[OS] My Boyfriend Or My Family

Title: My Boyfriend Or My Family

Type: OS / OneShoot

Genre: Sad, Romance, Family

Rating: PG 15+

Author: Choi Mutie OeziL / @MutiiOzil

Main Cast: Choi Siwon & Im Yoona (YoonWon)

Others Cast: Kwon Yuri , Choi Minho, Etc

**^^**

Kasih..bagaimana bisa aku melupakanmu? Sementara segala Sesutu yang menyangkut dirimu telah terlanjur kulukis dalam lubuk hatiku yang paling dalam..

Haruskah semuanya yang telah kita awali dari manisnya kisah kita sampai sepahit ini?Apakah kau sedang menguji cintaku padamu? Ataukah ini telah direncanakan Tuhan..

Haruskah aku sanggup untuk melupakanmu?Melupakan semua memori indah kita? Aku benar-benar tak tahu jawabannya..

Tolong beritahu aku jawaban tepatnya? Tolong beritahu aku..

**

Pemuda tampan nantinggi itu masih terus melihat foto mantan pacarnya di ruang kerjanya, semua perasaan iba, sedih, resah, jengkel, murka, kecewa dan lara kembali bercampur aduk jadi satu dalam dirinya. Majalah fashion namja yang tadinya dibacanya dibuang begitu saja ke lantai. Ada apa dengannya? Apakah ada masalah pekerjaan ataukah masalah pribadinya?

Mendengar suara ketukan pintu, namja itu buru-buru menyembunyikan bingkai foto mantan pacarnya itu ke laci meja kerjanya. Ia pun mempersilahkan yeoja itu untuk segera masuk ke dalam ruangan, “Chagi-ya..” sapanya dengan panggilan romantis pada yeoja tinggi semampai itu. Yeoja itu lantas sumringah dan ikut menyapa orang yang dicintainya, “Oppa..aku membawakan sesuatu untukmu. Tttraaraaa….” Girangnya sembari menunjukkan sekotak bekal makan siang pada namja pujaannya itu, “Gomawo chagi-ya..” Choi Siwon, namja itu lalu berterima kasih pada yeoja manis dihadapannya.

“Oppa..kenapa denganmu? Apa kau lelah? Kenapa aku datang kau tak bersemangat?” Tanya sang yeoja dengan mata curiga. “ah.. aniya, semalam aku lembur jadi mungkin masih kantuk.” Jawab Siwon asal.“Baiklah oppa, ayo kita pergi!Dirumah bibiku ada adikku ingin berkenalan denganmu.”

“Adikmu?”

“Iya oppa.”

“Bukankah kau hanya punya ayah saja?”

“Tidak oppa..aku punya adik yeoja, dia lama tinggal di rumah bibi dan paman setelah ibu meninggal, jadi tak sempat kukenalkan padamu.”

“Benarkah? Kau ini..”

“Siapa namanya?” Tanya Siwon penasaran. “Im Yoona, itu namanya, aku hanya beda 2 tahun dengannya, sejak lahir ia tak pernah tinggal dengan aku dan ayah karena ibu meninggal pasca melahirkan dia.”

“Uhekkk….uhek… uhekkk….” Siwon seperti tak punya daya untuk mengunyah makanannya kala gadis bernama Im Yuri itu menyebutkan nama adiknya. “Oppa..pelan-pelan makannya, nanti kau tersanggut makanan yang masuk, ini kuberikan air.” Ucap Yuri cemas lalu memberikan segelas air untuk kekasihnya.

“Ah..tak apa. Ayo kita pergi, aku mau kenalan dengan adik iparku.” Ujar Siwon sangat semangat.Yuri mengangguk lekas dan tanpa tunggu lama mereka berdua meninggalkan ruangan kerja Siwon.

Dalam perjalanan ke rumah, Siwon terus dihantui beragam pertanyaan aneh dan penuh misteri terus bergelayut di otaknya, “Im Yoona, ternyata kau punya seorang eonnie, namun kau selalu bilang padaku bahwa kau tak punya siapa-siapa lagi kecuali paman dan bibimu. Ada apa ini? Aku tak mengerti.Aku tak mau tahu, kau harus menjelaskan semuanya, jelaskan siapa kau sebenarnya dan siapa Yuri yang kini menjadi calon tunanganku ini.Dan kenapa saat perjodohanku dengan Yuri tiba-tiba kau mengakhiri semuanya.Kau harus menjawabnyaYoong.”Siwon terus membatin sambil sesekali melontarkan senyum paksa pada Yuri disampingnya.

**

Sebuah rumah sederhana namun terlihat hijau, asri, dan sejuk pagi ini seperti biasanya sangat ramai didatangi oleh segelintir orang yang sibuk memilih aneka bunga nan cantik maupun tanaman hias di toko bunga  yang menjadi salah satu pusat jual beli bunga di kota Seoul. Sudah 20 tahun pemilik rumah itu membuka toko jual beli Bunga dan tanaman hias yang beraneka ragam dengan warna warni nan cantik. Dan diantara segelintir orang itu terlihat seorang gadis cantik berambut pendek sebahu dengan senyuman manisnya melayani para pelanggannya yang berkunjung ke situ. Im Yoona, gadis itu sangat sibuk setiap paginya. Sejak lulus SMU ia putuskan untuk tak melanjutkan pendidikan formalnya ke jenjang yang lebih tinggi, dengan kata lain ia lebih memilih membantu kedua orang paling berharga dalam hidupnya kini, yakni paman dan bibinya yang telah berjasa merawatnya dari bayi.

“Yoona. Aku mau bunga yang ini..”

“Eonnie tolong bungkus Bunga ini, mau kuberikan pada pacarku di malam valentine.”

“Noona.Aku mau bunga mawar merah plus bunga lili putih, tolong.”

Kalimat-kalimat ituterus memerintah Yoona untuk melayani para pelanggan setianya. “Nde..siap! Super Yoong akan mengatasinya secepat kilat.” Semangatnya kembali pecah.

“Yoong….” Sebuah suara memanggilnya.Ia pun menoleh ke asal suara, dan senyumannya kembali tersungging dari bibir merahnya. Namun senyuman itu redup seketika kala sang pemanggil namanya datang dengan seorang pria yang sudah tak asing lagi baginya.

Yoona berlari keYuri yang tadinya memanggilnya, “Eonnie..merindukanmu. 1 minggu tak bertemu rasanya seperti setahun.” Ucapnya tanpa peduli dengan pria tinggi nan tampan yang tak sedikitpun berhenti menatapnya seperti patung bernyawa.

“Yak!Kau ini. Mana paman dan bibi?” Tanya Yuri sambil mencari sosok kedua orang paroh baya itu.Yoona melepaskan pelukan mereka, “Oh itu, lagi ke pasar.”

“Jadi kau melayani semua pelangganmu hari ini?Sendirian?”Yuri kembali heran dengan semangat adiknya yang dari dulu tak pernah pudar. “Nde..kasihan paman dan bibi sudah tua, jadi mau bagaimana lagi kak.. kasihan mereka kak.” Yuri paham sudah dengan penjelasan adiknya itu.

“Oh yah..ada seseorang yang ingin kukenalkan padamu. Kau sudah tau kan?” seru Yuri. Yoona tertawa lepas mendengarnya, “Tentu saja kenal eonnie.Siapa yang tak kenal Choi Siwon, calon kakak iparku yang ganteng, kaya, baik dan berkharisma seperti dia.’’ Mereka tertawa bersama mendengarnya.

“Oppa..kemarilah, adikku yang nakal ini ingin berbicara sesuatu denganmu.” Panggil Yuri. Siwon hanya mengangguk tanpa sepatah katapun. Dengan berat hati Siwon terpaksa menyapa Yoona juga, “Hai.. ca..calon adik ipar.” Yoona mengulurkan tangannya dan Siwon pun menyambutnya dengan kaku.

“Yak!Kakak ipar.Kenapa kau kaku begitu? Barusan aku, belum juga eonnieku.” Kata Yoona dengan sedikit bergurau.“Tentu saja. Karena walaupun kakakmu sudah bercerita banyak hal padamu tentang diriku, namun ini kan pertemuan perdanaku denganmu, jadi tentu saja aku gugup.” Balas Siwon hingga membuat Yoona melepaskan uluran tangannya.

Keduanya lalu terhanyut dalam suasana hening, saling menatap mata masing-masing. Sampai akhirnya deheman Yuri membuyarkan keheningan calon tunangannya dan adiknya itu, “Ekhmm… Siwon oppa, Yoong, apakah kalian sudah kenal sebelumnya?”Tanya Yuri dengan tatapan membidik.

“Eumm… tentu saja belum eonnie, kau ini bicara apa eon?” dengan cepat Yoona menyangkalnya.Siwon kembali menatap Yoona seolah berkata ‘Kenapa kau menyembunyikan banyak guratan kesedihan dan kemisteriusan di dalam dirimu demi kakakmu’.Yoona yang merasa tak enak pun menegur Siwon.“Yak!Kakak ipar, aku tahu aku cantik, tapi Yuri eonnie lebih cantik dariku.” Yoona terus bersandiwara manis dihadapan Siwon, sang mantan pacar. Padahal dalam hatinya ia masih begitu menyayangi dan mencintai pria bermarga Choi itu.

Siwon dan Yuri hanya tertawa pelan mendengar semua gurauan dan candaan yang dilakoni Yoona.Jikalau Yuri terus tertawa lepas menanggapi keusilan Yoona, maka hal itu berbanding terbalik dengan Siwon. Sebab, walau ia berusaha tertawa menghadapi setiap tingkah lucu adik iparnya sekaligus mantan kekasihnya itu namun tak membuatnya senang, malah membuatnya sakit hati.

Jelas sakit hati.Kejadian ini sungguh di luar dugaan dan mendadak datang menghampiri cerita hubungan kasihnya dengan gadis yang sedang tertawa puas kala mengajaknya dan Yuri untuk berlelucon.

Drett… drett!!!! Sebuah deringan ponsel berbunyi tanda bahwa ada sebuah panggilan masuk.Panggilan itu tepatnya di ponsel Samsung berwarna putih milik Yuri.Yuri lalu minta permisi pada YoonWon untuk menerima teleponnya.

“Yeobseo…”

“……………”

“Nde appa.”

“………………….”

“Aku sedang di rumah paman dan bibi, apa Yoona mau ikut juga, kebetulan Toko lagi kosong jadi dia tak sibuk.”

“…………………….”

“Oh..nde… baiklah.”

Yuri mengakhiri proses teleponnya dan menjelaskan siapa yang menelepon, “Eumm… jadi tadi Appa menelepon, katanya aku dan Siwon oppa disuruh ke butik untuk mengukur baju pengantin.” Terang Yuri.

Yoona terlihat girang mendengarnya, “Wah..kau pasti cantik kak, kau pasti seperti eomma. Oh ya selamat atas tunanganmu kak. Kakak ipar tolong jaga kakakku dengan baik. Eh..ada satu lagi, aku akan memperkenalkan pacarku pada kalian berdua.”

“Mwooo?”Siwon berteriak histeris mendengarnya. “Oppa..gwaenchana?” heran Yuri. “Kakak ipar kenapa?” Tanya Yoona. “Jangan memanggilku dengan sebutan kakak ipar dulu, karena aku dan eonniemu belum resmi menikah.” Respon Siwon mencoba tegar. “Hahahaha..tenang dulu ipar.” Bujuk Yoona sembari berdiri dihadapan Siwon dan menepuk bahu Siwon sejenak.

“Kau kenapa?” Tanya Siwon kearah Yoona, bukannya Yoona yang menjawab malah Yuri yang menjawab.“Aku baik-baik saja oppa. Malah aku sudah tak sabar ingin secepatnya menikah denganmu.” Kata Yuri lalu memeluk Siwon sejenak.

Yoona yang melihatnya terasa begitu tak rela hingga dengan berat hati ia mengingatkan keduanya untuk segera ke butik. “Ppalli eonnie, bukankah appa sedang menunggu kalian?” serunya pada kedua orang dihadapannya.Yuri dan Siwon mengangguk berjamaah dan pamit, lalu lekas pergi.

Saat Yuri dan Siwon telah melaju dengan mobil.Yoona terduduk lemas di beranda rumah sambil menangis pelan, “Semoga kau bahagia oppa.Maafkan aku, aku tak mau menyakiti Yuri eonnie.Ia terlalu baik denganku, walau Appa tak pernah menganggapku sebagai anaknya namun aku bahagia bisa punya kakak yang baik seperti Yuri eonnie. Tidak! Aku harus melupakanmu oppa. Harus bisa Im Yoona.” Lirih Yoona. Sedangkan  Seorang namja yang mengintip aktifitas sedihnya dari gerbang hanya bisa menghela nafas jenuhnya. Ia pun memutuskan untuk masuk kedalam toko bunga itu.

“Annyeong noona, bolehkah kau menyiapkan sebuket Bunga mawar merah segar agar kuperuntukkan pada sahabatku Im Yoona.” Sapanya agar membuat Yoona ceria.

“Minho.. Choi Minho. Kau ini, aku jadi kaget.”Kata Yoona lalu memukul bahu Minho dengan sedikit merajuk.“Yoona, kau tak usah tegar dihadapanku, aku tadi melihat semuanya Yoona. Aku tahu kau mengorbankan semuanya pada eonniemu demi Appamu yang tak pernah menganggapmu sebagai anak itu.” Ucap Minho sambil memeluk Yoona.

Setelah melewati beberapa jeda dalam keheningan mereka, Minho meminta Yoona untuk menjelaskan semuanya secara detail. Dan dengan senang hati Yoona menceritakannya, mengapa dan apa sebabnya semua ini bisa terjadi.

Flashback……………

Yoona terlihat menunggu seseorang di Halte bis seusai pulang sekolah. Saat itu rambutnya panjang dan dikuncir dua sehingga ia terlihat seperti anak kecil. Saat bis yang ia tunggu sampai, tiba-tiba seorang pria paroh baya 40-an tahun menghampirinya dan menghadang langkah kakinya kemudian menyeretnya sampai kedalam mobil pria setengah baya itu.

“Ikut aku anak sial.”Ketusnya sambil menyeret tangan Yoona hingga permen karet yang tadinya terkunyah dalam mulutnya jatuh Sudah dari mulut mungilnya.

“Appa…” serunya saat tahu pria itu adalah Appanya.Pria itu masih diam hingga membuat Yoona kembali menyeru namanya.“Diam kau anak sial, jangan pernah memanggilku dengan sebutan Appa lagi. Aku rasa kau sudah dewasa jadi aku harus mengatakan semua dendam yang kukubur selama ini.” Tandasnya.

“Appa..apa maksudmu. Sungguh aku tak mengerti Appa.?” Tanya Yoona masih heran.

“Baiklah..kalau kau belum paham akan aku jelaskan. Begini, Kau kira aku tak tahu kau berpacaran dengan Choi Siwon, putra dari rekan bisnisku itu.Dua hari lagi Yuri balik dari Singapura, jadi kuharap kau segera mengakhiri hubunganmu dengan Siwon, anggap saja Yuri itu temanmu hingga Siwon tak curiga.Di Korea marga Im banyak, bukan hanya kau, aku dan Yuri.Cukup kau memisahkan aku dengan wanita tercintaku 18 belas tahun yang lalu gara-gara melahirkan anak sial sepertimu.Gara-gara kau dia pendarahan hebat, dan nyawanya tak tertolong lagi.Dan aku tak pernah menganggapmu ada.Kau  itu bukan anakku, anakku hanya Yuri. Im Yuri seorang, aku titipkan kau pada paman dan bibimu karena aku tak mau tertimpa sial.Kau anak sial dan gara-gara kau istriku meninggal hanya karena berjuang melahirkan anak tak berguna sepertimu. Dan asal kau tahu Yuri sudah dijodohkan dengan Siwon semasa kecil, aku tak mau kau menghancurkan hidup Yuri sama seperti istriku 18 tahun lalu..”

Deg…deg….deg….!!!! kata-kata tuan Im sungguh membuat dada Yoona sesak, bahkan untuk membalasnya Yoona tak mampu lagi karena buliran air mata yang sudah mengaliri wajah cantiknya.

“Sekarang kau turun dari mobilku, aku tak mau anak sial sepertimu lama-lama dalam mobilku, hanya Yuri yang bisa naik ke mobil ini. Bukan kau.” Ketus tuan Im bertubi-tubi mencaci maki gadis disampingnya yang sejatinya juga putrinya, darah dagingnya sendiri.

Dengan cepat Yoona turun dari dalam mobil dan terduduk lemas di halte bis.Ia tak peduli dengan apa kata orang ketika melihatnya dalam deraian air mata. Hatinya sedih, luka dan sakit mendengar kalimat-kalimat ayahnya tadi.Ternyata ayahnya membencinya karena ibunya meninggal kala melahirkan dia 18 tahun yang lalu. Dan kakaknya Yuri sebentar lagi akan ditunangankan dengan kekasihnya, Choi Siwon.

Flashback end…………

Minho dibuat menangis mendengar cerita Yoona.Ternyata  semua dugaannya selama ini salah. Ia kira ayah Yoona bertindak seperti itu karena memang beliau sakit parah hingga menitip Yoona pada paman dan bibinya, ternyata semuanya itu keliru. Sangat keliru.

“Jangan menangis lagi, cukup Yoona.Jadi karena itu kau memutuskan hubunganmu dengan Siwon?Ayolah Yoong, kau jelaskan semuanya pada Yuri dan Siwon. Terutama Yuri, aku yakin dia pasti mengerti Yoong.” Imbau Minho sambil mengajak Yoona duduk di beranda rumah.

“Aniya Minho-ahh, aku tak boleh egois, Yuri eonnie baik padaku, jadi mana mungkin aku menyakitinya Minho-ahh. Memang benar apa kata ayahku waktu itu, aku memang telah merampas wanita pujaannya, eommaku dari hidupnya. Jadi apakah sekarang aku mau juga merampas kebahagiaan eonnieku?Sudahlah.Selama appaku masih tahu bahwa aku juga anaknya maka aku akan selalu mendo’akan yang terbaik padanya dan Yuri eonnie.”

“Yoong…” lirih Minho.

“Di dunia ini memang aku tak selamanya mendapatkan apa yang aku inginkan.Ibuku sudah melahirkanku, dan akupun diberi kesempatan untuk hidup menikmati hiruk pikuknya kehidupan dunia ini.Jadi sekarang aku juga harus memberikan kesempatan pada Yuri eonnie untuk bahagia.Karena eomma telah mempertaruhkan nyawanya untukku jadi mana boleh aku menyakiti anak sulungnya, eonnieku sendiri.”

“Tapi Yoong, kenapa ayahmu tak pernah menyebut namamu? Apakah sebenci itukah dia padamu?Apa salahmu? Dia salah, kau anak yang baik dan berhati mulia, aku yakin suatu saat nanti dia akan menyesal telah melihatmu dengan sebelah mata.”Minho menghapus sisa-sisa air mata Yoona.

“Yoona..Minho.”Seru seorang wanita paroh baya dan suaminya yang baru datang. Yoona dan Minho pun merombak pelukan mereka dan ikut menyahut, “Bibi, paman..” sahut Yoona dan segera berlari memeluk kedua orang tercintanya itu.

“Kenapa kau menangis Yoong?Apakah ayahmu menerormu lagi? Jangan pedulikan dia Yoong, masih ada paman dan bibi yang akan selalu menjaga dan menyayangimu. Lupakan Siwon dan relakan dia pada kakakmu. Kau harus sabar Yoong.” Bujuk bibi Im, bibinya Yoona dan suaminya paman Kim.

Bibi dan paman pun menyuruh Yoona dan Minho untuk masuk kedalam rumah agar lebih enak bercerita.Dengan senang hati mereka setuju.

“Paman, apakah kau dan bibi tak menyesal merawat dan menjagaku selama ini?” Tanya Yoona ketika sedang terduduk di meja makan bersama paman dan bibinya, dan tentu saja Minho.

“Kau bicara apa nak..paman dan bibi tak punya anak, jadi kau sudah kami anggap anak sendiri. Mata hati ayahmu memang telah dibutakan hingga ia tak pernah lagi melihat masa depan anak-anaknya yang lebih baik. Yoong, kau jangan menyalahkan Yuri, dia tak tahu apa-apa. Jika memang ayahmu orang yang baik maka dia pasti tahu yang terbaik bagimu dan Yuri.” Bujuk pamannya.

Yoona senang mendengarnya dan kembali ceria, ia pun membuat janji dengan Minho agar sebentar sore mereka bersepeda dan bermain bersama sekaligus menjernihkan pikiran. Dan dengan senang hati Minho menyetujuinya.

**

Siwon membuang jasnya ke sembarang arah.Ia tak manyahut sapaaan ayah dan ibunya yang terus memanggilnya dari luar kamarnya. Semua foto Yoona yang menghiasi dinding kamarnya di pandangnya berurutan.Sampai pada sebuah bingkai foto besar dimana dia dan Yoona berpose sambil tersenyum ke arah kamera waktu liburan di Jeju 2 tahun lalu pasca Yoona lulus SMA.

Flashback………

“Oppa..ayo kejar aku, jika kau tak bisa mengejarku maka kau tak boleh menciumku lagi oppa..” Yoona berlari jauh dari pesisir pantai dan mencari tempat persembunyian dari kejaran namjanya.Siwon yang tak menyerah dengan cepat berlari mengikutinya.Yoona yang kelelahan memilih isrtirahat sebentar dibalik sebuah pohon besar. Dan……………… “Kyaaaaaaaa….” teriaknya ketika ada seseorang yang menutup matanya dan membungkam mulutnya dengan telapak tangan orang itu.

Orang itu tersenyum penuh kemenangan dan segera melepaskan aksi jahilnya, “Yak!Jangan panggil aku Mr. Perfect Choi Siwon kalau aku tak bisa menangkapmu ya?” ujarnya sambil menjulurkan lidahnya ke hadapan Yoona.

“Yak!Oppa, kau membuatku kaget, ini tidak lucu.”Rengek Yoon lalu memeluk Siwon.

“Jadi kau takut padaku?” Tanya Siwon. “Aniya.Hanya saja kejahilanmu tadi hampir membuat jantungku lompat dari tempatnya.”Yoona kemudian melepaskan pelukan Siwon.Mereka kembali saling menatap, menatap dengan penuh cinta dan kelembutan kasih yang terjalin selama ini.

“Mana hadiah untukku?” Tanya Siwon menuntut.Yoona menyipitkan matanya heran.“Hadiah? Hadiah apa?” Tanya Yoona kembali pura-pura lupa. Siwon membuang tatapannya ke pantai nan indah itu sejenak dan kemudian balik menatap Yoona dengan tatapan membius orang dihadapannya. “Yak!Waeyo?”Yoona mulai ketakutan.

Selangkah, dua langkah, tiga langkah dan seterusnya Yoona mundur dan Bukkk…………. Yoona tak sadar kalau dibelakangnya terdapat pohon besar yang tumbang, langkahnya terhenti sudah.Siwon yang melihatnya hanya tertawa jahil, “hahahaha… mau lari kemana kau?”Siwon berjalan semakin mendekat.

“Oppa..jangan menakutiku, bukankah kita sering berciuman?” Yoona mengeluarkan cara membela diri dari kepungan Siwon. “Stopp!!Kali ini kau takkan kuampuni, siapa suruh kau yang menantangku? Bukankah jika aku telah menangkapmu maka aku boleh menciummu kan?”

Yoona diam sudah, ia pasrah dengan apa yang akan terjadi nanti. Siwon menyingkirkan helai demi helai rambut panjang Yoona yang tertiup hembusan angin dan membelai sayang kedua pipi mulusnya.Yoona menutup matanya sudah seakan memberikan isyarat pada Siwon untuk melanjutkan moment indah mereka.

Siwon mendekatkan wajah tampannya sejenak, kemudian menarik tubuh mungil Yoona agar takada selisih jarak diantara keduanya. Perlahan bibirnya mulai menari dipermukaan bibir yeoja manis itu. Yoona juga melakukan hal yang sama. Dan ditengah pantai Jeju nan indah mereka terlena dan masih terus melanjutkan adegan keromantisan mereka.

Yoona mengalungkan tangannya di leher Siwon agar mereka makin memperdalam ciuman cinta mereka. Siwon melepaskan ciuman manis itu sesaat dan membisikkan sesuatu di telinga Yoona, “Saranghae My Yoongie..” ucap Siwon tulus.

“Nado..saranghaeyo my Wonnie..” Yoona tak kalah membalasnya dengan tulus.Dan mereka pun kembali melanjutkan adegan romantis mereka di tengah semilir angin yang lahir dari pepohonan rindang di pesisir pantai pulau Jeju.

Flashback end……………

Jika mengingat semua moment indah itu rasanya sakit sekali dan tak rela bila Siwon merelakan hatinya untuk Yuri yang seharusnya menjadi kakak iparnya, bukan sebaliknya menjadi calon pendamping hidupnya.Sebab, yang dicintainya bukanlah Im Yuri, tapi adik dari Im Yuri, Im Yoona, mantan kekasihnya yang amat masih disayanginya.

“Mwo?Kakak ipar?Apa aku tak salah dengar?”Siwon masih tak habis pikir dengan ucapan-ucapan Yoona tadi yang sangat menyambuk lubuk hatinya.

Segera diambilnya ponselnya dari balik saku celana kerjanya dan lekas mengetik sebuah pesan singkat:

To: My Dear Yoongie

Sebentar temui aku di Lotte World jam 7.30 malam.Kau harus datang, jangan banyak komentar.Jika kau sibuk maka batalkan semuanya. Jangan lupa!

Pesan pun dikirim dan ia segera membuka pakaian kerjanya dan lanjut masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri.

**

Setelah puas dan merasa kelelahan karena telah usai bermain dengan banyak permainan di Lotte World yang sangat memacu adrenalin dan jantung, mereka memilih istirahat.Keduanya pergi ke sebuah Kafé untuk minum bersama.

“Huh… kesini hanya bermain yang itu-itu saja.Hysteria, kora-kora, tornado, comedy putar. Lain kali jangan mengajakku lagi, tapi ajaklah calon istrimu.” Sang yeoja mulai membuka mulut.

“Diam kau!Kenapa kau melakukannya Im Yoona?Apakah kau tak pikir bagaimana sakitnya hatiku ini?Kau memikirkan perasaan kakakmu Yuri, lantas bagaimana dengan perasaanmu dan aku?”Siwon langsung ke inti maksud pembicaraannya.

“Di dunia ini tak ada mantan kakak.Yang ada hanya mantan pacar, jadi lupakan semuanya oppa.Jangan mengingatku lagi.Lupakan aku oppa, aku pun demikian.”Yoona hendak berdiri namun Siwon memeluknya dari belakang.

“oppa.. tolong lepaskan, disini ramai. Bagaimana kalau dilihat orang.Apakah kau tak kasihan pada Yuri eonnie?”Yoona berusaha melepaskan pelukan Siwon.“Aku tak mencintai kakakmu itu.Yang kucintai hanya kau Yoong. Aku juga tahu kalau kau melakukan semua itu karena ayahmu kan?”

“Darimana kau tahu?” Tanya Yoona lalu kembali duduk ke kursinya.“Dari bibi dan pamanmu.Kemarin aku ke rumahmu, kau dan Minho sedang bersepeda, jadi kau tak dirumah.Dari situlah bibi dan pamanmu menceritakan semuanya.”Jelas Siwon makin menahan erat pergelangan tangan Yoona.

“Terserah oppa.Kau tahu aku sudah cukup menderita karena tak dianggap sebagai anak sendiri, jadi kumohon kau tetap melanjutkan pertunangan ini.Ini sangat menyakitkan untuk kita oppa.Kumohon kau mengerti perasaanku, Appa dan Yuri eonnie. Sudah cukup aku merasa terpojoki selama ini, jangan menambah beban di hatiku lagi oppa.” Mata Yoona mulai memanas mengungkapkannya.

“Lantas.Apakah Yuri dan Appamu mengerti perasaanmu tidak? Kau jujur saja pada Yuri, aku akan membantumu bicara dengannya. Yuri juga baik sepertimu Yoong, jadi dia pasti akan mengalah pada adiknya juga.”

“Tidak!Yuri eonnie sangat baik padaku.Mana mungkin aku melakukan itu?Cinta bisa datang ketika menikah oppa, aku yakin seiring berputarnya waktu kau pasti bisa menerima Yuri eonnie dihatimu.”

“Kau salah.Tidak semua orang merasakan itu Yoong.Dan aku yakin aku juga begitu kelak.”Siwon tetap mempertahankan Yoona di hatinya.Ia lalu melanjutkan, “Bahkan jika aku mati dan diberikan kesempatan hidup kembali, maka kau tetap yang akan kupilih untuk mendampingi hidupku selamanya.”

Hati Yoona seakan terketuk kembali memelinga kalimat terakhir Siwon. Namun demi janjinya pada Appanya ia terus memikirkan cara agar Siwon bisa melupakannya dan menerima Yuri dihati Siwon, “Yuri eonnie berpendidikan tinggi, dia kuliah, dan lebih berpengalaman dariku. Dia hidup dengan ayah yang sangat mencintainya setulus hati, sedangkan aku hanya hidup bersama pasangan suami istri yang hanya punya usaha tanaman hias kecil-kecilan.Aku juga hanya lulusan SMU.Dan tak pantas bagimu oppa.”

“Lalu apakah Yuri sudah tahu kalau kau dan ayahmu dari dulu tak akur?”

“Tidak.Eonnie tak tahu, dia hanya tahu paman dan bibi mengadopsiku karena mereka tak punya anak.Hanya itu yang dia tahu.Jadi tentang aku dan Appa dia tak tahu apa-apa.Bagiku cintaku pada seorang lelaki dewasa tak penting, asalkan Appa dan Yuri eonnie bahagia.Hidup ini memang penuh misteri. Tak selamanya kita akan dapatkan apa yang kita inginkan. Kadang sulit bagi kita untuk memilih dua hal yang sangat penting bagi kita, bagaikan disuruh memilih antara kedua mata, telinga, kaki, bibir, kedua pipi. Namun jika hati hanya satu maka aku akan mengorbankan hatiku itu untuk orang-orang yang kucintai itu. Sejak kecil aku tak pernah merasakan belaian dan dekapan seorang ibu yang lembut, ayah juga demikian.Hanya cacian yang aku terima dari dia bahkan jangankan memelukku, memanggil namaku saja tak pernah semenjak aku lahir 20 tahun yang lalu.Tapi apalah pentingnya semua itu dibandingkan dengan pengorbanan eomma yang rela berjuang mengorbankan nyawanya hanya untuk memberikan kesempatan padaku untuk menikmati dunia ini. Dan kau..aku sangat mencintaimu oppa. Kau selalu sayang, perhatian dan lembut padaku.Kau mengajariku banyak hal oppa.Terima kasih sudah pernah mencintaiku. Sekarang saatnya aku harus melupakanmu.” Mata Yoona makin membendung air mata kepedihan hatinya. Akankah ia bisa menerima kenyataan pahit ini? Akankah ia korbankan perasaannya hanya untuk kakaknya? Mengorbankan cintanya demi menunaikan cinta tak bersyaratnya kepada sang ayahanda tercinta yang ingin sekali dipeluknya.

Siwon berdiri kemudian memajukan tubuhnya dan menghapus air mata Yoona dengan kedua ibu jari tangannya, “Maaf Yoong, aku tak bisa melakukannya.Aku tak bisa melupakanmu.Kau sudah terlanjur membekas dihatiku.”

Siwon tak mau lagi berdebat dengan Yoona akan hal ini, jadi lebih baik ia putuskan pulang saja. Ia pun pamit dan meninggalkan Yoona di Kafe sendirian. Yoona yang tak mau larut dalam kesedihannya menelepon Minho untuk menjemputnya.Hanyalah Minho yang bisa menjadi tempat curhatnya.

**

Yoona tersenyum memandang Yuri dan Siwon yang sedang foto pra wedding.Ia bahagia Siwon sudah bisa menerima kakaknya itu, entah itu terpaksa atau tidak ia tak peduli, asalkan Siwon mau mencobanya, maka pasti bisa.

“ekkhhhmm….” Suara deheman seorang pria paroh baya di studio foto itu mengagetkannya. “appa.. e.. mianhae, tuan Im..” sapanya sambil membungkukkan badan.

“Bagus. Aku kira kau tak melakukannya.” Sindir tuan Im tanpa memandang Yoona, yang nyatanya anaknya sendiri.

“Tuan..besok aku akan pergi ke China, hasil dari tabunganku selama membantu paman dan bibi menjaga toko bunga akan kegunakan untuk biaya sekolahku disana. Tapi bolehkah aku meminta sesuatu padamu?” ucap Yoona hati-hati.

“Apa itu?” Tanya tuan Im sedikit berbisik. “Bolehkah aku memanggilmu untuk pertama dan terakhir kalinya dengan sebutan Appa?” pintanya dengan mata berkaca-kaca.

“Tak perlu. Aku tak butuh! Yang berhak memanggil begitu hanya Yuri saja. Bukan kau.” Tuan Im lalu menyeret tubuh Yoona menjauh dari pandangan Siwon dan Yuri yang sedang berfoto.

Sampai di ruang ganti pakaian, tuan Im langsung berseru, “Terserah kau. Mau pergi atau tidak, mau kuliah atau tidak.Tak penting.Kuharap kau jangan muncul lagi dihadapan Yuri dan Siwon. Mengerti?” tuan Im meninggikan nada bicaranya.

Namun dengan senyuman manis dan tenang hati Yoona mengiyakannya, “Nde tuan. Terima kasih sudah memberikan kesempatan padaku menikmati dunia ini, aku harap suatu saat nanti kau bisa memberiku kesempatan untuk memelukmu dan menyebutmu dengan panggilan sayang Appa.” Yoona makin menahan lara dalam hatinya. Ia ingin menangis, namun niat itu di urungkannya.

“Pergilah.Jangan pernah muncul lagi dihadapanku. Sampai kapanpun aku akan membencimu. Aku sangat menyesal mendiang istriku telah melahirkanmu.” Cemooh tuan Im makin tak bisa redam.

“Aku pergi tuan. Aku takkan pernah muncul lagi! Izinkan aku untuk memelukmu sekali saja.” Pinta Yoona dengan mata berkaca-kaca. Namun saat tangannya mau menggapai tubuh tuan Im, buru-buru beliau menepisnya.

‘’Pergilah!!” perintah tuan Im. Yoona tertawa pelan mendengarnya, kemudian berkata, “Hari ini aku menemukan jawabannya tuan, kau tak membenciku seperti yang selalu kau katakan padaku. Sebenarnya kau tak membenciku, hanya saja kau belum ikhlas melepaskan mendiang eomma, istrimu sendiri. Tapi dengan ini aku bersyukur karena kau sebenarnya sayang padaku sama seperti Yuri eonnie. Hanya saja kau belum ikhlas menerima kenyataan pahit dalam hidupmu 20 tahun lalu.Aku yakin eomma pasti bangga pada Yuri eonnie, dia cantik, pintar, baik hati dan tentu saja punya calon suami idaman. Aku pergi tuan. Kelak jika kita bertemu aku ingin memelukmu. Besok aku akan pergi ke China pagi hari dari bandara Incheon, kumohon jangan beritahu Siwon oppa dan Yuri eonnie. Dan aku ingin bilang bahwa satu hal yang tak bisa kulupakan dalam hidupku adalah menjadi anakmu tuan, menjadi adik Yuri eonnie dan menjadi anak angkat dari adik perempuanmu dan suaminya yang telah menjagaku dari kecil.”

Setelah menuturkan kata-kata itu Yoona langsung meninggalkan Appanya yang masih diam membisu, akankah beliau terpukul dan sadar atas semua sikap tak hangatnya selama ini pada putri bungsunya?

**

Matahari bersinar cerah pagi ini, gadis itu dengan semangat menyiapkan sarapan pagi untuk paman dan bibinya. Koper dan semua perlengkapannya telah ia siapakan. Ia berlari kedepan pintu kamar paman dan bibinya lalu mengetuk pintu itu dengan suara lembutnya. “Annyeong..paman, bibi bangunlah.. sarapannya sudah siap.”

Saat pintu dibuka, nampaklah kedua pasangan istri itu menyambutnya dengan sebuah kue tart cokelat berlapis strawberry dan belilinkan angka 21. Ia langsung kaget dan menyadari bahwa ternyata hari ini ia sudah menginjak 21 tahun.

Bibi dan paman memberikan ucapan selamat hari lahir padanya disertai kecupan hangat dan ucapan tulus dari keduanya lalu turut mendoakannya. “Paman yakin, ayahmu pasti akan sangat menyesal tak menganggapmu selama ini.” Pamannya berseru.

Bibinya ikut menambahkan.“Kakakku itu memang sangat bodoh, ayah macam Apa dia?” sesal bibinya mulai jengkel.Yoona pun mengajak keduanya duduk untuk bicara baik-baik.“Paman, bibi, ayah tak seperti itu, ia sebenarnya baik.Hanya saja dia belum rela eomma meninggalkannya.” Yoona terlihat membela Appanya tanpa menilai apa yang telah diperbuat appanya terhadapnya.

“Kau baik nak.Hatimu sungguh mulia, kau seperti mediang eommamu.” Bangga sang paman pada keponakannya.

“Ya sudah, makanlah dulu, kasihan supnya nanti dingin.” Ajak Yoona pada paman dan bibinya.Mereka pun menikmati menu sarapan pagi mereka.Minho yang baru datang juga diajak makan.Selesai makan Yoona pun pamit untuk ke bandara.

“Apa tak apa-apa paman dan bibimu tak mengantar?” ujar pamannya. “tidak paman. Ada Minho yang akan mengantarku paman.”

Bibi dan pamannya hanya menuruti sambil menasehatinya agar hidup di negeri Tirai Bambu itu dengan baik.Sering menelepon dan memberi kabar dan yang terpenting kesehatannya harus dijaga.

“paman dan bibi juga jaga kesehatan, aku harap jika aku kembali 4 tahun lagi, rumah ini sudah menjadi pekarangan bunga yang besar, dan paman serta bibi dijuluki pengusaha bunga dan tanaman hias terbaik di Negara ini. Jeongmal gomawo paman, bibi. Aku tak bisa membalas apa-apa untuk kalian, hanya doa yang bisa ku panjatkan pada Tuhan agar selalu menjaga kalian. Paman, bibi, maaf kalau selama ini aku merepotkan kalian dalam menjagaku.Terima kasih juga sudah menjadi ayah dan ibuku selama ini, aku sayang kalian paman, bibi.Aku takkan pernah melupakan kalian.Jagalah kesehatan paman, bibi. Suatu saat nanti akan kuajak kalian berlibur kesana. Kita akan berkelana dan berfoto bersama di great wall, istana terlarang dan lapangan tiannamen. Aku janji.”Yoona makin menangis sambil memeluk paman dan bibinya.Meluapkan semua keganjalan hatinya selama ini.

“Jika Siwon oppa dan eonnie telah menikah, maka kabari akau ne?” lanjut Yoona.

“Yoong..cepatlah, kita harus cepat ke bandara, kau masih harus melapor di bandara.” Minho memperingati Yoona.Yoona mengangguk dan memeluk paman dan bibinya sebagai bentuk pamitan.

‘’Bibi, paman, semangat! Jangan lupa makan dan jaga kesehatan ne?” Yoona melambaikan tangannya dari dalam mobil, sang bibi yang melihatnya tak kuasa membendung air matanya. Mobil ituterus melaju meninggalkan kawasan rumah Yoona.

**

Sebelum lanjut ke bandara Yoona menyuruh Minho untuk membawa sebuah surat di rumah Appanya. Sang satpam yang sedang mengisap sebatang rokok itu pun meraih tangan Minho yang memberikan surat. Yoona tersenyum melihatnya dan Minho pun kembali melanjutkan perjalanan.

Seorang gadis cantik rupanya baru bangun tidur dan mencari udara segar di depan taman rumahnya. Sang satpam mendekatinya dan menyerahkan surat itu.

“Untukku?Dari siapa?Tanya Yuri penasaran. “Dari seorang pemuda.” Jawab Satpam.

“Siwon oppakah?” tebak Yuri, satpam menggeleng. Karena penasaran, Yuri duduk di bangku taman lalu membuka amplop berwarna biru muda itu dan lekas membaca isinya:

To: Ayahandaku Tercinta

Annyeong Appa^^, bagaimana kabarmu ketika membaca surat ini? Pasti baik saja kan? Yuri eonnie juga baik kan? Appa..mohon maaf kalau selama ini aku telah menjadi benalu bagimu dan Yuri eonnie, walau kau tak pernah menganggapku ada, namun satu kebanggaan terbesar dalam hidupku adalah menjadi anakmu dan menjadi adik Yuri eonnie. Appa, kenapa kau sangat membenciku Appa?Apa salahku? Apakah eomma juga membenciku gara-gara aku, kau dan dia berpisah di dunia ini? Appa..maafkan aku. Semua yang kupunya telah kuberikan padamu Appa.Siwon oppa, kekasihku telah kurelakan demi Yuri eonnie, aku tak mau membuat Yuri eonnie kecewa padaku.Kumohon katakan pada Siwon oppa agar melupakanku Appa. Aku pun juga akan berusaha untuk melupakannya. Appa, izinkan aku memanggilmu dengan panggilan indah itu, sebuah panggilan yang juga ingin kuucapkan layaknya anak-anak lain diseluruh penjuru dunia ini. Oh ya, aku yakin saat pernikahan Siwon oppa dan Yuri eonnie nanti pasti akan sangat meriah dan megah. Walau aku jauh di negeri orang namun aku selalu mendoakan yang terbaik padamu, Siwon oppa, Yuri eonnie, paman, bibi, paman Choi, bibi Choi dan juga Minho.Aku tak punya siapa-siapa lagi kecuali kau dan mereka semua Appa.Jagalah kesehatanmu Appa.Aku pergi Appa.Selamat tinggal.Aku mencintaimu dan Yuri eonnie, sampai kapanpun. Selamat tinggal..:)

By: Im Yoona

Air mata Yuri tumpah sudah hingga membasahi surat itu, “Apa maksud semua ini Appa?”. Yuri masuk kedalam rumah dan menghampiri Appanya yang sedang membaca Koran kemudian menunjukkan surat itu dihadapan wajah appanya.

“Appa..hari ini aku telah melihat kekalahanmu Appa, kau bilang kau selalu menang dalam menggapai impian perusahaanmu Appa. Tapi sayang semua itu sangatlah tak penting, karena kau sudah dikalahkan oleh adikku Appa.Kau kalah Appa, kau tak punya apa-apa lagi.”Appanya menurunkan Koran dan langsung bertanya pada Yuri, “Siapa yang memberikan surat ini padamu Yul? Jawab Appa.” Tanya Appanya mulai terpukul usai membaca surat itu.

“Yoona.Seorang putri cantik, anakmu yang telah kau telantarkan 21 tahun yang lalu Appa.Wae kau bohong padaku Appa?kau bilang paman dan bibi memelihara Yoona karena mereka tak punya anak, namun nyatanya kau memakai kesempatan itu untuk menukar putrimu sendiri pada mereka. Kau jahat Appa. Kau punya semuanya, uang, harta,dan kekayaan.namun putrimu yang begitu baik dan berhati mulia tak kau perhatikan. Aku kecewa padamu Appa.Mana boleh aku bahagia jika adikku menderita? semua kebisuan dan senyuman palsu Yoona selama ini sudah terjawab. Aku jadi lega mengapa ia tetap bersikeras tak mau pergi bersamaku jika pergi dengan Siwon oppa. Ternyata mereka saling mencintai.Dan bodohnya aku tak pernah melihatnya dengan hati, malah melihatnya dengan mata telanjang. Aku akan membatalkan perjodohan ini Appa. Bagaimana bisa aku bahagia dan bertawa ria diatas kesedihan dan penderitaan adikku? Jawab aku Appa?” Yuri tak bisa lagi memendam amarahnya.

“Sekarang ganti bajumu, kita ke Bandara, panggil Siwon juga.Cepat!!” perintah Appanya dengan mata berkaca-kaca.

“Yoona, kau anakku Yoona.Maafkan Appa atas semuanya selama ini.Appa bodoh Yoona, maafkan Appa.Appa rela mencium kakimu asalkan kau memaafkan Appa.Siapa bilang Appa tak menyukaimu.Kau dan Yuri adalah dua harta Appa yang tak ternilai harganya di dunia ini. Kau berhak bahagia nak.” Lirih Tuan Im mulai menangis keras.

Tuan Im menyuruh sopir pribadinya untuk mengantar mereka ke bandara. Dalam perjalanan tuan Im berdoa agar Yoona belum mengudara dengan pesawat tumpangannya.

“apakah kau sudah menelepon Siwon?” Tanya tuan Im pada Yuri.

“Sudah Appa.” Yuri senang melihat perubahan Appanya.

“Yoong..kau tak boleh pergi, Appa akan memenuhi permintaanmu hari ini, bahkan selamnya. Appa mencintaimu Yoong, sangat mencintaimu, kau anak Appa, darah daging Appa. Paman Jung cepat sedikit lagi.” Gumam tuan Im sambil menyuruh paman Jung agar lebih menambah kecepatan kemudinya.

**

Siwon telah sampai di bandara duluan, ia berlari mencari sosok wanita yang amat dicintainya itu, “Yoong..kajima chagiya.. saranghae, kau jangan pergi! Kakakmu telah merelakanku padamu.” Gumamnya sambil menatap kiri kanan dan akhirnya ia menangkap sosok yeoja berambut pendek memakai celana jeans biru pendek selutut dengan mantel berwarna putih sedang berpelukan dengan seorang namja yang sudah sangat dikenalnya.

“Im Yoona, jangan pergi chagiya, tetaplah berada disisiku. Saranghae My Yoong.” Teriak Siwon hingga membuat sejumlah pasang mata di Bandara menatapnya satu arah.

“Oppa..apa yang kau lakukan, kau tetap harus menikah dengan Yuri eonnie, dia juga cantik dan baik oppa.” Ucap Yoona ketika Siwon telah memeluknya.

Yuri dan appanya yang baru datang ikut berjalan mendekati Yoona.“Tidak! Kaulah yang pantas untuk mendampingi Siwon.” Bantah Yuri tersenyum kearah Yoona.“Eonnie, kau bicara Appa?” Yoona berbalik dan melepaskan pelukannya dengan Siwon. “Tuan Im..” ucap Yoona ketika menangkap sosok Appanya yang masih mematung sedih memandangnya.

“Appa, eonnie, dengarkan aku.Aku tak mau apa-apa lagi, aku sudah mendapatkan Appa, dan sekarang aku tak mau apa-apa lagi, hanya saja izinkan aku memanggilmu dengan sebutan Appa.”

Tuan Im makin mendekati putri bungsunya itu, ia menangis sudah, meminta maaf dan sangat merasa menyesal telah memandang Yoona selama ini dengan sebelah mata. “Kau anakku Im Yoona, kau anak Appa.Jangan pergi tinggalkan Appa, eonniemu, kekasihmu, sahabatmu serta paman dan bibimu. Tolong jangan lakukan itu.” Tuan Im berkata sambil berjongkok memohon maaf pada anak bungsunya.

Semuanya terharu melihatnya, Yuri ikut memeluk Appa dan dongsaengnya, “Jadi sekarang takada alasan lagi bagimu untuk meninggalkan kami semua.Mengerti adikku?” pungkas Yuri makin terisak.

“Appa, eonnie, jeongmal gomawo atas semuanya, aku sayang kalian.Appa terima kasih telah mengabulkan permintaanku.”

“Nde sayang, Appa sayang padamu nak, appa tak pernah membencimu, kau membuat appa sadar kalau ketidakrelaan Appa atas mendiang oemmamu itu tak ada artinya. Sebaliknya, eommamu pasti sedih di alam sana jika kita bercerai berai, dan sampai mati pun Appa tak pernah diampuni oleh Tuhan telah mencampakanmu selama ini, kau dan eonniemu adalah dua permata hati Appa yang sampai kapanpun sangat berharga melebihi semua yang Appa punya Yoong.”

Appanya kembali memeluknya, Yuri meminta Siwon untuk maju dihadapan Yoona, kemudian Yuri meminta tolong Minho untuk memasukkan barang-barang bawaan Yoona kembali kedalam mobil, “Siwon..maafkan aku telah memisahkanmu dengan adikku. Aku minta maaf.” Sesal Yuri.

“Tidak eonnie. Kau tak perlu melakukannya.” Cela Yoona sambil melirik Siwon.

“Siwon-ya.Jagalah putriku ini, aku merestui kalian berdua, bahagiakanlah dia Siwon.”YoonWon tersenyum mendengarnya.Siwon memeluk Yoona dengan lega.Kini takada lagi jurang pemisah diantara mereka. Yuri tersenyum melihatnya, ia bahagia Yoona kembali bersatu dengan Siwon, pria yang nyaris menikah dengannya.

Yoona bersyukur semua cintanya telah ia dapatkan kembali, ia tahu Tuhan itu tidak buta, dan maha penyayang, Tuhan tak akan memberikan cobaan seberat apapun melebihi kapasitas kesabaran hamba-Nya. Ia tersenyum riang dalam dekapan hangat orang tercintanya, Siwon. Ia bersyukur Tuhan telah menjawab harapan dan do’anya selama ini. Ia tak perlu bingung lagi manakah yang harus dipilihnya antara Siwon dan kakaknya Yuri, karena kesimpulannya semua cintanya yang selama ini hilang dan putus di tengah jalantelah diraihnya kembali, terutama cintanya pada Ayahnya, kakaknya, kekasihnya, paman dan bibinya dan tentu saja sahabat kecilnya Choi Minho yang selalu menghiburnya dalam keadaan suka maupun lara.

T.A.M.A.T

Annyeong my united^^, kekeke~~ sebenarnya tadinya mau dibikin sad ending, Cuma gatega sama YoonWonnya (buat eonnieku yang juga author di YWK, aku minta maaf sekarang baru bisa publish nie FF), hehehe~~, don’t forget RCLnya yah nited?aku kerjanya bareng tugas proposal skripsiku nie#ApaHubungannya??.“ We are Family” ama “My Boss” mohon ditunggu ne? pai..pai..^^, Gee aka Restytami, jeongmal gomawo udah numpang FFnya eonnie di blogmu dek^^, saranghae dongsaeng^^, Salam-Nited..>3

 

 

 

Tinggalkan komentar

157 Komentar

  1. choi han ki

     /  Oktober 10, 2014

    Sedih masa cerita hidup yoona sampai menitikkan air mata… Aku kira yoona bakalan tetep pergi ke china tapi ternyata gk dan berkumpul bersama keluarga

    Balas
  2. Ai juariah

     /  Desember 6, 2014

    Sedih banget ceritanya sampai ikutan nangis gini….

    Balas
  3. Sedih bgt ceritanya
    ff nya bgs bgt, apalagi kisahnya serasa nyata. Inspirasi authornya benar2 brilian

    Balas
  4. Satu kata doang yg bisa saya ucap *SEDIH* plakk

    Balas
  5. Kim eun ah

     /  April 23, 2015

    Thor kok bisa bikin cerita begini nyampe aku ikut nangis? Keren banget thor kerasa banget feel nya aku suka banget sama nih cerita :’) thor aku tunggu cerita selanjutnya 🙂 fighting!!!

    Balas
  6. Omona sedih bget
    smpae ikutan nangis juga
    untung akhirx happy ending

    Balas
  7. akkhhh sumveh kamar kost-kostanku banjir gegara baca ff ini. Bener-bener nguras stok air mataku!!
    DDAEBAK!! Hati YoonA eonni bener-bener mulia. Seneng banget akhirnya happy ending. Good job buat Authornya 🙂

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: