[FF] My Silly Engagement (Chapter 3)

Poster FF MSE

Author             : misskangen

Genre              : Romance, family, comedy

Type                : Sekuel

Rating             : PG 17

Main Cast        : Im Yoona, Choi Siwon

Support Cast   : Kwon Yuri, Seo Joo Hyun, Lee Donghae, Jung Hye Ri (OC)

Disclaimer       : Semua cast dalam cerita ini meminjam nama-nama Idol Korea kecuali OC. Cerita maupun karakter setiap cast murni karangan penulis. Jika ada kesamaan cerita ataupun kejadian, maka hal tersebut adalah suatu ketidaksengajaan yang tidak diharapkan.

 

Holaaaa amigos!! Aku balik lagi nih dengan lanjutan FF ga jelas seputar pertunangan YoonWon. Lega banget karena bisa menyelesaikan ‘Stay and Remember Me’ tepat waktu. Cerita ini kayaknya masih perlu penantian untuk beberapa Chapter ke depan, semoga readers ga bosan yaaa….

 

 

CHAPTER 3

 

Yoona merasa sangat kesal dengan kejadian yang baru saja dialaminya. Yoona terus saja mengomel tidak jelas sepanjang perjalanan. Bahkan sopir taksi merasa telinganya sangat panas dan hampir mengira bahwa Yoona gila.

 

Sampai di rumahpun Yoona masih saja uring-uringan. Semua penghuni rumah terheran-heran melihat kondisi Yoona yang baru saja pulang dari suatu tempat yang menurut pengakuan Yoona sebelumnya bahwa dia berjanji bertemu dengan calon tunangannya, Choi Siwon.

 

Yoona berjalan dengan menghentak-hentakkan kakinya. Rasa kesal itu semakin terlihat dengan rambutnya yang acak-acakan. Yoona sendiri yang membuatnya seperti itu, menunjukkan betapa dongkol perasaannya saat itu. Bahkan panggilan dari eomma nya pun tak dihiraukannya. Yoona terus saja berjalan masuk menuju kamarnya, tanpa lihat kanan dan kiri. Tidak peduli meskipun ada singa yang siap menerkam di sampingnya.

 

Yoona POV

 

Arrrrgghhhhh, sial sekali sih aku hari ini!!! Penuh kekesalan aku pulang dengan membanting pintu kamar, dan langsung menghempaskan tubuhku ke ranjang, masa bodohlah dengan reaksi orang-orang di rumah. Rasanya aku benar-benar ingin membunuh seseorang, bukan satu tapi dua orang sekaligus. Tentu saja salah satunya Choi Siwon, dasar namja narsis menyebalkaaaaaaannnnn. Seharusnya tak usah aku ladeni tantangannya. Dan satu lagi, wanita genit sok modis itu yang sudah berani menampar seorang Im Yoona. Awas saja kalau bertemu lagi, aku akan menjalankan misi balas dendam terhadapnya karena sudah mempermalukanku.

 

Haisssshh, moodku benar-benar sangat kacau malam ini….

Yoona POV End

 

 

Pagi harinya…

Keluarga Im sedang bersantap bersama, menikmati sarapan di meja makan. Suasana di ruang makan kala itu sedikit berbeda. Biasanya tercipta senda gurau di antara keluarga itu. Tetapi kali ini hanya terdengar suara sendok dan garpu yang sengaja diantukkan keras ke piring oleh salah satu orang. Siapa lagi selain Im Yoona, yang masih tetap bad mood setelah melewati satu malam dengan penuh kekesalan dalam hati. Sepertinya sampai saat sarapan pagipun mood nya masih belum kembali normal, tetap pada tahap mengkhawatirkan.

 

 

Yuri POV

 

“Yoona-yah, mengapa kau pulang dengan membanting pintu tadi malam?? Apakah kau bertengkar dengan Siwon-ssi???” tanyaku saat sarapan dan kulihat sepertinya dia masih bad mood.

 

“Molla, tak usah membahas itu, selera makanku jadi hilang,” dia malah beranjak pergi dari meja makan, meninggalkan sarapannya yang masih banyak tersisa. Tentu saja begitu, karena sejak tadi yang dilakukannya hanyalah menyiksa sendok dan garpu yang diadu dengan piringnya. Bahkan dia tak sedikitpun menyadari pandangan semua anggota keluarga padanya, walau tak seorangpun yang bersedia menegurnya mengingat mood nya sedang kalap.

 

 

“Ada apa dengannya? Benarkah dia bertengkar dengan Siwon?” tanya ibu penuh kekhawatiran, namun tak seorangpun yang menjawab karena memang tak ada yang tahu apa yang sudah terjadi.

 

 

Setelah menyelesaikan sarapanku, aku memutuskan untuk mencarinya. Aku akan mencoba membujuknya untuk bercerita. Bagaimanapun Yoona adalah adikku satu-satunya yang karakternya sudah sangat aku kenali. Aku menemukannya duduk di ruang tamu sambil memandang kosong ke luar pintu rumah. “Yoona-yah, kalau ada masalah kenapa tak cerita padaku. Apa kau masih keberatan dengan perjodohan ini?” Yoona hanya mengangguk tanpa suara. Oh ternyata masih soal perjodohan…

 

 

“Lantas mengapa kau terlihat stress begitu? Tidak biasanya kalau kau pulang hang out berubah jadi gumiho yang sedang kebakaran ekornya?” Yoona memandangku dengan tatapan horror.

 

 

“Gumiho?? Kau ini tak punya perumpamaan lain yang lebih baik apa… semacam cinderella atau snow white sekalian. Lagi pula kalau hang out nya bersama namja dengan kadar narsis yang  mengkhawatirkan, mana mungkin aku akan pulang dengan wajah secerah bulan purnama,” Yoona protes dengan cemberut, mengerucutkan bibirnya seperti kebiasaannya kalau sedang kesal. Jadi benar dia terlihat suntuk karena acara pertemuannya dengan Choi Siwon berakhir mengecewakan.

 

 

Snow White?? Kenapa kau mau aku menyebutmu itu?? Ah… jangan-jangan kau dan Siwon sudah mulai masuk ke tahap yang lebih romantis seperti berpelukan mesra atau… berciuman, ?? Dicium pangeran tampan seperti Snow White. Uhhh… pasti menyenangkan sekali,” aku cengar cengir mencoba menggodanya, biar saja bad mood nya makin parah.

 

 

Dia memandangku tak percaya, terlihat jelas kerutan di dahinya. “Berciuman?? Kisseu?? Eiuuww….” Yoona melemparkan bantal yang ada di atas sofa tepat ke wajahku. “Kau tahu, itu adalah hal paling terakhir yang akan aku pikirkan bila berdekatan dengannya!!” seru Yoona galak.

 

“Arasso.. Arasso… tapi tidak harus se-galau ini juga kan. Kau membuat seisi rumah gempar dengan sikap anehmu sejak tadi malam,” Yoona masih terlihat cemberut, tapi entah kenapa wajahnya berubah merah begitu, apa karena kata ‘kisseu’??

 

“Jadi kau tidak menyukainya?” Yoona menjawab dengan anggukan. “Masa tidak ada sedikitpun??” aku mencoba meyakinkannya. “Eobseo…” jawabnya tegas. “Tapi bagaimanapun perjodohan itu sudah berjalan dan kau harus tetap bertunangan dengannya..”

 

“karena itu aku jadi makin galau sekarang, aku akan lebih memilih menikah di usia 40 tahun daripada menikah dengannya”

 

“Hei.. kau ini jangan suka menyumpah yang tidak-tidak, karena aku tidak akan membiarkanmu memilih opsi seperti itu!” tegasku, Yoona hanya menghela napas panjang.

 

“kenapa kau dan Siwon tidak membuat kesepakatan saja,” aku mencoba memberi solusi walau aku pikir ini adalah solusi paling gila yang kuberikan padanya.

 

“Kesepakatan?? Kesepakatan apa maksudmu, cepat beritahu aku!!!” dia terhenyak dari posisi duduk malasnya dan menjadi sangat bersemangat sekarang. “Kesepakatan bahwa sebelum pernikahan dilangsungkan, jika kalian tak juga bisa saling menyukai maka kalian akan mengakhiri semuanya,” kataku sambil berbisik ditelinganya.

 

“ah, aku pikir idemu brilian, itu sih sama saja dengan aku harus tetap bersamanya selama berstatus sebagai tunangannya. Haissshh, tidak ada ide lain yang lebih bagus apa?!!” Yoona mendesakku, tapi aku memang tak punya solusi lain.

Yuri POV End

 

 

Yoona POV

 

Kesepakatan?? Mungkin tidak ada salahnya mencoba ide Yuri Eonni… walau kutahu intinya aku harus mencoba membina hubungan baik dengan orang itu. Baiklah, akan kucoba. Tidak ada salahnya juga mencoba mendekati namja satu itu. Walau dia narsis dan playboy tetap saja dia tampan. Omo omo omo… jangan terbawa suasana Yoona.

 

Kalau begitu aku akan menemuinya demi ide kesepakatan itu. Tapi aku sedikit ragu mengingat kejadian tadi malam. Seenaknya dia menciumku di depan umum, walau mungkin hanya yeoja aneh itu yang melihatnya tetap saja aku merasa telah dipermalukan.

 

Bagaimana saat aku berhadapan dengannya nanti, pasti wajahku akan langsung memerah. Dia pasti langsung menertawakanku dan mengingatkan kejadian malam tadi. Ani.. ani.. ani.. aku bisa-bisa jadi bahan olokannya… bagaimanapun skor kami masih sama kuat gara-gara ciuman itu. Oh my god, sial sekali aku ini, masa tidak bisa mencegah kejadian seperti itu. Sekarang aku harus nekad menemuinya, aku harus menanggalkan harga diriku untuk sementara agar misiku menggagalkan pernikahan ini terlaksana. Yoona… Hwaiting!!!

 

-0-

 

“Siwon-ssi, aku ingin bicara denganmu,” hari ini aku sengaja datang ke kantornya demi mengungkapkan rencanaku. “Bicaralah… aku akan mendengarkan,” matanya tetap terpaku dengan dokumen-dokumen di depannya.

 

“Aku ingin membuat sebuah kesepakatan, aku.. akan… mencoba menjadi seorang… tunangan yang… baik untukmu. Ahh.. kenapa susah sekali mengatakannya… Intinya kalau sampai menjelang pernikahan kita tak juga saling mencintai maka pernikahan itu tak boleh dilanjutkan. Apa kau mengerti?”

 

Mendengar itu dia menatapku dengan kerutan di dahi, lalu tiba-tiba dia tertawa… aku merasa sangat malu, pasti warna mukaku sudah seperti kepiting rebus sekarang. “hahaha…. Jadi kau ingin bilang kalau kau akan belajar menyukaiku ah tidak maksudnya mencintaiku? Kau salah minum obat ya, bukankah kau sendiri yang bilang aku ini namja menyebalkan.” Jawabnya enteng.

 

“terserah kau sajalah mau bilang apa, kau setuju tidak?” aku tidak sabar menunggu jawabannya.

 

“Mmmmm… bagaimana ya?? Kau ini tiba-tiba saja muncul dihadapanku dan menawarkan kesepakatan,” sepertinya Siwon masih berpikir. Aku terpaksa menunggu jawabannya walau kadar kesabaranku sudah terkikis habis oleh rasa malu.

“baiklah, aku setuju tapi aku punya beberapa kondisi,”

 

“Kondisi apa? Tidak usah berbelit-belit!”

 

“Selama kesepakatan itu masih berjalan, tidak ada salahnya kau memanggilku dengan sebutan Oppa, kemudian ada jadwal berkencan dan kemungkinan terjadinya skinship pasti tak bisa dihindari,” dasar playboy, skinship katanya… kemarin saja dia sudah mencuri satu ciuman dariku.

 

“terserah apa mau mu lah!! Jadi sekarang kita deal?” aku ajukan tangan kananku padanya

 

“Deal!!!,” dia menyambut tanganku sambil tersenyum manis. “Kalau begitu aku pergi dulu. Anyeong… Choi sajangnim!!!” aku melambaikan tangan tanpa melihat kearahnya dan berjalan meninggalkan ruang kerjanya.

 

Yoona POV End

 

 

Siwon POV

 

Kesepakatan katanya?? Terserahlah apa namanya, yang jelas ini kesempatan bagus untuk mendekatinya bahkan mungkin sedikit menjahilinya. Yaa.. Choi Siwon, apa yang sedang kau pikirkan. Harusnya kan aku menebarkan perang dingin dengannya, tapi mengapa justru aku menerima permintaannya membuat sebuah kesepakatan bodoh dengannya. Itu sama saja dengan melakukan gencatan senjata, padahal aku belum sempat membalas kekesalanku sejak kejadian di Casino Roulete. Eh.. tapi bukannya aku sudah menciumnya ya?? Berarti sekarang skor masih imbang 2-2.

 

Tapi kesepakatan itu masih terngiang-ngiang ditelingaku, harus bisa mencintai sebelum menikah kalau tidak maka pernikahan harus dibatalkan. Sekarang saja perasaanku terhadapnya sudah tak karuan. Sikapku terlalu lunak padanya, aku kehilangan Choi Siwon yang dingin dan arogan hanya gara-gara satu yeoja aneh yang baru kukenal tapi punya status sebagai calon tunanganku. Kalau begini terus, bisa-bisa aku kalah telak. Malah aku yang jatuh cinta sedangkan yeoja itu sama sekali tak menggubrisku. Aku harus terus memikirkan bagaimana cara menaklukkan yeoja yang satu itu. Choi Siwon yang pintar dan tampan tidak akan bisa dikalahkan begitu saja.

 

“Baiklah Choi Siwon, mari kita mulai misi menaklukkan yeoja rusa!!!” kataku menyemangati diri sendiri.

 

Siwon POV End

 

-0-

 

Seminggu Kemudian…

 

Hari ini pesta pertunangan Siwon dan Yoona dilangsungkan di sebuah hotel milik Hyundai Group. Dihadiri oleh rekan-rekan bisnis kedua orang tua mereka. Acaranya tertutup, dan hanya dihadiri beberapa media yang memang secara eksklusif diundang untuk meliput. Intinya pertunangan ini sangat berbau bisnis, mengikat dua anak dari perusahaan besar apalagi namanya kalau tidak ada motif bisnis.

 

 

“Wah.. Yoong, kau cantik sekali. Bagaimana rasanya menjadi calon Nyonya Choi?” sapa Hyeri. Dibelakang Hyeri hadir pula Seohyun bersama kekasihnya, Yonghwa. Yoona hanya menunjukkan ekspresi datar menanggapi pertanyaan Hyeri.

 

 

“Hyeri-ah, uri Yoongie tentu saja sedang gugup sekarang. Bagaimanapun sebentar lagi akan menyandang gelar ‘permaisuri’ di kerjaan bisnis Hyundai Group,” sahut Seohyun sukses membuat Yoona membelalakkan matanya.

 

 

“Hey.. kalian berdua, kalau bukan karena kalian berkhianat, acara ini semestinya tidak akan terjadi,” kata-kata Yoona begitu sinis terdengar. “ya ampun Yoong, seberat itukah kesalahan kami sampai saat ini kau masih sulit untuk memaafkan,” ujar Hyeri dengan ekspresi sedih yang dibuat-buat. Karena pada dasarnya Hyeri dan Seohyun memang tidak pernah menyesal dengan apa yang telah mereka lakukan.

 

 

“tentu saja… aku belum sepenuhnya memaafkan kalian. Sekarang saja aku sudah sukses jadi mangsa hiu!! Kalian sudah menjebloskanku ke dalam jurang penderitaan…” wajah Yoona sekarang terlihat cemberut.

 

 

“Tapi kan jurangnya penuh dengan intan permata, kenapa juga harus menderita??” kata Seohyun polos. “Yak! Tidak bisakah kalian sedikit saja menghiburku? Kalian sekarang senang sekali memojokkanku. Aku kecewa ternyata kalian telah memihak pada Choi Siwon, yang notabene adalah orang yang baru saja kalian kenal!” ujar Yoona sangat kesal.

 

 

“Kami tidak memihak siapapun. Kami hanya ingin yang terbaik untukmu. Lagi pula tuan muda Choi adalah namja yang baik. He is really a gentleman.” sergah Hyeri.

 

 

“Ternyata feelingku benar. Kalian berdua sudah terpesona pada Choi Siwon. Kalian belum tahu saja seberapa batas ke-gentleman-an seorang Choi Siwon!” Yoona menggerutu. Kedua sahabatnya tak tahu lagi akan berbuat apa bila keras kepala Yoona sedang kumat.

 

 

“Kenapa kalian terus saja berdebat tidak penting? Inikan hari pertunangan Yoona, harusnya kita semua bisa bergembira. Apalagi pesta ini dikelilingi businessman penting se-antero Korea. Ayolah Yoona, jangan tekuk wajahmu terus seperti itu. Just Smile.. Smile!!!” Yonghwa ikut nimbrung.

 

 

“Aigoo, bahkan sekarang sudah bertambah satu anggota untuk aliansi kalian. Huuuhhh, menyebalkan!” Yoona pergi meninggalkan mereka bertiga.

 

“Eh, memangnya aku salah bicara ya, kenapa reaksinya seperti itu?” Yonghwa terheran-heran. Hyeri dan Seohyun serentak menjawab dengan mengangkat bahu.

 

Tak lama terdengar suara MC memulai acaranya. Semua mata tertuju ke atas panggung dimana terdapat pasangan yang akan melakukan prosesi tukar cincin. Semua mata takjub pada pemandangan di depan mereka. Pasangan itu terlihat sangat serasi dan terkesan sangat romantis.

 

Tiba saatnya penukaran cincin, Yuri memberikan satu cincin kepada Siwon dari atas nampan yang telah ditata sedemikian rupa indahnya. Siwon mengulurkan tangan meminta tangan kiri Yoona. Dengan ragu-ragu Yoona mengangkat tangan kirinya kaku bak robot, jari-jarinya dirapatkan sehingga sulit untuk dimasukkan cincin.

 

Siwon menarik-narik pergelangan tangan Yoona, sedang Yoona menarik kearah yang berlawanan. Acara tarik-menarik ini membuat Yuri menyenggol lengan kanan Yoona sebagai tanda teguran. “Hey… apa yang kalian lakukan? Jangan membuat kekacauan,” kata Yuri dengan suara sangat pelan hampir seperti berbisik.

 

“Yak! Renggangkan jari tanganmu.. bagaimana aku bisa memasukkan cincinnya kalau seperti ini.” Bisik Siwon, masih menarik pergelangan tangan kiri Yoona. “Shireooo…” jawab Yoona sambil menarik kembali tangannya.

 

“wah.. wah.. sepertinya pasangan ini begitu menikmati acara penukaran cincin sampai memperlambat laju cincin ke jari masing-masing,” goda sang MC yang sangat tidak memahami situasi. Siwon dan Yoona serentak melihat kepada para undangan sambil memberikan senyum cengiran terpaksa.

 

Akhirnya Yoona merenggangkan tangannya sehingga dengan mudah Siwon menyelipkan cincin itu ke jari manisnya. Begitupun Yoona yang selanjutnya menyurukkan cincin ke jari Siwon dengan sangat cepat. Puluhan blitz dari kamera beberapa wartawan mengabadikan momen canggung itu. Semoga hasil fotonya nanti akan terlihat jauh lebih baik daripada keadaan sebenarnya.

 

Setelah prosesi penukaran cincin, semua undangan dipersilahkan menikmati hidangan yang telah disediakan. Sementara itu kedua pasangan yang sedari tadi berdiri berdekatan tapi satu sama lain merasa tidak nyaman, mulai mengeluarkan jurus ejekan dan gombalan masing-masing.

 

“Wah.. aku tidak menyangka punya tunangan yang cantik, apalagi dengan gaun biru es itu. Kau jadi terasa brrrrrr dingin seperti es krim mint yang mulai meleleh. Tapi sayangnya selain itu kau punya leher yang panjang dan kaki jenjang, plus punya sikap yang tidak bisa duduk tenang, persis seperti rusa,” Siwon mulai lebih dulu.

 

“Kau ini, memuji setinggi atap, tapi setelah itu malah membanting ke lantai. Memangnya kau tidak sadar apa sedari tadi banyak orang memandangimu dengan sangat terkesan”

 

“Tentu saja mereka terkesan dengan ketampananku…” kata Siwon sambil membenahi kerah kemejanya.

 

“Tentu..tentu.. mereka terkesan dengan style rambutmu yang seperti sendok nasi itu. Belum lagi tuxedo yang kau kenakan tidak cocok dengannya. Kau malah terlihat seperti kuda yang dipakaikan busana…hahaha,” kata Yoona sambil cekikikan pelan.

 

Siwon merasa kesal sambil memegangi tatanan rambutnya, seperti hendak merapikan padahal tidak rusak sama sekali. Dia juga melihat ke sekeliling orang yang memang terpukau memandangnya. Sepertinya Siwon termakan omongan Yoona, dia merasa pandangan orang persis seperti yang dikatakan Yoona. Padahal mereka takjub melihat pasangan yang tampan dan cantik itu, bukannya sedang memperhatikan penampilan Siwon yang menurut ejekan Yoona sangat aneh seperti kuda.

 

“Kau itu tidak berbakat menebarkan ancaman melalui sindiran atau psy war, apalagi yang kau lawan aku, Im Yoona, selain pintar nge-les aku juga punya julukan si ratu gombal hahayyy..” kali ini Yoona yang pede-nya selangit.

 

“Oh yaaa, masa sih??? Sekali rusa tetap saja rusa!! Lihat saja nanti pembalasanku…” Siwon tidak mau kalah.

 

-0-

Yoona POV

 

“Wah… Yoona kau cantik sekali disini. Kau ternyata photogenic juga ya…” Yuri eonni mulai mengeluarkan pendapat tak pentingnya sambil memperlihatkan majalah yang berisi artikel tentang pertunanganku tempo hari. Aku kesal sekali, kenapa juga harus ada liputannya. Bagaimana kalau ketika Donghae Oppa pulang ke Korea dan dia melihat artikel itu. Aduh… musnahlah kesempatanku untuk mendapatkan cintanya. Aku masih saja mengotak-atik i-pad ku, mengabaikan komentar Yuri eonni yang sedang sibuk membolak-balik majalah dengan liputan khusus pertunanganku tiga hari yang lalu.

 

 

Tapi, tunggu dulu apa ini? Aku melihat update status Donghae Oppa di twitter –tumben sekali dia update status disini biasanya juga sekali-kali saja- dan yang ditulisnya… dia bilang akan kembali ke Korea minggu depan! Asyikkkkkkk….. itu artinya aku akan segera bertemu dengannya. Syukurlah, aku akan punya alasan untuk menjauhi si Kuda itu.

 

 

“Yoona..kenapa kau senyum-senyum sendiri melihat i-pad itu. Hayoooo..kau lihat apa?” Yuri eonni mengejutkan lamunanku dengan suara melengkingnya.

 

 

“Ani..aku hanya baca status orang yang lucu. Memangnya tak boleh?” eonni tidak boleh tahu soal Donghae Oppa ini, kalau tidak dia pasti akan menceramahiku lebih panjang dari sungai Nil.

 

Aku harus mempersiapkan diri dan mental menyambut kembalinya Donghae Oppa ke Korea. Aku sangat merindukannya, kira-kira apa yang akan kukatakan saat bertemu dengannya nanti. Jangan sampai aku kembali kehilangan kepercayaan diri lagi dihadapannya.

 

Yoona POV End

 

 

Siwon POV

 

Pekerjaanku hari ini tidak banyak, berarti sekarang aku punya waktu luang. Hal apa yang bisa kulakukan saat ini untuk mengisi kekosongan, karena tak biasanya aku punya waktu lowong seperti ini jadinya aku masih bingung mau melakukan apa. Tiba-tiba saja aku teringat si Rusa, ahh… aku punya ide bagus untuk mengisi waktu luangku. Saatnya merencanakan sesuatu untuk membuat Rusa itu kesal, tapi apa yang harus kulakukan yaaaa..

 

Sudah beberapa menit aku berpikir tapi tak kunjung muncul ide yang tepat untuk menjahili si Rusa. Aku masih mengetukkan jari-jariku ke meja sambil bertopang dagu.

 

“Waahh…tak kusangka seorang Choi Siwon punya waktu untuk melamun,” suara itu cukup mengagetkanku dan kulihat siapa yang sudah berdiri di depan meja kerjaku.

 

“Oh, Donghae-ah… kapan kau datang? Aku tak melihatmu masuk kesini. Kau bilang akan pulang lusa, kenapa hari ini kau sudah muncul,” aku terkejut melihat Donghae dihadapanku. Donghae adalah teman dekatku sejak SMP, kami sangat akrab sudah seperti saudara. Walau kami sama-sama sibuk, tapi kami selalu punya waktu untuk mengobrol walau hanya sebentar. Setahun yang lalu dia pergi ke London untuk melanjutkan studi hukumnya, karirnya sebagai pengacara cukup bagus sehingga ia ingin mengembangkannya.

 

“Aku kan ingin membuat kejutan, tapi ternyata aku yang dikejutkan dengan tingkahmu itu yang tiba-tiba suka melamun. Bahkan kau sampai tak mendengarku mengetuk pintu. Memangnya apa yang kau pikirkan sampai harus memusatkan konsentrasi pada lamunanmu itu?”

 

“Hei..jangan mengejekku terus. Aku hanya sedang berpikir bagaimana cara membuat seorang yeoja menjadi kesal ah..tidak maksudku bagaimana membuatnya merubah pandangannya terhadapku menjadi lebih baik,” aku selalu berterus terang pada Donghae tentang masalahku.

 

“Yeoja?? Omo…Siwon-ah, sejak kapan kau mengejar seorang yeoja? Bukankah selama ini selalu saja kau yang dikejar para yeoja, bahkan kau tinggal pilih mana yang kau suka” Donghae melebarkan matanya sekejap, sepertinya dia cukup kaget dengan masalahku.

 

“heh..siapa yang mengejar yeoja? Aku bilang hanya ingin mengubah image-ku dimatanya. Aku bahkan berpikir cara apa yang bisa kulakukan untuk membuatnya kesal. Ekspresinya sungguh menarik bila sedang kesal, itu saja”

 

“ck ck ck ck. Yaaa Choi Siwon, rupanya kau sudah melupakan kehidupanmu yang kau bilang membosankan itu hanya karena seorang yeoja. Ini sungguh menarik… kau bahkan membuang sikap aroganmu itu hanya untuk memikirkan cara membuat seorang yeoja menjadi kesal, yang benar saja!!! Jadi kau sudah jatuh cinta padanya??”

 

“Yaak!! Aku tidak jatuh cinta padanya, aku hanya suka melihat ekspresi kesal diwajahnya, dia kelihatan lucu sekali,” kataku sambil membayangkan wajah si Rusa yang sedang kesal sambil tersenyum.

 

“Kau bilang tidak jatuh cinta, tapi wajahmu berseri-seri bila bercerita tentangnya. Apa lagi namanya kalau tidak jatuh cinta. Memangnya siapa dia, apa dia cantik? Apa aku mengenalnya?” Donghae mulai menginterogasiku. Hei, hei ini bukan ruang sidang bos!

 

“Cantik? Ku rasa bisa dikategorikan begitu dan ku rasa kau tidak mengenalnya. Dia itu yeoja yang dijodohkan oleh ayahku, malah sekarang statusnya resmi sebagai tunanganku. Ini adalah situasi yang rumit.”

 

“Kau sudah bertunangan?? Chukkae Siwon-ah.. kau tak memberitahuku soal pertunanganmu. Mengapa kau bilang situasinya rumit, apa karena kau jatuh cinta pada tunanganmu sendiri? Bukannya itu bagus..”

 

“Bagus apanya?? Kau tahu, awalnya aku sangat ingin membencinya dan menyingkirkannya dari hidupku, tapi kenyataannya aku malah bersikap aneh begini..”

 

“ya memang kau jadi aneh, gara-gara sindrom cinta kau jadi sakit begini. Sudah ditetapkan dengan ketukan palu, Choi Siwon sedang dimabuk cinta,, tok tok!!” Donghae mengetuk kepalan tangannya ke meja.

 

“Ah Molla… terserah kau mau bilang apa. Dan satu lagi, ini bukan pengadilan Pengacara Lee!!!” aku berdiri dengan sikap seperti ingin mencekiknya.

 

Siwon POV End

 

-0-

 

 

Yoona POV

 

Iiihhh..ngapain sih orang satu ini muncul lagi di rumah. Pakai acara bawa buket bunga segala lagi, memangnya dia pikir aku akan terkesan dengan Kuda. Walau dari segi tampilan yaa…harus diakui dia memang tampan dengan jas beludru coklat tua itu, ditambah senyumnya yang mengembang memperlihatkan dua lesung pipinya. Berani taruhan kalaupun dia pakaikan setelan gembel, pasti akan tetap terlihat tampan. Haisssshhh… apa yang aku pikirkan, dia itu sedang tebar pesona pada seluruh penghuni rumah termasuk aku, dan sepertinya aksinya berhasil membuat eomma dan eonni tersihir sedangkan aku ah…harus mengakui aku juga begitu L

 

“Eommonim, hari ini aku ingin mengajak Yoona berkencan, boleh kan?” dia mengatakan itu sambil tersenyum manis pada eomma. Eomma pasti bakal setuju sejuta persen, apalagi Yuri eonni ada sebelahnya, sudah dipastikan dia akan menjadi provokator nomor wahid.

 

“Jinjayo? Tentu saja boleh…” Tuh kan, eomma pasti setuju.

 

“Andwee..aku sudah ada janji mau pergi dengan Seohyun dan Hyeri,” aku mulai mencari alasan. “Kau ini tidak usah banyak alasan, tadi kau bilang tidak jadi perginya. Sudah sana cepat-cepat bersiap,” kali ini aku gagal, Yuri eonni menekel keras argumenku. Sekarang dia malah mendorongku untuk berganti pakaian, tapi aku tak bergeming.

 

“Siwon-ssi, aku belum membuat janji kencan denganmu. Lantas kenapa kau tiba-tiba datang ke rumahku, pokoknya aku tidak mau pergi denganmu,”

 

“Chagiya, kau lupa aku sudah mengirim pesan padamu. Dan kau juga lupa memanggilku dengan sebutan ‘Oppa’. Kau ini bagaimana sih?”

 

Chagiya?? Berani sekali dia memanggilku begitu dan ‘Oppa’??? haisshh.. aku malas memanggilnya begitu. Lagi pula kapan dia mengirim pesan ingin mengajakku pergi. Ini pasti akal-akalan si Kuda, dia pasti sudah merencanakan sesuatu. Berarti aku harus siaga satu, siapa tahu dia bakalan melakukan hal yang aneh terhadapku.

 

“Ahhh… Yoong kau ini benar-benar pelupa ya.. sudah sana cepat ganti baju,” eomma mulai tidak sabar melihat sikapku. Akhirnya aku menurut juga. Aku ke kamar mengganti pakaianku sambil memikirkan cara membalas si Kuda jahil itu.

Yoona POV End

 

TBC

 

Ow..Ow..Ow… Mianhae, ada tulisan TBC lagi…

Gimana ceritanya kali ini readers??? Ayooooo… jangan lupa untuk kasi Comment and Like nya yaaa….. gomawo!!

Tinggalkan komentar

136 Komentar

  1. Choi Han Ki

     /  Oktober 18, 2014

    Akhirnya tunangan juga… Gk nyangka siwon dan donghae sahabatan😀 gimana nanti itu yoona terjebak di antara 2 bersahabat

    Balas
  2. Dwi Sivi Fatmawati

     /  November 5, 2014

    wah akhirnya yoonwon tunangan, skarang diajak kencan lagi

    Balas
  3. nina

     /  November 14, 2014

    wkwkwkwkwkwk,,,,
    lanjut bca lgi ya

    Balas
  4. Wakakaa, Baca part ini senyum senyum gaje aku.. Disini yoona agak bawel ya😀 Nice !!

    Balas
  5. Ow….ow…. Mulai sedikit runyam nih urusannya, mulai ada pihak ke-3.
    Bahaya nih FF bikin senyum2 sendiri… Wkwkwk

    Balas
  6. Nhiina

     /  Januari 11, 2015

    Ngakaaak :v :v
    Akhiirnya mereka tunangan jgaa . .
    next lagii

    Balas
  7. Novi

     /  Februari 10, 2015

    Ceritanya tambah seru…
    Wah,, donghae udah balik k korea…
    Penasaran next chapternyaa .
    Lanjut thor…^^

    Balas
  8. Zhahra

     /  Maret 25, 2015

    Sekarang yoona unni…malah memikirkan hae oppa lgi…
    Ayolah unni…lebiha ganteng wonpa kok…
    Wlaupun hae oppa juga cakep siih…he…he…he…
    Tpi jodoh unni itu cuma wonpa seorang gag ada yg lain yoona unni…

    Balas
  9. sparkyuyoonwon

     /  Juli 7, 2015

    Wahhhh…. Daebakkkkk!!! Akhirnya mrka tunangan jg.

    Balas
  10. jessica natasya

     /  Juli 9, 2015

    Daebakkk. Mmg psgan yg aneh… Suka berdebat trus, tp akhirnya mereka dah sah bertunangan juga

    Balas
  11. devica nuranda

     /  November 20, 2015

    poor yoona eonni wkwkwk

    Balas
  12. Kusuma Subandrio

     /  Desember 3, 2015

    Wah seru. Ternyata donghae sahabat wonppa 😀😀😀😀

    Balas
  13. My labila

     /  April 9, 2016

    akhirnya mereka tunangan juga. donghae oppa come back….back…..back….yoona pasti seneng banget tuh kalau bertemu sama donghae oppa…..back…back….back *suara latar* maaf sinyalnya ada masalah jadi baru comen dan baca chapter 4 dulu

    Balas
  14. Jiaah donghae ma siwon sahabatan,,ulala yoona kn suka hae! gmn nasib hubungan YoonaWon nanti¿

    Ok lanjut baca chapter slnjt’a^^

    Balas
  15. Nhiina

     /  Juni 18, 2016

    Makin baguss…
    Jadi pengacara lee yang dimaksud adalah lee donghae??? Orang yg disukai mommy sekaligus teman akrab daddy dari SMP???
    huaa..Bakal ada cinta segitiga nii

    Balas
  16. AuliaYW

     /  Juli 13, 2016

    Siwon oppa & Donghae oppa udh lama brshbtan tOh. & Yoona eonni mnyukai Pngcra Lee = Lee Donghae >_<

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: