[FF] My Silly Engagement (Chapter 4)

Poster FF MSE

Author             : misskangen

Genre              : Romance, family

Type                : Sekuel

Rating             : PG 17

Main Cast        : Im Yoona, Choi Siwon

Support Cast   : Kwon Yuri, Seo Joo Hyun, Lee Donghae, Jung Hye Ri (OC)

Disclaimer       : Cerita ini fiktif dan murni karangan si penulis. Semua cast meminjam nama Idol Korea. Apabila terdapat kesamaan cerita dengan kehidupan nyata, maka itu adalah suatu kebetulan yang tak disengaja.

 

Haloo…. FF dengan cerita garing dan membosankan plus tak ada kejelasan ini pun datang kembali dengan lanjutannya. Terima kasih kepada para pembaca yang sudah berbaik hati memberi komentar pada cerita episode lalu, dan kepada para silent readers… semoga diberikan pencerahan agar tak lagi mempertahankan sikapnya yang tentu saja mengecewakan setiap penulis FF.

Tak perlulah penulis weird ini berlama-lama memberikan sambutan dah kayak upacara bendera setiap hari senin (kangen juga aku dah lama ga ikutan upacara acem anak sekolahan😀 ). Langsung aja di read then don’t forget to give comment and like, guys!!!

 

 

CHAPTER 4

 

 

Di dalam mobil mewah itu keduanya duduk di bagian jok yang sama, tapi masih tetap tidak ada percakapan. Keduanya pun mempunyai raut wajah yang bedanya 180 derajat. Sang namja dengan ekspresi datar tapi terkadang suka senyum-senyum sendiri karena melihat ekspresi sebal dari wajah yeoja yang duduk di sebelahnya. Sesekali Siwon melirik kepada Yoona sambil menahan senyum sementara Yoona malas menanggapi dengan hanya melihat keluar mobil.

 

Hari ini Siwon sengaja membawa sopir bersamanya. Mereka duduk di jok belakang sopir. Harusnya jarak yang sangat dekat itu bisa membuat mereka lebih akrab dan nyaman untuk berbicara. Kenyataannya Yoona sengaja duduk menjauhi Siwon, dengan merapat ke pintu mobil, merasa lega dengan memberikan jarak walau mungkin hanya terpaut 10 centimeter dari namja itu. Siwon merasa geli sendiri melihat tingkah Yoona.

 

Dengan sengaja Siwon menggeser tubuhnya mendekati Yoona. Dengan senyuman licik Siwon mencoba merapatkan tubuhnya dengan Yoona. Hingga lengannya bertemu dengan lengan Yoona. Yoona langsung mengarahkan tatapannya pada Siwon, memberikannya satu death glare. “Yaakk!! Kau mau apa??” teriak Yoona.

 

“Oh come on Chagiya… kenapa teriak-teriak seperti itu. Oppa ada disini dan akan selalu melindungimu,” goda Siwon disertai senyuman yang memperlihatkan kedua lesung pipinya. Yoona mencoba menggeser tubuhnya menjauhi Siwon tapi apa daya tubuhnya sudah mentok dengan pintu mobil. “Melindungi apa?? Kau lebih terkesan ingin melakukan pelecehan dari pada melindungi. Lagipula kenapa kau bergeser mendekatiku padahal masih luas disebelah sana!!” kata Yoona galak.

 

Tak disangka-sangka Siwon mencubit kedua pipi Yoona dengan gemas, “Uhh… my fiance is so cute when she got angry”. Yoona kaget, tapi tak lama ia berusaha mendorong wajah Siwon dengan tangannya. “Arrggghhh…. ,“ jerit Yoona. Siwon yang sedikit terdesak ke belakang akhirnya melepaskan cubitannya dari pipi Yoona. Sopir Siwon yang menyaksikan adegan itu melalui kaca spion tengah hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala, merasa aneh dengan tingkah pasangan yang baru bertunangan itu.

 

 

“Aigoo… kau ini yeoja atau namja, kenapa kau kuat sekali mendorongku?” kata Siwon sambil geleng-geleng kepala. “Kau pikir aku tidak kesal tiba-tiba saja kau mencubit pipiku begitu keras. Sakit tauuu!!!” entah kenapa kalimat itu terdengar seperti Yoona sedang merengek. “Ooh, sakit ya?? Mau bagaimana lagi, kau itu sangat menggemaskan. Kemarilah aku ingin mencubitmu lagi,” Siwon mengulurkan tangannya hendak menyentuh Yoona. Yoona segera memukul tangan Siwon yang terulur berkali-kali, “yak..yak… awas saja kalau kau berani macam-macam, aku akan memastikan jari-jarimu takkan bisa dipakai!!” ancam Yoona yang membuat Siwon mengurungkan niatnya.

 

“Arrasoo.. uuhh kau ini benar-benar menakutkan!!” canda Siwon. Pertengkaran konyol itupun berakhir dengan keduanya memandang keluar jendela mobil pada arah berlawanan di sisi masing-masing. Keduanya tanpa sadar tersenyum mengingat peristiwa yang baru saja terjadi.

 

Aku tidak bohong ketika mengatakan dia sungguh menggemaskan tadi, batin Siwon.

Aku pikir dia hanya seorang tuan muda kaya raya yang berhati dingin tapi ternyata….. batin Yoona. Keduanya masih berkutat dengan pikiran masing-masing sepanjang perjalanan.

 

Beberapa menit kemudian sampailah mereka di sebuah Cafe yang kelihatan sangat sepi tanpa pengunjung. Yoona menatap Siwon seakan tidak percaya namja itu membawanya ke Cafe ini, Cafe Mounteen.

 

Keduanya turun dari mobil dan berjalan masuk ke dalam Cafe. Yoona berjalan pelan di belakang Siwon, terlarut dalam pikirannya yang masih menebak-nebak tujuan Siwon membawanya ke tempat itu. Beberapa pikiran negatif melintas di kepalanya, sontak membuatnya mogok berjalan sehingga semakin jauh tertinggal oleh Siwon.

 

Siwon menoleh ke belakang dan mendapati Yoona berdiri mematung tepat di pintu Cafe. Siwon mengerutkan dahi melihat sikap Yoona, “Kau ini lama sekali, cepatlah duduk disini!” perintah Siwon sambil menarik satu kursi untuk Yoona. Melihat tingkah Siwon yang berlagak romantis itu Yoona hanya bisa menelan ludahnya. Mau tidak mau Yoona memaksakan diri berjalan ke tempat Siwon, dan duduk di kursi yang telah disediakan.

 

Yoona POV

 

Aku melihat ke sekeliling Cafe ini. Satu kata yang bisa mendeskripsikannya, sepi. Aku merasa aura horor di sekitarku. Oh my god kenapa perasaanku tidak enak seperti ini. Apa yang sedang direncanakannya? Mungkinkah dia akan mencoba membunuhku, andwee…. Eomma tolong aku!!

 

“Mengapa kau mengajakku kesini? Mengapa Cafe ini tidak ada pengunjungnya? Ini pasti perbuatanmu kan? Yaak.. apa maksudmu dengan semua ini?” langsung saja aku menghujaninya dengan pertanyaanku.

 

“Aku tidak akan menjawab sebelum kau memanggilku Oppa!”

 

“Ah Shireo!!! Untuk apa aku memanggilmu seperti itu, jangan harap!!”

 

“Kau harus memanggilku Oppa karena aku lebih tua darimu. Lagi pula bukankah kita sudah menyepakatinya tempo hari. Kalau kau tidak mau maka kesepakatan kita batal”

 

Jadi dia sudah mulai menebarkan ancaman, baiklah kali ini aku akan bersikap manis. “Ne, oppa… mengapa mengajakku ke Cafe ini?” Aku mencoba membaca situasi, aku akan berusaha memikirkan solusi bila nanti terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

 

“Omo.. kalau bersikap manis seperti itu kau pasti akan menjadi gadis yang menyenangkan. Kurasa pada akhirnya aku akan terbiasa denganmu” Berharaplah terus Kuda!!! Pede sekali kau ini…

 

“Ne…” aku berusaha tersenyum sangat manis.

 

“Yoona-yah, aku mengajakmu kesini hanya ingin mengenang kembali hari pertama sekali kita bertemu. Seharusnya saat itu kau duduk ditempatmu sekarang duduk dan bukannya mengintip sambil tertawa-tawa dibalik dinding. Kau ingatkan??”

 

Aduh, aku baru sadar aku sedang berada di kursi tempat Hyeri duduk waktu itu. Namja ini pasti sengaja ingin membuatku malu. Benar saja aku memang tidak tahu mau berkata apa. Seandainya kedua sahabatku itu tidak menghianatiku, mungkin aku takkan jadi kikuk seperti ini di depannya. Welcome to the jungle, Yoona!! Aku hanya bisa menghela napas saja.

 

“mmmm ah oppa… aku kan sudah katakan alasannya, memangnya kau masih marah ya, kalau begitu aku minta maaf deh..” aku berusaha merayunya dengan senyuman sok manja yang kuperlihatkan saat ini.

 

Tapi dia tersenyum, berarti dia tidak marah. “Marah? Aku tidak marah…” kemudian senyumnya menghilang dan sekarang dia sedikit bangkit dari posisi duduknya, menjulurkan lehernya mendekatkan wajahnya ke wajahku hingga hanya tersisa beberapa centi, aku kembali hanya bisa menelan salivaku dan menjadi semakin kikuk. “Chagiya aku tidak marah, hanya saja… AKU KESAL SETENGAH MATI!!” dia mengatakan itu cukup keras di depan wajahku. Aku merasa terkejut sekali hingga aku hanya diam tidak tahu akan melakukan apa.

 

“Aku kesal sekali, karena aku ditipu mentah-mentah olehmu dengan menghadirkan makhluk aneh kehadapanku. Kau pikir bagaimana perasaanku saat itu, hingga aku juga berpikir negatif tentang ayahku yang tega pada anaknya sendiri” kata-katanya sudah tepat sasaran, sekarang aku mati kutu. Mana aku tahu kalau dia akan merasa seperti itu. Aku masih diam karena shock dan belum tahu kata-kata apa yang bisa aku keluarkan untuk membela diri.

 

Dia memandangku dengan tatapan yang aku sendiri tak bisa menafsirkannya. Ada kemarahan dan kekecewaan di dalamnya. Tidak ada sedikitpun kelembutan pada sorot matanya, begitu keras hingga membuat nyaliku ciut. Aku bahkan masih menatapnya, aku terpaku dengan posisi itu hingga menundukpun aku tak sanggup. Mungkin aku memang sudah kelewatan, tapi jika reaksi kemarahannya seperti ini apalagi kami hanya berdua di tempat ini semakin membuatku panas dingin. Aku yakin sekarang wajahku pasti sudah merah padam karena malu. Tiba-tiba saja pikiran bodoh bahwa dia akan membunuhku di tempat ini membuatku jadi merinding. Matilah kau, Im Yoona, aku merutuk diriku sendiri.

 

“HA..HA..HA..HA…” tiba-tiba saja dia tertawa, aku makin bingung jadinya. “Kena kau!!! Lihat itu wajahmu sudah sepucat mayat. Apa kau merasa takut? Iya, kau pasti takut. Kalau tidak, mana mungkin ekspresimu seperti itu,” katanya enteng sambil tersenyum. Dia menunjuk wajahku yang kini berubah masam, antara kaget dan tak percaya dengan yang dikatakannya barusan.

 

“Oppa… kau keterlaluan. Kau pikir ini lucu hah?” akhirnya aku bisa bersuara. Aku juga ingin marah kepadanya, tapi aku sadar aku salah jadi aku hanya bisa berbicara dengan suara rendah.

 

“Lucu? Memangnya saat itu kau pikir ini lucu? Kau sudah memaksa sahabatmu untuk melakukan tindakan bodoh dan kau juga sudah membohongi keluargamu. Apakah itu lucu?” aku kembali diam mendengarnya berbicara dan sekarang dia kembali memasang ekspresi antagonis lagi.

 

“Tidakkah kau pernah berpikir kalau kau itu beruntung karena memiliki banyak orang yang menyayangimu disampingmu, sahabatmu dan keluargamu? Tapi kau malah menyia-nyiakan mereka, padahal tidak semua orang seberuntung dirimu. Apa kau tidak pernah membayangkan bagaimana jika suatu hari mereka berpaling meninggalkanmu, apa yang akan kau lakukan?”

 

Apa sih maksudnya berkata seperti itu, aku tak mengerti. Aku memang merasa bersalah padanya saat ini, tapi bukan berarti dia bebas memojokkanku begitu saja. “Mianhae Oppa… aku benar-benar minta maaf soal kejadian tempo hari. Aku memang tidak berpikir sejauh itu.” Kali ini aku kalah telak, aku KO. Skor 2-2 seolah berubah jadi 5-0. Sepertinya sudah nasibku hari ini akan jadi bulan-bulanannya, habislah aku…

 

Aku mendengar helaan panjang napasnya. Aku hanya berharap sekarang dia akan menjadi lebih tenang dan berhenti memojokkanku. Hingga kulihat raut wajahnya melunak, tak pelak membuat keteganganku sedikit berkurang.

 

“Ya sudahlah, kita tidak usah pemasalahkan lagi soal ini. Wajahmu jadi aneh dengan ekspresi seperti itu. Hei..berhentilah cemberut, bagaimana kalau kita pergi shopping?”  Hah? Dia kenapa lagi sekarang, baru satu menit yang lalu dia menunjukkan keangkeran dirinya. Setelah membuat orang hampir mati karena shock sekarang malah mengajak shopping. Dasar Kuda aneh!!

 

Aku hanya mengerutkan dahiku, masih belum bisa memahami sikapnya yang mudah sekali berubah-ubah. Inikah balasannya karena sejak awal aku sudah mengerjainya habis-habisan? Mungkinkah dia merasa terintimidasi dengan kehadiranku di hidupnya? Entahlah, aku tak tahu jawabannya. Hanya Siwon Oppa dan Tuhan yang tahu. Biarkanlah waktu yang akan menjawab dan membuktikan semuanya.

 

Yoona POV End

 

Siwon menarik tangan Yoona, membuat Yoona tersadar dari lamunannya. Masih sedikit linglung, Yoona hanya bisa menuruti Siwon yang memegang pergelangan tangan kirinya. Yoona terpaksa mengikuti setiap langkah Siwon menuju tempat kemanapun Siwon akan membawanya.

 

Keduanya kembali berada dalam mobil. Siwon meminta sopirnya mengantarkan mereka ke suatu tempat. Yoona tidak bisa berkonsentrasi dengan pikirannya saat ini hingga nama tempat yang disebutkan Siwon barusan tidak dapat ditangkapnya dengan baik. Yoona masih saja terdiam tanpa kata, dan sedikitpun tak punya keberanian untuk menatap Siwon.

 

Mereka sampai ke salah satu Mall milik Hyundai Group. Siwon kembali menarik tangan Yoona setelah mendapati yeoja itu berjalan di belakangnya dengan malas dan tak bersemangat. Tak biasanya yeoja bila diajak ke tempat seperti itu memilki ekspresi seperti yang Yoona tunjukkan saat ini.

 

“Yah… kenapa rusa ini jadi selambat kura-kura?? Ayolah… masa kau tak tertarik dengan barang-barang indah yang ada disini??” gerutu Siwon yang hanya ditanggapi dengan kerucutan bibir dari Yoona.

 

“Yoona, lihatlah gaun itu. Bukankah sangat indah, kau tak ingin mencobanya?” ucap Siwon sok antusias menunjuk pada satu gaun yang dipajang pada manekin di etalase. Pegawai toko yang memang mengenali Siwon membungkuk memberikan salam hormat. Mereka memandang bingung pada Siwon yang sibuk menarik-narik tangan seorang gadis membawanya kesana-kemari. Tapi sang gadis sama sekali tak tertarik dengan semua yang ditawarkan. Wajahnya masih ditekuk dan cemberut tapi justru terlihat sangat lucu.

 

Hingga hari menjelang malam, belum ada satupun tas belanjaan yang nangkring di tangan mereka. Sejak tadi berkeliling kesana kemari tanpa ada barang yang dibeli. “Oppa, aku lelah. Aku ingin pulang saja,” rengek Yoona. Terlihat jelas gadis itu sudah kelelahan, lelah pikiran dan lelah badan.

 

“Arasso…” Siwon mengangguk dan menghela napas lega.

 

 

Siwon POV

 

Sedari tadi aku lihat dia diam saja, padahal aku sudah mengajaknya jalan-jalan temasuk shopping. Tapi dia tidak memperlihatkan ketertarikan sedikitpun terhadap barang-barang yang dipajang di Mall ini. Apa dia tidak suka shopping ya? Ah tidak mungkin.. setahuku tidak ada satupun wanita yang tidak suka shopping. Lantas kenapa dia bersikap seperti itu. Apa mungkin aku sudah bersikap keterlaluan terhadapnya? Biarkan sajalah, nanti juga pasti berubah cerewet lagi. Intinya shock therapy itu memang penting untuk orang seperti dia, walau kenyataannya saat ini aku yang jadi orang jahatnya.

 

Aku pun mengantarnya sampai di depan pintu rumahnya. Wajahnya masih tetap terlihat cemberut, ditambah dia juga mengerucutkan bibirnya seperti itu membuatnya makin terlihat lucu dan menggemaskan.

 

Aku melihat ibu dan kakaknya berjalan menuju tempat kami berdiri di depan pintu rumah. Langsung aku memegang kedua bahunya dan mengarahkan tubuhnya menghadapku. Aku memandang kedua mata indahnya, lalu mengecup keningnya selama beberapa detik, berharap ibu dan kakanya melihat adegan ini. Aku merasakan kalau Yoona sedikit terkesiap, pastinya dia terkejut dengan apa yang baru saja aku lakukan.

 

“Chagiya, masalah tadi tidak usah dipikirkan. Terima kasih untuk hari ini, aku merasa sangat senang dengan apa yang kita lakukan hari ini. Lain kali kita akan pergi ke tempat yang lebih menyenangkan.” Aku berbicara cukup keras, memastikan ibu dan kakaknya mendengar apa yang aku katakan.

 

Aku mengedipkan sebelah mataku kemudian memeluknya selama beberapa saat. Aku tahu Yoona pasti sangat terkejut dengan aksiku kali ini. “Oppa pulang dulu, chagiya. Tidur yang nyenyak ya,” kataku sambil mengacak rambutnya dan beranjak menuju mobilku.

 

Siwon POV End

 

Yoona terlihat masih sangat shock dengan tingkah Siwon yang baru saja dialaminya. Yoona masih berdiri terpaku, seakan masih menelaah perlakuan romantis Siwon barusan. Ibu dan kakaknya yang melihat semua kejadian itu pun cukup kaget tetapi kemudian mereka tersenyum-senyum senang dan mulai mendekati Yoona.

 

Mereka melihat Yoona yang masih mematung dengan tatapan kosong dan ekspresi kaget yang sungguh lucu membuat mereka berdua tertawa. “ehemmm… duuuhhh, senangnya yang baru diantarkan pulang oleh tunangan tercinta”, ibu Yoona lebih dulu menggodanya.

 

“Jadi sekarang sudah mulai go public nih adegan romantisnya?? Auwww… manis sekali. Satu kecupan plus ucapan selamat tidur dari sang kekasih ternyata mampu membuatmu terlihat bodoh begitu,” tambah Yuri yang niat sekali menggoda Yoona sambil mendorong-dorong lengan Yoona dengan jari telunjuknya.

 

“Yoona-yah… kau kenapa nak? Apa begitu romantisnya Siwon sampai kau speechless seperti itu?”

 

“Ne, eomma. Speechless and Nervous. Kekekekeke” Yuri dan ibunya semakin gencar menggombali Yoona.

 

“Andwee…” akhirnya Yoona bersuara setelah sekian lama berdiri dengan posisi layaknya manekin yang salah pakai kostum (emang ada ya??).

 

“Andwee… Andwee…” kini suara Yoona lebih keras dari sebelumnya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

 

“ANDWEEEEE!!!!” Yoona berteriak seraya berlari naik ke kamarnya yang ada di lantai 2. Yuri dan ibunya langsung bertatapan, tatapan penuh tanya terkait sikap Yoona yang seperti orang gila itu.

 

What’s wrong with her?”

“I have no idea, Mom!”

-0-

Yoona POV

 

Huuuwwwwaaaaa!!!!!! Aishhhh……

Hiks..hiks…hikssss…..

Aku seperti mau gila, ani… aku benar-benar gila. Sekarang saja aku sedang mengacak-acak rambutku sampai berantakan tak menentu. Aku menangkupkan wajahku di atas ranjang, sambil menangis. Ini semua gara-gara Choi Siwon, namja itu…. harus bertanggung jawab karena sudah membuatku stress. STRESSS!!!

 

Wait… Wait…

Kenapa juga harus menangis? Memangnya aku baru patah hati dengan seorang namjachingu kemudian jadi mendadak mellow terus nekat mau bunuh diri?? Ani, yang benar aku baru saja mengalami tindak penganiayaan perasaan oleh tunanganku sendiri.

 

“Tunangan…. iiihhhhhh, kata itu benar-benar membuatku makan hati. Untuk apa sih dia berlagak sok romantis begitu di depan eomma dan eonni. Pakai acara cium kening dan peluk-peluk segala lagi, najissss……” -___-

 

“Seenaknya saja dia memperlakukanku seperti itu. Setelah sebelumnya marah-marah, tiba-tiba mengajak pergi shopping, lalu mengantar pulang dengan segala tindak romantis nan memuakkan. Choi Siwon ternyata serius mengibarkan bendera perang, dia serius menantang Im Yoona. Kalau begitu Im Yoona akan berjuang, walaupun dia seorang namja yang punya kekuasaan tapi Yoona adalah yeoja yang punya semangat. Aigoo, kenapa aku hanya punya semangat??!!!

 

Ya sudahlah, yang penting semangat. Semangat!!!!!”

Aku mengakhiri aksi berbicara kepada diri sendiri tadi dengan mengepalkan tangan ke udara sebagai tanda bahwa Im Yoona akan terus bersemangat. Lalu aku teringat pada Donghae Oppa, apakah dia sudah kembali?? Oppa, aku datang……

 

Yoona POV End

 

-0-

“Donghae-ah!!” panggil Siwon setelah melihat Donghae dari kejauhan seraya mengangkat tangannya. Donghae yang telah melihat kehadiran Siwon hanya tersenyum sambil mengangkat tangannya.

 

“Kau sudah lama? Maaf aku sedikit terlambat”, Siwon pun duduk di sebelah Donghae. Mereka duduk di meja tepat di depan bartender. Keduanya membuat janji bertemu di cafe yang biasanya mereka datangi, baik sebelum Donghae pergi ke London.

“Ya… cukuplah sampai aku sudah menghabiskan 2 gelas cocktail sambil menunggu seorang businessman super sibuk seperti Choi Sajangnim…”

 

Cocktail?? Sejak kapan kau suka minum minuman yang satu itu? Biasanya juga kau hanya akan minum cola atau wine” Siwon terlihat mengerutkan keningnya.

 

“Sejak aku merindukan sosok seorang yeoja ketika di London dan seorang bartender menyodoriku segelas cocktail hingga akhirnya aku jadi cukup terbiasa.” terang Donghae. “lalu apakah kau sudah melepas rindumu pada yeoja itu? Apa dia yeojachingu-mu??” tanya Siwon.

 

“Aniya.. dia bukan yeojachinguku, belum jadi yeojachinguku. Aku hanya menyimpan perasaanku tanpa berani mengungkapkan padanya. Aku masih tidak yakin apakah dia juga mempunyai perasaan yang sama denganku” Donghae menghela napas mengingat pengalaman cintanya yang masih bernilai nol.

 

“yaaahhh.. tak usah kau sesali, kau kan tahu sendiri kita berdua memang payah kalau soal urusan yeoja” Donghae sontak tertawa mendengar perkataan Siwon. “Lantas kau sendiri sepertinya sudah banyak kemajuan soal yeoja, terlebih kalau berkaitan dengan tunanganmu itu. Kau sudah selangkah lebih maju dariku ternyata” Siwon tersenyum lebar mendengarnya.

 

“Aku hanya mencoba membina hubungan baik dengan calon istriku, apa itu salah? Apalagi dia adalah type yeoja yang tak biasa,” Donghae mengerutkan kening tanda tak mengerti.

 

“maksudku, dia adalah yeoja yang sangat unik. Wajahnya akan langsung memerah bila aku menggodanya dan dia memiliki ekspresi yang sangat lucu bila sedang kesal” wajah Siwon terlihat berseri-seri ketika mengatakannya. Donghae memutar bola matanya, tak percaya melihat Siwon seperti itu.

 

Prokk..prokk..prokk… tepukan tangan Donghae membuat Siwon mengangkat sebelah alisnya, memandang penuh tanya pada Donghae. “yaahhh bravo Choi Siwon. Congratulation on your new experience of love. Sepertinya aku sudah jauh tertinggal olehmu, kau bahkan sudah berani menggodanya. Padahal yang aku tahu kau adalah namja yang akan berubah menjadi gunung es bila didekati yeoja. Lihatlah kau sekarang, apakah gunung es nya sudah mencair dan kau sudah berubah jadi Don Juan?”

 

“Kau berlebihan Donghae-ah. Aku bukannya player yang bermain dengan banyak wanita. Hanya tunanganku… hanya tunanganku…”

 

“Jadi kau mengakui kalau kau jatuh cinta padanya?”

 

“Sepertinya begitu…” Siwon tersenyum memperlihatkan kedua lesung pipinya.

 

“Aku yakin dia adalah yeoja yang sangat cantik nan mempesona dengan tubuh seksi bak gitar Spanyol dan rambut panjang yang lembut bak sutra persis bintang iklan di televisi” Donghae mencoba menebak-nebak sosok tunangan Siwon.

 

“Kau salah!!! Tunanganku hanya seorang gadis yang lebih suka tampilan casual. Dia kurus dan cukup tinggi. Dia juga memiliki mata dan kening yang indah. Tapi dari semua itu dia lebih mirip rusa!”

 

“Ouch… kau bahkan sudah punya panggilan sayang khusus untuknya. Daebak Siwon-ah!!” Donghae geleng-geleng kepala mendapati sahabatnya sudah berubah soal cinta.

 

“Ch, benarkah.. aku sungguh tersanjung Hae!!”

 

“Jadi, kapan kau akan memperkenalkannya kepadaku?” pinta Donghae sambil memberikan puppy eyes nya pada Siwon. “Aku tidak akan memperkenalkannya padamu sebelum kau berjanji tidak akan menebarkan pesonamu padanya, sehingga ia akan tertarik padamu” rajuk Siwon.

 

“Kau takut dia akan terpesona padaku? Ya ampun… aku ini bukan Cassanova yang suka tebar pesona, apalagi pada yeoja yang disukai sahabatku sendiri” Donghae merasa sedikit kesal.

 

“Yah.. aku kan hanya bercanda. Kenapa kelihatannya kau kesal sekali,” Siwon berkilah. “Aku kan juga punya yeoja pujaan hati, aku juga akan berjuang mendapatkan hatinya juga. Semoga dia masih mengenalku dan juga belum ada yang punya kekeke” mood Donghae sudah ceria kembali.

 

“Okay, kalau begitu selamat berjuang pengacara Lee” Siwon menepuk-nepuk bahu Donghae.

“Oh iya, kau belum pernah memberitahu siapa nama tunanganmu..”

 

“Yoona. Im Yoona namanya…”

Deg…

Donghae tersentak mendengar nama itu karena telah mengingatkannya pada seseorang.

Im Yoona…. Semoga bukan Yoona yang itu… batin Donghae.

 

TBC

 

Segini dulu deh yang bisa ditulis… agak mampet ni otak author plus sang inspirasi sedang tak menghampiri. Mianhae… bila kependekan. Ntar next chapter bakalan diusahakan lebih panjang lagi. Jangan lupa komen nya yaa kawan2 United!!!

 

Tinggalkan komentar

139 Komentar

  1. orien

     /  Juli 1, 2014

    Siwon oppa dngan yoona unniee sudah mulai mesra nih..hahah

    Balas
  2. Sepertinya ada perkembangan ne bhwa wonppa mulai menyukai Yoona, lalu bagaimana dgn Dong Hae apakah dia tau wanita yg di maksud Wonppa. Benar2 mengejutkan

    Balas
  3. Wonppa mulai suka sama yoona nih

    Balas
  4. rita octaria

     /  September 10, 2014

    donghae oppa itu yoona yg sama
    .
    .adwee ap bkal jadi cinta sgitiga.
    . onnie lanjut

    Balas
  5. Kenapa ya semua adegannya lucu2 bgt, sampai gk berhenti aku tertawa
    Sepertinya ada persaingan hebat ne antara dong hae dan si won
    apa benar wanita yg di ingat dong hae adlh Yoona tunangan si won
    sepertinya gk salah lg ni

    Balas
  6. Choi Han Ki

     /  Oktober 18, 2014

    Yoona dapet terapi shock itu lucu bgtt.. Yaampun bagaimana ya kelanjutannya siwon ngasih tau nama tunangannya I’m Yoona … Donghae nanti jangan kaget ya kalo itu yoona yg kamu suka juga…

    Balas
  7. Dwi Sivi Fatmawati

     /  November 5, 2014

    wonpa udh mulai ngakuin jatuh cinta sma yoona eonni nih

    Balas
  8. nina

     /  November 14, 2014

    omg,,, bkln ad cinta segitiga,,,

    Balas
  9. Omegat.. Donghae oppa.
    C

    Balas
  10. Seruuuuu….. Bakalan jd gmn nih hubungan antara ke tiga nya ???? Next chap…

    Balas
  11. Nhiina

     /  Januari 11, 2015

    Jadii Yeoja yg dimaksud Haeppa itu Yoong Unni . .?
    wah bakal ada cinta segitiga nhii . .
    mudah-mudahn yoonwon tetap bersatu . .
    Wonppa ? ? Hwaiting dan trus berjuang u/ dapatkn cintanya Yoong unni🙂🙂

    Balas
  12. Zhahra

     /  Maret 25, 2015

    Waaaaah gawat niiih…
    Perang sebenarnya akan terjadi antara wonpa dan hae oppa…untuk memperebutkan putri yoona yg cantik jelita…ha…ha…ha…
    FF ini keren banget daaah….
    Membuat jadi senyum” kayak orang gila…
    Daebak deeh buat author yg dah bikin FF sekeren ini…

    Balas
  13. devica nuranda

     /  November 20, 2015

    wkwkwkw lucu banget

    Balas
  14. Lucu banget nih author, apalagi pake kata2 yg cuma orang indo aja yg ngomong. Jadi lucu banget

    Balas
  15. My labila

     /  April 9, 2016

    aduh donghae oppa justru yoona yg itu….tunangannya siwon oppa…tuh

    Balas
  16. Wonnie udah ngaku klo dia udah bener2 jatuh cinta ma Yoona^^

    Balas
  17. semakin kesini semakin bagus banget

    Balas
  18. Nhiina

     /  Juni 18, 2016

    Daddy dari pertama jga udah jatuh cinta ama mommy..Tapi baru skarang diakuinya :v
    Eeitxss?? Apa yeoja yg di rindukan Donghae oppa pas dilondon itu mommy???
    Penasaran:.

    Balas
  19. AuliaYW

     /  Juli 13, 2016

    Siwon oppa ska bngt nyagil Yoona eonni..
    Cie Siwon oppa udh mulai cinta aja nhe sami Yoona eonni..
    Cinta Δ
    Siwon oppa – Yoona eonni – Donghae oppa.

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: