[OS] SEQUEL “Not Be Change” – My Angel

[OS] SEQUEL “Not Be Change” – My Angel

 

Main Cast            : Choi Siwon Im Yoona

Author                  : yoonwon307

Disclaimer           : Siwon punya Yoona. Yoona punya Siwon. Siwon Yoona punya Tuhan, orangtua mereka, ELF, Sone and YOONWONITED. Ini FF murni buatan saya NO PLAGIAT!

Note                      : Maaf sebelumnya, kalau FF ini tidak sesuai dengan yang kalian inginkan. Tapi aku cuma ingin ngebuat FF ini dan kisah mereka are never-ending. So, watch out this and you can find what I’m feeling. Thanks^^

My Angel

Starring by Choi Siwon Im Yoona

Cuaca di awal januari ini terasa begitu dingin, aku mengeratkan mantel yang kusandang kini. Baru saja aku keluar dari taksi, dan langkahku begitu semangat melewati dua pintu besar di gedung SM Entertainment. Hari ini aku akan membahas beberapa projek yang mungkin akan aku tangani setelah selesai comeback SNSD. Aku menyapa beberapa staf yang lewat di depanku, kebiasaan yang sudah sering aku lakukan. Suasana agak lengang karena waktu memang sudah hampir larut. Sekarang hampir pukul 22.00 tapi aku masih harus bergumul dengan pekerjaanku. Terkadang aku memang terbebani dengan semua aktivitas itu, tapi jujur lebih menyenangkan menjalani sebuah projek kerja daripada tanpa aktivitas dan pengangguran.

Aku masuk ke dalam lift dan menuju ke lantai 3, aku akan mendiskusikan projekku di sana bersama manager dan staff yang lain.

“Ting!” pintu lift terbuka, aku terperangah kaget. Aku membelakakan mataku lebar-lebar, mulutku hampir saja terbuka lebar, tapi untungnya aku cepat sadar dan aku hanya bisa menelan ludahku. Seorang namja dengan jaket tebalnya tengah berdiri di depanku. Dia sama terkejutnya denganku, kulihat alisnya juga terangkat tinggi-tinggi sehingga matanya nampak begitu lebar dan besar.

Aku mengulas senyum manis padanya, diapun sama. Dia mengusap tengkuknya, kurasa dia cukup malu sehingga dia melakukan itu. Kalau boleh aku jujur, akupun sama malunya dengannya, getaran jantungku begitu cepat dan aku rasa sepertinya jantungku naik perlahan ketelinga dan kepalaku. Semakin ketara, dan aku juga merasakan rytmenye jauh dari kata normal. Ada ribuan kupu-kupu yang menggelitik perutku, dan semua pemandangan yang ada disekitarku aku rasakan berubah menjadi sebuah taman bunga yang begitu indah dan luas. Dan nafasku tercekat, kenapa udara jadi begitu menyesakkan. Semua ini pasti gara-gara pria tampan di depanku ini. Selalu saja dia…

“Ahh.. annyeonghaseyo Siwon oppa..” ucapku sambil menundukkan kepalaku padanya.

“De.. annyeonghaseyo Yoona-ssii…” ucap Siwon oppa sambil menundukkan kepalanya sama sepertiku. Hah .. Ucapannya dan kata-katanya sangat indah seperti alunan melodi bagiku. Sudah berapa hari aku tak mendengar suaranya yang akhir-akhir ini aku rindukan.

“Oraenmanieyo Yoona-ssi” ucapnya dengan pelan namun tegas. Senyuman manispun tersungging dibibir manisnya. (Lama tak jumpa)

“De oppa. Semua orang tahu kau sangat sibuk.” Ujarku sambil tertawa singkat.

“Kau juga. Ya.. kita sama sibuknya Yoona-ssi” ucapnya dengan senyumnya. Akupun tersenyum bersamanya.

Drrttt.. getaran dari ponselku menghancurkan momen yang sangat berharga ini. Aku buka pesan yang masuk , dan itu dari manager oppa yang menyuruhku menemuinya dengan segera. Aku hanya bisa menggembungkan pipiku. Malas sekali rasanya, ingin lebih lama di tempat ini bersama dengan namja di depanku ini. Tapi, akupun tak bisa mengecewakan manager oppa yang lama menungguku.

“Kurasa kau harus pergi Yoona-ssi. Manager oppa menunggumu.” Selalu saja dia bisa membaca pikiranku.

“De.. oppa. Emm.. apakah kau baru pulang dari China?” tanyaku dengan hati-hati.

“Yee.. besok pagi aku juga akan kembali ke sana.” Sedikit menyesal, aku hanya bisa bertegur sapa saja. Jika kau bisa membaca hatiku oppa, aku masih sangat merindukanmu.

Aku tersenyum manis ke arahnya “Ohh.. keurae”. Akupun keluar dari pintu lift, sementara Siwon oppa melangkahkan kakinya memasuki lift. Karena aku dia jadi menunda kepergiannya.

Aku berbalik menatapnya sehingga kami kembali bertatapan. “Oppa~ gidarilke” entah kenapa aku seperti tak rela dia pergi dariku. (Aku akan menantimu)

“Arraseo.“ jawabnya. Dia meraih bahuku dan tersenyum lebar padaku. Aku hanya bisa menampakkan senyum terbaikku padanya. Aku singkirkan semua rasa ketidakrelaanku, aku hanya ingin dia tahu bahwa aku baik-baik saja.

“Annyeong..” aku lambaikan tanganku ke arahnya diapun melambaikan tangannya padaku sambil mengucap salam perpisahan. Satu tangannya dia gunakan untuk memencet tombol pada lift.

Pintu lift kini sudah tertutup dan aku kembali menghembuskan nafas panjang. Aku melanjutkan langkahku menuju tempat tujuanku semula, yaitu menemui manager oppa dan staff lainnya.

****

Sejam lebih akhirnya rapat selesai dan akupun bergegas keluar gedung SM Ent ini. Malam akan semakin larut dan aku masih harus menunggu taksi datang. Aku menolak ajakan manager oppa untuk mengantarku pulang ke apartemen pribadiku. Aku butuh waktu untuk menyendiri sekarang. Aku baru saja kehilangan sesuatu yang berharga dihatiku.

Aku sudah benar-benar berada di luar gedung, aku berdiri sambil menautkan tanganku dan mendekatkan tanganku ke mulutku sedikit memberi kehangatan pada kedua tanganku yang seperti akan membeku karena kedinginan.

Aku berjalan mondar-mondir untuk mengusir dingin dan menghalau rasa bosan karena dari tadi tak ada satupun taksi yang melintas. Sempat terpikir di otakku untuk menghubungi salah satu staf sopir milik SM, atau menghubungi appa atau eonniku, atau menghubungi manager oppa, tapi kurasa sudah terlalu larut untuk itu.

“Sampai kapan kau akan terus berada disitu?” Aku menghentikkan aktivitasku dan menoleh mencari sumber suara yang sudah amat aku kenal.

Di ujung sana terlihat seorang pria sedang bersender di mobilnya sambil menyilangkan kedua tangannya di dadanya.

Aku tersenyum sinis dan membuang mukaku ke arah lain. Lalu berpaling padanya lagi, dia berjalan ke arahku.

“Tsch.. aku sedang menunggu taksi oppa” ujarku. Dia kini benar-benar berada di depanku jarak kami hanya sekitar 1 meter. Penampilannya terbungkus rapi, dia memakai jaket tebal lalu mengaitkan syal di lehernya, dan belum lagi ada topi hitam yang ia kenakan. Penyamaran sempurna Tuan…

“Kau menunggu taksi seperti menunggu kekasihmu saja. Apa kekasihmu sopir taksi euh?”

Selalu saja moodku membaik karena omongan konyolnya itu.

“Oppa.. Kau sendiri, kenapa kau bersender di mobil seperti tadi dan tak menyapaku sekian lama. Apa kau sedang menunggu kekasihmu dan kau tak ingin aku tahu?”

Dia tersenyum tipis kearahku. “Aku tak punya kekasih. Tapi aku sedang menunggu seseorang.”

“Oh kenapa kau tak punya kekasih? Sayang sekali.. emm lalu memangnya siapa yang kau tunggu?” tanyaku memancing padanya.

“Seseorang yang sangat spesial dan selalu memenuhi pikiran dan hatiku.” Ucapnya sambil menunjuk kepala dan dadanya berurutan. Aku hampir saja pingsan mendengar perkataannya, membuatku meleleh jika aku adalah gadis yang ia nantikan.

“Sejak kapan oppa menjadi begitu puitis seperti ini oppa?”

“Sejak.. bersamamu dan semua karenamu.” Aku tersenyum lebar sambil memegangi perutku yang tak tahan mendengar kata-katanya tadi.

“Hahahaha..” ketawaku tak bisa terhenti.

“Yah!! Kau merusak segalanya Yoona-ssi. Aishh… jinja! Berhentilah tertawa!” aku tak peduli dengan raut wajahku kini. Aku yakin mulutku sudah terbuka sangat lebar karena tawaku yang tak henti-hentinya. Aku hampir saja tersungkur ke lantai jika tidak menyeimbangkan tubuhku.

“Geumanhae! Kau membuatku malu Yoona-ssi..” Aku bisa melihat senyuman kaku dari wajah Siwon oppa.

“Ahh-ha-ha mian oppa. Aku merasa aneh mendengar katamu tadi oppa. ah-uhh Mianhae..” ucapku sambil berusaha menghentikan tawaku.

“Lain kali aku akan berusaha memperbaikinya.” Ucap Siwon oppa sambil tertawa kepadaku.

“Jadi.. apa aku akan mendengar kata-kata puitis yang lainnya?” tanyaku balik.

“Tunggu saja nanti setelah aku membuka dan mempelajari bait-bait puisi lainnya.” Aku terkekeh dan menepuk bahunya.

“Bagaimana bisa kau membeberkan rahasiamu itu?”

“Rahasia ini akan menjadi jurus terampuhku untuk memikatmu. Kau sudah tahu kan seberapa istimewanya dirimu…”  ujar Siwon oppa sambil melakukan winknya. Aku hanya menanggapinya dengan senyuman tipis.

“Sudahlah oppa. Aku tak kuat jika kau terus menggombal seperti ini. Aku cukup tahu kalau kau sangat mencintaiku. Gamsae…” Aku menepuk beberapa kali pundaknya dan berlalu dari hadapannya. Lebih baik aku jalan kaki saja, lagipula moodku sedang baik kali ini. ckkk

“Yah!! Siapa yang mengajarimu begitu percaya diri?” Aku dengar kata-katanya dan aku membalikkan badanku menghadapnya, sehingga aku kini berjalan mundur.

“Aku memang terlahir seperti ini oppa.” Aku langsung berbalik, sedari tadi senyumku terus berkembang.

“Yah!!” teriaknya padaku. Aku dapat mendengar derap kakinya yang berlari menyusulku. Aku menarik dan mengeratkan tas selempangku.

“Berjalan berdua akan lebih baik.” Aku menoleh ke samping dan aku tahu pria tampan ini sudah berjalan menyamai langkahku.

“Mobilmu bagaimana?”

“Aku akan menyuruh appa membawa sopir untuk mengambil mobilku. Aku menduplikat kuncinya jadi tak perlu khawatir..” aku hanya bisa terkekeh. Aku memang suka seperti ini, berjalan bersama dengannya. Tiba-tiba aku rasakan tautan jari menggapai jari-jariku. Aku menoleh dan nampak Siwon oppa menatapku sambil tersenyum. Aku tak bisa menahan untuk membalas senyumnya.

“Kau kedinginan ne?” dengan sekali sergap, jariku sudah berpautan dengannya. Dia masukkan jarinya dan jariku kedalam saku mantelnya sehingga aku terhindar dari udara yang begitu dingin.

“Berapa yeoja yang kau perlakukan seperti ini oppa?”

“Mollaseo. 7,8,10 ahh aku sudah lupa. Tapi yang aku genggam erat dan tulus dengan cinta hanya kau Im Yoona.” aku kembali tergelak mendengar ucapannya. Rasanya aku mabuk padahal aku sama sekali tak minum.

****

Aku dan Siwon oppa sampai di apartemenku dan kami berdua kini sedang duduk di lantai sambil bersandar di tembok. Tangan kami saling berpautan, kami sama-sama menutup mata dan menikmati alunan musik yang diputar lewat ponsel milik Siwon oppa dengan headset.

Neoreul cheoeoum bongeusunganeul

senggakhae hansungan gaseumi moonuhjyussutji

Jiwuhbuhligi en nun janin hagehdo

Nuhmoo  areumda oon saram

You’re my angel whisper softly.

Dajunghan soksagimeun

“I love you everyday” kata Siwon oppa meniru lyric lagu yang dinyanyikan Donghae oppa .

“Jangan dengarkan lirik yang Donghae nyanyikan. Yang kunyanyikan jauh lebih bagus bukan?” aku hampir tergelak lagi, dia habis makan apa sih dari tadi ucapannya selalu menggelitik.

Lagu terus berputar dan kami sama-sama menikmati alunan musik yang diputar berjudul Angela dari Super Junior. Sepanjang lagu kadang Siwon oppa mengganti partnya menjadi miliknya. Kelakuannya sangat menghiburku kali ini.

Tiba-tiba Siwon oppa memberhentikan alunan lagunya, saat lagu mulai berganti ke daftar trek selanjutnya.

“Yoona-yaa…”aku membuka mataku yang tadi sempat terpejam. Wajah Siwon oppa tepat berada di depanku. Dia duduk sambil bersila di hadapanku, berbeda saat kami menikmati musik kami sama-sama duduk menyender pada sebuah dinding.

“Wae..?’ tanyaku dengan sangat pelan. Mungkin karena aku terlalu gugup untuk saling bertatapan seperti ini dengannya.

“Aniyoo…” ucapnya sambil berpaling dari wajahku. Aku menautkan alisku bingung. Bingung dengan ucapannya yang seperti setengah-setengah itu.

“Aku bingung memulainya darimana. Ehem.. “ kulihat dia begitu nervous sampai harus berdehem sebelum memulai bicara dan menarik nafas panjang.

Dia meraih jemariku dan menggenggamnya “Emm aku… Sesuai dengan lirik Angela tadi. Aku ingin mengatakan bahwa aku baik-baik saja meskipun aku harus terus seperti ini. Meski dibelakangmu, aku tetap bahagia. Aku hanya harus tinggal disisimu selamanya. Aku bisa mencintaimu seperti sekarang, selamanya, dan sungguh selamanya disisimu. Yaksok kalke..” ucapnya diakhiri dengan mengecup tanganku.

Air mataku jatuh, rasanya meluap-luap sekali di hatiku. Kembang api menyala dan bertebaran di hatiku kini. Bagaimana tidak? Kata cintanya membuat aku terpana dan sungguh memikatku. Aku tak menyangka kau bisa jauh lebih mencintaiku. Aku mengeratkan pelukanku pada pria ini. Aku menumpahkan segalanya, rasa cintaku dan bahagiaku lewat airmata yang jatuh dari pelupuk mataku.

“Kenapa kau menangis?” tanyanya disela pelukan kami.

“Aku bahagia karena tempatku dihatimu tak tergantikan oppa. Geumapsemunida..”

Hahaha… aku bisa mendengar tawanya yang begitu khas. Huh.. sungguh.. disaat seperti ini kau bisa tertawa sementara aku malah menangis.

****

Pukul 2 dini hari Siwon oppa baru keluar dari rumahku. Dia masih harus menyiapkan untuk keberangkatannya ke China. Promonya pasti akan sangat menyita waktu dan tenaganya. Aku sungguh bahagia dengan pertemuan singkat kami. Entah, kapan lagi aku bisa bertemu dengannya. Kuharap itu segera. Dan yang jelas kami masih sama seperti dulu, aku dan dia memang tak bisa disebut sebagai sepasang kekasih. Dan kami memang masih ingin seperti itu. Menjalani alur cinta kami, hanya kami yang mengetahuinya, karena semuanya adalah pertalian hati dari dua insan, aku dan Siwon oppa. Tak ada yang bisa merubah status kami, yang berubah hanyalah perasaan cinta yang begitu besar dan terus berkembang diantara kami. Jadi, jangan salahkan kami jika kami tak terlalu mengumbarnya dia hadapan semuanya. Ini hanyalah sebuah perjalanan cinta, yang semoga akan terus berakhir bahagia.

–END–

****

Oke, bagaimana dengan sequel ini Ffnya. Ini idenya muncul gara-gara sering dengerin lagu Angela-Super Junior artinya dalem banget. Ngga kuat kalo diresapin, bikin pingsan ditempat hahaha😀

Jangan salahkan saya, jika ternyata Yoonwon emang ngga jadi sepasang kekasih #digampratYoonwonited.  Makasih semuanya^^ pai pai.

@Resty Gee: terimakasih untuk kuasanya dalam pengeposan FF ini #bighug (welcome^^)

Tinggalkan komentar

76 Komentar

  1. aat yoonwon

     /  Agustus 2, 2013

    So sweet

    Balas
  2. Yaaahh, lagi seru-serunya taunya ada tulisan ‘END’ -_-
    Kirain bakal panjang, ternyata pendek._.
    Genre nya romance, tapi mulai dari Not Be Change sampai sekuelnya sama sekali nggak ada kissing scenenya!
    So sweet, YoonWon Jjang!!

    Balas
  3. Atikah YoonWonited

     /  Februari 17, 2014

    so sweet smoga d knyataan kalian#yoonwon pacaran n publik gk tau n pda akhirnya scepatnya go publik n bnyak yg mndukung hbungan kalian smuanya trmasuk fans smpai kalian mnikah n hidup slamanya brdua n anak2 kalian nntinya,amin.

    Balas
  4. ayu dian pratiwi

     /  Maret 2, 2014

    Feelnya dapet

    Balas
  5. Sweet buangeeeettt…
    Sweet bingiiiiiiiiiitttttttt…..

    Balas
  6. Rosiie

     /  Maret 29, 2014

    Ya..ya,ya.. Aku dah ngerti dengan hubungan mereka

    Balas
  7. Kim Eun Kyo

     /  Maret 29, 2014

    Ahhh ternyata ª∂a̲̅ sequelnyaaaaa sukaaa aa

    Balas
  8. wulandari

     /  Maret 30, 2014

    Gomawo thor manis ceritanya..

    Balas
  9. Feel FF ini kerasa nyata banget . . . .
    N wish ini emg kenyataan. Amin . . .
    Jeongmal, author daebbak !!!

    Balas
  10. Dwi.Syw

     /  April 30, 2014

    awalnya sedikit bingung . . Tapi lama” mudeng . . Kurng bnyk moment Romanticnya😀😀 tapi lumayan lah😀 (y)

    Balas
  11. Hhh~ ciyeee yoonwon romantisnya pake bangett

    Balas
  12. melani

     /  Juli 26, 2016

    Keren ceritanya tapi kenapa yoonwonnya gak pacaran.. trus lagi momen”nya yoonwon langsung end..

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: