[FF] We are Family (Chapter 4)

Title: We are Family (Chapter 4)

Type: Sequel (I Love You, Choi Songsaenim)

Genre: Romance, Family, Marriage Life

Rating: PG 15+

Author: Choi Mutie OeziL

Fb: Mutii Ann ChaeGyeong

Twitter: @MutiiOzil

Main Cast:

~ Choi Siwon “SuJu”

~ Im YoonA “SNSD”

Other Cast:

~ Super Generation Couple

~ Choi & Im’s Family

~ Yoon Eunhye (Princess Hours, I Miss You)

~ Etc

******

Annyeong.. annyeong…, hai.. author FF gaje balik lagi dengan lanjutan FF We are Family Chapter 4#gada yang nanya thorr.. kekekee~~. Oiyah… kamsahamnida buat adek2, kakak2 n’ teman2 cmuanya yg udah comment nih FF tergaje sejagat YoonWonited Kingdom di part sebelumnya**, yah udah selamat membaca.. n’ moga terhibur selalu yahh…^^

**

“Hahahahahaha….” Eunhye tertawa puas setelah memikirkan akal bulusnya. “Bagaimana kalau aku sekarang ke rumahnya dosen Choi saja. sekalian aku ingin tahu seperti apa si Im Yoona itu, pokoknya hari ini riwayatmu tamat Im Yoona.” Eunhye makin mengobarkan api kebenciannya. Tanpa menunggu lama ia segera menyambar ponselnya yang terletak diatas meja riasnya. Ia menekan sebuah nama yang tertera di layar ponsel berwarna hitamnya itu. “Yeobseo.. yak! Ini aku. Oh iya, kalian tak usah bereaksi, biar aku saja supaya mereka tak curiga. Arasseo?” ucap Eunhye pada lawan bicaranya. “…………” jawab si lawan bicara. Setelah itu Eunhye kembali menekan tombol end lalu segera memasukkan ponselnya kedalam tas merahnya.

“Aku yakin si Yoona pasti takkan curiga jika aku yang datang.”

“Aku sudah tak sabar ingin tahu seperti apa sosoknya hingga membuat pangeran Choi begitu mencintainya”
lama berperang dengan sikap batinnya, akhirnya Eunhye segera melangkah meninggalkan apartementnya, dikuncinya pintu apatementnya dengan menekan kode pintu apartement dan berjalan cepat ke basement.

Ia segera menstarter mobil merahnya dan segera memacunya dari basement apartement. Dalam perjalanan ia terus diliputi kelicikannya yang terus muncul mempengaruhi akal pikirannya. “Hari ini dosen Choi pasti ada jadwal kuliah, aku kan tak ada. Jadi dengan begitu aku bisa dengan leluasa mencari tahu semua hal tentang keluarganya” gumamnya licik. Ia pun memberhentikan mobilnya ketika telah tiba di kawasan perumahan BTN Gongchae, lebih tepatnya kini ia sedang berada di depan taman rumah YoonWon di blok 307YW. Namun sebelum turun ia sepertinya sedang mengetik sebuah sms. Setelah mengirim sms itu ia segera turun dan  kemudian menutup kaca mobilnya. Tak lupa juga ia mengunci mobil itu.

**

Yoona masih memandangi bunga terakhir yang diberikan oleh nama bertuliskan “Pengagum Rahasiamu’’ itu. Ia makin bingung bercampur heran dibuatnya. “Nuguya?” ia terus bertanya, tentu saja ini membuatnya begitu terpukul. Bagaimana bisa ia seorang wanita yang telah bersuami masih saja disukai oleh orang misterius itu. “Apa nanti aku tanyakan saja yah pada Siwon oppa.” Pikirnya dan segera menghampiri si kembar yang sedang berceloteh tak jelas.

“Aegi-ya. Mianhae, eomma tak mendengar panggilan kalian tadi.” Sesal Yoona pada Siyoon dan Wona. “Ayo.. kita main lagi.” Tuntun Yoona kembali mengajak kedua anak balitanya bermain bersamanya.

Ting Tong….. Ting Tong….!!!. suara bel rumah kembali berbunyi. Ini yang ketiga kalinya menurut Yoona pintu rumahnya itu kembali dipencet. Ia bergegas membukakan pintu. entah kenapa hari ini ia tak mengecek lagi dilayar monitor dan segera membukakan pintu itu secepatnya. Ia terkejut dengan kedatangan seorang wanita yang wajahnya masih asing baginya.

“Annyeonghaseo..” sapa wanita itu tersenyum pada Yoona yang masih menatapnya heran. Yoona tersadar dan membalas sapaan wanita itu, “Eh.. annyeong. Silahkan masuk.” Yoona ikut menyapanya dan mempersilahkan wanita itu untuk duduk diruang tamu. “Eumm.. maaf, apakah anda Yoona-ssi, istrinya dosen Choi.” Eunhye mencoba memulai pembicaraan. Yoona masih heran dengan kedatangan wanita ini. ‘siapa dia? Kenapa baru datang dan baru pertama kali bertemu denganku ia jadi ingin sekali mengetahui diriku?’ batin Yoona sambil menatap Eunhye dari ujung kepala hingga ujung kaki.

Melihat Yoona yang belum menjawab pertanyaannya Eunhye pun merasa tak enak, “Ah.. mianhaeyo Yoona-ya, aku tak bermaksud begitu, perkenalkan aku Yoon Eunhye. Teman dosen suamimu Cho Siwon. Aku baru seminggu mengajar di kampus. Aku datang kemari karena ingin mengenalmu dan kedua anakmu. Dosen Choi telah menceritakan banyak hal padaku. Ternyata kau memang sangat cantik dan pastinya baik hingga dosen Choi sangatlah mencintaimu.” Eunhye menjelaskan maksud kedatangannya panjang lebar. Ia tahu ini awal dari rencana busuknya.

“ah.. aniya. Tak apa Eunhye-ssi.. aku senang suamiku punya teman sebaikmu dan mau mengunjungiku dan anak-anak kami. Oh iya itu kedua anakku.” Kata Yoona seraya menunjuk Siyoon dan Wona yang masih sibuk dengan mainan mereka. “Wah.. lucunya.” Eunhye lantas berjalan kearah twins Choi. Yoona tersenyum melihat Eunhye yang sedang gembira bermain dengan kedua anaknya, “Tunggu sebentar Euhye-ssi. Aku ambilkan minuman dulu” pinta Yoona sambil berlari kecil ke dapur.

“kalian lihat saja bayi-bayi lucu, tak lama lagi eomma kalian akan aku pisahkan dari appa kalian.” Gumam Eunhye kala mengelus puncak kepala twins Choi. Tak lama kemudian Yoona kembali dengan segelas jus mangga hangat, “Ah.. Eunhye-ssi. Silahkan dinikmati minumannya” Yoona mempersilahkan Eunhye untuk menikmati minuman yang ia sajikan. “Ah.. tak usah repot-repot saenggi-ya. Aku kan datang kemari bukan untuk minum, tapi ingin kenal dekat denganmu dan keluarga.” Nada bercanda Eunhye membuat Yoona tersenyum sumringah.

“Saeng? Memangnya berapa umurmu?” Tanya Yoona hati-hati. “28 tahun.” jawab Eunhye singkat dan kembali menyeruput jus hangatnya. “Oh.. ne eonnie, memang seharusnya seperti itu, aku 23 tahun.” Yoona pun mengiyakan sapaan Eunhye tadi.

“Oh yah. Kenapa rumah sebesar dan sebagus ini sunyi sekali?” Tanya Eunhye sambil mengamati seisi rumah. Yoona hanya tertwa pelan menanggapinya, “Oh.. itu, pelayanku sedang pulang ke Paju. Jadi aku, Siwon oppa dan anak-anak sendiri saja dirumah. Tapi keluargaku sering datang kemari.” Yoona menjawab keheranan Eunhye.

“Jinjja?” Eunhye makin tak percaya dengan penuturan Yoona. ‘kau memang sangat cantik, sangat cantik, walau kau sudah punya anak namun kau terlihat seperti anak-anak. Kau juga hangat dengan orang, pantas saja Siwon sangat mencintaimu. Dan maaf aku tak mau usahaku sia-sia Yoona. Aku terlanjur mencintai suamimu. Maafkan aku jika aku akan memberikan kejutan yang tak pernah kau duga sebelumnya.’ Batin Eunhye sambil memandang Yoona yang sedang menyuapi anak-anaknya makan

“Eonnie..” seru Yoona menyadarkan lamunan Eunhye, “Oh.. nde..” Eunhye menyahutnya dengan senyum sandiwaranya. “Apa eonnie ada masalah?” Tanya Yoona. “Aniyo.. hanya aku lupa kalau aku ada kelas hari ini.” Titah Eunhye sambil melirik jam tangan putih mini yang melingkar di pergelangan tangannya. “Yak! Eonnie, kalau begitu kembali saja ke kampus, nanti eonnie di marahi oleh rektor Park Jungsoo.” Yoona memperingati Eunhye agar sebaiknya ia kembali saja ke kampus.

“Nde Yoona-ya.. aku rasa aku kembali saja. annyeong dan sampai jumpa dilain waktu.. twins Choi, ahjumma kembali dulu, lain waktu ahjumma bawakan banyak hadiah untukmu berdua.” Pamit Eunhye dan segera berlalu dari rumah YoonWon.

Eunhye berjalan ke mobilnya, setelah sampai didalam ia segera menelepon seseorang.

Kalian dimana?”

“……………..”

Cepat bodoh! Yoona dan anak-anaknya sendiri dirumah, cepat rencanakan seperti yang tadi aku sms pada kalian”

“……………”

Cepat. Jangan lupa langkah awal kalian..”

Dengan cepat Eunhye mengakhiri kegiatan teleponnya dan segera memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi.

Sementara itu, Yoona kembali menemani kedua anaknya bermain bersama. “App… paaa, Eomm…maa…” kedua bayi kembar itu kembali meneriaki namanya dan Siwon. Yoona gemas dan kembali mencium kepala kedua anak itu, namun entah kenapa Yoona merasa seperti ada seseorang yang sedang membiusnya dari belakang, alhasil Yoona pingsan karena ada seseorang yang membiusnya dari belakang. Kedua anaknya yang tak tahu apa-apa hanya memandang wajah eomma mereka yang sudah tergeletak pingsan dihadapan mereka.

“Ayo.. anak-anak manis, sekarang ikut dengan ahjussi dan ahjumma. Tinggalkan eomma kalian yang bodoh ini.” Kata kedua orang asing itu sembari menggendong tubuh mungil Siyoon dan Wona. Kedua anak tak berdosa itu hanya diam menurutinya.

Melihat Yoona yang telah pingsan tak berdaya, kedua orang itu dengan teganya meninggalkan Yoona dan membawa lari kedua anak balitanya yang tak berdosa. Penculikan. Yah.. kata itulah yang lebih tepat untuk menggambarkan suasana rumah YoonWon yang sedang dilanda peristiwa tak pernah terduga itu.

Kedua orang tak dikenal itu segera berlalu dengan tawa bahak mereka. Mereka tersenyum kemenangan telah mengerjakan perintah dari orang yang dimaksud, Yoon Eunhye. Sementara tubuh Yoona belum sadarkan diri, ia masih dalam keadaan pingsan dengan posisi berbaring, mainan anak-anaknya juga masih berserakan dilantai.

**
Hari telah sore, dan itu tandanya sebentar lagi sang senja telah datang menghiasi langit kota Seoul menuju suasana malam hari. Pria tampan itu segera merapikan buku-bukanya diruangan dosennya. Segurat senyuman manis kembali terpancar dari wajahnya. Nampaknya ia sudah tak sabar ingin segera pulang ke rumah bertemu dengan istri cantiknya dan kedua malaikat kecilnya yang sangat lucu dan menggemaskan.

“Yoebo-ah.. tunggu aku. Siyoon, Wona.. tunggu appa pulang ne? hari ini kita pergi berkunjung ke rumah Halmoni dan Harabeoji.” gumam Siwon riang sambil mengunci ruangan dosennya.

Dengan langkah cepat ia berjalan menyusuri setiap sudut kampus, sampai diparkiran dengan cepat ia membuka pintu mobilnya dan segera tancap gas dari arena kampus. Dalam perjalanan senyumannya kembali lahir setelah menyadari seseorang meneleponnya. Yah.. nama bertuliskan “My Lovely Wife” itu meneleponnya, dengan cekatan ia memasang headset ke telinganya karena sekarang ini ia sedang menyetir dan segera menjawab panggilan istrinya itu.

Yeobseo yeobo-ya?” jawab Siwon girang pada si lawan bicara yang tak lain adalah istrinya sendiri.

“…………..”

Yak! yeobo-ya.. kenapa kau menangis? Apakah kau begitu merindukanku? Sebentar nanti aku sudah sampai.”

“…………………………….”

Mworagoo? Apa kau bilang? Siyoon dan Wona diculik. Ya Tuhan apa yang terjadi? Tenanglah yeobo-ya aku sudah mau sampai.”

“………………..”

Hati Siwon tercabik setelah mendengar penuturan Yoona tadi. Bagaimana tidak? Kedua anaknya yang belum mencukupi usia satu tahun diculik. Siapakah yang menculik kedua anaknya? Apakah ada orang yang tak suka dengannya? Perasaan ia tak mempunyai musuh hingga detik ini. Air matanya jatuh sudah, ia merasa telah gagal menjadi suami dan ayah yang baik untuk keluarga kecilnya.

Sesampainya dirumah ia segera turun dari mobil. Ia kaget melihat banyak polisi yang berdatangan dirumahnya, tak hanya itu semua keluarganya dan keluarga mertuanya juga telah berada di rumah. Siwon berlari cepat kedalam rumah, dilihatnya Yoona yang tak hentinya mengelurkan air mata kesedihannya dan sedang dibujuk oleh eomma dan eomma mertuanya. Terlihat juga Tiffany, Jessica, Seohyun dan Yuri juga sedang membujuk Yoona sambil ikut menangis. “Yeobo-yaa…” lirih Siwon sedih ketika menghampiri Yoona. Yoona mendongakkan kepalanya dan segera berlari ke pelukan Siwon. Siwon mengeratkan pelukannya untuk menenangkan istri itu.

“Waeyo oppa? Kenapa ini terjadi pada kita? Siapakah yang tega menculik kedua anak kita? Sungguh aku tak bisa hidup tanpa mereka berdua oppa. Aku tak sanggup la…” ucapan Yoona terhenti karena ia kembali pingsan. “Yoong.. yeobo-ya..” Siwon panik dan segera menggendong Yoona kedalam kamar mereka. Sesampainya dikamar ia segera membaringkan Yoona ditempat tidur, dinaikkannya selimut itu sebatas dada istrinya. Siwon mengecup jidat Yoona sesaat dan beranjak dari tempat tidur menuju box bayi Siyoon dan Wona yang masih terlihat rapi. Air matanya jatuh kembali. Ia emosi, marah, menyesal dan tentunya murka dengan kejadian tak mengenakkan hati ini.

“Siapakah yang tega menculik kedua anakku?. Aku jamin jika aku tahu siapa pelakunya maka hidupnya takkan tenang.” Lirihnya masih terus menatap dua tempat tidur bayi itu.

Kemudian ia berinisiatif untuk turun ke lantai bawah. Disana terlihat seluruh anggota keluarganya yang sedang memberikan keterangan seputar diculiknya twins Choi, “Menurut Yoona, saat ia sedang bermain dengan mereka tiba-tiba seperti ada seseorang yang membiusnya dari belakang.” Ujar Ny. Im memberikan keterangan pada kepala polisi.

“Eomma…” seru Siwon pada sosok kedua wanita paroh baya dihadapannya. “Wonnie. Sabarlah.. polisi akan menanganinya. Kau jagalah Yoona, eomma harap kau jaga Yoona dulu sampi Siyoon dan Wona ditemukan. Eomma takut ia bisa melakukan apa saja jika hatinya benar-benar kacau.” Imbau Ny. Im sambil menyuruh Siwon duduk diantaranya  dan ny. Choi, eomma Siwon.

Mata Siwon teralihkan pada empat orang yeoja disampingnya, “Sicca, Fany, Yul dan Seo.. tolong ke kamar dulu, tolong temani Yoona, aku takut jika dia terbangun tak ada aku disampingnya maka ia akan semakin sedih. Tolonglah.” Pinta Siwon pada keempat sahabat istrinya. “Baiklah oppa.” Tiffany setuju disertai anggukkan kepala dari yang lainnya.

Mereka pun meninggalkan ruang tamu menuju kamar YoonWon. “Yak! Choi  Siwon, bagaimana ini bisa terjadi?” Tanya Hangeng Nampak marah pada adik satu-satunya yang belum bisa berucap sepatah katapun. “Hyung.. tenang dulu. Aku juga tak tahu. Mungkin aku yang terlalu memikirkan masalah kampus hingga tak punya waktu menjaga istri dan anak-anakku. Aku tahu ini terlalu menyakitkan untuk kita semua. Namun sungguh semua ini sangatlah menyerangku dan Yoona.” Siwon menyesali dirinya sendiri, tn. Im kemudian menghampirinya dan menepuk pundaknya, “Tenanglah menantuku, kami semua sangat sedih menghadapi suasana buruk ini. Untunglah ada Yesung dan Yuri yang baru saja pulang dari Gangnam dan langsung ke rumahmu, mereka melihat Yoona yang pingsan tak berdaya dan segera memberi kabar pada kami semua.” Urai Appa Yoona satu-persatu.

“Nde abeoji. Jeongmal mianhaeyo. Aku benar-benar menyesal tak menjaga putrimu dan kedua anakku dengan baik. Aku gagal menjadi suami dan ayah yang baik buat keluargaku sendiri.” Siwon makin tak bisa mengontrol dirinya. “Sudahlah Wonnie. Kau tak salah, kejadian ini tak ada siapapun yang salah. Berdoalah semoga Siyoon-Wona cepat ditemukan. Kami yakin penculik itu takkan berbuat yang macam-macam pada si kembar. Tabahkan hatimu dan tetaplah berada disisi Yoona, aku takut Yoona sadar dan ia bisa berbuat sesuatu yang tak bisa ia pikir terlebih dahulu.” Nasehat Yesung mencoba membuat adik iparnya itu kuat. “Yang dibilang hyung benar Wonnie, jangan menyalahkan dirimu seperti itu.” Donghae ikut menambahkan perkataan hyungnya.

Hari ini menjadi hari kelabu bagi keluarga YoonWon. Anak mereka yang masih bayi diculik, dan itu membuat mereka begitu terpukul, frustasi. Apalagi Yoona. Ia sepeti orang bodoh dan ia hanya diam, hatinya menangis namun ia berusaha keras untuk menyembunyikan kesedihannya itu, “Aku mati saja.” perkataan Yoona yang tiba-tiba membuat Tiifany, Yuri, Jessica dan Seohyun kaget berjamaah. “Yoong…” lirih Tiffany sedih.

“Kumohon kalian keluar dari kamarku.” Teriak Yoona frustasi, “Seo.. tolong panggilkan Siwon oppa kemari, oh iya panggil eomma dan eommanya Siwon oppa juga.” Pinta Yuri khawatir. Seohyun mengangguk dan segera menjalankan perintah Yuri. “Yoong, sabarlah Yoong, kami yakin tak lama lagi anak-anak kita segera ditemukan polisi, Yoong jangan seperti ini Yoong, kau harus tegar, kasihan twins Choimu.” Rayu Tiffany dan Jessica pada adik ipar sekaligus sahabat karib mereka. “Apa kalian tuli? Sekarang kau, kau dan kau keluar dari kamar anak-anakku.” Ketus Yoona menyuruh Yuri, Jessica dan Tiffany untuk keluar dari kamar. “Yoong…” suara seseorang membuat mereka semua melihat ke sumber suara, “Siwon oppa..” Jessica dan Tiffany segera bangkit dari tepian ranjang dan mempersilahkan Siwon duduk disamping Yoona.

“Yoongie…” lirih Ny. Choi dan Ny. Im sambil memeluk menantu dan anak mereka, Yoona hanya diam seraya mengeluarkan titik-titik air matanya. Sejujurnya Siwon sangat tak tega melihat Yoona seperti ini, ia tak berani menatap manik mata istrinya. Kejadian ini sungguh membuat dunia keluarga kecilnya berubah 360 derajat. Malam ini pertama kalinya kedua anak kembarnya tak bersama dengannya dan istri semenjak kelahiran mereka sepuluh bulan lalu.

Kini tak ada lagi kedua bayi lucu nan gemas yang selalu membuatnya dan istri tersenyum manis, dan untuk saat ini tak ada lagi tawa lucu dan tangisan bayi dalam rumah mereka. Siwon mengalihkan pandangan matanya pada dua box bayi yang biasanya ditempati kedua anaknya untuk tidur. Biasanya juga malam seperti ini pastilah ia yang mengurusi kedua bayi kembar itu untuk tidur, namun sayangnya kedua bayi berbeda jenis kelamin itu tak ada lagi. Mereka hilang entah diculik oleh siapa. Yang pasti hal ini sangatlah memukul batin Siwon dan istrinya, juga keluarga besar mereka.

“Eomma.. aku ingin pulang ke rumah. Aku ingin menenangkan pikiranku. Aku tak bisa tinggal di rumah ini lagi, kedua anakku tak tahu dimana eomma. Aku mau pulang ke rumah saja. kumohon izinkan aku.” Ucap Yoona tiba-tiba dan sontak membuat semua kaget bukan main, “Mana mungkin begitu Yoona, kau telah bersuami, kau bukan tanggungjawab kami lagi, kau adalah istrinya Choi Siwon, dialah yang berhak padamu. Janganlah seperti ini Yoong, ingat Yoong, suamimu membutuhkanmu Yoong.” Nasehat Ny. Im pada putri semata wayangnya.

Yoona terdiam mendengarnya, sejujurnya ia tak tega bicara seperti tadi dan bahkan didengar langsung oleh Siwon dan keluarganya, “Shireo. Aku tak mau eomma. Untuk apa aku tetap disini kalau kedua anakku tak ada. Choi Siwon, semua ini karenamu dan…”

Plaaakkk!!!!! Terdengar sebuah tamparan yang didaratkan oleh Tn. Im pada putri semata wayangnya itu, “Dasar anak kurang ajar. Mana mungkin kau bicara seperti itu pada suamimu. Kenapa kau jadi berubah drastis begini Im Yoona?, kenapa kau tak pernah berpikir bahwa kau masih punya Tuhan, suamimu dan kami semua. Kami tahu kau sangat kehilangan Siyoon dan Wona. Namun bukan hanya kau saja, tapi kami semua. Kau tak lihat Siwon juga menangis Yoong, hatinya menangis Yoong. Tolong tetap dampingi suamimu. Dia adalah ayah dari kedua anakmu, buah cinta kalian. Kenapa kau bisa mengucapkan kalimat seperti tadi.” tn. Im kembali menasehati Yoona.

“Tidak. Aku tetap akan pergi. Jika kalian tak mau mengizinkanku pergi dari sini, maka lebih baik aku mati saja. kalian tak pikir perasaanku appa, eomma, oppa. Aku yang mengandung dan melahirkan mereka, jadi untuk apa aku tenang kalau nasib kedua anakku tak kutahu bagaimana?” Yoona makin frustasi.

“Kkkau….” Donghae ikut emosi pada Yoona. “Sudahlah Yoong, jika itu maumu pergilah, tenangkan pikiranmu. Aku juga sangat merasa bersalah padamu. Jadi kuizinkan kau pulang ke keluargamu dulu, aku janji aku akan kembali menjemputmu jika kedua anak kita telah kutemukan. Maafkan aku tak menjadi ayah yang baik untuk mereka.” Walau dengan berat hati Siwon mengeluarkan kalimat itu, sakit sekali rasanya, namun inilah langkah tepat yang ditempuhnya demi ketenangan Yoona.

“Tapi bolehkah aku memelukmu sebelum kau pergi?” pinta Siwon dengan raut wajah sedih. Yoona hanya mengangguk, tanpa menunggu lama Siwon segera memeluknya. Namun pelukan mereka kali ini tak terkesan bahagia karena saat Siwon memeluk Yoona, Yoona tak membalas pelukan suaminya itu, sedih sekali rasanya. Siwon ingin berteriak histeris. Yang ada dipikiran Siwon ialah seperti apa motif orang yang menculik kedua anaknya itu? Hanya dalam sekejap mata membuat kebahagiaannya berubah menjadi kesedihan yang membuat kebahagiaan keluarganya berantakan.

“Sudahlah. Pergilah. Aku dengan hyungdeul dan polisi akan mencari anak-anak kita.” Ucap Siwon tulus. Yoona tak berkata satu katapun malah berjalan keluar kamar tanpa pamit dari Siwon.

“Siwon-yang.. sabarlah, semuanya akan kembali seperti semula. Tolong jangan ambil dihati sikap istrimu.” Bujuk Ny. Im pada menantunya. “Tak apa-apa, kami mengerti keadaan Yoona, dia masih labil. Mungkin karena ia begitu terpukul. Jadi Wonnie. Maklumilah ne?” Ny. Choi ikut membujuk Siwon yang masih fokus menatap kepergian Yoona.

“Hiks..hikss… Siwon oppa. Sabarlah oppa. Jangan khawatir oppa, semuanya akan kembali lagi seperti kemarin.” Seohyun ikut membujuk Siwon. “Nde Hyunnie. Jangan khawatir, konsentrasilah pada kehamilanmu.” Balas Siwon mencoba tersenyum pada Seohyun. Kyuhyun ikut prihatin pula, “Hyung.. aku yakin kedua keponakanku segera ditemukan.” Kyuhyun memeluk Siwon untuk ikut memberikan kekuatan.

Hangeng yang tadinya hanya diam ikut membujuk adik satu-satunya itu, “Yak! Choi Siwon, jangan cengeng, kalau kau seperti ini bagaimana Yoona dan kedua anakmu kembali lagi padamu hah? Kuatkan dirimu adikku.”

Siwon tersenyum menanggapi bujukan kakak lelakinya, “Nde hyung.. tentu saja.” walau sakit sekali namun Siwon mencoba tersenyum. ‘Yoong. Kau tahu, aku memang sedih kehilangan anak kita, namun aku lebih sedih lagi jika kau meninggalkanku. Kau adalah darahku Yoong, kau yang memberiku kekuatan. Jangan tinggalkan aku Yoong. Kajima yeobo-ya.’ Batin Siwon pedih. “Sudahlah, kajja kita pergi. Semua polisi sudah menunggu untuk proses pencarian.” Ajak Donghae memecahkan lamunan Siwon. Ia hanya tersenyum pada kakak iparnya, “Nde hyung.” Angguk Siwon tegar.

‘Kau adalah kekuatanku’

‘kau adalah nafasku’

‘kau adalah jangtungku, darahku’

‘kau adalah cintaku kini hingga dunia ini berakhir’

‘Kau adalah ibu bagi kedua buah hati kita’

‘kau adalah istriku, pendamping hidupku dalam keadaan suka maupun duka, namun kenapa kau meninggalkanku sayang? Wae? Apakah aku begitu jahat padamu?’ Siwon terus membatin disela-sela pembicaraannya dengan pihak polisi. Sementara Hangeng, Yesung, Donghae dan Kyuhyun terus memberinya kekuatan.

**

Eunhye terlihat dengan senang hati menyuapi kedua bayi kembar itu untuk makan. Keduanya juga tampak gembira menyambut setiap sendok makan yang masuk dalam mulut mungil mereka. Namun entah kenapa setiap Eunhye memberikan makan mereka tak semuanya mereka habiskan, “Ayolah. Makanlah Siyoon-Wona. Aku calon eomma baru kalian, aku yakin eomma kalian pasti akan gila, dengan begitu appa kalian yang ganteng akan berpaling darinya dan tentu saja jatuh kepelukanku. Oh yah.. aku memang tak pandai masak seperti eomma kalian, namun aku akan berusaha menjadi eomma yang baik untuk kalian. Hahahaha…” Eunhye sangat senang rencana awalnya telah selesai, ia rela cuti dari kampus demi merawat kedua anak dari pria yang sangat dicintainya. “Aku rela meninggalkan kampus, asalkan akhirnya aku mendapatkan appa kalian.” Eunhye seperti orang gila, berbicara pada kedua anak balita didepannya yang jelas tak mengerti dan paham maksud pembicaraannya. Ini benar-benar gila. Tapi ia masih bisa dikatakan baik, buktinya ia rela memakai gajinya demi membelanjakan kebutuhan anak-anak YoonWon. Mulai dari pakaian, peralatan mandi, makanan dan segalanya yang menyangkut kebutuhan anak seusia mereka.

“Eomma kalian baik sekali, jadi aku tak tega berbuat yang aneh-aneh pada kalian. Kalian pasti kangen dengan eomma-appa kalian kan setelah tiga bulan berpisah. Kalian juga sudah sangat besar sekarang, makin aktif dan lincah.” Eunhye mengajak mereka berbicara, mereka hanya tertawa lucu dengan ucapan Eunhye.

“app…paaa… eomm….maaa” teriak twins Choi tiba-tiba yang reflex membuat Eunhye kaget. “Yak! Kalian berdua kenapa masih mengingat kedua orang tua kalian, sekarang akulah orang tua kalian, lebih tepatnya calon eomma baru kalian. Sudah tiga bulan aku merawat kalian dan itu artinya akulah orang tua terbaru kalian.” Eunhye membantah perkataan kedua anak balita itu.

Acara selanjutnya yang dilakukan Eunhye adalah mengajak mereka main bersama. Eunhye bahkan lupa kalau semua penculikan ini ia yang menjadi biang keroknya.

**
Siwon POV

Aku seperti bangun dari mimpi buruk, semua kebahagiaanku lenyap sudah dalam kurun waktu tiga bulan berlalu setelah kedua anakku diculik. Ya Tuhan, tolong berikan mukjizatmu Tuhan, keluargaku adalah segala-galanya bagiku. Sebulan kemarin ulang tahunku yang ke-27 dan kedua malaikat kecilku yang ke-1. Sungguh dihari paling berarti bagiku itu aku tak merasakan sedikitpun kebahagiaan. Aku merayakan ulang tahunku sendiri dirumah ini, sebenarnya eomma dan appa mau menemaniku disini, namun aku mencegahnya. Aku tak mau orang tuaku mencampuri urusan keluargaku, aku harus buktikan bahwa aku telah dewasa dan sungguh matang dalam membina keluargaku.

Hari itu benar-benar kelam bagiku, betapa tidak hari itu Yoona tak memberikan ucapan selamat ulang tahun padaku atau sekedar menanyakan kabarku. Ini benar-benar suatu cobaan dahsyat bagiku. Yoona, Yoona, dan Yoona. Hanya pemilik nama itu yang bisa membuatku bangkit lagi, setiap hari aku selalu makan sendiri, cuci piring sendiri, semuanya kulakukan sendiri. Aku tak mau orang lain menggantikan posisi Yoona untuk membantuku di rumah. Hanya Yoona yang bisa membuat semuanya kembali seperti semula.

“Siyoon-ya.. Wona-ya.. eomma kalian telah meninggalkan appa. Apa yang harus appa lakukan jika tak ada kalian bertiga? Appa sedih, sangat sedih…” Lirihku pelan sambil memandang foto ketiga manusia yang sangat kurindukan setelah tiga bulan berlalu. Semua upaya telah dilakukan polisi, namun jejak atau tanda-tanda penculik itu tak ditemukan hingga detik ini, sejak saat itu aku juga jarang dirumah, aku lebih banyak menghabiskan waktu dirumahku ketika pulang dari kampus atau ke kantor polisi mengecek perkembangan berita terbaru anak-anakku. Kenapa semua ini harus terjadi padaku? Yoong, apakah kau tak mencintaiku lagi? Bukankah kau telah berjanji tak akan pernah pergi dariku dalam keadaan apapun, tapi Wae? Kenapa semua ini terjadi?.

Tak terasa air mataku kembali jatuh, cairan bening ini kembali menetes dipiring makanku ini, aku tak kuat lagi. Aku menangis deras kala menatap kursi makan istriku yang sudah tiga bulan tak ia tempati, juga kursi makan mini kedua anakku.

“Tolong kembali Yoong, temani aku disini Yoong, apa salahku padamu hingga kau menghukumku dengan cara seperti ini.” Gumamku dan kembali menuangkan air kedalam gelasku. Aku sangat kesepian tanpa istri dan kedua anakku. Aku memang sedih, sungguh sedih karena jujur aku tak biasa makan sendiri seperti ini, biasanya Yoona yang selalu melayaniku dengan senyuman manisnya dan ketulusan yang terpancar dari wajah ayunya.

“Aku merindukanmu Yoong, merindukan senyummu, kasih tulusmu, pelukanmu, ciuman hangatmu yeobo-ya.” Tak terasa aku kembali menangis. Aku kembali memandang jejeran bunga yang dulunya pernah kukirim untuk Yoona.

Oh Tuhan.. kembalikan kebahagiaanku seperti dulu lagi. Aku tak sanggup jika seperti ini terus.

End Siwon POV
**

Yoona POV

Aku duduk di Halte Bis setempat menunggu Seohyun yang sedang membeli es krim. Namun tiba-tiba seorang namja menghampiriku, namja ini sangat aku kenal. Yah Tuhan, namja ini kan adik tingkatku dulu. “Annyeong noona, masih ingat aku?” sapa namja itu padaku dengan senyum rekahnya. Walau dengan berat hati aku ikut menyahut, “Tentu saja. namamu Choi Minho kan?” tebakku entah betul atau tidak.

“Nde.. benar sekali noona. Oh iya apa kau sudah menerimanya? Ah.. tidak lupakan. Ini untukmu.” ujarnya, sepertinya ia ceplos bicara padaku. Segera kuambil sebuah permen lollipop yang ia tawarkan padaku. Dengan terpaksa aku mengambilnya, segera kubuka bungkusannya dan dengan cepat mengulumnya didalam mulutku.

Eh.. tunggu kenapa dia menatapku seperti itu, “Yak! Kenapa kau menatapku seperti itu?” tanyaku tak suka. Ia hanya tersenyum menanggapi pertanyaanku, “Aniya.. sebenarnya, sebenarnya aku sudah mengido…” ucapnya terputus ketika Seohyun menghampiri kami dengan dua buah cup  es krim. “Kajja Yoong.. kita pulang. Ayolah..” ajak Seohyun padaku, kami pun meminta pamit pada hoobaeku ini dan segera menumpangi bis yang telah berhenti sedari tadi dihadapan kami.

Dalam perjalanan Seohyun selalu menghiburku dengan candaannya, namun sayang aku hanya terpaksa meledakkan tawaku dengan terpaksa. Ya Tuhan.. apa yang kulakukan, aku terus bergembira sementara nasib kedua anakku bagaimana? Dan juga suamiku, Siwon oppa. Ah.. tidak, aku takkan kembali ke rumah sebelum kedua anak kami juga dirumah. Aku telah terlanjur mengeluarkan pernyataanku. Maafkan aku oppa, aku merindukanmu, namun.. aku tak sanggup jika tak ada mereka berdua dikehidupan kita. Maafkan aku juga waktu itu tak memberimu ucapan ulang tahun. Oh Tuhan.. sebegitu jahatkah diriku telah menelantarkan suamiku?.

Aku hanya tersenyum menatap Seohyun yang sangat bahagia menikmati kehamilannya yang sudah menginjak usia 4 bulan, Yuri juga sama. Sedangkan baru kemarin aku menerima kabar dari Hangeng oppa dan Donghae oppa bahwa Sicca telah hamil sebulan, dan Fany telah hamil 2 minggu. Oh Tuhan. aku ikut senang mengetahuinya, mereka hamil bersamaan, tak sepertiku dulu, aku hamil anak kembarku dan pada saat itu usiaku juga masih sangat muda.

“Yoong, sudah sampai, turunlah.. salam buat ahjumma, ahjussi, dan yang lainnya.” Seohyun menyadarkan lamunanku. Aku hanya mengangguk sebagai respon, “Baiklah, salam juga buat Kyu.” ucapku balik dan segera turun dari bis.

Saat aku berjalan ke gerbang tiba-tiba aku merasakan seseorang memelukku dari belakang, pelukan orang ini semakin erat. Aku hanya meronta-ronta, namun saat kubalikkan badanku ternyata suamiku. “Kembalilah.. kumohon kembalilah ke rumah kita, aku tak mau keluarga kita berantakan seperti ini yeobo-ya.” Pintanya tulus sambil membelai sayang rambutku. Aku hanya mematung menatapnya, sejujurnya aku sangat merindukannya. Namun karena rasa egoisku terlalu besar jadi aku masih bimbang untuk menjawab pintaan namja tercintaku ini.

“Mianhae oppa.. aku..ak…” ucapanku terhenti saat tiba-tiba ia mencium bibirku dengan sangat lembut, sebuah sentuhan yang beberapa bulan ini tak kurasakan. Yah… kuakui aku tak bisa lagi menolaknya. Aku kembali terlena dengan ciuman lembutnya. Beberapa lama berciuman akhirnya kami segera melepasnya.

Siwon oppa kembali menatapku dengan tatapan tajamnya dan kembali membiusku, “Pulanglah sayang, aku tak bisa hidup tanpamu. Mari kita sama-sama mencari kedua anak kita.” Pintanya lembut. Aku terdiam, mencoba mencerna setiap kata demi kata yang terlontar dari mulutnya. Aku menangis kembali, betapa bodohnya diriku tak bisa melawan keegoisanku selama ini. Kapan aku dewasa jika terus seperti ini. Tidak, aku harus selalu bersama Siwon oppa, aku harus selalu ada disampingnya, Siyoon dan Wona pasti sedih jika aku tak ada disisi ayah mereka.

Ia kembali mendekapku, dekapan hangatnya kembali membuat pertahananku runtuh. “Mianhae oppa. Jeongmal mianhaeyo sayang, waktu itu aku terlalu egois. Tapi darimana kau tahu aku disini.?” Tanyaku kikuk disela-sela permintaan maafku. “Tentu saja hari ini aku mau mengunjungimu sayang. Aku tak sanggup berada dirumah tanpamu. Aku tak tenang, aku seperti mayat hidup tanpamu Yoong, jadi ayolah kita kembali ke rumah kita.” Pungkasnya sembari mengajakku pulang. Aku pun menurutinya dengan hati berbunga-bunga. Setelah itu kami bergegas masuk kedalam mobil dan berlalu dari kawasan rumahku dan tak sempat pamit lagi dari kedua orang tuaku. Biarlah semua ini akan aku jelaskan pada eomma dan appa, yang penting aku harus kembali ke rumah kami, rumahku dan Siwon oppa, dan tentu saja kedua anak kami.

End Yoona POV

**

Yoona telah kembali ke rumah, tentu saja ini berita yang sungguh manis bagi keluarga kedua belah pihak. Mereka menyambut berita ini dengan gembira. Siwon kembali bersemangat karena sang penyejuk jiwanya telah kembali kedalam pelukannya. Namun sayang ada sesuatu yang kurang dari dalam keluarga mereka saat ini, tentu saja ketidak lengkapan itu adalah ketidak beradaan kedua malaikat kecil mereka, “Oppa.. aku merindukan Siyoon-Wona. Apakah mereka sudah makan atau belum? Hiks..hikss…” Yoona kembali sedih kala memikirkan kedua anaknya. Sang suami yang duduk di ayunan sebelahnya pun membelai sayang pipinya dan menghapus tetes demi tetes air matanya yang kembali membanjiri kedua pipinya.

“Tenanglah yeobo-ya.. kau tak usah khawatir. Polisi sedang menyelidikinya.Yakinlah bahwa mereka berdua tak apa-apa.” Rayu Siwon sambil menyandarkan kepala istrinya ke bahunya.

“Aku takut oppa, aku takut  mereka berbuat sesuatu yang buruk pada Siyoon dan Wona kita.” Yoona makin cemas. “aku yakin tak akan terjadi hal-hal seperti itu.” Siwon kembali meyakinkan istrinya. “Semoga saja.” pasrah Yoona.

Siwon dan Yoona kaget melihat kedatangan Yesung dan Yuri dengan wajah panik mereka. “annyeong Yoong, Wonnie.” Sapa Yesung dengan nafas tersenggal-senggal. YoonWon bingung dan mencoba mengajak YulSung masuk kedalam rumah, “Ada apa?” Tanya Yoona cemas.

“Ini mengenai Siyoon dan Wona” cetus Yuri sambil menatap YoonWon bergantian, “Bicaralah Yul.” Pinta Siwon lembut pada sosok wanita yang sedang mengandung itu, “Begini, kemarin salah satu adik tingkat kita melihat Siyoon dan Wona bersama seorang wanita di sebuah super market.” Curah Yuri tersenyum. “Benarkah? Siapakah namanya? Lalu bagaimana?” Tanya Yoona Nampak tak sabar.

“Aku tak tahu pasti Yoong, namun yang pasti mahasiswa itu anak didiknya Siwon oppa. Oh iya lebih baik kalian ke kantor polisi sekarang.” Saran Yuri. “Ne Yul.. tapi apakah dia mengenal wanita itu?” Yoona makin tak sabar, “Aku tak tahu pasti Yoong, yang pastinya dia melihat seorang wanita. Namun sayangnya ia tak mengenal persis wanita itu karena dia memakai kacamata besar.” Imbuh Yuri dengan wajah sayunya.

Yesung juga ikut memberikan saran, “Sebaiknya kita cepat ke kantor polisi saja.” imbau Yesung lalu ikut keluar bersama Yuri, “Kajja oppa. Kita juga. Aku tak sabar ingin tahu siapa pelakunya.” Yoona menarik pergelangan tangan Siwon.

“Baiklah.. ayo.” Angguk Siwon sambil merangkul pinggul Yoona.

**
“Cepat kau bawakan surat itu ke rumah Yoona.”

“Ingat jangan sampai ketahuan.”

“Baiklah boss!”

Eunhye kembali tertawa terbahak-bahak, “Hahahaha.. aku memang serigala berbulu domba. Tak semudah itu akan kuserahkan kedua anak ini kedalam pelukanmu Im Yoona. Aku ingin agar kau dan suamimu bercerai, kau lihat saja selanjutnya besok. Aku yakin kau akan meminta cerai langsung pada Siwon.”

Ia masih mengibarkan bendera amarahnya dalam tiang tubuhnya[?], “Kau kira aku akan menyerah begitu? Iya? Tak akan Im Yoona. Choi Siwonmu akan jadi milikku dan kedua anakmu akan hidup bersamaku nanti, jadi bersiaplah menghadapi kehancuran hatimu.” Eunhye mengamati setiap lekukan wajah kedua anak balita itu, “Kalian begitu tampan dan cantik, pasti karena orang tua kalian juga tampan dan cantik. Tapi tahukah kalian, aku akan segera merebut ayah kalian dari ibu kalian.”
Rasa benci itu kembali lahir dalam diri Eunhye, ia seperti kerasukan hati jahat, dan itu sangatlah tidak terbatas, ia memang benar-benar ingin menghancurkan rumah tangga YoonWon.

“kita lihat seberapa kuatnya kau dapat bertahan dari badai yang kuberikan padamu Im Yoona. Kau wanita yang sangat polos, cantik, baik dan tentu saja populer seantero kampus. Dan dibalik itu semua aku hanya ingin melihatmu berderai air mata. Aku ingin kau memilih antara suamimu dan kedua anakmu yang sangat kau cintai ini. Aku ingin lihat siapa yang lebih berharga bagimu.”

“Suamimu, Choi Siwon. Ataukah kedua anak kembarmu ini?”

“Aku memang sudah gila Yoona? Tapi kau tahu tidak? Suamimu itu yang membuatku hingga seperti ini. Jadi jika aku tak bisa mendapatkannya, maka kau juga tak boleh mendapatkannya.” Lanjutnya lagi makin tak terkendali.

**

Sepulang dari kantor polisi YoonWon segera mendaratkan tubuh mereka d isofa, raut wajah sedih kembali terpancar dari wajah Yoona, “Sabar Yeobo-ya. Aku juga telah berusaha dan meminta teman-temanku dan pihak keluarga untuk mencari kedua anak kita, namun mungkin saja Tuhan masih mau menguji kita dengan cobaan ini. Jadi pasrahkan semuanya pada Tuhan.” bujuk Siwon lembut.

“Nde oppa, kalau begitu kau mandi dulu, aku akan membuatkanmu makan malam.” Angguk Yoona sambil meminta Siwon untuk membersihkan diri. Siwon segera beranjak menuju kamar sedangkan Yoona ke dapur menyiapkan makan malam untuknya dan suami. Ia kembali menangis saat melihat semua benda yang biasa dipakai kedua anaknya itu kosong. “Ya Tuhan, dimana kedua anakku? Tolong lindungi mereka selalu. Aku rela melakukan apapun asalkan penculik itu mau mengembalikan anak kami.” Lirihnya mulai terisak. Aktifitas menangisnya terhenti sesaat saat menyadari ada yang membel pintu rumah.

“Tunggu sebentar.’’ Teriaknya sambil berjalan ke depan pintu. Ternyata seorang bocah kecil mengantarkan sepucuk surat padanya, “Annyeong noona. Ini suratmu. Aku disuruh oleh seorang yeoja membawakan ini padamu.”

Yoona tersenyum kala menerima surat berwarna putih itu, “Gomawo sudah mengantarnya kemari.” Ucap Yoona dan segera membaca isi surat itu, “Baiklah aku pamit dulu noona, annyeong.” Pamit bocah kecil itu dan tanpa persetujuan Yoona ia segera meninggalkan rumah YoonWon.

Tangan Yoona bergetar hebat membaca kata demi kata yang tertera dalam pucukan surat itu.

To: Choi Yoona

From: Yeoja Misterius

Aku tak mau berbasa-basi, sekarang juga temui aku di jalan XXX55##. Cepat!! Tak boleh lama. Jika kau lama maka nyawa kedua anakmu tak akan terselamatkan!!

Catatan: jangan bawa siapapun ataupun polisi, ingat itu. Eh.. termasuk suamimu juga.#udah kek sinetron Indo aja*.

Usai membaca surat yang terkesan meneror dirinya itu, Yoona langsung keluar rumah tanpa berkonfirmasi dengan suaminya, Siwon.

Ia segera memberhentikan Taxi dan segera menuntun sopir taxi untuk mengantarnya ke alamat yang dituju. “Tuhan. Tolong lindungi kedua permata hatiku, aku tak mau sesuatu yang buruk terjadi pada mereka..” gumamnya panik. Aliran darahnya naik turun, jantungnya seakan ingin melompat keluar.

“Berhenti Pak. Ini uangnya.” Ucap Yoona sambil memasuki sebuah area gedung yang amat gelap. Selangkah, dua langkah, tiga langkah dan seterusnya ia lewati koridor gedung itu.

“Yak! Brengsek.. keluar kau! Aku akan lakukan apapun untukmu. Asalkan kau kembalikan anak-anakku padaku kalau tidak…”

Ucapan Yoona terhenti saat lampu digedung itu tiba-tiba menyala. Ia kaget melihat kedua anaknya yang sudah lama tak ia temukan, “Aegi-ya…..” ucapnya girang sambil berjalan kearah kedua anaknya itu.

“Yak…yak!! Lepaskan mereka. Enak saja kau mau mengambil mereka. Tidak semudah itu..” teriak seorang namja yang memakai topeng. “Nuguya? Kalau kau berani maka bukalah topengmu. Aku ingin melihat tampang curangmu. Apakah kau gila menculik anak-anakku yang masih balita ini? Ataukah kau hanya dibayar? Apakah kau tega memisahkan mereka dari kedua orang tuanya?” ucap  Yoona dengan nada geram.

“Tutup mulutmu! Aku tak menyuruhmu untuk berketus kata. Sekarang tinggal kau ikuti perintah kami maka kedua anakmu akan kembali kedalam pelukanmu.” Tantang kedua orang bertopeng itu.

Yoona terlihat menimbang tantangan mereka, “Baiklah. Sekarang katakan apa mau kalian.” Walau dengan berat hati Yoona terpaksa menyetujuinya. Karena jujur ia tak punya pilihan lain.

“Baiklah.. aku akan perkenalkan bos kami dulu, karena dialah yang akan mengungkapkan keinginannya.” Kata seseorang dari mereka.

“Bos kalian. Siapakah dia?” Tanya Yoona dengan nada berteriak. Kemudian muncullah sosok dengan pakaian yang sama seperti kedua orang tadi, dia juga mengenakan kostum serba hitam dan tentu saja bertopeng.

“Kau mau tahu siapa aku?”

“hahahaha……!!!!” sosok yang ditunggu itu malah tertawa seakan meledek Yoona yang masih kebingungan dengan kejadian langkah ini.

~~**T B C**~~

Hai..hai..^^ mianhae author ngebuat twins Choi diculik!#hehehe. Kita lihat saja yah kelanjutannya yang lebih seru dichapter 5nya ne? sengaja memang Author kasih TBC supaya bikin Nited’s penasaran#DigamparNiteddeul, Kekekeke~~~. Jadi jangan lupa RCL yahh Nitedku says**, makasih juga coz koment di chapter 3 kemarin naik dari chapter 2nya. Makin cinta dehh sama kalian#Lebay.com. author saranin siap-siap mental buat hadapin next chapternya ne? buat siders bertobatlah karena saya tahu n’ hafal sekali siapa-siapa aja yang biasa koment di ff saya ini, jadi bagi yang gak pernah koment jgn salahkan saya jika chapter selanjutnya saya akan minta tolong admin Gee buat memprotek#plakk. Mianhae… semua Author bukan hanya saya juga ingin dihargai. Tapi saya yakin semua readers disini pada baek2 kok. Apalagi nited’s sejati. Soo pasti kan? Jadi yang biasa koment aja yang nantinya saya kasih PassWordnya yah?? Walau nie FF gaje banget tapi tolong dihargai Authornya.:). Yang terakhir buat Adekku says “Admin Gee”, jeongmal gomawo babeh udah publish nie FF tergaje sejagat YWK…**. Sampai jumpa di next chapter n’ Salam-Hangat-United-Kingdom!!

 

Tinggalkan komentar

136 Komentar

  1. kasian bgt yoona
    jangan cerai ya T,T

    Balas
  2. sedihhhh……
    tpi daebak thor,

    Balas
  3. Inas khasanah

     /  April 6, 2013

    Yoona oemma sma siwon appa gag bleh berpisah,.

    Balas
  4. bacanya nyesek bkin nangis
    tapi tetep kren mkin seru: )

    Balas
  5. hania

     /  April 20, 2013

    Sedih banget unn waktu twins choi diculik
    Apalagi waktu yoong bilang mau pergi
    dari wonppa
    Huhuhuhu
    Ngebayanginnya aja udah sedih banget
    Good job buat author yg kece
    Ff nya kece and daebak
    buat eunhye unnie sadarlah yoonwon itu udah menjadi keluarga yg paling bahagia di dunia dan akhirat[?]
    Jadi tidak ada lagi tempatmu di hati choi siwon
    Mian ya komentnya panjang karna menurutku chap 4 ini memang keren badai dan feelnya dapet banget
    Jadi sekali lagi good job buat authornya
    gamshamnida

    Balas
  6. Cikha Choi

     /  Juli 2, 2013

    hik hik ksian yoonwon.yg sbr ya

    Balas
  7. aat yoonwon

     /  Agustus 3, 2013

    Cobaan yang sangat berat

    Balas
  8. kyurang

     /  November 6, 2013

    Kenapa kadi begini?? Kasiaan yoona

    Balas
  9. Ika Rahma

     /  Desember 9, 2013

    Dasar eunhye wanita licik, suka.a merebut kebahagiaan orang

    Balas
  10. Ihhh…suebelll banget ama tuh si eunhye udah bkn keluarga yoonwon sedih,,,
    kan kasihan twins choi nya dipisahin ama OrTu nya dasar Gila..#Byasa orang gi emosi kekeke

    Balas
  11. yeona

     /  Maret 29, 2014

    Apa yang diminta eunhye onni? Yoona onni harus buat pilihan yang matang yaa!

    Balas
  12. simoppa

     /  Mei 29, 2014

    ko jadi gini… lanjut thor

    Balas
  13. Hulda Audry

     /  Januari 8, 2015

    Yak…aigoooo….choi twins diculik……penasaran…next

    Balas
  14. Choi Han Ki

     /  Januari 22, 2015

    Yaampun eun hye bener2 ya.. Sempet sedih pas yoona bilang mau pulang ke rumah ortunya dan melihat keadaan siwon yg berantakan😦 kira2 apa yg eun hye mau apakah dia ingin yoona cerai dari siwon jika pengen anaknya balik

    Balas
  15. dedewjasmin

     /  Februari 11, 2015

    Galau bener bacanya….kasian si kmbar dculik…..polisinya kurang cerdikk nih…..masa smpai berbulan bulan engga ketauan penculiknya…..kasian siwon udh anaknya dculik trs istri tercinta pergi juga!!!!engga kbayang sedihnya??

    Balas
  16. Anggun YoonAddict SY

     /  Februari 11, 2015

    Semoga yoonwon gak cerai
    Next🙂

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: