(2S) COMPLICATED LOVE (Chapter 2/END)

(2S) COMPLICATED LOVE part 2

MainCast:

Im Yoona (SNSD)

Choi Siwon (SUJU)

Other Cast:

Donghae (SUJU)

Sooyoung (SNSD)

Tiffany (SNSD)

Nickhun (2PM)

Victoria (Fx)

Writter: @rani0207

Genre: Sad, Romance, Friendship

Anyeong all…

Aku lanjut update dengan FF 2S ku, semoga kalian sudah menantinya yaa hehe

Gamsa yang udah RCL dan baca part 1nya. Yang belom ayo baca dulu part 1 nya biar lebinh paham alurya.

FF 2S ini murni pemikiran ku sendiri.Jika ada kesamaan tokoh, kisah dll di FF ini dengan kisah lainnya murni itu tidak di sengaja.Mohon dimaafkan juga kalau banyak typo, atau kata-kata yang membingungkan ya readers.Semoga kalian suka dengan FF ini.

Oh iya panggil aku rani aja, aku bukan author disini jadi agak ga enak apalagi masih penulis baru hehe. Dan jangan lupa RCLnya ya demi membangun kokohnya ide-ide next FF keddepannya. Kamsa J

Check This out guys….

——————

-Siwon POV-

Sudah 2 hari kecelakaan yang menimpa Yoona terjadi. Namun ia belum sadarkan diri sampai detik ini.

Tiap hari, jam, menit, bahkan detik kuhabiskan waktuku disampingnya. Aku tak akan meninggalkannya dalam kondisi seperti ini padahal Donghae bilang dia akan baik-baik saja.

Ya, Donghae merupakan dokter yang aku minta langsung untuk merawat Yoona. Aku percaya, dengan keahliannya yang sudah teruji bahkan sampai ke negeri lain akan mampu menyembuhkan Yoonaku.

Kulihat wajah sayunya yang lemah dan pucat.

“Yoong kenapa kau belum sadar juga?Aku sedih melihatmu seperti ini.” Bisikku ditelinganya

“Kau kenapa mengorbankan dirimu demi aku Yoong.?Aku lebih rela jika posisi kita berubah.Aku lebih sakit melihatmu seperti ini.Jebal sadarlah chagi.”Ucapku lagi yang tanpa kusadari air mataku jatuh begitu saja dipipiku.

Aku sudah tak kuat lagi melihatnya seperti ini.Kubenamkan mukaku ditangannya.

Tapi aku merasa jemari lentiknya bergerak.

“Euuhh..”

“Yoong kau sadar?” Tanyaku antusias

Dia membuka matanya perlahan, akupun tersenyum senang akan kesadarannya ini.

“Oppa, Siwon Oppa?” Tanyanya padaku

“Hmm Yoong ini aku” Jawabku senang

“Aku ada dimana?Dan kau sedang apa disini?” Tanyanya lagi

“2 hari yang lalu kau kecelakan, kepalamu terbentur hebat makanya kau tak sadarkan diri sejak itu.Dan aku?Tentunya aku disini menemanimu.“ Jawabku sambil tersenyum lembut padanya.

“Gumawoyo oppa, maaf merepotkanmu” Ucapnya manis

“Tentu saja tidak, kau kan..” belum sempat aku melanjutkan ucapanku pintu kamar rawat Yoona terbuka dan masuklah Donghae dengan seorang suster keruangan ini.

Donghae pun mendekat, kurasa ia ingin memeriksa kondisi Yoona. Dan dapat kulihat senyuman merekah dibibirnya ketika melihat Yoona sudah siuman.

“Donghae oppa!”Seru Yoona lalu membaur memeluknya erat sehingga posisiku yang tadi disisinya tergeser.

“Yo..yoona kau kenapa?” Tanya Donghae heran lalu memandang ke arahku mungkin untuk menanyakan ada apa dengan Yoona sampai ia memeluknya seperti itu.

Akupun masih terpaku dengan adegan yang dioertontonkan secara bebas dihadapanku ini. Aku masih mencoba menerka, ada apa ini.

“Oppa bogoshipoyo, mianhaeyo ne pasti aku membuatmu khawatir dengan kondisiku.Mau kan kau memaafkan yeojacingumu yang cantik ini.” Mohon Yoona pada Donghae yang masih dengan posisi memeluk pinggang Donghae

Deg~

Hatiku sesak mendengar kata itu.

Yoona bilang ia yeojacingu Donghae? Ada apa ini? Aku makin bingung.

Yoona, apakah kau melupakanku?

Kulirik Donghae mencoba meminta penjelasan akan kondisi Yoona.

Donghae yang mengerti maksudku pun langsung melepas pelukan Yoona dan terseyum pada Yoona mencoba menenangkannya.

“Baiklah kumaafkan, tapi bolehkah aku memeriksa kondisimu?Aku saat ini dokter yang merawatmu dan aku sedang bertugas jadi ijinkan aku memeriksa kondisimu ne?” Jelas Donghae pada Yoona yang diikui anggukan dari Yoona

Setelah Donghae selesai memeriksa kondisi Yoona ia berpamitan pada Yoona dengan alasan harus mengecek pasien lainnya terlebih dahulu.

Donghaepun bejalan keluar sambil meraih tanganku untuk mengikutinya keluar ruangan.

“Hae-ya dia kenapa?Kenapa dia mengaku menjadi yeojacingumu?Sungguh aku tak mengerti.”Tanyaku pada Donghae di ruangan kerjanya.

Donghae tak kunjung menjawab pertanyaanku.Ia masih sibuk dengan foto scan tulang tempurung otak Yoona dan membolak-balikan catatan kesehatan Yoona selama ia dirawat.

“Won, Yoona mengalami amnesia.Dia kehilangan memorinya sebagian.Ia hanya mengingat memory yang paling melekat diotaknya. Dan melupakan sisanya.” Jelas Donghae padaku

“Ma..ma..maksudmu apa Hae?” Tanyaku lagi terbata

“Aku turut bersedih akan kejadian ini Won. Yoona saat ini mengalami kehilangan memorynya sebagian, ingatannya saat ini adalah ia menjadi kekasihku dan kau sahabatku atau temannya juga.”

“Kau tenang saja, aku yakin Yoona akan sembuh dan mengingatmu kembali dan aku akan berusaha sebaik mungkin untuk kesembuhan Yoona.”

“Tapi Won aku tak bisa menjanjikan kapan dia akan ingat semuanya kembali. Mungkin bisa besok, minggu depan, tahun depan, atau mungkin bisa memakan waktu yang sangat lama. Tapi aku usahakan opsi terakhir kita tidak akan terjadi.”

“Yoona akan kembali padamu.Percayalah.” Jelas Donghae panjang lebar padaku

Aku tak bergeming dengan penjelasan Donghae tadi.Aku hanya berpikir betapa kejamnya aku membuat Yoona mengalami penyakit ini.

Ia kehilangan sebagian momentnya karna kecelakaan itu. Dia melupakan hubungan kami.

Andai aku lebih hati-hati dan memaksanya menaiki mobil daripada jalan kaki, pasti ini tidak akan terjadi.

Tapi aku akan berusaha membantunya sembuh, aku akan membantunya mengingat kembali bahwa aku adalah tunangannya, calon suaminya.

“Won, tapi aku minta satuhal.Jangan paksakan dia mengingat semuanya secara langsung.Kita harus membimbingnya perlahan.Atau jika kita terlalu memaksakannya mengingat semua sampai kepalanya sakit maka kemungkinan kematian bisa saja terjadi pada Yoona.” Jelas Donghae

Aku kaget mendengar penjelasan Donghae, Yoonaku bisa meninggal karna penyakit ini?

Tidak akan ku biarkan itu terjadi, akan kulakukan apapun yang terbaik baginya asal dia bisa terus hidup dan bahagia walaupun harus mengorbankan jiwaku.

“Jadi aku harus bagaimana?” Tanyaku pada Donghae

“Kita liat saja reaksinya lagi oke?Ayo kita kembali keruangannya, mungkin kita bisa menemukan sesuatu harapan tentang kondisinya disana” Ucap Donghae padaku dan aku hanya mengangguk setuju.

Lalu kamipun kembali keruangan Yoona, dia tersenyum manis melihat kedatangan kami.

“Oppa..” Ucapnya pada Donghae

Apa dia tak menyadari aku disini juga? Kenapa hanya pada Donghae tatapan mata indahnya tertuju.

“Kau lama sekali oppa, apa pasienmu banyak?” Tanyanya pada Donghae

“Kau ini, calon istrimu sedang terbaring lemah malah tetap bekerja.Bahkan tadi ketika aku bangun bukan kau yang disisiku tapi sahabatmu Siwon oppa.Kau tega sekali padaku.”

Aku tercengang dengan apa yang barusan Yoona bilang.

Calon istri Donghae?Dia mengatakan itu?

Yoona-ya, kau adalah calon istriku chagi, bukan Donghae.Kenapa kau berkata seperti itu.

Kupandang wajahnya lekat dan dapat kulihat senyuman manis yang selalu aku idamkan darinya tertoreh diwajah cantiknya.

Tapi senyuman itu bukan untukku, melainkan untuk Donghae.

“Yoong kau mengatakan apa? Calon istri?” Tanya Donghae heran

“Aish jjinja, yang habis kecelakaan itu aku tapi kenapa sepertinya kau yang malahan lupa dengan rencana kita Oppa?” Jawab Yoona

“Bulan depan tanggal 7 bukankah kita akan melangsungkan pernikahan? Kau ini bagaimana.”

Aku dan Donghae hanya saling pandang mendengar penuturan kata Yoona.

“Tapi oppa sejujurnya aku agak sedikit bingung, kenapa sepertinya ada sesuatu yang aku lupakan.” Ucapnya lagi

“Aku mengingat bahwa kita akan menikah bahkan sampai sudah menentukan tanggalnya, tapi kenapa aku tak bisa mengingat bagaimana proses pacaran kita terakhir ini.”

“Sekarang kau menjadi Dokter, bahkan aku tak tau kau telah selesai dengan gelar Doktermu.Apakah kau tak jadi keluar negeri untuk pencapaian gelarmu?Aku tak mengingat kau meninggalkanku.”

“Sungguh aku sangat takut kau pergi meninggalkanku karna cita-citamu itu, tapi syukurlah kita tidak jadi berpisah bahkan kita akan melangsungkan pernikahan.Aku sangat senang oppa.”

Yoona menanyakan berbagai hal kepada Donghae, dia mengingat hapir sebagian memorinya dengan benar, tapi kenapa dia melupakan satu hal?Bahwa akulah tunangannya, bukan Donghae.

Bahkan sekarang dia kembali memeluk Donghae erat dan tersenyum bahagia.

Hatiku sesak melihat semua ini.

Donghae bilang otaknya hanya mengingat memori yang paling melekat padanya.

Pernikahan itu, Donghae sebagai kekasihnya, dan rencana kepergian Donghae untuk mengejar cita-citanya ia ingat semua.

Itukah memori yang paling melekat untuknya?

Tidakkah memori kebersamaan kami juga melekat dan berarti untuknya?

Aku sungguh bingung harus bagaimana.Saat ini aku hanya bisa menyaksikannya dalam pelukan Donghae.Aku harus tahan dengan kondisi ini.

“Yoona-ya, dengarkan ini. Aku akan mengatakannya perlahan dan tolong resapi baik-baik. Jangan terlalu memaksakan otakmu bekerja keras ne?” Ucap Donghae pada Yoona

“Kau benar, kau akan menikah sebentar lagi.”

“Tanggalnya pun benar.”

“Tapi kau salah satu hal.Bukan denganku kau akan menikah Yoong.”

“Maksudmu oppa?Sungguh aku tak mengerti?” Balas Yoona

Aku masih diam tak bersuara, aku tak tau harus mengatakan apa.

Kulihat Yoona sangat kebingungan dan mulai mengerutkan dahinya. Mungkin ia sedang berpikir keras saat ini. Itu membuatku sedikit khawatir.

“Yoong, yang akan kau nikahi itu Siwon.Dia tunanganmu, makanya dia ada disisimu saat kau bangun.”

“Kita sudah berpisah 3 tahun yang lalu Yoong, dan Siwon lah yang menjadi kekasihmu selama ini.Kau mungkin sedikit melupakannya dan mengingat bahwa akulah namjacingumu akibat kecelakaan yang kau alamai.Tapi kenyataannya adalah dia calon suamimu, bukan aku.” Tunjuk Donghae padaku

Yoona menoleh padaku, kulihat air matanya mulai memenuhi manik matanya.

“Kau pasti bercanda kan oppa?Ku mohon jangan seperti ini.Aku sangat mencintaimu.kenapa kau bilang bahwa sahabatmulah yang akan menjadi suamiku? Kumohon hentikan sandiwaramu oppa, ini tak lucu.” Sanggah Yoona

“Aaaaaaa…. Kepalaku sakit.. “

“Yoong gwencana?” Ucapku dan Donghae berbarengan

“Sakit sekali oppa, hiiks..hiks.. kepalaku dan hatiku sama-sama sakit. Aaaaaa.”Teriaknya lagi sambil meremas puncak kepalanya.

“Yoong tenanglah kumohon.Jangan seperti ini, kau menyiksa dirimu.” Ucapku pada akhirnya

“Kau benar, Donghae hanya menggodamu barusan.Aku bukan calon suamimu, tanggal 7 besok adalah hari pernikahanmu dengan Donghae bukan denganku.Dia hanya bercanda, iyakan Hae?”

Akupun membulatkan mataku pada Donghae agar ia mau berkata bahwa kata-kataku benar.

Tapi Donghae tetap menggelengkan kepalanya menandakan bahwa ia tak setuju dengan tidakanmu.

Kulirik lagi Yoona, kulihat ia lebih tenang setelah kubilang bahwa perkatan Donghae hanya candaan belaka.

Akupun tersenyum padanya, mungkin inilah yang harus terjadi antara kita Yoona-ya.

Aku akan merelakanmu chagi, akhirnya kau jujur juga sekarang.

Kau jujur bahwa kau masih mencintai Donghae walaupun dengan keadaan seperti ini.

Mungkin ini merupakan tindakan yang paling benar yang bisa kulakukan untukmu.Semoga kau berbahagia.

Kuraih tangan Donghae untuk mengikutiku keluar ruangan, ada yang harus aku bicararakan dengannya.

“Yoona-ya, aku pinjam calon suamimu ne? Sekalian aku akan pamit pulang, sekarang kau sudah sadar dan sudah ada Donghae juga. Jadi untuk apa aku ada disini.aku permisi, anyeong Yoona-ya. Lekas sembuh ne.”

Akupun menarik Donghae keluar ruangan dan meninggalkan Yoona untuk beristirahat.

-Siwon POV end-

-Yoona POV-

Aku kaget dengan apa yang Donghae oppa katakana tadi, aku tak bisa mempercayainya bahwa aku sudah tak memiliki hubungan lagi dengannya melainkan dengan Siwon oppa lah aku menjalin hubungan bahkan akan segera menikah.

Sungguh bercanda yang konyol menurutku.

Dan kepalaku sangat sakit sekali mencoba mengingat apakah yang dikatakan Donghae oppa benar?

Tapi untunglah Siwon oppa mengakui tentang tingkah konyol Donghae oppa.

Kepalaku menjadi lebih ringan dan tak sakit lagi.Tapi kenapa hati ini yang jadi sakit mendengar penuturan Siwon oppa tentang faktanya Donghae oppalah yang menjadi calon suamiku bukan Siwon oppa.

Bahkan setelah itu ia berpamitan pulang, kenapa hatiku mengatakan tak rela membiarkannya pergi dari ruangan ini dan meninggalkan ku?

Ada apa dengan hatiku ini?

-Yoona pov End-

-Author pov-

“Apa yang tadi kau katakah hah? Kenapa kau bilang ucapanku bohong dan membenarkan semua pemikirannya yang salah itu?” Seru Donghae pada Siwon

“Ini yang terbaik untuknya Hae.” Ucap Siwon lirih

“Kau bilang jika ia terlalu memaksakan ingatannya maka ia bisa saja meninggal bukan?Aku tak mau itu terjadi.”

“Ia aku mengatakan itu, tapi tidak dengan berbohong bisa menyelamatkannya juga won.” Sanggah Donghae

“Kau lihat tadi?Dia memegang kepalanya erat, ia kesakitan Hae ketika mencoba mengingat akulah calon suaminya bukan dirimu.”

“Otaknya tak siap menerima kenyataan kau bukanlah yang akan menjadi pendampingnya.Mungkin hatinyapun tak siap.”

“Aku sudah memutuskan ini Hae.Ku kembalikan Yoona padamu.” Ucap Siwon pada Donghae sambil menundukan wajahnya

Donghae terdiam kaget, menunggu kalimat selanjutnya yang akan keluar dari mulut Siwon.

“Lanjutkan pernikahan kami Hae, bahagiakan dia. Kumohon “ Ucap Siwon lagi

“Apa kau gila?Kau ingin menyerahkan calon istrimu padaku? Ide bodoh macam apa itu? Aku tak mengerti. Dan aku tak akan mau. Aku tau kau sangat mencintainya jadi jangan bertindak konyol begini Won.!” Bentak Donghae pada Siwon

“Aku sangat sadar melakukan ini dan untuk masalah cinta kau benar bahwa aku sangat amat mencintainya tapi aku tak tau apakah dia mencintaiku juga.” Ucap Siwon lirih

“Kau dengar tadi didalam kamar?Ia bialang kalau dia sangat mencintaimu Hae. Sedangkan sdekalipun ia tak pernah mengutarakan perasaan cintanya padaku.”

“ Walaupun dia bilang bahwa dia meyakini akulah masa depannya dan kebahagiannya tapi kurasa dia hanya berusaha membuatku senang karna tak enak dengan pengorbanan yang selama ini kuberikan.”

“Aku lebih rela dia bahagia denganmu dari pada dia harus menderita dengan mencoba mengingat semuanya yang mungkin malah membuatnya sampai menjemput maut.”

“Aku tau kau juga masih sangat mencintainya kan? Jadi apa lagi yang kalian tunggu? Kalian saling mencintai Hae.Aku hanya sahabat kalian yang justru malah mencoba menghancurkan cinta kalian.”

“Maafkan aku, dan kukembalikan lagi Yoona padamu. Selamat tinggal Hae, aku pasti akan datang di pernikahan kalian. Chukae.”

Akhirnya Siwon meninggalkan Donghae yang masih terpatung dengan ucapan dari namja itu. Donghae tak habis piker bagaimana mungkin ia kembali lagi bersama Yoona?

Memang ia masih mencintainya tapi ia yakin bukan lagi dirinya yang Yoona cintai.

Donghae benar-benar bingung, disatu sisi profesinya sebagai dokter membenarkan bahwa saat ini kondisi Yoona tak akan sanggup menerima kenyataan. Tapi disisi lain ia tak mau memanfaatkan kondisi Yoona untuk kebahagiaannya pribadi.

Donghae akhirnya memutuskan untuk menemui Appa dan Omma Yoona besok untuk bisa menemukan solusi terbaiknya.

-Keesokan harinya dikediaman keluarga Yoona-

Donghae akhirnya berkunjung kerumah ini. Bersyukurlah omma Yoona sedang bermalam disini karna keadaan Yoona yang tak memungkinkannya bolak balik kerumah yang ia tinggali pasca perceraian dengan appa Yoona yang bisa menempuh waktu 2-3 jam menuju rumah sakit.

“Selamat datang Hae” Sambut ramah omma Yoona

“Anyeong ahjuma, maaf mengganggu pagi-pagi seperti ini.” Ucap Donghae

“Ah tidak apa-apa, mari masuk. Appa Yoona sudah menanti kedatanganmu .” Ucap Omma Yoona

Sesampainya diruang keluarga memang benar Appa Yoona sudah duduk disana yang menunggu kehadiran Donghae yang memang telah Donghae kabarkan sendiri sebelum kerumah ini bahwa ia akan mampir.

Tapi sepertinya kehadiran Donghae kesini terlambat.

Dari hasil perbincangannya dengan Appa dan Omma Yoona ia malah mendapatkan desakan untuk dapat menikahi Yoona ditanggal pernikahan gadis itu bersama Siwon.

Ternyata Siwon telah terlebih dahulu mengunjungi keluarga Im tepat sepulang ia dari rumah sakit kemaren.

Ia menceritakan tentang kondisi Yoona pasca siuman dan memceritakan tentang pemikirannya bahwa mungkin Yoona tidak mencintainya sepenuh hati selama ini dan masih memendam rasa kepada Donghae.

Awalnya kedua orangtua Yoona tetap meminta Siwon bersabar dan mau merawat Yoona hingga sembuh sehingga pernikahan mereka bisa berlangsung.

Tapi sepertinya kedua orang tua Yoona sama khawatirnya dengan Siwon yang takut kalau Yoona justru akan menjemput mautnya jika dipaksakan mengingat tentang Siwon.

Donghae disudutkan.Ia tak bisa memilih. Belum lagi setelah hari dimana orang tua Yoona menyuruhnya mempersunting Yoona sikap Yoona pun makin manja padanya.

Bahkan sudah 3 hari sejak ia dikeluarkan dari rumahsakit Yoona sangat besemangat melanjutklan persiapan pernikahannya.

Surat undanganpun sudah dicetak Yoona tanpa sepengetahuan Donghae.

Dan surat itu hari ini sampai ke tangan Siwon lewat sekretaris pribadinya.

*********

Yang Berbahagia, kami

Yoona & Donghae

Mengundang anda sekalian untuk dapat menjadi saksi cinta kami yang akan dilangsungkan pada:

7 Maret 2013

Bertempat di Taman Seoul side North (writer ngarang nih tempatnya hehe)

**********

Setelah membaca undangan itu mata Siwon memerah, ia tak dapat lagi menahan air matanya.

Harusnya namanyalah yang tertulis disitu bukan Donghae.

Andai kecelakaan itu tidak terjadi pasti tanggal itu akan menjadi moment terbaiknya.

“Yoong aku pernah bilang, aku akan pergi ketika kau yang mengusirku lalu kau bilang kau tidak akan pernah mengatakan itu tapi nyatanya sekarang kau melupakanku Yoong dan menyingkirkanku dari hidupmu.Semoga kau bahagia, aku tetap mencintaimu sampai kapanpun.” Lirih Siwon.

-Author pov End-

-Yoona pov-

Akhirnya saat yang aku tunggu tiba.

Hari ini aku dan Donghae oppa akan mengikat janji sehidup semati untuk terus bersama.

Aku sangat antusian tapi tidak dengan hati ini.

Kenapa rasanya aku melakukan hal yang salah padalah ingatanku mengatakan bahwa ini memang sudah seperti yang direncanakan.

Tapi ada satuhal yang aku bingung, sebenarnya aku belum terlalu sehat pasca kecelakaan tempo hari tapi karna tanggal sudah dipilih dan tempat pernikahan yang hanya kosong ditanggal ini maka prosesi pernikahan harus dilakukan.

Aku merasa ada yang special dengan tanggal ini, kenapa kita memilih untuk menikah di bulan ketiga pada tanggal 7.Pasti ada artinya. Tapi ketika kutanyakan pada Donghae oppa ia hanya tersenyum dan bilang tanggal itu aku yang pilih.

Tapi aku tak bisa mengingat sedikitpun kenapa aku memilih tanggal ini.

Dan ketika aku bersama Donghae oppa mulai mempersiapkan pernikahan kami kenapa seluruh orang yang terlibat dipernikahan kami seperti pengelola tempat, cathering, dan designer pakaian kami terlihat heran.

Bahkan tuxedo pernikahan Donghae oppa dibuat kebesaran dan celananya sangat kepanjangan padahal saat kami fitting baju sudah h-5 dan seharusnya designer mahal seperti itu tidak akan salah membuat ukuran mempelai pengantin.

Tapi aku tak mau ambil pusing.Yang terpenting hari ini tiba dan aku sangat senang.

—–0—

Prosesi pernikahan sudah selesai, sekarang aku resmi menyandang marga Lee.Namaku berubah menjadi Lee Yoona.

Saat ini kami sedang menjalani prosesi resepsi.

Banyak teman kami yang hadir dan kulihat sekarang Siwon Oppapun hadir.

Akupun tersenyum senang melihatnya hadir saat ini.Sudah lama sejak dia pamit pulang dari rumah sakit aku tak pernah melihatnya lagi.

Kudengar dari Donghae oppa ia sangat sibuk makanya sulit untuk dikunjungi.

Tapi senyumanku memudar ketika kulihat sesosok gadis berjalan berdampingan dengannya.

Gadis itu sangat cantik, bertubuh tinggi seperti layaknya model dan memiliki rambut indah yang ia biarkan terurai.

Gaun yang dikenakannya saat inipun makin membuatnya terlihat cantik dan sangat cocok ketika ia berjalan berdampingan dengan Siwon Oppa sambil merengkuh lengan Siwon oppa.

Kenapa rasanya aku tak suka melihat itu semua.

“Hae-ya, Yoona-ya selamat atas pernikahan kalian.Aku dan Soo mengucapkan semoga kalian bahagia selalu.” Ucap Siwon oppa pada kami ketika sudah berada didepan kami

Donghae oppa terlihat tersenyum kecut. Sedangkan aku hanya memaksakan menyunggingkan senyuman kepada mereka, kulirik gadis yang dipanggil Soo ini tersenyum manis padaku lalu ia memelukku.

“Yoong kau mungkin lupa padaku, aku Sooyoung.Kuharap kau masih mau berteman denganku walau sekarang kau tidak lagi menjadi” Belum sempat gadis yang benama Sooyoung itu melanjutkan kalimatnya namun Siwon Oppa sudah menariknya agar melepas pelukannya.

“Soo cukup, kajja kita pulang kasian tamu yang lain sudah mengantri.” Ucap Siwon oppa lalu mengajak Sooyoung pergi dari hadapan kami

Apa itu kekasihnya? Pasangan yang serasi, Siwon oppa tampan dan Sooyoung cantik.

Tapi kenapa aku tak rela.

—–0—

Sudah 4 bulan kami membina rumah tangga, tapi sekalipun kami tak pernah melakukan hubungan suami istri seperti layaknya sepasang suami istri pada umumnya.

Aku tak mengerti apa Donghae oppa tak mencintaiku? Kenapa dia tidak mau menyentuhku.

Tiap hari oppa hanya mengecupku dikening tak pernah lebih.

Tiap malamnya kami tidur dipisahkan oleh guling diantara kami.

Tapi aku tak merasa keberatan dengan semua itu. Aku merasa biasa saja dengan apa yang Donghae oppa lakukan padaku. Harusnya sebagai seorang wanita dan seorang istri aku akan marah diperlakukan seperti ini.

Yang membuatku makin heran adalah belakangan ini aku mulai mengingat sesuatu, diingatanku ada seorang namja yang menyerahkanku bunga mawar putih yang sangat indah saat aku menjadi wisudawati tapi aku tak mengingat wajahnya.

Aku mencoba meyakini itu Donghae oppa tapi ketika aku Tanya apakah ia hadir dikelulusanku? Dan ia katakan ia masih di jerman saat itu.

Lalu siapakan laki-laki itu?Kenapa aku merasa laki-laki itu sangat aku cintai.

Kalau bukan Donghae oppa yang memberikan lalu siapa?Bukankah hanya Donghae oppa yang aku cintai?

Cinta.

Kenapa ketika memikirkan itu aku teringat akan Siwon oppa.

Aku selalu merasa rindu jika tak bertemu dengannya padahal ketika Donghae oppa harus dinas keluar kota untuk beberapa hari saja aku tak pernah merasakan itu.

Untungnya perusahaan Siwon oppa ternyata berdekatan dengan café favorite ku.Jadi setiap aku berkunjung kesana maka selalu saja tanpa sengaja Siwon oppapun mengunjungi café itu dan menyatakan café itu juga café favoritenya.

Aneh sekali kami memiliki café favorite yang sama padahal seingatku aku tidak terlalu dekat dengannya.

Tapi sudah 1 bulan ini ketika aku berkunjung ke café itu aku tak menemui Siwon oppa.Dia kemana ya?

Mungkin lusa aku bisa bertemu dengannya saat acara reuni SMA angkatan tahun Donghae oppa.Bukankah mereka satu sekolah?

Untuk itupun aku sudah mempersiapkan gaun yang sangat cantik untuk menunjang penampilanku.

Aku akan berdandan cantik untuk bertemu dengannya, ah ani maksudku sebagai pendamping Donghae oppa

-Yoona pov End-

-Siwon pov-

Hari ini aku akan bertemu dengannya lagi. Ah betapa menyenangkannya.

Sudah 1 bulan ini aku disibukkan dengan urusan kantor di pulau Jeju. Sehingga aku tak bisa bertemu dengannya di café favorite kami.

Aku sangat senang ia mengingat tentang café itu. Café yang merupakan tempat favorite kami saat kita dulu bersama.

Yoona malam ini kita akan bertemu di pesta reuni kau pasti terlihat cantik malam ini.

(Took..Took..Took..)

“Permisi seosangnim, ada teman anda yang ingin bertemu dengan anda.Apa bisa saya persilahkan masuk?” Ucap sekretarisku

“Nuguya?” Tanyaku

“Namanya Tiffany” Jawabnya lagi

“Oh fany?Ya tentu saja, persilahkan dia masuk.” Balasku antusias

“Oppa apa kabar?” Jawab riang tiffany padaku

“Baik fany-ssi, kau bagaimana?Kau tambah cantik saja.” Ucapku

“Ah kau ini bisa saja. Aku langsung saja to the point padamu”  Ucapnya lagi

“Malam ini kau akan ada reuni sekolah kan? Aku ikut ne?aku dengar dari Victoria dia akan hadir dan aka nada Yoona juga. Aku ingin hadir tapi aku kan adik kelasmu jadi tak mungkin datang begitu saja. Jadi kalau kau belum punya pasangan aku ikuta ya.Jebal, aku bosan sepulang dari amerika 2 minggu yang lalu tapi belum bertemu banyak teman.”

“Tentu saja boleh, apa sih yang nggak buat gadis secantikmu.Apalagi kau adik kelas kesayanganku, kau sudah seperti adikku sendiri.Tentu boleh.” Ucapku

“Gumawoyo oppa, kau memang oppa tersayangku.Baiklah aku akan pulang untuk berdandan cantik supaya oppaku ini tidak akan malu menggandengku di depan teman-temannya nanti. Anyeong oppa” Seru tiffany padaku yang hanya aku balas dengan senyuman manis.

—–0—

Sekarang aku dan Fany sudah berada di lobi hall hotel tempat reuni berlangsung.

Kulihat tempat ini sudah penuh dengan tamu undangan.

Satu persatu ku sapa seluruh teman SMA ku, mereka telah tumbuh sangat tampan dan cantik sekarang bahkan ada yang sudah membawa anak.

Tatapanku berhenti ketika melihat sosok gadis menggunakan gaun biru laut dengan rambut terurai.

“Dia sangat cantik, seperti biasanya. Sepertinya kau bahagia dengan Hae” Gumamku pelan

“Huh nugu oppa?” Tanya Fany padaku

“Ah ani hehe” Balasku singkat

“Oppa bukankah itu Hae oppa dan Yoona-ya?Bahkan ada Vic dan Khun oppa.Ayo kita kesana oppa.” Ajak Tiffany dan akupun hanya mengikutinya

“Wah Won-ah kau bersama Fany.” Ucap Nickhun

“Anyeong Oppa, Vic, Yong.” Sapa Tiffany pada mereka akupun hanya menunduk sopan kepada mereka dan tersenyum manis pada semuanya.

“Wah kalian serasi sekali, sejak kapan kalian bersama?” Goda Nickhun

“Iya kalian cocok, kau ini tega sekali tak bercerita pada sahabatmu ini Fany kalau kau sudah bersama Siwon oppa yang ganteng ini.Jika aku Tanya pasti kau selalu mengelak tapi sekarang buktinya?” Lanjut Victoria yang merupakan pasangan Nickhun mala mini

Aku baru saja akan menyanggah tapi Tiffany malah membuat seakan ucapan mereka benar.

“Kalian bisa saja.Kami cocok ya?Tampan dan cantik?Hahaha aku jadi malu.Doakan saja, kalau memang berjodoh kami akan undang kalian hahaha benar kan oppa?” Ucap Fany padaku disertakan kedipan mata

Aku hanya tersenyum, aku mengerti maksudnya.Ia hanya ingin mengerjai sahabatnya Victoria, ya aku ikuti saja.

Dari tadi kulihat Yoona dan Donghae diam saja, ada apa dengan mereka?

“Baiklah kalau begitu, ayo kita berdansa.Daritadi aku mengajak pasangan Donghae-Yoona tapi mereka menolak terus.Padahal mereka sudah menikah tidak seperti kita tapi masih saja malu-malu.” Ucap Nickhun pada kami

Aku tau Tiffany sangat menyukai pelajaran menari sewaktu sekolah dulu, jadi taka da salahnya kalau aku menjadi partner dansanya sekarang.

Sepanjang dansa aku dan Tiffany tertawa bersama, tapi aku merasakan bahwa ada sepasang mata yang terus melihatku.

Akupun menoleh kearah mata itu, kulihat Yoona sedang menoleh kepadaku dan Fany.Pandangan yang dingin.

Dia kenapa?Apa dia sakit?

-Siwon pov End-

-Yoona pov-

Hatiku panas sekali melihat adegan didepan mataku kini.

Awalnya aku senang ketika melihat akhirnya Siwon oppa datang, tapi ketika kulihat Tiffany yang ia gandeng aku jadi sedikit risih.

Yang aku tau sejak masa sekolah mereka memang dekat, bahkan Tiffany mengakui kalau Siwon adalah sosok idamannya dan sekarang mereka mengakui kebersamaan mereka.

Sungguh perasaan apa ini? Aku ini wanita bersuami tapi mengapa cemburu melihat pria lain bersama gadisnya?

Bahkan walaupun sekarang aku ditinggal sendiri dengan Hae oppa yang malah sibuk dengan teman-temannya seperti Boa Eoni dll tapi aku tidak cemburu padahal sebagian dari mereka wanita semua.

Aku rasa ada yang salah denganku.Apa aku menyukai Siwon oppa?

“Aaaah..” Lirihku

Kurasakan sedikit sakit dikepalaku, seperti terbesit sesuatu banyangan.

‘Ijinkan aku membuatmu ceria lagi’

‘Aku sudah mencintaimu sebelum kau bersama Donghae’

‘Chagi, menikahlah denganku.Jadikan aku masa depanmu.’

“Ah siapa kau?Kenapa wajahmu tak terlihat?” Ucapku pelan bahkan terdengar seperti bisikan

Siapa pria itu, kenapa belakangan ini ak sering mengalami kilatan bayangan seperti ini apalagi ketika aku mengingat tentang Siwon oppa.

Aku yakin laki-laki itu bukan Hae oppa dari posturnya.

Tapi siapa?Bukankah laki-laki yang selalu bersamaku hanya Donghae oppa.

Aku harus terlihat biasa saja, ini tempat umum aku tak boleh jatuh pingsan.

-Yoona pov End-

-Author pov-

Yoona terus memperhatikan Siwon dan Tiffany yang sedang berdansa.

Mereka sangat mesra dimata Yoona, bahkan ia berandai ada diposisi Tiffany saat ini dan itu membuatnya makin bingung dan menyebabkan sakit kepalanya terus kambuh walaupun tidak begitu sakit.

“Perhatian kepada seluruh tamu undangan, pada hari ini kami telah memutuskan pasangan terserasi di lantai dansa ini. Tentu kalian tidak berpikir kami tidak punya kerjaan kan ketika meminta kalian harus membawa pasangan ke acara ini? Karna memang kami akan memilih Raja dan ratu acara ini. Dan gelar itu jatuh kepadaaaaa…” Ucap sang MC

Lampu sorot jatuh tepat dibawah Siwon Oppa dan Fany

“Choi Siwon dan pasangannya …!!!” Seru sang MC

Ballroom ini penuh dengan sorak-sorak dan tepukan tangan dari para tamu undangan.

Lalu merekapun bersorak

“Cium…Cium…Cium..” Seru seluruh orang diruangan ini

Entah kenapa seruan itu membuat Yoona sangat sesak.Ia tak rela, bahkan rasanya ia ingin berteriak ‘Jangan lakukan itu Siwon Oppa’

Tapi rasanya bibirnya kelu, bagaimana mungkin ia mengatakan itu. Mau ditaruh dimana mukanya yang sudah menyandang marga Lee.

Bagaimana perasaan Donghae yang merupakan suaminya itu nantinya?

Siwon dan Tiffany terlihat sedang berbisik merundingkan sesuatu, dan akhirnya.

Chu~

Siwon mencium singkat kening Tiffany dan mendapat sorakan kekecewaan dari yang lainnya karna tentunya bukan disitu ciuman yang mereka harap bisa lihat dari pasangan Raja dan Ratu semalam ini.

“Wah Siwon-ssi kau ini pintar sekali tak mau memperlihatkan kemesraan kalian didepan kami.Apa kau cemburu gadis cantikmu ini akan jadi pusat perhatian ketika kau cium nanti?” Goda MC1

“Sekarang ayo ucapkan sepatah dua patah kata atas anugrah yang kalian dapatkan.” Lanjut MC 2

“Ah ne terimakasih.Mungkin hanya itu yang bisa aku dan Fany katakan. Dan aku mohon pamit, karna kebetulan aku hanya berjanji akan mengajak Fany keluar rumah sampai jam 9 pada orang tuanga dan sekarang sudah pukul 8. Jadi kami pamit, anyeong.” Balas Siwon

Lalu Siwon dan Fany pun perlahan menjauh keluar dari kerumunan yang diiringi tepuk tangan dari semua tamu undangan.

Namun tanpa Siwon sadari, ketika ia dan Fany berjalan keluar Yoona sedang merengang kesakitan dikepalanya.

Pasca melihat adegan kecupan dikening antara Siwon-Fany gadis itu kembali mendapat bayangan yang makin banyak, dan tentu itu membuatnya makin kesakitan.

“Aaaah oppa..sakit sekali ..” Teriaknya

Donghae yang mendengar teriakan Yoona langsung berlari menuju Yoona.

Yoona terlihat sangat kesakitan sampai-sampai ia tersungkur dilantai sambil terus memegang kepalanya.

‘Yoong saranghaeyo.’

‘Kita menikah tanggal 7 maret ne, bulan ke 3 ditanggal 07. Atau sama dengan tanggal ualang tahun kita, 30 dan 7.’

‘Hae kembali Yoong, kebahagiaanmu kembali, cinta pertamamu hadir lagi. Kita batalkan pernihakan kita saja’

‘Aku hanya ingin kebahagiaanmu, walaupun itu tanpaku’

‘Iya Yoong aku akan bersabar lagi’

‘Aku tak akan meninggalkanmu, sampai kau sendiri yang mengusirku dari hidupmu’

“Siwon Oppa” Lirih Yoona sambil menitikan air mata dalam dekapan Donghae

“Yoong kau bilang apa?” Tanya Donghae memastikan

“Aku ingat semuanya oppa, aku ingat bahwa aku sangat mencintai Siwon oppa.”

“Aku tak mau kehilangannya Oppa, dia hidupku sejak kau pergi dulu.”

“Aku sungguh bodoh tak mengingatnya, dan sekarang dia jauh dariku.”

“Aku harus menemuinya dan menyatakan aku mencintainya, sangat mencintanya.”

Lalu Yoonapun bangkit dan berlari mengejar Siwon keluar Ballroom

“Akhirnya kau ingat semua Yoong, aku bahagia untuk kalian.” Gumam Donghae yang lebih memilih diam ditempatnya saat ini dan membiarkan Yoona mengejar cintanya

Sementara itu di lain tempat Siwon dan Tiffany sudah bersiap meninggalkan gedung sampai tiba-tiba ada suara seorang yeoja yang menghentikan mereka.

“Oppa tunggu, kumohon berhentilah..” Teriak sang gadis dari arah belakang

Siwon dan Tiffany yang mendengar itu langsung berhenti dan menoleh kebelakang.

“Yoong kau kenapa berlarian?” Tanya Tiffany heran

Yoona tak menggubris pertanyaan Tiffanym tapi ia langsung memandang kearah Siwon.

“Yoong kau kenapa?Kau terlihat pucat.Mana Donghae?Dia harus membawamu pulang untuk istirahat.” Ucap Siwon khawatir

Yoona langsung membaur memeluk namja itu.

“Yoong?” Gumam Siwon

“Oppa, kau berbohong. Kau bilang kau tidak akan meninggalkanku dan kau bilang kau akan bersabar denganku. Tapi kau kenapa membiarkan sikap bodohku yang melupakanmu dan malah membiarkanku  menikahi Hae oppa?” Seru Yoona dalam dekapan Siwon yang diikuti derasnya air mata yang tak henti-hentinya mengalir dipipinya.

Siwon kaget, iapun melepas pelukan Yoona dan memegang bahunya.

“Kau sudah mengingat semuanya?” Tanyanya hati-hati

Yona kembali memeluk Siwon, kali ini lebih erat agar tak bisa dilepaskan lagi.Ia terlalu rindu dengan dekapan Siwon yang hangat.

“Iya aku mengingat semuanya.”

“Aku mengingat semua kenangan kita.Aku juga meningat semua tingkah bodoh ku yang malah melupakanmu dan menganggap Hae oppa adalah calon suamiku.”

“Maafkan sikapku oppa, sungguh aku tak bermaksud seperti itu.” Ucap Yoona seguggukan

“Tak apa Yoong aku mengerti.” Ucap Siwon sambil mengelus pelan rambut Yoona

“Aku juga tak apa kau lupakan asal kau bahagia dengan cintamu pada Donghae.Kalian sudah bersatu, kebahagiaan kalian adalah kebahagianku.” Lanjutnya

“Kau masih saja mempunyai pemikiran itu?!!” Seru Yoona yang langsung melepas pelukannya pada Siwon

“Kau ini sungguh-sungguh.Aku tak menegrti kenapa aku malah jatuh cinta dan menyerahkan seluruh hatiku pada namja sepertimu.”Ucapnya lagi sambil memanyunkan bibirnya dan berpura-pura memukul dada bidang Siwon.

“Hah? Kau bilang apa Yoong?” Tanya Siwon ragu

“Aku men-cin-taimu, kau dengar itu?” Ucap Yoona dengan menekankan kata ‘mencintaimu’ pada Siwon

“Jeongmal neomu neomu saranghaeyo oppa, hanya kau yang aku cintai dengan segenap hatiku.”

“Aku dulu mampu bertahan tanpa Donghae oppa, tapi aku tak yakin akan mampu bertahan tanpamu disisi ku.”

“Kumohon kembali lah padaku oppa” Ucap Yoona lagi yang langsung memeluk Siwon untuk yang ketiga kalinya

Tiffany yang ada disana dari tadi hanya bisa tersenyum melihat kelakuan oppa dan sahabatnya ini.

“Lebih baik aku pulang naik taksi, karna nantinya pasti aku kan pulang sendiri hehe..Anyeong oppa, Yoong.Selamat menikamati malam ini.”

Tiffanypun sudah berlalu pergi meninggalkan mereka berdua.

Siwon masih saja terdiam tanpa membalas sedikitpun ucapan cinta Yoona.

“Oppa kau sudah tak mencintaiku lagi?Kenapa kau diam saja?” Ucap Yoona dalam dekapan Siwon

“Hmm baiklah, tak apa aku tidak menyatakan cinta padaku lagi sekarang.”

“Kurasa kini saatnya aku yang harus bersabar dan menantimu.Kau harus bersiap ne kalau setiap harinya aku ganggu dengan ucapan rasa cintaku padamu.”

“Aku tidak akan melepaskanmu Tuan Choi, tidak akan pernah.” Ucapnya yakin

Siwon yang mendengar itu tersenyum senang, ia tak menyangka Yoona akan mencintainya sebesar ini.

“Aku tak akan membiarkan mu menunggu, nado saranghaeyo Yoong.Sangat amat mencantaimu.Bukan hanya dulu, sekarang tapi selamanya.”Ucapnya lalu membalas pelukan Yoona lebih erat.

Yoona tersenyum gembira dalam pelukan Siwon.

“Gomawo oppa, aku sungguh beruntung memilikimu. Tapi aku rasa kau harus sedikit bersabar untuk menjadikanku menjadi Ny. Choi.Aku harus melepas marga Lee terlebih dahulu.” Ucap Yoona

“Kekeke~ Percaya diri sekali dirimu. Siapa yang akan menjadikanmu menjadi Ny. Choi?Naega? Ah kau bermimpi” Goda Siwon

“Benarkah aku bermimpi? Ah tidak apa, mimpi seindah itu tak akan aku sesali.” Ucap Yoona lagi

“Hahaha..tapi aku yang tak rela itu hanya menjadi mimpi. Aku ingin memilikimu selamanya dalam keadaan nyata.Bolehkah?” Tanya Siwon

“Kau melamarku Tn. Choi, hmm tentu boleh tapi aku akan setuju jika kau melamarku dengan romantis di depan orang tuaku nanti ketika aku resmi menjanda” Ucap Yoona yakin

“Oh iya aku akan menikahi seorang janda ternyata hahaha Janda cantik yang sangat aku cintai” Balas Siwon

“Ketika aku menikah denganmu nanti statusku memang janda oppa, tapi asal kau tau harga diriku hanya akan kuberikan padamu. Kau mungkin bukan jadi suami pertamaku, tapi kau akan menjadi orang pertama yang sepenuhnya memiliku” Jelas Yoona

Siwonpun melepas pelukannya dan menatap mata Yoona.

“Jadi selama pernikahan ini kau belum melakukannya dengan Hae?” Tanya Siwon serius

“Hmm..Aku mungkin memang lupa pada cinta kita, tapi hatiku tidak.Hati ini melarangku untuk melakukannya dan bersyukurlah Hae oppa juga sangat mengerti keadaanku.” Balas Yoona dengan senyumannya

Siwonpun langsung memeluk erat gadis itu.

“Gomawoyo Yoong kau telah menjaganya dan hanya akan memberikannya untukku.” Ucap Siwon

—–0—-

Setelah malam itu semua menjadi lebih indah bagi semuanya.

Donghae dan Yoona mulai mengurus perceraian mereka.Dan dalam waktu 1 bulan Yoona telah kembali menyandang marga lamanya yaitu Im Yoona.Dan dalam waktu yang tidak lama lagi atau tepatnya 1 minggu setelah itu marganya berganti lagi menjadi Choi Yoona.

Ya, Yoona dan Siwon telah resmi menikah.Siwon sudah memenuhi permintaan Yoona dengan melamarnya secara romantis didepan kedua belah pihak keluarga yaitu keluarga Im dan Choi.

Dan sekarang mereka telah hidup berbahagia bersama menjadi Mr. and Mrs. Choi dan hidup bersama di sebuah apartment mewah yang memang sudah Siwon persiapkan sejak dulu untuk dijadikan tempat tinggalnya bersama wanita yang paling ia cintai, Choi Yoona.

 

-The End-

Fuiiiiih akhirnya ending juga FF 2S ini.

Sekarang tinggal lanjut ke FF utamaku yang sedang terbengkalai.Semoga otak ini menemukan ide fantastis buat cerita di FF itu.

Mian kalo banya typo di FF ini, soalnya aku negrjainnya nonstop hahaha

Semoga readers suka ya.

Buat admin @restygee, again and again and again thankyouuuuu~ ( nada lagu 2pm) hehe

 

 

 

Tinggalkan komentar

88 Komentar

  1. akhirnya…yoong bisa inget sama siwon hehe….
    happy ending……. yahooo😀

    Balas
  2. dina

     /  Juni 16, 2013

    Akhirnya happy end

    Balas
  3. ReginaBabyKyuWon

     /  Juni 19, 2013

    DAEBAK!!!

    Balas
  4. panda

     /  Juni 20, 2013

    nyesekk benget

    Balas
  5. Ceritanya kurang memuaskan…

    Balas
  6. choi pinkpink

     /  Juli 5, 2013

    Finnaly….yoowon happy ending

    Pengorbanan wonppa ga sia2…
    *joget2

    Balas
  7. Anita harahap

     /  Juli 27, 2013

    Syukurlh Yoona eonni bs ingat lg,
    jd YoonWon bs bersatu…

    Balas
  8. aat yoonwon

     /  Agustus 29, 2013

    Pertamanya bikin aku mewek gara2 yoong ingat ma masa lalu tapi akhirnya Yoonwon bersatu ye…..
    Ditunggu FF mu yang lain chingu

    Balas
  9. Happy ending!!
    Kirain diceritain gimana resepsinya kkk~
    Sesuai judul, complicated!
    Good job eon!🙂

    Balas
  10. Aigoo… ini cerita benar” cetar membahana chingu🙂
    DAEBAK, menegangkan, seruu, aq kira YoonWon gak bakalan bersatu tapi untunglah akhirnya mereka bersatu juga… :*

    Balas
  11. Singkat banget…

    Balas
  12. Riwoon

     /  Februari 1, 2014

    Bikin nangis baca ff ini… Begitu besar cinta siwon oppa buat yoona…dn akhrnya yoona bsa inget sma siwoon oppa…. Lega bgt liat mreka nyatu..:)

    Balas
  13. Happy ending..
    ᵗʰᵃᶰᵏ ᵧₒᵤ ⌣̈ author..

    Balas
  14. ayu dian pratiwi

     /  April 5, 2014

    tadinya sempat berpikir sad ending. ternyata happy ending. next ff di tunggu

    Balas
  15. zahrania

     /  April 5, 2014

    hebat bgt deh critanya..
    akhirnya happy ending…
    yoonwon so sweet bgt..

    Balas
  16. Keren bgt crita nya
    pas yoona ngelupain siwon aku sampe nangis😥
    Tpi akhirnya happy ending juga deh..
    Buat sequel nya dong!!
    Nnti donghae dipasangin sama jessica ajaa..

    Balas
  17. Akhir na happy ending,,,, (ˇεˇ”) untg yoona inget └∂ģî ma Siwon,,, sedih bgt pas yoona ga inget ma siwon, kasian siwon,,, untg kesabaran siwon ªϑª hasil na…✗i✗i✗i✗i ….kereeeen ff na….

    Balas
  18. azzryia noer hayyati

     /  Mei 9, 2014

    Waahh akhirnya yoonwon bersatu walaupun kasian juga ma donghae oppa…daebbak thor..

    Balas
  19. Hilyana Rahma

     /  Mei 20, 2014

    huffff,,,#ngelapkeringat kelar juga bacanya,,awalnya sih bacanya ampe nangis tapi akhirnya yoona eonnie bisa juga ngingat won oppa,,,hehehe
    Happy end,,ceritanya bagussssss,!!!

    Balas
  20. Any

     /  Mei 31, 2014

    Untung akhirnya inget trus mereka baikkan. Moga2 aja di realnya jg gitu. Yoona segera sadar trus sama siwon deh hehehe(apa jgn2 skrang yoona jg lagi amnesia ya?)

    Balas
  21. simoppa

     /  Juli 6, 2014

    happy ending akhirnya.. tapi coba ada kelanjutannya lagi.. trrus anak2 mereka pasti ganteng dan cantik huhh lengkap sudah pastinya.. tapi keren ko ini.. daebak.. bikin geregetan tp senyum2 sendiri juga ^^

    Balas
  22. Evi

     /  Juli 18, 2014

    Akhirnya happy ending jga senangnya🙂

    Balas
  23. im yoo ra

     /  September 18, 2014

    Yeay…. happy ending…🙂

    Balas
  24. Sedih bin romantis ni ff,critany nyentuh bgt.ketulusan dan pengorbanan slalu membuahkn hsl yg indah,selamat berbahagia bt yoonwon…forever.

    Balas
  25. Anggun YoonAddict SY

     /  Oktober 11, 2014

    Happy end🙂

    Balas
  26. Kereeen… Ceritanya lengkap ada sedihnya,ada romanticnya, pokoknya daebak …. Dan yg terpenting yoonwon always together and happy

    Balas
  27. Sempet nangis di awal karna kasihan sama siwon gara” yoonanya lupa sama dia tapi akhirnya yoona inget lagi sama dia dan mereka hidup bahagia..
    Jd seneng bacanya, keren ceritanya di tunggu ff yg lainnya aja..

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: