[FF] We are Family (Chapter 6)

Cover We are FamilyTitle: We are Family (Chapter 6)

Type: Sequel (I Love You, Choi Songsaenim)

Genre: Romance, Family, Marriage Life

Rating: PG 15+

Author: Choi Mutie OeziL / Fb: Mutii Ann ChaeGyeong

Main Cast:

  • Choi Si Won (SJ)
  • Im Yoon Ah (GG)

Other Cast:

  • SuGen Couple (SJ + GG members)
  • Choi & Im’s Family
  • Yoon Eunhye
  • Choi Minho (SHINee)
  • Etc

Backsound: How Great Is Your Love  (By: SNSD)

Author Notes: Annyeong Nited’sku..:) Mianhae kalo lama, hehe~,~ pada galau yah?? Daripada galau mending baca aja part 6 ini, hehe~, don’t forget RCL n’ nie FF jelek apa gak don’t copas, karena kalo ada yg copas, saya akan tuntut sampai ke meja hijau atas pelanggaran HAK CIPTA (UNDANG-UNDANG NOMOR 19 TAHUN 2002 TENTANG HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL) dan anda bisa dipenjara plus dikenakan denda bermilyaran rupiah.. soo, tolong hargai semua author di YWK ini.. okhey??^^~,~ HAPPY READING dear Nited’s..>3<

 

**~~~**

Aku benar-benar merasa kehilanganmu saat kau pegi jauh meninggalkanku, hari-hari yang kulalui sunyi sepi tanpamu..

Aku menyesal, sungguh menyesal..andai saja waktu bisa kuputar kembali maka takkan kubiarkan kau pergi..

Andai saja kata-kata perpisahan itu tak pernah terucap dari bibirku ini mungkin kita takkan sesakit ini..

Aku benar-benar menyesal sayang, maafkan aku..aku makin mencintaimu dan semakin sulit untuk melupakanmu kala kau pergi jauh..

Kembalilah sayang, aku membutuhkanmu..kedua permata hati kita membutuhkan sosok ayah sepertimu..

Apakah aku begitu jahat memisahkan kau dan mereka hingga kau tak berada disamping mereka menemani mereka menikmati tahap perkembangan mereka?

Saat kau pergi aku jadi makin sadar kalau hanya kaulah yang kucintai..hanya dirimu Choi Siwon..

Oppa..kembalilah sayang, kembalilah suamiku.. kumohon kembalilah Dosen Choiku.. I Love You…..

>>>

4 Tahun Kemudian……………

Mendung Menggantung, langit kota Seoul menjadi hitam pekat menuju gelapnya suasana siang hari ini yang tak bersahabat. Namun walau begitu, sosok ibu muda nan anggun itu masih dengan setia menunggu kedua buah hatinya yang sedikit lagi akan keluar kelas. Yah..sekarang ini ia sedang berdiri di basement sekolah taman kanak-kanak “Children Playgroup Seoul”. Sesekali ia tersenyum namun sesekali juga pandangan matanya kosong, ia hanya menatap bunga-bunga dihadapannya yang tertiup angin dengan perasaan resah, Lebih kenanya Sedih. Im Yoona, ibu muda nan cantik itu kemudian memilih duduk di sebuah kursi putih beton yang berada disamping basement sekolah.

Sementara seorang wanita cantik berambut panjang yang melihatnya, kemudian berjalan mendekatinya dan menepuk bahunya sejenak, “Yak! Im Yoona, kau kenapa? Shiyoon dan Wona masih berdoa didalam.”Serunya hingga membuat Yoona kaget. “Fany-ah..kau membuatku kaget.” Sahutnya tak bersemangat. “kau merindukannya? Maksudku kau merindukan Siwon oppa?” kata Fany denga nada menggoda.Yoona kembali kaget mendengar perkataan sahabatnya itu.

Yoonayang  kehabisan  kata-kata malah mengalihkan pembicaraan, “Eumm… bagaimana kabar Nana dan Han oppa? Sudah lama aku tak mengunjungi Nana.”Hanya itulah respon Yoona ke Fany.“Yak!Choi Im Yoona, kau belum menjawab pertanyaanku malah bertanya tentang anakku dan suamiku.” Fany makin sebal dengan sikap Yoona setelah 4 tahun berlalu pasca kemelut rumah tangganya dengan Siwon waktu itu.Fany masih ingat persis kehidupan Yoona setelah ditinggal pergi suaminya Siwon. Sejak saat itu hingga kini Yoona lebih banyak diam, walaupun ia sudah bekerja di rumah sakit yang sama dengan pasangan Kyuhyun-Seohyun namun hal itu tak membuat semuanya berubah. Ia yakin ada sesuatu yang kurang pada diri sahabatnya itu, dan yang menjadi wadah kekurangannya itu karena ketidakberadaan Siwon disisinya dan anak-anaknya yang tinggal beberapa hari lagi akan menginjak usia 5 tahun.

Fany masih memandang Yoona yang masih diam mematung, “Yoong..” lirihnya. “Nde Fany-ah..waeyo?” sahut Yoona ceria. “Tak perlu acting lagi dihadapanku Choi Im Yoona, aku tahu kau sedih, kalau kau mau menangis maka menangislah..aku siap mendengarnya Yoong..” Imbau Fany. Mendengar kesediaan Fany, Yoona langsung memeluk sahabatnya itu sambil menangis keras di pundak Fany. “Hiks…hiks… Fany-ah..aku harus bagaimana? Gara-gara ulahku semua keluargaku membenciku karena Siwon oppa pergi, malah keluarga Siwon oppa yang masih mau menerimaku, padahal nyatanya aku sudah mengusir anak mereka, adik iparmu Choi Siwon..”Yoona makin mengeluarkan buliran air matanya.

“Yoong..kau sabarlah, aku rasa orang tuamu, Hae oppa dan Yesung oppa hanya salah paham denganmu.. aku yakin semuanya akan baik-baik saja.”

“Tapi aku tak tahu dimana Siwon oppa pergi, akulah yang salah Fany tak mempercayainya, aku bodoh Fany, aku jahat. Istri macam apa aku ini? Tega berbuat hal jahat itu pada suamiku sendiri.Aku juga tak tega dengan kedua anakku yang selalu menanyakan Siwon oppa? Sebentar lagi ulang tahun mereka dan mereka ingin ayah mereka ada disaat ulang tahun mereka yang ke-5 Fany-ah..hiks…hikss..hikss…” curhat Yoona jujur.

Fany juga ikut terharu mendengar curahan hati sahabatnya itu sampai-sampai ia juga ikut terisak, “Yoong..kau yang sabar, aku yakin Siwon oppa pasti sangat merindukan kalian bertiga, jadi dia pasti kembali Yoong.” Bujuk Fany. “Nde Fany, tapi kapan? sudah 4 tahun lamanya dia pergi namun tak satupun yang tahu dimana dia, termasuk eomma dan appa mertua juga tak tahu Fany. Aku benar-benar menyesal Fany, coba saja waktu itu aku tak mempercayai penculik itu mungkin aku takkan semenyesal ini Fany.”

“Sudahlah..eh, cepat hapus air matamu, Shiyoon dan Wona sudah keluar, cepat pulang sebentar lagi akan turun hujan Yoong, jadi cepat bawa mereka pulang.” Fany memperingati Yoona. Dengan cepat Yoona  mengambil tissue dari dalam tasnya dan menghapus sisa-sisa air matanya, setelah itu tersenyum menyambut kedua anak kembarnya yang sedang berlari ke arahnya.

“Fany ahjumma..ani, guru Fany, eomma baru selesai menangis yah?” Tanya Shiyoon heran. Fany terlihat kebingungan menjawab pertanyaan bocah lelaki kecil itu, “ah..itu Sayang, tadi eommamu terpeleset di toilet, makanya jadi seperti itu.” Jawab Fany asal.

Sedangkan Wona hanya menatap eommanya dan ahjummanya bergantian kemudian ikut menimpali eommanya, “Eomma bohong, pasti eomma menangis karena merindukan appa kan?” tebak Wona dengan tampang polosnya.

“Yak! Choi Won-Ah, jangan katai eomma begitu..” bela Shiyoon sambil memeluk Yoona. Sedangkan Wona hanya diam kala oppanya itu memarahinya. “Sudahlah..mari kita pulang.” Ajak Yoona sambil menggandeng tangan kedua anaknya.“Fany-ah. Kami pulang dulu, salam buat Han oppa dan Nana.”

“Nde..hati-hatilah Yoong.besok aku, Han oppa dan Nana akan ke rumahmu..” sahut Fany kemudian  melambaikan tangannya kala Yoona sudah men-starter mobilnya.

“Bye Fany ahjumma..” pamit twins Choi koor sambil melambaikan tangan mereka pada ahjumma sekaligus guru mereka. ‘Yoong..jangan sedih lagi, aku yakin tak lama lagi Siwon oppa akan kembali pada kalian bertiga..’ batin Fany sambil memandang mobil Yoona yang perlahan-lahan telah menghilang.

>>>

Para Dokter pusing melayani seorang pasien yang gangguan kejiwaannya mulai kumat.Merasa tak berhasil, mereka pun memilih menyuntik obat penenang pada lengan kanan pasien wanita yang rambut panjangnya terlihat acak-acakan. “Lepaskan aku dosen Choi, aku tidak gila..aku hanya ingin kita bersama dosen Choi..” katanya pasrah kala obat penenang tadi telah bereaksi dalam tubuhnya.

“Dosen Choiku…”

“Dosen tampanku..”

“Pengagumku…”

“ayah dari kedua bayi mungil yang telah kuculik beberapa tahun lalu…”

Ia terus mengeluarkan kata-kata itu, sementara para dokter jiwa yang mendengarnya hanya geleng-gelang kepala. “Tenanglah nona. Jangan seperti ini, sudah dua tahun kau disini..jadi tenangkan pikiranmu..” ujar dokter Joo yang nampakanya merasa kasihan dengan pasiennya itu.

“Dokter Joo..sepertinya nona ini punya masa lalu yang kelam, dan mungkin ia banyak melakuan kesalahan makanya mempengaruhi batinnya hingga menjadi seperti ini Dokter..” ucap dokter Choi Minho.

“Bukankah ia mantan dosenmu juga di Chung Ahn University?” Tanya dokter Joo. “Nde..benar, tapi aku tak terlalu mengenalnya waktu itu, aku baru mengetahuinya pasca ia masuk kesini.” Balas Minho masih menatap pasien bernama Yoon Eunhye itu.

ternyata dosen Yoon yang selama ini menculik anak-anaknya Yoona noona dan Dosen Choi? Dan mungkin dialah juga penyebab retaknya rumah tangga dosen Choi dan noona..’ batin Minho.

Minho masih ingat jelas desas-desus di kampusnya tiga tahun silam yang saat itu menjadi buah bibir semua orang seantero kampus, hal-hal itu semakin membuatnya makin yakin kalau dosen Yoon adalah dalang dibalik hancurnya rumah tangga YoonWon walaupun mereka tak jadi bercerai.

Kudengar dosen Choi menghilang pasca anak-anaknya diculik..”

“Tapi aku juga curiga dengan dosen Yoon, kenapa dosen Choi menghilang ia juga menghilang yah? Waktu itu kan ia sering menanyakan dosen Choi di kelas kita..”

“Sebenarnya ada apa diantara mereka?”

“Gara-gara hal ini kita tak bisa lagi melihat dosen Choi…”

“Aku benar-benar merindukan dosen Choi…”

Itulah penggalan kalimat-kalimat bernuansa ‘curiga’ yang dilontarkan oleh teman-teman sekampusnya dulu kala ia masih kuliah 3 tahun lalu dan ia masih mengingatnya. Ia jadi makin yakin kalau memang seratus persen dosennya ini pelakunya, dosen Yoon Eunhye.

>>>

 

Pria itu Nampak kelelahan usai bermain bola dengan sekelompok anak kecil di lapangan bola sederhana dekat tempat tinggalnya sekarang. Berkali-kali ia akan merebut bola dari kaki-kaki mungil anak-anak itu namun usahanya sia-sia. Walau begitu ia sangat menikmatinya. Setelah selesai bermain babak pertama ia duduk di tepian lapangan sambil menatap seorang bocah perempuan dan seorang anak laki-laki yang kelihatannya mereka adalah kakak beradik, pria itu masih terus menatap mereka berdua, dan……… tiba-tiba air matanya menetes, akankah ada sesuatu yang menyangkut kedua anak itu dengan dirinya?

Lama-kelamaan ia menghapus cairan bening itu dengan punggung tangan kirinya, “Paman Siwon, ayo kita main lagi.” Seru salah satu bocah kecil tersenyum senang mengajak Siwon. “siap jagoan!” sahut Siwon semangat. Anak itu masih menatap Siwon dengan tatapan curiga, “Paman Siwon, paman kenapa?” tanyanya heran.

“Oh..tidak, mata paman terkena debu, jadi perih.. makanya paman terlihat seperti orang sedih..” imbuh Siwon kemudian menyamakan tinggi badannya dengan bocah kecil itu.‘anak-anakku, apakabar? Appa yakin kalian sudah besar seperti mereka tadi..’ ujarnya dalam hati, lalu kembali melanjutkan permainan ini.

Selama bermain Siwon sangat gembira bisa merasakan asyiknya bermain sepak bola dengan anak-anak kecil ini. Sudah 4 tahun ia tinggal disini, di Paju, sebuah provinsi di Korea yang terletak jauh dari ibu Kota Negara, Seoul. Ia tinggal di sebuah rumah tradisional tempat tinggal kedua pelayan rumahnya di Seoul yakni rumahnya paman dan bibi Lee. Waktu itu ia yang menyuruh paman dan bibi Lee balik ke Seoul agar bisa membantu Yoona menjaga anak-anak mereka, dan sebagai gantinya ia yang menjaga rumah pasangan suami istri paroh baya itu karena anak perempuan mereka telah menikah dan telah tinggal bersama suaminya.

Setelah pulang ke rumah,ia membuka sepatu olahraganya, membuka baju dan kemudian bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Tak berapa lama kemudian ia keluar dari kamar mandi kemudian membuka lemari pakaian dan memakai kaos oblong plus celana pendeknya.

“Yoong..4 tahun sudah berlalu sayang, apakah kau sudah memaafkanku?Kau tahu aku rela meninggalkan pekerjaanku asalkan kau bahagia, asalkan kau mau untuk memaafkan diriku.Aku disini hanya membantu para dokter di rumah sakit untuk membuat ramuan tradisonal untuk obat luka luar, dan uang dari hasil kerjaku itu kugunakan untuk biaya makanku sehari-hari. Tapi semua ini tak penting bagiku, asalkan kau dan mereka berdua selalu sehat dan selalu tersenyum walau aku tak berada disamping kalian..” gumam Siwon sedih saat sedang membuat teh gingseng hangat untuknya.

Sejujurnya ia begitu ingin pulang, ingin berkumpul lagi bersama Yoona dan kedua anaknya, namun seperti janjinya dulu bahwa ia akan pulang jika Yoona sudah memaafkannya.
>>>

Siwon POV

Yoona.. Choi Im Yoona, istriku sayang, bagaimana kabarmu, Shiyoon danWona?Aku ingin pulang ke rumah, aku ingin menikmati hidupku bersama kalian.Apakah kalian juga merindukanku? Ya Tuhan..bantu aku mencari jalan keluarnya. Sejak 4 tahun berlalu aku hanya mengisi hari-hariku dengan membantu para dokter di rumah sakit, bermain ke rumah temanku Eunhyuk dan istrinya Hyoyeon atau setiap sore kuluangkan waktu luangku untuk bermain bola dengan anak-anak kecil tetangga sekitar. Seandainya aku dirumah kita maka kita pasti akan menghabiskan waktu bersama. Aku juga telah berjanji dengan paman dan bibi Lee kalau jangan memberitahu keberadaanku padamu Yoong, aku juga ingin ketika aku kembali tak ada satu orang pun yang tahu kepulanganku.

Lama berperang dengan lamunanku, aku jadi teringat akan sesuatu yang sudah sangat lama ingin kuberikan pada kedua anakku ketika ulang tahun pertama mereka. Namun waktu itu karena kejadian buruk itu jadi ku tunda padahal hadiah itu sudah boleh ku ambil di toko pemahat seni itu.

Kulangkahkan kakiku menuju lemari pakaianku lalu kubuka perlahan dan ku ambil dua kotak hadiah ulang tahun berukuran besar lalu membukanya untuk mengecek apakah masih sebagus dulu lagi atau tidak. Ternyata setelah ku check syukurlah masih sebagus dulu padahal aku sudah 4 tahun menyimpannya semenjak bentrok dengan istriku.

“Shiyoon-ah, Wona-ah.. Appa akan mengirimkan hadiah ulang tahun yang ke-5 ini buat kalian. Minggu depan Appa akan mengirim orang ke Seoul untuk mengantarkannya. Mianhae..sebenarnya ukiran telapak kaki bayi kalian berdua ini hendak Appa berikan ketika ulang tahun kalian yang pertama dulu, hanya karena kejadian buruk itu terjadi maka Appa tak sempat.” Gumamku sambil menatap dua pasang telapak kaki bayi kedua anakku.Yang putihnya untuk Shiyoon dan yang pink untuk Wona.

Setelah puas menatap kedua benda itu kuputuskan untuk duduk di beranda rumah tradisional ini demi menikmati semilir angin sore yang begitu menyejukkan tubuhku karena di daerah ini masih asri dipenuhi banyak pepohonan hijau dan juga tanaman berbuah lebat.Namun entah kenapa sejuknya tubuhku dan sesejuk hatiku.Setiap mengingat Yoona dan kedua anakku pasti panas dalam tubuhku kian membara seakan ingin menelan jantung dan hatiku.

Siwon POV end

>>>

Siwon mengayuh sepeda putih itu sampai di depan sebuah rumah yang terbilang cukup mewah walau tak semewah rumahnya di Seoul. Sesampainya ditaman rumah ia segera melangkah mengetuk pintu rumah berwarna cokelat muda itu. Kemudian pintu pun dibukakan dan seorang wanita cantik bersama seorang bocah lelaki seumuran anaknya kini tersenyum menyambutnya, “annyeong Hyo-ah.Suamimu ada?”Tanya Siwon pada wanita bernama Kim Hyoyeon itu.Hyoyeon membalas sapaan Siwon seraya mempersilahkan tamunya itu untuk masuk, “Tunggu sebentar oppa, aku akan panggilkan Eunhyuk oppa dulu.”Titahnya sambil berlari kearah kamar.

Sementara bocah kecil yang tak lain adalah putra yang empunya rumah ikut mendudukkan tubuh mungilnya di dekat Siwon, “Paman, paman janji akan mengajakku ke Seoul, tapi kapan paman?” serunya dengan nada agak manja. Orang yang dituntut pun memeluknya dan ikut mengiyakan perkataannya itu, “Siap jagoan! Paman akan mengenalkanmu pada putra paman, dia seumuran denganmu, namanya Shiyoon, tapi dia juga punya kembaran Wona, dia adik perempuannya Shiyoon. Kelak kau pasti akan senang jika bertemu dengan mereka.” terang Siwon hingga membuat bocah lucu itu hanya menganggukkan kepala tanda mengerti dengan penjelasan pamannya.

“Baiklah paman!Jangan bohong ya?” sahutnya mencoba meyakini kesepakatannya dengan pria tampan disampingnya. “Nde Minhyuk. Asalkan kau jangan nakal dan jahil seperti appamu.”Anak itu hanya tertawa sambil memeluk Siwon.

Eunhyuk kemudian muncul dari arah kamar dan langsung berteriak melihat keberadaan Siwon, “Yak!Choi Siwon, jangan bilang kau sudah menghipnotis anakku dengan meledekku ya?” umpat Eunhyuk sambil berjalan semakin dekat.Hyoyeon yang sedang membuat minum didapur hanya ikut berteriak, “Memang betul apa yang dikatakan Siwon oppa, kau memang penjahil oppa.”Timpal Hyoyeon dari arah dapur.

“Coba lihat, gara-gara ulahmu anak-istriku jadi mengejekku begini tuan Kuda.” Rajuk Eunhyuk sambil memangku kakinya di sofa berwarna biru tua itu. “Appa..kau bilang akan mengajariku menari tapi kenapa belum juga kau ajari?” Eunhyuk kaget mendengar nada menuntut anaknya yang berusia 5 tahun itu. “Kau jadi pilot pesawat terbang saja! tak usah jadi penari lagi seperti Appa dan Eomma.” Tutup Eunhyuk.

Anak itu hanya berjalan ke Eunhyuk sambil memukul-mukul dada ayahnya, Siwon yang melihat adegan ayah dan anak itu dengan saksama dan sedikit iri.Ia jadi terbayang-bayang seandainya telah berkumpul bersama anak-anak dan istrinya mungkin kedua anaknya akan sangat senang bila ia ajak bermain, dulu waktu mereka kecil juga Siwon yang sering mengurus mereka jika tak ada jadwal kampus dan bila malam hari ia pula yang mengurusi. Ia kembali tertawa melihat adegan ayah-anak itu. Eunhyuk yang sadar dengan tatapan Siwon yang menjurus padanya pun ikut menegur, “Yak! Appanya twins Choi, apa yang kau pikirkan? Minuman dan kuemu sudah didepan mata.Makanlah.”Hyoyeon tertawa melihat suaminya itu mulai mengeluarkan jurus usilnya.

Akhirnya Siwon tersadar dari renungannya dan segera meneguk minuman itu sambil bercerita banyak mengenai keluarganya kepada pasangan suami istri yang terkenal sebagai guru tari di lingkuangan tempat tinggal mereka, bahkan mereka berencana untuk membuka sanggar tari yang dikhususkan untuk merampung bakat anak-anak yang memang bertalenta dalam dunia seni gerak itu.

“Apa tidak sebaiknya kau pulang saja ke Seoul?Kan kasihan kedua anakmu terus menanyakanmu.”Seru Eunhyuk tiba-tiba.Siwon yang mendengarnya tiba-tiba berhenti minum sejenak, “aku akan pulang jika Yoona telah memaafkanku Hyukkie.”Jawab Siwon dengan nada lemas.Terlihat begitu jelas guratan kesedihan dalam sudut matanya.

“Baiklah kalau itu prinsipmu, tapi apakah kau tak kasihan pada kedua anakmu?Sudah 4 tahun mereka tak merasakan kasih sayangmu Choi Siwon.Apa kau tak kasihan?”Eunhyuk kembali mencoba membujuknya. “Oppa..jangan mengatai Siwon oppa begitu? Kasihan ia butuh ketenangan.” Bela Hyoyeon.

“Yang dikatakan suamimu benar Hyo-ah.Aku memang harus melakukannya.Tapi yang kutakuti Yoona belum bisa menerimaku.”Cemas Siwon lalu menatap suami istri itu secara bergantian. “Ya sudah oppa, ayo habiskan minummu oppa.” Hyoyeon Nampak iba melihat nasib Siwon jika begini terus.

“Nde, pasti akan kuhabiskan Hyo-ah.” Dengan cepat Siwon menamatkan minuman dan ala kadar yang disiapkan oleh istri namja berambut pirang disampingnya.

Kemudian Eunhyuk meminta Siwon untuk bercerita mengenai keluarga kecilnya yang saat ini berada jauh darinya.Dengan senang hati Siwon pun bercerita.Ia menceritakan banyak hal pada Eunhyuk dan Hyoyeon mulai dari sesi perjodohan hingga ia dan Yoona menikah sampai punya anak kembar dan yang terakhir sampai kemelut rumah tangganya yang terjadi 4 tahun lalu. Eunhyuk dan Hyoyeon dengan saksama mendengarnya.Mereka berdua adalah pendengar yang baik sehingga sesekali mereka ikut memberikan solusi demi kembalinya hubungan harmonisme rumah tangga Siwon dan istrinya, Yoona.

>>>

Gadis kecil nanimut yang sedang dikuncir rambut panjangnya oleh sang eomma nampak gelisah, ia terus menoleh ke kanan-kiri seperti orang yang sedang tertimpa masalah berat. Berkali-kali eommanya ituterus menegurnya karena kunciran rambutnya tak rapi.

“Sayang.Kau kenapa? Eomma kan sudah membeli boneka baru? Kenapa denganmu nak?” akhirnya Yoona memilih bertanya pada putri kecilnya itu.Gadis cilik itu tak membalas malah menangis hingga membuat eommanya bingung.“Wona tak mau merayakan ulang tahun eomma.”Serunya tiba-tiba dan tentu saja membuat eommanya itu heran.“Waeyo?” Tanya sang eomma langsung. “Jika Appa tak datang ke ulang tahun Wona dan Shiyoon oppa maka tak usah merayakan ulang tahun lagi eomma.Eomma selalu bilang Appa di luar negeri, namun kenapa tak kunjung kembali eomma?Waeyo?”Wona masih terus menangis. Yoona tak tahu harus menjawab apa lagi mengingat setiap kedua buah hatinya itu menanyakan ayah mereka ia terus menjawab jawaban yang sama dengan berada di luar negeri.

Wona pun berdiri dan berlari dari kamarnya.Shiyoon yang tak tahu apa-apa ikut menegur adiknya itu, “Saeng-ah, kau kenapa?” tanyanya seperti orang dewasa.“Aku mau tinggal di rumah nenek saja.”Balas Wona masih dalam keadaan menangis.

Sang ibu yang melihat keduanya ikut menitikkan air matanya, “Mianhae Wona, Shiyoon..gara-gara eomma waktu itu tak mau mendengar Appa kalian hingga membuat kalian ikut menderita seperti ini.” Gumam Yoona sambil berjalan menuruni anak tangga.

“Hei..dua malaikat kecilku, kemarilah.. eomma membuat pizza kesukaan kalian.” Seru Yoona mengajak si kembar untuk makan pizza di ruang makan.“Aku tak mau, kau saja yang pergi oppa.”Bantah Wona sambil mendorong tubuh mungil oppanya untuk segera menghampiri eomma mereka.

“Waeyo sayang?”Tanya Yoona sedih.“Aku mau ke rumah nenek.”Cetus Wona.Lantas Yoona memutuskan untuk mendekati putri kecilnya itu, “Nanti eomma akan mengantarmu dengan oppa ke rumah nenek.”Wona hanya diam mendengarnya. Beberapa detik kemudian ia memeluk eommanya itu, “Hiks…hiks…hiks..eomma, Wona mau Appa, hanya Appa yang  Wona mau eomma. Tapi kenapa Appa tak pernah pulang lagi eomma?Appa tak pernah menggendong Wona dan Shiyoon oppa kan eomma semenjak kami besar?” mendengar perkataan Wona, jantung Yoona seakan ingin lompat keluar.Ia heran bagaimana bisa anak kecil berusia 5 tahun seperti Wona bisa menuntut dirinya seperti sekarang ini.

Sementara Shiyoon yang sedang makan juga dibuat penasaran dengan adegan pelukan eomma dan adiknya itu, lantas ia pun menghentikan aktifitas makannya dan memilih menghampiri eomma dan adik yeojanya, “Saeng, eomma..kalian kenapa? Yak! Choi Won-Ah, jika kau menangis maka lesung pipitmu tak bisa muncul lagi seperti Appa.” Rayu Shiyoon dengan nada bercanda.

“Iya sayang, yang dikatakan Shiyoon oppa benar, jika kau menangis maka tak mirip Appa lagi.”Yoona ikut merayu Wona.“Nde eomma.”Wona kembali tersenyum. “Shiyoon oppa, kemarilah..kita peluk eomma.” Ajak Wona. Shiyoon mengangguk setuju dan mereka bertiga pun berpelukan. Keduanya tak tahu jika hati eomma mereka sangat sakit sekali, sakit bukan karena apa dan bukan kenapa-kenapa, tetapi sakit hati karena gagal menjadi istri yang baik untuk Ayah mereka, Choi Siwon.

Siwon oppa, dimanapun kau berada, kumohon cepat kembalilah oppa, anak-anakmu sudah besar, mereka membutuhkanmu oppa.Aku tak tahu lagi beralasan apa jika saat ulang tahun mereka lima hari kemudian kau tak pulang juga.’Kata Yoona dalam hati.

Ting tong… ting tong!!!! Suara bel rumah membongkar adegan pelukan mereka bertiga, “biar aku saja yang membukakan pintunya oemma.” Pinta Shiyoon yang langsung berlari ke depan pintu.

“Bibi Yuri, paman Yesung..” girang Shiyoon saat tahu kedatangan paman dan bibinya. “Nde sayang.Ini paman dan bibi.”Balas Yuri sambil memeluk Shiyoon.“Bibi, mana Yongsun?”Tanya Shiyoon saat melihat Yuri dan Yesung tak membawa putra kecil mereka.

“Kami kemari mau menjemputmu dan adikmu Shiyoon-ah..nenek dan kakek rindu dengan kalian.” Cetus Yuri.Shiyoon langsung sumringah mendengarnya. Tanpa tunggu lama ia berlari memberitahu kabar manis itu pada adiknya yang masih makan siang di meja makan. Adiknya juga menyetujuinya setelah ia berkata bahwa nenek dan kakeknya ingin bertemu dengan mereka, dan saking senangnya Wona tak menghabiskan makanan sisanya lagi.

Beda halnya dengan Yesung, ia masih terus memperhatikan Yoona. Maklum hubungan mereka akhir-akhir ini tak begitu baik.“Jika kau belum sadar, maka jangan paksa anak-anakmu untuk mengikuti egomu Im Yoona.”Teriak Yesung dengan kata sindiran.

“Oppa..jangan begitu.” Potong Yuri. “Diam kau Kwon Im Yuri.” Yesung menyuruh sang istri untuk tak ikut campur. Namun kemarahan Yesung reda sudah tatkala kedua bocah lucu itu menarik-narik lengan jas cekelatnya, “Ayo paman, kajja..kita berangkat.” Perintah twins Choi koor.

“Siap prajurit kembarku.”Angguk Yesung senang. “Eiittss..tunggu dulu. Apakah Shiyoon dan Wona sudah pamit pada eomma Yoong?”Yuri menahan pergelangan tangan kedua anak itu saat mereka hendak melangkah ke beranda rumah.

“Tak usah pamit!” tegas Yesung.

“Oppa. Yak! Kau kenapa?Kau hanya paman mereka, sedangkan Yoona eomma mereka.Mana boleh kau menyuruh mereka pergi sebelum pamit dari eomma mereka.Tak baik oppa.” Protes Yuri. Kedua anak itu pun mengikuti Yuri untuk pamit dari eomma mereka yang masih duduk seperti patung di meja makan.

Sampai disana Yuri angkat bicara, “Yoong, kau yang sabar, tenanglah Yoong, aku yakin Siwon oppa pasti akan kembali lagi kesini bersamamu, Shiyoon dan Wona.Arra?” bujuk Yuri lalu memeluk Yoona sejenak.

“Eomma..kenapa menangis lagi?” Tanya Shiyoon yang sepertinya tak tega meninggalkan eommanya sendiri.“Pergilah.Ada nenek, kakek, bibi Yuri, bibi Sicca, paman Hae dan paman Yesung akan main bersama kalian.”Seru Yoona menyetujui kepergian anak-anaknya.

“Baiklah eomma..kami pergi dulu. Love you eomma Yoong.” Pamit twins Choi kompak. “Kami pergi Yoong.”Yuri ikut berpamitan. “Nde..kajja.. kasihan Yongsun kalau kau tak ada disampingnya.” Yuri tersenyum dan kembali memeluk sahabat sekaligus adik iparnya itu.

“Yak! Im Yuri, cepat! Apakah kau masih mau arisan dengan adikku yang bandel itu?” teriak Yesung dari balik pintu.

“Nde Im Jongwoon.” Sahut Yuri sambil menggandeng Shiyoon dan Wona.

Yoona hanya terus memandang kepergian anak-anaknya itu.Ia kembali sedih mengingat sikap oppanya barusan. Gara-gara dirinya oppanya ikut menghukumnya dengan cara tak menghiraukannya. Lalu Seorang wanita seumuran eommanya mendekatinya kemudian ikut membujuknya, “Nyonya muda.Jangan sedih lagi.Bibi yakin tuan muda akan segera kembali.”Seru bibi Lee.

“Bibi..mengapa bibi begitu yakin kalau Siwon oppa pasti akan kembali?” heran Yoona lalu menatap wajah teduh sosok wanita yang telah dianggapnya sebagai ibunya sendiri. “Aniya..bibi hanya ikut mendoakan semoga di ulang tahun Shiyoon dan Wona bisa membuat tuan muda kembali.” Yoona hanya ikut mengangguk.

“Siwon oppa pasti sangatlah membenciku bibi.”Yoona mulai terisak.

“Tidak nyonya..semua. Itu..tid.. tid…”

“Jangan memanggilku nyonya lagi bibi, panggil saja aku Yoong, kau sudah kuanggap ibuku.kau sudah membantuku selama ini untuk merawat Shiyoon dan Wona sedari mereka bayi.” Yoona memotong perkataan wanita paruh baya itu.

“Nde Yoong..”Yoona tersenyum senang mendengarnya.Dan untuk mengatasi kesedihan hati Yoona itu, bibi Lee mengajaknya untuk ke kebun sayur yang terletak di belakang rumah.Dengan senang hati Yoona mengiyakan.

Bibi Lee terus memikirkan janjinya bersama Siwon dahulu, “Bibi..kumohon jangan bilang pada Yoona kalau selama ini aku tinggal dirumahmu di Paju ne? aku ingin Yoona menenangkan pikiran dan hatinya dulu. Aku janji jika keadaan telah membaik maka aku akan pulang ke rumah.”Bibi Lee tersenyum pada Yoona yang sedang memetik pucuk Bunga matahari disamping rumah.Bibi Lee lalu ikut membatin, ‘tenang nyonya, tak lama lagi suamimu akan kembali.’

>>> 

Eunhye berteriak-teriak histeris di kamar rawatnya.Para dokter yang melihatnya tak dapat berucap satu patah kata pun.Mereka hanya menghela nafas panjang mengamati setiap tingkah laku Eunhye.Mereka tak habis pikir dengan kejiwaan Eunhye yang naik turun, kadang baik dan kadang bisa bertindak brutal pada siapa saja.

“Dokter Joo, aku rasa dosenku ini tak gila.” Seru Minho tiba-tiba.Dokter Joo mengerutkan dahinya tanda heran, “Maksudmu?” tanyanya langsung.“Menurutku ia hanya pura-pura masuk disini untuk menyelamatkan diri saja.”Kata Minho tak tanggung-tanggung.

“Kau ini bicara apa? Kau masih labil dalam dunia kejiwaan dokter Minho, aku ini sudah senior.” Pungkas dokter nan tampan itu. Minho hanya mengangguk mengerti, karena seperti biasanya ia tak mau berdebat dengan dokter ini demi masalah etikanya sebagai hoobae dan sunbaenim di rumah sakit ini.

Minho segera meminta pamit pulang karena hari telah malam.Dirapikannya alat-alat kerjanya diruang kerja sambil melepaskan mantel putihnya itu. Kemudian ia pamit ke ruangan dokter Joo. Seusai pamit ia melanjutkan perjalanan pulangnya. Dalam perjalanan ia terus mengingat Yoona, sosok seniornya dulu yang amat dikaguminya, bahkan sebelum sang senior itu menikah dengan namja yang juga merupakan dosennya, “Noona, bagaimana kabarmu? Kabar keduaanakmu setelah kau tak bersama dosen Choi?” tanyanya dalam hati seraya fokus menyetir.

Minho terus membatin memikirkan kehidupan sang pengagum rahasianya itu. Sinar cahaya lampu di setiap ruas jalan raya Seoul yang indah pada malam hari kini tak membiusnya untuk tak fokus menyetir.Ia terus memacu mobilnya seakan membelah jalan Seoul yang tak pernah dilanda kemacetan.

‘‘Jika dosen Yoon tak benar-benar gila dan mau mengganggu hidupmu lagi maka akulah yang akan menyelesaikannya noona.Aku tak tega melihat orang yang kucintai menderita. Walau kau sudah menikah aku tetap akan mengagumimu noona, bahkan sejak 8 tahun lalu sejak aku kuliah di Chung Ahn.’’ Minho masih terus menggumam.

>>>

Seohyun terus bertawa ria dalam kamar karena berhasil mengerjai suaminya pagi ini, bahkan karena ulahnya ini suaminya itu masih belum berangkat kerja hanya karena menjalani hukumannya untuk mengurusi segala kebutuhan sarapan mereka pagi ini. Seohyun dan putra kecilnya mengintip pekerjaan suaminya pagi ini sebagai ayah rumah tangga.Tawa Seohyun terhenti kala mendengar bel rumah menggema di telinganya dan Gokyu, putra kecilnya yang berumur 3 tahun.

“Yak! Cho Kyuhyun, cepat buka pintunya. Aku sedang sibuk mengajari Gokyu belajar mengenal angka.”Teriaknya pura-pura tak terjadi sesuatu.

“Aishhh… nde yeobo-ah.”Teriak Kyu balik.“Jangan membantah!Siapa suruh kau tak pulang semalam.”

Daripada mendengar omelan istrinya itu lebih baik ia segera melangkah untuk membukakan pintu pada calon tamunya itu.

Cleckk…..!! pintu terbuka dan nampaklah seorang pria lebih tinggi beberapa centi darinya sedang tersenyum ke arahnya. Seohyun ikut berteriak dari dalam kamar, “Oppa..siapa yang datang? Yoona, Yuri, Jessica atau Tiffany?” Tanya Seohyun bertubi-tubi.

Kyuhyun tak mengubris kepenasaranan istrinya itu malah mencubit sendiri kulit lengan tangannya agar memastikan kedatangan namja dihadapannya ini yang masih saja mengeyum padanya.Satu katapun belum terkata dari bibirnya.

“Kyu….” Lirih pria itu sambil memeluk Kyuhyun erat.“Inikah kau hyung?kaukah Siwon hyung? Suaminya Yoona? Ayahnya twins Choi? Kakak iparku?Mantan dosenku?Pria terbaik yang pernah kukenal?”Tanyanya memastikan.

“Nde, semua itu benar.”Sahut Siwon sembari melonggarkan pelukan mereka.Kyuhyun menangis sudah karena terharu, “Darimana saja kau hyung?Kedua anakmu terus menanyakanmu?”

“Jinjjayo?Lalu apa jawaban Yoona atas pertanyaan mereka itu?”Tanya Siwon tak sabar tanpa menjawab pertanyaan Kyu dulu.Seohyun yang barusan keluar kamar tak kalah kagetnya. “Ssi.. Ssii.. Siwon oppa..” ucapnya terbata-bata.

“Yak! Oppa..darimana saja kau oppa? Kasihan Yoona dan kedua keponakanku.Ayo duduklah oppa.” Lanjut Seohyun. Ia akhirnya berlari ke dapur menyiapkan sarapan pagi untuk keluarga kecilnya dan tamu istimewanya, Siwon.

“Oppa..kau temani saja Siwon oppa, biar aku yang menyelesaikannya.” Titah Seohyun lagi.Siwon dan Kyu hanya mengangguk. “Eh..Gokyu?Mana dia?”Siwon menanyakan putra kecil SeoKyu.“Appa…” teriak seorang anak kecil berambut cepak berjalan mendekati WonKyu. “Kesini nak.Ayo salam dengan paman Siwon.” Ajak Kyu. Seakan mengerti, anak itu langsung memeluk Siwon.

Siwon lalu mengangkatnya ke pangkuannya sambil mengelus puncak kepala anak itu, “Kau sudah besar jagoan!” kata Siwon riang.Dengan bahasa yang halus dan sederhana, Kyu pun menjelaskan siapa sebenarnya orang yang sedang memangku anaknya itu pada anaknya pula.

“Eung.. Gokyu-ah..aegi-ah.. paman Siwon ini appanya Shiyoon hyung dan Wona noona. Kakak-kakakmu yang sering kita kunjungi aegi-ah.” Terang Kyu, anak itu hanya menganggukkan kepalanya tanda paham dengan penjelasan Appanya.

“Si.. Siwon ahjus…ssii..” ucapnya perlahan-lahan. Siwon dan Kyu hanya mengangguk mengiyakan.“Astaga! Lihatlah Gokyu, dia tak sepertimu Kyu, dia pasti akan jadi anak yang pendiam dan penurut seperti eommanya, tak sepertimu yang super duper evil.” Vonis Siwon sambil meledek Ayah sang bocah kecil dipangkuannya. “Aishh..hyung, kau ini. Aku sudah berubah! Lagi pula aku juga lihat hanya Wona yang punya lesung pipit sama sepertimu hyung. Kalau Shiyoon takada lesung pipit.”Kyuhyun berbalik kata dengan menyindir Siwon.

“Nde..tak  apa. asalkan Yoona menjaga mereka dengan baik.”Kyu diam mendengarnya. Sejujurnya ia ingin meledek Siwon lebih lanjut, hanya saja ia khawatir Siwon akan tersinggung.sebab, bagaimanapun juga Siwon adalah mantan dosennya dulu walau perbedaan usia mereka tak terlalu terpaut jauh.

Sambil sarapan Siwon menyurhati banyak kesedihan, keresahan dan kerinduan hatinya selama kurang lebih 4 tahun lamanya pada Kyuhyun dan Seohyun. Semua ini dilakukannya karena ia tahu hanya pasangan suami istri inilah yang akan bersikap netral, tak memihak padanya maupun Yoona. Pasalnya, jika ia curahkan pada kakak semata wayangnya Hangeng, maka pasti ada Tiffany yang membela Yoona, sahabatnya sedari zaman kuliah lampau. Mau curahkan pada Jessica dan Yuri? Semua itu tak mungkin, karena biar bagaimana pun Jessica dan Yuri itu adalah sahabat Yoona juga, sama seperti Seohyun dan Tiffany. Terlebih lagi mereka adalah kakak-kakak iparnya.Jessica adalah istri Im Donghae dan Yuri adalah istri Im Jongwoon yang keduanya adalah oppa kandung Yoona sendiri. Seohyun hanya menangis pelan mendengarnya, bahkan walau ia tahu Yoona memang salah namun ia masih membela Yoona.

“Oppa..jangan marah pada Yoona, dia tak jahat oppa! Sungguh dia sangat merindukanmu oppa, dia mencintaimu oppa, aku tahu waktu itu Yoona mungkin belum dewasa dalam mengambil keputusan tak mengenakkan hati itu. Tapi ketahuilah oppa, dia sangat mencintaimu, hanya kau yang bisa membangkitkan semangatnya lagi! Sejak kau meninggalkannya dan twins Choi dia lebih banyak diam, bahkan seperti mayat hidup. Dia sungguh menyesal oppa. Hiks…hiks…”

Penuturan Seohyun sungguh membuat mulut Siwon bungkam.Ia tak tahu lagi harus berkata apa. Walau hatinya agak lega, namun ia belum punya kepercayaan diri yang memadai untuk pulang ke rumah itu. Rumah yang sangat membuatnya nyaman, rumahnya, surga cinta keluarga kecilnya dan sang istri terkasih, Choi Im Yoona.

“Eung.. Kyu, Seo..apa boleh aku minta bantuan?” cetus Siwon tiba-tiba membongkar keheningan hati mereka. “Mwo oppa?” respon Seohyun sambil mengelap air matanya.

“Ah..ini, aku ada sesuatu yang mau kuhadiahkan pada Shiyoon dan Wona. Jika kalian tak keberatan aku sangat ingin kalianlah yang memberikannya.”

“Apa itu oppa?Jangan bilang saat ulang tahun kedua anakmu kau tak datang, Ayolah oppa. Pulanglah! Kumohon..” mohon Seohyun dengan tampang polosnya. Mata Seohyun dan Kyuhyun kaget melihat dua kotak hadiah berukuran jumbo.Yang satunya warna pink dan satunya putih.

“Ige mwoya hyung?” Kyuhyun menerima dua kotak hadiah itu dari tangan Siwon, Seohyun juga menanyakan hal senada, “Ini..ini apa oppa? Hadiahkah yang akan kau peruntukkan pada kedua anakmu?”

Siwon tersenyum kecil kemudian menjawabnya, “Nde..jeongmalyo hadiah. Hadiah itu sebenarnya ingin kuberikan tepat saat ulang tahun Shiyoon dan Wona yang pertama, namun karena penculikan itu aku menyimpannya di toko percetakan tanah liat di jalan Aap Gujung.Aku telah menyimpannya dengan apik selama hampir 4 tahun.Dan kumohon kalian datanglah membawanya saat ulang tahun mereka.”Terang Siwon sedetailnya.

“Shireo…” tolak Kyu tegas. “Oppa..waeyo?” heran Seohyun melihat reaksi suaminya. Siwon hanya berusaha menahan gelora air matanya yang sesaat lagi akan tumpah. “Babo namja kau Choi Siwon.”Teriak Kyu marah dan mulai emosi.

“Oppa..!! Cho Kyuhyun-nie, waeguraeyo yeobo-ah?jangan begini dengan Siwon oppa! Aku tahu kau kecewa dengan pintaannya, tapi cobalah mendewasakan bicaramu dengan Siwon oppa.Kau tak sopan oppa.”Sang istri mencoba meredam amarah suaminya sendiri.

“Kyunnie..dengarkan dulu penjelasanku. Aku tahu kau sangat menyayangi Shiyoon dan Wona, tapi tolonglah.Bantulah aku sekali ini saja.’’Siwon terduduk sambil menapaki kedua tangannya sebagai tanda permohonan.Seohyun yang tak tega melihatnya ikut membantu Siwon berdiri.

“Oppa..tolong, kalian berdua duduklah..”

WonKyu diam sudah setelah Seohyun mewasiti mereka, “Itu telapak kaki bayi kembar Choi Shiyoon dan Choi Wona, telapak kaki mungil kedua anakku yang dicetak dengan tanah liat.Mianhae kalau aku belum bisa pulang ke rumah itu.Aku takut Yoona akan mengusirku!” imbuh Siwon lalu meminta pamit.

“Kuharap kalian berdua mau menimbanginya, hanya kalian yang kupercayai.”

“Gokyu, jagoan kecil, paman pulang dulu. Lain kali paman membawa hadiah yang banyak untukmu ne?” ucap Siwon lalu mencium sayang puncak kepala putra kecil sang pemilik rumah.

“Tunggu hyung..” teriak Kyu ketika Siwon hendak membuka pintu mobil. Siwon membalikkan tubuhnya dan mereka saling menatap face to face, “Sudahlah..jika kau tak mau membawanya maka aku akan menyuruh temanku di Paju saja yang membawanya.” Pasrah Siwon mencoba tersenyum kearah pasangan suami istri itu.

“Baiklah..kami akan membawanya, tapi tolong hyung kau datang ke pesta ulang tahun kedua anakmu..” kata Kyu lalu cepat-cepat masuk kedalam rumah. sementara Seohyun hanya menatap Siwon yang sudah berada dalam mobil dengan tatapan tak tega.

“Hati-hati oppa..” nasehatnya sambil menatap mobil biru tua yang telah meninggalkan area rumahnya.

>>>

Jessica terus mondar-mandir diruang tamu rumahnya, berkali-kali ia menatap suaminya itu untuk mendapat izin berkunjung ke rumah Yoona. “Oppa..kumohon izinkan aku dan Sassy ke rumah Yoong.” Rayunya sambil memijat telapak tangan suaminya itu.Namun sayang hati Donghae belumlah runtuh.

“Stop!Jangan minta yang tidak-tidak lagi. Sudah kubilang padamu kan Sicca, yeobo-ah..jangan ke rumah adikku yang nakal itu, aku tak membencinya, hanya saja kecewa padanya karena tak percaya pada suaminya sendiri. Hanya itu. Kau tahu kan kepercayaan itu sangat nomor wahid dalam membina rumah tangga? Pacaran saja jika takada hal itu maka hubungan asmara bisa kandas, apalagi ketika telah berumah tangga..” tandas Donghae lalu menyuruh Jessica untuk mengikutinya kedalam kamar.

“Eomma…. Appaa……” teriak seorang gadis kecil berambut pendek sebahu dan berponi pada kedua orang tuanya.“Sassy-ah…” koor HaeSica frustasi pada putri kecil mereka yang sedang memberantakan kamarnya.

“Yak! Im Sassy. Waeyo..?” Jessica mendekati putrinya itu karena heran dengan tingkah anehnya pagi ini.“Appa jahat. Kenapa Sassy tak boleh ke rumah bibi Yoona dan kakak kembar..??” rajuknya tanpa memandang wajah Donghae sedikitpun.

“Oppa..kau dengar kan?” Jessica kembali membuat Donghae menimbang pintaannya. “Baiklah..tapi Appa hanya mengantar kalian kedepan taman rumah bibimu saja. Hanya itu. Nanti kalau kau dan eommamu sudah puas bermain dengan kakak twins maka telepon appa saja supaya menjemput.” Adegan kompak Jessica dan Sassy sukses membuat pertahanan Donghae runtuh.Jessica lalu mencium sekilas bibir suaminya itu sebagai ucapan terima kasih.

“Yak! Appa, eomma..jangan kisseu disini..” protes Sassy dan berhasil membuat kedua orang dewasa itu melepaskan adegan semi yadong mereka.

>>>

Yoona terduduk di kamar sambil menyelimuti tubuhnya.Ia melihat ke luar jendela kamarnya dengan perasaan bersalah yang terus menghantuinya. Kedua malaikat kecilnya yang baru selesai mandi memintanya untuk menyiapkan pakaian sekolah dan bekal makan siang mereka.Ia pun menyanggupinya dengan ceria.

Shiyoon kembali menanyakan pertanyaan yang tak bisa Yoona jawab dengan benar, “Eomma..besok Appa pasti datang kan? Jawab eomma..”Shiyoon mengguncang-guncang tubuh eommanya.

“Eommaaa….” Teriak Wona saat eommanya itu hanya diam. ‘’Nde..appa.. pasti.. dat….”

Brukk…….., Yoona pingsan sudah, Shiyoon dan Wona bingung. Mereka berteriak-teriak sambil menangis histeris melihat keadaan eomma mereka, “Oppa..kau panggilkan kakek dan nenek Lee kesini. Aku akan menjaga eomma sebentar.”

“Baiklah..” angguk Shiyoon mantap lantas berlari cepat menuruni anak tangga untuk memanggil orang yang dimaksud. Wona kembali menangis menatap eommanya yang pingsan tak berdaya di kamar. “Eomma..bangun eomma. Hiks…hikss..hiksss…” Wona terus menepuk pelan kedua pipi eommanya.

“Ya Ampun..Wona sayang, minggir sebentar biar kakek dan nenek yang mengangkat eomma ke tempat tidur dulu.”Kata kedua orang paroh baya itu.Wona, si putri kecil hanya mengangguk.

Saat Shiyoon datang, Wona pun berunding dengan oppanya itu untuk segera menelepon nenek dan kakek Im serta nenek dan kakek Choi, “Kajja oppa. Kasihan eomma..hiks…hikss…” ajak Wona sembari menarik tangan oppanya.

Saat akan menelepon, tiba-tiba HaeSica dan anak mereka datang, “Paman Hae, bibi Sicca..Sassy-ah.” keduanya berlari kepelukan HaeSicca.“Waeyo sayang?”Tanya Jessica bingung.

“Paman..bibi.. eomma pingsan..” kata twins Choi koor. “Mwooooo?” teriak HaeSica lalu berlari kearah kamar Yoona di lantai dua.

To Be Continued

Yeahhh….:) chapter 6 Finally…>3. Eottoe readers se-Nited?? Hiks…hiks..hiks..= , = kasihan gara-gara kejadian di chapter 5 itu hingga YoonWon dan semuanya sama-sama menderita. Sebenarnya ini FF mau di post lama, Cuma karena ada beberapa readers yang terus sms saya untuk ngelanjutin chapter ini dan saya gatega di tuntut terus, danada lagi… untung aja dosen pembimbing saya lagi ke Holland makanya ujian saya ditunda lagi satu bulan#hieuehh..nasib..nasib!!!, typo kalo ada mohon dimaklumi.Makasih banyak bagi yg udah setia baca n’ comment di chapter sebelumnya. jangan lupa di chapter ini jg comment ne? wokehh?? Please Chapter 7nya ditunggu yahh?? Penasaran kan next YoonWon ketemu apa engga, trus pengen tahu kenapa Eunhye bisa masuk RS jiwa kan?? Makanya don’t forget RCL..karena masih banyak misteri[?] yg belum terjawab dalam FF ini.<Q=), Gee aka Restytami saeng, jeongmal gomawoyo adekk.. big hug dear..:), Salam~Nited, Annyeoong……….>33<

 

 

Iklan
Tinggalkan komentar

144 Komentar

  1. Ewit kemangi

     /  Maret 17, 2013

    Kakak muti, knpa ff mu memake org jadi sdih kayak gene kak’Mut?? Next hrs prtmukan yoonwon e.a kak?? Okok..

    Balas
  2. Daehee KyuWon

     /  Maret 18, 2013

    Great storyyy……tapi kpn nextnya ini authorrr????

    Balas
  3. KarenYS4ever

     /  Maret 22, 2013

    Ish lumutan aja loh eun hye, mlas bnget sih lhat kamu, gra2 kamu YoonWon jd gni deh…
    Next part scpatnya ya, satuin Yoong jg dng suami n smua kluarganya…
    Ksihan bnget Siwon, apalg Yoong tuh dbnci smua kluarganya, ya eon…

    Gomawo^^~

    Balas
  4. kyaaa, akhirnya sampe jg di chap 6 .
    aduuh gk sabar niii, minta link yang chap 7 dong .

    Balas
  5. wahhhh daebak thor, ceritanya mkin seru !!!!

    lanjuttttttttttt 🙂

    Balas
  6. Inas khasanah

     /  April 3, 2013

    Wah jadi pnasaran chapter slanjutnya,.kasihan yoona oemma ditinggal pergi sama siwon appa

    Balas
  7. ahhh kasian yoona eonni nya bkin nangiss hikss …
    ahh wonpa blik lgi ma yoona eonni
    next part lebih seru: )

    Balas
  8. wow keren thor. yoonwon bersatu kembali jg. hore

    Balas
  9. hania

     /  April 20, 2013

    Thor ceritamu memang menyentuh banget
    Ini semua gara gara eunhye#Jeng Jeng Jeng Jeng#
    *abaikan*
    Semoga saalah paham di antara yoonwon cepet selesai kasian kaan twins choi selaalu merindukan appanya yg gaanteng se jagad raya[?]
    Ditunggu lanjutannya gomawo thor

    Balas
  10. wahhh,,perasaan q nunggu banget kelanjutan nie FF,,tpi malah baru baca sekarang..
    Eishh,,paboya…
    Dipart ini kayax bikin nangis mulu dech..
    Hiks hiks…

    Balas
  11. VynnaELF

     /  Mei 6, 2013

    YoonWon harus brsatu lagi…!!

    Balas
  12. Cikha Choi

     /  Juli 2, 2013

    kpn y bhgiax.

    Balas
  13. Weny

     /  Juli 7, 2013

    bagus ceritanya

    Balas
  14. aat yoonwon

     /  Oktober 22, 2013

    Adegannya penuh kesedihan sampai keluar ne airmata author harus tanggung jawab

    Balas
  15. kyurang

     /  November 6, 2013

    Yoona egois niiih

    Balas
  16. Ika Rahma

     /  Desember 9, 2013

    Wah gimana ya. Lanjutan cerita.a

    Balas
  17. Aigo..kekeke si eunhye gila beneran hahaha 😀
    syukyuryn km dah ancurin keluarga yoonwon qu hahaha
    Chap End nya happy End ea thor..

    Balas
  18. yeona

     /  Maret 29, 2014

    Duhh,dramatisir banget sih ceritanya
    Jadi ikutan sedih sama nasib kehidupan yoona onni

    Balas
  19. simoppa

     /  Mei 29, 2014

    lanjut thorr

    Balas
  20. Ommo kasian banget merekaaa

    Balas
  21. Choi Han Ki

     /  Januari 22, 2015

    Akhirnya yoona menyesal juga kan setelah kepergian siwon bahkan dah 4 tahun siwon pergi dari rumah… Tapi kenapa malah eun hye tiba2 di rumah sakit jiwa aduh kasihan bgtt sih dia udah gk dapetin siwon tapi malah kejiwaannya terganggu

    Balas
  22. dedewjasmin

     /  Februari 11, 2015

    Wah..jd menderita semua nihhhh???gara2 kesalahpahaman ..kasia siyoon dan wona…..semua sodara yoona pd jutek sm yoona…

    Balas
  23. Anggun YoonAddict SY

     /  Februari 11, 2015

    Nagis baca chap ini 😥

    Balas
  24. nytha91

     /  September 27, 2015

    Duh thor..ini ff bikin mood up and down aja…yoonwon ini engga ada yg mau ngalah..
    Sebel…please update dong thor…please

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: