[FF] I Believe in Love (Episode 3)

Main Cast:

Choi Si Won

Im Yoon Ah

Kim Sang Bum

Kim So Eun

Kim Soo Hyun

Baek Su Ji

Genre: Romance, Friendship, Drama

Rating: G

A Story By Resty Meidalita Utami

I Believe in Love Cast Hold Initial Script Reading

Press Conference

Prolog/Trailer

Episode 1

Episode 2

 [I Believe in Love Episode: 3]

“Malam ini kau ke rumahku dulu ya, ada beberapa dokumen yang harus kau ambil untuk rapat besok”, ucap Minho.

“Hajiman, apa tidak bisa besok saja? Sekarang sudah sangat malam Kwajangnim”.

“Umm.. ani. Besok aku akan datang ke kantor sedikit telat, sementara pukul 8 meeting sudah akan dimulai. Kau tenang saja, lagipula aku tidak akan membiarkanmu pulang sendirian”.

Yoona menggigit bawah bibirnya, merasa dilema disaat tadi ia sudah berjanji akan pulang bersama Siwon. Dan sekarang sangat tidak mungkin jika ia menolak permintaan dari Minho.

Walaupun susah keluar dari mulutnya akhirnya ia pun memutuskan untuk mengiyakan perintah Minho. Lagipula ini juga menyangkut pekerjaannya sendiri.

Minho membukakan pintu mobil untuknya, merasa risih sebenarnya. Minho selalu bersikap baik pada Yoona. Well, tentu saja ia begitu baik, sudah jelas-jelas Yoona adalah sahabat dekat adiknya.

“Terimakasih”, ucap Yoona basa basi lalu masuk kedalam mobil. Setelah Minho menutup pintu―diam-diam Yoona mengambil ponselnya dan mengirimi Siwon pesan singkat.

Siwon memandangi mobil hitam yang mulai berjalan menjauh dari tempat ia berdiri sekarang. Tampak sangat kesal. Sekarang apa yang akan ia lakukan. Bak orang bodoh yang tahu arah ia tetap berdiri ditempatnya. Hingga akhirnya kaki jenjangnya mulai melangkah, merogoh saku jacket dan mulai memainkan jari diatas layar.

Call~

Setelah menekan tombol itu Siwon menempatkan ponsel ke arah daun telinganya. Terdiam sesaat menunggu seseorang di jalur sana mengangkat panggilannya.

Sampai menunggu beberapa detik akhirnya ia mulai berkata, “Eo.. Soohyun-ah, eodisoyo?…. Anide, jemput aku ke kantorku sekarang…. Hey, perhitungan sekali. Sekalian pulang saja, kau ambil jalan yang melewati kantorku.. Aku tak membawa mobil…..”, Siwon menghela nafasnya sesaat lalu melanjutkan, “… Entahlah, hhh ini terakhir kalinya aku tak membawa mobil, sungguh aku berjanji….. tidak apa-apa aku baik-baik saja…. Banyolanmu tidak lucu Kim Soohyun, sungguh….. Aish, ayolah malam-malam begini jarang ada taksi yang lewat…. Aku tak ingin naik BUS (menekankan diakhir kata)…. Arasoyo, akan ku tunggu”.

Sampai akhirnya seorang wanita bersama pria berpenampilan feminim [?] menghampirinya.

“Siwon oppa sedang apa disini?”.

Hal itu membuat perhatian Siwon teralihkan , ia menatap wanita itu dan tersenyum. “Aku baru saja akan pulang. Ya, sekarang sedang mencari taksi”. Dalam keadaan apapun tetap saja kharisma Siwon yang memabukkan tak pernah pudar -_-.

“Oh ya ampun, kasian sekali. Pria tampan seperti mu berdiri sendiri menunggu tek-si dalam cuaca yang sangat dingin seperti ini? Kemana mobil yang biasa kau bawa manis?”, tanya pria ke putri-putrian itu. Dia sepertinya adalah asisten dari wanita yang juga salah satu model yang masih terikat kontrak dengan SPAO.

Sebenarnya Siwon sedikit geli mendengarnya, tapi hal ini sudah terbiasa. Ia mulai kebal menghadapi orang-orang langka sepertinya. Well, dalam perusahaan fashion seperti ini tak bisa di pungkiri memang banyak pria macam begini.

“Aku tak membawa mobil”, jawab Siwon memasang wajah seperti hal nya mata kucing yang meminta belaian sayang. Oh Tolong -_-!

“Kalau begitu oppa naik ke mobilku saja, biar aku yang akan mengantarkanmu pulang”.

“Apa tidak merepotkanmu, Gain-yang?”.

“Tentu saja tidak, kajja”, Gain merangkul lengan Siwon dan mereka berjalan menuju parkiran mobil beriringan.

“Hey kalian, kok aku ditinggal sih. Ya! Tunggu aku…”, tince [?] berlari menyusul keduanya.

Setelah sampai di kediaman pribadi milik Minho dan mengambil dokumen yang di maksud―sesuai janji, Minho pun mengantar Yoona pulang.

Dalam perjalanan mereka hanya saling diam. Namun perlahan tapi pasti Minho langsung memulai pembicaraan.

“Oya, Jumat malam nanti keluarga kami akan mengadakan makan malam bersama. Soeun menitipi ku pesan untuk mengajakmu juga. Kau datang ya”.

“Euh?”, Yoona menoleh kaget. “Apa tidak mengganggu ya? Itukan acara keluarga kalian”.

“Mengganggu apa maksudmu? Keluarga kami sangat welcome, lagipula kau kan sahabat adikku. Pasti sudah bertemu dengan kedua orangtuaku sebelumnya bukan?”.

Yoona masih terdiam mempertimbangkan tawaran Minho.

“Datang saja, acara nya bukan acara yang sangat privasi kok. Hanya makan malam biasa”, ujar Minho terus membujuknya.

“Baiklah, jika tidak ada halangan aku akan datang”.

Minho tersenyum mendengar jawaban Yoona barusan.

Mereka saling terdiam kembali. Diam-diam Minho mencuri-curi pandangan pada Yoona. sepertinya ada sesuatu yang ia ingin katakan namun begitu susah untuk ia utarakan.

“Im Yoona-ya”.

Minho selalu memanggil Yoona tiba-tiba, hal itu selalu membuat Yoona di buat kaget setengah mati.

“Iya, Oppa?”.

“Sebenarnya hubunganmu dengan Siwon apa? Kulihat kalian begitu dekat”.

“Aku? Dan Siwon? Hubungan kami? Oppa, mengapa kau menanyakan itu?”, tanya Yoona hampir tertawa.

Snapshot - 176

Membuat Minho  jadi salah tingkah dan merasa menyesal, kenapa ia melontarkan pertanyaan tadi.

“Hanya sekedar rekan kerja dan kebetulan kami… bertetangga”.

‘Bertetangga?’, Minho agak sedikit bingung dengan kata itu. “Kalian berdua bertetangga?”.

Yoona mengangguk. “De, apartement kami bersebelahan”.

Minho terdiam, wajahnya terlihat kaget saat mengetahui ini. Tunggu, kenapa ia kaget dan seakan tidak menerima kenyataan ini? Entahlah, Minho memang akan sedikit sensitif jika mendengar hal-hal yang berhubungan dengan Siwon. Penyebabnya hubungan mereka memang tidak pernah baik sejak dulu.

♥♥♥

Yoona berjalan menyusuri lorong-lorong yang hanya diterangi oleh lampu yang minim itu menuju apartementnya. Sekarang sudah sangat malam, suasana sangat sepi bak kota mati. Yoona mempercepat langkahnya agar bisa cepat-cepat masuk kedalam apartementnya. Jujur saja, ia memang agak sedikit phobia dengan gelap

Saat sudah sampai didepan pintu dan memasukkan kode pintu ia menghentikan dahulu gerakan tangannya lalu menoleh ke pintu di sebelahnya.

‘Apa dia sudah pulang?’, gumamnya dalam hati. “Untuk apa aku pikirkan sih”, ia membuka pintu lalu melangkah masuk. Namun ia langsung berhenti saat mendengar seseorang berbicara. Kepalanya ia condongkan lagi keluar pintu, di lorong sana ternyata Siwon yang sepertinya juga baru pulang. Namun kini ia tengah bersama seorang wanita.

“Memangnya oppa bisa memasak?”, tanya sang wanita.

“Sure, jangan meragukan kemampuanku”, tanya Siwon dengan percaya diri.

Menyadari mereka yang mulai mendekat Yoona pun bersembunyi, pintu kembali ia tutup tapi tak sepenuhnya. Diam-diam ia menguping pembicaraan keduanya.

“Oke oke, aku percaya. Oh ya, sebentar oppa. Apa perlu Hyerin (asistennya yang ngondek) kusuruh kesini?”, Gain sudah siap membawa ponselnya.

“Jangan.. Eo.. maksudku kita kan hanya sebentar, biarkan saja dia menunggu di mobil”.

“Umm..”.

“Ayolah.. kita masuk”.

BLUK!

Terdengar suara pintu tertutup.

Yoona yakin mereka pasti sudah masuk kedalam. Merasa ngeri memikirkan apa yang akan mereka lakukan disana.

Sesaat masuk kedalam kamar, Yoona langsung melemparkan tubuh keatas tempat tidur. Lelahnya bukan main, ia dapat pastikan berat badannya pasti akan turun. Semakin kurus saja -_-.

Lama ia telentang di tempat tidur untuk menghilangkan penat sambil memejamkan matanya dalam keadaan sadar. Sampai akhirnya tiba-tiba pikirannya mengingat-ingat kembali orangtuanya. Honestly, dia sangat merindukan Eomma dan Appa nya. Sudah bisa dihitung kurang lebih satu bulan lamanya ia tak bertemu dengan mereka.

Yoona membuka matanya, mencoba mengembalikan pikirannya dan berdiri untuk bergegas mandi.

“Dasar Choi Siwon menyebalkan, aku sudah sampai kekantormu tadi malam. Dan kau malah pulang lebih dulu, tahu begini untuk apa kau menyuruhku untuk menjemputmu hah?”, panjang lebar Soohyun merutuki sahabatnya yang kini masih tertidur dengan selimut yang menimbunnya sangat hangat diatas tempat tidur dengan nyaman.

“Maaf..”, hanya itu kata yang keluar dari bibir Siwon dengan suara parau, bahkan ia masih enggan untuk membuka matanya sedikitpun.

“Kau benar-benar menyusahkanku… Yah Choi Siwon!”, Soohyun melepas paksa selimut putih itu berusaha membangunkannya.

Namun Siwon masih tak peduli, walaupun sekarang paha mulusnya yang sudah terlihat karna ia tidur hanya memakai kaos oblong hitam dan kolor pendek berwarna putih itu tetap tak membuatnya enggan untuk meninggalkan tempat tidur.

“Anak idiot ini benar-benar”, Soohyun sudah seperti seorang ayah yang tengah membangunkan anaknya untuk pergi kesekolah.

Sekali lagi Soohyun berteriak, “CHOI SIWON…IREONA PALLI…”.

Kali ini Siwon kena, ia mengelus-elus kupingnya frustasi sampai membuat wajahnya memerah. “Aku masih sangat mengantuk, untuk masalah semalam aku benar minta maaf. Jadi biarkan aku untuk tidur lagi”, sepanjang Siwon berkata matanya masih belum terbuka sama sekali. Ia kembali mengambil posisi untuk tertidur dengan nyaman lagi.

Soohyun mulai putus asa, “Baiklah akan ku maafkan. Tapi sebagai ganti rugi aku akan mendendamu sebesar 5ribu won dan…”.

“Dan apaaa…??”, dengkur Siwon sadar tak sadar.

Entah kenapa Soohyun terlihat ragu-ragu untuk melanjutkan kata-katanya. “Untuk permintaan kedua akan ku tunda dulu. Sekarang serahkan dompetmu”.

Yang diajak bicara malah diam tak menjawab, sepertinya Siwon sudah berada dialam mimpinya lagi.

“Choi Siwon!”, lagi-lagi Soohyun menghentaknya sambil berteriak langsung ketelinga Siwon. “Dompetmu mana?”.

Siwon terhentak, “Ada di saku celanaku”, jawabnya sambil menunjuk kearah belakang pintu kamarnya. Setelah itu kembali ia menutup mata.

Seusai mengambil apa yang ia mau (uang), Soohyun pun berjalan keluar meninggalkan Siwon.

Hari ini Siwon kembali mendapatkan jadwal pemotretan, untungnya di tempatkan di studio kantor, jadi ia tak perlu keluar pergi dan berpindah-pindah ke tempat satu dan yang lainnya. Itu sungguh menguras tenaganya. Walaupun sebenarnya dimanapun itu tempatnya yang terpenting adalah ia sangat menikmati pekerjaannya sebagai photografer. Bukan semata-mata ingin dekat dengan para model-model cantik, hanya saja pekerjaannya sendiri yang membuatnya dekat dengan mereka. Ya walaupun dengan sangat genit dan jahil Siwon selalu merayu gadis-gadis muda yang berada disekitarnya dengan nakal. Menggoda mereka dengan rayuan gombalnya sampai membuat pipi mereka memerah saat Siwon lontarkan pujian mautnya.

Tak ayal banyak wanita yang mengaku sebagai kekasih Siwon. Bagaimana tidak, perhatian Siwon pada mereka memang seperti hal nya bagaimana sikap pada pacar. Tanggapannya, ia membiarkan para wanita menganggapnya sebagai kekasih atau memanggilnya dengan sebutan ‘Chagi’ dan semacamnya. Padahal sebenarnya SIwon tidak mempunyai perasaan khusus pada mereka, tidak lebih dari sebatas ingin mempermainkan saja.

Tak pernah ada wanita yang mencintaiku tulus, lalu apa aku salah melakukan hal yang sama pula pada mereka? Tidak kan. Kata-kata itulah yang selalu Siwon yakini. Kejadian di masa lampau memang sudah membutakan mata hatinya.

“Umm.. baju ini terlihat tidak cocok dengan tema kita”, ujar Siwon saat memperhatikan sang model dihadapannya. “Im Yoona, ini bukan baju yang ku harapkan. Cepat carikan yang lebih sesuai lagi”.

Sudah berulang kali Yoona mendengar ocehan dari Siwon, hari ini pria itu benar-benar cerewet. Yoona sampai kewalahan sendiri. dibagian penataan kostum memang tersisa hanya Yoona saja, yang lain mempunyai jadwal yang berbeda, makanya ia sedikit mendapatkan kesulitan.

Sebenarnya pemotretan hari ini tidak serumit biasanya. Hanya ada dua model dan baju yang akan di pakai pun tak lebih dari 6 pasang pakaian, maka dari itu pihak dari produksi hanya menyuruh beberapa karyawan saja yang datang. Namun entah mengapa Siwon malah membuat keadaan menjadi rumit saja. Seperti ada dendam tersendiri. Apa jangan-jangan karna semalam.

Tiga jam lamanya mereka berada didalam studio akhirnya pemotretanpun berakhir. Tanpa mendapat aba-aba Yoona segera merebahkan diri di kursi, terlihat sangat kelelahan. Nafasnya tersenggal dan keringat membanjir di wajahnya. Majalah ia kipas-kipasi untuk menyegarkan sedikit tubuhnya.

Tanpa disadari Siwon memperhatikannya dari kejauhan, lalu dengan sangat dingin ia berjalan mendekat dan berdiri tepat di hadapan Yoona kemudian berkata, “Semua kostum belum kau rapikan, studio harus tetap bersih. Sebelum produser Song menegurmu”.

Yoona mendongak kesal, hari ini pria yang ada didepannya sekarang benar-benar menyebalkan. Tanpa memperdulikan wajah Yoona yang sepertinya amat sangat marah, Siwon segera berlalu dari hadapannya.

Yoona menghentakkan kaki melihat punggung Siwon yang mulai menjauh, lalu segera berdiri dan memungut kostum-kostum yang berserakan.

Tak lama kemudian…

“Im Yoona-ssi, kau dipanggil oleh nona Stella Kim di ruangannya”, panggil Ilwoo tiba-tiba.

“Arasoyo”. Yoona menghela nafasnya berlebihan. bisa tidak di berikan waktu untuk beristirahat sebentar saja? Ronta nya dalam hati.

***

“Untuk project di tahun 2013 nanti aku mengharapkan kerja sama dari kalian semua. Seperti biasa kita harus mengeluarkan fashion-fashion busana keluaran terbaru yang tentunya berkualitas tinggi. Di Tahun 2012, perusahaan kita mendapatkan apresiasi yang sangat bagus dari masyarakat, di tahun selanjutnya kita harus melakukan yang jauh lebih baik lagi. Costumer kita bahkan meningkat, dan aku ingin di tahun selanjutnya terus seperti ini”, dengan penuh wibawanya, Presdir Choi Kihan memimpin meeting yang dilakukan diruang multimedia, Lee Minho berada disampingnya. “Kepada semua yang berada pada bagian Desain kumohon perhatikan baik-baik, disini peran kalian sangat sangat penting. Kreatifitas yang sangat menunjang akan masa depan perusahaan kita. Aku ingin kalian tak main-main, ini adalah project yang sangat penting maka lakukan dengan serius jika kalian masih tetap ingin bekerja disini. Kutekankan sekali lagi, ini project untuk Trend 2013”.

Para Desainer yang berada disana terdiam, bermain dengan pikiran mereka masing-masing. Ini adalah kesempatan mereka untuk menjadi perancang busana yang di kenal banyak orang. Bahkan dunia pun akan melirik pada mereka.

“Nona Stella Kim..”, panggil Presdir Choi Kihan.

“Ne? Sajangnim?”.

“Kau sebagai General Desaigner disini, tingkatkan kinerja kalian semua. Kau lah yang bertanggung jawab atas semua desainer lain”.

“Tentu Sajangnim, saya akan melakukan yang terbaik”, jawab Stella menundukkan sedikit kepalanya tanda menyegani.

“Choi Siwon”.

Orang yang Presdir Choi Kihan panggil barusan malah tengah asyik bermain ponsel. Semua orang saling melirik-lirik, seperti biasa Siwon selalu tak konsen saat menghadiri meeting-meeting semacam ini.

Jung Ilwoo, orang yang duduk tepat disebelah Siwon pun menyenggol-nyenggol lengannya.

Siwon menoleh, namun sambil berkata, “Waeyo?”, dengan cukup keras.

“Kau dipanggil Presdir bodoh!”, bisiknya dengan sinis.

Siwon mengalihkan pandangannya kearah Presdir Choi, lalu tersenyum. “Waegeuraeyo Sajangnim?”.

“Setelah ini pergilah keruanganku, ada yang ingin kubicarakan”.

“Okeh!”, Siwon membuat tanda O.K dengan tangannya sambil menyipitkan sebelah mata.

Bahkan ia tak pernah bersikap sangat formal sekalipun kepada Presdir. Orang-orang yang melihatnya jadi dibuat malu sendiri, jangan sampai Presdir marah.

Namun faktanya Presdir Choi Kihan tak pernah memarahi Siwon sekalipun ia berbuat kesalahan. Well, walaupun kelakuannya sangat amradul tapi Siwon memang dikenal sebagai Photografer terapik, terapi, kreatif dan segalanya [?]. walaupun begitu Siwon juga selalu bersikap serius dalam bekerja. Itulah dia, sikapnya sangat santai dan cuek, namun akan sangat berbeda jika sudah bergulat dengan kamera.

Yoona aneh sendiri melihat pemandangan barusan, Presdir Choi Kihan bukannya marah akan sikap Siwon tadi malah dibuat terkekeh.

“Baiklah, untuk mengakhiri meeting kali ini aku ingatkan kembali. Bekerjalah sebaik mungkin, bukan hanya pegawai dibagian Desain tapi semua pihak. Lakukan yang terbaik. Selamat siang”, Presdir Choi Kihan langsung meninggalkan ruangan didampingi oleh asisten dan sekretarisnya.

Beralih kepada Minho sekarang, “Meeting hari ini selesai. Mohon kembali pada pekerjaan kalian masing-masing”, ia tersenyum sangat manis lalu membereskan berkas-berkas nya terlebih dahulu sebelum meninggalkan ruangan rapat.

***

“Minggu depan kita akan melakukan pemotretan di Palau Nami, kau ku tunjuk kembali sebagai photografer nya”, ucap Presdir Choi Kihan yang duduk tepat bersebrangan dengan Siwon.

“Baiklah”, jawabnya santai.

“Awas anak nakal, disana kau jangan membuat kekacauan. Hanya bekerja dengan baik dan lakukan sesuai perintah”.

Siwon tertawa tiba-tiba, “Samchon (paman) terlalu berlebihan. mengkhawatirkanku sampai seperti itu”.

“Aku serius, sekali lagi kau membuat ulah lehermu akan ku potong tanpa ampun”, ancamnya memasang wajah garang.

Tapi tetap saja tak membuat keponakannya itu ketakutan, yang ada Siwon malah tertawa cengengesan.

“Nanti kau berangkat bersama Gwangsoo dan Stella Kim”.

“MWOYA? Aish Kihan Samchon, kenapa harus dengan wanita berbisa itu? Aku tidak mau pergi”, tolak Siwon seperti anak kecil

“Ya! Wae?! Dia yang bisa diandalkan untuk masalah busana nanti, kau juga pasti mengerti soal itu kan?”.

“Tidak tidak, masih banyak pegawai lain yang lebih bisa diandalkan dibandingkan dia”.

“Kau berani berkata seperti itu berarti kau sudah tahu orangnya, memangnya kau akan merekomendasikan padaku siapa hah Choi Siwon?”, tanya Presdir Kihan dengan nada menantang.

Siwon terdiam sejenak untuk berpikir. Kuku-kuku tangannya ia gigit sedari tadi.

“Aku tahu”.

Presdir Choi mengangkat alisnya, tiba-tiba Siwon mendekatinya dan membisikinya sesuatu…, “…”.

Setelah itu Siwon kembali duduk ketempatnya sambil senyum-senyum tak jelas.

Kini presdir Choi mengerlingkan dahinya, “Kau serius?”.

“Mana mungkin aku tak serius”.

“Akan ku pertimbangkan dulu”.

“Ya Tuhan, Samchon~… mengatakan ‘Ya’ saja susah sekali”, runtuk Siwon kesal.

“Mana boleh aku langsung mengiyakan permintaanmu sementara aku sendiri belum tahu bagaimana kinerjanya”.

Siwon terdiam, merasa kalah sekarang. Well, tinggal menunggu keputusannya saja.

“Wonnie”

Siwon mengangkat kepalanya memandang pamannya yang terlihat serius sekarang.

“Kau sudah tahu soal ayahmu?”, tanya Presdir Choi Kihan dengan nada yang terlihat tak enak untuk menanyakannya.

Siwon terdiam kaku saat itu juga, ia menundukkan kepalanya dalam-dalam. Beberapa detik kemudian ia menghela nafas sambil menatap pamannya kembali. “Yah..”, jawabnya yang terdengar seperti desahan.

“Kapan kau akan pergi menjenguknya? Bukankah kau juga sudah sangat merindukannya?”.

“Umm.. Kihan Samchon, sepertinya aku harus kembali bekerja sekarang”, tanpa persetujuan dan Presdir Kihan, Siwon segera melangkahkan kakinya keluar dari ruangan besar itu.

Sementara Presdir Kihan hanya menatap kepergian Siwon dengan nanar.

***

Siwon menutup pintu ruangan Presdir, tak sadar bahwa kini matanya sudah memerah seperti tengah menahan cairan yang sebentar lagi akan segera tumpah. Sampai saat ia membalikkan tubuhnya tiba-tiba ia bertubrukkan dengan seseorang.

“HHH.. “, pekik orang tersebut yang sudah bisa dipastikan itu adalah suara wanita.

Sedaritadi Siwon menundukkan kepala, matanya ia arahkan keatas untuk mencari tahu siapa orang tersebut. Sampai akhirnya Siwon berteriak sambil menutupi mata dengan tangannya.

“Oh Tuhan, matakuuu…”.

Wanita itu panik, “Siwon-ssi, gwaenchana? Kenapa matamu sakit? Siwon-ssi..”.

“Ada serangga masuk”.

“Serangga? Oh ya ampun sini aku lihat!”, Yoona, dia melihat mata Siwon yang sudah merah disana. Ia meringis ngeri, pasti sakit sekali rasanya. Perlahan-lahan Yoona meniup-niup mata Siwon dengan lembut. Siwon yang masih diam mematung disana cukup kaget dengan apa yang dilakukan Yoona sekarang. Tapi ia cukup menikmati. Buktinya ia terlihat sangat anteng melihat bibir merah Yoona -_-

“Sudah baikkan?”.

Siwon menggosok-gosokkan matanya dengan tangan sekali lagi, lalu menggidikkan kepalanya sambil mengerjap-ngerjapkan mata. “Entahlah, sekarang kenapa jadi kepalaku yang terasa sakit?”.

Yoona menatap dengan aneh, merasa sadar bahwa pria ini tengah mengerjainya. “Kepalamu sakit? Bagaimana jika ku bantu untuk menyembuhkannya?”, tawar Yoona kali ini sambil memegangi kepala Siwon.

Siwon mengerutkan dahi, “Apa yang akan kau lakukan?”.

“Tadi kutiup matamu kau jadi sembuh, sekarang kepala mu sakit aku akan mencoba membentur-benturkan kepalamu ke tembok agar sembuh juga”.

Siwon membulatkan mata sambil melangkah mundur tiga langkah. “Kau ingin membunuhku?”.

“YA!”, jawab Yoona dengan lantang sambil berjalan mendahuluinya.

Siwon terkekeh sambil berkacak pinggang.

Sepanjang waktu Siwon terus mengganggu Yoona saat ia tengah merancang busana, menyiapkan bahan, sampai makan siang. Yang diikuti sangat merasa gerah, Siwon benar-benar menjengkelkan. Tadi pagi ia berlaku sangat dingin dan galak terhadapnya, namun sekarang kembali lagi ke sikap aslinya.

Saat Yoona tengah mengunggunting-gunting kain untuk ia jahit misalnya, tiba-tiba Siwon datang langsung menyergap tubuhnya dari belakang. Ia memegang tangan Yoona yang tengah menggunting itu.

“Apa yang kau lakukan?”, segera Yoona menghentikan aktifitasnya sambil menggerak-gerakkan tubuhnya agar Siwon menjauh darinya.

“Aku hanya ingin membantumu. Bagaimana jika kau menggunting bahannya salah”, jawab Siwon beralasan.

“Dengan adanya kau didekatku malah akan membuat semuanya menjadi semakin buruk, kau tahu!”.

Yoona benar-benar kesal, hasilnya ia malas untuk melanjutkan pekerjaannya tadi dan pindah untuk mengerjakan yang lain.

“Im Yoona, kenapa kau selalu menjauhiku?”, tanya Siwon masih diam ditempatnya.

“Karna kau memang harus dijauhi”, jawab Yoona sambil mempoutkan bibirnya yang sudah berada di mejanya sekarang.

Siwon tersenyum, lama-lama ia tertunduk dan senyumannya semakin pudar. Ia menghela nafas panjang sambil mengambil ponsel dari saku celananya.

To: Soohyun

kita pergi ke club ya, aku pergi duluan kesana. Kutunggu

Siwon baru saja mengirimi Soohyun pesan. Ya, hanya Soohyun, karna ia tahu Kimbum hari ini pasti sedang lembur kerja.

Sedetik kemudian nada tanda pesan masuk berbunyi, bisa Siwon pastikan itu balasan dari Soohyun.

From: Soohyun

Malam ini? Tidak bisa, sekarang sedang mengantarkan ibuku ke Busan.

Teman-temannya tak bisa menemani, akhirnya Siwon memutuskan untuk pergi ke club sendirian. Ia minum minuman beralkohol banyak sekali. Hasilnya ia mabuk berat disana. Ia seperti sedang menopang banyak masalah sekarang. Namun itulah Choi Siwon, tak pernah menunjukkan beban berat yang ia punya pada semua orang dan terus dipendamnya, namun pasti akan melampiaskan pada sesuatu.

Ia terlihat seperti lelaki yang sangat santai akan hidup, bersenang-senang, tak pernah diluputi masalah, padahal sebenarnya tidak. Ia tidak seperti apa yang mereka katakan.

“Ibu, aku ingin mati. Bawa aku bersamamu…”, ucap Siwon diluar kesadarannya dan kemudian tertunduk tak berdaya di atas meja bar.

♥♥♥

Didalam kamar mandi Yoona tengah asyik menyikat gigi sambil berkaca di cermin. Disaat mulutnya kini sudah di penuhi busa tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu yang sangat keras diluar sana. Yoona menghentikan aktifitasnya sambil membulatkan mata, mendengarkan suara itu dalam-dalam. Ketukan yang sampai sekarang masih juga belum berhenti. Jika memang benar ada tamu yang datang pasti orang diluar sana akan menekan bel, bukan mengetuk-ngetuk seperti ingin melabrak seperti ini. Lama-lama Yoona semakin ketakutan, apa itu pencuri? Huhuuu… Eommaaaaa…, jeritnya dalam hati.

Buru-buru Yoona pun membersihkan mulutnya, berkumur-kumur dengan gerakan cepat setelah itu berlari kearah kamarnya.

Sampai Yoona sudah telengkup diatas tempat tidur sambil ditutupi oleh selimutpun suara ketukan itu terus saja berbunyi.

Jika diam terus menerus bagaimana kalau orang itu berhasil masuk dengan mendobrak pintu. Tak ada cara lain, dengan keberanian yang ia kumpulkan mati-matian Yoona bersama tongkat golf nya berjalan kearah pintu sambil memasang gaya waspada. Maka jika pencuri itu akan menangkapnya Yoona sudah bersiap siaga untuk memukul pencuri itu tanpa ampun.

Sebelum membuka pintu Yoona melihat dulu kearah layar yang memperlihatkan keadaan diluar. Namun ia malah jadi kebingungan sendiri sehabis melihatnya, tak ada siapa-siapa disana. Apa pencuri itu sudah pergi?

Sekali lagi Yoona memberanikan diri untuk membuka pintu.

Dan betapa kagetnya ia setelah mendapati Siwon yang sudah tertidur didepan pintunya. Kenapa bisa dia ada disini?

Eo tunggu, dia tidur atau pingsan? Atau jangan-jangan mati? O.O

Yoona memapah tubuh Siwon kekamarnya, sampai disana Yoona langsung melemparkan tubuh Siwon ketempat tidur.

“Omonaaa, apa badan dia terbuat dari besi? Berat sekali”, pekik Yoona memukul-mukul pundaknya yang mulai terasa sakit.

Setelah itu ia membantu melepaskan sepatu dan jacket Siwon. Kini Siwon hanya memakai kaos oblong berwarna hitam dan celana jeans panjangnya. Beberapa kali Yoona memeriksa denyut nadi Siwon, memastikan bahwa Siwon memang masih hidup. Lalu sebelum benar-benar meninggalkannya Yoona memeriksa hidung Siwon.

“Ugh! Alkohol, pasti habis mabuk”, Yoona mengibas-ngibaskan tangan didepan wajahnya.

Kemudian Yoona memandangi wajah damai Siwon saat tertidur. Sungguh, ia jauh terlihat lebih tampan jika seperti ini.

Namun tiba-tiba saja lampu di kamar Siwon padam sendiri, beberapa detik kemudian menyala kembali. hal itu terus saja berulang-ulang, Yoona terlonjak kaget. Ada apa ini?

Lututnya terasa lemas sekarang, membuat Yoona kesulitan untuk berlari. Ia berjalan mundur perlahan, saat matanya mendapati sesuatu berwarna putih menyeramkan, Yoona berteriak… “HANTuuu…hhh..”.

♥♥♥

Pagi itu Yoona masih tertidur begitu nyenyak, namun posisinya terlihat sangat tak beraturan, seharusnya kepalanya berada dekat kepala tempat tidur, tapi yang ada posisinya terbalik sekarang. Yang membuat aneh adalah seperti ada sesuatu yang terlingkar dikakinya. Ia juga merasa seperti tak menginjak di kasur empuknya, yang terasa mengapa… ada sesuatu yang janggal sepertinya.

Perlahan Yoona menggerak-gerakkan kakinya, ini sangat aneh, SUNGGUH!

Yoona mengernyitkan dahi masih dalam keadaan mata tertutup. Sedikit demi sedikit ia mulai membukanya. Dan begitu kagetnya ia saat mendapati Siwon tengah tertidur didekatnya sambil ‘BERTELANJANG DADA?’!!! saat itu Siwon barusaja mengganti posisi tidurnya menjadi menyamping.

Seketika mata Yoona membulat sempurna, ia bangkit dari tidurnya. “CHOI SIWON!! KAU SUDAH BERBUAT APA PADAKUUUUU??”, mendengar teriakan melengking Yoona barusan, Siwon pun terjaga.

Matanya terbuka perlahan, namun sinar pagi yang langsung menyambut matanya membuat pandangannya belum bisa melihat dengan jelas. “Ada apa.. aku masih mengantuk”, ujarnya dengan suara parau dan kembali melanjutkan tidur sambil menelengkup.

Yoona semakin dibuat kesal, tanpa ragu ia duduk diatas punggung Siwon sambil menjambak rambutnya. “katakan padaku apa yang terjadi semalaaaaammm?? Dan apa yang telah kau perbuat!!”.

Snapshot - 332-vert

“Aw..aw… appoyaaa!! Apa yang kau lakukan? Sakit sekaliiiiii…”, ringik Siwon menjerit tak berdaya.

“Cepat jelaskan, kenapa kau bisa ada dikamarku?”, ucap Yoona semakin memperkuat tarikan tangannya.

Siwon semakin kesakitan dibawah sana[?], “Ya!ya! lepaskan dulu”, dengan sekuat tenaga Siwon mencoba bangkit. Ia pun berhasil, membuat Yoona yang tengah duduk dipunggungnya menjadi terhempas ke ranjang. “ADA APA? KENAPA KAU TIBA-TIBA MENINDIH DAN MENJAMBAK RAMBUTKU?”, teriak Siwon. Sebenarnya kepalanya masih pusing, makanya jadi uring-uringan seperti ini.

“SEHARUSNYA AKU YANG BERTANYA, KENAPA KAU ADA DIKAMARKU??”, balas Yoona.

“Kamarmu? Hey, kau tak lihat sudah jelas-jelas ini kamarku. Kenapa kau ada disini hah?”, Siwon terlihat frustasi. Ia menggaruk-garukkan kepalanya dengan mata bengkak.

Yoona memutarkan pandangannya. Yang dikatakan Siwon memang benar ini bukan kamarnya. Bodoh, sedaritadi ia tak menyadari hal satu ini.

“Sekarang cepat jelaskan semuanya padaku”, ucap Siwon memulai.

Mereka kini tengah duduk di sofa panjang yang sama. Siwon berada di sisi paling kanan sedangkan Yoona berada disisi satunya.

Yoona menunduk sambil memainkan jari-jari tangannya. “Umm… Semalam kau mengetuk-ngetuk pintu apartementku. Kukira pencuri, tapi setelah kulihat ternyata orangnya KAU! Disana kau sudah dalam keadaan tak sadarkan diri, aku berbaik hati membawamu kekamarmu. Dan setelah itu…”, Yoona menghentikan ucapannya dahulu mencoba mengingat-ngingat kembali. “Ah ya… tiba-tiba lampu kamarmu padam sendiri, kemudian menyala lagi, hal itu terjadi berulang kali. Aku berteriak kaget, setelah itu tiba-tiba aku melihat sebuah benda putih menyeramkan… mirip hantu yang kulihat di film-film, dan setelah itu aku tak ingat apapun lagi”, Yoona menenggelamkan wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Ia jadi merinding sendiri mengingat kejadian semalam.

Siwon memperhatikan dengan tatapan aneh, mana ada hantu dirumahnya? Apa jangan-jangan wanita ini sedang mengarang cerita.

Seakan tahu pikiran Siwon, Yoona kembali berteriak, “WAE? Kau tak percaya? Terserah kau saja yang terpenting aku sudah mengatakan yang sejujurnya. Tapi tunggu, walaupun aku pelupa tapi aku masih ingat jelas hal ini, kenapa disaat aku terbangun kau sudah tak memakai pakaian.. maksudku kau bertelanjang dada…. Ah apa itu, aku geli mengatakannya”.

“Kau bilang semalam aku sudah tak sadarkan diri, jadi mana mungkin aku yang membuka pakaianku sendiri. jangan-jangan…”, Siwon memberikan tatapan membunuh pada Yoona.

Yoona jelas tak menerima tuduhan Siwon, “Kau ingin mengatakan aku yang melakukannya? Yang benar saja, walau bagaimana pun aku masih punya akal sehat. Lagipula untuk apa aku membuka bajumu, kau pikir aku wanita maniak? Tak ada kerjaan sekali”, Yoona melipat tangan didadanya sambil mengumpat tak jelas. “Choi Siwon, kau mengaku saja, sebenarnya semalam apa yang kau lakukan padaku? Kau tahu aku pingsan dikamarku kenapa tidak dibangunkan? Aku wanita suci (menyilang tangan sambil memasang wajah ketakutan) tubuhku belum disentuh oleh siapapun, dan kau malah berani-beraninya membuka bajumu didekatku? Oh tuhan, aku akan gila jika memikirkan ini…”.

“Yoona-ssi aku benar-benar….”, barusaja Siwon angkat bicara langsung di potong oleh Yoona.

“Mungkin bagimu ini sangat biasa, tapi tidak bagiku. Aku terlahir dari keluarga baik-baik, kau akan dituntut oleh keluarga ku jika tahu soal ini”.

“Ya!Ya! Kau harus dengarkan juga penjelasanku. Semalam aku mabuk, kau membawaku kekamarku, saat itu aku tak sadarkan diri bukan? dan sampai seterusnya aku tak tahu apa-apa, bahkan menyadari kau ada di kamarku pun tidak. Oh bukan, bukan hanya itu.. pakaianku yang terlepas saja aku tak ingat. Jika bukan kau orangnya lalu siapa? Yoona-ssi, kau mengaku saja aku tak akan marah”.

Yoona mendongak dengan wajah kagetnya, “Sudah kukatakan bukan aku yang melakukannya!”.

“Benar-benar penuh misteri, apa jangan-jangan hantu yang kau lihatlah yang melepas bajuku?”, tanya Siwon nampak serius sambil memegang dagunya. (ngelawak -_-)

Yoona menoleh, oh tolong jangan membicarakan tentang hantu lagi!

Beberapa detik kemudian Yoona segera berdiri, “Ini semua karena mu, jika saja semalam kau tak berada didepan pintu apartementku dalam keadaan sehabis mabuk seperti itu ini semua tak akan terjadi. BENAR-BENAR MENYUSAHKAN!”, Yoona menghentakkan kaki dan berjalan keluar dari apartement Siwon.

Setelah memastikan bahwa Yoona sudah benar-benar meninggalkan apartementnya Siwon tertawa sampai tertidur disofa, sedari tadi ia menahan-nahan untuk tertawa akhirnya pecah juga sekarang. Satu hal lagi yang baru Siwon sadari, ternyata Yoona memang benar-benar wanita yang sangat polos dan penakut xD.

Ia berjalan kearah kamarnya. Dilihatnya topeng hantu berwarna putih yang tertempel di tembok, ia yakini pasti ini yang Yoona maksud ‘hantu’ yang ia lihat semalam.

Untuk masalah baju, Siwon memang mempunyai kebiasaan hanya memakai ‘boxer’ saja saat tidur, makanya mungkin tanpa sadar ia yang melepas pakaiannya sendiri tadi malam. Haha, 2-0.

Tapi tunggu, tadi Yoona mengatakan bahwa semalam lampu kamarnya juga menyala dan redup sendiri. Siwon memeriksanya, ia menyalakan sklar. Namun lampu tak juga mengeluarkan cahaya. Ia coba sekali lagi, namun tetap sama.

Siwon mengambil kesimpulan bahwa lampu nya memang sudah lama tak diganti makanya seperti itu. Lagi-lagi Siwon tertawa, tak terbayangkan bagaimana ekspresi Yoona saat ketakutan.

“Egh tunggu, apartementku pasti kan terkunci, kenapa bisa dia masuk? Setahuku selain Soohyun dan Kimbum tak ada yang tahu lagi kode pintu apatementku”.

Yoona keluar dari apartement Siwon dengan wajah murka [?], tahu begini lebih baik semalam Yoona tak usah membantu Siwon dan membiarkannya di luar sampai pagi. “Iiihh bodoh, kenapa lagi kau bisa tidur dikamarnya!”, Yoona mengacak-acak rambutnya frustasi.

Tak lama ia berpapasan dengan seorang pria. Yoona terdiam, begitupun pria yang ada didepannya. Saling memperhatikan satu sama lain. sampai akhirnya.

“Im Yoona?”.

“Kim Soohyun?”.

Teriak mereka bersamaan.

“Ini benar kau Yoona?”, tanya Soohyun masih tak percaya. Sama hal nya dengan Yoona, ia mengangguk-anggukan kepalanya. Soohyun tersenyum, terlihat sangat senang bisa bertemu dengan teman lamanya itu. Namun tiba-tiba ia merasa aneh sendiri melihat Yoona yang baru saja keluar dari apartement sahabatnya dengan penampilan yang sedikit…. Berantakan?

Merasa mulai diperhatikan Yoona pun jadi risih, “Euh.. Soohyun-ah, aku buru-buru harus pergi. nanti kita bertemu lagi”. Yoona berlari secepat mungkin ke arah pintu apartementnya.

“Oh Yoon, chakkam..”, Soohyun mencoba untuk menghentikan Yoona, namun Yoona sudah terlanjur masuk kedalam apartementnya sekarang.

Soohyun menghela nafas, padahal ia hanya ingin meminta number ponsel Yoona saja.

Soohyun yang baru saja melangkah masuk kedalam apartement Siwon langsung disambut oleh sang pemilik rumah, “Eo? Tumben sekali datang sepagi ini?”.

“Aku tahu hari ini kau tak ada jadwal pemotretan, makanya aku kesini untuk menumpang makan”, jawabnya seraya mengganti sepatunya dengan sandal rumah.

“Ish bocah ini”, runtuk Siwon berjalan kearah ruang tengah untuk menonton televisi.

Sementara Soohyun langsung nyelonong saja masuk kearah dapur untuk memburu makanan.

“Hari ini kau tak kuliah?”, tanya Siwon setengah berteriak.

Ya, diantara Siwon, Soohyun, dan Kimbum memang tersisalah Soohyun yang masih menyandang status mahasiswa. Kini ia tengah menjalani S2 jurusan Hukum di Inha University.

“Aku masuk siang nanti”, jawab Soohyun yang sekarang sudah tiba di ruang tengah sambil membawa semangkuk nasi beserta lauknya. Kemudian ia mengambil tempat duduk tepat disebelah Siwon yang masih anteng menonton TV sambil menopang kepalanya kelengan kursi.

“Won-ah, kau kenal wanita bernama….”, ucapan Soohyun terpotong saat ponselnya tiba-tiba berbunyi. Ia merogoh celananya dan mengambil benda berbentuk persegi panjang berwarna hitam itu.

Wajahnya berubah lemas saat tahu siapa yang meneleponnya. Dengan satu hentakan ia me-reject panggilan itu.

“Kenapa tak diangkat?”, tanya Siwon heran.

“Suji benar-benar seorang pengganggu”, jawab Soohyun sambil mulai menyantap makanan.

“Haha… jangan seperti itu, kau terlalu cuek saja padanya. Berilah perhatian sedikit, lagipula dia tidak terlalu buruk. Gadis yang sangat yeppo, bukan?”, tawa Siwon pecah. Ia paling senang menggoda sahabatnya satu ini.

“Dia terlalu kecil untukku. Aku benar-benar harus segera mendapat kekasih agar Suji tidak terus menerus menggangguku”.

“Seharusnya kau bersyukur, ternyata masih ada wanita yang mau mengejarmu”.

“Apa maksudmu?”, tanya Soohyun tak terima. Yang dimarahi malah tertawa dengan wajah tanpa dosa. Soohyun merasa semakin gerah, ia menyimpan sumpit dan mangkuk yang ia pegang keatas meja dan memasang wajah serius kali ini. “Siwon-ah, aku tahu kau mempunyai banyak kenalan wanita, cepat carikan pacar untukku”.

Siwon yang saat itu tengah menyesap kopi nya langsung tersedak kaget, ia terbatuk-batuk sambil memegangi dadanya. “Mwo? Aku tak salah dengar?”.

“Tertawakan saja aku. Tapi masa bodohlah, aku benar-benar sudah muak dengan kelakukannya. Beberapa waktu lalu saja contohnya, saat aku tengah mengajak makan teman kampusku dengan sangat sialnya aku bertemu Suji. Ketika datang ia langsung marah-marah, belum jadi miliknya saja dia sudah sangat protektif terhadapku, bagaimana jika aku menjadi pacarnya”, cerocos Soohyun panjang lebar. “Hhh kenapa Kimbum harus mempunyai adik seperti dia”.

Siwon menatap Soohyun tak percaya, jadi sekarang ia akan benar-benar bangkit. Hahaha…

“Umm.. okeoke.. aku mengerti maksudmu”, ucap Siwon mengangguk-anggukan kepalanya sambil melipat tangan di dada.

“This’s my bestfriend… haha”, Soohyun memeluk Siwon tiba-tiba.

“Tak usah memelukku!”, gertak Siwon menggidikkan tubuh kekarnya.

Soohyun tertawa, lalu ia kembali menyantap makanannya, beberapa detik kemudian ia terhenti kembali menghadap Siwon. “Oh ya, kau mengenal wanita bernama Yoona yang tinggal di sebelah?”.

Pertanyaan Soohyun barusan sukses membuat alis Siwon terangkat heran, “Tentu saja, tunggu kenapa kau tahu namanya?”, tanya baliknya dengan nyolot.

“Jinjja? Sejak kapan dia pindah?”.

“Yak, aku bertanya memangnya ada apa? Kenapa bisa kau mengenalnya?”.

Yang ditanya malah senyum-senyum sendiri, dengan cepat Siwon menepuk paha Soohyun cukup keras. “Waegeurae??”.

“He.. dia teman lamaku”.

Siwon membisu kaget tak percaya. Apa ini semua kebetulan? Oh jeongmal.

“Won-ah, sepertinya aku akan mendekatinya saja. Bagaimana?”.

“ANDWE!”, Siwon berteriak benar-benar refleks. Soohyun menatapnya bingung.

“WAEYO?”.

“Karna.. karna dia… dia sudah mempunyai kekasih. Setiap malam kekasihnya selalu datang mengunjunginya”, ucap Siwon asal jawab. Untuk menyembunyikan kegugupannya ia meneguk kopi nya lagi.

Soohyun nampak berpikir, “Benarkah?”, ia menggaruk-garuk kepalanya. “Hhh kurang beruntung”.

Didalam hati Siwon bernafas lega.

♥♥♥

Lee Minho nampak tengah berjalan dengan gagahnya menyusuri lorong-lorong gedung yang sepi. tepat didepan pintu bernomor 705 ia berdiri. Tangannya terangkat untuk menekan bel.

Hampir 30 detik ia menunggu, akhirnya sang pemilik membukakan pintu.

“Minho Oppa”, ucap Yoona terihat kaget.

Minho hanya tersenyum. “Annyeong”.

“De, deuro osipsiyo, Oppa”, ucap Yoona mempersilahkan Minho untuk masuk.

Mereka berjalan beriringan menuju ruang tamu.

“Ada apa datang kesini?”.

“Kau lupa dengan ajakanku sepertinya”.

Yoona menggigit bawah bibirnya bingung.

“Makan malam bersama keluargaku? Kau tak ingat?”.

“Omo.. aku benar-benar lupa”, jawab Yoona dengan wajah menyesal. “Aku bahkan belum ada persiapan apapun. Makan malam nya pukul berapa Oppa?”.

Minho menoleh pada jam di tangannya. “Um.. satu jam lagi”.

“Eomma, Minho Oppa dimana? Daritadi aku tak melihatnya”, ucap Soeun menghampiri ibunya yang tengah memasak di temani oleh pembantu rumah mereka.

“Dia menjemput seseorang untuk diajak makan malam bersama kita”, jawab nyonya Lee tetap bergelut dengan memasaknya.

“Jinjja?”, Soeun berajalan semakin mendekat yang sekarang sudah berdiri tepat disamping ibunya. “Seorang wanita?”.

“Sepertinya iya”.

“YEOJACHINGU?”, pekik Soeun sekali lagi sambil membulatkan mata.

Nyonya Lee mengarahkan pandangan pada Soeun. “Anak ini, kenapa kelihatan kaget sekali”.

“Eomma, Oppa mempunyai kekasih itu sangat luar biasa”.

“Eunnie terlalu berlebihan. sangat wajar untuk Kakakmu mempunyai kekasih”, jawab nonya Lee santai sambil menata makanan keatas meja makan.

Soeun senyum-senyum sendiri mendengarnya, ia berbalik sambil menggenggam ponsel berwarna pink nya lalu berjalan meninggalkan dapur. “Omonaaa, Kimbum Oppa kenapa belum datang ya?”, Soeun tertawa sambil menjerit sendiri. nyonya Lee hanya geleng-geleng melihat tingkah putri bungsunya itu.

Dimeja makan dengan 7 kursi itu kini sudah terisi oleh Nyonya dan Tuan Lee, Kimbum beserta Soeun.

“Minho kenapa belum datang juga”, ucap Nyonya Lee mulai khawatir. “Eunnie sudah menelpon kakakmu?”.

Soeun hanya mengangguk sambil menggigit sumpit.

“Sudahlah nanti dia juga datang. Ayo Kimbum-ya, kau ambil lauknya”, ujar Tuan Lee mempersilahkan dengan ramah.

Tak beberapa lama terdengar suara langkah kaki, “Aku pulang”.

Pandangan keempat orang yang tengah menyantap hidangan makan mereka pun kompak teralihkan pada sang pemulik suara.

Disaat itu juga mata Soeun membulat sempurna terlihat shock. “YOONG-AH??”.

Yoona tersenyum gugup, sahabatnya benar-benar berlebihan membuatnya semakin risih saja. “Annyeonghaseyo”, ucap Yoona membungkukkan kepalanyan memberi salam kepala Tuan dan Nyonya Lee.

“Kalian sudah tiba, ayo cepat duduk”, ucap Nyonya Lee.

Minho menoleh dahulu kearah Yoona, kemudian ia menarik tangannya mendekat kearah meja makan. Minho tak langsung duduk, ia menarik kursi dahulu untuk Yoona kemudian disusul untuk dirinya sendiri tepat disebelahnya.

Soeun tak membuka mulut sama sekali, sungguh ia benar-benar tak menyangka minho akan membawa Yoona.

♥♥♥

 198010077le

Siwon terdiam, kini ia tengah berhadapan dengan dua pintu besar bercat putih. Terlihat ragu-ragu untuk membukanya. Perlahan tangannya memegang gagang pintu. Sekali lagi ia terdiam kembali. Siwon memejamkan matanya, kemudian menghela nafas. Seperti ada kekuatan baru ia berhasil membuka pintu.

Ruangan besar itu terbuka, peralatan medis nampak jelas disana. Aroma obat-obatan tercium sangat tajam.

Ia mulai melangkah demi langkah semakin memasuki ruangan itu.

Jantungnya berdetak tak karuan saat melihat orang yang amat ia sayangi kini tengah tertidur tak berdaya diatas tempat tidur berukuran sedang itu.

Disamping pria sekitar berumur 60 tahun itu terdapat sebuah mesin yang mengeluarkan suara  ‘bip..bip..bip..’ secara konstan dan terus menerus. Garis hijau pada layarnya melonjak-lonjak setiap detik, menunjukkan orang itu masih hidup. Ada selang yang menghubungkan pergelangan tangannya dengan sebuah kantong cairan bening yang digantung pada tiang besi di samping tempat tidurnya.

Sang ayah―yang kini tengah koma akibat penyakit infeksi dan jantung koroner yang sudah diidapnya selama bertahun-tahun lamanya yang kapan saja bisa membunuhnya. Mata Siwon tak teralihkan sedikitpun dari sang ayah, ia benar-benar merindukan orang yang berada dihadapannya sekarang.

198010062l

Tangannya tergerak perlahan, agak bergetar. Iya tak kuasa menyaksikan keadaan ayahnya yang terlihat semakin parah sekarang. Dirapikannya rambut sang ayah tercinta, dielus-elusnya dengan lembut. Dada Siwon terasa sesak, matanya mulai berkaca-kaca. Haruskan ia terlihat lemah didepan ayahnya.

Siwon berdiri lalu berjalan kearah meja yang berada di sisi ruangan dekat jendela. Mengambil handuk tangan beserta mangkuk almunium berukuran sedang dan membawanya kembali mendekat kearah sang ayah.

Dengan berhati-hati Siwon mulai membasahi handuk tangan itu, ia peras sedikit kemudian mulai ia pakai untuk membersihkan wajah lusuh sang ayah. Tubuhnya semakin kurus, keriput makin nampak jelas diwajahnya.

Beberapa kali Siwon menghela nafasnya dalam, ia tak tega melihat keadaan Appanya sekarang.

Setelah itu Siwon lanjut membersihkan tangannya. Tangan yang sangat kaku dan dingin itu. Siwon menunduk kemudian, meraih tangan lemas itu dan menciumnya lembut.

‘Aku sangat mencintaimu Appa, lekaslah sembuh’, ucapnya dalam hati.

Tak lama seseorang membuka pintu, Siwon menoleh keawang pintu. Terlihat sang paman yang juga mulai melangkah masuk kedalam. Kini mereka berdua sama-sama menatap orang yang amat merasa sayangi.

198010061l

“Besok ia akan menjalani operasi lagi”, ucap Choi Kihan.

Siwon hanya terdiam, ini lah yang selalu ia takutkan. Takut saat sang Ayah menjalani proses operasi, Siwon malah akan kehilangan Ayah nya untuk selama-lamanya.

“Lihatlah, wajahnya sedikit cerah. Ia pasti senang kau datang berkunjung”, ujar Kihan kembali sambil tersenyum dan menepuk pundak Siwon memberi semangat.

“Samchon”, panggil Siwon berbalik kearah pamannya. “Aku pulang dulu”.

Kihan mengangguk sambil menghela nafas, “Yah, hati-hati dijalan”.

Siwon hanya mengangguk pelan lalu berjalan keluar melewati pintu.

♥♥♥

“Yoong, sepertinya kau mulai dekat dengan Oppa (Minho)”, bisik Soeun saat keduanya tengah mencuci piring besama.

“ya tentu, dia adalah kakakmu”, jawab Yoona dengan datar.

Soeun mempoutkan bibir, “Maksudku lebih dari itu. Hubungan antara wanita dengan  laki-laki. Kau mengerti maksudku kan?”.

Yoona bengong mendengar penuturan sahabatnya barusan, ia menoleh pada Soeun dengan heran. “Kadang-kadang otakmu itu terganggu ya? Berbicaranya ngawur terus”, Yoona kembali bergelut membersihkan piring-piring kotor.

“Kau yang kelainan dan tidak peka”, ketus Soeun membuat Yoona menatapnya karena merasa tak terima. “Apa? Kau Im Yoona bodoh, apa tak merasa aneh sedikitpun dengan perlakuan Oppa ku padamu?”.

Yoona terdiam, dia benar-benar tak mengerti dengan maksud Soeun. Apa memang benar ada gangguan pada otaknya ya? -_-

“Oppa mengajakmu datang ke acara makan malam keluarga kami, kau diajak makan malam… kedalam acara keluarga… Sudah sangat jelas ia ingin membuatmu semakin dekat dengan keluarga kami. Ia mengenalkan calon menantu pada orangtua kami”, ucap Soeun begitu semangat menjelaskan.

Yoona menyipitkan mata, sepertinya kali ini sahabatnya lah yang terlihat bodoh. “Apa yang kau katakan? Aku datang kesini bukan sebagai calon menantu atas orangtuamu, tapi sebagai sahabatmu dan bawahan kakakmu. Manabisa kau mengatakan aku dan Minho Oppa…?? Oh ya ampun, sepertinya itu hanya ada dalam khayalanku saja. Dia pria yang sangat tampan, baik, dan sangat sempurna. Aku yakin diluar sana banyak yang mengejarnya. Dan Lee Soeun dengarkan aku, Minho Oppa tak mungkin mengajakku jika bukan kau yang memintanya”.

“Aku? Memintanya? Im Yoona bahkan aku tak tahu sama sekali kau akan datang”.

“Sudahlah Soeun, bercandamu tidak lucu”.

“Aku tidak bercanda, apa kau masih meragukanku dan tak melihat bagaimana kagetnya aku saat melihatmu tadi?”.

Yoona terdiam, ia sama sekali tak melihat kebohongan dari wajah Soeun. “Lee Soeun, kau tahu beberapa waktu lalu Minho Oppa berkata padaku bahwa keluargamu akan mengadakan makan malam dan kau memintaku untuk ikut. Ingatanku masih jelas, aku yakin benar itulah yang Minho Oppa katakan padaku”.

“Itu artinya Minho Oppa berbohong demi dirimu, ia hanya memperalatku. Sebenarnya ia sendiri yang ingin kau ada disini”.

Yoona mengempalkan tangannya, wajahnya berubah merah padam sekarang. “Soeunnie.. aku malu sekali”, ucapnya dengan datar.

Soeun tertawa, “Yoong, Oppa ku menyukaimu. Akhirnya dia jatuh cinta”.

“Oh tuhan ini gila, aku disukai oleh orang sekeren dia”, kata-kata itu begitu saja keluar dari mulut Yoona tanpa sadarnya.

“Ish apa memang benar Oppa ku menyukaimu”, gerutu Soeun yang beralih menatap jijik. Yoona masih tak berdalih sedikitpun, ia cukup sibuk dengan pikirannya sendiri. sukses membuat Soeun terkekeh melihatnya. Hah.. lega sekali, akhirnya ia berhasil mencomblangkan kakak dan sahabatnya.

♥♥♥

Sepulang menjenguk ayahnya, Siwon langsung kembali ke apartementnya. Wajahnya terlihat lelah, kepalanya berdenyut dan hidungnya terasa pengap. Sepertinya gejala flu. Ia menghentikan mobilnya di parkiran gedung apartementnya, sebelum keluar dari mobil ia mengambil sebuah kantong plastik berwarna putih. Itu berisi obat yang ia beli di apotek saat perjalanan pulang tadi.

Siwon melangkah tanpa gairah, akhir-akhir ini ia memang kurang memperhatikan kesehatannya sendiri. sekujur tubuhnya benar-benar terasa lemas.

Setelah memasuki lift akhirnya kini ia sudah sampai di lantai 10. Langkah demi langkah mulai mengantarkannya menuju apartementnya. Namun langkahannya terhenti saat di lorong ujung sana terlihat seorang laki-laki dan perempuan seperti akan berciuman. Ia nampak kaget, jantungnya seperti akan berhenti berdetak.

Yoona dan Minho yang tengah berdiri didepan pintu apartement Yoona sedang berdiri saling berhadapan. Posisi Yoona membelakangi Siwon, sementara Minho sudah siap menutup matanya sambil memiringkan sedikit kepalanya, dan Siwon yakin benar apa yang akan terjadi setelah ini.

Snapshot - 63-vert

Kenapa Siwon nampak….. kecewa?

***To Be Countinued***

Chapter 3 nya gimana? (udah pasti jawabannya: telat banget update nya lo thor)

Mian ya.. saya anak kelas 12 yang sedang menghadapi U-EN pemirsah (jadi dunia perlu tau? -_-)

Yaudah deh maaf untuk keterlambatannya (maaf untuk kesekian kalinya).. jadi malu sendiri karna suka telat tiap updating.

Mohon maklumi :***

Oya, btw aku kok ga demen banget ya liat photo terakhir Siwon Oppa.. demi :’3 poor banget gitu.. sabar Oppa *pukpukkin*

Tuh kan hampir lupa, aku ga nambahin behind the scene nya :p hhe kasih video aja ya.. yang udah liat mending tonton lagi, biar dapet feel nya gitu saat baca chapter ini^^ (modus teman)

RCL wajib ya.. please semangatin aku menuju UN (apa hubungannya? -_-)

Pokoknya RCL diwajibkan, komentar IBL jauh lebih sedikit dibanding ELL dulu 😥 sedih deh bener, mungkin project FF ini kurang berhasil ya.. padahal aku udah mati2an sampe bikin FMV, tambah photo juga, dan segala macem.. tapi ya sudahlah.. toh aku seneng bikinnya 🙂

JANGAN COPAS, LIAT AJA KETAUAN SAYA GAK AKAN SEGAN UNTUK TUNTUN ANDA.. KURSI HIJAU JAMINANNYA.. INGAT (wajah horror)

See u :***

Tinggalkan komentar

216 Komentar

  1. paris

     /  Desember 2, 2015

    Ternyata Presdir Choi Kihan , itu paman nyaaa siwon oppa, aku ngga rela kalau yoona sama minho 😦
    Aku pengen yoona sama siwon

    Balas
  1. Kalau Punya Sifat “Terlalu Baik”, 17 Hal Ini Akan Kamu Rasakan. Jangan-Jangan, Selama Ini Kamu Nggak Sadar… | Berita Online
  2. Kalau Punya Sifat “Terlalu Baik”, 17 Hal Ini Akan Kamu Rasakan. Atau Selama Ini Kamu Nggak Sadar? - Avatar Nusantara Technologies
  3. Kalau Punya Sifat “Terlalu Baik”, 17 Hal Ini Akan Kamu Rasakan. Jangan-Jangan, Selama Ini Kamu Nggak Sadar… | Phantom Site
  4. Kalau Punya Sifat “Terlalu Baik”, 17 Hal Ini Akan Kamu Rasakan. Atau Selama Ini Kamu Nggak Sadar?

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: