[FF] We are Family (Chapter 5)

Title: We are Family (Chapter 5)

Type: Sequel (I Love You, Choi Songsaenim)

Genre: Romance, Family, Marriage Life

Rating: PG 15+

Author: Choi Mutie OeziL / @MutiiOzil

Main Cast:

  • Choi  Siwon (SuJu)
  • Im Yoona (SNSD)

Other’s Cast:

  • SuGen Couple
  • Choi & Im’s Family
  • Yoon Eunhye (Princess Hours)
  • Choi Minho (SHINee)
  • Etc

~~**~~

Lambat laun Wanita itu itu berjalan kearah Yoona yang masih mematung sedih ditempat menatap kedua buah hatinya yang tadinya hampir ia peluk namun kedua orang bercadar hitam itu menghadang langkah kakinya. Dengan segenap keberanian yang telah ia siapkan matang-matang ia pun berniat untuk tetap mempertahankan kedua anaknya untuk segera dikembalikan padanya dan sang suami. Yoona tak bisa lagi berada dibalik batu emosinya, lantas ia tersenyum sesaat kemudian berkata, “Langsung saja ke inti maksudmu menculik kedua anakku, bukankah kau orang yang tak suka berbasa-basi?”. Wanita itu dan kedua anak buahnya hanya diam mendengar perkataan Yoona.

“Ikat dia.. cepat!!” perintah Wanita itu tegas pada kedua kaki tangannya alias kedua orang suruhannya, lebih tepatnya para penculik ini. Yoona hanya diam ketika ia telah diikat kaki tangannya. Ia sudah pasrah dengan semua kejadian ini, intinya ia hanya mau para penjahat ini mengembalikan anak-anaknya.

“Bagaimana rasanya diikat seperti ini? Sakit bukan?”. Yoona makin tak gentar dalam menghadapi teroran ini. “Untuk apa aku merasakan sakit? Coba kau lihat kedua anakku, mereka tersenyum ke arahku, dan kau tahu? Senyuman mereka itu kekuatan bagiku dalam menghadapi orang tak ada kerjaan sepertimu..” tanggap Yoona to the point.

Plakkk……!!!. Terdengar suara tamparan yang cukup keras yang dilancarkan wanita berjubah hitam itu dipipi mulus Yoona, “K..kkauuu….” geramnya tak bisa menahan amarahnya yang sudah klimaks. “Baiklah.. sebelum kau mengambil kedua anakmu, bagaimana kalau kau bergulat dulu dengan benda ini? Aku rasa ini menarik bagimu?” pancing Wanita itu sambil mengibaskan pisau belati dihadapan wajah Yoona.

“Sama sekali tak menarik bagiku. Aku tak takut.”

“Tak takut katamu? Kau memang sangat keras kepala.” Tanggapnya ke Yoona. Sang wanita misterius ini akhirnya menyuruh kedua anak buahnya untuk segera mengambil pisau darinya untuk menakut-nakuti Yoona. “Cepat kerjakan!!” titahnya dengan sedikit berteriak.

Yoona  kembali menitikkan air mata gelisahnya, dipandangnya kedua malaikat kecilnya yang telah digenggam tangan mungil mereka oleh wanita misterius itu, ‘Aegi-ya.. kalian sudah besar sekarang. Kalian makin aktif dan lincah. Maafkan eomma tak menjaga kalian dengan baik.. kalian tak usah takut, kalian akan segera berkumpul bersama eomma dan appa.’ Batin Yoona sedih.

Saat kedua anak buahnya mau melakukan aksi narkis mereka, wanita itu menghadang mereka dengan alasan, “Biar aku saja yang melakukannya! Akan lebih seru jika aku yang melakukannya.” Kedua orang itu langsung menyerahkan pisau itu ke tangannya.

Wanita itu berjalan semakin mendekat kearah Yoona yang posisinya sekarang masih diikat oleh kedua anak buahnya dengan tali. Ia tersenyum sesaat kemudian meledek Yoona dengan kata-kata ancamannya, “Kau tahu? Bagaimana jika pisau ini mengiris kedua kakimu? Ah.. aku tahu.. kau pasti tak bisa lagi berjalan mengurus segala kebutuhan kedua anakmu ini.”

Yoona hanya tenang tak mengubrisnya malah membalas, “Aku masih punya tangan untuk berjalan. Apakah kau pernah mendengar kisah Anna Bulgemann di Jerman? Dia itu sosok ibu paling hebat, dia tak mempunyai kaki untuk berjalan, malah menggunakan kedua tangannya untuk berjalan dan mengurusi anak-anak dan suaminya seperti biasanya, seperti orang normal pada umumnya.”

“Bagaimana jika tanganmu juga kupotong?” lanjut wanita itu masih belum kehabisan akal untuk menjebak mental baja Yoona. Dengan enteng Yoona menjawab, “Aku masih punya mata untuk mengontrol suamiku dan mereka berdua serta masih bisa melihat mereka bertiga tersenyum.” Katanya sambil menunjuk si kembar yang berada digendongan kedua anak buah si wanita misterius.

“Oh begitu rupanya? Kau kuat sekali? Lantas jika matamu aku cungkil dengan ujung pisau ini bagaimana?”

Kemudian Yoona lanjut meresponnya dengan tenang, “Aku masih punya telinga untuk mendengar semua pintaan mereka, mendengar kata-kata romantis suamiku dan tetap mendengar suara lucu kedua anakku..”

Si wanita jahat ini malah semakin tak kehabisan akal, sudah terasuki kebulusan akalnya jadi ia tak punya nurani lagi untuk membebaskan wanita dihadapannya ini dari jerami liciknya, “lalu jika kedua telingamu aku potong juga bagaimana?”

“Aku masih punya mulut untuk berbicara?” jawab Yoona tegas. “Kalau lidahmu kubakar bagaimana?” lanjut si wanita dengan marahnya.

“Kau bisa menyimpulkan sendiri. Jika kakiku lumpuh, tanganku tumpul, mataku buta, telingaku tak lagi mendengar dan aku bisu karena ulahmu maka hanya hatiku yang bisa ku persembahkan untuk suamiku Choi Siwon dan kedua anakku yang telah kau culik. Karena hanya hati yang bisa kokoh melebihi apapun di dunia ini. Didalam hatiku aku masih bisa menyebut nama Tuhan dan keluarga kecilku. Dan masalah hati adalah urusanku dan Tuhan..” ungkap Yoona serius.

Wanita itu tampak terkejut mendengarnya kemudian dalam hatinya berkata, ‘Yoona.. kau hebat, kekuatan kata-katamu memang sangat dahsyat. aku saja tak pernah membayangkan kau akan mengeluarkan kata-kata seperti ini’.

“Maaf.. aku tetap akan mengeluarkan pertanyaanku untuk yang terakhir kalinya. Jika kau tak mau menjawabnya maka aku tetap akan menahan kedua anakmu. Dan kupastikan mereka akan mengonsumsi makanan yang tak layak bagi anak berusia satu tahun seperti mereka. kau mengerti tidak?”  cetusnya dengan mimik culas. “Langsung saja. aku sudah pasrah.. jika itu untuk kebaikan kedua anakku, mana mungkin aku akan menolaknya..” tanggap Yoona.

“Jinjjayo? Kau janji?” tanyanya memastikan persetujuan ibu muda cantik dihadapannya. “Nde..” balas Yoona singkat, padat dan jelas. “Serahkan suamimu padaku, maka akan kuserahkan kedua anakmu, sekarang kita pakai istilah simbiosis mutualisme saja? artinya kita berdua sama-sama diuntungkan dan tak satupun dirugikan? Bagaimana? Kau setuju?”

Yoona berteriak histeris menanggapinya, “Mwo? Mworago? Kenapa kau membuatku menentukan pilihan sesulit ini? Siapa aku sebenarnya? kau seorang wanita kan? Kalau kau wanita kenapa kau melakukan ini padaku? Kita sama-sama kaum hawa, namun kenapa kau tak mengerti perasaanku? Bukankah sesama wanita harus saling mengerti perasaan masing-masing?” Yoona menantang permintaan wanita ini yang dinilainya sangat menentang hak asasi manusianya, terutama hak hakikinya sebagai seorang wanita sekaligus ibu bagi kedua buah cintanya.

“Kau salah nona Im, tidak semua wanita punya perasaan yang sama? Dan tak semuanya saling mengerti.” Timpalnya serius. “Aku bingung sebenarnya mentalmu terbuat dari semen, baja, emas, mutiara, berlian, atau apaaaa?” teriak wanita itu yang masih belum mau mengungkapkan identitasnya untuk diketahui Yoona.

“Dari hati, bukankah sudah kubilang hatilah pusat kekuatanku?” serang Yoona balik dengan prinsipnya. “Baiklah.. jika kau tak mau setuju maka sampai kiamat kedua anakmu takkan kukembalikan..” pancing sang wanita misterius tersebut.

“Sebelum aku menjawabnya, bolehkah aku tahu kenapa kau tetap bersikeras agar aku pisah dengan suamiku..?” Tanya Yoona penasaran. “Itu.. itu.. itu karena aku adalah mantan pacar suamimu, gara-gara kau dia meninggalkanku, padahal kami waktu itu belumlah putus, semuanya kandas di tengah jalan gara-gara kalian dijodohkan dan menikah. Aku terpukul dengan kabar burung bahwa kau telah dipersunting oleh My prince Choi, jadi bagaimana mungkin aku rela. Siwon telah menghianatiku Im Yoona. Sekarang kembalikan dia di sisiku, jika kau menjawabnya sekarang, maka kedua anakmu akan kukembalikan.” tuturnya bohong, padahal semua ini tidaklah benar adanya.

Yoona merasa ribuan kerikil batu menghantam tubuh mungilnya, seperti ada cambuk yang mencabik-cabik hatinya. Ia terdiam sesaat memikirkan semua kata-kata wanita ini. Benarkah semua yang dikatakan wanita itu? Benarkah Siwon membohonginya selama ini? Akankah ia percaya semuanya ini? Ia bingung, sedih dan semua perasaan tak menyejukkan hatinya kembali menghampirinya.

“Kau pasti heran kan? Siwon tak pernah jujur padamu kalau aku ini adalah mantan pacarnya? Maaf aku tak bisa menunjukkan wajahku, wajahku rusak ketika mencoba bunuh diri dalam air panas. Kau juga tak usah tau namaku, karena Siwon tak pernah punya pacar kecuali aku. Dulunya kami saling mencintai di Amerika, dan waktu itu ia meninggalkanku begitu saja ketika mendengar perjodohan kalian dan ia pun memutuskan untuk pulang ke Korea.” Kebohongannya semakin terucap dari mulut dustanya.

“Cukup! Jangan bicara lagi, sekarang bebaskan aku dan kembalikan kedua anakku. Besok juga aku akan menggugat cerai mantan pacarmu itu.” Walau dengan berat hati Yoona pun menyerah juga.

“Baik. Coba kau bilang dari tadi, semuanya takkan serumit ini nona Im. Bilang saja orang gila yang masuk ke rumahmu menculik kedua anakmu ne? pokoknya kau harus memberikan keterangan seperti itu pada pihak berwajib dan semua keluargamu.. arraseo?”

Yoona hanya mengangguk semuanya dengan berat hati dan letih mata. Hatinya teriris mendengar informasi terselubung ini. Yang ada dipikirannya kenapa Siwon begitu tega membohonginya selama ini? Bukankah salah satu motto rumah tangga mereka adalah KEPERCAYAAN?? Namun kenapa Siwon tak pernah jujur akan hal ini padanya, dan lebih menyakitkan lagi gara-gara hal ini, kedua anak mereka kena imbas negatifnya.

‘Brengsek kau Choi Siwon, kau lelaki jahat, pendusta! Aku membencimu…’ batin Yoona pedih. “Sekarang lepaskan aku dan berikan kedua anakku..” titahnya dengan agak memohon. “Baiklah.. ingat, sampai dirumah pikirkan hal itu matang-matang sebelum aku bertindak yang lebih padamu..” Yoona kemudian menyetujuinya, “Baiklah.. kau tenang saja. besok pagi aku akan pergi dari rumahku dengan kedua anakku, setelah itu aku akan segera menggugat cerai Siwon..”

“Gomawo Im Yoona.. ayo lepaskan talinya dan serahkan kedua bayi itu pada eomma mereka..” perintah si wanita misterius. “Nde boss!! Siap!” angguk mereka tak kalah mantapnya. Yoona kemudian dibuka dari tali yang tadinya melingkar rumir mengikat kaki dan tangannya. Ia tersenyum lepas menyambut kedua anaknya yang berlari kecil ke arahnya. Ia memeluk mereka berdua sebagai pelepas rindu selama tiga bulan tak bertemu dan bersama.

“Kami pulang dulu… ingat jangan coba-coba membohongiku Im Yoona, aku tak suka..” si wanita itu kembali memperingati Yoona. Lagi-lagi Yoona hanya menganggukkan kepalanya.

Mereka lantas meninggalkan Yoona dan anak-anaknya. Yoona hanya memandang punggung ketiga orang tak dikenal itu, ‘Oh Tuhan.. cobaan apa lagi ini? Kenapa hidupku seperti ini? Segala sesuatu yang menyangkut Siwon oppa sudah terlanjur membekas dan terukir manis dihatiku, jadi bagaimana mungkin aku melakukannya..? Tuhanku.. tolong bantulah aku keluar dari terali keresahan ini.’ Yoona terus membatin sembari menuntut tangan mungil Siyoon-Wona agar meninggalkan gedung yang penuh dengan banyak pentas dramatis eomma mereka dengan wanita yang mengklaim dirinya sebagai mantan kekasih appa mereka, Choi Siwon.

~~

Siwon POV

Sudah tiga jam aku menunggu Yoona, kemana dia? Ini sudah hampir jam 12 malam. Sudah kutelepon ke seluruh nomor orang-orang terdekat kami namun tak satupun yang tahu tepat dimana keberadaannya? Yoong, kau dimana? Jangan membuatku tambah gelisah. Sudah cukup Siyoon dan Wona yang membuatku kehilangan, jangan dirimu lagi.

Aku berniat keluar rumah untuk mencarinya, namun saat aku hendak membuka pintu mobil, kulihat ia telah tiba dengan menggandeng kedua buah hatiku yang selama ini hilang? Bagaimana ini bisa terjadi? Ini keajaiban bukan? Oh Tuhan.. gomawo. Akan kutanyakan saja nanti padanya. dengan kilat aku berlari ke arah ketiga orang tercintaku ini, sampai dihadapan mereka tanpa tunggu lama aku segera mencium dan memeluk hangat tubuh mungil kedua anakku. Segera kuangkat tubuh mungil keduanya dan menggendong mereka berdua dengan kedua tanganku.

Kubalikkan tubuhku kebelakang dan mendapati istriku ini sedang tersenyum manis padaku. Setelah kami tiba diruang keluarga, kulihat Siyoon dan Wona telah tertidur. Kuputuskan untuk membawa mereka ke kamar. “Tidurlah yang nyenyak kedua anakku, appa bahagia kalian bisa kembali lagi..” aku bersyukur dengan kejadian ini, kedua anakku telah kembali ke pelukanku dan istri tersayang. Tapi tunggu.. mana Yoona? Kenapa ia tak ikut ke kamar? Apa mungkin di dapur yah?

Aku segera turun ke lantai bawah, kulihat Yoona sedang duduk sendirian sambil sesekali meneguk segelas air putih ditangannya, kudekati dia dan segera kupeluk erat tubuhnya, “Yeobo-ya, bagaimana ini bisa seperti ini? Bagaimana kalau kita telepon semua pihak keluarga untuk memberitahu kabar bagus ini.” Ia hanya mengangguk dengan senyum indahnya yang selalu kusukai.

Semua nomor telepon keluarga kami maupun momor ponsel mereka telah kuhubungi untuk memberitahu kabar telah ditemukannya kedua malaikat kecil kami. Kulihat Yoona tersenyum lagi ke arahku. “Yeobo-ah.. coba ceritakan bagaimana bisa kau temukan mereka berdua?” tanyaku penasaran.

“Nde oppa.. aku akan menceritakan semuanya.” Ia setuju. “Ceritakanlah sayang. Aku tak sabar menanti kedatangan keluarga kita ketika mengetahui kabar gembira ini.” Susulku cepat. “ begini oppa. Aku tahu kita semua pasti terpukul karena hal ini, namun semuanya ini tidaklah seperti yang kujelaskan pada keluarga kita dan polisi waktu itu. Sebenarnya ada orang gila yang membiusku, aku tak bisa menyelamatkan mereka berdua karena orang gila itu bertindak brutal. Aku yang salah oppa, tak menjaga mereka berdua dengan baik, gara-gara aku juga kita semua sedih. Ini semua salahku oppa..”

Mendengar penjelasannya, aku langsung memeluknya untuk meredai kesesalan dirinya. “Sayang. Sudahlah, itu tak sepenuhnya salahmu, yang salah itu aku juga tak meluangkan waktuku pada kalian bertiga waktu itu.” Bujukku padanya. namun kenapa ia tak riang saat-saat ini? Ada apa ini? Atau mungkin ia capek?

“Emm.. Yoong, sayang.. kau temukan mereka dimana? Kenapa tak berunding dulu dengan oppa, biar kita cari mereka berdua sama-sama.” Ucapku mencoba membuatnya membuka mulut. Ia hanya menjawab, “Aku menculik mereka kembali saat orang gila itu tertidur bersama mereka di jalanan. Untung mereka masih memakai baju yang sama saat diculik oppa, kalau tidak mungkin aku tak bisa mengenal mereka,” terangnya tersenyum kembali.

“Syukurlah Yoong.. aku sangat bahagia keluarga kita utuh lagi, sampai kapanpun kita tetap satu keluarga, dan tak ada satupun yang akan memisahkan kita lagi.” Imbuhku senang. Ia masih terus tersenyum padaku. “Oppa.. tadi itu aku mau mengajakmu, hanya saja aku terlalu ceroboh dan entah kenapa batinku secara reflex menyuruhku untuk keluar malam mencari mereka, jadi tak sempat. Mianhaeyo oppa..” sesalnya. “tak apa Yoong, yang terpenting adalah mereka berdua telah kembali disisi kita. Oppa heran, kenapa orang gila itu bisa masuk rumah kita yah? Padahal ia tak kita kenal dan kenapa kalau dia tak waras bisa-bisanya juga dia membawa obat bius..” balasku sedikit curiga.

“Yak! Oppa.. pasti saja ada.” tambahnya seakan memintaku untuk tak mengungkitnya lagi. Aku makin curiga padanya. sepertinya ada sesuatu yang ia sembunyikan dariku. Walau usia pernikahan kami baru memasuki usia 3 tahun namun aku sudah sangat mengenalnya.

“Oppa.. aku..ak…”

“Sebentar Yoong…” potongku saat telepon rumah berbunyi.

“Yeobseo…”

“………..”

“Nde.. gwaenchanayo appa, eomma, hyung, Fany….”

“…………………”

Klik…!! Sambungan telepon putus sudah. Kujelaskan padanya jika ibu, ayah, hyung dan Fanny tak sempat datang kemari karena ada satu dan lain hal. Ia hanya mengangguk mengerti.

“Mungkin besok mereka baru akan kesini..” kataku agar ia tak kecewa. “Tak apa oppa. Lagi pula eomma dan appa pasti mau istirahat, kasihan ini sudah malam. Fanny dan Han oppa juga pasti lelah seharian di kantor polisi.” Aku tertawa melihatnya. Ia begitu polos, apalagi dalam suasana khawatir seperti ini. “Yoong..” panggilku pelan. Ia menyahut, “Nde oppa…”

“Besok paman dan bibi Lee sudah balik kesini..” ia kaget tak percaya, “jinjjayo oppa? Hah.. senangnya.” Girangnya.

Kami tertawa bersama disela-sela cerita kami malam Ini. Malam kian larut namun kami berdua masih betah untuk melanjutkan cerita romantis kami dan kebahagiaan kami kala kembalinya kedua anak kami ke rumah impian kami. Yoong, sampai kapanpun kita adalah keluarga dan tak satupun yang berhak untuk memisahkan kita, kecuali Yang Maha Kuasa.

Siwon POV end

~~

Suara percikan air mancur disudut kolam renang seakan berpadu dengan sinar sang surya yang baru saja muncul dari ufuk timur. Pagi yang cerah dalam fase musim semi ini makin membuat wanita cantik ini bersemangat untuk melakukan rutinitasnya dengan baik. Disiapkannya segala kebutuhan sang suami tercinta dan makanan khas kedua anak kembarnya yang masih tertidur dikamar.

Yoona, sosok ibu muda nan ayu itu berjalan kedepan taman rumahnya. Dipasangnya selang air kemudian dengan giat ia menyiram tanaman-tanaman cantik itu diselingi senyuman manisnya. “Oppa… maafkan aku, mungkin sisa beberapa hari lagi kita akan berpisah, aku tak bisa hidup lama denganmu lagi oppa, kau telah membohongiku.. baguslah, ini juga akan menjadi alasanku ketika aku akan menggugat cerai dirimu. Semoga kau bisa bahagia dengan orang yang kau cintai. Aku akan meminta pengadilan agar hak asuh Siyoon-Wona jatuh ke tanganku saja. aku tak mau mereka mengganggu hidupmu dan kekasihmu yang masih kau sayangi itu oppa. Kau bohong padaku, kau bilang hanya aku wanita yang kau cintai, tapi nyatanya kau tak pernah jujur padaku oppa, kau masih mencintainya oppa. Kenapa ini terjadi padaku? Waeyo?” Yoona berbicara pelan sambil menyiram bunga di depannya. Cairan bening itu mulai jatuh perlahan membanjiri pipi mulusnya. Dihapusnya kedua pipinya yang masih di aliri air mata kesedihannya.

Akankah semua ini berakhir? Akankah rumah tangga yang telah ia bina bersama Siwon selama tiga tahun ini putus ditengah jalan? Bukankah pernikahan itu ikatan lahir batin antara laki-laki dan perempuan dalam keadaan suka maupun lara? Yoona terduduk di ayunan samping rumahnya. Ia menangis tersedu-sedu, “Aku membencimu oppa.. aku sudah jujur padamu semenjak kubuka hatiku untukmu, namun kenapa kau tak pernah jujur padaku?”

“Aku tak pernah berpacaran oppa, memang banyak orang  yang naksir padaku, namun semuanya kutolak. Hanya kau yang bisa meruntuhkan kerasnya dinding hatiku oppa..”

“aku juga Yoong. Banyak yang mengidolakan oppa semenjak masuk universitas, namun hanya kau yang bisa membuat oppa tergila-gila padamu. Percayalah Yoong.. hanya kau yang oppa cintai, tak ada yang lain lagi Yoong, saranghae Choi Im Yoona..”

Yoona masih ingat persis penggalan kedua kalimat indah itu, itu adalah pernyataan jujur dirinya dan Siwon saat itu bahwa hanya mereka yang saling mencintai, dan tak ada lagi orang lain yang mengisi ruang hati mereka. Yoona kembali menitikkan air matanya, semua ini sungguh naas baginya mengetahui keselipan hati suaminya selama ini. Apakah ia begitu bodoh selama ini telah termakan dengan kata-kata manis suaminya ini?

Semua lamunannya pecah kala ada yang mengagetkannya, “Oppa.. yak! kau mengagetkanku..” rajuknya kesal. “Siapa suruh kau melamun sendirian disini. Kau kenapa? Ada masalah apa lagi? Bukankah kedua permata hati kita sudah kembali?” Siwon mencoba membuat Yoona untuk berkata jujur. “Eumm… Yoong, apakah kau tak lupa sesuatu?” Tanya Siwon lagi ketika melihat Yoona tak menanggapi perkataannnya tadi.

“Apa yah oppa?” Tanya Yoona.

“ini rutinitas utamamu di pagi hari Yoongku.. kenapa kau bisa lupa? Padahal baru 3 bulan kita berpisah.” Yoona masih terlihat diam. Akhirnya Siwon menunjuk bibirnya dengan jari telunjuk, “Maksudku ciuman morning.” Siwon tertawa memandang kebingungan Yoona.

Yoona tersadar dan paham dengan isyarat Siwon, kemudian ia mendekatkan bibirnya dan mengecup pipi kiri Siwon secepat petir menyambar[?]. Siwon lagi-lagi terkekek menanggapinya. Sungguh menggemaskan dan lucu bila istrinya dalam situasi kini. “Oppa.. apakah kau akan ke kampus sekarang juga?” Yoona mencoba bertutur. Siwon lantas menjawab, “Aniya. Besok saja. hari ini kita habiskan hari dengan berlibur bersama ke taman holyday. Siyoon dan Wona sudah 1 tahun berusia, jadi sekalian kita ajak mereka juga. Kau mau?” urai Siwon panjang lebar.

“Aku rasa lain kali saja oppa.” Tolak Yoona halus. “Waeyo?” heran Siwon masih terus mencari sesuatu yang terselip di sudut mata istrinya. “Kita habiskan waktu saja di rumah. Bukankah hari ini keluarga kita semuanya akan berkunjung kemari menyambut si kembar?” begitulah alasan Yoona.

“Oh nde yeobo-ya.. mianhae. Aku lupa! Tapi kenapa kau menyiapkan kebutuhan kampusku hari ini? Padahal kau kan tau setiap hari kamis aku tak ada jadwal mengajar.” Siwon makin curiga pada Yoona semenjak kembalinya twins Choi ke rumah impian mereka. “kau ini.. aku mungkin terlalu pikiran yeobo-ya. Makanya mungkin inilah dampaknya..” pungkasnya pada Siwon.

Siwon kemudian berfikir sejenak dan membalas, “Arra.. kajja.. kita kembali kedalam. Kita lanjutkan kegiatan kita pagi ini untuk memandikan si kembar bersama-sama.”

“Siap oppa..” Yoona mencoba menyembunyikan pedih hatinya dan lalu tersenyum ketika masuk kembali kedalam rumah bersama Siwon. ‘Hari ini adalah hari yang paling kutunggu, walau berat melakukannya namun aku sungguh tak sanggup lagi Tuhan. Oppa.. Jika kau jujur dari awal mungkin aku tak sekecewa ini padamu oppa, karena semua ini kedua anak kita menjadi korban penculikan kekasihmu yang masih kau cintai.’ Yoona kembali membatin sambil mengikuti Siwon masuk dalam kamar demi mengurusi kedua permata hati mereka.

~~

Eunhye tertawa licik disela-sela kegiatan menikmati sarapan paginya diruang makan apartemennya, “ha ha ha… Yoona.. Yoona, sungguh bodoh dirimu, aku hanya ingin kau pisah dari Choi Siwon, dengan begitu tak ada lagi pagar hidup yang menghalangiku untuk merebut suamimu. Aku yakin suamimu akan cinta padaku walaupun aku harus menunggunya untuk membukakan pintu hatinya untukku.”

“Kenapa kau sangat bodoh? Padahal kau itu dulunya pintar sejak kuliah kan? Di kelasmu saja kau termasuk yang ber-IQ tinggi, tapi kenapa pengalamanmu dangkal sekali? Tidak sedalam pengalamanku. Ha..haha…ha…” ia kembali memuntahkan tawa suksesnya membuat Yoona menyerah untuk melepaskan suaminya.

“jeongmal mianhaeyo Dosen Choi, kau telah mencuri hatiku, jadi aku akan mengusir anak-istrimu dari rumah itu. Aku mau aku yang mendampingimu..*emang ada cewek kek gini di dunia nyata yah nited? hehe#abaikan*, kuharap kelak kau bisa jatuh cinta lagi pada wanita lain selain Im Yoona, istrimu nan lugu namun bodoh itu.” Eunhye makin meluapkan kata-kata bernuansa obsesinya. “Kau dan istrimu memang pasangan yang serasi, namun akan lebih baik jika kita berdua yang menjadi pasangan yang perfect.” Lanjutnya percaya diri.

~~~

Semua pihak keluarga sedang menikmati hidangan tamu mereka di rumah YoonWon, sudah hampir sejam mereka menceritakan perihal diculik dan kembalinya kedua anak kembar YoonWon, tak ada kata lain lagi yang mampu mereka ucapkan kecuali rasa syukur pada Tuhan yang atas petunjuknya telah mengembalikan kedua bayi lucu yang sedang duduk dipangkuan tuan Choi dan tuan Im itu.

“Yoong.. syukurlah, aku takut sekali penjahat itu melakukan hal yang tak pantas pada mereka.” ujar Jessica riang sambil menatap kedua keponakan kembarnya. “hiks..hiks.. aku juga Yoong, aku tak sanggup lagi jika aku menjadi kau..” sambung Seohyun mulai sedih.

Yuri juga menambahkan dengan sedikit bergurau, “untungnya aku sedang hamil, jika tidak sudah ku cabik-cabik wajah tolol penculik itu. Iya kan oppa?” Yesung, sang suami sekaligus oppa sulung Yoona hanya tertawa menanggapi gurauan sang istri yang tengah berbadan dua itu.

“eomm… maaa…”

“app paa………”

Kedua bayi itu tiba-tiba menangis sambil menyeru nama kedua Apa-Eomma mereka. tanpa tunggu lama Yoona dan Siwon menghampiri keduanya dan mengambil tubuh mungil keduanya dari harebeodideul mereka. “Cup..cup..cup.. sudah sayang, jangan menangis lagi Siyoon-ah, Wona-ah..” bujuk Siwon sambil mengelus lembut punggung Siyoon yang ditimangnya.

“Kau kenapa sayang? Bukankah tadi kau sudah minum susu?” Yoona juga terlihat membujuk Wona. “Yoong, mungkin mereka belum makan..” seru nyonya Choi pada menantunya.

“Sudah eomma, aku juga tak tahu, kenapa mereka berdua bisa bisa menangis lebat begini, tak biasanya juga seperti ini..”

“Berikan mereka berdua pada kami Yoong..” saran nyonya Im. Selanjutnya Yoona dan Siwon menyerahkan twins Choi pada kedua nenek mereka. Kyuhyun yang duduk berdampingan dengan Seohyun pun ikut bersuka cita melihat keadaan Choi Family sudah seperti hari-hari yang telah berlalu, “Yoong, lebih baik kau carikan seseorang agar mendampingimu menjaga Siyoon dan Wona..” usul Kyuhyun antusias.

“Kyunnie.. tak perlu, lagi pula mungkin sebentar paman dan bibi Lee sudah kembali ke sini. Hanya mereka yang bisa kupercaya untuk menjaga kedua anakku dan istriku ini jika aku tak berada di rumah..” jawab Siwon lalu kembali mengajak Yoona duduk di tempat duduk mereka. Kyuhun juga hanya mengangguk paham.

“Perasaanku kenapa tak enak yah?” tiba-tiba Tiffanu berseru. Semuanya menoleh menatapnya, “Kau kenapa yeobo-ya..” heran suaminya, Hangeng. “Molla oppa,  mungkin perngaruh ibu hamil makanya seperti ini..” pungkas Tiffany. “Ya sudah, jangan terlalu banyak berfikir yeobo-ya. Kau sedang mengandung anak pertama kita, jadi jangan terlalu pikir hal yang tak penting.” Imbau Hangeng terlihat cemas dan Fanny hanya mengangguk mengerti.

Twins Choi yang tadinya dibujuk oleh kedua nenek mereka terdiam sudah, yang dilakukan mereka hanya meminum susu dalam kedua botol bayi mereka dengan bantuan dot yang terpasang pada ujung botol susu mereka. “Yoong, kau jangan mengulang hal seperti kemarin-kemarin lagi..” Donghae menasehati adik yeoja satu-satunya.

“Nde Yoong, yang dibilang oppa ikanmu itu benar. Kau tak boleh meninggalkan Siwon lagi, kasihan dia..” Yesung, sang oppa sulung ikut berkata dengan kesan gelagat bijaknya. “Nde oppa..” angguk Yoona singkat. Siwon hanya menatap Yoona dengan tatapan yang sulit untuk diartikan, “Yoong, kau kenapa? Kenapa denganmu? Kau aneh sekali, aku tak seceria dulu lagi, kulihat kau seepertinya menyembunyikan sesuatu dariku.” Umpat Siwon dalam hati.

“Eumma… ada yang ingin kukatakan pada kalian..” seru Yoona tiba-tiba. “Apa itu yeobo-ya?” Tanya Siwon cepat. Yoona diam sejenak kemudian menjawab, “Mulai besok aku mau melamar kerja.. jika paman dan bibi Lee sudah kembali kemari maka kuputuskan untuk memulai kerja. Aku mau test di rumah sakit Seoul Family, tempat Seohyun dan Kyuhyun bekerja.” Terangnya. Semuanya kaget berjamaah, terutama sang suami, Siwon.

“yeobo-ah.. bukankah targetmu sampai Siyoon dan Wona berusia 3 tau 4 tahun baru kau bekerja?” Tanya Siwon yang rupanya masih belum bisa mencerna kata-kata istrinya. Yoona kini tampak berfikir atas tanggapan suaminya tadi, ia kemudian menatap semua anggota keluarganya itu satu-persatu, “aku tak mau kau yang mencari uang saja oppa. Aku juga ingin membantumu..” inilah jawaban Yoona.

“Mwo? Jinjja? Kau aneh sekali Yoong, bukankah yang dikatakan Siwon oppa itu benar kan?” Tiffany juga merasa heran dengan sikap sahabatnya itu. “Yak! Im Yoona, kau kenapa? Apakah kau bertengkar dengan suamimu lalu pura-pura menyembunyikannya dari kami?” tebak Yesung.

“Yoong..” panggil Siwon lirih.

“Kau tak usah khawatir oppa, dan kau tak perlu cemas. Aku ini kuat, jadi aku bisa membagi waktuku kapan jadi wanita karir dan kapan jadi ibu rumah tangga..” Yoona tetap pada pendiriannya. “Yoona-yang, kau serius dengan keputusanmu?” tuan Choi bertanya.

“Nde appa.. aku sudah memikirkannya dari dulu, jadi sekarang waktu yang tepat untuk kukatakan pada kalian..” sahut Yoona seraya melirik Siwon. “Yoong, tapi anak kalian kan masih kecil, kasihan jika mereka kau tinggalkan walau hanya beberapa jam. Apakah kau tak bisa mempertimbangkannya lagi?” kata Hangeng, sang kakak ipar.

Seohyun juga masih bingung, “Aku tak mengerti jalan pikiranmu Yoong, dulu Siwon oppa memintamu untuk berunding akan hal ini kan? Kenapa kau berubah pikiran?”

Yoona masih sibuk berpikir dan mencari celah bagaimana nanti menjawab setiap kemelut orang-orang terarti dalam hidupnya kini yang tangah menunggu jawabannya. “Baiklah.. aku akan membicarakannya lagi dengan Siwon oppa..” hanya itulah balasan Yoona. Namun dengan menjawab seperti itu rasanya sudah cukup untuk membuat puas seluruh anggota keluarganya.

‘Aku jadi makin curiga denganmu. Sebentar kau harus menjawab pertanyaanku nanti Choi Yoona.’  batin Siwon yang masih terus mengamati gerak-gerik mencurigakan yang dilakoni istrinya.

Yoona kembali memandang Siwon, ia mulai merasakan matanya memanas, andai saja kejadian penculikan itu tak pernah terjadi dan tak pernah menimpa kehidupan rumah tangganya dengan pria berlesung pipit itu mungkin hatinya tak secemas, sesedih dan seperih kini.

‘Mianhae oppa.. mungkin hari ini terakhir kita bersama, aku tak mungkin terus berada disisimu oppa, aku ini wanita.. dan wanita manapun di dunia ini tak mau dicintai setengah hati oleh suaminya.’ Lagi-lagi Yoona meratapi nasibnya sendiri.

Sisa waktu hari ini telah YoonWon dan semua anggota keluarga mereka pakai untuk merayakan sekaligus mensyukuri kembalinya anak kesayangan mereka, cucu tercinta mereka, keponakan lucu mereka kembali ke rumah. Kini saatnya mereka pamit pulang ke rumah masing-masing. Setelah semuanya pulang, Yoona dan Siwon membereskan rumah mereka bersamaan. Sesekali Siwon menjahili istrinya itu saat ia sedang mengajak si kembar untuk bermain. Namun sayangnya Yoona hanya menanggapinya biasa-biasa saja. senyuman manisnya yang selalu ia berikan hanya untuk suaminya kini seperti terkubur begitu saja. namun Siwon tetap berusaha untuk membuatnya tertawa.

Untuk sementara Siwon meninggalkan twins Choi yang sedang main bersama di depan, lantas ia menghampiri Yoona yang sedang sibuk mencuci piring di dapur, sampai disana ia segera mengelap piring-piring dan gelas-gelas yang masih menyisahkan tetes air, “Biar kubantu yeobo-ya..” ucapnya semangat.

Yoona hanya membalas singkat, “Gomawo oppa..”

“Oppa? Kenapa akhir-akhir ini kau jarang memanggilku YEOBO-YA?” respon Siwon heran. “Kau ini..” Yoona lalu mengibaskan tangannya yang basah diwajah Siwon, alhasil mereka sama-sama bermain air[?].

“Cukup oppa. Jangan melakukannya lagi..” halau Yoona ketika Siwon akan mencium bibirnya. “Yak! Kau ini kenapa? Bukankah itu kebiasaan kita yang sudah mentradisi? Kenapa kau menolaknya yeobo-ya?” nampaknya Siwon agak sedikit kecewa.

“Kau tak lihat mereka memperhatikan kita oppa?” Yoona beralasan dengan menunjuk twins Choi.  “Baiklah, kalau begitu ikut aku..” pinta Siwon sambil menarik tangan Yoona menjauh dari dapur. Sampai di ruang keluarga tiba-tiba Yoona menepis tangan Siwon dengan kasar.

“Lepaskan tanganku oppa..” pinta Yoona dengan nada tinggi. Siwon makin bingung dibuatnya.

“Choi Yoona, tolong jelaskan padaku, kau kenapa? Dari kemarin kuamati sikapmu tak biasanya. Sebenarnya ada apa denganmu? Tolong jangan membuatku tak tenang sayang? Aku adalah pelindungmu dan kedua anak kita, mana mungkin kau menyembunyikan hal sekecil semut pun dariku?” Siwon mulai emosi, padahal ia tak pernah semarah ini pada sang istri.

Namun dengan tenang Yoona menanggapinya, “aku rasa sekarang hari H-nya..” lirih Yoona yang terdengar pula di kuping Siwon. “Hari H? hai H apa maksudmu?” Siwon masih tak kalah bingung.

“Kita cerai saja oppa…” cetus Yoona to the point.

DEG…..DEG…..DEG……!!!

Jantung Siwon seakan ingin lompat dari tempatnya, ia masih dalam keadaan mematung usai mendengar kalimat bernuansa tak enak itu. Perlahan ia mulai sadar dari lamunannya, setelah itu makin mendekatkan tubuhnya dihadapan Yoona yang masih terduduk di sofa yang terpisah darinya, Siwon segera berjongkok dihadapan wanita itu dan kemudian mencium kedua telapak tangannya.

“Yeobo-ah. Kau istihatlah.. kau pasti lelah dan masih trauma dengan peristiwa penculikan itu kan?” Siwon membelai sayang wajah ayu istrinya. “Aku akan mengantarmu ke kamar, mereka berdua biar aku yang mengurus saja..” tuntun Siwon tanpa mengubris kalimat ‘berpisah’ istrinya tadi.

“Tak perlu. Kenapa kau menyakitiku dengan cara samar seperti ini oppa?”

“apa maksudmu Yoong?”

“Sudahlah oppa, jika kau mau bersenang-senang tak perlu mempertahankan rumah tangga ini. Kenapa kau tak pernah jujur padaku oppa? Kau jahat. Padahal aku sudah sangat mencintaimu, semua jiwa dan ragaku ini sudah keberikan padamu, semua cintaku dan sayangku hanya keberikan padamu oppa, tapi kenapa kau membalasku dengan cara seperti ini..?”

“yak! Apa maksudmu? Apakah seseorang mengatakan sesuatu padamu?”

“Cukup! Jangan mencari alasan lagi, sekarang juga kuminta agar kita berpisah saja oppa.. supaya kau bisa kembali pada cinta pertamamu itu. Aku tahu kau melakukannya hanya karena tak mau menentang perjodohan kita dulu yang dilakukan orang tua kita. Tau begini kau tak usah setuju menikah denganku, aku pun demikian..”

Yoona menitikkan cairan bening itu dari pelupuk mata indahnya. Ia tak kuasa lagi menahannya. Siwon yang melihatnya masih belum bisa mencari-tahu penyebabnya. Siwon kembali memeluknya untuk membuat istrinya itu tenang, “tenanglah yeobo-ya.. kita bicarakan ini baik-baik. Aku tahu kau masih jengkel padaku waktu itu..” imbau Siwon, namun lagi-lagi Yoona berusaha melepaskan pelukannya.

“Shireo.. pokoknya kau jangan mengelaknya lagi oppa. Aku tak mau membuat kedua anakku pisah dariku lagi hanya karenamu..”

“Aku tak tahu apa maksudmu Yoong, tapi tolonglah ceritakan ada apa sebenarnya?”

Akhirnya setelah melalui jeda yang lama, Yoona menceritakannya juga. Ia menceritakan semuanya mengenai perempuan yang mengaklaim dirinya adalah mantan pacar suaminya yang masih sangat dicintai sang suami. Siwon masih terus mendengarnya, “Jadi kau percaya padanya? lebih mempercayainya dari pada suamimu sendiri, yeobo-ya apakah kau sudah lupa dengan motto rumah tangga kita dulu?”

“percuma saja oppa. Jangan mengelak lagi, kumohon.. jangan menipu hatimu sendiri oppa…”

“Yoona.. Choi Im Yoona, sungguh aku benar-benar tak mengerti maksudmu..” Siwon makin menahan erat lengan kiri Yoona.

“Cukup oppa!”

“Jadi maksudmu kita cerai? Berpisah? Tidak, aku tetap tidak akan pernah mau. Kenapa kau begitu saja mempercayai apa kata orang sayang? Kau tahu satu satunya wanita yang kucintai kini dan nanti hingga sejarah dunia ini tamat hanyalah kau Yoona, hanya kau yeobo-ya. Sungguh yang kau ucapkan tadi tidaklah benar.” Siwon juga tetap bersikeras tak mau menyetujui permintaan cerai Yoona.

“Terserah kau oppa.. aku sudah lelah, aku tak mau banyak pikiran lagi oppa.. kau dan pacarmu masih saling mencintai, aku..aku hanya benalu bagi kalian, jadi keputusanku sudah bulat, kita cerai saja oppa. Itu lebih baik bagi kita. Kuharap kau mempertimbangkannya..” Yoona berusaha melepaskan genggaman tangan Siwon.

“Jadi kau tak mencintaku lagi Yoong? Lalu kalau kita cerai bagaimana dengan nasib Siyoon dan Wona?”

“Mereka akan ku asuh sendiri. Kau tak perlu khawatir..” cetus Yoona mulai meninggikan volume suaranya.

“Baiklah.. aku mengerti. Tapi maaf, aku tak bisa berpisah denganmu, jika kau tak mau tinggal bersamaku lagi maka aku akan tinggal di tempat lain, asalkan kau tak boleh menceraikanku. Besok aku akan pergi dari sini. Aku akan beri kau waktu untuk meneduhkan pikiranmu dan menenangkan hatimu, akan kuminta eommamu untuk menemanimu bersama mereka berdua. Kuharap jika aku kembali kau mau menerimaku lagi sama seperti dulu. Namun sungguh Yoong, hanya kaulah wanita yang kucintai, tak ada yang lain lagi Yoong. Kau istri tercintaku, satu-satunya wanita yang mampu menyamankan diriku disaat suka maupun duka..” Siwon menuturkan kejujuran hatinya.

“Terserah kau oppa, aku tetap pada keputusanku. Sebagai wanita aku tak mau dicintai hanya setengah hati, aku mau dicintai layaknya wanita yang berhak untuk mendapatkan cinta sejatinya. Aku tak mau diduakan oppa..”

“Yoong.. kenapa kau jadi berubah begini? Apakah 3 tahun belum cukup bagimu untuk memahamiku? Apakah kau telah lupa dengan janji cinta kita dulu? Apakah kau sudah melupakan semua kenangan kita? Kau tau kan dulu betapa susahnya diriku untuk membuatmu mencintaiku? Kau bilang yang terpenting dalam kehidupanmu hanya aku dan mereka berdua, namun kenapa semua ini begitu mudah kau ucapkan padaku? Aku tau kau masih terpukul dengan penculikan anak-anak kita waktu itu, tapi  sungguh Yoong, aku sangat menyesal… sangat menyesal.. maafkan aku.. sungguh maafkan aku. Tapi kau tak usah khawatir, besok aku akan segera hengkang dari sini. Jagalah kedua anak kita dengan baik. Jadi, sekarang kau istirahat di kamar saja, semua pekerjaan rumah akan kuselesaikan, dan mereka berdua biar aku yang mengurusi mereka hari ini. Pergilah istirahat..” mata Siwon mulai berkaca-kaca setelah mengungkapkan kata-kata itu.

‘Yoong, aku akan mencari tau sebab musabab apa hingga membuatmu berubah begini? Kau tak seperti Yoonaku yang dulu, tak seperti Yoonaku yang selalu menyejukkan jiwaku, selalu mengiburku disaat aku sedih, tak seperti Yoonaku yang selalu menggenggam tanganku saat aku akan terjatuh, kau membangkitkan semangatku kala aku lelah.. tapi kenapa semua itu tak lagi kau berikan padaku? Ada apa denganmu? Besok aku akan pergi, semoga dengan kepergianku kau bisa tenang dan menerimaku lagi, tapi jangan pernah meminta cerai dariku, karena sampai kapanpun aku takkan pernah mau cerai darimu, hanya kaulah satu-satunya wanita yang kucintai..’ batin Siwon mulai sedih. Tak tahan melihat Yoona seperti itu, ia pun beranjak meninggalkan Yoona sambil mengajak kedua anak mereka.

“Tunggu Choi Siwon!!”

“Ada apa lagi Yoong..?” Siwon memberhentikan langkah kakinya tanpa membalikkan badannya ke Yoona yang duduk dibelakang.

“Lepaskan tangan mereka berdua, jangan menyentuh mereka lagi hikss..hikss..” pinta Yoona sambil menangis keras.

“Baiklah.. aku akan pergi sekarang, jagalah mereka berdua dengan baik, selamat tinggal istriku.. tapi kumohon kau tetap percaya bahwa hanya kaulah yang kucintai, sekali hanya dirimu yang ada di relung hatiku ini..”

Tanpa menunggu lama Siwon menyerahkan kedua anaknya pada Yoona yang masih duduk sambil terisak air mata pedih. “Jagalah mereka, aku pergi.” Pamit Siwon sambil melangkah menuju gerbang. Sedangkan Yoona hanya memandang kepergiannya dengan perasaan tak tega, sedih, sakit hati, bingung, dan tentu saja tak rela mengalami kemelut rumah tangganya seperti ini. Semua perasaan tak karuannya kini bercampur aduk jadi satu.

T—–B—–C

Halloo nited’sku sayang’s..^^ eottokhae dengan chapter 5 ini?? Aku liat di chapter 4 banyak yang nyerang Eunhye eonni yah#kasihan?? Kekeke~~, segitu seriusnya yahh?? Dan… pastinya di chapter ini pasti tambah esmos kan?? coz Yoona eonnienya tetep ngotot cerai Siwon oppa tuh,#kasihanwonppanya. Nah… penasaran kan gimana RT YoonWon di chapter 6?? Ayohh koment, koment yang banyak….:)#maksa. Sampai jumpa di next chapter yang mungkin agak lama sekitar 1 bulan lebih baru di post dehh,  karena aku mau ujian semi skripsi dulu, jadi mau konsen, mau kejar wisuda taon ini soalnya (Aminn), hehehe~..-_- @Gee: Thank’s banyak for you saeng..:) ( ^3 ) , Salam-Nited-Bersaudara..:)

 

Iklan
Tinggalkan komentar

148 Komentar

  1. Rossa

     /  Februari 13, 2013

    Nice FF.. sungguh menguras emosiku thorrr

    Balas
  2. Diawl yoona pintar menghadapi situasi, pintar bermain kta2 pda eunhye tpi knp dia jdi mudh dibodohi…knpa dia menelan mentah2 omngan eunhye…akhhh aq bingung dgn krkter Yoona dsni…labil kaliya dia #wkwks

    Jiahhh…itu si oppa jga mlh pergi jdi ruwet dah tuh kluarganya…oppa shrusnya dger saran qu ini…klu yoona minta cerai trs mau prgi lgi dri rumah mending dirante aja dehh….#uppsss

    Okeylah…ditggu part 6 nya 😀

    Balas
  3. Yoong knpa ga prcaya ma wonppa sich???
    Jngan biarin yoonwon cerai…
    Pkkx gak rela..

    Balas
  4. kezia

     /  Februari 20, 2013

    Kasian yoonwon.. T.T

    Balas
  5. Uwaaa…
    YoonWon g’ boleh psah…
    Mnyingkirlah kau Eunhye!
    Mngganggu sj sih krjanya,
    Pnasaran nih,
    Next part scepatnya ya,
    Dtunggu…

    Gomawo^^

    Balas
  6. Seo Hyun Yeong

     /  Februari 26, 2013

    HAAAHHHH Yoona unnie kok babo banget sih percaya aja apa kata eunhye, Eunhye ada bnernya jg sih klo yoona knp kok jd babo gene?? Oh My God aq pengen YoonWon gak cerai & Yoona kembali seperti dulu, bner kta wonppa yoona skrg bkn yoona yg dlu ia org laen. Eunhye hrs sgra di penjara ga mau tauuu!!! Oppaku jd korban di ff ini dia kn g slh pa2 knp yoong hate bgt ma oppaku. Yoong knp bgitu sja percaya ma omongan eunhye seharusnya yoong itu cri thu dlu knp kok jd babo gni sih ihh jadi kezel sendiri. gomawo ffnya^^

    Balas
  7. itu Eunhye udah gangguan jiwa kali ya ._.v ngebet ampe segitunya si Yoona juga apa2 an tadinya kuat sekarang kok lemebek gt u,u tetep percaya dong masa gak percaya sama suami sendiri kan kasian anknya itu x_x

    Balas
  8. yahhhh kenapa cepet terpengaruhb sechhh kasian yoonwon couple

    Balas
  9. mkin rumit aj persoalan nya,
    tpi, daebak thor……. 🙂

    Balas
  10. ahh ceritanya mkin seru bkin nyesek lgi
    wonpa mau pergi kmn??: (

    Balas
  11. mewekkk hiks hiks hiks. Liat aja ya lu eunhye ya kalo ketemu uuuhhhhh abis lah riwayatmu.. Hahahaha :p

    Balas
  12. hania

     /  April 20, 2013

    Hiks hiks hiks
    Bener bener kasihan wonppa.
    Yoong jangan tinggalkan wonppa dua sangat mencintaimu yoong kalin adalah pasngan terbaik di muka bumi[?]
    Eunhye unnie tinggalkanlah wonppa
    Bener author sukses membuatku menangis
    nana sambil ngedengerin lagu sedih lagi
    Gomawo thor ffmu memang bagus

    Balas
  13. Aduh knapa yoona eonnie percaya gitu aja sich ma prkataan eunhye eonnie. moga2 bsa brsatu lg dech.

    Balas
  14. DhantiChoi

     /  April 26, 2013

    Ada gitu orang sejahat Eunhye si nenek lampir.
    Pengen gue tabok tuh si nenek lampir, gemesin bnget.
    Yoona eonni, kenapa dirimu begitu polos, ini antara polos/bodoh??

    Balas
  15. Cikha Choi

     /  Juli 2, 2013

    hik hik nyesek aq bacax.aq ampe nangis sndr.

    Balas
  16. Weny

     /  Juli 7, 2013

    bagus ceritanya

    Balas
  17. herlina

     /  Agustus 2, 2013

    aku gamau baca kadang2 tapi penasaran,,akhhhhhhh
    piluuu hati kuuuu hiks hiks hiks mulai ALAY hahahaaa

    Balas
  18. aat yoonwon

     /  Agustus 29, 2013

    Astaga yoong eonni, wonppa pergi tu ntar pasti nyesel tu jadi kesal ne ma yoong eonni

    Balas
  19. aprilyoonwon

     /  November 3, 2013

    Yyyak eunhye onnie jahat.. tga bnget sma yoona onnie siwom oppa…
    Bwat siwon oppa yg sbar ea tpi sbnrnya di dlam lubuk hati yoona onnie sngat mencintai oppa.. hiks..hiks..
    Gomawo..
    Next part

    Balas
  20. kyurang

     /  November 6, 2013

    Kenapa jahat banget tuh eunhye ..

    Balas
  21. Ika Rahma

     /  Desember 9, 2013

    Ini semua gara2 eunhye. Kenapa dia terus memaksakan kehendaknya. Cinta itu tdk bisa di paksa.

    Balas
  22. Kyaaaa,,eunhye dasar pembohong loeee..ngaku2 xpacarnya wonpa lg,,
    Dasar cwk gilaa..
    Yoong unnie knp sich gk percaya ma wonpa..mlh percaya ma cwk persetan itu huuuu..

    Balas
  23. yeona

     /  Maret 29, 2014

    Duhh,yoona onni kok percaya gitu aja sih sama penculik gak jelas itu? Aduhh kesel sendiri bacanya

    Balas
  24. simoppa

     /  Mei 29, 2014

    yahhh ko jadi gini sihhh… jangan dong.. hiks hiks

    Balas
  25. Hulda Audry

     /  Januari 8, 2015

    Harusnya yoona lebih percaya ma siwon….bukan dgn orang yg tdk dia kenal……aigooo chapter ini menguras emosi….

    Balas
  26. Choi Han Ki

     /  Januari 22, 2015

    Emosinya dapet , bikin sedih aja nih ah masa iya yoona minta berpisah dari siwon ,, semoga cepet terselesaikan masalahnya…

    Balas
  27. dedewjasmin

     /  Februari 11, 2015

    Yoona..lebih percaya orang lain dari pd suaminya sendiri….kasian siwon?????knph yoona engga jujur aj sih???

    Balas
  28. Anggun YoonAddict SY

     /  Februari 11, 2015

    Kenapa sih yoongie percaya ya ama nenek sihir????????

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: