[OS] Finally, I Get My First Love ~ Sequel Return

 

Finally, I Get My First Love ~ Sequel Return

By Uchie / @uchie90

Cast    : Choi Siwon , Im Yoona , Kwon Jiyong

Type   : Sequel / OS

Genre  : Romance

Rating : PG 13

Disclaimer : Story is mine, Siwon milik Yoona, Yoona milik Siwon. Mereka berdua milik orang tua, SME , para Siwonest + Yoonaddict dan tentu saja para Niteds… Bila ada kesamaan isi cerita, itu benar-benar tidak disengaja.

 

Hii…. Diriku balik dengan sequel Return, bagi yang belum baca ini linknya…

yoonwonitedkingdomstory.wordpress.com/2013/01/12/ficlet-return/

 

 

Di ficlet sebelumnya ceritanya dari sudut pandang orang pertama ( Siwon ), kalau disini ceritanya dari sudut pandang orang ketiga ( penulis ), biar ngak bingung gitu… Typo? Mohon dimaafkan^^

 

Ok deh happy reading^^

 

 

“Siwon… Anda Choi Siwon??”

 

“Yoona??… Im Yoona?…”

 

 

 

Finally I Get My First Love ~ sequel Return

 

 

Yoona tersenyum mengangguk. Tanpa sadar tangan Siwon merengkuh tubuh Yoona kedalam dekapannya. Entahlah, ada rasa tak percaya sekaligus senang dalam hati Siwon, bertemu lagi dengan gadis yang setiap waktu ia rindukan ini. Yoona?? Ia tentu saja terhenyak dengan pelukan Siwon yang tiba-tiba ini. Dalam hati ia juga merasa senang bisa bertemu lagi dengan Siwon. Pertemuan yang tidak pernah terbayangkan menurutnya. Yoona dengan perlahan juga membalas pelukan rindu Siwon. Pelukan pertamanya dengan Siwon. Beberapa saat Siwon masih betah memeluk tubuh gadis itu, sampai sapaan seseorang membuatnya kaget dan  melepaskan pelukannya.

 

“Oh… Oppa, kau sudah datang.”

 

Yoona, gadis itu memanggilnya Oppa. Siwon jadi bertanya-tanya siapa namja itu. Kakak Yoona? Atau…. Mungkin saja kekasihnya? Ada rasa tak rela dihati Siwon saat membayangkan bahwa namja itu kekasih atau bahkan suami dari Yoona. Siwon segera membuang jauh-jauh pikirannya yang terakhir. Tidak mungkin Yoona sudah menikah.

 

Terlihat jelas tatapan tak bersahabat namja yang dipanggil Oppa oleh Yoona ini pada Siwon. Siwon tetap bersikap ramah tersenyum, seperti biasa berjumpa dengan orang baru.

 

“Oppa, kenalkan ia teman ku saat disekolah dulu.” Yoona memperkenalkan Siwon pada namja itu. Siwon mengulurkan tangannya.

 

“Siwon, Choi Siwon….” Siwon memperkenalkan dirinya ramah.

 

“Kwon Jiyong….” Suaranya terdengar dingin.

 

Namja yang bernama Jiyong itu menyambut tangan Siwon. Tatapan matanya membuat Siwon bergidik, sedikit seram menurutnya. Tiba-tiba ia sadar kalau sang Eomma tadi menyuruhnya cepat pulang, Siwon pun beralih ke arah Yoona.

 

“Yoong, boleh minta nomor teleponmu, aku ada urusan saat ini jadi tidak bisa cerita banyak denganmu sekarang.”

 

“Oh, baiklah sini mana handphone mu, biar aku yang masukkan nomorku ke handphone mu.” Siwon segera menyerahkan telepon genggamnya dan Yoona pun mulai mengetik beberapa nomor di telepon genggam Siwon.

 

“Selesai, nih… Jangan lupa hubungi aku ya…”

 

“Ok, sip…Harmonikanya??”Sesaat Siwon terpikir akan benda yang dipegang Yoona.

 

“Hmmm… Ini…, bukankah aku sudah memberikannya padamu. Jadi ini milikmu.” Yoona menyerahkan harmonika yang ada ditangannya pada Siwon. Siwon tersenyum menerima lagi harmonika itu dari tangan pemilik sebenarnya.

 

” Baiklah aku pergi dulu, permisi Jiyong-ssi, Yoona-ya…”

 

Siwon segera berlalu dari hadapannya. Tatapan mata Yoona mengiringi kepergian Siwon. Siwon sesekali menoleh kebelakang melihat apakah Yoona masih melihat kepergiannya. Dan ketika sudah cukup jauh Siwon pun kembali membalikkan tubuhnya dan tersenyum senang, Yoona masih menatap jauh dirinya. Siwon pun melambaikan tangannya dan hanya dibalas senyum geli oleh Yoona.

 

“Sepertinya kau sangat senang bertemu dengannya…” Jiyong berkata sinis.

 

“Yaakk!! Memangnya kenapa?? Bukan urusanmu Kwon Jiyong…”

 

“Jangan-jangan dia orangnya ya??”

 

“Maksudmu??”

 

“Orang yang membuatmu sampai saat ini betah menjomblo…”

 

“A… Ani…” Yoona gugup.

 

“Apanya yang tidak, menjawab itu saja kau sampai gugup begitu. Benar kata Hani, ia memang tampan, mengalahi ketampananku. Aku tidak menyukainya.!!”

 

“Hahahah, memang benar ia lebih tampan darimu. Dilihat dari manapun tetap dia yang terbaik.”

 

“Kau!! Berani-beraninya membandingkanku dengannya. Aku tidak jadi menemanimu.”

 

“Ya… Oppa… Aku hanya bercanda. Temani aku ya please…. Kau tampan kok… Ok…ok??” Dengan tampang memelas disertai rayuan yang terkesan dipaksa.

 

“Baiklah, tapi ingat kau harus meyakinkan Hani bahwa aku calon suami idaman. Akhir-akhir ini dia sedikit ragu dengan rencana pernikahan kami.” Curahan hati Jiyong.

 

“Baiklah Oppa, itu tak masalah. Aku yakin Hani mencintaimu, mungkin itu cuma perasaan orang yang akan menikah saja. Hani sahabatku, aku mengenalnya dengan baik.” Yoona mencoba menenangkan hati Jiyong.

 

“Ok, kajja kita pergi. Jangan sampai kau terlambat menghadap atasan barumu.”

 

 

~•~

 

“Kapan dirimu akan membawa pacarmu menemui Eomma. Biasanya di usiamu sudah pantas memiliki istri. Ini pacar saja tak punya.”

Nyonya Choi menyudutkan anaknya.

 

“Eomma…. Jadi ini alasan Eomma menyuruhku pulang?” Tanya Siwon sedikit kesal.

 

“Tahu begini, lebih baik aku berlama-lama dengan Yoona tadi.” Gumam Siwon.

 

“Apa katamu, siapa?? Yoona?”

 

“Aniyo, Eomma salah dengar.” Siwon mengelak sambil menyunggingkan senyum yang terkesan dipaksakan.

 

“Oh ya?? Eomma mendengarnya dengan jelas tadi. Kau pikir Eomma tuli?? Jadi namanya Yoona ya? ” Siwon mati kutu, Eomma nya mendengar nama Yoona.

 

“Tidak Eomma, dia bukan kekasihku.” Kilah Siwon.

 

“Siapa yang bilang ia kekasihmu?” Sela nyonya Choi. Habislah Siwon, ia memakai kalimat yang salah. Sekarang ia tak bisa berkata apapun.

 

“Eomma tidak mau tahu, sabtu depan bawa dia kerumah, Eomma ingin mengenalnya.”

 

“Tapi Eomma, dia cuma teman sekolahku dulu, aku baru saja bertemu dengannya tadi.”

 

“Tapi Eomma lihat kau seperti punya rasa padanya, sampai-sampai menggumamkannya tadi dan mengatakan ia bukan kekasihmu. Padahal Eomma tidak mengatakan ia kekasihmu. Apa jangan-jangan gara-gara dia kau masih sendiri sampai sekarang? Bawa ia sabtu besok kerumah. Eomma tidak menerima penolakan.”Perintah Nyonya Choi sambil berlalu dari hadapan Siwon.

 

“Yak…yak… Eomma!!!”

 

”Apa yang harus ku lakukan?” Guman Siwon.

 

~•~

 

Siwon sedang duduk termenung ditempat yang sama saat ia tidak sengaja bertemu Yoona beberapa hari lalu. Ia memang sedang memikirkan apa yang dikatakan Eommanya saat itu. Memang benar selama ini ia belum menemukan seseorang yang ia anggap pantas menempati hatinya. Gadis cinta pertamanya masih setia menempati ruang tersembunyi itu. Disisi hatinya yang paling dalam nama gadis itu masih melekat erat. Lamunan Siwon seketika buyar setelah mendengar seseorang menyapanya.

 

“Siwon-ssi..”Siwon mendongakkan kepalanya melihat sosok yang menyapanya. Yoona, yeoja yang memang sudah dia tunggu dari tadi tersenyum manis menyapanya. Ia memang janjian bertemu dengan Yoona hari ini. Dengan perasaan ragu Siwon menelepon Yoona semalam. Dan sekarang disinilah ia, bertemu dengan Yoona.

 

“Hei… Hei.. Kau memanggilku dengan embel-embel ssi?? Ralat!!” Siwon memperlihatkan wajah kesal yang terkesan dibuat-buat. Entah kenapa bertemu dengan Yoona, ia bisa melupakan sejenak masalah jodoh yang dibuat oleh Eommanya.

 

“Kau itu lucu sekali, memang aku harus memanggilmu apa?” Tanya Yoona yang telah duduk manis dihadapan Siwon.

 

“Oppa… Mungkin lebih baik.”

 

“Shirreo!! Aku kan sebaya denganmu.” Tolak Yoona sambil memasang wajah yang menggemaskan menurut Siwon.

 

“Tetap saja kau lebih muda dariku.”Ucap Siwon tak mau kalah.

 

“Ok-ok… Aku akan memanggilmu Oppa tapi ada syaratnya…” Yoona menatap sambil tersenyum penuh arti pada Siwon. Siwon mengerutkan keningnya.

 

“Memangnya apa syaratnya? Aku merasa ada yang aneh.”

 

“Tidak muluk-muluk kok, aku hanya ingin hari ini kita pergi ke sekolah kita dulu. Bagaimana?? Kau bisakan….. Oppa??” Yoona memasang aegyo yang lucu supaya Siwon mengabulkan permintaannya. Siwon terhenyak. Yoona memanggilnya Oppa??

 

“Coba ucapkan sekali lagi…”

 

“Shirreo!! Kau harus membawaku ke sekolah dulu…”

 

“Tapi kan sekarang hari libur, gerbang sekolah pasti terkunci.”

 

“Karena itu aku mengajakmu, kita bisa mengenang masa-masa sekolah dulu tanpa mengganggu. Tenang, gerbang sekolah tetap terbuka kok pada hari libur.”

 

“Kau yakin??” Yoona mengangguk sambil menggenggam kedua tangannya tanda memohon.

 

“Baiklah, kajja!!” Siwon tanpa banyak pikir berdiri dan menarik tangan Yoona menuju tempat parkir mobilnya. Yoona, yang dapat perlakuan tersebut cuma menurut pasrah pada Siwon.

 

“Silahkan masuk tuan putri…” Siwon membukakan pintu mobil untuk Yoona. Yoona benar-benar merasa aneh pada dirinya. Perlakuan Siwon membuat hatinya berbunga-bunga.

 

“Kau membuatku malu tahu!!” Yoona masih berdiri didepan pintu mobil.

 

“Ayo, masuklah….” Mau tak mau Yoona pun menuruti perintah Siwon. Setelah menutup pintu untuk Yoona, ia pun bergegas menuju pintu kemudi.

 

Sepanjang perjalanan mereka kembali membicarakan saat-saat mereka sekolah dulu. Tersirat kerinduan dari berbagai kenangan masa kecil yang mereka perbincangkan. Kadang terselip candaan-candaan diantara mereka.

 

Setelah menempuh waktu 1 jam mereka pun akhirnya sampai didepan sekolah mereka. Siwon lagi-lagi membuat hati Yoona berdetak lebih cepat dengan membukakan pintu mobil untuknya.

 

Memasuki gerbang sekolah, Siwon tersenyum geli mengingat hari pertama ia memasuki sekolah ini.

 

“Kenapa kau jadi senyum-senyum sendiri??” Yoona heran melihat namja disampingnya.

 

“Aniyo, cuma ingat hari pertama disekolah ini. Kan pertama kali kita bertemu.” Siwon masih tersenyum, Yoona pun akhirnya ikut tersenyum geli.

 

“Iya, kau benar. Ngomong-ngomong kenapa saat itu kau bisa terlambat?” Tanya Yoona penasaran.

 

“Itu karena aku bangun kesiangan, hehehe… Waktu itu memang semalaman aku begadang main game.”

 

“Hahahaha, kau ini.”

 

“Kalau kau Yoong, kenapa bisa telat??”

 

“Hmmm… Haruskah aku ceritakan?? Kenapa yaa?? Aku lupa…” Yoona tertawa, karena melihat wajah Siwon yang mengerut.

 

“Kau lucu sekali, hahahah” Yoona tertawa melihat ekspresi wajah Siwon.

 

“Aku sudah cerita tapi kau masa lupa kenapa bisa terlambat…”

 

“Sudahlah, itu sudah lama sekali aku tak lagi mengingatnya. Sekarang ayo kita ke ruang kelas…” Ajak Yoona pada Siwon. Sekarang Yoona yang menggenggam tangan Siwon. Hati Siwon berdesir, Yoona dengan riangnya menarik tangan Siwon berlari melewati taman sekolah menuju gedung dimana kelas mereka dulu berada.

 

“Waahh… Kelas ini masih sama seperti dulu.” Siwon meneliti setiap sudut kelas. Kursi yang pernah ia pakai, masih seperti dulu hanya warna kayu yang sedikit memudar.

 

“Iya, kau tahu siapa yang duduk disitu setelah kau pergi?” Yoona terdengar antusias ingin memberitahu.

 

“Siapapun itu, aku pasti tidak mengenalnya.” Jawab Siwon datar.

 

“Kau mengenalnya!!” Yoona tersenyum penuh arti.

 

“Oh ya?? Memang siapa?”

 

“Jiyong-Oppa, Kwon Jiwong.”

 

“Jiyong? Namja yang kemarin bersamamu itu? Kelihatannya dia lebih tua dariku?”

 

“Tampangnya memang melebihi umurnya, hahaha. Tapi kau harus memanggilnya Hyung, dia beberapa bulan lebih tua darimu.” Ujar Yoona menjelaskan.

 

“Oh begitu…” Siwon merasa tak nyaman saat Yoona menjelaskan tentang Jiyong. Ia mendengar Yoona sangat antusias saat membicarakan Jiyong. Apa ini perasaannya saja? Dan barusan dia juga baru mengetahui kalau Jiyong lah yang menempati kursinya setelah ia pergi. Apa saat itu Yoona juga menjadi dekat dengan Jiyong? Apa Yoona juga menjalin persahabatan dengan Jiyong seperti saat bersamanya? Banyak pertanyaan yang muncul di pikiran Siwon. Buru-buru ia hapus pertanyaan-pertanyaan itu. Walau begitu hatinya seolah terasa sesak saat membayangkan kalau memang benar Jiyong adalah kekasih Yoona saat ini. Karena dari masa sekolah hingga saat ini mereka masih menjalin hubungan yang terlihat dekat, walau ia tidak mengetahui pasti hubungan apa yang terjalin antara Yoona dan namja itu.

 

Siwon mengalihkan pandangannya ke Yoona yang sedang duduk riang di bangkunya saat masih sekolah dulu. Yoona terlihat menyusuri tiap detail meja dengan jari-jari lentiknya. Seketika jari-jarinya terhenti. Yoona menatap sesuatu yang ia temukan, dan itu membuat Siwon penasaran.

 

“Ada apa??” Siwon bertanya karena wajah Yoona terlihat sedikit kaget.

 

“Ani… Hehehe…” Yoona jadi salah tingkah. Siwon yang penasaran pun berniat menuju ke kursi Yoona.

 

“Benarkah, apa yang kau sembunyikan?”

 

“Ani… Aniyo…” Yoona mencoba menutupi tulisan yang terukir di sudut mejanya. Siwon masih mencoba melihat apa yang sebenarnya Yoona coba tutupi. Tapi ia tak melihat apapun.

 

“Tidak ada apa-apa… Ayo, sekarang kita keruang musik. Ah… Aku rindu memainkan biola disana. Semoga ruangan itu tak terkunci…” Yoona mencoba mengalihkan perhatian Siwon.

 

“Ayo!! Aku juga sudah lama tak bermain gitar.”

 

~•~

 

Sudah hampir satu jam mereka berada diruang musik. Beruntung ruangan tersebut tidak terkunci. Yoona masih asyik dengan biolanya, ia berusaha menyamai nada-nada gitar Siwon agar musiknya terdengar indah. Sudah beberapa lagu mereka mainkan. Tapi sepertinya mereka tidak menyadari kalau mereka sudah terlalu lama berada diruangan itu.

 

“Ahh… Sudah ah, tangan ku pegal…” Yoona menyudahi permainan biolanya. Siwon pun ikut menghentikan kegiatan memetik gitarnya.

 

“Kau ingat waktu kita mendapat tugas pada pentas seni dulu?” Tanya Siwon pada Yoona.

 

“Yaaa… Kau dipasangkan dengan Hani saat itu.” Jawab Yoona dengan nada terkesan dingin.

 

“Aah… Sudah lah kenapa harus mengingat itu. Ayo kita kebangku taman…” Yoona beranjak dari tempatnya lalu melangkahkan kakinya keluar dari ruangan.

 

“Tap… Tapi…” Siwon coba menghentikan langkah Yoona tapi Yoona tak menanggapi.

 

“Aaahhh!! Padahal aku mau tahu kenapa saat itu ia bersikap dingin padaku.” Dumel Siwon.

 

“Yaak! Im  Yoona… Tunggu aku.” Siwon pun mengejar Yoona, menyamai langkah kakinya dengan temannya itu. Mereka berjalan beriringan, saling melirik dan melempar senyum. Sampai akhirnya mereka tiba di taman sekolah. Mereka mendudukan diri di bangku taman yang tepat berada dibawah pohon.

 

Yoona menengadahkan wajahnya ke langit, menutup matanya mencoba menikmati angin sore yang berhembus lembut. Siwon juga menikmati angin sore itu. Tapi ia tidak menengadahkan wajahnya melainkan menatap lekat sosok yang ada disampingnya. Darahnya lagi-lagi berdesir, detak jantungnya abnormal. Wanita yang ada disampingnya ini dulu telah mencuri perhatiannya, dan sekarang dapat dipastikan telah mencuri hatinya.

 

“Aku jadi ingat tempat kita janjian tadi. Bukankah kau yang menunjukan padaku dulu?” Yoona menyudahi aktifitasnya dan beralih menatap namja disampingnya. Siwon membuang wajahnya sebelum Yoona memergokinya sedang memperhatikan gadis itu.

 

“Oh… I.. Iya, tempat kita bertemu lagi setelah 10 tahun tak bertemu. Kebetulan sekali ya…” Siwon mengatur hatinya sekaligus nada suaranya agar tak terdengar kikuk.

 

“Kenapa kau ada disana saat itu?”Yoona lagi-lagi bertanya.

 

“Entahlah…. Aku juga tak tahu. Tanpa sadar langkah kakiku menuju tempat itu.” Nada Siwon terdengar serius.

 

“Oo, ku kira ada apa.” Raut wajah Yoona terdengar sedikit kecewa. Ia mengharapkan alasan lain dari Siwon, alasan yang menyangkut dirinya tentunya.

 

“Kalau kau kenapa bisa kesana saat itu?” Giliran Siwon yang bertanya.

 

“Aku hanya sedang lewat, kebetulan tempat ku mengajar berada di daerah situ.” Yoona menatap lurus kedepan.

 

“Jadi kau mengajar? Mengajar apa? Dan apakah Jiyong-ssi mengantarmu saat itu?” Tanya Siwon hati-hati.

 

“Aku mengajar biola pada anak-anak, dan saat itu Jiyong-oppa memang mengantarku.” Lagi-lagi Siwon mendengar bukti kedekatan Yoona dan Jiyong. Hatinya masih bertanya-tanya sebenarnya apa hubungan Yoona dengan namja itu.

 

“O iya kapan kau kembali lagi ke Korea?”

 

“Baru beberapa bulan yang lalu. Aku menamatkan study ku di Amerika, dan sekarang aku bekerja di perusahaan keluarga.”

 

“O begitu…”

 

“Hmmm, sepertinya hari semakin sore. Sebaiknya kita pulang saja sekarang.” Yoona berdiri perlahan melangkahkan kakinya menuju gerbang sekolah. Tapi langkahnya terhenti saat tangan seseorang memegang bahunya. Yoona terpaku.

 

“Kau ingat ini kan? Saat aku memegang bahu mu.” Yoona mengangguk, wajahnya sedikit gelisah.

 

“Saat itu aku penasaran kenapa kau bersikap dingin padaku. Apa sekarang kau mau menjelaskannya?” Siwon menatap manik mata Yoona dalam. Siwon memang penasaran dengan apa yang membuat Yoona merubah sikapnya 10 tahun yang lalu.

 

“A… Aku…” Nada Yoona terdengar ragu. Mana mungkin ia mengatakan kalau ia saat itu tidak suka melihat Siwon mangiringi Hani bernyanyi. Dan tentu saja itu adalah rasa cemburu. Yoona masih diam, lidahnya terasa kelu untuk mengeluarkan suara.

 

“Ayolah, katakan saja. Kau mau aku mati penasaran?” Ujar Siwon memohon. ‘Haruskah aku mengatakannya?’ Tanya Yoona pada dirinya sendiri. Yoona tampak berfikir. Yoona mencoba mengumpulkan keberaniannya, tak ada salahnya mengatakan alasannya sekarang. Toh itu sudah lama berlalu.

 

“Baiklah akan ku katakan, tapi kau janji tidak akan menertawakanku kan?”

 

“Hmmm, baiklah.”

 

“Yakso!!” Yoona menunjukkan jari kelingkingnya.

 

“Yakso…” Siwon pun mengaitkan jari kelingkingnya ke jari kelingking Yoona. Yoona menghela nafas panjang, menyiap kan hatinya agar kuat mengatakan isi hatinya.

 

“Sebenarnya saat itu aku tak suka melihatmu mengiringi Hani bernyanyi.” Yoona menundukkan wajahnya, tak sanggup melihat wajah Siwon. Ia yakin kini wajahnya sudah memerah menahan malu.

 

“Cuma itu? Ya ampun Yoong, kau kan tahu itu demi pentas seni sekolah. Tapi tunggu… Kenapa kau tak suka? Ini sedikit aneh.” Siwon mulai menyelidik.

 

“Tidak suka, ya tidak suka. Memang harus ada alasan lain?” Yoona menyolot. Ia jengel karena Siwon ternyata sampai sekarang tak peka, kenapa Yoona tak suka melihat kedekatannya dengan Hani.

 

“Benarkah itu? Atau jangan-jangan kau menyukai ku yaa?? Hahahah…..”

 

“Kalau benar, memang kenapa?” Jawab Yoona ketus.

 

“Benarkah?” Siwon lagi-lagi terhenyak dengan jawaban Yoona. Perlahan Siwon menggenggam tangan Yoona, menatap dalam kedua bola mata indah milik Yoona.

 

“Aku juga menyukaimu, hingga saat ini perasaanku padamu tak pernah berubah.”

 

Hening….

 

Entah kenapa, Siwon buru-buru melepas genggaman tangannya, memutar kepalanya untuk tidak lagi menatap mata Yoona. Ia sadar yang dikatakan Yoona barusan cuma perasaan Yoona saat masih di sekolah. Sekarang mungkin Yoona sudah memiliki orang lain dihatinya. Yoona masih terpaku dengan pengakuan Siwon barusan, wajahnya menyiratkan ketidak percayaan.

 

“Maaf, maafkan aku. Aku tahu semua telah berlalu.” Siwon mendudukkan dirinya lagi ke bangku taman. Yoona yang sudah kembali ke alam sadarnya pun mengikuti Siwon, duduk disamping namja itu.

 

“Saat itu aku berjalan melewati ruangan kepala sekolah, aku tak sengaja mendengar pembicaraan mu dengan kepala sekolah. Entah kenapa hati ini menjadi sesak mengetahui kau akan pindah dan meninggalkan ku. Tapi aku berusaha tegar dan datang menemuimu sebelum kau benar-benar pergi.” Yoona menghela nafasnya. Ia masih bisa merasakan sedih saat ditinggal Siwon waktu itu. Siwon masih diam, menunggu kalimat selanjutnya dari Yoona.

 

“Harmonika yang aku berikan itu aku beli memang khusus untukmu. Aku jadi sedih ketika memberikannya saat kau akan pergi, akhirnya hanya menjadi hadiah perpisahan untukmu.” Jelas Yoona.

 

“Aku menyukaimu, mungkin sampai saat ini rasa suka itu masih bergelayut dihati ini.” Siwon menatap Yoona tak percaya. Yoona pun menatap Siwon sambil tersenyum.

 

“Kita bisa mencobanya lagi dari awal.” Kalimat terakhir Yoona yang membuat Siwon terperangah.

 

“Kau serius Yoong?” Yoona mengangguk pasti. Siwon memeluk Yoona, perasaannya terbalas sudah. Rasa sesal yang dulu pernah singgah dihatinya ketika meninggalkan Yoona saat sekolah dulu, terbayar sudah. Ternyata gadis ini juga memiliki perasaan sama dengannya.

 

“Tunggu…. Tunggu…. Kau dengan Jiyong-ssi tidak berpacaran?” Tawa Yoona meledak, bagaimana Siwon bisa berpikir seperti itu.

 

“Jiyong-Oppa hanya ku anggap kakak. Mau ku ceritakan sebuah rahasia??…”

 

“Apa itu?” Tanya Siwon penasaran.

 

“Jiyong-Oppa akan menikah dengan Hani.” Kata Yoona sambil memelankan suaranya seperti berbisik.

 

“Hani?? Teman sekelas kita dulu?” Yoona mengangguk.

 

“Hani, yang membuat kau cemburu itu?” Kali ini Yoona menatap tajam Siwon.

 

“Bisakah masalah itu tidak dibahas lagi?” Kesal Yoona.

 

“Baik-baiklah chagi…”

 

“Chagi??” Yoona mengerutkan keningnya.

 

“Ya, chagi… Kau kan kekasihku mulai hari ini.” Ucapan Siwon sukses membuat rona merah di pipi Yoona.

 

“Akhirnya, aku mendapatkan cinta pertamaku.” Ujar Siwon, kembali memeluk tubuh Yoona.

 

“Aku juga… Berarti kita sama-sama kembali ke cinta pertama kita kan?” Ucap Yoona riang. Siwon mengangguk setelah merenggangkan pelukannya.

 

“Hmmm… Bolehkah aku minta 2 hal padamu Yoong?”

 

“Apa itu Siwon-ssi?”

 

“Panggil Oppa!!” Perintah Siwon.

 

“Baiklah… Siwon-Oppa….”Pasrah Yoona.

 

“Yang pertama, aku ingin membawamu menemui Eomma sabtu ini. Aku ingin memperkenalkan mu padanya.” Yoona tampak berfikir.

 

“Apa tak jadi masalah buat Eommamu bertemu denganku? Aku kan jauh dari kesan wanita modern kebanyakan.”

 

“Kau ini, kupastikan Eomma akan menyukaimu.”Ucap Siwon sambil mengacak ranbut Yoona.

 

“Benarkah??…” Siwon mengangguk yakin.

 

“Baiklah… Terus permintaan kedua?” Tanya Yoona dengan nada penasaran. Siwon menatap manik mata Yoona.

 

“Aku ingin kau selalu berada disisiku, apapun yang nanti terjadi tetaplah berada disampingku dan mendukungku dengan sepenuh hatimu.” Ucapan Siwon terdengar memohon dengan mimik wajah yang serius. Ia menggenggam erat tangan Yoona.

 

“Berjanjilah….”

 

“Ya… Aku janji, dan Oppa juga harus janji untuk selalu berada disampingku.” Siwon pun menggangguk. Mereka berdua sama-sama tersenyum lega. Siwon mengulurkan tangannya dan Yoona pun menyambutnya.

 

“Ayo kita pulang….” Ujar Siwon riang. Mereka berjalan beriringan sambil bergandeng tangan melewati taman menuju gerbang sekolah.

 

“Aku tahu apa yang kau sembunyikan di meja mu tadi.” Yoona menoleh ke arah Siwon.

 

“Im Yoona love Choi Siwon…. Benarkan?”

 

“Yaaa!! Oppa kapan kau melihatnya…”

 

“Rahasia….” Siwon berlari meninggalkan Yoona yang sudah kesal dengan jawaban Siwon barusan. Ia pun berusaha mengejar Siwon. Terjadilah aksi kejar-kejaran diantara sepasang kekasih baru itu.

 

Cinta pertama tidak selamanya menjadi cinta terakhir kita. Tapi kalau memang garis Tuhan menghendaki cinta pertama menjadi cinta terakhir kita, mungkin itu salah satu anugerah yang Tuhan berikan pada beberapa orang diantara milyaran orang yang ada dimuka bumi ini. Beruntunglah orang-orang yang memiliki kisah cinta pertama yang berakhir manis, bagi yang mempunyai kisah cinta pertama yang menyakitkan ingatlah diluar sana masih ada seseorang yang Tuhan gariskan untukmu^^.

 

~END~

 

 

Hufh… Lap keringet…. Gmn? Sequelnya gak bagus ya? Feel nya gak dapet?? Kurang greget?? Tapi masih dimohon loh komentarnya + Likenya. Koment panjang akan sangat membuat diriku senang…#plak … Aq line 90 jgn panggil author… Sampai jumpa di story YoonWon berikutnya… (Gee, thanks… Bighug forU)

Iklan
Tinggalkan komentar

104 Komentar

  1. dinaaljannah

     /  Januari 13, 2014

    Daebaaaak

    Balas
  2. ayu dian pratiwi

     /  Februari 9, 2014

    Feelnya dapet kok. Ditunggu karya selanjutnya

    Balas
  3. wulandari

     /  Maret 8, 2014

    So sweeet..bgt eonnie,,bener terasa nyata bacanya,,
    di tunggu karya2nya..

    Balas
  4. Kim Eun Kyo

     /  Maret 11, 2014

    Whhaaaa DAEBAKKK Eoonnnnnnnn suka banget ama sequelnya

    Balas
  5. Dede

     /  Maret 11, 2014

    Hai ka uchie maaf baru smpat komment.kurang panjang ceritnya ,ceritanya sangat menarik kata2 nyajuga sangat menarik coba ceritanya smpe menikah lebih seru pastinya.

    Balas
  6. any

     /  Mei 8, 2014

    Cinta pertama yang manis. Meski g bersama diawal tapi bertemu kembali setelah sekian lama sama2 menanti.

    Balas
  7. Akhirnya mereka bersatu juga, happy ending 🙂
    Daebak eonn sequelnya..

    Balas
  8. Dede

     /  Mei 22, 2014

    Cukup menarik tapi kurang panjang.

    Balas
  9. sequel.a kereenn lucu dan terkesan malu2 .. Daebakkk..

    Balas
  10. keren bgt…akhir nya yoonwon bersatu setelah dimasa lalu mereka sm2 memendam perasaan nya ❤

    Balas
  11. Choi Han Ki

     /  Oktober 27, 2014

    Bener2 membuat iri saja… Jrang2 kan orang yg bisa selamanya ma cinta pertama heheeh… Yoonwon emang sweet dah walaupun terpisah lama tapi tetep menjaga hati masing2 sampai akhirnya mereka bisa bersama menjadi sepasang kekasih 😀

    Balas
  12. Kisahnya benar2 daebak
    tak pikir YW bakal cinta bertepuk sebelah tangan ni

    Balas
  13. jessica sonelf

     /  Januari 14, 2015

    prikitiwwwwww 😀 so sweet bngeettt yoonwon.. akhirnya mereka bertemu kembali dan jadi sepasang kekasih hhahaha 🙂

    Balas
  14. Keren di tunggu aja ff yg lainnya..

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: