[FF] ELECTRIC SHOCK…!!! (Chapter 11)

ELECTRIC SHOCK…!!!

( EPISODE . 11 )

 ES-COVER

Warning!! : FF ini adalah hasil tulisan dan pemikiran Author UlanChoi ( Twitter acc : @Lovelyulan) ini hanya sebuah cerita belaka, pemeran disini adalah Kpop Idol, cerita ini mengandung usur seperti Drama Korea, jika ada kesamaan cerita, itu hanya terinspirasi selebihnya murni pemikiran sendiri. Don’t COPAS! And Don’t Silent Readers!!

Judul : Electric Shock…!!!

Type : Sequel FF / Part

Episode : Ke Sebelas

Author : Ulanchoi Hyoyoon / Twitter : @Lovelyulan

Genre : Romance,comedy,Drama

Ratting : PG – 17

Main Cast :

  • Im YoonA SNSD ~ Kim Yoon Ah
  • Choi Siwon SUJU ~ Choi Siwon
  • Tiffany SNSD ~ Tiffany Hwang
  • Gong Yoo ~ Kang Gong Yoo
  • Krystal Jung F(x) ~ Jung Soo Jung
  • Kim Hyoyeon SNSD ~ Kim Hyo Yeon

Other Cast :

  • Lee Hyuk Jae SUJU ~ Lee Eunhyuk
  • Cho Kyuhyun SUJU ~ Cho Kyuhyun
  • Kim Jong Woon SUJU ~ Kim Yesung
  • Go Hara Kara ~ Goo Hara
  • Junsu 2PM ~ Kim Junsu
  • Lee Hongki FT.Island ~ Lee Hongki

 

 

 

Tiffany mengupingi pembicaraan YoonA siwon dan juga Yesung Kyuhyun dari balik dinding yang tidak jauh dari sudut ruangan. Entah sejak kapan ia juga berada disitu tapi nampaknya ia benar-benar telah mendengar tofik pembicaraan yang penting tadi. Setelah mendengar semuanya Tiffany langsung berwajah masam, sedih dan kecewa. Lalu ia segera berlari meninggalkan tempat persembunyiannya dengan perasaan yang bercampur aduk jadi satu.

Tiffany terus berlari tidak peduli crew majalah meneriaki namanya dan menanyakan ia ingin pergi kemana. Nampaknya Tiffany butuh tempat menyendiri menenangkan dirinya sendiri. Hongki yang kebetulan baru keluar dari toilet dan mendengar teriakan orang-orang yang memanggil nama Tiffany segera bergegas mencari Artis asuhannya itu. Hongki berhasil menemukan Tiffany yang sedang berjalan sangat cepat berbelok kekanan menuju pintu keluar gedung.

Hongki berlari dan mencegah langkah Tiffany.

“Awas!! Apa yang kau lakukan!!” cetus Tiffany dengan kasar memarahi Hongki.

“Kau mau kemana? Sebentar lari pemotretan akan dimulai. Jadi ku harap kau jangan buat masalah apapun!!” tegas Hongki.

Tiffany tersenyum Sinis. Lalu mendorong tubuh Hongki yang berdiri dihadapannya. “Kau  selalu mengatur hidupku!! Dan kau benar aku akan membuat masalah!! Masalah besar! Karena dia sudah berani mengusik hidupku!!”

Hongki tercengah, tidak mengerti maksud ucapan Tiffany. Siapa orang yang dimaksud Tiffany telah mengusik  hidupnya?.

“Dia akan menemukan kesulitannya! Dan dia akan meninggalkan kita semua secepatnya!!!” tambah Tiffany dan matanya menatap tajam entah kearah mana.

“Siapa dia? Siapa yang kau maksud?” Tanya Hongki.

Tiffany malah tersenyum sinis. “ nanti kau juga tahu!”

Setelah bicara seperti itu dia kembali berjalan dan meninggalkan Lee hongki yang masih Nampak kebingungan dengan ucapan tiffany tadi. Hongki menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal lalu dia akhirnya ikut berlari mengejar tiffany yang ternyata sudah keluar dari gedung kantor majalah tersebut.

 

~***~

 

SKY baru saja selesai pemotretan tanpa Tiffany. Dan konsep pemotretan jadi diubah secara dadakan, karena Tiffany yang mendadak pulang dan tidak bisa melakukan pemotretan walau sudah dibujuk sedemikian rupa. Jadi majalah ini memfokuskan pemotretan untuk edisi SKY saja.

“Dasar wanita manja itu. Selalu bersikap seenaknya!!” komentar Kyuhyun Tentang Tiffany

YoonA dan Siwon yang juga ada diruangan yang sama hanya mendengarkan ocehan Kyuhyun yang memang sejak awal sangat anti dengan Sikap Tiffany, yang manis di depan camera tapi buruk di balik camera.

“Mentang-mentang dialah artis kesayangan Ceo Gong! Yang selalu berlindung dibawah ketiak Ceo Gong, maka seenaknya saja dia bertingkah!” tambah Kyuhyun sambil membuka dasi yang terasa mencekik lehernya.

“Dia pasti mempunyai alasan atas sikapnya itu.” Komentar YoonAh.

“Alasan macam apa jika hampir setiap hari, sikap baiknya hanya acting belaka!” nampaknya Kyuhyun memang benar-benar tahu kejelekan Tiffany dan tidak setuju dengan pendapat YoonAh.

“Tapi kau tidak boleh membicarakan orang lain seperti itu.”

“Yaa.. YoonAh, aku tidak sedang menjelek-jelakan tapi aku memang sedang menceritakan yang sebenarnya. Heemm dulu Siwon juga sama dengan Tiffany, hanya saja semenjak ada kau dia sedikit berubah.” Ucap Kyuhyun lalu langsung menutup mulut, Siwon sudah melototinya dengan wajah galak.

“Apa yang kau katakan, hah?” Tanya Siwon Nampak tidak terima ucapan Kyuhyun.

“Aku tidak mengatakan apapun!” bohong Kyuhyun sambil cengengesan. Lalu ia merogoh ponselnya dan berpura-pura mendapat sms dari Hara Nuna.” Spertinya hara nuna sudah menungguku. Aku pulang deluan.. sampai ketemu lagi!!”

Kyuhyun langsung berlari keluar ruangan sebelum diterkam oleh Siwon yang terlihat cukup marah atas ucapannya tadi. YoonAh yang melihat tingkah Siwon dan Kyuhyun jadi merasa itu lucu. Dan YoonAh jadi tertawa.

“Apa yang kau tertawakan ini tidak lucu!” ketus Siwon.

“Kyuhyun benar kau dan Tiffany itu mempunyai kesamaan sifat. Mudah marah,tersinggung dan bersikap semau mu!” ledek YoonAh.

“Apa kau bilang? Kyuhyun bohong!!”

“Walau dia bohong aku tetap percaya!!” sahut YoonAh sambil tertawa meledek Siwon.

“Yaa.. kau ini!!!” Siwon langsung memanyunkan bibirnya dan ingin memeluk YoonAh tapi YoonAh dengan lihai menghindar dari pelukan Siwon dan berlari kesudut ruangan.

Siwon menghampirinya tapi YoonAh menghindarinya lagi dan mereka jadi seperti bermain kucing-kucingan. Siwon masih tidak menyerah untuk menangkap YoonAh yang masih tertawa meledekinya.

“Ya… Berhenti disitu!” seru Siwon tapi YoonAh menghiraukannya.

Siwon ikut berlari lagi sampai akhirnya dia berhasil menangkap lengan YoonAh dan siwon langsung meraih pinggang YoonAh juga memeluknya dari belakang dengan sangat erat. Dan mereka malah tertawa.

“Apa kau sudah menyerah?” bisik siwon ditelinga YoonAh.

Nafas YoonAh agak sedikit berantakan karena berlari-larian tadi. Dadanya naik turun seiring pernapasannya.

“Husshh..hushh.. iya aku menyerah..ahh.hooss..” ucap YoonAh yang masih ngos-ngosan.

Siwon tersenyum lebar lalu, menyentuh wajah YoonAh, dan dibimbing wajah YoonAh menoleh kekanan sehingga ia dapat menatap wajah YoonA dengan jelas. Siwon mendekatkan bibirnya ke bibir YoonAh dan mencium bibir YoonAh dalam posisi seperti itu.

Karena diruangan ganti hanya ada mereka berdua maka, mereka Nampak tidak malu dan bahkan menikmati ciuman mesrah yang sedang mereka lakukan disini.

 

~***~

 

Lima hari kemudian…

 

Siang ini YoonA sudah berada dikantor Kang Manajement untuk membuat laporan hasil kerjanya minggu ini. Karena cuaca yang cukup dingin, karena bulan dasember belum berakhir. YoonAh memutuskan untuk menghentikan kegiatannya sesaat, lalu  keluar  dari ruangan berniat untuk membuat coklat hangat.

YoonAh memegang cangkir berisi coklat hangat itu dengan sangat hati-hati, membawanya menuju ke ruangannya lagi. Tapi tiba-tiba saja Tiffany yang keluar dari ruangan yang dilewati YoonAh menabrak YoonAh hingga kemejanya yang berwarna biru tertumpahan coklat hangat yang dibawanya.

“Upzz..Aku tidak sengaja!!” ucap Tiffany sambil tersenyum licik.

YoonAh yang tadinya panic memikirkan kemejanya yang terkena noda dan dadanya jadi sedikit panas karena tumpahan coklat itu langsung mengangkat kepalanya begitu mendengar suara Tiffany.

“Kau lagi! Kau lagi!!” teriak YoonAh seperti memaki Tiffany. “Ini sudah yang keberapa kali kau melakukan ini padaku?”

Tiffany tidak menyangka, kalau YoonAh akan berteriak dihadapannya seperti itu. Tiffany langsung memasang wajah kesal dan balik mamaki YoonAh. “Aku sudah bilang aku tidak sengaja! Ini juga kesalahanmu yang jalan tidak hati-hati!”

“ku kira kau sengaja melakukannya!” ucap YoonAh lalu meninggalkan Tiffany.

“Yahh!!! Apa kau bilang!! Berhenti kau!” teriak Tiffany.

YoonAh Nampak tidak peduli dan malas meladeni perdebatannya dengan Tiffany. Sejak awal ia tahu kalau tiffany memang tidak menyukai kehadirannya. Makanya selalu saja membuat masalah dengannya. Jadi ia pikir percuma menanggapi semua ucapan Tiffany, karena hanya akan membuang energinya saja.

YoonAh masuk kedalam Toilet dan berdiri di depan washtaffel . ia membuka kerannya dan mencoba membersihkan noda coklat yang melekat pada kemejanya. Tapi hasilnya bukan noda itu lenyap justru makin memperparah keadaan. Sekarang nodanya jadi meyebar luas dan hampir seluruh kemeja YoonAh jadi basah dengan air.

“Aisshh!! Bagaimana ini? Aku tidak membawa pakaian lain!” runtuk YoonAh dengan perasaan kesal.

Karena sudah mulai putus asa membersihkan noda yang membandal itu. Akhirnya YoonAh berusaha tidak peduli dan keluar dari toilet dengan perasaan cuek.

“Ouh..YoonAh, kenapa dengan pakaianmu?”

Rupanya begitu YoonAh keluar dari dalam toilet Eunhyuk yang kebetulan lewat situ melihat YoonAh yang kemejanya kotor dan basah.

“Ouh..ini, hanya ketumpahan Coklat, tidak apa-apa.” Jawab YoonAh sedikit ragu.

Sepertinya YoonAh masih ada perasaan tidak enak dengan Eunhyuk karena kejadian seminggu lalu. Dimana kejadian itu membuat Hyoyeon jadi salah paham kepada mereka.

“Apa kau bawa baju ganti?”

“Tidak, tapi nanti aku akan coba Tanya pada Hara eonni.”

Lalu mereka berdua jadi sama-sama Terdiam, dengan perasaan sama-sama canggung dan tidak enak.  Akhirnya YoonAh memutuskan untuk pergi deluan.

“Oppa, aku permisi deluan ya..banyak yang harus aku kerjakan” ucap YoonAh lalu memberi salam dan segera berjalan.

Tapi baru beberapa langkah YoonAh jalan Eunhyuk memanggilnya lagi dan mau tidak mau YoonAh menghentikan langkahnya lagi dan berbalik menatap Eunhyuk yang terlihat murung.

“Jeongmal mianhae YoonAh-ya, karena aku persahabat mu dengan Hyoyeon jadi kacau seperti ini. Aku sungguh tidak menyangka kalau Hyo bisa semarah ini. Aku minta maaf.”

Jadi inilah alasan Eunhyuk terlihat begitu murung dan canggung terhadap YoonAh. jadi ia merasa menjadi penyebab retaknya persahabatan YoonAh dan Hyoyeon.

YoonAh tersenyum miris. “ bukan seratus persen kesalahan mu juga oppa, lalu bagaimana hubunganmu dengan Hyoyeon?” Tanya YoonAh.

“Kenapa kau masih memikirkan hubungan kami? Sedangkan persabatan kalian menjadi kacau karena ku?” kini mata Eunhyuk jadi terlihat berkaca-kaca.

YoonAh hanya terdiam.

“Aku tidak berhasil membujuknya dan menjelaskan semuanya kepada HYoyeon. Ia tetap keras kepala dengan apa yang ia simpulkan. Jadi tentang hubungan kami pun. Aku tidak tahu.”

“Maafkan aku juga kalau begitu oppa. Aku tidak bisa bantu apa-apa tentang hubungan kalian.” Ucap YoonAh dan kini matanya juga ikut berkaca-kaca.

“Aku mengenal dan mencintai Hyoyeon itu karena kau. Karena persahabatan kalian sudah ada sebelum aku menjalin hubungan dengan Hyoyeon, jadi akulah disini penyebabnya. Andai saja aku tidak bercanda sebodoh itu, sehingga hyoyeon melihatnya dan jadi salah paham. Pasti semuanya akan baik-baik saja.”

“Semua pasti ada jalan keluarnya. Kita tidak baik saling menyalahkan seperti ini. Aku sungguh tidak apa-apa percayalah.”

Setelah bicara seperti itu, YoonAh membalik tubuhnya lagi dan berjalan meninggalkan Eunhyuk dengan perasaannya yang kacau sendiri.

“YoonAh..!! aku janji akan memperbaiki semuanya!!” teriak Eunhyuk.

YoonAh tidak menyahutinya ataupun sekedar menoleh kebelakang. Karena entah kenapa rasanya ia jadi sedih kembali. Airmatanya tiba-tiba jatuh tak tertahankan. Dan bahkan sulit untuk dihentikan. Dalam hatinya sedih dan berucap. Jelas Eunhyuk memang harus  memperbaiki semuanya.memperbaiki hubunganya dengan Hyoyeon dan juga memperbaiki hubungan Eunhyuk sendiri dengan Hyoyeon. Bagaimanapun YoonAh sangat sedih dan ingin semua seperti dulu lagi.

Eunhyuk masih diri mematung menatap punggung YoonAh yang menjauh.  “Aku janji, aku akan membuat persahabatan kalian kembali utuh. Dan aku juga masih sangat menyayangi Hyoyeon. Semuanya akan kembali seperti dulu.”

 

~***~

 

Malam ini Siwon harus menghadiri jumpa fans untuk film perdananya bersama Tiffany di sebuah bioskop ternama di dalam mall terbesar di Seoul. Tiffany yang duduk diseberang Siwon yang sedang di make-up hanya memperhatikan Siwon dengan saksama. Siwon yang merasa diperhatikan oleh Tiffany, akhirnya menegurnya.

“Apa yang sedang kau lihat?” Tanya Siwon.

Tiffany langsung Nampak salah Tingkah. “Ah? Bukan apa-apa. Aku hanya sedang melamun. Memangnya kenapa?”

“Kau seperti menatapku.”

“Benarkah?itu hanya perasaanmu saja oppa!” Lalu Tiffany tersenyum manis. Dan sialnya siwon tak merespon apapun lagi dan langsung merapikan kemejanya. Tiffany meringis kesal jadinya.

Tapi nampaknya Tiffany masih punya maksud dan rencana lain. ia malah berdiri dan menghampiri Siwon lalu berdiri disamping siwon yang masih ribet membetulkan dasi dan jasnya.

“Sudah rapi dan tampan!” komentar Tiffany.

Siwon hanya meresponya dengan menaikan sebelah alisnya.

“Oppa, kenapa YoonAh tidak mengantarmu seperti biasa?” Tanya Tiffany.

“Kenapa kau menanyakannya? Dia sedang sibuk membuat laporan. Lagi pula aku juga bisa pergi pulang sendiri.”

“Tidak seperti biasanya. Sepertinya kau sangat perhatian dan baik sekali dengannya?”

Siwon menatap Tiffany karena ucapan Tiffany tadi. “Karena dia wanita.” Hanya itu jawaban siwon dan siwon langsung keluar dari ruang make-up meninggalkan Tiffany. Nampaknya siwon sedang tidak ingin berbicara dengan tiffany terlalu lama.

Tiffany menatap kesal kepergian Siwon. Tapi matanya begitu saja menatap meja rias dan mendapati ponsel Siwon yang tertinggal diatas meja tersebut. Tiffany langsung mengambil ponsel Siwon dan membuka ponsel siwon yang ternyata tidak dipakai kode rahasia. Tiffany menatap kesal kerena Wallpaper ponsel tersebut adalah selca Siwon bersama YoonA yang sedang memakai kaca mata couple dan tersenyum lebar sambil membentuk V-sign. Dan itu benar-benar membuat Tiffany kesal. Dia merasa dirinya sedang diledeki oleh foto tersebut.

Tiifany membuka kotak pesan siwon dan mengetik sesuatu disana. Lalu ia mencari nomor ponsel seseorang dan mengirimkan pesan yang tadi ia ketik kepada nomor tersebut. Lalu Tiffany tersenyum penuh makna dan meletakkan kembali ponsel siwon di tempat semula. Dan ia juga langsung keluar dari dalam ruangan menyusul siwon yang sudah keluar sejak tadi.

“Ayoo.. cepat acara akan dimulai!” teriak salah satu Crew yang begitu melihat Tiffany yang baru keluar dari ruang make-up.

Tiffany segera berlari-lari kecil mengikuti yang lainnya.

 

~***~

 

YoonAh yang baru saja keluar dari kantor manajement kang bersama Hara, YoonAh tiba-tiba teringat suara ringtone ponselnya berbunyi sejak tadi saat ia kerja, tapi ia mengabaikannya dan baru ingat saat pulang Maka YoonAh menghentikan langkahnya dan mengecek ponselnya. Ternyata sebuah pesan teks baru dari siwon. YoonAh langsung tersenyum mengetahuinya.

Bisakah kau menjemput aku di tempat acara? Tunggu aku di ruangan ganti yang ada dilantai dasar. Pukul sebelas ya..

YoonAh menatap bingung dengan pesan yang baru saja ia baca.

“Kenapa?” hara yang sejak tadi menunggu YoonAh yang sedang membaca pesan dan Nampak bingung jadi khawatir dengan YoonAh.

“tidak. Aku hanya merasa aneh dengan Siwon oppa, tadi dia bilang kalau aku sudah selesai membuat laporan langsung balik ke  Apertement saja. dia bahkan menyarankan aku pakai topi segala, karena wartawan masih berkeliaran di sekitar apertement. Tapi sekarang ia sms kalau minta dijemput olehku?dilantai dasar.”

“Benarkah? Hah.. Siwon itu memang tipe orang yang tidak konsisten… dia selalu bersikap seenaknya.” Komentar Hara.

“Kau benar eonni. Hem.. jadi nampaknya aku tidak akan pulang bareng dengamu, aku akan langsung kelokasi saja. Dan perjalanan kesana juga cukup jauh dari sini.”

“Oke.baikalah aku mengerti. Kau hati-hati ya!!” ucap Hara.

“Baik, aku deluan, Annyeong!!”

YoonAh pun segera melangkahkan kakinya keparkiran mobil dan memasuki mobilnya lalu segera membawa mobilnya melaju ketempat yang dipinta siwon untuk dijemputnya.

Hara memandang kepergian mobil yang dibawa YoonAh. lalu ia akhirnya berjalan sendiri menuju halte terdekat dan mencari taksi yang lewat.

 

~***~

 

YoonAh pun tiba dilokasi sesuai yang ia dapat melalui pesan singkat tadi. YoonAh mengedarkan pandangannya kesekitar. Tapi tempat itu sangat sepi, sepertinya tidak ada orang lain selain dirinya sendiri. YoonAh Nampak ragu-ragu untuk masuk keruangan mall yang pintunya sedikit terbuka. Tapi setelah cukup berpikir lama ia pun masuk kedalam untuk mencari siwon didalam dan berniat mengejutkannya.

Tiffany yang begitu melihat YoonAh yang masuk kedalam jebakannya tersenyum senang dibalik dinding tempat persembunyiannya.

“Kau akan menyesal karena berani menantangku! Permainan seru baru saja dimulai!”

Tiffany berjalan dengan hati-hati agar tidak menimbulkan suara sedikitpun.  Sebelum menjalankan aksinya dia sempat memastikan bahwa keadaan disekitar cukup aman dan tidak ada orang lain yang dapat mencurigainya. Tiffany akhirnya tiba di depan pintu ruangan yang didalamnya ada YoonAh. Tiffany menutup pintu itu dan mengkuncinya dari luar. Lalu ia juga memadamkan listrik ruangan tersebut sehingga seolah-olah ruangan itu tidak ada orang lain dan sudah diamankan. Setelah melakukan aksinya diapun segera pergi dari tempat itu dengan senyum kemenangannya.

YoonAh yang sedang memeriksa ruangan tersebut mencari-cari siwon di balik bilig-bilig ruang ganti, bisa sajakan Siwon membuat lelucon dan menjahilanya dengan cara mengumpat dan mengejutkannya setelah itu?. Tapi tiba-tiba saja YoonAh mendengar suara pintu tertutup dan suara pintu terkunci. Hal itu langsung membuatnya panic dan berlari kecil kearah pintu. Tapi saat ia ingin meraih gagang pintu. Tiba-tiba saja lampu diruangan itu mati dan pendingin ruangannya juga mati. YoonAh langsung ketakutan.

“Tolong!! Masih Ada orang didalam! Jangan pergi dulu!! Bukakan pintunya!!!” YoonAh berteriak-teriak minta tolong agar orang yang diluar yang menguncinya dapat mendengarnya.

“Tolong bukakan pintunya!! Siapapun tolong aku!!” seru YoonAh lagi. Tapi yang ia dapati hanya sebuah kesunyian yang mencekam.

YoonAh mengecek isi tasnya mencari ponselnya. Dia berniat akan menghubungi Siwon. Setelah menemukan ponselnya,  dan ponsel itu sedikit memberikan cahaya digelepan melalui layar ponselnya. Tapi tiba-tiba saja handphone itu mati dengan sendirinya dan membuat gelap gulita lagi.

“Ah? Apa ini? Kenapa low bat? Ah..Siwon oppa!! Tolong aku!! Siwon oppa!!” YoonAh mulai benar-benar merasa panic dan ketakutan. Dia benar-benar takut sendirian diruangan ini dalam keadaan gelap dan pengap.

YoonAh mencekal-cekal telapak tangannya sendiri. Keringat dingin sudah mulai bermunculan di dahinya. Ia benar-benar takut dalam keadaan seperti ini. Dia benar-benar tidak tahan jika harus terus disini sendirian dan dalam kegelapan. Dia juga jadi sulit bernapas.

Akhirnya YoonAh jatuh terduduk dalam kondisi lemah tak terkontrol. Diapun menangis ketakutan dibalik pintu. Sambil terus berucap minta tolong dan dengan kekuatannya yang tersisa dia juga menggedor-gedor pintu tersebut.

“Siapapun.. tolong aku.. ada orang di dalam.. bukakan pintunya..hiks..tolong aku!!”

 

~***~

 

Siwon baru saja tiba di depan apertemennya dia berdiri didepan pintunya sambil menekan kata sandi rahasia. Tak lama pintu pun terbuka. Sebuah senyum tersirat diwajah tampannya yang sedikit lelah. Tapi rasa lelahnya ia pikir akan segera hilang setelah ia akan bertemu YoonAh sang kekasih yang sangat ia rindukan kerena hampir seharian tidak bertatap muka dengannya.

“YoonA?? Chagia? Aku pulang!!”

Siwon mengecek seluruh sudut ruangannya. Tapi tidak menemukan YoonAh dimanapun. Akhirnya ia menuju kamar mandi. Tapi ternyata tidak ada juga. Dikamar tidur juga. Tidak ada. Sekali lagi Siwon mengedarkan pandangannya kepenjuru ruangan apertementnya dan sepertinya YoonAh memang tidak ada. Siwon bejalan ketempat sandal. Dan ia benar sepatu yoona yang ia pake tadi pagi saat pergi juga tidak ada berarti YoonAh belum pulang.

“Kemana dia? Seharusnya ia pulang lebih awal daripada aku?” Tanya siwon pada dirinya sendiri dengan bingung.

Akhirnya ia memutuskan untuk mandi terlebih dahulu sambil menunggu kepulangan YoonAh. Setelah selesai mandi dan berpakaian. Dan waktu juga sudah berlalu hampir satu jam tapi YoonAh juga belum pulang. Siwon akhirnya merasakan perasaannya yang menjadi tidak tenang. Ia segera mengambil ponselnya dan mengecek apakah ada pesan atau telepon dari YoonAh? tapi hasilnya nihil. Tanpa pikir panjang ia memutuskan untuk menelepon YoonAh, untuk memastikan sendiri keberadaan YoonAh.

Siwon terdiam. Telepon YoonAh tidak aktif. Sekarang ia mulai merasakan kecemasan.

“Kau dimana? Kenapa belum pulang dan ponselmu tidak aktif?” Tanya Siwon lagi-lagi pada dirinya sendiri sambil mundar mandir dan gelisah.

Tiba-tiba ia teringat Hara. YoonAh bilang tadi pagi bahwa yang mendapat jadwal  lembur membuat laporan adalah dirinya dan Hara. Maka Siwon segera menghubungi  Hara untuk memastikan keberadaan YoonAh.

“Ada apa menelponku?” Tanya Hara dari sebrang telepon.

“Apakah kalian masih dikantor? Apakah  YoonAh bersamamu? Bisakah aku bicara dengannya?” cecar siwon dengan pertanyaannya.

Hara terdiam mendengarnya. Apa yang dimaksud siwon?.

“Siwon ssi. Aku sudah dirumah, dan bukankah kau sudah bersama YoonAh?”

“apa? Dia belum pulang. Dia tidak ada diapertementku.”

“Astaga apa kau lupa!! Tadi kau meng-sms-nya untuk minta dijemput agar pulang bareng bersamanya!”

Kini Siwon yang terdiam mendengar ucapan Hara. Dia benar-benar tidak merasa mengirim pesan singkat seperti itu. Aneh sekali.

“Ya.. Choi Siwon,  jelas-jelas aku tadi mendengarnya sendiri. YoonAh bilang kau menunggunya diruang ganti lantai dasar.”

“Lantai dasar? Tapi aku memang benar-benar tidak menyuruhnya,ah..! Hara Nuna terimakasih.”

Siwon langsung memutuskan panggilannya. Dan membuat hara yang berada ditempat lain jadi bingung dan tidak mengerti maksud dari ucapan siwon yang terkahir. Jadi YoonAh sedang dijebak? Dan YoonAh dalam bahayakah? Hara jadi ikut cemas memikirkan perkiraannya itu.

Siwon segera mengambil mantel dan kunci mobil pribadinya. Karena mobil kantor YoonAh yang bawa. Dengan segera ia keluar apertement dan menuju tempat acara tadi dan Akan mencari YoonAh sampai ketemu.

 

YoonAh sudah kehabisan tenaga karena banyak menangis dan ketakutan karena sudah terkunci selama satu jam lebih didalam ruangan gelap itu. Dia hanya bersandar dibalik pintu dan tak henti menagis karena saking ketakutannya. Dia juga jadi berpikiran yang tidak-tidak terhadap Siwon. Dia jadi berpikiran kalau Siwon memang sengaja menjebaknya seperti ini. Siwon tahu kalau ia takut gelap tapi kenapa siwon membuat lelucon yang sama sekali tidak lucu seperti ini? Atau jangan-jangan Siwon selama ini berbohong mencintainya? Dia hanya ingin membalas dendam akan masa lalu mereka yang selalu berselisih? Memikirkan itu kepala YoonAh jadi pusing dan dadanya jadi semakin sesak.

 

Siwon akhirnya tiba dilokasi. Ditempat itu sudah sepi karena sudah lewat tengah malam. Gedung dasarnya juga sudah gelap. Siwon terdiam didepan pintu kaca yang terkunci. Dia tidak menemukan sosok YoonAh disekitar situ.

“Apakah dia sudah pergi?”

Siwon berniat memutuskan untuk kembali kemobilnya. Tapi matanya menangkap mobil kantor yang YoonAh bawa masih terpakir tidak jauh dari tempat ia memarkir mobil. Siwon berlari menghampir mobil tersebut dan mengintuk kacanya. Nampaknya tidak ada orang didalamnya. Siwon menatap gedung didepannya lalu segera berlari kecang menuju tempat tadi dan perasaannya sekarang yakin  mengatakan bahwa YoonAh ada didalam situ. Siwon mendorong-dorong pintu  tersebut. Tapi pintu itu memang terkunci.

Siwon kini merasa emosinya memuncak. Diapun mencoba mencari jalan lain. ia mencoba mencari pintu masuk yang lain. dan ada sebuah pintu kecil disudut gedung. Siwon lansung mengampiri dan mebuka pintu tersebut. Ternyata tidak terkunci. Tapi masalahnya belum selesai ruangan ini sangat gelap dan ia tidak tahu dimana YoonAh berada? Siwon jadi makin cemas mengingat kalau YoonAh sangat takut kegelapan. Saat ia sedang berlari untuk mencari YoonAh, kata-kata Hara tibatiba saja terlintas di pikirannya.’YoonAh bilang kau menunggunya diruang ganti lantai dasar’. Siwon tahu dimana temapt  itu. Diapun turun menganakan tangga darurat untuk menuju lantai dasar gedung tersebut. Tapi disana terdapat banyak ruangan.

“YoonAh!! kau dimana!!” teriak Siwon untuk memastikan apakah YoonAh memang benar ada disekitar sini.

YoonAh yang sedang memangis mendengar teriak seseorang yang sangat ia kenal. Itu suara Siwon yang mencemaskannya. YoonAh tersenyum dan mencoba mengketuk pintunya.

“Siwon oppa!! Aku disini. Tolong aku!!” seru YoonAh dengan suara yang terdengar serak.

Siwon berhenti sejenak begitu mendapati suara yang terdengar samar seperti milik YoonAh.

“YoonAh apa itu kau? Kau diamana?” teriak Siwon lagi.

Tepat tidak jauh dari ia berdiri terdengar suara pintu yang diketuk dari dalam dan juga suara tangisan. Siwon tersenyum membuang napas legah sambil menatap pintu ruangan tersebut. Siwon mencoba mencari tegangan listrik untuk menyalakan lampu-lampu dilorong ini. Dan setelah ketemu akhirnya lampu dilorong menyala. Siwon mendekat kedepan pintu.

“YoonAh? apa kau baik-baik saja? “

Tak terdengar suara YoonAh menjawab hanya YoonAh yang menangis. Siwon mencoba membuka pintunya tapi terkunci. Dia benar-benar habis kesabaran.

“YoonAh. menjauhlah dari balik pintu. Aku akan medobraknya.” Perintah siwon dengan tegas agar YoonAh mengikuti sarannya.

YoonAh yang mendengar perintah siwon perlahan menjauh dari pintu dan minggir kedinding sebelah kanan.

Siwon mundur sedikit lalu ia memasang ancang-ancang kuda memakai kekuatan dalamnya. Dan ia berlari dengan kuat dan mendorong pintu kayu tersebut dengan tubuhnya. Dan terbuka. Pintunya terbuka.

Napas siwon tersengal naik dan turun.

“Oppa!!” rintih YoonAh yang melihat siwon berdiri membelakanginya.

Siwon membalikan tubuhnya dan mendapati YoonAh yang terlihat sangat lemah dan ketakuatan.

Siwon menghampirinya dan memluk YoonAh dengan sangat erat.

“Mianhae Jeongmal mianhae!” ucap Siwon sambil mengelus punggung yoonah. “aku tidak tahu siapa yang melakukan ini. Aku benar-benar tidak tahu siapa yang mengirimkan pesan ke kamu.”

YoonAh malah terus menangis tersendu-sendu dipelukan Siwon. Siwon mencoba membantu YoonAh berdiri. Tapi nampaknya kaki yoonAh menjadi lemas dan tak dapat bergerak dan sedikit bergemetar kerena ketakutan kalau ia akan lebih lama berada didalam sini.

Siwon akhirnya memutuskan untuk menggendong YoonAh dipunggungnya. YoonAh melingkarkan tangannya pada leher siwon siwon memegang kaki YoonAh dengan erat agar ia tidak terjatuh. Setelah siap siwon berdiri dan menggendong YoonAh keluar dari gedung ini.

“Mianhae. Gara-gara aku  kau jadi susah.” Ucap YoonAh dengan lirih.

“Ini gara-gara aku. Mereka membalasnya memalui kamu. Aku sangat menyesal YoonAh.” ucap Siwon.

YoonAh meletakkan kepalanya dibahu Siwon. “Aku tadi sempat berpikir kalau kau melakukan ini dengan sengaja terhadapku. Aku sangat takut saat akan menghubungimu ponselku mati.”

“AKu akan mencari orang yang menggunakan ponselku dan melakukan semua ini! Aku akan membuat perhitungan setimpal dengan apa yang ia lakukan terhadapmu!”

YoonAh terdiam sesaat mendengar ancaman siwon yang ditujukan kepada sipelaku. Dan nampaknya siwon serius atas ucapannya.

“Memangnya kenapa bisa orang itu memakai ponselmu untuk melakukan ini?”

Siwon terdiam dan berpikir sejenak. Dan ia teringat bahwa tadi saat jumpa fans ponselnya tertinggal diruang rias dan menemukannya dimeja rias dalam posisi-terbalik. Siwon jadi berpikir pasti bahwa pelakunya adalah orang disekitarnya dan tentu pasti orang-orang yang tadi ada diruang ganti. Dan cepat atau lambat siwon pasti menemukan pelakunya dan membuat perhitungan terhadap orang tersebut.

YoonAh yang merasa lelah akhirnya tertidur pulas digendongan Siwon. Siwontersenyum mendapati deruan napas kecil dari YoonAh. “Mianhae..Jeongmal Mianhae chagia.. “ ucap Siwon lalu melanjutkan menggendong YoonAh sampai menuju mobilnya.

 

~***~

 

YoonAh  keluar dari dalam kamar masih mengenakan piyama dalam keadaan setengah sadar. Rambutnya berantakan matanya masih sedikit terpejam. Tapi pinciumannya yang jitu dapat mencium aroma yang sedap dari arah dapur.  Dengan segera ia berjalan mengikuti aroma yang menggugah perutnya yang kelaparan makin merontak-rontak kegirangan.

“Oh.. kau sudah bangun?”

YoonAh melebarkan penglihatannya.Siwon berdiri di depan kompor  sambil mengenakan celemek dan memegang sefatulah. YoonAh tersenyum melihatnya. Ternyata sumber aroma sedap itu dari Siwon yang sedang memasak sesuatu.

YoonAh ingin meneruskan langkahnya untuk menghampiri siwon. Tapi segerah dicegah oleh siwon.

“Jangan mendekat. Duduklah di disitu! Sebentar lagi akan selesai.”

“Memangnya kau masak apa? Aku penasaran…”

“Sudah kau terima jadi saja.cepat duduk yang manis!”

YoonAh mengpout mulutnya. Tapi akhirnya duduk juga dimeja makan dan menunggu hidangan yang sedang disediakan oleh siwon selesai.

YoonAh tersenyum kecil melihat siwon kali ini sendirian menata masakan buatannya sendiri diatas meja makan. YoonAh dapat lihat apa saja yang dimasak Siwon. Ternyata dua telur goreng mata sapi, lalu dua piring nasi goreng kimchi. Dan dua gelas susu coklat.

“Taraa… semuanya sudah selesai. Selamat makan!” seru Siwon gembira melihat hasil karyanya yang cukup memuaskan.

“Mari kita makan!!” seru YoonAh ikut gembira. Agar tidak mengkecewakan siwon yang sudah susah payah bangun pagi dan menyiapkan ini semua.

YoonAh menyendok nasi goreng kimchinya lalu memasukan kedalam mulutnya. Dan mengunyahnya perlahan. Siwon hanya memandang YoonAh menunggu reaksi dari penilaian YoonAh.

“He-emm… ini… ini sungguh enak sekali!” seru YoonAh setelah menelan nasinya.

Siwon terkejut. Lalu dia juga ikut menyuapkan nasi miliknya kedalam mulut. Untuk memastikan bahwa YoonAh tidak sedang berbohong untuk menghiburnya. Dan setelah ia juga menelan nasinya. Siwon tersenyum lebar. Ternyata benar masakan  buatannya kali ini berhasil. Dan ini benar sangat enak.

“Benar ini sangat enak!! Hahaha.. aku berhasil!!”

Siwon berseru gembira sambil mengangkat tangannya tinggi-tinggi. YoonAh juga ikut tertawa gembira melihat kekasihnya seperti itu.

“Ayo makan lagi. Habiskan!” perintah siwon.

Mereka menikmati sarapan pagi mereka yang terbilang sederhana tapi penuh makna. Dan rasanya jadi nikmat. Setelah selesai makan Siwon mendekati YoonAh. dan sedikir menunduk untuk berhadapan dengan YoonAh yang masih duduk.

“Kau benar sudah tidak apa-apa?”

YoonAh menatap mata Siwon. Disana terllihat jelas kekhawatiran siwon tentang dirinya. YoonAh tersenyum.

“Aku baik-baik saja. kau tidak perlu terlalu memikirkan kejadian semalam. Sudahlah, aku mau mandi setelah ini kau ada Shootingkan? Aku akan ikut  mengantarkanmu!”

Siwon juga balas tersenyum melihat YoonAh yang memang penuh dengan semangat. Dia meletakan telepak  tangan kanannya di kepala Yoona lalu membelai rambut YoonAh dengan perasaa sayang.

“Baiklah.. “

YoonAh pun berdiri dan meninggalkan Siwon kekamar mandi. Selepasnya YoonAh pergi dia langsung masuk kedalam kamar dan mengecek ponsel YoonAh. ia melihat pesan singkat yang kemarin menipu YoonAh. Dan itu benar ternyata orang itu telah mengenakan nomor ponselnya untuk menjebak YoonAh. Siwon terdiam dan mencoba menerka-nerka, siapa yang melakukan itu kepada dirinya dan YoonAh.

 

~***~

 

Hyoyeon baru saja keluar dari pagar rumahnya sambil membenarkan sedikit bagian rok selututnya yang sedikit terlipat. Dengan santai ia berjalan menuju mobilnya yang sudah terpakir diluar rumah. Hari ini ia akan berangkat  kekantor sendiri tanpa supir. Karena supir pribadinya harus mengantar kedua orang tuanya kebandara Incheon pagi ini. Hyoyeon  baru saja akan membuka pintu mobilnya tapi tiba-tiba seseorang membekap mulutnya dengan sapu tangan dan memeluknya dari belakang. Hyoyeon panic. Ia tidak dapat melihat orang yang melakukan itu padanya. Ia ingin berteriak tapi sulit. Mulutnya tertutup oleh saputangan. Hyoyeon hanya dapat berontak kecil didalam dekapan seseorang yang terus menyeretnya dengan paksa. Dan memasukannya kedalam mobil dan dengan cepat orang itu masuk juga kedalam mobil dan membawa mobil itu pergi menjauh dari rumah Hyoyeon.

Hyoyeon panic dan takut akan dibawa  kemana dia? Apakah ia sedang diculik? Hyoyeon segera menolehkan kepalanya ke orang yang mengemudi disampingnya. Dan Hyoyeon pun terkejut dibuatnya.

“Eunhyuk oppa!!”

Eunhyuk menoleh sekilas lalu kembali fokus membawa mobilnya. “Maaf aku  melakukan ini padamu. Karena aku sudah kehabisan cara untuk bertemu denganmu dan membicarakan kesalah pahaman yang belum selesai.”

“Aku tidak mau mendengar penjelasan apapun!” jerit Hyoyeon. “Turunkan aku disini sekarang juga.atau aku akan melompat keluar”

“lakukan saja jika kau berani!” Eunhyuk menantanganya dan semakin menaikan kecepatan laju mobilnya.

Hyoyeon terdiam. Dan memasang wajah cemberut. Dia mana mungkin akan melompat keluar dengan keadaan seperti ini. Dia pasti akan mati. Hyoyeon menolehkan wajahnya menatap wajah Eunhyuk. Tangannya langsung bergerak memegang dadanya sendiri. Ada getaran kuat yang bergejolak didalamnya. Ternyata didalam lubuk hatinya ia masih sangat menyayangi lelaki yang ada sisampingnya dan melihat eunhyuk lagi. Ia tahu bahwa ia sangat  merindukan lelaki itu.

Hyoyeon panik akan dibawa kemana dia oleh Eunhyuk saat melihat mobil eunhyuk mengambil jalan menuju keluar dari Seoul. Tapi baik dia dan Eunhyuk tidak mengeluarkan suara sama sekali. Hyoyeon berkali-kali memainkan jemari tangannya sendiri dengan perasaan canggung yang sangat menyiksanya. Dan berkali-kali juga dia memperhatikan Eunhyuk dalam dalam. Tapi nampaknya Eunhyuk tetap fokus mebawa mobilnya menluncur dijalan raya yang entah akan membawanya kemana. Dia benar-benar tidak tahu.

Tiba-tiba Hyoyeon menangkap papan petunjuk jalan yang ia liat sekilas tadi. Ternyata Eunhyuk akan membawanya  ke teluk Namyangman. Hyoyeon sekarang tahu kemana Eunhyuk akan membawanya. Kerena lima tahun lalu ia juga pernah melewati jalan ini,tapi jalan ini sudah mengalami banyak perubahan.

 

Eunhyuk memberhentikan mobilnya di bibir pantai. Suasana yang teramat sepi dan tenang hanya dapat mendengarkan suara napas mereka masing-masing. Dan mendadak Eunhyuk merasa gerah dalam suasana ini. Dia pun keluar dari dalam mobilnya dan membukakan pintu untuk Hyoyeon. Tapi dia tidak mengajak Hyoyeon turun dengan ucapannya. Justru ia malah langsung berjalan mendekati pasir pinggir pantai dan duduk disana sambil menatap hamparan air laut dengan ombak-obak halus yang bergulir dari tengah ketepian dan juga burung-burung laut yang berterbangan diatas air mencari ikan.

Hyoyeon akhirnya ikut turun dari mobil dan menghampiri  Eunhyuk yang duduk dipasir sendirian. Ia berdiri satu meter dibalik punggung Eunhyuk, tapi Eunhyuk sangat menyadari kehadiran Hyoyeon. Tanpa menoleh kebelakang ia mulai berbicara pada Hyoyeon dengan serius.

“Sampai kapan kau akan memperlihatkan sikap egoismu itu?”

Hyoyeon terdiam, tak menjawab apapun.

“Jika kau ingin marah dan merasa kesal dan dikhianati, lakukanlah semua itu kepadaku bukan kepada YoonAh sahabatmu sendiri!”

Lagi-lagi Hyoyeon terdiam tak dapat berkata apapun.

“Aku tidak mengerti kenapa kau bisa seperti ini? Aku dan YoonAh saat itu hanya kebetulan makan siang. Dan aku sedikit menghiburnya yang hari itu hubungannya dengan siwon kecium media. Hah.. pasti masalah ini juga kau tidak tahu kan?”

Hyoyeon terkejut mendengar ucapan Eunhyuk terkait hubungan YoonAh dan Siwon.

“kau tahu mereka sudah menjalin hubungan diam-diam. Karena Siwon itu adalah Hallyu star. Tapi tidak disangka photo kebersamaan mereka terseber di jejaring social dan media online lainya. Dan tentu itu akan menjadi masalah besar. Dan kau tau? YoonAh bahkan sampai meminjam pakaianku dan rambut palsu untuk menyamar sebagai pria.”

“Tapi hari itu aku hanya mencoba menggodanya bermaksud bercanda agar ia dapat bersemangat lagi. Dan sepertinya itu yang menjadi titik kesalah pahamanannya kan? Aku benar-benar menyesal telah bercanda seperti itu. Tapi kenapa kau tiba-tiba ada disitu? Apa kau akan memberi kejutan padaku? Maaf karena ulahku kau yang jadi terkejut saat itu. Aku benar-benar menyesal. Lalu bagaimana italia? Apa kau mendapat sesuatu yang baru sehingga kau mencampakkan ku? Apa kau ada masalah sehingga kau sangat bersikap egois dan sampai tak peduli  lagi dengan sahabatmu sendiri? Kau kan tahu YoonAh itu tidak mempunyai kedua orang tua, lalu adiknya hilang entah kemana. Dan satu-satu orang yang sudah hidup lumayan lama dengannya ya hanya kau, Hyoyeon, hanya kau! Kau boleh marah padaku kau boleh membenciku. Tapi tidak pada YoonAh.  ia hanya punya satu sahabat yaitu kau! Dan aku juga merasa berhutang budi padanya. Karena dia aku dapat mengenalmu dan mencintaimu! Jadi kuharap jika kau kesal dan marah lampiaskanlah padaku saja. walaupun nanti kau punya pengganti diriku. Aku akan berusaha tegar menerimanya.”

Kaki Hyoyeon bergemetar mendengar semua penuturan panjang yang keluar dari mulut Eunhyuk. Matanya mendadak panas. Dan setelah ia meresapi apa yang diucapkan Eunhyuk. Airmatanya pun jatuh. Dan ia jadi mengutuki dirinya sendiri yang bodoh dan terlalu egois. Eunhyuk benar. Tidak seharusnya ia semarah ini pada YoonAh. karena satu-satunya sahabatnya juga hanya YoonAh. dan dia mengenal Eunhyuk juga karena YoonAh. tapi kenapa jadi seperti ini? Kenapa dia jadi sekasar dan seegois ini?dan kenapa dia selalu menutup mata dan telinganya atas sebuah penjelasan yang benar?.

“Kau ingat? Tempat ini adalah tempat kencan pertama kita lima tahun lalukan? Aku masih ingat kau begitu manis dan pemalu. Aku sangat merindukan saat itu. Pantai ini memang mengalami sedikit perubahan. Tapi apakah hubungan kita juga akan mengalami perubahan seperti…”

Brekk…!!

Tiba-tiba Saja saat Eunhyuk sedang berbicara seperti itu Hyoyeon berlari dan berlutut lalu memeluk Eunhyuk dari belakang secara tiba-tiba. Dan ia menumpahkan segala tangisan penyesalannya dibalik punggung  Eunhyuk yang ia dekap begitu erat.

“Mianhae..Mianhae.. jeongmal mianhae” ucap Hyoyeon dengan suaranya yang serak karena tangisannya.

Eunhyuk melukis senyum kecil pada bibirnya. Lalu ia membalik tubuhnya dan meraih Hyoyeon kedalam pelukannya, mendekap tubuh wanita yang sangat ia sayangi itu dengan penuh kehangatan dan kasih sayang.

“Saranghae..aku menyesal telah melakukan semua ini dengan egois oppa. Aku akan memperbaiki semuanya. Asalkan kau tetep setia disampingku.”

“Tentu.. aku akan selalu setia disampingmu.”

Mereka masih dalam posisi berpelukan seperti itu diatas pasir putih yang bersih. Ditemanin suara gemuruh ombak, angin laut dan kicauan burung yang berterbangan dengan riang diudara. Hyoyeon merasa dirinya sudah lebih tenang dan kembali seperti dulu. Sekarang ia harus benar-benar memohon maaf pada YoonAh sahabat satu-satunya yang ia miliki. Sangat bodoh. Jika persahabatan yang sudah terjalin selama 9tahun harus berakhir dengan kesalahpahaman dan keegoisan. Karena mencari sahabat setia dan pengertian adalah seperti mencari jarum ditumpukan jerami. Dan Hyoyeon memang sudah bertekat untuk membuat semuanya kembali utuh seperti dulu.

 

~***~

 

Hongki sedikit ragu untuk menyapa seorang wanita yang berdiri disudut ruangan menganakan pakaian kemeja merah hitam, dan memakai  topi hitam dan rambutnya dimasukan kedalam topi tersebut. Tapi Hongki yakin dari belakang wanita itu memang mirip dengan YoonAh. hanya saja style wanita itu sedikit berbeda dengan YoonAh.

Sampai akhirnya YoonAh memutar balik tubuhnya dan menghadap Hongki. Dan Hongki tercenga ternyata itu memang YoonAh. Dia tersenyum dan YoonAh yang tahu keberadaan hongki juga tersenyum tapi dengan senyum yang sedikit canggung. Sepertinya yoona masih Nampak tidak enak hati jika berhadapan langsung dengan hongki seperti ini hanya bedua. Pasca pengakuan hongki kalau dia mencintai YoonAh, dan YoonAh menolaknya.mereka berdua memang manjadi canggung dan menjauh satu samalain.

“Apa yang sedang kau lakukan sendirian disitu?” Tanya Hongki.

“Aku? Hem.. tidak sedang apa-apa.”

Lalu mereka diam lagi.

YoonAh akhirnya mengambil langkah untuk duduk dikursi panjang yang ada disitu. Dan tanpa disangka Hongki juga ikut duduk disampingnya. Dan hongki mengeluarkan sesuatu dari saku mantelnya. Ternyata itu sebuah permen lollipop.

“Kau mau?”

YoonAh menerimanya seperti biasa. “Gomawo.”

YoonAh mencoba membuka pembukus permen tersebut. Tapi nampaknya sulit sekali. Akhirnya Hongki mengambil kembali permennya dan membukakannya. Dia kembali memberikannya pada YoonAh.

“Gomawo.” YoonAh langsung menikmati lollipop yang diberikan Hongki padanya.

Selagi YoonAh asik menikmati lolipopnya Hongki hanya dapat memandangi YoonAh dengan perasaan senang dan juga sedih. Senang karena YoonAh sekarang ada disampingnya dan tidak pernah merubah sikapnya. Tapi ia sedih karena kenyataannya YoonAh telah menolaknya untuk menjadi kekasihnya. Padahal ia sangat mencintai YoonAh dengan tulus.

“Hem.. oppa ada yang ingin aku tanyakan, boleh tidak?”

“Tanya apa? Tentu saja boleh.”

“sejak awal kita bertemu tiga bulan lalu. Hingga sekarang kenapa kau  selalu memberikan aku sebuah permen?”

Hongki terdiam mendengar pertanyaan YoonAh. tapi ia tersenyum menanggapinya dan agar juga tidak terlihat gugup didepan YoonAh.

“itu Karena permen itu manis. Sejak awal aku bertemu denganmu aku dapat merasakan kemanisan yang ada pada dirimu. Saat itu juga aku memang tidak sengaja mengantongi permen disakuku. Tapi karena kau begitu senang dengan permen terutama lollypop yang saat itu aku berikan untukmu. Itu malah menjadi kebiasaanku sendiri untuk selalu sedia permen di saku ataupun ditas ku. Agar saat aku bertemu denganmu aku merasa punya awal yang baik untuk berbicara denganmu.”

“Dengan memberikan sogokan permen diawalnya?”

“Iya.. hehe..apa itu cara yang aneh?”

“Tidak.. tidak aneh sama sekali. Aku senang dapat makan permen gratis.hehheehe. tapi jika gigiku bermasalah biaya pengobatan kau juga yang harus tanggung..hehehe”

“Mwo?!”

“Tidak aku hanya bercanda.”

Lalu mereka berdua tertawa bersama setelah itu. Dan nampaknya suasana canggung tadi sedikit menghilang karena permen itu juga.

Tiffany yang ternyata sejak tadi memantau percakapan  YoonAh dan Hongki sedang bersembunyi dibalik dinding. Dia sedikit kesal melihat pagi ini Siwon datang bersama YoonAh yang masih dengan penyamarannya agar tidak dicurigai media. Dan pagi ini juga YoonAh datang dalam keadaan sehat serta Nampak terlihat biasa saja. Tiffany kesal pasti semalam Siwon yang telah menyelamatkan YoonAh dari jebakannya.

Tiffany megacak –acak rambutnya sedikit. Lalu ia keluar dari persembunyiannya sambil memegangi perut dan berakting menahan sakit. Ia berjalan menghampiri YoonAh dan Hongki yang masih asik berbincang-bincang.

“Auhh..perutku sakit sekali..” rintih Tiffany begitu dihadapan YoonAh dan Hongki.

“Ouh..Tiffany ssi, ada apa denganmu?” Tanya Hongki sedikit khawatir melihat artis asuhannya seperti itu.

“Ouhh.. oppa perutku sakit. Aku sedang haid..” ucap Tiffany. Sambil terus berpura-pura kesakitan.

“Ah.. benarkah? Aku juga sering seperti itu setiap Haid. Emm.. rasanya tidak nyaman sekali. Apalagi kau hari ini harus pemotretan.” Ucap YoonAh prihatin melihat Tiffany seperti itu. Karena ia sangat tau bagaimana jika perutnya sakit saat sedang haid.

“Kau benar YoonAh. ah.. bisakah kau menolongku membelikan pembalut dan obat pengilang rasa nyeriku ini?”

“Bisa saja tapi aku tidak tahu dimana ada supermarket dan apotik disekitar sini.”

“Kenapa kau menyuruh YoonAh? biar aku saja yang jalan. Kau tinggal bilang apa mereknya?” Hongki mencoba menolong YoonAh.

“Ah.. ku kira jika YoonAh yang beli ia lebih tahu.” Tiffany pun membuat alasan lain.

“Ya.. sudah kalau gitu akau akan mengantarnya.” Tegas Hongki.

“Oh.. ya sudah silakan! Cepatlah jalan aku benar-benar sudah tidak tahan. Ini uangnya!” Tiffany menyerahkan uang kepada YoonAh. YoonAh dan Hongki pun segera jalan sesuai yang disuruh Tiffany.

Selepas YoonAh dan hongki jalan meninggalkan Tiffany dan menghilang begitu belok menuju pintu keluar. Tiffany langsung membetulkan posisinya dirinya lagi dan mengeluarkan ponselnya dari saku celana.

“Sebentar lagi dia akan keluar. Ingat kau harus mengenai yang memakai topi hitam! Aku akan memberi tambahan jika kau berhasil melukainya!”

Tiffany menutup teleponnya kembali dan menyimpan lagi didalam saku celana. Tiffany merapikan lagi rambutnya sambil tersenyum penuh makna.

“Dasar bodoh! Lagi-lagi kau masuk dalam perangkapku.hahha… lagi pula kalian memang lebih terlihat cocok saat bersama daripada kau harus bersama Siwon oppa. Siwon oppa hanya milikku!”

Tiffany berbicara sendiri dalam hatinya yang sangat penuh dendam kepada YoonAh. Tiffany melihat sekelilingnya lalu ia berlari keluar juga melalui pintu keluar yang lain untuk melihat sendiri adegan yang akan terjadi sebentar lagi. Tiifanya jalan menuju taman tempat pemotretan sambil memegangi perutnya dan menonton Siwon yang sedang sibuk difoto bersama Yesung dan Kyuhyun. Rupanya ini adalah pemotretan yang sempat tertunda tempo hari saat Tiffany tiba-tiba saja kabur. Dan ini dibuat edisi baru lagi yang membahas lebih ke Tiffany. Karena SKY sudah lebih dibahas detail di edisi lalu.

 

“Aneh sekali biasanya Tiffany jika sedang haid dia tidak pernah mengeluh masalah perutnya. Hanya saja sikapnya saja yang jadi lebih berbahaya dan menyeramkan.”

Sambil jalan menuju  taman dan jalan keluar hongki bercerita sama YoonAH.

“Oh,benarkah? Hahaha. Tapi itu bisa saja terjadi. Jadi mungkin sikapnya yang menyeramkan jadi tidak muncul saat perutnya sakit. Hehehe..”

“Hhahaha..kau benar juga.”

YoonAh jalan didepan Hongki begitu ia melihat SIwon yang ada didekat situ. Ia berniat akan mengampiri Siwon dan meminta izin untuk keluar sebentar. Hongki berjalan dibelakang YoonAh. Tapi mendadak Saat YoonAh ingin mengemberang taman. Hongki menangkap ada dedaun yang jatuh dan Hongki tidak sengaja melihat ada suatu pot besar yang akan terjatuh dan bisa saja akan melukai YoonAh. dengan gerak cepat ia berlari dan memeluk YoonAh dari belakang dan tepat saat itu sebuat pot tanaman berukuran cukup besar jatuh dari lantai atas dan sedikit mengenai pergelangan kaki Hongki sebelah kanan.

YoonAh terdiam begitu mendengar suara dentuman pot pecah, dan rintihan Hongki yang sedang memeluknya dari belakang.

Siwon dan yang lainnya yang saat itu melihat adegan jatuhnya pot tanaman yang mengenai kaki Hongki juga terkejut. Kenapa pot besar itu bisa jatuh dari lantai atas? Siwon meringis kesal melihat Hongki yang masih memeluk YoonAh yang juga masih terlihat Nampak Shock sehingga tidak dapat melakukan apapun. Akhirnya Siwon belari diikuti Yesung dan Kyuhyun untuk menghampiri YoonAh dan Hongki. Tiffany berdiri dari tempat duduknya dengan perasaan kesal. Karena lagi-lagi usahanya untuk mencelakakan YoonAh gagal total. Diapun dengan kesal meremas botol minum yang sedang dipegangnya.

“YoonAh apa kau tidak apa-apa?”  Tanya Siwon dengan perasaan cemas.

Siwon juga menarik tubuh YoonAh dari pelukan Hongki. Dan Hongki baru tersadar kerana telah memeluk YoonAh sangat erat dan kini kakinya merasa amat sakit.

“Aku tidak apa-apa. Tapi Hongki oppa? Hah.. kakimu!!”

YoonAh meringis ngeri melihat pergelangan kaki Hongki yang sebelah kanan sudah mengucurkan darah segar karena kena pecahan pot tanaman yang terbuat dari kramik.

“Oppa.. kakimu?”

“Tidak apa-apa.. aku baik-baik saja.” elak Hongki agar YoonAh tidak usah Khawatir.

“Hyong sebaiknya lukamu itu segera diobati. Akan aku antar ke ruang kesehatan.” Ucap Kyuhyun peduli.

“Gomawo Kyuhyun-ah”

Hongki menaruh lengannya dibahu Kyuhyun dan Yesung. Lalu kyuhyun dan yesung membantu memapahnya membawa Hongki menuju tempat kesehatan yang memang tersedia tidak jauh dari halaman di depan gedung lokasi pemotretan.

Siwon dan YoonAh masih berdiri di lokasi kejadian. YoonAh menatap heran kearah pecahan pot tersebut dan mendongakkan kepalanya akatas gedung. Ia pun berpikiran mustahil jika pohon yang dijaga besi bisa jatuh begitu saja. kecuali ada yang sengaja melakukannya. Tapi siapa yang melakukan hal itu?.apakah ini ada kaitannya juga dengan masalah semalam?.

“Kau sedang apa?”

Siwon menyadarkannya dari lamunan.

“Tidak.. aku hanya sedikit terkejut. Karena menyelamatkan ku Hongki oppa jadi terluka. Aku benar-benar merasa bersalah.”

Siwon tak dapat berkomentar apapun. Karena hongki benar telah menjadi penyelamat untuk kekasihnya. Kerena jika hongki tidak segera bertindak cepat. Bisa saja tubuh YoonAh yang terkena pot tersebut dan tentu akan melukai  YoonAh.

Tiffany menatap siwon dan YoonAh dengan tatapan mata yang berapi-api. Ia benar benar iri melihat kebersamaan YoonAh bersama orang yang ia sukai, yaitu siwon.

“Maaf Tiffany ssi. Kita harus menyelesaikan sesi photo untuk individumu.”

Tanpa banyak bicara Tiffany berjalan dan berdiri ditempat pemotretan. Dan seperti biasa dia harus menyembunyikan perasaan kesalnya didepan kamera dengan sebuah senyuman palsu.

 

~***~

 

“Akhirnya besok kau akan kembali ke Seoul lagi kan?”

Soo Jung yang sedang merapikan pakaiannya dikamarnya menoleh sebentar kearah Luna yang baru saja masuk kedalam kamarnya. Dan duduk dikasurnya.

Soo Jung bergerak memeluk Luna.

“Aku tidak tahu bagaimana cara berterima kasih dan mebalas jasa kebaikan mu  eonni selama ini. Aku benar-benar senang mempunyai teman sekalus kakak yang seperti dirimu. Aku benar..”

“Ssstt.. kau terlalu banyak bicara Soo Jung! Aku melakukan ini demi melindungi mu. Aku tidak mau nasibmu sama seperti diriku. Kau harus hidup dengan baik dan bahagia.”

Soo Jung melepas pelukannya dan menatap wajah Luna dengan  kelembutan.

“Tapi jika nanti aku bertemu dengan kakakku lagi. Aku tidak yakin dia bisa menerimaku lagi.”

“Tapi aku yakin. Jadi besok pagi. Aku akan mengantarmu kebandara.”

Soo jung terdiam dan membayangkan wajah kakaknya yang sudah lama tidak ia lihat. Dan ia jadi ingat terakhir kali ia bersama kakaknya. Yaitu saat ibu pemilik rumah tahu perkerjaannya lalu ia dan kakaknya diusir keluar  dari rumah tersebut dan dalam kesedihan dan kesusahan ia justru meninggalkan kakaknya begitu saja. dan tanpa memikirkan akan pergi kemana kakaknya dan tinggal dengan siapa dan apakah kakaknya baik-baik saja?.

“Ayoo aku bantu merapikan pakaianmu .”

Luna segera merapin pakaian Soo jung dan melipatnya lalu menyimpannya didalam koper. Pakaian soo jung tidak terlalu banyak  jadi sebentar saja merapikan juga sudah selesai.

“Ini buatmu”

Luna memberikan mainan  bekas anaknya dulu kepada Soo jung. Yaitu mainan kerincingan bayi yang bisa di genggam dan dikulum-kulum oleh sibayi.

“Ingat. Kau harus jaga kesehatamu dan bayimu! Dan kalau dia sudah lahir kabari ke aku ya!”

Soo jung mengambil mainan bayi yang diberikan luna untuknya dan menyimpannya dengan baik didalam kopernya juga, lalu menseretling kopernya.  Soo jung juga kembali memeluk Luna kedalam pelukannya. Dan besok dia benar-benar akan pulang ke Negara asalnya yaitu korea selatan. Dan memulai hidupnya lagi dengan memperbaiki kesalahannya yang sudah ia lakukan. Terutam terhadap kakaknya yaitu YoonAh. jauh dilubuk hatinya ia sangat menyayangi YoonAh dan merindukan YoonAh.

 

 

~*** To Be Continue***~

 

Note : Annyeonghaseyo ^_^/ Ulan’s Comeback.. hahhaa apakah ada yang sangat merindukan kelanjutan dari ff-ku ini? Maaf ya telah membuat menunggu lama😀 biasanya saya mengepost ff ini 1 minggu sekali tapi ini sampai tiga minggu baru kelar😀 maklum kemaren2 aku sibuk dan berusaha serius dan fokus pada UAS.. remedial adalah hal yang paling menyeramkan!! Kerena kita harus mengulang mengerjakan soal/membuat tugas tambahan kita juga harus membayar ulang per-sks T.T Semoga saya tidak mengalami remedial *AMIN!*🙂 Rencananya aku juga mau ngepost ff oneshootku tapi gak jadi karena belum rapi x)kemaren kena kendala malas nulis karena kelamaan ga nulis, bahkan buat baca ff Author2 lain disini juga ga sempat T.T rasanya males bgt -,-“ minggu depan aja deh ya uku postingnya berengan kelanjutan FF ES part.12 gimana ada yang mau? :)oh..iya Terimakasih buat pembaca setia yangselalu menunggu,membaca dan komentar Tentang ff ku ini🙂 LOVE!! Dan juga buat my Followers di @Lovelyulan you’re Awesome!!! And persatuan Author Nited you’re Special!!😀 See You!! Kamsahamnida!! ^_^

Tinggalkan komentar

115 Komentar

  1. Tiffany benar-benar makin menjadi. Untung aja hongki nolongin yoona. Akhirnya hyo ga salah paham lagi sama yoona. Chapter 12 ditunggu.

    Balas
  2. soo jung akhirx sadar dan akan kembali
    Peluk soojung/plak
    Kasian deh tiffani ggal trus,ighhh geregetan ma tiffani,untung yoona sllu d lindungi
    Hufhhh,next fighting

    Balas
  3. niken

     /  Februari 21, 2013

    disini aku gemes banget ma tiffany pengen nimpuk dia biar cepet sadar..

    Balas
  4. Seo Hyun Yeong

     /  Februari 26, 2013

    Yee hyohyuk balikan, yoonwon jgn terkecoh ma fany. dan smoga smua sgra trungkp soal fany yg jhat2, ksihan hongki oppa tenang aja oppa entar aku jenguk kok #plakk gomawo ffnya selalu kusuka 4 jempol deh!!!^^ aku juga sma kyk author g smpet bca2 ff di blog ini & ngetik ff jg dlanda penyakit males kita kok sehati yah thor hehehe

    Balas
  5. ooooouuuu so sweet

    Balas
  6. andrea

     /  Maret 25, 2013

    jadi tgang sndri waktu bca y,

    Balas
  7. neny

     /  Mei 30, 2013

    Chapt ƔάϞƍ ni bgitu mngharukan ku smpai mnitikkan air mata, wktu hyukppa mnjelskan kslah phman hyo eon ma yoon eon😥
    Smoga mreka brshabat lgi and tdk trpisahkan😀
    Fany,fany,tiffany!!! Knpa kau tega brbuat sprti trhdap eonni ku hah #tnjuk Yoongie
    Sudahlah jgn brbuat sprti itu lgi, sblum mnyesal ntar ( ˘̀-˘́) ya kan oppa #sikut Wonnpa
    Soo jung kemblilah pda eonni mu ne^ yoongie jg sngat mrindukan mu huhuhu ku mpek mnitikan air mta juga sma nasib soo jung😥
    Buat hongki oppa cpet smbuh ya, ksian u jd korban ulah fany eon
    Chapt ƔάϞƍ ni bener2 bkin hti ku brgetar and trharu thor…
    Hwaiting buat authornya….:D

    Balas
  8. KieWonkyu

     /  Juli 21, 2013

    akhrnya hyohyuk balikan lagi ,,
    tiffany jhat bgt ,, udh deh sama gongyoo aja , biarin siwon sma yoona …
    akhrnya soojung plang jga ..

    Balas
  9. aat yoonwon

     /  Agustus 3, 2013

    Akhirnya hubngan hyohyuk baikan, soojung bakal pulang tiffany jahat banget ch npa gk pacaran sama ceo gong saja

    Balas
  10. Permana

     /  Agustus 16, 2013

    Ksian yoona d jhtin truz

    Balas
  11. lala

     /  Agustus 18, 2013

    syukur deh soo jung akhrny sadar.. Fany jahat bgt..😦

    Balas
  12. Akhyla YoonWonited

     /  September 2, 2013

    Moga aja soo jung bakal d’terima sm yoona ?? Apalah klo gx -_-

    Balas
  13. Huwaa akhirnya sedikit demi sedikit konfliknya dapat reda, tapi tifannya jahat banget

    Balas
  14. Semoga di chapter berikutnya keadaan menjadi semakin baik, konflik yang ada juga segera diselesaikan deh hihi
    Tiffany semoga jadi tambah baik ke YoonA kkk~

    Balas
  15. Yaaa ampunn knp Tiffany jd sgt jhat bgtu ??

    Untung yoona tdk clka, Yoona hrs sllu wspada Kna Tiffany sdh brbah mnjdi monster pmbunuh !!

    Balas
  16. Bguss bngt critanya..

    Tiffany emang jhatt

    Balas
  17. yeona

     /  Maret 23, 2014

    Siwon oppa bisa menerima adik yoona onni gak ya?
    Semoga smuanya baik” aja

    Balas
  18. nina

     /  Mei 2, 2014

    udh ku duga tiffany orgnya,,,, syukur deh soojung udh mlai sdr sm sikapny kpd yoona slm ini n mdh”n aj mrk cpt ktemu…yoonwon mkin romantis…

    Balas
  19. simoppa

     /  Juni 6, 2014

    aishhh tipani bener2 deh bikin geregetan eohh

    Balas
  20. Sepertinya hubungan Yoonwon di penuhi dilema, ada saja yg memisahkannya. Ternyata benar Tiffany yg ingin melukai Yoona, jahat jg ni org. Sudah di tolak malah mengejar wonppa, keterlaluan bgt pun.
    Author inspirasi FF mu benar2 Daebak, bahkan semua ceritanya seperti betulan

    Balas
  21. Dwi Sivi Fatmawati

     /  Januari 9, 2015

    yuhuu soo jung eonni mau balik dan menta hidupnya yg sedikit berantakan,, aduh kasian amat sih yoona eonni hampir celaka tpi lbih kasian lagi hongki oppa krna nyelametin yoona eonni..
    tiffany eonni knapa jahat amat sih, kpan sdarnya nih eon…

    Balas
  22. sdhifakhri

     /  Maret 23, 2015

    Tifanny kenapa jahat bgt sih , smpe mau ngebuat yoona celaka , untung aja ada hongki oppa, kalo engga udah gak kebayang deh yoona nanti jadinya kaya apa. Gomawo hongki oppa , yang udah rela kakinya luka buat nyelamatin yoona eonni.

    Balas
  23. ria

     /  Oktober 18, 2015

    Tiffany kok jahat bgt sih,
    Dassarrrr

    Balas
  24. melani

     /  Desember 11, 2015

    Tiffany kenapa jahat bgt sampe mgelakuin segala cara buat nyakitin yoona cuma gara” yoona deket ma siwon..

    Balas
  1. Kumpulan Link FF YoonWon Sequel by Me | UlanChoi Style

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: