[3S] My Boss (Chapter 2)


Title: My Boss (Part 2)

Type: 3S (ThreeShoot)

Genre: Romance – Comedy

Rating: G

Author: Choi Mutie OeziL / Fb: Mutii Ann ChaeGyeong

Main Cast:

  • Choi Shi Won (SJ)
  • Im Yoon Ah (GG)

Other Cast:

  • Jung Yonghwa (CN. Blue)
  • Park Shinhye
  • Jang Geunsuk
  • Moon Geunyoung
  • Stephanie Hwang (GG)
  • Kim Kibum (SJ)
  • Etc

 

~~**~~

Kejadian beberapa malam lalu benar-benar membuat Yoona tak tenang,‘Jika kau tak berada dikantor maka aku tak akan berpikiran jernih terhadap pegawaiku yang lain.’ kalimat terakhir yang diucapkan Siwon beberapa malam lalu membuat Yoona makin tak kuasa menahan cemasnya, ia merasa ada sesuatu yang tersirat dari kalimat itu. Akankah Siwon mengembalikan jabatannya dulu? Entahlah..yang pasti Yoona masih bingung kala mengingat perlakuan ‘mendadak’ Siwon malam itu. Yoona masih mengayuh sepeda pinknya menyusuri jalanan panjang menuju tempat kerjanya, hari ini pertama ia masuk kerja kembali pasca minta cuti seminggu karena kejadian tentang Geunsuk malam itu benar-benar membuatnya sedih hingga memilih mendiami diri di rumah. Dan yang membuatnya bingung hingga kini kenapa dengan mudah Siwon menyetujuisurat cutinya? Ada apakah gerangan? Benar-benar membuat hatinya harap-harap cemas dan cemas berharap Siwon akan bersikap seperti itu padanya selamanya. Yoona juga merasa ada yang aneh dengan dirinya. Baru seminggu tak masuk kerja rasanya tak lengkap jika ia tak bertengkar dengan ‘Boss Brengseknya’ itu.

Sampai di kantor ia telihat lari terbirit-birit, ia kaget dengan semua pegawai kantor yang sedang Apel pagi, karena ingin tak dilihat di taman kantor, ia memilih menyembunyikan diri di sebuah batang pohon tinggi besar nan rimbun daunnya. Ia terkesima melihat Siwon yang telah berubah drastis dengan tutur katanya yang lebih lemah lembut, dan terkesan tak seperti biasanya yang selalu cerewet dan berteriak-teriak. Ia terus mengamati Siwon yang sedang berpidato pagi ini.

“Kenapa tak dari dulu kau bersikap seperti itu boss bodoh.’’Batinnya senang melihat perubahan musuhnya itu. Lama bersembunyi dibalik pohon dan mengamati depan-belakang, kiri-kanan memastikan tidak ada lagi yang apel pagi, ia memutuskan diri untuk melanjutkan langkah kakinya masuk ke area kantor. Baru sampai didepan pintu ia terkejut dengan pekikan Shinhye dan Yonghwa, “Im Yoona..” teriak mereka berdua melambaikan tangan. Rupanya mereka keriangan kala tahu Yoona telah masuk bekerja. Yoona mendekati mereka di ruang kerja mereka dan mencari tahu bagaimana kondisi jagat kantor ketika ia cuti seminggu lamanya.

“Aku tak masuk lalu siapa yang membuat si boss brengsek itu kopi espresso?” Tanya Yoona penasaran, Shinhye merasa ada yang aneh dengan sahabatnya ini, “Ia sendiri yang buat. Katanya, ia tak mau merepotkan orang.” Jelas Shinhye.

“Benarkah yang kau bilang?” tatapan mata Yoona kali ini mengarah ke Yonghwa. Pria berkulit putih susu itu turut mengangguk setuju dengan penjelasan pacarnya tadi. Yoona lalu berpikir, “Lalu mengapa dia bertindak begitu padaku? Dasar pria aneh.” Yoona kemudian memilih pamit dan lanjut ke ruangannya.

Dalam perjalanan ke ruangan ia berharap agar kali ini bisa ada keajaiban, apa lagi kalau bukan pengembalian jabatannya sebagai sekretaris, bukan sebagai pelayan pribadi boss brengseknya itu. Ia lekas mengetok pintu ruangannya, maklum ruangannya seatap dengan boss brengseknya, Choi Siwon. Tak tahu mengapa dan apa yang terjadi Yoona merasa ada yang aneh dengan suasana batinnya. Detak jantungnya abnormal alias berdetak dua kali lebih cepat, grafik perasaannya naik turun dan tak menentu.Tak semula dulu yang biasa-biasa saja.Ia bingung mau masuk atau tidak. Namun segera dilenyapkannya pikiran dan hatinya yang super cemas itu demi loyalitas kinerjanya.

Untuk kedua kalinya ia mengetok pintu itu dan menyapa sang boss, “annyeong boss…” sapanya pada pria yang tengah duduk memangku kaki di kursi kerjanya, pria itu menyahutnya singkat, “Nado annyeong.” Hanya itu yang ia balas pada Yoona.

Yoona tak bicara apa-apa lagi, lalu lekas duduk di meja kerjanya sambil mengotak-atik komputernya.Ia tak tahu apa yang seharusnya diperbuatnya sekarang. Benar-benar membuatnya tak tenang, “ada apa ini? Kenapa ia berubah dingin kini? Tak sejahil dan seusil beberapa minggu lalu.” Curiganya dalam hati.

“Hai bosss….” Yoona mencoba mengajak Siwon berbincang.

Siwon berdehem pelan lalu ikut menyahut, “Sekarang kau telah lulus ujian.” Katanya. Yoona kaget mendengarnya, “Ah..mianhae boss, apa maksudmu?” Tanya Yoona balik.Siwon berdiri lalu berjalan ke meja kerja Yoona, “Aku kembalikan jabatanmu sekarang.Kau bukan pelayan pribadiku lagi.Mengerti?”Jawab Siwon sekenanya.

Yoona memekik girang memelinganya.Bahagia sekali rasanya. Itulah yang ia rasakan. Ia jadi teringat kata-kata Shinhye waktu itu kalau bossnya ini tak berniat sesuatu yang buruk padanya melainkan mau menguji seberapa besar mental kerjanya untuk perusahaan iklan minuman kemasan ini.

“Aigooo… kamsahamnida boss, kau sungguh baik.”Yoona jingkrak-jingkrak sembari tak sadar berdiri lalu memeluk Siwon.Lagi-lagi jantungnya abnormal.Siwon juga memeluknya sejenak.Mereka tak sadar kalau ada seseorang yang melihat adegan mereka yang tak biasanya ini.Karena orang-orang sekantor sudah tahu jika mereka tak pernah akur semenjak Siwon menggantikan posisi ayahnya sebagai direktur utama.

“Siwon oppa..” panggil sang wanita, YoonWon tersadar dan melepaskan pelukan mereka. “Fany-ah..”Siwon kaget dengan kemunculan Tiffany, “mianhae oppa, tadi pintunya tak dikunci makanya aku masuk saja. Yoona-shi maaf jikalau aku mengganggu waktumu dengan pimpinanmu ini.” Tandas Fany lalu meletakkan sebuah amplop di meja Siwon dan lekas keluar dari ruangan.Kemudian Siwon mengikuti Tiffany yang keluar begitu saja tanpa pamit.Sampai di parkiran Siwon memanggilnya.

“Yak! Tiffany Hwang, tunggu dulu.” Tiffany menghentikan langkah kakinya dan menengok ke belakang, “Waeyo oppa?” ia mengernyitkan alisnya heran dengan sikap Siwon. “Apa maksudmu mengantarkan undangan itu padaku hah? Kau mau meledekku?Kenapa tak Kibum saja yang membawanya kemari?” Siwon nampaknya merasa Tiffany mau mempermainkan perasaannya lagi pasca mereka putus.

“Ani..tunanganku sangat sibuk oppa.” Jawab Tiffany to the point.Siwon ingin marah namun niat itu dikuburkannya. “Oh..begitu rupanya.” Siwon mendengus pasrah. Tiffany lalu naik ke mobil dan siap-siap untuk menyalakan mobilnya, namun BRUNGKKK…………. Ia tak sengaja menabrak sebuah sepeda berwarna pink yang terletak di tepian tempat tadi ia memakirkan mobilnya. Sepeda itu hancur.Setir, ban, rantai sepeda dan pelaknya berhambur, pecah berkeping-keping.Siwon yang melihatnya tak kuasa berkata-kata.Ia melangkah melihat sepeda itu. “Inikan sepedanya Yoona?Astaga kalau dia tahu bisa-bisa dia kira akulah pelakunya.Tiffany, kenapa kau tak hati-hati.” Siwon khawatir, ia ingin menghajar Tiffany dengan kata-katanya namun Tiffany telah melaju jauh dengan mobilnya. Akhirnya ia putuskan agar nanti saja akan ia jelaskan keadaan sepeda itu pada tuannya.

“Choi Siwonnnnnnnnnn………….” Yoona berteriak histeris melihat keadaan sepedanya hancur berkeping-keping.Ia berlari cepat melihat sepeda itu. Siwon yang melihatnya tak mampu berkata lagi. Dan… sebentar lagi perang urat syaraf mereka akan dimulai kembali.

Yoona menangis menatap sepedanya itu, ia tak kuasa lagi melihatnya. Sudah hancur begitu bagaimana bisa ia memakai jasa kayuhan sepeda pinknya itu. Itu adalah sepeda kesayangannya. Sepeda pemberian mendiang ibunya lima tahun lalu ketika ia baru berkiprah di dunia perkantoran. Air matanya makin deras jatuh menitik kedua pipinya.

Siwon lalu membuka pembicaraan mereka, “Yoona, ini tak seperti yang kau lihat, biar ku jelaskan.”Siwon mencoba memberikan pengertian sebelum Yoona berfikir yang negatif lagi padanya.

“Kenapa kau selalu seperti ini Choi Siwon? Apa salahku padamu? Tadinya kupikir kau sudah sadar seinsyaf-insyafnya, tapi ternyata perkiraanku itu salah.Kau memang penjahat.Apakah kau bahagia menganiayaiku hah?Aku tak mengerti mengapa pimpinan Choi yang begitu lembut bisa punya anak sejahat dan sekeparat dirimu.aku sudah tak sabar lagi, kenapa kau suka sekali membuatku susah? Waeyo?Jika kau tak suka padaku mengapa kau tak memecatku saja.Diluar sana masih ada orang yang mau menerima orang sepertiku.”Yoona mulai emosi.Siwon hanya diam mendengarnya.Ia ingin sekali menjelaskan semuanya. Namun melihat kemarahan Yoona yang sudah memuncak maka niat itu diundur.

“Kau tak usah menjelaskannya.Aku tahu kau tak suka padaku. Besok aku akan mengundurkan diri. Terima kasih sudah mengembalikan jabatan palsuku hari ini.”Yoona berdiri lalu membungkukkan badan dan meninggalkan Siwon yang masih sibuk dengan pikirannya.

Siwon menatap punggung Yoona yang telah kembali ke dalam kantor. Ia mengikutinya, namun sebelum masuk ia menelepon seseorang untuk menyiapkan sepeda baru agar sebentar sore diantar kerumah Yoona.

“Yoona-ya..mianhae, gara-gara aku kau jadi salah paham lagi, gara-gara aku juga sepedamu rusak.” Gumamnya. Sampai diruangan ia kaget karena Yoona sudah tak ada lagi diruangan. Ia lalu menelepon Shinhye dan Yonghwa untuk menanyakan dimana Yoona.

“Sajangnim, ada apa kau memanggil kami kesini?” Tanya Shinhye dan Yonghwa kompak ketika telah tiba di ruangan. “duduklah dulu,” Siwon mempersilahkan keduanya untuk duduk di kursi tamu yang terletak didepan meja kerjanya.

Siwon langsung bertanya tanpa basa-basi, “sudah berapa lama Yoona memakai sepedanya itu?”Shinhye lalu angkat bicara, “Oh… itu, sudah lima tahun lalu, sejak pertama kali bekerja disini.Waeyo sajangnim?”Shinhye rupanya heran dengan pertanyaan pimpinannya.Siwon lalu menjelaskan kejadian tadi pada keduanya. Shinhye lalu menjawab kalau Yoona pasti merasa sedih karena sepeda itu pemberian mendiang eommanya, makanya ia sangat menyayangi sepeda itu. Siwon baru tahu kalau itulah sebabnya Yoona bergitu marah padanya. Walau ia bukanlah pelakunya, namun jelas Yoona menyalahkannya. Pasalnya, ditempat kejadian Tiffany telah pergi dan dialah satu-satunya orang disitu, jadi sudah pasti Yoona mengira dialah dalang perusak sepeda kesayangannya.

Merasa paham dengan penjelasan yang terlontar dari mulut YongShin, Siwon mempersilahkan mereka untuk kembali ke ruangan.Ia meraih ponselnya di atas meja kerjanya kemudian menelepon orang tadi, “Yeobseo……..” sapanya ketika sang lawan bicara mengangkat teleponnya.

“………………….”

“Antarkan ke rumahnya, jam 8 malam. Aku tunggu di depan jalan rumahnya. Ingat harus bagus.”

“……………………”

Klik!!!! Siwon menamatkan prosesi teleponnya dengan orang itu, lalu sebuah senyuman kembali tersimpul dari kedua sudut bibirnya, “Yoona, Im Yoona… tak tahu kenapa semenjak mengenalmu aku jadi makin ingin tahu seperti apa gadis sepertimu, kau itu beda dengan gadis-gadis yang lain yang pernah kukenal. Kau punya dua kepribadian, kadang tangguh seperti laki-laki dan kadang-kadang lembut seperti wanita pada umumnya. Kau benar-benar unik.” Gumam Siwon tak bisa menghapus sosok Yoona dan segala sesuatu tentang gadis itu dari pikirannya.

**

Yoona menangis keras dalam kamarnya, berbagai panggilan yang terpampang dilayar ponselnya tak ia hiraukan. Sejumlah sms yang terus menembus inboxnya tak satupun dibalasnya. Ayahnya yang terus memanggilnya untuk makan malam tak ia sahuti. Pikirannya masih dipenuhi segala sesuatu tentang Siwon.Semua kemisteriusan sikap pria ituterus mondar-mandir di pikirannya. Citra Siwon yang kadang manis, lembut, menyebalkan, pengatur, peneriak, penjahil dan kadang cool terus membenahi dataran pikirannya.

“Yoong..keluarlah, appa sedang buatkan sandwich kesukaanmu. Keluarlah makan.” Sang appa kembali memanggilnya.Yoona kemudian menyerah dan menyahutnya, “Nde appa, aku akan segera keluar kamar.”Yoona langsung keluar kamar.

Sampai di ruang makan, langkahnya terhenti kala ia melihat Siwon yang sedang berbincang dengan appanya layaknya orang yang telah akrab, “Hei… pria bajingan, keluar kau dari rumahku. Apakah kau mau membius appaku dengan kata-kata sandiwaramu itu? Pergi….” Siwon dan appa Yoona menghentikan aktifitas bicara mereka dan memandang Yoona kompak.

“Im Yoona, apa yang kau lakukan? Dia ini kan pimpinanmu, dia datang membawa sepeda barumu kemari, sudahlah jangan marah lagi, dia sudah minta maaf.”Appanya mencoba memberikan pengertian.Tapi Yoona masih tak luluh juga, “aku sudah tertipu padanya ratusan bahkan ribuan kali dari mulut dusta boss brengsek ini appa, dia ini serigala berbulu domba appa.”Yoona masih tak mau melihat muka Siwon.

“Yoona, kau yang sopan sedikit.”

“Ah..mianata paman, aku rasa Yoona benar, aku kembali saja. Ia mungkin butuh ketenangan.”Siwon mencoba jadi penengah perseteruan mulut ayah-anak itu.

“Pergilah…. Bawa sepeda bodohmu itu, aku tak butuh.Appa, aku sedih bukan karena sepeda itu, tapi karena sepeda itu hadiah dari eomma.Aku rasa sedih kala sepeda itu tak bisa kugunakan lagi.Hikss…..hikss….” tutur Yoona mulai terisak pelan.Siwon yang melihatnya makin tak bisa berkutit.Ia tahu kemana arah pembicaraan Yoona malam ini. Jadi, daripada ia terus disini dan menjadi objek kemarahan Yoona, lebih baik ia pamit pulang dari pada Yoona akan mengatainya terus.

Seusai kepergian Siwon, Yoona mendekati appanya kemudian memberikan penjelasan seputar perilaku Siwon padanya semasa di kantor, appanya hanya senyum tak jelas hingga membuat Yoona merasa appanya telah termakan dengan gelagat manis pria pemilik lesung pipit itu. Yoona yang marah menghabiskan makan malamnya hanya dalam selang waktu lima menit. Appanya menesehatinya agar makan perlahan, namun ia tak mengindahkannya. Selesai makan ia segera membersihkan piring dan gelas-gelas kotor, setelah itu masuk kedalam kamar dan kembali membacakan sms-smsnya yang tadi belum sempat ia baca.

Setelah usai membalas sms yang datangnya dari Shinhye dan Yonghwa, buru-buru Yoona merebahkan tubuhnya di kasur empuknya sambil memikirkan caranya besok untuk mengundurkan diri dari kantor itu.

“Kau lihat saja boss brengsek, aku akan keluar dari kantor itu, kuharap kau jangan mengganggu hidupku lagi. Huh….. padahal aku sudah menyukaimu, namun karena kebrutalanmu tadi maka rasa sukaku padamu lenyap sudah.” Setelah lama menggumam tentang boss brengseknya itu, Yoona mencoba untuk memejamkan matanya, namun alhasil tetap saja ia tak bisa terbawa kealam bawah sadarnya. Beragam cara tidur sudah dicobanya. Mulai dari tengkurap, berbaring, menyamping dan sebagainya namun tetap saja ia tak bisa tidur. Akankah ini pertanda bahwa ia telah jatuh hati pada pria yang selalu membuat aliran darahnya naik turun itu? Entahlah, ia sendiri bingung mendesrkipsikan perasaannya saat ini.

**

Sang surya telah menampakkan gurat pancaran cahaya paginya di ufuk timur.Pagi telah menyambut warga Seoul. Semuanya akan kembali melakukan aktifitas mereka yang sudah merutinitas dalam hidup mereka. Tak terkecuali Yoona, ia telah siap untuk berangkat bekerja. Ia lalu pamit pada appanya, tak lupa pula sebuah surat pengunduran dirinya yang baru saja di printnya. Ia tersenyum senang menahan surat itu, “Huh… akhirnya aku bisa bebas juga hari ini. Aku sudah tak sabar bertemu pria keparat itu, selamat tinggal Choi Siwon brengsek..hari ini juga aku bebas dari siksaanmu.” Yoona terus mengeyum senang. Karena sepedanya telah rusak jadi terpaksa ia harus menunggu bis pagi. Ia tak mau menggunakan sepeda pemberian bossnya. Sepeda itu hanya dipajang di samping rumahnya layaknya hiasan.

Hatinya yang masih jengkel makin memuncak tatkala melihat Geunsuk dan Geunyoung berjalan sambil bergandeng mesra. Rasanya ia ingin berteriak melihatnya. Namun ia tak mau melakukannya mengingat Geunsuk bukanlah siapa-siapanya dia. Pacar bukan, apalagi mantan pacar. Yoona lalu membuang tatapannya dari Geunsuk dan Geunyoung.Namun rupanya Geunsuk tadi memperhatikannya.Pria itu lantas mengajak calon istrinya itu menghampiri tetangganya itu.

“Yoong…” seru Geunsuk lalu ikut duduk disamping Yoona yang masih tak mau melihat ia dan Geunyoung. Merasa tak enak, Yoona menyahut pula, “Nde oppa. Eh… Geunyoung eonnie kan? Apa kabar eonnie?”Yoona lalu mengulurkan tangannya ke Geunyoung.Gadis itu membalas uluran tangannya dengan murah hati. “Yoona..” serunya sambil menahan lengan Yoona.

Geunsuk tertawa pelan melihat keakraban Yoona dan Geunyoung, “Ah..chagiya, Yoona ini sudah kuanggap adikku sendiri, jadi kuharap kau juga melakukan hal yang sama.” Geunyoung lalu mengiyakan, “Nde..pasti oppa, Yoona ini kan tipe orang ceria, jadi mana mungkin aku tak senang bisa mengenalnya.” Geunyoung dan Yoona melakoni pembicaraan ringan mereka.Ia senang Geunsuk jujur padanya. Ia juga sadar, kalau sampai kapanpun Geunsuk tak bisa menyukainya, karena tipe ideal Geunsuk adalah cewek yang anggun dan feminisme. Tak sepertinya yang selalu bergaya ala namja. Dan bergaya ala yeoja kecuali pada saat berangkat ke kantor.

Yoona tak tahan lagi melihat adegan romantis Geunsuk dan Geunyoung yang saling mencubit hidung masing-masing.Ia rasa seperti diledek, hatinya sakit melihatnya. Ia sudah berusaha dan berupaya untuk melupakan pria itu dari kalbunya namun tetap saja tak pernah bisa.

Akhirnya bis pun datang, dengan cepat Yoona minta permisi untuk naik bis, “Ah..oppa, eonnie.. aku rasa kalian melanjutkan perjalanan kalian saja. Aku mau ke kantor dulu. Annyeong…” tanpa menunggu persetujuan keduanya, Yoona langsung naik cepat kedalam bis daripada melihat adegan mesra Geunsuk dan calon istrinya itu.

**

Dengan langkah malas Yoona masuk ke ruangannya, sampai didalam ia kaget dengan Siwon yang telah menantinya dari tadi, “Kenapa kau terlambat?” Tanya Siwon dingin. Yoona hanya menjawab, “Sepedaku telah kau rusak, jadi aku menunggu bis pagi.” Hanya itu jawaban Yoona.Ia lalu pergi keluar ruangan. Siwon yang melihatnya Nampak bingung dengan sikap diam Yoona pagi ini.

“Ada apa lagi ini?Apa dia masih marah padaku?”Siwon mengikutinya, hati Siwon lega ketika melihat Yoona yang sedang membuatnya kopi espresso. Ia lalu menyembunyikan dirinya dibalik pintu dapur perusahaan dan tetap mengintip aktifitas Yoona. Ia lalu kembali ke ruangan sebelum Yoona sampai duluan.

“Ini boss..semoga kau menyukainya.” Yoona menyerahkan kopi espresso buatannya di meja Siwon, “Gomawo, bisakah kau membeliku waffle?” Siwon nampaknya ingin mengetahui ada apa dibalik sikap semangat Yoona hari ini. Dengan senyuman simpul Yoona menurutinya.

Saat Yoona pergi Siwon kembali dibuat resah dengan sikap gadis yang telah membuatnya jatuh cinta itu. Bagaimana tidak, hari ini tanpa ia perintah Yoona langsung membuat minuman kesukaannya itu, ditambah lagi ia menyuruh gadis itu untuk membelinya waffle di kafe sekitaran kantor, ia langsung menurutinya tanpa membantah.

Beberapa saat kemudian Yoona kembali dengan pesanan Siwon. Baru saja ia hendak duduk Siwon kembali menyuruhnya, “Yoona-shi, bisakah kau mengepel lantai ini, sepertinya berdebu.” Pinta Siwon sambil memerhatikan aura Yoona.

“Nde boss…” angguk Yoona mantap. “Setelah itu copy daftar distribusi produk kita bulan ini ya?” Yoona lalu kembali mengangguk, “Nde boss…”

“Setelah itu rapikan mejaku..”

“Nde boss….”

“Setelah itu temani aku makan siang, oke?”

“Nde boss…”

“Setelah itu buatkan aku espresso hangat ne?”

“Nde Boss…”

Siwon makin tak tenang dengan tingkah penurut Yoona.Ia sudah tak tahan jika begini terus, menurutnya Yoona sepertinya menyembunyikan sesuatu darinya, “Yak! Nona Im Yoona, sebenarnya kau ini kenapa? Apakah kau ada masalah?Kenapa kau membuatku tak tenang? Ayo jawab, kenapa jawabanmu terus nde boss, nde boss dan nde boss..???”Siwon mulai emosi.Yoona tak menjawabnya.

“Apakah kau mau balas dendam? Jika kau mau balas dendam maka kau tinju saja wajahku atau cacilah aku sepuas hatimu..”

Yoona masih tak mengubris kemarahan Siwon, “Yak!Kau punya mulut tidak?”Siwon terus menatap Yoona yang sedang mengepel lantai ruangannya.

“Kumohon tenanglah boss, kenapa kau terus berteriak padaku? Ingat ini kantor, bukan di hutan rimba.” Akhirnya Yoona membuka mulut pula.Ia lalu membawa ember itu ke ruang cleaning service dan kembali lagi kedalam ruangan.

Yoona melangkah ke tampat kerjanya lalu mengambil sesuatu dari dalam tasnya dan menyerahkannya ke meja si boss, si boss masih terlihat bingung meraih amplop putih itu. “Apa ini?” Tanya Siwon. Yoona lalu tersenyum sesaat lalu menjelaskannya, “Sebelumnya aku berterima kasih karena kau telah mengembalikan jabatanku boss. Tapi mohon maaf, aku rasa aku mengundurkan diri saja daripada terus membuatmu susah. Kau benar, aku ini seperti preman saja, jadi siapapun bisa menganggap remeh aku. Itu surat pengunduran diriku. Mungkin inilah ending dari kiprahku di dunia perkantoran.Aku pergi boss.Kamsahamnida dan selamat tinggal.”Yoona menjelaskan semuanya dan berlalu dari ruang kerja Siwon. Sampai di gerbang utama kantor ia berpapasan dengan Yoonghwa dan Shinhye yang baru saja pulang makan siang di restoran sekitar.

“Yoong… kau mau pulang?”Shinhye bertanya.Yoona hanya menganggukkan kepalanya.“Waeyo? Inikan masih jam 1 Yoong? Jangan bilang kau bertengkar dengan sajangnim lagi ya?” sambung Yonghwa.Namun Yoona menggeleng kepalanya.

“Yak! Bicaralah Yoong. Apakah kau punya masalah?Yoong, ceritakan padaku. Please?Aku ini sahabatmu, mana mungkin kau tak mau berbagi masalahmu padaku.”Kata Shinhye dengan tampang cemasnya.

“Sebentar sore datanglah ke rumahku.Akan kujelaskan semuanya pada kalian.Arraseo?” hanya itulah jawaban Yoona. Shinhye dan Yonghwa dibuat resah setelah kepergian Yoona yang tak mau menceritakan ada apa dibalik kepulangannya sekarang.

Sementara itu, didalam ruangan Siwon terus dibuat bingung dengan surat Yoona yang baru saja dibacanya, isi surat itu, “Terima kasih kau sudah mengembalikan jabatanku boss brengsek. Tapi jika aku tetap satu atap denganmu, maka sama saja aku hidup di nerakanya dunia ini. Semoga kau bisa mendapatkan penggantiku, dan jangan menganiayainya seperti yang kau lakukan padaku. Hari ini aku dengan segenap kesungguhan mengundurkan diri dari kantor ini, dan ingin hidup jauh dari orang keparat sepertimu Choi Siwon, oh yah… satu lagi, sebentar akan kusuruh temanku membawa pulang sepeda bodohmu itu. Aku pergi..annyeong….. jaga dirimu baik-baik. By: Im Yoona.”

Siwon masih memegang surat itu. Ia lalu berfikir apakah Yoona masih menyimpan dendam padanya karena tingkahnya tempo dulu? Perasaan ia sudah berupaya berkali-kali untuk membuat gadis itu tak salah paham lagi padanya, namun sama saja. Ada apa ini?

“Gadis bodoh, kau pikir kau bisa mengundurkan diri begitu saja?Surat pengunduran dirimu saja tidak formal, kau menulisnya saja tanpa alasan yang jelas, dan juga kau menulisnya seperti sebuah surat saja.”Siwon nampaknya tak rela bila gadis yang telah mencuri separuh hatinya itu tak berada disampingnya.

“Aku tak akan membiarkanmu pergi. Tak akan, kau harus bertanggung jawab telah membuatku begini. Gara-gara kau, aku tak bisa tidur dan mood makanku menurun.”Siwon lalu meniatkan dirinya agar sebentar bertemu dengan Yoona di restoran favoritnya untuk menjelaskan semua kesalahpahaman yang selama ini terjadi diantara mereka.

**

Langit telah menjingga.Sang raja siang telah membenamkan dirinya di ufuk barat.Jalanan Seoul mulai dipadati para pedagang cemilan khas malam hari di setiap ruas jalan penting yang selalu ramai dikunjungi pecinta kuliner malam khas negerinya sekjen PBB itu.Suara orang-orang yang telah datang ke situ membuat jalanan semakin ramai saja. Namja itu berkali-kali melirik arloji silver ditangan kanannya. Rupanya ia sedang menunggu seseorang, ia menoleh ke depan, samping dan belakang area restoran masakan Italy itu namun hasilnya tetap sama. Menunggu, kata itulah yang pantas menggambarkan suasana psikologis jiwanya saat ini. Namun ia tetap sabar menanti kedatangan orang yang kerap kali membuatnya resah.

Kerlap-kerlip lampu di semua sudut jalan mulai menerangi dirinya. Suara kendaraan seperti mobil, sepeda motor, truk, bis dan kendaraan lainnya mulai berkurang dan terus berlalu lalang silih berganti. Namja itu hendak menyerah namun ia harus lebih sabar lagi.

Ia membuka layar ponselnya dan membaca sebuah sms yang baru saja meng-inbox, “aku sudah dekat, tunggu sedikit lagi boss brengsek..” sang pemilik ponsel lalu menyunggingkan senyumannya meresponi sms itu.

“Baiklah..cepat! Awas kau, jika terlambat lebih dari 10 menit kau akan kuhukum.”Sms balasannya membuatnya tak sabar lagi untuk menanti kedatangan lawan smsnya.

Lama menunggu, dan tinggal dua menit lagi kesempatan waktu sepuluh menit usai sudah. Dan nampaklah sosok gadis yang ditunggu datang, “Maaf menunggu lama..” gadis itu lalu duduk di kursi cokelat yang telah disediakan.

“Gwaenchana, kau terpaksa datangkah?” ucap sang namja hati-hati. “Ya… bisa dibilang begitu.”Yoona, gadis itu sedikit tak bersemangat.

Sang pelayan pun datang membawa spageti, jus stroberi dan beberapa makanan pencuci mulut yang tadinya telah dipesan oleh namja bernama asli Choi Siwon itu. “Makanlah, selesai makan baru bicara.” Ajak Siwon lalu mempersilahkan mantan pegawainya itu untuk makan.

“Yak! Choi Siwon, kenapa kau mengajakku kesini? Itu hanya akan menghabiskan uangmu saja.”

“Diamlah!Bukankah sudah kukatakan makanlah dulu, setelah itu kau boleh menceramahiku lagi, oke?”Yoona mengerucutkan bibirnya lalu mengikuti prosedur Siwon.

Saat prosesi makan yang terdengar hanya bunyi garpu, sendok dan piring saja, keheningan kembali terjadi di restoran itu.Rupanya Siwon memang sengaja memesan restoran ini khusus untuknya dan Yoona seorang.

Selesai makan Yoona pun berterima kasih pada bossnya itu dan pamit pulang.Siwon mengejarnya dengan alasan tak sopan. Yoona hendak naik bis namun Siwon menarik paksa tangannya jauh dari jalan. Sampai disebuah jalan khusus pejalan kaki, Siwon akhirnya meminta Yoona menjelaskan sikap pengunduran dirinya tadi di kantor, “Kau ini kenapa?” Tanya Siwon mulai meninggikan nada bicaranya.

“Yang seharusnya Tanya begitu aku, bukannya kau.” Balas Yoona datar.

“Yak! Im Yoona, kau itu kenapa selalu membuatku tak tenang?aku rasa kau memang sangat dendam padaku makanya kau bertindak seperti ini padaku.”

“Mwo?Dendam?dengarkan aku Choi Siwon, kau memang sangat menyebalkan, aku tak tahan lagi denganmu yang selalu membuatku susah. Aku tahu aku menyukaimu hingga membuatku begini, sedangkan kau masih menyayangi mantanmu, si Tiffany itu.Tapi tolong jangan mempermainkan perasaanku seperti ini terus.Aku tahu perbedaan kita bagaikan langit dan bumi. Tapi tolonglah jangan menjadikanku objek pelampiasan kecemburuanmu pada Tiffany dan Kibum tuan Choi..” Yoona mengeluarkan semua yang ia pendam selama ini. Mengeluarkan batuan keresahan yang selama ini mendiami hatinya.

“Lalu?”Tanya Siwon makin menatap manik mata Yoona lekat.

“Aku bingung.Kau itu tampan, berkharisma. Namun sayang mentalmu nol besar, kau sukses menaruh kertas, pulpen, Kopi espresso, waffle dan sepeda dihatiku ini. Semuanya kau taruh Siwon.Kau membuatku hampir melupakan sosok Geunsuk oppa yang dulunya begitu kukagumi, namun kenapa sekarang kau membuatku ingin membencimu lagi, dan mengapa dengan bodohnya aku bisa menyukai boss brengsek sepertimu?” urai Yoona satu-persatu.

“Lalu?Apa lagi?”Siwon lanjut bertanya.

“Lalu…. Lalu….. kumohon jangan menemuiku lagi, satu lagi… semua orang punya belati dalam dirinya, jadi kau hati-hatilah, karena jika tidak  begitu sewaktu-waktu aku bisa menusukmu.” Imbuh Yoona.

“Apa lagi yang ingin kau katakan hah? Kau selalu berteriak padaku Im Yoona.Ketika kau kedinginan aku membalutimu dengan mantel kesayanganku. Kau makan di kedai mie pangsit itu aku menemanimu hingga 2 jam lamanya. Sepedamu rusak aku belikan yang baru, namun kenapa kau tak pernah mengerti semua yang kulakukan padamu hah?” kali ini Siwon yang mengatai Yoona.

“Apa maksudmu?” Tanya Yoona heran.

“Aku…. aku menyukaimu…”Siwon jujur.

DEG……………..!!!!!!!!!! Jantung Yoona kembali abnormal mendengarnya, ia belum bisa mencernanya, yang ada dipikirannya apakah Siwon seserius itu? Ataukah ini memang modus licik Siwon untuk mengerjainya lagi.

“Stop Choi Siwon, jangan meng…….”

Chu~~~~~~~………………….,

Belum sempat Yoona menyelesaikan kata-katanya, mulutnya sudah dibungkam oleh Siwon dengan ciuman bibirnya yang lembut. Yoona meronta namun Siwon terlalu tangguh untuk ia hadang. Yoona membulatkan matanya tak percaya merasakan bossnya yang kini sedang mengulum bibir merahnya itu. Dan perlahan Siwon pun segera melepaskan ciumannya itu lalu berkata pada Yoona yang masih mematung, “itu adalah ciuman peredam emosi, kau terlalu cerewet dan terus berteriak padaku, makanya cara itu kulakukan agar kau bisa meredam emosimu..” itulah yang Siwon ucapkan tanpa menggantikan pandangannya pada Yoona.

Bukannya menjawab Yoona malah memukul-mukul dada Siwon yang masih dilapisi jas hitamnya itu, “Kau memang pria brengsek, kau mencuri ciuman pertamaku..hiks….hiks….hiks….” Yoona mulai meninggikan nada tangisnya.Siwon yang menyaksikannya dibuat bingung sudah.

“Itu karena kau terlalu cerewet! Diamlah..akan kubelikan kau es krim..” Siwom mencoba merayu Yoona.

“Mwo?Es krim?Shireo… kau pikir dengan makan es krim perawan di bibirku bisa kembali seperti semula? Begitukah Choi Siwonnnnn?” Yoona kembali berteriak histeris sambil sesekali memegang bibirnya.

“Kalau begitu sini kuantar kau pulang…” ajak Siwon sambil memegang lengan Yoona. “Tak perlu, aku bisa sendiri.”Tolak Yoona halus. Yoona lalu berdiri dan berlari meninggalkan Siwon, namun……………. “Aouwwwww..” Siwon melihat Yoona terkilir, dengan cepat ia mengikutinya yang hampir menumpangi taxi.

Siwon pun menyuruh sopir taxi untuk tetap melaju, urusan Yoona biarlah dirinya yang menangani. “Sini kulihat..” kata Siwon lalu memijit kaki Yoona yang sakit.

“Appoyo… appa… tolong aku…” tangis Yoona mulai pecah.

“Sudah… diamlah dulu, ada aku disini, appamu dirumah.”Bujuk Siwon kali ini sangat lembut.Entah kenapa Yoona mengikutinya begitu saja.Ia terpesona dengan ketulusan Siwon malamini. Ia terus memandang Siwon yang dengan kesungguhan sedang memijit pergelangan kakinya.

“Gara-gara kau aku jadi terkilir, awalnya aku ingin memakai sepatu yang rendah, namun Shinhye membujukku untuk memakai high heels 7 cm ini hanya karena kau mengajakku.Aku benar-benar sial…” rajuk Yoona.

Siwon tersenyum menanggapinya, “Sudahlah..terima kasih sudah datang. Ayolah..sekarang naik ke punggungku…” tuntun Siwon dengan tatapan tulusnya kearah Yoona.

“Tak usah, aku bisa pulang sendiri.” Tolak Yoona pelan.

Namun saat Yoona hendak berdiri, ia kembali jatuh. “Aouwwww….”

“sudah kubilang kan? Kau memang sangat keras kepala! Sekarang ppalli naik ke punggungku.” Kali ini Siwon langsung mempersilahkan Yoona naik ke punggungnya.

Walau masih ragu dan kaku namun Yoona luluh juga dan mengiyakannya.”Nde… aku terpaksa…” imbuh Yoona ketika telah berada diatas punggung bossnya itu.

“Peluk yang erat, kalau tidak kau terjatuh..” perintah Sang boss.

“Nde…” sahut Yoona makin mengeratkan tangannya di kedua pundak Siwon.

“Yoona..” panggil Siwon dalam perjalanan mereka ke mobil.

“Nde boss… hoaapp…” sahut Yoona sambil menguap, sepertinya ia mengantuk.

“Aku tak bisa memecatmu, kumohon kembalilah ke kantor, jika tak ada kau maka tak ada lagi orang yang menyebutku dengan sebutan boss… kau tahu tidak, panggilan itu unik sekali bagiku, dan aku menyukainya..” jelas Siwon lalu balik menatap wajah polos Yoona yang telah tertidur dibelakangnya.

Siwon kesal karena Yoona terlelap di pundak kirinya dan otomatis tak merespon kata-kata terakhirnya tadi, “aishhh…. Benar-benar….” Gerutu Siwon frustasi.

Setelah mereka sampai didalam mobil, Siwon pun menduduki Yoona di sebelah kursi kemudinya, ia tersenyum senang melihat wajah polos Yoona yang tertidur seperti bidadari, ia pun menyingkirkan helai demi helai rambut panjang Yoona yang menutupi wajah manisnya, “Kau tahu..kau itu cantik sekali, sangat cantik, kau itu beda dengan yeojadeul lain yang pernah kukenal termasuk Tiffany juga. Kau benar-benar mengubah hidupku seperti ini, jika tak ada kau maka aku tak serius seperti ini dalam bekerja. Kau tak tahu kan kalau ayahku menyuruhku bekerja disana karena memang kaulah yang menjadi pilihan ayahku untuk kunikahi. Ternyata pilihan ayahku tak salah.Karena berkatmu hidupku jadi ceria lagi semenjak hubunganku usai bersama Tiffany. Aku menyukaimu, pegawaiku yang cerewet…”

Siwon terus bergumam sambil mengelus pelan wajah mulus gadis bermarga Im itu.Gadis yang menurutnya sangat berwarna bagi kehidupannya.Ia cantik, unik, lucu, cerewet, dan periang. Hal itulah hingga membuatnya bisa melupakan sosok mantan pacarnya, Tiffanyyang kini menyandang status istri dari seorang polisi Korea, Kim Kibum.

To Be Continued

Note: Annyeong nited’s…^^ part 2 finally, insyaAllah part nextnya end. Hehehe~~, Gee… gomawo lagi-lagi eon ngerepotinmu buat post nie ff gaje..:), aku gamau banyak omong, pokoknya harus RCL tanpa terkecuali, okey?? Sampai jumpa di next part (Part 3/end), karena bakalan banyak moment sweet uri YoonWon..:),Annyeong n’ Salam-Kerajaan-YoonWonited..:D

Pos Sebelumnya
Pos Berikutnya
Tinggalkan komentar

258 Komentar

  1. Penasaran lanjutan cerita yah
    Seru banget
    Tetap semangat

    Balas
  2. Dirin panggaliningtyas

     /  Februari 28, 2015

    Gak ada bosen”nya baca ff ini soalnya lucu banget kata”nya jg keren tapi yg berengsek+bajingan radak kurang srek gt eon,mianhe…
    Ijin baca yg chapter 3 nya ne eon,gomawo:-)…

    Balas
  3. Kerenn penasaran ama yg selanjutnya😀😀

    Balas
  4. nurul isnaini

     /  Maret 11, 2015

    sikap siwon udh mulai berubah ke yoona.. jdi lbih lmbut dan ga suka nindas lagi.. sebel ngeliat tifanny yg nabrak sepeda yoona tpi siwon yg disalahin.. yoonwon moment lumayan bnyak.. semoga happy ending

    Balas
  5. lea

     /  Maret 12, 2015

    nemu ff ni seru bgt crt’e….slut deh ma yg bikin crta….

    Balas
  6. siska primadani

     /  Maret 23, 2015

    ahhh…. so sweet..:)
    baru tau kalo yoona suka ama siwon,,, itu yg buat seru waktu dia ngungkapin perasaan nya ke wonpa, terus wonpa selalu bilang Lalu…? Lalu…? apa lagi…? ahh keren di bagian itu

    Balas
  7. Kim eun ah

     /  Juni 1, 2015

    Wah jadi mereka tuh di jodohin, kocak banget

    Balas
  8. makin seru aja….

    Balas
  9. welza

     /  Juli 9, 2015

    Wkwkwkwkwk… Lucu liat sifatnya yoona (: lanjut sya baca next chapter slnjutnya ya author yg cantik.. Makasi

    Balas
  10. So sweet Wonpa cium yoona*pletak, lanjut chapter 3, sayang gk bsa komen d capter 1

    Balas
  11. yoongtae

     /  Agustus 5, 2015

    ceritanya bagus ….. bikin penasaran gmn ending nya…..

    Balas
  12. nytha91

     /  Oktober 20, 2015

    Sweet banget…tp diawal cerita agak loncat sedikit ya chingu dr part sebelumnya…engga sabar baca part selanjutnya..kalo bs sampe mereka pny anak..pasti lucu deh ahahah

    Balas
  13. ya ampuunnn tiffany kmu tu ngga tanggung jawab bngt yaaa kn kshn siwon oopppa jd disalahin sama yoona eonnii krna itu sepeda dr pmberian eomma nyaa . siwon oppa udh mulai jatuh cinta sama yoona eonni ayoo tetus berjuang oppa sampe dpt cinta nyaa .. kalian itu pasangan serasi . next

    Balas
  14. desy amanaf

     /  November 1, 2015

    huaahhh keren abis hahaha *lebaynya kambuh
    ceritanya bikin ketawa terus, jadi bisa ngelupain beban dikit nih heheh
    sayang ceritanya terlalu cepet jadi yoonwon momentnya kurang

    Balas
  15. ayana

     /  Maret 19, 2016

    ni pasangan konyol banget., hahahaha… ngak bisa brenti ketawa ngakak. so, yoona calon yanh dipilihin ayahnya siwo., bakal seru ni chap selanjutnya, baca ah…

    Balas
  16. melani

     /  Juli 22, 2016

    Ternyata siwon suka sama yoona bahkan ayahnya siwon yg mikih yoona untuk di nikahi siwon.. tapi mereka lucu suka bgt berantem..

    Balas
  17. tika

     /  Agustus 22, 2016

    Waa sweet bgt, tapi kata katanya agak kasar ya:(
    Part nya agak dilamain ya thor hehe

    Balas
  18. Sode n'dut

     /  Oktober 18, 2016

    Waduh tolong thor dikaji lagi ya cara penulisannya masa siwon “menduduki” yoona terasa janggal, maaf ya bukan bermaksud mengajari,,,

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: