[FF] Love Is You (Chapter 3)

Tittle               : Love Is You / Chapter 3

Author            : Tika Pink / Tika Sheila EverlastingFriend

Email              : tika_pinky@rocketmail.com / smantikalove@gmail.com / @SangRa_ELF

Main Cast      : Im Yoona, Choi Siwon

Other Cast     : Heo Young Saeng (Im Young Saeng), Tiffany Hwang, Lee Seung Gi, Yesung, Tika Pink (Tika Park – Author ikut nimbrung🙂 ), Choi Sooyung, Shim Chang Min, Taeyoon, Yuri

Genre             : Romantic, Sad.

Length            : Chapter

Rating             : PG + 15

 

 

Annyonghaseyo yeorobeun ^^ … Mianhae kalau chapter ini sedikit telat di publish karena akhir-akhir ini author lagi sibuk-sibuknya. Jeongmal mianhae buat chin’gudeul yang udah nungguin chapter ini. Aku sangat menyesal telah membuat kalian menunggu L … But, daripada lama-lama sekarang mending langsung dibaca aja yaw. Jangan lupa buat RCL yaw. Don’t be Silent reader ^^

 

 

#Happy Reading#

 

Yoona Pov

Aku sedikit terpana melihat namja yang turun dari mobil itu. Namja itu tersenyum sambil melepaskan kaca mata hitamnya. Apa ini kenyataan? Apa benar dia sedang berdiri di hadapanku sekarang?

“Im Yoona, apa kau baik-baik saja?” dia bertanya padaku. Sedetik kemudian aku langsung merasakan dekapannya di tubuhku. Meskipun aku merasa sedikit terkejut, aku membiarkan dia mendekapku, memelukku. Memberikan dekapan yang hangat, penuh kasih dan dekapan yang aku rindukan. Perlahan dia melepaskan pelukannya dan menatapku dengan wajah sumringah.

“Yaa, apa kau tidak ingin mengatakan sesuatu? Apa kau tidak merindukanku?”

“Oppa, ini benar-benar kau?” tanyaku. Dia mencubit pipiku dengan gemas.

“Aigoo, kenapa itu yang pertama keluar dari mulutmu? Seharusnya kau mengatakan … oppa, nomu bogosiphoso, …” katanya sambil sedikit menirukan gaya berbicara seorang yeoja. “Tentu saja ini aku. Lalu siapa lagi!?” aku hanya bisa menatapnya sambil tersenyum. Dia sama sekali tak pernah berubah. Sosok namja yang selalu membawa keceriaan dalam hidupku.

“Kau mau kemana?” tanyanya.

“Aku ingin ke apartement Young oppa. Dia menyuruhku untuk menunggunya di sana.”

“Sebaiknya kau ikut saja daripada menunggunya di apartement sendirian.” Ajaknya sambil menarik tanganku.

“Kita mau kemana?”

“Aku sangat merindukanmu uri Yoong. Jadi hari ini kau harus menemaniku.”katanya sambil membukakan pintu mobilnya untukku. Aku hanya menurut. Setelah itu dia pun masuk dan mulai menyalakan mobilnya.

“Oppa, setidaknya beritahu aku kita mau kemana?”

“Kita akan bernostalgia.” Jawabnya lalu menjalankan mobilnya.

Yoona Pov End

***

Siwon Pov

Marah, kesal, dan entah apa lagi namanya yang saat ini sedang berkecamuk dalam hatiku. Apa sebenarnya yang telah terjadi padaku akhir-akhir ini? Kenapa aku terasa begitu kacau? Ini bukan diriku! Bukan aku!

Aku tak seharusnya semarah ini. Aku tak seharusnya sekesal ini. Aku tak seharusnya sefrustasi ini hanya karna seorang yeoja yang bernama Yoona itu. Yoona? Aku bahkan tak tahu nama lengkapnya. Tapi dia benar-benar sudah mengusik hidupku seperti ini. Memikirkannya saja sudah membuatku frustasi apalagi jika harus bertemu dengannya.

Aku juga merasakan hal yang tak seharusnya aku rasakan terhadap Young. Dia sahabatku. Aku mengenalnya. Dia memang selalu santai dan terkesan playboy karna selalu dikelilingi yeoja-yeoja yang menyukainya. Dan aku tahu itu. Aku juga tak pernah kesal karna itu. Tapi kenapa saat dia bersama Yoona aku malah merasa sangat kesal. Aku merasa dia begitu menyayangi yeoja itu tapi aku juga takut dia hanya akan mempermainkan yeoja itu. Tapi apa sebenarnya urusanku dengan itu? Aku baru bertemu dengan yeoja itu berapa kali saja. Tapi kenapa sudah sangat terpengaruh seperti ini? Sejak awal aku bertemu dengannya, aku tak bisa berhenti memikirkannya. Terlebih lagi saat aku menciumnya hari itu. Meski awalnya aku hanya ingin memberinya pelajaran, tapi aku merasakan getaran yang aneh ditubuhku. Tapi tanggapannya sangat mengecewakan. Dia bahkan tak melirikku tadi. Dia mengabaikanku.

Melihatnya sikapnya terhadap Young aku bahkan yakin mereka sudah sering berciuman. Tapi kenapa dia bersikap polos dan begitu marah saat aku menciumnya bahkan tanpa sengaja. Seperti orang yang belum pernah melakukannya. Dan tadi, aku melihatnya berpelukan dengan seorang namja dan pergi bersama namja itu. Siapa lagi? Kenapa sikapnya terhadapku sangat bertolak belakang dengan sikapnya terhadap Young dan namja itu? Kenapa dia bisa tersenyum pada mereka tapi tak bisa tersenyum padaku? Senyumannya itu, membayangkannya saja sudah membuatku gila.

Yoona apa yang telah kau perbuat terhadapku? Seharusnya aku membencimu. Kau terlihat seperti gadis gampangan dimataku saat bersama namja-namja itu. Seharusnya aku tak mau berurusan denganmu. Tapi kenapa aku malah makin menginginkanmu? Menginginkanmu ada di sisiku? Apa aku jatuh cinta pada gadis seperti itu? Ahh, CHOI SIWON kau benar-benar sudah tak waras!!!

Aku melemparkan jasku dengan kasar ke lantai. Benar-benar frustasi rasanya. Masalah pekerjaan saja tak pernah membuatku sefrustasi ini. Seumur hidupku ini adalah pertama kali aku merasakannya.

“Siwon, kau kenapa?” tiba-tiba suara noona (Taeyoon) mengejutkanku. Aku menoleh. Dia menatapku dengan tatapannya yang penuh selidik.

“Noona, sejak kapan kau berdiri di situ? Apa kau tak bisa mengetuk pintu dulu sebelum membukanya?” tanyaku. Dia berjalan menghampiriku.

“Aku sudah mengetuk pintu tapi kau yang tak mendengarnya.” Jawabnya masih dengan memperhatikanku. “Kau kenapa? Apa ada masalah di kantor?”Tanyanya lagi.

“Aniya… aku hanya sedang lelah noona.” Jawabku.

“Tapi kau tak terlihat seperti itu.” Dia masih menatapku dengan seksama. Aku tersenyum.

“Gwenchana noona. Aku benar-benar hanya sedang lelah. Tak bisakah kau meninggalkanku? Aku ingin istrahat.” Aku mencoba untuk membuatnya pergi. Saat ini aku benar-benar tak ingin diganggu. Cukup sudah pikiran, emosi dan fisikku selalu diganggu oleh seorang yeoja bernama Yoona itu.

“Arasso, kalau begitu istrahatlah.” Kata noona sambil menepuk pundakku. Lalu dia keluar dari kamrku tanpa lupa menutup pintunya.

Aku merebahkan tubuhku di atas tempat tidur. Saat ini aku benar-benar lelah. Lelah karna emosi dan pikiranku sendiri. Aku ingin melupakannya. Ku pejamkan mataku tapi aku malah semakin memikirkannya. Yeoja itu benar-benar telah menguasai pikiranku. Tapi aku tak ingin hal itu. Yeoja itu bukanlah orang yang bisa aku sukai. Dia sama sekali tak bisa aku sukai apalagi harus aku cintai.

“Yoona…tolong pergilah dari pikiranku…!!!” rutukku dengan kesal.

Siwon Pov End

***

Author Pov

Setelah makan siang, mengunjungi taman bermain dan beberapa tempat yang sering mereka kunjungi jika bersama akhirnya Seunggi mengantarkan Yoona pulang. Benar, namja yang mengajak Yoona tadi adalah Lee Seunggi. Namja yang selama ini disukai Yoona. Namja yang selama ini mampu membuat Yoona bertahan untuk tak memiliki pacar. Dia adalah namja yang selalu dinanti Yoona meski sampai saat ini namja itu tidak pernah tahu bagaimana sebenarnya perasaan Yoona terhadapnya.

“Oppa, kumao. Hari ini kau telah mengajakku jalan-jalan dan mengantarkanku pulang.” Kata Yoona saat mereka sudah sampai di depan rumahnya.

“Aku yang seharusnya berterima kasih karna kau mau menemaniku. Sekarang masuklah.” Ujar Seunggi sambil tersenyum.

“Apa kau tak ingin masuk dulu oppa?”

“Aniya, aku masih ada beberapa urusan. Mungkin lain kali aku akan mempertimbangkannya.” Aku hanya mengangguk mendengar kalimatnya itu. Setelah beberapa saat Seunggi pun pergi meninggalkan kediaman Im. Yoona masuk ke dalam rumahnya setelah mobil Seunggi menghilang dari pandangannya. Dia benar-benar sangat senang hari ini. Akhirnya dia bisa bertemu dan jalan-jalan dengan Seunggi. Meski ini bukanlah kencan, tapi selama itu bersama Seunggi, Yoona pasti akan selalu merasa senang. Begitulah yang ada dalam pikirannya.

***

“Kau seharusnya mengikuti saranku untuk chek up kesehatanmu setiap minggu. Kau kan tahu penyakitmu ini bukanlah penyakit yang bisa dianggap enteng. Kalau kita tidak segera mengambil tindakan maka penyakit ini akan semakin parah. Sebaiknya kau segera memberitahu keluargamu. Jika kau tak mau maka aku yang akan melakukannya.” Kata seorang dokter yang berusia paruh baya kepada pasien yang sedang duduk di hadapannya.

“Ahh, andwaeyo ahjussi. Tolong jangan lakukan itu. Aku tidak ingin membuat mereka khawatir akan keadaanku.” Kata pasien itu.

“Lalu apa yang ingin kau lakukan? Saat ini penyakitmu sudah semakin parah. Kau harus segera mendapat donor sumsum tulang belakang. Apa kau ingin tetap berdiam diri sambil menunggu ajalmu? Setidaknya kita harus berusaha.”

“Arassoyo, ahjussi. Aissh, ahjussi aku tak menyangka kau bisa secerewet ini.”

“Yaa …”

“Arasso, arasso! Aku pasti akan memberitahu keluatgaku tapi tidak sekarang dan aku mohon ahjussi bersabarlah dulu. Sekarang bisakah aku meminta resep seperti biasa? Aku hanya butuh itu saat ini untuk menghalau rasa nyerinya.” Kata pasien itu dengan memelas dan sedikit membujuk. Dokter itu tahu dia tak akan bisa marah jika menghadapi pasien di depannya ini. Meski dia menyayangi dan ingin pasiennya itu segera dioperasi tapi dia tak bisa memaksakan kehendaknya. Karna dia tahu pasiennya itu juga tak ingin keluarganya bersedih.

***

Yoona Pov

Aku sangat senang bisa bertemu dengan Seunggi oppa lagi. Dia benar-benar tak berubah. Masih tetap seperti Seunggi yang aku kenal dulu. Baik, menyenangkan dan selalu membawa keceriaan.

 

Tapi apa tidak sebaiknya aku mengungkapkan saja perasaanku padanya? Apa dia juga akan menerimanya? Ahh, tapi aku malu. Mana mungkin aku harus mengatakannya lebih dulu. Aku kan seorang gadis. Sebagai seorang namja seharusnya oppa yang mengatakannya duluan. Atau dia sama sekali tak meyukaiku? Ani … dari sikapnya padaku, aku bisa merasakan kalau dia sebenarnya Seunggi oppa juga menyukaiku. Aku ingin sekali berkencan dengannya dan mengakui bahwa dia adalah namja chin’guku secara terang-terangan.

 

“Im Yoona …!!!” teriak seorang yeoja sambil menerobos masuk ke dalam kamarku. Aku terkejut. Ahh, yeoja ini benar-benar …

“Yaa, Park Tika, kau mengagetkanku! Kenapa kau harus berteriak?!” tegurku kesal.

“Ahh, mian. Aku terlalu senang hari ini.” Katanya sambil duduk di tepi tempat tidurku. Aku ikut duduk di hadapannya.

“Ada apa kau kesini?”

“Apa lagi, aku datang mengantarkan undangan pertunanganku.” Jawabnya sambil menyerahkan sebuah undangan berwarna pink yang bermotifkan foto Tika dan Yesung oppa bersama serta gambar-gambar hati di setiap sudut kertas undangan itu.

“Chukkae! Kau pasti sangat senang.!”

“Ooo. Nomu nomu cuassoyo. Kau harus datang!”

“Arasso.” Jawabku. Tiba-tiba terpikir olehku untuk mengajak Seunggi oppa pergi bersama. “Apa aku harus mengajaknya?”

“Nugu?” Tanya Tika penasaran. “Si namja mesum? Apa kau berniat untuk mengajaknya pergi bersama?”

“Mwo? Michosso?” aku bertanya balik tak percaya Tika bisa bertanya seperti itu. Kenapa dia bisa berpikiran aku akan mengajak namja mesum Choi Siwon untuk pergi bersamaku. Ahh, aku jadi ingat lagi pada namja mesum itu.

“Aissh, aku hanya bertanya! Lalu siapa yang akan kau ajak?” Tanya Tika lagi.

“Kenapa kau sampai menyinggung si namja mesum itu?! Mana mungkin aku akan mengajaknya. Berada dalam satu ruangan denganya saja bisa membuatku sesak nafas.”

“Lalu siapa yang akan kau ajak? Kau membuatku penasaran!”

“Aku akan mengajak Seunggi oppa.”

“Seunggi oppa? Bukankah dia ada di Jepang?”

“Dia sudah kembali dan aku sudah bertemu dengannya tadi.”

“Apa kau masih menyukainya? Kau masih punya perasaan padanya?” pertanyaan Tika itu membuatku sedikit heran. Ada sedikit kekhawatiran dari nada bicaranya.

“O. Kau kan tahu sendiri kalau selama ini aku selalu menantinya. Kenapa kau masih bertanya seperti itu?”

“Entahlah Yoong. Aku sedikit merasa kurang suka jika kau dekat dengan Seunggi oppa. Aku pun tak tahu alasannya apa. Aku hanya mencemaskanmu.” Ucapnya dengan tulus dan sungguh-sungguh. Aku tahu Tika sangat menyayangiku. Tapi Seunggi oppa bukanlah orang jahat yang perlu dia khawatirkan jika aku dekat dengan Seunggi oppa.

“Tika, Seunggi oppa itu sangat baik. Dia juga menyenagkan dan bersahabat. Kau pasti akan menyukainya jika kau lebih mengenalnya. Jadi kau tak perlu mengkhawatirkan hal yang tidak perlu seperti itu.” Kataku mencoba meyakinkannya.

“Yah, itu terserah kau saja. Kau yang berhak memutuskan jalan hidupmu. Aku hanya bisa sedikit memberikan pendapatku dan mendukungmu selalu sebagai sahabat.”

“O, kumao Tika-ya.” Ucapku tulus. Lalu kami saling berpelukan.

Yoona Pov End

***

Author Pov

Namja itu berjalan memasuki sebuah rumah yang cukup mewah. Sapaan dari para pembantunya sama sekali tak dihiraukan. Dia langsung menuju sebuah kamar di lantai dua. Saat membuka pintu kamar itu dia melihat seorang yeoja yang terbaring lemah di atas tempat tidur. Namja itu masuk dan menghampiri yeoja yang sedang terbaring sambil mentap kosong ke arah langit-langit kamarnya. Wajah yeoja itu nampak pucat dan kaku seperti orang yang sudah tak bernyawa saja. Perasaan namja itu seketika miris melihatnya. Air mata bergulir di wajah namja itu tak sanggup melihat keadaan sang yeoja yang seperti mayat hidup.

Semua ini hanya karna orang itu. Orang itu yang telah membuat yeoja dihadapannya berubah menjadi seperti mayat hidup. Seketika amarah dan kebencian menyelimuti diri namja itu. Dia mengepalkan tangannya dengan kuat seakan ingin meninju seseorang.

“Im Young Saeng, akan aku pastikan kau akan membayar semua ini.” Tekadnya dengan wajah yang dipenuhi dengan dendam.

***

Siwon melajukan mobilnya menuju kantor Young. Dia dang Young sudah sepakat akan melakukan survey lokasi hari ini. Tapi saat di tengah jalan dia melihat seorang yeoja yang sedang berdiri di samping mobilnya. Dia mengenal yeoja itu. Sepertinya mobil yeoja itu sedang mogok. Dia berniat mengabaikannya saja. Jika berhadapan dengan yeoja itu maka hanya akan ada pertengkaran. Siwon tetap menjalankan mobilnya melewati yeoja itu. Tapi setelah beberapa meter dia masih tetap melihat yeoja yang tampak kebingungan itu melalui kaca spionnya. Sehingga dia menjalankan mobilnya lebih pelan.

“Ahh, Choi Siwon… jangan berhenti! Kau tak perlu menghiraukannya!” katanya pada diri sendiri. Tapi pandangannya tak bisa lepas dari yeoja itu. Sampai akhirnya dia pun menghentikan mobilnya.

Siwon pun turun dari mobilnya untuk menghampiri yeoja itu.

“Mobilmu kenapa?” tanyanya tanpa basa-basi saat berada di samping yeoja yang tampak kebingungan melihat mesin mobilnya. Yeoja itu menoleh dan sedetik kemudian memberi tatapan sinis pada Siwon. Tak mau menghiraukan Siwon. Yeoja itu menutup bagasi mobilnya dan berjalan melewati Siwon untuk masuk ke mobil tapi Siwon mencekal tangannya.

“Apa yang kau lakukan?” Tanya yeoja itu sinis.

“Kau seharusnya menjawab jika aku sedang bertanya!”

“Aku merasa tak ada kewajiban untuk menjawab pertanyaanmu. Lepaskan tanganmu dariku namja mesum!” kata yeoja itu ketus. Ya, siapa lagi yang akan menyebut Siwon namja mesum kalau bukan Yoona. Siwon mulai kesal karna Yoona masih menyebutnya seperti itu.

“Aku pikir kau sudah lupa kejadian tempo hari karna kau masih memanggilku seperti itu. Apa aku harus mengingatkanmu kembali?”

“Jangan coba mengancamku Choi Siwon. Aku sama sekali tak takut akan ancaman darimu! Sekarang lepaskan aku! Aku sangat tak suka jika kau menyentuhku!” hardik Yoona sambil mencoba menghempaskan tangannya tapi tangan itu tak berhasil lepas dari cekalan Siwon. Justru Siwon mendorongnya hingga tersandar di samping mobilnya. Siwon mencoba mendekatkan wajahnya namun Yoona memalingkan wajahnya menghindar. Siwon tersenyum kecut.

“Aku sudah tahu kau gadis seperti apa, agasshi! Tapi kau selalu bertingkah seperti gadis baik-baik di hadapanku!” kata Siwon nyaris berbisik.

“Aku sama sekali tak perduli apa anggapanmu tentangku, Choi Siwon!” balas Yoona masih sinis. Siwon menjauhkan tubuhnya tapi tak melepaskan tangan Yoona.

“Ambil tasmu! Aku akan mengantarkanmu!” kata Siwon.

“Sirreo. Aku tak ingin lagi berada satu mobil denganmu! Jadi kau bisa pergi saja!” tolak Yoona.

“Arasso, terserah kau saja!” Siwon kemudian melepaskan tangan Yoona dan berjalan menuju ke tempat dimana dia memarkirkan mobilnya tadi. Yoona mengambil tasnya dan mengunci mobilnya. Setelah itu dia menyetop taksi yang kebetulan lewat tanpa mau memandang Siwon lagi yang masih menatap kepergiannya.

***

“Acgghhh,… aisshh, jinjja …” Yoona terlihat kesal sendiri. Sesekali dia mengacak-ngacak rambutnya sendiri sambil bergumam tak jelas. Tika yang melihat itu menghampiri sahabatnya yang sudah terlihat seperti orang stress. Untung saja perkuliahan sudah berakhir dan kelas sudah tampak sepi.

“Yoong, kau kenapa?” Tanya Tika agak takut-takut. Yoona terlihat seperti orang yang siap memangsa manusia hidup-hidup. Saat menoleh melihat Tika saja membuat Tika sedikit bergidik ngeri.

“Yaa, waegure? Kau menakutiku!” kata Tika.

“Ahh, mian! Aku sama sekali tak bermaksud menakutimu.” Sesal Yoona.

“Kau kenapa? Apa terjadi sesuatu?” Tanya Tika lagi.

“Aku hanya sedang kesal. Setiap bertemu dengan namja itu rasanya hariku menjadi sangat kacau. Aisshh, nappeunnom …!”

“Nugu? Sii namja mesum?” tebak Tika. Yoona menatap sahabatnya itu seketika.

“Yaa, bagaimana kau tahu?” Tanya Yoona.

“Aku hanya menebak. Lagipula akhir-akhir ini aku memang selalu memperhatikanmu tiap membahas soal namja itu kau pasti kesal.”

“o, benar. Namja itu selalu membuatku kesal setengah mati. Aku tak mengerti kenapa dia selalu berhasil membuatku kesal dan marah setiap kali bertemu.”

“Memangnya kenapa? Aku perhatikan dia namja yang cukup keren.”

“Keren apanya? Dia itu namja brengsek yang sudah berani menciumku dengan kurang ajar. Acggghhhhh, dasar namja mesum…!” ujar Yoona dengan berapi-api.

“Dia menciummu? Kau berciuman dengannya?” Tanya Tika memastikan. Yoona kaget. Rupanya dia keceplosan. Tika tahu selama ini Yoona belum pernah berciuman. Jadi saat mendengar Yoona dicium dia ingin memastikannya bahwa pendengarannya tak bermsalah.

“Yaa, apa yang kau katakan? Ciuman apa?” Yoona tampak salah tingkah. Melihat sikap Yoona saat ini Tika semakin yakin bahwa yang dia dengar beberapa detik lalu itu memang benar.

“Jadi benar kalau kau berciuman dengannya! Ahh, akhirnya sahabatku yang selama ini menutup dirinya dari namja-namja yang mencoba mendekatinya ternyata sudah bisa berciuman juga.” Goda Tika yang membuat Yoona makin salah tingkah.

“Yaa, apa maksudmu! Aku sama sekali tidak berciuman dengannya. Dia yang menciumku.” Kata Yoona. Sejenak dia mengingat ciuman yang terjadi saat berada di mobil Siwon tempo hari. Siwon memang menciumnya tapi … “Dan aku … tanpa sadar … membalas ciumannya.” Lanjut Yoona pelan. Ya, meski tanpa sengaja dia memang sempat memberikan balasan saat Siwon menciumnya tempo hari. Tika sangat senang mendengarnya.

“Ahh, aku sangat senang mendengarnya. Aku tak menyangka namja itulah yang mampu melakukan hal itu padamu.”

“Tapi, tetap saja itu terjadi tanpa sengaja karna dia mendesakku. Dia namja yang menyebalkan. Tiap bertemu dengannya aku pasti dibuat kesal setengah mati. Aku membenci namja itu. Aku membenci namja yang bernama Siwon itu.”

“Ahh, jadi namanya Siwon. Namanya cukup bagus tapi kau malah memanggilnya dengan sebutan namja mesum. Seharusnya kau tidak melakukan itu. Kalau dia marah bagaimana? Dia bisa saja melakukan hal yang lebih daripada sekedar menciummu!” ledek Tika.

“Yaa, Park Tika …” lama-lama Tika juga bisa membuat Yoona kesal.

“Oh ya, aku ingin sedikit memberi saran. Kau tak pelu membencinya karna bisa saja suatu saat nanti perasaan bencimu itu akan berubah jadi cinta.” Tika masih tak mau menghiraukan Yoona yang kini terlihat sangat kesal.

“Park Tika, apa kau ingin mati? Sebenarnya kau temannya atau temanku sich?” Tanya Yoona kesal.

“Ahh, wae? Apa ada yang salah dengan ucapanku? Aku hanya mengatakan apa yang sering terjadi. Karna memang biasanya ada orang yang berubah mencintai orang yang dia benci. Kau tahu alasannya kenapa? … karna saat kita membenci seseorang, terkadang porsi pikiran kita lebih besar saat memikirkan orang itu daripada hal lain. Setiap kali kau marah dan kesal padanya maka saat itu pula kau memikirkannya. Semakin lama kau memikirkannya maka kau akan semakin terbiasa dan bisa-bisa muncul perasaan lain dihatimu terhadap orang itu. Kebencianmu akan hilang dan bisa berubah menjadi rasa butuh, rindu, atau semacamnya saat kau tak melihat orang itu karna kau telah terbiasa memikirkannya. Itu sesuai realita yang selama ini terjadi dibanyak kalangan orang. Kau bisa merasakannya nanti. Mungkin!” jelas Tika panjang lebar. Yoona sampai terheran-heran melihat sahabatnya itu sampai tak bisa berkata-kata. Tak menyangka Tika bisa mengatakan sampai seperti itu.

“Kenapa kau menatapku seperti itu? Apa ada yang aneh di wajahku?” Tanya Tika.

“Ani … hanya saja kau berubah menjadi seperti orang yang tak kukenal. Penjelasanmu daebak … aku sampai tak tahu harus berkata apa lagi. Darimana kau belajar hal seperti itu?” Tika tersenyum mendengar kalimat Yoona.

“Aku mempelajarinya dari Yesung oppa. Dia selalu mengatakan hal seperti itu padaku jika aku marah padanya.” ujar Tika dengan wajah sumringah.

“Aigoo … kau pasti sangat menyukainya!” cibir Yoona.

***

Yoona turun dari taksi dan memasuki sebuah hotel berbintang lima. Ayahnya menyuruhnya untuk datang ke hotel itu untuk mengantarkan beberapa berkas yang sempat tertinggal di rumah. Ya, kalau sedang tak sibuk dengan perkuliahannya Yoona sangat senang jika bisa membantu pekerjaan ayah dan kakaknya di kantor. Dia juga berniat akan segera menggabungkan diri di perusahaan jika sudah lulus nanti. Tapi saat ini yang bisa dia lakukan kalau bukan diminta oleh ayahnya dan kakaknya, maka dia akan berkunjung sendiri ke kantor.

Saat ayahnya memintanya tadi untuk mengantarkan berkas ke SM hotel, dia sangat senang. Pasalnya dia memang berencana ingin menjadikan SM hotel sebagai lokasi penelitiannya nanti untuk bahan tugas akhirnya. Jadi sekalian saja dia mengadakan survey.

Hotel itu sangat megah dan merupakan salah satu hotel yang terkenal di negaranya. Akhir-akhir ini dia mendengar bahwa perusahaan milik keluarganya akan melakukan kerja sama dengan pihak SM hotel. Perusahaan milik keluarganya adalah perusahaan yang memiliki resort-resort terbaik di Korea. Jika bergabung dengan pihak SM pasti kedua perusahaan itu akan menciptakan hotel sekaligu resort yang nantinya akan menjaadi salah satu penghasil devisa negara terbesar.

Yoona menemui ayahnya di sebuah kamar hotel yang tadi dikatakan ayahnya lewat telfon. Kamar itu adalah kamar yang ditempati oleh salah satu bisnisman asal Jepang yang sudah cukup dikenal Yoona sebagai salah satu investor di perusahaan ayahnya. Namanya Toro Tsukasa. Orang itu cukup menyenangkan dan juga menyayangi Yoona seperti anaknya sendiri.

“Ahh, Yoong maaf sudah merepotkanmu.” Kata Tn. Im saat yoona menyerahkan berkas yang diminta ayahnya.

“Ani appa. Aku sama sekali tak keberatan. Lagipula aku sudah lama tak bertemu dengan Toro ahjussi. Jadi sekalian saja aku ingin memberikan salam padanya!” kata Yoona lalu menatap seorang paman yang tadi disebutnya itu.

“Benar, kita sudah lama tak bertemu. Kau menjadi semakin manis saja. Aku juga membawakan oleh-oleh untukmu. Tadinya aku hanya ingin menitipkannya pada appamu. Tapi karna kau datang ya sudah, kuberikan saja langsung.” Kata paman itu sambil menyerahkan sebuah bingkisan pada Yoona.

“Apa ini paman?” Tanya Yoona polos.

“Nanti kau lihat saja di rumah.” Jawab paman itu.

“Ah, ne. Arigato gozaimast.” Ucap Yoona sambil mnundukkan sedikit kepalanya. “kalau begitu aku pulang dulu.” Pamit Yoona.

“Apa tidak sebaiknya kau menunggu appa saja, Yoong? Kita bisa pulang sama-sama.” Usul Tn. Im pada putrinya itu.

“Sudahlah appa. Appa pasti akan berbicara cukup lama dengan ahjussi. Lagipula aku harus mengecek mobilku di bengkel.” Tolak Yoona.

“Arasso. Biar appa mengantarmu ke depan.” Kata ayahnya. Yoona mengangguk.

“Paman, aku pamit dulu. Sampai bertemu lagi dan terima kasih atasa oleh-olehnya ya!” pamit Yoona pada Tn. Toro dengan menggunakan bahasa Jepangyang cukup fasih. (*kayaknya author perlu belajar bahasa Jepang nich … wkwkwk)

“Apa tidak apa-apa jika kau pulang sendiri? Appa bisa menyuruh sopir untuk mengantarkanmu pulang. Atau Appa bisa menelfon Young untuk menjemputmu di sini.” Tanya Tn. Im saat megantarkan ayahnya ke depan pintu kamar.

“Dwessoyo, gwenchana appa. Aku tak ingin mengganggu pekerjaan oppa. Lagipula aku bukan anak kecil lagi yang harus diantar jemput. Aku kan sudah bilang kalau aku harus mengambil mobilku di bengkel. Sudahlah, aku taka pa-apa. Sebaiknya appa kembali saja ke dalam. Tak baik membiarkan klien menunggu terlalu lama.” Kata Yoona sambil tersenyum menenagkan ayahnya. Ayahnya memang sangat memanjakannya dan Yoona tahu itu. Tapi dia bukan gadis berusia 9 tahun yang harus dimajakan setiap waktu.

“Arasso, kau hati-hatilah di jalan. Kabari appa jika sudah sampai di rumah.”

“Ne, ne. aigoo, appa jadi cerewet sekali.” Kata Yoona gemas. Dia lalu memeluk ayahnya beberapa saat. “Aku pergi dulu appa!” pamitnya lagi lalu memberikan kecupan singkat di pipi ayahnya. Ayahnya mengangguk dan kembali masuk ke dalam kamar. Yoona berbalik, hendak beranjak dari tempat itu. Tapi matanya tertuju pada sosok namja yang saat ini sedang menatapnya dengan seksama beberapa meter di hadapannya. Namja itu tak lain adalah Choi Siwon.

 

Siwon saat itu sedang melakukan tinjauan bersama beberapa staf hotel. Dia menghentikan langkahnya saat melihat Yoona berdiri di luar kamar hotel bersama seorang namja paruh baya yang dikenalnya sebagai ayah Young. Apalagi Yoona sempat memeluk dan mencium pipi namja itu. Seketika saja darahnya memanas dan memacu emosinya. Tapi dia tidak bisa berkutik karna beberapa sataf hotel yang ikut dengannya sedang memperhatikannya.

Selama beberapa saat dia dan Yoona saling bertatapan. Tapi akhirnya Yoona memutuskan untuk segera pergi dari tempat itu. Dia tak mengerti kenapa dia akhir-akhir ini bisa bertemu dan berurusan dengan Siwon.

Yoona berjalan melewati Siwon dan staf hotel itu. Tak ingin melihat apalagi harus menegur namja itu. Siwon pun kembali berjalan bersama para sataf hotel. Dia juga tak ingin menghiraukan Yoona. Apapun yang dilakukan Yoona di tempat ini sama sekali tak ada hubungan dengannya.

Seorang staf kembali menjelaskan tentang beberapa hal tentang hotel kepada Siwon. Tapi Siwon sendiri tak bisa mencerna penjelasan itu. Pikirannya kacau seketika. Dia justru malah memikirkan Yoona yang baru saja dilihatnya. Mendadak Siwon menghentikan langkahnya yang membuat para staf yang mengikutinya juga harus berhenti mendadak.

“Presdir, anda kenapa?” Tanya Changmin yang menrupakan asisten Siwon.

“Ahh, mianhae. Changmin-ssi, tolong kau lanjutkan peninjauan ini, catat semuanya dan susun laporannya. Serahkan padaku besok pagi. Saat ini aku ada urusan mendesak. Jadi aku pergi dulu.” Kata Siwon panjang lebar dan jelas. Kemudian dia segera berlari ke arah sebelumnya tanpa memberikan waktu bagi Changmin untuk berkata apapun. Changmin hanya bisa menghembuskan nafas panjang sambil menggeleng-gelengkan kepala tidak mengerti dengan apa yang dipikirkan oleh atasannya itu.

***

Siwon berlari mencari keberadaan Yoona. Sampai dilihatnya yeoja itu sedang berdiri di depan pintu lift yang masih sementara digunakan. Siwon langsung berlari dan menarik tangan Yoona dengan tiba-tiba yang membuat Yoona cukup terkejut.

“Yaa, apa yang kau lakukan?” Tanya Yoona.

“Ikut denganku!” jawab Siwon dengan nada sedikit memerintah. Tapi sebelum Yoona sempat menolak, Siwon langsung menarik yeoja itu untuk mengikutinya. Siwon memilih menggunakan tangga daripada harus menunggu pintu lift terbuka.

“Yaa, apa yang kau lakukan? Kau mau membawaku kemana?” Tanya Yoona yang masih saja ditarik oleh Siwon. Tangan Siwon terlalu kuat untuk dia lepaskan.

“Yaa, jawab pertanyaanku. Kau mau membawaku kemana?” Tanya Yoona lagi. Tapi Siwon tetap tak memberikan jawaban. Karna Siwon tetap tak memberi jawaban tak ada pilihan lain bagi Yoona selain mengikuti Siwon. Sampai akhirnya mereka sampai di sebuah kamar yang bisa disebut golongan president suit. Siwon mengunci kamar itu lalu menghempaskan Yoona dengan kasar.

Yoona berjalan mundur. Agak takut melihat sikap Siwon saat ini. Tapi dia sama sekali tak boleh terlihat lemah.

“Yaa, apa yang mau kau lakukan? Kenapa kau membawaku kesini?” Tanya Yoona. Siwon tersenyum kecut.

“Aku ingin melakukan seperti apa yang sering kau lakukan bersama namja-namja itu.” Jawab Siwon sambil melangkah menghampiri Yoona. Yoona kembali berjalan mundur sampai akhirnya dia tersudut di dinding. Siwon segera menahannya. Tak memberi Yoona ruang untuk bergerak.

“A .. apa maksudmu?” Yoona masih tidak mengerti.

“Jangan berpura-pura lagi di hadapanku Yoona-ssi! Kau tahu aku sudah muak dengan aktingmu di depanku! Kau bersikap seperti seorang gadis baik-baik tapi pada kenyataannya …” Siwon tak melanjutkan kalimatnya. Dia justru tersenyum sambil menatap Yoona dengan tatapan merendahkan. Kali ini Yoona bisa menebak.

“Jadi kau ingin mengatakan bahwa aku bukan gadis baik-baik?” Tanya yoona sambil menatap Siwon sengit.

“Lalu aku harus bilang apa karna pada kenyataannya memang seperti itu. Kau bersikap polos, sok jual mahal, bahkan cenderung keras di depanku tapi kau bersikap mesra dengan namja lain. Bermesraan dengan young di ruangan kantornya, berpelukan dengan seorang namja di jalan raya dan baru saja kau keluar dari sebuah kamar hotel bersama seorang lelaki yang pantas kau sebut ayah.” Ujar Siwon dengan nada yang agak keras.

“Itu sama sekali tak ada urusannya denganmu Choi Siwon!” ketus yoona.

“Benar. Itu sama sekali bukan urusanku.” Jawab Siwon membenarkan. “Tapi aku tak bisa mengabaikanmu! Aku sudah berusaha untuk tak memikirkannya tapi kau selalu menghantui pikiranku. Masuk dan mengusik hidupku. Aku tak bisa berhenti untuk memikirkanmu. Kau seperti sudah memenuhi pikiranku akhir-akhir ini! Aku tidak bisa mengabaikan kalau aku menginginkanmu. Padahal kau hanya seorang GADIS MURAHAN …”

 

PLAKKK~~~

Yoona menampar Siwon dengan sangat keras sehingga cukup membuat pipi kiri Siwon memerah dan meninggalkan bekas telapak tangan Yoona. Yoona segera mendorong tubuh Siwon menjauh darinya.

“Nappeunnom … Beraninya kau berkata seperti itu padaku! Kau harus menjaga mulutmu Choi Siwon-ssi. Agar tak bisa kurang ajar lagi.” Bentak Yoona. Siwon benar-benar sudah keterlaluan terhadapnya. Tapi Siwon hanya tersenyum kecut. Lalu menatap Yoona dengan tajam.

“Aku tak bisa menjaga mulutku. Terutama untuk melakukan ini padamu … “ Seketika itu juga Siwon menarik Yoona dengan keras ke arahnya. Lalu sebelum Yoona sempat berontak SIwon langsung mengunci mulut gadis itu dengan mulutnya. Melepaskan semua emosi yang meluap di dadanya terhadap gadis yang sudah mengacaukan hidupnya itu.

***

TO BE CONTINUED

 

Author said : Mianhae, segini dulu yaw buat chapter ini semoga cukup juga untuk mmenjawab pertanyaan reader pada chapter sebelumya. Mungkin banyak typonya atau feelnya yang kurang dapet sehingga membuat ff ini nggak menarik, aku hanya bisa bilang MIANHAE. Tapi inilah yang mengalir dalam imajinasiku. Inilah karyaku. Meski ff ini gaje dan kurang menarik, aku tetap berharap readers sekalian mau memberikan komentar kalian buat ff gajeku ini. Karna hal itu sangat berarti buatku. Komentar kalian adalah sumber kekuatan dan motivasiku dalam mengarang.

Buat author Gee, kumao masih mau ngepublish ff ini. Kumaoyo eonni J

 

See you in next chapter. Kamsahabnida ^^

 

Tika Pink ^^

Tinggalkan komentar

231 Komentar

  1. anggre debora

     /  Maret 8, 2015

    Siwon oppa jangan salah paham dong yg afa nanti yoona eonni makin menjauh

    Balas
  2. Aigoo,, siwon oppa keterlaluan bilang yoong murahan… Poor yoongie

    Chapter ini dah muncul teka-teki konfliknya, trus knapa harus ada seunggi oppa sih ??!!
    Ah,, penasaran !!!

    Balas
  3. Susi

     /  April 11, 2015

    OH MY GOD siwon melakukan kesalahan fatal is not good buat hubungan nya dengan yoona,, Masih banyak misteri disini yang belum terungkap ,, kira-kira siapa orang yang sakit dan yang dendam ama young ya…. Klo menurut aku yang sakit itu young yang dendam itu seunggi, tapi sih itu baru tebakan aku aja…… dari pada penasaran lanjut baca aja… 👉

    Balas
  4. Aish gra² kjahial young oppa mreka jdi salahpaham-_-menegangkan

    Balas
  5. Aish gra² kjahilan young oppa mreka jdi salahpaham-_-menegangkan

    Balas
  6. Kren seru ceritax
    tpe msih bxk teka-tekix makin tambah penasaran…?
    Terus Siapa yg sakit dn dendam sama young oppa ya…?
    Next

    Balas
  7. marsiah

     /  Oktober 16, 2015

    Siwon oppa nggungkapkan perasaan yang mengebu2 didalam dirinya tentang perasaan nya untuk yoona tapi kenapa harus dicapur dengan sedikit emosi si oppa,won oppa buat yoona takutaku.

    Balas
  8. Nhiina

     /  November 4, 2015

    OMG ! apa yang mau dilakukan siwon oppa ? ?
    sepertinya karena rasa cemburu yang teramat sangat besar , siwon oppa jadi salah paham dan nganggap yoong eonn murahan .
    aigo ! oppa ? ? !

    Balas
  9. ambar.syw

     /  November 4, 2015

    Ahh~~ Jgn smpe siwon oppa macam” sama yoong unnie. Itu salah paham, salah paham>.<) Dia udah cemburu buta-___- campur aduk baca nih cerita.. ketawa gaje, senang, kesal, penasaran. omg~

    Balas
  10. Nur Khayati

     /  November 6, 2015

    Siapa y yg mau balas dendam ke Y0ung ??

    Issh, Siw0n nyebut Y00na “Wanita Murahan” ,, (Wajar aja kalau Y00na langsung marah) ..-Kesalah pahaman yg brbuntut panjang nih setelah dia ngeliat Y00na brsikap mesra sama namja2 lain ..

    Balas
  11. arum

     /  Desember 29, 2015

    Siwon sepertinya salah paham sama yoona sampai2 siwon ngatain yoona sebagai wanita murahan. Jadi semakin menarik saja ceritanya.

    Balas
  12. nhia

     /  Januari 19, 2016

    Kenapa sih gak ad ug mau jelasin yoona itu siapa nya young , knp juga siwon i i baboo bgt dia kan direktur knp sih gak cari tau ttg yoona kelg la
    Tarbelakangx gitu kek, jadi gak asl tuduh gemes ak rasanya ama mereka mereka ini
    .

    Balas
  13. diah fibri

     /  Februari 1, 2016

    siwon bener2 cemburu sampe nyangka yg ngga2 ke yoona …. serruuu….. NEXT ….

    Balas
  14. Wahh wonppa salah fahamm,, kkk lucu deh ff nyaa

    Balas
  15. YoongNna

     /  Februari 8, 2016

    Yaaah siwon udh mulain suka niii ma yoona bhkan sering cium yoona gto aja..
    Gra2 young niii siwon jd slah pham dan anggap yoona buruk..
    Spa yaaa kira2 yg mw bles dendam ma young jgn2 seunggi atw changmin…

    Balas
  16. yhanies_Nited

     /  Februari 13, 2016

    Jadi ikut deg2 gan pas wonppa ngunci kamar berdua ama unnie , ,
    jangan khilaf ya oppa , , anak orang itu😛

    Balas
  17. Amirah ELF

     /  Februari 14, 2016

    aigooo siwon oppa salah pahamm

    Balas
  18. chaldes

     /  April 7, 2016

    Penasaran kelanjutanny………

    Balas
  19. Anggita

     /  April 29, 2016

    Siwon oppa salah paham..

    Balas
  20. siwon agresif banget. kasian yoona di kira yg gax bner. pdhal kan cuma salh paham

    Balas
  21. Yayu Tiansih

     /  Juli 16, 2016

    wonppa fikiran nya negatif mulu sih, terus wonppa keterlaluan juga bilang yoong eonni gadis murahan jadi makin marah kan yoong eonni
    dan berakhir dengan siwon mencium yoona lagi, siwon kayanya udah beneran suka banget deh sama yoong eonni

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: