[OS] Partner My Life

Tittle                            : Partner My Life

Type                            : Oneshoot

Genre                          : NC-17, Romance, Marriage Life and Happily

Author                         : Melshinys / Choi Young Mi

Twitter                         : @YoungMiDheExaCi (Follow ya ^^ mention for Folback)

Main Cast                    : Im Yoona

Choi Siwon

Other Cast                   : Hwang Tiffany

Kwon Yuri,

Kim JoongWon   As Yesung,

Lee Hyukjae        as   Eunhyuk

Kim Ryewook

Summary         : Hidup denganmu merupakan hal yang paling indah dalam hidupku

Seorang yeoja tampak sibuk mengerjakan pekerjaan sebagai seorang pekerja interior dapur. Sang namja yaitu suaminya juga sama mengerjakan pekerjaannya sebagai seorang direktur diperusahaan tersebut. Yah, sepasang suami istri itu bekerja ditempat yang sama, namun mereka tak pernah menganggap bahwa mereka adalah sepasang suami-istri di Kantor dan menganggap bahwa mereka berdua hanya sebagai atasan dan bawahan. Siwon melihat sang sekertarisnya yang sudah tampak mengantuk dan lelah menemaninya seharian ini.

“Yuri!” panggil Siwon dari dalam ruangan, Yuri yang hampir menutup matanya itu langsung terlonjak.

“nde, wae sajangnim?” tanya Yuri yang menimbulkan kepalanya di balik pintu ruangan Siwon.

“hm, kau tanyai kepada tim interior dapur. Apakah pekerjaan mereka sudah selesai? Setelah itu dokumen ini berikan kepada mereka” kata Siwon kepada sekertarisnya itu, Yuri yang mendapatkan perintah itu hanya menuruti perkataan Siwon,

Yuri langsung bergegas menuju ruang tim interior dapur yang hanya berjarak 30 meter dari ruangan Siwon.

~Tok.. tok..

“masuklah!” teriak seorang namja dari dalam ruangan tersebut.

“oh, kau Yul, Wae?” tanya Tiffany yang menjadi ketua ditim tersebut.

“eonie, ini kata sajangnim. “ Yuri langsung menyerahkan dokumen yang dititipkan siwon kepadanya.

“ hm, Gomawo” kata Tiffany dengan eyesmile nya. Yuri hanya mengangguk tersenyum dan duduk disamping Ryewook.

“Apa yang kau kerjakan oppa?” tanya Yuri yang melihat sebuah gambaran meja dan kursi yang ia warnai sebaik mungkin.

“yah seperti biasa” kata namja itu yang masih fokus mewarnai. Yuri pun langsung mengambil kopi yang berada di depannya dan langsung menyeruput kopi tersebut.

“Aigoo, Kwon Yuri! Jangan kau habiskan punyaku” teriak Yoona yang baru datang mengambil makanan untuk mereka lembur malam ini.

“huk..huk.. Yak! Im Yoona! Kau ingin membuatku mati tersedak?” kata Yuri yang langsung melempar polpen kepada Yoona, untung saja Yoona sangat lincah sehingga ia bisa menghalau lemparan Yuri.

“kau itu yang meminum kopi ku, aku juga mengantuk Ny. Kim. Akh.. Yesung oppa, kenapa istrimu ini masih tak berubah kelakuannya” Kata Yoona sperti bergumam  yang langsung membagikan makanan pada Tiffany, Ryewook, Eunhyuk dan Seohyun.

“ish.. kenapa langsung ke Yesung oppa? eh punyaku mana Ny. Choi ?” tanya yuri yang memang dari tadi menunggu Yoona membagikan makanan.

“Apaan kau ini. Makanan ini hanya untuk anggota tim disini. Punyamu ditempatmu bekerja juga” kata Yoona yang langsung meminum Kopinya setelah diminum Yuri tadi.

“akh, ini punyaku. Kau ambil makananku di ruanganku” Yuripun langsung mengambil makanan Yoona, Yoona yang melihat itu langsung menghentikan tangan Yuri

“ yah, Yoong ayolah.. kau itu kan juga istrinya sajangnim. Kau ambil makananku saja” kata yuri dengan nada suara memelas.

“iya Yoong. Kau datangi saja Sajangnim atau mungkin kau juga bisa menemani dia makan” kata Eunhyuk yang tampaknya membela  Yuri.

“hm.. kau temani sajangnim makan diruangannya saja Yoona” kata Tiffany yang tambah membuat Yoona tak berdaya melawan Yuri. Yoona tampak menimbang-nimbang kata-kata teman satu timnya itu, ia pun melihat kesamping dimana Yuri sudah memakan makananya dan ia pun akhirnya mengangguk lalu meminta ijin pada Tiffany yang menjabat sebagai ketua tim. Tiffany hanya mengangguk sebagai jawaban bahwa ia mengijinkan yeoja itu.

>>>

Yoona langsung menuju ke ruangan Siwon, iapun mengetuk pintu meminta ijin untuk masuk.

“Iya, masuklah!” kata Siwon. Yoonapun langsung menampakan badannya dihadapan Siwon. Siwon yang merasakan degup jantungnya yang berdebar langsung mengalihkan pandangannya dari lembaran dihadapannya menatap yeoja yang kini menjadi istri sah nya beberapa bulan yang lalu.

“Sajangnim? Hm.. makanan Yuri mana?” tanya Yoona to the point.

“makanannya? Untuk apa kau mencari makanan Yuri? Kau belum makan yoong?” tanya Siwon yang tampak khawatir pada istrinya itu.  Yoona hanya diam  menunduk, kalau ia mengatakan semuanya bisa kasian Yuri dimarahi Siwon karena mengambil hak istrinya itu.

“tadi aku dan Yuri hanya ingin tukaran makanan seperti waktu kami sekolah dulu, hanya saja yang kami tukarannya sekarang makanan kantor” kata Yoona dengan senyum manisnya.

“Yuri mana?” tanya Siwon yang melihat-lihat diluar nampaknya tak ada seorang pun selain ia dan Yoona.

“ia makan diruangan kami” jawab yoona.

“hm, ayo kita makan keluar.” Kata Siwon yang langsung menggenggam tangan Yoona. Namun, Yoona langsung menahan tangan Siwon.

“wae?” tanya namja tampan itu menatap istrinya.

“Bukankah semuanya sudah diberi makan? Kenapa mau makan keluar lagi? Itu makanan Yuri nanti kalau tak dimakan bagaimana?” Kata Yoona yang tampak terlihat dari wajah cantiknya bahwa ia sudah sangat lapar, perutnya pun dari tadi sudah bernyanyi merdu.

“Tapi, yang diberikan itu hanya pada Yuri, aku tak dapat makanannya” kata Siwon

“Mwo? Bukankah kau direktur disini, mana mungkin kau tak diberi makan” Siwon hanya diam dan menatap istrinya itu dengan sakratis. Ia pun mendekatkan wajahnya pada yeoja itu, Yoona yang mengetahui yang akan terjadi selanjutnya hanya menutupkan mata merasakan hembusan napas Siwon yang sudah menerpa pipinya

~Cup

Bibir mereka berduapun akhirnya menyatu, Siwon memainkan bibir Yoona dengan irama yang lembut, namja itupun meraih pinggang istrinya itu dengan maksud mempersempit jarak diantara keduanya, begitupula dengan yoona ia pun melingkari tangannya di leher Siwon. Ia membalas semua alunan indah dari Siwon melalui bibir mereka.

~Tok.. tok..

Yoona yang mendengar ketukan pintu dari luar langsung melepaskan tautan bibirnya dengan Siwon, Siwon yang mendengar ketukan pintu tampak kesal karena telah membuat acaranya dengan Yoona jadi terhenti .

“ck, mengganggu saja” kata Siwon yang langsung ingin mencium bibir Yoona seperti semula

“Kau tak menyuruhnya masuk?” tanya Yoona  yang masih dalam pelukan Siwon.

“Kita lanjutkan saja” bisik Siwon yang menggoda istrinya itu, namun Yoona langsung mendorong dada Siwon.

“Masuklah” teriak Yoona yang langsung terlihat seorang yeoja membawa sebuah dokumen

“akh, Joengsonghamnida kalau aku mengganggu kalian. Aku hanya ingin memberikan ini pada Sajangnim!” kata Tiffany yang sepertinya tau apa yang dilakukan Siwon dan Yoona tadi.

“akh, Gwencahana eonie. Silahkan kalau kau ingin bicara dengan sajangnim” kata Yoona yang langsung ingin beranjak dari ruangan tersebut.

“Kau tak perlu keluar!” kata Siwon dengan nada yang tampaknya namja itu marah karena insiden tadi.

“Yoong kau disini saja” kata Tiffany yang hampir tak kedengaran suaranya hanya mulutnya saja yang bergerak, Yoona hanya mengangguk dan duduk disalah satu sofa diruangan Siwon. Tiffany pun menyerah semua dokumen yang diberikan Siwon kepadanya mulai dari tadi pagi sampai terakhir Yuri tadi yang mengantar

“Baiklah, pekerjaanmu sangat baik Fany-ssi. Nanti jika aku tak paham aku akan menghubungimu” Tiffany hanya mengangguk tersenyum mendengar penjelasan Siwon.

“Hm, Sajangnim kalau begitu aku permisi dulu” kata Tiffany yang langsung disetujui Siwon dengan menganggukan kepalanya. Tiffany pun langsung bangun dari tempat duduknya dan Yoona pun mengikuti langkah Tiffany yang ingin keluar dari ruangan tersebut.

“Im Yoona? Kau mau kemana?” tanya Siwon yang melihat Yoona hendak pergi menghapus jejaknya Tiffany. YoonFany pun membalikan badannya karena panggilan Siwon tadi.

“Aku ingin ikut eonie, aku ingin menyelasaikan semua pekerjaanku” kata yoona yang langsung ingin membawa Tiffany keluar. Tiffany yang melihat raut wajah Siwonpun memahami apa yang dimaksud Siwon.

“kau disini saja nanti singamu itu mengaung” bisik Fany yang pastinya hanya didengar Yoona. Yoona hanya bisa pasrah dengan suruhan pimpinannya yang cantik itu. Tiffany pun akhirnya keluar ruangan Siwon, dan kini lagi-lagi hanya Yoona dan Siwon yang berada diruangan itu.

“kau kenapa?” tanya Siwon pada istrinya itu yang tampak cemberut dengan mengembungkan kedua pipinya.

“Huh! Aku lapar” jawab Yoona dengan Singkat namun nampaknya sangat pedas ditelinga jika dengan nada seperti itu.

“hm, Arraso. Aku akan meminta OB untuk mengirimkan makanan kesini.” Kata Siwon yang langsung memencet nomor diteleponnya.

“Coba dari tadi” lagi-lagi nada yang pedas dan terdengar dingin itu keluar dari mulut Yoona. Siwon yang tau dengan sikap istrinya itu hanya bisa tersenyum dan menarik tangan Yoona agar mengikutinya, Siwon pun membawa Yoona melihat pemandangan yang indah malam hari di Seoul yang tampak terlihat dari ruangan Siwon, Yoona yang masih kesal karena lapar hanya bisa diam. Siwon yang berada di belakang Yoona meletakan tangannya kepinggang Yeoja cantik itu

“Kau masih marah?” tanya Siwon, namun Yoona hanya diam menikmati keindahan kotaSeoul.

“Arraso” Siwonpun meletakan kepalanya dibahu Yoona dan menikmati bau khas Yoona. Yoona yang merasakan perlakuan itu tampak senang karena sejujurnya ia sudah lama tak merasa kehangatan seorang sosok Choi Siwon yang sangat sibuk dengan pekerjaannya.

“kapan makanannya datang?” tanya Yoona yang membuat Siwon berhenti bersandar di bahu itu.

“Molla, tunggu saja dulu chagi”

“Tapi aku sangat lapar” Yoona pun membalikan badannya menatap Siwon.

“Iya, aku tau chagi. Tadi aku sudah menyuruh mereka membelikan makanan untukku dan untukmu” Jelas Siwon sambil mengusap lembut pipi kanan yoja itu.

“Oppa?” panggil Yoona yang sepertinya ingin mengatakan sesuatu .

“nde, Wae?” Yoona membalikan tubuhnya menghadap Siwon

“Aku sangat merindukan moment  seperti ini” Yoona langsung memeluk Siwon, kini kehangatan tubuh dan debaran jantung masing-masing dapat terasa melalui pelukan ini. Siwon tersenyum, ia juga sangat merindukan moment seperti ini. Ia mengusap-usap lembut rambut yang bergelombang coklat itu.

“Saranghae” bisik Siwon,

“Nado Saranghae Sajangnim” kata Yoona yang langsung mencium pipi kiri Siwon.

~Tok.. tok..

Kini akhirnya makanan yang telah ditunggu-tunggu itu datang juga, tanpa pikir panjang Yoona langsung melepaska pelukannya dan  membukakan pintu tsb. Siwon yang melihat tingkah istrinya itu hanya tersenyum.

“Gomawo “ kata Yoona dengan senyum manisnya pada seorang OB disitu.

“ini untukmu” Yoona juga tak lupa memberikan sedikit imbalan kepada salah satu OB yang selalu membelikan makanan untuknya itu.

“akh, Ny. Kau ini selalu seperti itu. Tak usah aku ikhlas” kata salah satu OB itu yang langsung mengambil uang dari tangan Yoona dengan lembut.

‘ck, aku sudah tau kelakuanmu, katanya tidak tapi uangnya ttp diambil” kata yoona yang membuat OB itu tertawa dengan tingkahnya sendiri, karena selama ini ia jika disruh Yoona membeli makanan dan Yoona tak lupa memberi imbalan pada namja itu, Tapi ia selalu berkata menolak. Namun tangannya yang mengambil uang tsb.

“GomawoNy. Aku pamit dulu”

>>>

Yoona dan Siwon tmpak senang menikmati makanan mereka, kini Yoona menyuapi Siwon yang memang sudah menjadi kebiasaan Siwon jika ia sedang ingin bermanja-manja dengan Yoona.

Sekarang Siwon mengambil laptopnya dan mengerjakan pekerjaannya yang tadi sempat terbengkalai dengan kedatangan Yoona.

“Makan dulu Oppa” kata Yoona yang tampak kesal dengan tingkah Siwon yang selalu seperti ini, yang selalu makan sambil bekerja.

“aaaa” Siwon membuka mulutnya, itu berarti ia meminta suapan pada Yoona, tapi Yoona malah tak mempedulikan keinginan Siwon yang meminta padanya untuk disuap.

“Yah, Chagi ayolah…” Yoona menghabiskan makanannya  yang tadi sempat takn ia makan karena menyuapi Siwon. Ia pun dengan cepat memakan- makanan itu hanya dengan beberapa menit saja, itu pun makanannya sudah setengah habis.

“chagi~ya. “ rajuk Siwon yang meminta suapan dari Yoona seperti anak kecil yang meminta susu pada ibunya.

“makan saja sendiri, aku capemenyuapimu yang tak bisa diam.” Kata Yoona yang masih memakan makanannya, dan hanya 5 suapan lagi makanan itu habis.

“tapi aku ingin kau yang suapi” Yoona kini memakan 2 suapan terakhirnya dan tak mempedulikan Siwon yang dari tadi meminta suapan padanya.

“Yeobo Mianhae” Siwon kini meminta maaf karena tingkahnya yang sangat membuat Yoona marah.

“Yeobo~ya” Kini Yoona sudah menghabiskan makanannya dan ia tak lupa meminum air putih sebagai penutup. Siwon tetap kekeh meminta suapan dari Yoona,

“Jangan panggil aku Yeobo atau Chagi. Ini kantor” omong Yoona dengan kata yang seolah-olah sangat marah.

“aku direktur disini”

“hm, arraso. Sajangnim aku pamit dulu” Yoona pun langsung bangkit dari tempat duduknya, tapi dengan sigap Siwon menahan tangan mulus itu.

“Kau bawahanku, aku atasanmu. Jadi, aku belum menyuruhmu keluar” kalimat Siwon yang terdengar serius tersebut membuat Yoona mati kutu, karena kini ia harus mengikuti apa perkataan Siwon, yang notabenenya adalah atasannya yang harus ia patuhi.

“Aku minta maaf, lain kali aku takkan seperti ini lagi” kata Siwon pada Yoona, akan tetapi tampaknya Yoona menunggu kata-kata berikutnya dari suaminya itu.

“ aku ingin kau sekarang berada disampingku, karena kau juga tau kita jarang bersama seperti ini, aku merindukan saat kau marah padaku. saat menyuapiku makan karena aku selalu makan sambil bekerja. Kita hampir 2 minggu ini jarang mengahbiskan waktu bersama, sejujurnya aku sangat menyesal jika aku mengingat kau dan aku tak bersama walaupun hanya satu detik, bagiku satu detik denganmu sangat berarti. Aku tak mau menyia-nyiakan waktu satu detik itu, karena jika aku melewatkan itu. Aku adalah orang yang paling rugi didunia ini karena menghilangkan sesuatu yang sangat berharga untuk hidupku. ” Yoona tampak berkaca-kaca mendengar kalimat Siwon yang membuat hatinya tersentuh, Siwon pun membawa istrinya itu kedalam pelukannya.

“kenapa menangis?” tanya Siwon yang melonggarkan pelukan antara mereka dan mengangkat wajah Yoona yang tampak menitikan air mata.

“kau tau? aku tak suka jika ada cairan bening yang keluar melalui mata indah ini,” kata Siwon yang menghapus air yang datang melalui mata Yoona “ karena mata ini aku menyukai seorang Im Yoona, mata ini juga selalu membuat jantungku menjadi abnormal. Aku tak suka jika melihat air itu turun dari mata mu entah kau senang ataupun sedih, tapi yang aku tau setiap orang menangis itu pasti sedih dan setiap orang tersenyum itu pasti bahagia, aku selalu ingin melihat lengkungan bibir yang indah ini jika bertemu denganku apapun keadaanya.” Kata Siwon menatap Yoona dengan dalam.

“ Jika suatu saat nanti aku tak berdaya dan sampai aku tak bisa memelukmu dihari tua nanti, kau jangan takut. tanganku akan selalu menggenggammu dan aku akan selalu mengatakan ‘Saranghae’  setiap menit aniy.. akan aku usahakan setiap detik menyatakan itu” Yoona tersenyum dengan air mata yang masih membanjiri pipinya.

“Oppa, aku menangis bukan karena aku sedih, itu karena aku sangat-sangat bahagia mempunyai seorang suami yang sangat pengertian sepertimu, aku selalu berfikir saat kita berpacaran dulu, apakah aku bisa pacaran denganmu selama 1 tahun? Apakah aku bisa menghadapi seorang namja yang terkenal akan sifat Playboy nya? Apakah aku bisa menghilangi sifat itu? Apakah kau bisa membuatku merasa senang seperti yeoja lain yang selalu bahagia setiap mereka berpacaran? Apakah aku bisa melawan rasa cemburu saat banyak yeoja dulu mendekatimu? Apakah aku bisa merasakan bagaimana kasih sayang dari seorang pria yang aku cintai ? dan Apakah aku dapat merasakan bagaimana nanti kau melamarku? Apakah kau juga nanti akan menikah denganku? Itulah pertanyaan yang selalu aku pikirkan saat kita mulai pacaran 7 tahun yang lalu, awalnya aku tak yakin menjawab semua pertanyaan itu dengan kata ‘ya’. Namun, sekarang aku sudah bisa menjawabnya dengan kata ‘Ya’. Hanya saja satu pertanyaan yang membuat aku menjawab tidak”

“apa itu? “ tanya Siwon

Apakah aku bisa melawan rasa cemburu saat banyak yeoja dulu mendekatimu?  Aku tidak bisa menjawab ‘Ya’. Karena selama ini aku selalu cemburu”

“Gwenchana, aku menyukai itu”

“Oppa kau juga harus tau tak semua senyum menyatakan kebahagian. Karena terkadang senyum hanya sebagai hiasan untuk menutupi bahwa orang itu sedih agar orang disekitarnya tak mengkhawatirkannya, dan tangis juga sama , tak semua orang yang menangis  sedih, ittu juga bisa menyatakan kebahagian karena mereka tak tau harus mengekspresikan kebahagian mereka setelah tersenyum” kata Yoona yang membuat Siwon semakin menyayangi istri dihadapannya ini. Ia pun memeluk Yoona dengan erat dan tak mau melepaskan yeoja itu.

“Tetaplah disampingku sampai aku tak dapat lagi mengusap puncak kepalamu dan menyatakan ‘Saranghae’ setiap detik yang aku janjikan padamu tadi.” Yoona mengangguk dipelukan Siwon, Siwonpun mengecup kening istrinya tersebut dengan cinta.

>>>>

Setelah keluar dari ruangan Siwon, Yoona langsung menemui teman-temannya. Ia dengan langkah yang gontai dan matanya pun sudah sangat lelah.

“Yoong, lihatlah.. pertandingan dimulai” kata Eunhyuk yang sambil mengerjakan pekerjaannya.

“wah.. memangnya ini jam berapa sudah?” tanya Yoona yang sambil melihat jam dinding yang menunjukkan pukul 00.30.

“astaga, sudah lewat tengah malam ternyata” kata Yoona yang langsung mengambil tempat didepan TV.

“ eh.. cassilas tak main?” kata Ryewook yang juga fokus menonton pertandingan El Classico dalam ajang Copa Del Rey.

“Cassilas cedera selama 3 bulan, karena waktu melawan Valencia kemaren ia tak sengaja juga berbenturan dengan salah satu pemain Madrid” jelas Yoona yang memang sudah hapal dengan keadaan semua pemain inti sampai cadangannya.

“ooo…. Semoga saja Barca yang menang” kata EunWook.

“ck, semoga saja tidak” balas Yoona yang tak ingin klub favoritnya kalah.

“ish… kalian bertiga. Cepat lakukan tugas kalian masing-masing biar kita cepat selesai” kata Tiffany yang melihat ketiga anak buahnya sedang asyik menonton pertandingan antara Real Madrid Vs Barcelona.

‘aku sudah,, “ kata Eunhyuk sambil meyeruput kopi

“aku juga” Ryewook pun juga tak dapat mengalihkan pandangannya dengan pertandingan yang bergengsi tersebut bagi para Madridizta dan Barcelonanisti. Yoona yang melihat kedua rekannya yang telah selesai melakukan pekerjaannya hanya diam dan kini ia mengerjakan pekerjaan itu sendiri dengan ditemani Seohyun.

“ya.. yaa… akh.. sayang sekali.. padahal hampir saja Pedro mencetak gol “

“hey.. hey.. itu pelanggaran, kanapa wasitnya diam saja?”

“ya.. kenapa kau menabrak Messi?”

Itulah kata-kata yan keluar dari mulut EunWook yang membuat Yoona tak konsen, karena ia juga tampak menginginkan menonton pertandingan itu, namun itu harus ia urung karena pekerjaannya belum selesai.

“Oppa! Diamlah!” bentak Tiffany yang juga tak konsen mendengar ocehan dua namja itu. Dan itu akhirnya diam itu hanya sesaat dan mereka 2 lagi-lagi mengeluarkan suara mereka.

“Yoong, Seo. Kalian sudah selesai?” tanya Tiffany pada dua orang yangkini masih fokus menggambar.

“hm.. aku hanya akan membuat garis tepinya saja lagi” kata Yoona.

“ aku hanya membuat arsirannya saja lagi”

“baiklah, kalau begitu kalau kalian ingin pulang. Silahkan” kata Tiffany

Saat mereka sedang membereskan pekerjaan masing-masing, pintu mereka diketuk seseorang ~tok..tok..

“masuklah!” kata Tiffany yang membersihkan tumpukan kertas dimejanya.

“ Annyong!” sapa 2 orang namja yang mengetok tadi.

“ooh, Oppa” Tiffany tampak sangat senang karena sang suami kini menjemputnya,

“Sudah selesai yeobo?” tanya GongYoo pada Tiffany yang masih membersihkan beberapa kertas.

“sedikit lagi” jawab Tiffany dengan Eyesmilenya.

“Yuri mana?” tanya Yesung yang datang bersama GongYoo

“Molla, tadi katanya ia ingin membereskan punyanya juga” kata Tiffany.

“hey,, bagaimana pertandingannya?” tanya Yesung yang langsung menemui EunWook yang masih fokus menonton.

“eh.. Cassilas tak main?” tanya GongYoo yang heran saat melihat kipper Real Madrid

“dia cedera oppa” sahut Yoona dengan nada yang sedih. Bagaimana ia tak sedih, Cassilas adalah salah satu kipper terbaik dunia saat ini, dan ia juga terpilih sebagai Kipper terbaik di piala dunia tahun 2010.

“wah.. kalau begitu Barcelona dapat menang dengan mudah” kata GongYoo lagi yang membuat Yoona kesal.

“itu belum pasti”

“tenang saja, klub idola kita pasti menang” bisik Yesung pada Yoona.

“Oppa!” panggil Yuri yang baru masuk

“Sudah selesai?” tanya Yesung saat melihat istrinya itu.

“nde, kajja kita pulang” Yesung langsung mengangguk dan menghampiri istrinya tersebut

“ Yoona-ya kau dipanggil Sajangnim” kata Yuri saat ingin keluar dari ruangan tersebut.

“ nde, nanti aku akan menemuinya”

“ sekarang  Ny. Choi”

“iya, aku lagi membereskan pekerjaanku Kwon Yuri”

“eonie, Yoong,Seo, Oppadeul aku pulang dulu ya” pamit Yuri dan Yesung pada orang-orang diruangan itu.

“nde, hati-hati dijalan” kata Tiffany dan diikuti anggukan dari YoonSeo.

Setelah kepergiang Yuri, Tiffany pun juga menyusul.

“Oppadeul, kalia berdua tak pulang?” tanya Fany pada 2 orang yang kini menonton dengan tegang

“nanti setelah babak pertama selesai” jawab Eunhyuk.

“Seo, ingin pulang bersama?” ajak Fany, karena tampaknya Seohyun akan pulang sendiri, dan itu mungkin akan berbahaya untuk seorang yeoja yang belum menikah sepertinya.

“ bolehkah?” tanya Seohyun.

“kenapa tidak?”

“yasudah, aku ikut eonie saja.”

“Oppa, ayo pulang” kata Tiffany yang langsung mendapat anggukan setuju dari GongYoo.

“boy, aku pulang dulu” pamit GongYoo pada EunWook

“nde, hati-hati dijalan” kata Ryewook

“hey, cepat temui suamimu. Kenapa masih disini?” tanya GongYoo pada adiknya tersebut

“ iya,, ini juga mau kesana oppa” balas Yoona .

“eonie, aku temui siwon oppa dulu” pamit Yoona pada Tiffany dan ia pun tak lupa  berpamitan pada  EunWook dan Seohyun.

>>>

“ Wae?” tanya Yoona saat memasuki ruangan suaminya.

“Kau ingin pulang?” tanya Siwon yang ternyata juga menonton pertandingan antara Real Madrid vs Barcelona.

“nde..” kata Yoona yang mengucek-ucek matanya dan menguap sesekali.

“ Kau tak menonton?” tanya Siwon

“hm, tadi aku juga nonton diruangan kami” jawab Yoona yang langsung duduk disofa, dan duduk disamping namjanya itu, ia menyenderkan kepalanya pada bahu Siwon.

“Kau mengantuk?” tanya Siwon yang langsung membenarkan posisi ia dan Yoona, agar Yoona juga merasa nyaman. Ia langsung merangkul Yoona dan meletakan kepala Yoona didada bidangnya. Yoonapun melingkari tangannya dipinggang Siwon.

“ingin taruhan?” tanya Siwon sambil mengusap rambut istrinya.

“ck.. aku lagi tak punya uang” kata yoona yang mulai ingin menutupkan matanya.

“memangnya selama ini kita sering taruhan uang?”

Yoona menggelengkan kepala

“lalu?” tanya Siwon yang menatap istrinya itu dengan memicingkan matanya.

“mungkin saja kau ingin berfikiran seperti itu” jawab Yoona dengan santai. Siwon masih dengan pokus menonton pertandingan itu, kini waktu permainan sudah memasuki menit ke 28

“Sudah sangat ngantuk?” tanyanya melihat istrinya yang berada di dadanya

“nde, jeongmal” jawab Yoona dengan nada yang lemas dan sudah hendak menutupkan matanya

“taruhan dulu,”

“taruhan apa yang kau inginkan?”

“ siapa klub yang mencetak dulu, ia akan memenuhi permintaan pendukung klub itu.” Kata Siwon

“siapa takut..”

“Kajja” Siwonpun langsung mematikan TVnya dan menggendong Yoona ala bridel Stile.

“yak! Oppa! trunkan aku” kata Yoona

“diam.. nanti kau jatuh”

>>>

Siwon mengemudi mobil dengan kecepatan yang sedang, kini jalan raya di Seoul sudah tampak sepi dan sangat mudah untuk menaiki gas jika ingin cepat seperti Jorge Lorenzo yaitu salah satu pembalap terbaik dunia dari Spanyol tepatnya di Barcelona. Tapi, kalau ia mengemudi seperti Lorenzo habis ia dimarahi istrinya yang kini sedang tegang menonton pertandingan. Tadi Yoona memang sudah hampir tertidur, hanya saja saat ia mendengar suara komentator dari tv kecil yang berada dimobil Siwon. Matanya langsung terbangun saat komentator berkata ‘ ya.. kini Ronaldo menggiring bola itu tampak sangat mudah , tapi.. apakah ia dapat menerobos tembok dari Puyol dan Pique? Ya.. yaa… Cristiiaanooo!!! Oh.. Tidak, bolanya membentur tiang…’ Itulah kata-kata yang membuat Yoona langsung menonton pertandingan itu lagi.

“Kau tak melanjutkan tidurmu?” tanya Siwon yang masih fokus dengan kemudinya.

“huh.. aku sangat ingin tidur, tapi.. bisakah kau matikan? Aku tak konsen tidur jika mataku masih terkena cahaya dari Tv mu itu.”

“arraso, hm.. tidurlah” kata Siwon yang langsung mematikan Tvnya.

>>>

Setelah sampai Siwon langsung melihat istinya, Yoona tampak damai dengan mimpi yang menemaninya, Siwon jadi tak tega jika harus membangunkan istrinya tersebut. Ia pun lalu membuka pintu mobilnya dan keluar, setelah itu ia berjalan kesamping dan membuka pintu mobil yang mana ada Yoona disitu. Siwon langsung mengangkat tubuh Yoona ala bridal stile, tapi ternyata Yoona terbangun saat Siwon mengangkat tubuhnya.

“Gomawo ahjussi” kata Siwon pada seorang pekerja disana karena telah membukakan pintu dan menyimpan mobilnya ke garasi
”Oppa..” katanya yang sambil mengusap-usap matanya.

“Mianhae, aku membangunkanmu” kata Siwon yang tak enak pada istrinya itu.

“aniy, Oppa aku tak apa, turunkan saja aku.” Kata yoona meminta pada Siwon.

“hsst.. kau diam saja. Bukakan pintunya” Suruh Siwon pada Yoona saat hendak memasuki kamar mereka. Siwon langsung menurunkan tubuh Yoona ke Sofa yang berada dikamar mereka.

“Kau mandi dikamar mandi, aku akan mandi diluar” kata Siwon yang langsung mendapat anggukan dari Yoona, dan mereka memasuki kamar mandi yang telah dikatan Siwon tadi. Setelah beberapa saat ternyata Siwon lenih dulu dan kini ia mencari bajunya yang berada di lemari. Stelah selesai mencarinya, ternyata ia memilih baju putih yang berlengan pendek dan celana pendek.

Ia pun lalu menghidupkan tvnya untuk melanjutkan menonton laga El Classico. Saat Siwon menghidupkan Tv ternyata babak pertama sudah selesai dan kini ia menunggu babak kedua. Saat Siwon sedang asyik menunggu babak kedua, Yoona keluar dari kamar mandi dan langsung memilih baju tidurnya, setelah ia memakai bajunya ia menghampiri meja riasnya yang tak jauh dari lemarinya. Yoona mengambil hairdrayer untuk mengeringkan rambutnya dan memakai krim pada wajahnya sedikit. Setelah melakukan itu ia menghampiri Siwon yang menunggu babak kedua, Yoonapun memeluk leher Siwon dari belakang, Siwon yang merasakan itu melirik istrinya yang kini berada di bahunya.

“Sudah main? Berapa score babak pertama?” tanya yoona

“molla, aku juga baru saja nonton, Sini kau.. “ kata Siwon pada Yoona agar yoona duduk disampingnya.

Siwon menatap istrinya yang tampak ketakutan itu saat wajah Siwon kini mulai mendekati wajah Yoona.

Siwon langsung mencium istrinya itu dengan napsu, ia pun melingkari tangannya di pinggang Yoona, Yoona yang mendapat perlakuan itu tampak kewalahan karena Siwon tak sedikitpun memberikan oksigen untuknya, terkadang ia ingin melepas pautan itu, namun tanaga Siwon tetap tak dapat ia lawan, tapi Yoona tetap berusaha agar ia dapat melepaskan ciuman panas ini. Namun, tampaknya itu tak berhasil karena Siwon semakin memperdalam ciuman mereka. Yoonapun akhirnya memukul lengan Siwon, Siwon yang mengetahui itu melepaskan kontak bibirnya dengan Yoona , dan kini ia bergerilya di leher jenjangnya Yoona.

“Op.. pah.. sudah.. dulu” kata Yoona sambil dengan desahannya. Siwon pun mengangkat tubuh Yoona dengan mengalungkan kaki Yoona dipinggangnya. Pautan bibir mereka pun tak lepas. Kini, Yoona sudah pasrah dengan perlakuan Siwon. Siwon memeras pantat *aduh maaf nggak sopan* Yoona saat membawa Yoona ke ranjang.

“ah..” desah Yoona

“akh… Opp.. pah..” desah Yoona lagi saat Siwon memasuki tangannya ke baju Yoona dan mengelus perut Yoona. Siwon langsung meletakan Yoona ke ranjang, Siwon pun langsung kembali ke bibir yeoja itu, dan Yoona kini tak dapat menghindar karena sentuhan Siwon sudah membuatnya terbawa akan permainan ini.

Siwon memasuki lidahnya dan mengabsen deretan gigi Yoona, tangan Siwon kini berusaha melepaskan pakaian atas Yoona, sedangkan Yoona hanya mendesah serta tangan kirinya memeluk leher Siwon agar memperdalam ciuman mereka dan tangan kanan Yoona terkadang meremas kuat seprai ranjang. Kini Siwon melepaskan retsleting yang berada disamping tubuh Yoona dan sontak kini telihatlah tubuh indah Yoona yang gunungnya masih dilindungi oleh kain. Yoonapun tak mau kalah, ia juga terkadang terbawa suasana oleh perlakuan Siwon terkadang ia mengelus ABS siwon dan itu pasti membuat Siwon sangat terangsang, Siwonpun melepaskan bajunya dengan cepat, kembali menyentuh kulit indah Yoona dan melukis beberapa tanda disana. Ia pun membuka bra yang masih berada di tubuh Yoona, setelah terbuka ia langsung melahap 2 gunung itu.

“ akh… hm…” desah Yoona saat Siwon mengisap sesuatu yang lebih menonjol di gunung milik Yoona, dan nipple itu memang sangat menggoda bagi Siwon. Kini tangan kanan Siwon sudah mulai aktif untuk melepaskan celana milik Yoona dan tangan Kirinya melepaskan meremas-remas salah satu gunung milik Yoona.

Siwon pun juga melepaskan celananya, dan disana dapat terliahat milik Siwon yang sudah sangat menegang.

Namun, Siwon tak mau terburu-buru untuk memasukan miliknya ke tempat Yoona, karena jika di masukkan pun harus perlahan dan hati-hati, karena Yoona masih sering merasa kesakitan. Sekarang Siwon melepaskan celananya dan Kini Siwon melepaskan cD milik Yoona dan miliknya. Ia tersenyum dan menatap Yoona  yang tampak kewalahan dengan serangannya malam ini. Sekarang ia melakukan dengan lembut mulai mencium kening Yoona, hidung, pipi , mata, bibir, payudara , perut dan sampai ia di tempat masuknya junior. Namun, kini ia kembali mencium bibir Yoona dengan lembut dan tak lama menjadi bernafsu lagi. Yoona pun meremas rambut Siwon dan mengelus punggung Siwon dengan lembut.

“akh.. Op..ppaah” desah Yoona lagi.

“hm..’ Yoona tak dapat melepaskan semua kenikmatan ini, Kini Siwon bermain lagi dilehernya.

“pel..lan.. pel..lan hh.. hhhh” kata Yoona lagi saat Siwon mengisap leher Yoona, lalu bibir Siwon menuju nipple Yoona. Siwon tampak seperti anak bayi yang meminta Asi pada Yoona, namun siwon tak mau berlama- lama disana dan menuju perut Yoona. Ia pun menuruni perut indah itu dan ia pun langsung  menjilat miss V Yoona yang tampak sudah basah saat Yoona orgasme yang tak tau Siwon kapan cairan itu keluar, dan perlakuan itu tambah membuat Yoona menggelinjang , ia pun menggapit kepala Siwon diantara pahanya.

“akh.. “ desahnya, Siwon terus bermain disana dan kini ia mengemut itu bagaikan permen, namun ternyata saat Siwon mengemut ada sebuah air yang berwarna putih yang keluar, Siwon tak terkejut malah ia mengisapnya dan meminumnya. Tapi, berbeda dengan Siwon. Yoona terlihat lemah dan kini ia masih mersa geli dan menggelinjang hebata saat Siwon bermain dimiss V nya.

Saat Siwon sedang menikmati miss v nya Yoona ternyata ia tak sengaja menggigit milik Yoona dan pastinya itu membuat Yoona kesakitan

“Aww….” Teriak Yoona saat Siwon menggigit Miss V miliknya dan ia pun terduduk. Siwon yang menyadari itu langsung mengangkat kepalnya.

“Oppa. Apa yang kau lakukan? Kenapa kau menggigitnya?” tanya Yoona yang masih ngo-ngosan.

“Mianhae aku tak sengaja” kata Siwon yang memegang pipi istrinya. Ia pun memeluk istinya itu dan kini mereka berbaring.

“Boleh aku lakukan sekarang?” tanya Siwon, yoona yang tahu maksud Siwon hanya mengagguk tersenyum. Siwon yang mendapat itu langsung beralih keatas badan Yoona dgn kanan kirinya sebagai tumpuan badannya dan tangan kanannya memandu Juniornya untuk masuk.

“kalau sangat sakit katakanlah” kata Siwon,

“nde” balas yoona yang kini tangannya memeluk Siwon , Siwon mulai menuju kan tempat itu, kini kepala junior sedang dalam proses untuk memasuki di Miss V nya. Namun tangan Yoona sudah aktif mencakat punggung Siwon dan terkadang memeras seprai.

“akh pel..lan.. pel…lan Opp..pah” kata Yoona yang tampak menahan rasa sakit, kini seperempat tubuh junior suidah masuk. Tapi, Yoona hanya merasa kesakitan dan mencakar tubuh Siwon.

“aw,,”

“Appo?” tanya Siwon pada istrinya itu yang terlihat matanya juga sudah berair karena itu

“nde” jawab Yoona

“aku akan melakukannya sepelan mungkin. Jadi, bertahanlah” kata Siwon lagi sambil mencium kening Yoona, Siwon lalu melanjutkan pekerjaannya.. namun suara Yoona  yang kesakitan membuat Siwon jadi tak tega.

“aw…hisk”  jerit Yoona yang kini tubuh junior sudah setengah masuk. Siwon langsung mencium bibir Yoona dan meremas payudaranya agar Yoona dapat menghalau rasa sakit itu melalui ini.

~Jleb

Akhirnya Junior sudah mersakan kehangatan dari Miss Vnya Yoona. Dengan perlahan Siwon menggerakkan Juniornya setelah diam beberapa saat setelah masuk.

“hm…” kini suara desahan Yoona terdengar kembali. Siwonpun memajukkan Juniornya beberapa kali

“Akh… ish..” desah an mereka berdua memenuhi kamar. Saat Siwon memaju mundurkan miliknya ternyata Yoona mengelus ABS Siwon yang itu membuat Siwon menaiki kecepatan dalam memaju mundurkan itu, namu ternyata Yoona tak dapat menyamai kemampuan Siwon kali ini karena terlalu cepat dan Yoona pun mersa kesakitan. Lalu, Yoona , merasa ada sebuah benda dibawah sana yang berkejut,

“ aku mau keluar” kata Yoona yang tau sudah dengan alur ini.

“hm, kita keluarkan bersama” dalam beberapa detik cairan mereka berdua keluar secara bersama yang memasuki rahim Yoona.

“ kau merasakan kesakitan? Mianhae” tanya Siwon yang tak sadar bahwa Yoona sempat menitikan air mata

“Gwenchana” kata yoona yang tak nyaman jika  Siwon selalu minta maaf setelah bersetubuh dengan Yoona..

Kini Siwon memeluk yoona yang berada dipelukannya, ia tak lupa mencium kening istrinya itu dan begitu pula Yoona mendapat perlakuan itu terlihat sangat senang.

“tidurlah” kata Siwon. Yoona yang mendengar itu merasa bersalah, karena selama ini memang ia selalu melakukan ini jika Siwon menginginkan tubuhnya. Namun, ia tak pernah membalas perlakuan itu ke Siwon.

Yoona bangkit dan memindahkan tubuhnya ke atas tubuh Siwon.

“Wae yeobo?” Tanya Siwon melihat istrinya yang Nampak jelita. Yoona hanya tersenyum dan langsung mencium bibir Siwon dengan lumayan bernapsu, Siwon yang baru pertamakali mendapat perlakuan ini dari Yoona Nampak terkejut. Siwon tak mau kehilangan kesempatan ini ia pun membalas perlakuan Yoona dengan tangannya berada dipunggung Yoona dan mengusap pelan.

“hm..” desah Siwon, Yoona langsung melepaskan pautannya pada Siwon. Kini bibir Yoona berada di dada bidang Siwon, ia mencium satu-persatu sixpack yang ada disana. Lalu kembali keleher Siwon. Setelah disana ia pun langsung memberanikan memegang Junior Siwon ke liangnya. Tapi, ia malah kesakitan dan menitikan air matanya. Yoona tetap berusaha dengan mencium bibir Siwon sekarang namun, tetap tidak bisa. Siwon yang merasa kesakitan pada Yoona langsung melepaskan bibir mereka dan  melepaskan juniornya yang barus seperempat masuk di liangnya Yoona, ia langsung meletakkan Yoona disampingnya

“Apa yang kau lakukan?” Tanya Siwon mengusap air mata dipipi Yoona.

“aku hanya ingin memuaskanmu, tapi nampaknya aku tak bisa” kata Yoona menunduk tak berani menatap mata Siwon.

“hus.. kau selalu memuaskanku chagi, sudahlah ayo kita tidur”

“tapi, pertandingannya?” tanya Yoona.

“ besok masih ada beritanya”

>>>

Yoona berkali-kali keluar masuk kamar mandi, hari ini ia tak dapat bekerja karena tadi pagi ia merasa pusing, dan sekarang ia mual. Wajah Yoona sudah tampak pucat dan ia pun hampir tak berdaya jalan lagi, ia segera ke ranjangnya untuk merebahkan diri. Namun, hanya beberapa saat ia baring, perutnya lagi-lagi merasakan sesuatu yang akan keluar, ia pun  langsung berlari ke kamar mandi.

“Hoek.. hoek..” tapi yang keluar hanya saliva saja, makanan yang tadi ia makan sudah semuanya keluar. Ia pun duduk didekat bath up. Yang mengatur napasnya karena tadi ia merasa susah bernapa karena mual. Setelah merasa mendingan ia kembali ke kamarnya dengan langkah yang lemas. Saat Yoona memasuki kamar, ternyata Siwon sudah pulang dari kantornya. Siwonpun menghampiri istrinya itu yang tampak sangat pucat.

“Kau taka pa Chagi?” tanya Siwon pada istrinya tersebut, Yoona hanya mengangguk tersenyum, namun sedetik kemudian ia mersakan mual yang begitu luar biasa. Yoona pun kembali kekamar mandi dan langsung ingin mengeluarkan semua isi perutnya.

“Hoek.. hoek..” Yoona tetap tak mengeluarkan apapun, Siwon yang melihat itu pun langsung berada disamping istrinya dan mengusap pelan punggung Yoona.

“hoek..” tak ada satu pun yang keluar selain saliva dari mulut Yoona. Setelah sudah lumayan Yoona kembali duduk seperti biasa. Siwon yang melihat istrinya sekarang tampak tak tega melihat istrinya itu yang sangat pucat dan mungkin sangat merasakan kesakitan ditubuhnya.

“Gwenchana?” tanya Siwon yang menunduk dihadapan Yoona, tapi lagi-lagi Yoona merasakan mual itu.

“Hoek..” Siwon pun dengan setia berada disamping yeoja cantik tersebut, dan lagi-lagi Yoona sudah merasa nyaman.

“Oppa.. hiks,,” Yoona langsung memeluk Siwon, ia merasa sudah sangat kesakitan dengan penyakit ini.

“;huss,, kau dari tadi mual chagi?” tanya Siwon sambil mengusap punggung istrinya itu.

“nde.. hiks.. Appo~yo” kata Yoona disela-sela tangisannya dipelukan Siwon.

“Ya sudah, kalau kau merasa sangat kesakitan kita kedokter saja, hm?” tanya Siwon , namun tmapaknya Yoona tak mau.

“Wae?” tanya Siwon yang masih memeluk Yoona yang masih merasa kesakitan dan menangis

“ Aku tak mau, aku sangat lelah dari tadi aku bolak balik kamar mandi hiks,, sudah hampir 20 kali” kata Yoona yang dari tadi masih dipelukan Siwon,

“Ya sudah, kalau begitu besok kita kerumah sakit, Ottokhae?” Siwon merasakan bahwa Yoona kini mengangguk berada dipelukannya.

“Oppa” panggil Yoona

“Wae Chagi?”

“Aku mau masuk, tapi aku mau digendong” kata Yoona yang mendapat anggukan dari Siwon.

“Arraso” Siwon mengangkat Yoona ala bridal stile menuju ranjang yang memang tak jauh dari kamar mandi tersebut. Dengan perlahan Siwon meletakkan  Yoona agar yeoja itu tak merasa sakit.

“Kau tiduran saja, aku mau mandi dulu” Saat Siwon ingin kekamar mandi, Yoona menahan tangannya.

“Waeyo Chagi?” tanya Siwon dengan lembut sambil mengusap puncak kepala yeoja itu.

“Temani aku tidur” pinta Yoona, Siwon hanya tersenyum dan berkata “ Aku mandi dulu, setelah aku mandi baru aku menemanimu” Siwon langsung mengecup kening yeoja tersebut dan segera pergi ke kamar mandi, karena ia sudah sangat lelah dan ingin menyegarkan badannya. Terlihat dari raut wajah Yoona bahwa ia kecewa dengan tingkah Siwon barusan, ia menitikan air matanya. Karena kali ini ia merasa bahwa Siwon meninggalkannya dan tak lagi mempedulikannya, ia langsung keluar kamar dan pergi ke kamar yang di khususkan untuk tamu, Yoona langsung memasuki ruangan itu dan menangis sepuasnya. Dilain tempat Siwon yang selesai mandi pun langsung mencari Yoona, karena ia tak melihat Yoona di tempat tidur mereka. Siwon dapat mendengar suara tangis Yoona yang berada di kamar tamu. Ia pun membuka pintu tersebut, ternyata benar Yoona berada dikamar tersebut. Siwon pun langsungg menghampiri istrinya tersebut.

“Chagi~ya kenapa disini? Ayo kita kekamar” Siwon memegang lengan yeoja itu tapi ditangkis oleh yoona.

“ Kau tak perlu memperhatikanku sekarang” kata Yoona dingin dengan air mata yang masih tampak membanjiri pipinya.
” Sudahlah, jika kau tak mencintaiku lagi katakanlah” perkataan Yoona tadi membuat Siwon terkejut.

“Kenapa kau berkata seperti itu? Aku sangat mencintaimu Yeobo bahkan rasaku padamu dari pertama kita pacaran sampai sekarang masih tetap sama” kata Siwon yang tampaknya bingung dengan keadaan Yoona yang sangat aneh sekarang.

“Bohong!” teriak Yoona yang membuat Siwon terlonjak dengan teriakan Yoona.

“Aku tak bohong Yoona”

“Tapi kenapa tadi kau tak mau menemaniku tidur? Bukankah itu berarti kau tak mencintaiku lagi!” teriak Yoona yang histeris dengan air mata yang sangat deras. Yoona yang memang dari tadi terduduk menyembunyikan wajahnya ke lututnya, Siwon yang juga memang menyamai tingginya dengan Yoona.

“Aku tak bermaksud deperti itu, aku ingin mandi karena aku kecapean dan makanya tadi aku juga mandinya cepat* agar aku bisa menemanimu” Siwon dari tadi terus memberikan penjelasan namun Yoona tetap berpikir bahwa Siwon sudah tak mencintainya lagi.

‘Aigoo, kenapa kau seperti ini? Aku sudah capekau jangan tambah membuatku cape Im Yoona, dari tadi tingkahmu sangat aneh, kau tau aku sudah sangat capebekerja dank au sekarang membuat tingkah yang aneh” kata Siwon yang mulai terpancing emosi dengan tingkah yoona yang dari tadi tak dapat ia mengerti.

“Mwo? Aku aneh?” tanya yoona heran

“nde, kau sangat aneh malam ini, sikap mu sangat berbeda, tadi pagi kau tak seperti ini.kenapa sekarang berubah?” bentak Siwon

“Kau memang sudah tak mencintaiku” kata Yoona pelan dan lagi-lagi menangis karena dibentak Siwon.

“Yak! Aku tak mengatakan bahwa aku tak mencintaimu!” teriak Siwon yang sekarang emosinya sudah meningkat. Yoona yang mendengar itu langsung diam. Ia pun berdiri dan meninggalkan Siwon

“mau kemana lagi Yoong?” tanya Siwon.

“Aku takut” kata yoona dengan nada suara gemeteran. Siwon yang mengetahui itu langsung berdiri, ia sadar bahwa tadi ia memarahi Yoona sehingga membuat yeoja itu takut.

“Aku takut hiks..” kata Yoona yang masih mengulangi kata itu dengan gemetaran.

“Kau tidak mencintaiku lagi hisk..” Siwon pun kini merasa bersalah karena sekarang ia membuat Yoona merasa ketakutan. Ia pun langsung memeluk yeoja itu dengan erat.
”Aku takut” kalimat itu masih keluar dari mulut Yoona, Siwon masih memluk yeoja itu.

“kau membentakku Choi Siwon” Lagi-lagi kalimat itu membuat Siwon semakin merasa bersalah.

“Kau jangan takut sayang..Aku sangat mencintaimu Yoona” Siwon terus menenangka Yoona yang masih menangis gemetaran.

“Aku ada disini Yoong!” ia masih mersakan bahwa masih merasa ketakutan dengan sikpanya yang tadi. Siwon langsung melonggarkan pelukannya dan mensejajarkan wajahnya dengan Yoona. Ia menatap dalam yeoja tersebut begitu pula Yoona yang menatap Siwon.

“dengarkan aku, aku sangat mencintaimu. Bahkan jika kau menyuruhku mencintaimu sampai 100 tahun lagi aku akan siap. Mianhae, tadi aku membentakmu dan itu membuatmu takut., aku tak bermaksud seperti itu aku hanya ingin kau berhenti menangis dan kita tidur kekamar kita, karena sekarang kau sakit sayang” Jelas Siwon , Yoonapun langsung memeluk Siwon kembali.

“hus… aigoo chagi, berhentilah manangis” Siwon dari tadi mengdusap punggung Yoona dengan maksud menenangkan yeoja itu.

“Oppa, aku takut…”

“Arraso, Mianhae chagi tadi aku terbawa emosi. Kau ingin tidur?“ tanya Siwon pada istrinya itu dan kini yeoja cantik itu hanya mengangguk karena ia tak dpat berkata apa-apa lagi karena kecapean menangis. Siwon langsung mengangkat Yoona ala bridal stile.

“ Tidurlah, aku akan menemanimu sampai kau terbangun” kata Siwon dan Yoonapun mengangguk.

“Ayolah sayang berhenti menangis” kata Siwon yang masih setia memeluk yoona dan menghapus air mata ittu.

“nde, aku akan berhenti menangis Oppa, tapi oppa janji tetap mencintaiku dan berhenti memarahiku”

“tanpa kau suruhn aku akan melakukannya”

“Oppa” panggil Yoona lagi.

“nde?”

“Gomawo kau telah mencintaiku selama ini. Terimakasih kau selalu meluangkan waktu mu untuk menjagaku, dan oppa kau tau aku sangat bahagia mempunyai suami sepertimu, jika kita sudah tua nanti ragaku tak dapat membalas semua perlakuanku padamu, itu bukan karena aku tak mencintaimu, hanya saja aku tak dapat lagi mengatakan apapun dengan kata-kata dan perlakuanku karena aku sangat mencintaimu. Aku juga akan selalu menggenggam tanganmu jika kita nanti tak dapat memeluk satu sama lain, dan aku juga akan mengakatakan ‘nado saranghae’  setelah kau mengucapkan ‘ saranghae ‘  padaku, dan akan selalu disampingmu mulai kau sarapan pagi sampai tertidur lelap sambil memelukku.” Siwon mendengar itu matanya berkaca-kaca.

“Oppa, kau jangan menangis” kata Yoona mengelus pipi Siwon dan mengusap air mata yang berada di pipi Siwon.

“Gomawo kau telah menerima lamaran ku waktu itu” Yoona mengangguk dan kali ini ia mencium bibir Siwon dengan Singkat.

“ Good night “ kata Siwon mencium kening Yoona, yang sudah menjadi tradisi bagi mereka.

“ nde, mimpi indah Oppa”

>>>

“ Tn. Selamat istri anda hamil” Siwon yang mendengar itu merasa sangat senang akhirnya kini ia mempunyai calon anak dan ia akan menjadi seorang Appa.

“oppa, aku hamil” kata Yoona yang tampak sangat senang dengan pernyataan dokter tersebut.

“dok. Kemaren aku mual-mual terus dan kepalaku juga pusing. Apakah itu taka pa?”

“itu memang dialami orang yang sedang hamil, dan mungkin itu akan terjadi selama umur kandunganmu sampai 4 bulan” kata dr. menjelaskan pada Yoona

“kau juga harus banyak istirahat dan makan teratur, jangan melakukan pekerjaan yang berat”

“nde.”

“kau harus menjaga istrimu Tn. Agar ia taka pa-apa. Ah iya, biasanya dalam umur kandungannya 4 bulan dia bisa dibilang mengalami ngidam, dank au jangan heran kalau permintaannya dan tingkah lakunya aneh, itu terkadang bisa bawaan sang bayi”

“nde, gomawo euisa”

>>>

“ Saranghae, aku tak tau sudah berapa kali aku mengucapkan itu padamu, mulai kau terlelap dipelukanku sampai kau terbangun yang masih dipelukanku. Aku harap kau akan tetap disampingku sampai ragaku tak dapat lagi menggapai ragamu, dan aku akan selalu seperti ini sampai kita tak dapat berbalasan antara ‘ Saranghae’ dan ‘Nado saranghae’ diantara kita masing, di dunia ini hanya kamu satu-satunya kegembiraan hidupku, jiwaku akan selalu ada untuk sampai kapanpun itu. Aku akan selalu mengecup keningmu sebelum kau tidur dan bangun pagi, aku akan mengatakan ‘Saranghae’ setiap detik kepadamu, aku akan memelukmu saat kau tertidur sampai terbangun. Aku akan selalu tersenyum setelah aku merasakan masakanmu. Terimaksih selama ini kau telah mau menjadi seorang istri dari Choi Siwon, aku sangat berterimakasih pada Tuhan karena telah memberikan istri yang selalu membuatku bahagia. Saranghae Im Yoona”

“ Sungguh sekarang aku tak tau ingin mengatakan apa, yang ingin aku katakana padamu hanyalah ‘ Terimakasih’ aku tau itu pasti tak cukup karena selama ini kau selalu ada sebelum aku tidur dan ada saat aku bangun, kau selalu mengakatan ‘ Saranghae’ setiap waktu dan aku selalu mengatakan ‘Nado Saranghae’, Kau selalu tersenyum dengan hasil masakanku ,Ingatlah suatu saat nanti saat kau terbangun aku akan selalu tersenyum, aku akan lebih dulu mengatakan ‘Saranghae’. Gomawo kau dulu mau melamarku, sekarang aku berterimaksih karena kau telah mau menjadi Suami dari Im Yoona. Semoga jika suatu saat nanti kita terpisah, aku harap hanya maut yang dapat melakukan itu, dan aku harap di Surga aku akan bertemu lagi denganmu. Nado Saranghae Choi Siwon”

END

Gomawo,, yang udah baca and Coment. Bagaimana NC nya? Mianhae kalau kurang hot, coz ini pertama bagi aku, habis baca ini minta ampun sama Tuhan ya.. minta dosanya jangan ditambah gitu hahaa… kalau banyak yang respon aku udah bikin sequelnya. And aku post.. itu juga kalau ada yang baca kalau nggak ada yah,., nggak jadi…J sekali lagi maaf ya, kalau kalian habis baca ff ini  dosanya nambah #apalagi aku yg bikin. Kalau mau kontakan sama aku silahkan follow twitter aku*nunjuk atas. See you next time..

Tinggalkan komentar

137 Komentar

  1. Evi

     /  Agustus 2, 2014

    Cerita bgus eonni walaupun ada nc sh ^^

    Balas
  2. Yoona jadi sensitive karena tanpa di sadari bawaan hamil, hahaha………

    Balas
  3. romance bgtttt…ak terharu thor,sequelny dong thor…cinta sejati mg bnr2 ada,yoowon forever.keren thor ffny.

    Balas
  4. ayhu

     /  Oktober 12, 2014

    Akhirx Yoona hamil jg, tp Yoona jd sensitif skali,
    Yoonwon romantis bgt

    Balas
  5. Choi Han Ki

     /  Oktober 17, 2014

    Hamil yoona jadi sensitif bgtt, di tinggal mandi aja langsung ngambek.. Aduh2 ibu hamil ada2 aja 😀

    Balas
  6. chela

     /  November 1, 2014

    wooowwww nc..

    Balas
  7. hyun hyerin

     /  Desember 27, 2014

    uda keren binggo tinggal baca sequel nihh

    Balas
  8. Waah …ff.a romantis bnget…sy ska2..

    Balas
  9. satu kataaaa *Kereennnnnn >.<

    Balas
  10. marsiah

     /  Maret 2, 2015

    Yoonwon swiett banget,yoona jadi sensitif karna dia hamil ternyata.daebak ff nya

    Balas
  11. utycoyumy

     /  April 15, 2015

    kya!! ceritanya sweet banget.. btw gak ada sequelnya nih… Yoonwon jjang pokoknya keren author

    Balas
  12. ff nya bagus… yoonwon forever

    Balas
  13. Hendra Choi

     /  Oktober 19, 2016

    Ugh ga tahan bener bacanyaa

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: