[FF] Beautiful Fairy In My Life (Chapter 7)

Annyeong YoonWonited J

Aku bawa chapter 7 ini, semoga ga mengecewakan yah..

Sebenernya rada kecewa dengan respon kalian di chapter 6 kemarin, karena komentarnya yang menurun..kupikir ff ini tinggal memakan beberapa chapter lagi dan akan aku tamatkan..

Ok happy reading J

Maaf jika ditemukan banyak typo[s] dan lain sebagainya…

My contact :

Facebook            : http://www.facebook.com/echa.everlastingfriends/

Twitter                 : http://twitter.com/echaGAEM407/

Blog                       : http://choikyucha.wordpress.com/

 

Happy reading J

Author                  : Echa/Choi Kyucha

Title                       : Beautiful Fairy In My Life [Chapter 7]

Main cast             : Choi Siwon, Im Yoon Ah, etc

Rating                   : PG 15

Type                      : Sequel

Genre                   : Romance, Fantasy, Friendship

Summary             :

selama hidup denganmu aku merasakan perubahan berarti dalam diriku. Jangan berpikir kau adalah beban untukku karena bagiku kau adalah anugerah untukku. Kumohon, tetaplah disisiku…

Don’t let you go….

₰ [BFIML] ₰

Terlihat dipadang ilalang yang luas tempat dimana sang ibu peri menemuinya. Kini terlihat tiga wanita cantik dengan sayap dipunggung mereka sedang bersenda gurau, keceriaan tampak diwajah ketiganya yang duduk ditengah hamparan padang yang luas.

“Ahh Yoona-ya bogoshipoyo”  ujar salah satu dari mereka

“Nado Sunny eonnie” jawab Yoona

“Aku senang kita bisa bersama lagi” ujar wanita yang lain

“Ne Seo benar, kita bisa berkumpul kembali” ujar Sunny

“Akupun sama, kalian adalah teman terbaikku” jawab Yoona dengan senyum bahagianya

Mereka tertawa bersama, melepas kerinduan selama mereka berpisah untuk suatu kewajiban.

“Yoona-ya, kudengar masa ujianmu telah berakhir, benarkah?” tanya Sunny

“Ne, eonnie benar”

“Wahh aku sangat menunggu hari itu, hari dimana kita akan bersama lagi” jawab Seohyun

Yoona terdiam, seperti terdapat beban dalam bathinnya.

“Waeyo eonnie?” tanya Seohyun yang melihat perubahan pada diri temannya itu

“Aniya, hanya saja semua terasa menjadi berat”

Sunny dan Seohyun saling pandang, mereka mengerti apa yang dirasakan Yoona. Karena mereka pun juga pernah merasakannya. Dimana harus memilih kehidupan kita yang sebenarnya atau memilih hidup di bumi melepas semua yang telah kita miliki.

Sunny meraih jemari Yoona yang kini tertunduk, Yoona mengangkat wajahnya menatap Sunny yang tersenyum tulus padanya.

“Kami mengerti perasaanmu Yoona-ya” ujar Sunny menggenggam jemari Yoona

“Ne eonnie, kami mengerti perasaanmu saat ini, kami pernah mengalami pilihan yang sulit seperti ini” Seohyun melanjutkan

“Lalu bagaimana kalian bisa menetapkan pilihan ini?”

Sunny dan Seohyun tersenyum, Sunny yang masih menggengam jemari Yoona membawa jemari itu pada dada Yoona “Hanya kata hatimu yang bisa menentukan pilihan yang terbaik untukmu” jawab Sunny bijak

Yoona menghela nafas “Aku bimbang diantara pilihan ini, kalian tahu Siwon oppa masih terbaring lemah dan itu semua karena ia menolongku” lirih Yoona

“Ne, kami paham akan itu” jawab Sunny

“Bangsa kita tak akan memaksa eonnie, semua pilihan ada pada diri kita sendiri. Eonnie masih memiliki waktu untuk merenungkan ini” ujar Seohyun

“Ya kalian benar, semoga apa yang kupilih nanti itu yang terbaik untuk semua” gumam Yoona ‘Terlebih hati ini telah memilihnya’ bathinnya

₰ [BFIML] ₰

“Yoona..Yoona!!” seruan seseorang mengalihkan perhatian Yoona yang duduk ditaman rumas sakit, ia menoleh dan mendapati seorang wanita berparas cantik dan tinggi menghampirinya.

“Waeyo Soo?” tanya Yoona begitu wanita tersebut yang ternyata Sooyoung telah sampai dihadapannya

Sooyoung masih belum membuka suaranya, ia sibuk mengatur pernafasannya “Oppa..Siwon oppa telah sadar” jawabnya disela nafas tersengalnya akibat berlari dan kebahagiannya karena saudaranya telah sadar.

“Jeongmalyo?” tanya Yoona dan Sooyoung mengangguk

Yoona segera berlari, meninggalkan Sooyoung yang sepertinya masih sulit mengatur pernafasannya. Mendapati kini Yoona meninggalkan dirinya, membuatnya mendengus kesal dan berlari kembali mengikuti Yoona.

Yoona berlari menyusuri koridor-koridor rumah sakit itu, sungai kecil dipipinya telah mengalir akan kebahagiaan dan haru menyelimutinya karena orang yang di cintainya kini telah bangun dari tidurnya. Penantiannya tak sia-sia selama seminggu ini selalu berada disisi Siwon. Sebenarnya ia agak menyesal, mengapa ia pergi ke taman rumah sakit, mungkin kalau ia tetap berada di ruang rawat Siwon, ia bisa melihat sendiri Siwon yang telah sadar.

Brakk..

Dilihatnya Siwon yang baru selesai ditangani oleh seorang dokter dan seorang suster yang menemainya. Semua mata tertuju pada Yoona yang masih berada diambang pintu. siwon tersenyum dan memberi isyarat agar Yoona mendekat. Yoona yang mendapatkan isyarat itu langsung menghambur kepelukkan Siwon, sekarang isakkannya terdengar diseluruh ruangan itu. sang dokter bersama suster tersenyum melihat moment tersebut, mereka langsung membungkuk dan pergi dari ruangan itu. Membiarkan dua insan yang kini sedang diliputi kebahagiaan.

“Gwenchana” Siwon mengelus punggung Yoona menenangkan

“Mianhaeyo, jeongmal mianhaeyo. Aku telah membuat oppa seperti ini, seharusnya aku bisa menjaga diriku sendiri”

“Sudahlah, oppa sudah mengatakan bahwa oppa baik-baik saja. Sudah menjadi tanggung jawab oppa untuk melindungimu” Siwon kembali menenangkan

Diambang pintu terlihat Sooyoung yang tersenyum menatap keduanya, akhirnya cobaan itu telah berlalu. Setelah cukup lama ia membiarkan kedua orang itu, segera ia melangkah lebih memasuki ruangan tersebut.

“Mianhae jika aku mengganggu, tapi sepertinya sudah terlalu lama aku membiarkan kalian sedangkan aku berdiri didepan pintu seperti orang bodoh mrnyaksikan moment yang membuatku iri” goda Sooyoung

Yoona dan Siwon segera melepas pelukkan mereka, Yoona berdiri disisi ranjang sambil menghapus sisa-sisa airmatanya.

Siwon mendengus, adik satu-satunya ini memang tak tahu situasi, benar-benar mengganggu “Bisakah kau datang tepat pada waktunya?” tanya Siwon yang lebih tepatnya sebuah ajuan protes.

Sooyoung terkekeh  mendengarnya “Ck! Kau jangan mengambil kesempatan dalam kesempitan oppa” goda Sooyoung lagi

“Apa maksudmu?” tanya Siwon tak mengerti

“Oppa, aku tahu selama ini kau tak memiliki hubungan apapun dengan Yoona. Ohh bagaimana mungkin kalian membohongiku seperti ini”

“Bagaimana kau tahu?” tanya Siwon lagi

“Yoona telah mengatakan yang sebenarnya” jawab Sooyoung cepat

Siwon terdiam ‘Apakah adik satu-satunya ini tahu akan sosok Yoona yang tidak sama dengan dirinya?’ itulah yang berada dalam benak Siwon

“Ya kalian hanya berteman dan kalian tak pernah terikat hubungan apapun. Benarkan oppa?” lanjut Sooyoung

Siwon bernafas lega, ternyata Sooyoung tak mengetahui keadaan yang sesungguhnya.

“Aigo aku sangat terkejut akan kebenaran itu. kupikir kalian adalah sepasang kekasih mengingat bagaimana dekatnya hubungan kalian bahkan seperti sepasang suami-istri” gerutu Sooyoung.

Yoona menundukkan kepalanya, merasa malu akan pernyataan Sooyoung, begitu pula dengan Siwon. Ia berpikir apa yang dikatakan Sooyoung benar adanya, hubungannya dengan Yoona benar-benar terlihat intens seperti sepasang kekasih bahkan lebih.

₰ [BFIML] ₰

Terlihat seorang wanita berjalan dengan anggunnya menyusuri koridor-koridor sebuah rumah sakit, senyumannya mengembang menambah penilaian lebih akan sosoknya. Ia menghentikan langkah kakinya disebuah pintu yang bernomor 2101 ia mengambil nafas sejenak. Ia mengetuk pintu sesaat ruangan tersebut dan memutar kenop pintu itu.

“Oppa!!” serunya memasuki ruangan tersebut, membuat penghuni yang berada diruangan itu menoleh akan sosoknya.

“Bisakah tak berteriak seperti itu, ini rumah sakit bukan taman hiburan” sindir seseorang yang duduk disebuah sofa sambil membolak-balikkan majalah di genggamannya.

Wanita itu mengembungkan pipinya kesal akan sambutan yang kurang menyenangkan dari seseorang yang berada diruangan tersebut. Dialihkan pandangannya dari sosok yang membuatnya kesal kearah lain. Dilihatnya seorang pria yang berada diranjang tersebut sedang disuapi oleh seorang wanita yang duduk disisinya, sepertinya kedua orang tersebut tak terlalu menghiraukan kedatangannya. Mood-nya semakin buruk begitu melihat pemandangan tersebut, ia mengatur nafas sesaat dan melangkah menghampiri kedua orang tersebut.

“Oppa, bagaimana kabarmu. Kau tahu, aku begitu khawatir mendengarmu yang terbaring koma kemarin” ujarnya

“Jika kau khawatir, dari pertama oppa dirawat di rumah sakit seharusnya kau sudah berada disini” sahut orang itu kembali

“Sooyoungie mengapa kau begitu padaku” protes wanita tersebut

Orang yang dipanggil Sooyoungie itu mendengus dan melipat majalah yang sedang dibacanya dan menatap sosok wanita itu “Ck! Kau jangan sok akrab denganku, bahkan aku saja lupa namamu”

Wanita itu meniup poninya, benar-benar dibuat kesal akan sosok wanita yang kini sibuk kembali dengan bacaannya, jika dia bukan adik dari orang yang ia sukai, tak mungkin ia mau bermanis-manis pada orang itu pikirnya.

“Aku Tiffany, bagaimana mungkin kau melupakan namaku” gerutu wanita tersebut, namun tak ditanggapi oleh Sooyoung. Tiffany kembali mendengus.

Ia beralih pada sosok lain “Ohh oppa kau sedang makan siang” ujarnya, ia melihat seorang wanita yang pernah ia lihat tempo lalu berada diruangan kantor orang yang disukainya ini bahkan kejadian itu yg membuatnya kesal uring-uringan tak jelas, segera ia merebut mangkuk makanan tersebut dan memaksakan dirinya duduk disisi ranjang menggeser sosok wanita yang dari tadi hanya diam itu “Biar aku saja yang menyuapimu oppa” lanjutnya

“Aku sudah kenyang” jawabnya “Yoona-ya aku ingin minum” lanjutnya

Sosok wanita yang dipanggil Yoona segara mengambilkan segelas air dan membantu pria tersebut untuk minum.

Tiffany menaruh mangkuk bubur yang berada digenggamannya pada sebuah meja nakas disamping ranjang dengan kesal dan memandang sosok pria yang masih acuh akan sosok dirinya.

“Siwon oppa” panggilnya, namun tak terdengar sebuah sahutan “oppa..” panggilnya lagi

“Emm..aku ingin istirahat Fanny-ah, jangan menggangguku” jawaban yang diberikan pria bernama Siwon itu sangat jauh dari apa yang diharapkan Tiffany. Ia mendengus kesal dan berbalik.

“Ya kau mau kemana?” Sooyoung kembali bersuara

“Aku mau ke toilet, apa kau mau ikut” ketus Tiffany

“Aku tak peduli kau mau ke toilet atau manapun, tapi jangan pakai toilet kamar ini, itu toilet pasien. Diluar sana” ujar Sooyoung, Tiffany memandang tak percaya pada sosok Sooyoung dihentakkan kakinya kesal dan akhirnya pergi dari ruangan itu masih dengan menghentak-hentakkan kakinya.

Siwon dan Sooyoung terkekeh geli begitu sosok Tiffany sudah tak terlihat, sekali-sekali wanita itu memang harus dikerjai pikir mereka.

Yoona memandang bingung sosok keduanya “Kenapa kalian begitu jahat padanya” akhirnya sosok Yoona buka suara.

“Kau tak tahu dia Yoona, ia benar-benar menyebalkan. Kami hanya memberikan sedikit pelajaran padanya” jawab Sooyoung dan diangguki oleh Siwon

“Tapi sepertinya ia benar-benar kesal” Yoona kembali bersuara

“Biarkan saja” jawab keduanya kompak

₰ [BFIML] ₰

Yoona POV

Begitu selesai membelikan makan siang untuk Sooyoung disebuah kantin, kulangkahkan kembali kakiku menuju ruang Siwon oppa, ketika aku akan memasuki ruang rawat Siwon oppa, pintu ruangan itu telah terbuka terlebih dahulu dan memperlihatkan sosok wanita yang disebut Siwon oppa dan Sooyoung bernama Tiffany. Aku memberikan senyumku padanya.

“Tunggu, kau yang bernama Yoona” tanyanya padaku, aku tersenyum dan menganggukkan kepala “Ahh jadi kau yang telah membuat Siwon oppa seperti ini” lanjutnya, aku terdiam mendengar penuturannya itu.

“Kau siapanya Siwon oppa?” tanyanya padaku

Aku tersenyum “Aku temannya”

Ia menganggukan kepada dan melipat tangannya dimuka dada “Aku tak tahu apa yang dipikirkan Siwon oppa hingga dia mau menyelamatkan kau yang bukan siapa-siapanya. Kau tahu, ia hampir kehilangannya nyawanya hanya untuk menyelamatkanmu”

Aku terdiam dan menunduk, apa yang dikatakannya memang benar. Karena menolongku, Siwon oppa harus mempertaruhkan nyawanya dan terbaring lemah di rumah sakit.

“Apa kau selalu menyusahkannya seperti ini?” tanyanya lagi “Aku yakin kau sering menyusahkannya”

Aku tak mengatakan apapun, yang dikatakannya memang benar. Sejak kehadiranku, aku memang hanya menyusahkannya bahkan ini sudah kedua kalinya Siwon oppa masuk rumah sakit karenaku.

“Bisa aku minta sesuatu darimu?” aku mendongakkan wajahku menatapnya, aku tak bersuara menunggunya melanjutkan ucapannya “Bisakah kau menjauh dari kehidupan Siwon oppa, karena kehadiranmu hanya akan membuat hidup Siwon oppa semakin sulit” entah mengapa perkatannya benar-benar menyakitkan untukku, tanpa sadar aku telah menitikan airmata.

“Aku pergi” ujarnya dan berlalu dari hadapanku, baru beberapa langkah ia berbalik menatapku “Kuharap kau memenuhi permintaanku”

Aku memandang punggungnya yang semakin menjauh itu ‘Benarkah aku hanya menjadi beban untuk Siwon oppa?’

Yoona POV END

₰ [BFIML] ₰

Author POV

Sejak pertemuannya dengan Tiffany dan percakapan mereka berdua, sosok Yoona lebih banyak termenung, mencerna setiap perkataan Tiffany padanya.

Ia melihat sosok Siwon yang kini telah diperbolehkan kembali ke apartement, melihat dirinya beberapa hari ini yang berada di meja kerjanya bukan dibalik selimut untuk beristirahat. Terlihat sosoknya yang sebenarnya belum cukup fit untuk meneruskan pekerjaannya yang tertunda, namun karena sebuah tuntutan profesi dan juga jabatannya di perusahaan, ia tak bisa mengesampingkan itu semua. Semua itu semakin membuat Yoona berpikir, jika sosoknya benar-benar hanya membuat Siwon terbebani. Ia menghela nafas memikirkan itu semua.

Siwon yang sesekali mencuri pandang pada sosok Yoona dibuat heran akan sikap Yoona yang berbeda beberapa hari ini. Yoona yang biasanya selalu ceria dan selalu mengajaknya berbicara menjadi sosok Yoona yang lebih banyak diam dan melamun.

“Yoona-ya” panggilnya, membuat sosok wanita yang sedang melamun disebuah sofa menoleh akan sosoknya “Apa ada sesuatu yang mengganggu pikiranmu?” tanya Siwon

Yoona terdiam menundukkan kepalanya, Siwon meninggalkan berkas-berkas yang berada dihadapannya dan menghampiri sosok Yoona. Ia duduk disisi Yoona dan meraih jemari Yoona menggenggamnya, Yoona menoleh menatap sosok Siwon.

“Apa ada yang mengganggu pikiranmu?” tanya Siwon lagi

Yoona masih terdiam menatap sosok Siwon, sosok yang selalu ada untuknya selama ini “Oppa…” panggilnya

“Emm…”

“Apa..apa kau terbebani akan kehadiranku?” Siwon mengerutkan keningnya mendengar pertanyaan itu.

“Apa yang kau bicarakan Yoona-ya, aku merasa tak terbebani akan sosokmu” jawab Siwon, Yoona masih terdiam “Lagipula bukankah itu memang dirimu yang selalu menyusahkan” lanjut Siwon menggodanya

Yoona terdiam dan menunduk “Mianhae jika selama ini kau terbebani akan kehadiranku, setelah waktunya tiba aku berjanji tak akan mengganggu hidupmu lagi”

“Apa maksudmu?” tanya Siwon berubah dingin

“Ya, waktunya tiba untukku meninggalkan bumi” jawab Yoona menunduk

Siwon terdiam, dadanya sakit mendengar pernyataan itu, benarkah ia akan kehilangan sosok dihadapannya kini?

“Apa kau akan pergi meninggalkanku?”

₰ [BFIML] ₰

Suasana sarapan pagi itu benar-benar canggung, hanya terdengar suara sendok garpu yang saling berbenturan.

Siwon menyudahi sarapannya itu dan bangkit sambil meminum coffenya “Aku berangkat”

Yoona bangkit dan mengikuti langkah Siwon, ketika akan membuka pintu apartementnya Siwon berbalik menghampiri Yoona dan memeluknya dengan begitu erat menghirup aroma tubuh itu dalam.

Terjadi keheningan untuk beberapa saat, Siwon hanya diam dan memeluk tubuh itu semakin erat “Kau tahu, pertama kali aku mengenalmu, aku hanya berpikir bahwa kau hanyalah seorang pengganggu yang akan merubah kehidupanku yang sudah kujalani selama ini, dan apa yang kupikirkan ternyata benar. Diawal aku memang sulit menerima sosok dirimu yang begitu mudah memasuki kehidupanku namun seiringnya waktu dan kebersamaan yang kulalui bersamamu membuatku merubah pikiran itu”

“Kau sosok malaikat yang dikirim tuhan untukku, untuk merubah diriku menjadi lebih baik, selama hidup denganmu aku merasakan perubahan berarti dalam diriku. Jangan berpikir kau adalah beban untukku karena bagiku kau adalah anugerah untukku. Kumohon, tetaplah disisiku”

Yoona terdiam mendengar setiap untaian kalimat yang diberikan Siwon, perlahan ia menggerakkan tangannya dan membalas pelukkan itu, membenamkan wajahnya didada bidang itu.

₰ [BFIML] ₰

Siwon hanya berdiam diri diruang kerjanya, pikirannya benar-benar tidak bisa diajaknya untuk mengerjakan tumpukan map yang berada dihadapannya kini. Semua begitu meresahkan untuknya, ia takut akan kehilangan sosok yang telah menemaninya selama ini.

Ia masih bingung akan hatinya, benarkah ia mencintai Yoona? Bukan hanya sekedar perasaan sesaat yang sewaktu-waktu akan pergi begitu saja. Tapi mengingat ia tak bisa kehilangan sosok itu, membuatnya yakin kalau itu bukan rasa sesaatnya.

Suara ketukkan pintu membuatnya harus kembali ke dunia nyatanya, begitu menyuruh orang itu masuk yang ternyata sekretarisnya.

“Sajangnim, kita memiliki masalah”

“Wae?”

“Investor yang kita temui di Jeju kemarin berencana membatalkan kerjasamanya”

“Bagaimana bisa?”

“Ia merasa tersinggung dengan kita yang meninggalkan pulau jeju begitu saja”

Siwon menghembuskan nafas lelah “Atur jadwalku untuk bertemu dengannya, kita harus membahasnya kembali dan menjelaskannya” ujar Siwon, Yuri mengangguk dan meninggalkan ruangan tersebut.

Siwon menangkupkan wajahnya, disaat ia merasakan kebimbangan akan hatinya, kini masalah lain datang menimpanya.

₰ [BFIML] ₰

“Kau salah oppa, nyatanya aku hanya menjadi beban untukmu”

Ia merasakan sesak didadanya “Mianhaeyo, jika keputusanku ini membuatmu membenciku” dan sungai kecil itu pun mengalir begitu saja.

₰ [BFIML] ₰

Setelah mengalami perdebatan yang panjang dengan para investor dan menjelaskan kenapa dirinya yang pergi begitu saja membuat para investor tersebut mengerti dan mengurungkan niatnya membatalkan kerja sama mereka. Setelah pertemuan itu selesai, Siwon memutuskan untuk segera kembali ke apartement-nya.

Dikendarai mobilnya itu dalam kecepatan sedang menyusuri jalan kota Seoul yang terlihat lebih lengang tidak seperti biasanya. Ketika masih mengendarai mobilnya,  ada sesuatu yang menarik perhatiannya, melihat sebuah toko yang begitu indah memanjakan berbagai macam jenis bunga yang tertata rapi dan indah, ia terlihat berpikir dan akhirnya memutuskan untuk menepikan mobilnya dan mengunjungi toko bunga yang menarik perhatiannya tersebut.

flower-shop

Dimasukinya toko bunga tersebut yang didalamnya tersungguhkan dengan berbagai macam jenis bunga yang lebih cantik dengan rangkaiannya. Ia melihat-lihat jajaran bunga tersebut, menyentuhnya dan tersenyum. Ia terkekeh sendiri melihat dirinya berada di toko bunga, sungguh ini bukan tipenya.

“Permisi tuan, ada yang bisa saya bantu” Siwon menoleh dan mendapati pegawai toko bunga tersebut menyapanya, ia tersenyum

“Emm bisakah anda memberikanku bunga”

“Anda ingin bunga jenis apa?”

Siwon terlihat bingung menentukan bunga jenis apa yang tepat untuk ia pilih “Bisa anda memberikan saya saran yang tepat jenis bunga apa yang cocok saya pilih?”

“Emm mamang bunga tersebut untuk siapa, orang spesial atau keluarga, teman?”

Siwon tersenyum memandang jajaran bunga dihadapannya “Untuk wanita yang kucintai” kata itu yang meluncur dari bibirnya, pegawai itu tersenyum dan mulai memilihkan bunga yang tepat untuk pelanggannya tersebut.

“Emm bagaimana jika bunga mawar, ia memiliki arti kuat tentang cinta”

“Baiklah, tolong bouquet kan” ujar Siwon pada pegawai tersebut.

Pegawai tersebut mengangguk paham dan mulai memilih bunga yang bagus untuk pelanggannya, “Bagaimana jika mawar mewah dipadukan dengan mawar putih, yang melambangkan cinta dan kesucian”

“Benarkah? Baiklah, tolong bouquet kan secantik mungkin” ujar Siwon

Pegawai tersebut kembali melanjutan memilih bunganya setelah merasa cukup ia membawanya kemeja dan merangkainya sedemikian rupa. Tak lama bunga keinginannya telah selasai “Ini tuan”

Siwon menoleh karena sedari tadi ia memperhatikan sekeliling toko bunga tersebut, Siwon tersenyum dengan hasil kerja pegawai tersebut.

“Berapa semuanya?”

“52000 won” Siwon mengeluarkan beberapa lembar uang pas dan memberikannya pada pegawai toko tersebut “Khamsahamnida” lanjutnya dan menerima bouquetnya, ia berbalik dan tersenyum, kemudian melangkah keluar dari toko bunga tersebut.

 flower

Dikendarai kembali mobilnya menyusuri jalan kota Seoul, ia sesekali tersenyum menatap bouquet bunga yang berada disampingnya. Ia mengeluarkan ponselnya, menyentuh layar touch itu beberapa saat dan mendekatkan ke telinganya.

“Yeobseyo, Yoona-ya”

“Bisa kita bertemu ditaman kota”

“Gwenchana, oppa menunggumu disana”

Senyumnya semakin merekah begitu menyelesaikan percakapannya dengan Yoona, segera ia melajukan mobilnya menuju taman kota.

₰ [BFIML] ₰

Siwon POV

Aku sampai ditaman tempat janjiku bersama Yoona, kubuka seatbelt dan kuraih bouquet bunga disampingku, menciumnya sesaat, senyum tak pernah lepas dari bibirku.

Kulangkahkan kakiku memasuki taman kota ini, cukup ramai taman ini. Senyumku terbentuk begitu melihat sosok wanita tinggi semampai yang berdiri membelakangiku, pasti ia menggunakan kekuatanya untuk sampai ditempat ini.

Kuhampiri dirinya perlahan, kuulurkan tanganku dihadapannya. Ia segera menoleh, dan sebuah senyuman kuberikan untuk wanita ini. Ia memandang bouquet bunga dan tangannya terulur menerima bunga itu.

“Ini begitu cantik oppa, gomawo” ujarnya tersenyum manis padaku, ku sejajarkan diriku disampingnya

“Ini bunga mawar merah dan putih, menggambarkan perasaanku dan dirimu” ujarku menatapnya, ia menoleh

“Memang apa arti dari bunga ini oppa?”

“Cinta dan kesucian”

“Hanya itu?” tanya Yoona dan aku hanya mengangguk memandang jauh kedepan.

₰ [BFIML] ₰

Aku dan Yoona berjalan beriringan disepanjang jalan kota Seoul “Ini akan menjadi bunga favoritku oppa” ujarnya yang masih setia menciumi bunga yang berada digenggamnnya tersebut, aku tersenyum senang melihatnya.

“Oppa, kau harus selalu menjaga kesehatanmu, jangan terlalu memforsir tubuhmu”

“Kenapa kau berbicara seperti itu? selama ini kau tak pernah mengingatkanku” tanyaku heran

“Jadi aku tak perhatian padamu?” tanya Yoona mempoutkan bibirnya

Aku terkekeh “Aniya, lagipula ada dirimu yang akan mengurusku” jawabku

Ia terdiam “Aku hanya tak ingin kau sakit” gumamnya

Aku hanya diam, entah mengapa itu membuatku gelisah. Kuraih pergelangan tangannya membuatnya tertarik dan kini berhadapan denganku “Kau tak berniat pergi meninggalkanku kan?” ku menatap bola mata itu dalam, Yoona tersenyum padaku.

“Kajja oppa” Yoona tak menjawab, dan menarik diriku mengikuti langkahnya.

Kini aku sedang menunggu lampu hijau untuk pejalan kaki, menyebrang jalan untuk menuju mobilku yang berada disebrang sana. Senyum masih tersungging diwajah cantiknya yang masih menggenggam tanganku yang kubalas genggaman itu semakin erat dan tangan satunya yang masih setia menggenggam bouquet bunga dariku.

Aku memandang wajah cantiknya yang masih tersenyum manis, diciumnya sekali lagi bunga pemberian dariku dan menoleh padaku, ia tersenyum manis padaku dan kubalas senyuman itu dengan senyuman tulusku. Ia mengalihkan pandangan dariku kedepan sedangkan diriku masih setia menatapnya.

Raut wajahnya berubah, melepas genggamanku dan berlari…

Bouquet itu terlempar melambung keatas, hingga membentur bumi membuat kelopak bunga itu berteburan.

Ku terdiam, semua  masih seperti sebuah film yang selalu terputar ulang di otakku..

“YOONA!!!!”

To Be Continued

Hehehee selesai juga chapter 7nya,

Moga ga ada siders yahh, RCL please…

Satu lagi, baca drabble-ku yg Sweet Night ok😉

Pos Berikutnya
Tinggalkan komentar

138 Komentar

  1. Erny

     /  Januari 26, 2014

    Apa yang terjadi pada yoong eonni?

    Balas
  2. ayu dian pratiwi

     /  Februari 8, 2014

    PenasarAnn

    Balas
  3. Yeona

     /  Maret 7, 2014

    Apa yg terjadi dngan yoona onni?

    Balas
  4. any

     /  April 21, 2014

    Baru jg seneng2 udah pisahan. gara tiffany nih…

    Balas
  5. omo apa yg trjadi sm yoona?

    Balas
  6. Evi

     /  Agustus 12, 2014

    Oh no jgn sad ending please

    Balas
  7. Anah sanggy sonelf

     /  Agustus 18, 2014

    Apa yg trjdi? Yoona nggk akan ningglin wonppa kn.

    Balas
  8. Apa ini thor kemana prgny yoona,ak bnr2 shock bacany…jd yoona bnr2 prg!!!!

    Balas
  9. yoona kenapa tuh? aku bukan sider ya thor aku selalu comment kok cuma sekarang lagi ganti id aja id yg lama ku ayu or ayu dian pratiwi

    Balas
  10. Yoonanya kemana tuh?kenapa?aaahh penasaran!!!

    Balas
  11. Hendra choi (최헌원)

     /  Desember 23, 2014

    Ahhh endingnya bikin penasaran bangett… Mantap thor… (Y)

    Balas
  12. Cha'chaicha

     /  Maret 25, 2015

    Ahh apa ini..

    Balas
  13. What????Yoong Eonni pergi?????? Terus nanti gimana nasibnya WonPa?
    Tiffany yang sekarang jadi pengganggu deh…

    Balas
  14. sdhifakhri

     /  Mei 10, 2015

    Yoonaaa!! Jangan pergi!!!

    Balas
  15. Yoona kenapa?

    Balas
  16. omo apa yang terjadi sama yoona? next thor~

    Balas
  17. Andwaaaeeee!!! Yoona eonni ninggalin Siwon oppa??? Mimpi buruuukkk!!!

    Balas
  1. Beautiful Fairy In My Life | YoonG-fanfic

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: