[FF] Stay and Remember Me (Chapter 3)

STAY AND REMEMBER ME

Poster ff SRM 2 

Author             : misskangen (RinduforKPop)

Type                : Sekuel

Genre              : Angst

Rating             : PG 15

Main Cast        : Im Yoona, Choi Siwon

Support Cast   : Kwon Yuri, Victoria Song, other casts

Anyeong…. fanfiction sekuel paling membosankan dan bikin sakit mata ini pun kembali menyapa para reader dengan lanjutan ceritanya. Sebelumnya, terima kasih buat readers baik hati yang telah sudi memberikan komentarnya pada part yang lalu. Beberapa komentar mengeluhkan pendeknya cerita dalam satu chapter. Mianhae… sesungguhnya alasan kenapa ceritanya pendek, karena memang aku berencana buatnya ga terlalu panjang dan berbelit-belit. Ini bahasa lainnya untuk nge-les karena ga punya ide. 😀

Ga perlu banyak kata pengantar dari aku, langsung aja dinikmati….(dah kayak makanan ya buk….)

Happy reading all!!!

 

-Part III-

 

Gadis itu terlihat sangat sibuk, dengan wajah penuh cemas masih memandangi buku agenda yang ada di atas pangkuannya. Gadis itu masih duduk di atas ranjangnya, sambil membolak-balik buku agenda miliknya. Lembar demi lembar dibaca cepat, mencari sesuatu yang mungkin bisa ditemukan di dalam sana. Sesuatu… suatu petunjuk yang mungkin bisa memberinya informasi dan membawanya ke tempat sahabatnya berada.

Yuri sangat sibuk berpikir… berpikir ke semua tempat yang mungkin akan didatangi Yoona bila dia pergi. Mulai dari butik milik Yoona, kampus tempat Yoona kuliah dulu, sampai rumah teman-teman yang cukup akrab dengan Yoona yang mungkin saja dijadikan tempat persembunyian Yoona.

Yuri berusaha menghubungi satu persatu teman kuliah Yoona dulu, tapi tidak ada satupun jawaban mereka yang memberinya kepuasaan karena tak satupun hal yang keluar dari mulut mereka yang dapat dijadikan petunjuk. Apakah mereka sengaja bungkam? Apakah mereka telah dihasut oleh Yoona sebelumnya sehingga mereka dengan terpaksa hanya menjawab ‘tidak tahu’ perihal keberadaan Yoona. Terkadang pikiran itu selalu mengganggu Yuri dalam setiap usaha yang dilakukannya.

Beberapa kali Yuri menyambangi rumah Yoona, hal pertama yang dilakukan Yuri. Berapa kali pun dia bertandang kesana, maka berkali-kali pula Yuri merasa kesal. Ingin sekali mengamuk kepada semua pembantu di rumah Yoona yang jawabannya setali tiga uang, yaitu ‘tidak tahu’. Telinganya, hatinya, bahkan matanya panas setiap kali ada satu peluang yang mungkin menjadi petunjuk tapi pada akhirnya tetap saja hasilnya nihil.

Yuri masih merasa ada yang janggal dengan hilangnya Yoona, begitupun dengan orang-orang yang ada di rumah Yoona, semua pembantu rumahnya. Han Ahjumma, kepala pembantu sekaligus ibu asuh Yoona. Selama beberapa kali Yuri datang, Han Ahjumma tidak pernah terlihat. Padahal biasanya Han Ahjumma adalah orang paling sibuk seantero rumah, yang doyan berseliweran kesana-kemari di lingkungan rumah Yoona.

Han Ahjumma… dia kini ditetapkan sebagai tersangka oleh Yuri. Tersangka yang pasti tahu dengan jelas dimana keberadaan Yoona.

Dengan tergesa-gesa Yuri mengganti pakaiannya, dan berlari keluar rumah. Kali ini harus berhasil mendapatkan informasi tentang Yoona, hanya itu yang ada di dalam pikiran Yuri saat itu. Yuri mengendarai mobilnya dengan cepat dan sedikit terburu-buru. Takut jika buronannya akan kabur sebelum ditangkap.

Sekali lagi, rumah Yoona yang akan didatanginya dan dengan harapan tinggi menemukan jalan keluar dari masalah yang sudah beberapa hari ini menghantui pikirannya.

“Nuguseyo??!!”  suara keras seorang wanita paruh baya itu terdengar dari dalam rumah, sementara Yuri yang sejak tadi memencet bel makin tidak sabar karena tak seorangpun keluar untuk menemuinya. Akhirnya pintu itu terbuka dan muncullah wanita paruh baya itu di depan Yuri.

“Han Ahjumma, aku tidak akan berbasa-basi lagi cepat katakan dimana sekarang Yoona berada. Dan aku pastikan ahjumma tidak perlu mengarang cerita tentang keberadaan Yoona,” sembur Yuri saat itu juga, memandang Han Ahjumma dan kelihatan kalau Yuri sangat tegang dengan situasi tersebut.

“Mengapa nona menanyakan keberadaan uri Agassi, bukankah dia mengatakan pada anda kemana dia pergi,” kata wanita itu dengan ekspresi datar membuat Yuri sempat terperangah.

“Sudah kukatakan Ahjumma tidak perlu mengarang cerita. Aku tahu kau sangat dekat dengan Yoona, sudah seperti ibunya sendiri, kau pasti tahu apa yang sebenarnya disembunyikan Yoona belakangan ini. Satu hal yang perlu ahjumma ketahui, aku mulai mencurigaimu jadi sebaiknya ahjumma beritahu aku segala sesuatunya sebelum aku melakukan hal yang tak diinginkan,” ancam Yuri galak.

“Lakukanlah apa yang ingin anda lakukan, tapi tetap saja aku tak bisa memberi jawaban yang anda inginkan karena memang aku tak tahu apa-apa. Maaf, saat ini aku sangat sibuk dan Agassi tidak ada dirumah jadi sebaiknya anda pulang saja,” Han Ahjumma buru-buru menutup pintu meninggalkan Yuri yang terbengong melihat tingkah wanita itu.

 

Yuri POV

DUKK!!!!
Wah.. dia membanting pintu. Tidak biasanya Han Ahjumma sikapnya seperti itu, biasanya dia sangat ramah pada siapa saja terutama pada teman-teman dekat Yoona. Tapi justru yang barusan kulihat adalah tatapan tidak senang dan raut wajah kesal yang ditunjukkannya padaku. Ini pertama kalinya Han Ahjumma bersikap seperti itu dan situasi ini membuatku semakin curiga.

Beberapa hari ini kerjaanku grasak-grusuk (?) kesana-kemari mencari informasi tentang keberadaan Yoona yang sudah lebih dari seminggu lost contact denganku. Aku datangi rumahnya beberapa kali mungkin aku bisa bertanya pada Han Ahjumma, tapi wanita itu tak pernah muncul, malah pembantunya bilang Han Ahjumma sedang pergi keluar… masa setiap hari dia keluar tanpa pernah meninggalkan pesan kepada orang di rumah, padahal biasanya dia itu tidak pernah punya karir di luar rumah selain jadi ibu asuh dan kepala pembantu maupun kepala rumah tangga pengganti di rumahnya Yoona.

Dari banyak tempat yang mungkin didatangi oleh Yoona yang sudah kuselidiki, situasi dan kondisi pada Han Ahjumma yang paling membuatku curiga. Kalau begitu aku akan mencoba membuntutinya kalau dia keluar rumah lagi, siapa tahu ini akan membawaku pada Yoona dan menemukan jawaban tentang keberadaannya saat ini.

Untuk sementara aku akan bertahan di suatu tempat dan bersembunyi sampai Han Ahjumma keluar rumah. Semoga saja hari ini Han Ahjumma berniat mengunjungi Yoona, jadi aku bisa mengetahui rahasia apa yang sebenarnya disembunyikan Yoona sampai dia tak mau memberitahukan padaku. Padahal selama ini Yoona selalu bercerita jika ada masalah, baik yang ringan maupun yang berat sekalipun. Sungguh menyesakkan ketika aku mendapati Yoona yang telah berbohong dan pergi tanpa memberitahukan kejelasannya kepadaku.

Yuri POV End

Beberapa jam kemudian, Yuri yang sudah mulai bosan menunggu sambil bersembunyi di dekat rumah Yoona akhirnya merasa lega melihat Han Ahjumma keluar dari rumah. Han Ahjumma kelihatan sedikit terburu-buru berjalan cepat menuju halte.

“Itu dia!! pokoknya aku tak boleh gagal mengikutinya. Tapi aneh, kenapa dia malah naik bus yaa?? Biasanya dia akan naik mobil pribadi milik keluarga Yoona diantar supirnya. Wah… ada yang tidak beres nih, semua hal diluar dari ‘biasanya’,” kata Yuri pada dirinya sendiri sambil memperhatikan laju bus yang dinaiki Han Ahjumma dari dalam taxi. Yuri sengaja menyembunyikan mobilnya di suatu tempat, sehingga aksinya untuk membuntuti Han Ahjumma akan lebih mudah dan tetap tersamarkan. Karena bagaimanapun Han Ahjumma sangat mengenali mobil yang sering digunakan Yuri.

Akhirnya bus itu berhenti di halte pusat kota dan Han ahjumma keluar dari bus berjalan ke suatu gedung besar bercat putih. Yuri yang masih mengikutinya mulai menyadari kemana Han ahjumma pergi.

“Rumah Sakit?? Siapa yang sakit ya… aduh, apa Yoona sakit ya??” Yuri semakin penasaran dan terus mengikuti wanita paruh baya itu. Kelihatannya Han Ahjumma sama sekali tak menyadari keberadaan Yuri yang mengikutinya sejak tadi. Hingga akhirnya Yuri melihat Han Ahjumma masuk ke ruang ICU dan tiba-tiba jantung Yuri berdetak sangat cepat membuat dadanya sedikit sesak.

“Siapa yang sakit di dalam sana? Aku harap itu bukan Yoona..” pinta Yuri dalam hati. Yuri kini bersembunyi ditempat yang tak terlihat dari ruang ICU itu, menunggu saat Han Ahjumma keluar. Yuri berencana akan mencegat Han Ahjumma nanti dan menginterogasinya terkait pasien dalam ruang ICU itu. Tapi setelah berpikir beberapa kali dengan berbagai pertimbangan, akhirnya Yuri memutuskan untuk masuk sendiri ke dalam ruang ICU itu untuk mengetahui siapa yang ada di dalamnya.

Setelah menunggu beberapa lama, Han Ahjumma keluar dari ruangan steril itu, sepertinya wanita itu langsung pulang karena tak terlihat menyapa siapapun termasuk dokter maupun suster yang dilihatnya. Yuri pun tidak membuang kesempatan, dia langsung masuk ke dalam ruang ICU untuk memenuhi rasa penasarannya dan dia pun mendapatkan jawabannya.

-0-

 

Siwon POV

“Oh Yul, kau datang. Kebetulan aku sedang tidak sibuk, bagaimana kalau kita mencari Yoona, apa kau sudah mendapat informasi tentang keberadaan…” kata-kataku terhenti melihat ekspresi wajah Yuri yang baru saja datang ke ruanganku.

Yuri terlihat sangat kacau. Wajahnya pucat, matanya sembab dan terlihat sangat shock. Apa yang sebenarnya terjadi padanya sampai keadaannya seperti itu?

“Oppa, aku tahu dimana Yoona berada,” Yuri berbicara dengan tatapan kosong dan matanya di saat yang sama memancarkan sorot kesedihan. Yoona… dia menyebut nama itu. Sosok dengan nama itu yang sudah menghilang dari hari-hariku lebih dari seminggu ini, sosok yang sangat kurindukan saat ini. Dan kini Yuri datang menyebut namanya tapi disertai ekspresi yang sangat mengkhawatirkan, situasi ini membuatku takut. Aku takut untuk menebak kalimat apa yang akan aku dengar selanjutnya dari Yuri tentang Yoona.

Aku mencoba tersenyum dan mengabaikan firasat burukku. “Jinja?? Dimana Yoona?? Ayo kita temui dia, aku sudah sangat merindukannya,” aku hanya mendapat anggukan dari Yuri dan bersiap pergi ke tempat Yuri membawaku menemui Yoona. Yoong, akhirnya kita akan segera bertemu kembali, aku sangat merindukanmu dan aku sangat ingin memelukmu. Memeluk tubuhmu dan mencium kening indahmu. Tunggulah, Oppa segera datang.

 

 

 

Di dalam mobil sepanjang jalan Yuri hanya diam dan memandang lurus ke depan. Dia terlihat kacau bahkan seperti mayat hidup, pucat dan tak bersemangat. Aku masih tidak berani mengajaknya berbicara, aku masih takut mendengar kalimat yang akan keluar dari mulutnya tentang keadaan Yoona. Bisa saja aku akan menjadi persis sepertinya –seperti zombie- jika aku tahu sesuatu yang buruk menimpa Yoona, bahkan aku bisa lebih parah dari itu. Dan firasat buruk yang sejak tadi ku abaikan, kini semakin menohok di dalam dadaku.

“Berhenti Oppa, kita sudah sampai” aku benar-benar tidak bisa berkata sepatah katapun ketika kusadari kami berhenti di sebuah rumah sakit di pusat kota. Tidak, Yoona pasti baik-baik saja, aku mencoba menenangkan diri walau hasilnya gagal total.

Aku berjalan mengikuti langkah Yuri yang gontai masuk kedalam rumah sakit. Aura tak menyenangkan di rumah sakit ini begitu terasa, aku tak begitu menyukai rumah sakit. Aku masih terus berusaha mengatur napasku yang entah mengapa mulai terasa sesak, mungkinkah karena aroma rumah sakit atau karena hatiku yang sedang galau hingga Yuri berhenti di depan sebuah ruangan dan mengarahkan tangannya menunjuk pada satu ruangan, ruangan yang cukup membuat bulu romaku meremang. “Disana.. Oppa bisa menemukan Yoona,” aku memandang kosong pada pintu yang ditunjuknya.

Ruang ICU, benarkah Yoona ada disana?? Ya Tuhan, semoga aku hanya bermimpi. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi padaku bila aku masuk ke sana dan menemukan Yoona ada disana.

“Oppa, masuklah dan temuilah Yoona. Dia sungguh sedang berada disana” Yuri berbicara tanpa melihatku yang masih menatapnya penuh tanya. Hampa, hanya kata itu yang bisa menggambarkan Yuri saat ini. Lalu bagaimana dengan aku nantinya??

Aku mulai memberanikan diri melangkahkan kakiku menuju ruangan itu. Sampai di dalam sana, aku melihat sesosok tubuh terbaring tak berdaya dengan serangkaian alat-alat medis yang terpasang ditubuhnya. Lututku terasa lemas dan air mataku menetes begitu saja karena yang kulihat adalah tubuh Yoona, yeojachingu-ku yang sangat aku cintai.

Aku berjalan mendekatinya, mendekati tubuhnya yang terbujur diam di atas ranjang rumah sakit. Napasku terasa sangat sesak dan aku kesulitan bernapas.  Aku duduk di sebelah ranjangnya, memandangnya seperti ini aku merasa seperti ada ribuan jarum yang ditusukkan langsung ke jantungku. Sakit… sakit sekali rasanya. Leherku terasa terkcekat seperti ada yang sedang mencekikku hingga aku tak sanggup mengucapkan sepatah katapun. Aku menangis sesenggukan, air mataku bercucuran.

“Chagiya, mengapa.. mengapa kau seperti ini. Oppa sudah datang… Oppa ingin meminta maaf untuk sikap Oppa selama ini padamu. Oppa mohon bukalah matamu,” kata-kataku tersendat oleh air mata yang terus mengalir dan dadaku makin terasa sesak.

Tidak ada reaksi apapun, matanya tetap terpejam. Aku hanya mendengar desahan napasnya dan suara kardiograf disekitarnya. Aku memegang tangannya, terasa sangat dingin dan sangat lemah. Wajahnya yang pucat masih terlihat sangat cantik bagiku. Aku ingin menyentuh dahinya, namu terhalang oleh balutan dikepalanya. Apa sebenarnya yang terjadi Yoong?? Ada apa dengan kepalamu, mengapa dokter membebatnya seperti itu, apa kau mengalami kecelakaan??

Rasanya aku hancur menjadi kepingan-kepingan puzzle. Aku masih berharap ini hanya mimpi, aku berharap saat ini Yoona akan berdiri di depanku, tersenyum dan memelukku. Apakah mimpi itu masih bisa terwujud??

 

Siwon POV End

Mereka berdua, Yuri dan Siwon, masih terdiam satu sama lain. Tidak mampu berkata-kata. Mereka hanya saling menatap –dengan tatapan penuh kesedihan. Mereka hanya duduk di ruang tunggu rumah sakit dengan keheningan dan tatapan kosong tanpa semangat sama sekali.

Mereka melihat seorang dokter keluar dari ruang ICU tempat Yoona dirawat. Mereka langsung mengejarnya.

“Dokter, apa anda yang bertugas merawat Yoona? Bisakah anda jelaskan apa sebenarnya yang terjadi padanya? Mengapa Yoona tak kunjung sadar? Yoona masih bisa sembuh kan?” Siwon dan Yuri menghujani sang Dokter dengan pertanyaan-pertanyaan.

“Ne.. Saya Dokter Kim. Saya lah Dokter yang merawat Yoona sejak awal. Yoona baru saja selesai operasi seminggu yang lalu. Saat ini Yoona sedang koma pasca operasi dan sudah berjalan seminggu, tentu saja saya tidak bisa memprediksikan kapan Yoona akan sadar”

“Sejak awal? Apa maksud Dokter dengan itu, tolong jelaskan secara terperinci apa yang terjadi pada Yoona. Tidak ada yang perlu ditutupi, sebagai sahabatnya aku sangat terpukul dengan keadaan Yoona seperti ini,” Yuri mulai mendesak Dokter Kim.

“Aku sudah berjanji pada Yoona untuk tidak memberitahu keadaannya kepada siapapun selain Han Ahjumma”

“Han Ahjumma??!! Mengapa hanya dia? Dokter Kim, jebal… aku mohon beritahu kami yang sebenarnya. Aku tidak sanggup melihat yeojachingu-ku terbaring di ruangan itu,” Siwon memelas.

“Sudah kuduga, pasti Han Ahjumma tahu sesuatu. Dokter Kim, kenapa harus Han Ahjumma, katakanlah juga pada kami. Aku mohon Dokter Kim,” Yuri menangkupkan tangan tanda memohon.

Sepertinya sang dokter tidak tahan dengan tatapan memelas keduanya apalagi tatapan Siwon Oppa yang bikin orang melting bak coklat itu, kayaknya belajar dari Donghae Oppa deh… (abaikan author aneh ini ya…ga penting!!) -__-

“Baiklah… sepertinya keadaan juga sudah diluar yang kuperkirakan. Sebenarnya Yoona adalah pasienku sejak beberapa bulan yang lalu. Yoona menderita tumor otak yang parah sehingga satu-satunya cara adalah melakukan operasi untuk mengangkat tumor itu dari kepalanya. Tapi operasi itu memiliki efek samping, yang teburuk adalah pasien akan kehilangan sebagian memorinya. Dengan kata lain dia akan melupakan beberapa hal tentang dirinya bahkan mungkin melupakan orang yang dikenalnya. Hal ini membuat Yoona ragu untuk melakukannya, hingga sebulan yang lalu dia memutuskan untuk melakukan operasi. Namun sebelum operasi dilakukan, dia mengatakan ingin membuat kenangan indah dengan orang-orang yang disayanginya walau kelak ia tidak akan mengingat itu semua”

Mendengar penjelasan Dokter Kim, Siwon merasa sangat terpukul. Siwon baru menyadari sikap aneh Yoona yang tiba-tiba berubah egois dan manja belakangan ini. Alasan mengapa Yoona meminta tujuh hari darinya. Tujuh hari kebersamaan dengannya yang mungkin diharapkan Yoona sebagai kenangan terakhir bersamanya sebelum Yoona melupakan segalanya.  Kenyataan itu membuat Siwon sangat menyesali apa yang sudah terjadi. Siwon merasa bahwa kata ‘andai’ pada saat ini begitu indah untuk digunakan. Andai aku menuruti semua keinginannya tanpa mengecewakannya. Andai aku bersikap lebih lembut dan menghujaninya dengan segenap perhatian. Andai aku tak mengabaikan keluhannya. Andai aku bisa memutarbalikkan waktu. Andai….. batin Siwon terus mengulang kata ‘andai’. Tapi tetap saja ketika kembali pada reality kata ‘andai’ ibarat oase yang berharap ditemukannya di tengah padang pasir. Siwon kembali terpuruk dalam kesedihan.

Hiks.. Hiks… tangis Yuri pun pecah. Tangisannya terdengar sangat pilu dan membuat suasana disekitarnya mendadak seperti dikelilingi ribuan orang yang sedang berduka setelah mengantar jenazah ke liang kubur (author lebay lagi… -__-). Yuri merasa tak sanggup berdiri di atas kedua kaki yang ditopang lututnya yang terasa sangat lemas.

“Eothokke Yoong… Eothokke…. Kenapa jadi seperti ini. Apa kau masih menganggapku orang lain sehingga kau memutuskan untuk menderita sendirian. Kau tega Yoong… kau sungguh tega…” Yuri menangis meratap, masih terduduk lemas di lantai rumah sakit di hadapan Dokter Kim dan Siwon. Siwon mencoba membangunkan Yuri, tapi entah kenapa tangannya begitu lemas hingga tak sanggup mengangkat tubuh Yuri.

“jadi inikah maksud Yoona, dia memberikanku banyak barang-barang lucu katanya sebagai kenang-kenangan. Dia memuji masakanku padahal sebelumnya dia selalu mengatakan ada saja yang kurang pas. Jadi maksudnya dia akan lupa padaku??” Yuri masih menangis sesenggukan.

“Apa yang terjadi pada Yoona sekarang merupakan resiko dari operasinya, dia mengalami koma dan belum juga sadar sampai saat ini. Kita semua berharap yang terbaik untuknya ketika ia sadar kelak. Saat ini kita hanya bisa berdoa semoga Yoona lekas sadar dari komanya,” lanjut sang dokter.

Siwon sedari tadi masih diam membisu mendengar segala penjelasan dokter. Siwon semakin larut dalam penyesalan. Namun Siwon terus berharap dan berdoa semoga masih ada kesempatan baginya untuk memperbaiki segala sesuatu yang sudah terlanjur rusak.

 

TBC

Wah, TBC lagi ya… Mian readers kayaknya fanfict ini belum bisa selesai di bagian ini. Bagaimana ceritanya tadi??? Tetap di tunggu komennya ya…

Sekali lagi maafkanlah fanfic hina ini, karena di part ini Yoona sama sekali tak ambil bagian. Maklum Yoona nya lagi tidur di ruang ICU jadi kata Yoona pengen menghilangkan kantuk sebentar sementara ada kesempatan berhubung jadwal SNSD padatnya ga ketulungan (kagak nyambung deh kayaknya mbak!!)

Tapi, dengan melihat usaha Yuri mencari Yoona dan mengetahui perasaan Siwon Oppa dari sudut pandangnya semakin mempertegas bahwa ini ff benar-benar bergenre angst, khususnya untuk part ini. Sedikit curcol, waktu buat part ini kebetulan aku mendengar seseorang bermain piano dengan lagu klasik dan ballad disebelah ruang kantorku, jadi seolah aku terbawa suasana hingga ff nya rada-rada mellow begini.

BTW, nih cerita makin gaje ya… author ngarang penyakit dengan efek samping yang aneh, ga tau deh apa ada yang seperti itu, namanya juga ngarang terserah sama si authornya dong ya…

Terus, gimana lanjutannya nih? Kira-kira Yoona bisa sembuh ga ya, terus gimana dengan memorinya, masih ingatkah dirinya kepada Yuri dan Siwon??? Lanjut ke part IV ya…. J

Iklan
Pos Sebelumnya
Tinggalkan komentar

89 Komentar

  1. nana

     /  Februari 7, 2013

    menyesakkan…
    jd ikt sdih..

    Balas
  2. Next thor 🙂

    Balas
  3. yoora

     /  Februari 9, 2013

    sangatt menyedihkan
    next yaaa…

    Balas
  4. daebak,thor selamatkan yoona jangan sampai yoona pergi,kasian kan siwon oppa semoga cepat sadar agar bisa bersama siwon oppa lagi,lanjut semangat

    Balas
  5. yoonaddict

     /  Februari 10, 2013

    nice story,,
    jadi yoong unnie sakit..
    Moga cpat sadar ya..

    Balas
  6. deka

     /  Februari 11, 2013

    Cuma bisa nangia bacanya 😥

    Balas
  7. dhikaparamitha

     /  Februari 14, 2013

    hiks hiksssss…
    ngga kuat baca part ini sampe nangis sendiri……

    Balas
  8. VynnaELF

     /  Februari 17, 2013

    Lanjut!

    Balas
  9. niken

     /  Februari 19, 2013

    selalu penyesalan datang terlambat dan diakhir tangisan..sebenerny yoona jg salah coba kalau dia jujur ke orang2 yang disayanginy tentang keadanya mgkn keadanya gak kayak gini.
    Yah namany jg epep authorny jg pinter bikin reader mewek terus hiks..hiks

    Balas
  10. Seo Hyun Yeong

     /  Februari 28, 2013

    makin penasaran nih thor gomawo ffnya ditunggu selalu^^

    Balas
  11. deka

     /  Maret 16, 2013

    yuri eonni sabar ya 🙂 gomawo author 🙂

    Balas
  12. hha*tebakan yaz salah </3
    author memang daebek sampe alur ceritanya kaya puzzle yang akan terlihat dengan sempurna pada akhirnya. lanjut… 🙂

    Balas
  13. Tuh kan wonppa nyesel jdinya yoongie cpat sdar donk!
    ksian kan wonpa ma yul eonni!

    Balas
  14. Chapter yang menyedihkan…

    Balas
  15. aat yoonwon

     /  Agustus 4, 2013

    Wonppa dah mulai menyesal ne dah

    Balas
  16. Ini menyesakkan 😦

    Balas
  17. Apakh Yoona bner2 akan mlupakn sgalanya trmsuk Siwon pa bla dy sdar nti ??

    aahh..eotokkae ??

    Balas
  18. Tuuuhhh kaaaannnn!!
    Penyesalan memang datang di akhir!
    Dasar Choi Siwon -___-
    Paling nyesek bagian Yuri di part ini :”
    Yoona cepet sadar, jebaaalll!

    Balas
  19. ayu dian pratiwi

     /  Maret 2, 2014

    Bener3 nguras air mata. Next

    Balas
  20. tia risjat

     /  Maret 3, 2014

    omo! terus kalo yoona ga inget, gimana dengan persahabatan yunyul? gimana juga dengan kisah cintanya yoonwon?

    Balas
  21. Bneran nangis baca part ini….

    Balas
  22. simoppa

     /  Mei 31, 2014

    aaaaa nangis bacanya
    lanjut thor

    Balas
  23. Hwa……… Kenapa hrs terjadi pada Yoona?? Apalagi dia menderita tumor otak dan lbh beresikonya lgi dia hrs kehilangan sebagian memorinya, kasihan bgt wonppa dan Yuri

    Balas
  24. Cha'chaicha

     /  Agustus 26, 2014

    Hmpir nangis, ga jdi gra” TBC..

    Balas
  25. Duh… Ternyata Yoona terkena tumor otak, di tambah keadaannya koma lgi. Ini benar2 sangat mengejutkan, sebab Yoona tak pernah memberi tahukan penyakitnya kpd org terdekatnya. Dia malah menanggung penderitaannya sendiri, hiks…hiks………

    Balas
  26. Sdih bngt sich ni ff smoga yoona cpet sdar dan ingat ma siwon,,trus mreka brsatu lagi

    Balas
  27. Sedih,woon oppa pst memulai semuany dr awal lg klo yoona sadar n lupa sbgan ingtany,menyesal mmng terlmbt tp memperbaiki ga prnh ada kt terlmbt,sbr ya woon oppa..

    Balas
  28. Berhubung ganti username jdi tinggalin jejak dulu ya kak author ^^

    Balas
  29. Nur khayati

     /  Mei 10, 2015

    Y00na pasti bisa krna dia ye0ja yg kuat, bukti.a dia bisa ngehadapin penyakit.a sendiri. Dan sem0ga brlanjut dgn dia akan sembuh seperti semula.,
    Yuri & Siw0n yg sabar ne,,,

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: