[FF] Im Sorry (Sequel SAJANGNIM!! Part IV)

Sequel SAJANGNIM!! Part IV

I’M SORRY by Uchie / Twitter acc @uchie90 || Cast: Choi Siwon, Im Yoona, Im Eunhye, Park Yoochun, Tiffany Hwang, Nickhun, Cho Kyuhyun, Kim Jongwoon aka Yesung, Kim Hyoyeon, etc || Genre: Comedy romance, Married life, tentuin sendiri || Type: Sequel || Rating: PG15 || Disclaimer: This story pure is mine. Bila ada kesamaan cerita itu benar-benar tidak disengaja. Yoona milik Siwon, Siwon milik Yoona. Mereka milik keluarga, SME dan para penggemar mereka. Saya hanya meminjam nama mereka dan berharap mereka memang berjodoh di kehidupan nyata. ( Aamiin )

 

Hai hai hai!!! Aku Balik lagi ma cerita gaje n gak mutu. Masih pada nungguinkah?? *readers: enggak!!! T_T

Ni link bagi yang belum baca cerita sebelumnya:

https://yoonwonitedkingdomstory.wordpress.com/2012/11/25/drabble-sajangnim/

 

https://yoonwonitedkingdomstory.wordpress.com/2013/01/09/os-love-you-more-sequel-sajangnim/

 

https://yoonwonitedkingdomstory.wordpress.com/2013/01/30/ff-still-secret-or-sequel-sajangnim-part-ii/

 

https://yoonwonitedkingdomstory.wordpress.com/2013/02/17/ff-sajangnim-part-iii-are-you-okay-oppa/

 

 

Oke, langsung aja ya… Typo?? Maafkan!! happy reading…^^

 

 

Sequel SAJANGNIM Part IV ~  I’m Sorry

 

 

Siwon tiba-tiba melepas pelukannya dari Yoona dan menatap Eunhye bingung. Dipikirannya masih belum mencerna dengan baik, apa hubungannya ia mual-mual dengan kehamilan Yoona..

 

“Noona, apa tak salah?? Kalau memang benar Yoona hamil kenapa harus aku yang jadi mual-mual begini??” Tanya Siwon dengan tampang bingungnya. Yoona yang dari tadi hanya mengiyakan ucapan Eunhye juga ikutan memperlihatkan wajah penasarannya.

 

“Jadi kalian belum mengerti juga???ckckck Baiklah akan ku jelaskan. Morning sickness memang biasanya dialami oleh ibu-ibu hamil dalam trimester pertama kehamilan, tapi tidak menutup kemungkinan kalau yang terkena morning sicknes itu malah sang suami akibat dari kehamilan simpatik yang dirasakan sang suami seperti yang dirasakan istri tanpa benar-benar hamil. Bisa juga dari hormon yang biasanya dimiliki istri yang kadang kala dimiliki oleh sang suami walaupun tidak semua suami yang istrinya hamil memiliki hormon tersebut.” Jelas Eunhye panjang lebar. Yoona memangut-mangutkan kepalanya tanda mengerti.

 

“Jadi kemungkinan besar aku terkena morning sickness Noona?? Apa ada efek sampingnya untukku??” Nada Siwon terdengar khawatir. Siwon yang memang tak tahu menahu dengan hal ini jadi berfikir apa penyakit ini akan berdampak buruk pada dirinya.

 

“Aigoo… Kau ini khawatir sekali, tak akan berdampak apapun kok. Cuma ya aktifitasmu mungkin akan sedikit terganggu saat kau merasakan mual. Tapi dari pengalaman temanku, suaminya merasa morning sickness tidak lebih dari seminggu.”

 

“Jeongmal?? Jadi aku harus bertahan 2 hari lagi…” Semangat Siwon.

 

“Jangan senang dulu, kan itu menurut pengalaman temanku. Bisa jadi kau harus menjalaninya 3 bulan kedepan adik ipar….” Sela Eunhye yang sukses membuat semangat Siwon runtuh seketika.

 

“Yak!! Eonni, kenapa kau membuat suamiku hilang semangat begini…. Oppa, tak usah dengarkan, dia cuma iri dengan kehamilanku…”

 

“Nyonya Choi, kau mengejekku???”

 

“Iyaa, memang kenapa ah?? Sana Eonni pulang saja, bisa-bisanya membuat suamiku badmood begini.”

 

“Dasar kau, oke aku pulang. Tapi kalau memang kau hamil kau harus memberitahuku arra??”

 

“Arraso.”

 

“Selamat malam adik ipar, selamat menikmati masa-masa morning sickness mu yaa…” Kalimat terakhir sebelum Eunhye berlari dari hadapan Siwon takut nanti diamuk Yoona.

 

 

~•~

 

 

Bunyi bel apartemen membuat sepasang suami istri yang sedang menikmati mimpi indah mereka terganggu. Perlahan sang istri yang diketahui bernama Yoona itu bangkit dari tempat tidurnya lalu dengan malas berjalan keluar kamar untuk melihat siapa yang pagi-pagi buta ini datang berkunjung ke apartemennya. Sedangkan sang suami, Choi Siwon kembali melanjutkan aktifitasnya tidurnya. Yoona mengecek ke layar monitor terlebih dahulu sebelum membukakan pintu.

 

“Omoo!! Eommoni??!!!” Dengan cepat Yoona berlari ke arah wastafel lalu mencuci wajahnya dan berkumur-kumur ala kadarnya. Ia lalu mengeringkan wajahnya dengan tissue yang berada di atas meja makan. Rambutnya ia gulung ke atas agar tidak tampak terlalu berantakan. Semua nya sukses ia kerjakan dalam waktu 30 detik. Yoona kembali menuju pintu lalu membuka nya.

 

“Annyeong Eommoni…” Sapa Yoona dengan senyum manisnya.

 

“Annyeong menantuku… Apa kau baru bangun?? Apa Eommoni mengganggu tidurmu??” Ucap nyonya Choi sambil melangkah memasuki apartemen.

 

“Ani… Aku sudah bangun kok sebelum Eommoni datang.” Bohong Yoona. “Silahkan duduk Eommoni”. Nyonya Choi pun mendudukkan dirinya diatas sofa ruang tamu.

 

“Eommoni mau minum apa? Aku akan buatkan.”

 

“Tak usah Yoong nanti Eommoni ambil sendiri, kau seperti dengan orang lain saja. O iya, kau belum buang air kecil dari sejak bangun tadi kan??” Yoona tampak bingung dengan ucapan mertuanya.

 

“Ne??”

 

“Kau belum buang air kecil kan pagi ini??” Nyonya Choi memperjelas ucapannya.

 

“Belum Eommoni, memangnya kenapa??” Nyonya Choi tersenyum penuh arti. Perlahan ia membuka tas tangan yang ia bawa lalu mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya.

 

“Sekarang coba pakai alat tes kehamilan ini. Hasilnya akan akurat jika menggunakan air seni pertama setelah bangun tidur.”

 

“Ne??”

 

“Sudah cepat kau gunakan…” Desak sang mertua. Nyonya Choi mendorong tubuh Yoona ke kamar mandi lalu menutup pintu kamar mandi dengan penuh harap. Tak lama Yoona pun keluar dari kamar mandi dengan wajah bingung.

 

“Eommoni…. Aku tak tahu cara menggunakannya….” Polos Yoona. Nyonya Choi menghela nafasnya, jadi 5 menit Yoona berada di kamar mandi ia belum juga mengerti cara menggunakan alat test pack ini??!!

 

“Menantuku tersayang, kau kan bisa membaca petunjuk yang ada dalam kemasannya??” Sabar nyonya Choi.

 

“Hehehehe, maaf Eommoni, aku kira tak ada petunjuknya…” Yoona cengengesan tidak jelas dan langsung menutup lagi pintu kamar mandi. ‘Kenapa aku diberi menantu sepolos dia??’ Pikir nyonya Choi.

 

Setelah 10 menit berlalu, Yoona keluar dari kamar mandi dan membawa alat yang sudah ditunggu-tunggu oleh mertuanya tersebut.

 

“Bagaimana hasilnya Yoong??”

 

“Eommoni, aku tak yakin…”

 

“Memang kenapa??”

 

“Coba lihatlah, kalau memang positif harusnya kan ada 2 garis merah. Tapi ini memang sih 2 garis tapi yang 1 agak samar-samar warnanya.”

 

“Ya, ampun Yoong… Tentu saja garisnya samar-samar karena untuk mendapatkan garis kedua kita harus menunggu 3 menitkan?? Sudahlah, yang penting hasilnya 2 garis dan 99% berarti positif. Aaahhh, akhirnyaaaa, aku akan memiliki cucu…”

 

“Eommoni yakin??” Nyonya Choi mengangguk pasti lalu memeluk tubuh Yoona.

 

“Terima kasih Yoong, atas kabar gembira ini.” Ucap nyonya Choi haru.

 

“Ne…. Tapi dari mana Eommoni bisa tahu tentang ini??” Tanya Yoona sambil merenggangkan pelukannya.

 

“Kakakmu memberitahu Eommoni semalam kalau kau sudah telat 2 bulan.” Jawab nyonya Choi. ‘Dasar Eonni, mulutnya memang benar-benar tak bisa di rem, belum juga pasti aku hamil sudah memberitahu mertuaku.’ Umpat Yoona dalam hati.

 

“Suami mu mana Yoong?? Apa jam segini masih tidur??” Tanya nyonya Choi tapi sebelum Yoona menjawab mertuanya itu telah lebih dahulu berjalan ke arah kamarnya. Ya, Yoona membiarkan sang Eomma membangunkan anaknya.

 

“Choi Siwon!!! Bangun!! Apa kau tak mau kekantor?? Hei!!!” Teriak nyonya Choi tepat di telinga sang anak. Nyonya Choi sampai memukul-mukul bokong anaknya itu. Siwon terlihat sedikit terusik.

 

“Yoong…. Sebentar lagi yaaa.” Gumam Siwon diantara sadar dan tak sadarnya.

 

“CHOI SIWOOONNNN!!!” Teriak nyonya Choi dan berhasil, Siwon langsung terduduk dari posisi berbaringnya.

 

“Aduh Yoong, apa tidak bisa kau membangunkan Oppa dengan cara biasa. Telinga Oppa bisa tuli nih.” Keluh Siwon sambil mengucek telinganya, tanpa sadar kalau Eommanya lah yang membangunkannya.

 

“Memang Yoona biasa membangunkanmu dengan cara apa ah??” Siwon yang sudah benar-benar bangun itu terbelalak kaget mengetahui kalau sosok didepannya ini bukan Yoona.

 

“Heheheh… Eomma, kenapa pagi-pagi sudah disini?? aku kira Yoona…”

 

“Memangnya Yoona membangunkanmu dengan cara apa??!!” Lagi, selidik nyonya Choi.

 

“Eomma mau tahu saja, rahasia Eomma. Aku mandi dulu ya Eomma…” Ujar Siwon sambil ngacir kekamar mandi sebelum ia dipaksa menjawab pertanyaan yang bersifat privasi itu.

 

~•~

 

Yoona dan Siwon berjalan beriringan keluar kamar. Mereka telah rapi menggunakan pakaian kerja. Sementara itu nyonya Choi sedang menyiapkan sarapan untuk anak dan menantu kesayangannya.

 

“Kalian sudah siap?? Ayo sarapan dulu sebelum berangkat…” Ujar nyonya Choi sambil menata piring di atas meja.

 

“Eommoni, aku jadi tak enak. Harusnya aku yang buatkan sarapan untuk Eommoni.”

 

“Kau ini, sudah berkali-kali Eommoni bilang anggap Eommoni Eommamu sendiri. Santai saja…” Yoona tersenyum mendengar penuturan mertuanya.

 

“Huek… Huek…”

 

“Oppa!!! Kau mual lagi???” Yoona benar-benar merasa bersalah pada suaminya itu. Siwon, berlari ke wastafel. Yoona yang ingin menyusul malah ditahan oleh mertuanya.

 

“Biarkan Yoong, itu hal biasa. Itu tandanya Siwon benar-benar mencintaimu, jadi dia menggantikanmu mengalami morning sickness. Baiklah, sekarang Eommonim harus pulang, kalau sampai Aboji mu tidak menemukan Eommoni pagi ini bisa-bisa jatah belanja Eommoni dikurangi. Dah menantuku.” Ujar nyonya Choi berlalu dari hadapan Yoona. Yoona tersenyum geli mendengar penuturan mertuanya itu.

 

“Hati-hati Eommoni…!!” Teriak Yoona sebelum mertuanya itu benar-benar hilang dari pandangannya. Yoona merasa beruntung mendapatkan mertua penyayang dan pengertian seperti nyonya Choi. Walau pada masa awal pernikahannya mereka tidak kenal dekat tapi seiring bertambahnya umur pernikahannya, ia jadi makin mengenal dan dekat dengan ibu mertuanya itu.

 

“Omoo, Oppa!!!” Seketika ingatan Yoona kembali ke Siwon. Yoona kemudian berlari menyusul Siwon yang masih berkutat dengan rasa mualnya.

 

~•~

 

Di sore yang cerah itu Siwon dan Yoona perasaan penuh syukur menghiasi hati pasangan ini. Penantian mereka berakhir sudah, doa yang selama ini mereka ucapkan akhirnya dikabulkan sang pencipta. Mereka baru saja selesai memeriksakan kondisi Yoona ke dokter kandungan, dan hasilnya dipastikan Yoona sedang hamil.

 

“Oppa… Hari ini aku sangat bahagia, akhirnya dalam rahim ku telah mulai tumbuh buah cinta kita. Aku tak sabar menantikannya lahir kedunia ini…” Ucap Yoona sambil menyandarkan kepalanya ke lengan Siwon dan menggenggam jari-jari Siwon, sekarang mereka sedang berjalan santai di taman kota tak jauh dari rumah sakit tempat Yoona memeriksakan diri. Siwon tersenyum lalu menuntun Yoona menduduki salah satu kursi yang ada di taman tersebut. Siwon berlutut dihadapan Yoona dan meraih tangan kanan dan mencium lembut jari lentik milik Yoona.

 

“Terima kasih telah memberikan anugerah ini pada Oppa Yoong… Tidak hanya kau yang bahagia, Oppa juga merasakan hal yang sama. Oppa janji akan menjadi suami terbaik untukmu, dan juga Daddy yang baik untuk calon aegy kita.” Yoona tersenyum, tanpa sadar ia menitikkan air mata mendengar ucapan Siwon. Siwon beralih mengelus perut Yoona yang masih rata.

 

“Aegy-ah… Kau harus tumbuh sehat didalam sana ya, Daddy dan Mommy pasti akan memberikan yang terbaik untukmu dan segera lah lahir ke dunia ini. Kami tak sabar ingin melihatmu…” Air mata Yoona makin tak terkendali. Siwon melihat ke arah Yoona sambil memperlihatkan seulas senyum.

 

“Aigoo, lihatlah Aegy-ah Mommy mu ini menangis. Apa dia cemburu karena Daddy bicara denganmu??” Siwon sedikit bercanda.

 

“Oppa….” Rengek Yoona.

 

“Lalu kenapa kau menangis??”

 

“Aku menangis karena bahagia Oppa. Bahagia memiliki suami sesempurna dirimu dan sekarang ditambah dengan calon aegy kita. Rasanya Tuhan benar-benar menyayangiku.” Siwon menghapus air mata Yoona lalu perlahan memeluk tubuh istrinya itu.

 

“Oppa juga merasakannya Yoong, Tuhan benar-benar menyayangi kita. Oppa mencintaimu dan sekarang juga mencintai calon aegy kita. Saranghae…”

 

“Na do saranghae….”

 

 

~•~

 

 

Yoona dengan semangat menatap kotak bekal yang ia bawa dari rumahnya. Tidak hanya satu tapi dua kotak bekal ia siapkan. Ya sejak mengetahui ia hamil beberapa hari yang lalu, Yoona jadi sering merasa kelaparan tiap waktu. Jadi untuk berjaga-jaga selain membawa bekal makan siang, ia juga membawa berbagai macam biskuit yang mengenyangkan di kotak bekal satu lagi.

 

Saat akan menyantap makan siangnya, Fany tiba-tiba muncul dengan mapan yang telah terisi penuh makanan diatasnya. Ternyata nafsu makannya melebihi orang hamil. Yoona yang melihatnya pun jadi bengong-bengong sendiri.

 

“Fany, ini makanan akan kau habiskan sendiri??”

 

“Iya, memang kenapa?? Akhir-akhir ini selera makanku memang sedikit bertambah. Dan kau kenapa membawa 2 kotak bekal makanan? Tumben?? Apa yang satunya untuk suamimu?” Goda Fany.

 

“Kau kan tahu sendiri kalau tiap makan siang, bos ku itu akan makan di restoran depan dengan direktur-direktur lain.” Fany cuma menganggukkan kepalanya tanda mengerti.

 

“Oh ya Yoong, sejak kalian mengumumkan hubungan kalian tampaknya para karyawan disini tak terlalu terpengaruh ya. Tidak ada yang protes maksudku. Untung saja kau tidak dikeluarkan dari perusahaan ini.”

 

“Ya, aku memang beruntung… Ah… Syukurlah mereka menerima hubungan ini. Tapi siapa juga yang mau protes kalau seorang Choi Siwon ternyata telah menikah dengan seorang Im Yoona yang tidak hanya cantik, baik tapi juga cerdas dan profesional dalam bekerja pokoknya serasi lah dengan atasan tampan itu.” Fany yang mendengarnya pun langsung  menjitak kepala Yoona karena merasa kesal dengan kenarsisan Yoona yang tak pernah hilang walau pun ia telah menikah.

 

“Aww, kenapa kau menjitakku Fany??!! Aegy sayang, lihat lah kelakuan Ahjumma mu itu.” Adu Yoona pada calon anaknya sambil mengelus perut ratanya. (Yang di jitak kepala kenapa yang dielus perut ya??*lol)

 

“Aegy?? Yoong?? Kau hamil???” Tanya Fany dengan tampang kagetnya, Yoona mengangguk tersenyum. Fany tak dapat menyembunyikan rasa bahagianya, ia pun memeluk Yoona.

 

“Yoong…. Chukkae…. Ah akhirnya, aku akan menjadi seorang Aunty.” Ujar Fany penuh semangat.

 

“Yak!! Kenapa kau mengatakan aku ini Ahjumma pada anakmu, shirreo!!! Aku mau dipanggil Aunty. Masa wanita secantik ku dipanggil ahjumma… Tapi Yoong, sejak kapan kau tahu kalau kau hamil?”

 

“Mwoo?? Yoona hamil??? Tiba-tiba Kyuhyun menyela karena mendengar pertanyaan Fany dan mendatangi meja Yoona. Di belakang Yesung dan Hyo tampak mengekor mengikuti Kyuhyun.

 

“Yoong kau hamil? Benarkah??” Tanya Hyoyeon lagi. Yoona mengangguk mengiyakan.

 

“Waahh, chukkae Yoong…” Ujar Hyo sambil memeluk Yoona antusias.

 

“Chukkae Yoong… Semoga Aegymu nanti tidak mewarisi sifat jelekmu…” Ucap Kyu dan tangan Yoona dengan reflek melempar sebuah pena ke arah Kyuhyun. Hasilnya lagi-lagi kepalanya yang jadi korban.

 

“Yoong, sakit!!!” Yoona menatap tajam Kyuhyun. Yesung yang dari tadi diam mengulurkan tangannya pada Yoona.

 

“Selamat ya Yoong…” Terdengar tulus, walau hatinya sedikit sesak. Yoona tersenyum menyambut uluran tangan Yesung.

 

“Kalian kan sudah tahu kalau Yoona Hamil, jadi kalian sebagai rekan satu tim nya harus menjaga Yoona. Aku menitipkan sahabatku ini pada kalian, kalau sampai ada apa-apa aku akan meminta pertanggungjawaban kalian… Arasso!!”

 

“Fany, kau berlebihan” ujar Yoona.

 

“Siap Fany-ah… Aku akan menjaga Yoona untukmu…” Gombal Kyuhyun. Fany jadi sedikit ngeri dengan tatapan setan yang Kyu lancarkan untuknya.

 

~•~

 

Yoona terlihat anggun mengenakan dress longgar selutut berwarna biru muda yang ia padu dengan kardigan berwarna putih. Tas tangan kecil menambah anggun tampilannya. Ia merias sedikit wajahnya dengan warna natural, menambah kesan natural dirinya.

 

Siwon yang sedang duduk diatas ranjang tak dapat mengalihkan pandangannya pada istrinya itu. Sedari tadi matanya terus saja memperhatikan gerak gerik Yoona. Hingga Yoona merasa risih dibuatnya.

 

“Oppa… Jangan melihatku seperti itu, apa ada yang salah?”

 

“Ani… Tidak ada yang salah, hanya saja akhir-akhir ini kau terlihat lebih cantik….”

 

“Benarkah??” Tanya Yoona senang.

 

“Dan sedikit berisi…”

 

Jleb!! Kesenangan Yoona berganti dengan wajah kesal.

 

“Jadi Oppa mengatakan kalau aku gemuk begitu??”

 

“Ani…”

 

“Sudah lah, aku memang akan bertambah gemuk seiring dengan bertambahnya usia kehamilanku. Ayo kita berangkat Oppa…”

 

“Oppa tak pernah mengatakan kamu gemuk loh, kau itu cantik.” Rayu Siwon sambil berjalan mendekat ke arah Yoona.

 

“Apa yang Oppa inginkan…” Siwon makin mendekat, dan membuat Yoona mundur perlahan sampai tembok menghentikan langkahnya.

 

“I wanna kiss u.” Siwon meraih wajah Yoona dan perlahan mencium bibir indah milik istrinya. Yoona tak berkutik malah perlahan membalas ciuman lembut sang suami. Permainan bibir yang cukup lama, sampai Siwon tersadar kalau mereka benar-benar harus berangkat sekarang. Yoona terlihat kecewa karena Siwon melepas ciuman mereka dan Siwon menyadari perubahan mimik Yoona.

 

“Nanti malam kita lanjutkan oke…” Siwon tersenyum geli melihat istrinya menggembungkan pipinya tanda kesal.

 

“Ayo katanya mau kencan hari ini…” Siwon merangkul Yoona dan menuntunnya menuju pintu keluar apartemen.

 

~•~

 

“Kita mau kemana dulu Chagiya??” Tanya Siwon sambil fokus menjalankan mobil dan menatap jalan yang ada didepannya.

 

“Hmmm… Oppa, bagaimana kalau kita makan dan mengajak Yesung, Kyuhyun dan Hyoyeon juga.”

 

“Mwoo?? Shirreo!!! Katanya mau kencan masa mengajak mereka. Tidak boleh….”

 

“Arraso… Bagaimana kalau kita kerumah Eommoni??”

 

“Eomma sedang ada di Busan Yoong…”

 

“Kita ke Mall saja Oppa…”

 

“Yoong….”

Yoona pun ingat, dia masih dalam masa hukuman tidak diperbolehkan shopping oleh Siwon.

 

“Baiklah, terserah Oppa saja….” Yoona menyerah karena permintaannya tak dikabulkan Siwon.

 

“Kita ke namsan tower saja oke…”

 

“Oppa… Aku sudah bosan kesana.”

 

“Lotte world??”

 

“Oppa kira aku anak kecil.” Siwon tampak berpikir kira-kira tempat apa yang belum ia kunjungi bersama Yoona dan bisa membuat Yoona senang dan tentu makin mencintainya. Seperti mendapat pencerahan, Siwon pun tersenyum sambil mempercepat laju mobilnya.

 

“Oppa kita akan kemana?”

 

“Kau lihat saja nanti….” Yoona tak lagi bersuara, ia menyerahkan pada Siwon dimana tempat mereka datangi untuk berkencan.

 

~•~

 

“Oppaaaa….. Kau?? Oppa pernah kesini??” Yoona menatap tak percaya Siwon. Hamparan rumput hijau didepan matanya membuat memori indah masa kecilnya kembali terbayang di otaknya.

 

“Aku belum pernah kesini, tapi Aboji pernah memberitahu Oppa kalau ini adalah tempat favoritmu saat musim semi datang.”

 

“Gomawo Oppa, Gomawo….” Yoona memeluk Siwon, ia merasa suaminya sangat mengerti dirinya. Air mata haru tak dapat ia bendung lagi.

 

“Aigoo… Kenapa kau menangis? Akhir-akhir ini kenapa kau hobi sekali menangis. Oppa jadi merasa bersalah….”

 

“Oppa… Aku menangis bahagia. Bahagia karena memiliki Oppa…”

 

“Lagi-lagi kalimat itu, Kau terlalu berlebihan, sini Oppa hapus air matamu. Kau harus menemani Oppa melihat-lihat daerah sini. Oppa jadi penasaran kenapa kau suka sekali dengan tempat ini. Kajja…”

 

Yoona dan Siwon berjalan bergandengan menyusuri hamparan rumput hijau yang ada dihadapan mereka. Sesekali terdengar suara tawa Yoona karena mendengar lelucon yang Siwon katakan. Mereka tampak menikmati tiap detik kebersamaan yang mereka rasakan hari ini.

 

Puas berjalan-jalan, sekarang mereka membaringkan tubuh masing-masing di atas rumput hijau itu. Yoona menghirup udara segar yang jarang ia temukan di Seoul. Siwon yang berbaring disamping Yoona juga melakukan hal sama, tangan mereka saling menggenggam erat.

 

“Oppa….”

 

“Hhmmm….” Siwon menoleh ke samping kanannya, menatap lekat wajah tirus sang istri. Yoona masih dalam posisi yang sama.

 

“Apa ada penyesalan yang Oppa rasakan setelah menikah denganku?” Yoona menoleh ke arah Siwon dan seketika mata mereka bertemu. Siwon menatap lembut mata indah itu.

 

“Menurutmu??”

 

“Entahlah, aku merasa sangat-sangat beruntung bisa menjadi pendamping hidupmu Oppa, tapi disatu sisi aku juga merasa tak pantas disandingkan denganmu. Sifat kekanak-kanakan dan egoisku, membuat aku tak sebanding denganmu.” Yoona mendudukkan dirinya, raut wajahnya sendu. Siwon malah menarik kembali tubuh Yoona agar kembali berbaring, tapi sekarang berbaring didadanya.

 

“Kau mendengarnya kan?? Selalu seperti ini kalau Oppa bersamamu.” Siwon mengelus rambut Yoona.

 

“Kau itu anugerah untuk Oppa Yoong, harus berapa kali Oppa katakan? Dan jangan lagi merasa kau tak sebanding dengan ku karena semua kekurangan yang ada dalam dirimu adalah kelebihan untuk ku…” Tetesan air mata kembali membasahi pipi indah itu.

 

“Aegy-ah kau kau harus kuat ya, jangan seperti Mommy mu yang mudah sekali menangis. Apa karena kehadiranmu ia menjadi lebih sensitif??”

 

“Yak Oppa…. Jangan bicara macam-macam padanya.”

 

“Tapi benar kan?” Yoona tak bisa berkata apa-apa lagi karena yang di ucapkan Siwon memang benar. Ia lebih sensitif akhir-akhir ini dan mungkin itu juga disebabkan oleh hormon kehamilannya.

 

~•~

 

“Hyo… Laporan yang akan kita berikan kepada sajangnim sudah selesai kan?”

 

“Sudah Yoong…”

 

“Oke, aahhh akhirnya… Sekarang waktunya makan…” Nada Yoona penuh semangat. Hyoyeon, Kyuhyun dan Yesung terlihat geli dengan tingkah Yoona. Sejak mereka mengetahui Yoona hamil, mereka telah biasa dan memaklumi kalau nafsu makan Yoona makin menjadi-jadi tapi yang mereka herankan dengan kehamilannya yang sudah menginjak bulan ke-7 ini, perut Yoona tak seperti orang hamil 7 bulan, malah lebih kelihatan seperti bumil 4 bulan.

 

“Bumil, kau harus makan pelan-pelan nanti tersedak loh.” Ujar Yesung yang melihat tingkah makan Yoona yang cepat, ia mengambilkan air minum dari dispenser dan memberikannya pada Yoona. Yesung walau hatinya sudah dipatahkan(?) oleh Yoona tapi ia tetap perhatian kok dengan wanita yang sempat ia sukai ini. Tapi sebenarnya ada sesuatu yang ia inginkan….

 

“Yoong, apa aku bisa meminta bantuanmu?” Tanya Yesung yang telah duduk di hadapan Yoona.

 

“Kalau sulit aku tak mau membantumu tuan Kim…” Jawab Yoona acuh sambil mengunyah makanan yang ada di mulutnya.

 

“Tidak sulit kok, kau tahu nomor telepon Yuri? Aku boleh memintanya?? Ia kan mantan rekan kerjamu dibagian accounting dulu. …” Mohon Yesung.

 

“Mwo??!! Yuri yang kau maksud Kwon Yuri??” Teriak Kyuhyun tiba-tiba.

 

“Yak!! Bisakah kau kecilkan suaramu tuan Cho. Iya Yuri, Kwon Yuri. Memang ada berapa Kwon Yuri diperusahaan ini.”

 

“Andweee!!! Kau tak boleh mendekatinya Kim Jongwoon, aku sudah lama mengincarnya. Tidak boleh…” Ucap Kyu berapi-api.

 

“Baru juga gebetan, jadi selama kau belum memilikinya masih terbuka jalan yang lebar untukku. Yoong, kau punyakan??”

 

“Yoong, kumohon jangan berikan ke sikepala besar ini…”

 

“Kau harus bersaing dengan sehat tuan Cho. Kau bisa liat di daftar kontak ku tuan Kim…” Yoona yang sibuk melahap makanannya malah menyerahkan smartphonenya kepada Yesung. Yesung dengan cepat mengambil Handphone Yoona sebelum Kyuhyun mencegahnya. Dengan teliti ia mencari-cari nama Yuri di kontak handphone Yoona dan ia menemukannya.

 

“Wah Yoong, selca mu dengan sajangnim terlihat sangat romantis…” Yoona terbelalak kaget, Yesung diam-diam telah melihat foto-foto pribadi dalam Handphonenya.

 

“Mana-mana…” Kyu pun mendekat ke arah Yesung penasaran dengan foto yang Yesung sebutkan.

 

“Yak!!! Kembalikan handphone ku!!!! Kim JONGWOON!!!!!”

 

~•~

 

Tidak seperti biasa pukul 4 sore Yoona telah berada dirumahnya. Ia memang meminta ijin untuk pulang cepat, tubuhnya terasa sedikit lelah memang. Ditrimester ke tiga ini Yoona mudah sekali kecapek an. Berbanding terbalik dengan awal kehamilannya, ia begitu terlihat penuh semangat.

 

Dengan langkah gontai Yoona membuka pintu kamarnya dan melempar tas kerjanya ke atas kasur. Yoona pun merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur guna mengurangi rasa letih yang bersarang ditubuhnya. Tanpa ia sadari akhirnya mata nya menutup rapat meminta untuk diistirahatkan, maka jadilah Yoona terlelap dalam tidurnya.

 

Dua jam berlalu tapi Yoona masih asyik dengan acara tidurnya. Ia tak menyadari sudah hampir 10 menit seorang namja memperhatikan acara tidurnya. Siwon, namja tersebut hanya melengkungkan senyum dibibirnya tatkala melihat istrinya mengerutkan dahi atau tersenyum tanpa sadar di tidurnya. Siwon merasa saat ini istrinya sedang memimpikan sesuatu yang menyenangkan dan ia tak akan tega membangunkan Yoona saat sedang tidur senyenyak itu.

 

Perlahan Siwon melangkah keluar kamar menuju dapur, ia tak menemukan sesuatu yang bisa ia makan di atas meja makan. Ia yakin sejak Yoona pulang kerja tadi, istrinya itu langsung tertidur. Tanpa pikir panjang, Siwon membuka lemari es dan melihat bahan-bahan makanan yang dapat ia gunakan untuk membuat menu yang cukup mudah. Ia mengambil beberapa sayuran segar dan beberapa potong daging dari dalam freezer. Dengan lihai Siwon memotong sayur-sayuran dan dagingpun dipotong kecil-kecil. Segera ia nyalakan kompor listrik dan memasukkan semua bahan-bahan yang telah ia siapkan, sepertinya Siwon akan membuat sup ala dirinya untuk Yoona. Beberapa saat kemudian Siwon telah selesai menyiapkan santapan makan malam untuk mereka. Siwon pun melepas celemek yang ia pakai lalu bergegas kembali kekamarnya untuk membangunkan Yoona.

 

Sedikit agak sulit membangunkan Yoona sejak ia dinyatakan hamil. Setiap Siwon membangunkan dengan cara biasa, Yoona dipastikan tak akan pernah bangun. Tapi Siwon telah mengetahui cara ampuh membangunkan Yoona yaitu dengan meneriakkan nama Yeo Jingguk, Yoo Seungho atau Lee Hyunwoo aktor brondong idola Yoona. Entah sejak kapan Yoona jadi gemar menonton drama-drama yang tayang di stasiun tv, tapi seingat Siwon sejak mereka menikah Yoona tidak terlalu menyukai drama.

 

“Yeo Jinguk Yoong…” Bisik Siwon ditelinga Yoona. Yoona menggeliat kecil lalu berusaha membuka matanya.

 

“Apa dramanya sudah mulai Oppa??”

 

“Iya, sebentar lagi. Kau harus bangun dan makan malam dulu oke…”

 

“Nde……” Jawab Yoona masih dengan wajah kantuknya. Perlahan Yoona beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Berhasil!! Seperti itulah Siwon setiap hari. Sabar, lembut memperlakukan Yoona. Ya walau kadang harus menahan sedikit amarahnya akibat permintaan Yoona yang kebanyakan tidak masuk akal. Tiap bulan ada saja hal-hal aneh yang Yoona inginkan, dan kalau Siwon menolak Yoona pasti akan menangis dan mengatakan hal-hal buruk tentang Siwon pada calon anaknya.

 

Seperti saat usia kandungan Yoona berusia 4 bulan, Yoona dengan santainya meminta Siwon untuk membelikannya sebuah cake cokelat dengan hiasan foto Siwan ZEA  di atasnya. Sebenarnya itu tidak masalah untuk Siwon hanya saja Yoona menginginkannya saat Siwon tengah tidur lelap ditengah malam. Dan cake itu harus ada dalam waktu 2 jam!! Dengan rasa tak enak akhirnya Siwon menelepon toko kue yang sudah menjadi langganannya, untung saja mereka mau membuatkan cake permintaannya. Cakenya sudah ada mereka tinggal mencetak wajah Siwan ZEA saja jadi cake yang diinginkan Yoona bisa datang tepat waktu.

 

Lain saat usia kehamilannya menginjak 5 bulan. Yoona menangis sejadi-jadinya meminta Siwon untuk menelepon Kwon Jiyong, cinta pertama Yoona. Melihat Siwon memohon padanya akhirnya Jiyong bersedia menemui Yoona dan Dara yang berstatus Istri Jiyong pun tak keberatan meminjamkan suaminya itu. Siwon lagi-lagi harus ekstra sabar dan menahan rasa cemburunya saat Yoona berbincang-bincang hangat dengan Jiyong tanpa mempedulikan dirinya. Yang membuatnya sabar adalah ini demi Yoona dan Aegy nya…

 

Dan sebulan yang lalu Yoona meminta hal aneh lagi. Ia meminta Siwon dengan wajah memelas untuk mendapatkan foto Yeo Jinguk plus tanda tangan asli sang pemilik. Ingin sekali Siwon berteriak, bayangkan saat tubuh dan pikirannya sangat lelah sehabis pulang kerja dihadapkan dengan tingkah seenak jidat Yoona. Tapi satu kalimat yang akhirnya membuat Siwon menyerah dan menuruti Yoona. Kalimat ampuh Yoona : “Demi aegy mu Oppa, apa Oppa mau ia ileran saat lahir nanti?” #jleb

 

Oke kembali ke cerita saat ini…

 

Setelah beberapa menit didalam kamar mandi, Yoona akhirnya keluar dengan wajah yang terlihat lebih segar. Siwon yang dari tadi duduk di atas ranjang mengikuti langkah Yoona yang sekarang berdiri di depan meja rias. Ia memeluk Yoona dari belakang dan mengelus lembut perut Yoona yang sudah terlihat jelas. Yoona tersenyum tipis, ia menikmati elusan tangan Siwon walau dibalik pakaian yang ia kenakan.

 

“Oppa….” Panggil Yoona.

 

“Hhmmm….”

 

“Sudah ya…..”

 

“Memang kenapa? Kau tak suka Oppa mengelus perutmu??” Nada Siwon terdengar sedikit kecewa.

 

“Bukan….”

 

“Lalu??”

 

“Aku lapar….” Jawab Yoona dengan tampang tak berdosanya.

 

“Hahahah, kau ini… Oppa kira ada apa… Kajja kita makan, Oppa sudah masakan sup untukmu…” Ajak Siwon sambil melepas pelukannya lalu beralih menggenggam tangan Yoona.

 

“Tapi aku tidak mau sup… Aku ingin sesuatu yang segar-segar…”

 

“Hhmmm… Bagaimana kalau kita cari diluar?? Mana tahu ada sesuatu yang menarik untuk dimakan??” Usul Siwon sambil melangkah menarik Yoona keluar kamar.

 

“Oppa aku mau makan rujak….”

 

“Rujak??” Langkah Siwon terhenti.

 

“Apalagi itu Yoong??”Tanya Siwon frustasi. Ia yakin ini adalah permintaan yang sulit sama dengan permintaan Yoona sebelum-sebelumnya.

 

“Oppa jangan berteriak begitu, ini kan demi aegy kita. Apa Oppa mau ia nanti ileran ah??”

 

“Oke… Oke… Sekarang jelaskan apa itu Yoong??” Nada Siwon sekarang lebih tenang walau terkesan dibuat-buat. Yoona sepertinya tidak menyadarinya malah tersenyum senang ke arah Siwon.

 

“Rujak itu makanan khas indonesia Oppa. Potongan berbagai macam buah di jadikan satu lalu di lumuri dengan kacang yang sebelumnya sudah dihaluskan dengan gula merah dan cabe rawit. Aku pernah beberapa kali dibuatkan oleh temanku saat kami sama-sama tinggal di asrama sekolah. Ia orang indonesia… Oppa mau kan mencarikannya…” Pinta Yoona dengan aegyo nya. Siwon menghela panjang nafasnya, menenangkan amarah yang bisa saja membuat Yoona menangis kalau ia luapkan sekarang.

 

“Oke, Oppa akan carikan, tapi Oppa makan dulu ya…”

 

“Jadi Oppa mau makan duluan, dan membiarkan ku melihat Oppa makan sendiri dalam keadaan lapar begitu??” Lagi, kesabaran Siwon di uji. Ia merasa tak tahan lagi, dari pada emosinya meledak lebih baik ia pergi sekarang. Siwon melangkah menuju pintu apartemennya tanpa berkata apa-apa lagi pada Yoona. Saat Siwon membuka pintu apartemen ia sedikit kaget karena didepan pintu telah berdiri 2 pasangan yang sering sekali mengganggu kehidupannya. Siapa lagi kalau bukan Eunhye-Yoochun dan Tiffany-Nickhun. Tanpa banyak kata Siwon langsung menarik tangan Yoochun dan Nickhun, hingga tangan sebelahnya yang menggandeng pasangan masing-masing terlepas begitu saja.

 

“Yak!! Adik ipar kemana kau bawa tunanganku, hei!!!” Teriak Eunhye tapi tak diacuh kan Siwon. Yoochun dan Nickhun pasrah, tak berani melawan karena sadar setelah melihat wajah dingin Siwon. Pasti ada sesuatu yang membuat mood Siwon menjadi buruk saat ini. Eunhye dan Fany menatap jauh ketiga namja tadi sampai hilang dari jangkauan pandangan mereka.

 

“Ada apa dengan sajangnim Eonni??” Tanya Fany heran. Eunhye yang ditanya mengangkat bahunya tanda tak tahu sambil memasuki pintu apartemen.

 

“Yoong….” Sapa Eunhye dan Fany bersamaan. Yoona mendongakkan kepalanya dan tersenyum mendapati Eunhye dan Fany datang mengunjunginya.

 

“Annyeong Eonni, Fany-ah…” Sapa Yoona dengan senyum merekahnya. Fany dan Eunhye pun mendudukkan diri mereka di sofa tepat didepan Yoona.

 

“Kau minta apalagi pada Siwon Yoong??” Tanya Eunhye menyelidik. Eunhye sudah mengira kalau Yoona lah penyebab adik iparnya jadi aneh seperti tadi.

 

“Aku cuma minta dicarikan rujak…”

 

“Mwoo?? Rujak???” Koor Eunhye dan Fany bersamaan. Mereka hanya bisa geleng-geleng kepala dan merasa kasihan dengan Siwon. Kenapa istrinya ini selalu mengidamkan yang aneh-aneh…

 

~•~

 

Siwon tampak fokus pada kemudinya, sedari tadi Yoochun yang duduk di sampingnya dan Nickhun yang duduk di kursi belakang diam tak bersuara. Yoochun dan Nickhun sesekali melirik satu sama lain memberikan kode berbisik-bisik sehingga mengganggu konsentrasi Siwon.

 

“Kalau mau bertanya, bertanya saja. Kenapa kalian jadi berbisik-bisik begitu.” Tanya Siwon datar. Kedua namja yang ditanya tersenyum paksa.

 

“Kita mau kemana calon adik ipar.” Tanya Yoochun hati-hati.

 

“Kita cari Rujak. Apa kalian tahu restoran indonesia terdekat?”

 

“Rujak?? Makanan apa itu??” Tanya Nickhun heran.

 

“Entahlah, kalian harus membantuku mencarinya sampai dapat. Kalau tidak jangan harap kalian bisa pulang dan tidur nyenyak malam ini.” Ancam Siwon. Yoochun dan Nickhun pasrah dengan kehendak Siwon.

 

Setelah mendatangi beberapa restoran indonesia yang ada di Seoul, mereka hampir putus asa karena tak satupun yang mempunyai menu rujak di restoran mereka. Tinggal satu rumah makan kecil yang menjadi harapan mereka, kalau pun mereka tidak mempunyai menu rujak setidaknya sang pemilik bisa memberikan mereka resep membuat rujak pikir mereka.

 

Akhirnya mereka tiba dirumah makan tersebut. Siwon dan Yoochun duduk di kursi yang tersedia dirumah makan tersebut, Nickhun yang sedianya juga mau duduk malah disuruh Siwon untuk menanyakan langsung pada ahjumma yang berada di depan mesin kasir. Dengan berat hati Nickhun menuruti permintaan Siwon, ia Yakin Siwon pasti sekarang sedang stress tingkat tinggi.

 

“Permisi ahjumma… Saya mau bertanya, apa disini ada menu makanan yang bernama Rujak??” Wanita paruh baya itu tampak mengerutkan dahinya.

 

“Apa ini permintaan istrimu??”

 

“Nde?? Oh… Aniyo ini bukan permintaan istriku, tapi istri dari temanku yang sedang duduk di sana.” Jawab Nickhun sambil menunjuk ke arah tempat duduk Siwon. Ahjumma tadi langsung berjalan ke arah meja Siwon, Nickhun hanya memandang heran tingkah sang ahjumma.

 

“Permisi… Apa anda mencari Rujak??” Tanya ahjumma tadi pada Siwon.

 

“Ehh… Nde ahjumma…. Apa disini ada rujak?? Kalau tak ada apa aku bisa mendapatkan resepnya? Ahjumma orang indonesia bukan? Pasti tahu resepnya.” Tanya Siwon to the point. Ahjumma tersebut tampak tersenyum senang.

 

“Ini untuk istrimu kan? Apa istrimu sedang hamil?” Siwon mengangguk.

 

“Bagaimana ahjumma tahu?”

 

“Ya, biasanya kalau di Indonesia yang suka rujak itu perempuan yang sedang hamil.” Siwon tampak menggangguk paham.

 

“Rumah makan ini memang tidak menyediakan rujak tapi aku bisa membuatkannya untukmu.”

 

“Jeongmal?? Ahjumma akan membuatkannya?? Kamsahamnida ahjumma…” Riang Siwon sambil membungkuk-bungkukkan badannya.

 

“Iya, tapi kalian harus mencarikan buah-buahan dan bahan bumbunya untukku.”

 

“Baiklah ahjumma, ahjumma tinggal menuliskannya biar kami carikan.”

 

Akhirnya ketiga namja tadi pergi mencari semua bahan yang telah dituliskan ahjumma pemilik rumah makan tadi. Sedikit kesulitan memang mencari bahan-bahan yang tidak familiar di negara gingseng tersebut, tapi setelah kesana-kesini mencari akhirnya apa yang dibutuhkan mereka dapatkan.

 

“Aku benar-benar tak habis pikir, bahan makanan khas indonesia benar-benar sulit dicari.” Keluh Yoochun.

 

“Iya hyung, aku harap nanti Fany tidak mengidam seperti Yoona. Aku tak tahu kalau Fany seperti itu, aku pasti tidak akan bisa sabar seperti orang yang ada disampingku ini.” Sindir Nickhun.

 

“Kalian ini, yang penting sekarang kita sudah mendapatkannya. Ayo berikan pada ahjumma.” Siwon tak mau membahas pembicaraan tadi lebih lanjut, karena ia ingin segera pulang dan mengakhiri menderitaannya ini di atas tempat tidur.

 

Setelah beberapa lama menunggu, ahjumma tadi keluar dengan rujak buatannya. Semangkuk potongan buah-buahan yang sudah dilumuri bumbu rujak diserahkan ke Siwon. Mangkuk tersebut telah ditutupi plastik supaya tetap higienis. Siwon menerimanya dengan hati lega, ia menyerahkan mangkuk tersebut kepada Nickhun lalu segera merogoh saku celananya mengambil dompetnya.

 

“Jadi berapa ahjumma…” Tanya Siwon sambil membuka dompetnya.

 

“Tidak usah, ini gratis. Lagian kan kalian yang membeli semua bahannya.”

 

“Benarkah, kami jadi tidak enak. Kalau begitu terima kasih banyak ahjumma. Kapan-kapan kami akan mampir untuk makan disini…” Ahjumma pemilik rumah makan itupun hanya tersenyum mengangguk. Mereka bertiga akhirnya pamit dan berlalu dari rumah makan tersebut.

 

~•~

 

Yoona, Eunhye dan Tiffany sedang asyik menonton drama di televisi yang dibintangi Yeo Jinguk dan Kim Soohyun. Mereka tampak terlena dengan alur cerita yang menurut mereka sangat dramatis dan penuh airmata.

 

“Uuhh… Kenapa si Jinguknya melarikan diri? Kenapa dia tidak menolong Soohyun?? Aku yakin kedepannya akan banyak lagi tetesan airmata didrama ini.” Eunhye berpendapat sendiri. Matanya masih fokus pada tontonan yang ada didepannya.

 

“Eonni, diamlah… Ini lagi seru tahu!!!” Sela Yoona.

 

“Aku jadi penasaran siapa yang akan memerankan peran dewasanya…” Kini Fany yang bersuara.

 

“Molla… Yang jelas pasti aktris dan aktor yang sudah berpengalaman dan tentunya cantik dan tampan.” Jawab Eunhye yakin. –__–

 

Tak lama bunyi pintu apartement terbuka dan masuklah 3 orang namja yang menjadi pasangan masing-masing kumpulan yeoja yang asyik menonton drama tadi.

 

“Kami pulang….” Sorak Yoochun. Ketiga yeoja tadi tak menjawab malah tetap fokus pada drama tadi.

 

“Hello, Fany-ah…” Sapa Nickhun.

 

“Ya, Oppa kau sudah kembali??” Tanya Fany acuh tanpa mengalihkan pandangannya pada layar tv.

 

“Yoong ini pesananmu…” Kini Siwon telah berdiri disamping tempat duduk Yoona.

 

“Oh… Gomawo Oppa kau yang terbaik…” Walau kalimatnya terdengar ucapan terimakasih tapi wajah Yoona tak menunjukkan rasa terimakasih. Yang ada dia hanya Fokus menonton drama di depannya, tak menoleh  kearah Siwon sedikitpun. Yoochun dan Nickhun menjadi geram sekaligus kasihan dengan Siwon. Bisa-bisanya Yoona mengacuhkan suaminya yang sudah bersusah payah penuh pengorbanan mencarikan rujak, makanan yang sangat langka ini untuk Yoona.

 

“IM YOOONNNAAAA!!!!” Teriak ketiga namja tadi frustasi. Yoona terlonjak kaget mendengar namanya diteriakkan.

 

“Waeyo?? Kenapa kalian berteriak??”

 

“Kau!!! Calon adik iparku yang yeppo… Kau tidak menghargai usaha suamimu ah?? Kau kan yang meminta Siwon mencari rujak kenapa kau malah cuek begini setelah kami dengan susah payah mendapatkan makanan tersebut??” Ujar Yoochun penuh amarah.

 

“Iya, kau ini kenapa sih?? Kenapa jadi keterlaluan seperti ini?? Apa kau tak memikirkan bagaimana kami lelahnya mendatangi tiap restoran indonesia mencari-cari dan menenangkan Siwon yang tadi sempat putus asa karena belum juga menemukan makanan yang kau inginkan??” Kini Nickhun yang bersuara. Seakan tersadar Yoona kemudian melirik Siwon yang sudah menatap nya tajam. Perasaan bersalah menyeruak dalam diri Yoona. Perlahan ia berdiri dan memeluk tubuh kekar Siwon.

 

“Mianhae Oppa… Mianhae….” Sesal Yoona. Siwon tak bergeming. Ia tetap berdiri kaku tanpa membalas pelukan Yoona.

 

“Oppa…..” Rengek Yoona.

 

“Kau keterlaluan Yoong….”

 

“Aku tahu…. Aku minta maaf….” Kini diiringi air mata. Siwon bisa merasakan pakaiannya basah karena air mata Yoona. Ya, kelemahannya, tak bisa melihat Yoona menangis. Jadinya Siwon membalas pelukan Yoona.

 

“Oppa harap ini permintaan aneh yang terakhir darimu….”

 

“Gomawo Oppa…” Ucap Yoona senang. Pasangan Eunhye-Yoochun dan Fany-Nickhun yang melihat mereka juga ikut merasa senang. Setidaknya kemarahan Siwon tidak berlarut-larut pada Yoona.

 

“Kalau untuk ucapan Oppa tadi, aku tak yakin bisa melakukannya. Apa Oppa mau anak Oppa ileran kalau keinginanku tidak dipenuhi??” Tanya Yoona dengan wajah tanpa dosa.

 

“YOONAAA!!!”

 

 

To Be Countinued Or END

 

 

Gmn?? Kalimatnya berantakan??Makin aneh dan ngelantur ya ceritanya… T_T. Maaf, cuma itu yg berhasil tereksplor(?) dr imajinasi ini.

Ni part cukup panjang kan?? Memerlukan kesabaran ekstra dan perjuangan keras nerusinnya akibat penyakit malas yang tiba-tiba datang. Mau dilanjutin lagi kah??? Koment+like dulu okay. Komentar yang panjang dan support readers bakal jadi acuan buat nerusin atau malah nge-cut ni cerita ampe disini. Makasi yang udah setia baca dan koment ff garing ini… Love you All!!!

Untuk Gee (@restytami) thanks udah ngebolehin post ff gak mutu ini, bighug for you sist😀,,, Semangat buat Ujiannya… Fighting!!!

 

Tinggalkan komentar

140 Komentar

  1. (*)´¨) 
    ¸.•´. ¸.•*¨) ¸.•*¨)
    (¸¸.•´(¸.•. =)) ĥǻĥǻĥǻĥǻ =)) ː̗̀☀̤̣̈̇ː̖́‎​​ ђαϑϱђ (¬˛¬) yoona bnr2 ngidam na… Untg siwon sabar…. Lagian aneh2 ªĴª… Wah…dr awal smpe part IV ini ff na ngehibur banget,,,,lanjutkan,,,

    Balas
  2. any

     /  April 22, 2014

    wkwkwkwkwkwkwk…. g kebayang wes hahahaha. nikhun n youchun yg semula ngatain siwon STI jadi taukan susahnya nyariin apa yg dimau sama yoona..mereka jd ikut2an marah2.

    Balas
  3. xixixi…oppa2 saking tkt anak nya ileran jd smua kemauan yoong diturutin…

    Balas
  4. azzryia noer hayyati

     /  Mei 11, 2014

    Ya ampun yoona bener2 deh ngidamnya aneh2 aja btw emang dikorea ada restoran yg punya menu rujak???
    Klo dibayangin lucu bgt ya…. Lanjut chinggu…

    Balas
  5. Oh my god,permintaan yoona eoni aneh2 yh kasihan wonpa nya

    Balas
  6. Dede

     /  Mei 23, 2014

    Wah ada”ngidamnya yoona bikin siwon elus”dada dengan sabar itu semua kan demi calon anak mereka.aduh kknya yoona gokil abissss bikin ketawa sendiri bacanya.

    Balas
  7. ya ampun yoona seneng bgt nyiksa wonpa dgn keinginan aneh’y yg sabat y oppa ini demi ank u..

    Balas
  8. Hahaha……… Ada2 saja masa Yoona ngidamnya aneh2 aja, di tambah lgi dia ngidam Rujak pula lgi. Di mana mau carinya, sementara wonppa setengah mati mau cari yg namanya Rujak itu. Membuat prustasi dan hampir seperti org gila, kasihan bgt wonppa? Benar2 daebak ni penulisnya membuat yg bacanya tertawa dan sampai2 perut jd sakit

    Balas
  9. sella mvp

     /  September 1, 2014

    kkkkkkk.. aduhhh yoona..polos bgd sih..

    Balas
  10. ayu

     /  September 14, 2014

    yoona ngidamnya aneh” aja . ceritanya bagus gak bosen bacanya

    Balas
  11. Knp ngomongin rujak?????

    Balas
  12. ayhu

     /  Oktober 17, 2014

    Untung aja Siwon sabar ngadepin Yoona yg ngidamx aneh2

    Balas
  13. Hahaha……… Ada2 saja ngidamnya
    banyak pula permintaannya
    FF nya benar2 Gokil

    Balas
  14. Uchie eonni emg hebat meskipun cinta yoonwon tp tetep cinta Indonesia jg….smp2 si RUJAK pun diajak nemuin yoonwon hahaha….. Daebak eonni…

    Balas
  15. marsiah

     /  April 14, 2015

    Yoona ngidam nya aneh2 aja ,pake minta rujak segala,siwon oppa yang sabar ya,yar anak nys gak ileran hegehehe

    Balas
  16. deery00ng

     /  Mei 8, 2015

    Hahaha
    Yoongnie bener2 ngidam berat untung aja yang jadi suaminya wonppa
    Hehehe
    Next ff ditunggu unn jangan lama-lama fighting

    Balas
  17. Fitri Anggraeni

     /  Oktober 7, 2015

    daebak!!
    si siwon sabar banget,,,perhatian pula..
    authorny kerennnn.

    Balas
  18. Yaampun siwon oppa sabar bgtt ya salut aku jdnya :^) yoona emg tingkahny lucu smoga anaknya jg kyk yoona biar siwon oppa tmbah keder wkwk

    Balas
  19. Waaa yoona hamill,, and ngidamnya aneh2 ampee wonppa keseel hihihii

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: