[2S] Still Loving You (Chapter 1)

 

SEQUEL BREAK UP ~ STILL LOVING YOU Part I

By Uchie / @uchie90

Cast    : Im Yoona , Choi Siwon , Im Yunho , Choi Sooyoung , Kim Youngwoon aka Kangin ETC

Type   :  Sequel / 2S (maybe)

Genre  : Romance , Sad , tentuin sendiri

Rating : PG-13

Disclaimer : This story is mine. Yoona milik Siwon, Siwon milik Yoona. Mereka berdua milik keluarga mereka, SME dan para penggemar mereka. Bila ada kesamaan isi cerita, itu benar-benar tidak disengaja…

Typo mohon dimaafkan…

 

Happy reading all…

 

 

Sequel Break Up ~ STILL LOVING YOU

 

 

Seminggu sejak putusnya pertunangan Yoona dengan Siwon, Yoona terus saja mengurung dirinya dikamar. Ia seperti orang yang benar-benar kehilangan arah. Kakak Yoona, Im Yunho merasa sangat sedih dengan keadaan adiknya itu. Seharusnya hari ini Yoona sedang menikmati bulan madunya dengan Siwon. Hari ini seharusnya Yoona sedang bersenang-senang dengan suaminya, kalau saja pernikahan itu terjadi. Tapi lihatlah keadaannya berbalik 180 derajat. Yoona, gadis tegar dan periang itu tak pernah lagi menampakkan senyumannya. Senyum yang biasa menghiasi wajah cantiknya. Bahkan wajah yang biasanya tidak terlalu berisi itu sekarang makin terlihat tirus.

 

Setiap Yunho memasuki kamar Yoona, ia selalu mendapati Yoona menatap hampa cincin yang melingkar di jari manisnya. Dan itu membuat Yunho merasa kasihan pada adiknya itu. Ia memang tidak mengetahui sebab pasti putusnya pertunangan Siwon dan Yoona. Seminggu yang lalu, Yoona pulang kerumah dalam keadaan yang terlihat menyedihkan. Yunho yang sedang berusaha menanyakan kondisi Yoona saat itu tiba-tiba mendapat telepon dari Siwon yang menyatakan batalnya pernikahan Siwon dengan Yoona. Yunho yang merasa kaget dengan pemberitahuan mendadak Siwon pun meminta penjelasan. Tapi Siwon hanya mengatakan kalau itu yang terbaik untuk Yoona. Yunho tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Itu keputusan yang tidak bisa ia campuri.

 

Memang pertunangan Yoona dan Siwon 6 bulan yang lalu adalah usul Yunho. Siwon adalah teman dekat Yunho sewaktu di sekolah dulu. Saat ia mengetahui Yoona dikhianati namjachingunya saat itu, Yunho memaksa Yoona bertunangan dengan Siwon. Yunho dari dulu memang telah mengetahui kalau Siwon, sahabatnya itu lama memendam perasaan pada adiknya. Maka dari itu ia percaya Siwon pasti bisa merebut hati Yoona dan membahagiakan Yoona.

 

Semula rencananya memang berjalan lancar. Yoona walau dengan terpaksa akhirnya mau menerima pertunangan itu, dan tepat 6 bulan yang lalu resmi lah mereka bertunangan. Pada awal masa pertunangan mereka melihat Yoona memang bersikap dingin pada Siwon, tapi lama- kelamaan sikap Yoona menjadi lebih hangat. Itu tentu saja berkat perjuangan keras seorang Choi Siwon. Siwon selalu berlaku lembut dan baik pada Yoona, mau tak mau hati Yoona pasti akan melunak dan menerima keberadaan Siwon. Walaupun Siwon tahu dilubuk hati Yoona belum ada namanya yang terukir, tapi Siwon selalu sabar dalam menunggu dan yakin suatu saat Yoona akan berbalik mencintainya.

 

Tapi lihat sekarang, Siwon mungkin sudah benar-benar merasa lelah menanti cinta Yoona. Hingga ia dengan mantap memutuskan hubungan yang sudah terjalin selama 6 bulan itu. Sakit tentu saja, tapi ia juga punya hati bukan?Ia sudah cukup bersabar, tapi untuk yang terakhir ini ia benar-benar tidak bisa menerimanya. Yoona sudah menyia-nyiakan kepercayaannya. Dan itu membuat semuanya berakhir satu minggu yang lalu.

 

~•~

 

Matahari perlahan menampakkan cahayanya disela-sela awan yang terlihat beriringan. Cahayanya belum bisa menghangatkan suasana kota seoul yang saat ini masih di selimuti salju yang turun beberapa hari terakhir ini. Diantara pejalan kaki yang sibuk berlalu lalang di trotoar tampak seorang namja berdiri tegap sambil mengutak-ngatik smartphone yang ada ditangannya. Siwon, sang namja itu sekarang beralih menatap seorang yeoja yang ia rasa familiar dimatanya.

 

Sesaat ia terpaku melihat sang yeoja berjalan dengan tatapan kosong dan terlihat tanpa arah. Sang yeoja itupun berhenti dan melihat sebuah truk yang dipastikan berjalan dengan kecepatan cukup tinggi. Yeoja itupun tanpa ragu melangkahkan kakinya ketengah jalan raya, menghadap ke arah truk yang sedang berjalan dan…

 

Bruk!!

 

Ciittt….. Suara rem mobil truk berdecit, sang sopir melihat ke arah samping mendapati yeoja dan seorang namja yang telah menyelamatkan yeo ja tadi.

 

“Kalian ingin mati yaaa!!” Umpat sang sopir truk. Siwon, namja yang telah menyelamatkan yeoja itu membopong tubuh sang yeoja yang tampaknya sudah tidak sadarkan diri. Ia berusaha minta tolong untuk dipanggilkan taksi dan segera membawa sang yeoja kerumah sakit terdekat.

 

~•~

 

“Yoong…. Yoona….” Suara berat Yunho samar-samar terdengar oleh Yoona. Yoona berusaha menyamakan cahaya yang masuk ke celah-celah matanya.

 

“Oppa….” Yoona menatap lemah sang kakak.

 

“Dasar anak nakal!! Kenapa kau begitu bodoh…. Kau ingin meninggalkan Oppa ah?? Kau ingin Oppa tinggal sendirian didunia ini??” Yunho benar-benar syok dengan apa yang dilakukan Yoona pagi ini. Pihak rumah sakit telah menelponnya tadi pagi dan mengatakan bahwa Yoona mencoba menabrakkan dirinya tapi beruntung seseorang menyelamatkannya.

 

“Untung ada seorang namja yang menyelamatkanmu. Oppa tak tahu harus berbuat apa kalau sampai kehilanganmu. Oppa benar-benar berterima kasih padanya.” Jelas Yunho panjang lebar menahan air mata yang kapanpun siap untuk keluar dari pelupuk matanya.

 

“Oppa…. Mianhae… Aku memang adik yang bodoh Oppa…” Yoona perlahan mengeluarkan air matanya. Ia sadar telah membuat kakaknya terpukul karena putusnya pertunangannya dengan Siwon lalu sekarang ia lagi-lagi membuat kakaknya sedih.

 

“Aku hanya bisa menyusahkanmu Oppa… Mianhae….” Tangis Yoona makin menjadi. Yunho yang berada disisi tempat tidur langsung memeluk tubuh kurus Yoona.

 

“Hidupku sudah tak ada harganya lagi. Rasanya aku ingin menghilang saja dari kehidupan ini. Hatiku sakit Oppa…. Aku lelah…” Yoona menumpahkan segala isi hatinya pada Yunho.

 

“Jangan seperti itu Yoong… Kau masih memiliki Oppa… Apa kau tidak memikirkan Oppa…. Kau harus kuat!! Hidup memang kejam, tapi kau tidak sendiri. Ingat itu….” Yunho mencoba memberi ketegaran pada adiknya itu. Ia mengelus punggung Yoona. Tangis Yoona masih memenuhi sudut kamar.

 

Tanpa ada yang menyadari, dibalik pintu kamar itu diam-diam Siwon namja yang menyelamatkan Yoona tadi mengusap tetesan airmata yang tak ia sadari jatuh perlahan dipipinya. Ia mendengar semua yang telah Yoona ucapkan. Hatinya begitu sakit melihat Yoona begitu terpuruk setelah ia tinggalkan.

 

“Kau harus kuat Yoong…. Kau pasti bisa….” Lirih Siwon, dan perlahan melangkah menjauhi pintu kamar rawat Yoona.

 

~•~

 

Setelah 3 hari dirawat, Yoona sudah diperbolehkan pulang oleh dokter yang merawatnya. Yoona yang sudah rapi dan siap meninggalkan rumah sakit siang itupun terlihat lebih cerah. Mungkin karena perkataan Yunho 3 hari yang lalu membuat Yoona lebih kuat sekarang. Ia berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak lagi menangisi nasib kehidupannya.

 

“Ayo Oppa, kita pulang.” Yoona menyunggingkan senyumnya pada Yunho.

 

“Ok, kajja…” Sekarang mereka berjalan meninggalkan kamar rumah sakit tersebut. Disepanjang melewati koridor gandengan tangan Yoona tak pernah lepas dari tangan kiri Yunho. Sedangkan tangan kanan Yunho membawa tas yang berisi kebutuhan Yoona selama dirumah sakit.

 

“Oppa….”Tiba-tiba Yoona menghentikan langkahnya dan diikuti oleh Yunho sambil menatap heran adiknya.

 

“Oppa tidak pergi bekerja??”

 

“Uh?? Oh… Oppa meminta izin sejak kau kecelakaan 3 hari yang lalu.” Nada Yunho terdengar gugup tapi sepertinya Yoona tidak menyadarinya.

“Apa tidak apa-apa?” Tanya Yoona ragu. Yunho tersenyum menggangguk.

 

Yunho sebenarnya sudah dipecat dari tempat kerjanya. Karena tiba-tiba meninggalkan pekerjaannya disaat Yoona kecelakaan, dan atasannya tidak menerima alasan Yunho. Yunho tidak ingin membuat adiknya merasa bersalah lagi dengan mengatakan ia sudah tak bekerja lagi. Toh ia pikir ia bisa mencari pekerjaan lain diluar sana tanpa membuat Yoona khawatir. Yang penting sekarang mengembalikan sosok Yoona seperti Yoona yang dulu.

 

~•~

 

Dikamar sederhana bernuansa putih gading terlihat Yoona sedang mematut dirinya di cermin. Memakai kemeja putih berlengan 3/4 dan rok selutut membungkus kaki bagian atasnya sempurna, ia terlihat sangat anggun dengan pakaian sederhana itu.

 

“Aku harus mendapatkan pekerjaan hari ini.” Tekat Yoona bulat. Ia tahu pasti kakaknya sekarang mulai terbebani dengan kebutuhan mereka berdua. Yoona, sejak menjadi tunangan Siwon kehidupannya sebagian besar memang di tanggung Siwon, walaupun ia juga bekerja di sebuah home industri milik temannya tapi ia hanya sekedar membantu. Jarang ia mendapat gaji yang tetap, karena memang niatnya cuma membantu usaha temannya yang saat itu memang baru dirintis. Sayangnya home industri tersebut sudah tutup dua minggu yang lalu. Dan sekarang Yoona benar-benar harus berusaha sendiri.

 

Tok-tok… Bunyi suara pintu dan perlahan pintu kamar Yoona pun terbuka.

 

“Yoong…” Yunho masuk dan heran melihat penampilan adiknya. Yoona yang mengerti maksud dari tatapan kakaknya itupun langsung memberi senyumannya.

 

“Oppa… Aku akan mencari pekerjaan. Tidak mungkinkan aku berdiam diri terus dirumah…”

 

“Tapi Yoong, Oppa masih bisa memenuhi kebutuhan kita. Kau tidak perlu bekerja.”

 

“Tidak Oppa, aku ingin bekerja. Aku pasti akan bosan dirumah terus-menerus.” Jelas Yoona.

 

“Oppa…  Ijinkan aku… Ya…ya…” Pinta Yoona sambil memperlihatkan wajah memohon. Yunho tampak berpikir dan sejurus kemudian kembali menatap adiknya.

 

“Baiklah, tapi kau harus janji mencari pekerjaan yang tidak terlalu membuat mu lelah. Dan ingat kau harus menjaga dirimu dan kesehatanmu.” Yoona tersenyum senang.

 

“Gomawo Oppa…”

 

Yunho menatap geli tingkah senang Yoona. Adiknya itu benar-benar manis, sesaat ia teringat akan masa-masa kecilnya dulu saat ditinggal kedua orang tua mereka. Yoona, adik kesayangannya ini sungguh malang, hanya merasakan kasih sayang orang tua mereka sebentar, karena waktu menginjak usia 5 tahun orang tua mereka meninggal karena kecelakaan. Dan sejak saat itu Yunho berjanji akan terus menjaga Yoona.

 

“Oppa ayo kita sarapan…” Ajak Yoona memecah lamunan Yunho. Yunho mengangguk dan menyusul langkah Yoona yang telah dulu beranjak dari kamar itu.

 

~•~

 

“Yoona-ssi , Anda bisa kan melakukan pekerjaan ini?” Tanya seorang namja yang diketahui bernama Jung Jinwoon, manager ditempat Yoona melamar pekerjaan saat ini.

 

“Saya akan mencoba dengan sebaik-baiknya Kwajangnim…”

 

“Baiklah mulai hari ini Anda bisa bekerja di restoran ini. Gaji anda untuk 3 bulan kedepan akan kami berikan sesuai dengan gaji masa training yang berlaku di sini. Kami harus melihat bagaimana kinerja Anda untuk dapat kami putuskan menerima Anda sebagai karyawan tetap kami atau tidak.”

 

“Ya, saya mengerti Kwajangnim.”

 

“Sekarang silahkan ke ruang karyawan, disana seseorang akan memberikan seragam dan kunci loker untuk Anda.”

 

“Baiklah Kwajangnim, terimakasih banyak…” Yoona terlihat sangat senang mendapatkan pekerjaan di restoran ini. Perlahan ia berdiri di dari tempat duduknya dan membungkukkan badannya tanda permisi kepada bos baru nya itu.

 

Yoona keluar dari ruangan atasannya dan melangkah ke tempat dimana loker para karyawan berada. ‘Hari ini kau mulai bekerja Yoona, semangat!!’ Gumamnya pada dirinya sendiri. Yoona dengan riangnya mengganti pakaiannya dengan seragam karyawan dan memulai aktifitasnya di restoran itu. Ia membungkukkan badannya dan menyapa beberapa karyawan serta tak lupa memperkenalkan dirinya.

 

Dua tahun kemudian

 

Yoona terlihat menikmati pekerjaannya di tempat ia bekerja saat ini. 2 tahun sudah ia berkutat dengan rutinitas yang itu-itu saja. Jam kerja yang dimulai pada pukul 9 pagi dan berakhir pukul 9 malam. Waktu senggangnya hanya ia habis kan dirumah. Dan selama 2 tahun itu ia berusaha menata hatinya kembali, berusaha melupakan sakit yang disebabkan dirinya sendiri.

 

“Kring!!” Bunyi lonceng dipintu masuk restoran yang membuat karyawan menatap ke arah asal suara. Restoran memang cukup sepi saat itu mengingat jam makan siang sudah lewat 2 jam yang lalu.

 

Sesosok Namja berperawakan tambun masuk kedalam restoran dan menyapu pandangannya ke seluruh sudut restoran. Matanya menangkap sosok yang ia cari. Yoona, yeoja yang ia maksud. Tanpa pikir panjang sang namja langsung menghampiri Yoona.

 

“Yoona….” Sapa sang namja. Yoona diam. Melihat sosok yang ada didepannya ia merasakan hatinya kembali tergores. Setelah bersusah payah menyembuhkan luka 2 tahun yang lalu, sekarang tiba-tiba kenangan pahit itu kembali menari di otaknya.

 

“Yoong, aku ingin bicara… Kau ada waktu?”

Yoona yang sadar ditatap heran oleh teman-teman kerjanya itu, mau tak mau melangkahkan kakinya keluar restoran setelah sebelumnya mengatakan kepada teman-temannya kalau ia ada urusan di luar sebentar. Namja itupun mengikuti langkah Yoona meninggalkan restoran.

 

~•~

 

“Apa yang ingin Oppa bicarakan??” Tanya Yoona dingin. Matanya menatap lurus kedepan tanpa menoleh ke lawan bicaranya. Rambutnya sedikit tertiup angin musim semi sore itu.

 

“Oppa minta maaf Yoong…” Lirih sang namja. Yoona tersenyum kecut.

 

“Terlambat Oppa…. Harusnya itu kau lakukan 2 tahun lalu dihadapan Siwon-oppa. Kau tahu, gara-gara kau aku kehilangan nya, kehilangan orang yang kurasa sangat berharga di hidupku saat itu.” Tanpa terasa air mata Yoona sudah mengaliri pipi tirusnya. Ia kembali teringat tiap detail hari dimana ia terakhir kali bertemu dengan Siwon. Hari dimana Siwon memutuskan untuk mengakhiri pertunangan mereka dan meninggalkannya.

 

“Mianhae Yoong…”

 

“Kangin-Oppa…. semua sudah terlambat, untuk apa lagi kau meminta maaf? Tidak ada gunanya bagiku… Aku pergi…” Yoona perlahan melangkahkan kakinya meninggalkan kangin…

 

“Dia telah pergi untuk selamanya Yoong….”

 

Degg….

 

Langkah Yoona terhenti… Matanya mulai memanas….

 

“Dia telah pergi??” Yoona membalikkan tubuhnya kembali mendekati Kangin.

 

“Apa maksud mu Oppa? Kau mau menipuku lagi??”

 

“Tidak Yoong, aku tidak mungkin berbohong untuk urusan ini… Dia telah meninggal seminggu yang lalu….” Terlihat raut sedih terpancar dari wajah namja itu. Matanya memanas berusaha menahan airmata yang sudah mendesak ingin keluar. Yoona hanya diam dalam membeku menanti kalimat selanjutnya yang akan diucapkan namja dihadapannya ini.

 

“Aku memang membohongimu saat itu, karena diminta olehnya. Saat itu ia mengatakan sambil berlutut kepadaku kalau ia menyesal telah mengkhianatimu. Ia benar-benar mencintaimu Yoong. Aku sangat prihatin melihatnya seperti itu. Dan akhirnya aku pun membantunya untuk bisa menemuimu, walau hanya untuk meminta maaf. Maafkan aku saat itu membohongimu.” Jelas Kangin. Suaranya tertahan akibat perasaan bersalah yang tertanam dihatinya.

 

“Dan kemarin baru aku mengetahui kalau ia telah pergi, aku shock dan mencari tahu apa penyebabnya…. Ternyata ia selama ini menyembunyikan penyakitnya Yoong, kanker otak…”

 

Yoona tak dapat lagi menahan tangisnya. Namja yang pernah mengisi hari-harinya selama 3 tahun, namja yang sempat menjadi pangeran dihatinya, namja yang membuatnya tak bisa berpaling melihat sosok Siwon yang selalu ada di sampingnya, sekarang telah meninggal. Kakinya mendadak lemas, sampai akhirnya ia terduduk menangisi orang itu, Lee Donghae…..

 

~•~

 

“Yoong….” Suara berat Namja menyadarkan Yoona dari lamunanya.

 

“Kenapa? Apa ada masalah?” Yunho, kakak Yoona berlahan mendekat dan mendudukan dirinya disamping Yoona. Yoona menggeleng.

 

“Jangan bohong, Oppa tahu kau sedang memikirkan sesuatukan?” Yoona terdiam, ia memang tidak akan pernah bisa berbohong pada kakak satu-satunya ini.

 

“Oppa… Lee Donghae sudah meninggal…” Lirih Yoona. Matanya berkaca-kaca mengatakan kalimat itu. Ada rasa sedih yang mendalam bila mengingat nama namja itu. Yunho mencoba mencerna tiap kata yang Yoona ucapkan.

 

“Donghae? Meninggal?” Tanya Yunho memastikan apa yang didengarnya adalah kebenaran atau cuma kesalahan dalam pendengarannya.Yoona mengangguk lemah.

 

“Darimana kau tahu Yoong?” Tanya Yunho lagi dengan nada tak percaya.

 

“Kangin-oppa tadi menemuiku Oppa, dan mengatakan semuanya padaku. Aku merasa sesak Oppa, bagaimanapun ia pernah mengisi hari-hariku dulu,…” Yoona menangis pelan.

 

“Sudahlah, itu memang kehendak yang di Atas. Kita tidak bisa berbuat apa-apa karena umur sudah ditentukan oleh-Nya.” Yoona mengangguk dan memeluk sang kakak, menumpahkan segala kesedihan dihatinya, berharap ini tangis terakhirnya untuk namja yang bernama Lee Donghae.

 

“Choi Siwon…. Bagaimana dengan Choi Siwon?? Apa kau telah melupakannya?”

 

Degg….

 

Yoona merasakan jantungnya berdetak lebih cepat. Nama itu… Choi Siwon, nama yang sudah 2 tahun ini tak pernah ia dengar dan ia ucapkan. Nama namja yang 3 tahun yang lalu menjadi tunangannya dan belum genap setahun bertunangan malah memutuskan meninggalkannya.

 

“Kenapa Oppa membahasnya lagi… Mungkin ia sudah bahagia dengan kehidupannya sendiri.” Nada suara Yoona agak tercegat.

 

“Oppa tahu, jauh dilubuk hatimu mempunyai tempat untuk Siwon. Benarkan?” Yoona terdiam, memang benar yang Yunho katakan, jauh didalam hatinya nama namja itu terukir dalam. Selama 2 tahun ini usahanya melupakan namja itu sebenarnya sia-sia, Yoona hanya menampakkan topeng keceriaan di hadapan kakaknya seolah ia tak apa-apa. Padahal di dalam hatinya kesakitan ditinggal Siwon lebih menyiksanya dibandingkan saat ia mengetahui Lee Donghae mengkhianatinya dulu.

 

“Oppa sudah lah, hal itu tak usah dibahas lagi.”

 

“Tapi Yoong…. Siwon…” Belum sempat Yunho menyelesaikan kalimatnya Yoona kembali menyela.

 

“Sudah Oppa, aku tak mau mendengar nama itu lagi…” Nada suara Yoona sedikit meninggi dan ia pun meninggalkan Yunho.

 

“Kau harus tahu Yoong…..” Lirih Yunho yang dipastikan tidak didengar Yoona.

 

~•~

 

Terlihat suasana sibuk di restoran tempat Yoona berkerja. Maklumlah ini jam makan siang, dan dipastikan tempat makan itu dipenuhi pengunjung yang akan menikmati hidangan yang menjadi menu di restoran tersebut.

 

Yoona berjalan mendekat ke arah sebuah meja, ditangannya terdapat sebuah nampan yang berisi dua gelas minuman dan dua piring steak andalan restoran ini. Setelah sampai dimeja yang dituju Yoona pun meletakkan dengan hati-hati apa yang ia bawa dihadapan kedua pelanggan restoran tadi.

 

“Selamat menikmati….” Ucap Yoona sopan sambil melirik kedua orang yang ada dihadapannya ini. Seorang yeoja cantik, yang asyik dengan smartphonenya menoleh tersenyum pada Yoona. Dan di seberang seorang namja berjas lengkap yang tengah asyik membaca buku sehingga buku tersebut menutupi sebagian wajah sang pria.

 

“Terima kasih” ucap sang namja tanpa mengalihkan pandangannya dari buku bacaannya. Yoona merasa familiar dengan suara itu, tapi buru-buru ia tersadar karena banyak pesanan yang harus ia antarkan ke meja-meja lainnya.

 

“Ayo kita makan Oppa….” Ajak sang yeoja kepada namja yang ada didepannya ini. Perlahan namja itupun menutup buku bacaannya dan meletakkannya diatas meja. Terjadilah percakapan-percakapan seru antara si namja dan sang yeoja tadi. Sesekali mereka tertawa bersama, dari jauh terlihat seperti sepasang kekasih yang sedang kasmaran.

 

“Kau lihat pasangan yang ada disana, serasi bukan?” Bisik rekan kerja Yoona kepada rekan kerjanya yang lain.

 

“Iya, aku jadi iri…”

 

Yoona yang mendengarnya pun tanpa sadar menoleh ke arah pandang teman-temannya. Air muka Yoona berubah, ia kenal betul namja yang ada disana. Dadanya terasa sesak melihat adegan yang tersaji didepannya.

 

Prak!!

 

Seketika nampan yang berada ditangannya terlepas dan jatuh. Yoona langsung berlutut membereskan kekacauan yang ia buat, sambil terus menahan airmata yang menyesak ingin keluar.

 

“Yoona… Kau tak apa??” Tanya teman-temannya.

 

“Aku tak apa…” Jawab Yoona sambil berlalu dari kumpulan rekannya itu.

 

Disisi lain, para pelanggan juga bertanya-tanya apa yang terjadi, tapi mereka langsung kembali ke aktifitas makan mereka setelah teman-teman kerja Yoona meminta maaf atas kegaduhan yang terjadi.

 

“Ada apa dengan pelayan itu?” Gumam sang yeoja yang menjadi pembicaraan teman kerja Yoona tadi.

 

“Entah lah, ayo lanjutkan makanmu, aku harus segera kembali kekantor.”

 

“Yak!! Oppa!! kau jarang-jarang makan dengan ku. Jadi kau harus menemaniku kali ini sampai selesai dan jangan terburu-buru.” Cerewet sang yeoja.

 

“Terserahlah.” Jawab namja itu pasrah.

 

~•~

 

Yoona merasa tubuhnya linglung. Setelah kejadian tadi siang ia memutuskan meminta ijin untuk pulang lebih awal kepada manager restoran. Bukannya pulang, tapi Yoona malah berjalan tidak tentu arah menerobos kerumunan orang-orang. Tanpa sadar kakinya membawanya ke sebuah taman bermain anak-anak. Merasa lelah, Yoona pun menghentikan langkahnya dan menduduki sebuah bangku kosong yang terdapat di taman itu.

 

Yoona memukul-mukul dadanya, mencoba membuat sesak dihatinya sedikit berkurang tapi ia malah merasa dadanya semakin sesak. Kembali air matanya mengalir tanpa disuruh, ia menangis dalam diam. Menangis sejadi-jadinya tanpa suara hanya isakan yang terdengar. Memang dia yang membuat Siwon meninggalkannya, memang dia yang keterlaluan tidak bisa mencintai namja itu saat namja itu sudah berada disisinya. Sekarang kenapa ia yang menjadi tersiksa seperti ini hanya melihat seorang Choi Siwon makan siang bersama yeoja lain. Apa itu pula yang dirasakan Siwon saat tak sengaja memergokinya makan siang dengan donghae dua tahun yang lalu? Apa sesakit ini rasanya? Apa itu artinya dia juga ternyata mencintai seorang Choi Siwon? Kenapa baru sekarang ia menyadarinya…. “Semua sudah berakhir Im Yoona, semua sudah berakhir tanpa pernah kau memulainya.” Lirih Yoona.

 

“Kenapa kau kembali muncul dihadapanku?”

 

~•~

 

Keesokkan harinya, seperti biasa Yoona bangun pagi dan bersiap-siap untuk pergi ke tempat kerja. Ia melewati ruang tamu dan mendapati Yunho, kakaknya sedang asyik mengerjakan tugas kantor di laptopnya.

 

“Oppa tidak kerja?”

 

“Oh… Yoong, Oppa masih mengerjakan laporan ini. Mungkin satu jam lagi Oppa akan berangkat. Kau berangkat sendiri tak apa kan?”

 

“Tak masalah Oppa, tapi apa Oppa tidak akan terlambat?” Tanya Yoona sambil melahap roti isi yang berada di atas meja samping laptop kakaknya.

 

“Aku sudah ijin Yoong, sudah sana berangkat.”

Yoona tanpa babibu lagi beranjak dari samping kakaknya melangkah meninggalkan rumah.

 

Sekarang Yoona berada di halte menunggu bus yang akan membawanya menuju tempat kerjanya.

 

“Hai, Yoong…!!” Sapa seseorang membuat Yoona melonjak kaget.

 

“Aiissh… Kau ini bisa tidak menyapa dengan suara lembut.” Dumel Yoona.

 

“Sorry Yoong… Kenapa kau disini Yoong? Yunho-oppa tak mengantarmu dengan motornya?”

 

“Dia akan telat kekantor jadi aku berangkat sendiri saja.”

 

“Oohh… Mmm, Yoong boleh aku bertanya sesuatu.” Yoona menatap yeoja yang ada disampingnya ini penasaran.

 

“Tanya apa?”

 

“Hmm… Apa Yunho-oppa sudah punya kekasih?” Seketika tawa Yoona pecah mendengar pertanyaan temannya itu.

 

“Kau menyukai kakakku kan, Jihye??” Jihye hanya tersenyum malu, dan itu membuat Yoona makin meledakkan tawanya.

 

Di sudut lain tanpa Yoona ketahui, seorang namja menatapnya dengan senyum getir. “Kau hidup bahagia 2 tahun ini kan Yoong ??” Gumam sang namja.

 

~•~

 

Seperti biasa siang itu kesibukan sudah menjadi rutinitas biasa untuk Yoona. Mencatat pesanan, mengantarkan pesanan serta tak jarang ia membersihkan meja setelah ditinggalkan sang pengunjung.

 

“Yoong tolong kau layani yang di meja 7 sepertinya mereka sudah menunggu lama.” Perintah sang manager.

 

“Baik, kwajangnim….” Yoona langsung menuju meja nomor 7 tanpa melihat terlebih dahulu siapa orang yang duduk dimeja tersebut.

 

“Maaf, lama menunggu. Anda mau memesan apa tuan?” Tanya Yoona sesopan mungkin. Pasangan yang ditanya itu mau tidak mau mengarahkan pandangannya ke Yoona.

 

Yoona merasa sekujur tubuhnya lemas, kenapa hari ini ia harus bertemu dengan namja itu secara langsung.

 

“Yoona??”

 

Yoona tak tahan lagi, ia merasa tak sanggup berada disituasi seperti ini. Yoona membalikkan tubuhnya dan mempercepat langkahnya meninggalkan meja tersebut.

 

“Maaf, kwajangnim…  Aku ijin pulang cepat hari ini.” Tanpa mendengar jawaban dari atasannya Yoona berlari kearah pintu keluar. Siwon, namja yang membuat Yoona melarikan diri dari pekerjaannya itu menatap kepergian Yoona sendu.

 

“Oppa kau mengenal gadis itu?” Tanya yeoja yang bersama Siwon.

 

“Soo, kau makan sendiri saja ya. Ada sesuatu yang harus ku kerjakan.” Siwon berdiri dari dudukannya dan langsung berlari ke pintu keluar restoran. Ia merasa ada yang harus ia bicarakan dengan Yoona. Melihat sikap Yoona saat menatapnya tadi, Siwon semakin penasaran ada apa dengan gadis itu. Bukankah ia bahagia dengan kehidupannya yang sekarang.

 

Siwon berusaha mengejar Yoona yang sudah berada dikerumunan para pejalan kaki. Tidak mudah memang mencari sosok Yoona saking banyaknya yang berlalu lalang, tapi Siwon terus saja berlari, mencari kemana yeoja itu pergi. Sampai akhirnya ia merasa kakinya sedikit lelah.

 

“Kemana kau Im Yoona….” Gumam Siwon. Tak lama matanya menangkap sosok seorang gadis yang menelungkupkan wajahnya dengan kedua tangannya di sebuah bangku taman tak jauh dari tempatnya berdiri. Pakaian yang dipakai gadis itu menunjukkan ini adalah yeoja yang ia cari. Siwon perlahan mendekat dan mendudukan dirinya diujung bangku.

 

“Menangis lah….”

 

Yoona mendongakkan kepalanya setelah mendengar suara seseorang. Ia terhenyak, Siwon, namja yang tadi sengaja ia hindari telah berada di sampingnya. Yoona berusaha menahan airmatanya, dan berdiri bersiap melangkah meninggalkan Siwon.

 

“Kenapa kau menangis…” Kembali Siwon bertanya dan itu sukses membuat Yoona menghentikan langkahnya.

 

“Kenapa kau menangis Im Yoona? Bukankah aku telah melepasmu? Seharusnya kau berbahagia bukan? Kenapa kau malah seperti ini bertemu denganku?”

 

“Bukan urusanmu…” Ketus Yoona, kembali melangkahkan kakinya. Tapi tangan kekar Siwon kembali menghentikannya.

 

“Tolong jawab pertanyaanku.” Tegas Siwon. Yoona merasa muak, emosinya memuncak. Kenapa namja ini harus memaksanya.

 

“Jangan muncul lagi di hadapanku, karena kau yang meninggalkan ku.” Satu kalimat yang sukses membuat hati Siwon terasa di tusuk ribuan pisau. Matanya memanas, memang benar apa yang Yoona katakan. Ia lah yang memutuskan untuk meninggalkan Yoona, dan sekarang apa haknya menampakkan diri dihadapan yeoja yang masih amat ia cintai ini.

 

Perlahan genggaman tangan Siwon melonggar, Yoona yang sudah mati-matian tidak menampakkan airmatanya di depan Siwon, tak dapat lagi membendung air matanya. Posisi nya yang membelakangi Siwon sedikit membantunya, Siwon tak akan melihat air matanya jatuh. Merasa genggaman tangan Siwon yang sudah lepas, Yoona pun langsung berjalan cepat meninggalkan taman itu. Menahan sesak dihati, airmatanya mengalir semakin deras. Yoona berlari berharap angin yang menerpa menyamarkan airmata yang mengaliri wajah putihnya.

 

“Maafkan aku Yoong….” Lirih Siwon menangis dalam diam ditempatnya menatap punggung gadis yang ia cintai.

 

“Maaf….”

 

~~~

~~~

 

 

Sebenernya bingung, mau lanjut apa enggak… Aku liat koment dulu kayaknya… Boleh juga kasih solusi buat cerita end nya gimana, jujur lagi buntu mikirin lanjutannya…. Kalau emang jadi aku bikin, kemungkinan next part adalah akhir dari cerita ini….

Masih diharapkan Like+komentnya bagi yang baca, walau ni cerita GaJe bgt, gak mutu, gak menarik n gak nyambung ma Drabble nya…. T.T

Lagi2 ngingetin aq line 90 jg jgn panggil author atau thor, masih banyak aj yang manggil gt… (́_̀)  , oke deh ampe ketemu di cerita2 berikutnya yaaa… Jgn lupa follow twitter aku#promosi…. Annyeong

 

(Gee….Thanks you and bigHug)

Tinggalkan komentar

108 Komentar

  1. Jiaaaaahhh kirain bakal panjang kkk~
    Soalnya scrollnya masih jauh buat mencapai paling bawah wkwkwk
    Siwon kenapa? Kok kayak ada yg mau dibilang sama Yunhoppa? Dan kenapa epilognya Siwon bilang ‘maaf’?
    Penasaraan ><

    Balas
  2. Sessakkkk…..sumpah !!!!
    ada apa dgn Siwon sbnarnya ???
    Knp mrka tdak kmbli brstu aja ??

    Balas
  3. dinaaljannah

     /  Januari 13, 2014

    Saad banget asli😦

    Balas
  4. tia risjat

     /  Januari 22, 2014

    kenapa.. kenapa.. kenapa..??? kalian kan masih saling mencintai.. kenapa sich masih suka kaya gitu? apa susahnya coba bilang saranghe terus balikan lagi? aish..

    Balas
  5. Pas banget kayaknya buat orang yg lagi agak-agak galau gimana gitu?._.
    DAEBAK!! Sad banget ^^

    Balas
  6. ayu dian pratiwi

     /  Februari 27, 2014

    Gantung ceritanya. Moga lanjutanbya selesai

    Balas
  7. Dede

     /  Mei 22, 2014

    Aduh kasian banget yoona,bikin galau tingkat dunia aj.semoga yoonwon dapat mengungkapkan perasaan msng”.

    Balas
  8. kerenn.. jd pngen ikutan nangis…

    Balas
  9. Ceritanya benar2 Galau, setelah di baca sampai akhir ternyata Yoona memang patah hati dan yg tak di sadarinya ternyata dia malah mencintai wonppa, kira2 apakah mereka bersatu ya………

    Balas
  10. hanna lee

     /  Juli 19, 2014

    rasanya greget sekali oenn, aaaaa mereka terlalu sibuk sm pemikiran hati masing2 zz ayodong coba salig cari tau perasaan masing2 wkwkwk

    Balas
  11. azzryia noer hayyati

     /  Agustus 31, 2014

    Pasti pd ngerasa nyesel deh yoona ma wonppa klo rasa cinta tulus pasti ada jlnnya bwt bersatu….lanjut….

    Balas
  12. Cha'chaicha

     /  September 22, 2014

    Huhu gregetan, dan apa yg sebener’y pengen yunho oppa bilang..

    Balas
  13. Daebaaak eonni ni ff bnar2 mnyntuh hti ku mdah2 an yw brsatu dan cpet mnyelsaikan kslahpahaman nya

    Balas
  14. Sad bgt critany,knp mreka berdua ga mmberi kesemptan hati mreka bt mncoba bersama skali lg,endingny happy kn????

    Balas
  15. ayhu

     /  Oktober 19, 2014

    Jd penasaran apa hub. Siwon dgn yeoja yg makan bersamax.
    Moga2 mereka berdua bersatu.

    Balas
  16. fitria

     /  November 3, 2014

    emmmmm, bikin air mata ngalir gtu aja

    Balas
  17. Nyess bgtt bacanya hidup yoona terpuruk bgtt kasihan😦

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: