[FF] Sad Marriage (Part 1)

Author :  Hyuna Choi

Title                 :  Sad Marriage (Part 1)

Main Cast        :

  • Choi Siwon
  •  Im YoonA

Support Cast : find out for yourself

Rating             : PG 15

Type                : Sequel

Genre              : Family, Sad, Angst

 

Gadis itu terus saja berlari di sepanjang koridor rumah sakit dengan wajah panik, tidak ia perdulikan penampilannya yang sudah sangat berantakan, ia juga tidak memperdulikan beberapa pasang mata yang memandang aneh kepadanya. Yang gadis itu inginkan hanyalah dirinya segera menemukan ruang ICU, tempat dimana seseorang yang sangat berarti dalam hidupnya kini sedang berjuang mempertahankan hidupnya.

Gadis itu berhenti berlari saat melihat seorang wanita separuh baya yang sedang duduk di kursi tunggu dengan wajah yang sulit untuk diartikan, wanita itu tidak sendiri, ia di temani seorang pemuda tampan yang sedang berusaha menenangkannya. Gadis itu berusaha mengatur nafas nya yang tersengal-sengal akibat terus berlarian.

“Yoong kau datang…?” sapa wanita tua itu pada gadis itu yang ternyata bernama Yoona. Gadis itu mendekat, ia segera duduk disamping wanita itu.

“Apa yang terjadi Ajhumma? Bagaimana keadaan Yunho Oppa?” tanya Yoona tidak sabaran, membuat wanita setengah baya itu tidak bisa mengatakan apa-apa, ia semakin terisak.

“Yoong, lebih baik jangan tanya apa-apa dulu, Eomma masih shock. Kau akan tau sendiri nanti.” Sahut pemuda tampan bernama Choi Siwon itu.

Yoona mengalihkan pandangannya pada pemuda yang kembali berusaha menenangkan wanita yang ternyata Ibunya itu. “Tapi aku harus tau keadaannya, dia kekasihku aku berhak tau.” Kata Yoona yang kini semakin merasakan sesuatu yang buruk akan terjadi.

“Aku mengarti perasaan mu, kita tunggu saja sampai dokter keluar.” Kata siwon kemudian, Yoona terdiam. Rasa takut kini kembali menjalar di dadanya, ia sangat shock ketika mendengarkan kabar bahwa Choi Yunho kekasihnya di larikan ke rumah sakit. Yoona sendiri tidak tau apa penyebabnya, seingatnya Yunho tidak pernah mengeluh sakit apapun padanya.

Ketiga orang itu kini hanya terdiam, sibuk dengan fikirannya masing-masing hingga mereka semua menoleh saat mendengar suara pintu ruang ICU itupun terbuka,menampilkan sesosok Pria setengah baya dengan seragam dokternya. Ketiga orang tersebut langsung menghampiri sang Dokter.

“Bagaimana keadaan anakku dokter?” tanya Ny.choi, dengan nada khawatir yang sangat kentara dari suaranya.

“Kami sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi penyakit kanker otak stadium akhir  yang diderita Yunho sudah menjalar  ke seluruh bagian tubuhnya.” Tutur sang Dokter, meembuat Ny.choi tak mampu menahan isakannya. Sedangkan Yoona menutup mulutnya tidak percaya.

“Jadi, apakah dia sudah tidak ada harapan lagi Dokter?” tanya Siwon angkat bicara.

“Keadaannya semakin parah, aku tidak yakin dia akan bertahan dalam waktu yang lebih lama lagi. Sebaiknya kalian temui dia sekarang. Aku permisi.” Dokterpun pergi meninggalkan tiga orang yang masih bergelut dengan pikirannya masing-masing.

“Yoong, ayo kita masuk..” ajak Ny.choi pada Yoona, gadis itu mengangguk kemudian mengikuti Ny.choi masuk kedalam ruangan dimana Yunho di rawat. Siwon ingin ikut masuk, namun langkahnya terhenti saat Ny.choi mengeluarkan suara.

“Kau..sebaiknya tidak usah masuk.” Cegah Ny.choi dengan nada dingin, Siwon memandang wanita yang menurutnya adalah Ibunya itu dengan tatapan kecewa.

“Baiklah.”

***

“Apa yang kau rasakan sayang?” tanya Ny.choi sambil mengelus surai hitam putranya dengan sayang.

“Aku baik-baik saja Eomma…” jawab Yunho, selalu saja begitu. Yunho sama sekali tidak ingin orang yang di sayanginya mengkhawatirkannya. Yunho mengalihkan pandangannya pada gadis yang masih setia berdiri di belakang Ny.choi dengan sungai kecil yang membanjiri pipinya.

“Yoongie..kemarilah” ucap Yunho sambil menggerakkan tangannya, mengisyaratkan Yoona agar mendekat. Ny.choi bangun dari duduknya kemudian menyuruh Yoona untuk duduk di tempatnya semula.

“Oppa…kenapa kau menyembunyikan ini semua dariku…?” tangis Yoona pecah seketika, Yunho tersenyum. Dalam keadaan tidak berdaya pun ia masih berusaha menenangkan kekasihnya.

“Jangan menangis chagi…Mianhae bukan maksudku untuk menyembunyikan ini darimu, aku hanya tidak ingin membuatmu cemas.” Jawab Yunho dengan suara paraunya.

“Tapi Oppa, harusnya aku tau keadaanmu…harusnya kau bagi sakitmu denganku Oppa, aku akan mendampingimu apapun keadaanmu Oppa.” Yoona semakin terisak, Yunho merasa sesak saat melihatnya.

“Mianhae…” hanya itu yang dapat di katakan Yunho.

“Kau maukan memaafkan ku?” tanya Yunho, Yoona hanya bisa mengangguk. “Jangan menangis lagi ne?” Yunho menghapus airmata di pipi Yoona dengan ibu jarinya.

“Eomma, Siwon dimana?” tanya Yunho pada Eommanya.

“Untuk apa kau menanyakannya sayang, fikirkan kesehatanmu.” Jawab Ny.choi.

“Aku ingin Siwon ada disini Eomma..” permintaan Yunho seperti rengekan pada Ibunya, membuat wanita setengah baya itu tak dapat melakukan apa-apa kecuali menurutinya.

“Baiklah Eomma akan memanggilnya.”

***

Siwon masih duduk terdiam di sebuah kursi tunggu di depan ruang rawat Yunho kakaknya, pandangannya kosong menerawang ke depan. Jujur saja ia sangat sedih saat Ibunya melarangnya menjenguk Hyung nya. Sejak kecil Siwon memang sangat di perlakukan berbeda dengan Yunho oleh Ibunya, apa lagi sejak Ayahnya meninggal lima tahun yang lalu, tujuh puluh persen saham perusahaan yang di miliki keluarganya telah di serahkan pada Yunho dan tentu saja Yunho yang memimpin perusahaan tersebut. Dan Siwon hanya mendapatkan sisanya.

Sebenarnya Yunho sudah pernah mengajukan usul agar saham itu di bagi dua, tapi Siwon menolak dengan halus. Ia sama sekali tidak menuntut lebih, semua di terimanya dengan lapang dada.

Hanya saja Ia tidak tau kenapa Ibunya bersikap seperti itu padanya, Siwon merasa Ibunya selalu membedakan kasih antara dirinya dan Yunho. Terkadang Siwon merasa seperti anak tiri, namun ia berusaha untuk tidak berikiran negatif, karena Siwon tau tidak ada orang tua yang tidak menyayangi anaknya. Walaupun Siwon sendiri ragu, tapi ia selalu mencoba meyakinkan dirinya karena dirinya sangat menyayangi Ibunya itu.

Siwon juga sangat menyayangi  Yunho kakaknya, sampai-sampai Siwon merelakan kebahagiaannya demi sang kakak. Dan siwon juga rela melepaskan orang yang dicintainya untuk Yunho.

Flashback

“Hyung aku ingin mengatakan sesuatu padamu,” ujar Siwon antusias pada Yunho.

“Jinja, aku juga ada yang ingin ku katakan padamu,” balas Yunho tak kalah antusias.

“Kalau begitu Hyung saja duluan,” kata Siwon, Yunho menggeleng. “Aniya kau saja duluan…” tolak Yunho. “Hyung saja duluan.”

“Baiklah, ehm… begini Siwon-ah, aku sedang jatuh cinta…” kata Yunho sambil tersenyum sumringah.

“Jinja…siapa gadis beruntung itu Hyung?” tanya Siwon dengan senyum yang terkembang dari dua sudut bibirnya.

“Dia… Im Yoona.”

Jawaban yang di berikan Yunho membuat  Siwon tercekat, bagaimana mungkin Yunho mencintai gadis yang juga ia cintai. Siwon hanya bisa terdiam dan senyum yang sedari tadi merekah di pipinya perlahan memudar, Yunho melihat heran wajah adiknya yang tiba-tiba berubah muram.

“Siwon-ah gwenchana?” tanya Yunho, Siwon tersadar dari lamunan singkatnya dan kembali tersenyum pada sang kakak.

“Gwenchana…aku senang akhirnya kau menemukan gadis yang tepat untukmu.” Jawab Siwon sembari tersenyum getir.

“Kau haru membantuku untuk mendekatinya Wonnie, kau kan dekat dengannya. Kau maukan?” pinta Yunho, Siwon mengangguk. “ Ne Hyung, aku pasti akan membantumu.”

“Gomawo, kau memang adikku yang paling baik. Lalu kau ingin mengatakan apa tadi?”

“Aniya, itu tidak penting Hyung. Ah aku baru ingat aku ada janji dengan Tiffany…aku pergi dulu Hyung.” Setelah mengatakan itu Siwon langsung beranjak meninggalkan Yunho yang masih terheran-heran dengan sikap sang adik.

Flashback end

Siwon mendongakkan kepalanya saat mendengar pintu ruang rawat Yunho terbuka, ia menatap Ibunya yang baru saja keluar dari ruangan Yunho. Siwon langsung berdiri dan menghampiri Ibunya.

“Eomma bagaimana keadaan Hyung?” tanya Siwon.

“Masuklah, Yunho ingin menemuimu…” kata Ny.choi dingin, lihatlah wanita paruh baya itu bahkan enggan menyebut namanya. Siwon hanya mengangguk kemudian menyusul sang Ibu yang sudah terlebih dahulu masuk.

***

Siwon berjalan pelan menghampiri sesosok tubuh yang terbaring lemah tidak berdaya itu, hatinya perih melihat keadaan Hyung nya yang ia kenal sebagai sosok yang kuat kini terlihat begitu rapuh.

“Wonnie, kemarilah…” Yunho mencoba tersenyum meski begitu lemah.

“Hyung…” lirih Siwon, ia bahkan nyaris tidak bisa berkata apapun. Semua suaranya tertahan di tenggorokannya.

“Siwon-ah, mungkin waktuku sudah tidak lama lagi…” kata Yunho lirih, Siwon menggelengkan kepalanya. Sedangkan Yoona dan Ny.choi sudah tidak kuasa menahan tangisnya.

“Jangan bicara begitu Hyung, aku yakin kau akan sembuh.”

“Siwon-ah, bolehkah aku meminta sesuatu padamu?” suara Yunho terdengar begitu serak. “Katakanlah Hyung, aku akan melakukan apapun untukmu.” Jawab Siwon.

“Aku ingin mulai sekarang kau yang memimpin perusahaan, aku sudah tidak mungkin lagi melakukannya. Aku harap kau mau melakukannya untukmu.” Kata Yunho, Siwon menatap dalam manik mata Yunho.

“Apa yang kau katakan Yunho, mana mungkin kau mau menyerahkan perusahaan padanya.” Suara Ny.choi seperti tidak rela akan keputusan Yunho, Yunho beralih menatap Ibunya.

“Eomma, penyakitku sudah semakin parah dan tidak ada harapan lagi. Lalu siapa yang akan memimpin perusahaan kita jika bukan Siwon, Siwon juga anak Appa dan Eomma, jadi dia berhak.” Kata Yunho. Sedangkan Ny.choi hanya bisa diam tak mampu melanjutkan kata-katanya.

“Aniya hyung, Eomma benar. Aku sama sekali tidak pantas untuk itu, lagi pula aku yakin hyung akan segera sembuh dan kembali seperti sedia kala.” Kata Siwon sembari tersenyum.

“Jadi, kau tidak mau menuruti permintaanku Wonnie?” tanya Yunho kecewa. “Aniya, bukan begitu hyung aku..”

“Aku mohon Wonnie, hanya kau yang bisa ku andalkan.” Pinta Yunho memohon, kalau sudah begini siapa yang bisa menolaknya?

“Baiklah, tapi setelah Hyung sembuh, aku akan mengembalikan semuanya padamu.” Kata Siwon akhirnya, Yunho akhirnya bisa tersenyum.

“Dan aku punya satu permintaan lagi, kali ini untuk Kau Siwon-ah dan Juga kau Yoong…” kata Yunho lagi.

“Apa itu Oppa?” tanya Yoona yang sedari tadi hanya diam dengan pipinya yang basah.

“Sebelum aku pergi, aku ingin melihat kalian menikah.”

Perkataan Yunho itu seketika membuat semua orang yang ada di sana tercengang. Sungguh permintaan Yunho kali ini benar-benar tidak ada yang bisa menduga.

“Tapi hyung…ini tidak mungkin.” Siwon memandang Yunho lirih, Siwon memang mencintai Yoona tapi ia tidak ingin mengambil keuntungan untuk dirinya sendiri di saat Yunho sedang tidak berdaya seperti ini.

“Yoong, kau mau kan memenuhi permintaan terakhir  Oppa?” Yunho kini beralih pada Yoona yang kini sedang menutup mulutnya dengan tangannya sendiri untuk menahan isakannya. Sedangkan Ny.choi telah meninggalkan ruangan itu karena tidak sanggup lagi mendengar permintaan putranya.

“Aku hanya bisa mempercayai Siwon untuk menjagamu Yoong, Siwon orang yang baik. Kau juga sudah sangat dekat dengannya kan? Kau sudah tau seperti apa dia, jadi Oppa tidak akan ragu menitipkan mu padanya.”

Hening. Suasana di dalam ruang rawat itu kini berubah menjadi sunyi. Tidak ada yang berbicara setelah itu, hanya terdengar isakan lirih dari Yoona dan juga bunyi alat pendeteksi jantung.

“Baiklah Oppa, aku akan melakukan itu untukmu. Aku akan menikah dengan Siwon jika memang itu bisa membuatmu tenang…” ujar Yoona di iringi isakan dari mulutnya yang tak juga berhenti.

Siwon begitu kaget dengan kata-kata yang di ucapkan Yoona, sedangkan Yunho tersenyum simpul. Yunho menarik Yoona dalam pelukaannya, Yoona masih menangis dalam pelukan Yunho. Ia bisa merasakan tubuh Yunho yang begitu lemah namun masih bisa mencoba untuk menenangkannya.

“Gomawo, aku yakin dia bisa menjagamu dengan baik. Dia akan mencintaimu melebihi cintaku padamu dan aku harap kau un sebaliknya.” Ucap Yunho sambil mengelus lembut surai kecoklatan milik Yoona. Setetes air mata mengalir begitu saja dari pelupuk mata Yunho, sedangkan Siwon berusaha menengadahkan wajahnya agar air mata yang susah payah ia tahan tidak keluar. Namun usaha Siwon sia-sia, pada akhirnya air mata itu berhasil lolos dan mengalir lembut di wajah tampan itu.

“Besok kalian manikah…” suara itu memecahkan keheningan. Yoona sontak melepaskan pelukan Yunho.

“Tapi Oppa…”

“Aku tidak bisa menunggu terlalu lama lagi, tidak perlu acara yang besar-besaran, cukup pemberkatan saja. Bagaimana? Kalian setuju kan?”

Baik Yoona maupun Siwon hanya bisa mengangguk mengiyakan. Toh tidak ada gunanya jika mereka membantahnya.

***

Suasana di gereja itu kini tidak seperti biasanya, beberapa orang telah hadir disana untuk menyaksikan sebuah pernikahan. Pernikahan yang sangat sederhana, hanya ada beberapa orang yang hadir disana. Sepasang calon mempelai itu kini bediri berdampingan di atas altar, dengan gaun pengantin yang sederhana tidak mengurangi kecantikan Im Yoona. Walau pun begitu ia tidak menampakkan senyum sama sekali. Karena memang suasana hatinya yang sedang tidak baik.

Sedangkan sang calon mempelai laki-laki, Choi Siwon nampak begitu gagah dengan balutan Jas hitam. Namun tidak ada sedikit pun pancaran kebahagiaan dari wajahnya. Baik Yoona maupun Siwon kini memandang kosong kedepan saat sang Pastur yang akan menikahkan mereka kini sedang memberikan sedikit petuah tentanr perkawinan.

Di barisan kursi paling depan duduk seorang pemuda bernama Yunho, meski tubuhnya begitu lemah ia tetap berusaha tersenyum, meskipun perih menghujam dadanya. Ia bahagia, melihat orang yang paling di cintainya jatuh ke tangan yang tepat. Ia merasa lega, setidaknya ia lega bisa mempersatukan kedua orang yang di kasihinya.

“Saudara Choi Siwon apakah engkau bersedia menerima Saudari Im Yoona sebagai Istrimu, mencintai dan menyayanginya dalam keadaan apapun.”

Siwon tertunduk, lama ia terdiam hingga akhirnya ia membuka suara.

“Aku bersedia.” Jawabnya dengan suara lirih.

“Dan Saudari Im Yoona apakah engkau bersedia menerima Sandara Choi Siwon sebagai suamimu, mencintai dan menyayanginya dalam keadaan apapun.”

Yoona terdiam, ia berbalik dan menatap Yunho yang tersenyum padanya. Yunho mengerti, ia menganggukkan kepalanya sembari tetap tersenyum memberikan isyarat pada Yoona bahwa ia ikhlas.

“Aku bersedia.” Jawab Yoona dengan suara bergetar, seketika tangis Yoona pecah. Sungguh pernikahan yang mengharukan.

“Dengan ini aku sahkan kalian sebagi suami istri, silakan bertukar cincin.” Yoona dan Siwon kini bertukar cicncin, Yoona masih saja terus menangis dan Siwon tidak sanggup melihatnya. Siwon memang menikah dengan orang yang di cintainya, tapi ini bukan pernikahan yang ia inginkan. Ia merasa telah menyakiti Yunho, walaupun ia tau ini jelas permintaan Yunho.

Yunho menghampiri Yoona dan Siwon menggunakan kursi roda yang di dorong oleh Ny.choi. “Hey jangan menangis di hari pernikahanmu…” kata Yunho pada Yoona.

“Oppa…” Yoona menunduk mensejajarkan dirinya dengan Yunho, kemudian berhambur memeluk lelaki itu. Ia terus menangis dalam dekapan Yunho. Sedangkan Yunho kini juga tak kuasa menahan air mata, cairan bening itu mengalir membentuk anak sungai di pipi Yunho.

“Uljima…Yoong” Yunho mengelus punggung Yoona berusaha menenangkan gadis yang baru saja resmi menjadi adik iparnya.

“Oppa tidak akan pernah meninggalkan ku kan?” kata Yoona setelah melepas pelukannya. Yunho tersenyum kemudian menggelengkan kepalanya.

“Siwon-ah, tolong jaga Yoona dan Eomma. Aku titip mereka padamu. Aku bahagia, setidak nya aku akan pergi dengan tenang.”

“Ne Hyung.” Jawab Siwon lirih. Ia cukup sedih dengan ucapan Yunho.

Tidak lama kemudian suasana berubah menjadi mencekam saat tiba-tiba tubuh Yunho melemah di atas kursi roda, perlahan matanya tertutup rapat. Semua orang panik, Ny. Choi, Yoona dan Siwon menatap horror tubuh Yunho yang ternyata sudah tidak bernyawa lagi. Tidak lama kemudian terdengar teriakan histeris dari Yoona dan Ny. Choi sedangkan Siwon hanya bisa menangis dalam diam.

***

TBC or END???

Bagaimanakah kehidupan pernikahan Siwon dan Yoona setelah kepergian Yunho???

Apa sesungguhnya penyebab Ny. Choi membedakan kasih sayang antara kedua Putranya???

Ingin tau kisah selanjutnya???

Komentar sebanyak-banyaknya bila ingin FF ini di lanjutkan.

Gamsahamnida….

Tinggalkan komentar

112 Komentar

  1. huhuhu, baru chapter 1 aja udah menyedihkan….

    Balas
  2. nandita oktaviani

     /  Juni 26, 2013

    huhh sedih nih tadi mlh nganclong ke chapter 2, sedihh nih sesuai judulnya sad semoga aja akhirnya gk menyedihkan ya thor *my wish 🙂

    Balas
  3. Cikha Choi

     /  Juni 27, 2013

    ya ampun sdih bgd critax.yg sbar y siwon oppa

    Balas
  4. KieWonkyu

     /  Juni 28, 2013

    sedih bgt ,, pnsaran sma kdupannya yoonwon stelh mnikh ,, trus itu knpa dgn yunho oppa ,, n lgi knpa ibunya siwon oppa mmbdakan siwon oppa sma yunho oppa ,,
    ijin lnjt ya

    Balas
  5. Jdi cerita awalnya begini tto…

    Wah^..kenapa jdi gini…

    Balas
  6. Hello……. new reader here 🙂
    waw ceritanya keren !!
    jd penasaran, next ^^

    Balas
  7. Hay aku reader bru .. Sedih crtanya . Knpa ny.choi . Benci ama wonpa …? Tambah penasaran ama crta nya

    Balas
  8. hana

     /  September 16, 2013

    Aku rider baru disini jadi baru baca deh #ngakadayangnanya-_- ff eonnie keren

    Balas
  9. aat yoonwon

     /  Oktober 22, 2013

    wah dari judulnya sad marriage apa endingnya juga sad??

    Balas
  10. aat yoonwon

     /  Oktober 22, 2013

    wah dari judulnya sad marriage apa endingnya juga sad?? Mudah2n happy end

    Balas
  11. tia risjat

     /  Januari 20, 2014

    apakah wonpa bakalan dicuekin sama yoona? aduh.. jangan sampe dech.. kan kasian.. sungguh suatu beban yang berat untuk dipikul. memimpin perusahaan besar, kasih sayang ibu yg terkesan berat sebelah dan seorang anae yang tidak mencintainya..

    Balas
  12. yuli

     /  Maret 15, 2014

    ep pertama sudah mengharukan jadi g sabar baca chapter selanjutnya hua hiks hiks hiks

    Balas
  13. wulandari

     /  Maret 24, 2014

    Dah koment blum ya,,,aku lupa,,,
    karna lagi galon aku pngen baca yg sad byar tmbah galon hehehe

    Balas
  14. Deer Yayu

     /  Juli 30, 2014

    wah… aku bingung mau comment apa, terlalu sedih bacanya 😀
    next chapter

    Balas
  15. octavianii

     /  September 8, 2014

    salam kenal saya reader baru 🙂
    sedih banget baca ni 😦
    masa yoona pacaran sama yunho sih siwonnya trus gmn ??

    Balas
  16. azzryia noer hayyati

     /  Oktober 5, 2014

    Kok eommanya siwon g sayang ma siwon ya.. Cuma sayang ma yunho aja kynya!!! Mudah2an yoona bisa cinta ma wonppa ya… Lanjuutt…

    Balas
  17. dedewjasmin

     /  Desember 5, 2014

    Sedih bngt..iyah makin penasaran knph ibu nya siwon beda bngt.sebenarnya ada apa yah?

    Balas
  18. isna

     /  Juni 1, 2015

    Ngerti banget lah perasaan siwon, meski ia menikah dengan yoona tp itu kan terpaksa.

    Balas
  19. zubaidah

     /  Juni 9, 2015

    Ya ampun baru chapter pertama udh sedih bgt, gmna nanti..
    Knpa ny choi benci bgt sama siwon?
    Emangnya salah siwon Apa?
    Dn bagaimana nanti nasib pernikahan yoonwon.

    Balas
  20. Winda Novyta

     /  Juli 1, 2015

    thor librarynya dimana ?? ku baca bagus” FF nya.. tp tiap baa gak tau ari sambungannya kemana .. hehehhe

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: