[FF] Stay and Remember Me (Chapter 2)

STAY AND REMEMBER ME

Poster ff SRM 

Author             : misskangen (RinduforKPop)

Type                : Sekuel

Genre              : Romance

Rating             : PG 15

Main Cast        : Im Yoona, Choi Siwon

Support Cast   : Kwon Yuri, Victoria Song

 

Hai… readers, aku datang lagi dengan lanjutan ff ga jelas nan membosankan ini.

Sebelumnya terima kasih kepada para reader yang sudah memberikan komentarnya. Dari seluruh komentar yang ada, sebagian besar menyayangkan part 1 yang sangat pendek, udah kayak drabble padahal sekuel. Mianhae, tapi memang author sengaja buat sependek itu.

Apalagi muncul lanjutan yang satu ini.

Semoga para United masih mau baca ya…

-PART II-

 

Mobil itu melaju dengan cukup kencang di jalanan yang agak sepi, dan kedua orang yang berada di dalamnya sedari tadi masih diam membisu. Keduanya masih sibuk dengan pikiran masing-masing. Masih berusaha mengartikan kejadian yang baru saja dialami.

“Aku rasa kau sudah keterlaluan,” Victoria mulai membuka suara diantara mereka yang tidak sedikitpun berkata-kata mulai awal perjalanan. “Keterlaluan kenapa?” Siwon menjawab sambil berkonsentrasi menyetir, berusaha bersikap biasa saja, seolah-olah tidak ada kejadian yang tak mengenakkan.

“Maksudku, sikapmu pada Yoona. Kau sangat keterlaluan membuatnya sedih seperti itu, padahal menurutku dia tak sedikitpun bermaksud untuk membuatmu kesal. Lantas mengapa kau malah marah padanya?” suara Victoria meninggi sehingga membuat Siwon menjawab dengan nada kesal.

“Sudah cukup aku menghadapi sikapnya yang seperti anak kecil beberapa hari belakangan ini. Asal kau tahu, aku cuti karena Yoona yang memaksaku, dan itu hanya untuk berkencan dengannya!! Yang benar saja, aku sudah mengabaikan pekerjaanku yang seharusnya bisa kuselesaikan tiga hari yang lalu.” Victoria memandang Siwon, tak percaya dengan alasan yang baru saja diutarakan namja itu.

“Aku justru berpikir, kalau Yoona pantas bersikap seperti itu. Kau memang tidak pernah punya waktu untuknya, bahkan belakangan kau juga bersikap dingin padanya,” Victoria jadi sewot, tak menyangka mengenal namja dengan karakter sangat menyebalkan seperti yang ditunjukkan Siwon saat ini.

“Apa kau tak pernah sekalipun berpikir bahwa mungkin Yoona cemburu dengan kedekatanmu denganku? Aku sedikit takut melihat tatapan matanya tadi. Aku hanya berpikir mungkinkah Yoona sedang menyembunyikan perasaan sakitnya melihatmu lebih memilih pergi bersamaku daripada menemaninya padahal kau kan sudah berjanji,” selidik Victoria.

Sejenak Siwon terlihat sedang berpikir, hal itu ditandai dari kerutan di dahinya. “Ah.. tidak. Yoona bukan type yeoja pencemburu. Yoona adalah wanita yang sangat mengerti keadaanku, termasuk kesibukanku dalam bekerja” jawab Siwon enteng.

Victoria terperangah dengan jawaban Siwon, masih sulit baginya mempercayai ada yeoja yang sangat pengertian terhadap kekasihnya termasuk mampu menerima perlakuan sang kekasih yang selalu mengabaikannya. Apakah itu suatu kesetiaan, cinta, atau justru kebodohan. Entahlah!

“benarkah? Jadi sudah terbukti kau sangat egois. Untung saja kau bukan namjachinguku, kalau Nickhun samapi bersikap sepertimu, sudah dari jauh hari aku akan meninggalkannya. Berhati-hatilah kau Choi Siwon” Victoria mengancam dengan nada cukup membuat bulu kuduk merinding.

Siwon sempat terdiam, menelaah kalimat demi kalimat yang dilontarkan oleh Victoria. Tapi kemudian Siwon mengabaikan segala kemungkinan terburuk, karena menurut akal sehatnya hal itu sangat kecil kemungkinannya untuk terjadi. Dasar Siwon !!! –____–

“Sudahlah, tak usah kau pikirkan hal itu lagi. Yang penting sekarang kita selesaikan semua urusan kita, setelah itu aku pasti akan pergi menemuinya,” ucap Siwon.

Victoria hanya bisa menghela napas panjang. “Ku harap kau takkan menyesalinya….” ucap Victoria dengan nada mengancam.

 

Siwon POV

Aku merasa lelah sekali, seharian ini bertemu dengan klien jauh-jauh sampai luar kota. Sekarang aku bisa istirahat, kalau bisa tidur nyenyak pasti nyaman sekali.

—Drrrrttttt…drrrrttt…—

Handphone-ku yang sejak tadi ku silent bergetar. Dengan malas aku menggerakkan tubuhku, menjulurkan tanganku meraih ponselku di atas nakas. Aku melihat ID sang penelefon, dan itu dari Yoona. Aku enggan mengangkatnya, karena saat ini aku terlalu lelah untuk berdebat dengannya. Tapi akhirnya kau putuskan untuk mengangkatnya.

“Oppa.. apa kau sibuk?” tanyanya di seberang telepon.

“ne..” aku berbohong kali ini.

”Maafkan aku, aku hanya rindu padamu dan ingin mendengar suaramu” suaranya terdengar sangat tulus.

“Bukankah sudah ku katakan, jangan meneleponku untuk hal yang tidak penting. Kalau aku sudah selesai dengan pekerjaanku aku pasti akan menemuimu, arra???” aku mulai bersikap dingin lagi padanya, aku tak tahu kenapa aku bersikap seperti ini. Mungkin karena aku merasa sangat lelah, terlebih masalah pekerjaan cukup memberikan tekanan psikologis dan cukup menyita waktuku. Semoga semua pengorbananku tidak akan sia-sia, aku tidak peduli orang menyebutku workaholic, yang penting apa yang menjadi target karirku bisa tercapai.

“Ne, Arraso… sekali lagi maafkan aku Oppa. Sara…” aku langsung memutus telepon itu tanpa mendengar kalimat terakhir yang diucapkannya. Aku merasa menjadi orang yang paling jahat di dunia, tapi biarlah aku akan meminta maaf padanya nanti.

Siwon POV End

 

Yoona POV

‘Saranghae Oppa…’  dia memutus teleponku bahkan saat aku masih ingin mengatakan kalimat itu. Aku merasa sangat sedih harus berpisah dengannya seperti ini. Padahal aku sungguh berharap ia akan mendengar kalimat itu untuk terakhir kalinya, karena aku takut tidak akan pernah lagi mengatakan kalimat itu untuknya di masa yang akan datang.

Mataku kini teralih menatap benda-benda di hadapanku. Sebuah handycam dan dua buah compact disc. Aku baru saja selesai rekaman, aku pikir itu adalah sebuah rekaman konyol. Bahkan air mataku sulit sekali kutahan agar tak jatuh, termasuk untuk tersenyum tuluspun seakan terlihat seperti senyum palsu. Haaahhhh, ya sudahlah, aku hanya bisa menghela napas, berharap yang kulakukan tidak sia-sia begitu saja.

Aku lega bisa menyelesaikan proyek terakhirku. Proyek?? Yah.. sebut saja seperti itu. Aku bingung mau menamakan apa untuk dua compact disc yang berisi pesan dan kesan terakhirku untuk dua orang yang sangat aku sayangi. Aku langsung membungkus (?) kedua CD itu dan sementara aku simpan dulu sebelum diberikan kepada kedua orang itu.

Aku akan menelepon Yuri dulu. Ini adalah saat-saat dimana aku harus mulai membuat kebohongan demi kebohongan untuk menyembunyikan kondisi yang sebenarnya sedang kualami saat ini maupun konsekuensinya di masa mendatang.

“Ne Yoona, ada apa?” jawabnya di seberang telepon. Aku menarik napas, menghitung satu sampai tiga di dalam hati.

“Yul, hari ini aku berangkat ke Australia menemui orang tuaku..”

“Mwo? Kenapa terburu-buru sekali, memangnya ada sesuatu yang penting? Kau akan pergi berapa lama?” dia sangat ingin tahu kenapa aku pergi, tapi aku tak bisa mengatakan yang sejujurnya.

“Ah ani.. aku hanya merindukan mereka, tapi aku tak tahu berapa lama aku disana. Mian, baru memberitahumu sekarang,” aku mengatur suaraku agar tetap tenang, padahal saat ini aku sangat ingin menangis. Aku sangat ingin berlari dan memeluk Yuri, lalu menangis keras di pundaknya. Tapi itu sangat tidak mungkin, Yuri pasti akan menanyakan perihal masalah yang menimpaku sampai aku begitu hopeless di matanya.

“Ya sudah.. hati-hati di jalan ya.. Titip salamku untuk orangtuamu,” Suaranya terdengar kecewa, mungkin karena aku terlalu mendadak memberitahunya.

“Ne..” aku menutup teleponku.

 

Mianhae Yul, aku berbohong padamu..

Yoona POV End

-0-

 

Siwon POV

Akhirnya pekerjaanku selesai sesuai deadline, hasilnya juga memuaskan. Semua program kerja yang ku buat sendiri sudah 90 persen terlaksana. Pujian demi pujian aku terima dari atasanku, dan aku merasa ini saatnya aku menikmati hasil kerja kerasku. Aku sangat senang bisa mencapai targetku dan menyelesaikan masalah pekerjaan yang ada. Tapi masih ada satu masalah lagi, dan semoga masalah ini tidak akan berlarut-larut panjang, yaitu masalah dengan yeojachingu-ku.

Tapi kemana dia, sudah lebih dari seminggu dia tidak mengirim kabar padaku. Aku memang mengatakannya agar tidak meneleponku jika tidak ada masalah penting, tapi setidaknya dia bisa mengirimiku pesan. Padahal biasanya Yoona selalu menjadi orang yang paling cerewet dan berisik yang memenuhi hari-hariku dengan beragam pesan singkat darinya. Tapi seminggu ini tak ada satupun… tak satupun!!! Dia pasti sangat marah dan sakit hati dengan sikapku sebelumnya.

Eotokkhee?? Pasti aku sudah sangat keterlaluan padanya sampai tak satupun pesan yang kuterima darinya, bahkan sekedar mengucapkan selamat pagi juga tidak. Selama ini Yoona selalu bisa mengerti dengan keadaanku, konsekuensi menjadi seorang eksekutif muda yang sedang membangun karir demi masa depan. Ini semua juga untukku dan dirinya, bila nantinya kami menikah dan hidup bersama sebagai keluarga bahagia. Tentu saja aku berpikir jauh ke depan. Walau mungkin banyak orang memberi cap padaku sebagai kekasih yang senang mengabaikan yeoja-nya, tapi jauh dalam lubuk hati aku sangat mencintai Yoona. Dia adalah satu-satunya wanita yang mengisi hatiku. Aku menggeleng-gelengkan kepalaku setiap kali mengingat saat Yoona mengatakan bahwa sesungguhnya dirinya adalah kekasih keduaku. Karena yang kucintai sesungguhya adalah pekerjaanku.

Yoona juga sering protes karena aku lebih sering berkencan dengan dokumen-dokumen ku di depan meja kerja. Pemandangan itu yang sering Yoona dapati setiap kali berkunjung ke apartemen pribadiku di hari libur. Berniat mengajakku jalan-jalan sekedar untuk refreshing, tapi yang ada Yoona hanya berakhir ketiduran si sofa setelah bosan menonton TV atau film yang diputar dari DVD player sambil menungguku selesai. Hingga suatu hari dia kesal dan pulang sambil membanting pintu apartemen setelah mengatakan kalau ‘pekerjaan tak boleh dibawa pulang’. Saat itu dengan egoisnya aku hanya menanggapi dengan menaikkan sebelah alisku. Aku baru menyadari kalau aku keterlaluan setelah seharian dia mendiamkanku tanpa telepon atau pesan singkat darinya.

Dan sepertinya Yoona berlaku sama saat ini, mendiamkanku tanpa telepon ataupun pesan singkat. Tapi tidakkah ini terlalu lama karena bukan hanya sehari tapi sudah seminggu….

Aku mencoba menghubunginya berulangkali tapi tetap saja ponselnya mati. Sebegitu marahkah dia, sampai mematikan ponselnya. Haissshhh… tamatlah aku kali ini kalau dia benar-benar marah padaku, bahkan sekarang aku sangat merindukannya.

Aku akan coba menghubungi Yuri. Yuri adalah sahabat terdekat Yoona. Segala sesuatu tentang Yoona diketahui oleh Yuri. Aku yakin pasti Yoona sering mengeluhkan hubungan  kami pada Yuri. Jadi, aku tidak merasa heran bila terkadang Yuri bersikap acuh tak acuh padaku karena merasa kesal dengan apa yang Yoona keluhkan padanya.

“Ada apa meneleponku Oppa?” suara Yuri terdengar agak ketus. “Yul, apa kau bersama Yoona? Aku tak bisa menghubungi ponselnya,” aku harap Yoona ada bersama Yuri.

“Memangnya dia tidak bilang padamu mau pergi ke Australia? Sudah lebih dari seminggu ini dia pergi,” aku kecewa mendengar jawaban Yuri.

“Australia? Berapa lama? Apa dia pernah menghubungimu?”

“Aku tidak tahu. Yoona tidak bilang kapan akan pulang dan dia juga tidak pernah menghubungiku. Kenapa Oppa tiba-tiba begitu penasaran sih?? Memangnya Yoona tidak pernah mengirim kabar padamu?”

“Ah.. tidak apa-apa. Terima kasih informasinya Yul,” aku cepat-cepat mematikan telepon, Yuri mulai mencurigaiku jadi aku tak mau berlama-lama bicara dengannya. Kalau tidak aku pasti sudah disemburnya, dan dia akan mengomel panjang lebar sehingga telingaku akan panas mendengarnya.

Ahhh, aku jadi pusing, ternyata Yoona pergi dan sama sekali tak memberitahuku. Dia benar-benar marah padaku dan tega membiarkanku larut dalam kerinduan. Yoong, aku setengah mati merindukanmu….

Anggap saja ini hukuman atas sikapku padanya selama ini, jadi aku harus bersabar.

Siwon POV End

 

Author POV

Terlihat Yuri sedang sibuk dengan teleponnya. Yuri mencoba menghubungi Yoona di Australia, di rumah orang tua Yoona.

Hello, is this Mr. Im’s mansion?”

Yes, this is.”

So, can I talk to Ms. Im Yoona?”

I’m sorry. Yoona isn’t here right now. I’m Yoona’s mom. Who is speaking?

“Oh, imo ini Yuri”

“Oh, Yuri-ah. Kenapa kau mencari Yoona? Yoona belum mengunjungi kami sejak Natal tahun lalu.”

“Jinja?? Aku pikir dia pergi mengunjungi imo ke Aussie. Kalau begitu aku sudah salah informasi. Mianhae…. kalau begitu aku akan coba menghubungi ponsel Yoona lagi.”

“Ne.. “

Yuri menutup teleponnya, kini semakin bingung dengan situasi keberadaan Yoona yang dia tak tahu kemana perginya.

 

Yuri POV

Ini aneh… aku merasa ada yang salah disini. Yoona pergi dan sama sekali tidak memberitahu Siwon Oppa. Padahal biasanya Yoona paling rajin melaporkan segala sesuatunya pada Siwon Oppa. Apa mereka bertengkar lalu Yoona kabur ke Australia karena patah hati ya??? Apalagi Yoona perginya tiba-tiba sekali.

Dia tidak sekalipun menghubungiku sejak kepergiannya ke Australia. Aku pun berusaha menghubungi orangtuanya di Australia, tapi yang membuatku terkejut adalah orangtua Yoona mengaku anaknya belum mengunjungi mereka sama sekali sejak Natal tahun lalu. Lalu Yoona pergi kemana? Kenapa dia main rahasia-rahasiaan segala sih!!

Terakhir kali aku bertemu dia bilang mau berkencan dengan Siwon Oppa, lalu terakhir kali dia menghubungiku cuma bilang pamit mau pergi ke Australia. Tapi Yoona tidak disana… Apa terjadi sesuatu yang buruk padanya ya?? Ah… tidak..tidak.. aku ini mikir apaan sih.

Lebih baik aku selidiki kemana Yoona pergi. Aku harus bisa menemukannya. Entah kenapa perasaanku mulai tidak enak mendapati kenyataan kalau Yoona tidak bersama orangtuanya. Aku sangat takut dia mengalami kejadian yang tak diharapkan. Oh Yoong..kau harus baik-baik saja!!!

Yuri POV End

 

 

Siwon POV

“Mwo? Jadi dia tidak berada di Australia!!! Lalu dia pergi kemana?” tanyaku pada yeoja di seberang telepon dengan suara tinggi, lantas aku mencoba mendengarkan penjelasannya.

“Ne..Ne.. Arraso. Aku juga akan terus mencoba menghubunginya dan mencarinya,” aku mengakhiri percakapan itu.

Sekarang pikiranku jadi kacau dan perasaanku tidak menentu setelah mendengar penjelasan Yuri tentang keberadaan Yoona yang tak tahu dimana rimbanya. Apa yang terjadi padanya? Mengapa dia pergi tanpa memberitahu seorangpun kemana tujuannya??

Perasaan bersalah yang sejak awal menyelimutiku bak kabut kini terasa semakin tebal. Aku takut terjadi sesuatu padanya. Aku takut dia akan meninggalkanku. Aku takut berpisah dengannya.

 

Chagiya, kau ada dimana?? Segeralah pulang dan kembali padaku….

Siwon POV End

 

 

TBC

Miaaaannn readers, kalau bagian yang kedua ini masih pendek… dan masih beralur lambat. Kayaknya fanfict satu ini pake alur selambat keong kali ya… Maklum saja, hanya segini ide yang bisa aku tuangkan untuk lanjutannya berhubung ngetiknya di sela-sela waktu luang author di kantor. *author sok sibuk*

Tapi gimana ceritanya tadi?? Teteup..ditunggu RCL dari para readers…

Terus kira-kira kemana Yoona pergi ya??

Kenapa Yoona pergi ga bilang mau kemana???

Jawaaaaabanyyaaaa adaaa di bagian selanjutnya….

Iklan
Tinggalkan komentar

102 Komentar

  1. ayu dian pratiwi

     /  Maret 2, 2014

    Huaa. Nangis beneran bacanya. Next

    Balas
  2. tia risjat

     /  Maret 3, 2014

    nah lo.. yoona-nya kemana? ko’ menghilang tiada kabar berita membuat hidup siwon dan yuri merana sich?

    Balas
  3. Gemes bnget sama wonnie oppa disini….tapi moga2 aja Yoona masih hidup dan gak apa2…

    Balas
  4. simoppa

     /  Mei 31, 2014

    nahlooo oppa si pacaran mulu sama kerjaanyaaa ..
    lanjut thor

    Balas
  5. Sebenarnya apa yg terjadi pada Yoona?
    Apakah dia punya alasan tdk memberi tahukan keberadaannya
    pertanyaannya semakin membingungkan

    Balas
  6. Cha'chaicha

     /  Agustus 26, 2014

    Aduh kmna ni yoona eonni, ga meninggal kan..

    Balas
  7. Duh… Kemana ni Yoona?
    Apa dia menghilang
    ni ff benar2 di bikin penasaran
    bahkan ceritanya bikin aku gregetan, itu sih gara2 wonppa ni

    Balas
  8. mank Yoona eonni pergi kmn sih??

    Balas
  9. Thor maaf,tp bgian ini bnr pndek…semangt ya thor..

    Balas
  10. Choi Han Ki

     /  Desember 12, 2014

    Tuh kan sekarang siwon kangen sama yoona dan yoona gk tau dimana sekarang

    Balas
  11. Nur khayati

     /  Mei 10, 2015

    Dr awal Vict0ria udah brharap agar Siw0n gk menyesal nanti.a, Kejadian beneran kan.,
    Y00na b0h0ng ke Yuri prgi ke rumah 0rtu.a d Australia,,
    D tambah gk bisa d hubungi,. Sem0ga aja Y00na gk kenapa2.,
    Rekaman CD yg d buat Y00na buat siapa y?

    Balas
  12. Aneyong chingu perkenalkan sya readef baru.. bcanya langsung loncat part 2 😁
    Siwon jahat y kasian yoona 😢
    Kmna y yoona kira2 pergi??
    Lnjut y thor… eh sblumnya bca prt 1 dlu..

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: