[FF] Love Is You (Chapter 1)

Tittle               : Love Is You / Chapter 1

Author            : Tika Pink / Tika Sheila EverlastingFriend

Email              : tika_pinky@rocketmail.com / smantikalove@gmail.com

Main Cast      : Im Yoona, Choi Siwon

Other Cast     : Heo Young Saeng (Im Young Saeng), Tiffany Hwang, Lee Seung Gi, Yesung, Tika Pink (Tika Park – Author ikut nimbrung J), Choi Sooyung, Shim Chang Min

Genre             : Romantic, Sad.

Length            : Chapter

Rating             : PG – 15

 

Author said : Annyonghaseyo, ^^ akhirnya keinginanku untuk ngepublish FF buat YoonWonited bisa kesampaian juga. Mungkin aja ini FF gaje karna aku belum punya pengalaman dalam membuat FF. Tapi aku mohon jangan dibiarkan begitu aja setelah nge’view FF gaje ini. Tolong dibaca, dan beri saya saran maupun kritik dari para readers semua karna aku membutuhkannya untuk perkembangan FF-ku selanjutnya. Akhir-akhir ini aku juga udah ngepost beberapa FF di akun FB-ku (Tika Sheila EverlastingFriend) tapi sekarang kepikiran buat publish FF untuk sahabat YoonWonited Kingdom. So, jebal berikan opini kalian tentang FF ini. Don’t be silent reader. Kamsahabnida ^^

#Happy Reading#

Author Pov

Suatu pagi di kediaman keluarga Im :

“Omma, Appa, aku berangkat dulu!” Kata seorang yeoja saat melewati ruang makan di mana kedua orangtuanya sedang sarapan pagi.

“Yoona, kau tidak sarapan dulu?”tanya ayahnya yang membuat langkah yeoja itu terhenti.

“Iya, sarapan dulu baru pergi.”ibunya menambahkan.

“Aku ada kelas pagi hari ini. Dosennya super killer. Aku nggak mau dihukum kalau sampai telat. Mian … Tapi aku sudah membawa beberapa roti Omma. Aku akan memakannya di jalan. Aku pergi dulu. Saranghae Appa, saranghae Omma…”jawabnya panjang lebar sambil ber-far kiss pada orang tuanya. Lalu segera berlalu dari tempat itu tanpa memberikan kesempatan kepada orang tuanya untuk bicara lagi.

“Hati-hati. Jangan ngebut mengemudinya!”kata ibunya sedikit berteriak sehingga masih bisa di dengar olehnya saat di pintu depan.

“Iya, Omma!!!”jawabnya sambil berteriak juga. Lalu segera menuju mobilnya. Beberapa saat kemudian yeoja yang bernama Im Yoona itu pun menjalankan mobilnya meninggalkan pekarangan rumahnya dan meyusuri jalanan kota Seoul yang ramai.

@Kediaman keluarga Choi :

“Siwon-a, apa kau yakin akan mulai masuk kantor hari ini? Bukankah kau baru tiba kemarin. Apa tidak kelelahan?”tanya Ny. Choi kepada putranya saat mereka sedang sarapan. Siwon tersenyum kepada ibunya.

“Ne, Ommoni. Aku ingin segera masuk kantor hari ini. Banyak sekali pekerjaan yang harus aku selesaikan di kantor. Lagipula selama seminggu ada di Jepang, Noona sudah bekerja menggantikan pekerjaanku. Jadi aku tidak ingin menyusahkan Noona lebih lama lagi.” Jawab Choi Siwon sambil melirik Choi Taeyoon, Noona-nya yang duduk di sampingnya kirinya.

“Aigoo … kau mencoba menipuku agar aku tak mengeluh kan? Dasar dongsaeng yang jahil.”kata Taeyoon sambil mencubit lengan Siwon gemas.

“Auuwww. Noona, appo.”rungut Siwon. Lalu mereka tertawa. Tn. dan Ny. Choi hanya tersenyum melihat tingkah kedua anak mereka itu.

Yoona Pov

Aku melajukan mobilku menyusuri jalanan kota Seoul yang padat itu. Sejam lagi mata kuliah Prof. Keynes (#author terinspirasi nama ini dari salah satu tokoh dosen di drama Love Story In Hardvard J) akan segera dimulai. Dosen yang satu itu adalah dosen yang paling killer yang pernah aku kenal. Aku sempat bermasalah dengannya pada tahun pertamaku di kampus sampai aku seperti orang yang tak pernah dianggap setiap mata kuliahnya berlangsung. Dengan usahaku yang keras aku akhirnya bisa berkomunikasi dengan baik lagi dengannya dan aku tidak ingin hal itu terjadi lagi. Bermasalah dengannya itu sama saja dengan mencari mati karna Prof.Keynes adalah salah satu dosen yang sangat berpengaruh di kampusku.

“Untung saja hari ini nggak terlalu macet. Semoga saja aku masih sempat untuk sarapan di kantin kampus. Perutku rasanya sudah keroncongan. Seharusnya aku tadi menuruti kata Omma untuk sarapan dulu.” Ucapku seraya masih tetap fokus mengemudi. Aku menghentikan mobilku saat berada diperempatan traffic lamp. Tanpa sengaja mataku tertuju pada seorang nenek yang sedang berusaha menyebrang di salah satu sisi jalan. Padahal di sisi jalan itu lampu hijau sudah menyala dan lampu untuk pejalan kaki sudah berubah menjadi merah. Nenek itu seakan ketakutan karna banyak mobil yang memberi klakson pada nenek yang sedang berusaha menyebrang itu. Aku nekat dan langsung menerobos jalanan tanpa memperdulikan lampu merah masih menyala di sisi jalan tempatku tadi. Yang aku pikirkan hanya menghampiri nenek itu. Tapi nyaris saja mobilku bertabrakan dengan mobil sport putih yang sedang melaju dari arah sebaliknya. Mobil itu berhenti tepat di depan mobilku. Seorang namja turun dari mobil itu sambil marah-marah. Aku menepikan mobilku dan turun.

“Hey, Agasshi! Apa kau ingin mati, hah?”teriak namja itu padaku tapi aku tidak memperdulikannya. Aku segera berlari menghampiri nenek yang kulihat sedang ketakutan tadi. Dan benar saja nenek itu sangat pucat dan badannya gemetar saat aku menyentuhnya. Dia melihatku dengan wajah pucatnya.

“Halmoni, gwenchana! Aku akan mengantarkanmu ke seberang.”kataku menenangkannya. Dia mengangguk perlahan-lahan. Aku pun berjalan mengiringnya sambil meminta maaf pada orang-orang yang mengemudikan mobil dan terhenti karna nenek itu.

“Jeosonghamnida … Jeosonghamnida…”kataku sambil menundukkan kepalaku kepada mereka. Setelah sampai di seberang jalan aku menuntun nenek itu untuk duduk menenangkan diri di salah satu bangku jalan.

“Halmoni, gwenchanaseyo?”tanyaku memastikan keadaannya. Nenek itu hanya mengangguk lemah sambil menatapku. Aku masih melihat sisa-sisa ketakutannya tadi. “Tunggu sebentar Halmoni.”kataku lalu pergi ke sebuah mini market yang tepat berada di belakang kami dan membeli sebotol air mineral dan kembali. Aku memberikan air itu pada nenek.

“Minumlah dulu Halmoni agar bisa lebih tenang.”kataku. Nenek itu mengangguk lalu meneguk air yang kuberikan.

“Kumapta Agasshi. Maaf jika aku telah menyulitkanmu.”katanya sambil berusaha tersenyum.

“Aniyo, gwencahana Halmoni. Tapi, sebaiknya lain kali Halmoni harus hati-hati. Jangan menyebrang jalan sembarangan ya?!”ujarku sambil tersenyum padanya.

“Ne, kumaoyo. Sekali lagi terima kasih karna telah membantuku.”

“Halmoni, sebenarnya mau kemana?”tanyaku.

“Aku ingin ke kedai di jalan itu. Anakku berjualan jajanan di sana.”jawabnya sambil menunjuk sebuah kedai kecil yang terletak di salah satu lorong jalan. Aku bisa melihatnya. Lalu seorang wanita datang berlari menghampiri kami.

“Omoni, kenapa tadi kau menyebrang jalan seperti tadi. Aku rasanya hampir mati saja.”keluhnya pada nenek seraya merangkulnya. Lalu dia melihatku.

“Agasshi, kamsahamnida. Aku tidak tau apa yang akan terjadi pada ibuku jika anda tidak menyelamatkannya. Tadi aku sedang mencuci perabot saat kejadian itu sampai para pelanggan mulai berteriak melihat ibuku ada di tengah jalan dan akhirnya anda membantunya. Jeongmal kamsahamnida Agasshi.”katanya sambil sesekali menundukkan kepalanya sedikit. Aku pun balas menunduk.

“Ne, gwenchana.”kataku seraya tersenyum. Lalu beralih menatap nenek lagi.

“Halmoni, lain kali tolong hati-hatilah.” Nenek hanya mengangguk sambil tersenyum.

“Aku harus pergi. Tolong jaga Halmoni baik-baik Ahjumma.”pamitku.

“Ne, jika anda ada kesempatan seringlah mampir ke kedai kami.”kata Ahjumma itu. Aku mengangguk sambil tersenyum. Lalu pergi menghampiri mobilku yang ada di seberang jalan. Di sana masih berdiri seorang namja sambil bersender di samping mobilku. Sedangkan mobilnya masih tetap berada di depan mobilku.

“Apa kau sudah selesai?”tanyanya seraya menatapku tajam saat kami sudah berhadapan. Aku hampir lupa kalau tadi aku hampir saja bertabrakan mobil dengannya.

“Ah, mianheyo Ajusshi. Aku tidak sengaja. Jeongmal mianheyo Ajusshi.”ucapku sambil menundukkan kepalaku sedikit.

“MWO? AJUSSHI?”teriaknya kesal sambil berkacak pinggang. Sontak saja aku langsung mundur satu langkah dan menatapnya heran.

“Kau tadi hampir saja membuat kita celaka dan sekarang kau bilang apa? AJUSSHI? Neo jinja …”katanya masih memelototiku.

“Ada apa denganmu Ajusshi?”tanyaku agak sedikit takut.

“Yaa… Apa aku terlihat seperti seorang Ajusshi di matamu. Usiaku mungkin tidak jauh lebih tua darimu dan kau memanggilku apa? Ahjusshi? Yaaa… apa kau ingin mati?”ujarnya semakin kesal.

“Aigoo, orang ini galak sekali. Dia seperti ingin menerkamku saja. Kalau bukan salahku mungkin aku sudah balas memarahinya.”batinku.

“Mianhaeyo … Itu karna aku tidak kenal denganmu dan aku tidak tau harus memanggilmu apa. Mianhae.”ucapku agak memelas. Siapa tau dia iba dan langsung membiarkanku pergi.

“Jinja …”ujarnya masih sedikit kesal. Tiba-tiba saja aku teringat dengan Prof. Keynes. Aduh jangan-jangan aku sudah terlambat.

“Tapi kau tidak apa-apa kan? Sekali lagi maaf ya tapi aku harus pergi. Selamat tinggal.”kataku cepat seraya masuk ke dalam mobilku. Kemudian mulai menyalakan mobilku.

“Yaa… kau mau kemana?”tanyanya yang sepertinya tak menduga dengan tindakanku.

“Aku sedang terburu-buru. Jika kau bisa bertemu denganku lagi kau bisa memarahiku lagi. Mianhae …”kataku lalu menjalankan mobilku meninggalkan dia yang tampaknya semakin kesal.

Yoona Pov End … (Kayaknya kepanjangan Yoona Pov-nya. Author keasyikan ngetik … Hehe J)

Siwon Pov

“Dasar yeoja menyebalkan. Seenaknya saja main pergi setelah membuat kesal setengah mati. Mwo? Ahjusshi? Apa aku setua itu? Dasar yeoja sinting.” Rutukku kesal seraya menghempaskan tubuhku ke kursi kerjaku. Selama perjalanan menuju kantor sampai saat ini aku tidak bisa berhenti memikirkan gadis menyebalkan itu. Dia hampir saja menabrakku, membuat kami nyaris kecelakaan karna tingkah bodohnya dan seenaknya pergi meninggalkanku setelah menyebutku seperti aku sudah tua. Mengingat kejadian tadi aku benar-benar kesal, tapi … dia melakukan itu karna ingin menolong seorang nenek yang menyebrang tadi.

Flashback

“Aku sedang terburu-buru. Jika kau bisa bertemu denganku lagi kau bisa memarahiku lagi. Mianhae …”

Flashback End

Tiba-tiba saja perkataannya yang terakhir membuatku tersenyum simpul.

“Gadis yang menarik. Nekat sampai nyaris membahayakan dirinya demi menolong seorang nenek. Apa kita akan bertemu lagi?”gumamku sambil tersenyum. Lalu mulai fokus dengan beberapa dokumen yang ada di meja kerjaku. Time to work …

Siwon Pov End

Author Pov

Yoona berlari menyusuri koridor kampus menuju ke kelasnya. Sesekali dia sempat menabrak orang yang juga berjalan di koridor itu dan dia hanya meminta maaf tetap sambil berlari. Tapi saat sampai di kelasnya, ternyata teman-teman sekelasnya hanya asyik dengan kegiatan mereka masing-masing. Dia pun melangkah gontai ke tempat duduknya.

“Ada apa denganmu Yoong? Kenapa nafasmu tidak teratur seperti itu? Seperti orang yang baru dikejar banteng saja!”tegur Tika Park, yeoja blasteran Indonesia-Korea yang duduk di sebelahnya. Yeoja ini adalah sahabat Yoona.

“Aku merasa tidak seperti dikejar banteng tapi dikejar gorilla karna aku pikir aku telat.”kata Yoona sambil mengatur nafasnya hingga bisa normal kembali. Tika hanya tertawa.

“Kenapa kau tertawa? Apa ada yang lucu?”

“Yaa… Im Yoona, makanya kalau punya handphone jangan hanya disimpan saja. Aku sudah menelfonmu daritadi untuk mengatakan kalau Prof. Keynes hari ini ijin tidak masuk. Tapi kau tidak menjawab.” Terang Tika.

“Mwo? Kalau aku tidak menjawab mengapa kau tidak mencoba menelfon lagi? Atau setidaknya mengirim sms. Aku bahkan hampir mati karna mengira aku telat.”omel Yoona pada sahabatnya itu.

“Yaa…sampai 5 menit yang lalupun aku masih mencoba menelfonmu dan aku juga sudah mengirim sms setidaknya 3x dengan isi yang sama. Jika kau tidak percaya coba kau lihat sendiri di handphonemu!” omel Tika balik. Mendengar hal itu Yoona langsung merogoh HP-nya yang ada di tasnya. Dia kemudian mengecek log panggilan dan sms dan ternyata Tika benar-benar menghubunginya. Hanya dia yang tidak mendengarnya karna HP-nya di silent.

“Mian, aku lupa mengaktifkan deringnya. Kalau tau seperti ini aku nggak perlu ngebut tadi. Bahkan sampai buat masalah dengan seorang namja galak. Huft …”keluhnya lemas.

“Namja? Nugu?” tanya Tika ingin tahu.

“Molla.”

“Hmm … Lalu kenapa kau bisa buat masalah dengannya?”

“Aku nyaris menabrak mobilnya tadi sewaktu ingin menolong seorang halmoni. Ketika aku kembali ke mobilku dia masih disana dan dia langsung memarahiku dengan galak. Seperti ingin menelanku saja. Hii …”jawab Tika bergidik ngeri.

“Tampan tidak?” Tika makin penasaran. Yoona mengingat-ngingat sejenak fisik namja itu dan dia mengangguk.

“Fisiknya oke, dia tinggi dan cukup tampan.”

“Yaa … seharusnya kau mengajaknya kenalan!”

“Untuk apa? Lagipula tadi dia itu memarahiku bukan menggodaku.”ujar Yoona kesal.

“Sudahlah, kita ke kantin yuk. Aku belum sarapan.”ajaknya pada Tika. Tika hanya mengangguk lalau mereka pergi meninggalkan kelas.

***

Yoona Pov

Aku merasa benar-benar kesal hari ini. Pasalnya semua dosen untuk mata kuliah hari ini tak ada yang masuk. Jika tahu seperti itu lebih baik aku habiskan waktuku membaca komik di rumah.

Aku mengarahkan pandanganku keluar. Kaca jendela mobil kuturunkan untuk menikmati udara sore kota Seoul. Merasakan semilir angin musim semi dengan berbagai wangi bunga. Sangat menenangkan. Aku menghentikan mobilku di sebuah taman kota yang tak jauh dari rumahku. Pemandangannya yang indah membuatku merasakan ketenangan dan kenyamanan. Setidaknya cukup menghilangkan rasa kesal karna seharian ini aku membuang waktu di kampus tanpa melakukan apa-apa selain bercanda gurau dengan Tika.

I don’t wanna be like Cinderella, siitin in the dark old dusty cellar …  suara Tata Young yang mengalun dari handphoneku menandakan ada panggilan masuk. Dilayar tertera Young Saeng Oppa. Aku segera menjawabnya.

“Yoboseo?!”sapaku.

“Yoong, kau dimana?”Tanya oppa.

“Di taman dekat rumah. Wae?”tanyaku pada kakakku satu-satunya itu.

“Apa yang kau lakukan disana?”bukannya menjawab pertanyaanku dia malah balik bertanya.

“Hanya mampir saja. Aku akan pulang setelah ini. Kau kenapa menelfonku oppa?”

“Ahh, mian aku lupa. Aku ingin meminta bantuanmu. Bisa kan?”

“Tergantung bantuan seperti apa yang kau minta. Kalau yang aneh-aneh lagi seperti tempo hari kau memintaku berbohong pada yeoja-yeoja chin’gumu lagi aku takkan mau.”katak mengingat tempo hari aku harus berhadapan dengan beberapa yeoja yang mengaku pacar kakakku itu.

“Ani, aku takkan memintamu seperti itu. Aku hanya ingin kau mengambilkan berkas dalam map biru yang ada diatas meja kamarku di rumah. Aku melupakannya kemarin disana. Lalu tolong kau antarkan ke kantor. Aku memerlukannya.”ujar oppa. Aku melirik jam tanganku sekilas. Sudah pukul 5 sore. Bukankah ini sudah waktunya pulang. Kenapa oppa masih di kantor.

“Yoong… Yoong, kau masih disana kan?”Tanya oppa karna aku terdiam beberapa saat.

“Ne, tapi oppa bukankah ini sudah sore. Apa kau masih bekerja sesore ini? Ini kan sudah waktunya pulang?”tanyaku ingin tahu. Agak khawatir juga karna oppa bekerja terlalu keras akhir-akhir ini. Aku takut dia akan sakit.

“Ooo, aku masih harus bertemu dengan temanku untuk membicarakan kerja sama. Dia akan datang kemari sejam lagi dan data-data untuk kerja sama itu ada di map biru yang aku tinggalkan dirumah. Tolong kau cepat antarkan kemari ya Yoong.”pintanya.

“Arasso, aku akan segera kesana. Tapi setelah itu kau harus mentraktirku makan malam. Saat kau pulang kemarin kau bahkan tak menginap.”

“Kurre, arasso. Aku akan mentraktirmu. Cepat antarkan berkas itu. Aku membutuhkannya sekarang.”

“Ne, oppa.”kataku lalu percakapan via telfon itupun berakhir. Aku segera menyalakan mobiku dan meninggalkan taman.

Yoona Pov End

***

Author Pov

Yoona turun dari taksi dengan membawa sebuah map berwarna biru. Dia sengaja tak membawa mobilnya karna dia tahu kakaknya akan mengantarkannya pulang. Dia sangat dekat dengan kakaknya, tapi setelah kakanya memutuskan untuk hidup mandiri dan tinggal di sebuah apartement, dia jadi jarang bertemu dengan kakaknya. Apalagi saat ini dia adalah mahasiswa semester akhir, dia harus lebih fokus pada tugas akhirnya.

Kantor sudah terlihat sepi karna sudah jam pulang. Hanya beberapa orang saja yang masih terlihat. Mungkin karena masih ada urusan atau harus lembur menyelesaikan sebuah pekerjaan. Saat melihat Yoona mereka menundukkan kepala secara formal hanya untuk menyapa dan memberikan hormat pada Yoona (#maklum, anak yang punya perusahaan ^.^). Yoona pun membalasnya dengan formal. Dia segera menuju ke ruangan kakaknya yang terletak di lantai 9. Yuri, sekretaris kakaknya sudah tak ada ditempatnya. Yoona mengetuk pintu yang terdapat disamping meja sekretaris itu.

“Oppa, aku datang.”kata Yoona. Tapi tak ada jawaban. Yoona membuka pintu ruangan itu sedikit.

“Oppa? Kau di dalam?”Tanya Yoona mencoba melihat ke dalam tapi ternyata kakaknya tak ada. “Oppa kemana sich?”gumamnya. dia mengambil handphonenya yang ada di dalam tasnya. Kemudian mencoba menghubungi kakaknya. Sampai dia tidak sadar ada orang yang menegurnya dari belakang meminta perhatiannya. Tapi Yoona tidak menggubrisnya. Yeoja itu malah menunggu sambungan telfonnya untuk segera diangkat sedang satu tangannya menahan gagang pintu agar tidak tertutup dengan masih memegang map biru kakaknya.

“Chogiyo?! Agashhi, chogiyo!”karena tidak digubris orang itu lebih mendekat lagi. Yoona tetap masih berdiri dipintu sambil membelakanginya.

“Agasshi…?!”suara itu terdengar sangat dekat dengan telinga Yoona. Serta merta Yoona memalingkan wajahnya untuk menoleh ke asal suara. Matanya terbelalak melihat orang yang ada di depannya. Begitupun halnya dengan orang itu. Orang itu juga cukup kaget melihat Yoona. Karena masih terkejut tanpa sadar Yoona melepaskan pegangannya di gagang pintu & pintu itu dengan perlahan akan menutup & bisa saja akan mendorong Yoona. Untung saja orang yang di depannya melihat, dia segera menarik Yoona, tapi sial tarikannya cukup kuat sehingga mengakibatkan mereka berdua terjatuh dengan posisi Yoona menindih tubuh orang itu sedang tangan orang itu berada dipunggung Yoona menahan berat badan yeoja itu dan tanpa sengaja …

Yoona dan orang itu saling membelalakkan mata.

“Apa yang sedang kalian lakukan?”Tanya sebuah suara yang Yoona kenali adalah suara kakaknya. Young juga ikut terkejut melihat adegan yang dilihatnya beberapa detik yang lalu itu. Seketika Yoona langsung tersadar dan bangun. Orang itupun ikut bangun dan berdiri dihadapan Yoona.

“Yaaakkk, apa yang kau lakukan????!!!”jerit Yoona.

PLAKKK ….!!!

Tiba-tiba saja Yoona mendaratkan sebuah tamparan keras di pipi orang yang ada didepannya itu.

“Yoong…!!!”

***

Yoona Pov

“Agasshi?” aku mendengar suara seorang namja dari belakangku. Aku menoleh. Aku terkejut melihatnya. Namja ini … namja ini, kenapa dia ada di sini? Tiba-tiba saja dia menarikku dan …

Apa-apaan ini? Apa yang terjadi? Kenapa aku merasa bibirku …??? Aku membuka mataku dan terkejut mendapati diriku saat ini sedang … CIUMAN???

“Apa yang sedang kalian lakukan?”tegur sebuah suara yang aku kenali. Aku segera bangkit untuk berdiri. Namja itupun ikut berdiri. Aku menatapnya marah.

“Yaaakkk, apa yang kau lakukan?”tanyaku setengah berteriak. Tanpa sadar aku menampar namja itu dengan sangat keras.

“Yoong…!”tegur oppa.

“Dasar namja brengsek! Apa yang baru saja kau lakukan terhadapku?”tanyaku tak menggubris oppa. Saat ini emosi benar-benar memenuhi kepalaku.

Yoona Pov End

***

Siwon Pov

Aku merasakan sebuah tamparan yang tak terduga dipipi kiriku. Perih. Aku kaget tak menduga yeoja itu menaparku dengan tiba-tiba.

“Yoong…!!!”Tegur Young.

“Dasar namja brengsek! Apa yang baru saja kau lakukan terhadapku?”Tanya yeoja itu marah. Memangnya apa yang aku lakukan? Semua itu terjadi tanpa sengaja.

“Aku tidak melakukan apa-apa!”jawabku ketus. Agak kesal juga karna yeoja itu main tampar saja.

“Mwo? Kau tadi baru saja … Yaaaakkk!!!” yeoja itu lagi-lagi berteriak. Mungkin yang dimaksudnya adalah insiden ciuman tadi saat kami jatuh.

“Aku terjadi tanpa sengaja. Pintu itu akan menutup jadi aku menarikmu sedikit tapi kau malah menjatuhkan dirimu padaku. Bukankah bisa dibilang itu terjadi karna salahmu juga?”kataku tak menerima dia menuduhku.

“Mworago? Yaa….”

“Yoong.” Young datang menghampiri kami. “Sudahlah, itu tidak disengaja. Jangan membuat keributan!”ujar Young.

“Oppa?”kali ini yeoja yang dipanggil dengan sebutan Yoong itu melirik Young yang kini berdiri diantara kami. Aneh, nama mereka nyaris sama Yoong dan Young.

“Kau membawakan yang aku minta kan?”Tanya Young lagi pada yeoja itu. Kemudian yeoja itu seperti sedang mencari sesuatu sampai akhirnya dia mengambil map biru yang tergeletak dilantai. Mungkin ikut jatuh saat insiden tadi. Lalu yeoja itu memberikannya pada Young. Aku hanya bisa jadi penonton dulu.

“Baiklah, kau tunggu aku di lobby. Aku akan segera menyusulmu.”kata Young.

“Tapi oppa aku…”

“Aku tidak akan lama. Tunggulah di sana.”ujar Young lagi tidak memberikan kesempatan kepada yeoja itu untuk menyelesaikan kata-katanya.

“Arasso.”kata yeoja itu akhirnya. Kemudian dia beralih menatapku. “Neo, aku tidak akan membiarkanmu begitu saja.”ancamnya. Lalu pergi meninggalkan aku & Young Saeng. Aku menghembuskan nafas lega melihat kepergiannya.

“Yeoja yang menyeramkan.”gumamku tanpa sadar.

Siwon Pov End

***

Author Pov

“Mianhae Siwon-aa, dia memang sering seperti itu.”kata Young setelah Yoona pergi. “Tapi bukankah dia menarik?”tanyanya lagi. Siwon hanya bergidik ngeri.

“Mwo? Dia benar-benar menyeramkan. Pipiku saja masih perih karna tamparannya. Kau mendapatkan yeoja itu dimana? Apa seleramu berubah? Setahuku kau tidak menyukai gadis yang kasar seperti itu.”ujar Siwon penasaran. Young hanya tersenyum.

“Aku baru ingat. Gadis itu yang hampir menabrakku tadi pagi diperempatan lalu lintas.”Kata Siwon tiba-tiba.

“Benarkah?”Tanya Young tak percaya.

“Ooo. Tadi pagi saat aku mau ke kantor aku hampir saja ditabrak oleh yeoja itu karna dia ingin membantu seorang halmoni menyebrang jalan. Gadis itu aneh. Menolong orang tapi menimbulkan bahaya untuknya sendiri.”

“Sudahlah, kita tidak usah membahasnya lagi. Yoong memang seperti itu.”

“Apa kau sedang kencan dengannya?”Tanya Siwon penasaran.

“Oo???”Young bertanya balik. Tapi tiba-tiba terlintas dipikirannya untuk mengerjai Siwon. “Ooo. Aku berkencan dengannya.”jawabnya kemudian. Jarang sekali dia mendapati Siwon penasaran terhadap seorang yeoja. Semenjak mereka bertemu di Jepang dan akhirnya berteman, Siwon hanya tahu Young punya seorang dongsaeng tapi dia tidak pernah tau nama dan wajah keluarganya. Jadi tak ada salahnya jika dia sedikit berbohong.

To Be Continued

*Otthe? Gk bagus yaw? Gaje yaw? Mian, kalau tata bahasanya, kalimat-kalimatnya atau mungkin feelnya yang kurang dapat. Tapi itulah yang mengalir dalam pemikiran & imajinasi saya. Berharap FF ini bisa menghibur para peminat FF terutama untuk YoonWonited. Hajiman, author tetep ngarepin RCL dari kalian semua yang udah nge’view FF gaje ini. Author janji akan berusaha lebih baik lagi untuk kedepannya. So, jebal RCL yaw!!! Kamsahabnida.

*Buat Gee eonni, author ngucapin nomu nomu nomu kumao karna udah mau ngepost FF ini. Saranghae eonni. (uh? nado :* hihi) Hohoho ^o^

 

Pos Berikutnya
Tinggalkan komentar

229 Komentar

  1. anggre debora

     /  Maret 8, 2015

    Daebak lucu hahaha

    Balas
  2. Wah yoonwon kayak kucing ma anjing,, berantem mulu..,
    Penasaran kelajutannya,,

    Keren thor,,🙂

    Balas
  3. rame jalan ceritanya, lucu young mau ngerjain siwon.? apa yang akan terjadi??
    pokoknya keren deh…. lanjut aja…

    Balas
  4. Woww keren thor.seru nih.bkal kya apa ya klo Yoong eonni ktemu Won oppa?udah kya tom&jerry aja.heheh

    Balas
  5. Lucu seru dech
    yoona eonni sama wonpa berantem terus
    penasaran kelanjutanx
    next

    Balas
  6. marsiah

     /  Oktober 15, 2015

    Dalam hitungan jam yoonwon bertemu kembali dan setiap pertemuan yoonwon selalu di awali dengan perselisian,hehehe pertemuan ke dua yoonwon musibah membawa berkah wkwkwk ……

    Balas
  7. ambar.syw

     /  November 4, 2015

    Eum~~ untuk chapter 1 nya sih, feelnya belum terlalu dpet. dan, kata”nya emang ada sdikit yg masih perlu diperbaiki, typo juga, tpi itu bisa dimaklumi kok. krna belum ada prmasalan yg ‘gimana gitu’, mkanya gregetnya masih kurang. dan aku fikir ini ceritanya bakal nikah paksa lagi #ngarep hehe, trnyata gk. mungkin di chap slnjutnya feelnya bkal lbih dpet..

    Balas
  8. Nhiina

     /  November 4, 2015

    boleh ngakak dikit ? ?^_^
    hhaha .
    critanya lucu . .
    yoong eonn spertinya bkal benci bget tuh ama wonppa ^_^
    tapi awas loh , benci itu beda beda tipis ama cinta ^_^
    .
    kereen critanya

    Balas
  9. Nur Khayati

     /  November 6, 2015

    Kenapa tiap ketemu Y00nW0n berantem terus ?😐

    D tambah Y0ung bilang ke Siw0n kalau dia lg kencan sama Y00ng (buat ngetes mungkin😀 ) .,

    Balas
  10. arum

     /  Desember 28, 2015

    Lucu banget dan bikin penasaran sama cerita selanjutnya.

    Balas
  11. Aku suka karakter yoona begini. Yoona baik baik bget nolong nenek2 nyebrang

    Balas
  12. diah fibri

     /  Januari 30, 2016

    pagi br ketemu sorenya udh ketemu lg, takdir dech kyknya…. br baca part 1 aja udh seru …. Next ….

    Balas
  13. Waa kereen thorr, ijin baca chapt2 selanjutnya ne?

    Balas
  14. YoongNna

     /  Februari 8, 2016

    Lucu dehh diawal yoona ma siwon udh berntem aja…
    Ok lanjut laah bca part 2nya

    Balas
  15. yhanies_Nited

     /  Februari 13, 2016

    Hehee Lumayan ya Wonppa baru sehari ketemu yoong unnie udah dapet ciuman dadakan walaupun endingnya ditampar😀

    Balas
  16. Amirah ELF

     /  Februari 14, 2016

    sumpahhhh ni ff kerenn bgttt

    Balas
  17. Anggita

     /  April 29, 2016

    Keren thor ff nya..👍
    Izin baca ya..

    Balas
  18. si tyaak

     /  Juni 11, 2016

    Wah seru

    Balas
  19. Yayu Tiansih

     /  Juli 16, 2016

    ff nya seru, yoong eonni galak beber yaaak
    tapi keseluruhan nya keren ko, alurnya juga ga kecepetan
    daebak deh author

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: