[FF] Y Saranghae (Chapter 8 – Special YoonWon Moment)

ys

[FF] Y Saranghae (Chapter 8 – Special YoonWon Moment)

Title : Y Saranghae – Special YoonWon Moment

Type : Sequel

Author : Choi Hyun Mi/Twitter: @Nita_Rahayu22

Main Cast :

o          Choi Siwon (Super Junior)

o          Im Yoon Ah (SNSD)

Genre: Romance , Sad,

Rating : PG 15+

 

AY-O Nited merapat……chapter 8 dari FF yang ceritanya ribet sekaligus galau mulu muncul lagi.Hahahah.xD

Bagi yang sudah baca tolong berikan komentar kalian yah, happy reading……

 

[]

Pulau Jeju yang merupakan salah satu icon Negara Gingseng Korea Selatan itu, pagi ini terasa dingin, mungkin ini akibat dari salju yang turun sejak semalam. Meskipun saat ini salju tak lagi menghujani Pulau Jeju, tapi tetap saja suhu disini terasa dingin. Mungkin inilah yang menyebabkan dua insan manusia ini yang masih terlelap di atas ranjang, tubuh mereka di tutupi bad cover berwarna putih bersih.

Sang yeoja mulai terjaga dari tidur nyenyaknya, mata indahnya berusaha menyesuikan dengan cahaya matahari yang masuk melalui celah jendela. Dia berniat bangun dari tidurnya, tapi pelukan posesif sang namja membuatnya susah untuk bergerak. Yoona, yeoja itu kembali menjatuhkan kepalanya diatas bantal, menatap sang kekasih yang masih terlelap tidur di sampinya. Perlahan, telunjuk lentiknya menelusuri setiap jengkal wajah sang kekasih yang rupawan, mengamati wajah tampan itu dengan seksama tanpa terlewati sedikit pun. Mulai dari keningnya, lalu turun pada alisnya yang hitam kelam, kemudian pada kedua matanya yang masih terpejam, lalu turun lagi pada pipinya yang putih mulus. Setelah itu, menelusuri hidung sang kekasih yang runcing. Tak sampai di situ, telunjuk Yoona kini mulai beranjak turun pada bibir sang kekasih. Yoona tertegun saat melihatnya, bibir itu yang selalu mengecup keningnya, bibir itu yang selalu mengecup punggung tangannya dan bibir itu juga yang selalu mencumbu bibirnya dengan penuh kasih sayang.

Tiba-tiba sebuah senyum tertarik dari kedua sudut bibir Yoona, dalam hati dia berkata begitu beruntungnya bisa di cintai seorang Choi Siwon, namja yang sudah membuatnya hidupnya berubah.

Yoona perlahan menjauhkan tangannya dari tangan kokoh Siwon yang melingkar pinggang kecilnya pelan-pelan, agar sang pemilik tangan tak terganggu tidurnya. Berhasil, Yoona segera bangkit dari tidurnya lalu menyibakan bad cover yang dari tadi membungkus tubuh nya. Dia masih berpakaian lengkap, begitu juga dengan Siwon.Berarti semalam mereka tak melakukan apa-apa, hanya tidur berdua sebagai pelepas rindu.

[]

Yoona, yeoja cantik itu kini tengah berdiri di sebuah balkon yang merupakan balkon kamar hotelnya. Entah sudah berapa lama dia berdiri di sana melihat pantai pulau Jeju yang tenang tanpa ombak, tapi meskipun begitu tak memudarkan sedikit pun keindahan pantainya. Yoona mengembuskan nafasnya perlahan, mencoba memberi hangat pada tubuhnya.Namun, terdengar dia sedikit mendesah seperti sedang berkutat pada pikirannya lalu berusaha menenangkan dirinya sendiri.

Lama Yoona termenung seperti ini, sampai akhirnya seseorang memakainya jaket berwarna merah pada bahunya sambil memeluknya dari belakang.

“Aku saja yang memakai jaket masih kedinginan, bagaimana kau?” ucapnya pelan.Membuat Yoona menarik senyum tipis.

“Hari ini kita kemana?” lanjutnya lagi.Lalu menyandarkan dagunya pada bahu Yoona.

“Terserah kau saja, aku pasti mau” jawab Yoona yang langsung membuat Siwon tersenyum.Siwon membalikan tubuh Yoona supaya menghadapnya.

“Kalau begitu aku akan mengajak mu ke suatu tempat, ah tidak tapi beberapa tempat…” lanjut Siwon tersenyum.

“Baiklah, siapa takut” ujar Yoona lalu tersenyum.

[]

Setelah berganti pakaian, Yoona dan Siwon keluar dari kamar mereka lalu berjalan menuju lantai dasar.Selama mereka berjalan, banyak orang yang memperhatikan mereka sehingga itu membuat Yoona merasa risih.

“Oppa, kenapa mereka melihat kita seperti itu?” ujar Yoona pelan sambil menundukan kepalanya.Terdengar Siwon terkekeh “Mereka iri pada ku…” jawab Siwon sambil berbisik di telinga Yoona.

“Wae?’Yoona mengerutkan keningnya.

“Karena aku berjalan bersama seorang princess…” bisik Siwon lagi yang kali ini mampu membuat Yoona terbelalak kaget sekaligus malu.

“Jangan menggoda ku” Yoona memukul lengan Siwon, pura-pura tak suka.

Siwon hanya mampu tersenyum lalu merangkul Yoona untuk berjalan menyamainya.

[]

Mereka memulai kencan ini, di mulai dengan mengendarai sepeda yang sengaja Siwon sewa.Meskipun jalanan agak sedikit tertutupi sisa-sisa salju tapi itu tak menyurutkan semangat mereka untuk mengayuh sepeda di jalan yang sedikit licin.

“Ayo kejar aku Yoona…” ujar Siwon sedikit berteriak pada Yoona yang masih mengayuh sepedanya.

“Kau curang Oppa, seharusnya aku duluan…” ujar Yoona lalu memberhentikan sepedanya tepat di sebelah Siwon.

“Siapa suruh kau lamban sekali, kau akan dapat hukuman dari ku. Ayo kita berlomba lagi…”

Yoona langsung mengambil star terlebih dahulu sebelum Siwon siap, tentu saja itu membuat Siwon kelabakan. “Hai Im Yoona, aku belum bilang mulai…asihh gadis itu…”

“Ayo kejar aku Oppa…” teriak Yoona yang sudah menjauh.

Siwon segera mengayuh sepedanya untuk mengejar Yoona yang semakin menjauh meninggalkannya….

Kejadian ini kembali mengingatkan mereka pada kejadian beberapa tahun lalu, lebih tepatnya pada saat mereka duduk di bangku SMA. Di tempat inilah pertama kali mereka bertemu, pada saat itu Siwon yang sedang balapan sepeda bersama sahabatnya Changmin tak sengaja menyonggol sepeda yang Yoona kendarai, sontak saja sepeda Yoona menjadi oleng lalu jatuh di aspal hitam. Karena Siwon merasa bersalah akhirnya dia menghentikan laju sepedanya lalu berlari ke tempat Yoona jatuh.Saat itulah, pertama kali mereka bertemu. Pada awalnya mereka tak menyadari jika mereka berasal dari sekolah yang sama, namun sejak pertemuan itu mereka menjadi lebih dekat sampai akhirnya Siwon mengetahui jika Yoona adalah adik kelasnya.

[]

Flash Back….

Liburan sekolah telah tiba, seperti biasanya semua sekolah akan mengadakan liburan ke tempat-tempat wisata baik itu di luar negri maupun dalam nergri. Tak terkecuali dengan sekolah SM High School, sekolah berakreditasi A dan merupakan salah satu sekolah favorit di Seoul itu pada liburan kali ini akan pergi ke Pulau Jeju, untuk menghabiskan liburan semester mereka. Mulai dari siswa kelas 10 sampai siswa kelas 12 wajib untuk ikut, pasalnya kegiatan liburan ini adalah salah satu kegiatan yang tak boleh mereka lewatkan.

Pada sore harinya di pulau Jeju, Siwon terlihat sedang bersepeda santai dengan sahabat dekatnya Changmin.Mereka berdua mengayuh sepeda sewaan itu dengan santainya sambil merasakan terpaan angin pantai pulau Jeju.

“Siwonie, ayo kita balap sepeda..” tantang Changmin ketika mereka berhenti sejenak untuk beristirahat.

“Kau yakin mau balap sepeda dengan ku?” jawab Siwon terkesan menyombongkan dirinya.

“Tentu saja , ayo siapa takut..” jawab Changmin begitu percaya diri.

“Apa taruhannya, aku tidak mau jika tak ada hadiahnya…”

“Kalau kau menang kau harus menteraktir ku selama satu bulan, dan kalau aku kalah aku akan melakukan apa pun yang kau suruh..”

“Aishhh dasar Shiksin kau, baiklah tapi menarik juga tantangna mu itu”

Siwon segera menyiapkan sepedanya, begitu juga dengan Changmin.Mereka berdua melakukan persiapan, lalu….yah…keduanya mulai mengayuh sepeda dengan sekuat tenaga.Pada awalnya mereka saling kejar-kejaran, tapi lama-kelamaan Changmin pun harus tertinggal oleh Siwon.

“Yah Choi Siwon….” Kesal Changmin sambil terus mengayuh sepedanya…

Siwon tersenyum puas, lalu semakin menambah kecepatannya agar Changmin tak dapat mengejarnya. Tapi, sayang ketika Siwon menambah kecepatan dia tak menyadari jika seseorang di depan sana sedang bersepada. Siwon tak bisa mengontrol kecepatan sepedanya dan..

Bruk~~~~~~

Siown menyenggol seorang wanita yang sedang bersepeda santai, Siwon langsung menghentikan laju sepedanya lalu berlari menghampiri wanita tersebut.

“Kau tidak apa-apa..” raut wajah Siwon terlihat cemas sekaligus merasa bersalah karena telah menyebabkan wanita itu jatuh di jalan aspal yang hitam.

“Aku tidak apa-apa..” jawabnya pelan sambil memegangi lututnya. Siwon langsung membulatkan matanya, saat melihat lutut wanita itu berdarah.

“Astaga, lutut mu berdarah kau yakin tidak apa-apa…” cemas Siwon.

Wanita itu secara perlahan mengangkat kepalanya “Aku tidak apa-apa..” jawabnya tersenyum. Senyum yang mampu membuat Siwon membeku di tempat, senyum yang mampu membuat jantung Siwon berdegup kencang. Senyum itu begitu manis, bahkan terlalu manis bagi Siwon, sehingga dia tak mau melewatkan sedetik pun moment berharga ini.

“Siwonie kau sedang apa…?” suara Changmin itu seketika membuyarkan lamunan singkat Siwon, Siwon kembali sadar lalu memalingkan kepalanya pada Changmin yang sedang berjalan ketempatnya.

“Ada apa ini?’ Changmin bertanya saat melihat Siwon sedang berjongkok di depan seorang wanita yng duduk di aspal hitam dengan keadaan lututnya berdarah.

“Tadi aku tak sengaja menambraknya Changmin..” jawab Siwon merasa bersalah.

“Kau ini, Nona kau tidak apa-apa…kau..” Changmin terhenti tak kala dia melihat paras wanita itu. Tapi, wanita itu malah menarik sebuah senyum lagi di bibirnya.

“Kau mengenalnya..?” Tanya Siwon heran.

“Dia..dia…dia adik kelas kita Siwon, dia anggota dari ekstra kulikuler melukis…” jawab Changmin. Siwon langsung memalingkan pandanganya menatap wanita itu.

“Benarkah,,,tapi kenapa aku tak pernah melihatnya” ucap Siwon masih tergambar jelas di raut wajahnya antara terkejut sekaligus tak percaya.

“Itu karena kau terlalu sibuk dengan tim basket mu, ah Yoona-ya lutut mu terluka…”

“Aku tidak apa-apa Oppa..” jawab wanita itu yang Changmin panggil Yoona.

Changmin memalingkan kepalanya pada Siwon lalu memberi sebuah isyarat pada sahabatnya itu, Siwon menatap Changmin bingung seakan bertanya “Apa maksud mu?”Changmin menghela nafas berat.

“Yoona-ya sepertinya kau tak bisa berdiri, bagaimana kalau kau pulau ke hotel bersama Siwon..” ujar Changmin namun terdengar seperti memerintah.

“Aku tidak apa-apa Oppa, aku bisa pulang sendri..” tolak Yoona halus.

“Siwon mana sepeda mu, kau harus bertanggung jawab. Kau telah menambraknya, kau juga telah membuat lututnya terluka..” protes Changmin.

“Baiklah, Yoona-ssi ayo ..” Siwon membantu Yoona untuk berdiri. Pada awalnya Yoona sedikit ragu, tapi karena lututnya masih berdarah dan dia juga tak bisa berjalan sendiri jadi apa boleh buat. Siwon mendudukan Yoona di belakang jok sepedanya, setelah itu Siwon pun naik.

“Yoona-ssi berpeganganlah..” perintah Siwon ragu sekaligus gugup. Yoona merasa risih jika harus di bonceng seorang namja yang baru saja bertemu. Tapi, Yoona berusah memberanikan diri meski sebenarnya dia sangat gugup,.Yoona memegang pinggang Siwon sebagai pegangannya, setelah siap Siwon pun langsung mengayuh sepedanya.

Lama kelamaan sepeda Siwon semakin manjauh dan tak terlihat, Changmin yang masih berdiri di tempat semula tersenyum puas melihat Siwon.

“Kau harus menteraktir ku Choi Siwon..” gumamnya tersenyum penuh arti.

 

End of Flash Back

[]

Setelah selesai bersepeda, Siwon memutuskan mengajak Yoona ke salah satu tempat wisata yang cukup terkenal yang berada di Pulau Jeju.Meskipun masih musim dingin, tapi masih banyak wisatawan dalam negri maupun luar negri yang mengunjungi tempat ini. Mereka berjalan dengan bergandengan tangan, seakan tak mau lepas satu sama lain.

Tempat ini juga merupakan salah satu tempat kenangan mereka, bagaimana tidak disinilah Siwon mulai tertarik pada sosok Im Yoona, begitu juga sebaliknya.

“Aku paling suka tempat ini…” ucap Siwon lalu tersenyum.

“Euh aku juga suka, tempat ini sangat tenang bukan?’ sahut Yoona lalu tersenyum pada Siwon.

“Ah Yoona ayo kita duduk di sana…” Siwon menarik pergelangan tangan Yoona, saat matanya menemukan sebuah bangku kayu berwarna coklat tua.

“Tempat ini masih sama seperti dulu bukan?”Tanya Siwon melanjutkan topik pembicaraannya tadi.

“Nde, masih indah…” jawab Yoona tersenyum.

Kini mereka sama-sama terdiam, menyaksikan orang-orang yang berlalu lalang di depan mereka.

“Im Yoona…” panggil Siwon setelah terjadi keheningan beberapa saat.Yoona menoleh pada Siwon yang duduk di sampingnya.“Ada apa?”

Siwon tersenyum, lalu merangkul tubuh Yoona untuk bersandar di dadanya “Ani, aku hanya ingin seperti ini saja..” ucap Siwon pelan. Yoona hanya tersenyum.

“Yoona saat kita pulang ke Seoul nanti, aku akan keluar dari perusahan lalu kita menikah dan setelah itu kita pergi ke Jerman”

Pernyataan Siwon itu sontak saja membuat Yoona bangkit, lalu menatap dirinya.

“Apa kau yakin dengan keputusan mu ini…?”

Siwon diam sejenak sebelum menjawab pertanyaan Yoona “Tentu saja, aku rela kehilangan semuanya yang sudah miliki tapi, aku tak akan pernah rela jika aku harus kehilangan dirimu” ucap Siwon lalu tangannya memegang jemari lentik Yoona.

“Tapi Oppa, apa kita  tidak egois? Kita hanya memikirkan perasaan kita, sementara perasaan Donghae Oppa dan Jessica Eonni kita abaikan?” tutur Yoona.

“Aku tahu ini menyakitkan untuk mereka, tapi akan lebih menyakitkan lagi jika kita tak bersama Im Yoona..” ucap Siwon menatap mata indah kekasihnya ini.

[]

Yoona POV

Haruskah aku lakukan ini?Menikah dengan Siwon tanpa sepengetahuan Donghae lalu pergi meninggalkannya?Benarkah keputusan ku ini? Jahatkanh diri kuini ?Kejamkah diri ku ini?Egoiskah diri ku ini?’

Itulah pertanyaan yang saat ini memenuhi pikiran ku, aku tak menyangka jika aku akan melakukan ini, padahal selama 7 tahun bersamanya aku tak pernah menyakiti perasaanya, dan sekarang aku akan meninggalkannya dan itu sama artinya aku akan melukai hatinya, melukai hatinya yang lembut dan hangat seperti malaikat.

Aku memang terjebak dalam sebuah permainan, aku merasa berada di dalam sebuah ruangan yang terdapat 2 pintu.Jika aku memilih bersama Siwon, aku merasa diriku begitu egois.Tapi, jika aku memilih bersama Donghae, aku merasa diri ku munafik karena harus berpura-pyra mencintainya.

Jujur saja, aku sendiri tak tahu seperti apa perasaaan ku pada Donghae, jika memang benar aku tak mencintainya tapi kenapa rasanya sulit melepasnya dan pergi dari hidupnya. Aku merasa, dia membutuhkan ku hanya membutuhkan ku seorang, entah ini perasaan ku atau memang benar tapi setiap kali aku menatap wajahnya aku merasa dia begitu rapuh meskipun di depan ku dia selalu tersenyum menunjukan ketegarannya.

Tuhan, pintu mata yang harus ku lalui?

[]

Author POV

Setelah puas berjalan-jalan, Yoona dan Siwon melepas rasa lelah mereka di sebuah restoran.Mereka memesan beberapa menu makanan kesukaan masing-masing untuk mengisi perut.

“Habiskanlah, setelah ini aku akan mengajak mu ke suatu tempat…” kata Siwon lalu menyuapkan nasi kedalm mulutnya.

“Baiklah Mr.Choi..” jawab Yoona namun terdengar seperti ledekan.

“Kau ini…” Siwon terkekeh melihat tingkah Yoona yang menurutnya menggemaskan.

Yoona mulai melahap pasta keju kesukaannya dengan semangat, dan itu membuat Siwon tersenyum melihatnya.

“Makannya pelan-pelan nanti kau tersedak..” ujar Siwon mengingatkan, tapi bukannya mendengarkan Siwon, Yoona malah semakin melahap pasta yang tinggal sedikit itu.

“Tunggu dulu…” Siwon mencegah laju sumpit yang akan masuk kedalam mulut Yoona.

“Ada apa?”Tanya Yoona bingung.Siwon tersenyum lalu tanpa di duga-duga ibu jarinya mengusap saus pasta yang menempel di sudut bibirnya.Yoona hanya bisa bengong menatap Siwon.

“Lanjutkan makan mu…” lanjut Siwon, tapi Yoona malah semakin lekat menatapnya.

“Wae?” Tanya Siwon.

Yoona tersadar lalu menunduk menyembunyikan raut wajahnya yang mulai betsemu merah, jantungnya kini berdegup sangat cepat.Pasalnya, dia mendapatkan prilaku yang sangat istimewa dari seorang Choi Siwon.Perlahan Yoona mengangkat kepalanya mendapati Siwon yang kembali memakan makanannya, Yoona tersenyum tipis.Dia begitu bahagia melihat sikap Siwon yang seperti ini, inilah Siwon yang sebenarnya.Batin Yoona dalam hati.

[]

Seharian menghabiskan waktu bersama, bernostalgia mengenang tempat-tempat yang dulu pernah mereka kunjungi.Mereka benar-benar melupakan semuanya, termasuk melupakan pasangan mereka masing-masing. Mereka merasa bahwa dunia adalah milik mereka, bebas mau melakukan apa pun. Melepaskan beban berat, melepaskan kegundahan dan kerinduan yang terpendam dalam hati masing-masing.

Kini waktu sudah sore, sementara Yoona dan Siwon masih menikmati kebersamaan mereka menikmati pantai pulau Jeju.Mereka berdua duduk di tepi pantai, menyaksikan ombak yang begitu tenang serta angin yang menerpa wajah mereka.

“Ada yang ingin kau tanyakan padaku?”Siwon menoleh pada Yoona yang duduk di sampingnya.

Yoona tersenyum lalu menoleh pada Siwon “Kau ingin aku bertanya sesuatu?”

Siwon mengangguk sebagai jawaban iya.

“Baiklah, ada satu pertanyaan tapi kau harus jawab…” ucap Yoona, Siwon langsung mengangguk mengerti.

Yoona diam beberapa detik, untuk merangkai kata-kata agar menjadi sebuah kalimat pertanyaan.

“Kau adalah orang yang sempurna Choi Siwon, kenapa kau lebih memilih ku dari pada wanita lain. Bahkan sejak SMA sudah banyak perempuan yang menyukai mu, apalagi sekarang. Tapi, kenapa kau lebih memilih aku, padahal aku hanya seorang gadis biasa, dan aku tidak kaya seperti diri mu”

Siwon diam menatap Yoona, saat yeoja ini memberikan sebuah pertanyaan untuknya.

“Kau bilang aku sempurna, yah aku memang sempurna.Aku mempunyai segalanya, tapi ada satu hal yang aku tak punya yaitu kasih sayang. Jika aku memilih perempuan lain aku tak yakin akan mendapat kasih sayang dari mereka, karena mereka hanya melihat ku sebagai Choi Siwon seorang laki-laki kaya, bukan sebagai soerang laki-laki yang patut di cintai..”

“Lalu kenapa kau memilih ku…”

“Karena kau peyempurna hidup ku..aku tidak peduli dari mana kau berasal, kaya atau tidak bagiku itu tidak penting, yang penting adalah kau menyayangi ku dan mencintai ku dengan setulus hati mu, maka hidup ku akan menajdi lebih sempurna..”

Siwon kembali menolah menatap Yoona, meraih tangan Yoona lalu meletakan di dadanya.

“Hidup bersama mu adalah keinginan terbesar dalam hidup ku, aku tak tahu jika seandainya kita tak bersama mungkin aku tak akan bisa hidup. Im Yoona, menikahlah dengan ku, jadilah pendamping hidup ku. kau mau?”

Air mata Yoona jatuh sudah, kali ini Siwon benar-benar melamarnya.Yoona bimbang, kembali hati nya bergelut.Sebenarnya, ada sedikit keraguan di dalam hatinya untuk menerima lamaran Siwon ini, karena saat ini Yoona masih terikat dengan Donghae, namja yang berstatus sebagai kekasihnya.Tapi, rasa cintanya terhadap Siwon lebih besar dari pada keruguannya itu.Setelah lama bungkam sambil berpikir akhirnya Yoona mengangkat kepalanya menatap Siwon.

“Aku mau…” ucap Yoona singkat lalu di iringi sebuah senyum yang terukir di bibir mungilnya.

“Tapi, aku harus memutuskan Dia. Bagaimana pun juga aku harus jujur padanya, aku tak mau membohonginya…” lanjut Yoona.

“Baiklah, kalau itu yang kau mau. Aku juga akan mengatakannya pada Jessica…” kata Siwon lalu menghapus air mata yang mengalir di kedua pipi Yoona. lalu, Siwon membawa tubuh Yoona kedalam dekapannya.

[]

Malam harinya, Yoona sudah terlihat cantik. Dia mematut dirinya di depan cermin rias sambil sesekali memutar-mutarkan tubuhnya untuk memastikan apakah penampilannya terlihat baik. Dia mengenakan  long dress berwarna soft pink yang bagian punggungnya terbuka sehingga membuat punggungnya yang putih mulus itu terekspos. Rambutnya sengaja ia urai, agar memberi kesan anggun. Tak lupa, Yoona juga merias wajahnya dengan bedak tipis serta menghias bibirnya dengan warna yang senada. Setelah di rasa puas dengan riasannya, Yoona tersenyum lalu segera bergegas keluar dari kamar hotel untuk menemui Siwon yang sudah menunggunya

[]

Yoona berjalan di sebuah koridor hotel, menuju tempat dimana Siwon berada. Sampai akhirnya, Yoona memberhentikan langkah kakinya di depan sebuah kamar bernomor 470.

“Anda sudah di tunggu Nona..” ucap seorang laki-laki berpakaian rapi.

“Silahkan masuk…” lanjutnya sambil membukakan pintu untuk Yoona.

Yoona merasa tak nyaman di perlakukan bak seorang putri seperti ini, tapi apa boleh buat mungkin ini semua permintaan Siwon. Yoona segera masuk kedalam kamar tersebut, kamar yang sudah di desain dengan sangat romantis ini membuat Yoona tampak terkejut.Jelas saja, suasana romantis begitu terasa, apalagi ruangan ini hanya di terangin lampu yang redup serta di dukung beberapa lilin-lilin, tak hanya itu saja suasana romantis semakin terasa dengan adanya dua pemain biola yang memainkan lagu bertemakan cinta.Kamar ini memang sudah di sulap, takada ranjang, tak ada lemari ataupun televisi, yang ada hanya sebuah meja bundar yang di temani dua kursi cantik.Yah itu meja makan, yang di atasnya belum ada makanan yang tersaji.

“Kenapa melamun…” suara itu membuat Yoona menoleh.Terdapatlah, Siwon yang terlihat tampan dengan setelan tuxedo berwarna hitamnya.Siwon tersenyum melihat ekspresi Yoona yang tampak begitu terkejut dengan semuanya, tapi Siwon mengabaikannya lalu menuntun tangan Yoona untuk duduk.

“Duduklah…” titah Siwon saat menarik kursi untuk Yoona.Yoona menurut, lalu duduk di kursi itu.Tak lama Siwon juga ikut duduk tepat di hadapannya.

“Kau sengaja menyiapkan semua ini untuk ku Oppa…” setelah lama bungkam akhirnya Yoona bersuara.

Siwon tersenyum, senyumannya begitu tampan “Nde, kau suka?”

“Aku suka, tapi apa ini tidak berlebihan Oppa..?”

“Semua ini hanya sederhana, nanti kau akan dapatkan lebih dari ini” tutur Siwon kembali tersenyum.

[]

Kini mereka berdua menikmati makan malam romatis ini, di iringi dengan musik yang masih mengalun dari kedua pemain biola itu.Sesekali mereka berdua melempar senyum, senyum kebahagiaan.Ketika sedang menikmati makan, tiba-tiba Siwon bangkit dari duduknya lalu mengulurkan tangannya pada Yoona. Yoona mendongakan kepalanya menatap sang kekasih bingung.

“Ayo kita berdansa…” ajak Siwon.

“Aku tidak bisa..”

“Nanti akan ku ajari…” Siwon langsung menarik pergelangan tangan Yoona.

Siwon mulai mengatur posisi yang enak untuk berdansa, dia mengalungkan kedua tangan Yoona ke lehernya, lalu kedua tangannya memeluk pinggang ramping Yoona membuat jarak diantara mereka semakin sempit saja.

“Kita mulai….” Ujar Siwon tersenyum.Seketika saja alunan musik yang berasal dari gesekan biola itu berganti lagu, menjadi lagu yang lebih terdengar romantis.Perlahan tapi pasti mereka menggerakan tubuh masing-masing sesuai dengan musik.Degup jantung keduanya mulai tak normal, berdetak cepat saat mata mereka bertemu.Saling menatap dalam mata masing-masing, sementara tubuh mereka tetap mengikuti alunan musik.Terus seperti ini, mereka berdua memang terlarut dalam suasana yang membuat mereka benar-benar melupakan semuanya, kini mereka berdua benar-benar tak peduli, yang ada di pikiran mereka adalah hanya ingin hidup seperti ini, hidup berdua tanpa ada gangguan dari siapa pun.

Mata Siwon yang tajam itu menatap lekat mata hitam Yoona yang hanya beberapa senti di depannya, perlahan Siwon mendekatkan wajahnya lalu mengecup kening Yoona dalam membuat Yoona terbuai lalu menutp matanya, kini Yoona merasakan Siwon mencium kelopak mata kirinya, lalu beralih mencium kelopak mata kanannya. Perlahan Yoona membuka matanya, menatap Siwon yang sedang menatapnya juga.

“Menikahlah dengan ku…?” ucap Siwon seperti sebuah bisikan.Yoona menganggukan kepalanya, kali ini dia terlihat benar-benar yakin dengan jawabannya.Siwon tersenyum, lalu kembali mendekatkan wajahnya lagi. Namun, Yoona menghindar saat Siwon akan mengecup bibirnya.

“Wae?’Tanya Siwon bingung.

“Jangan disini, ada mereka berdua” jawab Yoona, Siwon mengerti jika maksud perkataan Yoona adalah dua orang pemain biola itu.

“Mereka tidak apa-apa, anggap saja mereka berdua tidak aja” jawab Siwon kembali terdengar seperti sebuah bisikan. Yoona terpaku menatap paras tampan Siwon yang mulai mendekat lagi kearahnya. Segera di pejamkan kedua matanya itu saat Siwon kembali mencumbu bibirnya.Pada awalnya Yoona membiarkan Siwon menikmati bibirnya tanpa membalas perbuatan Siwon, tapi lama-kemaan Yoona pun membalas setiap kecupan yang Siwon berikan untuknya.Begitu pelan, sehingga mereka semakin terbuai.Mereka berdua mengabaikan dua orang laki-laki yang sedang bermain biola yang tak jauh dari tempat mereka berdansa saat ini, kedua pemain biola itu pura-pura tak melihat atau lebih tepatnya lagi tak mau melihat kemesraan sepasang sejoli yang sedang berdansa sambil berciuman itu.

[]

Yoona berdiri di depan jendela kamar hotel, dia menatap kerlap-kerlip lampu yang terlihat begitu indah. Siwon yang melihatnya, segera menghampri Yoona lalu berdiri di sampingnya.

“Sudah beberap hari ini, kita mematikan ponsel kita. Apa itu tidak apa-apa?” Tanya Yoona menatap Siwon yang berdiri di sampingnya.

“Jika kita menghidupkan ponsel, maka mereka akan mengganggu kita” jawab Siwon membelai sayang rambut panjang kekasihnya itu.

“Oppa, apa aku jahat? Apa aku egois?” Tanya Yoona.

“Apa maksud mu?”

“Aku rasa orang akan menggangap ku egois, karana aku hanya memikirkan diri ku sediri tanpa memikiran Donghae Oppa, Jessica Eonni.Apa aku egois Oppa?”

Siwon membalikan tubuh Yoona agar berhadapan dengannya “Sekarang jawab aku Im Yoona, kau mau orang-orang memanggil mu egois atau munafik?”

Yoona diam tak kala Siwon bertanya seperti itu “Egois dan Munafik” adalah dua sifat yang akan di benci orang.

“Kau memang egois jika memilih ku, tapi kau munafik jika bersama Donghae.Bibir mu mengatakan kalau kau mencintainya, tapi hati mu? Hati mu mengatakan kalau kau mencintai ku, Im Yoona biarlah mereka bicara apa tentang diri mu, kau jangan dengakan mereka..”

“Tapi aku takut….”ucap Yoona pelan, Siwon segera merengkuh tubuh Yoona mendekapnya begitu hangat, mengalirkan kasih sayang serta cintanya yang begitu besar.

Siwon melepaskan pelukannya lalu mangeluarkan sesuatu dari balik saku tuxedo hitamnya.Sebuah kotak berwarna merah yang Siwon keluarkan dari sakunya itu, di bukannya kotak itu dan terdapatlah sebuah benda mungil yang bersinar didalamnya. Siwon menyematkan cincin putih bermata mutiara itu di jari manis Yoona., lalu mengecup punggung tangan Yoona dengan segenap cintanya. Air mata Yoona meleleh seketika, dia bisa merasakan kelutusan dari Siwon yang begitu besar kepadanya. Siwon menghapus air mata Yoona dengan ibu jarinya lalu tersenyum.

“Besok kita pulang ke Korea, kita katakan pada mereka bahwa kita akan menikah. Setelah itu, aku akan membawa mu ke Jerman, kita tinggal dan hidup disana bersama dengan anak-anak kita kelak. Yoona saranghae”

Siwon kembali mendekap tubuh Yoona, mengusap kepalanya penuh cinta lalu mengecup puncak kepala Yoona. Yoona memejamkan matanya, tapi tetap saja matanya tak henti-hentinya menangis, mengeluarkan air mata bahagia sekaligus sedih, bahagia karena sebentar lagi impiannya untuk hidup bersama Siwon akan segera tercapai, tapi sedih karena dia harus menyiapkan diri untuk mengatakan semuanya pada Donghae, kekasihnya saat ini.

 

 

To Be Countinued

Full Yoonwon moment kah?Sebenarnya aku sengaja buat part ini, soalnya banyak yang bilang FF ini galau mulu dari chapter awal –__–. Dan chapter 8 ini aku sengaja buat part special Yoonwon, tapi aku gak tahu ini memuaskan atau tidak? Sesuai harapan nited atau tidak? Yang jelas part ini anggap aja sebagai pengganti karena waktu chapter 2 Siwonnya gak ada ….

RCL yah Nited, semoga aku bisa melanjutkan FF ini ke Chapter 9🙂

Tinggalkan komentar

138 Komentar

  1. KieWonkyu

     /  Agustus 23, 2013

    so sweet moment yoonwonnya …tpi msh ada galunya krna hati yoonanya gx bnr” yakin ,,, n aku koq mrsa siwonnya brlaku egois ya mmksakn kehndaknya ya wlaupun yoonanya jga stuju …

    Balas
  2. tia risjat

     /  Maret 10, 2014

    ditengah-tengah ke-sweetan yoonwon momen ini, kenapa bakalan ada acara ngegalau bareng lagi? aduh.. ga bisakah kalau mereka itu langsung kabur seperti rencana wonppa aja? (#nggaaaaak)

    Balas
  3. dede

     /  Maret 17, 2014

    yoonwon romantis bnget.kenapa selalu aj ada hlangan dsaat yoonwon bersama?

    Balas
  4. nina

     /  Mei 4, 2014

    so sweeetttt,,,,, tp msh bkin hati galau…..

    Balas
  5. Rhiiyoonah

     /  Mei 4, 2014

    Yoonwon moment’a romantisss…
    Tp ujung’a ttp galau,,gmn hbgan mrka br-4

    Balas
  6. any

     /  Mei 18, 2014

    Bener jg ya part ini ganti part 2 yg g ada siwon. Ini nih baru yg namanya adil. Habis yg sweet2 jgn2 chapt. selanjutnya menggalu lagi. Pusssiiiiinnggggh…..susahkan bacanya hehehe

    Balas
  7. umu salaamah

     /  Juni 30, 2014

    So sweet tapi …

    Balas
  8. Wah…so sweet banget moment yoonwon nya,tp pasti yoona bakal galau dg perasaannya yg sdah 7th sma2 donghae tnpa ada permasalahan tp sekarang hrus menyakitinya….

    Balas
  9. Dahlia GaemGyu

     /  Juli 31, 2014

    selalu saja ada permasalahan ketika yoonwon lg romantis2an

    Balas
  10. Mia

     /  Agustus 2, 2014

    Yoona pasti akan bingung lagi ketika mengetaqu kebenaran xa tentang donghae

    Balas
  11. anas irwandi

     /  Agustus 19, 2014

    wah….chap special buat yoonwon mau tau kelanjutanya

    Balas
  12. marsiah

     /  Februari 28, 2015

    Yoonwon sweet banget,full yoonwon momen.klo mau kabur ya kabur aja kenapa harus balik ke seoul lagi langsung pergi aja dari jeju ke jerman lupakan donghae oppa dan jesica dan hidup bahagia.

    Balas
  13. prtemuan Yoonwon singkat bnget

    Balas
  14. Susi

     /  Mei 12, 2015

    Terharu banget pas siwon melamar yoona di pantai,, apalagi di tambah dengan keromantisan siwon, saat mereka berdansa dan siwon lagi-lagi mengucapkan kata lamaran nya, di tambah siwon memberikan cincin pada yoona itu bener-bener bikin terharu..😂

    Apakah mereka akhirnya bisa bersama dan menikah, atau kah ketika mereka kembali ke soul yoona akan mebatalkan semuanya dan memilih bersama donghae, apa lagi saat nanti donghae mengatakan tentang penyakitnya pasti yoona ga bakalan tega buat ninggalin dia..😭

    Balas
  15. wiwin

     /  Juli 2, 2015

    Scara tidak langsung yoonaya lagi selingku sma kekasihnya…hahha byarlah eunni egois sdikit itu tidak papah…Poor Donghae sica…

    Balas
  16. Aaakkkkhhhh so sweet bingo!! Bener-bener YoonWon moment.
    Tapi setelah balik ke Seoul apa hubungan mereka akan baik-baik saja??.#IHopeSo

    Balas
  17. Swari kartika

     /  Maret 31, 2016

    Huaaaa so sweet tp gmn slnjutnya tuh yg aku tau donghae lg bersikeras nau nikahin yoona kan..

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: