[OS] This Is War

cover ficlet

[OS] This Is War

 

Title                           : This Is War

Author                      : Umi Khasanah Elf

Main cast                 :

-Choi Siwon

-Im Yoona

-Lee Donghae

Genre                        : action, sad

Rating                       : general

Length                       : One Shoot

Disclaimer               : siwon milik yoona, yoona milik siwon, yoonwon milik yoonwonited, yoonwon punya Tuhan, Yoonwon milik kedua orangtuanya dan yoonwon milik semua SonElf.

 

Summary                  : ini adalah perang, kau adalah sahabatku, tapi mengapa kau merebutnya dariku? Tutup mulutmu, kau bukanlah seorang sahabat. Kau bukanlah sahabat yang kukenal dulu. Dan INI ADALAH PERANG!

DON’T LIKE?

DON’T READ!

DON’T BASH!

DON’T COPAS!

HAPPY READING…..

Note : usahain pas lagi baca sambil dengerin lagunya MBLAQ yang This Is War.

 

 

THIS IS WAR
(MBLAQ)

 

~~

Terlihat seorang yeoja yang tengah asyik menelfon dan tanpa ia sadari sedari tadi ada seorang namja yang memperhatikannya dari atas gedung dan tengah bersiap dengan senapannya. Ia mengarahkan senapan laras panjangnya itu tepat pada yeoja yang tengah menelfon tersebut. Namja yang bernama Choi Siwon itu siap meletupkan senapan laras panjangnya itu. Ya, dia adalah seorang penembak bayaran dan ia diancam oleh musuhnya jika ia tidak bisa membunuh yeoja yang diketahui bernama Im Yoona itu dan juga merupakan teman yeojanya sendiri, maka musuhnya itu sendiri yang akan membunuh yoona dengan cara yang paling mengenaskan.

Siwon sudah siap untuk menekan katup senapannya itu, tapi terlambat saat ia sudah siap menembak ternyata musuhnya Kim Kibum telah datang dengan mobilnya dan bersiap dengan pistolnya. Siwon yang mengetahuinya dengan secepat kilat menghampiri yoona. Siwon menuruni anak tangga dengan sangat cepat, kini pikirannya tertuju pada yoona, dia tidak ingin yoona mati ditangan musuhnya sendiri. Dan akhirnya ia sampai dengan segera ia menarik yoona untuk berlari, yoona yang kaget hanya bisa ikut berlari. Sementara kibum yang melihatnya sontak langsung keluar dari mobilnya dan mengejar mereka.

Siwon dan yoona masih terus berlari, kibum yang berada dibelakang mereka makin dekat

“siwon, sebenarnya kita mau kemana?” Tanya yoona saat berlari, namun pertanyaan yoona sama sekali tidak digubris oleh siwon. Kibum berhasil mengejar siwon dan yoona, kibum langsung mengarahkan pistolnya ke arah yoona dan dengan cepat katup pistolnya itu ia lepas.

DUUUAAARRR!

Suara tembakan terdengar dan tembakan itu tepat mengenai bahu atas yoona. yoona langsung jatuh tersungkur, siwon yang melihatnya langsung membantu yoona. Raut wajah siwon terlihat marah, kini kibum tepat dibelakangnya. Dengan amarah yang memuncak ia langsung menghajar kibum, terjadi baku hantam antara siwon dan kibum, siwon memukul kibum dengan keras hingga kibum jatuh tersungkur. Dan dengan cepat siwon melepaskan katup pistolnya tepat mengenai dada kibum. Ia menarik nafas dan dengan segera meninggalkan kibum yang tewas, lalu membawa yoona yang sudah kesakitan akibat tembakan yang mengenai bahunya.

Siwon membantu yoona berjalan, siwon membawa yoona kerumah mobilnya. Dirumah mobilnya ia tinggal bersama sahabatnya Lee Donghae. Saat itu donghae yang baru saja selesai memasak mie ramen dan bersiap menyantapnya, ia benar-benar kaget saat siwon datang dengan seorang yeoja

“donghae bantu aku untuk mengobati lukanya,” pinta siwon dan donghae mengangguk, dengan segera donghae menyiapkan tempat tidur untuk istirahat yoona.

“siwon, nuguya?” Tanya donghae, siwon menghela nafas sejenak

“dia yoona, dia…..ah dia teman yeojaku,” jawab siwon bohong dan donghae hanya menatap bingung. sebenarnya yoona adalah incarannya selama ini, siwon diperintahkan untuk membunuh yoona. karena, yoona adalah yeoja yang menjadi saksi dalam penggelapan uang yang dilakukan pemerintahan korea selatan. Siwon sudah mengenal yoona, begitupun sebaliknya. Tapi, itu semua dilakukan siwon agar bisa menyelediki yoona.

Setelah membaringkan yoona, siwon langsung membersihkan luka tembak yang ada dibahu yoona. Yoona yang saat itu masih setengah sadar, masih dapat merasakan rasa sakit pada bahunya

“aaaww….” Ringisnya saat siwon sedang membersihkan lukanya dna mengeluarkan peluru yang sempat bersarang dibahu yoona tersebut.

“aaahhh….” Pekik yoona saat siwon memberikan alcohol pada lukanya

“apakah sakit?” Tanya siwon khawatir dan yoona hanya mengangguk seraya memejamkan matanya untuk menahan sakit.

Setelah beberapa saat, akhirnya siwon telah selesai membersihkan luka yoona. Yoona yang kelelahan langsung tertidur dengan lelap. Ada rasa bersalah pada siwon, karena ia tidak bisa menjaga yoona dari musuhnya itu. Memang awalnya siwon juga akan membunuh yoona, tapi entah mengapa sangat sulit bagi siwon untuk membunuh yoona. Siwon memandangi lekat wajah yoona, ia mengelus pipi yoona

“mengapa kau bisa terlibat dalam masalah ini?” lirih siwon seraya memandangi wajah polos yoona.

~~
keesokan harinya, yoona masih susah untuk bangun dari tidurnya. Lukanya yang masih basah membuat yoona sulit untuk bergerak. Siwon yang begitu telaten menjaga dan merawat yoona, ia mengelap dahi yoona dengan kain lap yang telah dicelupkan kedalam air es. Yoona masih terus meringis karena rasa nyeri dan sakit pada bahunya

“aaaaahhh….” Ringis yoona terus menerus

“gwencana, lukamu akan segera sembuh,” ucap siwon masih dengan mengelap dahi yoona, yoona hanya tersenyum dan siwon pun membalas senyuman yoona itu. Ada perasaan bahagia pada siwon saat yoona tersenyum padanya

“semoga kau cepat sembuh yoona~” ucap siwon lagi

“gomawo siwon…” lirih yoona dan siwon hanya mengangguk seraya tersenyum

“aku ingin keluar sebentar, kau beristirahatlah dan jangan terlalu banyak bergerak,” ujar siwon

“ne, arraseo, gomawo sudah merawatku,” balas yoona tersenyum kearah siwon. Ya, semenjak siwon mendekati yoona ia sebenarnya menyimpan perasaan suka pada yoona dan itulah yang membuat siwon enggan untuk membunuh yoona. ia menatap lirih kearah yoona.

Yoona kembali tertidur, saat itu siwon keluar untuk latihan menembak. Jika ia mengingat kejadian saat musuhnya itu menembak yoona, rasanya siwon ingin sekali menembak kepala kibum musuhnya itu. Kini siwon tengah bersiap dengan pistol-pistol miliknya yang tersusun rapih diatas sebuah meja. Dari kejahuan donghae melihat sahabatnya itu tengah bersiap-siap menembak. Ada rasa prihatin pada donghae jika harus melihat sahabatnya seperti itu. Donghae tau menjadi seorang penembak bukanlah impian siwon, tapi itu semua terpaksa siwon lakukan karena dendamnya pada seseorang.

Kini siwon bersiap untuk menembak botol yang ada didepannya. Ada dua buah botol didepannya yang ia letakkan diatas sebuah ban bekas mobil. Ia memilih sebuah pistol dengan peluru jenis ARC9 (ngasal abis). Itu adalah jenis peluru yang sering ia gunakan untuk langsung membunuh lawannya ditempat. Siwon mengukur kecepatan menembaknya nanti, kini ia mengarahkan pistolnya kedepan dan siap untuk menembakkannya. Kini  ia siap untuk melepaskan katup pistolnya dan

DUUUUUAAAAARR…..

Suara tembakan peluru langsung keluar dan meluncur kearah dua botol yang ada didepannya. Namun, peluru itu melewati botol pertama dan justru mengenai botol kedua yang ada dibelakang botol pertama. Ada yang berbeda dari gaya menembak siwon, saat ia melepaskan katup pistolnya itu ia memiringkan posisi pistolnya. Itu adalah salah satu taktik menembak apabila sasaran ada dibelakang dan terhalangi oleh sesuatu. Donghae memandang siwon dari kejauhan, ia benar-benar tidak menyangka kalau kemampuan menembak siwon semakin hebat. Walaupun donghae juga seorang penembak, tapi ia mengakui kalau kemampuannya menembak tidak sehandal siwon.

~~

Siwon telah selesai dengan latihan menembaknya dan ia masuk kedalam rumah mobilnya lagi. Ia melihat yoona yang masih tertidur, ada perasaan tenang pada siwon saat melihat yoona tertidur. Ia berjalan mendekat kearah yoona, ia mengelus dahi yoona dengan lembut. Ia benar-benar tidak tega melihat yoona yang terbaring seperti ini. Siwon pun mengecup dahi yoona cukup lama, kini baru ia sadari kalau ia telah jatuh cinta pada incarannya itu.

“saranghae….” Bisik siwon, yoona yang sedikit tersadar saat itu membalas dengan senyumannya

“Nado….” Bisik yoona pelan, namun siwon masih bisa mendengarnya. Kini perasaannya tidak dapat digambarkan yang jelas ia sangat bahagia. Dikecupnya lagi dahi yoona. dari arah pintu terlihat donghae yang melihat sahabatnya menyatakan perasaannya pada incarannya tersebut sedikit tercengang. Pasalnya baru kali ini siwon jatuh cinta pada incarannya sendiri. Padahal dulu ia juga pernah mendapat incaran seorang yeoja, namun siwon sama sekali tidak menyukai incarannya itu. Tapi, ini berbeda siwon jatuh cinta pada yoona, yeoja yang seharusnya sudah ia bunuh dari seminggu yang lalu.

~~

Hari berikutnya, keadaan yoona sudah sedikit membaik dibanding kemarin. Namun, ia masih belum bisa bergerak dan bangun dari ranjangnya. Siwon yang melihat kondisi yoona hanya bisa menghela nafas sejenak. Ia duduk disamping ranjang yoona, dielusnya pipi yoona dengan lembut. Siwon melihat luka yang ada dilengan yoona dan seketika amarahnya muncul kembali. Ingin rasanya ia memutar waktu lagi dan membunuh kibum dengan menembak kepalanya. Diperhatikannya yoona yang masih damai ditidurnya

“setelah ini aku akan mengambil sesuatu yang seharusnya menjadi milikmu yoona, mianhae aku tidak bisa menjagamu…mianhae…” lirih siwon.

Siwon mengambil sebuah kertas dan menuliskan memo untuk donghae

Donghae sahabatku, aku menitipkan yoona padamu, mianhae kalau aku merepotkanmu. Aku mohon kepadamu untuk menjaganya sampai luka yang ada dilengannya itu sembuh. Gomawo untuk semuanya!

Choi Siwon

Setelah menuliskan memo itu lantas siwon menempelkannya pada photo yang ada didekat ranjang. Ia bermaksud agar donghae langsung membaca memonya itu. Sebelum meninggalkan yoona, tidak lupa siwon mencium kening yoona, ia menciumnya lama. Entah apa yang sedang ia rasakan, ia merasa setelah ini mungkin ia tidak akan pernah bertemu dengan yoona lagi.

Setelah itu, siwon segera keluar dari rumah mobilnya itu. Dilihatnya donghae yang masih sibuk dengan pekerjaannya, ia tersenyum melihatnya. Siwon berharap donghae bisa merawat yoona hingga sembuh total. Setelah ia benar-benar yakin, dengan segera ia melangkahkan kakinya pergi dan tidak lupa ia selalu membawa barang yang sering ia bawa yaitu pistol.

~~
sementara donghae yang baru selesai dengan pekerjaannya langsung memasuki rumah mobilnya. Dilihatnya yoona yang masih terlelap, donghae menghampiri yoona. dipandanginya wajah yoona seraya mengelap dahi yoona dengan kain yang dicelupkan didalam air es. Donghae memandangi wajah yoona, ternyata benar apa yang dikatakan siwon kalau yoona itu cantik, dan sekarang donghae percaya.

“pantas saja siwon jatuh padamu…kau sangat cantik…” gumam donghae, ia melirik kearah samping dan menemukan memo dari siwon. Ia membacanya lalu menatap yoona dengan khawatir, ia khawatir kalau ia tidak bisa menjaga yoona dengan baik.

“siwon….” Lirih yoona tiba-tiba dan donghae langsung menoleh kearah yoona

“yoona kau sudah bangun…” kaget donghae

“donghae? Siwon eoddiggo?” Tanya yoona seraya berusaha untuk mendudukan dirinya

“jangan terlalu memaksakan, ingat lukamu masih basah,” peringat donghae kini yoona sudah berhasil mendudukan dirinya

“aaahh….” Ringis yoona

“yoona gwencana?” panik donghae dan yoona berusaha mengeluarkan senyumannya

“bagaimana kalau aku lihat lukamu, mungkin sudah sedikit kering,” usul donghae dan yoona hanya mengangguk

“aaaawwww…” ringis yoona lagi saat donghae berusaha membuka perban lukanya itu

“apa sangat sakit?” Tanya donghae dan yoona hanya mengangguk.

Setelah beberapa saat akhirnya donghae berhasil membuka perban luka yoona. donghae tersenyum melihat luka yoona yang sudah sedikit membaik.

“lukamu sudah mulai membaik” ucap donghae

“jinjja? Secepat itu kah?” bingung yoona

“ne, karena siwon sudah mengeluarkan pelurunya dari lukamu ini,” balas donghae sambil tersenyum

“siwon, dia kemana?” Tanya yoona, donghae bingung untuk menjawabnya

“ehmmm….dia…dia…ah dia sedang ada pekerjaan jadi untuk beberapa hari ia tidak bisa tinggal bersama kita,” bohong donghae dan yoona mengerutkan dahinya, sedangkan donghae hanya bisa tersenyum memastikan.

Sementar itu….

Siwon sedang berhadapan dengan seorang laki-laki paruh baya yang tengah menatapnya tajam. Siwon hanya bisa menundukkan kepalanya

“bagaimana bisa kau membunuh kibum? Dan kau malah menyelamatkan yeoja itu?” Tanya pria paruh baya itu yang diketahui bernama Kim Young Woon atau yang lebih sering disapa Kangin itu

“mianhaehamnida saya tidak bisa menjalankan tugas saya dengan baik,” itulah kata-kata yang hanya bisa diucapkan oleh siwon

“haaaah, bisa-bisanya kau hanya meminta maaf, kau tau sekarang berita tentang matinya kibum telah beredar dan orang yang paling dicurigai adalah kau siwon,” ucap kangin lagi sambil menahan emosinya, pasalnya siwon memanglah anak buahnya dan kalau sampai orang-orang tau tentang pekerjaan mereka itu, apalagi kangin merupakan seorang pengusaha besar yang ada dikorea. Itu semua pasti akan membuat reputasinya menurun.

“mianhae atas segalanya, aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi,” ujar siwon sekali lagi seraya membungkukkan badan

“baiklah aku memaafkanmu, aku akan memberikan permintaanmu waktu itu, tapi aku punya syarat untukmu,” balas kangin, siwon pun langsung mendongkakan kepalanya

“maksudmu?” bingung siwon

“kau bunuh yeoja itu atau kau harus pergi dari dunia ini untuk selama-lamanya (re.mati/bunuh diri), sekarang tentukan pilihanmu, aku hanya tidak ingin masalah ini makin besar dan orang-orang akan mencarimu atau bahkan aku,” jelas kangin, siwon merasa lehernya seperti tercekik, ia harus memilih diantar dua pilihan itu. Ia tidak mungkin membunuh yoona, apalagi sekarang ia sangat mencintai yoona, tapi jika ia tidak membunuh yoona, maka ia harus mengorbankan nyawanya.

“bagaimana keputusanmu?” Tanya kangin menunggu jawaban siwon

“baiklah, aku akan pergi dari dunia, lebih baik aku yang mati daripada aku harus membunuh yoona!” jawab siwon sambil menekankan kata yoona, kanginn merasa gerah dengan sikap siwon. Karena, baru kali ini siwon sama sekali tidak mau membunuh apalagi melukai incarannya itu

“sebenarnya apa istimewanya yeoja itu hah?” geram kangin

“mian aku tidak bisa mengatakannya, kalau begitu bolehkan aku mengambil apa yang harus menjadi milikku?” Tanya siwon dan kangin hanya bisa menghela nafas panjang. Dengan segera kangin mengeluarkan dua buah kertas yang merupakan asuransi jiwa sebesar 10 juta won. Ya, siwon meminta imbalan pada kangin asuransi jiwa mengingat pekerjaanya sebagai seorang penembak bayaran.

“gomawo atas segalanya mian aku mengecewakanmu,” ucap siwon untuk terakhir kalinya seraya membungkukkan badannya lalu keluar dari ruangan kangin.

~~

Yoona terlihat sedang melamun disofa yang ada didekat ranjangnya, ia terlihat sedang memikirkan sesuatu

“kau sedang apa?” Tanya seseorang tiba-tiba yang tak lain adalah donghae

“ah kau, anni, aku hanya sedang memikirkan sesuatu,” jawab yoona

“memikirkan apa?” Tanya donghae lagi

“anni, hanya saja mengapa siwon belum juga kembali, ini sudah lebih dari seminggu,” jawab yoona dan seketika senyuman donghae memudar, entah perasaan apa yang ia rasakan. Sepertinya setiap yoona mengucapkan kata-kata siwon dadanya terasa sesak. Ya, semenjak siwon pergi, hubungan donghae dan yoona makin dekat dan itu semua membuat donghae menyukai yoona.

“kau tenang saja, siwon pasti akan kembali,” ujar donghae dan yoona hanya tersenyum

“ah ye, bagaimana lenganmu?” Tanya donghae

“sangat baik, gomawo sudah merawatku sampai sembuh donghae-ssii,” ucap yoona dan sepertinya walaupun ia merindukan siwon entah mengapa ia merasa donghae sangat baik padanya dan itu juga membuat yoona menyukai donghae. Padahal awalnya yoona menyukai siwon, mungkin ini semua karena siwon yang tak kunjung kembali.

“ehhmmm yoona, coba kau gerakkan lenganmu berputar,” pinta donghae dan yoona mengangguk seraya menggerakkan lengannya

“ah sudah lebih baik dan rasa sakitnya juga sudah hilang,” ujar yoona senang saat mengetahui lengannya sudah sembuh

“haah syukurlah kalau begitu,” balas donghae.

Malamnya~~

Donghae yang malam itu sangat kelelahan karena menjaga yoona, tiba-tiba saja tertidur dibangku mobil dekat dengan stir. Yoona yang melihatnya langsung membangunkan donghae

“donghae irona!” ucap yoona dan donghae langsung membuka matanya, dilihatnya yoona yang tengah tersenyum kearahnya

“kenapa kau tidur disini? Kajja kita tidur didalam, disini sangat dingin,” ajak yoona dan donghae hanya mengangguk.

Donghae dan yoona sudah ada diranjangnya masing-masing, selama ini yoona tidur diranjang milik siwon. Sedangkan ranjang donghae ada diseberangnya. Donghae sudah mulai terlelap, namun tiba-tiba yoona bangun dan menghapirinya. Kini keduanya tengah duduk dipinggir ranjang donghae

“aku rasa ini waktu yang tepat, gomawo sudah merawatku sampai lukaku sembuh dan aku ingin mengatakan sesuatu, aku menyukaimu,” ucap yoona sambil mengaitkan jemarinya pada jemari donghae. Ya, hampir dua minggu lebih keduanya tinggal berdua dan itu membuat hubungan mereka makin dekat. Jangan salahkan kalau sampai keduanya saling menyukai.

Donghae masih tercengang dengan pernyataan yoona, ia tidak menyangka kalau yoona menyukainya. Jujur saat ini donghae sangat senang, tapi ada perasaan yang mengganjalnya juga. Ingin donghae mengatakan kalau ia juga menyukai yoona, namun ia teringat dengan siwon. Ia tidak mungkin mengkhianati sahabatnya sendiri

“donghae?” panggil yoona membuat donghae tersadar dari lamunannya dan tiba-tiba saja yoona langsung mengecup pipi donghae seraya meletakkan kepalanya dibahu donghae. Donghae seakan lupa akan siwon, yang ia ketahui saat ini yoona menyukainya dan ia pun begitu.

Mereka tidak jadi tertidur dan malah asyik bercanda gurau, donghae mengacak-ngacak rambut yoona dan mengelusnya

“yak oppa! Nanti rambutku rusak,” marah yoona dan membuat donghae makin gemas, saat sedang asyik bercanda tiba-tiba saja siwon datang dan melihat adegan keduanya itu, ia sedikit kaget saat mendengar yoona memanggil donghae dengan sebutan ‘Oppa’.

Donghae dan yoona pun kaget dengan kedatangan siwon, keduanya menunduk. Meraka berdua sama-sama tidak mau memandang wajah siwon.

“kalian…apa yang kalian lakukan?” Tanya siwon masih belum percaya, namun keduanya tidak ada yang menjawab dan siwon langsung menarik tangan yoona

“siwon! Chakkaman!” cegah yoona saat siwon meraih tangannya dan langsung melepaskan tangannya dari genggaman siwon

“mianhae…” ucap yoona, siwon makin tidak percaya dengan ini semua dengan segera ia menarik tangan yoona dengan kasar

“lepaskan dia!” pekik donghae namun tidak digubris oleh siwon dan siwon membawa yoona keluar.

Diluar dengan cepat donghae melepaskan genggaman tangan siwon dari tangan yoona

“kau tidak berhak membawanya!” ucap donghae

Buuug

“hah? Sahabat macam apa kau! Merebut orang yang sangat dicintai oleh sahabatmu sendiri hah?!?!” teriak siwon yang amarahnya sudah memuncak

“kalau kau memang mencintai lalu mengapa kau meninggalkannya hah?” Tanya donghae tak kalah emosinya dengan siwon

“KAU TAU APA YANG AKU RASAKAN HAH? BUKANKAH KAU TAU AKU MENYUKAINYA, TAPI KENAPA KAU… ARRRGGHHH?” teriak siwon dan

Bug

Satu pukulan lagi mendarat dipipi donghae, donghae pun membalas pukulan siwon tersebut. Yoona yang melihat kejadian yang ada didepanya bingung dengan apa yang harus ia lakukan

“HENTIKAN!” teriak yoona dan siwon menendang perut donghae namun donghae masih bisa menangkisnya sedikit, itu membuat keduanya jatuh tersungkur

“donghae!” teriak yoona dan langsung membantu donghae untuk bangun, siwon sudah lebih dulu berdiri dan ia langsung mengeluarkan pistolnya

“siwon! Andwe!” teriak yoona dan ia menutupi tubuh donghae dengan kedua tangannya, namun siwon sama sekali tidak memperdulikannya dan malah siap meletupkan pelurunya

DUUUUAAARR

Suara tembakan terdengar, donghae dan yoona sama-sama memejamakan matanya. Entah siapa yang akan terkena peluru siwon tersebut, namun bukannya mengenai salah satu diantara keduanya. Peluru itu justru berbalik arah menuju siwon karena pantulan benda dibelakang donghae dan yoona.

Siwon memejamkan matanya, sambil meneteskan air matanya, ia sudah memperkirakan ini semua, sebenarnya ini semua adalah rencananya. Karena ia sudah memutuskan lebih baik merelakan nyawanya dibanding harus membunuh orang yang sangat dicintainya

“saranghae Im Yoona….good bye…” itulah kata terakhir yang diucapkan siwon

CLEEEKKK (anggap aja bunyinya kayak gitu ya)

Peluru itu tepat mengenai leher siwon, darah pun keluar dari leher siwon. Siwon langsung terjatuh dan tersungkur, donghae dan yoona kaget saat mereka membuka mata. Karena peluru itu justru mengenai siwon

“SIWON!” teriak yoona dan donghae bersamaan langsung berlari menghampiri siwon begitupun donghae

“siwon! Annio! Aku mohon bertahanlah!” teriak yoona dengan air mata yang sudah sangat deras keluar dari matanya. Ia baru menyadari bahwa orang yang sangat dicintainya sesungguhnya adalah siwon.

“siwon irona!” teriak donghae yang tak kalah sedihnya dengan yoona

“donghae, yoona, mianhae aku tidak bisa menemani kalian lagi, dan ini ambilah ini, ini sangat berguna untuk kalian. Mianhae karena telah meninggalkan kalian…aku….menyayangi ….kalian…yoona…sa….rang…hae…” ucap siwon terputus seraya tersenyum lalu memejamkan mata untuk selama-lamanya

“ANDWEEEE! SIWON IRONA! JEBBAL! NADO SARANGHAE SIWON! MIANHAE AKU MENGECEWAKANMU!” teriak yoona histeris dengan air mata yang terus mengalir sementara donghae hanya bisa memeluk tubuh siwon yang sudah tidak bernyawa. Dan akhirnya siwon benar-benar sudah memutuskan pilihan yaitu mati, ya, dia memilih merelakan nyawanya dan sekarang ia pergi dengan tenang karena semua tugas-tugasnya sudah selesai.

“Semoga kalian bahagia….” Pesan terakhir siwon.

Sementar donghae dan yoona masih menganis, yoona menggennggam tangan siwon erat. Ia benar-benar sangat bodoh karena tidak mau menunggu siwon kembali dan yoona baru sadar bahwa orang yang sebenarnya ia cintai adalah siwon

“nado saranghae siwon….hiks….hisk…hisk…” lirih yoona dan akhirnya siwon pergi untuk selama-lamanya.

 

THE END~~

 

Siap-siap dikeroyok sama readers gara-gara OS ku ini, haha~. Gimana nited OS buatan aku ini? Mianhae ya kalau nggak ada adegan romantisnya,hehe~. Soalnya ini genrenya action. Sekali gomawo buat yang udah baca and maaf kalo OS saya ini kurang memuaskan ^_^

Tinggalkan komentar

52 Komentar

  1. meiimeong

     /  Februari 8, 2013

    gaa suka deh sama karakter nya yoona disini , plin plan :@

    Balas
  2. mengapa yoonwon ga brsatu?

    Balas
  3. Q ga suka ma yoona disini,,plin plan..
    Q rsa dya kurang setia..

    Balas
  4. VynnaELF

     /  Februari 9, 2013

    Iya nih,yoona plin plan,hrusnya dy nunggu siwon,

    Balas
  5. devira

     /  Februari 9, 2013

    Bagus, tpi yoona nya knpa harus jdi plin plan …

    Balas
  6. Fitria

     /  Februari 9, 2013

    Yaaa kok yoonwon nya gag bersatu

    Balas
  7. yoonaddict

     /  Februari 10, 2013

    wuahhh kenapa sad end???
    *reader histeris
    phy keren kok critanya..

    Balas
  8. rostina fince manalu

     /  Februari 10, 2013

    hwaaaaaa ,,, siwon oppppaaaaaa ,,, punya hati yg mulia yah ,, terharrruuuuu ,
    klanjutannya ditunguuuuuu

    Balas
  9. Yoona baru sadar klo dia mencintai siwon setelah siwon sekarat..aduh akhirny sad ending

    Balas
  10. juminten

     /  Juni 4, 2013

    inti ceritanya sih bagus tapi kurang greget konfliknya….kurang terlihat perangnya….semangat terus buat nulis thor

    Balas
  11. yahh sad ending.. sequelnya buat Siwon hidup lagi dong thor *maksa* terus kesempatan Siwon hidup itu buat nyelesain dendamnya&cintanya sama Yoona… ne thor :3

    Balas
  12. miyoon

     /  Juni 30, 2013

    Gasuka seh sm karakter yoon. And jangan sad ending -_-

    Balas
  13. aat yoonwon

     /  Juli 2, 2013

    Huh yoong oenni krang tgas ne jdix wonppa bnuh dri dh

    Balas
  14. dina

     /  Juli 29, 2013

    Andeuw..siwon tertewas…i dont like sad ending…

    Balas
  15. Raya

     /  Oktober 30, 2013

    Kalo d bikin sequel susah kan min
    Mungkin lebih baik end kya gini ajja
    Ok d tunggu ff slanjutnya

    Balas
  16. Hey, endingnya kenapa beginiiiiii!!!! Arrrggghhh, yoona nya kenapa gitu. Aduh authornya jahat

    Balas
  17. Merisa Hermina putri

     /  Mei 23, 2014

    Sumpah BENCI sama Yooan disini , nyebelin banget . Ih cewek model apa tuh

    Balas
  18. wulandari

     /  Mei 23, 2014

    Mirip vidio clip dlm lagu,,,aku lupa siapa boybandnya,,,entah beast or mblack,,,aku lupa,,,,maaf,,,ga suka sama karakter yoona disini,,,
    ga punya pendirian….

    Balas
  19. ayu dian pratiwi

     /  Juni 24, 2014

    serem ngebayangin nya tapi nice lah ceritanya

    Balas
  20. Choi Han Ki

     /  Oktober 23, 2014

    Mengorbankan nyawa untuk orang yg di caintai, tapi orang itu malah suka ma org lain, walaupun akhirnya sadar kalo yoona menyukai siwon tapi semua itu dah terlambat , siwon dah pergi tuk selama lamanya😥

    Balas
  21. sad ending…
    kasian siwon oppa..

    Balas
  22. Unnie buat lagi ff war nya jebal…

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: