[FF] Still Secret Or … ~ Sequel Sajangnim!! (Part II)

 

Still Secret Or ……. ~ Sequel Sajangnim!! Part II

By Uchie / @uchie90

Type  : OS / Sequel

Genre : Romance, Comedy(?) Tentuin sendiri

Rating: PG 13

Cast    : Choi Siwon, Im Yoona, Im Eunhye, Park Yoochun, Tiffany Hwang, Nickhun, Kim Hyoyeon, Kim Jongwoon aka Yesung, Cho Kyuhyun etc

Disclaimer : this Story is mine, Siwon milik

Yoona, Yoona milik Siwon. Mereka berdua

milik orang tua, SME , para Siwonest +

Yoonaddict dan tentu saja para Niteds…

Bila ada kesamaan isi cerita, itu benar-

benar tidak disengaja.

 

Typo? Mohon dimaafkan… Happy reading ^_^

 

 

STILL SECRET OR …….. ~ Sequel Sajangnim part II

 

Sinar mentari perlahan menembus jendela kamar seorang yeoja dan membuat matanya mengerjap-ngerjap menyesuaikan dengan sinar yang masuk ke matanya, sampai akhirnya mata indah itu terbuka sempurna. Dilihatnya kesisi kirinya tak ada sosok namja yang biasa menemani tidurnya setiap malam. Ia mendesah, sudah 2 hari suaminya Choi Siwon ditugaskan oleh presiden direktur perusahaannya untuk mengikuti seminar di Jepang.

 

“Aku merindukanmu Oppa….” Lirih sang istri yang diketahui bernama Yoona. Ia mengambil figura yang berisi foto dirinya dengan sang suami yang berada di nakas sebelah tempat tidur dan menelisik setiap inci wajah sang suami. Dapat dilihat sekarang matanya sudah memanas menahan airmata.

 

Drrttt… Drrtt…

 

Suara handphone membuyarkan lamunannya. Segera ia raih ponsel yang juga berada di atas nakas dan melihat siapa yang menelponnya. Seketika itu juga Yoona menekan tombol hijau di ponselnya.

 

“Yeobseo…”

 

“Morning chagi… Kau baru bangun??” Suara namja diseberang, dipastikan Choi Siwon.

 

“Oppa….hiks…hiks…hiks…”

 

“Ada apa? Kenapa istriku menangis…” Suara Siwon sedikit cemas.

 

“Oppa…hiks…hiks… Bogoshipoo….” Tangis Yoona pecah. Sepertinya rasa rindu itu sudah amat sangat besar tertanam dihatinya. Dan ini baru pertama kali semenjak mereka menikah Siwon meninggalkannya untuk urusan pekerjaan. Ternyata hatinya merasa tersiksa bila berjauhan dengan suaminya itu.

 

“Yoong… Oppa tidak akan lama, baru juga dua hari Oppa tinggal kenapa kau jadi cengeng begini…” Siwon heran dengan sikap istrinya ini.

 

“Entahlah Oppa… Tapi aku merasa tak nyaman kalau Oppa tak didekatku… Hiks… Hiks…”

 

“Sudah… Sudah… Lusa Oppa akan kembali, tunggu Oppa okay. Sekarang cepat mandi bersiap-siap kekantor, jangan lupa sarapan ya. Oppa ada seminar lagi pagi ini. Kau baik-baik ya, saranghae chagiya…”

 

“Aku juga mencintaimu…” Tepat kalimat itu terucap sambungan telepon terputus. Yoona masih meringkuk diatas tempat tidurnya. Tangis yang tadi ia tahan, kembali terdengar. Yoona benar-benar tidak bisa jauh dari seorang Choi Siwon.-_-

 

Setelah menumpahkan rasa rindunya melalui tangisan, Yoona pun beranjak dari tempat tidurnya melangkahkan kaki menuju kamar mandi. Satu jam berikutnya Yoona pun sudah berpakaian kantor lengkap. Ia keluar dari kamarnya menuju dapur, ia membuat teh hangat untuk dirinya dan mengambil beberapa potong roti. Wajahnya masih ditekuk murung.

 

Ting-Tong….

 

Terdengar bunyi bel apartement. Yoona masih dengan wajah sedih melangkahkan kakinya lesu kepintu masuk apartemen lalu membukakan pintu tanpa melihat siapa yang berkunjung ke rumahnya.

 

“Morning… Dongsaengku….” Eunhye, sudah berdiri riang didepan pintu apartement Yoona.

 

“Ada apa Eonni?…” Tanya Yoona lesu setelah terlebih dahulu memastikan siapa yang datang.

 

“Ya ampun…. Sebegitu kah pengaruh Siwon dihidupmu? Baru beberapa hari ditinggal wujudmu sudah seperti mayat hidup, ckckck…” Oceh Eunhye sambil melangkah masuk melewati Yoona yang masih berdiri di depan pintu.

 

“Hiks… Hiks… Eonnii!!! Hiks…hiks…” Tiba-tiba tangis Yoona kembali pecah. Eunhye yang sedang melihat-lihat menu sarapan Yoona terlihat kaget dengan tangisan Yoona sehingga ia pun bergegas kembali menghampiri dongsaengnya itu.

 

“Omoo… Yoong, kenapa kau menangis seperti ini? Memangnya kau bertengkar dengan Siwon?” Tanya Eunhye. Yoona menggeleng.

 

“Apa ada masalah dikantor?” Yoona menggeleng lagi.

 

“Apa Siwon selingkuh?” Tanya Eunhye hati-hati.

 

“Yaakk Eonni, dari mana kau dapat pemikiran seperti itu?” Tangis Yoona semakin menjadi.

 

“Lalu kenapa kau menangis seperti ini? Bukan kah Siwon lusa akan kembali.” Eunhye bingung dengan tangis dongsaengnya ini.

 

“A… A..ku merindukannya Eonni… Hiks…hiks…” Eunhye melongo mendapat alasan dari Yoona. Kenapa adiknya ini jadi begitu cengeng cuma ditinggal suaminya. Padahal dulu Yoona adalah gadis tangguh yang tegar dan kuat dalam menghadapi apapun. Sebegitu pintarkah Siwon mengubah kepribadian adiknya ini hanya dalam waktu 4 bulan?

 

“Sudahlah Yoong, Siwon pasti pulang. Kau kan baru 2 hari tidak bertemu dengannya. Sudah… Sudah… Cupcupcup…” Eunhye mencoba menenangkan Yoona. Kalau ia berkata yang macam-macam saat ini, ia takut tangis adiknya ini akan semakin menjadi. Jadi lebih baik menjaga perkataannya dan menenangkan adiknya itu.

 

“Ayo sekarang sarapan dulu. Aku akan mengantarkan mu kekantor.” Eunhye menuntun Yoona kembali kemeja makan setelah Yoona sedikit tenang, walau sesegukannya masih terdengar jelas.

 

~•~

 

Derap langkah Yoona memasuki gedung perusahaan tempatnya bekerja tidak seperti biasanya. Ia terlihat murung, walau langkah kakinya seperti biasa tapi dapat terlihat jelas raut wajah yang tak bersemangat. Matanya sedikit terlihat sembab, mungkin karena acara tangis-tangisannya tadi dirumah.

 

Yoona berjalan pelan menuju pintu lift, setelah terbuka ia pun melangkahkan kakinya memasuki lift. Ia tidak menyadari ada Kyuhyun disampingnya yang ikut memasuki lift itu. Dahi Kyuhyun mengerut, baru kali ini ia melihat rekan kerjanya itu seperti orang patah hati(?).

 

“Yoong…” Panggil Kyuhyun. Namun Yoona seperti tidak mendengarnya. Ia menatap kosong kedepan, padahal Kyuhyun berada tidak lebih 50 cm dari tempatnya berdiri. Kyu jadi ngeri, Yoona terlihat seperti mayat hidup. Iapun berinisiatif mengguncang-nguncang tubuh Yoona.

 

“Yoong…Yoona!!!” Yoona tersadar dan memutar pandangan kearah samping melihat Kyuhyun masih menggoyang-goyangkan tubuhnya.

 

“Yaakk!! Apa yang kau lakukan evil!!” Kegiatan Kyuhyun terhenti ia tersenyum senang ternyata orang disebelahnya ini bukanlah mayat hidup.

 

“Apa yang kau lakukan aah??!!” Yoona memasang tampang marahnya. Otomatis membuat raut wajah kyu berubah 180 derajat.

 

Ting!! Tepat pintu lift terbuka.

 

“Tidak ada, aku hanya menyadarkanmu, sudah ya aku duluan.” Kyuhyun berlari kecil meninggalkan Yoona sebelum ia menjadi korban kemarahan Yoona.

“Apa maksudnya menyadarkanku, memangnya aku pingsan? Dasar kyupil…” Yoona berdecak kesal.

 

Kyuhyun yang merasa sudah cukup jauh dari Yoona menghentikan langkah kakinya dan menjadi sedikit berpikir. Dia perhatikan semenjak atasannya Choi Siwon pergi keluar kota, Yoona menjadi sosok yang kurang bersemangat. Dia dari dulu memang sudah merasa aneh dengan hubungan kedua orang itu.

“Aku akan jadi penonton yang baik Yoong.” Kyuhyun menyeringai, tersenyum penuh arti.

 

Kyuhyun memang mempunyai perasaan yang lebih peka, ia bisa merasakan keganjilan dalam hubungan orang lain. Entah itu kelebihan atau kekurangannya. Dulu Kyu pernah merasa Hyoyeon mempunyai hubungan dekat dengan Eunhyuk, walau pun Hyo sudah mati-matian mengelak akhirnya memang terbukti ia mempunyai hubungan dengan Eunhyuk. Dan apa yang dirasakan Kyu juga terjadi pada hubungan Yoona dan atasannya ini. Jadi ia tetap akan menaruh curiga pada pasangan itu, sampai ada bukti nyata tentang hubungan mereka.

 

~•~

 

From: myluvly

 

Yeobo… Jangan sampai telat makan ya. Walau aku tak ada, kau harus menjaga kesehatanmu. Nanti sore aku akan pulang, tunggu aku oke… Imissu&loveuforever…

 

Yoona menghela nafas. Siwon, suaminya baru saja mengirimkan pesan singkat. Sepertinya ikatan batin mereka benar-benar kuat. Buktinya Siwon tahu bahwa Yoona belum makan siang, padahal jam dinding sudah menunjukkan pukul dua siang.

 

“Ya, aku harus makan. Ia kan akan pulang sore ini.” Gumam Yoona.

 

Yoona menyambar tas tangan miliknya dan mengeluarkan kotak makanan yang memang sengaja ia bawa dari rumah. Segera ia buka dan menyantap dengan wajah tak bernafsu. Hyoyeon yang berada tak jauh dari Yoona menatap heran rekannya itu. Biasanya Yoona paling suka dengan makanan otomatis wajahnya akan riang bila dihadapkan dengan makanan, tapi beberapa hari ini Yoona sangat berbeda.

 

“Yoong… Kau tak apa-apa?”

 

“Nde?? Ya Hyo aku tak apa…” Yoona menjawab lesu. Hyoyeon tidak bertanya lagi, mungkin Yoona sedang ada masalah beberapa hari ini, itu yang ada dipikirannya.

 

“Huek… ” Yoona menutup mulutnya. Tiba-tiba perutnya terasa sangat mual.

 

“Huek…Huek…”

 

“Yoong… Kau kenapa??” Hyo yang mendengar langsung menghampiri Yoona lagi.

 

“Huek…” Yoona langsung berlari menuju toilet. Ia mengeluarkan lagi semua makanan yang ia makan beberapa saat yang lalu. Hyoyeon yang merasa khawatir segera menyusul Yoona. Ia melihat Yoona di wastafel masih mengeluarkan isi perutnya. Hyo mengusap-usap punggung Yoona. Yoona yang sepertinya sudah tidak mual lagi mendadak merasakan pusing dikepalanya, pandangannya berkunang-kunang dan akhirnya kesadarannya pun hilang. Untung Hyo cepat menahan tubuh Yoona.

 

“Yoong… Yoona… Sadarlah…” Hyoyeon panik, ia berusaha membangunkan Yoona. Tapi tidak berhasil.

 

“Tolong… Apa ada orang diluar??” Hyoyeon berteriak berharap ada yang mendengarkannya.

 

“Ada apa nona??” Seorang office girl menghampiri Hyoyeon.

 

“Tolong panggil satpam atau siapapun. Kita harus membawanya kerumah sakit. Palli!!”Perintah Hyoyeon.

 

“Baik nona.” Segera wanita tersebut memanggil beberapa rekan nya. Tak berapa lama beberapa orang telah membopong tubuh Yoona untuk dibawa kerumah sakit.

 

~•~

 

Siwon mempercepat langkah melewati kerumunan orang-orang di Gimpo International Airport. Setelah mendengar kabar tentang Yoona dari Eunhye, Siwon yang kebetulan memang telah menyelesaikan seminarnya di Jepang itupun mengambil inisiatif untuk langsung ke Haneda Airport mengambil penerbangan tercepat ke Seoul.

 

Siwon terlihat berlari kecil menuju taksi yang kebetulan lewat didepan pintu kedatangan bandara tersebut. Siwon segera membuka pintu taksi dan mendudukkan dirinya dibangku penumpang.

 

“Tolong ke Rumah Sakit Universitas Seoul Ahjussi… ” Sang supir langsung menjalankan mobilnya membawa Siwon ke tempat tujuannya. Wajah khawatir masih terlihat jelas diwajahnya. Sepanjang perjalanan ia terus berdoa, mencoba menenangkan hati dan pikirannya yang sudah dipenuhi dengan kondisi Yoona.

 

Setelah beberapa menit menempuh perjalanan, Siwon akhirnya tiba dirumah sakit. Ia berlari disepanjang koridor rumah sakit mencari-cari nomor kamar yang sudah di sms Eunhye padanya tadi. Sambil menenteng koper kecil miliknya, akhirnya Siwon menemukan kamar perawatan yang tepat. Segera Siwon membuka pintu kamar dan terlihatlah sosok wanita yang dicintai sedang terbaring lemah. Siwon berjalan mendekat, ia tidak menyadari di sana ada sepasang mata heran melihatnya.

 

Siwon membiarkan koper yang tadi ia bawa tergeletak begitu saja. Ia mendudukan dirinya dikursi yang tadi diduduki oleh Eunhye. Siwon menggenggam tangan Yoona, ia menyentuh lembut puncak kepala dalam hati ia terus saja berdoa agar wanita ini membuka matanya. Sampai saat ini belum ada satu kata pun yang keluar dari mulut Siwon.

 

“Wonnie…” Siwon menoleh, dipintu masuk ternyata telah berdiri nyonya Choi.

 

“Eomma….”

 

“Ada apa dengan Yoona? Eomma baru dapat kabar dari orang tua Yoona. Mereka masih dalam perjalanan.”

 

“Aku juga tak tahu Eomma.” Siwon pun menyapu setiap sudut rumah sakit dia tercegat, ternyata disana selain ada Eunhye, juga ada Hyoyeon yang seperti masih mencerna tiap adegan yang tersaji didepannya. Siwon segera kembali ke alam sadarnya, sekarang bukan saatnya untuk memikirkan Hyoyeon.

 

“Noona, apa kata dokter??” Tanya Siwon pada Eunhye.

 

“Lambungnya sedikit bermasalah, mungkin karena malas makan beberapa hari ini. kau tak perlu khawatir. Ia tak akan kenapa-napa.” Eunhye tersenyum. Dia merasa senang, telah melihat kekhawatiran di wajah Siwon ia yakin Siwon benar-benar mencintai adiknya. Bahkan ia tidak mempedulikan tanggapan Hyoyeon tentang dirinya nanti, ia melihat yang ada dipikiran Siwon sekarang hanya Yoona.

 

“Syukurlah kalau begitu. Tapi kenapa bisa ia jadi malas makan?”

 

“Mungkin karena dirimu tak bersamanya…” Ceplos Eunhye yang sukses membuat wajah Siwon sedikit malu.

 

“Ah noona, kau berlebihan. Tidak mungkin Yoona melupakan hobi makannya hanya karena aku.”

 

“Kau tidak percaya? Kau tanya saja pada bawahanmu ini.” Eunhye menunjuk Hyoyeon. Siwon menatap Hyoyeon, bisa dipastikan Hyo resah dengan kalimat selanjutnya yang akan tertuju padanya. Wajahnya masih tertunduk.

 

“Hyoyeon-ssi, terimakasih telah membawa Yoona kerumah sakit.” Hyoyeon mengangkat wajahnya, melihat senyum tulus sang bos padanya.

 

“Nde, Sajangnim….” Jawabnya terbata-bata.

 

“Aku yakin dipikiran Anda pasti banyak pertanyaan yang bergelayut. Saya To the Point saja, sebenarnya Yoona adalah istri saya. Untuk pertanyaan-pertanyaan lainnya Anda bisa tanya pada Yoona saat ia sudah sembuh. Sekarang saya meminta tolong pada Anda untuk tetap merahasiakan ini.” Hyoyeon terhenyak, ia benar-benar kaget dengan penuturan Siwon.

 

“Apa Anda bisa dipercaya?” Tanya Siwon.

 

“Ba… Baik… Baiklah Sajangnim.” Jawab Hyo sedikit takut. Siwon tersenyum lega.

 

“Jadi apa benar Yoona beberapa hari ini malas makan Hyoyeon-ssi?”

 

“Nde, Sajangnim. Ia terlihat tak bernafsu makan. Sebenarnya kami heran, tapi karena sekarang aku telah mengetahui sebabnya jadi aku memakluminya.” Jawab Hyo panjang lebar.

 

“Hahahah, dengar kan? Yoona benar-benar tak bisa jauh darimu adik ipar.” Eunhye tertawa menggoda.

 

“Baiklah saya permisi dulu Sajangnim, saya akan kembali kekantor.” Hyoyeon pamit. Ia tiba-tiba teringat rekan-rekan kerjanya yang lain pasti sudah menunggunya di kantor.

 

“Ya, terimakasih Hyoyeon-ssi…” Hyoyeon meninggalkan kamar Yoona setelah sebelumnya membungkukkan badannya kepada Eunhye dan nyonya Choi.

 

“Ternyata itu sebabnya, Eomma kira Yoona akan memberikan cucu pada Eomma.” Raut wajah kecewa nyonya Choi terlihat jelas.

 

“Eomma harus sedikit bersabar, aku kan baru 4 bulan menikah.”

 

“Pokoknya secepatnya kau harus memberikan cucu pada Eomma.”

 

“Ok, ok baiklah….”

Eunhye yang mendengar perdebatan kecil ibu dan anak itu cuma bisa geleng-geleng kepala. Mertua Yoona ternyata memiliki sikap yang sedikit kekanak-kanakan pikirnya.

 

~•~

 

Jam dinding sudah melewati angka 8. Tepat 2 jam yang lalu Siwon berada dikamar perawatan Yoona. Sang istri, masih terlelap tidur, mungkin obat mempengaruhi acara tidurnya ini, sehingga membuat Yoona tidur nyenyak. Eunhye satu jam yang lalu telah meninggalkan rumah sakit, ia berniat membawakan pakaian ganti untuk Yoona. Sedangkan Eomma Siwon, setengah jam yang lalu sudah pulang kerumahnya setelah dipaksa Siwon.

 

Siwon menenggelamkan dirinya pada buku bacaan bisnis yang sengaja ia beli di jepang. Siwon selain pintar berbahasa Inggris ia juga mahir membaca huruf-huruf kanji jadi tidak ada masalah untuknya membaca buku terbitan negeri sakura itu.

 

Yoona perlahan membuka matanya, dan merasa sekujur tubuhnya sangat lemas. Ia menoleh ke sisi kanannya dan mendapati orang yang ia rindukan sedang serius membaca buku yang ada ditangannya.

 

“Oppa….” Siwon menoleh dan segera berjalan mendekati istrinya itu.

 

“Kau sudah bangun?” Siwon tersenyum lembut, Yoona menggangguk lemah.

 

“Oppa dimana aku?”

 

“Kau dirumah sakit. Kenapa kau jadi malas makan begini chagi? Lihat kan, kau jadi sakit seperti ini.” Siwon menatap Yoona sayang, mengelus lembut rambut wanita itu.

 

“Oppa, aku merindukanmu… Bolehkah aku minta pelukan?”

 

“Ya ampun Yoong, tentu saja…. Kapan pun kau mau kau boleh memeluk suamimu ini.” Siwon pun memeluk Yoona hangat penuh cinta. Cintanya memang hanya diperuntukkan untuk wanita ini. Yoona yang masih erat memeluk suaminya itu, tanpa sadar mengeluarkan air matanya. Ia tak tahu entah sejak kapan menjadi cengeng seperti ini. Mungkin rasa haru bercampur rindu yang menyebabkan airmatanya itu keluar.

 

“Yoong, uljima…. Jangan menangis… Apa yang kau tangisi? Oppa kan ada disini…”

 

“Aku tak tahu Oppa… Tapi aku merasa senang Oppa ada bersama ku saat ini…” Jawab Yoona terisak. Perlahan Siwon merenggangkan pelukannya. Menghapus air mata yang menggenang dipipi istrinya itu.

 

“Sekarang ayo tersenyum, istriku walau menangis masih kelihatan cantik, tapi akan lebih cantik lagi bila tersenyum. Ayo…” Siwon menggoda Yoona. Perlahan Yoona menarik bibirnya hingga membentuk sebuah senyuman.

 

“Nah begitu lebih baik….” Siwon kembali memeluk tubuh Yoona, wanita yang sudah mengisi hari-harinya penuh cinta.

 

“Bogoshipo…” Lirih Siwon. Yoona tersenyum senang ternyata bukan hanya dia yang dilanda kerinduan, tapi suaminya itupun juga merindukannya.

 

~•~

 

Keesokkan harinya Yoona sudah diperbolehkan pulang oleh pihak rumah sakit. Siwon yang harus kembali bekerja pada hari itupun terpaksa harus mengurungkan niatnya untuk menjemput Yoona dirumah sakit. Yoona hanya akan didampingi orang tuanya serta mertuanya Nyonya Choi. Sedangkan Eunhye tidak bisa ikut karena beberapa pekerjaan yang tidak bisa ia tinggalkan.

 

“Ah… Akhirnya aku pulang kerumah.” Ujar Yoona yang sudah merebahkan dirinya ke atas sofa. Appa dan Eomma Yoona ikut mendudukan diri mereka tepat didepan Yoona sedangkan Eomma Siwon masih berdiri memperhatikan tingkah sang menantu.

 

“Eommoni, kenapa berdiri saja. Silahkan duduk Eommoni.” Ujar Yoona sopan. Nyonya Choi menghela nafas dan menuruti perkataan Yoona, mendudukkan dirinya disamping Yoona. Tidak ada kecanggungan diantara Yoona dan mertuanya itu, Yoona sudah menganggap mertuanya itu Eommanya sendiri dan bisa dipastikan hubungan mereka memang dekat.

 

“Menantuku…”

 

“Nde Eommoni…”

 

“Kapan kau akan memberi Eommoni cucu.” Tanya nyonya Choi to the point. Yoona terkejut dengan pertanyaan sang mertua.

 

“Kami sudah ingin menimang cucu, ya kan Besan?” Kini nyonya Choi beralih menatap tuan dan nyonya Im.

 

“Iya Anda benar, kalian sudah lebih 4 bulan loh menikah kenapa belum ada tanda-tanda kehamilan?.” Kini Appa Yoona yang bertanya.

 

“Nde, Appa, Eomma, Eommoni…. Aku akan usahakan secepatnya memberi kalian cucu.” Yoona menundukkan wajahnya. Entahlah, ia merasa hatinya sedikit tertohok dengan ucapan Appa nya sendiri. Ia memang sudah lebih 4 bulan menikah tapi belum juga ada tanda-tanda kehamilan itu terlihat.

 

“Sudah-sudah… Biarkan mereka menikmati hari-hari mereka berdua. Kan kita tahu sendiri mereka tidak sempat berpacaran sebelumnya.” Bela nyonya Im seakan tahu isi hati putrinya.

 

“Benar juga ya…” Gumam nyonya Choi. Yoona menghela nafas, Eommanya sudah menyelamatkan dirinya dari suasana yg sesak ini.

 

“Oh, Appa, Eomma, Eommoni mau minum apa.”

 

“Tak usah repot-repot menantuku, kau cukup duduk saja. Kalau haus kami akan mengambilnya sendiri. Kau harus menjaga kesehatanmu Yoong, kau tahu Eommoni sangat cemas waktu orang tua mu menelepon Eommoni dan mengatakan kamu pingsan saat bekerja.” Jelas nyonya Choi.

 

“Jangan terlalu khawatir begitu Besan, Yoona itu sebenarnya kuat dalam hal apapun cuma karena ditinggal Siwon saja jadi lemah begini. Cinta benar-benar bisa merubah seseorang ya…” Eomma Yoona, Nyonya Im menatap putrinya menggoda.

 

“Eomma!! Jangan membuatku malu dihadapan mertuaku…” Wajah Yoona bersemu menahan malu. Semua yang ada disana pun tertawa melihat tingkah Yoona. Sesekali masih menggoda Yoona yang sudah seperti dibully tapi ini bully yang membuat ia jadi malu-malu kucing.(?)

 

~•~

 

Derap langkah tergesa-gesa terdengar disepanjang koridor jalan yang menghubungkan sebuah ruangan dengan lift yang menjadi tujuan namja ini kini. Siwon, yang diketahui direktur bagian perencanaan perusahaan itupun langsung menekan tombol kelantai yang menjadi tujuannya. Setelah pintu lift terbuka ia bergegas masuk. Singkat cerita, Siwon sekarang telah berada dimobil pribadinya dan langsung menyalakan mesin mobilnya. Belum sempat ia menjalankan mobilnya, getaran handphone terasa di saku celananya.

 

“Apa lagi ini….”Decak Siwon kesal. Tanpa melihat siapa yang menelpon ia langsung menekan tombol hijau dilayar ponselnya.

 

“Yeobseo…”

 

“Oppa ada dimana sekarang…”

 

“Oh, Yoong…. Oppa kira siapa, Oppa baru akan pulang tapi kau sudah menelpon. Apa kau merindukan Oppa??” Tanya Siwon menggoda.

 

“Aniyo Oppa, aku cuma ingin minta tolong. Apa Oppa bisa menolongku?”

 

“Apapun akan Oppa lakukan untukmu, jadi mau minta bantuan apa eehm??” Tanya Siwon terdengar merayu.

 

“Jeongmal, tidak merepotkanmu?” Tanya Yoona ragu.

 

“Tidak, ayo cepat katakan sebelum Oppa berubah pikiran.” Desak Siwon yang sudah kehabisan kesabaran menunggu permintaan Yoona.

 

“Oppa… Emm… Aku minta tolong Oppa ke supermarket membeli kebutuhan kita. Dikulkas sudah tidak ada lagi yang bisa dimakan.”

 

“Oo, cuma itu? Oppa kira ada apa. Ok kau kirim saja lewat pesan apa yang harus dibeli. Oppa akan ke supermarket sekarang.”

 

“Gomawo Oppa…. Aku akan mengirimkan daftar yang harus dibeli. Saranghae Oppa…”

 

“Klik.” bunyi telepon ditutup. Siwon menggeleng-gelengkan kepalanya. ‘Cuma masalah itu, kukira ada apa’ pikir Siwon.

 

Tak lama sebuah pesan pun masuk ke ponsel Siwon. Siwon pun membukanya pesan tersebut.

 

“Hanya ini, ckckckck”

 

Sepersekian detik kemudian kembali nada pesan masuk secara bertubi-tubi, bukan dua atau tiga tapi sampai 10 pesan masuk ke smartphone canggih itu.

 

“Mwo ya?? Aku harus membeli ini semuaaa???” Ujar Siwon tak percaya sambil menatap ke arah ponselnya.

 

~•~

 

“Krek…” Suara pintu utama apartement terbuka lebar. Terlihat Siwon yang sedang kesusahan membawa puluhan kantong plastik yang ada ditangannya. Siwon tidak menyadari ada beberapa pasang mata yang menatapnya takjub.

 

“Oppa….” Siwon mengarahkan pandangannya ke sumber suara. Yoona yang masih duduk manis menatap ke arah suaminya itu. Siwon menampakkan wajah kagetnya setelah mengetahui ternyata bukan hanya Yoona yang ada di sana tapi juga ada Tiffany bersama Nickhun. Yoona berniat menolong suaminya itu tapi tiba-tiba Fany menahan tubuhnya.

 

“Biar aku yang menolongnya Yoong, kau masih harus istirahat.”

 

“Selamat malam Sajangnim. Mau ku bantu membawakannya ke dapur?” Tanya Fany basa-basi.

 

“Tidak usah Fany-ssi. Nickhun kenapa kau malah duduk tenang saja, ayo tolong aku…” Ujar Siwon pada sahabatnya itu. Nickhun dengan wajah malasnya terpaksa menolong Siwon membawa plastik-plastik tadi kedapur.

 

“Tak ku kira suamimu mau melakukannya Yoong.” Bisik Fany setelah ditinggal kedua namja tadi.

 

“Suamiku memang Daebak, aku semakin menyayanginya…” Ujar Yoona sambil tersipu.

 

“Kau ini membuat ku iri saja.”Kesal Fany.

 

Di dapur pun terjadi percakapan yang tidak biasa antara Nickhun dan Siwon. Tidak biasa? Karena mereka biasanya membicarakan tentang pekerjaan tapi sekarang…..

 

“Tak ku sangka kau mau melakukan hal ini Siwon…ckckckck” kata Nikchun sambil memasukkan sayur-sayuran ke dalam kulkas.

 

“Memangnya kenapa? Kau iri kan?”

 

“Iri?? Yang benar saja malah aku lihat kau seperti suami-suami takut istri. Aku kasihan padamu.”

 

“Mwoo?? Enak saja kau bicara. Kau lihat saja nanti, kau akan diperlakukan Fany seperti apa.” Kesal Siwon. Nickhun hanya mendengus mendengar perkataan Siwon.

 

“O, iya sejak kapan kalian dirumah ku?”

 

“Sudah 2 jam yang lalu.”

 

“2 jam yang lalu?? Jadi kau tahu Yoona menyuruhku ke supermarket dan menyuruhku membeli semua ini??” Nickhun mengangguk polos.

 

“Kenapa kau tak berniat menemaniku? Teman macam apa kau!!” Amarah Siwon meledak-ledak.

 

“Mianhae Siwon-ah, tak mungkinkan aku meninggalkan para wanita disini? Aku menjaga mereka.”

 

“Alasan tak masuk akal. Memangnya mereka anak kecil yang harus ditemani, bilang saja kau tak mau menolongku. Dasar!!”

 

“Heheheh, sudah jangan marah-marah begitu. Sebenarnya aku salut dengan ketulusanmu pada Yoona. Padahal kalian tidak melalui proses pacaran dan langsung menikah tapi cinta kalian terlihat begitu nyata.”

 

“Oh ya?? Ciyuss?? Kau kagum padaku??” Tanya Siwon dengan wajah penuh aegyo nya…

 

“Yak! Kau meragukan kata-kataku? Singkirkan aegyo menjijikkan itu membuatku ingin muntah saja.” Ujar Nickhun sambil mengambil ancang-ancang untuk melempar Siwon dengan buah apel yang ada ditangannya. Siwon pun kembali mengubah ekspresi wajahnya menjadi normal(?).

 

“Kau ini, jangan main lempar begitu…. ” Akhirnya Nickhun meletakkan kembali apel tersebut ke tempatnya dan berjalan ke arah Siwon yang sudah lebih dahulu menyelesaikan tugasnya. Mereka mendudukan diri mereka dimeja dapur.

 

“Akan kubuatkan secangkir cappucino untukmu, tunggu ok…” Ujar Siwon. Nickhun hanya mengangguk mengiyakan.

 

Jujur, sebenarnya Nickhun memang benar-benar iri dengan kisah cinta sahabatnya itu. Ia tahu persis bagaimana perjuangan Siwon untuk meyakinkan orang tua Yoona dan orang tuanya sendiri sewaktu akan meminta Yoona menjadi istrinya, tentu tanpa sepengetahuan Yoona. Sampai-sampai Siwon harus merelakan setiap waktu liburnya untuk mengunjungi orang tua Yoona saat itu. Makanya dia tak ada waktu untuk mendekati atau pun sekedar berbasa basi dengan Yoona, malah Yoona ia acuhkan. Makanya sekarang Siwon menjadi menantu kesayangan orang tua Yoona, ya walaupun memang Siwon lah menantu mereka satu-satunya saat ini.#plak

 

“Aawww!!!” Terdengar teriakan dari ruang ramu. Buru-buru kedua namja tadi melangkah cepat ke asal suara. Tiffany terlihat terduduk disamping sebuah kursi kayu sambil memegang kakinya.

 

“Kan sudah ku katakan minta tolong para pria saja, lihat kan kau jadi jatuh.” Gerutu Yoona pada sahabat keras kepalanya itu.

 

“Ada apa chagi?” Tanya Nickhun langsung menghampiri Fany.

 

“Ada apa ini?” Tanya Siwon tak kalah panasaran.

 

“Fany mencoba mengambil album foto yang ada di atas lemari itu Oppa, padahal sudah ku larang biar Oppa yang ambilkan tapi ia tetap saja tak mendengarkanku.”Jelas Yoona panjang lebar.

 

“Kau tak apa-apa chagi??”Tanya Nickhun lagi.

 

“Tak apa-apa Oppa, tapi kakiku sepertinya sedikit terkilir…heheheh” ujar Fany cengengesan.

 

“Masih sempat-sempatnya kau tertawa.” Sela Yoona.

 

“Bukan urusanmu Im Yoona!!!”

 

“Oppa, kau mau kan menggendong ku sampai ke parkiran? Sepertinya ini sudah terlalu larut, kita pulang saja ya?” Pinta Fany lembut pada kekasihnya itu.

 

“Apa kau benar-benar tidak bisa berjalan? Kalau menggendongmu aku rasa itu terlalu berlebihan.”

 

“Jadi Oppa tak mau menggendongku?? Oppa memintaku berjalan dengan kaki yang sakit ini?” Suara Fany terdengar penuh emosi. Nickhun yang tadinya berwajah datar kini memperlihat kan raut ketakutan.

 

“A… Aniyo chagi… Aku rela kok menggendongmu…” Nada Nickhun sedikit dipaksa.

 

“Rasakan itu Khun… Kekeke” ejek Siwon dan sukses mendapat tatapan tajam dari sahabatnya itu.

 

“Rasakan apa Oppa?” Tanya Yoona heran dengan tingkah Siwon.

 

“Aniyo Yeobo…”

 

“Ya sudah sekarang kalian pulang saja, Nickhun kau gendong Fany palli…” Desak Siwon dengan wajah penuh kemenangan. Dendamnya terbalas sudah, siapa suruh mengejeknya SSTI alias suami-suami takut istri. Siwon memperlihatkan seulas smirknya kepada Nickhun. Nickhun pasrah dan segera membawa Fany keluar dari apartemen sahabatnya itu.

 

~•~

 

Yoona sedang duduk termenung bersandar di ranjangnya. Entah kenapa permintaan mertuanya tadi siang masih menjadi pikirannya saat ini. Siwon yang baru keluar dari kamar mandi itupun merasakan ada yang aneh dengan istrinya. Siwon berjalan mendekat dan duduk disamping Yoona.

 

“Apa yang kau pikirkan Chagi??” Yoona sontak menoleh ke arah suaminya, Siwon mengulas senyum diwajah tampannya.

 

“Oh, Oppa…. Entah lah, aku hanya memikirkan kenapa sampai sekarang aku belum hamil juga?” Ujar Yoona sambil merebahkan kepalanya di bahu Siwon.

 

“Kenapa kau memikirkan itu, kita baru beberapa bulan menikah. Jangan terlalu khawatir, suatu saat kau pasti hamil. Atau jangan-jangan kau mau membuatnya sekarang ehmm??” Goda Siwon. Mendengar kalimat Siwon, Yoona buru-buru menjaga jarak dari Siwon.

 

“Aniyo Oppa, aku kan baru pulih. Bisa-bisanya Oppa meminta itu dariku.”

 

“Tapi katanya kau ingin hamil.”

 

“Aku kan hanya heran kenapa aku belum hamil juga, bukan mengajakmu membuatnya sekarang. Dasar pervert!!! Namja mesum!!” Teriak Yoona yang sudah menutupi erat tubuhnya dengan selimut, sampai-sampai kepalanya pun ikut ia tutupi.

 

“Aku kan cuma ingin mengabulkan impianmu Yoong.”

 

“Tapi tidak untuk malam ini Oppa. Aku akan bekerja besok, jadi kita harus bangun pagi. Tidurlah Oppa.”

 

“Yoong….” Panggil Siwon dengan suara sexy nya.

 

“Oppa, tidurlah!!” Perintah Yoona masih dibawah selimutnya.

 

“Oke… Oke… Baiklah…”Pasrah Siwon. Akhirnya Siwon membaringkan tubuhnya. Tak butuh waktu lama mereka pun sudah terbang ke alam mimpi.

 

~•~

 

Yoona berjalan santai menuju ruang kerjanya, senyuman tak pernah lepas dari wajah cantiknya.

“Selamat pagi semua…” Semangat Yoona saat memasuki ruang kerjanya. Yesung, Kyuhyun menatap Yoona takjub. 3 hari Yoona tak masuk kerja, mereka merasa Yoona makin terlihat Cantik.

 

“Pagi Yoong…” Hyoyeon yang menjawab sapaan Yoona.

 

“Yoona kau makin cantik saja… Aku makin menyukaimu.” Celetuk Yesung tiba-tiba.

 

“Kau ini bisa saja.” Jawab Yoona tersipu.

 

Hyoyeon berjalan mendekati Yoona yang sudah duduk manis di meja kerjanya. Ia memang ingin menanyakan semua ganjalan yang ada dihatinya, setelah pengakuan sang bos padanya beberapa hari yang lalu.

 

“Yoong, kenapa kau merahasiakan pernikahanmu dengan sajangnim??bisik Hyo.

 

“Mwoo!! Ka… Kau tahu dari mana Hyo??” Tanya Yoona dengan nada sepelan mungkin, walau wajah kaget terpampang jelas di wajahnya.

 

“Choi-sajang yang memberi tahuku.”

 

“Ia yang mengatakannya padamu??” Hyo mengangguk. Yoona menghela nafas nya… Ada satu orang lagi yang mengetahui pernikahan rahasianya setelah Fany.

 

“Aku hanya tak ingin karyawan lain berprasangka yang tidak-tidak padaku. Kau kan tahu banyak wanita yang mengidolakan wajah tampannya itu. Jadi Hyo kau mau merahasiakan ini ya? Setidaknya sampai kami siap untuk go publik.” Mohon Yoona.

 

“Hmmm, baiklah. Tapi ini tidak gratis yaa…”

 

“Oke apapun yang kau inginkan, asal tidak macam-macam akan aku turuti.”

 

“Baiklah… Aku ingin kau menemaniku shopping akhir minggu ini.”

 

“Jangan akhir minggu ini Hyo, kau kan tahu hanya weekend saja waktuku dengannya.”

 

“Kalau begitu nanti sepulang kerja saja. Dan kau harus membelikan sepatu yang sudah ku incar beberapa hari ini. Oke…”

 

“Baiklah…”Pasrah Yoona.

 

~•~

 

Siwon dengan langkah ringan memasuki area restoran tempat ia janjian dengan Yoona. Senyumnya merekah ketika melihat Yoona telah duduk manis di sebuah meja bundar bersama Eunhye dan juga Yoochun.

 

“Maaf, aku sedikit terlambat.” Ujar Siwon sambil mengambil tempat didepan Yoona.

 

“Tak apa Siwon-ah, kau tetap akan jadi adik ipar kesayanganku.”

 

“Noona, apa mood mu sedang bagus hari ini. Tumben noona sangat ramah padaku.” Tanya Siwon heran.

 

“Kau ini… Eunhye ketus kau bertanya-tanya apa salahmu, Eunhye ramah kau malah keheranan.” Decak Yoochun.

 

“Sudah-sudah ayo kita pesan makanan saja. Perutku sudah lapar…” Rengek Yoona.

 

“Selera makanmu sudah kembali adikku??” Goda Eunhye.

 

“Eonnii, Aku sedang tidak ada mood meladenimu…. Pelayan!!” Akhirnya Yoona memutuskan memanggil pelayan direstoran tersebut untuk mengakhiri percakapan-percakapan yang tidak penting ini.

 

Diluar restoran Yesung, Kyuhyun, Hyoyeon dan juga Eunhyuk kekasih Hyoyeon terlihat melangkahkan kaki mereka ke restoran yang sama dengan tempat Yoona dan Siwon datangi. Ketika mereka masuk restoran, mata mereka mencari-cari meja yang kosong untuk mereka tempati. Tiba-tiba Yesung melihat sosok yang sangat ia kenal yaitu Yoona dengan kakaknya Eunhye yang juga Yesung kenal baik.

 

“Itu Yoona dan kakaknya kan? Mereka dengan siapa itu??Ayo kita kejutkan mereka….” Ujar Yesung penuh semangat. Hyo yang berniat mencegahnya pun tak dapat melakukan apa-apa setelah Yesung dengan cepatnya melangkah ke arah Yoona.

 

“Ottoke??” Gumam Hyo.

 

“Semua akan terungkap malam ini….hehehe…” Kyu terkekeh pelan sambil mengeluarkan devil smirknya.

 

“Memangnya ada apa ini??” Eunhyuk yang tak mengetahui apa yang orang-orang disampingnya ini katakan hanya menampakkan tampang bingungnya.

 

“Yoong!!!” Sapa Yesung sambil menepuk pundak Yoona. Pandangannya beralih ke sosok pria yang ada didepan Yoona. Wajah Yesung seketika berubah mengetahui siapa pria yang ada dihadapannya ini….

 

 

“Sa… Sajangnim???”

 

 

T.B.C / END

 

Curcol dikit…

Sebenernya ada perasaan gak enak buat post ff ini, karena pasti jauh dari harapan para readers. Maaf bgt kalau emang ni cerita makin gak bagus. Tapi ide yang keluar ya kayak gini, mau gimana lagi…T.T

Huaaaa, gak tau deh ni cerita makin ngaco aja… Rencana mau diakhiri disini, tp……

Oke, aq bakal liat koment2 para readers dulu, baru aku akan putuskan mau lanjutin apa enggak.Bagi yang baca tolong tinggalin koment+likenya ya, kalau bisa koment yg panjang -_-…. Makasi buat para readers yang udah baca ff ku yg sebelumnya, bagi yang belum silahkan cari sendiri#plak….

Aq line 90 jangan panggil author yaaa, karena msh byk yg manggil gitu T.T… O iya jgn lupa follow twitter aku @uchie90#promosi….Sampai ketemu di story YoonWon berikutnya…Anyeong Niteds….^^

(Gee… Thanks^^ hug)

Iklan
Pos Berikutnya
Tinggalkan komentar

150 Komentar

  1. Waaaahhh waaaaahhh ottokhae???
    Ketahuan gak yaaaa?? 😮
    Penasaran………………………………….

    Balas
  2. tia risjat

     /  Desember 22, 2013

    omo..omo..gawat!!
    baca next partnya!

    Balas
  3. Kim Eun Kyo

     /  Desember 29, 2013

    Harus ∂ɪ̇ next eonnnn

    Balas
  4. yoonwonalways

     /  Desember 29, 2013

    Daebak eon . Ceritanya lucu aku suka ff ini. Eon,boleh minta link yang part 1 gak? Aku nyari-nyaru gak ada . Please eon

    Balas
  5. Wkwkwkwkwk, aduhhh sumpah aku ngakak~ daebak!!! >O<

    Balas
  6. Yeye oppa, ganggu aja >,<
    Keren!

    Balas
  7. ayu dian pratiwi

     /  Februari 27, 2014

    Keren kok

    Balas
  8. Y̶̲̥̅̊ªά̲̣̣̣̥ ampun…yoona ampe segitu na,,, ky yg └∂ģî ngidam ªĴª,,, apa jgn2 emg hamil tp ga kedeteksi??? (*)´¨) 
    ¸.•´. ¸.•*¨) ¸.•*¨)
    (¸¸.•´(¸.•. =)) ĥǻĥǻĥǻĥǻ =)) ː̗̀☀̤̣̈̇ː̖́‎​​. Nickhun lucu…ªªKªªKªª =)) ªªKªªKªª =)) ªªKªªKªª

    Balas
  9. any

     /  April 22, 2014

    lucu thor.. kangen aja sampe segitunya. tapi emang bener lo kangen itu sungguh menyiksa. jadi curhat hehehe.

    Balas
  10. hahaha…kangen nya pk bangetttt ya yoong

    Balas
  11. Semuanya akan terungkap

    Balas
  12. akankah rahasia yoonwon trbongkar? kyuhyun bener” evil.. penasarn”…

    Balas
  13. Suami suami takut istri yang benar saja! Dan satu lagi sepertinya Rahasia Yonwon bakal ketahuan ni, daebak???

    Balas
  14. keren alur ceritanya 🙂

    Balas
  15. ayu

     /  Agustus 14, 2014

    ninggalin jejak

    Balas
  16. ayu

     /  September 14, 2014

    keren kok ceritanya uchie lagian konfliknya juga gak terlalu berat . next ff d tunggu

    Balas
  17. Keren banget ff nya tapi part 1 aku ga baca -_- maaf baru komen baru baca soalnya hehe

    Balas
  18. Keren kok uchie,klo ngacony bgs gmn seriusny…???mg dpt inspirasi lg,ngaco ga ngaco te2p bgs2 aja..

    Balas
  19. Choi Han Ki

     /  Oktober 16, 2014

    Apakah bakal ketahuan ato siwon punya seribu alasan buat menghindar dari tuduhan…

    Balas
  20. ayhu

     /  Oktober 17, 2014

    Apa harus ketaun sekarang?

    Balas
  21. Lucu bgt y FF nya
    hahaha……… Aku pikir tadi Yoona bakal hamil ternyata lambungnya bermasalah, o ia kira2 apakah Yoonwon bakal terbongkar ni rahasianya? Ff nya daebak bgt
    semua adegannya Gokil amat
    hahaha………

    Balas
  22. Hahaha…..akhirnya ke pergok jg,bakalan jujur atau seribu alasan yg bakal diungkapkan? Jd penasaran lanjuuut next chap

    Balas
  23. marsiah

     /  April 13, 2015

    Wawawah…apa kah yoonwon akan go publik atau tetap menybunyikan pernikahan nya, mangkin seruh dan menegangkan.

    Balas
  24. Smpai sgitu nya yoong mrindukan siwon…hayooo hyi skarang sdah tau tuh lma2 yg lain jga bkalan nyaul tuh

    Balas
  25. Hmm..kayanya siwon oppa mau ngasih tau pernikahan ke smua kryawan deh,yahh cepat atau lambat merek akan mengetahuiny kak uchiee ffnya bgus bgttt >_<

    Balas
  26. Waaahh ketawan nggakk??

    Balas
  27. Excellent post. I was checking constantly this blog and
    I am impressed! Extremely helpful info specially the last part :
    ) I care for such information much. I was looking for this particular information for a very long time.
    Thank you and best of luck.

    Balas
  28. Aigoo, Kyuppa curiga.a bgtu bsar trhadap hidden(?) couple in 😀 wkwkwk….
    Seru bnget….

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: