[FF] Love Is You (Chapter 4)

Tittle               : Love Is You / Chapter 4

Author            : Tika Pink / Tika Sheila EverlastingFriend

Email              : tika_pinky@rocketmail.com / smantikalove@gmail.com / @SangRa_ELF

Main Cast      : Im Yoona, Choi Siwon

Other Cast     : Heo Young Saeng (Im Young Saeng), Tiffany Hwang, Lee Seung Gi, Yesung, Tika Pink (Tika Park – Author ikut nimbrung 🙂 ), Choi Sooyung, Shim Chang Min, Taeyoon, Yuri

Genre             : Romantic, Sad atau tentuin sendiri

Length            : Chapter

Rating             : PG + 15

 

 

Annyonghaseyo yeorobeun ^^ . Kumao buat readers yang udah ngasih attensinya buat ff gajeku ini meski masih banyak yang Cuma ngomong next doank, mungkin karna ff ini emang nggak menarik. Tapi aku positive thinking aja, semoga kedepannya ff ini bisa lebih baik, lebih dihargai dan lebih dinikmati oleh readers sekalian.

Oh ya, satu lagi please don’t call me author yaw. Kalian bisa panggil aku Tika or Pink. Aku line 91, jadi kalau ada yang mau manggil eonni or dongsaeng juga lebih baik daripada dipanggil author. #kayaknya kebanyakan bacot yaw.

Ya udah dech, jangan lupa RCL aja yaw readers …^^

 

 

#Happy Reading#

 

Author Pov

Amarah, kekesalan, frustasi atau mungkin rasa cemburu yang kini dirasakan Siwon telah bercampur aduk jadi satu. Siwon menyalurka perasaan itu melalui ciumannya yang agak sedikit memaksa. Melumat bibir Yoona dengan sedikit menuntut dan kasar. Ciuman yang jauh dari kata lembut. Yoona meronta dalam pelukannya, berusaha mendorongnya, berusaha melepaskan diri dari pelukan dan ciuman Siwon yang kasar itu. Tapi usahanya sama sekali tak membuahkan hasil. Sekuat apapun gadis itu meronta, Siwon tetap lebih kuat darinya bahkan Siwon malah lebih mempererat pelukannya sehingga tak ada sedikitpun ruang diantara mereka.

Siwon memperdalam ciumannya, melumatnya dengan keras. Bukan nafsu yang saat ini mempengaruhinya tapi lebih cenderung pada perasaan marah dan cemburu. Digigitnya bibir bawah Yoona yang masih tertutup itu sehingga terbuka dan sedkit memberikan celah. Dimasukkannya lidahnya ke dalam mulut Yoona, menggoda dan menggelitik lidah Yoona yang masih tak mau memberikan responnya. Semakin Yoona berontak, semakin dalam juga ciuman Siwon.

Yoona benar-benar tak punya kekuatan lagi untuk berontak. Sentuhan Siwon di mulutnya sedikit membuatnya lemas. Sehingga dia memilih untuk diam saja. Karna Yoona yang sudah tak berusaha berontak lagi, ciuman itu pun perlahan-lahan berubah melembut. Kali ini tidak seperti memaksa meski Siwon masih tetap melumat bibir Yoona. Sedetik kemudian ciuman itu berpindah ke leher jenjang Yoona. Siwon menjilat, mengecup dan meninggalkan kiss mark di leher Yoona yang jenjang itu. Yoona kembali berusaha mendorong tubuh Siwon dan meronta. Sampai akhirnya Yoona merasa kesakitan di punggungnya karna membentur benda keras di belakangnya. Seketika Siwon pun melepaskan ciuman dan pelukannya setelah menyadari apa yang terjadi. Yoona membentur sebuah meja kayu yang pinggirannya agak meruncing. Yoona merintih kesakitan dan terduduk lemas. Rasanya Yoona ingin menangis saat itu juga tapi dia masih berusaha bertahan.

Siwon merasa sedikit bersalah. Dia ikut merendahkan tubuhnya untuk menghampiri Yoona yang masih meringis. Ingin melihat apakah Yoona terluka.

“Jangan sentuh aku!” hardik Yoona saat tangan Siwon mau mencoba memegangnya. Yoona menatap Siwon sengit. Terpancar kemarahan dan kebencian di sana. Siwon bisa melihatnya.

“Jangan berani lagi kau menyentuhku! Kau namja yang mengerikan. Nappeunnom, kau sama sekali tak pantas disebut manusia!” lanjut Yoona sambil memekik marah. Yoona bangkit berdiri kemudian menyambar tasnya yang tadi terjatuh akibat Siwon menciumnya tadi. Dia melangkah ke pintu untuk pergi tapi sejenak dia menghentikan langkahnya.

“Jangan pernah kau muncul dihadapanku lagi! Karna rasanya aku bisa membunuhmu saat itu juga!” kata Yoona lalu melangkah keluar dari kamar itu. Siwon mencoba mengejarnya tapi langkah Siwon tehenti di depan pintu kamar. Sedikit rasa bersalah dan penyesalan menyinggapinya saat dia melihat kepergian Yoona.

Author Pov End

***

Siwon Pov

Apa yang telah aku lakukan? Kenapa aku sampai tak bisa mengontrol diriku seperti ini? Kenapa aku merasa marah? Kenapa aku cemburu? Kenapa aku berubah menjadi seperti ini? Ini bukan aku! Ini bukan sifatku! Tapi kenapa?

Acgggghhhhhhh ….. aku ingin berteriak sekencang-kencangnya. Mengeluarkan semua amarah dan perasaan yang tak kumengerti ini dari diriku. Aku tak seharusnya berbuat seperti itu. Aku menyakitinya … Aku telah menyakitinya.

“Mianhae, Yoona-ssi.”

Siwon Pov End

***

Yoona Pov

Dasar namja kurangajar! Apa sebenarnya yang diinginkannya dariku? Apa aku pernah berbuat salah padanya? kenapa dia harus melakukan hal itu padaku? Kami bahkan tak begitu saling mengenal. Dia hanya teman Young oppa. Sebagai seorang teman tak seharusnya dia melakukan hal menjijikkaan seperti itu pada adik temannya sendiri. Kenapa dia tega melakukan hal ini padaku? Choi Siwon, neo jinjja nappeun saramiya. Aku tak ingin bertemu apalagi berurusan dengan orang seperti itu lagi.

“AKU BENAR-BENAR MEMBENCIMU CHOI SIWON … !!!” pekikku dengan keras. Aku marah, kesal dan rasanya ingin mengubur namja itu hidup-hidup.

“Yaaa, Yoong! Kenapa kau berteriak?” tegur Young oppa yang langsung menerobos masuk ke kamar.

Benar, aku lupa. Saat ini aku berada di apartement oppa. Sepulang dari hotel pikiranku sangat kacau sampai aku memutuskan untuk ke apartement oppa daripada pulang ke rumah agar aku bisa menumpahkan kekesalanku dengan bebas karna oppa di kantor.

“Oppa…? Kenapa kau ada di sini?”tanyaku dan baru kusadari itu merupakan pertanyaan terbodoh yang pernah kuajukan pada oppa.

“Mwo? Seharusnya aku yang bertanya seperti itu padamu. Ini kan apartementku.” Katanya sambil membuka jas dan dasinya. Dia lalu merebahkan diri di kasurnya. “Ahh, aku lelah sekali!” lanjutnya.

“Kenapa oppa sudah pulang jam segini? Ini kan belum waktunya pulang kantor.!” tanyaku ikut merebahkan diri di samping oppa.

“Aku sedang menghindari seorang yeoja yang menyukaiku. Akhir-akhir ini dia sering datang ke kantor untuk menemuiku dengan berbagai alasan. Aku jadi kesal dibuatnya.”

“Makanya jangan sok playboy. Aku heran kenapa yeoja itu mengejarmu padahal tak ada satupun yang menarik darimu oppa!”

Pletakk~~ oppa menjitak jidatku.

“Yaa, oppamu ini sangat keren. Jika kau bukan adikku, aku yakin kau juga pasti akan jatuh cinta padaku!”

“Mwo? Jatuh cinta padamu? Tidak akan pernah!”

“Jeongmal? Aku tidak yakin dengan jawabanmu! Tapi kenapa kau kesini tanpa memberitahuku dulu?” Tanya oppa sambil mengubah posisinya menghadapku.

“Eo? Ahh, aku hanya sedang malas di rumah. Jadi aku pikir aku lebih baik kesini saja.” Jawabku beralasan.

“Wae? Apa kau bertengkar dengan omma?”

“Ani.”

“Lalu? Oh ya, aku tadi sempat mendengarmu berteriak dan menyebut nama Siwon. Apa kau ada masalah lagi dengannya?”

“A…ani. Kenapa aku harus punya masalah dengan temanmu yang menyebalkan itu.” Jawabku agak salah tingkah mendengar pertanyaan oppa.

“Kau bohong kan? Aku sangat mengenalmu Yoong bahkan mungkin lebih dari kau mengenal dirimu sendiri.” Kata oppa sambil menatapku penuh selidik. Aku bangun menghindar dari tatapannya.

“Aku sudah bilang tidak oppa. Tidak ada yang terjadi antara kami. Aku sama sekali tak ingin berurusan lagi dengannya.” Kataku ketus. Aku tidak ingin oppa mengetahui apa yang baru saja terjadi antara aku dan Siwon meski sebenarnya namja itu sudah sangat keterlaluan. Mungkin aku ingin mengubur namja itu hidup-hidup, tapi aku tak ingin melibatkan oppa. Aku masaih bisa menanganinya. Jika aku harus membalas dan menghancurkan namja jahat itu, maka akan aku lakukan dengan caraku sendiri.

“Seharusnya kau harus akur dengannya Yoong. Dia namja yang baik dan bertanggung jawab. Sepertinya dia juga sedang tak berkencan dengan siapapun. Siapa tahu kalian bisa …”

“Jika oppa berpikiran ingin menjodohkanku dengan namja itu, sebaiknya oppa lupakan. Aku tak akan pernah mau berkencan dengan namja seperti dia! Lebih baik aku menjatuhkan diriku ke laut daripada harus berkencan dengannya” ucapku memotong kalimat oppa.

“Yaa, kau jangan bicara seperti itu! Bisa saja kau termakan omonganmu sendiri. Mungkin saat ini kau membencinya, tapi bagaimana kalau suatu saat nanti kau malah menyukainya? Apa kau benar akan menjatuhkan dirimu ke laut? Kau sama sekali tak bisa berenang, lalu kalau kau tenggelam bagaimana?”

“Aissh, kenapa oppa malah berkata seperti itu?” tanyaku kesal. Oppa berdiri dan memegang kedua pundakku. Dia menatapku.

“Aku hanya mengingatkanmu Im Yoona. Kau tahu batas cinta dan benci itu sangat tipis. Bisa saja orang yang kau benci suatu saat nanti malah jadi orang yang kau sukai. Begitupun sebaliknya. Terkadang kalau kau membenci seseorang, kau malah akan lebih memikirkannya daripada orang yang kau suka.” Kata oppa. Kalimatnya terdengar sangat familiar di telinga Yoona.

“Ucapanmu sudah seperti Tika saja. Dia juga mengatakan hal yang sama padaku. Kenapa kalian harus mengucapkan hal yang memojokkanku seperti itu sich?”

“Aku tidak memojokkanmu. Aku hanya tak ingin kau mengucapkan kata yang mungkin akan kau sesali nantinya.” Aku tidak mengerti kenapa oppa berubah jadi sok bijak seperti ini. “Aigoo, uri Yoong benar-benar masih polos.” Katanya gemas sambil mengacak-ngacak rambutku.

“Kau ini sudah dewasa. Tapi kenapa kau masih sepolos ini sich! Cepatlah punya pacar!” lanjutnya sambil tersenyum.

“Mwo? Oppa yang seharusnya cepat punya pacar!. Pacar yang sungguhan dan menikah! Jangan hanya bermain-main saja! Kau tahu kan Appa dan omma ingin kau segera menikah.” Kataku galak. Tapi seketika itu juga aku menyadari bahwa aku telah salah berbicara. Karna oppa langsung terlihat murung. Aku sadar aku telah menyinggungnya.

“Oppa … mianhae! Aku sama skali tidak bermaksud …”

“Gwencahana Yoong.” Jawab oppa berusaha tersenyum. Dia lalu meraih sebuah bingkai foto yang terletak di samping tempat tidurnya. Di mana ada foto seorang yeoja yang sangat cantik yang selama ini dicintai oleh oppa dengan setulus hatinya. Dia menatap foto itu. Aku bisa melihat kesedihan terpancar dari wajahnya.

“Oppa, apa kau masih mencintainya?” tanyaku hati-hati. Ikut menatap foto yang ada di tangan oppa.

“Oo.” Jawabnya pelan. “Aku masih mencintainya … Ani, rasanya aku akan menghabiskan sisa hidupku dengan mencintainya. Tapi aku bukanlah orang yang pantas untuk dia cintai.” Setitik air jatuh di atas bingkai foto itu. Aku menatap oppa. Dia menangis.

“Oppa …”

“Kau benar Yoong. Tak seharusnya aku menasehatimu sedangkan aku telah menyia-nyiakan orang yang mencintaiku. Tapi kau tahu kan, aku hanya berusaha menjagamu. Aku tak ingin kau akan merasakan hal yang sama dengan apa yang aku alami.”

“Ara oppa. Mianhae!” aku memeluk oppa. Aku juga tak sanggup melihatnya menangis seperti ini. Dia begitu mencintai yeoja itu tapi karna sebuah kesalahan, yeoja itu akhirnya pergi meninggalkannya karna sakit hati dan menghilang tanpa tahu keberadaannya dimana. Sehingga membuat oppa menjadi merasa bersalah seperti ini.

“Oppa, aku akan menemukannya untukmu! Akan aku pastikan kau bisa menemuinya lagi oppa dan meluruskan masalah diantara kalian sehingga kau tak harus tersiksa karna tenggelam dengan perasaan bersalah seperti ini. Aku akan mencarinya oppa. Aku janji!” Niatku dalam hati.

Yoona Pov End

***

Author Pov

Seunggi menghentikan mobilnya di depan sebuah restoran Jepang. Dia menyerahkan kunci mobilnya pada petugas parkir restoran lalu masuk ke dalam. Setelah bertanya pada seorang pelayan, akhirnya dia diantarkan ke sebuah ruangan di mana Yoona telah menunggunya.

“Yoong.” Tegurnya saat dia berhadapan dengan Yoona.

“O, oppa.” Jawb Yoona singkat. Dia lalu mengambil tempat duduk di depan Yoona. Pelayan restoran yang mengantarkannya undur diri dan kembali menutup pintu ruangan itu. Dia tak perlu memesan makanan karna Yoona sudah memesankan makanannya saat menelfonnya tadi.

“Mianhae Yoong, aku tidak bisa menemuimu akhir-akhir ini karna banyak pekerjaan di kantor. untunglah hari ini jadwalku sedang tak padat.” Kata Seunggi membuka percakapan. Yoona tersenyum.

“Ani oppa. Aku yang seharusnya minta maaf karna menyuruh oppa datang kesini.”

“Gwencahana. Aku malah senang bisa bertemu denganmu hari ini. Tadi saat menelfon kau bilang ada yang ingin kau katakana padaku. Apa itu?”

“Ne, tapi sebaiknya kita makan dulu oppa. Aku yakin kau juga belum makan siang.” Kata Yoona.

“Hmm, baiklah. Kita bicarakan setelah makan.” Seunggi mengiyakan. Lalu mereka mulai menyantap makanan mereka. Selama makan, mereka hanya berbincang tentang hal-hal kecil. Kadang-kadang diselingi candaan Seunggi yang membuat Yoona beberapa kali tertawa.

 

“Oppa, aku ingin minta bantuanmu!” kata Yoona akhirnya setelah mereka selesai makan. Kali ini Yoona terlihat sangat serius.

“O, apa yang bisa aku bantu? Katakan saja, aku pasti akan membantumu!”

“Oppa … bisakah kau membantuku mencari keberadaan seseorang?”

“Ne? mencari seseorang? Nugu?” Tanya Seunggi penasaran. Yoona terdiam sejenak. Lalu menyodorkan sebuah amplop coklat berukuran folio ke depan Seunggi. Seunggi membuka amplop itu dan mengeluarkan selembar foto dari dalam amplop itu. Dia sangat terkejut saat melihat foto itu. Seketika dia menatap Yoona dengan penuh selidik.

“Dia … dia siapa?” Tanya Seunggi hati-hati. Tapi tatapan matanya seakan mencoba berusaha mencari tahu apa yang diinginkan oleh Yoona dengan mencari yeoja yang ada di foto yang saat ini dia pegang.

“Semua datanya ada di dalam amplop itu oppa. Kau bisa melihatnya di sana mengenai biodata yeoja itu.” Jawab Yoona.

“Ani, maksudku apa hubunganmu dengan yeoja ini? Kenapa kau ingin mencarinya?” Tanya Seunggi penasaran.

“Aku tak punya hubungan apapun dengannya tapi dia punya hubungan dengan salah satu orang terdekatku. Aku harus bertemu dengannya. Tapi sudah beberapa tahun ini yeoja itu menghilang tanpa kabar. Aku ingin tahu keberadaannya.” Ujar Yoona. “Kau bisa membantuku mencarinya kan oppa?” Tanya Yoona dengan agak memelas.

“Apa bertemu dengannya adalah hal yang sangat penting untukmu?”

“Ne, oppa. Itu sangat penting bagiku dan seseorang yang dekat denganku. Aku hanya bisa mengandalkanmu oppa. Kau bisa membantuku kan?” Tanya Yoona lagi. Seunggi diam sejenak. Dilihatnya lagi foto yang dipegangnya selama beberapa saat. Lalu kembali menatap Yoona.

“Arasso. Aku akan membantumu.” Jawab Seunggi akhirnya. “AKU PASTI AKAN MEMPERTEMUKANMU DENGANNYA.” Lanjutnya dengan penuh penekanan.

“Kumao oppa.” Ucap Yoona sambil tersenyum. Seunggi hanya tersenyum simpul menanggapinya.

Seunggi melirik arlojinya sekilas.

“Aku harus kembali ke kantor. Apa kau mau sekalian aku antarkan pulang?” Tanya Seunggi kemudian.

“Dwaesso oppa. Aku tak ingin merepotkanmu. Aku bisa pulang naik taksi.”

“Yaa, sejak kapan kau membuatku repot?! Sudahlah, biar aku antar kau pulang.”

“Baiklah, jika itu memang tak merepotkanmu oppa.”

“Kajja.” Kata Seunggi. Lalu mereka berdua keluar dari restoran itu. Tapi Yoona berhenti saat di depan pintu restoran. Matanya menangkap sosok namja yang juga ikut berhenti di depannya saat ingin masuk ke dalam restoran. Tiba-tiba amarah menyelimuti Yoona tapi dia mencoba menahannya. Melihat namja itu benar-benar membuat Yoona kesal sekaligus benci. Namja itu tak lain adalah Siwon.

Sama seperti Yoona, Siwon juga tak bisa mengabaikan pandangannya saat ini. dia bertemu Yoona di sini. Dia ingin meminta maaf. Tapi saat melihat seorang namja di samping Yoona, perasaan bersalah itu hilang. Dia mengalihkan pandangannya lebih dulu dan melangkah masuk ke dalam restoran melewati Yoona dengan dingin.

“Yoong, apa kau mengenalnya?” Tanya Seunggi saat Siwon pergi.

“Ani.” Jawab Yoona tegas. “Kajja oppa, kita pulang sekarang.” Kata Yoona lagi sambil berjalan mendahului Seunggi.

“Oo.” Seunggi pun berjalan mengikuti Yoona. Sedangkan Siwon masih sempat memalingkan wajahnya untuk melihat Yoona dan namja itu sebelum akhirnya meminta pelayan mengantarkannya ke sebuah ruangan dimana salah satu rekannya sudah menunggu.

***

Seunggi melemparkan amplop yang tadi diberikan Yoona ke atas meja kerjanya. Lalu menghempaskan tubuhnya di kursi. Saat ini dia merasa sangat penasaran apa sebenarnya alasan Yoona ingin menemui yeoja yang informasinya ada di dalam amplop itu. Sebenarnya itu tidak sulit untuk Seunggi karna Seunggi memang tau dengan tepat keberadaan yeoja itu tanpa harus mencarinya. Seunggi sangat mengenal dan dekat dengan yeoja itu. Jika dia mau dia bisa mempertemukan Yoona dengan yeoja itu saat ini juga atau kapanpun dia mau. Tapi dia masih ingin melihat sejauh mana Yoona akan berusaha mencari yeoja itu dan seberapa penting alasan Yoona ingin menemui yeoja itu. Seunggi tersenyum lalu sesaat kemudian wajahnya berubah sinis.

“Aku akan mempertemukanmu dengannya Yoong. Aku pasti akan mempertemukanmu dengan adikku.” Ucapnya lirih.

***

Siwon membanting pintu kamarnya dengan keras. Melempar jasnya seenaknya ke lantai lalu duduk di tepi tempat tidur. Lagi-lagi dia merasa kesal. Setelah bertemu dengan Yoona di depan restoran tadi perasaannya kembali berubah menjadi tak menentu seperti ini. dia kesal bukan hanya karna melihat Yoona bersama namja lain tapi juga kesal pada dirinya sendiri yang tak pernah bisa mengabaikan Yoona, yang tak pernah bisa mengabaikan perasaannya terhadap yeoja itu.

“Apa dia berniat mempermainkanku seperti ini? Ani, pertemuan hari ini sama sekali tak disengaja, tapi kenapa aku marah? Kenapa aku kesal?” rutuknya. Tiba-tiba terdengar ketukan di pintu kamarnya. Lalu Taeyoon muncul dari balik pintu.

“Aku mendengar kau membanting pintu tadi. Kau kenapa?” Tanya Taeyoon sambil menghampiri Siwon. “Kenapa kau terlihat kacau seperti ini? Akhir-akhir ini aku juga memperhatikanmu kau sedikit berubah. Apa kau sedang ada masalah?” Tanya Taeyoon lagi.

“Ne.” jawab Siwon singkat. Dia tak mungkin mengelak setelah tadi membanting pintu dengan keras karna Taeyoon sama sekali tak bisa dia bohongi.

“Aku yakin ini bukan masalah kantor karna aku tahu kau tidak pernah sekesal ini menghadapi persoalan kantor sepelik apapun. Apa ini masalah wanita?” Tanya Taeyoon hati-hati. Siwon diam. Sedetik kemudian dia mengangguk.

“Kau bisa menceritakannya padaku jika kau mau. Mungkin aku bisa sedikit membantumu.” Kata Taeyoon lagi. Siwon masih diam. Taeyoon menghembuskan nafas melihat adiknya itu. Agak prihatin dan penasaran siapa gerangan yeoja yang berhasil membuat adiknya uring-uringan seperti ini. Taeyoon melangkah untuk keluar. Mungkin Siwon masih butuh waktu.

“Aku juga masih belum tahu apa aku kesal pada yeoja itu atau pada diriku sendiri.” Taeyoon menghentikan langkahnya saat mendengar Siwon buka suara. Dia kembali menghampiri Siwon dan duduk di sampingnya.

“Setelah bertemu dengannya, aku merasa ada yang berubah dariku. Tapi aku tak tahu kenapa bisa seperti ini. Yeoja itu mampu mengubahku dalam sekejap. Dia mampu meruntuhkan pertahananku sekuat apapun itu. Aku tak bisa berhenti memikirkannya. Aku tak tahu kenapa aku merasa seperti ini padahal setiap kali bertemu aku dan dia hanya bisa bertengkar.” Keluh Siwon.

“Apa kau menyukainya?”Tanya Taeyoon sambil menatap Siwon.

“Nado molla noona. Yang jelas aku tak bisa mengabaikannya. Aku selalu ingin melihatnya bahkan jika mungkin aku ingin memeluknya.”

“Itu tandanya kau menyukainya. Apa kau sudah menyatakan perasaanmu padanya?”

“Ani … Aku takkan pernah melakukan hal itu. Meskipun aku menyukainya aku takkan melakukan itu.”

“Wae?” Tanya Taeyoon heran. Siwon menghembuskan nafas pelan.

“Dia bukan gadis baik-baik.”

“Apa maksudmu?”

“Dia berkencan dengan Young, lalu dia juga berkencan dengan namja lain. Bahkan aku pernah melihatnya keluar dari kamar hotel kita dengan seorang ahjussi bahkan berpelukan dan mencium ahjussi itu. Dia sama sekali tak pantas untuk bersamaku.” Jawab Siwon. Dia sengaja tak menyebutkan bahwa ahjussi itu adalah ayah Young. Karna dia juga masih ingin menyangkalnya.

“Apa kau yakin dia perempuan seperti itu? Mungkin saja namja-namja lain itu punya hubungan lain dengannya. Oppanya mungkin atau ayahnya, pamannya …!? Apa kau sudah mengklarifikasinya?” Siwon menggeleng.

“Aku tak ingin melakukan hal itu karna aku yakin dengan apa yang aku lihat. Dia memang bukan gadis baik-baik.”

“Yaa, kau tak boleh mengatakan seperti itu sebelum tahu kebenarannya. Lebih baik kau tanyakan dulu agar lebih jelas.”

“Kalaupun itu salah, dia adalah pacar sahabatku.” Kata Siwon murung.

“Meskipun begitu setidaknya kau tidak menganggapnya seperti tadi lagi. Aku yakin kau sudah cukup dewasa untuk menyikapi masalah ini meski aku sedikit prihatin padamu. Untuk pertama kalinya kau jatuh cinta tapi cintamu malah bertepuk sebelah tangan. Aku jadi penasaran siapa gadis yang beruntung telah membuat adikku menjadi seperti ini.” kata Taeyoon dengan sedikit bercanda.

“Noona …” Siwon menatap Taeyoon.

“Arasso, aku hanya bercanda. Tapi sebaiknya kau ikuti saranku tadi. Cari tahu dan ubah pandanganmu terhadapnya. Benar atau tidaknya, kau harus lebih dewasa bersikap. Lagipula aku seorang yeoja. Aku tidak suka mendengar adikku menghujat atau berkata kasar terhadap yeoja lain. Aku bisa merasakan sakit yang sama. Kau mengerti?” kata Taeyoon sambil menepuk pundak Siwon dengan sayang. Lalu dia keluar kamar. Meninggalkan Siwon untuk berpikir dan menenangkan diri.

***

Yoona dan Young melangkahkan kaki memasuki aula di salah satu hotel bintang 5 yang sudah dihiasi dengan berbagai macam pernak-pernik pesta yang anggun dan indah dengan nuansa pink dan putih. Aula itu sudah padat dengan beberapa tamu undangan yang ikut hadir ingin menyaksikan penyatuan tali kasih antara sepasang kekasih melalui ikatan pertunangan. Di setiap sisi ruangan dan di pintu masuk terpampang foto Yesung dan Tika yang tampak mesra dan malam ini Yoona dapat melihat keserasian diantara kedua insan itu.

Meski awalnya Yoona berencana ingin pergi bersama Seunggi, tapi pada akhirnya dia malah memilih menggandeng kakaknya saja untuk datang bersama. Orangtuanya tidak bisa ikut hadir karna sedang melakukan perjalanan bisnis ke Jepang dan sudah beberapa hari ini Yoona tinggal bersama Young di apartement. Mereka berjalan menghampiri Yesung dan Tika yang sedang menanggapi ucapan selamat dari tamu-tamu lain.

“Ahh, Yoong akhirnya kalian datang juga. Aku pikir kalian tidak akan datang.” Tegur Tika saat berhadapan dengan Yoona & Young.

“Yaa, mana mungkin aku tidak datang di acara pertunangan sahabatku. Kau bisa membunuhku jika aku tak datang. Aku kan masih sayang nyawaku.” Jawab Yoona sedikit bercanda. Mereka berempat tertawa.

“Yesung oppa, Tika, cukkae!” ucap Yoona. Young pun mengucapkan hal yang sama.

“Kumao.” Jawab Yesung & Tika hampir bersamaan. Tiba-tiba Yesung mengalihkan pandangannya.

“Siwon-aa, yeogi!” kata Yesung sambil melambai-lambaikan tangan ke arah seseorang. Hal itu cukup membuat Yoona dan Tika terkejut. Mereka ikut menoleh untuk melihat orang yang dipanggil Yesung dan Yoona semakin membelalakkan matanya saat menyadari itu benar-benar Siwon yang dikenalnya. Yesung dan Young menghampiri Siwon.

“Tika-ya, kenapa orang itu ada di sini?”Tanya Yoona lirih.

“Nado molla. Aku sama sekali tak tahu kalau oppa mengenalnya.” Jawab Tika lirih. Dia juga tak menyangka hal itu. Kemudian namja-namja itu kembali menghampiri mereka. Yoona memalingkan wajahnya tak ingin bertatapan langsung dengan Siwon.

“Chagiya, kenalkan ini salah satu teman baikku Choi Siwon. Dan Siwon, ini tunanganku Park Tika.” Yesung memperkenalkan Siwon kepada Tika begitupun sebaliknya.

“Annyonghaseyo, bangapsipnida!” kata Tika sambil menundukkan kepalanya 90 derajat.

“Ahh, ne. Kita sudah pernah bertemu sebelumnya saat aku menjemput Yoona-ssi di kampus bukan?! Aku tak menyangka kau adalah tunangan hyungku.” Kata  Siwon ramah.

“Ne.” jawab Tika singkat.

“Jadi kau sudah mengenal Yoona? Ahh, tentu saja Young kan temanmu. Kau pasti sudah dikenalkan dengan …” Young langsung menarik Yesung sebelum meyelesaikan kalimatnya.

“Hyung, toiletnya di mana? Tolong tunjukkan padaku!” kata Young.

“Mwo?” Yesung menatap Young heran. Tapi Young langsung menarik Yesung menjauh dari Yoona, Siwon dan Tika. Dia tidak ingin kalau sampai Yesung kelepasan memperkenalkan Yoona sebagai adiknya.

“Tika, aku mau ambil minum dulu.” Kata Yoona. Dia sama sekali tak ingin berlama-lama berdekatan dengan namja yang dibencinya. Tika yang mengerti hal itu hanya mengangguk. Tak beberapa saat kemudian Siwon pun undur diri dari hadapan Tika.

~~~

Yoona selalu berdampingan dengan Young selama acara pertukaran cincin berlangsung. Dia ikut bahagia melihat kebahagiaan Yesung & Tika saat bertukar cincin. Hubungan kedua insan itu akhirnya diikat dalam tali pertunangan.

Siwon memperhatikan Yoona dan Young yang tampak mesra di depannya. Lagi-lagi dia merasa cemburu melihat kedekatan Yoona dengan namja lain. Dia mencoba untuk melupakan Yoona tapi tak pernah berhasil. Yoona malah masuk semakin dalam baik dipikirannya maupun dalam hatinya. Tapi anggapannya tentang gadis itu juga masih belum berubah. Baginya Yoona adalah yeoja yang berpura-pura polos dank eras dihadapannya. Tapi tidak pada namja lain.

 

“Oppa, aku ke toilet sebentar ya!” bisik Yoona ditelinga Young. Young mengangguk. Kemudian Yoona melangkah menjauh dari kerumunan tamu.

 

“Ahh, kenapa dunia ini sempit sekali? Kenapa aku harus bertemu dengan namja itu di sini? Tuhan, aku sudah memohon padamu agar tak mempertemukan aku dengan namja itu tapi kenapa aku malah jadi sering bertemu dengannya tanpa terduga. Aku sangat benci melihat namja itu.” Keluh Yoona. Setelah dia merapikan make-upnya, Yoona melangkah keluar dari toilet. Tapi tiba-tiba saja tangannya langsung ditarik oleh seseorang dengan keras dan cepat. Dia bahkan harus sedikit berlari mengikuti langkah orang itu. Tak ada waktu untuk merasa terkejut.

“Yaa, Choi Siwon apa yang kau lakukan? Lepaskan aku!” kata Yoona tapi namja yang menariknya yang tak lain adalah Siwon sama sekali tak mau menggubrisnya. Siwon terus saj menarik Yoona sampai keluar hotel dan berada di depan mobilnya. Dia lalu mendorong Yoona masuk ke mobil, setelah itu dia ikut masuk dan melajukan mobilnya meninggalkan tempat itu. Young yang sempat melihatnya dari jauh hanya tersenyum.

***

“Yaa, kau mau membawaku kemana?” Tanya Yoona sengit sambil menatap Siwon yang masih terus menyetir. Pertanyaan ini sudah berulang kali keluar dari mulut Yoona sejak mereka meninggalkan pesta tadi tapi masih belum mendapatkan tanggapan dari Siwon.

“Yaa, Choi Siwon kau mau membawaku kemana?” Tanya Yoona dengan suara lebih keras. Siwon langsung menghentikan mobilnya dengan mendadak sehingga membuat Yoona terdorong ke depan.

“Yaa, kenapa setiap kali kau menghentikan mobilmu harus dengan cara seperti itu? Apa kau tidak lulus tes menyetir?” Bentak Yoona. Siwon melepaskan seat beltnya dan keluar dari mobil. Yoona pun ikut keluar. Dia memperhatikan sekelilingnya, tempat itu cukup sepi. Hanya ada lampu jalan yang menerangi. Tiba-tiba saja Yoona teringat kejadian saat di hotel waktu itu. Dia mencoba waspada.

“Yaa, apa maumu sebenarnya membawaku kesini? Bagaimana bisa kau menarikku seenaknya?” Tanya Yoona yang berhasil membuat Siwon menatapnya tajam. Tapi Yoona juga tak ingin terlihat lemah di depan namja ini.

“Kau mengatakan kalau kau tak ingin melihatku dan bertemu denganku lagi. Tapi kenapa kau malah selalu muncul di depanku?” Tanya Siwon. Yoona tersenyum kecut.

“Mwo? Selalu muncul di depanmu? Aku?” Tanya Yoona tak percaya. “Seharusnya aku yang menanyakan hal itu! Apa kau tidak sadar kalau itu acara pertunangan sahabatku?!” Kata Yoona dengan kesal.

“Mungkin aku bisa mengerti mengenai pertemuan kita malam ini. Tapi saat di restoran, kenapa kau harus muncul dihadapanku?”

“Siwon-ssi, pertanyaanmu sangat tidak masuk akal. Restoran itu tempat umum. Aku bertemu dengan temanku di sana. Kenapa kau harus mempermasalahkan hal itu? Sebenarnya apa maumu?”

“Jika kau menginginkan untuk tak bertemu denganku seharusnya kau tidak sering muncul dihadapanku apalgi bersama namja-namjamu itu. Apa kau mencoba mempermainkanku?”

“Mwo? Yaa, apa kau mabuk? Aku juga tak ingin bertemu dan melihat wajahmu tapi aku sama sekali tak menyangka kita malah jadi sering bertemu secara kebetulan. Jika kau tak suka, seharusnya kau mengabaikanku saja.” Yoona semakin kesal.

“Kau yang membuatku tak bisa mengabaikanmu! Setiap kau muncul, setiap aku melihatmu, aku sama sekali tak bisa mengabaikanmu! Kau tahu aku menginginkanmu! Aku mencoba untuk melupakan semuanya tapi kau sering muncul di depanku. Bagaimana mungkin aku bisa melupakanmu? Bagaimana bisa aku mengabaikan keinginanku terhadapmu? Bagaimana aku bisa mengabaikanmu Yoona-ssi?” ujar Siwon dengan nada yang keras dan terkesan membentak. Yoona mendengus kesal karna sejujurnya dia juga tidak ingin bertemu dengan Siwon dalam keadaan apapun. Sekuat tenaga ditahannya rasa kesal dan marah yang kini merasukinya. Dia mencoba untuk lebih tenang menghadapi namja di depannya.

“Maaf jika aku menyusahkanmu. Aku juga sama sekali tidak tahu kenapa kita bisa sering dipertemukan secara kebetulan tapi aku juga tidak menginginkan hal itu.”

“Yoona-ssi …”

“Kopjongmayo. Aku akan berusaha tidak akan muncul dihadapanmu lagi agar kau bisa melupakanku dan mengabaikanku. Bukankah kau mengatakan aku wanita murahan? Kenapa kau harus begitu menginginkan wanita murahan sepertiku Choi Siwon-ssi? Aku harap setelah ini kau juga takkan pernah mearikku seenaknya lagi.” Yoona melangkah ingin meninggalkan Siwon tapi baru beberapa langkah saja Siwon sudah menariknya dengan kuat ke dalam pelukan namja itu. Siwon mengeratkan pelukannya tak perduli Yoona yang berusaha meronta.

“Yaa, lepaskan aku!” bentak Yoona sambil mencoba mendorong tubuh Siwon tapi sama sekali tak berhasil. Siwon membiarkan yoona meninju-ninju dadanya, meronta sampai Yoona merasa kelelahan & berhenti. Dia semakin mengeratkan pelukannya.

“Ayo kita sering bertemu!” ucap Siwon lirih. “Daripada mencoba melupakan, saling menghindari tapi masih sering bertemu tanpa sengaja, lebih baik kita sering bertemu saja.” Yoona hanya diam saja tak ingin menjawab. Tenaganya seakan telah habis saat mereka berdebat tadi. Lebih tepat lagi Yoona sudah lelah berdebat dengan Siwon.

“Aku tak perduli siapa dirimu dan orang seperti apa dirimu meski aku tak suka melihatmu bermesraan dengan namja-namja yang sering kau hubungi. Tapi aku akan mencoba mengabaikannya. Aku ingin kau juga datang padaku. Aku hanya ingin dirimu Yoona-ssi. Aku sangat menginginkanmu!” kata Siwon lebih mengeratkan pelukannya. Yoona menangis. Dari ucapan Siwon, dia masih bisa menangkap bahwa namja itu menganggapnya sebagai gadis murahan yang bisa bermesraan dengan pria manapun yang menginginkannya. Dengan sekuat tenaga dia mendorong Siwon sehingga pelukan itu terlepas.

“Mianhaeyo Siwon-ssi. Tapi aku tidak bisa. Aku bukanlah orang yang tepat untukmu. Meskipun aku gadis murahan, aku takkan pernah datang ke sisimu.” Kata Yoona tegas. Siwon mencekal tangannya.

“Wae? Aku juga bisa memberikan apa saja yang kau mau!” Yoona menghempaskan tangan Siwon.

“Tidak perduli apa yang bisa kau berikan padaku, aku tetap takkan menerimanya! Mianhaeyo, setidaknya gadis murahan sepertiku punya prinsip yang aku pegang teguh.” Jawab Yoona. Dia lalu menyetop taksi yang kebetulan lewat dan pergi meninggalkan Siwon.

***

Yoona masuk ke apartement dengan mata sembab. Sepanjang perjalanan pulang dia menangis. Dia tak menyangka ada namja yang begitu menginginkannya tapi pada saat yang sama juga menusuknya dengan sebilah pisau tajam tepat ke ulu hatinya dengan menganggapnya sebagai gadis murahan hanya karna pernah melihatnya bermesraan dengan beberapa namja. Padahal Yoona sama sekali tak pernah melakukan hal itu. Tapi kenapa Siwon harus menghujatnya seperti itu. Namja itu bahkan belum mengenalnya dengan baik.

“Yoong, kau kenapa?” Tanya Young saat melihat Yoona.

“Oppa, kau sudah pulang?” Tanya Yoona tanpa menggubris pertanyaan kakaknya.

“O. Kau kenapa? Matamu kenapa sembab seperti ini?” Tanya Young lagi sambil mengusap pipi Yoona. “Mana Siwon? Dia tidak mengantarmu?” Yoona menatap kakaknya saat mendengar pertanyaannya yang terakhir.

“Oppa, apa kau tahu kalau aku bersama Siwon tadi?”

“O. Aku melihatnya menarikmu tadi dan pergi bersamanya. Apa dia tidak mengantarmu?”

“Lalu kenapa kau tidak menahanku oppa?”

“Aku hanya berpikir kalian perlu waktu berdua.”

“Oppa, kau sangat keterlaluan.” Yoona mendorong tubuh Young dan segera berlari ke kamar. Young agak heran melihatnya.

“Apa mereka bertengkar lagi? Apa Siwon masih belum tahu hubungan antara yoona denganku?” gumam Young.

***

Yeoja itu berjalan beriringan dengan seorang suster yang selama ini merawatnya. Mereka berjalan dengan langkah yang pelan di taman lalu berhenti di sebuah bagku taman yang dirindangi oleh pohon maple di sampingnya. Yeoja itu memejamkan matanya kemudian menghirup udara sore yang sejuk.

“Agasshi, aku akan membeli minuman dulu. Agasshi tunggu di sini saja ya!” kata suster.

“Ne.” jawab yeoja itu singkat tanpa membuka matanya. Kemudian suster itu pun pergi meninggalkan yeoja itu untuk membeli minuman.

Setelah beberapa saat yeoja itu akhirnya membuka matanya. Tersenyum menatap langit sore. Kemudian menyapukan pandangannya ke sekeliling taman. Tiba-tiba matanya bertemu dengan tatapan seorang namja yang berdiri di hadapannya. Yeoja itu sontak terkejut. Sepertinya namja itu telah menatapnya sejak tadi. Dia mengucak-ngucak matanya seakan ingin memastikana bahwa namja itu hanyalah ilusinya semata. Tapi saat dia kembai membuka matanya, namja itu masih ada. Bahkan namja itu berjalan menghampirinya dengan tatapannya yang tajam namun teduh. Tatapan yang masih sama seperti yang dikenalnya dulu.

“Young oppa …?!” ucapnya lirih.

***

To Be Continued

 

Author Said : Fiuh … akhirnya chapter ini done juga. Otthe? Feelnya kayaknya kurang dapet dan aku yakin ff ini pasti makin nggak menarik dan makin gaje. Tapi please, jangan di diemin yaw! Buat yang udah bersedia mapir buat bac ff gaje ini, please tinggalkan jejak kalian di kolom komentar untuk menyemangatiku lagi.

 

Buat admin Gee, aku benar-benar berterima kasih karna kau masih bersedia mempublish ff gajeku ini. Nomu nomu kumao chin’gu. Jangan bosan-bosan yaw ^^

 

So, see you in next chapter all ^^

Tinggalkan komentar

234 Komentar

  1. ritaoctaria

     /  Desember 23, 2014

    astaga tega siwon oppa berbuat gitu ssma yoona… tapi itu juga kan karena cbru yang tidak bsa dibendung lagi…. yoona jgan benci sama siwon oppa y

    Balas
  2. rinie l

     /  Desember 25, 2014

    Next aja dech thor…top

    Balas
  3. Jenjeje

     /  Desember 27, 2014

    Aiissh
    wonppa knpa buat kya gtu
    ksian yoong eonni
    cmbru mnguras hati 😀

    Balas
  4. Kayak nya seunggi mau menghancurkan young oppa, dan memakai yoona sbagai pelantara! 😀 *soktau

    Aku izin baca next chapter ne eon! 🙂

    Balas
  5. al

     /  Januari 17, 2015

    aiish wonppa ksar bnget…
    ksihan yoongie…..
    seunggi kyax mw dendam tuh sma oppax yooona…
    bgus thor jlan ceritax… kata2x jga pas.. tpi msih ada yg diulang2.. tpi bgus ko…

    Balas
  6. Gmn yoonwon mau brsatu klo siwon udah nuduh yg ngga2 dan yoona udah benci krn dituduh yg ngga. Ini gara2 young nih!
    Gmn reaksi siwon ya klo yoona tuh adik young dan dia udah dikerjain oleh young ??
    Makin penasaran….

    Balas
  7. Yoonwon semakin rumit nih hubungannya,,,
    Hm, siapa sih yeoja yg dirumah sakit itu ??

    Sepertinya seunggi oppa niat buruk ke yoong deh,,
    Andwee !!!

    Keren ceritanya thor,,

    Balas
  8. Susi

     /  April 11, 2015

    Owh siwon bener-bener sudah jatuh kedalam pesona yoona,, 😍Tukan benner seunggi yang dendam ama young,, satu misteri telah tetungkap tinggal satu lagi…

    Balas
  9. Siwon oppa keterlaluan bgt ksiankan yoona eonnie-_-
    Mkin menegangkan+mistery thor.saya sukaaaa(y)

    Balas
  10. siapa ya yeoja yg ditemui young oppa itu…?
    Apa adikx seunggi oppa ya..?
    Penasaran…

    Balas
  11. marsiah

     /  Oktober 16, 2015

    Siapa si yonjaa yang dicari yoona dan yonja yang di temuin young oppa di taman jadi penasaran.
    Seharus nya siwon oppa dengerin saran taeyon eoni biar gak salah pahan tentang menilai diri yoona .

    Balas
  12. Nhiina

     /  November 4, 2015

    yuhu ! emang yah , jodoh gga lari kemana . .
    ciee , yg sering ketemuan truss walau tanpa di sengaja ^_^
    OmG ! siwon oppa masih mikir kalo yoong eonn gadis murahan ? ?
    ais ! sepertinya young oppa harus segra kash tau yang sebenarnya kalo yoong eonn itu saengnya . .
    astaga ! cinta mah gitu ! !
    .
    omo ! siapa yeoja itu yg sakit itu ? apa dia kekasih young oppa ?

    Balas
  13. ambar.syw

     /  November 4, 2015

    Yah, ini hnya aku apa emang ceritanya pendek ya? kayaknya cepat bnget TBCnya ㅠㅠ atau mungkin aku yg terlalu larut dalam cerita?? ㅋㅋㅋ Ceritanya mkin bikin pnsaran, yeoja itu.. young oppa.. dan makin kesal juga, siwon oppa msh blum tau ttg yoona unnie yg sebenarnyaㅡ____ㅡ

    Balas
  14. anne

     /  November 5, 2015

    Siapa sich cewek yg d
    cari yoong sama young
    jadi penasaran
    Next

    Balas
  15. Nur Khayati

     /  November 6, 2015

    Kapan sh Siw0n bakal tau hubungan yg sebenar.a antara Y00na & Y0ung biar gk salah paham terus ?:-|
    Mlh ngungkapin perasaan.a ke Y00na + ngajak Y00na ketemu terus ., -Sayang.a d t0lak sama Y00na, gara2 Siw0n masih nganggap dia wanita murahan 😦 …

    Ye0ja-adik Seunggi itu siapa y yg d bilang Y00na sangat penting buat dia & kakak.a ?

    Siapa jg ye0ja yg d temui sama Y0ung ?

    Balas
  16. arum

     /  Desember 29, 2015

    Sepertinya seunggi mempunyai niat yang buruk sama yoona, jadi semakin penasaran sama cerita selanjutnya.

    Balas
  17. nhia

     /  Januari 19, 2016

    Sebenernya bgs kan siwon gak tau apap tentang yoona berarti dia cinta am yoona itu tulus tanpa mandang bibit bobot nya jar orang jawa, tp knp ya siwon in lemot bgt gak ngerti ngerti gitu yoona ama young itu kakak adik gak keliatan apa sikap sayang pacar ke kakak kan beda carax ih gemes bgt deh, sebenernya siap sih yg am seunggi n yg lgi dicari yoona ap hubx ama kakak yoona

    Balas
  18. diah fibri

     /  Februari 1, 2016

    masih penasaran di chapter sebelumnya diceritakan ada namja yg sakit, itu siapa ya ? soalnya di chapter ini msh blm ketauan….. next aja dech ….

    Balas
  19. Ohh astagaa wonppa kenap kau tidak cari tahu kebenarannya malaah main tuduh ajaa, hmm

    Balas
  20. YoongNna

     /  Februari 8, 2016

    Pnsaran siap perempuan yg dlu jd pcarnya young apa sooyoung…
    Aduuuh siwon msh aja slah pham kshan yoonanya..
    Mkin seru aja niii aplgi seunggi jg kyanya pnya rencana buat nghancurin young

    Balas
  21. yhanies_Nited

     /  Februari 13, 2016

    Unnie ati2 ama si Itu ya , , dy kayaknya lagi ngrencanain ngancurin young oppa,
    young oppa ngisengin wonppa udahan ya biar nggak nambah tuh salpaham ma cemburunya ke dongsaengmu 🙂

    Balas
  22. Anggita

     /  April 29, 2016

    Siwon oppa masih salah paham

    Balas
  23. Yayu Tiansih

     /  Juli 16, 2016

    apa yg di rencanain seunggi sih ? bikin penasaran, terus maksudnya itu cewe yg mau yoona temuin itu adik nya seunggi, gitu bukan sih maksudnya ?
    dari cara siwon ngomong, dia masih nganggep yoona gadis murahan,
    jadi makin ribet nih ceritanya, tapi seru banget deh

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: