[FF] Stay and Remember Me (Chapter 5/END)

Poster SRM 3

STAY AND REMEMBER ME

 

Author             : misskangen

Type                : Sekuel

Genre              : Angst

Rating             : PG 15

Main Cast        : Im Yoona, Choi Siwon

Support Cast   : Kwon Yuri, Victoria Song, Cho Kyuhyun, other casts.

Anyeongggg…. Aku bawa bagian terakhir nih. Sengaja diakhiri sampai bagian 5 saja, takut ntar pada bosen yang baca, apalagi kalo dah namanya pake genre ‘angst’ pasti pada lelah karena menguras bak mandi eh… menguras hati maksudnya.

Yaaa langsung aja check it out, guys!!!

-Part V/ End-

“Yul, namja ini… nuguya??” Yoona mengangkat sebelah alisnya merasa bingung.

“Mwo??? Kau tidak mengenalnya? Tidak mungkin, dia itu Siwon Oppa. Dia itu namjachingu-mu!!” Yuri tidak percaya dengan apa yang didenganrnya dari Yoona.

“Maaf, Tuan. Aku rasa kau salah orang. Aku tidak punya namjachingu. Yuri memang senang sekali bercanda dan menggodaku.” Siwon terperanjat mendengarnya.

“Ani, Yuri tidak bercanda Yoong. Dia bersungguh-sungguh. Coba…cobalah kau ingat. Aku adalah satu-satunya namja yang mencintaimu dan senantiasa menyanyangimu. Aku…aku Choi Siwon adalah masa lalu maupun masa depanmu…” Siwon mentap Yoona, dan setetes air mata jatuh dari matanya.

“Mianhae… tapi aku sama sekali tak mengingatmu. Mianhaeee….” suara Yoona hampir terdengar berbisik tapi Siwon dapat mendengarnya.

“Chagiya, kenapa kau bersikap seperti ini. Kau mengingat Yuri, tapi kenapa kau tak mengingatku. Coba kau ingat kembali, bukalah memorimu. Aku yakin kau akan menemukan diriku di dalamnya,” Siwon mencoba meyakinkan Yoona.

Yoona berusaha mengingat sesuatu, tapi kepalanya kembali terasa sakit. “aku tak bisa mengingat apapun tentangmu. Maafkan aku…”

Yoona POV

Semuanya menjadi aneh. Setelah aku terbangun dari tidurku di ruang rumah sakit itu semuanya jadi berubah. Begitu banyak yang berubah. Mulai dari Yuri, yang menurutku berbeda dalam hal raut wajah dan gaya berbicaranya. Walau pun hanya sedikit tapi aku bisa membedakan Yuri yang biasanya ku lihat dengan Yuri yang sekarang.

Kemudian muncul lagi seorang namja, yang menurut Yuri adalah namjachingu-ku. Haisshh.. Yuri serius atau bercanda sih??? Selama ini aku belum pernah punya namjachingu dan dia tahu persis hal itu. Jangan-jangan dia mencoba menjahiliku dengan keanehannya yang baru.

Tapi namja itu… omo, he’s cute. Dia memang terlihat dewasa. Dari penampilannya dia seorang eksekutif muda. Tidak ada ruginya juga kalau memang dia pacarku. Eh… aku berpikir apa sih, bagaimana mau jadi pacar aku saja tidak mengenalnya.

Aku harus mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi, lantas mengapa kejadiannya bisa sampai seperti ini. Dan namja itu, aku harus tahu mengenai dirinya lebih banyak lagi.

Yoona POV End

“Chagiya, bagaimana kabarmu hari ini?” sapa Siwon pada Yoona setibanya di ruang rawat inapnya. Siwon datang dengan membawa sebuket bunga mawar merah, bunga yang sangat indah yang sangat cocok diberikan kepada kekasih tercinta. Tapi bagaimana jadinya bila sang kekasih justru tak dapat memberikan reaksi yang sangat diharapkannya? Apakah sebuah kata cinta akan dapat ditemuinya bila yeoja itu, yeojachingu nya, tak pernah mengharapkan kehadirannya?

Yoona mengernyitkan dahinya melihat kedatangan Siwon. Kernyitan itu terlihat jelas di mata Siwon karena perban yang membebat kepala Yoona sudah dibuka. Rambut Yoona terlihat lebih pendek dan lebih tipis dibanding sebelumnya, sebagai efek dari penyakit yang menyerangnya beberapa bulan terakhir.

“Oh, kau datang lagi. Maaf, biasanya aku memanggilmu apa?”

“Oppa. Biasanya kau memanggilku Siwon Oppa. Kau tidak perlu memaksakan diri untuk mengingat, pelan-pelan saja.” Siwon mencoba meyakinkan Yoona.

“Bagaimana kalau aku memang tidak bisa mengingat apa-apa? Maksudku aku tak bisa mengingat sedikitpun tentangmu, seperti yang dikatakan dokter Kim?”

Tentu saja hal itu seperti akan menjadi akhir hidupku. Mana mungkin aku bisa hidup nyaman dan bahagia bila orang yang kucintai bahkan tak mengingatku sama sekali. Katakanlah… Katakanlah kalau semua ini hanya mimpi, atau kau sedang bercanda. Tapi bagaimanapun aku tak boleh menyerah. Kalau kau lupa padaku maupun cintaku padamu, maka aku akan berusaha untuk merebut hatimu kembali. Dengan cara apapun!! Kata Siwon dalam hati.

Siwon terdiam sesaat. “Kalau begitu kita mulai saja dari awal lagi. Kita mulai dari awal perkenalan. Lupakan kalau kau tahu aku adalah kekasihmu. Anggaplah kau baru saja mengenalku dan tidak ada hubungan apa-apa di antara kita”

Yoona tertegun mendengar ide Siwon. “Memulai dari awal, itu artinya kita akan belajar saling menyukai lagi. Begitukah?”

“Hanya kau yang belajar untuk menyukaiku. Sedangkan aku belajar untuk menerima dirimu yang sekarang, dirimu yang lupa akan cintamu padaku. Dan aku akan selalu mencintaimu. Aku selalu takut kehilangan dirimu”.

“Cinta? Apakah aku mencintaimu? Sebenarnya bagaimana keadaan hubungan kita dulu?” Yoona penasaran tapi Siwon belum sanggup menjawab.

“Kenapa Oppa diam saja? Apa ada yang salah dengan pertanyaanku?” selidik Yoona.

“Tidak. Sudah sepantasnya kau menanyakan itu.”

Siwon menarik napas panjang dan mulai menjawab Yoona. “Kita saling mencintai. Kau selalu mengungkapkan cintamu setiap hari padaku. Dan aku merasa menjadi namja yang paling berbahagia saat itu. Tapi aku juga merasa sebagai namja yang sangat buruk, karena aku suka mengabaikan semua perhatian dan kasih sayangmu.”

Yoona hanya mengangguk-anggukan kepalanya mendengar cerita Siwon, mencoba memahami setiap kata yang diucapkan namja itu.

“Apa itu artinya cintaku bertepuk sebelah tangan?” tanya Yoona begitu polosnya.

“Tentu saja tidak. Aku, Choi Siwon, sangat mencintai Im Yoona dari dulu dan sampai kapanpun. Kau adalah satu-satunya wanita bagiku, yang ada di hatiku,” sergah Siwon.

“Benarkah??? Ya ampun, aku tidak tahu pesona apa yang kumiliki sampai bisa seorang namja yang nyaris sempurna seperti dirimu mencintaiku sejauh itu,” kata Yoona dengan suara sangat pelan tapi masih dapat didengar dengan jelas oleh Siwon.

“Pesona? Kau memiliki segalanya, segala yang kuidamkan dari seorang wanita ada padamu. Tapi akulah yang telah menjadi orang paling bodoh di dunia yang telah menyia-nyiakan dirimu selama ini”

“Berhentilah menyalahkan dirimu sendiri. Aku pikir kau bukan orang seburuk itu.” sergah Yoona.

“Bagaimana mungkin kau bisa berpikir seperti itu, aku kan orang yang baru kau kenal,” tanya Siwon.

“Entahlah, walau kau adalah orang yang baru ku kenal, tapi aku dapat melihat ketulusan dari matamu dan setiap kata-katamu, mungkin masih ada ikatan batin antara kau dan aku yang mendorongku berpikir seperti itu,” Siwon hanya bisa terdiam mendengar segala yang diungkapkan Yoona tentang dirinya saat ini.

Tanpa mengatakan sepatah katapun Siwon pergi meninggalkan Yoona, dengan raut wajah yang tak dapat ditebak. Yoona hanya bisa diam dan tidak tahu akan berbuat apa menanggapi sikap Siwon tersebut.

Dia kenapa sih??? Apa aku salah bicara yaaa?? Batin Yoona.

-0-

Setelah dua minggu berada di rumah sakit pasca koma, akhirnya Yoona diperbolehkan Dokter Kim untuk pulang ke rumah. Yuri dan Han Ahjumma yang membawanya pulang, tapi Siwon justru tidak kelihatan. Memang setelah terakhir Siwon pergi meninggalkan Yoona dalam kebisuannya, ia tidak juga muncul. Yoona tidak tahu mengapa namja itu tidak pernah lagi datang menemuinya di rumah sakit.

“Yul, kemana Siwon Oppa? Kenapa dia tidak lagi datang menjengukku, bahkan sekarang dia juga tidak mengantarkanku pulang dari rumah sakit?” keluh Yoona pada Yuri.

“Mollaso, sudah beberapa hari aku juga tidak menghubunginya karena aku pikir dia pasti akan datang setiap hari untuk melihatmu. Tapi benarkah dia tidak pernah datang lagi menjengukmu?” Yoona hanya menjawab dengan anggukan.

 

Yuri POV

Choi Siwon, kenapa lagi dengan namja satu itu??? Sudah beberapa hari tak pernah lagi menjenguk Yoona di rumah sakit bahkan menjemput dan mengantarkan Yoona pulang dari rumah sakit juga tidak. Apa yang terjadi padanya?? Apa dia mulai merasa kalau Yoona bukan lagi sosok yang dicintainya hanya karena Yoona lupa padanya. Lantas kalau begitu untuk apa dia bertingkah sok melankolis dihadapan Yoona dengan beragam kata-kata manis tentang cerita cintanya.

Ani…ani…ani… Aku tahu kalau Siwon oppa sangat mencintai Yoona. Saat Yoona koma saja dia begitu terpukul dan sangat menyesali sikap buruknya pada Yoona.

Tapi kalau seandainya apa yang kupikirkan ini benar-benar nyata hmmm…. habis lah kau Choi Siwon. Hidupmu tidak akan tenang karena aku senantiasa akan selalu mengganggu dan membuat hidupmu tak tenang. Anggap saja aku melakukan balas dendam atas nama Yoona karena kau telah menyakiti sahabat yang paling kusayangi…. lihat saja nanti!!!

Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif….

Mwoya??? Kenapa ponselnya tidak aktif?

Sebenarnya Siwon Oppa kenapa sih, sudah tidak pernah datang menemui Yoona sekarang malah ponselnya tak bisa dihubungi. Kalau kondisinya seperti ini kecurigaanku jadi makin kuat kalau Siwon Oppa memang sengaja menghindar untuk bertemu Yoona.

“Yul, kau sedang menghubungi siapa? Sepertinya stress sekali…” pertanyaan Yoona membuatku bingung mau menjawab apa. Aku takut kalau mengatakan Siwon Oppa sengaja menghindarinya, maka Yoona akan kecewa.

“Kenapa diam saja? Mungkinkah kau sedang menghubungi Siwon Oppa??” Aku masih diam tak menjawab.

“Ah..bukan, aku bukan menghubungi Siwon Oppa. Aku pergi dulu ya, tiba-tiba ada keperluan mendadak. Bye Yoona…” segera aku berlari kecil meninggalkan rumah Yoona, dan meninggalkan Yoona yang mungkin sedang merasa sangat aneh dengan sikapku sekarang, mianhae Yoona-yah…

Yuri POV End

-0-

 

Siwon POV

 

Harusnya hari ini Yoona pulang dari rumah sakit. Aku ingin sekali datang kesana dan ikut mengantarkannya pulang. Tapi aku sama sekali tak lagi punya kepercayaan diri untuk muncul di hadapannya. Aku tak punya lagi harga diri untuk bertemu dengannya. Yoona, kekasihku yang telah ku sia-siakan sebelumnya kini sudah melupakan aku. Bahkan mengenali wajahku maupun namaku pun tidak. Aku bercerita panjang lebar tentang beragam kenanganku bersamanya, termasuk tentang sikap engganku memberikan perhatian untuknya dan lebih memilih pekerjaanku.

Harusnya setelah mendengar semua itu dia akan semakin sakit hati dan membenciku. Tapi justru yang ku dapati adalah sikap lapang dadanya yang akan menerimaku kembali. Yoona sangat yakin bahwa aku bukanlah namja seburuk yang aku katakan padanya. Oh Yoong, apakah hatimu terbuat dari kapas?

“Wah… apa yang terjadi pada seorang Choi Siwon yang perfectionist sehingga terlihat begitu berantakan? Wajahmu begitu kusut dan sama sekali tak bersemangat. Aku yakin sejak tadi kerjamu hanya melamun melihat dokumen di mejamu masih rapi pada tempatnya,” suara Victoria membuyarkan lamunanku.

“Oh kau datang Vic, sejak kapan kau masuk ruanganku?” aku berkilah, mencoba menyibukkan diri dengan membuka-buka file di depanku.

“Ch, aku sudah ada disini sejak awal kau melamun, asyik sekali sepertinya. Memang apa yang sedang kau pikirkan? Apakah tentang Yoona? Apa yang sudah terjadi? Apa kau diputuskannya?? Benarkan…hah, tidak heran pada akhirnya Yoona menyerah pada namja sepertimu”

“Tidak bisakah kau bertanya satu-satu, membuatku kesal saja. Dan satu lagi, aku tidak putus dengan Yoona. Bagaimanapun aku tak akan memutuskannya karena aku sangat mencintainya. Tapi bila Yoona sendiri yang memintaku meninggalkannya maka aku… maka aku…” aku tergagap, tak sanggup melanjutkan kata-kataku.

“Maka kau akan melakukan apa? Kau mau bunuh diri?? Ckckckck… ahhh ternyata seorang Choi Siwon yang sangat gigih bisa juga putus asa”

“Tidak bisakah kau berhenti memojokkanku?”

“Sepertinya begitu… jadi, bagaimana rasanya?”

“Apa maksudmu?”

“Bagaimana rasanya menjadi seseorang yang terabaikan? Pasti sangat tidak enak kan? Aku yakin pasti rasanya sungguh menyesakkan. Aku pikir itulah yang dirasakan Yoona saat kau mengabaikannya. Aku harap kau bisa mengambil hikmah dari semua ini. Selamat berjuang Siwon-ssi… Hwaiting!!” Victoria pun langsung meninggalkan ruanganku.

Aku rasa semua yang dikatakannya benar. Jadi begini perasaanmu saat aku mengabaikanmu Yoong?? Rasanya sakit sekali, hanya ada kata kecewa yang bisa aku utarakan dalam keadaan ini. Aku semakin merasa bersalah padamu Yoong, maafkan aku… ku mohon maafkan aku…

Siwon POV End

 

-0-

Siwon memutuskan untuk menjenguk Yoona siang itu. Siwon sengaja meninggalkan kantornya untuk menemui Yoona yang sudah sangat ia rindukan. Siwon membutuhkan dua minggu untuk menata kepercayaan dirinya berhadapan dengan Yoona. Setelah merasa tersudut dengan kata-kata Victoria, akhirnya Siwon meyakinkan dirinya bahwa tak seharusnya ia terus terlarut dalam penyesalan.

Ketika Siwon sampai di rumah Yoona, Han Ahjumma memberitahu bila Yoona sedang berada di gazebo taman belakang. Siwon yang sudah tak sabar langsung menuju tempat itu. Siwon sangat terkejut dengan pemandangan yang terpampang di hadapannya. Disana dia melihat Yoona dengan seorang namja yang tidak dikenalnya. Keduanya sedang bersenda gurau dan satu sama lain terlihat sangat akrab.

“Oppa, tahukah kau kalau aku sangat merindukanmu? Kau ini cepat sekali menghilang setelah lulus” rengek Yoona pada namja itu.

“Mianhae, Na-ya. Aku langsung berangkat kuliah kedokteran ke luar negeri. Kau bisa lihat sekarang, aku sudah jadi dokter,” terang namja berkulit pucat itu.

 

Na-ya? Aku baru tahu ada yang memanggil Yoona dengan sebutan itu, pikir Siwon yang masih diam membeku mendengarkan percakapan mereka.

“Lalu kenapa baru sekarang kau muncul. Padahal dulu kau selalu saja mengacuhkanku, terlebih bila kau sedang dikerumuni oleh fans mu itu. Aku cuma jadi seorang secret admirer, kau menyebalkan sekali,” rajuk Yoona menggemaskan.

“Yaahh.. kau ini tetap saja menggemaskan Na-ya. Sekarang kan aku sudah pulang dan akan menetap di Korea. Kau tidak perlu khawatir, aku akan selalu berada disampingmu dan menjagamu,” terang namja itu sambil mencubit kedua pipi Yoona, sedangkan Yoona hanya mengerucutkan bibirnya.

Siwon terkejut melihat kedekatan keduanya, ia sangat tidak menyukai hal itu. Apalagi namja itu baru pertama kali terlihat olehnya. Sebelum ini Yoona tidak pernah mengenalkan namja tersebut padanya. Siwon bertanya-tanya perihal identitas namja tersebut. Mungkinkah namja itu adalah mantan namjachingu Yoona sebelumnya? Bila mengingat hal itu kecemburuan Siwon semakin menjadi-jadi.

Tiba-tiba ada yang menepuk bahu Siwon dari belakang, Siwon kaget dan menoleh lalu mendapati Yuri yang sedang memandang heran padanya. “Apa yang kau lakukan disini Oppa? Kenapa tak langsung menemui Yoona?” Siwon menjawab pertanyaan Yuri dengan mengarahkan pandangannya ke gazebo tempat Yoona dan tamunya berada. Yuri menganggukkan kepala tanda mengerti melihat itu.

“Apa kau kenal dengan namja itu Yul?” Tanya Siwon penasaran.

“Oh, namja itu namanya Cho Kyuhyun. Dia itu sunbae kami waktu SMA. Dulu Yoona sangat menyukainya, tapi sayang dia keburu kuliah di luar negeri sebelum sempat berhubungan lanjut dengan Yoona.” Penjelasan Yuri jelas membuat siwon jengah.

“Jadi dulu Yoona menyukai namja itu. Lantas mengapa dia muncul lagi sekarang?”

“Mana aku tahu. Mungkin ini takdirnya Yoona dan Kyuhyun sunbae untuk bertemu lagi. Apalagi Yoona sudah lupa dengan namjachingunya.” Kata-kata Yuri terdengar sangat tajam di telinga Siwon.

“Bagaimanapun Yoona pasti akan kembali padaku,” kata Siwon ketus. “Sepertinya kau sangat yakin Oppa! Kalau begitu selamat berusaha…” sindir Yuri sambil berlalu pergi ke tempat Yoona.

“Oh, Siwon Oppa tumben sekali kau datang,” Yoona terlihat kaget dengan kedatangan Siwon. “Maafkan aku karena terlalu egois menghindarimu,” jawab Siwon.

“Menghindariku? Mengapa begitu Oppa, apa aku melakukan kesalahan?”

“Tidak sedikitpun kau membuat kesalahan, Yoong. Aku lah yang memang seharusnya menerima hukuman.”

“Na-ya, namja ini siapa?” tanya namja yang Siwon tahu dari Yuri bernama Kyuhyun.

“Dia….itu…mmm…,”

“Choi Siwon imnida. Aku namjachingu Yoona,” jawab Siwon memotong kalimat Yoona dengan nada sangat dingin.

“Namjachingu? Kau tidak bilang sudah punya namjachingu?” tanya Kyuhyun.

“Bukan begitu Oppa. Setelah operasi itu, banyak memoriku yang hilang, sehingga aku tak bisa mengingat apapun soal Siwon Oppa.” Kyuhyun mengangguk mendengar penjelasan Yoona. “Tapi aku merasa sangat asing dengannya. Kyuhyun oppa, kau tetap mau menemuiku kan? Aku sangat membutuhkanmu,” Siwon tersentak dengan pernyataan Yoona.

“Yoona-yah, kenapa kau berbicara begitu?” Siwon menatap lekat pada Yoona. “Entah mengapa aku merasa sangat sakit tiap berada dekat Siwon oppa, mungkin karena aku tak bisa mengingat sedikitpun tentangmu. Mianhae Oppa, saat ini aku sangat ingin terus berdekatan dengan Kyuhyun Oppa.

Siwon merasa sangat terpukul, dadanya terasa sakit. “Benarkah sesulit itu untuk mengingatku Yoong?” Yoona tak menjawab, hanya menundukkan kepalanya. Yuri pun tak bergeming memberikan reaksi.

“Mianhae bila kau merasa sangat sakit karenaku. Terserah bila itu yang kau inginkan. Tapi satu hal yang harus kau tahu, aku takkan pernah menyerah untuk mendapatkan hatimu kembali. Apapun itu pasti akan kulakukan. Aku permisi…” Siwon pergi meninggalkan mereka bertiga yang terdiam seribu bahasa.

-0-

Siwon merasa ada ribuan panah yang diarahkan ke jantungnya. Napasnya kembali sesak, mendapati yeojachingunya lebih memilih dekat namja lain dibanding dirinya. Kenyataan itu seolah membuat dunianya berhenti berputar. Siwon beberapa kali menumpahkan kekesalannya dengan memukul stang kemudi mobilnya. Siwon masih berada dalam mobil, di depan rumah Yoona. Masih mencoba menenangkan diri setelah menerima penolakan Yoona.

Siwon mendongakkan kepalanya ketika seseorang mengetuk jendela mobilnya. Siwon mendapati Kyuhyun berdiri di samping mobilnya, Siwon menurunkan jendela mobilnya dan menatap Kyuhyun dengan sorot mata tidak suka.

“Bisa kita bicara sebentar, Siwon-ssi. Ini tentang Yoona,” Siwon mengerutkan dahinya, tapi kemudian dia keluar dari mobilnya dan berdiri berhadapan dengan Kyuhyun. “Kalau kau hanya ingin memintaku melepaskan Yoona, kau hanya membuang waktumu, Kyuhyun-ssi. Karena sampai kapanpun aku tidak akan merelakan Yoona untuk siapapun. Yoona akan selalu jadi milikku,” tantang Siwon.

Kyuhyun tersenyum sinis. “Aku tahu kau orang yang sangat ambisius, Siwon-ssi. Kuharap kau menyadari posisimu saat ini berada pada titik nadir. Justru aku lah yang sedang berada di atas angin. Tapi tujuanku mengajakmu bicara tidak terlalu jauh dari yang kau katakan.”

“Cepat katakan apa yang kau inginkan, Kyuhyun-ssi,” nada ketus itu terdengar jelas dari mulut Siwon. Kyuhyun kembali tersenyum penuh misteri.

“Biarkan aku berada disisi Yoona untuk sementara. Seperti yang kau dengar kalau Yoona sedang ingin dekat denganku. Aku akan berusaha menjaga Yoona semampuku, apalagi Yoona sedang dalam masa penyembuhan. Kau tahu sendiri aku adalah seorang dokter, jadi aku bisa terus memantau keadaannya…”

“Itu sama saja kau berniat merebut Yoona dariku,” potong Siwon.

“Kau terlalu kekanakkan, Siwon-ssi. Aku tahu Yoona terus berusaha mengingatmu, tapi sakit di kepalanya yang menjadi kendala. Memangnya kau tega melihat Yoona menjadi pesakitan?”

“Tentu saja tidak. Aku ingin melihat Yoona selalu tersenyum dan bahagia. Baiklah jika itu yang terbaik. Kau harus menjaga Yoona dengan sebaik-baiknya. Tapi satu hal yang harus kau ingat Kyuhyun-ssi. Aku akan selalu mengawasimu.”

“Tentu, aku paham betul soal itu,” jawab Kyuhyun.

-0-

Siwon POV

Hari ini Yuri mangundangku makan malam di apartemennya untuk merayakan ulang tahunnya. Tentu saja, Yoona juga akan hadir disana dan aku pastikan Kyuhyun akan datang bersamanya. Entah aku akan sanggup melihat pemandangan keduanya yang bermesraan di depanku atau tidak. Yang jelas aku hanya ingin melihat Yoona karena aku sudah sangat merindukannya.

“Saengil Chukkae, Yul…” teriak Yoona begitu Yuri membuka pintu apartemennya. Tak sengaja aku bertemu Yoona di tempat parkir, tapi Kyuhyun tidak terlihat bersamanya. Yoona dan Yuri masih berpelukan erat, mereka saling teriak-teriak seperti lama tak bertemu.

“Saengil Chukkae, Yuri” kataku sambil menyodorkan bungkusan kado untuknya. “Gomawo, Oppa. Ayo silahkan masuk.”

“Kenapa sepi sekali, memangnya siapa saja yang kau undang Yul?” tanya Yoona.

“Hanya kalian bertiga. Tahun ini aku malas membuat acara ulang tahun meriah, aku sedang merajuk dengan orangtua ku,” jawab Yuri sambil memanyunkan bibirnya. “Dasar kau ini, kekanakkan sekali,” tuduh Yoona.

“Eh, dimana Kyuhyun sunbae?”

“Dia terlambat, katanya masih ada praktek. Tapi aku sudah menyuruhnya membawa makanan enak dan wine kesini.”

“Dasar kau ini, suka sekali sembarangan menyuruh orang,’

“Biarkan saja, Kyuhyun oppa saja bersedia kok,” jawab Yoona enteng. Percakapan mereka sangat akrab, mereka seakan lupa ada aku disini. Aku dan Yoona terlihat begitu canggung, kami hanya berbicara seadanya layaknya orang yang baru kenal bukannya seperti pasangan kekasih.

Setengah jam berselang, Kyuhyun pun sampai ke apartemen Yuri. Namja itu membawa sebotol wine dan beberapa porsi makanan dari restoran. Kami berempat menikmati makan malam sambil bersenda gurau. Tidak, hanya mereka bertiga yang bersenda gurau, sedangkan aku lebih banyak diam dan hanya sesekali tersenyum. Aku begitu kalut melihat keakraban Yoona dan Kyuhyun.

“Yoong, kau pulang bersamaku kan? Aku akan mengantarmu sampai rumah,” kataku begitu acara makan malam selesai. “Mianhae oppa, aku sudah berjanji pulang dengan Kyuhyun oppa.”

Aku hanya menghela napas berat mendengar jawaban Yoona. “Arasso…” hanya itu yang kuucapkan, Yoona hanya mengangguk saja.

Aku terus mengemudikan mobilku mengikuti mobil Kyuhyun untuk mengawasi dan memastikan segalanya berjalan baik-baik saja. Sampai di depan rumah, Kyuhyun turun dari mobil, dan dengan gaya sok romantisnya membukakan pintu untuk Yoona. Keduanya berjalan menuju pintu rumah, Yoona bergelayut di lengan Kyuhyun begitu mesra. Kyuhyun mengecup pipi Yoona dan mengacak-acak rambutnya. Aku akui aku sangat cemburu. Aku miris melihatnya karena seharusnya orang yang sedang bersama Yoona adalah aku bukannya Cho Kyuhyun.

-0-

Beberapa minggu terakhir aku merasa jadi semakin jauh dari Yoona. Aku selalu berusaha semampuku meluangkan waktu untuk menemuinya, tapi selalu saja ada Kyuhyun disisinya. Yoona terlihat sangat bahagia bersama Kyuhyun dan kenyataan itu semakin menenggelamkanku ke dalam jurang kepedihan. Mereka begitu akrab, begitu mesra, layaknya pasangan kekasih yang sedang memadu asmara. Aku selalu menyaksikan itu dengan mata kepalaku sendiri. Untuk kesekian kalinya aku merasa sangat takut kehilangan Yoona, Yoona-ku, untuk selamanya. Bahkan aku juga sempat berpikir untuk menyerah, tapi aku selalu berhasil menampik pikiran itu. Karena aku yakin kesempatan itu masih terbuka lebar untukku.

Siang itu aku melihat Yoona keluar dari rumahnya dan dengan ragu mendekati mobilnya. Segera aku membunyikan klakson dan Yoona tersenyum melihatku. Aku senang sekali, senyuman itu untukku.

“Kau mau kemana, kenapa sendirian? Dimana Kyuhyun?” tanyaku seperti menginterogasinya. “Aku harus check up siang ini, tapi Kyuhyun oppa sudah mulai sok sibuk. Katanya ada praktek lah, ada pasien gawat darurat lah. Menyebalkan sekali…”

“kalau begitu aku akan menemanimu check up. Naiklah ke mobilku, kita segera berangkat ke rumah sakit,” tawarku.

“Eh, Oppa bukankah ini jam kerja, memangnya kau sedang tidak punya kesibukan di kantor?”

“Kau tidak usah memikirkan itu. Aku akan mengantarmu kemanapun kau mau, Chagiya!”

Yoona sepertinya kaget dengan kata-kataku, “Chagiya…,” aku mendengar dia berbicara dengan suara berbisik. “Oh, mianhae. Aku sudah sangat terbiasa memanggilmu seperti itu, dan kebiasaan itu sangat sulit dirubah karena hatiku pun sangat sulit untuk dirubah..” Ah, Siwon kenapa kau berbicara seperti itu. Betapa bodohnya aku saat ini.

“Kenapa masih melamun, ayo naiklah… aku akan mengantarmu,”

“Nee…” Ini pertama kalinya aku duduk berdampingan lagi di dalam mobilku sejak Yoona melupakanku. Walaupun ini hanyalah satu hal kecil tapi aku merasa sangat gembira.

Setelah mengantarkan Yoona check up di rumah sakit, aku mengajaknya makan di restoran favorit kami yang biasa aku datangi bersama Yoona ketika sedang berkencan. Aku baru menyadari kalau terakhir kali kami kesini sudah lama sekali, mungkin sekitar setengah tahun yang lalu. Semuanya begitu menyenangkan sebelum aku begitu menggilai pekerjaanku hingga melupakan kehidupan pribadiku.

Aku duduk di meja nomor 17 tepat disudut restoran yang mendapat pemandangan langsung ke arah taman kota. Dulu Yoona sangat senang memandangi beragam kegiatan yang dilakukan orang-orang yang ada di taman kota. Terkadang dia akan tersenyum begitu manis ketika melihat beberapa anak kecil yang sedang bermain di taman.

Sekarang aku masih senang melakukan hal itu, memandangi kekasihku yang sedang menatap taman kota. Ekspresinya begitu lucu, sesekali ia tersenyum. Sepertinya ia melakukan itu diluar kesadarannya.

“Apakah berada di tempat ini mengingatkanmu tentang sesuatu?” tanyaku seketika Yoona mengalihkan pandangannya kepadaku. Yoona menggeleng lemah, aku jadi kehilangan semangatku.

“Mianhae Oppa, aku tidak bisa mengingat tentang ini. Hanya saja pemandangan anak-anak kecil yang sedang bermain di taman itu begitu menarik,”

“Dulu kau juga seperti itu. Kau sangat menyukai segala sesuatu aktivitas di taman itu ketika kita duduk disini, kau bahkan mengacuhkan aku!”

“Jinja??” aku menjawabnya dengan anggukan. “Seandainya aku bisa mengingat masa itu pasti sangat menyenangkan. “Tentu saja hal itu akan menjadi masa yang sangat aku nantikan,” ungkapku padanya dan Yoona hanya tersenyum miris.

Siwon POV End

-0-

Beberapa hari kemudian…

Siwon masih sibuk dengan pekerjaannya yang sedikit terbengkalai karena beberapa hari belakangan Siwon sering mangkir jam kerja hanya untuk keluar menemui Yoona, walau hanya melihat dari kejauhan. Sebab Siwon merasa sangat terganggu dengan kemunculan Cho Kyuhyun di sisi Yoona. Siwon yang selalu merasa cemburu setiap kali melihat Yoona bersama Kyuhyun tak mampu berbuat apa-apa. Semua karena keinginan Yoona yang meminta selalu bersama Kyuhyun, bukan bersama dirinya. Siwon hanya bisa memendam amarah dalam hatinya, bahkan terkadang sengaja menenggak beberapa gelas alkohol untuk sejenak melupakan kejadian yang dilihatnya.

Drrrrttttt…drrrtttt…. Ponsel Siwon yang sedari pagi di silent bergetar membuat sang empunya mau tak mau melihat ID sang penelepon. Nama Yoona yang muncul di sana membuat Siwon sedikit heran namun tak menampik bahwa hatinya merasa sangat gembira.

“Yeoboseyo…”

“Oppa…hiks..hiks..hiks..” suara Yoona yang sedang menangis dari seberang telepon sontak membuat Siwon kaget. “Chagiya, mengapa kau menangis, apa yang terjadi?” tanya Siwon begitu khawatir.

“Oppa… tolong aku. Aku takut sekali… hiks hiks hiks,”

“Kau ada dimana, Yoong. Apa kau sendirian? Dimana Kyuhyun??”

“Aku berjanji bertemu Kyuhyun Oppa di Namsan Tower, tapi tiba-tiba Kyuhyun Oppa membatalkan janjinya. Aku takut sendirian disini… Oppa tolong jemput aku”

“Ne, Oppa akan segera kesana. Kau tetaplah di tempatmu.” Setelah menutup telponnya, Siwon segera beranjak meninggalkan pekerjaannya. Siwon mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi, saat itu dia begitu khawatir dengan Yoona yang sendirian di Namsan Tower. Apalagi ketika Siwon melihat jam sudah menunjukkan pukul 9 malam.

Siwon menemukan Yoona duduk sendirian di sebuah bangku sambil menangis sesenggukan. Siwon segera menghampirinya dan tanpa ragu membuka jasnya untuk dipakaikan pada Yoona yang sudah mulai kedinginan. Yoona mendongakkan kepalanya dan merasa lega melihat Siwon telah ada dihadapannya.

Yoona langsung menghambur ke pelukan Siwon, “Oppa gomawo… Oppa mau datang menjemputku,”

“Aku pasti akan datang, Yoong. Kau tahu kalau aku sangat mengkhawatirkanmu, sayang. Saranghae, Yoona-yah,” kata Siwon sambil mengelus rambut Yoona yang masih ada dalam pelukannya. Yoona diam, tak membalas ungkapan cinta itu. Siwon hanya bisa menghela napas kecewa.

-0-

“Ada apa kau ingin bertemu denganku, Siwon-ssi. Aku saat ini sedang banyak pasien.” Kata Kyuhyun yang terpaksa menemui Siwon yang telah sengaja datang ke rumah sakit tempat Kyuhyun bekerja.

“Neo… bukankah aku sudah pernah mengatakan untuk selalu menjaga Yoona. Mengapa kau sering mengabaikannya, bahkan kemarin kau membiarkannya sendirian di Namsan Tower!” kata-kata Siwon dengan nada tinggi.

“Jadi kau tidak menyadarinya, Siwon-ssi. Bukankah dulu kau juga bersikap seperti itu?” tantang Kyuhyun.

“Kau tidak tahu apapun soal aku, Kyuhyun-ssi.” Siwon mulai emosi.

“Aku tahu tentangmu, Choi Siwon. Karena itu aku ingin Yoona bersamaku. Sebaiknya kau saja yang menyerah pada keadaan ini. Sampai kapanpun Yoona tidak akan mengingatmu. Kau hanya akan dikenang sebagai mantan namjachingu yang suka mengabaikan kekasihnya,” Kyuhyun mencoba memprovokasi Siwon. Jelas terlihat Siwon menahan amarah dari kepalan tangannya di kedua sisi tubuhnya.

“Bermimpilah terus, Cho Kyuhyun karena itu takkan pernah terjadi. Kau adalah orang yang seharusnya menyingkir bukan aku. Jadi sebaiknya kau jauhi Yoona atau kau akan menyesal dengan apa yang bisa kuperbuat,” jawab Siwon sambil melengos pergi meninggalkan Kyuhyun yang hanya membalas dengan evil smirk nya.

Beberapa hari Siwon mencoba berhenti memaksakan diri untuk menemui Yoona. Hal ini dijadikannya sebagai masa introspeksi diri. Kata-kata Kyuhyun masih terngiang-ngiang di telinganya. Mantan namjachingu yang suka mengabaikan kekasihnya. Siwon mencoba meyakinkan bahwa dirinya bukanlah namja seperti itu.

 

Dua hari kemudian…

“Maaf Nona, saat ini GM Choi tidak dapat ditemui karena sedang sibuk. Anda harus membuat janji terlebih dahulu,” kata seorang wanita dengan name tag ‘Yoo Sang Ri’ kepada Yuri yang berniat menemui Siwon di kantornya.

“Oh… jadi sekarang Siwon Oppa sudah menjadi General Manager? Dasar namja workaholic, ternyata dia masih saja lebih mementingkan pekerjaan,” Yuri menatap sekretaris Siwon dengan tatapan galak, sedang yang ditatap merasakan aura horor disekitarnya.

“Bagaimanapun aku ingin bertemu dengannya, jadi kau tidak perlu menghalangi” Yuri mencoba menerobos masuk ke ruang kerja Siwon.

“Andwe, Nona jangan masuk. Nanti GM Choi akan marah pada saya” sekretaris Yoo mencoba menghalangi dengan menarik tangan Yuri. Tapi Yuri bersikeras, dan akhirnya mampu masuk ke ruang kerja Siwon.

Sampai di dalam ruangan, Yuri melihat Siwon sedang duduk sambil menatap dokumen di depannya. Siwon hanya menatap kosong pada dokumen itu, justru pikirannya kosong atau mungkin melayang entah kemana.

“Inikah yang disebut sebagai seorang General Manager super sibuk?? Oppa, aku pikir kau akan merubah sikapmu setelah semua kejadian buruk yang menimpa Yoona. Ternyata… kau tetap saja tidak berubah” rutuk Yuri pada Siwon.

Siwon hanya diam membisu, bahkan tidak berusaha membela diri.

“hah, bahkan sekarang kau tidak peduli lagi bagaimana keadaan Yoona. Apa dia kembali sekarat atau bahkan mungkin Yoona sudah mati” kali ini Yuri lebih frontal dan membuat Siwon terkesiap.

“Yul, apa maksudmu? Kenapa kau berkata seperti itu, apa hal yang buruk menimpa Yoona? Katakan padaku apa yang sudah terjadi!”

“Jadi kau masih peduli, aku kira kau sudah lupa!”

Siwon berdiri dan berjalan mendekati Yuri, “Katakan apa yang terjadi? Yuri-ah!!!” tangan Siwon mencengkeram bahu Yuri dan mengguncangnya beberapa kali.

Tiba-tiba wajah galak Yuri berubah menjadi raut penuh kesedihan. Tak lama Yuri pun menangis tersedu-sedu. “Oppa… Yoona, Yoona… dia…dia…hiks hiks”

“Yoona kenapa??” Siwon semakin tak sabar menunggu Yuri menjawab, hatinya mencelos terasa sangat sakit dan Siwon juga ingin menangis.

“Yoona kembali tak sadarkan diri Oppa… aku tak tahu kenapa, sekarang Yoona masih rawat jalan di rumahnya dan…” belum sempat Yuri meneruskan kalimatnya Siwon sudah buru-buru berlari meninggalkan Yuri keluar dari kantornya.

-0-

“Yoona-yah…. Yoona-yah!!!!” teriak Siwon begitu sampai di rumah Yoona. Siwon masuk ke rumah Yoona tanpa mengetuk pintu. “Han Ahjumma, dimana Yoona??” Siwon menatap Han Ahjumma yang memperlihatkan wajah kebingungan.

“Agassi, apa yang terjadi pada anda? Mengapa anda terlihat sangat kacau begini?”

Siwon tak menjawab pertanyaan Han Ahjumma, dia langsung berlari menuju kamar Yoona yang berada di lantai 2.

Di dalam kamar, Siwon melihat Yoona terbaring diatas ranjang dengan sangat damai. Tidak ada tanda-tanda Yoona akan sadar dari tidurnya. Tidurnya? Entahlah, Siwon tidak bisa memastikan apakah Yoona memang sedang tidur, pingsan, atau seperti yang dikatakan Yuri, sekarat. Siwon tak bisa mengalihkan pikirannya dari kemungkinan terburuk itu.

Siwon duduk ditepi ranjang disisi kiri Yoona. Siwon memegang tangan Yoona, dan sedikit terkesiap merasa bahwa tangan Yoona terasa sangat dingin.

“Yoona-yah… Yoong, chagiya… kenapa kau seperti ini lagi…” air mata Siwon meleleh begitu saja. Yoona tetap diam tak memberikan respon apapun.

“Yoong, aku memang namja paling bodoh di dunia ini. Di saat kau membutuhkan support dari orang-orang terdekatmu setelah perjuanganmu melawan sakitmu, namun aku justru berusaha menghindar, aku membiarkanmu sendiri terlarut dalam kebingunganmu terhadap kehadiranku”

Siwon masih terisak, “Jujur aku tak sanggup melihatmu seperti ini. Aku merasa sangat sakit, sangat sakit di dadaku. Seandainya posisi kita bisa ditukar, aku akan dengan senang hati menerimanya.”

“Yoong, tidak bisakah kau membuka matamu untukku? Biarkan aku menatap matamu yang indah, biarkan aku memeluk tubuhmu. Yoong, kalau kau membuka matamu aku akan mengabulkan semua yang kau inginkan, bahkan kalau kau ingin aku meninggalkan pekerjaanku pasti akan aku lakukan.”

“Yoong, kalau kau bangun aku ingin segera mengajakmu ke altar. Aku ingin menikahimu dengan segenap jiwa ragaku. Semua yang kumiliki akan segera menjadi milikmu, tapi hanya satu hal yang kuinginkan darimu. Bukalah matamu dan jangan tinggalkan aku lagi”

Siwon semakin larut dalam kesedihannya. Siwon mengecup dahi Yoona, kemudian membenamkan wajahnya tepat di sebelah kepala Yoona.

“Benarkah? Kau serius Oppa?? Kau sungguh-sungguh ingin menikahiku???” Mendengar suara itu sontak membuat Siwon mengangkat kepalanya, memandang Yoona yang telah membuka matanya. “ahh.. kau benar-binar tidak romantis. Lamaranmu sungguh tak berkesan.”

“Yoong, kau sudah sadar? Syukurlah” Siwon langsung membangunkan tubuh Yoona dan langsung memeluknya erat. “Aku pikir kau akan terlelap lebih lama. Mianhae, aku sudah bersikap egois padamu” kata-kata Siwon terdengar penuh penyesalan di telinga Yoona.

“Yak, Oppa!! Kau benar-benar tidak romantis. Aku kecewa padamu!” rajuk Yoona. Siwon melepaskan pelukannya dan memandang Yoona shock. “Kau dengar semua yang ku katakan barusan?” Yoona mengangguk.

“Semuanya?”

“Ne, semuanya” Yoona tersenyum. “Aku dengar semua perkataanmu dari awal. Semua janjimu yang akan kau berikan kalau aku bangun dan membuka mataku. Sekarang aku mau menagih semuanya!!!” kata Yoona sambil mengangkat kedua alisnya.

“Yak! Im Yoona, apa yang baru saja kau lakukan? Kau tidak sakit dan tidak sedang sekarat kan?”

“Tidak, dari tadi aku sadar. Aku kan sudah sembuh”

“Jadi kau cuma pura-pura tidur?” Yoona mengangguk sambil nyengir. Siwon mendesah, wajahnya memerah entah karena marah atau malu. “Kau bekerja sama dengan Yuri untuk membodohiku ya… kau ini kelewatan sekali” desis Siwon.

“Lebih kelewatan lagi kalau seseorang mencoba berhenti untuk peduli pada kekasih yang masih sangat dicintai. Bukankah begitu Siwon Oppa?” sahut Yuri yang baru saja masuk ke kamar Yoona. “Aku tidak mencoba mengabaikan Yoona. Aku hanya tidak sanggup melihatnya.”

“Tidak sanggup melihatku? Apa maksudmu Oppa?”

“Siwon Oppa, jangan berbohong. Aku tahu kau memang sengaja menghindari Yoona karena kau menyerah untuk mendapatkan kembali hati Yoona. Aku benar kan?” Yuri menimpali dan semakin memojokkan Siwon.

Siwon menggeleng kemudian menggenggam erat kedua tangan Yoona. “Ani.. Yoong, percayalah padaku. Aku menghindarimu karena aku merasa sangat sakit mendapatimu sama sekali tak mengingatku. Bahkan setelah kau tahu bagaimana sikapku sebelumnya, kau malah bisa dengan lapang dada menerimanya. Ini membuatku semakin merasa bersalah. Aku merasa tak pantas menjadi namja yang kau cintai, karena aku selalu saja menyakitimu.”

Yoona hanya diam mendengarkan penjelasan Siwon. Melihat Yoona yang tak bereaksi apa-apa, Siwon mendekatkan tubuhnya kepada Yoona. “Dengarkan aku, Yuri adalah saksinya kalau aku berjanji padamu aku tidak akan mengecewakanmu lagi. Kau akan menjadi prioritasku di atas segalanya termasuk pekerjaanku. Aku mohon maafkan aku, dan tetaplah disisiku sambil kau mengingat lagi tentang diriku” pinta Siwon pada Yoona sambil memegang kedua pipi Yoona. Siwon tak kuasa meneteskan air matanya.

“Uhhhh… so sweet….hihihihi” Yuri terkikik melihat adegan di depannya itu. Tak lama Yoona pun mulai ikut tertawa. Siwon merasa kebingungan melihat hal ini. “kenapa kalian tertawa?!!”

“Hahaha.. Oppa, akhirnya kau menyadari kesalahanmu. Jadi bagaimana rasanya kalau orang yang kau cintai tak mengenalmu? Apakah terasa lebih mengerikan dari pada sekedar ‘tidak peduli’ padamu??” kali ini Yoona memandang Siwon acuh tak acuh. “Apa maksudmu?” tanya Siwon yang mulai memahami situasinya.

Flashback

 

“Gumawo Eonni… aku harap Siwon Oppa baik-baik saja. Sekali lagi terima kasih karena eonni mau mengawasinya demi aku. Aku harap perubahan sikapnya akan permanen, sehingga ia berubah menjadi namja yang lebih baik. Lebih peduli pada orang-orang disekitarnya, bukan hanya pekerjaannya,” Yoona terlihat antusias mengobrol di ponselnya.

“Bagaimana pun Siwon-ssi sangat mencintaimu, aku pikir kau tetap saja yeoja yang sangat beruntung memiliki orang seperti Siwon-ssi di sisimu,” kata orang diseberang telpon itu.

“Ne, aku tahu. Baiklah eonni aku tutup telponnya ya… anyeong”

“Kau barusan berbicara dengan siapa? Kenapa membahas Siwon Oppa?” suara Yuri cukup mengejutkan Yoona. Sedari tadi Yoona tak menyadari kehadiran Yuri yang tanpa suara berjalan mendekati Yoona sehingga Yuri mendengar pembicaraan Yoona di telepon.

“Eh Yul… aku mmm… barusan berbicara dengan Victoria eonni” kata Yoona sambil menggigit bibir bawahnya.

“Victoria? Bukannya dia rekan kerja Siwon Oppa?” Yoona mengangguk. “Bagaimana kau bisa mengenalnya, bukankah kau lupa banyak hal yang baru terjadi dalam hidupmu termasuk soal Victoria, bahkan Siwon oppa saja kau tidak ingat. Apa ingatanmu sudah kembali atau kau hanya pura-pura lupa?” selidik Yuri, memandang Yoona dengan memicingkan matanya.

“Ani… semuanya kudapatkan dengan usaha Yul. Aku berusaha mengingat semuanya. Seminggu berada di ruang perawatan aku mencoba mengingat kembali kenanganku dengan Siwon Oppa, bahkan aku mengabaikan sakit di kepalaku setiap kali aku melakukannya. Tuhan memang sangat baik kepadaku, akhirnya aku mendapatkan kembali semua memori itu” jelas Yoona.

“wah.. unbelievable!! Kalau begitu syukurlah semua akan kembali normal. Dan akupun mendapatkan kembali sahabatku” kata Yuri sambil memeluk Yoona. “lalu tentang Siwon Oppa, apa kau akan memaafkannya semudah itu?”

“Ne… bagaimanapun Siwon Oppa sudah menyesali semuanya, mana mungkin aku tak memaafkannya“

“Hmm.. aku tidak tahu mau menyebutmu bodoh atau apa, kau ini begitu baik. Siwon Oppa sangat beruntung memilikimu sebagai kekasihnya”

“Begitulah Yul, ketika cinta sudah berbicara, maka logika tak lagi berguna dan kau pun berubah menjadi orang paling bodoh di dunia” keduanya tertawa riang, lega setelah melewati masa-masa menegangkan.

“tapi aku perlu bantuanmu lagi untuk memberi pelajaran pada Siwon Oppa,” Yoona tersenyum penuh arti pada Yuri.

“ Bantuan? Aku harus melakukan apa?”

“kemarilah, aku bisikkan sesuatu padamu” Yoona mendekatkan mulutnya ke telinga Yuri dan mulai membisikkan rencananya membereskan Siwon.

 

Flashback End

Itulah yang kurasakan selama ini Oppa. Seperti itulah perasaanku ketika kau mengacuhkanku, kau menduakanku dengan pekerjaanmu sehingga aku merasa kau melupakan aku”

“Perasaanmu selama ini? Jadi kau sudah ingat semua? Kau mengingatku kan chagiya..” tiba-tiba Siwon berubah jadi excited. “Aku memang tidak pernah lupa. Ani… aku ingat semuanya, karena aku memang ingin mengingatnya, dan aku sudah berusaha keras untuk itu. Akhirnya aku berhasil mendapatkan kembali memoriku dan juga mendapatkan kembali namjaku” Yoona tersenyum.

“Lalu bagaimana dengan Cho Kyuhyun?” tanya Siwon sambil menyipitkan matanya.

“Oh, Cho Kyuhyun yaaa… mmmmm, dia itu sepupuku yang baru pulang dari luar negeri. Jadi kebetulan saja aku meminta bantuannya,” cengir Yoona.

“Dan kamipun bekerja sama untuk mencoba menghukummu atas sikapmu yang mengesalkan itu Oppa. Kau tahu, dengan kekuatan cinta kami berhasil menghukummu hahaha,” sahut Yuri dengan nada bicara ala Sailormoon, sangat kentara sedang mengejek Siwon.

“Yak! Kau tega sekali. Aku begitu emosi hingga hampir memukul Kyuhyun karena begitu kesal padanya. Ternyata kalian telah sepakat membodohiku,” Siwon bersungut-sungut kesal.

“yoona-yah sepertinya kita berbakat di bidang acting. Aku berencana mau ikut casting bintang iklan” canda Yuri.

Siwon mendesah, meyadari kalau memang dia sudah kalah. “aku akui kalian sukses membuatku sempat kesulitan bernapas, apalagi saat Yuri bilang kau sekarat lagi Yoong” Keduanya hanya tertawa mendengar keluhan Siwon.

“Tapi Yoong, semua yang kukatakan tadi semuanya bukan hanya sebagai rayuan. Aku serius dengan semua yang kukatakan, termasuk dengan pernikahan. Kau mau kan menikah dengan ku??” kata Siwon dengan mata berbinar.

“SHIREO!!!”

“WAE???”

“Aku mau Oppa membuktikan kata-kata Oppa, kalau Oppa akan berubah jadi namja yang lebih perhatian. Jadi anggaplah untuk beberapa bulan kedepan adalah masa hukuman Oppa!!”

“MWO!!!”

“Dan aku akan bersedia menikah dengan Oppa, sampai Oppa bisa melamarku dengan cara yang sangat sangat sangaaaat romantis!!!”

Siwon melebarkan matanya mendengar pengakuan Yoona. Yoona bersiap-siap lari untuk kabur sambil menyeret Yuri.

“Yak, IM YOONA!!!! Awas kau!!!!” Teriak Siwon bergegas mengejar Yoona.

Akhirnya semua kembali pada tempatnya, dan berharap segala kejadian buruk tak akan terjadi lagi menyusul kebahagiaan yang akan segera dirintis.

FIN

Huaaaa…. Selesai juga. Akhirnyaaaa…..

Di Chapter terakhir ini aku sengaja buat yang super duper panjang, anggap aja sebagai bayar hutang karena di chapter awal yang pendek sekaleeee….

Terima kasih kepada readers yang sudah bersedia membaca ff usang ini… sampai bertemu di ff aku lainnya…

Tinggalkan komentar

81 Komentar

  1. deka

     /  Maret 16, 2013

    Yey happy end gomawo author 🙂

    Balas
  2. daebak.. chingu^^ mian baru comment di part ini hehehe >_<

    Balas
  3. lia yoonwonited

     /  Juni 21, 2013

    daebakk,, ffnnya bguss
    happy ending
    kraiin sad ending gg taunnya mlah happy end yeeyyy
    yoonwon jjang
    yoonwon is real “amin”
    daebak daebak

    Balas
  4. Tdinya q pkir yoongie bner2 skrat trnyata cman buat ngjain wonppa toh!

    Di tunggu ff lainnya!:D:D

    Balas
  5. ummulf

     /  September 1, 2013

    kasian bnget siwon oppa dikrjain,tpi nggk ap2 cman buat nydarin dia ajh kok.
    ffnya bgus bnget,mksih yhh onnie.
    dan aku mnta maav krna bru dichapter ini aku coment
    skali lgi aku mnta maav yhh onnie 🙂

    Balas
  6. aat yoonwon

     /  September 2, 2013

    Hahahaha so sweet dan lucu ceritanya

    Balas
  7. ciciparamidha

     /  Oktober 30, 2013

    sempeeetttt meweeekkkk…… Syukurlah akhirnya happy ending….

    Balas
  8. relly

     /  November 4, 2013

    Sip…. happy ending…. dtinggu ff lainnya

    Balas
  9. Hahahahah…..tryata Siwon di krjain sm Yoona cs….

    Syukurlah akhirnya happy ending !!!

    Balas
  10. Ending nya
    Ngga nyangka
    Kra’n
    Sad ternyata happy 😀

    Balas
  11. Akhirnyaaaaaaaaaaa happy ending!
    Dasar YoonYulKyu (?)!
    Jahil bangeeett =D
    FF ini awalnya menegangkan, eh akhirnya ketawa-ketawa 😀
    G O O D J O B eon!

    Balas
  12. Ayu

     /  Maret 2, 2014

    Akhirnya. Haapy ending

    Balas
  13. tia risjat

     /  Maret 3, 2014

    aigo.. jadi yoona udah mulai bisa jail ya sekarang. tapi salah siapa coba dia kaya gitu, kan salah wonppanya juga. hi3
    daebak.. happy ending..!!!

    Balas
  14. ayu dian pratiwi

     /  Mei 24, 2014

    seequelnya dong 😀

    Balas
  15. simoppa

     /  Mei 31, 2014

    huaaaaa daebakkk… bikin kelanjutannya dong thor… pengen liat yoonwon nikah sama punya anak hehehe

    Balas
  16. Yaaak….aku udah ikut2an nyesek gara2 yoona lebih milih kyu, trnyata itu cuma tipuan…

    Balas
  17. Daebak… FF nya penuh kejutan, tadinya aku berpikir Yonwon tak bersatu. Yang tak terduganya Cho Kyuhyun muncul di part terakhir, dan yg paling lucunya wonppa di kerjain habis2 san oleh ketiga org itu yg membuatnya prustasi setengah mati. Ini FF emang2 benar Hebat membuat org jdi tegang ketika membacanya, Authornya luar biasa

    Balas
  18. choi eun woo

     /  Juli 21, 2014

    ternyata cuman di kerjain toh.. ckckckckck

    Balas
  19. Cha'chaicha

     /  Agustus 26, 2014

    Bgus, happy ending…

    Balas
  20. Hahaha……… Ternyata di kerjain habis2san sama Yoona, meskipun Yoona sempat kehilangan memorinya. Endingnya benar2 memuaskan, cuma ceritanya kurang romantis. Tapi feelnya dapat kok author

    Balas
  21. Akhirny smu baik2 ja,smua bahagia…bgs thor

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: