[FF] Love Is You (Chapter 2)

Tittle               : Love Is You / Chapter 2

Author            : Tika Pink / Tika Sheila EverlastingFriend

Email              : tika_pinky@rocketmail.com / smantikalove@gmail.com / @SangRa_ELF

Main Cast      : Im Yoona, Choi Siwon

Other Cast     : Heo Young Saeng (Im Young Saeng), Tiffany Hwang, Lee Seung Gi, Yesung, Tika Pink (Tika Park – Author ikut nimbrung🙂 ), Choi Sooyung, Shim Chang Min, Taeyoon, Yuri

Genre             : Romantic, Sad.

Length            : Chapter

Rating             : PG + 15

 

Author said : Annyonghaseyo, ^^ ketemu lagi sama kalian semua para readers setia ff YWK. Ahh, seneng banget sama respon readers sekalian buat postingan awalnya. Mian, kalau chap ini agak lama diposting karna ada beberapa pekerjaan yang harus aku selesaikan. Nomu kamsahabnida buat readers semua juga buat author Gee yang lagi-lagi bersedia aku repotin dengan mosting ff gaje-ku ini ..*author nunduk🙂 … Yang udah penasaran sama kelanjutannya, so … Let’s Reading ^^

 

#Happy Reading#

 

Author Pov:

Hampir setengah jam Yoona betah berada di dalam toilet. Dia membasuh mulutnya dan berkumur berulang-ulang kali. Meski bibirnya telah memerah, dia masih saja mengulanginya berkali-kali bahkan sesekali dia mengusap bibirnya dengan keras. Kesal dan amarah begitu menyelimuti dirinya saat ini.

“Nappeunnom. Berani-beraninya dia … Aggggccchhhh …” Yoona menjerit sambil mengacak-ngacak rambutnya. Untungnya tak ada penghuni lain selain dirinya di toilet itu dan kantor juga telah sepi. Masih jelas diingatannya bagaimana tentang kejadian yang baru saja menimpanya.

“Dasar namja kurangajar. Berani-beraninya dia melakukan itu padaku. Aku bahkan belum pernah berciuman sama sekali. Tapi dia malah merampasnya seperti itu. Dasar mesum.”rutuknya kesal.

 

Yeppoen eonni, bunchawassoyo … handphone Yoona berbunyi tanda sebuah pesan masuk. Dia segera membacanya.

 

From : Oppa

Yoong, kau dimana?

Aku sudah di lobby sekarang.

Kau belum pulang kan?

 

Yoona segera menghubungi Young.

“Ne, oppa. Aku segera kesana.”kata Yoona saat telfonnya di jawab. Lalu memutuskannya tanpa menunggu jawaban dari Young, kakaknya. Setelah merapikan diri, diapun segera keluar untuk menemui kakaknya.

***

Siwon Pov

Yeoja itu berjalan menghampiriku dan Young. Ani… lebih tepatnya dia menghampiri Young. Sepertinya mereka memang berkencan. Young tampak sangat senang saat yeoja itu menghampirinya bahkan dia langsung merangkul yeoja itu dengan mesra.

Kenapa ini? Aku merasa sedikit tak suka melihatnya. Tapi apa hubungannya denganku?

“Ahh, Yoong biar kukenalkan kau pada kawanku. Gara-gara kecelakaan tadi kalian sampai tak sempat berkenalan. Yoona, ini Choi Siwon dan Siwon, ini Yoona. Aku biasa memanggilnya Yoong.” kata Young seraya memperkenalkanku dengan yeoja itu. Aku mengulurkan tanganku tapi yeoja itu malah mengacuhkannya. Karna tak urung dibalas, akupun menarik kembali tanganku.

“Oppa, ayo kita pergi. Aku tak ingin berlama-lama di tempat ini. Palli aaa …”kata yeoja itu yang ternyata bernama Yoona sambil menarik-narik tangan Young. Aku masih melihat kekesalan dari caranya melihatku. Ahh, tapi apa yang terjadi tadi sama sekali tidak disengaja. Kenapa dia harus marah?

“Siwon-aa, mian. Sepertinya aku harus segera pergi. Kalau tidak uri Yoongie akan mengamuk di sini.”kata Young dengan nada sedikit bercanda.

“Oppa,,,”

“Arasso, arasso.” Young mengiyakan permintaan Yoona. “Siwon-aa, aku akan menghubungimu besok, ok!” lanjut Young lagi. Yang hanya aku jawab dengan anggukan. Kemudian mereka berdua pergi meninggalkan aku yang masih berdiri diam di lobby kantor itu. Sebenarnya ada apa denganku? Kenapa aku merasa tak bisa berkutik di hadapan yeoja itu? Saat insiden tadi pagi hingga saat ini. Tapi apa Yoona tidak mengingat pertemuan pertama itu? Aku bahkan masih memikirkannya.

CHOI SIWON, apa yang sedang terjadi denganmu saat ini???

Siwon Pov End

***

Author Pov

Young melirik Yoona yang diam sejak tadi. Sejak meninggalkan kantor, saat makan malam bahkan sekarang saat dia mengantarkannya pulang, adiknya itu sama sekali tak banyak bicara. Malah terlihat sedang asyik dengan pikirannya sendiri.

“Yoong, kau kenapa?” Tanya Young akhirnya. Dia melirik Yoona tapi tetap fokus mengemudi.

“Yoong …” tegurnya lagi karna Yoona tak member jawaban.

“Ahhh… ne? Apa yang oppa bicarakan?” Yoona balik bertanya.

“Kau kenapa? Daritadi kuperhatikan kau lebih banyak diam. Wae? Apa terjadi sesuatu denganmu?” Tanya Young agak khawatir.

“Ooo. Apa oppa tidak melihat kejadian tadi di kantor? Namja itu menciumku! Teman oppa itu menciumku! Aissshhh ,,, jinjja… napeunnom …. Seharusnya aku menghajarnya hingga babak belur tadi. Acggghhhh … rasanya aku akan gila…” Young hanya bisa terbelalak melihat adiknya yang kini tampak berapi-api dan menjerit tak jelas. Sontak saja dia menghentikan mobilnya secara mendadak sehingga mereka agak terdorong ke depan. Untungnya mereka sudah sampai di depan rumahnya.

“Ahhh, oppa … Apa yang kau lakukan? Apa kau tak bisa menyetir?” tegur Yoona kesal.

“Mianhae. Lagipula kenapa kau menjerit tadi? Kau membuatku kaget.” Young menimpali. Yoona akhirnya sadar. Tak seharusnya dia melimpahkan kekesalannya pada kakaknya hanya gara-gara kejadian tadi di kantor.

“Na do mianhae oppa.” Sesalnya. “Ini semua gara-gara namja itu. Berani-beraninya dia menciumku. Aku merasa sangat kesal oppa.” Lanjutnya kesal tapi tak seperti tadi. Young tersenyum mendengar perkataan adiknya itu. Dia menatap Yoona dan memegang tangan Yoona. Mengelusnya dengan lembut dan sayang.

“Yoong, kau jangan seperti ini. Kejadian itu tak disengaja. Dia hanya menarikmu karna pintu itu akan tertutup. Kan kau tau sendiri bagaimana kerasnya pintu ruanganku jika menutup dengan sendirinya.” (#bayangin sendiri aj ya readers, author jga agak ssah ngejelasin soal pintu itu. #gubrak J)

“Tapi oppa, aku masih tidak rela.”kata Yoona.

“Sudahlah, itu kan hanya kecelakaan. Lagipula hanya sebuah kecupan. Seharusnya aku tidak segera menegur kalian, agar bisa membuat ciuman itu lebih dalam.”goda Young sambil tersenyum jahil.

PLETOK …

“Ahh, appo.” Rintih Young karna Yoona menjitaknya.

“Oppa, kau kakakku atau bukan?”

“Ahh, wae?”Tanya Young lagi sambil mengusap kepalanya.

“Sudahlah, aku tak ingin berbicara denganmu lagi. Oppa hanya membuatku makin kesal saja. Kumao sudah mengantarku.” Kata Yoona sambil melepaskan seatbeltnya lalu turun dari mobil. Setelah itu dia menutup pintu mobil itu dengan keras.

“Yaaa… ini mobil mahal tau! Jangan dibanting seperti itu!” kata Young agak keras.

“Kau bahkan lebih mengkhawatirkan mobilmu daripada aku. Sudah, kau pulang saja.” Kata Yoona. Lalu dia berjalan menuju pintu gerbang.

“Yoong, kau tau oppamu ini tak bermaksud seperti itu.” Ujar Young tapi Yoona tak menghiraukannya.

“Yoong …”

“Arasso, sudahlah kau pulang saja.” Kata Yoona sambil menekan bel rumahnya.

“Nuguseyo?” Tanya ahjumma Han, pengurus rumahnya.

“Nayo ahjumma.” Jawab Yoona singkat. Young segera turundari mobilnya dan menahan tangan adiknya sebelum masuk.

“Yoong, oppa chalmothasso. Mianhae, ooo?”katanya sambil pura-pura merengek. Yoona tersenyum dibuatnya. Dia memang tak pernah bisa marah pada kakaknya ini.

“Ne, arasso oppa. Sekarang pulanglah. Atau kau ingin menginap lagi di rumah?”

“Ani…aku akan pulang ke apartementku. Banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan.”

“Kau jangan terlalu capek. Kau juga harus memperhatikan kesehatanmu.”kata Yoona agak khawatir.

“Aigoo, uri Yoongie nomu kyopta.” Ucap Young sambil mengacak-ngacak rambut yoona dengan sayang. “Ne, kopjongma. Aku akan memperhatikan kesehatanku. Sekarang masuklah.” Kata Young lagi. Lalu dia mengecup kening Yoona dengan singkat.

“Ne. Oppa hati-hati di jalan!” Ucap Yoona sebelum akhirnya masuk ke rumah. Young mengangguk sambil tersenyum. Setelah Yoona menghilang dari pandangannya, dia pun meninggalkan tempat itu.

***

Siwon pov

Aku tak tahu apa yang aku lakukan di sini. Lebih tepatnya aku tak tahu kenapa aku harus melakukannya. Berdiri di samping mobilku yang terparkir di depan sebuah fakultas kampus yang ramai sambil melihat orang-orang yang lalu-lalang dengan tatapan aneh mereka. Entahlah, aku juga tak ingin tahu arti tatapan mereka itu. Aku hanya ingin fokus pada satu hal saja. Menemukannya.

Flashback

“Siwon-aa, bisakah kau menolongku?”Tanya Young saat aku menjawab panggilan telfonnya.

“Oo, katakanlah apa yang harus aku lakukan untuk menolongmu!”

“Tolong kau jemput Yoong di kampusnya.”ucapannya itu langsung membuat dadaku agak bergejolak. Sangat aneh.

“Mwo? Kau memintaku untuk menjemput Yoona?” tanyaku untuk memastikan.

“Oo. Aku sudah janji padanya akan menjempunya tapi tiba-tiba aku ada meeting mendadak. Jika kau sedang tidak sibuk tolonglah jemput dia dan antarkan ke apartemenku. Lalu temani dia. Setelah meetingku selesai aku akan langsung menemui kalian di sana.” Pinta Young. Hari ini aku memang tidak sibuk. Semua pekerjaan telah diselesaikan noona (Taeyoon) sewaktu dia menggantikanku saat aku berada di Jepang. Tapi jika memikirkan aku harus berhadapan dengan yeoja itu, aku merasa ada sesuatu yang aneh pada diriku.

“Siwon-aa, kau masih di sana?”Tanya Young setelah hening beberapa saat.

“Oo, aku masih disini. Tapi bukankah Yoona bisa pergi sendiri? Dia kan mengendarai mobil.”

“Omo, darimana kau tau kalau Yoona sering mengendarai mobil? Apa kau sudah pernah bertemu dengannya sebelumnya?” Tanya Young curiga. Tenyata aku kelepasan bicara.

“A … ani. Aku hanya menerka saja. Jaman sekarang kan banyak orang yang mengendarai mobil.” Elakku.

“Hmm, dia tak membawa mobilnya karna tau aku akan menjemputnya.”

“Kalau begitu dia bisa naik taksi.”

“Andwhe. Aku tak ingin dia naik taksi. Aku akan mengkhawatirkannya jika seperti itu. Tolonglah, jemput dia. Aku tak tahu lagi harus meminta tolong pada siapa selain dirimu. Lagipula kalian sudah saling mengenal jadi aku bisa mempercayaimu.”

“Tapi …”

“Siwon-aa, butakkhae…!!!”ucapnya kemudian telfon itu dimatikan secara sepihak tanpa memberiku kesempatan untuk mengatakan apapun lagi.

Flashback end

Setelah itu Young mengirimkan sms di mana seharusnya aku menjemput Yoona. Dan sekarang akhirnya aku di sini. Menunggu yeoja itu karna ternyata aku datang lebih awal dari jam yang dikatakan Young. Aku bisa saja tidak melakukan hal ini dan mengabaikan permintaan Young. Tapi ada sesuatu yang menuntunku untuk melakukannya. Sesuatu yang sama sekali tak aku mengerti. Mungkin benar, aku sudah mulai aneh.

Aku kembali mengedarkan pandanganku ke orang-orang yang ada di sekitar gedung itu. Pandanganku langsung saja tertuju pada seorang yeoja yang berjalan keluar dari salah satu ruangan di gedung itu bersama seorang temannya. Yeoja itu tersenyum. Yoona tersenyum.

Siwon Pov End

***

Author Pov

Siwon menatap Yoona yang sedang tersenyum. Yeoja itu terlihat sangat senang.

“Yeppeo!” ucapnya tanpa sadar. “Tapi saat dia menamparku kemarin, dia cukup menyeramkan. Apa dia seorang dewi kegelapan?”ucapnya lagi masih sambil mengamati wajah Yoona.

“Yaaaa, Choi Siwon …sadarkan dirimu! Yeoja itu menakutkan! Yeoja itu telah dua kali membuat masalah denganmu hanya dalam sehari! Itu yang harus kau ingat! Dia menakutkan!” ujar Siwon dalam hati. Mencoba mengusir rasa kagumnya terhadap pemilik senyum yang dilihatnya itu. Dia segera menghampiri Yoona dan menarik tangannya yeoja itu dengan tiba-tiba.

“Yaaa…apa yang kau lakukan?” Tanya Yoona yang agak kaget diperlakukan seperti itu. Tika yang berada di samping Yoona ikut terkejut melihat seorang namja menarik tangan sahabatnya dengan tiba-tiba. “Yaaa…lepaskan aku!” kata Yoona sambil menghempaskan tangan Siwon. Siwon pun melepaskannya saat mereka berada di samping mobilnya.

“Naiklah!”kata Siwon dingin. Yoona yang mengenali siapa orang di depannya langsung saja marah tak terima dengan apa yang dilakukan Siwon beberapa detik yang lalu.

“Neo … apa yang kau lakukan di sini? Apa maksudmu menarik-narik tanganku seperti itu dan menyuruhku masuk ke dalam mobilmu? Apa kau sudah gila? Kau seorang phsyco?”Tanya Yoona kesal.

“Mwo? Phsyco? Apa aku punya tampang seperti itu?” Siwon balik bertanya. Berhadapan dengan Yoona bisa membuatnya merasakan perubahan suasana hati dengan cepat.

“Oo.” Jawab Yoona singkat.

“Ahh, jinjja …!!!” ucap Siwon sambil memegang tengkuknya.

“Yoong, nuguya?”Tanya Tika yang sudah berada di samping Yoona sambil meneliti namja yang berdiri di hadapan mereka.

“Namja mesum.” Jawab Yoona pada Tika sambil menatap Siwon sengit. Siwon yang mendengarnya tentu saja tak menerima di sebut seperti itu.

“Ibayo Yoona-ssi, aku sedang tak ingin berdebat denganmu. Sekarang lebih baik kau masuk ke mobil agar semua urusan ini cepat selesai.” Kata Siwon mencoba menekan kekesalannya.

“Kenapa aku harus masuk ke mobilmu? Aku tak punya alasan untuk itu dan kau harus tahu aku tak ingin berurusan dengan namja mesum sepertimu.” Ketus Yoona yang berhasil memancing kekesalan Siwon.

“Yoona-ssi, aku bukan orang seperti itu. Aku juga tak ingin berurusan denganmu. Masih banyak pekerjaan yang lebih penting daripada harus berurusan denganmu. Tapi aku tak bisa mengabaikan Young. Dia yang memintaku untuk menjemputmu, arra?!” ujar Siwon dengan nada agak keras sehingga orang-orang di sekeliling mereka ikut memperhatikan. Tapi mereka tidak perduli.

“Aku sama skali tak butuh dijemput olehmu. Tak mungkin oppa menyuruhmu melakukannya padahal dia tahu apa yang terjadi kemarin. Jadi jangan berkata sembarangan.” Yoona juga tak mau kalah.

“Jika kau tak percaya kau boleh menelfonnya dan menanyakannya sendiri pada Young.”

“Yaa…kalian jangan berbicara dengan keras seperti itu! Orang-orang memperhatikan kalian!” Tika mencoba menengahi perdebatan Yoona dan Siwon yang makin sengit itu. Tapi lagi-lagi Yoona dan Siwon tak mau memperdulikannya.

“Walaupun oppa memintamu melakukannya, kau bisa saja mengabaikan permintaan itu. Kau tak perlu harus datang menjemputku karna aku bisa pergi sendiri.” Kata Yoona. Siwon mulai berpikir Yoona bukanlah orang yang bisa diajak berkompromi. Tanpa ingin memperpanjang perdebatan itu dia memilih membuka pintu mobilnya dan mendorong Yoona masuk.

“Yaaa…apa yang kau lakukan? Yaaa… yaa…!!!”kata-kata yang keluar dari mulut Yoona tak diperdulikannya lagi. Setelah Yoona duduk di kursi penumpang dia segera menutup pintu mobilnya & secara otomatis terkunci sehingga Yoona tak bisa keluar.

“Yoong … Yoong…” Tika hanya bisa memanggil nama Yoona yang saat ini sudah terkunci dalam mobil namja itu.

“Mianhaeyo, aku akan membawa temanmu. Kau tak perlu khawatir, aku tak akan menyakitinya. Aku permisi!” kata Siwon pada Tika sambil sedikit membungkukkan kepalanya saat pamit.

“Ahh, ne!’ jawab Tika membalas anggukan kepalanya dengan agak sedikit keraguan. Tapi dia tak bisa berbuat apa-apa.

Setelah itu Siwon pun masuk ke dalam mobilnya dan beberapa detik kemudian menjalankan mobil meninggalkan tempat itu.

***

“Acccggghhhhhhh ….!!!!!!!!!” Yoona menjerit untuk kesekian kalinya selama perjalanan itu. Siwon yang sedang mengemudi di sampingnya ikut terusik.

“Yoona-ssi, tak bisa kau diam? Berhentilah berteriak!” tegur Siwon dengan nada ketus sambil mengorek-ngorek telinganya yang terasa agak perih mendengar teriakan dari yeoja di sampingnya itu. Yeoja bertubuh mungil tapi mempunyai teriakan yang memekakkan telinga.

“Sirreo! Bagaimana aku bisa diam mengetahui diriku sedang diculik oleh namja mesum sepertimu! Agcccchhhhh….” Kata Yoona sambil berteriak lagi. Siwon benar-benar tak bisa tahan mendengarnya. Lama-lama telinganya bisa gendang telinganya bisa benar-benar pecah jika terus diteriaki seperti itu.

“Aku bilang berhenti berteriak dan berhenti memanggilku dengan sebutan namja mesum! Aku bukan orang seperti itu. Aku juga tidak sedang menculikmu!” kata Siwon dengan nada yang agak keras juga.

“Lalu apa maksudmu melakukan semua ini?”

“Sudah kukatakan Young memintaku untuk melakukannya. Bukankah kau sudah kusuruh menghubunginya jika kau tak percaya?”

“Aku memang tak percaya padamu! Kau yang berani melakukan hal gila kemarin terhadapku, mana mungkin aku bisa mempercayaimu!” Yoona mulai menyinggung peristiwa kemarin. Gara-gara kejadian itu dia bahkan tak bisa memejamkan matanya semalam untuk tidur karna kejadian itu selalu terbayang olehnya saat dia mengatupkan matanya.

“Aku tak sengaja melakukannya. Lagipula kau tidak menyalahkanku sepenuhnya karna hal itu juga terjadi karna dirimu. Kau yang membuatmu jatuh menindihku. Bukankah itu lebih tepat dikatakan bahwa kau yang menciumku?”

“Mworago? Yaaa….apa kau benar-benar ingin mati? Kau yang menarikku duluan.” Yoona benar-benar tidak percaya bisa mendengar hal itu. Dia tak bisa menerima jika namja itu berbalik menyalahkannya.

“Kalau aku tidak menarikmu maka pintu itu yang akan menghantammu!” Siwon pun mencoba untuk membela dirinya.

“Lebih baik aku dihantam oleh pintu itu daripada harus dicium olehmu!”

“Sudah aku bilang aku tak menciummu. Itu semua kecelakaan.” Siwon semakin kesal. “Ahh, kenapa aku harus bertemu dengan yeoja sepertimu? Baru pertama bertemu sudah membuatku kesal setengah mati! Ani…bahkan kau membuatku nyaris mati kemarin saat pertemuan awal kita.”

“Oh ya? Lalu kenapa tidak mati saja sekalian?”

“Yoona-ssi…!!!”

“Siwon-ssi, aku tidak perduli seberapa besar kekesalanmu padaku. Tapi kau bukan satu-satunya orang yang sedang kesal di sini! Karna kita tidak bisa berdamai maka lebih baik kau hentikan mobilmu sekarang dan turunkan aku di sini!” ujar Yoona memotong kalimat Siwon.

“Mungkin kau sudah lupa Yoona-ssi. Kemarin kau mengatakan padaku bahwa jika kita bertemu lagi aku bisa memarahami sepuas hatiku!” kata Siwon. Kali ini dengan nada yang sudah agak pelan. Sejenak dia tersenyum meremehkan.

“Apa maksudmu?” Tanya Yoona. Merasa agak aneh juga dengan nada suara Siwon yang perlahan mulai berubah itu.

“Kau mengatakan hal itu kemarin saat kau hampir menabrakku di perempatan karna kau ingin menyelamatkan seorang halmoni. Apa kau tidak mengingatnya? Kau benar-benar mengatakannya!” kata Siwon lagi sambil menatap Yoona sepintas.

Sejenak Yoona seperti berpikir tapi akhirnya dia mengingat masalah yang disinggung Siwon itu. Yoona membelalakkan matanya. Benar, dia memang mengatakan kalau Siwon bisa memarahinya lagi jika mereka bertemu tapi dia tidak menyangka bahwa mereka akan benar-benar bertemu lagi. Dia juga mengingat bahwa kemarin dia sempat kaget saat melihat namja itu di kantor kakaknya tapi karna insiden ciuman itu dia jadi melupakannya.

“Kau sudah ingat?” Tanya Siwon lagi. Dia melirik Yoona yang masih diam di sampingnya. “Aku pikir kau sudah mengingatnya. Daripada memarahimu aku lebih suka menghukummu. Tapi karna diantara kita sudah terjadi kesalahpahaman maka kau cukup minta maaf karna telah menyalahkanku atas kejadian di kantor Young kemarin dan melupakannya. Setelah itu kita bisa berdamai.” Siwon menawarkan.

“Sirreo!”jawab Yoona tegas. “Aku mungkin telah membuat kesalahan dengan nyaris membuatmu celaka di perempatan lalu lintas itu. Tapi kau sama skali tak pa-apa. Mobilmu juga baik-baik saja. Jadi aku tak punya alasan untuk minta maaf padamu. Berbeda dengan apa yang telah kau lakukan kemarin di kantor oppa. Kau sudah berani melecehkanku!” kali ini Yoona kembali berbicara dengan nada yang sengit.

“Yoona-ssi, tarik kembali ucapanmu! Kau akan menyesalinya!”kata Siwon sedikit mengancam.

“Aku tidak perduli apa yang kau bicarakan. Dasar namja mesum. Agccchhhhh!!!”

“Aku sudah memperingatkanmu Yoona-ssi. Berhentilah berteriak dan memanggilku seperti itu. Kau benar-benar akan menyesalinya.”

“Accggggghhhhhhhhhhhhhhhhhhhh….” Yoona tak memperdulikan perkataan Siwon dan malah semakin membuat Siwon kesal. Tiba-tiba saja Siwon menghentikan mobilnya dan melepaskan seatbeltnya. Yoona tersenyum senang.

“Akhirnya kau menyerah juga. Seharusnya kau melaku…” kalimat Yoona tak bisa diselesaikannya karna tiba-tiba saja Siwon telah menyumbat mulutnya dengan bibir pria itu. Yoona terkejut dan membelalakkan matanya. Tak menyangka kejadian ini akan terjadi lagi. Bibirnya kembali dicium oleh namja yang telah menciumnya kemarin dan kali ini benar-benar disengaja. Yoona segera tersadar dan mendorong tubuh Siwon.

“Yaa…apa yang kau …!” lagi-lagi ucapannya tak bisa diselesaikan karna Siwon kembali menyumbat mulutnya. Kali ini bibir Siwon lebih mengetatkan ciumannya dan mengunci bibir Yoona. Yoona berusaha berontak tapi Siwon sudah menahan kedua tangan Yoona hanya dengan satu tangannya. Sedangkan tangan Siwon yang satunya menahan wajah Yoona agar tak bergerak kemana-mana. Yoona tak sanggup melawan. Seberapa kerasnya dia berusaha berontak, Siwon tetap lebih kuat darinya. Bahkan tangannya tak mampu digerakkan lagi dalam genggaman Siwon.

Siwon terus saja melumat bibir Yoona. Meski awalnya seperti dipaksakan tapi perlahan mulai melembut. Dia mengemut bibir mungil Yoona yang terasa manis dibibirnya. Yoona bergerak sedikit dan tanpa sengaja dia sempat membuka sedikit celah dibibirnya dan hal itu tak disia-siakan oleh Siwon. Dia mencoba membuka celah itu dan memasukkan lidahnya ke dalam mulut Yoona. Mengelitik rongga mulut dan lidah Yoona. Yoona sebenarnya tidak tahu harus berbuat apa. Yang dia inginkan adalah mengakhiri ciuman itu tapi lidah dan bibir Siwon makin menggoda dan malah memperdalam ciuman itu. Membuat darahnya tiba-tiba terasa mengalir dengan hangat dan membuat jantungnya berdetak tak beraturan bahkan lebih cepat dari yang pernah dirasakannya. Semakin dia berontak, Siwon akan semakin menambah dalam ciuman itu. Tanpa sadar Yoona mulai memejamkan matanya. Mencoba mencari tahu apa yang tengah dirasakannya saat ini. Setelah beberapa saat akhirnya Siwon melepaskan ciumannya secara perlahan. Siwon menatap Yoona yang masih memejamkan matanya. Dia tersenyum tipis.

“Apa kau menikmatinya, Yoong?” Tanya Siwon dengan wajah yang masih berada beberapa inci dari wajah Yoona. Yoona seketika tersadar dan langsung membuka kedua matanya. Baru saja dia ingin menampar Siwon, tapi Siwon malah semakin menahan tangannya dengan kuat.

“Apa yang baru saja kau lakukan terhadapku?”Tanya Yoona sinis. Siwon bisa melihat dengan jelas kemarahan dari sorot mata Yoona. Tapi Siwon hanya tersenyum tipis menanggapinya.

“Mwoga? Igo …?” Siwon langsung mengecup singkat bibir Yoona sehingga mampu membuat Yoona terkejut kembali dengan apa yang dilakukan Siwon secara tiba-tiba itu.

“Yaa… Choi Siwon …”

“Bukankah sudah kuperingatkan. Kau yang tak mau mendengar. Aku tak punya pilihan lain selain menyumbat mulutmu seperti itu. Aku juga sudah bosan mendengarmu menuduhku telah menciummu kemarin padahal itu terjadi tanpa disengaja. Jadi lebih baik aku melakukannya dengan sengaja saja. Anggap saja itu hukumanmu!” ujar Siwon dengan senyum meremehkan.

“Neo… jinjja …” Yoona baru saja ingin berteriak tapi Siwon segera mengecup bibirnya lagi dengan singkat. Yoona benar-benar kesal dibuatnya.

“Jangan pernah lagi berteriak padaku, menamparku, atau menyebutku dengan sebutan namja mesum! Jika kau masih melakukannya di depanku, maka aku tak segan-segan untuk menciummu lagi.”

“CHOI SIWON-SSI …!”

“Aku bersungguh-sungguh akan melakukannya… Atau mungkin kau juga menginginkan aku melakukannya. Kau bahkan tadi sempat menikmati ciuman itu.”

“Aisshh,,, neo …” Yoona menatap Siwon marah. Tapi Siwon hanya membalasnya dengan tersenyum singkat seperti meremehkan Yoona. Siwon lau menjauhkan diri dari Yoona dan memasang kembali seatbeltnya.

“Aku harus segera mengantarkanmu. Kau sebaiknya duduk diam dan manis agar aku tidak mengulangi tindakanku tadi.” Kata Siwon sambil menyalakan mobilnya. Kemudian kembali menjalankan mobil itu menuju apartement Young. Sedangkan Yoona tak bisa berbuat apa-apa selain memendam kesal dan amarah di dalam hatinya.

***

Yoona Pov

Sudah hampir seminggu kejadian itu berlalu tapi aku masih saja tak bisa melupakannya. Setelah inisden di mobil itu, dia mengantarkanku ke apartement Young oppa. Setelah sampai disana aku langsung mengurung diriku di kamar oppa & membiarkannya entah sedang melakukan apa di ruang tamu sambil menunggu oppa pulang. Sampai saat ini aku belum bertemu dengan namja itu.

 

Beraninya namja mesum itu menciumku seperti itu. Beraninya dia merampas ciuman itu. Impian dicium oleh orang yang aku cintai hancur seketika oleh tingkah kurangajar namja yang bernama CHOI SIWON.

Acghhhh … aku membenci orang itu. Bahkan namanya saja sudah membuatku benci. Aku benci karna dia merampas ciuman pertama dan keduaku. Aku benci dia yang bisa bersikap biasa saja setelah melakukannya. Aku benci caranya tersenyum padaku semanis apapun senyuman itu. Dan aku lebih membenci diriku sendiri yang akhir-akhir ini selalu terusik dengan berbagai pikiran tentang namja itu.

 

Im Yoona, ada apa denganmu? Cepatlah sadar! Namja itu sama sekali tak boleh mengusik hidupmu seperti ini.

 

Aku tak bisa berhenti memperingati diriku sendiri. Namja itu ternyata telah mampu mengusik hidupku hanya dengan jangka waktu yang singkat. Aku tak bisa membiarkan diriku seperti ini. TIDAK BISA …!!! Ahh, kenapa aku tak bisa berhenti memikirkan kejadian itu ?????????

 

“Yoong, kau kenapa? Daritadi kau kelihatan serius sekali seperti sedang memikirkan sesuatu. Apa ada yang mengganggumu?” Tanya Tika sambil duduk di sampingku. Perkuliahan hari ini sudah berakhir tapi aku masih betah duduk di tempat dudukku. Akhir-akhir ini jadwal kuliah memang sedikit padat dan banyak tugas-tugas yang harus diselesaikan sehingga aku belum menceritakan apapun pada Tika.

“Ani … gwenchana! Aku hanya sedikit lelah setelah menerima ceramah dari prof. Keynes selama 3 jam.” Ucapku sambil tersenyum.

“Benarkah? Tapi menurutku tidak seperti itu. Kau pasti sedang memikirkan sesuatu kan?” Tanya Tika. Dia memang seperti itu. Dia sangat mengenalku, jadi dia pasti bisa merasakan jika ada sesuatu yang berubah dariku. Aku menyerah. Aku tidak mungkin menyembunyikannya dari dia. Karna Tika bukan orang yang akan tinggal diam tanpa menyelidiki sesuatu yang sudah menimbulkan pertanyaan dikepalanya.

“Ooo, aku memang sedang memikirkan sesuatu!” jawabku lemas tapi membuat Tika makin bersemangat.

“Mwoga?” tanyanya penuh selidik.

“Aku masih memikirkan kejadian yang belum lama ini terjadi padaku karna namja mesum itu. Ahh, jinjja … aku bahkan hampir frustasi dibuatnya.”kataku sambil sedikit mengacak-ngacak rambutku.

“Namja mesum?” Tanya Tika sambil berpikir. “Ahh, namja yang waktu itu menarikmu dan membawamu waktu itu kan? Wae? Apa yang dia lakukan padamu? Sebenarnya siapa dia? Kenapa kau menyebutnya namja mesum?” Tika mulai memberondongku dengan pertanyaan-pertanyaannya.

“Hanya seorang namja mesum yang berteman dengan Young oppa dan akhirnya berurusan denganku. Dia benar-benar sangat membuatku kesal. Ahh, ottokhae? Aku benar-benar tidak bisa melupakan apa yang telah dilakukannya!”kataku dengan sedikit frustasi.

“Kalau begitu jangan coba dilupakan. Biarkan saja dia berlalu.” Timpal Tika terkesan asal-asalan.

“Mwo? Yaa…Park Tika, apa kau tidak bisa mengatakan sesuatu yang lebih baik dari itu?”

“Wae? Saranku cukup baik. Aku hanya tidak menyuruhmu untuk melupakannya dan membiarkannya saja. Kalau kau semakin mencoba melupakannya itu bisa saja membuatmu semakin memikirkannya. Jadi kau abaikan saja.” Aku terdiam sejenak mencerna kalimat Tika itu. Apa yang dikatakannya mmemang ada benarnya juga. Yang menjadi pertanyaanku sekarang apakah aku bisa melakukannya???

Tiba-tiba saja perhatian kami dialihkan oleh suara dering handphone Tika. Dia melihat displaynya sesaat dan tersenyum senang setelah mengetahui siapa yang menelfon. Dia segera menjawabnya.

“Oo oppa, waegure? … ani, aku masih di kelas bersama Yoona … ani … ahh, jijja? … arasso, kami akan segera ke sana.” Itulah beberapa potongan kata yang aku dengar sebelum Tika menutup telfonnya. Pasti Yesung oppa. Kalau bukan dia siapa lagi yang bisa membuat Tika tersenyum sumringah seperti itu (*Author ikut senyum-senyum gaje. Saking ngefanznya sama ddangkoma. wkwkwk J). Aku hanya bisa menghembuskan nafas panjang.

“Yoong, palli aa. Kita pulang sekarang. Oppa sudah menjemputku di depan. Aku dan dia harus mengecek undangan pertunangan yang katanya sudah siap.” Ujar Tika masih dengan senyuman sumringahnya itu. Aku hanya mengangguk. Lalu meninggalkan kelas untuk menghampiri Yesung oppa yang sudah menunggu kekasihnya itu.

“Oppa!” sapa Tika saat sudah berada di dekat Yesung. Yesung oppa langsung saja merangkul kekasihnya itu yang tak lama lagi akan menjadi tunangannya.

“Annyong oppa!” aku ikut-ikutan menyapanya.

“Oo, Yoong, annyong!” balasnya menyapaku. Lalu kembali mengalihkan perhatiannya kepada Tika. Ahh, manis sekali. Aku merasa sedikit cemburu melihat kebahagiaan mereka itu tapi juga sangat senang. Mereka memang kelihatan sangat serasi. Aku sering menghayalkan hal seperti itu bisa kualami bersama seseorang yang aku sukai. Tapi orang itu saat ini sedang berada di luar negeri. Aku hanya bisa tersenyum sendiri membayangkannya.

“Yoong, kami akan pergi mengecek undangan. Apa kau mau ikut? Atau aku bisa mengantarkanmu pulang.” Yesung oppa menawarkan.

“Tak perlu oppa! Aku ingin menemui Young oppa setelah ini. Aku bisa naik taksi.” Tolakku.

“Apa tidak apa-apa?”Tanya Tika.

“oo, aku bisa mengantarkanmu ke tempat Young.” tawar Yesung lagi.

“Dwesso oppa! Aku bukan anak kecil lagi yang harus diantarkan kemana-mana. Kalian pergi saja. Jika undangannya sudah jadi, aku adalah orang pertama yang harus kalian berikan undangan itu.” Kataku dengan nada bercanda. Mereka berdua tersenyum menanggapinya.

“Arasso. Aku akan langsung mengantarkannya padamu.”kata Tika.

“Kalau begitu kami pergi dulu. Sampaikan salamku pada Young.” kata Yesung oppa. Aku hanya mengangguk. Dia lalu membukakan pintu mobilnya untuk Tika. Setelah itu ikut naik ke mobilnya. Sebelum pergi mereka masih saja sempat melambaikan tangan padaku. Ahh, mereka sungguh manis.

Yoona Pov End

***

Author Pov

Young sangat senang karna Yoona mengunjunginya. Apalagi Yoona membawakan makan siang yang berupa makanan kesukaannya itu. Dia tak pernah berhenti bersyukur karna Tuhan telah memberikan seorang dongsaeng yang cantik dan juga perhatian.

“Yoong, kumao. Kau sudah membawakan semua ini untukku.”ucap Young pada Yoona. Yoona tersenyum.

“Aisshh, oppa seperti baru mengenalku saja. Tentu saja aku akan membawakannya untukmu. Akhir-akhir ini kau pasti kurang makan dan terlalu banyak bekerja sampai badanmu bisa sekurus ini. Padahal kau hanya membantu appa saja.” Kata Yoona sambil meletakkan beberapa lauk di mangkuk nasi Young.

“Yaa, aku memang hanya membantu appa tapi pekerjaanku lebih banyak dari appa. Kau tahu sendiri appa sekarang sudah tak bisa terlalu lelah bekerja.”

“Ne, arasso! Sekarang makanlah sebelum dingin. Atau kau ingin aku menyuapimu?”

“Bolehkah?”

“Aigoo, tentu saja boleh. Kau satu-satunya oppa yang kusayangi. Mana mungkin menyuapimu saja tak boleh.”

“kalau begitu pindahlah kemari. Aku tidak mau kau menyuapiku terlalu jauh.”kata Young sambil menepuk lengan kursi sofa yang sedang didudukinya. Yoona mencibirnya tapi menuruti permintaan kakaknya itu.

***

Siwon melangkahkan kaki menuju ruangan kantor Young. Hari ini mereka akan membicarakan tentang rencana survey proyek yang sedang mereka jalankan bersama.

“Annyonghaseyo, ada yang bisa saya bantu Tuan?” Tanya Yuri menyapanya.

“Ne, annyonghaseyo Yuri-ssi. Aku sudah ada janji bertemu dengan Direktur Young. apa dia ada di ruangannya?” Tanya Siwon.

“Ne, Direktur sudah menunggu anda di dalam. Mari saya antarkan.”

“Tak perlu yuri-ssi. Kau lanjutkan saja pekerjaanmu. Biar aku masuk sendiri saja.” Kata Siwon sambil tersenyum. Setelah mengetuk pintu dan mendapat jawaban dari dalam dia pun membuka pintu dan melangkahkan kakinya masuk. Tapi tiba-tiba saja matanya terkejut melihat apa yang ada di depannya saat ini. Young sedang disuapi makanan oleh Yoona yang sedang dipangkunya. Salah satu tangan Yoona meangkul leher Young sambil memegang mangkuk nasi sedangkan tangan kirinya menyuapkan makanan itu ke mulut Young yang menunggu suapan itu dengan ceria.

Rasa marah dan kecewa berkecamuk di dalam hatinya melihat pemandangan itu. Apa Young benar-benar telah berubah menjadi seperti ini? Siwon tahu young agak playboy tapi dia tidak pernah mengumbar kemesraan di tempat umum ataupun di kantor. Tapi apa yang dilihatnya sekarang justru berbeda dengan apa yang dia ketahui sewaktu mereka masih sama-sama di Amerika dulu.

“Dan yeoja itu … apa dia memang seperti ini? Tapi kenapa saat bersamaku dia sangat berbeda. Dia bahkan terkesan seperti gadis polos. Apalagi saat dia begitu marah ketika aku menciumnya. Dan sekarang dia malah duduk dipangkuan Young sambil menyuapinya dengan mesra. Yeoja itu, sbenarnya dia seperti apa?” siwon sibuk dengan pikiran-pikirannya menanggapi apa yang sedang dilihatnya saat ini.

“Siwon-aa, masuklah. Kenapa kau hanya berdiri diam di situ?”kata Young yang seketika menyadarkannya. Dia agak salah tingkah.

“Mianhae, jika aku mengganggu kalian. Aku pikir lebih baik aku kembali lain waktu saja.” Jawab Siwon menanggapi dan hendak membalikkan badannya.

“Aniya, kau sama sekali tak mengganggu. Kami hanya sedang makan siang. Kemari dan duduklah. Kami sudah selesai.” Kata Young mencegahnya. Tapi Siwon masih belum berani mendekat dan malah menatap Yoona dengan seksama. Young yang menangkap pancaran itu seketika ingat akan kebohongannya pada Siwon.

“Chagiya, aku harus rapat dengan Siwon dulu. Kau bisa menungguku di lobby atau kau ingin langsung ke apartement saja? Kau pasti lelah.” Kata Young dengan mesra. Yoona menangkap sedikit keanehan dari nada bicara kakaknya itu, tapi dia mengabaikannya. Karna kakanya memang sering bersikap seperti itu padanya apalagi jika harus menghadapi yeoja-yeoja yang sering mendekatinya. Dia selalu menggunakan Yoona sebagai perisai atau senjata untuk mengusir yeoja-yeoja itu dari hidupnya.

“Aku langsung ke apartement saja. Tapi oppa harus cepat pulang ya? Oppa kan tahu aku sangat tidak suka tinggal sendirian.”kata Yoona sambil melepaskan rangkulannya di leher Young dan bangkit dari pangkuan kakaknya itu. Dia lalu mulai membereskan kotak-kotak makanan yang sudah kosong dan membuangnya ke tempat sampah yang tersedia di ruangan itu.

“Oppa, aku pergi dulu ya!” kata Yoona seraya mengambil tasnya yang terletak di meja dan tak lupa memberi kecupan di pipi Young seperti yang biasa dilakukannya. Young hanya mengangguk sambil tersenyum. Siwon masih berdiri terdiam di dekat pintu sampai Yoona pergi tanpa mengiraukannya sedikitpun.

***

“Apa kau sudah berubah menjadi seperti ini Young?” Tanya Siwon. Dia tak bisa menahan diri untuk tak bertanya tentang kedekatan Young dan Yoona. Young yang tahu apa maksdu temannya itu hanya menanggapinya dengan santai.

“Berubah bagaimana? Aku masih sama seperti biasa.” Jawaban Young sama sekali bukan jawaban yang didinginkan Siwon.

“Kau tidak pernah seperti ini sebelumnya. Bermesraan dengan seorang yeoja di tempat umum apalagi di kantor seperti tadi. Kau bahkan tak perduli dengan sekelilingmu. Apa kali ini kau benar-benar bersungguh-sungguh dengan yeoja itu?”Tanya Siwon serius.

“Hmm, molla. Aku hanya ingin menikmatinya saja saat ini.” Jawab Young masih dengan sikap santainya.

“Itu berarti kau hanya bermain-main dengannya?”

“Aku tak mengatakan seperti itu. Sudah kubilang aku hanya ingin menikmatinya sekarang. Kau kenal aku kan?! Young sangat menyenangkan.” Ucapan Young itu membuat Siwon sedikit marah. Dia melemparkan berkas yang dipegangnya ke meja di hadapannya.

“Kau bacalah berkas itu. Aku sedang tidak mood berbicara denganmu hari ini. Jika kau setuju, segera hubungi aku.” Kata Siwon dingin.

“Oo, arasso!” jawab Young singkat. Siwon mencoba untuk menguasai dirinya.

“Aku pergi dulu.” Yoong hanya mengangguk mengiyakan. Siwon pun segera pergi meninggalkan ruangan Young dengan perasaan yang bercampur aduk.

***

Yoong celingukan mencari taksi kosong yang lewat. Tapi sudah hampir 15 menit taksi yang lewat sudah terisi semua.

“Aissh, seharusnya aku meminta kunci mobil oppa saja tadi.”rutuknya. tiba-tiba sebuah mobil audi berwarna perak berhenti tepat di depannya. Yoona mencoba menajamkan matanya agak sedikit bertanya-tanya kenapa mobil itu berhenti di depannya. Dia melirik sekelilingnya dan memang hanya ada dia saja yang berdiri di situ. Beberapa saat kemudian seorang namja dengan stelan jas yang sangat rapi dan memakai kaca mata hitam turun dari mobil itu. Namja itu kemudian melepaskan kaca mata hitamnya dan tersenyum pada Yoona. Yoona terkejut melihatnya.

“Im Yoona, apa kau baik-baik saja?”Tanya namja itu langsung menaik Yoona ke dalam pelukannya. Yoona yang masih terkejut, hanya bisa diam saja saat namja itu memeluknya dan tak ingin melawan.

***

To Be Continued

 

Author said : Segini aja dulu yaw? Semoga cukup untuk mengobati rasa penasaran para readers. Please berikan opini kalian mengenai part ini yang nanti akan aku jadikan pedoman untuk part-part selanjutnya. Semoga part selanjutnya bisa cepat aku publish. Tapi tergantung dari komentar kalian para readers. Don’t be silent readers yaw. Komentar kalian adalah sumber motivasiku. See you in next part. Kamsahabnida …^^

 

Yg ingin lebih kenal aku bisa langsung add akun fb-ku : Tika Sheila EverlastingFriend atau akun twitterku @SangRa_ELF … Annyong ^^

Tinggalkan komentar

223 Komentar

  1. Ketawa mlu baca ff ini.hihihii.wonppa cemburu yaa?wkwkw.young oppa iseng bgt sih.siapakah gerangan yg memeluk yoong eonni?

    Balas
  2. Wonpa cemburu tuch
    lagian young oppa iseng bget masa adnk sendiri dibilang yeoja yg dikencanix ada2 aja terus Yah yah yah siapa namja yg memeluk yoona eonni…?
    Jadi Penasaran…?
    Next

    Balas
  3. marsiah

     /  Oktober 16, 2015

    Siwon oppa terbakar cemburu karna kedekatan yoona dan oppa nya hahaha…..won oppa won oppa cemburu nye wkwkwkk.
    Siapa ya yang nghampirin yoona

    Balas
  4. ambar.syw

     /  November 4, 2015

    Ceritanya benar” jauh dari yg aku bayangin. Tpi ini kocak banget, sumpah.. Seru deh^^~ semakin menarik ㅋㅋㅋ dan bikin penasaran. namja itu???

    Balas
  5. Nhiina

     /  November 4, 2015

    Huaaaa ^_^
    yoong eonn dapet kissnya banyak skali ^_^
    di bagi satu bleh gga ?*ditabokyoong*
    semakin seru saja .
    omo ! apa siwon oppa cemburu ?
    aigoo ! ternyata oppa udah jatuh cinta ni ama yoong eonn .

    tapi siapa namja yg meluk yoong eonn ?

    Balas
  6. Nur Khayati

     /  November 6, 2015

    Aig00, Siw0n jeal0us berat sama kemesraan.a Y0ung & Y00ng nih😀,
    (Padahal jg udah nge-kiss Y00na td) .,:-/
    D tambah Y0ung bilang ingin ‘menikmati’ hubungan.a sama Y00na dulu-kesan.a Y00na kyk selingan aja & langsung bikin Siw0n BT.., Kapan berakhir sandiwara.a Y0ung ?:-|

    Siapa tuh yg tiba2 meluk Y00ng ??

    Balas
  7. arum

     /  Desember 29, 2015

    Sepertinya siwon cemburu sama kebersamaan yoona dan oppanya. Keren banget ceritanya.

    Balas
  8. diah fibri

     /  Januari 30, 2016

    jd senyum2 sendiri bacanya … KEREEEENN thor ff nya … o iya mian ya thor kadang kl keasikakan baca sampe kelewat ngasih comment…. hehehe
    next ….

    Balas
  9. YoongNna

     /  Februari 8, 2016

    Jangn blng yg main peluk aja tu seunggi..
    Lucu jg young yg ngrjain siwin dn bkin slah pham ats hubngnnya dgn yoona..
    Gmn yaaa nnti hubngn yoona dan siwon

    Balas
  10. yhanies_Nited

     /  Februari 13, 2016

    Wkwk , , Wonppa menang banyak tuh dapet ciuman dari yoong unnie berkali-kali😀
    Young oppa jail juga isengin temen sendiri , , gpp itung2 ngetes calon adek ipar , ,

    Balas
  11. Amirah ELF

     /  Februari 14, 2016

    waiitttt ,,,, siapaa tu yg meluk yoona ???

    Balas
  12. Anggita

     /  April 29, 2016

    Ketawa sendiri bacanya..
    Siapa yg meluk yoona eonni?

    Balas
  13. Yayu Tiansih

     /  Juli 16, 2016

    aku suka hubungan adik kaka kaya yoong eonni sama young oppa keliatan akrab banget disini, meskipun bikin org yg liat salah paham sih
    wonnpa agresif banget nyium terus yoong eonni, tapi ff nya bener2 seru banget thor

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: