mungkin Fanny eonni terkejut melihatmu tadi dan dia tidak sia jika bertemu denganmu. Kau harus lebih kuat oppa. Yang terpenting saat ini kita tahu kalau Fanny eonni ada di Korea. Jadi kau bisa mencarinya dan minta maaf padanya.”

“Tapi dia tidak akan memaafkanku Yoong. Dia sangat membenciku.”

“Kau tidak boleh pesimis begitu oppa. Aku yakin Fanny eonni pasti akan memafkanmu. Aku akan membantumu.” Kata Yoona mantap. Lalu dia kembali memeluk Young. mencoba untuk menenangkan hati kakaknya yang mungkin saat ini sedang merasa sakit. Setidaknya dia bisa sedikit meringankannya dengan berada di sisi kakaknya saat ini.

***

“Oppa, irona! Ini sudah pukul 8 pagi. Kau harus ke kantor.” kata Yoona sambil membangunkan Young yang belum beranjak dari tempat tidurnya. Tapi kakaknya itu sama sekali tidak memberi respon. Yoona menyingkap selimut yang menutupi tubuh Young.

“Oppa, irona … omo …” Yoona menggoncang-goncang tubuh Young tapi tiba-tiba dia merasa aneh saat tangannya menyentuh Young. Dia lalu meletakkan tangannya di atas dahi Young.

“Oppa, badanmu panas! Kau demam! Oppa, kita ke rumah sakit saja.” kata Yoona mulai khawatir. Young sedikit menggeliat.

“Gwenchana Yoong. Aku tidak apa-apa.” Jawab Young pelan.

“Mwo? Apanya yang baik-baik saja? Kau demam seperti ini dan kau bilang baik-baik saja? Sudahlah, ayo kita ke rumah sakit. Aku tidak mau kau tambah parah.”

Young membuka matanya lalu menatap Yoona sambil tersenyum simpul.

“Gwenchana. Aku hanya butuh istrahat sebentar. Setelah istrahat aku pasti akan langsung baikan. Bisakah kau menggantikanku ke kantor hari ini? Hari ini aku harus mengsurvey lokasi pembangunan resort baru kita bersama Siwon. Kau bisakan menggantikanku hari ini?”

“Siwon-ssi? Sirreo! Aku tak mau bertemu dengannya apalagi harus melakukan survey dengannya.” Tolak Yoona.

“Ahh, aku tahu kau pasti akan menolak. Arasso, aku tetap akan pergi ke kantor.” kata Young seraya berusaha bangun tapi Yoona langsung mencegahnya.

“Andwae oppa. Kau tidak boleh kemana-mana. Kau sedang sakit!”

“Tapi aku harus pergi. Kau tahu proyek pembangunan resort ini sangat penting bagiku. Aku mengerjakan proyek pembangunan resort ini sejak dua tahun belakangan ini dengan segenap kemampuanku. Sakit seperti ini bukan…”

“Arasso. Aku akan pergi. Tak perlu mengancamku dengan berkata seperti itu.” Kata Yoona akhirnya. Dia menyerah karna dia juga tidak mungkin membiarkan Young melakukan survey lapangan dengan tubuh yang sedang tidak fit.

“Ahh, tapi kenapa harus dengan namja itu?” keluh Yoona.

“Dia partner kita dalam pembangunan resort ini Yoong. Jadi kau harus mengerti. Cobalah untuk lebih bersahabat dengannya. Dia orang yang baik.”

“Baik menurut oppa belum tentu baik untukku.”

“Yoong …”

“Arassoyo. Aku tahu dia sahabatmu! Aku akan ganti pakaian dulu lalu ke kantor. Aku akan menelfon Kim ahjussi untuk datang memeriksamu. Setidaknya kau harus diperiksa oleh dokter. Aku juga akan menjemput Appa dan Omma di bandara. Mungkin kau akan diseret pulang ke rumah hari ini.” Kata Yoona lalu berjalan keluar dari kamar Young sambil bersungut kesal. Young tersenyum melihat tingkah adiknya itu. Setidaknya rencana untuk mempertemukan Yoona dengan Siwon lagi berhasil.

“Ada untungnya juga aku sakit saat ini. Tapi apa Siwon akan menyadari Yoona adalah adikku?” gumam Young.

***

“Sudah kubilang jangan pernah mengajaknya keluar rumah. Tapi kenapa kau malah mengajaknya ke taman? Apa saat ini kau mulai menentangku?” Bantak Seunggi pada seorang yeoja yang sedang duduk dengan kepala menunduk di hadapannya.

“Mianhaeyo! Jeongmal mianhaeyo! Aku bersalah. Tapi aku hanya ingin agasshi mendapatkan suasana baru. Agasshi sangat senang saat aku mengajaknya ke taman. Aku …”

“Lalu kenapa saat ini dia jadi seperti itu lagi? Kenapa dia mulai histeris lagi?”

“Mianhaeyo! Aku juga tidak tahu kenapa agasshi tiba-tiba berubah jadi seperti itu. Awalnya dia sangat senang dan menikmatinya. Lalu aku pergi untuk membelikan minuman … setelah aku kembali agasshi … agasshi sudah jadi seperti itu. Dia berteriak histeris di depan namja itu. Namja itu …”

“Namja? Fanny berteriak di depan seorang namja? Apa maksudmu?” tanya Seunggi penuh selidik. Dia menatap perawat adiknya itu dengan tajam. Mencoba menuntut jawaban yang lebih jelas.

“Kemarin saat aku kembali dari membeli minuman di situ ada seorang namja yang sedang mencoba berbicara dengan agasshi. Sepertinya mereka saling kenal karna namja itu sempat menyebut nama agasshi.” Jelas perawat itu. Seunggi mulai berpikir.

“Seperti apa ciri-cirinya?”

“Aku tidak bisa menjelaskannya lebih detail. Tapi yang jelas dia cukup tinggi dan tampan. Dia juga sepertinya sangat mengenal agasshi.”

“Apa namja itu Young?” pikir Seunggi. “Kalau benar namja itu Young, aku tak akan pernah membiarkannya bertemu dengan Fanny lagi sebelum aku berhasil membuatnya membayar semua yang telah dia lakukan. Akan kupastikan dia juga akan merasakan sakit seperti yang Fanny dan aku rasakan tiga tahun belakangan ini. Aku akan membuatnya membayar lebih dari itu.” Tekad Seunggi dalam hati.

“Eun Jung-aa, aku peringatkan kau sekali lagi jangan pernah mengajak Fanny keluar dari rumah. Kalian harus tetap ada di rumah dan tidak boleh keluar tanpa seijinku. Kau adalah satu-satunya orang yang aku percaya untuk tetap ada di sisi Fanny saat ini untuk menjaganya jika aku sedang tak ada. Mengerti?!”

“Ne, tuan muda. Aku mengerti!”

“Satu hal lagi, bukankah aku sudah melarangmu untuk tidak terus memanggilku dengan sebutan Tn.muda. Aku sudah menganggapmu seperti Fanny. Kau bisa memanggilku dengan sebutan yang sama seperti Fanny memanggilku.”

“Ne? Mana mungkin aku …”

“Turuti saja apa yang aku katakan. Sekarang kembalilah temani Fanny di kamarnya.” Ujar Seunggi memotong kalimat penolakan Eun Jung.

“Ne.” jawab Eun Jung singkat lalu pergi meninggalkan Seunggi dan menuju kamar Fanny. Eun Jung memang sudah lama bekerja untuk keluarga Seunggi. Sejak orang tuanya yang juga merupakan pelayan di keluarga Seunggi meninggal, Seunggi masih tetap berbaik hati untuk menampungnya. Dan setelah apa yang terjadi pada Fanny beberapa tahun lalu, Seunggi memintanya untuk menjadi perawat Fanny … (perawat disini maksudnya kayak pengasuh gitu, tapi author ngambil karakternya yg umurnya gk jauh beda sama Fanny & berhubung Fanny bkan anak kcil lagi, jadi tokoh Ham Eunjung anggap saja sebagai perawat khusus. Support cast dadakan. Wkwkwkwk #gubrak).

Author Pov End

***

Yoona Pov

Aku berjalan mondar mandir tak karuan di dalam ruangan Young oppa menunggu kedatangan namja yang bernama Choi Siwon. Aku ingin mengantisipasi mental dan fisikku untuk menghadapi namja itu. Mengingat beberapa kali pertemuan kami tidak pernah menyenangkan aku mulai merasa sedikit khawatir dengan apa yang akan terjadi jika aku bertemu dengannya kali ini. apalagi aku sudah berjanji untuk tidak muncul lagi di hadapannya (ingat chap 4).

“Aisshh, apa yang harus aku lakukan? Aku memang tidak ingin bertemu dengannya tapi aku juga tidak bisa mengabaikan permintaan oppa.” Gumamku. Tiba-tiba terdengar ketukan pintu lalu Yuri, sekretaris oppa masuk.

“Nona, Tn. Choi Siwon sudah datang!” kata Yuri memberitahu.

“Ne? Dia sudah datang?” tanyaku untuk lebih memastikan.

“Ne.”

“Baiklah, suruh dia masuk.”

“Ne.” jawab Yuri singkat lalu dia membuka pintu agak sedikit lebar dan mempersilahkan Siwon masuk. Setelah itu Yuri keluar dan kembali menutup pintu.

“Young mana?” tanyanya tanpa mau berbasa-basi menyapaku.

“Oppa sedang sakit. Jadi aku yang menggantikannya sementara ini.” jawabku.

“Jadi, apa kita harus berangkat sekarang?” tanyaku sambil menyampirkan tasku di bahuku. Siwon malah menatap tajam ke arahku. Lalu sepintas aku bisa melihat dia tersenyum mengejek.

“Aku tidak menyangka kalau kepercayaan Young padamu cukup besar sampai dia bisa dengan mudahnya mengijinkanmu untuk menggantikannya. Aku tidak tahu apa yang telah kau lakukan padanya atau apa yang telah kau berikan padanya sebagai balasannya, tapi aku rasa kau cukup berhasil.” Ucapnya sinis.

“Mwo? Apa maksudmu?” tanyaku tak mengerti.

“Ani! Dwaesso! Aku tidak ingin ikut campur lagi dan tak ingin tahu lagi mengenai apapun tentang dirimu. Terserah apa yang dilakukan Young itu sama sekali bukan urusanku. Tapi pembangunan resort ini cukup penting untukku dan dia. Jadi aku harap semua yang sudah berjalan tidak akan rusak karnamu.”

“Choi Siwon-ssi …”

“Sudahlah, ayo kita pergi!” katanya sambil melangkah keluar dari ruangan. Aku mendengus kesal.

“Ahh, jinjja … Dia benar-benar sanggup membuatku kesal dalam waktu sekejap. Kalau bukan karna oppa, aku takkan sudi bertemu dengan namja seperti itu.” Sungutku kesal lalu menyusulnya keluar.

~ ~ ~

Aku merasa sangat risih harus berjalan mengelilingi dan memantau perkembangan pembangunan resort bersama Siwon, namja yang paling menyebalkan yang pernah aku kenal. Setiap aku mengemukakan pendapatku dan memberi sedikit saran kepada beberapa orang manajer yang menjelaskan seberapa jauh perkembangan resort, dia selalu menginterupsi dan tak pernah mengijinkanku menyelesaikan kalimatku. Dia seperti sedang meremehkanku saat ini. Mungkin aku memang belum berpengalaman dalam bekerja tapi mengingat aku kuliah di jurusan manajemen bisnis dan keluargaku juga salah satu pemilik resort-resort terbesar di Korea, pengetahuanku tentang dunia bisnis resort tentu saja tak bisa dianggap enteng seperti yang dilakukan namja itu sekarang. Aku heran kenapa Young oppa sampai memilihnya menjadi mitra kerjanya saat ini. Yang membuatku lebih kesal lagi di saat aku ingin protes, aku malah tak bisa menunjukkannya karna saat ini kami bukan hanya berdua tapi beberapa manajer dan orang yang bertanggung jawab dalam pembangunan resort ini ikut menemaniku dan dia melakukan survey sambil menjelaskan sejauh mana perkembangannya.

“Baiklah, kami akan datang lagi minggu depan. Lanjutkan seperti yang sudah kita bahas tadi. Minggu depan aku ingin melihat hasilnya.” Kata Siwon kepada para manajer saat kami sudah berada di depan pintu utama resort lagi setelah selesai berkeliling memantau resort.

“Ne.” Jawab Jung ahjussi singkat yang tak lain adalah manajer perencanaan di perusahaan kami.

“Aissh, orang ini main perintah gitu aja. Itu seharusnya kata-kataku. Jung ahjussi kan karyawan perusahaanku bukan karyawannya.” Aku hanya bisa bersungut dalam hati. Jika aku mengatakannya secara jelas mungkin dia akan menganggapku kekanak-kanakan.

“Kalau begitu kami pergi dulu.” Pamit Siwon. Jung ahjussi bersama staf lainnya hanya menjawabnya dengan ucapan selamat jalan sambil menundukkan kepala mereka. Lalu dia naik ke mobilnya yang sudah di bukakan pintunya oleh salah satu petugas keamanan di situ. Tapi aku memilih untuk tetap berdiri di tempatku meski petugas itu juga sudah membukakan pintu mobil untukku.

“Yaa, apa yang kau lakukan? Ayo cepat masuk.” Kata Siwon dari dalam mobil karna aku belum masuk mobil juga.

“Kau pergi saja sendiri. Aku akan naik taksi.” Jawabku cuek.

“Mwo? Yaa, kau tadi datang denganku jadi aku akan mengantarkanmu kembali ke kantor. Ayo cepat masuk.”

“Sudah kubilang kau pergi saja. Aku akan naik taksi. Aku masih harus ke suatu tempat jadi tidak akan kembali ke kantor.”

“Memangnya kau mau kemana? Naiklah, biar aku antar.!”

“Dwaessoyo!” tolakku.

“Kau memang gadis yang keras kepala.”

“Gomaoyo!” jawabku cuek. Aku bisa melihat dia sepertinya kelihatan kesal mendengar jawaban-jawabanku itu. Sampai dia harus turun lagi dari mobilnya dan menghampiriku.

“Yoona-ssi masuklah ke mobil dan aku akan mengantarkanmu ke tempat tujuanmu. Apa kau tidak melihat staf resort masih memperhatikan kita?! Cepatlah masuk!” katanya sambil mendorongku masuk ke mobil lalu menutup pintu mobil tanpa mau mendengar penolakanku lagi. Lalu dia kembali masuk ke mobil dan menjalankan mobilnya meninggalkan resort dengan membawaku di dalamnya.

“Kau mau kemana?” tanyanya.

“Seharusnya kau tadi pergi saja sendiri. Aku bisa pergi sendiri. Sekarang kita sudah cukup jauh dari resort. Kau bisa menurunkanku disini.” Aku mencoba bersikap dingin padanya.

“Yoona-ssi, aku tidak tahu apa yang sedang kau pikirkan saat ini. Tapi sekarang aku sedang mencoba bersikap baik padamu. Aku ingin mencoba melupakan rasa sakit hatiku padamu. Jadi tolong sedikit hargai aku!”

“Oh ya? Gomao! Tapi aku tidak bisa berjanji bisa melakukannya. Kau bahkan tadi tidak memberiku kesempatan untuk bicara saat di resort tadi. Bukankah itu sama saja dengan kau tidak menghargaiku juga?”

“Jadi kau marah soal itu?”

“Ani. Aku hanya merasa sedikit tidak dihargai.”

“Pembangunan resort itu adalah proyek kerja sama antara perusahaanku dan perusahaan keluarga Young. Kau bukan bagian dari proyek ini. Meski Young memintamu menggantikannya hari ini tapi aku tidak ingin merusak rencana kami hanya dengan mendengarkan pendapatmu. Jadi aku rasa kau cukup diam saja dan menemaniku.”

“Mwo? Yaa, kau terlalu sok tahu Choi Siwon. Aku juga merupakan bagian dari proyek ini. Aku juga salah satu bagian penting dari Im Family Coorperation.” Kataku agak keras.

“Kau sungguh percaya diri Yoona-ssi. Apa Young menjanjikanmu akan memberikan beberapa saham miliknya? Atau mungkin ayahnya yang menjanjikannya padamu?” tanyanya sinis padaku.

Aku sama sekali tidak mengerti apa maksudnya dan kenapa dia selalu bersikap seperti ini padaku. Tapi aku berpikir lebih baik aku tak mengindahkannya saja daripada nanti kami malah akan bertengkar lagi. Apapun anggapannya sama sekali tak penting buatku.

“Terserah apa yang kau pikirkan saat ini Choi Siwon, aku tak ingin perduli lagi. Sama seperti yang kau katakan tadi, kau juga tak perduli apa yang aku pikirkan. Jadi lebih baik kita berusaha untuk tak mencoba mencari tahu lebih dalam urusan masing-masing.” Ketusku.

“Antarkan aku ke bandara. Ada orang yang harus aku jemput.” Lanjutku lagi.

“Baiklah” dia hanya menjawab singkat sambil terus melajukan mobilnya menyusuri jalanan kota Seoul. Setelah itu, sepanjang perjalanan baik dia maupun aku tak ada lagi yang mau buka suara dan aku merasa itu lebih baik.

“Gomaoyo sudah mengantarku!” ucapku saat kami sudah berada di depan Incheon International Airport. Lalu aku keluar dari mobilnya. Aku tak menyangka dia malah ikut turun dari mobil. Aku menatapnya heran.

“Yoonggi-ya … !!!” panggil sebuah suara. Aku segera mengalihkan pandanganku ke asal suara itu. Ternyata Appa dan Omma sedang melambai-lambaikan tangan ke arahku dari pintu bandara.

“Appa, Omma …!!!” kataku sedikit berteriak lalu aku segera berlari untuk menghampiri mereka tanpa mau memperdulikan Siwon lagi.

Yoona Pov End

***

Siwon Pov

“Appa, Omma …!!!” seru yeoja itu. Dia lalu berlari menghampiri orang yang tadi dipanggilnya. Seketika aku terpana setelah melihat dua orang paruh baya yang dihampiri Yeoja itu.

“Itu kan orangtua Young! Dia memanggil mereka dengan sebutan … “ aku tak bisa melanjutkan kata-kataku sendiri. Saat ini aku terkejut dan sangat penasaran. Aku ingin memastikan pendengaranku beberapa saat yang lalu dan lebih penting lagi aku ingin memastikan hubungan diantara mereka. Aku pun menyusul Yoona menghampiri Tn & Ny.Im.

“Annyonghaseyo, ahjussi, ahjumma! Bagaimana kabar kalian?” sapaku saat sudah berhadapan dengan mereka.

“Oh, Siwon-aa! Kau ada di sini juga?” tanya Im Ahjussi padaku. Aku mengangguk pelan lalu menatap Yoona beberapa saat setelah itu kembali mengalihkan pandanganku pada Im ahjussi.

“Ne ahjussi. Aku mengantarkan Yoona. Aku tak menyangka kalau orang yang ingin dia jemput itu adalah kalian.”

“Ahh, begitu rupanya! Mianhae jika putriku sudah merepotkanmu!”kata Ny. Im padaku sambil tersenyum.

“Mwo? Putri? Yoona putri dari Tn & Ny Im? Berarti dia …?” batinku terkejut mengetahui mendengar perkataan Ny.Im.

“Yoong, kau seharusnya tidak merepotkan Siwon seperti ini!” timpal Tn.Im sambil mengacak-ngacak rambut Yoona pelan.

“Aissh, aku tidak membuatnya repot appa, omma! Dia sendiri yang memaksa untuk mengantarku!” jawab Yoona sambil memperbaiki rambutnya.

“Ne. Aku yang memaksa untuk ikut kesini ahjussi, ahjumma.” Aku mencoba meluruskan. Sedikit merasa tak enak juga.

“Ahh, ne gomaoyo Siwon-aa. Tapi dimana kau mengenal Yoona? Selama ini setahuku kalian belum pernah bertemu!” Tn. Im bertanya padaku.

“Aku bertemu dengannya di kantor, appa. Saat oppa memintaku mengantarkan beberapa berkasnya. Tanpa sengaja! Aku tak tahu kenapa sekarang aku malah jadi sering bertemu dengannya seperti ini!” jawab Yoona dingin. Aku merasa dia sedikit tidak suka dengan keberadaanku. Tapi saat ini aku sudah tidak perduli lagi. Setelah mengetahui kebenaran ini, aku sudah memutuskan untuk lebih memantapkan tekadku untuk mendekati yeoja keras kepala dan angkuh itu untuk berada di sisiku.

Siwon Pov End

***

Author Pov

Setelah dua hari tidak masuk kantor, akhirnya Young memutuskan untuk mulai bekerja lagi hari ini. Dia juga merasa tidak enak jika meminta Yoona terus-terusan menggantikannya sedangkan adiknya itu juga sedang sibuk mempersiapkan tugas akhir kuliahnya. Tapi meskipun kembali bekerja, dia sama sekali tidak bisa konsentrasi terhadap pekerjaannya. Pikirannya selalu terganggu karna memikirkan pertemuannya dengan Fanny beberapa hari lalu di taman. Young penasaran kenapa Fanny bisa berubah menjadi seperti itu.

“Jika dia membenciku atau marah padaku mungkin aku bisa mengerti. Tapi kenapa dia seperti orang yang begitu tersiksa saat melihatku? Sebenci-bencinya seseorang pada orang lain, tak mungkin membuat orang itu menjerit-jerit histeris di depan orang yang dia benci. Fanny, sebenarnya ada apa denganmu? Apa yang terjadi padamu?” batin Young. bermacam-macam pertanyaan tentang Tiffanny berlalu-lalang dipikirannya. Membuatnya bertekad untuk mencari tahu keberadaan Fanny dan juga untuk mengetahui alasan kenapa Fanny bisa berubah seperti itu.

Line telfon di mejanya berbunyi menyadarkan Young. Dia segera menjawab telfon itu yang merupakan panggilan dari sekretarisnya.

“Ne?” tanyanya singkat.

“Sajangnim, Tn. Choi Siwon ingin menemui anda!” kata yuri dari seberang telfon.

“Baiklah. Persilahkan dia masuk!” titah Young sambil meletakkan gagang telfon ke tempatnya. Tak berapa lama kemudian Siwon masuk ke dalam ruangannya. Sedangkan Yuri menutup kembali pintunya. Young berdiri lalu berjalan menghampiri Siwon sambil tersenyum.

“Ahh, Siwon. Mianhae kemarin aku …”

BUKKK —-

Young tersungkur ke lantai saat Siwon melayangkan sebuah kepalan tinju ke rahangnya dengan tiba-tiba. Young merasakan sakit akibat pukulan Siwon itu. Bahkan untuk merasa terkejut saja dia tak sempat.

“Yaakkk, apa yang kau lakukan? Kenapa kau memukulku?” tanya Young kesal. Siwon berjongkok di depannya.

“Itu bahkan belum seberapa dengan apa yang telah kau lakukan kepadaku chin’gu!”

“Mwo? Memangnya apa yang telah aku lakukan kepadamu sampai kau harus meninjuku dengan keras seperti tadi?” tanya Young tidak mengerti. Siwon mendengus kesal. Merasa tak percaya kenapa Young masih bisa bersikap sok polos seperti itu.

“Ahh, jinjja … apa kau mau aku pukul lagi?” tanya Siwon sambil menarik kerah kemeja Young dengan keras.

“Yaa, aku benar-benar tak mengerti apa maksudmu! Kenapa kau menjadi seperti ini? memangnya aku salah apa?”

“Aissshh…” Siwon menghentakkan kerah baju Young dengan kasar kemudian melepasnya.

“Kau telah mempermainkan perasaanku akhir-akhir ini dengan mengakui Yoona sebagai pacarmu. Padahal sebenarnya dia adikmu kan?!” bentak Siwon.

“Eo? Jadi kau sudah tahu?” Young masih memasang tampak innocentnya.

“Yaaakkk Im Young Saeng … Apa kau benar-benar ingin kupukul lagi?” Young tertawa mendengar bentakan Siwon yang kelihatan kesal itu.

“Mianhae! Aku hanya iseng saja. Aku tak menyangka bisa membuatmu jadi semarah ini!” kata Young masih terus tertawa.

“Aku hampir mati karna frustasi gara-gara kau dan sekarang kau malah menertawakanku?! Kau benar-benar ingin mati rupanya!”

“Yaa, aku kan sudah minta maaf. Tapi kenapa kau harus semarah ini? jangan-jangan kau menyukai adikku ya?” goda Young. Siwon agak salah tingkah. Dia segera berdiri untuk menghindari tatapan mata Young.

“Ahh, melihat tingkahmu aku yakin kau benar-benar menyukai Yoong. Yach pesonaku dan Yoong memang tak bisa ditolak.” Young semakin gencar menggoda Siwon.

“Oppa, aku disuruh omma untuk …” Yoona yang masuk tiba-tiba tanpa mengetuk pintu itu tak bisa melanjutkan kalimatnya setelah melihat ternyata di dalam ruangan itu bukan hanya ada kakaknya saja tapi juga ada Siwon yang kini sedang menatapnya. Dia segera mengalihkan pandangannya dan melihat Young masih terduduk di lantai.

“Oppa, kau kenapa?” Yoona segera menghampiri Young dan membantunya berdiri. Dia sempat melihat bagian rahang kakaknya sedikit membiru. Langsung saja dia menatap Siwon sinis.

“Yaa, Choi Siwon-ssi! Apa yang telah kau lakukan pada kakakku?” tanya Yoona marah pada Siwon.

“Ani Yoong. Siwon tak melakukan apa-apa. Ini salahku! Gwencahana!” Young berusaha menenangkan Yoona. Dia tahu Yoona saat ini bisa saja mengamuk marah.

“Oppa, tapi wajahmu sedikit biru. Aku yakin dia …”

“Aniya! Gwencana! Kau tak usah membesarkan masalah ini. Kau kenapa kesini?”

“Omma menyuruhku untuk datang menjemputmu. Kau harus ikut pulang ke rumah hari ini. Omma sangat khawatir padamu!”

“Ahh, seharusnya kau tak mengatakan pada omma kalau aku sakit.”

“Oppa …”

“Arasso arasso. Aku akan pulang malam ini.”

“Kita pulang sekarang saja oppa!” rengek Yoona.

“Aku tidak bisa Yoong. Masih ada pekerjaan yang harus aku selesaikan. Kau pulang saja duluan.” Young mencoba menolak.

“Siwon-aa, kau bisa kan mengantarkan Yoong pulang?!” entah kenapa tiba-tiba saja Young bisa langsung memikirkan hal itu. Siwon sontak saja langsung menatapnya heran.

“Mwo? Sirreo! Aku tidak mau pulang dengannya! Aku akan pulang naik taksi saja.” Tolak Yoona.

“Andwae. Aku lebih tenang kalau kau pulang bersama Siwon.”

“Oppa …”

“Yoong … !!! Cobalah sedikit menurut! Kau tidak ingin membuatku khawatir kan!”

“Aissshh, kenapa akhir-akhir ini aku selalu merasa kau sering skali mengancamku? Arasso! Aku akan pulang dengannya!” jawab Yoona akhirnya. Dia memang tidak bisa menolak jika kakaknya mulai mengeluarkan jurus ancamannya.

“Aigoo, nomu kyopta!” kata Young sambil mencubit pipi Yoona gemas.

“Aku pulang dulu. Kau harus pulang malam ini dan obatmu jangan lupa diminum!”

“Ne, nae dongsaeng!” jawab Young.

“Siwon-aa, jaga adikku yang galak ini ya! Aku percayakan adikku kepadamu!” siwon hanya mengangguk menanggapi kalimat Young itu.

“Seharusnya kau lebih khawatir jika mempercayakanku padanya oppa!” sungut Yoona kesal dalam hati lalu berjalan keluar ruangan mendahului Siwon.

Yoona mempercepat langkahnya menuju tempat parkir. Dia sama sekali tidak ingin berjalan bersisian dengan Siwon. Mungkin karna dia masih merasa sedikit kesal dengan apa yang pernah dilakukan Siwon padanya.

“Kau parkir mobilmu di mana?” tanya Yoona ketus saat mereka sudah berada di tempat parkir.

“Ada di sebelah sana!” jawab Siwon sambil menunjuk ke tempat parkir di area A.

“Ahh, kenapa rasanya jauh sekali!” keluh Yoona kesal. Dia kembali berjalan menuju area parkir yang ditunjuk Siwon tadi. Sedangkan Siwon hanya tersenyum melihat Yoona.

Tiba-tiba saja sebuah mobil meluncur dengan sangat cepat dari sisi kiri Yoona. Semakin lama kecepatan mobil itu semakin meningkat. Mobil itu seperti telah mengunci Yoona sebagai targetnya. Karena tak ada tanda-tanda mobil itu akan melambat. Siwon yang menyadari itu langsung saja berlari ke arah Yoona. Dia merasakan ketakutan yang sangat kuat secara tiba-tiba.

“Yoona awas …!!!” teriaknya. Yoona yang mendengar teriakan Siwon itu sontak saja terkejut saat melihat ada sebuah mobil yang meluncur dengan kecepatan tinggi ke arahnya. Dia ingin segera menghindar tapi entah kenapa dia merasa kakinya sama sekali tak bisa digerakkan dan seperti terpaku di tempatnya berdiri saat itu. Mobil itu semakin lama semakin dekat.

“Accccccccggggggggggggggghhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh.” Yoona berteriak dengan kencang saat cahaya mobil itu memenuhi matanya. Tapi pada saat yang bersamaan dia merasa tubuhnya ditarik dengan kuat oleh sebuah tangan yang kekar sehingga dia bisa terhindar dari gilasan mobil itu. Mobil itu pergi dengan cepat meninggalkan tempat itu.

Yoona merasa sangat terkejut dan takut. Tubuhnya gemetar dan terasa dingin seketika di pelukan orang yang telah menyelamatkanny. Perlahan pelukan itu melonggar dan dua telapak tangan penolongnya itu menyentuh pipinya dengan intensif.

“Yoong, gwenchana?” Yoona menatap penolongnya dengan sisa-sisa ketakutan yang masih ada. Dapat dilihatnya raut kekhawatiran dari wajah penolongnya itu.

“Sss … ssiwon … sSiwon-ssi … ! Aku … aku …!” Yoona merasa tak sanggup melanjutkan kalimatnya karna masih merasa takut akan kejadian yang baru saja dia alami.

“Ahh, Yoong, aku sangat takut jika sampai aku terlambat menarikmu tadi!” kata sang penolong yang tak lain adalah Siwon. Dia kembali memeluk Yoona. Bahkan kali ini dia lebih mengeratkan pelukannya seakan takut jika kehilangan Yoona.

“Aku … aku juga takut! Kenapa … kenapa mobil itu …?” Yoona masih tidak sanggup melanjutkan kalimatnya. Tubuhnya masih gemetaran di pelukan Siwon. Dia ingin menangis tapi air mata bahkan tak bisa keluar. Sehingga dia hanya bisa mencengkram jas Siwon dengan kuat.

“Gwenchana Yoong. Aku ada di sini. Tenanglah, aku takkan membiarkan sesuatu yang buruk terjadi padamu!” ucap Siwon menenangkan Yoona. Perlahan dia melepaskan Yoona dari pelukannya. Tapi entah kenapa Yoona merasa sedih saat pelukan itu dilepaskan. Dia masih ingin berada di situ. Dia merasa aman di pelukan itu. Dia masih ingin dilindungi dalam pelukan itu. Dilindungi oleh pelukan namja itu. Tapi dia tidak bisa mengatakan keinginannya itu.

“Gomaoyo, karna kau …” lagi-lagi Yoona tak bisa menyelesaikan kalimatnya. Tapi kali ini bukan karna dia gemetar atau rasa takut yang dirasakannya tadi. Melainkan karna sentuhan lembut di bibirnya yang tiba-tiba membuat jantungnya berdetak lebih cepat karna getaran asing yang tiba-tiba merasuk ke tubuhnya menggantikan rasa takut itu. Getaran yang membuatnya seakan melayang. Perlahan Yoona mulai memejamkan matanya mencoba menikmati sentuhan di bibirnya dan getaran aneh itu ditubuhnya.

Sentuhan lembut dibibirnya itu semakin dalam dan semakin memberikan ketenangan di hatinya. Yoona tak bisa memikirkan apapun lagi. Meskipun dia akan hanyut dan tenggelam karna pelukan dan sentuhan itu, Yoona tak perduli lagi. Yang dia inginkan hanya menikmati saat ini. Melupakan semuanya dan menikmati sentuhan lembut bibir Siwon di bibirnya. Perlahan dia mengalungkkan tangannya di leher Siwon dan memberikan respon atas ciuman yang diterimanya.

***

To Be Continued

 

Tika (Pink) Said : Fiuh … akhirnya done juga chapter ini … #hembusin nafas lega. Otthe? Makin gajekah? Makin kurang dapat feelnya kah? Ahh, molla! Yang jelas aku udah berusaha untuk menyajikan yang terbaik buat kalian para readers setia ff gaje-ku ini. Jadi aku mohon bagi yang udah mampir buat view atau baca ff nie, please, jebal tinggalin komentar kalian di kolom coment yang tersedia dan please untuk memberikan komentar yang lebih kreatif dari sekedar “next or lanjut”. Mian kalau banyak typo. Nggak sempat ngedit ulang.

Sekali lagi aku ingetin untuk gk manggil aku Author yaw. Aku punya nama dan kalian bisa manggil namaku or eonni/dongsaeng. Aku line91.

Buat Echa dan Gee, gomaoyo masih mau nampung ff nie. Saranghae *,^

So, please RCL. Aku akan ngirim next chapnya kalau comentnya udah lebih dari 60 …#ngancem … hihihi

See You in Next Chapter all … #nebar kiss bareng YoonWon J

Tinggalkan komentar

256 Komentar

  1. Keren thor.kira² siapa ya yg mau nyelakain yoona eonni

    Balas
  2. Yes benar ternyata yeoja yg ditemui young oppa adikx seunggi oppa
    akhirx terbungkar juga keisenganx young oppa terus siapa ya yg mau menyelakai yoona eonni itu…?
    Tambah penasaran nech…
    Laaannnjuuuutt…

    Balas
  3. marsiah

     /  Oktober 16, 2015

    Siapa si yang sengaja mau nabra yoona,untung aja siwon oppa cepat menarik yoona jadi yoona gak celaka.
    Siwon oppa pasti merasa bodoh banget karna di permainkan sama young oppa tentang setatus yoona wkwkwkwk siwon oppa si lambat banget nyadari siapa itu sebenernya yoona.

    Balas
  4. Nhiina

     /  November 4, 2015

    hihihi ^_^
    akhirx wonppa tahu juga kalo yoong eonn saengnya young oppa ^_^
    omo ! siapa yang mau mencelakakan yoong eonn ? ?
    .
    untung sja diselamatin wonppa , klo gga pasti yoong eonn udah knpa² .
    tapii . . omo ! ciumannya wonppa dibalas ^_^ yoong eonn menikmatinya ! ^_^
    apa yoong eonn suka juga ama wonppa ? ?

    Balas
  5. ambar.syw

     /  November 4, 2015

    waa~~ Finally!! sekarang tdk ada alasan bagi siwon oppa buat cmburu sama kakanya yoong unnie ㅎㅎ tpi dsni siwon oppa kyaknya demen banget nyium yoonanya yah ㅌㅌㅌ dan seperti sebelumnya, setiap chap. pasti ada aja yg bikin penasaran. aigoo, mulai greget sama pasangan ini :v

    Balas
  6. anne

     /  November 5, 2015

    Akhirnya ketauan juga yoong adiknya
    Next

    Balas
  7. Nur Khayati

     /  November 23, 2015

    Kenapa Tiffany sampai se-histeris gtu waktu ketemu sama Y0ung ??

    Akhir.a Siw0n udah tau jati diri Y00na yg sebenar.a 😀
    tp mlh langsung mukulin Y0ung krna udah b0h0ngin dia 😦

    Adegan saat Siw0n nyelametin Y00na yg hampir d tabrak m0bil lbh r0mantis dr apapun, apalagi + kisseu2 mereka B-)

    Balas
  8. arum

     /  Desember 29, 2015

    Akhirnya siwon tau kalau young adalah kakaknya yoona jadi tidak ada kesalahan paham lagi. Bagus banget ceritanya

    Balas
  9. Deery00ng

     /  Januari 7, 2016

    Kangen ma ni ff jadi baca lagi deh
    next ff dtnggu unN 😉

    Balas
  10. nhia

     /  Januari 19, 2016

    Akhirnya tau juga siwon yoons siapa mya young, ah seneng deh mmereka akhirnya ad moment sweet nya, semoga di next yoona udah gak kesel lg klo ketemu siwon dan kyk nya udah tumbuh ras cinta mereka, kira kira siapa ya ug mau nabrak yoona ad hub gak noh am seunggi

    Balas
  11. diah fibri

     /  Februari 1, 2016

    tiffany knp ya bs histeris gitu pas ngeliat young ? …. mkn dibuat penasaran ….. kereeen … NEXT …. !!!!

    Balas
  12. Waahh kayaknya yoongie udah mulai tertarik deh ama wonppa,,hehehe

    Balas
  13. YoongNna

     /  Februari 8, 2016

    Akhrnya siwon tau juga kalau yoona adlah adiknya young dasar young tega bgt ngerjain siwon ma yoona smpe slah paham kan siwonnya…
    Aaahhh tebaknnya slah trnyta fany yg dlu jd pcaranya young pnsran knpa dlu mereka pisan bhkan fany jd kaya stress gto dan seunggi pengen bls dendam jdnya..
    Siapa yaaa kira2 yg mw nyelakin yoona untng da siwon yg nylamatin…

    Balas
  14. Anggita

     /  April 29, 2016

    Akhirnya ketauan juga kalo yoong itu adik nya young..

    Balas
  15. Yayu Tiansih

     /  Juli 16, 2016

    wah lagi asik2 nya baca yoonwon lagi kissing scene muncul dah tuh kalimat yg paling aku ga suka TBC, pasti para readers disini juga ngerasain hal yg sama kan ? apa cuman aku aja ? dah lah abaikan
    penasaran sama lanjutannya, next part eonn

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: