[FF] Saranghae (Chapter 7 – Endless Moment)

ys[FF] Saranghae (Chapter 7 – Endless Moment)

 

Title : Y Saranghae – Endless Moment

Type : Sequel

Author : Choi Hyun Mi/Twitter: @Nita_Rahayu22

Main Cast :

o          Choi Siwon (Super Junior)

o          Im Yoon Ah (SNSD)

o          Lee Donghae (Super Junior)

Other Cast :

o          Kwon Yuri (SNSD)

o          Cho Kyuhyun (Super Junior)

o          Jessica Jung (SNSD)

Genre: Romance , Sad,

Rating : PG 15+

Backsound      : Endless Moment by Super Junior

Bacanya sambil dengar Super Junior Endless Moment yah…..*maksa xD

Oke-oke semoga para Nited puas dengan chapter ini, setelah beberapa chapter menggalau….

Happy reading ..

{}

Dalam dunia yang dingin ini, aku hidup tanpa apapun yang memiliki nilai penting

Aku tidak bisa membantu tetapi menangis ketika aku menyusuri jalanan yang gelap

Aku sudah menunggumu untuk waktu yang lama,

Untuk seseorang yang baru sepertiku

Aku ingin memberikan kesepianku padamu

Saatku yang tak berujung, aku berdoa untukmu

Aku tidak bisa membayangkan hidupku tanpamu

Aku tidak ingin kita terpisah, pernah

Bahkan senyum kecil darimu, membawaku kebahagiaan

Aku akan membuat janji padamu, bahwa ini bukanlah sebuah mimpi

Banyak hari akan berlalu dan aku masih akan menjadi milikmu

Saatku bersinar, selamanya

Ada saat perasaan terburu-buruku menyebabkan masalah

Jadi mari kita ingat kenangan indah

Aku sudah menunggumu untuk waktu yang lama,

Untuk seseorang yang baru sepertiku

Aku ingin memberikan kesepianku padamu

Saatku yang tak berujung, aku berdoa untukmu

Aku tidak akan pernah menginginkan orang lain selain dirimu

Banyak hari akan berlalu dan aku masih akan menjadi milikmu

Saatku bersinar, selamanya

Gadis, hatiku adalah dingin,

Ku mohon kembalilah padaku

Saatku bersinar, selamanya

Endless Moment

 

Yoona mengemasi pakaiannya kedalam koper, hari ini dia akan berangkat ke pulau Jeju bersama dengan Siwon. Keberangkatan yang bisa di bilang menyenangkan bagi Yoona, tapi juga menggelisahkan karena Yoona teringat akan kata-kata Donghae.

Yoona mematut dirinya di depan cermin, menatap bayangan dirinya yang terlihat murung. Dia seakan meyakinkan bahwa semuanya akan baik-baik saja, selama dia masih tetap pada pendiriannya mungkin itu akan berhasil. Namun, kenangan masa lalu yang begitu manis bersama Siwon saat di pulau Jeju membuat Yoona takut jika dirinya akan terbuai oleh cinta lama.

“Jangan sakiti Donghae Yoona, kau tidak boleh menyakitinya” bisik Yoona dengan mata berkaca-kaca.

**

Sementara di tempat lain, Siwon terlihat santai menunggu kedatangan Yoona di bandara. Tapi, sang tunangan-Jessica, begitu terlihat cemas seakan tak mau Siwon meninggalkannya.

Mereka duduk bersebelahan tapi tak ada perbincangan sama sekali diantara keduanya. Mereka berdua terlihat sibuk dengan pikirannya masing-masing. Sampai akhirnya suasana sunyi itu buyar saat ada suara yang datang tiba-tiba.

“Mianhae kalian menunggu lama”

Siwon yang tengah berkutat pada pikirannya langsung menoleh, dan terdapatlah Donghae serta Yoona yang berdiri di sebelahnya. Siwon  mengalihkan pandangannya ke bawah tepatnya pada tangan Donghae yang memegang jari-jari lentik Yoona. Seketika raut wajah tak suka nampak pada paras tampannya.

“Gwenchanayo Oppa”

Setelah terjadi hening sesaat akhirnya Jessica bersuara sambil berdiri.

“Oh Jessica kau juga mengantar Siwon” seru Donghae tersenyum.

“Nde Oppa, sebenarnya aku ingin ikut tapi Siwon melarang ku” ucap Jessica terlihat sedih lalu merangkul lengan Siwon, membuat Siwon langsung membuang muka.

“Lho kenapa memangnya? Kenapa Siwon-ssi tak mengijinkan mu?” Tanya Donghae menatap Siwon dan Sica bergantian.

“Siwon bilang ini perjalanan bisnis, jadi kalau aku ikut nanti aku menggangu” jawab Jessica.

“Yoona-ssi, sudah saatnya kita pergi” Siwon melangkah kan kakinya satu langkah lalu menarik tangan Yoona.

“Maaf, kami harus segera pergi” ujar Siwon. Tangannya menggenggam erat tangan Yoona.

“Baiklah, kalau begitu hati-hati” ujar Donghae tersenyum.

“Oppa, setelah sampai di Jeju kabari aku…” rengek Jessica terdengar manja.

“Arraseo” jawab Siwon singkat lalu melangkahkan kakinya meninggalkan Donghae dan Jessica.

Tapi baru beberapa langkah Donghae kembali memanggil Yoona. Dengan terpaksa Siwon dan Yoona menghentikan langkah mereka.

“Waeyo Donghae Oppa?” Tanya Yoona bingung saat Donghae sudah berada di hadapannya.

Donghae tersenyum, Yoona dapat merasakan senyuman namja ini begitu hangat dan tulus. Membuatnya semakin tak mengerti apa yang akan Donghae lakukan. Siwon yang masih memegang erat tangan Yoona menatap Donghae intens.

“Oppa” ucap Yoona pelan.

“Aku akan merindukan mu” ujar Donghae lalu mengecup kening Yoona.

Siwon yang menyaksikan adegan itu dari jarak dekat hanya bisa membulatkan matanya, hatinya begitu sakit dan tubuhnya terasa panas melihat Donghae mengecup kening wanita yang amat di cintai.

Donghae melepaskan ciumannya, lalu kembali menatap Yoona. “Pergilah” lanjutnya singkat sambil membelai rambut kekasihnya itu. Yoona tak bersuara, hanya anggukan kepala sebagai jawaban iya.

Siwon melepaskan tangan Yoona lalu berjalan terlebih dahulu, kini kedua tangannya mengepal sempurna, merasakan sesak di dadanya setelah melihat adegan yang mampu menusuk hatinya. Yoona yang menyadari perubahan sikap Siwon hanya mampu diam, lalu berjalan mengikuti langkah Siwon dengan tertunduk.

**

Setelah perjalanan yang lumayan memakan waktu, akhirnya Yoona dan Siwon sampai di tempat tujuan. Kini mereka berdua berada di dalam mobil menuju tempat penginapan yang sudah Siwon siapkan.

“Pak Han apa kau sudah memesan kamar di hotel itu?” Tanya Siwon pada supir yang membawa mereka ke tempat penginapan.

“Sudah Presdir, saya sudah memesan dua kamar” jawab laki-laki paruh baya itu. Siwon tak bersuara, dia kembali menatap jalanan. Begitu pun dengan Yoona, dari tadi yeoja ini tak banyak bicara hanya menatap jalanan dari balik jendela mobil.

**

Dua puluh menit menempuh perjalanan, akhirnya mobil silver yang mereka tumpangi sampai di sebuah hotel. Pak Han segera turun, lalu membuka kan pintu untuk Siwon, sementara Yoona keluar sendiri dari mobil lalu berjalan menuju bagasi.

“Biar Pak Han saja yang membawa koper mu” ujar Siwon saat Yoona membuka pintu bagasi.

“Tidak apa-apa” jawab Yoona. lalu mengangkat kopernya.

“Kau dengar aku tidak” Siwon memegang pergelangan tangan Yoona, mencegahnya untuk mengangkat koper.

“Baiklah…” Yoona melepaskan tangan Siwon yang memegang pergelangan tangannya, lalu mundur membiarkan Pak Han membawa kopernya.

**

Akhirnya mereka bertiga memasuki hotel tersebut, Siwon berjalan menuju meja resepsionis di ikuti Yoona dan Pak Han yang membawa koper mereka.

“Ada yang bisa saya bantu Tuan…” ucap seorang wanita tinggi berkulit putih menyambut kedatangan Siwon.

“Saya sudah memesan dua kamar, yaitu kamar no 503, dan 504” ujar Siwon ramah.

“Baiklah tunggu sebentar saya cek dulu….”

Wanita itu mengecek komputernya beberapa saat, lalu beberapa saat kemudian……….

“Maaf Tuan, boleh saya tahu nama anda..”

“Choi Siwon..”

Wanita itu kembali mengecek komputernya…

“Tuan, maaf tapi kamar 503 dan 504 sudah ada yang memesannya..” ujar wanita itu.

“Apa, tidak mungkin. Pak Han, kau yakin sudah memesannya…” Siwon terlihat heran.

“Kemarin saya sudah memesannya, mungkin ada kesalahan” jawab Pak Han juga terlihat bingung.

“Coba cek lagi” seru Siwon..

“Ini tuan, kamar no 503 dan 504 sudah ada yang memesannya, pihak kami tidak mungkin melakukan kesalahan” ujar wanita itu sopan.

Siwon menghela nafas berat, memang benar daftar di komputer itu menunjukan jika kamar no 503 dan 504 atas nama Kim Jong Won bukan dirinya.

“Kalau begitu aku pesan kamar lain” ujar Siwon pasrah.

“Baiklah, tapi di hotel ini hanya tersisa satu kamar dan itu pun kamar yang biasa” jawab wanita itu, semakin membuat Siwon kesal. Hari ini dia benar-benar lelah, apalagi setelah melihat kejadiaan di bandara tadi. Membuat mood nya hari ini sangat buruk.

“Kenapa bisa begitu, aku membutuhkan dua kamar” koor Siwon kali ini nada bicaranya cukup tinggi, meski sudah ia kontrol.

“Kami mohon maaf, tapi semua kamar disini memang sudah penuh. Apalagi malamini ada acara pesta pernikahan, jadi…”

“Ya sudah, Pak Han kita cari hotel lain saja ” Siwon memotong ucapan wanita itu.

“Tapi presdir, bukannya acara rapat dengan investor dari China akan di adakan di hotel ini, jadi kalau kita pindah hotel…”

“Oh ya Tuhan…ya sudah aku ambil kamar itu” Siwon sudah lelah, di tambah dengan masalah ini membuat dirinya benar-benar semakin lelah, akhirnya dia mengambil satu kamar kosong tersebut dari pada acara rapatnya menjadi berantakan.

**

Donghae kembali mengerang memegang kepalanya yang kembali terasa pusing, namun kali ini di barengi dengan rasa sakit,dia berjalan sempoyongan menuju nakas meraih obatnya. Donghae meminum beberapa pil penghilang sakit kepala lalu merebahkan tubuhnya di atas ranjang.

“Oh Tuhan, sakit sekali ada apa ini” Donghae terpejam merasakan pusing di kepalanya yang begitu dahsyat. Setelah diam sesaat akhirnya pusing di kepalanya perlahan mulai menghilang, Donghae segera berdiri dari tidurnya lalu merubah posisinya menjadi duduk, kemudian dia mengalihkan pandangannya pada nakas tepatnya pada photo seorang gadis yang sedang tersenyum manis “ Im Yoona” bisiknya pelan.

**

Yoona menelusuri kamar hotel yang terlihat minimalis itu, di kamar itu hanya terdapat satu ranjang berukuran sedang, satu lemari tak terlalu besar, lalu sebuah televisi layar datar keluaran terbaru, tidak hanya itu kamar hotel ini juga terdapat satu kamar mandi yang tak terlalu besar.

Yoona mendudukan dirinya di ujung ranjang, yeoja ini terdiam seakan bingung mau melakukan apa. Sementara itu terdengar gemericik air yang bersumber di kamar mandi, sepertinya saat ini Siwon sedang membersihkan dirinya.

Merasa bosan, akhirnya Yoona berjalan menuju jendela. Dia membuka gordeng berwarna kuning emas itu perlahan dan seketika pemandangan menakjubkan di suguhkan di depan matanya. Pantai Pulau Jeju yang indah, menjadi view kamar ini. Tanpa disadari Yoona menarik kedua sudut bibirnya, dia tersenyum menatap pantai yang terlihat tenang itu.

“Kau sedang apa?” sebuah suara mengagetkan Yoona, membuat Yoona harus mengakhiri lamunannya.

“Euh..” Yoona terdiam menatap Siwon yang sedang mengeringkan rambut basahnya.

“Mandilah sana, setelah itu kita pergi makan malam bersama” ujar Siwon lalu duduk di tepi ranjang.

Yoona tak bersuara, dia menuruti perintah Siwon lalu berjalan menuju kamar mandi.

Setelah pintu kamar mandi kembali tertutup rapat, ponsel Yoona bergetar dan itu mampu menarik perhatian Siwon, Siwon segera mengambil ponsel berwarna putih itu lalu melihat nama si pemanggil.

“Donghae..” ucap Siwon membaca nama si pemanggil. Siwon diam sesaat, lalu menekan tombol berwarna hijau.

“Yeoboseo, Yoona…” kata itu yang Siwon dengar saat telponnya dia angkat.

“Nde, yeoboseo” tanpa ragu Siwon menjawab perkataan Donghae.

“Siwon-ssi…?”

“Nde, ini aku..” jawab Siwon santai lalu kembali duduk.

“Ah, kenapa ponsel Yoona ada pada mu, kemana Yoona..?”

“Yoona sedang…..dia sedang mandi..”

“Mwo?”

“Ah maksud ku Yoona sedang ada di kamar mandi..”

“Benarkah? …”

“Ada yang ingin kau sampaikan padanya, sebentar lagi kami berangkat rapat..” bohong Siwon.

“A..a..ani, tapi tolong katakan padanya kalau aku menghubunginya..”

“Arraseo..”

Klik……

Siwon memutus sambungan telponnya dengan Donghae, lalu dia kembali menyimpan ponsel Yoona pada tempatnya.

Tapi kembali deringan ponsel terdengar, namun kali ini ponselnya yang berbunyi menandakan satu panggilan masuk. Siwon mengambil ponselnya lalu membaca nama si pemanggil.

“Ahhh” desah Siwon sedikit kesal melihat nama yang tertera di layar I-Phonenya.

“Ya Jessica ada apa?” seru Siwon terdengar dingin.

Ternyata yang memanggilnya adalah tunangannya, Jessica.

“Oppa apa kau sudah sampai?”

“Sica aku bukan anak kecil, aku tidak akan tersesat “ jawab Siwon seenaknya sambil merebahkan tubuhnya di ranjang.

“Oh, kau sudah makan Oppa?”

“Sudah tadi….”

“Lalu sekarang kau sedang apa?”

“Aku mau tidur tapi kau malah menelpon ku…”

“Jadi aku mengganggu mu, baiklah istirahatlah Oppa..”

“Nde…”

“Oppa….”

“Emmm”

“Saranghae…”

“Ya…”

Klik.

Siwon melempar ponselnya ke atas kasur, lalu mengusap wajahnya. “Bener-benar menyebalkan” runtuk Siwon kesal, mungkin atas sikap Jessica yang terlalu protektif padanya. Siwon kembali turun dari ranjng, tapi tiba-tiba telapak kakinya menginjak sesuatu. “Apa itu?’ gumamnya lalu berjongkok mengambil benda berwarna putih yang tak sengaja ia injak.

“Kalung ini…” Siwon terlihat berpikir, saat dia melihat kalung yang berliontinkan dua hurup. Kalung yang pernah ia berikan pada Yoona 7 tahun yang lalu sebelum ia pergi meninggalkan Yoona tanpa pamit.

“Jadi dia masih menyimpan ini…” gumam Siwon.

**

Setelah selesai makan malam, Yoona dan Siwon memutuskan untuk beristirahat. Rentetan jadwal untuk hari besok sangatlah padat, jadi mereka harus mengumpulkan banyak tenaga untuk menyongsong hari besok yang pasti akan melelahkan.

Mereka kini berada dalam satu kamar yang sama, Yoona tidur di ranjang sementara Siwon tidur di lantai hanya beralaskan bad cover sebagai tempat tidurnya. Siwon mengalah, dan lebih memilih tidur di lantai, meskipun pada awalnya Yoona menolak tapi apa daya Yoona tak bisa menolak permintaan Siwon.

Waktu kini sudah menunjukan hampir jam 12 malam, tapi Yoona belum bisa memejamkan matanya untuk tidur. Dari tadi gadis ini hanya melamun entah apa yang sedang ia lamunkan. Sesekali Yoona melihat layar I-Phonenya, memastikan apakah ada pesan atau telpon masuk. Tapi sayang tak ada satu pun. Sebenarnya Yoona merasa heran, kenapa sampai sekarang Donghae juga belum menghubunginya. Apa jangan-jangan Donghae marah padanya? itulah yang Yoona takutkan dari tadi. Sebenarnya, Siwon tak menyampaikan pesan dari Donghae. Pesan jika Yoona harus menghubungi Donghae, ini semua Siwon lakukan dengan sengaja karena merasa tak suka bahkan cemburu jika wanita yang di cintainya bersama dengan orang lain.

**

Donghae sedang bersiap datang ke pesta pernikahan sahabatnya Lee Sungmin, dia mematut dirinya di depan cermin rias sambil merapikan letak dasi serta tatanan rambutnya agar terlihat lebih rapi, tapi tiba-tiba pandangan Donghae menjadi di kabur. Donghae memicingkan kedua matanya berusaha untuk melihat pantulan dirinya di dalam cermin, tapi sayang tetap tak bisa kini dia juga merasakan lagi pusing serta sakit di kepalanya. Tiba-tiba Donghae langsung berlari ke keluar, membuat Ny Lee yang sedang berjalan membawa nampan berisi sup hampir saja dia tabrak.

“Donghae-ahh gwenchanayo…” seru Ny Lee pada anak kesayangannya itu, tapi tak ada sahutan dari Donghae. Ny Lee segera meletakan nampan yang di bawanya di atas meja lalu berjalan menuju kamar mandi.

“Donghae-ahh gwenchanayo…” Ny Lee menepuk-nempuk pundak Dongahe. Saat ini Donghae memang sedang muntah. Dongahe segera membersihkan mulutnya dengan air lalu menghadap pada ibunya.

Ny Lee langsung tersentak kaget melihat wajah Dongahe yang terlihat pucat. “Donghae-ahh kau kenapa, kenapa wajah mu pucat” Ny Lee memegang kedua belah pipi Donghae.

“Aku tidak apa-apa Eomma….” Ucap Dongahe namun terdengar lemah.

“Kau harus ke Dokter…”

“Hari ini aku akan pergi ke rumah sakit” jawab Donghae di barengi dengan seulas senyum tipis.

“Eomma antar..”

“Ani, aku bisa sendiri Eomma. Kalau begitu aku istirahat dulu, nanti aku akan kabari Sungmin kalau aku tak bisa datang ke pesta pernikahannya…”

“Ya sudah kau istirahatlah…” Ny Lee segera merangkul Donghae berjalan menuju kamaranya.

**

Meeting dengan investor dari China, memantau langsung proyek baru, serta bertemu dengan beberapa rekan kerja Siwon. Itulah yang sudah terlewati, kini Yoona sedang bersantai di sebuah restoran sambil melepas lelah akibat perkerjaannya hari ini. Tiba-tiba Yoona teringat seseorang, Donghae. Yoona segera mengambil ponselnya lalu mencari nama Donghae di kontak ponselnya.

Setelah ketemu, Yoona menekan “Call” lalu menempelkan ponselnya itu di daun telinganya..

Setelah jeda cukup lama akhirnya orang di ujung sana pun menjawab panggilannya.

“Yoona…”

Entah kenapa Yoona merasa lega akhirnya Donghae mengangkat telponnya.

“Oppa, maaf aku baru menghubungi mu” sesal Yoona.

Terdengar Dongahe sedikit terkikik geli “Kau ini, aku mengerti kau pasti sibuk oh yah kau sedang apa sekaramg?”

“Aku sedang istirahat Oppa, kau sendiri..”

“Aku lagi di rumah sakit..” jawab Donghae. Yoona mengerutkan keningnya heran.

“Rumah sakit, siapa yang sakit Oppa?”

“Ani, tidak ada yang sakit. Akhir-akhir ini aku kurang enak badan, tapi sepertinya bukan sakit yang serius.”

“Jinjja, yah Oppa sudah ku bilang kan kau jangan tidur malam. Sekarang begini akibatnya…”

“Hahah, ne arraseo Lee Yoona…” Donghae tertawa.

“Mwo, marga ku masih Im Oppa bukan Lee..” Yoona juga tertawa.

Yoona terlihat enjoy bercakap-cakap dengan Donghae di telpon, tapi tanpa dia sadari sedari tadi mata Siwon tak lepas mengawasinya, memandang Yoona dengan tatapan yang begitu cemburu. Siwon tersenyum, namun senyum itu begitu acuh lalu tanpa pikir panjang dia keluar dari restoran itu meninggalkan Yoona yang masih asyik dengan dunianya.

**

Kini Donghae sudah duduk berhadapan dengan seorang Dokter yang tadi pagi memeriksa kondisinya, Donghae terlihat gusar menanti hasil pemeriksaan yang di lakukan oleh Dokter Jung.

“Donghae-ssi sejak kapan kau merasa sakit kepala?” Tanya Dokter paruh baya itu.

“Euh…aku lupa persisnya kapan tapi yang pasti akhir-akhir ini aku sering mengalami sakit kepala..” jawab Donghae.

“Benarkah? Lalu apa lagi? Apa kau merasa ada sesuatu yang aneh pada diri mu akhir-akhir ini?’ Tanya Donkter Jung.

“Yah, tadi pagi tiba-tiba aku merasakan penglihatan ku kabur, lalu kepalanya sakit lagi dan tiba-tiba aku merasa mual lalu aku muntah…” jawab Donghae menceritakan kejadian tadi pagi yang ia alami.

Dokter Jung menghela nafas panjang mendengar cerita Donghae, membuat Donghae semakin tak mengerti.

“Dokter apa yang terjadi dengan ku..” Tanya Donghae cemas.

Dokter Jung menatap manik mata Donghae, seakan mengisyaratkan jika Dongahe harus bersiap menerima kenyataan.

“Dongahe-ssi kau mengindap kanker otak..”

Bagai di sambar petir di siang hari Donghae tertegun,dia diam seribu bahasa rasanya kini ia berada di alam mimpi yang menjatuhkannya ke dalam sebuah lubang kegelapan, bibirnya masih terkunci rapat seakan ada sesuatu yang menghalanginya untuk mengeluarkan sebuah kalimat.

“Tabahkan dirimu..” Dokter Jung berusaha menguatkan.

“Dokter…apa kau bilang? Kanker otak?” setelah bungkam cukup lama akhirnya Donghae bersuara meski itu terbata.

“Ya, ini hasil pemeriksaannya. Tapi kau tidak usah khawatir ini masih bisa di sembuhkan selagi kau mau menjalankan pengobatan..”

“Tapi Dokter, bukankah kanker otak akan membunuh seseorang secara pelan-pelan..” Donghae tertunduk, dia berusaha menguatkan dirinya sendiri menerima kenyataan yang bau saja ia alami.

**

Yoona mengemasi pakaiannya kedalam koper, dan saat itu juga Siwon masuk kedalam kamar.

“Kau mau kemana?’ Tanya Siwon.

“Aku mau pulang, bukankah pekerjaan kita sudah selesai jadi aku mau pulang sekarang” jawab Yoona tak menghiraukan tatapan Siwon.

“Kau tidak boleh pergi…” ucap Siwon lantang membuat Yoona sedikit takut mendengar perkataan itu.

“Aku harus pulang, pekerjaan kita sudah selesai jadi untuk apa aku disini” Yoona menarik kopernya lalu berjalan melewati Siwon, tanpa di duga-duga Siwon berlari lalu memeluknya dari belakang.

“Kita baru dua hari disini, bukankah ku bilang satu minggu..” ucap Siwon lalu mempererat pelukannya.

“Siwon lepaskan aku, ku mohon..” kali ini Yoona tak berontak dia memohon begitu lembut pada Siwon agar mau melepaskannya.

“Im Yoona, kenapa kau tidak bilang kalau kau masih mencintai ku euh..”

Yoona langsung melepaskan kedua tangan Siwon yang melingkar di pinggangnya, lalu berbalik menghadap Siwon.

“Apa kau bilang…”

Siwon merogoh saku celananya lalu memperlihatkan sesuatu pada Yoona, yaitu sebuah kalung berliontinkan inisial nama mereka.

“Ini buktinya, kenapa kau masih menyimpan ini padahal ini sudah 7 tahun lamanya. Bukannya kau membenci ku, lalu kenapa kau masih menyimpannya..?”

Bungkam sudah Yoona, ia tak dapat berkutik lagi saat Siwon menunjukan kalung pemberiannya yang memang selama ini masih ia simpan dengan baik-baik. Bahkan ia bawa ke pulau Jeju.

Siwon meraih tangan Yoona, lalu memberikan kalung itu lagi pada Yoona.

“Im Yoona, sekarang aku tidak perduli kau mencintai Dongahe atau tidak yang aku tahu kau masih menyimpan nama ku di hati mu. Yoona, ayo kita mulai semuanya dari awal memulai kisah cinta kita yang pernah putus akibat kebodohan ku, tapi ku mohon sejenak kau lupakan Dongahe dari pikiran mu karena aku juga akan melupakan Jessica untuk sesaat. Yoona, mereka berdua tak ada disini, mereka berdua tidak akan tahu. Im Yoona….” kata-kata Siwon terdengar lirih saat menyebut Im Yoona, namja ini berusaha memohon sekaligus meyakinkan Yoona bahwa semuanya akan baik-baik saja jika mereka memulai dari awal meski pasangan mereka tak mengetahuinya.

Yoona menganggukan kepalanya di iringi dengan derai air mata yang dari tadi sudah menggumpal di kedua sudut matanya, Siwon segera merengkuh tubuh Yoona masuk kedalam dekapan hangatnya. “Yoona Saranghae”.

**

Dan semuanya di mulai, kisah cinta itu akhirnya kembali dimulai. Mereka meluapkan kerinduan serta cinta yang lama terpendam dalam hati. Mereka juga melupakan, atau lebih tepatnya berusaha melupakan untuk sesaat pasangan mereka masing-masing yang berada di Seoul sana. Siwon meraih tangan Yoona, lalu tersenyum penuh cinta pada yeoja ini. Kini mereka berdua menikmati waktu indah di sore hari, berjalan-jalan di dekat pantai yang tenang. Mungkin ini seperti bernostalgia pada saat masa-masa SMA dulu, dimana tempat inilah pertama kali mereka bertemu sekaligus cinta mereka tumbuh di sini.

Mungkin benar juga apa Eunhyuk, bahwa cinta lama mereka akhirnya bersemi kembali di pulau ini. Pulau yang dulu pernah mempertemukan cinta mereka. Pulau yang memberi banyak kenangan indah, dan pulau yang menjadi saksi bisuberseminya lagi cinta mereka.

Yoona bersandar di bahu Siwon, sambil menikmati semilir angin yang menerpa paras cantiknya. Ada ketenangan yang Yoona rasakan saat ia sandarkan kepalanya pada bahu Siwon, mungkin berbeda rasanya saat ia bersandar pada bahu Donghae.

“Siwon ada yang ingin kau katakana padaku….” Ucap Yoona pelan tapi terdengar jelas oleh Siwon.

“Ada..” jawab Siwon tersenyum.

“Apa..” Yoona menatap Siwon menunggu apa yang akan Siwon katakan.

“Saranghae, jeongmal saranghae Yoona” kata itu begitu lancar di ucapkan Siwon, bahkan Siwon pun tak pernah mengatakan ini pada Jessica. Jangankan mengatakan “Saranghae Jessica” membalas ucapan “Nado saranghae” saja Siwon tak pernah ucapkan pada Jessica.

Yoona tersenyum menatap Siwon, dalam hati dia berkata begitu beruntungnya dia bisa di cintai laki-laki seperti Siwon. “Nado Oppa…” jawab Yoona lalu seulas senyum tertarik dari kedua sudut bibirnya, semakin membuatnya nampak begitu cantik.

Siwon bahagia mendengar Yoona membalas pernyataan cintanya, tapi ada satu hal yang membuat dia lebih bahagia yaitu Yoona kembali memanggilnya dengan sebuat “Oppa” sebutan yang dulu selalu Yoona ucapkan.

“Kenapa terus tersenyum…” ucap Yoona.

“Aku bahagia, aku ini moment-moment seperti ini tak akan pernah berakhir. Aku tidak bisa membayangkan hidupku tanpamu,

Aku tidak ingin kita terpisah” Siwon menutup kalimat terakhirnya itu dengan mendaratkan sebuah kecupan singkat di kening Yoona, lalu kembali mendekap tubuh Yoona dengan sepenuh cinta.

Yoona tersenyum, hatinya kini berbunga-bunga. Rasanya sudah lama ia tak merasakan hatinya sepertinya, karena Siwonlah Yoona seperti ini, karena Siwonlah Yoona mendapatkan ketenangan, dan karena Siwonlah Yoona merasakan hidupnya menjadi lebih sempura.

**

Malam harinya Siwon dan Yoona sedang asyik bercakap-cakap, sesekali Yoona tak bisa menahan tawanya saat Siwon membuat lelucon yang dapat mengundang tawa.

“Dari dulu kau tidak pernah berubah, kau tidak bisa beraegyo Oppa…” Yoona kembali tertawa mengejek Siwon.

“Aishh kenapa kau mentertawakan ku Im Yoona…” Siwon menggaruk-garuk kepalanya yang sebenarnya tak gatal.

“Habis kau lucu Oppa, aegyo mu sangat jelak mendingan aegyo Kyuhyun atau Eunhyuk…hahahah” tawa Yoona kemabli pecah. Siwon hanya menyilangkan tangannya sambil terus memperhatikan Yoona yang begitu puas mentertawakannya.

“Yah yah yah… ku akui teman-teman mu itu memang pandai beraegyo tapi tetap saja, aku lebih tampan dari mereka” sombong Siwon.

“O yah…” Yoona memandang Siwon sambil menahan tawa.

“Aishhh berhentilah menggodaku Im Yoona…”

Yoona kembali tertawa, melihat wajah Siwon yang menurutnya sangat lucu. Tapi, moment mereka ini harus sejenak di hentikan karena suara ponsel Yoona berdering. Yoona mengambil ponselnya yang tergelatak di atas nakas, lalu melihat nama yang memanggilnya. Sontak Yoona langsung diam, membaca nama itu.

“Kenapa tidak di angkat, siapa yang menelpon?” Tanya Siwon. Yoona mengalihkan pandangannya pada Siwon.

“Donghae Oppa” jawab Yoona ragu.

“Oh, angkat saja” ucap Siwon namun tiba-tiba terdengar dingin. Yoona tahu jika Siwon tak suka, tapi apa boleh buat dia harus mengangkat telpon tersebut. Yoona buru-buru turun dari ranjang, berusaha menjauh dari Siwon.

“Yeoboseo…”

“Euh yeoboseo, kenapa lama sekali mengangkat telponnya?” suara Donghae di sebrang sana.

“Ah tadi aku sedang ada di kamar mandi Oppa…” bohong Yoona.

“Oh bagitu yah…”

Siwon ternyata dari tadi mendengarkan percakapan Yoona dan Donghae, rasa cemburu kini kembali menyerang hatinya, tapi apa boleh buat dia juga tak bisa mencegahnya. Setelah Siwon terlarut dalam pikirannya, kini deringan ponselnya yang berbunyi. Siwon segera meraihnya, tapi kemudian dia menghela nafas panjang setelah membaca nama yang tertera di layar. Akhirnya dengan terpaksa Siwon mengangkat telpon yang ternyata dari Jessica itu sambil turun dari ranjang.

“Ne, ada apa Sica?” seperti biasa nada bicara Siwon terdengar dingin.

“Oppa aku merindukan mu…” ucap Jessica manja di ujung sana.

“Yah,…”

Kini Siwon dan Yoona sedang berbicara dengan pasangan masing-masing melalui sambungan telpon, entah kenapa Dongahe-Jessica secara bersamaan menghubungi pasangan mereka. Apa mereka merasakan sesuatu atau memang mereka merindukan pasangan masing-masing? Hanya mereka berdualah yang tahu jawabannya.

 

Yoona-Donghae Telpon’s

Donghae: Kau sedang dimana Yoona?

Yoona: Akusedang ada di kamar Oppa..

Donghae: Apa hari ini kau lelah?

Yoona: Ne, sangat lelah (bohong Yoona, padahal seharian ini Yoona tak bekerja)

Donghae: Oh yah berapa lama lagi kau disana?”

Yoona: Empat hari lagi…

Donghae: Ya sudah istirahatlah bukannya besok kau akan bekerja lagi.

Yoona: Ne..

Donghae: Yoona saranghae.

Yoona: Nado oppa..

Sambungan pun terputus.

 

Di waktu bersamaan….

 

Siwon-Jessica Telpon’s

Jessica: Oppa apa kau lelah hari ini?

Siwon: Tidak, aku tidak lelah.

Jessica: Bukannya hari ini kau sibuk?

Siwon: Yah tapi untuk apa di bawa lelah, bukannya pekerjaan harus di bawa enjoy.

Jessica: Yah kau benar Oppa, oh yah berapa lama lagi kau disana?

Siwon: Entahlah mungkin sampai selesai..

Jessica: Oh begitu yah, ya sudah sekarang Oppa istirahat saja..

Siwon: Yah…

Jessica: Oppa Saranghae…

Siwon diam sejenak…

Siwon: Ya, selamat malam Jessica…

Tut……tut….tut…..

 

Jessica menatap layar I-Phonennya dengan senyum penuh kegetiran, hatinya begitu sakit karena Siwon tak membalas ucapan cintanya. Padahal hanya kata “Nado” saja yang Jessica harapkan terluncur dari bibir Siwon, tapi itu tak pernah terjadi.

“Sebenci itukah kau padaku Oppa” lirih Jessica sedih.

 

Setelah menghubungi Yoona, Donghae kembali mendudukan dirinya. Tadinya dia berencana untuk memberitahu Yoona tentang penyakitnya ini, tapi setelah di pikir lagi Donghae tak kuasa jika harus mengatakan itu pada Yoona.

“Maaf Yoona kali ini aku benar-benar tak bisa melepas mu bersama Siwon, aku tak mau kehilangan mu. Aku tidak tahu berapa lama lagi aku akan hidup, kini satu-satunya kekuatan ku hanya kau Yoona. Ku harap kau masih menyimpan nama ku di hati mu, meskipun hanya sedikit” Donghae menundukkan kepalanya dalam-dalam akhirnya air matanya jatuh sudah, ternyata jauh sebelum Siwon datang Donghae sudah mengetahui jika Yoona dan Siwon pernah berhubungan. Semua ini Donghae ketahui dari buku diary Yoona yang waktu SMA sempat tertinggal di kelas, dan Donghae tak sengaja menemukannya. Sejak saat itu Donghae berusaha untuk masuk kedalam kehidupan Yoona, berusaha untuk membuat gadis ini kembali seperti semula. Dan itu berhasil, meskipun pada akhirnya Siwon kembali lagi masuk ke dalam kehidupan Yoona lagi dan itu sama artinya Donghae juga terlibat didalamnya.

Itulah alasan Donghae selama ini, sebenarnya dia tahu semuanya bahkan dia sudah tahu kisah cinta Siwon dan Yoona dari temannya Lee Sungmin. Tapi, Donghae berusaha berpikir positif jika Yoona mencintainya, meskipun pada akhirnya Donghae harus menerima kenyataan bahwa sebenarnya Yoona masih mencintai Choi Siwon.

**

Siwon terdiam setelah memutuskan sambungan telponnya dengan Jessica lalu membalikan badanya melihat Yoona yang kini tengah duduk di ujung ranjang. Perlahan Siwon mendekat, lalu duduk di samping Yoona.

“Apa itu telpon dari Jessica Eonni?’ Tanya Yoona pelan.

“Emm, itu telpon darinya..”

“Sekarang aku jadi banyak berbohong pada Donghae Oppa…” Yoona tersenyum seakan menganggap dirinya bodoh.

“Kalau begitu kau katakana saja yang sebenarnya” timpal Siwon menatap Yoona.

“Tidak, aku tidak bisa melakukan itu. Aku tak tega bila harus menyakiti perasaannya..”

“Im Yoona, lalu sampai kapan kita harus menyembunyikan ini dari Donghae dan Jessica. Kau tahu lama-lama aku merasa lelah, lama-lama aku merasa tersiksa Im Yoona. Cobalah berpikir, suatu saat Donghae juga pasti akan tahu dan aku akan memberi tahu Jessica”

“Tapi…” Yoona tak mampu melanjutkan ucapannya, kini Yoona merasakan dadanya sesak, Yoona tak mampu untuk bersuara lagi. Akhirnya memangis, dia menangis. Menangisi semuanya, Yoona memang bimbang di satu sisi dia begitu mencintai Siwon tapi disisi lain Yoona juga tak tega jika harus meninggalkan Donghae, namja yang telah menjaganya dan mengisi hari-harinya selama 7 tahun ini. Dan entah kenapa, dimata Yoona Donghae begitu rapuh dan hanya dirinyalah yang dapat memberikan kekuatan pada Donghae. Tapi apapun alasannya itu, kini Yoona harus berani mengambil keputusan yang tepat.

**

Yoona tertidur begitu pulas, Siwon yang tidur di sebelahnya menghapus sisa-sisa air mata Yoona yang setengah mengering. Dari tadi Yoona memang menangis, sampai akhirnya dia merasa lelah dan akhirnya tertidur.

Merasa terganggu dengan tangan Siwon yang masih ada di wajahnya, perlahan Yoona membuka matanya, Siwon langasung tersenyum tipis. Yoona menjauhkan tangan Siwon dari wajahnya sambil merubah posisinya menjadi duduk.

“Sebaiknya kau tidur saja, kau terlalu banyak menangis..” ujar Siwon  juga ikut duduk.

“Aku tidak apa-apa?” Yoona tersenyummeyakinkan.

“Yoona” panggil Siwon.

Yoona memalingkan wajahnya dan mata mereka bertemu.

Siwon menatap dalam kedua mata Yoona lalu meraih tangan Yoona.

“Kita menikah..” ucap Siwon yang langsung membuat Yoona kaget.

“Apa?’

“Kita menikah Im Yoona, setelah kita menikah aku akan membawa mu ke Jerman kita tinggal disana..”

“Tapi, bagaimana dengan Donghae Oppa, bagaimana dengan Jessica Eonni dan bagaimana dengan ibu mu?”

“Kita menikah saja, akan ku siapkan pernikahan sederhana untuk kita, setelah itu kita pergi, pergi meninggalkan Donghae, Jessica, ibuku dan orang-orang yang berusaha memisahkan kita..”

Yoona menundukan kepalanya “Haruskah aku lakukan ini” pikirnya, Yoona memang sedang kalut kali ini, ia tak dapat berpikir jernih maka secara perlahan Yoona menganggukan kepalanya menerima ajakan Siwon. Menikah diam-diam, lalu pergi.

Siwon tersenyum lalu mengangkat dagu Yoona agar mereka saling menatap. Kembali mata mereka bertemu, tergambar dengan sangat jelas sorot mata mereka menampkan cinta yang begitu besar. Siwon perlahan mendekatkan wajahnya, deru nafas Yoona menerpa permukaan wajah Siwon membuatnya terbuai lalu menutup mata. Yoona terpejam, saat Siwon mencumbu bibirnya. Ciuman yang terlihat kaku tapi memberi kesan lembut dan basah membuat keduanya sama-sama terhanyut, perlahan Yoona membalas perlakukan Siwon. Tangannya mulai beranjak naik agar mengalung di leher Siwon. Kini ciuman itu berubah menjadi sebuah permainnya, berbeda saat sebelum Yoona membalasnya.

**

Sementara di tempat berbeda, Jessica dan Donghae menatap butiran-butiran salju yang jatuh dari langit melalui jendela kamar masing-masing. Mereka melamun, memikirkan sang pujaan hati nan jauh disana. Jessica, yeoja ini mencoba sabar menghadapi sikap dingin Siwon padanya, dan mencoba meyakinkan diri jika Siwon pasti akan mencintainya, sementara Donghae namja ini terlihat pucat, dia juga sama seperti Jessica. Sabar menunggu Yoona kembali dari Jeju dengan harapan perasaan Yoona yang tidak berubah padanya, dan Donghae berusaha meyakinkan jika Yoona akan tetap berada di sampingnya dan tidak kan pernah meninggalkannya.

“Siwon Oppa Saranghae”

“Yoona Saranghae”

Ucap mereka bersamaan di iringi dengan linangan air mata.

 

To Be Continued

Beres juga chapter 8nya 😉 ..

Agak kecewa sebenarnya sama FF ini, soalnya yang minat baca sedikit bila di bandingkan dengan FF ku sebelumnya di tambah turun drastis amat yang ninggalin jejak. Mau di putus di tengah jalan, aku juga gak tega masa ceritanya gantung? Mau di proteksi kasian sama readers 😀 ToT *curhat..

Oke nited terima kasih yang sudah menanti FF ini semoga kalian puas dengan yang saya sajikan di chapter ini… Nemu typo? Tolong dimaafkan…

Sampai jumpa…….

 

 

 

 

Pos Sebelumnya
Tinggalkan komentar

137 Komentar

  1. ndashof

     /  April 1, 2014

    akhirnya yoonwon bersatu lagi,
    aku kasian sma donghae dan sicca eonni,klo kompak gtu,knapa gak di jadiin couple aja…

    Balas
  2. nina

     /  Mei 4, 2014

    yoonwon brsatu lgi,,,donghae oppa sakit keras,,,,, tba2 jd kadian sm hae oppa ni…

    Balas
  3. Rhiiyoonah

     /  Mei 4, 2014

    Ye..ye..ye yoonwon balikan…trus gmna nasib haesica..

    Balas
  4. any

     /  Mei 18, 2014

    Akhirnya mereka balikan. Ternyata yoona masih cinta sama siwon meski udah 7 thn pisah. Yg bikin aku sedih bkn krn halangan yoonwon utk bersatu tapi kata2 author diakhir chapt. Tentang cuhatannya. Ceritanya bagus kok author. Mungkin komenku g sesuai yg diingkan author tp aku selalu ninggalin komen kok. Semangat author…

    Balas
  5. umu salaamah

     /  Juni 30, 2014

    Donghae 😦

    Balas
  6. Wah…yoonwon enak sdang bercumbu tp haesica lagi galau….kasihan banget…tp emang sih cinta itu buta…..

    Balas
  7. Gue berharap yoona gak menghianati Donghae :’3

    Balas
  8. Dahlia GaemGyu

     /  Juli 31, 2014

    YoonWon bersatu, kasian juga HaeSica
    tpi tak apalah yg penting YoonWon

    Balas
  9. Mia

     /  Agustus 2, 2014

    Kasian sekali donghae oppa

    Balas
  10. anas irwandi

     /  Agustus 19, 2014

    wah bahaya nih jika yoona bisa jadi menghianati donghae oppa tapi biarkan lah yoonwon bersatu juga haesica

    Balas
  11. marsiah

     /  Februari 28, 2015

    Yoonwo akan memulain dari awal untuk memper satukan cinta mereka yang perna terpisa selama 7 tahun walau yoonwon harua bestrid.

    Balas
  12. akhirnya kebersamaan mereka tercipta kembali, sedih+nyeseknya campur aduk

    Balas
  13. Susi

     /  Mei 12, 2015

    Ternyata donghae sakit, jika yoona tau kalau sebenernya donghae sakit pasti dia akan selalu berada di sisi donghae dia pasti tidak akan meninggalkan donghae,

    Dan ternyata benerkan donghae sudah mengetahui tentang hubungan siwon dan ternyata dari awal juga dia sebenernya sudah mengetahuinya..

    Apa yang akan siwon dan yoona lakukan apa mereka akan benar-benar nekat menikah diam-diam dan pergi meninggalkan korea dan semuanya,
    Tapi apa mereka yakin apa mereka tidak akan menyesal terlebih yoona, aku rasa dia tidak akan mampu dan tega melakukan semuanya..

    Balas
  14. wiwin

     /  Juli 2, 2015

    Menikah diam2 dan pergi…aku dukung jika itu untuk kbahagian kalian..hahaha tapi si donghae pke Acara2 sakit gi mna gara2 itu yoona luluh lagi akh~

    Balas
  15. Konflik bangeeettt!!! Terus kalo YoonWon menikah secara diam-diam apa akibatnya ga nambah parah??!! Lanjuuttt!!

    Balas
  16. raratya19

     /  Oktober 20, 2015

    yoonwon memang bersatu tapi kasihan sama haesica, lebih cepat lebih baik mereka jujur, terlebih lagi donghae, dia lagi sakit keras 😦

    Balas
  17. Swari kartika

     /  Maret 31, 2016

    Aduuuh main belakang deh jdnya.. sneng sih tp kasian donghae..tuh kan bner dongahe skit parah… hu huuu syediiih..

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: