[2S] STILL LOVING YOU ~ Sequel BREAK UP Part II ( END )

 

STILL LOVING YOU ~ Sequel BREAK UP Part II ( END )

By Uchie / twitter acc @uchie

Cast   : Im Yoona , Choi Siwon , Im Yunho , Kim Youngwoon aka Kangin , Choi Sooyoung , etc

Type  : 2S / Sequel

Genre : Romance , Sad , Tentukan sendiri

Rating: PG-13

Disclaimer : cerita ini murni hasil pemikiran ku, bila ada terdapat persamaan cerita itu benar-benar tidak disengaja. Siwon milik Yoona, Yoona milik Siwon. Mereka berdua milik orang tua, SME dan para penggemar mereka. Aku hanya minjam nama mereka dan berharap mereka menjadi pasangan REAL (Aamiin)

 

Hi!!! *lambai-lambai tangan, aku kembali bawa lanjutan sequel Break Up part akhir. Koment sebelumnya banyak yang bingung ya ma ceritanya? Mungkin karena belum baca Drabblenya yaa… Bagi yang masih bingung mending baca dulu drabblenya biar nyambung ma cerita ini. Ini link cerita sebelumnya…

 

https://yoonwonitedkingdomstory.wordpress.com/2013/01/18/drabble-break-up/

 

https://yoonwonitedkingdomstory.wordpress.com/2013/02/05/2s-still-loving-you-chapter-1

 

 

Typo mohon dimaafkan, Happy Reading ^o^

 

 

Bunyi detak jarum jam disebuah ruangan bernuansa putih, tak mengganggu sang penghuni yang masih asyik dengan kegiatannya. Seorang namja berperawakan tinggi terlihat menatap kosong kesibukan yang terjadi di jalan raya melalui jendela di lantai 40 tempat ia berdiri saat ini. Pikirannya menerawang kembali ke kejadian tadi siang, saat ia secara tak sengaja bertemu lagi dengan gadis impiannya. Ya, cuma gadis impian karena ia telah menyia-nyiakan kesempatan untuk meraih gadis itu 2 tahun yang lalu.

 

Bunyi pintu terbuka tak membuat lamunan namja itu terhenti. Sepertinya ia belum sadar ada seorang yeoja yang masuk tanpa permisi dengan raut kesal yang terpancar jelas di wajahnya.

 

“Oppa!! Kenapa kau meninggalkan ku tadi…” Tanya sang yeoja dengan nada marah terkesan dibuat-buat. Siwon masih diam, tetap dalam posisi menatap keluar jendela membelakangi si yeoja. Tahu bahwa Siwon tak merespon ucapannya, mimik yeoja itu pun berubah. Wajah kesalnya tadi berubah menjadi wajah penuh simpatik. Ia yakin, namja yang ada didepannya ini sedang mempunyai pikiran, dan ia tahu pasti itu bukanlah tentang pekerjaan yang sedang ia tangani.

 

Sooyoung, sang yeoja itu perlahan mendekat ke arah Siwon. Dan menepuk pelan bahu Siwon. Siwon tersentak kaget….

 

“Oh, Soo…kau sudah lama disini?? Maaf tak bisa menemanimu makan siang tadi.” Siwon kembali menampakkan wajah senyumnya dihadapan Sooyoung. Ia tak ingin Sooyoung mengetahui apa yang sedang ia rasakan saat ini.

 

“Oppa, kau tak perlu berakting seolah-olah tak terjadi apa-apa. Aku tahu kau sekarang sedang memikirkan yeoja tadi kan?” Siwon terdiam mendengar pertanyaan Sooyoung.

 

“Dia Im Yoona kan? Gadis impianmu? Gadis yang membuatmu jatuh cinta dan tak bisa melihat ku yang juga mencintaimu? Gadis yang sudah membuatmu kecewa dan memutuskan pertunangan kalian hingga kau meninggalkan negara ini 2 tahun yang lalu? Benar kan?”Cecar Sooyong yang pasti semua jawabannya benar.

 

“Soo….”

 

“Aku tahu kau masih sangat mencintainya Oppa, dan aku dari dulu sudah siap untuk menerimanya. Usahaku 2 tahun ini sia-sia ya, kau tak pernah melihatku. Di hatimu cuma ada dia kan?” Sooyoung tersenyum miris matanya berkaca-kaca.

Siwon, masih saja diam, ia tahu selama 2 tahun ini Sooyoung selalu sabar menanti cintanya. Bahkan selama 2 tahun itu, Sooyoung selalu berada disampingnya menyemangati dirinya yang sempat terpuruk karena meninggalkan Yoona.

 

“Cobalah memulainya lagi Oppa, mohon maaf lah padanya dan kembalilah padanya….” Dengan berat hati, Sooyoung mengatakan hal yang akan membuatnya kehilangan Siwon dari sisinya. Ia pikir tak ada gunanya juga ia terus bertahan dan menanti cinta Siwon yang jelas-jelas tidak akan pernah ada untuknya.

 

“Hentikan Soo…”

 

“Kumohon Oppa, aku yakin semua itu hanya sebuah kesalahpahaman karena Oppa berpikiran pendek dan langsung mencap gadis itu pembohong. Selesaikan kesalahpahaman ini Oppa dan….. kembalilah padanya. Aku akan bahagia kalau kau juga bahagia.” Kalimat yang Sooyoung katakan terdengar tulus, walau matanya sekarang telah di aliri tetesan air mata.

 

~•~

 

Yunho berjalan sedikit tergesa-gesa memasuki salah satu bar yang berada tak jauh dari tempat nya bekerja. Seseorang telah meneleponnya dan meminta bertemu disana. Tanpa pikir panjang Yunho langsung mengiyakan permintaan tersebut dan disini lah ia sekarang berdiri setelah lebih dahulu memasuki pintu bar tersebut. Mata Yunho menyapu tiap sudut bar mencari sosok yang meminta bertemu dengannya. Tapi sosok yang ia cari belum juga tampak.

 

“Maaf, apa Anda tuan Im Yunho?” Seorang pelayan bar bertanya pada Yunho.

 

“Ya, benar.”

 

“Tuan Choi Siwon telah menunggu anda, mari saya antar.” Tanpa banyak tanya lagi Yunho langsung mengikuti langkah pelayan bar. Sepertinya Siwon telah memesan ruangan tersendiri untuk bertemu dengannya.

 

“Silahkan masuk tuan, tuan Choi Siwon ada didalam.”

 

“Khamsahamnida” ucap Yunho. Pelayan itupun membungkukkan badannya dan berlalu dari hadapan Yunho. Yunho memegang gagang pintu dan perlahan membuka nya pelan. Matanya langsung menangkap sosok Siwon yang telah asyik dengan gelas kecil berisi minuman ditangannya. Yunho langsung berjalan masuk dan mendudukan dirinya di ujung sofa berseberangan dengan tempat Siwon duduk.

 

“Kau sudah datang?” Tanya Siwon tanpa menatap Yunho.

 

“Apa yang ingin kau bicarakan?”

 

“Bisa kah kau tak terburu-buru Yunho-ya?kumohon jadilah sahabatku untuk malam ini.” Nada Siwon terdengar memohon. Hati Yunho tergerak. Bukankah ia memang sahabat orang ini terlepas dari apa yang terjadi antara Sahabatnya dengan adiknya, Yoona??

 

Suasana menjadi hening untuk beberapa saat. Siwon terus saja menuang gelasnya dengan minuman beralkohol yang ada di atas meja. Yunho hanya menatapnya dengan pandangan yang sulit di artikan, hingga ia tak tahan lagi dengan kelakuan Siwon. Yunho beranjak dari tempat duduknya mendekati Siwon dan merampas gelas yang berisi minuman yang siap Siwon teguk.

 

“Apa-apaan kau!! Kembalikan minumanku!!”

 

“Kau yang apa-apaan!! Untuk apa kau menghubungiku? Apa untuk melihatmu minum-minum dan mabuk begini ah??!!” Bentak Yunho penuh emosi. Siwon menundukkan wajahnya.

 

“Aku tak tahu, aku merasa kacau. Ku pikir Yoona akan hidup bahagia setelah aku melepasnya. Ku pikir itu keputusan yang paling tepat. Aku pergi keluar negeri mencoba melupakannya, dan berharap saat aku kembali ia akan memperlihatkan senyumnya padaku saat kami bertemu.”

 

“Tadi siang tanpa sengaja kami akhirnya bertemu, tapi aku tak melihat senyuman itu. Aku hanya melihat pancaran kepedihan di matanya. Hatiku sakit melihat ia menatapku seperti itu. Apa itu karena ia begitu membenci ku Im Yunho?? Yoona hidup bahagiakan selama ini??” Nada Siwon terdengar terisak.

 

Yunho masih saja terdiam. Ia begitu prihatin pada sahabatnya ini. Seminggu yang lalu Siwon secara tiba-tiba muncul dihadapannya setelah 2 tahun tak ada kabar. Yunho saat itu masih merasa kecewa dengan keputusan Siwon yang memutuskan pertunangan secara sepihak hingga membuat Yoona sedikit depresi. Tapi saat melihat sahabatnya itu terlihat kacau, mau tak mau ia pun  menerima ajakan Siwon untuk berbicara.

 

Yunho lebih banyak diam saat itu. Dari pembicaraan Siwon, ia menarik kesimpulan kalau Siwon masih mencintai adiknya. Yunho sedikit lega, tapi ia tak mengatakan hal apapun yang menyangkut Yoona, karena kapasitasnya disini adalah sahabat Siwon.

 

Dan kini mendengar kembali kepedihan yang dirasa Siwon setelah bertemu Yoona ia tak bisa lagi bersikap tak mau tahu tentang hubungan Siwon dan Yoona. Sudah cukup ia diam 2 tahun ini melihat kesalahpahaman yang terjadi diantara Siwon dan Yoona. Yunho mendudukan dirinya di samping Siwon dan menepuk pundak Siwon.

 

“Selesaikan masalah kalian, Yoona tidak benar-benar bahagia saat kau pergi dari hidupnya. Kau ingat kan saat ia mencoba menabrakkan dirinya?” Siwon menatap Yunho kaget. Dalam pikirannya bagaimana Yunho tahu kalau ia mengetahui hal itu.

 

“Kau tak usah berpura-pura, aku tahu kau yang menyelamatkan Yoona saat itu. Aku melihatnya saat di administrasi rumah sakit ada kartu namamu disana.” Siwon baru ingat, kalau memang ia menyerahkan kartu nama kepada suster di rumah sakit itu untuk memberi kabar pada nya kalau Yoona kenapa-napa.

 

“Apa kau masih belum menyadarinya saat itu?? Yoona begitu terpukul kau tinggalkan. Itu artinya dihatinya ada namamu. Yoona mencintaimu….” Kalimat terakhir Yunho membuat Siwon menatap Yunho tak percaya.

 

“Tapi kenapa waktu itu Yoona membohongiku dengan menemui mantan namjachingunya? Padahal aku sudah sangat mempercayainya…” Nada tanya yang terdengar frustasi.

 

“Itu cuma kesalahpahaman Siwon. Kau yang tidak mau mendengar penjelasan Yoona. Kau kenal Kangin kan?” Siwon mengangguk. Ia tahu Kangin adalah sunbae Yoona di sekolah dulu mereka dekat layaknya kakak-adik karena mereka sama-sama masuk ekstrakulikuler melukis.

 

“Kangin mengajak Yoona bertemu tapi entah kenapa malah donghae yang berada direstoran tersebut. Yoona ingin beranjak pergi tapi donghae memohon agar Yoona mau bicara dengannya. Setidaknya untuk terakhir kalinya. Yoona terpaksa menerimanya. Dan akhirnya kau tidak sengaja melihat pertemuan itu.”

 

“Yoona telah berusaha menjelaskannya, tapi kau tak mengacuhkannya malah membatalkan pernikahanmu.” Yunho tersenyum kecut, mengingat kembali betapa terpukulnya Yoona saat itu.

 

“Kenapa kau tak menjelaskannya padaku saat itu??!!” Tanya Siwon sedikit emosi.

 

“Aku baru mengetahuinya beberapa bulan setelah kau pergi keluar negeri. Itupun setelah Yoona ku paksa menceritakan apa yang menjadi alasan kau meninggalkannya.” Siwon mengacak rambutnya frustasi. Ia merasa begitu bodoh saat itu. Seharusnya ia mendengar dulu penjelasan Yoona.

 

“Yoona tidak mencintai ku Yunho-ya, karena saat itu aku menanyakan langsung padanya sebelum akhirnya aku memutuskannya…” Lirih Siwon.

 

“Kau benar-benar pabo!! Bagaimana mungkin ia bisa mengatakannya bila ditanya secara tiba-tiba? Disaat suasana diantara kalian sedang kacau??”

 

~•~

 

Yoona terlihat masih berkutat dengan selimut yang menutupi tubuhnya. Padahal alarm jam diatas nakas samping tempat tidurnya telah berbunyi sejak setengah jam yang lalu. Entah apa yang membuatnya jadi merasa malas beranjak dari tempat tidurnya, ia merasa mual dan badannya sangat lelah.

 

“Yoong!!! Yoona….” Teriak Yunho dari balik pintu kamar Yoona. Gedoran pintu yang makin terdengar kencang mau tak mau membuat sang pemilik kamar bangun.

 

“Ya Oppa… Aku akan segera turun…” Yunho pun berlalu pergi setelah mendengar ucapan Yoona dari dalam kamar. Yoona perlahan berdiri, tapi mendadak kepalanya terasa sakit. Kakinya melemas tak kuat menopang tubuhnya sampai akhirnya Yoona terduduk sambil terus memegangi kepalanya. Kesakitan yang sangat luar biasa Yoona rasakan, hingga ia berteriak memanggil Yunho. Yunho yang sedang menikmati siaran tv sambil sarapan di ruang tengah segera berlari ke kamar Yoona karena mendengar teriakan dari kamar Yoona.

 

“Yoong!!” Yunho bergegas membopong tubuh Yoona setelah memasuki kamar Yoona. Yunho membaring kan tubuh Yoona hati-hati di atas tempat tidurnya. Raut khawatir terpampang jelas diwajahnya.

 

“Yoong, kau kenapa??”

 

“Oppa…. Kepala ku….” Napas Yoona terengah-engah menahan sakit di tubuhnya.

 

“Kita ke dokter ya?”

 

“Aniyo Oppa… Aku hanya perlu istirahat Oppa. Aku akan ijin tak bekerja hari ini.” Keringat dingin membasahi kepala Yoona. Ia merasa ada yang aneh dengan tubuhnya belakangan ini. Sering sakit kepala dan tubuhnya acap kali terasa tak bertenaga yang mengakibatkan konsentrasinya sedikit terganggu. Tapi semua ia abaikan, bila kepala nya terasa sakit ia hanya meminum obat yang ia beli di apotik untuk mengurangi rasa sakit. Tapi pagi ini sakit di kepalanya terasa puluhan kali lebih menyiksa dari yang biasanya.

 

“Baiklah.. Oppa juga akan minta libur hari ini.”

 

“Jangan Oppa… Oppa tak boleh libur. Bukankah hari ini ada rapat penting dengan atasan Oppa? Aku tak apa-apa Oppa, cuma sakit kepala biasa.” Nada bicara Yoona terdengar meyakinkan.

 

“Tapi Yoong….”

 

“Aku baik-baik saja Oppa…” Seulas senyum Yoona perlihatkan kepada Yunho, berharap kakaknya itu percaya kalau ia cuma perlu istirahat.

 

“Baiklah, tapi kau sarapan dulu dan minum obat. Baru Oppa akan berangkat kerja.”

 

“Ne… Baiklah Oppa….”

 

~•~

 

Yoona sekarang sedang duduk dihadapan seorang dokter spesialis penyakit organ dalam. Wajahnya terlihat harap-harap cemas menunggu jawaban sang dokter. Pagi tadi setelah Yunho berangkat kerja, Yoona memutuskan pergi ke rumah sakit untuk mengecek kondisi kesehatannya.

 

“Jadi bagaimana dok?”

 

“Hmmm… Saya belum bisa memastikannya hari ini nona Im. Anda harus menjalani pemeriksaan keseluruhan. Tapi dari keluhan yang anda sebutkan tadi, itu mengarah ke penyakit kanker otak.”

 

Bluss…

 

Hati Yoona mencelus mendengar prediksi sang dokter. Apalagi ini? Kenapa tiba-tiba ia mendapat penyakit ini? Mata Yoona memanas, menahan pukulan batin yang barusan ia dengar.

 

“Tapi ini baru prediksi saya. Saya harap 2 hari lagi anda datang lagi kesini untuk dilakukan cek laboratorium ulang untuk memastikannya. Mudah-mudahan prediksi saya ini salah.” Jelas sang dokter mencoba memberi harapan pada Yoona.

 

“Baik dokter terima kasih, saya permisi dulu…” Yoona berlahan beranjak dari tempat duduknya. Yoona berjalan gontai setelah keluar dari ruangan itu. Pikirannya memaksa hatinya untuk jangan menangis, dadanya terasa sesak. Ia berharap prediksi dokter tadi salah, ia harus optimis. Ia tak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya kalau memang benar ia menderita penyakit mematikan itu. Karena penyakit itu juga yang telah merenggut nyawa Donghae. “Apa aku akan bernasib sama sepertimu Lee Donghae?? Aku harus kuat…” gumam Yoona.

 

~•~

 

Keesokkan harinya, pagi itu Yoona bangun dengan tubuh yang terasa remuk. Padahal kemarin ia hanya berdiam diri dirumah setelah memeriksakan dirinya ke dokter. Tapi Yoona tetap memaksakan tubuhnya untuk bangun dan pergi bekerja.

 

“Oppa… Kau sudah bangun?” Tanya Yoona saat melihat Yunho sudah siap dengan pakaian kerjanya. Yunho hanya mengangguk sambil memakan sarapan yang tadi sempat ia buat untuk dirinya dan Yoona.

 

“Yoong, kau terlihat sedikit pucat. Apa kau baik-baik saja pagi ini? Apa kepalamu masih sakit?”

 

“Aku baik-baik saja Oppa… Istirahat seharian dirumah membuat tubuhku sedikit segar. Kepalaku tidak sakit lagi kok.” Yoona berusaha terlihat ceria didepan Yunho. Ia tak ingin kakaknya mengetahui hal yang ia risaukan. Ia yakin, kalau dirinya sehat dan perkataan dokter kemarin salah. Yunho sepertinya percaya dan kembali melanjutkan sarapannya. Yoona yang dari tadi hanya berdiri akhirnya ikut duduk sarapan bersama Yunho, walau sebenarnya ia tak berselera makan.

 

“Yoong…. Siwon ingin bertemu denganmu…” Ucap Yunho hati-hati. Yoona yang sedang menyantap sarapannya, tiba-tiba menghentikan acara makannya.

 

“Oppa…. Aku tak mau membahasnya lagi apalagi bertemu dengannya….”

 

“Tapi kalian harus menyelesaikan semua kesalahpahaman itu Yoong.”

 

“Tak ada yang perlu diselesaikan lagi Oppa… 2 tahun lalu aku sudah berusaha meluruskannya, tapi lihat kan apa yang ia lakukan. Dan sekarang aku tak mau lagi punya urusan dengannya. Dan ku mohon jangan pernah menyebut namanya lagi Oppa…” Yoona berdiri dan akhirnya berjalan kearah pintu keluar rumahnya. Meninggalkan Yunho yang hanya menatap punggungnya sendu.

 

Ditempat lain seorang namja melangkah memasuki sebuah gedung pencakar langit dikawasan Seoul. Ia mendekati meja resepsionis yang berada di pintu masuk gedung tersebut.

 

“Permisi, apa tuan Choi Siwon sudah datang?”

 

“Direktur Choi sudah datang tapi apa Anda sudah membuat janji sebelumnya?” Tanya sang resepsionis.

 

“Belum, tapi ada hal penting yang harus saya sampaikan padanya.”

 

“Baik tuan, mohon anda tunggu sebentar. Saya akan menelepon sekretaris direktur dulu. Maaf tuan, nama anda??”

 

“Saya Kim Youngwoon.”

 

Setelah menelepon sekretaris Siwon, resepsionis wanita itupun mempersilahkan Kangin untuk menuju lift dan memberi tahu di lantai mana Siwon berada.

 

Ketukan pintu membuat Siwon mengalihkan pandangannya ke arah pintu. Sejak sang sekretaris memberi tahu ada namja yang bernama Kim Youngwoon ingin menemuinya, Siwon pun menghentikan aktifitas kerjanya dan memikirkan apa yang akan disampaikan sunbae Yoona tersebut. Ia mengenalnya memang, tapi mereka tidak bisa dikatakan dekat.

 

Kangin memasuki ruangan bernuansa putih itu dan perlahan mendekati meja sang pemilik ruangan.

 

“Apa kabar tuan Choi….” Sapa Kangin sambil mengulurkan tangannya. Siwon tak membalas, ia hanya tersenyum kecut. Kangin menarik lagi tangannya dengan perasaan sedikit kecewa.

 

“Silahkan duduk. Ada urusan apa kau kesini Kangin-ssi? Jangan bilang kau akan menjelaskan kejadian 2 tahun lalu.”

 

 

“Memang itu lah yang akan aku jelaskan. Tapi kumohon kau mendengarkannya. Aku tak mau perasaan bersalah selama 2 tahun ini terus menghantui ku. Jadi ijinkan aku mengatakan yang sebenarnya padamu.”

 

“Aku akan mendengarkan….” Jawab Siwon nadanya terdengar tak peduli. Kangin menghela nafasnya.

 

“Aku lah penyebab semua kesalahpahaman ini. Lee Donghae saat itu mendatangiku dengan keadaan kacau, ia mengatakan masih sangat mencintai Yoona. Ia memohon padaku agar membantunya menemui Yoona. Aku merasa kasihan dan tak sanggup menolaknya karena ia bilang ini akan menjadi pertemuan terakhirnya dengan Yoona. Akupun menghubungi Yoona untuk mengajak bertemu, aku membohonginya. Ia tak tahu kalau Donghae lah yang akan ia temui. Dan ternyata secara tak sengaja kau melihatnya, dan terjadilah kesalahpahaman itu…” Akhir Kangin. Mata Siwon berkaca-kaca setelah mendengar semua penjelasan Kangin. Apa yang dikatakan Sooyoung, Yunho dan sekarang Kangin memenuhi pikirannya. Kejadian itu memang sebuah kesalahpahaman. Tapi hati Siwon masih membeku, walau semua itu kesalahpahaman tapi tetap saja Yoona tidak mencintainya. Walau Yunho mengatakan Yoona mencintainya, tapi itu tak cukup membuatnya yakin.

 

“Kembalilah pada Yoona, ia sangat mencintaimu….” Lanjut Kangin.

 

“Mencintaiku?? Dari mana kau tahu ia mencintaiku ah?? Dan kemana saja kau selama ini? Kenapa baru sekarang kau menjelaskannya padaku??!!” Ujar Siwon sedikit emosi.

 

 

“Aku mendadak harus meninggalkan negara ini mengurus ayahku yang sedang sakit. Dan saat aku kembali, berita itu yang ku terima. Setelah aku tahu penyebabnya adalah aku. Aku langsung menemui Yoona. Ia terlihat sangat membenciku, aku menerimanya. Tapi satu kalimat yang ia katakan padaku menyiratkan kalau ia saat itu telah jatuh cinta padamu. Kau tahu apa yang ia katakan? Ia bilang gara-gara aku dia jadi kehilangan orang yang sangat berharga dihidupnya, dan jelas orang itu adalah kau.” Lagi-lagi hati Siwon terasa sakit… Ternyata tidak hanya Yunho tapi Kangin juga mengatakan hal yang sama.

 

“Aku….. Aku tak menyangka usahaku mempertemukan Yoona dan Donghae malah membuat pernikahan kalian batal, Maafkan aku… ” Kangin perlahan berdiri dari dudukannya. Hatinya merasa lega, rasa bersalahnya yang dia anggap hutang pada Yoona akhirnya telah ia lunasi.

 

“Terima kasih atas waktumu, kuharap usahaku ini tak sia-sia. Dan perlu kau ketahui Donghae telah tiada, ia sudah meninggal. Aku permisi…” Kalimat terakhir Kangin sebelum akhirnya meninggalkan ruangan Siwon. Senyum mengembang di bibirnya, rasa bersalah itu walau masih terasa tapi ia lega telah melakukan hal yang bisa membuat kesalahpahaman ini berakhir.

 

~•~

 

Yoona terlihat kelimpungan melayani para pengunjung yang mendatangi restoran tempat ia bekerja. Rasa lelah sekarang menggerogoti tubuhnya, tapi ia tetap bertahan. Sesekali ia juga memegang kepalanya, mungkin ia merasakan sakit kepalanya lagi. Saat ia sedang mencatat pesanan pengunjung, tiba-tiba tangannya di cengkram seseorang yang membuat Yoona sedikit kaget.

 

“Kita perlu bicara Im Yoona….” Ucap namja yang tak lain adalah choi Siwon. Yoona berusaha menepis tapi tangan Siwon malah semakin keras hinggap di lengannya.

 

“Ayo ikut aku….” Tanpa banyak kata Siwon segera menarik Yoona keluar Restoran dan membuat para pengunjung dan rekan-rekan kerja Yoona menatap penasaran.

 

“Lepas!!! Lepaskan aku..!!” Yoona masih berusaha melepas cengkraman Siwon.

 

“Tidak sampai kau menaiki mobil dan ikut denganku..!!” Tegas Siwon. Setelah sampai disamping mobilnya, Siwon membukakan pintu dan memaksa Yoona masuk ke dalam mobil. Ia berhasil, Siwon mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. Ada atmosfer dingin yang terasa di dalam mobil tersebut. Masing-masing saling diam tak bersuara sedikitpun. Yoona yang memang sedari tadi sudah merasakan lelah di tubuhnya cuma bisa berusaha menguatkan hati dan pikirannya, ia tak mau tubuhnya tumbang dihadapan namja disampingnya. Sedangkan Siwon terus berkonsentrasi mengendarai mobilnya berusaha agar cepat sampai ketempat tujuannya.

 

Perjalanan yang memakan waktu 1 jam itupun berakhir. Kini mobil tersebut sedang terparkir disamping sebuah dermaga tepi laut. Siwon membuka pintu mobil dan keluar tanpa menoleh ke Yoona. Ia berdiri menatap lurus lautan yang terbentang didepannya. Kapal yang berlabuh ditepi dermaga itu tak mengurangi ke indahan lautan biru disampingnya. Yoona yang telah merasa bosan didalam mobilpun akhirnya ikut turun. Ia berdiri agak menjarak dari Siwon, jujur hatinya masih tak menentu pada namja itu. Rasa cinta dan sakit hati mendominasi perasaannya saat ini.

 

Siwon yang melihat Yoona berada tak jauh disampingnya kemudian berjalan mendekat. Ia memeluk tubuh kurus Yoona erat, ia tak peduli apa nanti yang akan Yoona lakukan padanya. Mungkin ia memang lancang, tapi mau bagaimana lagi, ia sangat merindukan pelukan ini. Menghirup aroma gadis ini, membuat Siwon mengingat lagi perjuangannya untuk meluluhkan hati Yoona. Mengusap lembut rambut gadis ini, membuat Siwon terkenang akan memori manis yang pernah ia dan Yoona alami. Semua itu makin membuat Siwon mempererat pelukannya.

 

“Lepaskan!!” Ucap Yoona tiba-tiba. Siwon terhenyak, ia terlalu menikmati pelukannya tanpa sadar gadis ini sejak 2 tahun lalu telah ia lukai. Siwon, melepaskan pelukannya. Ia menatap mata Yoona sendu.

 

“Untuk apa kau membawaku kesini?” Tanya Yoona dingin.

 

“Yoona…. Aku minta maaf atas segala kekeliruanku selama ini, aku mohon maaf atas kebodohanku yang meninggalkanmu tanpa mendengarkan penjelasanmu terlebih dahulu. Aku mohon maaf atas rasa sakit yang selama 2 tahun ini kau tanggung. Aku melepasmu agar kau bisa hidup bahagia dengan pilihanmu, tidak terikat paksa dengan hubungan yang tak kau inginkan dengan ku dulu. Tapi sepertinya itu keputusan bodoh yang ku ambil. Mianhae…. Mianhata….” Yoona tak menanggapi perkataan Siwon, ia merasa kata-kata Siwon tak ada gunanya lagi sekarang. Walau pun ia memaafkan namja ini tetap saja luka itu pasti membekas dihatinya.

 

“Yoong…. Ku mohon maafkan aku, aku rela melakukan apapun asal kau memaafkan ku.” Yoona mati-matian menahan tangisnya, tapi tiba-tiba ia kembali merasakan sakit luar biasa di kepalanya. Yoona memegang kepalanya meringis kesakitan. Siwon yang melihatnya pun segera meraih tubuh Yoona, hingga akhirnya Yoona terjatuh kepelukannya tak sadarkan diri. Siwon panik, ia berusaha membangunkan Yoona. Memanggil-manggil nama gadis itu, tapi nihil. Yoona tak meresponnya sama sekali. Akhirnya Siwon mengangkat tubuh Yoona dan memasukkannya ke dalam mobil. Siwon memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju rumah sakit terdekat.

 

Kurang dari 10 menit mobil Siwon kini telah terparkir di depan salah satu rumah sakit. Dengan cepat, Siwon menggendong lagi tubuh Yoona menuju UGD rumah sakit.

 

“Suster tolong segera gadis ini, tiba-tiba saja ia pingsan.” Ujar Siwon. Suster yang menjaga pada jam itupun membantu Siwon meletakkan Yoona di atas tempat tidur rumah sakit dan langsung memanggil dokter yang bertugas.

 

“Maaf Tuan, anda tunggu diluar dulu kami akan melakukan pemeriksaan.” Ucap sang suster setelah sebelumnya membawa Yoona ke ruang pemeriksaan. Siwon terduduk lemas, ia merasakan firasat buruk.”Apa yang sebenarnya kau alami Yoong… ” Lirih Siwon. Tanpa ia sadari setetes air mata telah mengaliri wajah tampannya.

 

~•~

 

Derap langkah terburu-buru memenuhi lorong sebuah rumah sakit. Seorang namja dan seorang yeoja menampakkan wajah khawatirnya sambil mencari-cari ruang perawatan yang akan mengantarkan mereka ke seseorang yang mereka tuju.

 

“Oppa itu kamarnya…” Teriak Jihye sang yeoja tadi. Langsung saja Yunho, namja itu berlari ke ruang perawatan yang ditunjuk Jihye. Yunho membuka knop pintu dan matanya langsung tertuju pada yeoja yang terbaring lemah dengan alat bantu pernafasan menutupi sebagian besar wajahnya.

 

Yunho berjalan mendekat ke arah Yoona dan langsung menyeret Siwon keluar kamar. Ia mencengkram kerah baju Siwon, dan menyudutkannya ke dinding.

 

“Apa yang kau lakukan pada Yoona ah!!! Apa yang kau perbuat hingga adikku seperti itu!!” Teriak Yunho penuh emosi. Ia makin menyudutkan tubuh Siwon ke dinding.

 

“Aku tak melakukan apapun Yunho, tiba-tiba saja Yoona memegang kepalanya dan akhirnya pingsan.” Nada Siwon tercegat. Ia merasa tak sanggup harus mengatakan kebenarannya pada Yunho. Tapi Yunho memang harus mengetahuinya.

 

“Yoona… Yoona terkena kanker otak….”

 

Degg….

 

Cengkraman Yunho melonggar, ia tampak shock dengan menuturan Siwon. Ia terduduk lemas.

“Bagaimana mungkin Yoona terkena penyakit itu? Bagaimana mungkin ini terjadi….” Isak Yunho. Siwon hanya bisa menatap sedih sahabatnya itu. Bagaimana mungkin ia menguatkan Yunho sedang hatinya juga terasa teriris sakit melihat gadis yang ia cintai divonis menderita penyakit mematikan itu. Didalam kamar perawatan Yoona, Jihye juga mendengar jelas apa yang Siwon katakan. Ia hanya bisa menangis dalam diam, mengetahui sahabatnya ini sedang terbaring melawan penyakit.

 

~•~

 

Semalaman Siwon dan Yunho menjaga Yoona. Sedangkan Jihye semalam telah kembali ke seoul setelah di paksa Yunho. Terlihat Yunho tertidur di sofa ruang rawat Yoona. Siwon tampaknya juga tertidur disamping ranjang Yoona sambil terus memegang tangan lentik milik Yoona.

 

Perlahan tangan lentik Yoona mulai bergerak, matanya mengerjap mencoba menyesuaikan cahaya memenuhi ruang tempat ia berada. Yoona akhirnya merasa tangannya sedang digenggam seseorang, Yoona bersusah payah melihat memastikan siapa yang sedang memegang tangannya. Yoona menangkap sosok yang tak asing baginya. Perlahan air matanya kembali turun melihat raut lelah yang terukir jelas pada wajah tampan namja itu.

 

“Siwon-oppa…..” Lirih Yoona pelan. Dalam tidurnya Siwon merasa seseorang memanggil namanya. Ia terbangun, dilihatnya Yoona yang sudah membuka matanya melihatnya sambil tersenyum.

 

“Yoong…. Kau sudah bangun?” Yoona mengangguk pelan. Siwon memeluk Yoona dengan hati-hati.

 

“Aku akan membangunkan Yunho dan panggil dokter.” Yoona mengangguk menyetujui ucapan Siwon. Siwon menuju sofa dan membangunkan Yunho. Setelah Yunho bangun, iapun langsung keluar memanggil dokter untuk memeriksa Yoona.

 

“Yoong….”

 

“Oppa…. Maaf lagi-lagi membuatmu susah…..” Kata Yoona lemah. Yunho tak dapat berkata apa-apa, ia memeluk Yoona sambil terisak. Tak sanggup rasanya melihat adik perempuannya ini menanggung penyakit yang pasti terasa sangat menyiksa. ‘Kenapa harus Yoona ya Tuhan…. Kenapa tidak aku saja….’ Kata Yunho dalam hati.

 

~•~

 

Yunho dan Siwon terlihat duduk dengan cemas diluar perawatan Yoona. Didalam, dokter sedang melakukan pemeriksaan terhadap Yoona. Selang beberapa menit, dokter pun keluar. Siwon dan Yunho langsung berdiri dan menunggu penjelasan dokter.

 

“Nona Im sepertinya telah mengetahui penyakitnya sejak lama, tapi ia tidak melakukan perawatan.” Yunho mengusap wajahnya. Dalam pikirannya bertanya-tanya kenapa Yoona tak memberitahunya, kakak macam apa dia yang tak mengetahui keanehan yang terjadi pada Yoona. Siwon masih terpaku ditempatnya berdiri.

 

“Sel kankernya telah menyebar, yang bisa kita lakukan cuma kemoterapi dibantu dengan obat-obatan. Kalau begitu saya permisi dulu.” Akhir sang dokter.

 

Yunho memasuki kamar perawatan Yoona, tak ada lagi alat bantu pernafasan yang sebelumnya terpasang di wajah Yoona. Gadis itu kini sedang duduk menghadap keluar jendela, tatapannya kosong.

 

“Yoona…” Panggil Yunho. Yoona menoleh dan tersenyum pedih ke arah Yunho. Yunho mendekat, ia tak kuasa lagi menahan air matanya. Ia langsung memeluk Yoona.

 

“Kenapa kau menanggungnya sendiri Yoong? Kenapa kau tak memberi tahu Oppa?”

 

“Mianhae Oppa… Aku tak mau melihat Oppa bersedih lagi gara-gara aku. Oppa tahu, Oppa adalah kakak terhebat untukku.” Yoona melepas pelukan Yunho dan menghapus air yang mengalir dipipi kakaknya.

 

“Oppa apa tak malu menangis didepanku, sudahlah Oppa. Aku saja tak menangis kenapa Oppa menangis. Aku kuat kok, apa Oppa tak percaya padaku?” Ujar Yoona dengan wajah seceria mungkin. Yunho pun memaksakan dirinya tersenyum disela-sela isakan tangis.

 

“Oppa…. Apa Siwon-oppa ada diluar?” Tanya Yoona. Yunho tersenyum lembut.

 

“Apa kau ingin bertemu dengannya?” Yoona mengangguk.

 

“Sebentar Oppa panggilkan.” Yunho berjalan menjauh dan keluar dari kamar Yoona.

 

Tak berapa lama pintu kamar kembali terbuka. Sosok Siwon muncul dari balik pintu. Tampilannya sedikit acak-acakkan dan ada gurat kesedihan dan lelah di wajahnya. Siwon berjalan mendekat dan akhirnya mendudukan diri di kursi samping ranjang Yoona. Yoona dari tadi tak menghiraukan siapa yang datang, ia terus saja menatap keluar jendela. Terjadi kebisuan beberapa saat diantara pasangan ini. Siwon masih menundukkan wajahnya tak berani melihat wajah Yoona. Perlahan ia merasa tangannya disentuh seseorang, Siwon mengangkat kepalanya melihat Yoona.

 

“Oppa… Aku minta maaf telah membuatmu salah paham 2 tahun yang lalu. Aku tak tahu donghae ternyata juga ada disitu, aku tadinya ingin bertemu dengan Kangin-oppa bukan Donghae. Apa Oppa memaafkan ku?” Siwon tak dapat lagi membendung air matanya, tangisnya pecah mendengar penjelasan Yoona. Penjelasan yang seharusnya ia dengar 2 tahun yang lalu, tapi karena ego nya yang tinggi hingga ia tak mau mendengarkan Yoona saat itu. Siwon mengangguk dalam tangisnya. Yoona tersenyum lega….

 

“Jadi apa aku masih bisa jadi pendampingmu Oppa?” Lagi, Siwon mengangguk dalam isakannya.

 

“Gomawo, Oppa…. Aku tahu, aku tak lagi pantas menjadi pendampingmu saat ini. Tapi aku akan bertahan menjalani pengobatan ini dan berusaha untuk sembuh asal Oppa selalu disisiku. Oppa tak keberatankan menemaniku?” Siwon menggelengkan kepalanya. Ia tak sanggup mengucapkan satu patah katapun. Hatinya terlalu pedih melihat orang yang ia cintai menanggung semua ini sendirian.

 

“Boleh aku memelukmu lagi Oppa….” Siwon mendekat dan memeluk Yoona erat.

 

“Saranghae….” Bisik Yoona.

 

“Na do Im Yoona, aku masih dan akan selalu mencintaimu….”

 

 

END

 

Gmn? Feelnya ngak dapet? Ceritanya ngak nyambung dan GaJe?? Hanya segitu kemampuan ku. Jujur aku bikinnya nyesek loh (readers: ngak nanya (˘̩̩̩⌣˘̩̩̩ ) ) Silahkan mengkritik atau membully saya di kolom komentar karena membuat ff ini berakhir gantung. Diharapkan komentarnya yang panjang karena dengan begitu aku merasa dihargai. Cerita ini TIDAK akan aku buat lanjutannya…

Aku line 90 jadi JANGAN lagi dipanggil author, sekian…. Sampai jumpa di story YoonWon berikutnyaaa…

 

(Gee [τ̲̅н̲̅a̲̅и̲̅κ̲̅ ч̲̅o̲̅u̲̅]. Bighug)….

Tinggalkan komentar

83 Komentar

  1. karina yuanita

     /  Agustus 14, 2013

    endingnya kok ngerasa gantung ya thor

    Balas
  2. aat yoonwon

     /  Agustus 30, 2013

    Make a sequal chingu buat yoonwon bersatu

    Balas
  3. berta307

     /  September 18, 2013

    koq sedih bgt c,, ini happy ending atau sad ending ya??
    kyk’y msih gntung deh ..
    tp scra ksluruhan ff ini keren koq ..
    gomawo ..

    Balas
  4. Aahhh….eonni, kenapa akhirannya kya gini sii😥
    kenapa yoongie harus kena kanker otak eoh..???
    aigoo eonn bner” bikin galau😦

    Balas
  5. Yaah endingnya kok gini sih eon

    Balas
  6. renny oktaviana safitri

     /  Desember 16, 2013

    haduh keren banget si ff nya …
    good job

    Balas
  7. Ending nya gantung, tapi jelas akhirnya..
    Feel nya dapet eon!
    Nyesek suwer dah!
    Ada sekuel lagi gak eon? *puppyeyes*😀

    Balas
  8. Huwaaaaa…..Chingu !!!
    Knp nyessek gini crtanya ??

    Aq udh g’ bs koment apa2, trharu bgd liad kisah mrka !!

    Balas
  9. dinaaljannah

     /  Januari 13, 2014

    Ini ff sad banget, tapi daebaak

    Balas
  10. tia risjat

     /  Januari 22, 2014

    yoona harus sembuh.. masa baru ketemu udah pisah lagi…

    Balas
  11. ayu dian pratiwi

     /  Februari 27, 2014

    Kalu gak inget lagi di kerjaan bisa2 nangis baca ni ff

    Balas
  12. Dede

     /  Mei 22, 2014

    Aduh rumah q jd bnjir gara”baca ff galau ini.kasin banget yoona kenapah harus sakit sih yoonanya?end gantung kan penasaran lanjutannya yoonanya smbuh apa engga?trs ceritanya kependekan bikin sequelnya donk?

    Balas
  13. ayu dian pratiwi

     /  Mei 24, 2014

    kira” ada sequelnya gak ya .

    Balas
  14. akhir’y ikutan nangis.. keren, mngharukn…

    Balas
  15. Hwa……… Sedih sekali kenapa endingnya seperti ini, apakah Yoona akan sembuh. Dan apakah Yonwon akan bersatu………

    Balas
  16. Ommona!!!!!?!??!!!!!! Kok gantung banget sih.. Hmm

    Balas
  17. hanna lee

     /  Juli 19, 2014

    Awalnya udh bagus oenn tp endingnya gantung sebenernya pgn liat siwon oppa nemenin yoona oeni kemo smpe bener2 sembuh, hmm tp yaudhlah fighting buat oenni selalu nulis ttg yoonwon ya jgn bosen2^^

    Balas
  18. Cha'chaicha

     /  September 22, 2014

    Yah ko gantung cy, beneran ni eon ga da sequel lgi…

    Balas
  19. Bner2 ini ff bwt aku nangis mulu,,kren ff mu eonni

    Balas
  20. Wahhh…mg ja yoona bnr2 sembuh…

    Balas
  21. ayhu

     /  Oktober 19, 2014

    Setelah salah paham antara Yoonwon berakhir, masih ada lg cobaan utk mereka.

    Balas
  22. fitria

     /  November 3, 2014

    sedih…sedih endingya kok gantung sihhhh

    Balas
  23. si tyaak

     /  Desember 11, 2015

    Good.tp ceritanya msh ngantung

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: