[3S] My Boss (Chapter 1)

Title: My Boss (Part 1)

Type: 3S (ThreeShoot)

Genre: Romance – Comedy

Rating: G

Author: Choi Mutie OeziL / @MutiiOzil

Main Cast:

~ Choi Si Won (SJ)

~ Im Yoon Ah (GG)

Support Cast:

~ Jung Yong Hwa (CN. Blue)

~ Park Shin Hye

~ Jang Geun Suk

~ Moon Geun Young

~ Stephanie Hwang (GG)

~ Kim Kibum (SJ)

~ Etc

**

Annyeong….:) Saengdeul. Eonniedeul n’ Chingudeul se-jagat YoonWonited Kingdom^^, Author FF gaje balik lagi dgn project FF baruu, tapitapi Cuma 3S doang. Sebenarnya udah lama pengen buat nih FF, Cuma biasa aku sbg mahasiswa semester akhir jadi sibuk nyusun Proposal buat Skripsi. Mumpung ada waktu luang aku buatin nih siapa tauu bisa ngehibur nited’s dgn moment YoonWon di FF ini. Oh iya ini yg pertama kalinya Author minta tolong pada Nited’s jgn panggil author lagi yah? Panggil aja Chingu/eonnie/Saeng, coz author ini 92 line. Kekekeke~~#banyakceramah. Yah udah mending langsung baca aja FF abal bin ababil ini[?,?]. Monggo dan HAPPY READING…….^^

~~**~~

Gadis itu Nampak terburu-buru saat keluar dari rumah. Ia tak menyahut appanya yang masih saja meneriaki namanya agar sarapan dulu sebelum berangkat kerja, “Im Yoona… yak! Stop anak nakal.” Pria paroh baya itu masih belum menyerah untuk memanggil putri tunggalnya itu. Yoona, gadis itu mengehentikan larian kakinya dan memutar tubuhnya kebelakang, “Nanti saja Appa. Aku pergi dulu. Shinhye sedang memompa sepedaku yang kemarin kempes ditengah jalan.” Ucapnya pada appanya yang masih bingung memandang tingkahnya. “Baiklah. Seusai pulang kerja tolong antarkan paket bunga dirumah keluarga Moon ne.?.” Appanya terus memperingatinya. Yoona menghela nafas jengkelnya sesaat, “Baiklah Appa! Tapi tolong jangan terus khotbah padaku, nanti aku terlambat kerja. Hari ini kami ada rapat penting dengan Pimpinan.” Katanya sambil berlari. Sedangkan Appanya hanya menggerutu kesal ditempat.

Yoona masih saja berlari, nafasnya tersenggal-senggal. Jantungnya bekerja double. Namun semua itu hilang begitu saja ketika ia melihat sesosok pria yang sangat dikaguminya sejak jaman ia masih duduk di bangku sekolah menengah atas, ‘Oh God.. Geunsuk oppa masih sama seperti dulu, apalagi disaat pagi hari seperti ini. Tampannya tak pernah pudar dicuci oleh waktu.’ Batinnya riang sambil senyum tak jelas. Namun keriangannya itu lenyap sudah tatkala seseorang menggetok kepalanya, “Yak! Gadis tomboy yang nakal? Kenapa kau tak mengambil sepedamu ini, gara-gara kau.. aku dan Yonghwa oppa tak jadi berangkat bersama Im Yoona..” Omel Shinhye sebal dengan kelakuan Yoona.

Yoona hanya mengomel sakit, “Yak! Park Shinhye, calon istrinya Jung Yonghwa. Kau ini kenapa? Biarkan saja aku begini babo.” Yoona nampaknya tak mengindahkan omelan temannya itu, “Pokoknya walaupun Geunsuk oppa sudah punya pacar atau belum aku tetap akan mengidolakannya. Arraseo.” Tanpa tunggu lama Yoona segera merebut sepedanya itu dari Shinhye dan segera mengayuhnya jauh meninggalkan Shinhye yang masih mematung jengkel padanya.

“Dasar nenek rusa!!” gerutu Shinhye frustasi, “Taxi, taxi..” Shinhye memberhentikan sebuah taxi berwarna kuning dan segera berlalu dari depan bengkel ia tadi memperbaiki sepeda Yoona.

Yoona terus mengayuh sepedanya sampai di parkiran sepeda depan kantornya, “Whua.. my tissue mana?” Yoona kemudian membuka kancing tas kerjanya dan segera mengambil selembar tissue untuk menghapus sisa-sia peluh yang tadinya membanjiri wajah ayunya. Setelah itu ia memutuskan untuk melanjutkan langkah kakinya menuju ruangan kerjanya. Dalam perjalanan ke ruangan ia terus memamerkan senyuman bulan sabitnya pada setiap rekan kerja sekantornya yang sudah sangat ia anggap sebagai saudara sendiri semenjak kerja di kantor ini 5 tahun lalu.

Yoona menghentikan langkahnya sejenak kala mendengar seseorang meneriaki namanya, “Yak! Yonghwa-ssi, kenapa? Ada apa?” tanyanya sambil mengerutkan dahinya. “Gawat Yoong, gawaattt!!” resah Yonghwa makin menjadi-jadi. “Yak! Jung Yonghwa, calon suaminya Park Shinhye, ada apa? Bicaralah, aku akan mendengarkannya. Tenang saja.” Yoona menyuruh Yonghwa menjelaskan suasana bernuansa bingung ini.

Yonghwa menarik nafasnya dalam-dalam sambil memandang gadis dihadapannya. “Begini Yoong, pimpinan baru kita memanggilmu untuk segera ke ruangannya.” Jelas Yoonghwa. Yoona kaget sebagai reaksi awal. “Mwo? Ige mwoya? Pimpinan baru? Siapakah orangnya? Kenapa pimpinan Choi tak pernah merundinginya dengan kita?” Bingung Yoona.

“Sudahlah Yoong, kau pergi dulu, kau kan sekretaris pimpinan, dan sekarang kau disuruh menghadap.” Suruh Yonghwa sembari mendorong tubuh mungil Yoona agar segera berjalan ke ke ruangan pimpinan.

Yoona pun melanjutkan permintaan temannya itu, ‘ada apa ini? Kenapa aneh sekali?’ batin Yoona sambil menyentil pelan jidatnya untuk menghilangkan keanehan hatinya pagi ini. Sampai di depan ruangan Yoona segera menghela nafasnya dalam-dalam terlebih dahulu, kemudian segera mengetok pintu ruangan pimpinan Kantor Choi Hyundai Group.

“Masuk…!!” seru sang pimpinan yang masih menutupi wajahnya dengan selembar Koran yang masih serius dibacanya. Yoona berjalan mendekat. “Annyeong sajangnim.. maaf aku terlambat.” Ucap Yona sopan dengan nada meminta maaf.

“Gwaenchana. Duduklah…” Yoona duduk sudah setelah mendengar pintaan pimpinan barunya yang masih enggan untuk menurunkan selembar Koran yang masih saja digunakannya untuk menemboki wajahnya.

Perlahan namun pasti sang pimpinan mulai memperlihatkan wajahnya. Yoona yang tadinya menunduk pun ikut mendongakkan kepalanya demi melihat wajah pimpinan barunya itu. “Choi Siwon imnida. Pimpinan baru kantor ini, aku harap kita bisa bekerja sama. Sekarang kau kan sekretarisku dan aku pimpinanmu.” Tanpa banyak berbasa-basi Siwon segera memperkenalkan identitas dirinya. Yoona hanya mengiyakannya dan ikut memperkenalkan dirinya. “Ah.. nde sajangnim. Aku Im Yoona. Kalau ada sesuatu maka sajangnim bisa meminta bantuanku saja.”

Entah kenapa Siwon tertawa saat Yoona sedang memperkenalkan dirinya. “Bagus.. bagus..” Puji Siwon sambil menepuk tangannya dihadapan wajah mungil Yoona. Yoona kembali dibuat bingung. “Mianhae sajangnim. Apa maksud anda menertawaiku?” Tanya Yoona hati-hati. Siwon segera mendekatkan dirinya didepan Yoona. “Sekarang cepat buatkan aku kopi espresso plus belikan aku waffle. Sekarang pekerjaanmu tidak lagi sebagai sekretarisku, melainkan sebagai pelayan pribadiku di kantor ini. Mengerti?”

Perkataan pimpinan baru bernama Choi Siwon itu membuat dunia Yoona jedah sesaat, ia masih belum paham dengan maksud pimpinannya ini. “Ah.. maaf pimpinan Choi muda, apa maksudmu dengan kalimatmu tadi? Sungguh aku tak mengerti sama sekali.” Yoona mencoba meminta penjelasan agar mungkin ia bisa mengerti dengan keputusan mendadak yang baru saja di alaminya kini.

“Tak perlu tau.. Pokoknya sekarang kau hanya turuti saja perintahku. Mengerti? Cepat kerjakan!” tukas pria berjas hitam itu sambil mempersilahkan Yoona meninggalkan ruangannya. Awalnya Yoona masih mematung sesaat, namun atas nama pengabdian kerja mau tak mau dan ringan berat hatinya ia harus melakukannya tanpa protes sedikitpun. “Baiklah sajangnim..” Yoona pasrah dan langsung berlalu dari ruangan pimpinan.

Shinhye dan Yonghwa rupanya tadi sedang menguping pembicaraan Siwon dan Yoona melalui celah pintu ruangan Choi Sajangnim yang tadinya tak dikunci rapat. Saat melihat Yoona yang sedang berjalan sambil menggerutu tak jelas, mereka pun berinisiatif untuk mengikutinya. Sampai didapur kantor, lalu mereka segera menghampiri Yoona yang sedang sibuk dengan bahan-bahan pembuatan kopi espresso yang akan diperuntukkan pada pimpinan baru mereka itu. Yonghwa dan Shinhye kompak untuk menepuk bahu kanan Yoona. “Yakk……!!!!” teriak Yoona dengan suara nyaringnya.

“Hei.. Im Yoona. Ini kami babo…” Kata Yonghwa dan Shinhye koor. “huh.. kalian membuatku shock dengan kekagetan yang diciptakan duet kalian berdua…” Sifat sebal Yoona mulai kumat. Mereka pun meminta Yoona untuk menjelaskan peristiwa ini dan Yoona menceritrakan semuanya hingga membuat keduanya paham. “mungkin dia mau mencobamu Yoong, apakah kau benar-benar sekretaris yang handal atau tidak.” Yonghwa mencoba membujuk Yoona dengan bijakan kata-katanya.

“Ani oppa.. Apa maksudmu? Yoona telah teruji kinerjanya di kantor ini semenjak 5 tahun lalu, Kenapa pimpinan baru itu masih mau mengujinya? Enak saja. kajja.. kita protes Yoong, jujur aku sebagai sahabat dekatmu takkan rela melihatmu diperlakukan seperti ini. Atau jikalau kau mau, kita ke rumah pimpinan Choi saja. siapa tau dia bisa membalas sikap angkuhnya pimpinan baru itu.” Shinhye membela Yoona dengan alasan ia tak rela jika temannya diperlakukan seperti sekarang ini.

“Sudahlah Shinhye-ya.. aku juga ikhlas melakukannya.” Respon Yoona dengan mimik pasrah yang terlihat jelas di kedua bola mata Yonghwa dan Shinhye. “Tabahkan hatimu.” Nasehat Yonghwa ketika Yoona hendak meninggalkan mereka menuju ruangan Siwon. “Nde.. jangan khawatir.” Teriak Yoona kebelakang dan kemudian melangkah lagi menuju ruangan sang pimpinan baru.

Yoona tiba sudah di depan ruangan Siwon, diketuknya pintu berwarna putih tulang itu sebagai kode bahwa dirinya ada perlu penting dengan orang didalam sana, yah.. apalagi kalau bukan kopi espresso yang tadinya Siwon pinta agar dirinya yang membuatnya. “Masuklah..” Seru Siwon.

Dengan langkah gontai Yoona segera membawa segelas kopi espresso ke meja kerja Siwon. “Semoga kau menyukainya sajangnim. Kuharap hari kerja perdanamu hari ini menyenangkan.” Ujar Yoona sambil memijat-mijat telapak tangan kanannya. “Peduli apa kau padaku hah?” gertak Siwon tak suka. “Jangan mencampuri urusanku. Sekarang kau pulanglah.” Lanjut Siwon semakin membuat Yoona heran.

Orang ini kenapa? Kenapa baru sehari menjadi pimpinan ia seperti ini? Apa ia salah makan sesuatu? Enak saja betindak semena-mena padaku.’ Batin Yoona sambil memandang Siwon lekat. Siwon yang merasa risih pun ikut menegurnya. “Yak! Kau kenapa? Kenapa menatapku dengan tatapan mautmu itu?” umpat Siwon kemudian meneguk kopi espressonya.

“Aniyo sajangnim. Hanya saja.. aku takut jika kopi yang kubuat tak terasa enak di lidahmu..” tanggap Yoona mulai bohong. Siwon hanya mengangkat alisnya. “Sudahlah. Pergilah..” Siwon kembali mengusir Yoona dengan ketusan halusnya. ‘Baiklah aku pergi. Tapi awas kau Choi Siwon, jika kau berniat tak baik padaku maka akan kubuat perhitungan denganmu, walau pekerjaanku sebagai jaminannya. Enak saja kau mengaturku. Mulai besok aku tak mau memanggilmu dengan sebutan pimpinan lagi, tapi aku akan memanggilmu dengan sebutan boss. Karena pimpinan itu terlalu lembut buat orang brengsek sepertimu..’ batin Yoona  mulai jengkel. Tanpa pamit ia segera keluar dari ruangan yang menjadi sumber utama kemarahannya.

**

Sudah seminggu Yoona tak menikmati pekerjaan rutinitasnya lagi sebagai sekretaris pribadi Pimpinan Perusahaan Choi Hyundai Group. Yah.. semuanya telah berubah, kini ia hanya ditugaskan untuk membuat kopi kesukaan pimpinan barunya itu setiap pagi dan sore hari. Ia juga jarang pulang bersama Shinhye seperti biasanya. “Im Yoona…..” teriak Siwon hingga membuat Yoona kaget. “Nde.. boss.. ada apa?” tanyanya langsung tanpa memandang wajah Siwon yang menjengkel. “Sini kau..”. seru Siwon.

“Ada apa lagi boss? Aku kan sudah menunaikan tugasku.” Celah Yoona sebelum Siwon berteriak-teriak padanya. “Coba kau rasa kopi espressomu yang kau buat padaku pagi ini…” Siwon menyerahkan kopi kesukaannya itu kedepan Yoona. Yoona yang duduk dengan cepat berdiri dan tanpa aba-aba langsung meneguk kopi itu sampai habis. Siwon hanya menelan air liurnya melihat tingkah Yoona pagi ini.

“Yak! Apakah kau berasal dari siluman?” ledek Siwon dengan pertanyaannya. “Apa maksudmu?” Tanya Yoona dengan wajah geram. “Aku tak mau berbasa-basi, pokoknya kau simpulkan sendiri bagaimana rasa kopi itu?” teriak Siwon.

“Biasa saja. malah enak, kalau tidak, bagaimana bisa aku menamatkan semuanya dalam satu gelas?” timpal Yoona yang mulai emosi. “Hei.. kau kenapa? Kenapa kau malah berteriak padaku? Memangnya apa salahku padamu nona Im hingga kau sekarang sudah mulai buas padaku hah?” Siwon makin membuat Yoona menampakkan kejengkelan hatinya selama ini.

“Mwo? Yang seharusnya berkata begitu aku, bukannya kau Boss Choi.. kau tau, kau banyak sekali melakukan kesalahan dan seenaknya bertindak brutal padaku.” Yoona tak bisa lagi mengontrol emosinya yang akan meledak.

“Boss?? Ige Mwoya? Kenapa kau menyebutku dengan panggilan itu? Pokoknya ganti panggilanmu itu, aku tak suka mendengarnya..” Protes Siwon tak terima dikatai begitu.

“Shireoo!! Aku tetap pada pendirianku. Jika aku tetap memanggilmu dengan pimpinan maka aku tak bisa memprotesmu lagi, tapi jika boss maka suka-suka hatiku kapan saja mau memanggilmu begitu. Seperti dirimu yang seenaknya saja menurunkan jabatanku dari pangkat tertinggi ke pangkat terendah.” Tanggap Yoona dengan sindiran halusnya kemudian menyambar tasnya dan segera berlalu dari ruangan Siwon.

“Yak! Berhenti. Jika kau tak berhenti maka aku akan memecatmu nona Im Yoonaaaa!!”

“Yakkkk!!!!!!” Siwon makin berteriak frustasi dengan tingkah Yoona tadi. “Aku tak menyangka, ternyata kau bisa membantahku juga. Arrrgggghhh!!!! Semua ini pasti karena kau Tiffany, coba kau tak menghianatiku maka aku takkan berbuat hal segila ini pada pegawaiku yang malang ini..”

**

Siwon POV

Malam ini, tepatnya jam 8 malam aku di undang oleh mantan pacarku ke acara pertunangannya, awalnya aku tak setuju namun karena mengingat aku tak mau jadi pria pengecut jadi mau tak mau aku harus pergi. “Kuatkan dirimu Mr. Choi Siwon, lupakan Hwang Miyoung alias Tiffany itu.” Lirihku sambil memandang Tiffany dan tunangannya Kibum yang sebentar lagi akan melangsungkan acara pemasangan cincin.

Eh.. tapi tunggu bukankah itu Yoona? Kenapa dia ada disini juga? Apakah ia kenal dengan Fany atau tunangannya ini? Ah…. sudahlah, untuk apa aku pikirkan hal ini. Tak penting, sama sekali tak penting bagiku.

Aku terus menatap Yoona yang sedang berdiri diantara kedua sahabatnya itu, Shinhye dan Yonghwa. Mereka tertawa bersama. Rupanya mereka tak menyadari keberadaanku sedari tadi. Akhirnya kuputuskan untuk mendekati mereka bertiga. kulihat mereka kaget berjamaah kala melihatku. “Annyeong..” dengan terpaksa aku menyapa mereka. Shinhye dan Yonghwa balik menyapaku, tapi kenapa dia tidak? Maksudku kenapa Yoona tak balik menyapaku? Apakah ia marah padaku karena telah bertindak seenaknya padanya?

“Ekhmm…” aku berdehem agar Yoona mau merespon kehadiranku. Namun nihil. Ia malah semakin kuat meneguk minuman merahnya itu. “kenapa dia?” gumamku tanpa berhenti menatapnya lekat. Jujur ia sangat manis, bahkan lebih manis dari Tiffany, Cuma ada satu hal yang kurang padanya, hal itu karena ia agak tomboy semenjak ku amati setiap gerak-geriknya waktu awal kujatuhi vonis kerjanya sebagai pelayan pribadiku.

Akhirnya ia menatapku juga. Ini yang ku tunggu. Entah kenapa aku suka sekali bila melihatnya marah. “Yak! Kenapa boss keparat? Kenapa kau menatapku begitu? Waeyo? Aku tak suka.” Akhirnya ia mengeluarkan jurus perangnya juga. Hahahaha… sungguh aku suka sekali membuatnya marah. Tapi tunggu, dia menyebutku boss keparat? Apa aku tuli? Awas kau! Akan kubalas. “Siapa yang menatapmu? Percaya diri sekali kau. Ah.. biar kutebak, pasti ibumu pusing mengurusmu saat kecil ketika tingkah percaya dirimu seperti sekarang ini lahir tiba-tiba.” umpatku setelah lama membisu ketika mendengarnya bicara.

Ia malah diam tak merespon, tumben sekali? Biasanya ia akan liar bila aku terus menjahilinya seperti ini. Aku pun memutuskan untuk tak mengusili Yoona dulu. Pandangan mataku ku fokuskan pada Tiffany dan Kibum yang sedang senyum ceria kala memasang cincin di jari masing-masing. Aku terpukul melihatnya. Akankah bisa ku minum pil pahit ini? Orang yang masih kucintai telah bertunangan pasca hubungan asmara kami usai. Aku tetap melihat pemandangan tak indah dihadapanku. Kulihat Yoona dan kedua sahabatnya itu maju kedepan pasangan itu untuk memberikan ucapan selamat. Aku pun mengikuti mereka. aku turut serta juga dalam memberi ucapan selamat. “Selamat Fany-ya, Kibum-ssi.. semoga kalian selalu happy..” ucapku mencoba tersenyum semanis mungkin dan bersikap santai. “Gomawo oppa/Siwon-ssi..” tanggap kedua pasangan ini tak kalah santainya. Apakah mereka tak berpikir bagaimana sakitnya hatiku ini?

Lama berada dalam ruangan neraka ini akhirnya ku putuskan untuk pulang. Saat menuju parkiran kulihat Yoona telah mengenakan pakaian lain lagi, apa-apaan ini? Tadinya ia pakai dress yang sangat cantik. Namun sekarang ia memakai celana jeans saja plus kemeja biru dengan motif kotak-kotak putih. Ah… ku tahu, sekarang waktu yang tepat untuk menjahilinya. “Apa ada sesuatu yang bisa kubantu?” tanyaku pura-pura baik ketika menghampirinya.

“Tak usah.. aku tahu kau punya maksud tak baik padaku..” jawabnya sambil memakai topinya.

“Jangan begini. Aku sadar selama ini aku salah, tapi biarlah sekali ini izinkan aku membantumu jika kau butuh bantuan..” Balasku dengan senyuman agar mungkin ia bisa luluh. “Gomawo Boss Choi, tapi sayang malam ini namamu tak tercatat dalam kamus pembantuku..” jawabnya ketus. Aku mulai emosi dan mulai berteriak lagi padanya. “Yak..yak!! apa maksudmu? Kaulah yang pembantu, bukan aku Im Yoona. Pokoknya besok kau akan kupecat..”

Anehnya, Ia tak mengubris ancamanku malah mengepalkan kedua tangannya seakan mau meninju wajah tampanku ini. “Sekali lagi kau bicara maka aku akan meninju wajah tampanmu namun cerewet ini..” ternyata Yoona balik mengancamku.

Sesaat kami saling terhening membenah suasana hati masing-masing sampai Yoona memintaku untuk menjaga sepedanya. Entahlah ia akan pergi kemana? Namun sekarang saatnya untuk mengerjainya.

Siwon POV end

**

Yoona POV

Aku meminta Bossku Choi Siwon, pria keparat yang paling kubenci sealam raya ini, bagaimana tidak? Dia itu gila atau apa? Selalu bertingkah dan mengaturku sepihak dan tak punya peri kemanusiaan. Setelah kembali dari toilet, aku kaget melihat kedua ban sepedaku kempes. “Ada apa ini? Kenapa seperti ini? Bisa-bisa aku pulang telat lagi malam ini, kasihan appa dirumah menantiku untuk makan malam..” resahku sedih melihat ban sepedaku tak bisa kugunakan untuk mendorong tubuhku ketika mengayuh sepeda kesayanganku ini.

“Choi Siwon!!!! Pasti dia pelakunya!” tebakku marah. Jujur saja, aku mulai bersikap sabar padanya. namun kenapa dia terus memperlakukanku begini? Apa salahku? Kau memang menyebalkan Choi Siwon, kau orang yang paling kubenci dimuka bumi ini.

Akhirnya kuputuskan untuk menunggu bis terakhir saja, daripada terus menatap sepedaku ini. Sudah sejam aku duduk menunggu kedatangan bis terkahir namun sayang belum juga tiba. Coba jika tadi aku menerima tawaran Shinhye dan Yonghwa mungkin aku takkan tertimpa sial begini. Pandangan mataku yang tadinya terfokus ke jalan pun terhenti ketika seseorang menghampiriku. “Ge.. Geunsuk oppa…” seruku kaget melihat kedatangan namja pujaanku tiba-tiba.

“Yoong.. kau kenapa disini?” tanyanya sambil mengacak pelan topiku yang kugunakan untuk menyembunyikan rambut panjangku. “Oppaa…” balasku girang. “Ayo kita pulang. Oppa akan mengantarmu, kita kan tetangga..” ajaknya sambil menuntun tanganku ke mobil. Jujur kalau begini aku tak bisa melupakannya. Ia tetangga idolaku. Coba saja Boss brengsek itu sebaik Geunsuk oppa, mungkin aku takkan terkena darah tinggi begini.

“Yoong.. mana sepedamu? Kenapa tak kau pakai malam ini? Biasanya juga tak seperti ini..” tanyanya lagi. Aku hanya tersenyum simpul. “Oh.. itu, telah dirusak oleh bossku yang brengsek itu..” jawabku ceplos.

“Mwo? Boss brengsek? Nuguya?” kagetnya. Aku tersadar dan menyangkalnya cepat sebelum Geunsuk oppa berpikir yang macam-macam. “Ah.. itu, maksudku Yonghwa yang mengendarainya hingga ban depannya kempes.” Jawabku asal. Yonghwa, maafkan aku menjadikanmu sebagai wadah kebohonganku. “Ohhh…” hatiku lega melihat tanggapan tak curiga Geunsuk oppa.

Kami pun diam untuk beberapa saat. “Yoong…” serunya memecahkan diamnya diri kami. “Nde oppa..” sahutku sigap bersemangat. “Minggu depan aku akan menikah. Datanglah bersama paman ne?” jelasnya hingga membuat hatiku terkejut. “Mmm…maksud oppa, oppa mau menikah?” ulangku.

“Nde…” angguknya mantap. Aku hanya memaksakan senyuman palsu untuk mengiyakan perkataannya. “Oh.. tentu saja oppa.. mana mungkin aku dan appa tak datang..” balasku dengan semangat pura-pura.

“Yakso..?” dia mencoba meyakini. “nde oppa.. tapi siapa nama calon istrimu kalau boleh aku tahu oppa..” pintaku hati-hati. Kulihat raut wajahnya berseri kala aku menanyakan hal itu. “Moon Geunyoung.. itu namanya Yoong..” jawabnya penuh semangat.

“Wah.. Geunyoung eonnie? Chukkae oppa. Akhirnya kalian bisa bersama lagi semenjak putus beberapa bulan lalu..” responku ceria.

Aku tersentak mendengarnya, kabar tak mengenakkan ini kembali menghantuiku, kini harapanku pupus sudah, aku tak bisa lagi berharap banyak pada pria yang sedang menyetir disampingku ini. Aku pun hanya mengiyakan dan menganggukkan setiap perkataan bahagia dari bibirnya. Yah.. mungkin inilah ending dari penantianku selama beberapa tahun lalu mengidolakannya. Setelah sampai dirumah aku pun turun dan mengucapkan terima kasih padanya. ia hanya tersenyum membalasnya dan segera melanjutkan menyetir mobil kuning miliknya itu menuju rumahnya yang hanya selisih enam rumah dari rumahku.

Yoona POV end

**

Ternyata Yoona tak langsung masuk kedalam rumah malah berlari kencang ke arah lain. Sepertinya ia sedih setelah mendengar ucapan Geunsuk tadi. Ia terduduk di sebuah kedai mie pangsit terkenal dekat kompleks rumahnya. Disana ia meminta tolong pemilik kedai untuk memberinya seporsi mie pangsit panas dan sebotol soju. Beberapa lama menunggu akhirnya pelayan kedai itu membawakan pesanan Yoona. Ia menerimanya dengan senang hati dan segera mencicipinya.

Sementara itu, seorang pria tinggi nan tampan sedari tadi terus membuntutinya makan. “Dasar… kau memang selalu membuatku ingin mengerjaimu. Lihat cara makanmu, Seperti anak kecil saja.. banyak makanan hinggap di area mulutmu..” umpatnya gemas dan terus mengamati setiap gerak-gerik Yoona.

Yoona telah menghatamkan acara makan pribadinya malam ini. Merasa kekenyangan ia pun memutuskan pulang. Saat dalam perjalanan seseorang menarik tangannya. Yoona yang merasa diperlakui begitu berusaha meronta namun pegangan orang itu sangat kuat hingga ia tak bisa melawan. “Choi Siwon.. untuk apa kau disini?” kagetnya saat tau orang itu adalah Siwon, orang yang sering dijulukinya dengan julukan Boss Brengsek.

“Ayolah pakai ini, dingin..” Ujar Siwon menyerahkan mantel birunya pada Yoona. “Shireo.. aku tak sudi..” tolak Yoona gengsi.

“Yak! Kenapa kau egois sekali? Aku ini bossmu kan? Kalau begitu cepat laksanakan perintahku..” bantah Siwon sambil memerintah Yoona mengenakan mantel yang ia tawarkan. “Tak usah.. kau pulanglah.. rumahku sudah dekat..” Yoona hendak masuk namun Siwon mencegahnya.

“Tunggu!!!” hadang Siwon. “Apa lagi..?” Tanya Yoona dengan mimik memelas. “Pakailah ini, jangan membantah..” tuntun Siwon sambil memakaikan mantelnya tadi ditubuh Yoona.

Dengan ragu Yoona mulai menerimanya. “kau tak punya maksud jahat kan?” umpat Yoona hati-hati. “Tidak..” jawab Siwon singkat.

“Yang benar..?” Tanya Yoona makin memastikan kebaikan Siwon malam ini. “Yak! Im Yoona. Jika kau tak suka buang saja mantel itu. Kenapa kau tak pernah mau mencoba menerima kebaikanku malam ini hah? Huh.. jikalau begini aku ragu untuk mengembalikan jabatanmu. Ternyata aku salah menebakmu.. kau memang tak pernah mau menerima kebaikan hatiku. Kau memang sangat keterlaluan. Kau kira aku akan menyantetmu dengan mantelku itu? Kau tau tidak, mantel itu mantel kesayanganku.. jadi hanya akan kuberikan pada orang kesayanganku saja.. aniya, maksudku pada orang-orang yang membutuhkan uluran tanganku saja.. jadi jika kau tak mau maka buang atau bakar saja mantel itu..” Siwon mulai emosi melihat keraguan Yoona yang tak mau menerima petolongannya sekarang.

“Ini musim dingin, jadi pakai saja.. kau tau tadi aku menemanimu makan di kedai itu selama hampir 2 jam. Ternyata makanmu banyak sekali, seperti orang kelaparan pada zaman NAZI. Kau juga jorok, makan seperti anak kecil. Coba lihat wajahmu masih di hinggapi sisa-sisa makanmu..” lanjut Siwon memarahi Yoona.

“Choi Siwon.. kenapa kau selalu seperti ini? Wae? Kau pikir hanya aku yang punya kesalahan padamu hah? Kau tak pikir bagaimana perasaanku waktu kau menurunkan jabatanku di kantor? Dan kau juga selalu bertindak kasar padaku, selalu berteriak-teriak dan marah padaku, selalu semena-mena padaku dan terakhir malam ini kau mengempes ban sepedaku sampai aku tak bisa pulang dan terakhir gara-gara kau, aku jadi sedih malam ini mengetahui kabar buruk itu. kau memang menyebalkan Choi Siwon, kau bossku yang paling aku benci dalam hidupku ini. kau selalu seenaknya padaku, tak pernah mengerti perasaanku.. padahal aku selalu mencoba bersikap baik padamu. Pokoknya aku membencimu… aku sangat membencimu. Sejak mengenalmu hidupku jadi tak tenang..” Yoona tak bisa lagi memendam marahnya yang selama ini ia bendung dalam hatinya. Sedangkan Siwon hanya mematung diam mendengarnya.

“Pecat saja aku jika kau mau boss Choi, aku tak peduli lagi dengan aksi-aksi horormu itu..” lanjut Yoona lalu berjalan membuka gerbang rumah sederhananya itu.

“Yak!! Im Yoona, tunggu dulu, aku belum selesai bicara…” teriak Siwon hingga membuat Yoona menghentikan langkah kakinya.

“Apa lagi? Apa belum puas kau mengerjaiku selama ini?” Tanya Yoona mulai menangis.

“Bukan begitu.. aku takkan memecatmu. Titik!!” tukas Siwon yang masih memandang Yoona yang  memunggunginya .

“Lalu apa?” Yoona kembali bertanya.

“Karena.. karena.. jika kau tak ada di kantor maka aku tak bisa mengontrol diriku terhadap pegawaiku yang lain. Pokoknya kau harus tetap berada di kantor supaya aku tetap berpikiran jernih..” jawab Siwon jujur. Tentu saja hal itu membuat Yoona heran.

‘Apa maksudmu Choi Siwon? kau memang aneh. Aku jadi sulit menebak seperti apa citra dirimu sesungguhnya bossku yang paling brengsek.’ Batin Yoona sambil membalikkan tubuhnya menghadap Siwon dari balik pintu gerbang taman rumahnya. Sayangnya Siwon telah masuk kedalam mobil sebelum Yoona meresponi kalimat terakhirnya.

 

~~T-B-C~~

TBC dulu yahh nitedku says?? Aku janji bakal post part 2nya yang lebih panjang lagi dari part perdana ini barengan sama We are Family part 5nya. Kekeke~~, yang terpenting RCL kalian ne?? jujur komentar kalian itu energy baru buatku dalam ngelanjutin next part. Wokehh?? Ku tunggu lho chingu/eonnie/saeng2ku sayang se-jagat YWK. Tak lupa pula ucapan terima kasih buat GEE adik ku yang selalu post ff2ku di blognya..:) (<< author terbaik yang pernah aku kenal :’), SalamHangatNitedKingdom..*_*”

Tinggalkan komentar

265 Komentar

  1. Kren …kpn y yw a akur…

    Balas
  2. Jadi penasaran sama kelanjutannya.. kira” siwon dan yoona gimana ya.. ceritya seru, walaupun moment yoonwonnya blm banyak yg sweet masih ga akur gitu.

    Balas
  3. Cerita ya menarik terus semangat supaya menciptakan karakter yang lebih bagus

    Balas
  4. Dirin panggaliningtyas

     /  Februari 28, 2015

    Awalnya gk ngerti knp coba wonpa marah” ama yoong eon??
    Boss brengsek?apa gk terlalu kasar ne eon?
    Tapi mereka lucu berantem mulu hehe:-D.. Ijin baca chapter 2nya ne eon:-)…

    Balas
  5. Dirin panggaliningtyas

     /  Februari 28, 2015

    Awalnya gk ngerti knp coba wonpa marah” ama yoong eon??
    Boss brengsek(?)apa gk terlalu kasar ne eon?
    Tapi mereka lucu berantem mulu hehe:-D.. Ijin baca chapter 2nya ne eon:-)…

    Balas
  6. Ihh Siwon kok kurang ajarr banget sii ama nuna Yoona kan kasian ^^ tapii hihihi lucukok ^^ keren ceritanya

    Balas
  7. nurul isnaini

     /  Maret 11, 2015

    annyeonghaseo eonn.. aku reader baru.. pas nemu ff ini penasaran bnget sma ceritanya.. aku pling suka sifat yoona dsini yg tomboy dan suka ngelawan terus klo lgi ditindas sma siwon.. moment yoonwon nya msih kurang.. next chapter eon

    Balas
  8. lea

     /  Maret 12, 2015

    hyyy…slm knal..bgz ff’e..

    Balas
  9. siska primadani

     /  Maret 23, 2015

    awalnya ngaak ngerti kenapa wonpa marah2 ama yoona😕 ehh… ternyata karna fanny😦 . aku suka banget sama ceritanya yoona yg tomboy dan siwon yg radak arogan jadi bikin seru ceritanya. tapi thor moment yoonwon nya kurang banyak.
    penasaran banget cerita selanjutnya.

    Balas
  10. ysed

     /  April 3, 2015

    siwon suka banget jahilin yoona. kasian yoona jadi pelampiasan siwon karna kesel ma fany. kasian yoonanya juga yg galau gara gara geun suk

    Balas
  11. titien

     /  April 9, 2015

    alurnya kecepetan tapi ttp keren ko

    Balas
  12. wiwin

     /  April 19, 2015

    Siwon-siwon bilang aja suka.

    Balas
  13. Kim eun ah

     /  Juni 1, 2015

    Wah itu kenapa ya? Aku jadi penasaran, kurang begitu ngerti kenapa Wonpa jadi gitu?

    Balas
  14. siwon emang selalu cocok kalo meranin bosss

    Balas
  15. Racheoll Dm

     /  Juni 26, 2015

    Itu siboss kenapa?? Aneh..!!

    Balas
  16. welza

     /  Juli 9, 2015

    Choi siwon banget! Khasian yoona xixixixixixixi jd penasaran author. Ad ap ya dgn wonpa?? Keren author ceritanya.. Izin baca next selanjutnya y (:

    Balas
  17. Baru nemu ff ini , slam kenal chingu , aq rider baru, wah sepertinya siwon oppa mulai suka sama yoona , penasaraaN thor,

    Balas
  18. yoongtae

     /  Agustus 5, 2015

    Siwon ma yoona berantem trs… Heeheheh…. bikin penasaran ni kelanjutan ceritanya….

    Balas
  19. nytha91

     /  Oktober 20, 2015

    Yoona garang banget ya chingu…siwon sampe ketakutan…hehehe…feelnya dpt tp konfliknya krg hehehe…bikin penasaran selanjutnya ^^

    Balas
  20. hahahaha yoona eonni sama wonppa berantem trus nnti lama lama jd sayang lhoo . yoona eonni ngga ush nangis denger brita geunsuk nikah mnding piikirin aja tu gmn cara naklukin boss yang kya gitu biar ngga semena mena . next

    Balas
  21. desy amanaf

     /  November 1, 2015

    haii aku reader baru salam kenal yaa
    ceritanya seru, kocak, bikin ketawa hahaha
    siwon sama yoona berantem terus nanti jadi suka sukaan lho ya heheh
    keren pokoknya ceritanya

    Balas
  22. Siwon sebenarnya sayang ya sma yoona tpi masih belum menyadari perasaanya

    Balas
  23. ayana

     /  Maret 19, 2016

    hadew, pertikaian yang sengit., siwon kanapa ko sejutek and setega itu ma yoona. kan kasihan yoona nya. trus sikapnya ma yoona aneh, , , jangan-jangan dia suka ma yoona?!?

    Balas
  24. melani

     /  Juli 22, 2016

    Siwon kenapa gitu bgt ke yoona masak yoona yg dulunya sekertaris jadi pelayan pribadinya dia udah gitu siwon suka nyuruh seenaknya lagi.. tapi lucu kalo baca saat mereka berantem..

    Balas
  25. tika

     /  Agustus 22, 2016

    Siwon oppa😀
    tega bgt dah wkwk keren thor, jarang aku nemuin ff yg kaya gini

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: