[FF] The Right Woman For Me (Chapter 5)

[FF] The Right Woman For Me (Chapter 5)

Title : The Right Woman For Me

Type : Sequel

Author : Choi Hyun Mi/@Nita_Rahayu22

Main Cast :

•           Choi Siwon (Super Junior)

•           Im Yoon Ah (SNSD)

Other Cast :

•           Cho Kyuhyun (Super Junior)

•           Tiffany Hwang (SNSD)

•           Song Jieun (Secret)

•           Shin Min Ah/Choi Min Ah

Genre: Romance , Sad, Family

Rating : PG 15+

 

***

“Neol bomyeon, pyeonhae ireo mal, neon shilheo haetjiman”

“Aku merasa nyaman saat aku menatap mu, walaupun kamu tidak suka aku berkata seperti itu”

A-Day (LeeTeuk Part)

 

Siwon POV

Aku hanya bisa menatap nanar kepergiannya, sungguh sangat sakit dan begitu terasa sesak dada ini, dia menolak ku. Ku tatap terus punggungnya yang semakin menjauh dari pandangan ku, semakin jauh dan akhirnya tak terlihat. “Apakah setelah ini kau juga akan seperti ini, menjadi jauh dari ku” lirih ku pelan.

Ingin sekali aku mengejarnya tapi apa daya kaki ini terasa begitu berat untuk melangkah, aku juga ingin sekali memanggilnya agar jangan pergi meninggalkan ku tapi bibir ini rasanya juga sulit untuk melakukannya.

“Tuhan, inikah akhir dari segalanya”

End of Siwon POV

 

Author POV

Hari berganti hari, dan semenjak kejadian itu hubungan Siwon dan Yoona menjadi renggang. Mereka tak bertemu semenjak kejadian itu, meskipun setiap hari Yoona mengunjungi rumah keluarga Choi untuk memeriksa kondisi Ny Choi yang masih terbaring koma di tempat tidur.

Selama beberapa ini juga Siwon lebih suka menghabiskan waktunya dikantor, mengurus pekerjaannya yang memang benar-benar menumpuk yang semakin menyita waktunya.

Dentingan jarum jamterdengar di ruangan Siwon yang memang sepi karena hanya ada dirinya seorang, kini waktu sudah menunjukan pukul 21.30 KST tapi Siwon masih terlihat sibuk dengan berkas-berkasnya. Sesekali dia menghela nafas pertanda lelah sudah menyerang sekujur tubuhnya.

Siwon mengalihkan perhatiannya pada ketukan suara pintu yang langsung membuat konsentrasinya buyar sudah.

“Masuklah…” sahut Siwon dengan suara beratnya. Perlahan pintu pun terbuka.

Tiffany—dia yang mengetuk pintu langsung menampilkan senyumnya tak kala melihat namja yang disukainya itu.

“Fany, kau rupanya. Kau belum pulang?” tanya Siwon.

Tiffany tak menjawab tapi dia berjalan kearah meja kerja Siwon “Aku lembur, kau sendiri?”

“Aku juga lembur. Lihatlah, pekerjaan ku sangat banyak” Siwon menunjuk berkas-berkas yang menumpuk dengan sudut matanya.

“Oh yah pasti kau lelah, apa perlu kubantu” tawar Fany basa-basi.

“Gwaencanayo, aku tidak mau merepotkan mu” jawab Siwon lalu menunjukan senyumannya. Senyum yang langsung membuat jantung Tiffany berdetak sangat cepat.

“Oh Tuhan dia benar-benar tampan” batin Fany dalam hati.

Siwon bangkit dari duduknya lalu menyambar jasnya yang tergantung.

“Mau pulang bersama?” ajak Siwon. Fany langsung terlonjak kaget sekaligus senang mendapat ajakan itu, karena memang itulah tujuannya menghampiri Siwon yaitu ingin pulang bersama.

“Apa kau tidak keberatan?” ucap Fany pura-pura.

Siwon tersenyum “Tidak, ayo ini sudah malam, bukan kah kau tidak bawa mobil?”

“Arraseo, kalau begitu aku ambil tas dulu” jawab Fany tak dapat menyembunyikan kebahagiaannya.

“Aku tunggu di basment ya” balas Siwon lalu mengambil tas kerjanya dan sedetik kemudian keluar dari ruangannya.

Tiffany bersorak dalam hati, karena kali ini rencananya kembali berhasil.

“Perlahan tapi pasti Siwon sudah masuk kedalam perangkap ku”

__

Saat ini Siwon dan Fany berada di sebuah bar, mereka berada di ruangan khusus yang sudah dipesan.

“Kenapa kita harus kesini Fany?” tanya Siwon terlihat tak nyaman.

“Sekarang cuaca sedang dingin bukan, jadi apa salahnya kalau kita minum. Lagi pula sudah lama kita tidak minum bersama” jawab Tiffany. Siwon hanya meresponnya dengan anggukan.

Tak berapa lama seorang waiters wanita masuk keruangan tersebut lalu menyuguhkan 2 botol wine di atas meja.

“Terimakasih” ucap Fany pada pelayan tersebut.

“Kita bersulam Siwon” ajak Tiffany sembari memberikan gelas yang sudah di isi oleh wine. Tanpa ragu Siwon mengambilnya.

“Cress”

Siwon langsung meneguk winenya tanpa tersisa setetes pun, Tiffany yang melihatnya hanya bisa tersnyum tipis lalu dengan anggungnya dia juga ikut meminum winenya.

Siwon kembali mengisi gelasnya dan meminumnya lagi tanpa sisa. Entah sudah gelas keberapa, sehingga kini dia bersandar pada sandaran sofa, yah Siwon mabuk. Tiffany yang melihat Siwon sudah tak sadarkan diri langsung meletakan gelasnya di atas meja dan merubah posisi duduknya menjadi lebih dekat Siwon.

Kini Siwon sudah menutup matanya, dan itu membuat Tiffany semakin leluasa memandangi wajah tampan laki-laki bermarga Choi ini.

“Tampan…” kagum Tiffany dalam hati.

Kini tangan Fany bergerak meraba dada bidang Siwon, matanya tak lepas dari wajah Siwon yang kini berada dhadapannya.

“Choi Siwon….aku mencintai mu….” bisik Fany pelan.

“Aku…juga…mencintai mu…” balas Siwon dengan mata terpejam. Tapi setengah kesadarannya sudah melayang.

Mendengarnya Fany langsung mengembangkan senyum.

“Yoona…”

Deg…perlahan senyum manis yang semula terpacar dari wajah cantik Tiffany leyap karena mendengar nama Yoona yang terluncur dari bibir Siwon. Mendengar Siwon mengatakan itu, rasanya dia ingin berteriak meluapkan semua kekesalannya pada Siwon.

“Dalam keadaan mabuk pun kau masih menyebut namanya, apa kau tidak memikirkan perasaan ku” pekik Tiffany murka.

Tapi Siwon sama sekali tak meresponnya, kini Siwon sudah benar-benar tak sadarkan diri. Dan itu semakin membuat Tiffany geram di buatnya.

“Apa perlu aku menyingkirkan janda itu hah? Kenapa kau mencintai wanita seperti dia” pekik Tiffany prustasi, tapi apa daya Siwon sama sekali tak meresponnya.

Dret…dret…

Ponsel Siwon yang tergeletak diatas meja bergetar, menandakan satu pesan masuk. Tanpa basa-basi Tiffany langsung mengambil ponsel Siwon dan membuka isi pesannya.

Min Ah Noona: Siwon, cepat pulang antarkan Dokter Yoona.

“Jadi sekarang dia sedang ada di rumah Siwon” bisik Fany setelah membaca pesan yang ternyata dari kakak Siwon, Min Ah.

“Bagus, Yoona petarungan kita akan segera dimulai.

**

Yoona keluar dari kamar Ny Choi bersama dengan Min Ah.

“Ini sudah malam, apa perlu aku antar pulang Dokter?” tawar Min Ah tulus.

“Tidak usah Nona, sebaiknya Nona jaga Ny saja aku bisa pulang naik taxi” jawab Yoona diiringi dengan senyumnya.

Min Ah hanya meresponnya dengan senyuman dan anggukan kecil lalu keduanya berjalan beriringan menuruni satu persatu anak tangga. Min Ah dan Yoona terlihat sangat akrab, mereka bercakap-cakap layaknya teman dekat.

Brak…..

Mendengar suara pintu terbuka yang sedikit di paksakan Min Ah dan Yoona segera menoleh ke sumber suara. Keduanya tampak terkejut melihat keadaan Siwon yang datang bersama dengan seorang wanita.

“Siwon” bentak Min Ah.

Wanita yang datang bersama Siwon yang tak lain adalah Fany hanya menyunggingkan senyum di bibirnya.

“Eonni, Siwon mabuk…..” ucap Fany yang tampak kesusahan membopong tubuh Siwon.

Min Ah segera turun menuruni tangga “ Sini biar aku yang mengantar Siwon ke kamar” tanpa basa-basi Min Ah langsung mengambil alih Siwon yang tak berdaya itu.

“Eonni, aku bisa mengantar Siwon ke kamar” pinta Fany.

“Terima kasih, sudah mengantar adik ku pulang” tanpa pikir panjang Min Ah langsung memapah Siwon menuju kamarnya yang kebetulan berada di lantai 2, Min Ah melewati Yoona yang masih berdiam diri di tengah-tengah tangga, Yoona menatap punggung Siwon dengan tatapan bersalah.

Sementara Tiffany menatap tajam pada Yoona dengan pandangan tak suka lalu menghentakan kakinya kesal, “Awas kau Im Yoona” bisiknya penuh kebencian lalu pergi meninggalkan amarah yang masih terpendam.

**

Yoona merebahkan tubuhnya di samping malaikat kecilnya, tatapan matanya tertuju pada lampu kamarnya yang sengaja tak ia nyalakan. Lalu beralih menatap sang buah hati yang tertidur damai. “Yoon Mi-ahh, apa Eomma jahat jika Eomma jatuh cinta pada laki-laki selain ayah mu?” Yoona bicara pada anaknya itu seakan Yoon Mi bisa mendengar.

Yoona kembali diam menatap wajah polos bak malaikat sang buah hati tercinta, kembali pikirannya melayang pada Siwon, laki-laki yang beberapa hari tak bertemu dengannya namun kembali mereka bertemu dengan keadaan Siwon yang kacau.

**

Siwon menuruni tangga, kali ini dia sudah terlihat segar tak seperti semalam yang hilang kesadaran. Siwon menarik kursi meja makan lalu duduk di sana, dia meraih gelas yang sudah berisi ekspresso.

“Kenapa kau mabuk semalam?” tanya Min Ah mengintrogasi adiknya itu, Siwon mengerutkan keningnya heran seakan bertanya Siapa-yang-mabuk?

“Kau itu benar-benar keterlaluan sejak kapan kau menjadi seorang pemabuk?” tanya Min Ah lagi yang semakin membuat Siwon tak mengerti.

“Noona bicara apa?” tanya Siwon yang membuat Min Ah menghela nafas sesaat.

“Semalam kau mabuk berat, dan kau pulang malam diantar Tiffany, ada apa dengan mu sebenarnya?” kini Min Ah memperjelas maksud pembicaraannya. Siwon terdiam seperti sedang mengingat-ngingat kejadian tadi malam. Di mulai dia sibuk dengan berkas-berkas di kantor, Tiffany datang ke ruangannya, menunggu Tiffany di besament dan pergi ke bar bersama Tiffany dan…………..Siwon pun mengingat jika semalam dia minum wine dengan jumlah yang banyak. Siwon meletakan gelasnya lalu menghela nafas.

“Mianhae” ucap Siwon pendek namun terdengar menyesal.

“Kau tahu semalam aku menyuruh mu segera pulang, untuk mengantar Dokter Yoona, tapi kau malah mabuk”

Siwon kembali mengangkat kepalanya mendengar nama “Yoona”

“Mwo? Menyuruh ku pulang? Kapan?”

“Sudahlah kau jangan banyak berkilah, gara-gara kau semalam Dokter  Yoona harus pulang sendiri, ini….” Min Ah menyerahkan jaket berwarna biru tua pada Siwon.

“Jaket siapa itu?” Siwon memandang heran kakaknya.

“Itu jakat Dokter Yoona semalam ketinggalan, jadi bisa kau kembalikan padanya hari ini?” tutur Min Ah, mendengarnya Siwon menatap kakaknya bingung.

“Ini hari minggu, jadi kau tidak ada alasan lagi untuk keluar rumah. Cepat sana pergi” Min Ah berdiri dari duduknya lalu meninggalkan Siwon yang masih belum mengerti.

“Noona, harus kah aku yang mengantarnya?’ teriak Siwon pada kakaknya itu.

“Tentu saja ayo cepat pergi” jawab Min Ah dengan teriakan juga, Siwon menghela nafas kekecewaan lalu mengambil jaket itu.

“Baiklah, aku pergi” ujar Siwon pasrah.

**

Siwon telah sampai di apartement Yoona, tepatnya dilantai 9 bernomor 227. Namun dia masih diam seakan ada keraguan dalam dirinya untuk menekan bel, makannya sudah 15 menit berlalu tapi dia masih diam di depan pintu apartement Yoona. Beberapa saat kemudian, setelah mengumpulkan keberanian akhirnya Siwon mengangkat jari telunjuknya dan menekan tombol hijau di sebelah kiri pintu.

“Tuan Choi….” suara itu Siwon sangat mengenalnya, makannya dia tak berani untuk mengangkat kepalanya.

“Tuan Choi…………” panggilnya lagi untuk yang kedua kalinya, dengan enggan Siwon pun mengangkat kepalanya dan terdapatlah seorang wanita yang mengenakan pakaian rumah sedang menatapnya heran.

**

Yoona meletakan segelas teh hangat di meja lalu duduk berhadapan dengan Siwon, entah kenapa kini suasana canggung serta kaku kembali terasa diantara mereka. Padahal mereka tidak bertemu hanya beberapa hari saja. Tiba-tiba suara tangisan bayi membuat keduanya terlonjak kaget, suara yang bersumber di kamar itu pun membuat Yoona segera bergegas mangambil sang buah hati tercinta yang sepertinya sudah terbangun dari tidurnya. Yoona pergi meninggalkan Siwon yang menatap kepegiannya.

“Yoon Mi-ahh sudah jangan menangis, Eomma ada disini……jangan takut sayang” Yoona berusaha menenangkan putrinya itu yang terus menangis, namun apa daya Yoon Mi terus menangis. Siwon yang melihat Yoona tampak kesusahan segera bangkit dari duduknya lalu menghampiri Yoona yang masih berusaha menangkan putrinya itu.

“Yoona-ssi, Yoon Mi kenapa?” tanya Siwon sambil mengelus kepala Yoon Mi.

“Aku tidak tahu, tapi Yoon Mi tidak pernah seperti ini” Yoona terlihat cemas sambil terus berusaha menangkan Yoon Mi yang tidak henti-hentinya menangis.

“Yoon Mi-ahh sini sama ahjussi sayang” Siwon berkata lembut sambil mengusap kepala Yoon Mi, Yoona terkejut menatap Siwon tak percaya.

“Yoona-ssi sini biar aku yang menenangkannya” pinta Siwon, namun Yoona masih terlihat sangat terkejut dengan sikap Siwon seperti ini. Yoona pun menyerahkan putrinya itu pada Siwon meskipun masih ada sedikit keraguan didalam hatinya.

“Yoon Mi sayang, jangan menangis…..” Siwon mendekap Yoon Mi di dada bidangnya sambil sesekali melantunkan sebuah lagu pengantar tidur, tak lupa tangan kanan Siwon yang terus bergerak mengusap kepala Yoon Mi. Ajaib, Yoon Mi pun tak menangis lagi bahkan sekarang dia malah tidur pulas di bahu Siwon. Melihat pemandangan yang ada di depannya Yoona hampir menitikan air matanya, namun segera ia tahan.

“Siwon-ssibiar ku tidurkan Yoon Mi” Yoona berjalan menghampiri Siwon yang tengah asyik mendekap purtinya itu. Dengan berat hati Siwon pun harus menyerahkan kembali Yoon Mi pada ibunya.

“Terimakasih” hanya kata itu yang terlontar dari bibir Yoona, namun satu kata itu membuat Siwon menyunggingkan senyumannya.

Yoona kembali ke kamar untuk membaringkan Yoon Mi sementara Siwon kembali duduk di sofa. Tak berapa lama Yoona datang lagi, “Yoona-ssi ini jaket mu tadi malam ketinggalan di rumah ku” Siwon menyerakan sebuah paper bag yang berisikan jaket Yoona.

“Oh iya semalam aku lupa, terimakasihsudah mengantarkannya” Yoona mengambil paper bag tersebut lalu meletakannya di atas meja.

Selang beberapa detik deringan telpon terdengar, Yoona kembali beranjak dari duduknya dan berjalan menuju nakas tempat telpon berada. Yoona meraih gagang telpon lalu menempelkannya pada daun telingannya.

“Iya di sini dengan Dokter Im, ada yang bisa saya bantu..”

“………………..”

“Kecelakaan………”

“………………………..”

“Bagaimana keadaannya?”……….

 

Siwon mengerutkan dahinya melihat Yoona yang tampak panik…

 

“………………………………..”

“Sekarang?’’……………..

“……………………………”

“Baiklah aku ke rumah sakit sekarang”………………

Sambungan pun terputus Yoona menghela nafas sejenak setelah menutup telpon yang ternyata dari Suster Seohyun.

“Ada apa? Apa yang terjadi Dokter?’ tanya Siwon yang memang sudah kelewat penaran itu.

“Telepon dari rumah sakit, katanya ada pasien yang kecelakaan dan harus segera di tangani”

“Lalu bagaimana keadaannya?”

“Kritis, tapi Dokter yang bertugas hari ini tidak masuk jadi untuk sementara dia di tangani suster” Yoona duduk kembali di hadapan Siwon tapi dia seperti sedang memikirkan sesuatu.

“Pergilah” Yoona mengangkat kepalanya setelah Siwon mengatakan kalimat itu. Yoona menatap Siwon tak percaya seakan bertanya . Apa-Anda-Tidak-Keberatan.

Siwon tersenyum “Yoon Mi biar aku yang menjaganya, kau tidak usah khawatir lagi pula hari ini aku tidak ada kegiatan jadi serahkan saja pada ku” tutur Siwon seakan tahu kegundahan hati Yoona saat ini.

“Tapi itu merepotkan mu Siwon-ssi”

“Nyawa pasien sangat berharga, cepetlah pergi biar hari ini aku yang menjaga Yoon Mi, kau tenang saja Yoon Mi anak yang pintar dan juga baik, jadi dia akan baik-baik saja bersama ku” ucap Siwon meyakinkan Yoona.

“Terimakasih Siwon-ssi” Yoona merasa terharu dengan sikap Siwon dia tersenyum pada laki-laki yang kini juga sedang tersenyum kepadanya.

**

Setelah Yoona pergi, Siwon terlihat bingung harus melakukan apa. Suasana di apartement ini sangat sepi karena Yoon Mi masih terlelap tidur. Untuk membunuh waktu, Siwon memutuskan melihat-lihat keadaan apartement Yoona yang memang cukup luas ini. Siwon berjalan menelusuri setiap sudut ruangan sampai akhirnya pandangannya tertuju pada sebuah photo yang tergantung di dinding. Photo pernikahan Yoona dengan Lee Min Ho. Siwon menarik kedua sudut bibirnya, dia tersenyum melihat sepasang sejoli yang tengah tersenyum kearah kamera.

“Jadi ini suaminya” gumam Siwon.

Siwon terhanyut dalam lamunannya, sampai akhirnya suara tangisan bayi membuyarkan semuanya. Siwon kembai sadar lalu berjalan cepat menuju kamar Yoona.

Siwon mendapati Yoon Mi sudah bangun dari tidurnya, dia berjalan menghampiri balita itu. “Annyeong Yoon Mi, apa tidur mu nyenyak?” Siwon tersenyum pada balita manis ini.

“Apa kau lapar, ahjussi akan buatkan susu untuk mu. Kajja..” Siwon mengangkat tubuh mungil Yoon Mi lalu membawanya keluar kamar.

Setelah itu, Siwon menurunkan Yoon Mi di karpet yang berada di ruang tengah lalu dia berjalan kearah dapur untuk membuatkan susu. Ini sesuai perintah Yoona, jika Yoon Mi bangun Siwon harus membuatkan susu formula.

**

Malam telah datang, matahari kini telah digantikan oleh cahaya rembulan yang menghiasi langit malam kota Seoul. Waktu pun sudah menunjukan pukul 21.13 KST, tapi Yoona masih sibuk dengan peralatan operasi ditangannya. Berbeda dengan Siwon yang kini tengah berada diapartemantnya menjaga Yoon Mi dari tadi pagi hingga saat ini.

Siwon melihat arloji yang melingkar ditangan kirinya, lalu kembali dia alihkan pandangannya ke atas menatap langit-langit kamar Yoona yang redup. Meeting dengan investor dari China, meninjau lokasi proyek, pekerjaan untuk hari senin besok yang belum terselesaikan. Itulah yang Siwon pikirkan saat ini, pikirannya tertuju pada rentetan jadwal yang penuh untuk hari besok, biasanya jam segini dia sudah beristirahat untuk menyongsong hari senin yang sangat sibuk.

“Siwon-ssi” lamunannya buyar seketika saat mendengar suara itu, Siwon memalingkan kepalanya menatap Yoona yang tengah berdiri diambang pintu sambil membawa gelas yang sepertinya berisi teh panas. Siwon segera bangkit dari tidurnya lalu merubah posisinya menjadi duduk.

“Maaf aku tidur di ranjang mu” sesal Siwon. Mendengar nada bicara Siwon yang sedikit menyesal Yoona hanya bisa tersenyum. “Minumlah” Yoona menyerahkan gelas yang memang benar berisi teh hijau panas itu pada Siwon lalu duduk di sampingnya. Siwon mengambilnya lalu sedikit menyesapnya.

“Yoona-ssi kapan kau pulang?” tanya Siwon sambil meletakan gelasnya di atas nakas.

“Sekitar 30 menit yang lalu”

“Benarkah, tapi kenapa aku tidak tahu” heran Siwon.

“Oh tadi setelah pulang dari sini, aku keluar dan pergi ke minimarket untuk berbelanja isi kulkas yang sudah kosong” jawab Yoona sementara Siwon hanya meresponnya dengan anggukan kecil lalu ikut memandang Yoon Mi yang begitu tidur pulas.

“Siwon-ssi….” ucap Yoona pelan.

“Ne….” jawab Siwon singkat.

“Terimakasih sudah menjaga anak ku” ucap Yoona pelan.

“Tidak usah sungkan, aku juga senang bisa menjaga Yoon Mi” balas Siwon tersenyum menatap wajah polos Yoon Mi.

“Apa Yoon Mi rewel?” tanya Yoona.

“Anio, justru seharian ini dia terus tertawa bersama ku. Meskipun hari ini kita hanya bermain disini tapi” jawab Siwon yang langsung membuat Yoona kaget mendengarnya. Kini Yoona beralih menatap Siwon, ada rasa kagum dalam dirinya terhadap Siwon tapi Yoona segera singkirkan perasaan itu. Tanpa Yoona sadari tiba-tiba Siwon mengalihkan pandangan padanya, kini keduanya saling berpandangan. Beberapa detik saling menatap hingga akhirnya Yoona merasakan tangan hangat Siwon menyentuh tangannya yang dingin.

“Yoona-ssi, berikan aku satu kesempatan lagi ku mohon” ujar Siwon memohon, Yoona menyadari arah pembicaraan Siwon adalah mengenai perasaan cintanya yang pernah dia utarakan ditaman rumah sakit beberapa waktu lalu.

“Aku tahu kau pasti takut, takut karena aku tak mau menerima Yoon Mi sebagai anak mu, takut kalau aku hanya akan mencintai diri mu dan mengabaikan Yoon Mi. Yoon-ssi, aku mencintai mu dan aku mau menerima Yoon Mi sebagai anak mu, aku tak peduli status mu sebagai janda, itu tidak ada gunanya bagi ku”

Yoona menetikan air mata mendengarnya, sebenarnya masih ada sesuatu yang mengganjal di dalam hatinya namun entah apa itu karena Yoona pun tak tahu. Siwon mengusap air mata di pipi Yoona dengan kedua ibu jarinya.

“Aku tidak akan memaksa mu, aku tidak akan memaksa perasaan mu. Tapi aku akan menunggu mu”

Ujar Siwon namun entah kenapa membuat hati Yoona semakin sakit mendengarnya. Meskipun Siwon mengatakannya di iringi sebuah senyum, tapi Yoona masih bisa mendengar nada kekecewaan didalamnya, perlahan Siwon mulai menurunkan tangannya dari kedua belah pipi Yoona, lalu berdiri dari duduknya dan melangkah kan kakinya meninggalkan Yoona yang hanya bisa menatap kepergiannya.

“Jangan pergi………………”

Kalimat itu terdengar di telinga Siwon membuat Siwon menghentikan langkah kakinya.

“Ku mohon jangan pergi….” derai air mata  di iringi isakan kecil menjadi pengiring kalimat yang di ucapkan Yoona itu.

“Maafkan aku, sungguh maafkan aku. Aku memang salah, tapi ku mohon kau jangan membenci ku aku tidak punya siapa-siapa lagi. Aku hanya punya Yoon Mi seorang, kalau kau pergi siapa yang akan menemani ku lagi. Ku mohon jangan pergi, aku membutuhkan mu dan aku juga…mencintai mu….”

Kaki Yoona terasa lemas dia tak dapat menopong tubuhnya lagi, dia kembali duduk di tepi ranjang. Yoona menangis, akhirnya kegudahannya selama ini telah ia ungkapkan pada Siwon. Yoona menundukan kepalanya berusaha meredam tangisan serta isakan yang semakin menjadi namun apa daya ia tak bisa mengontrolnya, sampai akhirnya Yoona dapat merasakan seseorang memeluknya. Membenamkan kepalanya di dada bidang  miliknya, serta membelai punggungnya lembut. Yoona tahu betul siapa pemilik dada bidang dantangan kekar ini.

“Yoona-ssi, aku berjanji akan membahagiakan mu dan Yoon Mi”Siwon semakin mempererat pelukannya dan itu membuat Yoona merasa tenang berada dalam dekapannya.

 

Tiffany POV

Ku hentikan mobil yang ku kendarai tepat di depan rumah megah nan mewah ini, sebelum keluar ku ambil cermin kecil yang selalu ku bawa kemana-kemana untuk merapikan tatanan rambut ku, lalu aku sedikit memberikan bedak tipis pada pipi ku. Setelah dirasa cukup, ku buka pintu mobil lalu melanggangkan kaki ku masuk ke rumah Choi Siwon, laki-laki yang telah membuat aku jatuh hati pada nya.

“Nona Hwang, silahkan masuk” seorang pelayan wanita menyambut kedatangan ku. Tanpa di titah untuk kedua kalinya aku segera masuk lebih dalam lagi ke rumah bergaya eropa ini.

Ku telusuri semua sudut rumah ini untuk mencari seseorang yang ingin ku jumpai, memang aku sudah terbiasa keluar masuk rumah ini, makannya tak ada sedikit pun rasa canggung.

“Apa Siwon ada di rumah” batin ku sambil menjatuhkan diriku pada sofa yang berada di ruang tengah.

“Baiklah kalau begitu besok adakan rapat…”

Mendengar suara yang bersumber dari arah dapur membuat aku menarik kedua sudut bibir ku, aku tahu betul jika ini adalah suara Siwon. Segera aku bangkit dari duduk ku, dan benar saja Siwon keluar dari dapur, tangan kanannya memegang ponsel sementara tangan kirinya memegang mug yang seperti berisi hot coffe.

“Fany, kapan kau kemari” serunya lalu berjalan kearahku.

“Emm baru saja, aku ingin menjenguk bibi” jawab ku basa-basi karena sebenarnya bukan ini alasan ku datang kemarin.

“Benarkah, yah sudah mari ikut aku” Siwon meletakan mug yang tadi berada di tangannya lalu berjalan menuju lantai dua.

Ku hentakan kaki ku pada lantai, kesal akan sikap Siwon yang begitu tak mengerti maksud kedatangan ku. Akhirnya dengan terpaksa ku ikuti Siwon menaiki tangga menuju lantai 2.

Siwon membuka kan pintu untuk ku, lalu mempersilahkan ku masuk terlebih dahulu.

“Min Ah Eonni kemana, biasanya dia selalu berada di samping ahjumma” seru ku lalu duduk di tepi ranjang melihat ahjumma Choi yang masih terbaring koma.

“Di pergi ke supermarket, katanya dia ingin membeli sesuatu” jawab Siwon, aku hanya meresponnya dengan anggukan kecil.

“Oh yah kalau boleh tahu kenapa ahjumma bisa koma?” Tanya ku lagi sambil terus memandang ahjumma Choi. Terdengar Siwon menghela nafas berat sebelum menjawab pertanyaan ku.

“Kecelakaan, karena kecelakaan ibuku jadi koma”

Aku mengalihkan pandangan ku menatap Siwon “Kecelakaan? Kapan?” Tanya ku penasaran.

“Sekitar 4 bulan yang lalu” jawab Siwon terdengar datar.

“ 4 bulan yang lalu? Kenapa bisa terjadi?” Tanya ku lagi.

Siwon diam sejenak lalu duduk di samping ku.

“Menurut saksi mata mobil yang ibu ku kendarai menambrak sebuah mobil silver, lalu mobil tersebut tergelincir dan masuk kedalam jurang, mobil itu terbakar dan….orang yang berada dalam mobil itu meninggal seketika”

Mendengar cerita Siwon membuat ku merinding seketika, tak ku sangka jika kejadiannya sungguh mengerikan. Kembali ku pandang Choi Ahjumma yang masih tenang tertidur.

“Lalu, bagaimana dengan keluarga korban yang meninggal. Apa dia menuntut?”

“Tidak, entahlah Fany kejadiannya begitu cepat mobil yang dikendarai ibu ku juga di tambrak mobil lain, jadi ini kecelakaan beruntun” jawab Siwon.

“Kecelakaan beruntun?” batinku.

End of Tiffany POV

 

 

Author POV

Yoona baru saja selesai memandikan Yoon Mi, memang inilah kegiatan yang selalu ia lakukan setiap pagi, selain memandikan Yoon Mi, rutinitas Yoona adalah menyuapi buah hatinya ini untuk makan. Yoona membawa Yoon Mi ke ruang tengah lalu menurunkan Yoon Mi dari gendongannya “Yoon Mi tunggu disini yah, eomma buatkan dulu makannya buat mu. oke?”

Namun, sebelum Yoona berjalan menuju dapur terdengar suara bel apartementnya berbunyi. Yoona sedikit terheran-heran, tak biasanya ada tamu dihari minggu yang berkunjung kerumahnya. Yoona berjalan menuju pintu utama, lalu membukanya dan seketika seseorang menampakan dirinya di depan Yoona dengan senyuman khasnya.

“Tuan Choi…” Yoona sedikit kaget dengan kedatangan Siwon yang tiba-tiba ini.

Siwon tak menjawab malah dia kembali menampakan senyuman nya lagi, senyuman yang bisa di bilang membuat Yoona sedikit malu, dan pipinya bersemu merah.

“Mari masuk” Yoona memberi jalan pada Siwon untuk memasuki apartementnya, dengan senang hati Siwon pun masuk melangkahkan kakinya.

“Annyeong Yoon Mi..” Siwon berjalan menghampiri gadis kecil yang sedang duduk di karpet.

Melihat keakraban Siwon dan anaknya, Yoona hanya bisa tersenyum lalu berjalan kearah dapur meninggalkan kedunya yang sedang asyik bercengkrama.

**

“Apa hari ini kau tidak akan kemana-mana?” Tanya Siwon pada Yoona yang sedang menyuapi Yoon Mi.

“Sepertinya tidak, inikan hari minggu” jawab Yoona tetap fokus menyuapi buah hatinya.

“Kalau begitu kita jalan-jalan” kata Siwon cepat, reflex Yoona langsung menatapnya kaget.

“Bagaimana, aku ingin mengajak Yoon Mi bermain” tawar Siwon sekali lagi.

Yoona diam sesaat menimbang-nimbang ajakan Siwon ini, memang tidak ada salahnya mereka pergi jalan-jalan bersama, toh ini hari minggu dan dia juga belum pernah membawa buah hatinya pergi menikmati waktu luangnya.

“Baiklah” jawaab Yoona tersenyum.

**

Ternyata Siwon membawa Yoona dan Yoon Mi ke sebuah taman, suasana taman ini sangat ramai banyak keluarga, maupun pasangan kekasih yang menikmati hari libur dengan penuh keceriaan. Tak terkecuali dengan Siwon dan Yoona yang tampak begitu menikmati suasana sekarang ini. Siwon berjalan sambil menggendong Yoon Mi, dari tadi tak henti-hentinya gadis kecil ini bergumam seperti mengajak Siwon berbicara. Siwon juga tak henti-hentinya terus menggoda Yoon Mi dengan celotehan-celotehannya yang mampu membuat Yoon Mi tertawa.

Siwon yang menyadari Yoona berjalan agak sedikit dibelakangnya segera menarik tangan Yoona, Yoona terpaku merasakan jantungnya berdetak cepat saat tangan Siwon menggenggam tangannya. Siwon hanya tersenyum, lalu kembali menggoda Yoon Mi. Sementara, Yoona hanya bisa tersenyum malu, lalu menyamakan jalannya sejajar dengan Siwon.

**

Setelah tadi berjalan mengelilingi sekitar taman, Siwon mengajak Yoona untuk duduk di sebuah bangku. Melepas rasa lelah mereka, Siwon mendudukan Yoon Mi di pangkuannya.

“Berikan Yoon Mi pada ku, anda pasti lelah” pinta Yoona. Tapi, Siwon malah menatap Yoona sehingga membuat Yoona heran.

“Ada apa?” Tanya Yoona bingung.

Siwon tersenyum “Bisakah kau panggil aku Oppa?” ujar Siwon menatap Yoona.

“Nde…?”

“Ku rasa kau bicara terlalu formal pada ku, bukankah sekarang kita sepasang kekasih?” lanjut Siwon. Yoona diam menatap Siwon, dia berusaha mencerna setiap kata yang Siwon ungkapkan. Memang benar apa kata Siwon gaya bicara Yoona terlalu formal, memanggilnya dengan sebuatan “Tuan..” mungkin pada awalnya itu enak di dengar, tapi untuk sekarang mengingat hubungan mereka sudah menjadi dekat bahkan sudah menjadi pasangan kekasih panggilan tersebut terdengar kurang nyaman di dengar.

“Lalu aku harus memanggil mu apa?” Tanya Yoona merasa bersalah.

“Aku pernah mendengar mu memangil dokter Kyuhyun Oppa, jujur saja aku sangat cemburu. Jadi bisakah kau panggil aku Oppa?” pinta Siwon lembut sembari menyentuh kembali tangan Yoona, yang sukses membuat jantung Yoona berdetak cepat.

“Baiklah Oppa” kata Yoona lalu tersenyum tulus.

“Panggilan itu lebih enak di dengar” ucap Siwon lalu tersenyum.

“Permisi, maaf aku mengganggu sebentar” tiba-tiba seseorang menghampiri Siwon dan Yoona. secara bersamaan mereka berdua menoleh ke sumber suara.

“Nde, ada yang bisa saya bantu?” Tanya Siwon pada seorang laki-laki berbadan sedikit tambun itu.

“Perkenalkan nama ku Shindong, aku seorang photographer. Oh yah dari tadi aku memperhatikan kalian, sepertinya kalian sedang berbahagia. Boleh aku mengambil photo kalian?” ujar laki-laki bernama Shindong itu.

“Kalau aku tidak keberatan, tapi …” Sebelum melanjutkan kalimatnya Siwon terlebih dahulu melihat Yoona. seakan bertanya “Apa kau mau?”

Yoona mengangguk “Aku juga mau..” jawab Yoona sekan mengerti arti pandangan Siwon.

“Kalin berdua sudah setuju, silahkan atur posisi. Tuan duduk lebih deket dengan istri anda, lalu peluk pinggangnya?” pinta Shindong sambil mempersiapkan kameranya.

“Istri?” kata Siwon tak percaya, lalu sedetik kemudian tersenyum “Baiklah..”

“Ny tangan anda juga harus memeluk pingang suami anda” pinta Shindong lagi.

Yoona hanya mampu tersenyum kaku, lalu menuruti perintah Shindong. Meskipun sebenarnya Yoona sangat gugup untuk melakukannya. Sementara Yoon Mi, si gadis kecil ini duduk dipangkuan Siwon.

“Hana, deul, set…”

“Yeh…bagus sekali…” Shindong tersenyum puas melihat hasil jepretannya.

Setelah photo diambil buru-buru Yoona dan Siwon melepasnya pelukannya, dan agak sedikit menggeser duduk mereka. Terlihat sangat jelas keduanya tampak malu-malu, sekaligus gugup.

“Terima kasih sudah menyempatkan waktu untuk ku, dan maaf aku sudah mengganggu waktu kalian” ujar Shindong sembari menjabat tanganYoona dan Siwon bergantian.

“Tidak apa-apa justru saya sangat senang bisa membantu anda” ucap Siwon.

“Kalian memang keluarga yang sangat harmonis dan bahagia, anak kalian juga sangat cantik. Dan kalian juga sangat serasi” ujar Shindong lagi yang mampu membuat Siwon tersenyum.

“Terima kasih” jawab Siwon.

“Kalau bagitu aku pergi dulu, selamat menikmati kebersamaan kalian oh yah gadis kecil” sebelum pergi Shindong menatap Yoon Mi yang masih berada di panggukan Siwon.

“Kau cantik seperti ibu mu, semoga kau cepat mendapatkan adik” celoteh Shindong tiba-tiba yang langsung membuat Yoona membulatkan matanya.

“Baiklah kalau begitu aku pergi, sampai jumpa” Shindong berjalan mundur sambil melambaikan tangannya.

Setelah Shindong lenyap dari pandangan terjadi suasana kikuk diantara mereka berdua, mungkin ini akibat dari perkataan Shindong yang membuat mereka jadi salah tingkah seperti ini.

“Ah, Yoona aku beli minum dulu, kau tunggu di sini sebentar” Siwon memberikan Yoon Mi, lalu pergi sebelum Yoona bersuara.

Yoona hanya menatap punggung Siwon lalu sedetik kemudian, bibirnya tertarik menampakan sebuah senyuman.

**

Tiffany memutuskan sambungan telpon dengan orang suruhannya. Gadis pemilik mata indah ini, seketika diam di tempat saat mendapatkan informasi terbaru tentang Im Yoona. yah, Fany memang menyuruh orang untuk menyelidiki asal usul Yoona. Semua ini dia lakukan karena cemburu sekaligus tak terima karena Siwon menyukai Yoona.

“Jadi suami Yoona meninggal akibat kecelakan, dan itu terjadi sekitar 4 bulan yang lalu, kenapa waktunya bisa sama dengan ibunya Siwon? Apa jangan-jangan?………..” Tiffany mencoba mengingat percakapannya dengan Siwon beberapa hari yang lalu tentang kecelakaan ibunya Siwon lalu menyambungakannya dengan informasi yang ia dapat dari orang suruhannya.

“Tempat kejadiannnya, aku harus tahu di mana tempat kejadiannya” ucap Tiffany yakin.

“Im Yoona, jika seandainya suami mu meninggal karena ibunya Siwon? Apa kau akan tetap mencintai Siwon? Ku rasa tidak, malah kau akan berbaik membencinya” bisik Tiffany.

“Choi Siwon bersiaplah kau di tinggalkan Yoona” bisik Fany terdengar memulai perang.

**

Kamar minimalis itu terlihat sepi, Min Ah yang setia menemani sang ibunda tercinta hanya bisa berdoa pada Tuhan agar Ny Choi segera di pulihkan seperti semula. Tiba-tiba seseorang memegang bahu Min Ah, membuat wanita berambut hitam panjang ini menoleh padanya.

“Yeobo..” Min Ah tersenyum pada sang suami, Lee Seung Gi.

“Bagaimana kondisi Eomma” Seung Gi duduk di samping Min Ah.

“Belum ada perubahan” jawab Min Ah terdengar putus asa.

“Yeobo, bagaimana apa kau sudah selidiki siapa yang meninggal akibat kecelakaan itu?” Min Ah mengalihkan pembicaraannya.

Lee Seung Gi memang sudah sekitar satu bulan ini menyelidiki korban kecelakaan yang mengakibatkan seseorang tewas serta Ny Choi yang koma.

“Aku sudah menyelidikinya, dan polisi bilang dia adalah seorang dokter” jawab Seung Gi.

“Dokter…”

“Nde..”

“Siapa namanya..” Tanya Min Ah semakin penasaran.

“Lee….Lee…Lee Min Ho, yah itu namanya, dia adalah salah satu dokter di Seoul Hospital” lanjut Seung Gi menjelaskan.

 

Clek…

Tiba-tiba pintu terbuka membuat perbincangan suami istri itu harus terpaksa di hentikan.

“Siwon” sapa Seung Gi lalu beranjak dari duduknya. Siwon, orang yang datang itu berjalan menghampiri keduanya.

“Hyung, kapan kau pulang?”

“Baru saja, aku langsung menjenguk Eomma” jawab Seung Gi, Siwon hanya mengangguk paham.

“Bagaimana kencan pertama mu dengan Yoona, apa sukses?” seru Min Ah tiba-tiba. Siwon langsung terlihat malu, sementara Seung Gi menatap adik iparnya itu heran.

“Kau mempunyai pacar?” Siapa dia?’ Tanya Seung Gi penasaran.

“Itu, dia…”

“Dia seorang Dokter, nama nya Yoona dia juga yang sementara menggantikan Dokter Kim Jong Won merawat Eomma” potong Min Ah menggoda Siwon.

“Jinjja? Dia seorang dokter..” ujar Seung Gi sedikit tak percaya.

“Ne Yeobo, kau tahu baru kali ini Siwon mencintai seorang wanita sampai dia mabuk. Tapi ku rasa pengorbanannya itu tak sia-sia. Karena sekarang Siwon sudah mendapatkannya” tutur Min Ah lagi semakin membuat Siwon tak berkutik.

“Oh yah? Jadi Siwon sudah mempunyai pacar?”

“Nde, mereka sudah resmi pacaran, Siwon sendiri yang bilang pada ku”

“Noona…” Siwon menatap kakak nya itu dengan tatapan memelas, berharap Min Ah berhenti menggodanya.

Melihat ekspresi Siwon seperti itu membuat Min Ah dan Seung Gi tertawa puas.

**

Tiffany mengepal kedua tangannya geram, kulit wajahnya tampak memerah meredam amarahnya yang semakin memuncak. Ingin rasanya dia berteriak, meluapkan kekesalannya terhadap Siwon yang telah menyakiti perasaannya. Tapi, apadaya dia menyadari bahwa sekarang bukan tempat yang pas untuk meluapkan kekesalannya.

Tiffany menguping pembicaraan antara Seung Gi, Min Ah dan Siwon, itu membuatnya semakin murka pada Yoona.

“Tersenyumlah sekarang kau Siwon, karena sebentar lagi Yoona akan meninggalkan mu jika seandainya dia tahu suaminya meninggal karena ibu mu, Yoona bersiaplah menerima kenyataan”

Fany membuang nafasnya begitu kasar, lalu pergi meninggalkan rumah keluarga Choi.

 

To Be Continued

Sepertinya ada yang sudah lupa dengan FF ini? Karena keleletan ku, FF ini jadi terbengkalai. Sorry sorry sorry……….xD

Oke, Nited RCL yah dan maaf kalau ceritanya kurang gereget..

Annyeong……

 

Pos Sebelumnya
Tinggalkan komentar

141 Komentar

  1. yeona

     /  Maret 29, 2014

    Tiffany onni jahat banget sihh!
    Duh,yoona onni bisa gak ya menerima siwon oppa kalau tau suaminya meninggal karena ibunya siwon?
    Lanjutkan ya onni penasaran🙂

    Balas
  2. any

     /  April 18, 2014

    Bahaya mengancam yoonwon kita, ,, moga aja malah bikin dekat yoonwon.

    Balas
  3. Rhiiyoonah

     /  April 24, 2014

    Fany jhat amat sich…mw misahin yoonwon…

    Balas
  4. kajja dilanjut ff nya thor….:'(

    Balas
  5. song hye kyo

     /  Mei 12, 2014

    tiffany jht bgt sihh…

    Balas
  6. song hye kyo

     /  Mei 12, 2014

    thor chapter 6 -ny mna nnih???

    Balas
  7. yoonwon (y) .

    Balas
  8. Mia

     /  Juli 2, 2014

    Kpn nih kelanjutanxa ku tunggu ea
    aku suka banget ma ceritaxa jngan mexerahdonk
    trus lanjut kan ceritaxa semangat

    kembangkanlah trus imajinasimu jngn berhenti haxa sampai di sni sja ea semangat trus

    Balas
  9. Next dong jangan kelmaan

    Balas
  10. Karakter fany disini kejem.
    Min Ah, prasaan itu nma panggilan Yoong wktu kecil & di ff ini jdi istrinya Seung Gi, kuharap ini cma kbetulan, dan kuharap pemikiranku salah. Aku kurang suka klo emg trnyta Min Ah yg dmksd adalah Yoona. Mian min no bash🙂

    Balas
  11. Sifat fany kejem amat.
    Min Ah, perasaan setauku itu panggilan Yoong waktu kecil, dan sekarang di ff ini jdi istrinya Seung gi, perasaanku rada aneh, kuharap itu cma kbetulan tnpa ada unsur kesengajaan. Aku gak suka sma hubungan mreka. Mian min no bash🙂

    Balas
  12. fitria

     /  Oktober 30, 2014

    ceritanya makin seru aja,,,
    ditunggu kelanjutanya

    Balas
  13. Choi Han Ki

     /  November 22, 2014

    Wah kira2 gimana ya reaksi yoona kalo dia bener2 tau kejadian kecelakaan itu krn ibu siwon apa dia bakal ninggalin siwon ??

    Balas
  14. jahat bgt tiffany next ya thor^^

    Balas
  15. Tiffany jht bnget sich…

    Balas
  16. wooo ahir.a ahir.a yoongeoni mengatakan yg sejujur.a bahwa eoni mencintai wonpa kekek . . .
    Tp sayang knapa si perusak tiffanyssi itu slalu ajh membuat masalah .
    Tolong autor jgn buat yoonwon pisah2 lagi ak ingin melihat wonpa sma yoongeoni dan yoon mi . . Ak menunggu next chap.a
    #SEMANGATT . . .

    Balas
  17. maya Okseria

     /  Juli 20, 2015

    wah, fany gencar nyelidik yoona . .
    cieyyy, kencan pertama yoonwon

    Balas
  18. paris

     /  Desember 3, 2015

    Apa yang bakalan terjadi selanjutnyaa sama hubungan yoona sama siwon, ? Bener kan ternyata suami yoona kecelakaan bersama ibu siwon, tapi kan itu ngga semua kesalahn ibu siwon, ibu siwon juga kan korban😦

    Balas
  19. acha

     /  Desember 15, 2015

    Yayayayy yw pacaran😄 keikutan bhagia. Tiffany berniat jhat lgi ini, lo tega bgt sih fany. Gw bacok bru tau rasa lo #ngancem😁. Heheh becanda.. Yoonwon bru aja bhagia2nya udh ada yg berniat ganggu.. Ckckck thor kpn lnjut ?? Penasaran bgt ini sma chap 6 ditunggu kljutannya

    Balas
  20. diah fibri

     /  Januari 24, 2016

    chapter 6 nya lom ada ya thor ? ….

    Balas
  21. . Fanny eonnie bner” k kewatan bgt … 🙅 kira” app yg akn terjdi slnjut trhdap hub yoonwon stelah yoong tau klo yg mnyebabkn mninggal y min ho oppa adlh ibu siwon oppa… 😭

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: