[FF] ELECTRIC SHOCK…!!! ( EPISODE . 14 )

yoonWON-ES

ELECTRIC SHOCK…!!!

( EPISODE . 14 )

Warning!! : FF ini adalah hasil tulisan dan pemikiran Author UlanChoi ( Twitter acc : @Lovelyulan) ini hanya sebuah cerita belaka, pemeran disini adalah Kpop Idol, cerita ini mengandung unsur seperti Drama Korea, jika ada kesamaan cerita, itu hanya terinspirasi selebihnya murni pemikiran sendiri. Don’t COPAS! And Don’t Silent Readers!!

 

Judul : Electric Shock…!!!

Type : Sequel FF / Part

Episode : Ke Empatbelas

Author : Ulanchoi Hyoyoon / Twitter : @Lovelyulan

Genre : Romance,comedy,Drama

Ratting : PG – 17

Main Cast :

  • Im YoonA SNSD ~ Kim Yoon Ah
  • Choi Siwon SUJU ~ Choi Siwon
  • Tiffany SNSD ~ Tiffany Hwang
  • Gong Yoo ~ Kang Gong Yoo
  • Krystal Jung F(x) ~ Jung Soo Jung
  • Kim Hyoyeon SNSD ~ Kim Hyo Yeon

Other Cast :

  • Lee Hyuk Jae SUJU ~ Lee Eunhyuk
  • Cho Kyuhyun SUJU ~ Cho Kyuhyun
  • Kim Jong Woon SUJU ~ Kim Yesung
  • Go Hara Kara ~ Goo Hara
  • Junsu 2PM ~ Kim Junsu
  • Lee Hongki FT.Island ~ Lee Hongki

 

 

YoonAh terkaget-kaget begitu ia menginjakan kakinya didalam rumah orang tua Siwon yang berada dikawasan Gangnam. Ia hanya mampu berdiri sambil mengedarkan pandangannya dengan sangat kagum melihat kemewahan yang ada disetiap sudut rumah yang cukup besar ini.

“Duduklah…” perintah appa Siwon dan sukses membuat YoonAh hanya senyum malu-malu.

Ayah Siwon sudah duduk di kursi sambil menikmati teh hijau yang baru saja disajikan oleh pelayan rumahnya. YoonAh Nampak malu dan takut, tapi karena melihat appa siwon yang sangat bersahabat dengannya ia sudah mulai merasa sedikit nyaman dan akhirnya ikut duduk berhadapan dengan appa Siwon.

“Apa sebelumnya Siwon pernah bercerita banyak, tentang kenapa ia bisa sangat membenciku?” Tanya Appa Siwon sambil memandangi wajah YoonAh.

YoonAh menggelengkan kepalanya pelan. “Anio, Siwon oppa tidak pernah bercerita banyak. Dia tipe orang yang tertutup . tapi …”

“Sudah aku sudah tau.. dia pasti hanya bilang pada kau kalau dia sangat membenciku dan akulah penyebab kematian ibunya.”

YoonAh hanya menundukan kepala. Karena itu benar.

“Sebenarnya satu tahun sebelum istriku meninggal. Aku dan dia memang sudah mengalami sedikit ketegangan dalam berumah tangga.” Mata Appa Siwon menerawang jauh entah ia menatap apa, pandangannya kosong.

YoonAh hanya terdiam dan mencoba menjadi pendengar yang baik untuk appa Siwon.

“istriku dia berselingkuh dengan mantan kekasihnya…”

Mata YoonAh terbelalak terkejut mendengarnya.

“Awalnya aku juga tidak mempercayainya, sampai akhirnya aku mengetahui sendiri dia benar-benar selingkuh. Aku kecewa, setiap hari aku berkerja keras membangun perusahaan keluarga dari nol. Dan hasilnya selalu aku dedikasikan untuk anak dan istriku tercinta. Karena bagaimanapun setiap aku pulang kerja aku tidak benar-benar merasa lelah asalkan mereka tetap menyambutku dengan kehangatan. Tapi semenjak aku mengetahui itu, aku benar-benar marah dan kecewa. Aku sampai bertengkar dengan istriku walaupun saat itu istriku sampai memohon ampun padaku tapi aku tidak bisa memaafkannya saat itu. Dan saat itu Siwon menyaksikannya dan aku melihatnya menangis. Tapi saat itu aku benar-benar emosi sehingga aku pergi dari rumah dan meninggalkan anak dan istriku selama berbulan-bulan. Sampai akhirnya aku mendapat kabar kalau istriku masuk rumah sakit. Aku sangat khawatir tapi saat aku kembali semua sudah berubah. Aku malu aku takut menyapa anakku jadi begitu dingin padaku. Dan istriku yang hanya bisa terdiam. Akhirnya lagi-lagi aku melarikan diri dengan menyibukan diri  dengan bekerja, aku berkerja terlalu keras . Tapi sungguh aku tidak ada niatan sedikitpun untuk berpisah dengan istriku. Sampai akhirnya aku tahu dia mengidap penyakit kanker paru-paru. Dan saat keadaannya kritis saat itu aku ada di eropa dan bagaimanapun juga aku tidak bisa pulang ke korea. Aku tidak mendapatkan tiket pesat tepat waktu tapi saat aku kembali dia sudah meninggal. Siwon anak itu jadi semakin dingin terhadapku. Dia tidak mau berbicara sama sekali terhadapku. Dari sekolah SMP-nya selama tiga tahun aku selalu mendapat laporan nilai jelek dan masalah yang dibuat Siwon. Aku tidak pernah memarahinya tapi dia semakin dingin, saat itu aku akhirnya membawanya kejepang dan mengsekolahkannya disana, tapi dia semakin jauh. Dan akhirnya pergi melarikan diri dariku dan hingga sekarang kami hanya bagaikan orang yang sebatas kenal nama saja. dia sangat membenciku.”

YoonAh menatap ayah Siwon yang menunduk lesuh dan berusaha menyembunyikan air matanya. Setelah itu ia mengangkat kepalanya kembali dan tersenyum kepada YoonAh yang merasa iba dengan appa Siwon.

“Jadi seperti itukah?” Tanya YoonAh. YoonAh tersenyum sekilas lalu ia berkata. “Sekarang aku tahu darimana asal sifat egois dan tertutup milik Siwon oppa. Ternyata dia tidak jauh beda dengan anda tuan.”

Ayah Siwon tertegun mendengar ucapan YoonAh. tapi dia tidak marah mendengarnya justru ia terkejut , karena baru kali ini ada orang yang benar-benar mau mendengarkan curahan hatinya dan juga berkomentar seperti itu.

“Maaf tuan besar saya mengganggu.”

Tiba-tiba seorang supir pribadi appa siwon masuk dan menundukan kepalanya.

“Ada apa?” Tanya appa Siwon.

“Maaf Ponsel nona ini tertinggal dimobil. Dan sepertinya sejak tadi banyak yang menelpon jadi aku membawakannya kesini.”

YoonAh bangun dari duduknya dan mengambil ponselnya. “Kamsahamnida. Maaf merepotkanmu.”

“Tidak masalah Nona. Tuan saya permisi keluar.”

Appa Siwon hanya memanggutkan kepalanya saja. YoonAh mulai sibuk mengecek panggilan tak terjawab. YoonAh terkejut mendapati banyak panggilan tak terjawab dari Hyoyeon, Eunhyuk, Kyuhyun, Hara, Ceo Gong, Yesung, Hongki dan Tentu Siwon. YoonAh memandang sedih ponselnya.ketika membaca pesan singkat dari Siwon.

“Ada apa?” Tanya Appa Siwon penasaran.

YoonAh tersenyum. “mereka mengkhawatirkanku. Aku tadi keluar tanpa ada yang tahu. Jadi..”

“Apa Siwon juga mencarimu?” sergah appa Siwon.

YoonAh hanya memanggutkan kepalanya.

“Bilang padanya kalau kau sedang bersamaku sekarang. Aku ingin melihat reaksinya.”

YoonAh terdiam sejenak. Tapi akhirnya ia membalas pesan singkah dari Siwon juga.

Apa yang ingin kau bicarakan? Aku sedang bersama seseorang, datanglah ke alamat ini. Blok B 15 Choi Family Gangnam,Seoul. Aku tunggu sampai 30 menit  jangan telat!

YoonAh membuka file pada folder rekaman. Lau dia mengirimkan itu setelah melakukan SMS.

“aku akan menunggunya 30 menit disini.”

“Apa dia akan kesini?”

YoonAh menaikkan bahunya. “Semoga…”

 

~***~

 

Siwon memberhentikan mobilnya dipinggir sungai Han. Hanya dengan membuka jendela kaca mobil dia memperhatikan setiap orang yang ada disekitar situ. Siwon mencoba mencari sosok Yoona. Tapi nampaknya YoonAh memang tidak ada disitu. Tiba-tiba ponsel Siwon berbunyi. Siwon alisnya terangkat ketika membaca pesan singkat dari YoonAh. dan tak lama pesan suara dari YoonAh juga terkirim keponselnya. Belum sempat ia mendengarkan rekaman suara itu. Tiba-tiba sebuah panggilan masuk. Dan Siwon akhirnya menarimanya.

“Siwon!!!” Teriak Kyuhyun terdengar dari Ponsel.

“Ough?” Tanya Siwon Nampak malas-malasan menerimanya.

“Ketemu!! Ketemu!!”

“Apa kau menemukan dimana YoonAh sekarang?” Tanya Siwon mulai tertarik.

“Anio!! Tapi ini! Yang tadi siang kau minta bantuanku!! Kau menyuruhku melacak alamat IP dari netizen itu kan?”

“Ah.. iya benar. Apa sudah ketemu siapa orang itu?”

“Nampaknya dia tidak memakai account pribadi dan baru membuatnya sebelum ia menyebarkan photo kau dan YoonAh. dan lokasi tempat dia bermain situs. Ketemu! Alamatnya akan aku kirimkan lewat sms saja.”

“Ahh.. iya.. Gomawo!!”

Begitu panggilan Kyuhyun selesai. Siwon segera menyalakan kembali mesin mobilnya. Dan Tak lama juga sms dari Kyuhyun masuk. Siwon membaca alamat sipelaku yang dikirimkan kyuhyun. Siwon menampak Shock melihatnya. Sebab alamat itu tidak asing baginya. Tapi tanpa pikir panjang Siwon akhirnya menjalankan Mobilnya dan menuju alamat itu. Ia harus memastikan sendiri dan mencari tahu semua alasan kenapa orang itu bisa melakukan hal buruk ini terhadap ia dan YoonAh.

 

~***~

 

Siwon menghentikan mobilnya tepat didepan sebuah rumah sederhana, yang alamatnya sesuai yang diberikan oleh Kyuhyun tadi. Siwon terlihat Nampak sedikit ragu. Tapi setelah lama ia bertahan didalam mobil tanpa melakukan apapun akhirnya ia turun dari mobil dan berdiri didepan pagar rumah tersebut.

Siwon mengeluarkan ponselnya tapi matanya masih mengamati rumah yang Nampak sepi itu. Siwon menekan panggilan cepat untuk menghubungi  seseorang. Tak membutuhkan waktu lama, panggilan siwonpun telah dijawab.

“Fanny-ah…”

Ternyata Siwon menelpon Tiffany. Terlihat jelas diwajah Siwon yang Nampak datar.

“Ouh.. Oppa, ada apa?” suara tiffany masih seperti biasa, terdengar lembut dan manja. Nampaknya ia senang sekali malam-malam seperti ini mendapat telepon tak terduga dari Siwon.

“Emm.. Maaf jika aku mengganggu mu, apa sekarang kau ada dirumah kakakmu?”

Sesaat Tiffanya tidak langsung menjawabnya.

“Ah.. iya, aku sedang dirumah kakakku, rumah ini berantakan jadi aku dirumahnya untuk merapikan. Kau kan tahu kalau rumah Eonnie lebih nyaman dari pada di Apertementku sendiri.”

“Sekarang aku ada didepan rumah nuna kau! Bolehkah aku masuk?”

Lagi-lagi tiffany terdiam. Kali ini diamnya dia karena terkejut bagaimana siwon bisa ada di depan rumah kakaknya? Tapi bagaimana pun Tiffany sangat senang mengetahuinya.

“Baiklah.. tunggu sebentar! Aku akan membukakan pintu.” Seru Tiffany gembira.

“Iya..” Lalu Siwon memutuskan panggilannya.

Siwon berdiri, bersandar pada mobilnya. Dia berniat untuk mendengarkan pesan suara dari YoonAh. tapi lagi-lagi gagal. Karena Tiffany telah keluar dari dalam rumah dan membukakan pagar untuk siwon. Tiffany tersenyum lebar menyambut kedatangan Siwon.

“Oppa.. apa kau baik-baik saja?” Tanya Tiffany berbasa-basi.

Siwon tidak menjawabnya. Tapi Tiffany tidak peduli itu. Dia langsung menggait lengan siwon dan menuntunya masuk kedalam rumah.

“Kenapa muka oppa Nampak lelah sekali? Apa karena masalah yang terjadi seharian ini ya?”

Tiffany melepaskan tangannya dari tangan Siwon. “Oppa.. tunggu sebantar aku akan membuatkan minum untuk oppa!” masih dengan perasaan gembira tiffany berjalan menuju dapur.

Siwon masih berdiri diruang tengah rumah Kakak perempuan Tiffany yang tiga tahun lalu telah menikah. Siwon tahu kalau rumah ini adalah rumah kakak perempuan Tiffany. Karena dulu Siwon pernah diajak Tiffany mengunjungi kakaknya yang sedang sakit dirumah ini. Rumah ini pun juga masih sama seperti dulu tidak ada sedekitpun tata ruang yang dirubah. Karena kakak Tiffany menikah dengan seorang berbeda kewarganegaraan, maka kakak tiffany sering ditinggal pergi suaminya keluar negeri. Tiffany sangat menyayangi kakaknya sehingga dia selalu memberikan perhatian lebih pada kakaknya. Dan Siwon juga tahu percis jika Tiffany yang dari luar Nampak selalu terlihat ceria, keras dan elegant sebenarnya juga tidak berbeda jauh dengan YoonAh. yaitu dia adalah seorang gadis yang kesepian.

Siwon dan Gong Yoo juga sangat tahu bagaimana dulunya Tiffany. Selain cantik ternyata Tiffany mempunyai banyak bakat yang tersembunyi. Siwon jadi ingat bagaimana dulu pertama kali ia mengenal Tiffany. Saat Siwon ikut Gong Yoo menonton Shooting drama yang diperankan oleh artis cantik Kim Tae Hee, dan Tiffany hanya menjadi pemain piguran. Tapi karena mata tajam yang dimilik Ceo Gong bahwa ia melihat bakat acting milik Tiffany yang begitu alami. Maka Ceo Gong mengajak Tiffany untuk bergabung di Kang management. Dan tahun debut SKY dangan Tiffany juga sama. SKY memulai dengan peluncurkan single “My Love, It’s Love” yang menggemparkan banyak pendengar music karena suama emas mereka dan wajah tampan mereka. Dan Tiffany menjadi peran utama kedua dalam sebuah drama bersama Won bin dan park Eun bin, dan menurut pencinta drama aktingnya Tiffany juga tidak diragukan lagi.

Tapi dibalik itu Tiffany ternyata memendam cerita pahit dalam hidupnya. Dulu Tiffany sangat miskin. Dia dan kakaknya dibuang orang tuanya sejak kecil dipanti asuhan. Sampai mereka besar mereka tidak tahu keberadaan orang tua meraka. Apakah masih hidup atau tidak? Tiffany sangat menyayangi kakaknya karena selama dia hidup Tiffany selalu bergantung sama kakaknya yang membanting tulang. Dan rumah ini adalah rumah pertama yang dapat dibeli oleh kakaknya dan akhirnya mereka meninggalan panti asuhan tempat mereka dibesarkan. Lalu seiring hidup tiffany berusaha bangkit dan mengasah setiap kemapuannya dan ikut shooting dimana-mana walau hanya menjadi figuran tapi ia senang karena tetap menghasilkan uang dan dia bisa ketemu banyak actor dan artis ternama.

Tapi setelah kakaknya menikah.tiffany menjadi dirinya yang berbeda. Didepan orang lain dan bahkan dihadapan siwon dan juga ceo Gong yang sudah menganggap tiffany seperti adik sendiri. Makanya tidak heran jika tiffany cenderung bersikap centil di depan Siwon dan Ceo Gong. Tapi beranjak dari kesuksesannya. Tiffany semakin berubah menjadi sosok wanita yang arogan. Dia seperti itu menunjukan pada semua orang yang dulu mungkin sering menindasnya kalau dia sekarang bukan lagi Tiffany yang dulu.

 

Siwon berjalan mendekati kamar  kakak tiffany yang pintunya terbuka. Lalu dikepala Siwon terngiang sms dari Kyuhyun yang mengatakan. ‘Kemungkinan Kode IP itu berasal dari computer yang ada didalam rumah itu.’ Siwon masuk kedalamnya dan melihat ada computer diatas meja belajar. Dan computer itu menyala. Siwon semakin mendekat dan siwon terkejut melihat ternyata computer itu menapilkan artikel tentang Siwon dan YoonAh. Siwon menyentuh Keyboardnya dan menggerakkan mousenya dengan sangat serius. Lalu dia membuka halaman Riwayat. Dan siwon terkejut karena halaman riwayat yang telah dikunjungi adalah situs-situs obrolan para netizen. Siwon membuka file yang ada disana. Dan ia terkejut lagi mendapati banyak photo dirinya dan YoonAh disana. Dan sepertinya photo itu akan di upload tiffany ke situs yang sedang ia buka.

“Oppa.. apa yang kau lakukan?” Tiffany dengan perasaan panic masuk kedalam kamar dan berusa untuk mematikan komputernya tapi siwon masih menghalangi computer tersebut dan masih berdiri membelakangi Tiffany.

“Apa maksud ini semua?” Tanya siwon, suaranya terdengar begitu dingin.

Tiffany terdiam sejenak. Dia menundukan kepalanya. “Itu bukan apa-apa!! Ayo aku sudah membuatkan kopi untuk oppa.” Tiffanya mencoba meraih mousenya tapi tanganya ditarik oleh Siwon dan digenggam erat oleh siwon.

“Katakan padaku! Apa maksud semua ini?! Kau yang melakukannya kan?” Tanya Siwon sambil menatap tajam kemata Tiffany yang Nampak ketakutan.

“Anio.. Anio..” Tiffany menggelengkan kepelanya dan berusaha melepaskan tangannya dari tangan Siwon. Tapi tidak berhasil siwon menggenggamnya sangat erat.

“Kenapa kau tega melakukan hal ini?” Tanya siwon dan tangannya kian mencengram pergelangan tangan Tiffany.

Tiffany meringis kesakitan.” Ahh.. oppa..lepaskan”

Tapi Siwon Nampak tak peduli, sekarang dia benar-benar sedang marah. Bagaimana tidak marah, karena ia mengetahui pelakunya adalah Tiffany. Orang yang selama ini selalu bersikap manja dan baik terhadapnya ternyata menusuknya dari belakang dan menyakitkannya dan YoonAh.

“Bertahun-tahun aku selalu melindungi status hidupmu! Setiap ada pemberitaan hidupmu terkuak. Aku rela angkat bicara dan berbohong untuk melindungimu! Tapi apa ini balasannya? APA INI YANG AKU DAPATKAN DARIMU?!” Siwon meluapkan emosinya sampai berteriak-teriak didapan Tiffany.

Tiffany mengangkat wajahnya mencoba menatap mata Siwon. Tapi terlihat jelas dimata siwon hanya ada kemarahan yang meluap. Mata tiffany seketika berkaca-kaca.

“Aku dan kau bukan orang yang baru kenal kemarin! Tapi ini yang kau lakukan? Jika aku ada salah padamu lakukanlah hanya padaku! Jangan pernah membawa YoonAh didalamnya!!” ucap Siwon dengan tegas.

Tiffany benar-benar sedih diperlakukan seperti itu oleh Siwon, dia benar-benar merasa tersadar. Dan dirinya jadi seakan-akan hina.

“Kenapa kau melakukan ini?” siwon bertanya lagi. Kini matanya ikut berkaca-kaca.

Tiffany hanya terdiam dan air matanya mulai bercucuran keluar. Siwon menatapnya tajam dan melepas tangan tiffany yang sejak tadi ia genggam dengan begitu saja. bahkan telapak tangan Tiffany sampai terbentur ujung meja.

Tiffany meringis kesakitan sambil memegangi lengannya yang sedikit memar.

“Aku.. aku begini karena aku mencintai oppa!!! Aku sangat mencintai oppa!!” teriak tiffany dalam tangisnya. Dan seketika tubuhnya roboh hingga jatuh terduduk dilantai tepat dibawah kaki siwon yang berdiri sambil menahan tangisnya.

“hiks..heem.. Aku iri! Aku iri dengan YoonAh! kenapa YoonAh? kenapa harus YoonAh? aku lebih dulu kenal oppa, dan selalu disisi oppa! Kenapa YoonAh yang oppa cintai? Kenapa  YoonAh tiba-tiba datang dan merusak segalanya? Kenapa? Ini tidak adil bagiku oppa? Aku sangat kesal! Aku seperti gila! Aku bahkan ingin sekali membuhnya oppa!!!”

Siwon tersentak dan menatap tajam ke tiffany yang masih terduduk dibawah lantai. “Jadi apakah , kejadian yang sebelumnya juga menimpah YoonAh itu. Juga perbuatanmu? Kau menguncinya di ruang ganti dan kau yang menyuruh orang menjatuhkan pot dikepala YoonAh?” Tanya Siwon Nampak frustasi mengingat kejadian itu.

Tangis Tiffany semakin kencang jadinya. “Iya..hiks..iya aku yang melakukannya!!! Aku ingin dia mati!!”

“Kau gila! Kau benar-benar gila Tiffany!!” cetus Siwon dengan suara serak sambil menggeleng-gelengkan kepalanya tidak percaya.

“Ku pikir oppa mencintaiku juga. Aku kesepian oppa. Hanya kau yang aku punya saat ini. Semenjak ada YoonAh kau banyak berubah oppa…aku kehilangan choi Siwonku”

Hening…

Siwon tidak mengucapkan kata-kata apapun lagi. Yang terdengar sekarang hanya tangisan Tiffany yang mulai membuatnya sulit bernapas.

“Cukup… hentikan semuanya! Jika kau berani melakukan hal seperti ini lagi. Aku akan menyeretmu kepenjara atau mungkin akan membunuhmu!”

Tiffany mengangkat kepalanya dan memandang sedih kesiwon.

“Aku bertemu YoonAh sejak dulu. Jauh sebelum kau dan aku bertemu! Dan sejak dulu juga kami mempunyai perasaan yang sama, yaitu saling mencintai. Jadi jika kau menyakiti YoonAh. maka sebenarnya kau sedang menyakitiku! Jadi hentikan sampai disini!”

Siwon akhirnya menggerakkan kakinya dan ingin berjalan meninggalkan Tiffany. Tapi dengan cepat tiffany bergerak dan memeluk Kaki siwon dan menahan langkah Siwon.

“Mianhae!! Mianhae!! Jeongmal Mianhae! Aku tahu aku yang salah..tapi ku mohon jangan membenciku, jika kau membenciku, aku tidak akan bisa hidup dengan baik. Aku tidak tahu siapa orang tuaku! Kakaku sakit parah dan tidak kembali kekorea! Lalu jika kau pergi dengan membenciku , aku lebih baik mati!!”

Air mata Siwon akhirnya jatuh Juga. Tapi ia segera menghapusnya. Dan menggerakkan kakinya dengan kasar sehingga membuat tiffany sedikit terpental dan kakinya lepas dari pelukan tangan Tiffany.

“Lupakan! Sudah lupakan.. dan jangan pernah melakukan hal bodoh apapun. Jika kau ingin mati? Jangan membunuh dirimu sendiri..kau kembalilah seperti dulu. Dan jika kau ingin minta maaf, bukan padaku tapi pada YoonAh!”

Tanpa menoleh kebelakang akhirnya siwon benar-benar berjalan dan meninggalkan Tiffany sendirian yang tersungkur jatuh dilantai sambil menagis tersendu-sendu.

Tiffany berusaha berdiri dengan kakinya yang menjadi lemas. Sambil berpegangan pada dinding ia ingin keluar kamar dan mengejar Siwon tapi tiba-tiba ada yang menghadangnya tepat didepan pintu kamar. Dan orang itu langsung memeluk Tifffany kedalam pelukkannya.

Tiffanya hanya terdiam dan tidak berontak dipeluk oleh orang itu. Tiffany sudah kenal siapa tubuh yang memeluknya ini tanpa harus melihat wajah orang itu. Tiffany jadi semakin menangis sambil bersembunyi didada orang itu.

“Apa  oppa juga membenciku? Apa oppa juga akan meninggalkanku?”

“Iyaa.. aku membencimu. Sangat membencimu! Kenapa kau jadi sejahat  ini? Tapi aku tidak benar-benar bisa meninggalkanmu. Karena aku mencintaimu!”

Tiffany terkejut dan mengangkat kepalanya menatap wajah Ceo Gong yang juga Nampak sedih memandang  Tiffany.

“Tapi oppa pasti sudah tahu jugakan bahwa aku pelaku kekacauan ini?”

Gong Yoo memanggutkan kepalanya.

Tiffany menundukan kepalanya lagi. Ia benar-benar sudah tidak punya kebenaranian untuk  melakukan apapun saat ini.

Ceo Gong mengangkat wajah Tiffany dan menatap wajahnya itu dengan lekat. “Kenapa  kau jadi sangat bodoh dan buta seperti ini? Dari dulu Siwon tidak pernah menyukaimu sebagai wanita. Dia hanya menganggapmu adik dan teman kerja, kenapa kau jadi buta begini? Kau tidak lihat setiap perhatian yang ku berikan padamu? Aku yang mencintaimu! Jadi sadarlah dan jangan pernah melakukan kebodohan lagi.”

Tiffany menatap wajah Ceo Gong dan ia sedikit tersenyum tenang. Lalu memeluk tubuh Ceo Gong dengan sangat erat. Ceo Gong menarik kembali wajah Tiffany dan membimbing bibir mereka untuk saling bertemu. Ceo Gong mencium Tiffany dengan sangat lembut dan penuh perasaan. Dan Tiffany juga membalas ciuman tersebut sambil meneteskan air mata terharu.

 

~***~

 

Siwon menitikan air matanya sambil mengendarai mobil, bukan. Bukan karena masalah Tiffany tadi hingga sekarang ia masih menangis. Tapi karena ia baru saja mendengarkan pesan suara yang dikirimkan oleh YoonAh. Pesan suara yang di kirimkan oleh YoonAh adalah suara ayah Siwon yang bercerita alesan kenapa ia meninggalkan ibu siwon tiba-tiba. Jadi saat ia bercerita pada YoonAh tadi YoonAh diam-diam merekamnya lalu ia kirimkan kepada Siwon.

Siwon sekarang sedang mengendarai mobilnya menuju rumah orang tuanya.rumahnya sendiri. Jadi alamat yang tadi di sms YoonAh adalah alamat rumah Siwon. Siwon mempercepat mobilnya menuju rumanya sendiri. Baru kali ini setelah bertahun-tahun di tidak pernah menginjakkan kaki dirumahnya sendiri. Baru kali ini dia merasa ingin cepat-cepat sampai dirumah dan bertemu ayahnya.

 

Ini adalah yang kesekian kalinya, YoonAh duduk, lalu berdiri, lalu Duduk lagi, dan diri lagi menunggu kedatangan Siwon didepan pagar  rumah Siwon. YoonAh menunduk sedih dia pikir hubungannya dengan Siwon akan benar-benar berakhir dan Hubungan Siwon dengan Ayahnya juga tidak akan bisa kembali utuh seperti dulu. YoonAh mengusap-usap tangannya yag sudah membeku karena sudah satu jam dia berdiri didepan pagar sendirian. Sekali dia membuka mulut untuk menghela napas, asap-asap dimulutnya langsung menyerbu keluar.

YoonAh kembali duduk dan menekuk wajahnya pada lututnya. Dan dia menangis. YoonAh benar-benar menangis. Tadi dia sudah bilang pada siwon kalau dia akan menunggunya hanya 30 menit dan siwon harus segera menemuinya, tapi ini sudah satu jam Siwon juga belum datang. Dia benar-benar merasa seperti gadis bodoh duduk didepan rumah Siwon sendirian. Dia bisa saja menunggu didalam rumah tapi ia takut jika siwon datang dalam keadaan emosi yang masih sama, dia akan lebih marah pada ayahnya dan menjadi pertengkaran jadi tujuan YoonAh menunggu didepan pagar karena ia ingin memastikan sendiri Siwon harus dalam keadaan tenang.

YoonAh masih menunduk dan menangis hingga tidak menyadari ada sebuah mobil berhenti dihadapannya. Siwon turun dari mobil itu dan terkejut mendapati YoonAh yang masih dalam posisi duduk terunduk sambil menangis. Siwon mendekatkan diri ke YoonAh. ujung sepatu siwon menempel pada ujung sepatu YoonAh. tapi YoonAh masih juga tidak menyadari kedatangan Siwon dihadapannya. Siwon menunduk memandang Sedih YoonAh.

“Maaf… Aku terlambat…”

Ketika mendengar suara itu. YoonAh perlahan mengangkat wajahnya dibalik matanya yang berkaca-kaca penuh air mata dia masih dapat melihat kini Siwon berdiri dihadapannya. YoonAh tersenyum akhirnya. Karena bagaimana pun akhirnya Siwon datang.

“Apa kau sudah gila? Kenapa kau masih menungguku? Sudah berapa lama kau menunggu ku disini? Kau selalu saja memikirkan orang lain tapi tidak memikirkan dirimu sendiri!”

Dimarahi sama Siwon bukan membuat YoonAh kesal atau sedih tapi malah semakin membuat Senyum YoonAh merekah. YoonAh senang jika Siwon melakukan hal itu. Karena YoonAh tahu jika seperti itu Siwon sedang meluapkan rasa khawatirnya.

“Jangan tersenyum! Kau seperti gadis bodoh jika tersenyum!”

YoonAh berdiri dan langsung memeluk tubuh Siwon dengan erat. “Aku ini memang gadis bodoh! Itu karena kau juga bodoh!” lalu dia kembali tersenyum tapi air matanya masih sulit dihentikan.

Siwon akhirnya juga memeluk YoonAh. “YoonAh-Ya…Mianhae, Jeongmal Mianhae, Mianhamnida.” Siwon mengucapkan kata maaf yang sungguh-sungguh pada YoonAh. dan dia kembali menangis dipelukan YoonAh.

YoonAh menepuk-nepuk punggung Siwon. “Aku tidak marah padamu dan kamu juga tidak salah, kenapa harus meminta maaf?  Aku yakin kamu pasti akan datang makanya aku masih menunggumu disini.”

Siwon melepas pelukkannya dari YoonAh. ia memegang kedua bahu YoonAh dan menatap YoonAh lekat-lekat. “Ahh.. aku sangat merindukan wajah ini!” ucap Siwon seraya tersenyum dan membuat pipi YoonAh merona jadinya.

Siwon pun berkata “aku rindu kepala ini” lalu mencium puncak kepala YoonAh.”Aku merindukan kening ini!” Siwon mencium ngecup kening YoonAh.”mata dan hidung ini.” Dia lantas juga mengecup mata dan hidung YoonAh. “pipi ini…” Lalu mengecup pipi kanan YoonAh. dan Siwon kembali menatap YoonAh lekat-lekat.

“Aku sudah menemukan siapa pelaku yang menebarkan photo kita dan informasi yang dilebih-lebihkan sehingga jadi seperti ini.”

YoonAh membelalakkan matanya. “Siapa? Lalu apa yang kau lakukan? Ah.. apa jangan-jangan sebelum kamu kesini, kamu berurusan dengan orang itu?” lalu YoonAh memeriksa wajah Siwon, dia takut ada luka diwajah Siwon. Lalu lengan Siwon. “Tapi kamu baik-baik saja kan?” sekarang dia malah mencemaskan keadaan Siwon.

“Cihh.. dasar!” Siwon menghentikan aksi YoonAh yang menggerep-gerepa tubuh Siwon mencari sesuatu yang terluka. “Aku tidak berkelahi dengannya. Dan tidak ada yang terluka di bagian tubuhku sedikitpun!” YoonAh kembali menatap Siwon kali ini dengan exspresi yang lucu.

“lalu?” Tanya YoonAh.

“ini yang sakit..” Siwon menunjuk ke dadanya. Kehatinya tepatnya.

YoonAh jadi semakin tidak mengerti.

“Hati ini yang sakit. Hati ini terlalu lama membeku, dan mengalami banyak kesalah pahaman. Tentang siapa pelakunya lupakan sajalah. Dan kau tidak perlu tahu. Dia sudah ada yang urus dan masalah kita akan segera berkahir. Kita tinggal membuat pernyataan resmi didepan public kalau kita memang berpacaran.”

YoonAh tersentak kaget. “Ahh…aaa… Aku  belum Siap” YoonA menggelengkan kepalanya.

Siwon mengehentikan sikap konyol YoonAh. dan meraih wajah YoonAh. dan berkata. “dan bersiaplah denga ini” lalu Siwon mencium bibir YoonAh. Siwon mencium bibir YoonAh dengan sangat lembut dan penuh dengan perasaan yang meluap. YoonAh memejamkan matanya mencoba menikmati setiap irama permainan mulut siwon.

 

~***~

 

“Appa..”

Panggil Siwon ketika ia masuk kedalam rumahnya dan mendapati ayahnya yang sedang duduk melamun diruang keluarga .

Ayah siwon segera tersadar dari lamunannya ketika ia mendengar suara berat siwon yang memanggilnya ‘appa’ Ayah siwon menolehkan wajahnya ke pada Siwon yang berdiri bersama YoonAh. Siwon menggerakkan kakinya melangkah maju mendekati ayahnya yang Nampak masih sangat terkejut dengan kedatangan Siwon.

“Appa..” Sekali lagi Siwon memanggil ayahnya dengan sebutan ‘appa’

Tapi seketika itu penglihatan ayah Siwon jadi berubah. Saat ini ia melihat Siwon bukan siwon yang sekarang tapi ia melihat putranya Siwon yang masih berumur Sembilan tahun, yang setiap pulang sekolah atau pulang lesson akan selalu berteriak ‘Appa’ sambil berlari-larian lalu berhambur memeluknya dan menciumi pipinya.

Siwon sudah berdiri dihadapan ayahnya kini. Ayah Siwon berdiri berhadapan dengan Siwon. Mereka hanya saling menatap tanpa berbicara apapun. Lalu tiba-tiba ayah Siwon memukul kepala anaknya.

“Ommo.. anak nakal ini! Kenapa kau baru kembali? Apa kau tidak kasihan dengan ayahmu yang malang ini?”

Siwon masih terdiam tanpa reaksi. Dia hanya menatap ayahnya dengan pandangan yang sulit diartikan.

“Waeyo?” Tanya Ayah Siwon.

Lalu tanpa menjawab Siwon memeluk ayahnya. Dan menangis dipelukan ayahnya seraya meminta maaf pada Ayahnya. Dan runtuhlah pula pertahanan ayahnya, sehingga ayahnya ikut menangis. YoonAh yang hanya menonton pun ikut menitihkan air matanya lagi. Dia jadi terharu melihat kebersamaan ayah dan anak yang sudah lama saling membatasi diri akhirnya bersatu kembali. Dan YoonAh jadi merasa rindu kepada Ayahnya yang sudah lama meninggalkannya dan pastinya tidak akan kembali hanya untuk memeluknya.

Siwon melepaskan pelukannya. Lalu ia dan ayahnya memandangi YoonAh yang sibuk menghapus air matanya. Lalu Siwon dan ayahnya tersenyum lucu. Dan diam-diam mereka menghampiri YoonAh dan memeluk YoonAh. YoonAh terkejut mendapati dirinya di peluk oleh siwon dan ayahnya dari sisi samping kanan dan kiri.

“Kau pasti irikan?” ledek Siwon masih memeluk YoonAh.

“Ayah siwon, juga akan menjadi ayahmu, karena kau akan menjadi menantuku kan?” Tanya Ayah Siwon.

YoonAh jadi semakin menangis tapi ia juga tertawa. Ah.. benar-benar kini ia menangis dalam kebahagian. Keluarganya memang boleh saja tidak utuh dan dia sudah mengalami banyak kesulitan semenjak orang tuanya tidak ada. Tapi kini ada keluarga baru lagi yang siap memeluk merangkul dan melindungi YoonAh dengan segenap jiwa dan kasih sayang yang tulus. Yaitu Siwon dan Appanya. Lalu mereka bertiga tertawa, tawa kali ini pun terdengar sangat bahagia.

 

~***~

 

YoonAh duduk terdiam di sofa rumah Hyoyeon pura-pura tidak mendengarkan semua ucapan apa saja yang diucapkan oleh adiknya yaitu Soo Jung. Hyoyeon juga duduk tidak jauh dari situ memperhatikan YoonAh dan Soo Jung.

“Eonni.. aku tahu aku yang bersalah, dan aku benar-benar sangat menyesal sekali! Aku kabur kejepang untuk mencari uang, selama ini aku sebenarnya kasian dengan eonni yang kerja terlalu keras hanya untuk menanggung hidupku. Tapi aku memang bodoh, sehingga semuanya keblablasan dan jadi seperti ini jadinya. Aku sungguh menyesal.”

Sebenarnya Tanpa Soo Jung menceritkan dari awal kenapa ia bisa lari kejepang hingga sekarang ia hamil dan tidak tahu siapa ayah dari calon bayi yang sedang ia kandung. YoonAh sudah tau semua, dia sudah tau karena dia sudah mendengar obrolan Soo Jung dan Hyoyeon ketika ia pingsan sebelum dokter datang. Karena saat itu dia sebenarnya sudah tersadar hanya saja ia terlalu malas menatap adiknya dan sahabatnya yang meninggalkannya begitu saja dengan cara konyol.

YoonAh mengangkat tangannya dan siap untuk menampar pipi Soo Jung. Soojung menutup matanya dan siap menerima tamparan dari kakaknya. Tapi tanparan itu tidak juga menghantam pipinya. Melainkan malah belaian lembut di pipinya yang ia dapati. Soo Jung membuka matanya dan melihat mata kakaknya yang sudah berkaca-kaca memandanginya sambil membelai sayang wajah Soo Jung.

“Kenapa kau jadi sangat menyedihkan? Kenapa kau jadi seperti ini? Aku sudah menjadi kakak yang gagal melindungi adiknya. Pasti eomma dan appa sangat keecewa padaku.”

Soo Jung meraih tangan YoonAh dan menggenggamnya erat. “Mianhae, Jeongmal mianhae, sudah membuat susah eonni!” lalu soo jung mengarahkan tangan yoona dengan paksa agar memukul kepalanya saja. “ pukul kepalaku! Pukul! Adikmu ini memang brengsek! Pukul eonni!!” ucap Soo Jung seraya menangis. Karena yoona tak mau juga memukul kepalanya.

“Ani..anio..” ucap YoonAh. “Sekarang kau sudah menyesalinya?”

Soo jung menunduk dan menangis di pangkuan YoonAh. “iya aku sangat menyesal.”

“tatap eonni!” perintah YoonAh. “Sekarang akhiri semua penyesalan dan semua yang telah terjadi. Terima kasih telah menjaga janin anakmu sendiri. Dan tidak menyembunyikan apapun terhadap eonni!”

Soo Jung meraih tubuh Yoonah dan memeluknya dalam haru.

Hyoyeon berjalan mendekati YoonAh dan Soo jung lalu ikutan memeluk YoonAh. mereka bertiga berpelukan dalam suasana haru, walaupun masih ada tangisan dari ketiganya tapi sungguh, tangisan itu adalah tangisan ungkapan rasa kebagaian mereka sehingga bisa dapat kumpul bersama lagi.

Soo Jung sudah menyesali apa yang telah ia perbuat terhadap kakaknya sehingga ia sendiri yang menanggung akibatnya hingga ia hamil dalam usia muda. Dan Hyoyeon sudah mengerti kalau yoona memang tidak melakukan kesalahan apapun, justru ia yang salah paham pada Hyoyeon hanya karena pria. Dan sekarang semuanya sudah kembali normal, ya walau banyak hal yang berubah dan menjadi sebuah pelajaran berharga untuk semuanya.

 

~***~

 

Tiga hari kemudian…

 

Ballroom yang dimiliki Gedung kantor kang management Siang ini menjadi ruang pertemuan. Didalam ruangan itu sudah ramai oleh beberapa fan yang boleh masuk dan serta awak media elektronik maupun cetak sudah siap dibarisan depan untuk meliput semua kejadian diruangan ini.

Siang ini Siwon memutuskan akan mengadakan conferensi  pers untuk meluruskan semua masalahnya yang sudah berlarut empat hari ini. Dan hari ini dia juga bersedia menjawab semua kejanggalan dan menerangkan semua hal yang masih belum jelas tapi mampu membuat banyak orang heboh.

YoonAh Nampak gugup duduk sendiran di ruang ganti, berkali-kali ia memainkan jari-jari tangannya sendiri. Siwon entah berada dimana sekarang,dia tidak tahu. karena YoonAh datang ke gedungkan bersama Soo Jung dan Hyoyeon. Sedangkan sekarang Soo jung dan Hyoyeon sudah duduk manis  di kursi VIP di dekat awak media .

“Hai..!!”

YoonAh menoleh dan sudah mendapati Yesung dan Kyuhyun sudah duduk disamping kiri kanannya. Dan memberikan senyuman pada YoonAh.

“Ah.. pasti YoonAh-ssi sedang tegang karena hari ini Siwon akan mengumumkan kalau dia memang berpacaran denganmu kan?” Tanya Yesung.

YoonAh hanya menanggapinya dengan senyum malu-malu.

“Ah..tapi  by the way dimana Siwon sekarang? Kenapa acara akan dimulai  kurang setengah jam lagi, tapi dia belum muncul?” kini Kyuhyun yang berbicara.

YoonAh menggelengkan kepalanya. “Aku juga tidak tahu.. ponselnya mendadak tidak aktif.”

“Ah.. Apa dia melarikan diri?!” Seru Kyuhyun dan sukses langsung mendapat pukulan dikepalanya dari Yesung.

“KAU INI!”

“Ah.. Hyong aku kan hanya menduga-duga saja. lagi pula kenapa kau tidak berangkat bersama Siwon saja?”

“Aku sekarang kan sudah tinggal sama adikku. Dan tadi pagi aku memang menyuruhkan untuk tidak menjemputku karena aku akan berangkat dengan sahabat dan adikku.”

Kyuhyun dan Yesung hanya memanggutkan kepalanya saja.

“Pokoknya sukses buat hari ini!” dukung Yesung seraya mengacungkan kepalan tangan memberi semangat untuk YoonAh.

“Aza…Aza Fighting!!” seru Kyuhyun. Dan YoonAh lagi-lagi hanya bisa tersenyum.

“Baiklah.. kami akan pergi dulu. Kau tidak apa-apa sendirikan?” Tanya Kyuhyun.

YoonAh menggelengkan kepalanya. Dan akhirnya Yesung dan Kyuhyun benar-benar berjalan meninggalkan YoonAh sendiri lagi.

Setelah Yesung dan Kyuhyun benar-benar pergi. Kini Tiffany dan Ceo Gong yang berjalan menghampiri YoonAh. Tiffany mengulurkan tangannya di hadapan YoonAh. membuat YoonAh jadi bingung.

“Aku ingin meminta maaf dan mengucapkan selamat” ucap Tiffany masih mengulurkan tangannya dihadapan YoonAh.

YoonAh belum meraih tangan Tifffany hanya memandang Tiffany dengan tatapan aneh.dan berkata “ Untuk apa?”

“Ya untuk semuanya! Maafkan aku karena selama ini kita tidak berteman dengan baik kan? Dan aku selalu jahat padamu? Dan selamat karena akhirnya Siwon hanya menjadi milikmu!”

YoonAh tersenyum mendengar ucapan Tiffany. Lalu akhirnya dia menerima jabatan tangan Tiffany.

“Gomawo” ucap YoonAh. lalu tanpa diduga-duga Tiffany memeluk YoonAh dengan erat dan sekali lagi memohon maaf pada YoonAh. benar-benar membuat YoonAh heran atas sikap Tiffany yang seolah-oleh penuh penyesalan dan kesalahan terhadap YoonAh. tapi YoonAh memang sudah memaafkan apapun itu.

Setelah YoonAh dan Tiffany selesai berpelukan kini giliran Ceo Gong yang memeluk YoonAh. hanya sebentar lalu Ceo Gong tersenyum sambil mengancungkan kedua jempolnya pada YoonAh.

“Gomawo! Karena kau berhasil menepati janjimu!”

YoonAh menyerngitkan dahinya tidak mengerti.

“Ah,, itu janji yang ku pinta padamu saat di pulau nami!”

YoonAh tersenyum dia ingat sekarang, jadi tentang janji itu. Janji untuk mempersatukan Siwon dan Ayahnya. Iya benar tanpa YoonAh sadari sebenarnya dia telah menepati janjinya pada Ceo Gong juga.

“Dan terima kasih juga sudah mengijikan aku bekerja disini dan mengijinkan aku berpacaran dengan Siwon oppa!”

Ceo Gong hanya tersenyum dan memanggutkan kepalanya.

“Kapan siwon akan datang?” Tanya Ceo Gong.

YoonAh menggelengkan kepalanya tidak tahu.

“Ah.. ku harap dia tidak membuat masalah lagi. Baiklah kami pergi dulu.” Ceo Gong menepuk bahu YoonAh. dan dia merangkul bahu Tiffany lalu berjalan meninggalkan YoonAh.

Ah.. ucapan Ceo Gong jadi membuat dia risau lagi. YoonAh melirik pergelangan tangannya ternyata dia lupa pakai jam tangan tapi saat dia baru ingin mengambil ponsel di saku mantelnya tiba-tiba hongki muncul dihadapannya.

“Sudah Jam 13.15, lima belas menit lagi acara akan dimulai.”

“Hongki oppa!!” Seru YoonAh terkejut.

Hongki memberikan YoonAh permen lollipop dan duduk disamping YoonAh.

“Sepertinya selamanya aku hanya akan menjadi pemanis didalam hidupmu.” Ucap Hongki . lalu ia tersenyum.

YoonAh juga ikut tersenyum. “Gomawo.”

“Untuk apa?”

“Karena sudah menjadi pemanis dihidupku? Dan terimakasih sudah mencintaiku dengan tulus.”

Hongki terdiam sesaat.

“Tapi kali ini aku tidak akan memaksa kau untuk bersama ku, karena aku tahu.. Siwon tak seburuk yang ku kira. Dan aku yakin hidupmu juga akan terjamin jika bersama Siwon. Tapi jika dia berani membuatmu menangis dan terluka lagi. Aku tidak segan-segan menghajarnya dan akan membawamu pergi!”

“Mwo? Sungguh?Hahaha…”

Lalu mereka sama-sama tertawa. Selagi mereka tertawa ponsel YoonAh tiba-tiba berdering. YoonAh segera mengambil ponselnya dan mengecheck siapa yang menelpon. YoonAh langsung gembira ketika yang menelponnya akhirnya Siwon.

“Yoboseyo? Kau dimana?”

“Aku masih dalam perjalanan sebentar lagi. Akan sampai.”

“waktunya tinggal 10 menit lagi. Kau jangan bercanda aku sangat tegang tau!”

“Ya sudah bersantai saja dulu, latilah pernapasanmu dengan baik, kau jangan sampai terkejut nanti saat conferensi dimulai!”

“Iya.. jadi kau dimana sekarang?”

“Ah..sudah dulu ya? Aku bisa ditilang polisi jika mengendarai sambil menelpon. Sampai ketemu!”

Dan Siwon memutuskan panggilan teleponnya. Bukannya membuat YoonAh tenang tapi malah membuatnya jadi semakin kalut dan deg-degan.

Hongki menuntun tangan YoonAh membantunya berdiri.

“Mau kemana?” Tanya YoonAh.

“Sudah ikuti saja aku..”

Mau tidak mau YoonAh pun berjalan mengikuti Hongki. Tapi saat ini YoonAh benar-benar cemas dibuatnya. Hongki berhenti disebuah pintu yang tertutup. Lalu membukakan pintunya untuk YoonAh.

YoonAh melangkah masuk kedalam. Dan sekejam matanya sangat silau dan suasana sangat berisik. Hongki ternyata mengajaknya masuk kedalam Ballroom. Dan tentu saja saat yoona masuk dia langsung dihujani beratus-ratus kilatan cahaya blitz dari kamera wartawan dan pengggemar Siwon. Dan suara berisikpun mulai membicarakannya.

YoonAh tidak dapat menatap  jelas didepan sana ada siapa saja karena matanya benar-benar menjadi silau.

“Tolong berikan dia jalan.. dia adalah kim Yoon Ah, kekasih ku!”

YoonAh membelalakan matanya mendengar suara itu. Itu suara siwon! Jadi ia ditipu siwon. Jadi siwon tidak sedang dijalan tapi dia sudah ada disini dan sudah memulai acara. YoonAh menatap Siwon yang berdiri sambil memagang microphone sedang menatapnya juga.

“Kemarilah..” ucap Siwon.

YoonAh dengan perasaan campur aduk malu-malu berjalan menuju atas panggung kecil di bantu oleh Hongki dan Eunhyuk yang melindungi di sisi kiri kananya. Sampai akhirnya YoonAh akhirnya berdiri disamping Siwon dan disisi kanan ada ayah siwon dan juga Ceo Gong.

“Hari ini aku Choi Siwon, menjelaskan dan mengakui aku memang berpacaran dengan Assisten pribadiku!”

Suasana langsung rebut kembali. Dan ratusan cahaya blitz camera menghujani siwon dan YoonAh.

Siwon merangkul bahu YoonAh. “Masalah berita yang beredar bahwa aku pacaran dengan YoonAh karena dia terus menggodaku dan aku terpaksa pacaran. Itu salah besar! Aku dan dia saling mencintai. Dan YoonAh tidak pernah menggodaku. Justru aku yang selalu menggodanya.”

Kini suara fans semakin rebut. Tapi kali ini rebut membicarakan kesalahan info yang beredar.

“Terimakasih untuk seseorang yang telah mengungkap hubungan kami. Sehingga kami jadi harus mengakuinya lebih awal dari yang direncanakan. Terima kasih.”

Mata Siwon menatap mata Tiffany sambil tersenyum. Tiffany yang duduk di kursi Vip jadi kikuk sendiri. Merasa malu.

“Dan di depan kalian semua aku akan Melamar wanitaku…”

Dan tanpa di duga-duga benner berukuran besar jatuh dari langit tepat dua jengkal darii atas kepala para tamu.

Banner itu bertuliskan “WILL YOU MERRY ME?? YOONAH??”

YoonAh menutup mulutnya dengan lengan karena saking terkejutnya. Dia menatap  Siwon siwon hanya tersenyum. Dia benar-benar tidak menduga kalau siwon sudah mempersiapkan ini. Lalu tiba-tiba Ayah siwon,Ceo Gong, Soo jung, Hyoyeon,Eunhyuk, Hongki, Tiffany, Kyuhyun, Seohyun, Yesung, Hara, Junsu berdiri kompak dan sambil menunjukan banner yang sama dan memegang setangkai bunga mawar berwarna putih. Tapi tulisan di banner tersebut adalah “ YoonWon Couple Fighting!!”

YoonAh kini tidak dapat membendung tangisan airmata haru dan bahagianya. Dia merasa ingin terbang saat ini juga. Kenapa hanya dia saja yang tidak tahu akan ada rencan seperti ini yang akan diberikan untuknya. Jadi semua ini kapan direncanakan? Dan ini benar-benar membuatnya terkejut!.

Lalu serempak fans siwon yang ada diruang itu berteriak kata”Terima!! Terima!! Terima!!”

YoonAh langsung memeluk Siwon.  Dan suasana semakin berisik dan ramai.

“YoonAh, Will You merry me?”

“I wil..” jawab YoonAh pasti.

Dan saat itu juga kini kelopak bunga mawar berbagai warna berjatuhan dari atas langit atap. YoonAh benar-benar bahagia rasanya. semua masalah sudah berakhir dan dia juga mendapatkan cinta pertamanya yang menjadi cinta terkahirnya juga. Dia bingung harus meluapkannya dengan cara apa saat ini? Yang pasti saat ini dia sangat bahagia! Dan berharap tidak ada tangisan kesedihan dan kesusahan lagi.

 

 

~The END~ OR ~CONTINUED?~

 

Note : Annyeong!! Hush… akhirnya selesai juga part.14 nya Hore!!! \(^_^)/ gimana sudah selasai belum bergalau sama ff ini dan udah senang belum dengan moment dan kejelasan dari semua masalah yang ada? Ini sebenarnya mau dijadiin yang terakhir(endingnya) tapi ada beberapa yang request harus lebih Happy ending. Jadi gimana nih? Mau di bikini pasrt 15nya atau cukup sampai disini saja kisah YoonWon di electric shock-nya? Udah cukup keseterum sama cerita ini? Hehhee ditunggu ya pendapatnya ^_^ ouh.. jika ingin membaca tulisanku yang lainnya bisa berkunjung ke blog pribadiku : http://mysonelfwol.wordpress.com/   dan bagi Hyohyuk  shipper juga ada ff tulisanku tentang Hyohyuk.(hahhaa. Promosi!) ya udah Kamsahamnida !!!

Tinggalkan komentar

132 Komentar

  1. aat yoonwon

     /  Oktober 22, 2013

    Mengharukan sekali dari mulai pertemuan anak dan ayah dan acara lamarannya, keren adakah sequelnya?

    Balas
  2. Yaa ampuuunnn knp siwon jd rmntis gtu…

    Kra2 d dnia nyta gtu jg ga’ yaaa ??

    Balas
  3. mutiarananda

     /  November 20, 2013

    Sampe terharu bacanyaaaa:’)

    Balas
  4. yeona

     /  Maret 23, 2014

    Wahh,senengnya happy ending🙂

    Balas
  5. nina

     /  Mei 2, 2014

    wuahh,,akhirnya mslh lh ny selsai jg….siwon oppa romantis bgt nglmr yoona didepan publik….hmmmmm

    Balas
  6. simoppa

     /  Juni 6, 2014

    envy banget banget banget omonaa.. semoga benern kejadian di dunia nyata yoonwon aminnn

    Balas
  7. ayu

     /  September 2, 2014

    so sweet ending nya

    Balas
  8. Wah… Aku senang bgt akhirnya semua masalahnya kelar di mana wonppa sudah mengetahui klo semuanya berawal dari Tiffany yg menghancurkan hubungan Yoonwon, dan wonppa kembali lagi pada Yoona. Dan yg gk menyangkanya lgi Yoona menepati janjinya pada Ceo Gong untuk mempersatukan Wonppa dgn ayahnya, dan semuanya menyayangi Yoona.
    Hiks…. Hiks… Aku jadi iri sama mereka, authornya emang benar2 daebak dan inspirasinya benar2 sempurna.

    Balas
  9. Dwi Sivi Fatmawati

     /  Januari 9, 2015

    yes akhurnya ada jga moment kyak gni, smoga langgeng ya oppa eonni… sampek punya anak kalo bisa hehe

    Balas
  10. sdhifakhri

     /  Maret 23, 2015

    Akhirnya, siwon ngelamar yoona juga dan fans udah mulai nerima YW.

    Balas
  11. ria

     /  Oktober 18, 2015

    Akhirnya smua masalah teratasi,
    Siwon knp bs jd romantis ya?

    Balas
  12. melani

     /  Desember 11, 2015

    Akhirnya satu persatu masalah yg menimpa yoonwon selesai juga n mereka mau nikah..

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: