[2S] Complicated Love (Chapter 1)

(2S) COMPLICATED LOVE part 1

MainCast:

Im Yoona (SNSD)

Choi Siwon (SUJU)

Other Cast:

Donghae (SUJU)

Sooyoung (SNSD)

Writter: @rani0207

Genre: Sad, Romance, Friendship

Anyeong all…

Aku muncul lagi dengan FF 2S, kayaknya sambil nunggu waktu liburan abis otak ini makin terus menghayal kisah tentang YoonWon.

Jadi daripada Cuma jadi kisah nganggur diotak lebih baik aku tuangin jadi FF hehe

Mian kalo FFnya lagi dan lagi gaje.

Padahal aku masih punya utang ya untuk FF Forever it is you, im yoona. Tapi aku terus aja iseng buat FF baru hehe

FF 2S ini murni pemikiran ku sendiri yang terbesit begitu  saja ketika lagi melamun. Jika ada kesamaan tokoh, kisah dll di FF ini dengan kisah lainnya murni itu tidak di sengaja.Mohon dimaafkan juga kalau banyak typo, atau kata-kata yang membingungkan ya readers.Semoga kalian suka dengan FF ini.

Oh iya panggil aku rani aja, aku bukan author disini jadi agak ga enak apalagi masih penulis baru hehe. Dan jangan lupa RCLnya ya demi membangun kokohnya ide-ide next FF keddepannya. Kamsa J

——————–

Cinta

Mengapa orang yang jatuh cinta harus merasakan pahit dan sakitnya cinta jika sebenarnya rasa cinta itu sangat manis dan indah.

Mengapa setiap insan yang saling mencintai harus terpuruk seketika karna cinta ketika cinta pada dasarnya mampun membuat setiap insan manusia saling mengasihi.

Mengapa dan mengapa?

-Author POV-

Seorang gadis bermarga Im terlihat sedang duduk dengan memeluk sebuah gitar di salah satu bangku taman disalah satu sudut taman Seoul University.

Gadis itu seperti sedang menanti sesuatu, atau mungkin  seseorang lebih tepatnya.

Karna dirasa sungguh sepi suasana taman petang ini, gadis itupun memutuskan untuk memainkan sebuah lagu dan menyanyikannya sambil mengusir rasa bosannya karna orang yang dinantinya tak kunjung tiba.

(One year latter- Jessica ft Onew)

“Han chameul ggumeul ggun geot gata” (It feels like I’ve been dreaming for a long time)

“Handongan hamalego hemaeta” (I’ve wondered and wondered around for a while)

“Machi yagsogirado handeut” (As if we made a promise)

“Naekyejeoreul keoseulleo” (Standing here in front of each other)

“Keu nacheoreom maju seoineun uri” (Like that day from four seasons ago)

“Keu Ddae uriga sseonaeryeogadeon” ( Those beautiful stories)

“Areumdaweodeon iyagi” ( That we wrote down togerher)

“Keu ddae uriga gidohaesseodeon” (Those eternal promise)

“Yeongwon hajadeon yaksokdeul” (That we prayed for at that time)

“Hanashik ddeoolida nauigaseumi” (They’re all coming back to me now)

“Kyeongiji mothalgeol algie” (And I don’t think my heart can take it)

“Nesaenkage dogguk chamasseo” (I’ve even restrained myself at the thought of you)

“Neoui il nyeoneun ddo eoddaesseoni?”( How has you one year been?)

Gadis itu pun berhenti memetikkan gitarnya dan menyinggungkan senyuman karna bingung bagaimana harus meneruskan lagu yang seharusnya dinyanyikan oleh dua orang.Ia termenung sampai suara seorang namja yang dikenalinya bersenandung.

“Hanchameul ijeun chae saraji” (For along time, I’ve been living having forgotten of you)

Perlahan namja itu menghampiri gadis tersebut dan duduk disebelahnya sambil terus bernyanyi

“Handongan kwelenchaneun deut haesseo” (For a while I thought I was doing fine)

“Hajiman shigani heureumyeo” (However as time passed by)

“Ggaedara gago isseo.” (I started to realize it)

“Neo obshineun naneun an dwoendaneun geol” (That I am nothing without you)

“Oppa cukup” Potong gadis itu

“Wae?Apa hanya Donghae yang kau harap akan menyanyikannya?” Tanya sang namja

“Bukan begitu, tapi terlalu sesak mendengar part itu dinyanyikan. Maafkan aku” Jelas gadis itu lagi sambil lurus memandang kedepan

“Yoona-ya, sampai kapan kau akan terus begini. Bisakah kau merelakannya dan mencoba melanjutkan hidupmu seperti dulu.?” Tanya laki-laki yang diketahui bernama Siwon

“Molla oppa.” Jawab Yoona singkat

“Aku sebagai temanmu dan Donghae sejak dulu ingin sekali melihatmu ceria lagi, tertawa bahagia dan tersenyum lagi. Bisakah?” Lanjut Siwon lagi

Yoona hanya terdiam mendengar permintaan salah satu teman dekatnya ini.

Bukannya ia tak mau lagi menjadi ceria seperti dulu, tapi semenjak kepergian Donghae mantan namjacingunya yang pergi meninggalkan korea untuk mengejar mimpinya menjadi seorang Dokter membuatnya hancur.

Bagi Yoona, hidupnya benar-benar sangat bergantung pada sosok Donghae. Dari dulu Donghae selalu berhasil membuat hidupnya yang datar setelah perceraian kedua orang tuanya kembali lagi lebih berwarna.

Donghae lah yang mengajarkan padanya bagaimana rasanya tertawa lagi dan bisa menjalankan hidup ini.Dan saat Donghae memutuslan untuk mengejar cita-citanya ke luar negeri untuk waktu yang tak sebentar membuat Yoona hancur.

Bahkan setelah 1 tahun lebih kepergian Donghae dari negeri gingseng ini tetap belum bisa membuat Yoona bisa menerima keadaan laki-laki itu tak lagi bersamanya.

Setiap sore ia tetap bersenandung dengan gitarnya di taman ini seperti yang ia lakukan di taman sekolahnya dulu bersama Donghae.

Tentu ia amat sangat kesepian, namun beruntunglah ia mempunyai teman seperti Siwon yang selalu menemaninya setiap sore demi mengusir rasa rindunya pada Donghae setiap hari.

“Yoona aku sudah tak tahan melihatmu seperti ini.Bagiku lebih baik aku melihatmu bahagia dengan laki-laki lain seperti dulu ketika kau bersama dengan Donghae sahabatku sendiri dari pada kau menyiksa diri termenung setiap hari seperti ini.” Ucap Siwon lagi membuyarkan lamunan Yoona

“Maksudmu oppa?” Tanya Yoona penasaran

“Aku sudah lama memendam perasaan ini padamu Yoona-ya.Sesungguhnya aku mencintaimu.sungguh aku tidak bohong dan bukan bermaksud memanfaatkan keadaan hatimu saat ini.” Jawab Siwon yang sukses membuat Yoona membulatkan matanya dan memandang ke arah Siwon

“Aku menyukaimu sejak kita SMP. Saat kau pindah ke kota ini dengan appa mu. Bahkan sebelum kau menjadi kekasih sahabatku Donghae.Dan itu tak masalah bagiku mencintaimu sebelah tangan.” Jelasnya lalu menghela nafas panjang

“Asal kau tersenyum dan bahagia, akupun bahagia.” Lanjutnya lagi dengan menorehkan senyumannya kearah Yoona

“Tapi tidak seperti sekarang, kau menyiksa dirimu Yoona.Ingin sekali aku bisa menghapus rasa sedihmu dan menggantinya dengan kebahagiaan walaupun aku tau itu tak mungkin.Walaupun setiap saat aku selalu disini menemanimu ditaman ini tapi aku sadar aku tak akan mampu menggantikan posisi Hae di hatimu.” Ucap Siwon pada Yoona

“Andai kau ijinkan, aku ingin sedikit saja bisa mempunyai ruang di hati mu. “

“Aku berjanji tak akan menggeser posisi Hae sampai kau sendiri yang menyingkirkannya.Tapi ijinkan aku bisa membuatmu tersenyum lagi.Mungkin ini nekat, tapi maukah kau mengijinkanku untuk terus berada disampingmu?”

“ Setidaknya sampai kau bisa tersenyum tulus karnaku, dan aku rela jika harus kau singkirkan setelah itu terjadi.” Jelas Siwon sambil merengkuh tangan Yoona dan memandang dalam kedua manik mata indah Yoona.

“Oppa kau mengatakan apa? Apa aku tidak salah mendengarnya?” Tanya Yoona memastikan

“Ijinkan aku menjadi namjacingumu, ijinkan aku mencintaimu Yoona.Aku mohon, aku akan berusaha keras agar kau kembali tersenyum seperti dulu.” Jawab Siwon coba meyakinkan

Yoona terdiam, dia mencoba merenungkan permintaan Siwon.Memang dia sangat kesepian saat ini dan mungkin membutuhkan seorang namjacingu demi mengusik sesak hatinya sepeninggalan Donghae.

Tapi apakah tak apa-apa iya menerima cinta Siwon disaat hatinya belum siap untuk melangkah lagi dan juga dimana Siwon yang merupakan sahabat mantan kekasihnya?

Walaupun sejujurnya sosok Siwon adalah sosok yang sempurna karna kasih sayangnya, ketampanannya, dan segala yang ada didirinya dan itu cukup membuat Yoona nyaman berada didekatnya belakangan ini. Tapi apakah ia tak jahat memanfaatkan perasaan Siwon yang tulus untuknya demi bisa menghapus jejak Donghae dihatinya?

“Oppa apa kau yakin? Aku akan jujur padamu bahwa sampai detik ini Donghae oppa sangat memiliki tempat yang special dihatiku dan aku tak tau sampai kapan aku bisa menghapusnya walaupun dengan kehadiran namja lain.” Jelas Yoona

“Aku tak mau membuatmu sakit hati dengan perilakuku nanti ketika menjadi yeojacingumu oppa, aku saying padamu.Sebagai sahabat dan oppa terbaik yang pernah kumiliki.” Lanjutnya lagi

Siwon yang mendengarkan kejujuran keluar dari mulut Yoona membalas itu dengan senyum manisnya.

“Aku senang kau mau jujur padaku Yoona, tapi kau jangan khawatir.Bagiku berada disisimu untuk membuatmu bisa tersenyum sudah lebih dari cukup.Apalagi jika kau mau mencoba menjalani setiap harimu denganku.”

“Aku tak minta banyak, tersenyumlah dan berbahagialah. Saat ini dan sampai kapanpun aku akan mencoba membahagiakanmu dan jika dimasa mendatang kau menemukan kebahagianmu kembali maka aku akan merelakanmu pergi dengan kebahagiaanmu nantinya. Maukah kau menjadi yeojaku Im Yoona?” Tanya Siwon meyakinkan

Yoona tersenyum, “Aku mau oppa, aku tak mau banyak berjanji padamu tapi aku akan mencoba bisa mencintaimu seperti kau mencintaiku.Kumohon bersabarlah, gomawo oppa.”Balas Yoona dengan membaur memeluk Siwon.

Senja hari ini menjadi saksi bersatunya sepasang sejoli yang mungkin belum saling mencintai satu sama lain akan tetapi cinta bukankah akan muncul perlahan ketika terbiasa?

Dan mulai detik itu merekapun resmi menjadi sepasang kekasih.

Hari-hari mereka lalui dengan penuh canda tawa.

Tiada hari yang mereka lalui tanpa bersama-sama

Siwon menepati janjinya, ia kembali membuat Yoona tersenyum. Senyuman yang selama ini selalu mendajikannya makin mencintai gadis itu.

Bagi Siwon cinta untuk gadisnya ini kian hari makin bertambah besar seiring dengan kebersamaan mereka selama 3 tahun ini.

Ya memang sudah tak terasa mereka sudah menjalani hubungan ini selama 3 tahun. Setiap hari dan detiknya selalu Siwon manfaatkan untuk menyatakan kepada Yoona bahwa ia sangat mencintainya. Seperti yang ia lakukan saat ini.

Hari ini adalah hari kelulusan Yoona dari Seoul University dan Siwon sudah siap menyambutnya dengan sebuket mawar putih kesukaan Yoona dibawah podium tempat berlangsungnya peresmian gelar sarjana yang Yoona raih.

Setelah Yoona selesai dengan prosesi sidangnya dan mendapat gelar sebagai lulusan terbaik di unversitas inipun Siwon menyambutnya dengan pelukan hangat yang selalu ia hanya berikan pada Yoona.

Tak lupa sebuket bunga mawar yang telah ia persiapkanpun ia serahkan pada Yoona dan Siwonpun membisikan sesuatu ketelinga Yoona.

“Selamat atas kelulusanmu chagi, saranghaeyo..jeongmal saranghaeyo Im Yoona.”

Yoona yang mendengar itu hanya tersenyum tulus pada namjanya yang sudah menemaninya lebih dari 3 tahun ini.

“Gomawoyo Oppa” Ucapnya sambil mencium singkat pipi Siwon

Siwon hanya bisa tersenyum tipis dengan perilaku kekasihnya ini. Bukannya ia tak bahagia mendapat kecupan dipipinya tapi ia kecewa karna Yoona tak kunjung membalas ucapan cintanya.

Sudah 3 tahun mereka bersama dan hamper setiap harinya Siwon mengucapkan betapa besarnya cinta yang ia miliki untuk gadis itu tapi tak satu kalipun kalimat cinta keluar dari bibir mungil kekasihnya.

Siwon kembali tersenyum getir, dan ia kembali menyadari. Bukankah cintanya tanpa syarat?Ia dulu berjanji tidak akan memaksakan gadis itu mencintainya juga. Dia hanya berharap gadis itu akan kembali tersenyum ceria dengan kehadirannya.

Dan itu berhasil, Yoona sekarang telah kembali ceria dan hidup dengan normalnya. Jadi apalagi yang ia harapkan. Mungkin Yoona masih mencintai mantan kekasihnya tapi apa haknya untuk melarang itu semua.

Ia memang kekasih Yoona tapi bukan pemilik hatinya jadi ia tak akan memaksakannya.

“Apa kau bahagia?”Tanya Siwon sambil merengkuh gadisnya dan membelai rambut indahnya.

“Ya aku bahagia oppa, terima kasih karna kau disini.” Balas Yoona

Siwon lagi-lagi tersenyum kepada Yoona.Cukup baginya Yoona bahagia ketika bersamanya. Untuk cinta mungkin ia harus lebih bersabar.

“Oppa, hari ini keluargaku ingin mengundangmu dan keluargamu makan malam dirumahku untuk merayakan kelulusanku ini.Apa kalian akan datang?” Ucap Yoona membuyarkan lamunan Siwon

“Tentu chagia, aku, omma, appa dan soo akan hadir tepat jam 7 dirumahmu mala mini.Bagaimana?” Tanya Siwon balik

“Waktu yang sempurna, baiklah ayo antarkan aku pulang. Aku akan membantu omma mempersiapkan semuanya. Kebetulan omma mau hadir malam ini dan menemaniku beserta appa bertemu dengan keluargamu” Pinta Yoona pada Siwon

“As your wish my love.” Balas Siwon seraya menggandeng tangan Yoona menuju mobil sport Audinya.

-Author pov end-

-Skip Time-

-Im Family House-

-Siwon POV-

Tepat pukul 7 aku beserta keluargaku sudah sampai dikediaman keluarga Yoona untuk menghadiri undangan pesta kelulusan Yoona siang tadi.

Sepanjang acara dimeja makan kami mengobrol hangat bersama bahkan kadang bercanda gurau.

Memang selama hubunganku dengan Yoona kami sudah memperkenalkan keluarga kami masing-masing.Syukurlah kedua belah pihak keluarga kami merestui hubungan kami.

Saat ini setelah kami semua menghabiskan hidangan makan malam yang dipersiapkan oleh omma Yoona dan Yoona secara langsung maka kamipun berkumpul bersama di ruang keluarga.

Suasana menjadi lebih hangat disini karna kami terus berbincang mengenai segala hal.

Mengenai perusahaan appa Yoona yang berniat ekspansi dengan bergabung bersama perusahaan keluarga ku.Sampai masalah kecil seperti kejadian adikku Sooyoung yang seumuran dengan Yoona mengalami kejadian memalukan pagi tadi di kampusnya saat pesta kelulusannya.

Kami semua tertawa dengan riangnya mendengar celotehan Sooyung yang mengatakan bahwa tadi di prosesi wisuda nya di Inha University terdapat temannya yang sudah menikah muda  menaiki podium dengan menggendong anaknya yang masih balita. Dan tentunya sang anak menangis diatas podium dan berhasil membuat suasana menjadi riuh dan membingungkan para wisudawan lainnya.

“Sungguh tadi Haenim temanku terlihat sangat kerepotan dengan tangannya yang menggendong anaknya dan menerima toga beserta ijasah dari dosen kami semua.Dan kami yang menyaksikannya hanya tertawa karna anaknya malah mengemut-ngemut toga Haenim sampai basah lalu karna dilarang oleh Haenim anak itupun menangis. Hahaha “ Jelas Sooyoung pada kami semua

“Hahaha kemana suaminya itu Soo?” Tanya Yoona

“Suaminya juga sendang menjalani prosesi serupa dan mengantri tepat di barisan yang sama dengan Haenim Yoong. Hahaha” Jawabnya

“Sungguh-sungguh kelakuan pasangan saat ini, sudah berani nekat menikah muda bahkan sebelum lulus kuliah. Hahaha” Ucap Omma Yoona

“Kau tak ingin menyusulnya Soo?Apa tak iri melihat temanmu sudah bekeluarga?” Tanya Appa Yoona

“Tentu aku iri ajjussi, tapi aku harus bersabar menunggu Oppaku meminang putrimu terlebih dahulu.Hehe” Ucapan Soo tentunya membuatku memandangnya tajam karna kulihat Yoona sudah menegang dengan arah pembicaraan ini.

“Wae oppa memandangku begitu?Aku berkata benar?” Balas Soo sambil menjulurkan lidahnya padaku

“Ne Siwon adikmu benar, kapan kau akan menikahi Yoona?Omma tak sabar ditemani menantu secantik Yoona.Ketika kau dan Appamu bekerja dan omma dirumah berdua bersama Sooyoung rasanya seperti memiliki bayi besar karna kelakuan adikmu.Jadi ayolah kau berikan omma menantu semanis dan sebaik Yoona dengan segera.” Jelas Ommaku

“Ah omma kenapa menjadikanku alasan untuk Oppa menikahi Yoong, alasan jeleks sperti itu lagi.Kau memalukanku di calon keluarga besan kita omma.”Balas Soo tak mau kalah yang dibalas kekehan tawa seluruh keluarga kecuali aku dan Yoona tentunya.

“Iya Siwon, kau kapan akan melamar putriku? Aku siap ditinggalnya jika dia bersamamu, kau juga sudah mapan dengan karirmu sebagai direktur kedua diperusahaan ayahmu.Apalagi yang kalian tunggu, 3 tahun belumkah cukup heuh?” Tanya Appa Yoona

“Appa..”Ucap Yoona mencoba menutupi rasa groginya yang langsung diberikan beribu pertanyaan tentang perihal kelanjutan hubungan kami.

Bagaimana ini, aku bingung harus menjawab apa. Disatu sisi aku sungguh ingin menjadikan Yoona istriku, itu bahkan merupakan mimpi terbesarku.Tapi menikah tanpa landasan saling mencintai apakah tak apa-apa?

Aku memang mencintai Yoona, sangat bahkan. Tapi apa Yoona mencintaiku juga, dia tak pernah sekalipun mengucapkan kalau ia juga mencintaiku.

Aku ragu, aku takut membuatnya tersiksa jika harus menikah denganku.Aku tak mau memaksakannya.

Akupun hanya bisa terdiam saat ini, aku benar-benar bingung.

“Omma rasa kalian sudah cukup matang untuk menikah, dan bukankah impianmu ingin bisa menikah muda dan melihat anak-anakmu tumbuhkembang bersamamu dan menjadikan mereka sahabat terdekatmu jika kau menikah muda?”Tanya omma Yoona pada Yoona.

Kulihat Yoona tersenyum pada ommanya menandakan bahwa memang itulah impiannya.

“Aku terserah dengan Siwon Oppa saja, bagaimanapun disini aku dari pihak wanita yang akan mengikuti alur yang dimainkan oleh pihak laki-laki.” Ucap Yoona

Ucapan Yoona benar-benar membuatku terpangah. Apakah itu artinya ia mau menikah denganku?

“Wonie!Apalagi yang kau tunggu, calon istrimu sudah siap kau nikahi.Kenapa kau malah diam saja. Ah kau ini tidak mencerminkan keturunan Choi yang gagah berani. Dulu appa dengan berani menikahi Ommamu walaupun dengan keadaan appa yang belum mapan tapi kau sudah sangat mapan tapi kenapa masih meragu heuh?” Tanya Appaku

“Baiklah aku sudah putuskan.” Ucapku pada akhirnya

Akupun beranjak dari kursiku dan menghampiri Yoona.

Kujongkakan tubuhku dihadapannya dan kuraih tangan lentinya.Kurasa saat ini seluruh mata tertuju pada kami.

“Im Yoona, aku tau ini terlalu mendadak. Bahkan aku belum mempersiapkan cincin yang indah dan sesuai untuk jemarimu yang cantik ini.Tapi disini aku berlutut dengan yakin dihadapanmu, maukan kau menikah denganku?Menjadikanku bagian dari masa depanmu?” Ucapku padanya

Kulihat sorot matanya yang tajam kearah mataku. Dapat kurasakan ia sedang mencari keyakinan di dalam mataku.

“Ne, aku bersedia oppa.Apa yang harus membuatku tak bersedia menerimamu? Aku pasti akan menjadikanmu masa depanku. Karna hanya kau yang aku miliki selain keluarga ku.” Jawabnya penuh senyuman

Seluruh penjuru ruang keluarga ini penuh dengan sorakan bahagia dari kedua keluarga kami.

Sorakan mereka tentunya tak akan sebanding jika saja suara detak jantungku bisa terdengar jelas.

Saat ini adalah moment terindah dalam sepanjang hidupku hingga detik ini.Betapa bahagianya aku mendengar bahwa Yoona setuju menikahiku.

Mungkin ini merupakan jalan agar ia bisa mencintaiku nantinya.

Aku hanya perlu bersabar sebentar lagi. Semua akan terbalaskan.

-Siwon POV End-

-Author POV-

Sejak 2 bulan yang lalu saat Siwon dan Yoona memutuskan untuk menikah, setiap harinya diwaktu luang keduanya dari jadwal kerja mereka mencoba mempersiapkan segala keperluan pernikahannya.

Semua mereka putuskan untuk kerjakan dan cari sendiri tanpa bantuan wedding organaizer.Mereka hanya ingin konsep sederhada untuk hari bagahia mereka.

Garden party dengan nuansa putih, itu saja yang mereka inginkan.

Mulai dari gaun pengantin sampai cathering mereka cari sendiri dan semua sudah 70 persen siap kecuali undangan karna tempat outdor yang mereka inginkan sedang dalam proses renovasi dan baru akan memberikan kepastian tanggal dalam 1 minggu terakhir ini.

Tetapi pengelola tempat menjanjikan bahwa taman itu akan selesai di renovasi tepat dibulan yang mereka pilih untuk melangsungkan pernikahan yaitu bulan Maret.

Mereka memilih untuk menikah dibulan itu agar setiap tahunnya mereka memiliki 3 bulan yang paling bersejarah buat mereka. Dimana bulan maret menjadi bulan pernikahan mereka, april bulan kelahiran Siwon dan Mei merupakan bulan kelahiran Yoona.

Hari ini mereka putuskan untuk mengecek kesehatan mereka disalah satu rumah sakit secara bersamaan. Melakukan persiapan pernikahan sendiri membuat kesehatan mereka perlu menjadi pertimbangan keduanya agar nantinya bulan depan saat pernikahan berlangsung maka akan lancar semuanya.

Setelah menempuh jarak 1 jam dari kantor Yoona, Siwon beserta Yoona telah sampai dirumah sakit tujuan mereka.

Mereka tak perlu antri ataupun mendaftar lagi karna semua itu sudah dilakukan oleh sekretaris pribadi Siwon yang memang sudah menjadwalkan check-up pasangan ini jauh-jauh hari.

“Tuan Choi dan Ny.Im silahkan masuk, Dokter sudah menunggu kalian.” Ucap salah seorang suster pada Siwon-Yoona

Tangan Siwon dari awal masuk rumah sakit tak henti-hentinya menggenggam tangan Yoona dan Yoonapun tak menolah perilaku manis calon suaminya ini.

Senyum selalu merekah diwajah Siwon ketika bersama Yoona seperti saat ini. Tapi senyuman itu luntur ketika mereka menghadap Dokter yang akan mengcheck-up kesehatan mereka.

Genggaman tangan Siwonpun mulai dilepaskan oleh Yoona sendiri. Mereka terpaku melihat sosok yang ada di depan mereka saat ini.

“Hae-ya” Akhirnya Siwon mulai membuka mulutnya

“Siwon” Ucap Dokter yang diketahui bernama Donghae ini

Lalu Donghae menoleh kedbelah Siwon dan iapun berdiri dari meja kerjanya

“Yoong” Ucapnya Lirih

Yoona yang tak tahan dengan situasi yang sangat mendadak inipun langsung pergi meninggalkan ruangan Dokter ini.

“Yoonaaa..” Teriak Donghae

“Hae biar aku yang mengejarnya, kau lanjutkan saja bekerja.Maaf kami tak jadi chevk-up.”Ucap Siwon sambil membungkukkan badannya dan pergi meninggalkan Donghae yang masih terpaku dengan kejadian ini.

“Yoong, kau masih seperti dulu.Kau masih sangat cantik.Akhirnya aku menemukanmu Yoong, aku ingin kita kembali bersama.” Gumam Donghae pelan sambil tersenyum penuh arti

—–0—

Sementara itu ditempat lain seorang gadis sedang duduk termenung di sebuah bangku taman.

Ia hanya diam dan memandang lurus kedepan mencoba menata kembali hati dan perasaannya yang tiba-tba saja kacau karna kejadian barusan yang terjad padanya.

“Chagi, kau taka pa-apa?” Tanya seorang namja yang mulai duduk disebelahnya

“Maafkan aku oppa, aku tak seharusnya meninggalkanmu diruangan itu.Maaf.”Ucap gadis bernama Yoona itu penuh sesal sambil menitikan air mata

“Sudahlah, uljima Yoong.Aku tak sanggup melihatmu menangis.” Ucap Siwon sambil membelai lembut rambut Yoona

Suasana diantara mereka kembali menghening.Hanya hembusan angina sepoi-spoi yang menghiasi sekitar dua sejoli ini.

Sang gadis dengan damainya menyenderkan kepalanya pada pundak sang kekasih. Dipejamnya matanya agar ia bisa lebih tenang.

“Yoong, kau ingat 3 tahun yang lalu aku pernah berkata kalau aku berjanji akan membuatmu kembali tersenyum ceria lagi?” Tanya sang namja bernama Siwon pada kekasihnya yang mendapat anggukan lembut dari gadis dipelukannya saat ini.

“Dan aku menepatinya bukan?Kau kembali ceria sekarang.” Ucap Siwon lagi

“Mungkin kau juga ingat bahwa aku juga berjanji kalau aku ingin kau bahagia walaupun bukan bersamaku.Dan kurasa saat ini aku harus menepati janjiku itu juga padamu Yoong.”Lanjutnya.

Yoona akhirnya mendongakan kepalanya dan menatap sosok tuangannya kini.

“Maksud Oppa?” Tanya Yoona

“Dulu aku pernah bilang, aku akan selalu berada disampingmu.Tapi aku akan siap kau tinngalkan jika suatu saat kebahagiaanmu datang menjemputmu.” Ucap Siwon dengan terus lurus menatap kedepan

“Donghae telah kembali Yoong, kebahagiaanmu kembali, cinta pertamamu kembali.Dari pandangannya tadi padamu dapat kulihat dia masih sangat mencintaimu.Dan ku yakin kebersamaan kalian adalah kebahagiaanmu.Iyakan?Kau pasti masih sangat mencintainya.”

“Kita memang sudah bersama selama 3 tahun belakangan ini, kita menghabiskan waktu berdua. Bahkan saat ini kita sedang dalam proses mempersiapkan pernikahan kita. Tapi bagiku kebahagianmu jauh lebih penting.”

“Aku memang ingin menjadi bagian dari masa depanmu, tapi mungkin peranku dimasa depanmu hanya sebagai sahabatmu.” Jelas siwon dengan terseyum lirih

Diandangnya lekat mata Yoona oleh kedua manik mata Siwon

“Kita batalkan saja rencana pernikahan kita Yoong, aku tak apa. Ayo sekarang kita kembali kerumah sakit.Kau kembalilah kepelukan cintamu Yoong, berbahagialah.” Ucap Siwon

Sekuat tenaga Siwon mencoba menahan air matanya tak jatuh dihadapan tunangannya ini atau sebentar lagi akan menjadi mantan tunangan.

Siwonpun bangkit dari kursinya dengan menarik tangan Yoona untuk mengajaknya kembali kerumah sakit agar bisa kembali bertemu Donghae.

Namun Yoona tak kunjung bangkit dari duduknya.Saat ini dihadapan Siwon yang terlihat adalah sosok Yoona yang sedang menangis menitikan air matanya.

Ya, gadis itu menangis tersedu mendengar ucapan yang keluar dari laki-laki yang akan menjadi calon suaminya ini.

Ia bingun dengan dirinya saat ini. Pertemuannya dengan Donghae tadi memang sempat membuatnya tercengang, tapi itu bukan berarti ia ingin kembali dengan laki-laki itu.

Di dunianya saat ini sudah ada laki-laki yang sangat tulus mencintai dan mengisi hari-harinya selama 3 tahun belakangan.Laki-laki itu bernama Siwon.

Yoona memang tak pernah membalas perkataan cinta Siwon itu karna memangia masih takut jika suatu saat Siwon akan meninggalkannya juga ketika kata cinta sudah sering terlontar dari mulutnya.

Ia trauma akan ditinggal orang yang amat ia sayangi dan cintai lagi untuk kesekian kalinya. Dan sekarang laki-laki yang sudah mengisi hari-harinya bersiap meninggalkannya dan mengembalikannya pada Donghae.

Laki-laki yang dulu memang sangat ia cintai, tapi itu dulu bukan sekarang.

“Kau kenapa menangis Yoong?Tersenyumlah agar kau terlihat lebih cantik saat bertemu Donghae.” Ucap Siwon sambil mencoba menghapus air mata di pipi Yoona dengan jemarinya

Yoonapun menepis belaian lembut jemari Siwon dipipinya yang cukup membuat Siwon kaget akan tindakan gadis itu.

“Kau akan meninggalkanku oppa?” Tanya balik Yoona

Siwon terdiam lalu duduk kembali di samping Yoona dan menghadap kehadapan gadis itu.

“Aku tak akan pernah meninggalkanmu Yoong, aku akan tetap berada di Seoul, tinggal dan bekerja di tempat yang sama, dan aku berjanji tidak akan mengganti nomer telepon ku. Kapanpun kau membutuhkan teman ketika Donghae sedang sibuk maka aku akan hadir disana.” Jelasnya sambil tersenyum

“Ketika aku membutuhkan teman saat Donghae oppa sibuk maka kau akan hadir?” Tanya Yoona lagi

“Hmm, tentu saja.” Ucap Siwon meyakinkan

“Apa kau tak bosan selalu berusaha menjadi nomor dua dihidupku?” Tanya Yoona lagi

Pertanyaan Yoona kali ini sukses membuat Siwon kehabisan kata-kata

“Jujur aku mulai membenci sifatmu ini. Kau selalu menyisihkan tepatmu di dalam kehidupannku dan memberikannya kepada orang lain ketika menurutmu padanyalah kebahagianku berada.”

“Kau tau apa tentang kebahagiaan yang aku inginkan oppa?” Jelas Yoona

Lagi-lagi Siwon terdiam, ia memang mungkin tak tau kebahagiaan apa yang Yoona inginkan tapi yang ia tau kebahagiaan itu pasti tak bisa Yoona dapatkan jika bersamanya.

“Kau tau dulu betapa hancurnya aku saat Donghae oppa pergi?Sangat hancur oppa.”

“Lalu kau hadir dan bilang akan berjanji membuatku ceria dan bahagia.”

“Kau bilang kau berhasil membuatku ceria tapi gagal membuatku bahagia dan mau mengambalikanku pada kebahagiaanku yang kau kira adalah kebersamaanku dengan Donghae Oppa.”

“Itu namanya kau akan meninggalkanku oppa.Aku kira kau tidak akan pernah meninggalkanku apapun yang akan terjadi tapi aku salah.”

“Kau sekarang bahkan dengan tanganmu sendiri akan melepasku dan meninggalkanku kepada Donghae oppa.” Ucap Yoona lagi sambil tetap meneteskan air mata

“Bukan begitu maksudku Yoong, aku justru ingin mengembalikanmu pada kebahagianmu bukan meninggalkanmu.Aku tetap sahabatmu sampai kapanpun.Percayalah itu.” Jelas Siwon pada Yoona

“Sekali lagi aku Tanya, kau tau apa tentang kebahagiaanku oppa?!” Tanya Yoona sedikit membentak dengan air mata yang terus mengalir dipipi halusnya.

“Aku memang tidak pernah bilang padamu kalau aku mencintaimu dengan kata-kata langsung, tapi bukankan aku pernah katakana agar kau bersabar menunggu dan bersabar dengan sikapku yang labil ini?”

“Apa kau sudah lelah menunggu dan ingin mencari wanita lain?” Tanya Yoona yang mulai frustasi dengan kejadian ini.

“Bukan seperti itu Yoona-ya.” Lirih Siwon yang mulai frustasi juga bagaimana menjelaskan maksudnya pada Yoona lagi agar gadis itu memahami bahwa yang iya lakukan untuk wanita itu bukan untuknya..

“Mungkin kau tak akan percaya, tapi bagiku hanya kau yang akan aku cintai sepenuh hatiku.Kumohon jangan berpikir seperti itu, aku sungguh hanya mencintaimu.Aku melakukan ini juga karna cintaku padamu Yoong.” Lanjut Siwon dengan mencoba menggenggam jemari halus Yoona

“Kau bilang mencintaiku?Benarkah?Kalau gitu hentikan tingkah konyolmu oppa.”

“Siapa bilang aku akan meninggalkanmu ketika Donghae oppa kembali dan akan membatalkan rencana pernikahan kita?Apa dulu aku pernah bilang begitu? Kurasa tidak. “

“Aku memang belum menyatakan cintaku padamu, tapi aku meyakini kebahagiaanku ada padamu.Kau bukan hanya menepati janjimu untuk membuatku kembali ceria oppa tapi juga janjimu untuk membahagiakanku.”

“Dulu kau bilang kau tak akan memaksaku untuk menyingkirkan posisi Donghae oppa dihatiku sampai aku sendiri yang menggesernya.Dan itu sudah aku lakukan sendiri.Kehadiranmu dihari-hariku telah membuatku mampu menyingkirkan Donghae oppa perlahan dihatiku.Dan apakah kau akan menyerahkan posisi dihatiku ini lagi pada Donghae Oppa ketika sesungguhnya posisimu dihati ini jauh lebih kokoh dibandingkannya?”

“Tapi maaf oppa aku tak akan memberikannya lagi pada Donghae oppa, dan maaf juga aku tak akan mau membatalkan pernikahan kita.”

“Kumohon bersabarlah sebentar lagi saja, aku berjanji oppa hanya akan ada kau dihatiku dan hidupku.Bersabarlah oppa, sedikit lagi saja.” Ucap Yoona panjang lebar mencoba mengutarakan perasaannya pada Siwon

Siwon tersenyum penuh arti dan merengkuh badan mungil tunangannya kini, calon istri tercintanya.

“Jangankan sebentar, seumur hiduppun aku bersedia bersabar demimu Yoong. Aku akan terus disisimu sampai kau sendiri yang nantinya akan mengusirku dari sisimu. Aku janji itu.” Jawab Swion lalu mengecup puncuk kepala Yoona

“Aku juga berjanji tidak akan mengusirmu seumur hidupku.  Percayalah.” Ucap Yoona dalam dekapan pelukan Siwon

“Iya tentu aku percaya dan aku akan bersabar Yoong untukmu.” Balas Siwon

“Hmm?Kau tetap memanggilku Yoong?”Ucap Yoona yang langsung melepas pelukannya dari Siwon dan memalingkan wajahnya pura-pura ngambek.

“Aduh calon istriku sedang ngambek sepertinya, maafkan oppa ne chagi?” Bujuk Siwon

Dan akhirnya Yoonapun membalikan badannya menghadap Siwon lagi dan tersenyum manis bertandakan ia sudah memaafkan Siwon karna laki-laki itu telah kembali memanggilnya’Chagi’.

Siwon tak mau membuang kesempatan ini, direngkuhnya tengkuk Yoona dan didekatkannya jarak wajah mereka sehingga deru nafas satu sama lain dapat saling terasa.

Jarak yang semakin dekat membuat kahirnya bibir mereka bertemu, mereka saling mengulum bibir pasangan masing-masing. Ciuman penuh kasih dan hangat ini menjadi bukti bahwa sesungguhnya benih-benih cinta mereka sudah tertanam dengan baik dan akan tumbuh kembang seiring dengan waktu nantinya.

-Author POV End-

-Siwon POV-

Sejak hari itu, aku dan Yoona kembali kerutinitas kami untuk mengurus pernikahan kami. Kami pun sudah mendapatkan tanggal pernikahan, yaitu 7 Maret bulan depan. Dibulan ke 3 tanggal 07, jika di gabungkan mendaji 307 atau sama dengan tanggal kelahiran kami, 30 dan 7.

Kamipun sudah memberitahu Donghae tentang hubungan kami atas permintaan Yoona langsung.Dia mengajakku mengunjungi Donghae di rumah sakit untuk memberitahukan tentang hubungan dan rencana pernikahan kami.

Awalnya aku sempat menolak karna jujur aku takut Yoona masih akan kembali lari ketika bertemu Donghae. Tapi aku salah, dia bertindak sangat wajar dan sopan didepan Donghae.Dia bahkan terus tersenyum kepada Donghae ketika menceritakan tentang hubungan kami.

Aku sungguh bahagia dan lega karna ternyata Donghaepun mau berlapang dada menerima hubungan kami bahkan merestuinya dan mendoakan hubungan kami abadi selamanya. Padahal aku tau dari sorot matanya pada Yoona ia sangat masih mencintai Yoona.

Setelah menemui Donghae rencananya kami akan mengunjungi tempat pembuatan undangan, tanggal sudah ditentukan, tempat sudah tersedia, dan seluruh persiapan sudah hampir 75% mengingat hari pernikahan kami tinggal 3 minggu lagi.

Kamipun berjalan dengan riangnya, bergandengan tangan menelusuri kota ini. Berhubung tempat .percetakan yang lokasinya tak jauh dari rumah sakit tempat Donghae bekerja makanya kami lebih memutuskan berjalan kaki agar kami bisa lebih memiliki waktu banyak untuk berduaan.

Senyum selalu merekah diwajah kami berdua.Baru kali ini aku melihat Yoona tersenyum sangat tulus padaku. Mungkinkah ia sudah membuka hatinya untukku?

Tanpa kusadari ada mobil yang melaju cepat menghampiri kami yang sedang menyebrang.Yoona yang berada disebelahku langsung berteriak ketika melihat mobil itu mendekat.

Aku kalah cepat, bukan dengan mobil itu tapi dengan Yoona.Ia mendorongku di sisi badan jalan sehingga aku selamat dari tabrakan itu tapi tidak dengan Yoona.

Kulihat darah segar mengalir dari kepalanya.

Tubuhku bergemetar, perlahan aku mendekati tubuh Yoona yang sudah bergeletakan di jalan.Kurengkuh tubuhnya perlahan dalam pelukanku.

“Yoong, chagi bangunlah.” Bisikku lembut padanya

“Buka matamu saying, jangan tinggalkan aku.Kumohon.” Ucapku lagi sambil mengelus pipinya lembut

Seluruh orang mulai mengerubungi kami seperti sedang melihat adegan di film-film. Apakah mereka tidak ada yang menghubungi rumah sakit.rjadi

“Tolong Agassi hubungi rumah sakit, tolong cepat!!”Bentakku pada orang sekitarku dan kulihat seseorang mulai menggenggam teleponnya. Mungkin ia sudah menelpon ambulance agar datang kesini.

“Yoong jangan tinggalkan aku, bangunlah chagi.” Lirihku lagi

 

————–To Be Continue———–

Gimana readers FF 2Snya?

Tadinya ini mau di buat OS tapi tangan ini terus ngetik sampai-sampai kayaknya bakal terlalu panjang kalo jadi OS jadi aku putuskan menjadi 2S

Makasih buat yang udah baca yaaa.

Sekali lagi jangan lupa RCL supaya aku bisa terus dapet inspirasi buat FF lainnya dan kalo bisa follow twitter aku jg @rani0207

Buat admin gee, gamsa udah post ff ini yaaa J

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan komentar

101 Komentar

  1. Hilyana Rahma

     /  Mei 20, 2014

    Yaaaaaaak,,,,YooNa eonnie ketabrak mobil mudah2 an aja yoona eonnie gak pha2 and akhirnya YooNa eonnie Dan siwon oPpa bisa hidup bahagia selamanya,,,,
    Next,!!

    Balas
  2. Any

     /  Mei 30, 2014

    Keren…ikut2an nyesek bacanya…

    Balas
  3. azzryia noer hayyati

     /  Juni 9, 2014

    Yoong kenapa tuh …..semoga g knapa2, trus yoona g amnesia kan?? Lanjut baca ahhh…

    Balas
  4. Evi

     /  Juli 18, 2014

    Sedih bnget eonni critanya apalagi perjuangan siwon oppa buat yoona ampe nangis

    Balas
  5. im yoo ra

     /  September 18, 2014

    Mudah-mudahan yoona eonni gak kenapa2

    Balas
  6. choi han ki

     /  Oktober 6, 2014

    Siwon bener2 gentle dan lapang dada bgtt … Tapi seneng akhirnya yoona tetep milih siwon buat jadi calon suaminy.. Oh itu ada apa, apa yg terjadi sama yoona😥

    Balas
  7. Wahhh,siwon bnr2 pria yg pny cinta tulus yoona,bhkn perjuanganny menunggu membuahkn hsl,cinta siwon terbalas jg,tp knp isi kecelakaan gmn kondisi yoona???gmn pernikahn mreka,thor…

    Balas
  8. aaaaa diksinya kereeen kak, tapi entah kenapa aku kurang dapet feelnya. mungkin karena kurang foku kali ya .-.

    Balas
  9. Seneng deh klo selalu ada seseorang disamping kita dan menemani kita, apalg klo seseorang itu wonppa . Hehe…
    Tp itu yoona Ga knp2 kan? Lanjuut

    Balas
  10. Ah kenapa part ini akhirnya sedih.. moga yoona baik” aja..
    Next aja deh tapi berharap happy ending

    Balas
  11. sityakk

     /  November 2, 2015

    Bagus lanjut

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: