[FF] My Silly Engagement (Chapter 1)

Poster ff MSE

Author             : misskangen ( RinduforKPop )

Type                : Sekuel

Genre              : Romantic, Family, Comedy

Rating             : PG 17

Main Cast        : Im Yoona, Choi Siwon

Support Cast   : Kwon Yuri, Seo Joo Hyun, Lee Donghae, Jung Hye Ri (OC)

Disclaimer       : FF ini murni berasal dari ide author, hanya meminjam nama-nama idol Korea sebagai Casts terutama Im Yoona dan Choi Siwon sebagai main casts nya. Seandainya ada lawakan yang tidak lucu atau garing, mohon dimaafkan karena kemungkinan besar author-nya memang punya tingkat humor yang rendah.

 

 

Holaaaa… aku bawa ff baru nih… kali ini bergenre yang sangat berbeda dengan ff ku sebelumnya, apalgi kalo bukan “Stay and Remember Me”. Memang tuh ff belum selesai, masih gantung segantung-gantungnya, tapi aku janji bakalan secepatnya publish lanjutannya ampe selesai (pastinya terima kasih buat para reader yang sudah mau baca ff gaje satu itu).

 

Ff ku yang baru ini rencana nya baru mau aku kirim kalau ff sebelumnya udah selesai. Karena kau pikir sayang kalau lama-lama ditahan dalam file laptop, mending aku publish secepatnya. Semoga readers bersedia membaca dengan lapang hati.

 

Pastinya terima kasih sebesar-besarnya buat uri dongsaeng Gee yang telah mau menampung ff buatanku yang tak seberapa ini. Gomawooo….

 

Ya udah deh.. bosan kalau pengantarnya kebanyakan, Happy reading all!!

 

 

Chapter 1

 

Sebuah keluarga sedang menikmati makan malam. Mereka yang terdiri dari ayah, ibu dan dua orang anak perempuan terlihat duduk mengelilingi meja makan yang cukup lebar. Di sela kegiatan makannya, mereka sesekali berbicara saling melemparkan candaan. Sang ayah yang selesai lebih dulu disusul sang ibu dan putri yang lebih tua. Sedangkan sang putri bungsu masih menikmati makan malamnya dengan santai, hingga suatu ketika sang ayah berkata….

 

“Ayah punya pengumuman penting, dan pasti semuanya akan terkejut sekaligus merasa senang,”

 

“Kejutankah Appa? Sejak kapan Appa sempat memikirkan surprise di tengah kesibukan kantor? Wah… sungguh sebuah keajaiban” Yuri, sang putri tertua menanggapi perkataan ayahnya, tidak tekejut sama sekali.

 

 

“Ya… ini surprise besar, terlebih untuk Yoona,” sang Ayah memandang Yoona, putri bungsunya yang masih sibuk mengunyah.

 

“Aku? Kok bisa… bukannya ulang tahunku masih lama,” jawab Yoona tenang, masih berkonsentrasi dengan makan malamnya.

 

 

“Bukan dalam rangka ulang tahunmu, tapi rencana pernikahanmu. Ayah memutuskan untuk menerima lamaran Presdir Choi untuk menjodohkan Yoona dengan putra tunggalnya,” terang sang ayah.

 

 

“Uhuk uhuk… Apa yang barusan Appa katakan, perjodohan?? Menikah??? Appa… candaanmu tak lucu bagiku,” protes Yoona yang baru saja tersedak mendengar ucapan ayahnya mengenai perjodohan dirinya yang sudah diatur seenaknya oleh sang ayah.

 

 

“Appa sama sekali tidak bercanda. Appa memang sudah mengatur perjodohanmu dengan putra Choi Ki Ho dari Hyundai Group, jadi sebaiknya kau persiapkan dirimu bertemu dengannya lusa,” jawab ayahnya.

 

 

“Shireo!!! Aku menolak keras keputusan ini. Appa pikirkanlah lagi keputusanmu, aku bahkan belum menyelesaikan kuliahku, masa sudah disuruh menikah sih… Pokoknya aku menolak, titik!!!,” Yoona kekeuh memberikan protes.

 

 

Yuri dan sang ibu masih diam tak memberikan reaksi. Mereka berdua sebenarnya memang sudah tahu hal yang akan disampaikan oleh sang ayah. Sehingga mereka bersepakat tidak akan membuat situasi menjadi runyam bila mengeluarkan suatu pendapat yang mungkin berseberangan dengan ide sang ayah. Mereka telah memprediksikan Yoona akan menolak mentah-mentah. Apalagi mengingat karakter Yoona dan ayahnya yang sama-sama keras kepala, perdebatan sengit adalah hal yang sangat tak mungkin untuk dihindari.

 

 

“Tentu saja Appa sudah memikirkan keputusan ini dengan matang. Appa ingin putri Appa menikah dengan pria yang tepat, tentunya yang baik dan mapan. Lagi pula kau kan sudah kuliah tingkat akhir, setelah kau lulus kuliah baru langsungkan upacara pernikahan. Untuk sementara kau kan bisa saling mengenal dengan calon suamimu itu,” sang ayah juga kekeuh dengan keputusannya.

 

 

“Tapi kenapa harus aku yang dijodohkan?? Kenapa bukan Yuri Eonni, diakan putri Appa yang lebih tua!” tegas Yoona sambil melirik kakaknya yang duduk disebelah sang ibu, juga sedang mendengarkan percakapan panas ini.

 

 

“Mwo?? Aku??? Enak saja!!! Aku kan sudah pacar, dia juga sudah melamarku jadi aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan menikah dengan orang yang kucintai sebelum kau melangkahiku. Salahmu sendiri yang tidak punya pacar, masih saja terus berharap pada si Pengacara siapa namanya…. Lee… Lee… siapalah namanya aku lupa, yang bahkan kau tidak pernah ungkapkan perasaanmu padanya. Lagipula memang Tuan Choi sendiri yang memilihmu untuk menjadi menantunya,” sergah Yuri sambil tersenyum penuh kemenangan. Yoona hanya bisa mencibir mendengar perkataan kakaknya.

 

 

“Eomma… bantu akuuuuu,” rengek Yoona pada ibunya. Sang ibu hanya bisa memberikan tatapan sendu (ala Donghae Oppa,, halah!!!) karena tidak bisa membantu sang anak, “Kau tahu sendiri, jika ayahmu sudah membuat keputusan tidak ada seorangpun di dunia ini yang bisa mengubahnya”, kata ibunya sedikit berlebihan.

 

 

“Sudah sudah, Appa sudah memutuskan semuanya, kau akan segera bertunangan dengan Choi Siwon dalam waktu dekat. Dan Appa minta kau bisa mengubah sikapmu menjadi layaknya seorang wanita dewasa. Jangan membuat Appa malu di depan umum!!,” kata ayah Yoona dengan tatapan mengancam.

 

 

“Wanita dewasa??? Aduh Appa, kurang dewasa bagaimana??? Bahkan hasil masakanku jauh lebih baik daripada punya Eonni,” bela Yoona, kali ini sukses membuat sang kakak membulatkan matanya.

 

 

“Yak!! Kau mau mengatakan masakanku tidak enak eoh!! Yang Appa maksud kau harus mengubah sikapmu yang seperti anak-anak itu, usiamu 22 tahun tapi kelakuanmu seperti anak laki-laki yang masih SD,” balas Yuri.

 

 

“Aaahhh terserahlah. Semua orang sekarang benar-benar egois,” Yoona pun beranjak pergi menuju kamarnya diikuti tatapan saling bertanya antara tiga orang ayah-ibu-anak yang masih berada di ruangan itu.

-0-

 

Siwon POV

 

 

Aku melangkah malas menuju ruang kerja ayahku, tumben sekali dia pulang ke rumah. Biasanya dia selalu menghabiskan waktu berpelesir (?) keseluruh dunia demi mengembangkan usahanya. Tapi aku merasakan aura aneh hari ini, tiba-tiba saja ia memanggilku datang ke ruang kerjanya setibanya beliau di rumah. Ada apa gerangan abeoji begitu ingin membicarakan sesuatu selain bisnis denganku, aku masih tetap bertanya-tanya. Walaupun aku punya hubungan yang dingin dengan ayahku, tapi aku selalu menghormatinya dengan segala wibawanya.

 

 

Aku sampai diruang kerjanya dan kulihat dia sedang duduk agak termenung di kursi kebesarannya. “Mengapa Abeoji memanggilku?? Apa hal penting yang sangat ingin Abeoji katakan sehingga aku harus buru-buru kesini??” aku segera melontarkan pertanyaanku begitu sampai di depannya.

 

 

Ayahku memandangku sambil tersenyum,”Aku sudah mengatur perjodohanmu, aku harap kau akan segera bertunangan dan menikah dengan wanita pilihanku.”

 

Ayah to the point sekali pikirku, tapi selama ini memang tidak pernah ada basa-basi antara aku dan ayah. Hubunganku dengan ayah lebih mirip hubungan atasan dan bawahan daripada ayah dan anak. Tapi soal perjodohan, aku sudah memprediksi kalau hal ini akan terjadi suatu hari dan ternyata tebakanku tidak meleset.

 

 

“bagaimana, kau setuju kan?” tambahnya lagi. Aku hanya menganggukkan  kepalaku sambil menatap kosong kearahnya. “apa kau tidak ingin memberikan pendapatmu atau sekedar mengajukan protes??” tanya ayah lagi.

 

 

“Memangnya aku punya pilihan?? Dan apa selama ini Abeoji pernah memikirkan perasaanku??” jawabku dengan nada dingin.

 

 

“Aku tahu hubungan kita memang tidak baik, tapi sebagai ayahmu aku selalu menginginkan yang terbaik. Temuilah yeoja itu lusa di Cafe Mounteen, dia adalah putri Im Jong Suk dari Seoriem Group. Dia akan menggunakan dress merah dan membawa mawar kuning. Aku harap kau bisa memberikan kesan yang baik pada pertemuan pertamamu,” lagi-lagi ayah hanya menyiratkan sikap acuh tak acuhnya.

 

 

“Aku mengerti. Aku akan berusaha semampuku untuk tidak bersikap arogan di depan wanita itu,” jawabku dan langsung pergi meninggalkan ruangannya.

 

Siwon POV End

-0-

 

 

Yoona sangat kesal sekarang. Keputusan sang ayah untk menjodohkannya dengan namja yang tidak dikenalnya telah membuat dunianya jungkir balik. Yoona masih berbaring di ranjangnya setelah aksi walk out dari ruang makan akibat tidak menerima keputusan sepihak sang ayah.

 

 

“Appa keterlaluan!!! Perjodohan ini tidak boleh terjadi ya….. perjodohan ini harus batal. Aku harus cari cara untuk membatalkannya. Tapi apa ya…. Ayo Yoona berpikir….. berpikir….” kata Yoona pada dirinya sendiri. Kini ia telah bangkit dan mulai berjalan mondar mandir di kamarnya. Masih sibuk berpikir… memikirkan beragam cara yang mungkin dilakukannya untuk menghindar dari perjodohan itu.

 

 

“Ahaaa!!! Aku ada ide….” Yoona menjentikkan jarinya, sedikit berjingkrak setelah terbesit suatu ide di kepalanya. Ide yang mungkin membawanya pada takdirnya, entah itu sesuai keinginannya atau mungkin berlawanan dengan harapannya.

 

 

Yoona POV

 

 

“Aku mohon Hye Ri, bantu akuuuu,” rayuku pada sahabatku sambil menangkupkan kedua tangan tanda memohon. “Ah Shireooo!!! Kau sudah gila, masa kau memintaku menemui calon suamimu sebagai dirimu. Aku tidak mau, itu hanya akan menjadi masalah baru bagiku,” Hyeri menolak permintaanku. Tapi aku tidak menyerah, “Aku mohon sekaliiii ini saja, kau sedang ingin apa?? Pasti aku belikan!! Tapi pleaseee bantu akuuu,” aku kembali memohon sambil memberikan puppy eyes ku.

 

 

“Tidak, tidak, dan tidak!!!” sepertinya Hyeri masih tetap kekeuh dengan keputusannya. Aku tidak akan menyerah begitu saja. “Seohyun-ah, bantu aku meyakinkannya,” kali ini aku meminta bantuan Seohyun untuk merayu Hyeri.

 

 

“Tapi aku sendiri tidak mengerti kenapa kau ingin menjalankan ide gilamu dengan mengirim Hyeri untuk menemui calon suamimu itu,” sekarang Seohyun yang mengajukan protes.

 

 

“Yak!! Kalian ini sahabatku bukan sih, susah sekali menolong sahabat sendiri. Aku hanya ingin dia melihat sisi buruk diriku yang akan ditunjukkan Hyeri nantinya, sehingga dia akan membatalkan perjodohan itu,” aku berusaha meyakinkan mereka kalau aku benar-benar menderita padahal tidak sepenuhnya begitu.

 

 

“Jadi kau ingin membatalkan perjodohan ini karena kau tidak ingin menikah dengan orang itu???” Hyeri bertanya penuh selidik. “Begitulah… tolong aku ya, Jeball!!! Apa kau tega melihatku menderita bila harus hidup dengan namja yang tidak aku cintai eoh? Kau senang ya bila melihatku sengsara” rengekku padanya.

 

 

Aku melihat Hyeri seperti sedang berpikir keras, semoga Hyeri berubah pikiran. Aku masih menunggu Hyeri bersuara, hingga ku lihat ekspresi wajahnya berubah. Lebih lunak tapi penuh tekad.

 

 

“Baiklah, kali ini aku akan menolongmu, tapi aku tidak tanggung jawab kalau nantinya dia jatuh cinta padaku.” Hyeri akhirnya mengalah. Yes! Teriakku dalam hati. Aku sudah menyangka Hyeri bakalan luluh juga.

“Sip.. ambil saja kalau kau mau.”

 

 

Yoona POV End

 

-0-

 

 

Yes, yes, yes. Kata-kata itu terucap dari mulut Yoona bahkan begitu ia tiba di kamarnya. Dia membayangkan bagaimana reaksi Tuan Muda Choi nantinya jika melihat tunangannya berpenampilan aneh. Memang sedikit keterlaluan dengan meminta Hyeri yang menemui namja itu sebagai dirinya dan memperlihatkan beberapa sisi buruk yang bahkan memang tidak dimilikinya, tapi bagaimanapun ini adalah satu-satunya jalan agar perjodohan itu dibatalkan dengan membuat sang calon tunangan illfeel padanya, pikir Yoona.

 

 

Hyeri sendiri merupakan sahabat Yoona yang sangat nyentrik, dia memiliki postur badan yang  sangat tidak proporsional, memakai behel dan kacamata tebal, tapi pede-nya selangit. Jadi Yoona memanfaatkan sahabatnya itu untuk mengelabui calon tunangannya. “Mianhae Hyeri-ah, aku benar-benar tidak punya pilihan lain,” kata Yoona berbicara sendiri.

 

 

Flashback

 

 

“Yoona-yah….,” panggil Yuri seraya masuk ke kamar Yoona. “wae???” Yoona menjawab sambil ogah-ogahan karena kantuk berat. “Aku datang membawa pesan dari Appa, katanya lusa kau harus bertemu dengan calon suamimu. Kau harus memakai gaun merah dan membawa mawar kuning. Wah..manis sekali yah!!!” ungkap Yuri.

 

 

“Ne, aku mengerti” Yoona menjawab walau masih setengah tidur. Tak lama kemudian.. “Mwo???? Gaun merah dan mawar kuning!!! Haissshh kekanakan sekali” sekarang Yoona sudah sepenuhnya bangun dari tidurnya.

 

 

“yak!! Harusnya kau itu bersyukur akan menikah dengannya. Choi Siwon, putra tunggal keluarga Choi sekaligus pewaris tunggal kerajaan bisnis Hyundai Group. Aku dengar dia itu tampan sekali” kata Yuri sambil melihat langit-langit. “aku tahu, aku sudah pernah melihatnya di majalah. Lagipula kalau eonni menyukainya, kenapa tidak eonni saja yang menikah dengannya!!!” Yoona mendorong kakaknya agar segera keluar dari kamarnya. “Sudah sana pergi, eonni berisik sekali..”

 

 

Jadi gaun merah dan mawar kuning ya. Aha! Aku ada ide bagus untuk itu… ucap Yoona dalam hati seperti ada lampu bersinar terang di atas kepalanya.

 

Flashback End

 

Dua hari kemudian….

 

Siwon POV

 

 

Sudah setengah jam aku menunggu di sini, di kafe tempat aku akan bertemu dengan tunanganku itu. Rasanya pintu gerbang penderitaanku sudah mulai terbuka di depan mata. Tapi kemana yeoja itu, sampai sekarang tidak juga muncul. Bahkan baru pertemuan pertama saja dia sudah telat, benar-benar type yeoja yang tidak disiplin waktu. Atau mungkin dia juga merasa kesal dengan perjodohan ini sehingga melarikan diri dari pertemuan. Kalau memang begitu bukankah semua sudah jelas kalau perjodohan ini tidak usah diteruskan saja.

 

 

Tak lama kemudian kulihat seorang yeoja dengan ciri-ciri yang dikatakan ayah, dress merah dan mawar kuning. Tapi….. kenapa seorang putri dari keluarga kaya bisa berpenampilan seperti itu. Aduh… aku tak bisa membayangkan kehidupanku nantinya. Ya Tuhan… lindungilah aku.

 

 

Akhirnya dia duduk di depanku, dia tersenyum lebar dan memperlihatkan giginya yang tertutup behel berwarna pink. Ya Tuhan!! Apa yang dipikirkan ayahku menjodohkan aku dengan yeoja ini.

 

 

“Anyeong, Im Yoona imnida,” dia mulai memperkenalkan dirinya. “Choi Siwon imnida, senang bertemu denganmu” ya ampun kenapa aku jadi kaku seperti ini, seperti tidak pernah bertemu seseorang di depan umum.

 

 

Kami berdua tak saling menatap. Bukan karena aku merasa sok suci atau bagaimana, tapi yeoja di depanku ini terlihat sangat aneh. Sesekali aku curi-curi pandang padanya, berharap ada kemungkinan mendapat sesuatu yang bernilai lebih darinya.

 

 

“Agassi, kau ingin pesan apa?” akhirnya aku buka suara seraya menyodorkan buku menu padanya. Aku menyempatkan diri untuk melihat ke kanan dan ke kiri, takut-takut mendapati pandangan aneh dari pengunjung lain di cafe ini. Tapi syukurlah, tidak ada pengunjung lain di cafe ini. Sepertinya ayah sudah mem-booking cafe ini khusus untuk pertemuanku dengan Im Yoona.

 

 

“emmm itu… aku mau pesan spaghetti bolognese, mushroom ravioli, dan diet coke

“baiklah, waitress… segera ambilkan pesanan nona ini” kataku pada pelayan cafe.

“Siwon-ssi, kau tidak pesan makanan,”

“Eh iya, kau saja duluan” aku tersenyum kaku.

 

 

Tak berapa lama pesananpun datang. Yeoja itu segera bersiap menyantap menu pesanannya. “Itadakimasu!!!” aku  mendengarnya teriak selamat makan dalam bahasa Jepang. Ia lalu makan dengan lahapnya. Tanpa tedeng aling-aling berganti dari menu yang satu ke menu lainnya. “Mmmm.. mashita….” katanya di sela –sela mulutnya yang penuh dengan makanan.

 

 

Setelah menghabiskan semua makanan dan menenggak minumannya. “Eeerrrgghhh….” sontak aku membulatkan mataku mendengarnya bersendawa. Aku yang sejak tadi melihatnya makan dengan lahap hingga sekarang dia bersendawa terlihat semakin bodoh. Aku diam terpaku.

 

 

“hehehe.. mianhae… aku terbiasa bersendawa bila merasa perutku telah penuh” yeoja itu meminta maaf tak ketinggalan dengan cengirannya. “Ani… it’s okay” tiba-tiba aku tergagap.

 

 

Kali ini aku melihatnya memasukkan jari telunjuknya ke salah satu lubang hidungnya, menggerak-gerakkannya untuk mengambil kotoran dari dalam hidung. Apa lagi ini? Yeoja ini, apakah tidak pernah diajari sopan santun oleh orang tuanya ??

 

 

Aku rasa perjodohan ini benar-benar ide gila ayah yang memang ingin menyengsarakanku. Yeoja ini, tidak ada hal istimewa apapun, bahkan belum apa-apa aku sudah dibuat illfeel olehnya. Bayangkan saja bila harus punya istri yang doyan ngupil dan bersendawa. Kalau aku nyaris pingsan untuk membayangkannya walau untuk sepersekian detik.

 

 

Entah mengapa aku merasa ada orang yang sedang mengawasiku, bahkan mendengar samar suara tawa cekikian wanita dari kejauhan. Apa ayahku mengirim mata-mata untuk mengawasi pertemuan ini ya??? Entahlah.

 

“Permisi aku ke toilet sebentar,” aku pamit padanya hanya untuk basa-basi

 

Siwon POV End

-0-

Yoona POV

 

“bwahahahahaha.. aduh Hyeri memang paling top membuat orang illfeel, lihat saja ekspresi tuan muda Choi tadi, benar-benar membuatku tak bisa berhenti tertawa”, aku berusaha mengatur napas yang kelelahan menahan tawa sejak tadi sambil bercermin di depan wastafel toilet, sementara Seohyun hanya memandangiku dengan tampang cemberut.

 

 

“Apa kau tidak sadar, suara tawamu itu nyaris membuat kita ketahuan.. haisshh, apa kau sudah puas???” Seohyun mulai mengomel padaku. “Ani, aku akan puas kalau tuan muda Choi itu membatalkan perjodohan ini hehehe.. Kajja kita kembali melihat Hyeri untuk ronde berikutnya” kataku sambil berjalan keluar toilet mendahului Seohyun.

 

 

Tiba-tiba…

 

Awwwww… aku terpeleset karena sisa air di sepatuku tidak menyukai lantai cafe yang licin. Namun, aku kaget melihat sosok namja yang menahanku agar tidak terjatuh. Ya ampun dia itu Choi Siwon!!! Tanpa sengaja mataku bertemu dengan matanya, dan tiba-tiba jantungku dag dig dug berdebar cepat tak beraturan.

 

 

“Agasshi, kau baik-baik saja???” aku tersadar karena terpukau sebelumnya. “Ne, aku baik-baik saja. Kamsahamida sudah menolongku,” aku tidak ingin berlama-lama dekat dengannya. “Kalau begitu berhati-hatilah dengan lantai yang licin”, katanya sambil lalu, sepertinya dia masuk ke dalam toilet pria.

 

“Huffttt.. hampir saja!!”

 

Yoona POV End

-0-

 

 

Sampai dirumah, Yoona langsung diinterogasi oleh ayah dan kakaknya. “Bagaimana pertemuanmu, apa semua lancar??” tanya ayahnya disertai anggukan Yuri.

 

“Ne… segalanya berjalan lancar sesuai rencana, hehehehe,” jawab Yoona dengan raut wajah bahagia.

 

“Artinya, appa tidak salah menjodohkanmu dengan Choi Siwon melihat reaksimu seperti itu,” lanjut ayahnya sambil tersenyum. “Yaaahhh begituulaahhhhhh,” timpal Yoona sambil ngeloyor pergi.

 

Melihat reaksi Yoona seperti itu, Yuri merasa curiga. Pasti ada sesuatu yang tidak beres padahal dia sendiri yang menolak dengan suara vokal tapi kenapa sekarang reaksinya jadi seceria itu… kata Yuri dalam hati.

 

Beberapa hari kemudian…

 

 

“Yoona-yah, kau dimana??” tanya Yuri melalui telepon. “Aku sedang di rumah Seohyun. Ada apa??” Yoona balik bertanya.

 

 

“Cepatlah pulang, ada sesuatu yang penting menunggumu di rumah. Cepat ya,  jangan kelamaan!!!” Yuri langsung menutup telepon. Yoona merasa kesal dengan tingkah kakaknya, mau tak mau dia pulang juga ke rumah.

 

 

Begitu sampai dirumah, alangkah terkejutnya Yoona melihat sesosok namja yang tengah berdiri di hadapannya. “Anyeong, Yoona-ssi ,” kata namja itu sambil tersenyum manis sedangkan Yoona hanya bisa berdiri mematung dan terdiam tanpa kata.

TBC

 

Bagaimana readers… dengan bagian pertama cerita ini?? Jangan lupa berikan komentarnya ya…

Semoga untuk yang selanjutnya aku bisa buat yang lebih baik dari ini. *bow*

 

 

Iklan
Pos Sebelumnya
Tinggalkan komentar

175 Komentar

  1. Hahaha……… Ada2 aja saja masa Yoona mengorbankan tmnnya utk bertemu tuan muda Choi
    sepertinya dia ketahuan
    sumpah ni FF emang benar2 gokil bgt Chingu, skt perutku bacanya

    Balas
  2. Hilyana Nited307

     /  Oktober 5, 2014

    Hahahahaha.. Yoona ada2 aja, ngakak bacanya, penasaran sama chapter selanjutnya..

    Balas
  3. Hilyana Nited307

     /  Oktober 5, 2014

    Hahahahaha.. Yoona bikin siwon illfeel, ngakak bacanya.. Penasaran sama chapter selanjutnya..

    Balas
  4. Ketauan deh yoona..heee…

    Balas
  5. Choi Han Ki

     /  Oktober 18, 2014

    Hahahah yoona parah bgtt dah, masa nyuruh temennya buat jadi dirinya… Apakah itu siwon yg dateng ke rumah yoona kalo gitu gagal dah rencananya hahahaha

    Balas
  6. Dwi Sivi Fatmawati

     /  November 5, 2014

    annyeong aku mau komen nih
    haha kalo komen gk bermutu gk pa2 ya eon
    aku gk tau kalo yoona eonni bkalan senekat ini, jadiin tmennya biar perjodohannya batal…
    ternyata ada yg dteng kerumah nyambut dia, pendapat aku sih pasti wonpa tuh

    Balas
  7. nina

     /  November 14, 2014

    hahahah,, ad ad tingkah yoona…siapa lki” itu,, apkh siwon oppa..
    izin bca lagi ya

    Balas
  8. Haha yoona jail jga ternyata.kocaknya moment pertemuan itu,tpi siapa sih yg bertamu di rumah yoona?aaaa…penasaran abis ! izin baca part selanjutnya y ^^

    Balas
  9. Hahaha…. kasian banget siwon hrs ngliat sikap dan kelakuan hyeri…aku aja yg baca ilfeel hahaha….

    Balas
  10. yoong407

     /  Januari 2, 2015

    Baca ff ini dr awal ga bosen2 hehe

    Balas
  11. Nhiina

     /  Januari 10, 2015

    Hahaa . . . yoong eonn , yoong eonn . .
    ada² sja tingkahmu itu 🙂
    kasian wonppa , ditipu sma yoong eonn 🙂 . . dan akhirnya ketahuan juga 🙂 :v

    Balas
  12. Novi

     /  Februari 10, 2015

    Yoona nakal bangett…
    Hehehehe…
    Penasaran ama kelanjutannya….
    Next thor…

    Balas
  13. Zhahra

     /  Maret 25, 2015

    Haaa…haa…haa….
    Yoona unni ketahuan bohong ma wonpa…
    Ihh…yoona unni sok gag mau ma wonpa….
    Emank apa kurangnya wonpa unni….udah ganteng, kaya, pokoknya the best deh wonpa itu…

    Udah terima aja unni…

    Balas
  14. Wowowowow yoona eonni iseng.hahaha
    Keren eon gokilll

    Balas
  15. Hahaha..yoona kamu nyesel loh gk mau nikah sm siwon oppa ckck tp ketemu jga kan ujung2nya cie2

    Balas
  16. Wah, lucu hha…
    Next

    Balas
  17. jessica natasya

     /  Juli 9, 2015

    Wkwkwk… Ternyata Yoona itu bandel & usil banget. Tp dia kena batunya sendiri. Next thor

    Balas
  18. devica nuranda

     /  November 20, 2015

    wkwkwk daebak

    Balas
  19. Kusuma Subandrio

     /  Desember 3, 2015

    Bagus bagus. Lanjut thor 😊😊

    Balas
  20. My labila

     /  April 8, 2016

    aku reader baru ijin baca ffnya.

    Balas
  21. baru ketemu ni FF! bikin ngakak 😂 mungkin yg datang ke rmh yoona itu siwon^^
    Yoona ketauan dehhh😁😁😁

    Ijin baca chap yg lain thor^^

    Balas
  22. Ampun yoona smpai ngorbnin ny sndru,hati hati loh entar jtuh cinta

    Balas
  23. yoonAddicts

     /  Juni 4, 2016

    Waduh ini parah banget si hyerinya masak ya begitu, jorok amat gak betah haha

    Balas
  24. Nhiina

     /  Juni 18, 2016

    Omg!!!
    Apa mommy tidak salah tu??
    Ais!! Kenapa mommy menolak perjodohan itu dan menyuruh hyeri untuk jadi dirinya pas ketemu daddy????
    Gga nyesel nolak daddy????
    Dan siapa yang bertamu ke rumahnya kel.Im???
    Apa itu daddy???

    Balas
  25. AuliaYW

     /  Juli 13, 2016

    Yoona eonni yoona eonni gtu bngt nyruh tmenny untk mnjd diriny & ktmu dgn Siwon oppa, teyus Sikap tmennya Yoona eonni gtu bngt jrok..

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: