[FF] Between My Dream And My Love (Chapter 8/End)

Tittle: Between My Dream And My Love (Chapter 8/End)

Type: Chapter / Part End

Genre: Romance, Comedy, Music, Sad

Author: Choi Mutie OeziL

Twitter : @Muthy92Mutii

FB: Mutii Ann ChaeGyeong

Rating: General

Main Cast:

@ Choi Siwon (SuJu)

@ Im YoonA (SNSD)

Other Cast:

@ SuGen Member’s

@ Jang Geunsuk

@ Etc

^^^

Annyeong nited’s…J makasih banyak buat all readers yg udah koment di chapter 1-7, author harap di chapter end ini koment juga ne?!. Auhtor bawa chapter endnya nih.. mudah2an bisa bkin readers semua puas dgn endingnya..^^, Monggo & Happy Reading^^

***

Apakah kau tahu seberapa besar kekuatan Cinta itu? Kau tak tahu kan? Ataukah memang pura-pura tidak tahu? Ketahuilah sayang, bahwa kekuatan cinta itu bisa mengalahkan segalanya, bahkan rasa takut sekalipun. Dengan cinta orang yang lemah bisa menjadi kuat. Orang yang terjatuh bisa bangkit kembali, orang yang menangis bisa kembali tersenyum. Dan… dan kita berdua adalah orang yang memakai pondasi CINTA sebagai kekuatan kita, energi kita untuk mempertahankan hubungan kita yang selama ini terpendam dan selalu dihantui badai yang mencekam batin kita. Percayalah sayang.. semuanya akan indah pada waktunya.

“Yoong, Siwon oppa.. kami pamit pulang dulu.” kata Taeyeon ketika mereka telah mengantarkan Yoona dan Siwon ke rumah Yoona. YoonWon hanya mengangguk sebagai jawaban. “Hati-hatilah…” balas Yoona tersenyum kearah Taeyeon dan yang lainnya. Mereka pun segera bergegas meninggalkan rumah Yoona. “Ayolah…” ajak Siwon memecahkan lamunan singkat Yoona. Lagi-lagi Yoona hanya mengangguk setuju.

“Jangan takut, aku selalu mendampingimu…” ucap Siwon memberikan Yoona kekuatan. “nde oppa..” balas Yoona tersenyum manis pada namja pemilik lesung pipit itu. YoonWon segera masuk kedalam rumah Yoona. Ini adalah cara mereka untuk menepati janji Appa Yoona yang tadinya berjanji di Gereja untuk menyidangkan mereka hari ini. Sampai didalam rumah, mereka berdua disambut dengan senyum hangat dari orang-orang didalam rumah. Seohyun, Eomma Yoona dan semua pelayan rumah menyambut mereka dengan sapaan hangat, kecuali dengan Appa Yoona yang hanya tersenyum sekilas ketika menyambut mereka berdua.

“Mendekatlah kemari..” kata tuan Im yang sedang duduk di ruang tamu bersama Seohyun, nyonya Im dan para pelayan rumah. “Nde Appa/Ahjussi..” sahut YoonWon koor. Mereka pun duduk dilantai bak seorang prajurit kerajaan yang sedang berhadapan dengan sang raja. Tuan Im hanya melihat mereka berdua secara bergantian. “Tolong tinggalkan kami berlima.” pinta tuan Im pada para pelayan. Kemudian para pelayan segera berjalan meninggalkan YoonWon yang mungkin sebentar nanti akan diceramahi oleh Appa Yoona.

“Siwon, mendekatlah kesini. Duduklah disampingku..” ajak tuan Im sembari menepuk sofa putih disampingnya agar Siwon duduk disampingnya. “Nde paman..” balas Siwon sedikit tak berkutik.

“Appa..” lirih Yoona sedikit khawatir. “Diam kau Im Yoona, aku tak menyuruhmu untuk berkomentar..” ketus Tuan Im. Siwon yang duduk disebelah Appa Yoona hanya mengedipkan matanya kearah Yoona sebagai isyarat agar Yoona jangan terlalu khawatir. “Siwon…”, lirih Appa Yoona sembari merangkul pundak Siwon. “Nde paman..” balas Siwon sopan. “Kenapa kau menyukai putriku yang keras kepala ini??” Tanya tuan Im to the point. Yoona, nyonya Im dan Seohyun yang duduk di sofa panjang pun sangat terkejut dengan lontaran kalimat bernuansa pertanyaan itu. Siwon yang menjadi objek pertanyaan juga kaget dengan kemunculan pertanyaan mendadak itu. Ia ingin segera menjawabnya namun ia belum sanggup. Siwon kembali manatap Yoona yang masih duduk disamping Seohyun.

Untuk beberapa saat mereka saling melempar pandangan masing-masing. “Ayolah jawab Siwon-ah..”, pinta Appa Yoona dengan nada lembut. “Nde paman. Aku memang sangat mencintainya, bahkan sejak pertama aku bertemu dengannya di Taegook Mall dulu, disitulah awal aku jatuh cinta pada putrimu paman. Rasa cintaku padanya kian besar ketika dia menjadi member kami dulu, dan aku begitu kehilangan saat dia pindah ke Swiss hampir 3 tahun lalu. Putrimu gadis yang unik paman. Dialah yang merubahku menjadi namja yang kuat. Dia adalah penyemangatku paman. Dan aku tak bisa hidup tanpanya, aku sungguh mencintainya. Bahkan jika disuruh memilih antara mimpiku sebagai seorang selebritis dan dirinya maka aku akan memilihnya, dialah cintaku paman.” Siwon menjelaskan semua tentang perasaannya yang sebenarnya dihadapan orang tua Yoona. Air mata Yoona kembali menitik. Lantas ia berfikir apakah selama ini dia salah dalam menilai Siwon? Jika hal itu benar maka sungguh ia begitu keliru. Ternyata Siwon diam-diam juga mencintainya, bahkan sebelum ia dekat dengan Siwon ketika menjadi member The Boys tempo dulu.

Tuan Im diam seribu bahasa mendengar penuturan namja yang selama ini beliau tantang untuk berhubungan dengan putri kesayangannya, Im Yoona. Air mata tuan Im jatuh sudah. Lehernya seperti tercekat untuk berkata sesuatu. Seluruh tubuhnya lemas mendengar penuturan namja tampan nan muda disampingnya. “Mianhae Yoong, jeongmal mianhae.. selama ini Appa telah memisahkan kau dan namjamu ini, maafkan appa Yoong.. atau bila kau mau Appa akan mencium telapak kakimu agar kau mau memaafkan appa. Appa sangat jahat Yoong. Sekali lagi maafkan Appa telah memisahkan kalian berdua. Gara-gara Appa kau mengorbankan semuanya.” Sesal tuan Im meminta maaf pada putri sulungnya, bahkan saking sungguh-sungguh beliau sampai-sampai terduduk lemas dilantai. Siwon yang melihatnya segera membantu tubuh tuan Im untuk kembali duduk diposisi semula.

“Appa… sudahlah jangan sedih lagi Appa. Appa tidak salah, akulah yang salah telah membohongimu selama ini..” kata Yoona mencoba menghibur Appanya dari keadaan sedih. “Siwon-ah.. maafkan paman. Paman yang begitu bodoh tak mempercayaimu untuk menjaga Yoona, padahal dulu Hyunjoong pernah menelopon ke Swiss kalau kau pasti akan menjaga Yoona dengan baik.” Lanjut tuan Im masih dalam keadaan terisak. Sontak Siwon pun memeluk pria paroh baya itu. “Gwaenchana paman. Aku juga minta maaf telah mengacaukan pernikahan Yoona dan Geunsuk.’’ Siwon ikut menyesali gagalnya pernikahan YoonSuk.

“Aniyo. Kaulah yang pantas untuk anakku. Hanya kau yang bisa menjaganya. Maafkan aku sudah membuat kalian ratusan kali bahkan ribuan kali meneteskan air mata kalian, bahkan gara-gara putriku kau rela ikut wajib militer padahal belum waktunya kau ikut.” Tuan Im masih melanjutkan kata-kata penyesalannya. “Appa, darimana appa tahu akan semua itu?” Tanya Yoona tak percaya. “tentu saja dari paman Shinwoo, pimpinan TOP.” Jawab tuan Im mulai meredahkan air mata kesedihannya.

“Jinjjayo?.” Tanya Yoona untuk memastikan ucapan Appanya tadi. “Nde. Memangnya kau pikir dari siapa lagi anak nakal.” Ledek tuan Im agak sedikit bercanda. YoonSeo segera berlari ke pelukan ayah mereka. Kebahagiaan mereka lengkap sudah, appanya telah sadar dan telah merestui hubungan YoonWon. Apalagi nyonya Im, beliau begitu sangat bahagia melihat keharmonisan keluarganya telah kembali seperti dulu.

“Siwon-ah, tolong jagalah putriku. Jangan membuatnya menangis lagi. Jika kau membuatnya menangis maka kau akan menyesal.” Nasehat Tuan Im yang terkesan telah merestui hubungan kasih putrinya dengan salah satu bintang hallyu itu. “Nde paman. Gamsahamnida atas kepercayaanmu, aku janji selama hayat masih dikandung ragaku ini, aku akan selalu menjaga dan melindungi putrimu.” Angguk Siwon mantap. Tuan Im sontak memeluk Siwon. Sementara Yoona, Seohyun dan nyonya Im hanya tersenyum haru melihatnya.

“Siwon-ah,  kumohon jagalah putriku, jangan membuatnya menangis lagi. Kau harus selalu membuatnya tersenyum dan bahagia.” Tambah nyonya Im dengan nada menasehati. “Nde bibi.. Pasti.” Siwon kembali mengangguk mantap.

“Baiklah, kalau begitu besok bawa orang tuamu untuk makan malam disini, sekalian kita rapat keluarga untuk merencanakan hubungan kalian ke jenjang yang lebih serius. Bagaimana?” usul tuan Im. “Tentu saja paman. Sejujurnya aku sudah lama membicarakan ini dengan Appa dan eomma, hanya saja mereka belum mengenal Yoona karena waktu itu paman dan sekeluarga telah hijrah ke Swiss.” Respon Siwon dengan mimik wajah malu-malu. “Jinjjayo?” Tanya tuan Im masih tak percaya. Siwon hanya menganggukkan kepalanya tanda semua ucapannya itu benar adanya. Tuan Im akhirnya paham dengan semua penjelasan hubungan YoonWon selama ini. Ia sadar bahwa kebahagiaan seorang anak itu lebih penting diatas segalanya. Toh dia juga yakin kalau hanya Siwonlah yang paling matang dan mampu untuk menjaga putri sulungnya.

Semua kesalapahaman yang selama ini terjadi pun berusai sudah. Tak ada lagi kecemasan, kepiluan, airmata cinta, airmata kecewa dan semua hal yang meresahkan hati kedua anak manusia itu. Mereka saling melempar senyum bahagia. Yoona pun mengajak Siwon untuk menemaninya bercerita di tempat santai dekat kolam renang rumahnya. Sinar rembulan yang indah dan terang seakan menambah suasana romantis keduanya. Yoona menyandarkan kepalanya dibahu Siwon dan menikmati betapa tenang dan nyamannya dirinya jika selalu berada disisi namja itu.

“Oppa.. gomawo atas semuanya..” ucap Yoona memulai percakapan. “Untuk apa?” Siwon pura-pura bertanya. “Karena kau juga mencintaiku. Awalnya aku takut kalau cintaku hanya akan berakhir sebelah tangan. Ternyata semua itu keliru.” Jujur Yoona hingga membuat Siwon tertawa kecil meresponnya. “Kau ini..” Siwon segera berdiri dihadapan Yoona. Perlahan ia mulai menjongkokkan badannya dihadapan gadis itu.

Mereka saling memandang untuk beberapa saat. Siwon makin memandangi wajah cantik nan ayu dihadapannya lekat, manik matanya, senyumannya, bibir tipisnya yang manis, dan semua yang ada pada gadis itu dipandangnya dengan saksama. “Saranghae..” akhirnya Siwon mengeluarkan kalimat manis itu juga. Kalimat yang ditunggu Yoona setelah penantian beberapa tahun.

Yoona belum menjawabnya, ia hanya menangis sebagai respon awal, ia makin terisak seraya menundukkan wajah tangis bahagianya. “Yoong.. Gwaenchana?” Tanya Siwon mulai cemas melihat ekspresi sedihnya Yoona. “Gomawo oppa.. jeongmal gomawo telah mencintaiku.. nado saranghaeyo oppa.. my prince Simba…” Akhirnya Yoona pun membuka mulut, melepaskan semua perkataannya yang tadinya terikat rumit di kerongkongannya.

Mendengar balasan tulus gadis itu, tanpa tunggu lama keduanya segera berpelukan. Pelukan erat yang seakan membuat mereka tak mau melepasakan satu sama lain. “Jangan pernah tinggalkan aku lagi. Arasseo??.” Pinta Siwon tulus disertai ciuman singkatnya pada puncak kepala gadis bermarga Im itu. “Nde oppa, aku janji tak akan pernah meninggalkanmu lagi. Tak akan pernah..” jawab Yoona makin terharu.

“Baiklah Yoong.. kalau begitu masuk dan istirahatlah.. oppa kembali dulu ke dorm. Kasihan yang lainnya sedang menunggu kabar manis ini..” imbau Siwon sembari membelai sayang rambut panjang Yoona. “Nde oppa…” angguk Yoona dengan senyum lebarnya. YoonWon berjalan beriringan ke dalam rumah keluarga Im. Sesampainya didalam Siwon pun pamit dari orang tua dan adik Yoona dengan sikap santunnya. Setelah itu ia segera berlalu dari rumah mewah itu.

**_

Siwon memacu mobilnya dengan kecepatan sedang, tak terlintas sedikitpun di pikirannya untuk mempercepat lajuan mobilnya. Yang ada dipikirannya sekarang ini adalah saat-saat bahagianya ketika moment direstuinya hubungan kasihnya dengan gadis itu. Gadis yang selalu membuatnya tak tenang dan resah hati jika gadis yang dimaksud tak berada disisinya walau hanya beberapa detik. “Yoong.. jangan pernah menangis lagi, yakinlah bahwa Tuhan tak akan memberikan cobaan untuk hambanya melebihi kapasitas kesabarannya..” gumam Siwon sambil tersenyum ceria. Setibanya di dorm ia dibuat kaget dengan sikap semua member yang tak menyambutnya dengan senyum mereka seperti biasanya. Ia bingung, apa ada sesuatu yang salah dengannya hari ini? Ataukah ada hal lain yang membuat semua member berbad mood hari ini?.

“Annyeong semuanya..” sapa Siwon sembari duduk disamping Kyuhyun. Namun saat ia baru saja mendaratkan tubuhnya di sofa coklat itu entah kenapa Kyuhyun malah berdiri dan menjauhinya. Ia hanya menghela nafas pelan. Semuanya meninggalkannya dari ruang tamu dorm berukuran besar itu. “Ada apa ini?” Siwon bingung disertai dengusan pasrah. “Yak! Lee Hyukjae.. ada apa ini..?” teriak Siwon kearah Eunhyuk yang menjadi orang terakhir ketika meninggalkannya. Siwon mengejar mereka sampai ke tempat latihan. Disana Leeteuk, Yesung, Heechul, Donghae, Eunhyuk dan Kyuhyun masih tetap pada sikap diam mereka.

“ Yak! Waeyo? Kenapa dengan kalian? Apakah fans membuat ulah lagi??” Tanya Siwon melirik kearah Leeteuk. “Ah..aniyoo..” balas keenam namja keren itu dengan kekooran mereka. “lalu apa?” Tanya Siwon masih heran. “Sebenarnya……. sebenarnya………. Chukkae Wonnie……. Kau dan Yoona telah direstui oleh Appanya Yoona…” girang mereka sambil berlari memeluk Siwon. Siwon agak sedikit tercekik dengan pelukan borong mereka. “Ya..ya..yakk!!! Lepaskan jebal. Apakah kalian ingin mencekikku??” protes Siwon tak terima dengan perlakuan Memberdeul yang sedang memeluknya secara bersamaan.

“Dasar!! Kuda tak tahu berterima kasih..” cibir Eunhyuk dengan cara menjulurkan lidahnya kearah Siwon. Akhirnya pelukan mereka segera terlepaskan. Siwon meminta mereka untuk menjelaskan suasana yang penuh kebingungan ini. “Mian.. darimana kalian tahu akan hal ini? Padahal baru saja akan kuberitahu pada kalian..?” Tanya Siwon penasaran. “Baiklah kami akan menjawabnya.” Cetus Leeteuk hyung.

“Begini Wonnie.. tadi temannya Yoona yang bernama Taeyeon itu meneleponku untuk memberitahu, katanya Yoona yang memberitahunya. Baru saja dia menelepon beberapa menit yang lalu..” urai Leeteuk satu-persatu. “Wah.. jinjja? Kapan kau dekat dengannya hyung..??” Siwon balik menjepit Leeteuk dengan sikap introgasinya. “Tak usah kau tahu. Pokoknya kami sudah dekat sejak di Gereja tadi.” Sambung Leeteuk dan segera meninggalkan Siwon dan member lain.

“Sudahlah. Jangan menyangkal lagi. Intinya kau dan Yoona harus bersyukur telah direstui Choi Siwon.” Ujar Donghae menepuk pundak kiri Siwon. “Nde.. gomawo atas support kalian semua. Aku yakin kalian juga mendoakan kisah cintaku selama ini dengan Yoonaku kan?” respon Siwon tersenyum happy. “Tentu saja Wonnie, sampai kapanpun kita adalah satu keluarga. Kau tak usah takut apa kata orang diluar sana. Kami akan senantiasa membantumu dan Yoona kita.” Ucap Eunhyuk mencoba bersikap bijak. “Wah.. wah.. kau hebat hyung, baru kali ini aku mendengar ucapan bijak dari mulut embermu[?]. ternyata makin hari kau makin bijak saja. aku salut denganmu hyung..” ledek Kyuhyun dengan khas smirk evilnya. “Yak! Cho Kyuhyun. Diam kau! Aku tak menyuruhmu untuk bertanggapan..” balas Eunhyuk mencibir maknaenya. “Nde. Aku tahu hyung. Dasar raja cerewet!!” kata Kyuhyun mulai menyerah. Siwon dan yang lainnya hanya tertawa mendengar peraduan mulut keduanya.

Tak terasa malam kian larut, namun suasana sunyinya malam tak membuat ketujuh pria berparas tampan dan kerap kali dijuluki “Flower Boy” itu masih tetap setia untuk menghabiskan waktu malam ini dengan candaan dan tawa mereka disela-sela agenda cerita mereka. Mereka bercerita tentang banyak hal, baik mengenai karier mereka maupun cinta.

“Hyung.. siapa nama adiknya Yoona?” Tanya Kyuhyun tiba-tiba. Siwon melebarkan matanya tak percaya menanggapi pertanyaan personil termuda itu. “Hahaha. Naksirkah kau padanya? hah?” selidik Siwon menyergap sikap Kyuhyun. “Yak! Aniya.. aku saja belum sempat bicara banyak dengannya” bantah Kyuhyun. “Sudahlah. Jangan mengelak lagi maknae, akui sajalah..” kali ini Yesung yang tadinya membisu pun membuka suara. “Namanya Im Seohyun. Nama panggilannya Seohyun. Kau ini aneh sekali, barusan tadi berkenalan dengannya, kenapa secepat itu kau melupakan namanya?!” heran Siwon. “Hehehe.. iya yah?” balas Kyuhyun sambil memegang tengkuknya.

“Dasar kau! Belum tua sudah terserang penyakit pikun. Makanya kau jangan terlalu menjahili kami. Kami kan hyungdeulmu babo..” kata Eunhyuk yang terkesan sedang mengutuk Kyuhyun.

Si polos Kyuhyun namun selalu bertingkah evil dan menjahili hyungdeulnya itupun diam sudah. Tak ada sepatah katapun yang ia keluarkan pada para hyungnya. Dan tak sampai disitu, para member The Boys pun melanjutkan acara bercengkrama mereka.

**

 

Hari manis yang dinantikan pun tiba sudah. Lebih tepatnya malam ini tepat pukul 8 malam pihak keluarga Siwon telah tiba di rumah keluarga Yoona. Setiba mereka di rumah elit itu, mereka disambut dengan ulasan senyum ceria dan kehangatan keluarga Yoona. Dipersilahkannya mereka menduduki area ruang tamu. Malam ini Ayah, Ibu dan adik perempuan Siwon telah siap untuk berjamu.

“Annyeonghaseo Minhoo-ssi, Hyejin-ssi…” sapa Tn. Dan Ny. Choi dengan keramah-tamahan mereka. “Nado annyeonghaseo Kiho-ssi, Hyekyo-ssi…” sapaan balik dari Tn. Dan Ny. Im.

“Sebelumnya aku dan sekeluarga mau minta maaf, karena mungkin aku mengundang kalian kesini hanya mengganggu waktu kalian..” ucap Tn. Im membuka tema perbincangan mereka. “Ah.. ani.. semua itu tidaklah benar Minhoo-ssi, kami sangat senang bisa berkunjung kemari, sebelumnya Siwon telah menceritakan banyak hal mengenai keluargamu. Terutama putrimu.” Balas Tn. Choi hingga membuat semuanya tertawa kecil. Sementara YoonWon yang duduk disamping orang tua masing-masing hanya saling mencuri pandang.

Tuan Im mempersilahkan keluarga Choi untuk menikmati hidangan tamu mereka. “Silahkan dicicipi, itu semua istriku yang membuatnya hanya untuk kalian. Aku harap kalian menyukainya.” Tuntun Tn. Im. Sesaat Tuan Choi menjedah acara minumnya dan  spontan menatap YoonWon bergantian. “Appa..” lirih Siwon yang sepertinya merasa was-was ditatap oleh ayahnya seperti tadi. “Kau memang cantik sekali, betapa beruntungnya putraku bisa mengenal dirimu..’’ Tuan choi akhirnya mengeluarkan inti tatapannya tadi dengan kata-kata. Yoona terbelalak kaget mendengar pujian dari pria paroh baya yang mungkin sebentar nanti akan menjadi calon ayah mertuanya. Yoona tersenyum menanggapinya, “Gomawo Ahjussi, aku rasa aku hanya gadis biasa.” Balas Yoona yang terkesan merendahkan diri.

Tuan Choi dan Tuan Im serta Nyonya Choi dan Nyonya Im, Seohyun dan Jiwon hanya terkekeh kecil mendengar kekikukan Yoona. Wajah Yoona kini berubah merah padam. Siwon juga terlihat terkekeh pelan melihat keluguan Yoona. Rasanya jika keadaan seperti ini sungguh menggemaskan sekali agar ia bisa menjahili Yoona. “Yoona-ya.. sudahlah, jangan seperti itu, kau adalah satu-satunya gadis yang dicintai putraku ini.” Lanjut tuan Choi menunjuk Siwon dengan dagunya. Yoona terdiam mendengarnya, “Nde paman. Gomawo, aku juga mencintai putramu.. berkat mengenalnya aku jadi makin tahu apa arti kehidupan dan apa itu cinta yang sesungguhnya.” Balas Yoona dengan tundukkan kepala karena ia begitu gugup. Maklumlah ini perdana kalinya ia diperhadapkan dengan keluarga Siwon.

Sudah banyak hal yang mereka ceritakan perihal YoonWon, kini saatnya mereka beranjak ke tempat jamuan makan malam. Disana mereka segera menikmati hidangan makan malam yang mempunyai cita rasa yang menggoda indra perasa. Tuan Choi dan tuan Im duduk berdampingan, Nyonya Choi dan Nyonya Im juga melakukan hal yang sama. Begitupun juga dengan YoonWon serta Jiwon dan Seohyun. “Eung… Minhoo-ssi, bagaimana kalau kita langsung saja ke inti pembicaraan kita malam ini.” Cetus Tuan Choi mengedipkan sebelah matanya ke tuan Im yang berada tepat disampingnya. “Nde Kiho-ssi, kenapa aku bisa terlambat berfikir yah?’’ gurau Tuan Im menanggapi cetusan calon besannya. “Kalau begitu kau saja yang bicara.” Tuan Choi mempersilahkan tuan Im untuk memulai inti pertemuan mereka malam ini.

“Appa…” lirih Siwon memandang appanya. “Diam kau Choi Siwon! Aku tak menyuruhmu untuk membuka mulut!” ketus appa Siwon. Orang yang suruh pun diam sudah, “Baiklah..” balas Siwon pasrah. Tuan Im hanya tersenyum sesaat melihat sikap tak berkutitnya Siwon. “Siwon-ya.. sebelumnya paman minta maaf padamu dan keluarga, karena gara-gara paman kau jadi berpisah dengan putri paman. Padahal paman tahu kalau kalian saling mencintai. Sekali lagi paman minta maaf telah membuat kalian sedih. Jadi dihadapan orang tuamu sekarang paman ingin mengatakan bahwa paman merestui hubungan kasihmu dengan Yoona, putri paman.” Urai Tuan Im menjelasakan kerestuannya. Tuan dan Nyonya Choi berkata, “Nde Minhoo-ssi, kami juga minta maaf, gara-gara putra kami, putrimu menangis terus, dia telah menceritakan banyak hal mengenai putrimu dari jauh hari. Sebenarnya kami telah mengenal Yoona dari foto yang dulu pernah ditunjukkan oleh Siwon.” Begitulah penjelasan Ny. Choi yang juga diikuti oleh tuan Choi.

“Jinjjayoo?” Tanya Ny. Im yang tadinya hanya diam mendengar percakapan suaminya dengan tamu istimewa mereka malam ini. Nyonya Choi tersenyum kearah nyonya Im, “Nde.. Hyejin-sii, berkat putrimulah hingga putraku bisa berubah menjadi penurut seperti sekarang ini..” kata Ny. Choi bahagia. Nyonya Im pun segera berdiri dan mendekati nyonya Choi dan mereka pun berpelukan. Yang lainnya hanya tertawa pelan melihat adegan eommadeul YoonWon.

“sudahlah yeobo-ah.. duduklah ditempatmu..” pinta Tuan Choi dan Tuan Im kompak mengkomandoi kedua anae mereka untuk  duduk kembali di kursi. “Jadi kesimpulannya kami dari keluarga Choi merestuimu Yoona, jadilah menantu kami.” Ujar Tuan Choi dengan mimik wajah yang bahagia. “kami juga Siwon, kau jadilah menantu kami, ingat jagalah Yoona. Dan tolong gantikan posisi Hyunjoong untuk selalu melindunginya. Bukankah ia dulu pernah berpesan padamu..?” Siwon terharu mendengar ucapan appa dan calon appa mertuanya. “nde paman Im, tentu saja. bahkan aku akan memilih Yoona diatas segalanya dan menomor duakan karierku deminya..” angguk Siwon sepercaya dirinya. “Appa… paman. Eomma, bibi.. Jiwon dan Hyunnie… jeongmal gomawo telah merestui hubungan kami.. aku sayang kalian semua. Sejujurnya aku sangat mengangumi Siwon oppa dari dulu, bahkan aku pernah menjadi namja hanya karena ingin dekat dengannya. Awalnya aku sangat takut jika semua itu akan sia-sia. Namun semua itu tidaklah benar, nyatanya Siwon oppa juga mencintaku.” Jelas Yoona mulai menangis pelan. Siwon yang melihatnya pun mendekati dan mengelus sayang puncak kepalanya.

“Ekkhhmm… Yak! Kalian berdua jangan bermesraan dulu, acara kita belum selesai..” tuan Choi menegur YoonWon yang sedang berpelukan dihadapan mereka. YoonWon segera bubar dari adegan sayang mereka, “Nde… appa… paman..” balas Siwon dan segera duduk kembali di kursinya. “Baiklah… selamat Choi Siwon, Im Yoona.. malam ini, atas nama kedua belah pihak keluarga, kami merestui hubungan kalian, dan secepatnya kalian tentukan kapan kalian siap untuk menikah. Setelah itu beritahu kami untuk mempersiapkannya..” papar tuan Choi dan tuan Im.

YoonWon tersenyum sumringah meresponnya, “Baiklah… kamsahamnida, tolong beri kami waktu beberapa hari untuk merencanakannya. Aku akan berbicara pada pimpinan TOP dan semua member The Boys agar mereka mau mendukung kami.” Siwon meminta waktu untuk berunding dengan TOP family mengenai rencana pernikahannya dengan gadis yang amat dicintainya itu.

“Baiklah anak muda, kami memberikan waktu satu minggu dari sekarang..” balas Tuan Im dengan agak sedikit bergurau. Siwon mengangguk paham, “Nde paman. Pasti! Aku akan segera mengurusnya, aku juga tak mau membuat Yoona lama menungguku, sudah cukup kami berpisah, dan kali ini atas izin kalianlah maka aku takkan mau membuatnya menungguku lagi, aku sudah memikirkan resikonya jika aku harus meninggalkan karierku demi Yoonaku.” Akhirnya Siwon makin membuat Yoona tak dapat berkata-kata lagi, itulah yang dinantikan Yoona selama ini.

“Oppa…” lirih Yoona jadi terharu dengan ucapan Siwon barusan. Ucapan itu begitu mengelus lembut hati dan pikirannya. Hanya rasa bahagia yang ia rasakan, ‘Terima kasih Tuhan, kau membuat semua ini indah pada waktunya.. batin Yoona tulus. ‘Aku tahu semua kesedihanku selama ini akan berujung membuatku tersenyum kembali..’ lanjutnya lagi sembari memejamkan matanya sesaat.

Dan akhirnya semua acara keluarga kedua belah pihak (YoonWon) malam ini tuntas sudah. Semua kesalahpahaman yang selama ini mengganjal dihati Yoona dan Siwon terjawab sudah. Semuanya senang dan bahagia menyetujui hubungan kasih mereka, tak ada lagi yang menantang mereka untuk melanjutkan hubungan cinta itu ke jenjang yang lebih serius. Toh kedua keluarga juga sudah setuju dan malah memberikan mereka kesempatan untuk segera melangsungkan pernikahan secepatnya.

“Gomawo Minhoo-ssi, Hyejin-ssi.. sudah merestui anak kami untuk bersama putri kalian.” Ucap appa Siwon disela-sela acara jabat tangan mereka ketika hendak pulang. “Nde.. sama-sama, terimakasih juga sudah datang kemari. Semoga anak-anak kita bahagia kelak.” Imbuh appa Yoona mewakili ketiga anggota keluarganya. “Yoona-ya.. kami pamit dulu, kalau Siwon membuatmu menangis laporkan saja paman dan bibi, kami akan membuatnya menyesal.” Kata Nyonya Choi lalu memeluk Yoona sesaat. “Nde… bibi, jeongmal gomawo..” balas Yoona mengeratkan pelukannya pada calon ibu mertuanya. “Baiklah kami sekeluarga pamit dulu..” lanjut tuan Choi. Keluarga Yoona pun mengantar calon keluarga baru mereka sampai ke gerbang. “Hati-hati paman, bibi, oppa, Jiwon-ah..” kata Yoona sambil melambaikan tangannya kearah Siwon dan keluarganya. “nde chagiya.. bersabarlah.. saranghae..” balas Siwon hingga membuat semuanya tertawa melihat tingkahnya. “Baiklah.. kami pergi, annyeong.. salam buat yang lainnya..” pamit tuan Choi dan menyuruh Siwon untuk menstarter mobil mereka. “Nde.. hati-hatilah, annyeong..” balas Yoona dan anggota keluarganya kompak.

Mobil Siwon dan keluarganya berlalu sudah dari rumah Yoona, “Appa..Eomma, Seo.. gomawo atas semuanya. Aku sayang kalian semua..” ucap Yoona sambil merentangkan tangannya agar ketiga orang tercintanya itu memeluknya. Mereka pun berpelukan sudah untuk mengekspresikan rasa bahagia mareka. “Sudah Yoong, kau memang pantas mendapatkannya. Kau pantas bahagia anakku.” Tuan Im membujuk putri sulungnya yang masih terhanyut dalam keterharuannya.

**

Keenam gadis cantik itu begitu ceria ketika saling berbagi mengenai cerita cinta masing-masing. Siapa lagi yang tak bukan dan tak lain adalah Yoona dan kelima temannya. Yoona menatap satu-persatu teman-temannya itu, “Aku sangat senang keluargaku dan keluarga Siwon oppa menyetujui hubungan kami. Terima kasih atas dukungan kalian chingu. Kalian yang terbaik!” curhat Yoona tak bisa mengakhiri rasa bahagianya. “Nado Yoong, kami ikut bahagia. Akhirnya semuanya berakhir bahagia, semoga kau dan Siwon oppa bahagia selamanya.” Cetus Taeyeon yang duduk disamping Hyoyeon. “Aku juga Yoong, semoga Siwon oppa tak membuatmu menangis lagi, jika dia melakukan itu maka aku akan menuntutnya.” Canda Hyoyeon. “Akhirnya Yoongku ceria kembali seperti dulu.” Sambung Yuri sembari memegang pergelangan tangan Yoona. “Selamat Yoong, kau terbebas juga dari kesedihanmu.” Ujar Tiffany dan Jessica koor.

“Gomawo.. aku sayang kalian semua..” Yoona terharu dengan dukungan teman-temannya. “Lalu kapan kau dan Siwon oppa segera menikah?”, Tanya Taeyeon penasaran. Yoona tertawa pelan, “Kami akan membicarakannya dulu, aku sedang menunggu Siwon oppa kembali dari kantor TOP.” Jawab Yoona jujur. “Jinjja? Lalu dia akan menjemputmu disini..?” lanjut Taeyeon bertanya.

“Nde.. dia bilang satu jam lagi.” Sambung Yoona sambil memperlihatkan sms dari Siwon kehadapan teman-temannya. “Wah.. kalian memang pasangan yang serasi, aku iri dengan kalian.” Puja Yuri yang Tak henti-hentinya tersenyum senang melihat wajah Yoona yang telah kembali ceria seperti dulu. “Aku juga sudah tidak sabar ingin menyaksikan pernikahan kalian.” Cetus Tiffany asal. “Yak! Stephanie Hwang. Kau harus sabar, Yoong dan Siwon oppa belum membicarakannya.” Protes Taeyeon dengan nada kasarnya.

“Iya..iya.. aku tahu, dasar cerewet!” serang Tiffany dengan wajah kesal. “Sudahlah.. kalian ini.” Yoona ikut menghadang TaeNy yang sepertinya sedang beradu mulut. “Oh yah? Apa ada perkembangan?” Yoona lanjut bertanya pada sosok yeoja-yeoja yang amat disayanginya itu. “Perkembangan? Maksudmu apa Yoongie?” heran Taeyeon dan Jessica bersamaan. Yoona mendengus kesal, “Yak! Dasar tidak peka. Maksudku perkenalan kalian waktu itu setelah gagalnya pernikahanku dengan Geunsuk oppa.” Ujar Yoona sedikit memperingati.

Tentu saja Taeyeon, Jessica, Tiffany, Hyoyeon dan Yuri terpekik kaget mendengarnya, “Ekhmm.. maksudmu perkenalan kami dengan oppadeul The Boys?” ulang Taeyeon meyakinkan. Yoona hanya mengangguk benar. “Oh.. itu, itu… kami sedang dalam proses dekat. Maksudnya pendekatan.” Jawab Taeyeon malu-malu. Yoona hanya melebarkan tawa aligatornya merespon jawaban Taeyeon. “Begini, karena aku tahu karakter setiap diri oppadeul maka akan kuberitahu pada kalian.” Ide Yoona.

“Pertama, Leeteuk oppa. Dia baik, sangat baik.. dia juga sangat dewasa, tampan pula. Jadi dia cocok denganmu Taeng.” Kata Yoona melirik Taeyeon yang sedang serius mendengar penjelasan Yoona. Taeyeon hanya tersenyum kecil mendengarnya.

“Kedua, Heechul oppa. Dia lucu sekali, namun baik dan juga tampan, walau aku tak begitu lama mengenalnya seperti member lain, namun aku tahu dia seperti itu. Dan dia cocok untukmu Fany.” Kali ini Tiffany yang menjadi sasaran Yoona.

“Ketiga, Yesung oppa. Kau harus mendengarkannya dengan saksama Yul. Yeppa itu sangat baik hati, dia selalu membelaku, suaranya seperti kau bilang suara emas, tampan juga orangnya, juga dewasa. Cocok untukmu Yul-ah.” Selanjutnya Yuri yang diminta keseriusannya ketika mendengar fakta tentang idolnya, Yesung.

“Keempat, Eunhyuk oppa. Dia benar-benar seorang yang unik. Walau dulu ia sangat suka menjahiliku dan suka meledekku, namun dibalik itu semua dia juga tak kalah baiknya dengan member lain, dia juga pandai menari. Dia serasi denganmu Hyo-ah.” Hyoyeon hanya tertunduk malu mendengar lontaran kalimat Yoona.

“Kelima, Donghae oppa. Sejujurnya dia juga menyukaiku, tapi sayang aku tak bisa membalas rasa sukanya itu, dia baik, tampan, dan pengertian serta panadai menari juga sama seperti Eunhyuk oppa.”

“Jinjjayo?” Jessica berteriak ketika mendengar tentang Donghae. “Yak! Kau kenapa? jangan bilang sudah ada benih-benih cinta antara kau dan Haeppa..” sergap Taeyeon kearah gadis berambut blonde itu.

“Lalu Kyuhyun oppa..??” Tanya Yuri kilat. “Aku tak tahu, tapi kemarin malam dia bilang padaku kalau dia ingin dekat dengan Hyunnie.” Jelas Yoona. “Mungkin dia suka dengan adikmu Yoong, baguslah, adikmu kan pendiam dan polos, menurutku cocok saja dengan Kyuhyun oppa yang selalu terkesan evil itu.” Celah Yuri. “Hei! Diamlah, jangan mengatainya seperti itu babo. Dia kan seorang idol? Bagaimana kalau ada orang di restoran ini dengar.” Khawatir Taeyeon. Lagi-lagi Yuri menyerah dengan sikap Taeyeon yang selalu menjadi hakim disaat-saat seperti ini.

“Tapi darimana kau tahu kami mulai suka pada mantan teman-teman boybandmu itu Yoong?” Tanya Tiffany penasaran. “Tentu saja disaat pernikahanku waktu itu. Memangnya dimana lagi babo.” Jelas Yoona sedikit bercanda. “hehe.. iya yah..” angguk Tiffany yang kini mendapat lirikan tajam dari yang lainnya.

“Kalian masih ingat pria yang pernah menabrakku di depan Taegook Mall waktu itu? Dia adalah Siwon oppa..” jujur Yoona. Semua kaget secara berjamaah, “Mworagooo?” teriak mereka tak percaya. “Yak! Im Yoona, dari mana kau tahu kalau itu namjamu?” Hyoyeon masih tak bisa mengerti. “Siwon oppa yang memberitahu padaku, katanya waktu itu aku tak mengenalnya karena dia pakai masker dan kacamata hitam besar.” Urai Yoona satu persatu.

Mereka semua paham dengan maksud Yoona, “Jodoh memang tak kemana..’’ titah Taeyeon dan kembali lagi menyeruput jus mangganya. “Wah.. beruntungnya dirimu Yoong, kau dan Siwon oppa memang ditakdirkan untuk bersatu.” Puji Tiffany.

“Nde.. Fany-ah.. gomawo.” Yoona ikut senang dengan respon teman-temannya hari ini.

Sesaat kemuadian aktifitas curhat mereka terhenti karena suara klakson mobil yang dibunyikan berulang-ulang, “Mungkin itu Siwon oppa.” Pikir Yoona. “Ya sudah, kalau begitu pergilah. Semangat Yoong! Semoga ada kabar gembira dari TOP family.” Jessica menyemangati Yoona, sang sahabat tercinta mereka. “Baiklah.. aku pergi.” Pamit Yoona dan tanpa persetujuan teman-temannya ia segera menyambar tasnya dan berlari meninggalkan teman-temannya.

“Akhirnya.. kau tersenyum kembali Yoong.” Gumam Taeyeon ikut senang.

**

Keduanya saling tersenyum memandang wajah bahagia orang yang dicinta. Siwon menggeser posisi duduknya tepat dihadapan Yoona. Ia memandang Yoona lekat hingga membuat gadis itu tak bisa berkutit, “Oppa.. kenapa kau mengundangku disini, apakah kau tak takut dengan paparazzi? Ini kan taman kencan umum, kenapa harus kesini? Aku takut ini membahayakanmu..” ucap Yoona khawatir, namun Siwon tak menjawabnya malah semakin menatapnya dengan tatapan yang sulit untuk diterjemahkan, “Kumohon Diamlah Chagi.. Dengarkan aku.” Pinta Siwon lembut seraya mengangkat wajah Yoona yang tadinya tertunduk. “Aku sudah berbicara dengan pimpinan. Dan………… sayangnya dia… dia….” Ucap Siwon terputus. Hati Yoona was-was, wajahnya resah mendengar penuturan Siwon, “Kenapa oppa? Waeyo? Jujurlah..” sambung Yoona khawatir. “Mianhaeyo Yoongiee..” Siwon makin membuat Yoona kalut.

Untuk beberapa saat mereka tenggelam dalam suasana hening, “Paman Lee, pimpinan TOP mengatakan bahwa…. Bahwa ia tak bisa menolak untuk menyetujui pernikahan kita Yoong.” Papar Siwon dan seketika Yoona kaget membulatkan matanya sempurna. “Oppa.. kau.. benar-benar membuatku tak tenang..” lirih Yoona ketika ia telah terbawa kepelukan posesif namja tercintanya itu. “Tenanglah Yoongku, aku juga sudah berbicara dengan semua member, dan mereka semua juga setuju..” lanjut Siwon membujuk Yoona yang telah menitikkan air mata rasa harunya. “Jinjjayo oppa? Tapi bagaimana dengan karirmu nanti?” Tanya Yoona khawatir seraya melepaskan dirinya dari dekapan Siwon.

Siwon hanya menanggapi kekhwatiran Yoona dengan menempelkan jari telunjuknya dibibir gadis itu, “Jangan mengungkit itu lagi, aku kan sudah pernah bilang chagi jika disuruh memilih antara kau dan karierku maka aku akan memilihmu. Kau adalah cintaku sekaligus mimpiku yang sebenarnya, mungkin kau berfikir aku terlalu berlebihan dalam mengungkapkan ini semua. Tapi inilah aku Yoong, inilah aku Choi Siwon. Seorang namja bodoh yang telah mencintaimu dari jauh-jauh hari namun tak berani mengatakannya. Oleh karena itu, aku berjanji atas nama Tuhan, keluarga kita berdua, teman-teman kita, kursi putih ini, bunga-bunga ditaman ini, bahwa aku akan selalu mencintaimu sampai kapanpun. Yooong… you’re my First and My last love…” ungkap Siwon tulus. Yoona yang mendengarnya tak tahu harus berkata apa lagi, “Gomawo oppa, my lovely prince..” balas Yoona mulai terisak. Siwon segera menghapus air matanya dengan kedua ibu jari tangannya, “Jangan menangis lagi Im Yoonwonku.” Rayu Siwon mulai bercanda. “Yak! Kau ini, namaku Im Yoona, bukan  Im Yoonwon..’’ rajuk Yoona sambil memukul pelan dada Siwon. Siwon hanya tertawa gemas melihat tingkah Yoona. “Menurutku, Im Yoona atau Im Yoonwonku sama saja. justru karena Im Yoonwonlah kita bisa bersatu, nama itu juga artinya Im Yoona-Siwon kan? Kau tahu aku sangat kesepian di dorm ketika kau meninggalkanku, untungnya diarymu itu membuatku tahu kalau ternyata kau tulus mencintaiku, bahkan honormu selama tercatat sebagai member The Boys kau simpan pada Leeteuk hyung dan tak mengambilnya sepeserpun.” Kata Siwon terharu. Yoona kembali memeluk Siwon, “Itu karena kau oppa.. kaulah yang membuatku seperti itu.” Sambung Yoona.

“Yoong..” panggil Siwon pelan.

“Nde oppa..” respon Yoona segera menatap Siwon.

Segeranya Siwon membelai sayang rambut Yoona, “Kau tambah cantik, bahkan sangat cantik dengan rambut panjang ini, tidak sepertiku Yoonwonku dulu yang nakal sekali,” puji Siwon sedikit bercanda. “Terimakasih oppa atas pujianmu. Aku beruntung bisa mengenalmu..” ucap Yoona gembira.

“Nado chagi-ya” balas Siwon secerianya. “Oh yah.. sebentar malam undang teman-temanmu datang makan malam bersama aku dan member lain, jangan lupa ajak adikmu juga.” Tawar Siwon sambil menuntun Yoona meninggalkan taman, “Maksud oppa?” Yoona bingung.

“Sudahlah, kau juga nantinya akan tahu, pokoknya ajak Seohyun juga.” Kata Siwon ketika mereka sampai didalam mobil. Yoona hanya menurutinya, “Baiklah oppa..” Yoona hanya mengangguk menuruti permintaan namja yang sedang mengeratkan sabuk pengamannya.

Siwon hanya tersenyum rekah melihat wajah bingung Yoona, “Kita ke dorm, semua member ingin bertemu denganmu.” Ajak Siwon. Yoona hanya mengiyakan, “Nde.. tapi ini sudah sore oppa..” khawatir Yoona. “Jangan seperti itu, kau tak usah khawatir, aku sudah izin pada paman. Hari ini kita kencan seharian full.” Jelas Siwon menggoda Yoona.

“Baiklah oppa.. aku mau..” balas Yoona pura-pura pasrah, padahal dalam hatinya ia begitu suka jika diajak seperti ini.

Dalam perjalanan menuju dorm, Siwon tak ada akhirnya membuat calon istrinya itu untuk tertawa, ia tahu bahwa Yoona sangat suka bercanda, makanya ia terus menjahili Yoona. Dan inilah gambaran suasana hati mereka yang sedang dilanda suka cita atas perestuan hubungan mereka dari semua pihak yang selama ini terkesan tak menyetujui hubungan mereka.

**

Siwon dan Yoona terbelalak kaget melihat seisi dorm yang tak biasanya mereka lihat. Semua member The Boys menyambut mereka dengan cara mendekorasi semua sudut ruangan dorm dengan semua hiasan dinding yang berbentuk hati dengan ukiran nama YoonWon. Yoona terharu melihat semua pemandangan berkesan “Surprise” ini, “Oppadeul…” lirihnya sambil memandang keenam namja tampan didepannya yang hanya tersenyum hangat menyambut kedatangannya dengan Siwon. “Yak! Jangan menangis, ternyata kau masih seperti dulu..” bujuk Leeteuk mencoba membuat Yoona tak melanjutkan aksi terharunya.

“Yoonwon-ah, ani maksudku Yoona-ah, aku rindu padamu..” ucap Eunhyuk yang sontak membuat seisi dorm heboh. “Hyukppa.. aku juga.” balas Yoona dan langsung memeluk Eunhyuk. “Yak! Sudahlah Lee Hyukjae, kau tak pikir bagaimana hatinya Siwon ketika kau memeluk calon istrinya.” Timpal Donghae merombak pelukan YoonHyuk. “Terimakasih oppadeul atas semua penyambutan kalian ini, kalian tahu aku sangat merindukan kalian. Berkat kalian aku bisa dekat dengan Siwon oppa..’’ ucap Yoona tersenyum kearah semua member.

“Sudahlah… ini memang kewajiban kami, kau adalah bagian dari hidup kami..” ujar Heechul yang tadinya diam, “Kau Heechul oppa kan?” Yoona menebak sosok Heechul yang ada disamping Eunhyuk, “Nde gadis cantik, perkenalkan Kim Heechul imnida. Aku sangat berterima kasih dulu kau menggantikan posisiku dengan baik. Kau hebat Yoona-ah.” Puji Heechul kala memperkenalkan dirinya pada Yoona. “Im Yoona imnida, aku juga bersyukur bisa mengenalmu.” Balas Yoona tersenyum ramah pada Heechul.

“Yak! Choi Siwon, jagalah adik yeojaku dengan baik. Kami telah merestuimu dengannya, jadi jangan buat dia menangis lagi namja tengik” imbau Yesung sambil mengedipkan matanya ke Yoona. “Yeppa..” lirih Yoona tertawa.

Semua member mempersilahkan YoonWon untuk duduk berdampingan di sofa panjang cokelat itu, dan dengan senang hati mereka menurutinya, “Duduklah.. ayo Siwon peluk calon istrimu.” Perintah Yesung. Lagi-lagi YoonWon hanya mengikutinya tanpa membantah.

Kyuhyun tersenyum evil kearah keduanya, “Yak! Hyung, rangkul yang mesra, kalau tidak aku tak mau memfoto kalian berdua.” Kali ini sang maknae yang memerintah hyung tersayangnya dan yeoja yang dulunya pernah menjadi maknaenya itu.

Crekckk!! Crekckk!! Crekckkk!! Suara jepretan kamera yang tadinya digenggam Kyuhyun terdengar sudah, mereka semua berhambur ke Kyuhyun untuk melihat hasil foto YoonWon, “Yak! Untuk apa kalian menyuruh kami berdua untuk difotoi..” protes Siwon tak terima. Yoona hanya terkekeh melihat kehebohan mantan hyungdeulnya. Siwon dan member lain masih sibuk melihat hasil foto itu. Sedangkan Donghae berinisiatif untuk mendekati Yoona, “Yoong…” seru Donghae pelan ketika duduk disamping Yoona. “ Ye oppa..” sahut Yoona dengan senyuman khasnya yang selalu membuat Donghae tersenyum.

“Chukkae.. akhirnya semua penderitaan hatimu berujung bahagia juga. Semoga kau bahagia selalu dengan Siwon, ingat jangan menangis lagi. Aku tak suka melihat orang pernah kucintai sedih..” Yoona hanya kaget mendengar kalimat Donghae. Mungkinkah Donghae masih menyukainya? Ataukah hanya perasaannya saja?.

“Gomawo oppa… terimakasih, berkatmu aku bisa bertemu dengan Siwon oppa waktu itu.” Ucap Yoona berterima kasih pada Donghae. Donghae hanya mengangkat tangannya mengelus kepala Yoona.

Siwon tersadar dan pandangannya teralihkan kearah YoonHae, ia membuang pandangannya sesaat kesamping dan segera menghampiri YoonHae, “Ekhhmm.. mianhae. Apakah aku mengganggu waktu curhat kalian?” Tanya Siwon curiga, lebih tepatnya cemburu.

“Ani.. aniyo Wonnie. Aku hanya memberi ucapan selamat padamu dan Yoona.” Jelas Donghae dan beranjak berdiri dari hadapan YoonWon. Setelah kepergian Donghae, Siwon duduk juga disamping Yoona, “Bicara apa tadi dengannya?” selidik Siwon tanpa memandang Yoona.

“Kau cemburu?” tebak Yoona. Tanpa membalas tebakan Yoona malah membuat Siwon tertawa, “Tentu saja. aku tak suka dia mendekatimu terus. Biar bagaimana pun hanya aku yang berhak memperlakukan sesuatu padamu.” Bisik Siwon di kuping Yoona. “Hahahaha…” Yoona membalasnya dengan tawa lepas. “Yak! Jangan menertawaiku Deer, aku akan membalasnya..” tantang Siwon serius. “Baiklah.. maafkan aku chagi-ya…” Yoona pun menyerah, karena ia tak bisa melihat Siwon merajuk seperti ini.

“Yak! Yoona, Siwon.. kemarilah kita foto bersama..” teriak Leeteuk. YoonWon hanya mengangguk setuju dan segera berjalan kedepan member lain.

Dan mereka pun berfoto bersama. Keceriaan mereka terlahir kembali setelah kedatangan Yoona, dan yang paling penting adalah YoonWon telah bersama.

**

Tujuh pasang kursi di restoran termahal telah siap, restoran Taegook. Ketujuh pasangan kursi itu masih tertata rapi demi menyambut kedatangan orang-orang yang akan memakai jasa duduk mereka untuk kegiatan makan malam romantis mereka. “Omo!! Jantungku eonnie.. jantungku..” resah Seohyun memegang dadanya sesaat. Yoona dan kelima temannya yang melihatnya hanya tertawa pelan menanggapi kemelut kepolosan hati adik sahabat mereka itu, “Yak! Hyunnie.. tenanglah. Kyuppa kan belum datang, kenapa kau takut sekali?” Taeyeon ikut membujuk Seohyun.

“Aku takut pandangan matanya eonnie.. aku takut..” jujur gadis lugu itu. Yoona segera memeluknya untuk memberinya ketenangan. “Aku juga takut.. sungguh jantungku tak bisa ku kontrol Yoong.” Tambah Jessica.

“Aigooo!! Ya..ya..yak!! kenapa seperti ini, kalau kalian begini jangan menyetujui datang kemari..” jengkel Taeyeon melihat ekspresi polos nan lugu yang diciptakan teman-temannya. “Kalau Seohyun wajar, karena dia belum pernah pacaran! Tapi kalian…” lanjut Taeyeon dengan nyaringnya.

“Semuanya tenang! Lima menit lagi Siwon oppa dan oppadeul kesini..” imbau Yoona. “Mwo? Lima menit eonnie? Omoo!!!” teriak Seohyun hingga membuat yang lain terkejut koor.

“Tenanglah saeng, tenang. Kyuppa takkan memakanmu..” saran Yoona pada adik yeojanya itu.

Tiffany juga terlihat resah, “Oh My God.. Oh My God.. jantungku..!!” kali ini giliran Tiffany yang beresah hati. “mereka sudah datang..” lirih Yuri sambil menunjuk all member The Boys yang masuk dengan gagahnya kedalam restoran. YoonSeo dan yang lainnya pun diam serta duduk pasrah di tempat duduk masing-masing.

“annyeong semuanya.. maaf membuat kalian lama menunggu..” sapa Siwon mewakili member lain. “Nde.. annyeong juga oppadeul..” mereka balik menyapa dengan kekooran mereka.”

Dan………. Acara saling pandang memandang pun dimulai dari masing-masing orang di meja makan restoran masakan Italy itu, tak berapa lama para pelayan pun datang membawa pesanan mereka. Mereka pun melanjutkan acara makan mereka. Hanya suara garpu dan bunyi piring yang terdengar. “Ekhmm.. apakah makanan kalian enak? Karena ini restoran khusus makanan Italy, maka aku hanya pesan pasta tiga rasa untuk kalian. Silahkan dicicipi dan nikmatilah setiap makanan kalian..” seru Siwon membuyarkan keheningan semuanya.

“Oppa.. ada apa dengan mereka?” Yoona berbisik ke Siwon. “Entahlah chagi-ya.. maklum ini pertama kalinya mereka berduaan seperti ini.” Balas Siwon sambil melirik lainnya sekejap.

“Aouwww… appoyo!! Eonnie.. aku menggigit bibirku… appo eon..” pekik Seohyun dengan nada sedikit berteriak. Kyuhyun pun memberanikan diri untuk melihat bibir sosok gadis polos itu, “Gwaenchana??” Tanya Kyu lembut. “Gwaenchanayo oppa.. gomawo..” balas Seohyun memastikan namja dihadapannya kalau dia tak apa-apa. “Baiklah.. lanjutkan makananmu..” suruh Kyu lembut setelah menghapus sisa-sisa makanan yang tadinya mengelilingi area mulut Seohyun dengan tissue.

Dilain sisi Donghae dan Jessica asyik bercerita layaknya orang yang telah akrab, begitu pula sebaliknya dengan Taeyeon-Leeteuk, Yuri-Yesung, Tiffany-Heechul dan Hyoyeon-Eunhyuk yang tertawa karena saling menjahili.

Usai sudah acara makan malam mereka, “Semua mohon perhatiannya.” Pinta Siwon pada semuanya. “Oppa apa yang akan kau lakukan?” heran Yoona ketika Siwon telah berjongkok memohon sesuatu dihadapannya, “Menikahlah denganku gadisku, jika kau menerima lamaranku ini maka cintaku dan mimpiku akan terwujud sekarang juga..” pinta Siwon serius. Yoona tersenyum kemudian berkata, “Nde oppa. Aku menerimanya. Jadikan aku istrimu. Aku mau kau yang menjaga dan melindungiku.. saranghae my prince Choi..” balas Yoona dengan senyum indahnya. Siwon segera memeluk Yoona, “Nado.. saranghae my princess Im..’’ balas Siwon selembutnya.

Yang lainnya terkesan dengan aksi lamaran Siwon, akhirnya namja itu memasukkan sebuah cincin cantik sederhana ke jari manis Yoona. Dan mereka kembali berpelukan. Suara tepukan tangan mengiringi acara lamaran YoonWon. Semuanya tertawa bahagia melihatnya.

“Gomawo chagi-ya…”

“Nado oppa..”

Namun aksi romantis YoonWon diganggu oleh siulan Eunhyuk yang duduk bersama Hyoyeon disamping Yuri dan Yesung. “Yak! Apa yang kau lakukan..?” geram Donghae melihat tingkah heboh Eunhyuk. “diam kau! Aku hanya ingin mengekpresikan rasa turut bahagianya diriku melihat Siwon dan Yoona telah bersatu.” Pungkas Eunhyuk tak menghiraukan celotehan Donghae.

“Gomawo Hyukppa.” Ucap Yoona tersenyum renyah melihat tingkah heboh Eunhyuk.

Siwon dan yang lainnya hanya tertawa meresponnya, “Kau memang hebat Lee Hyukjae..” puji Yesung dengan aura menyindir. “Gomawo hyung, tapi apakah kau ikhlas memujiku?” cerosos Eunhyuk. Yesung hanya diam memandang Yuri.

Acara kencan samar mareka dengan agenda makan malam pun berakhir sudah, saatnya mereka pulang. Masing-masing orang mangantar pasangannya pulang ke rumah. Semuanya telah berlalu dari restoran, yang tersisa hanyalah YoonWon. Siwon menghampiri pemilik restoran yang sangat dikenalnya itu dan berterima kasih sudah membuat makan malam khas negeri pizza itu dengan sebaiknya untuk agenda jamuan makan malam mereka hari ini.

“Kajja kita pulang..” ajak Siwon merangkul pinggul Yoona. Namun sialnya saat mereka mau keluar restoran hujan lebat yang tiba-tiba turun menghadang langkah kaki mereka untuk segera menuju mobil. “Yak! Oppa, hujan..” ucap Yoona khawatir. “Jangan takut. Ada aku.” Balas Siwon sambil memakaikan jas hitamnya di tubuh mungil Yoona. Kini ia hanya mengenakan kemeja putih polosnya, “Oppa.. kenapa menyuruhku memakainya? Kau sendiri kedinginan..” ucap Yoona makin khawatir.

Para pemilik restoran yang hendak pulang memberikan sebuah payung untuk YoonWon, “Pakailah ini. Semoga bisa mengantarkan kalian sampai ke mobil.” Kata pria paroh baya itu. “Nde paman, gomawo..” balas Siwon sopan sembari menerima payung itu dengan senang hati.

Setelah kepergian pemilik restoran dan para pegawainya itu YoonWon pun berinisiatif untuk pulang, “Ayo oppa.. kita berjalan ke mobil, aku sudah tak tahan, dingin sekali..” ajak Yoona merangkul lengan Siwon. Namun Yoona kaget ketika melihat Siwon berlari ditengah guyuran hujan lebat. “Yak! Oppa.. stop! Apa yang kau lakukan. Berhentilah disitu, aku akan membawakan payung ini untukmu..” teriak Yoona namun sepertinya Siwon tak mendengarnya karena hujan yang belum juga redah. “Yak! Kenapa kau babo sekali oppa..?” Tanya Yoona khawatir kala memayungi tubuh Siwon. Siwon merebut payung itu dari Yoona, “Sini. Biar aku yang pegang payungnya” pinta Siwon. Yoona hanya mengangguk

Tinggal tiga langkah lagi Yoona hendak membuka pintu mobil berwarna biru tua itu namun Siwon menahan tangannya, “Tunggu!” pinta Siwon. “Oppa..”, lirih Yoona bingung mencermati sikap Siwon, “Jangan tinggalkan aku lagi chagi-ya.. saranghae..’’ lagi-lagi Yoona dibuat luluh dengan kalimat romanisme Siwon.

“Nado oppa.. saranghae, aku takkan pernah meninggalkanmu lagi..” ucap Yoona lembut. Tangan kanan Siwon yang tak memegang payung pun segera ia gunakan untuk membawa Yoona kedalam pelukannya. Untuk beberapa saat mereka tenggelam dalam pelukan orang tercinta masing-masing.

Perlahan Siwon mulai melepaskan pelukannya dan menatap manik mata gadis cantik dihadapannya lekat. Gadis bernama lengkap Im Yoona itu sudah tahu dengan apa yang akan terjadi kini. Siwon mulai mendekatkan wajahnya dihadapan Yoona, memiringkan kepalanya sedikit dan segera mencium hangat dan lembut bibir gadisnya itu dibawah guyuran lebat hujan yang menghantam payung lindungan mereka dari air hujan.

Mereka terus berciuman, saling memagut bibir masing-masing, meluapkan semua rasa bahagia mereka, saling memberikan kesan hangat ditengah dinginnya sensasi hujan. Tangan kanan Siwon yang tak menyentuh payung pun makin ia gunakan untuk menarik tubuh Yoona agar mereka bisa saling memperdalam ciuman lembut mereka. Ciuman manis tanpa nafsu yang takkan pernah mereka lupakan, ciuman hangat ditengah dinginnya hujan malam yang melanda kota Seoul. Ciuman tanda cinta mereka yang tulus bahwa mereka takkan pernah berpisah lagi, ciuman yang seakan berisyarat bahwa cinta dan mimpi mereka telah bersatu, takkan pernah ada rasa resah lagi yang menghantui mereka untuk mengakhiri salah satunya diantara cinta dan mimpi mereka.

Siwon telah mendapatkan cintanya tanpa harus mengorbankan kariernya untuk saat ini, begitu pula Yoona, mimpinya dulu untuk meraih mimpinya dengan bergabung di The Boys berujung dengan mendapatkan cintanya dari sosok namja yang sangat dicintainya. Kesimpulannya keduanya sama-sama saling mencintai dan tak mau kehilangan satu sama lain seperti dulu. Dan…….., Inilah ciuman lambang cinta mereka, umbrella kiss yang masih saja mereka lanjutkan tanpa pandang hujan yang masih saja turun membasahi bumi kota Seoul.

 

**THE END**

 

Alhamdulillah akhirnya tamat juga nie ff…J, ayohh koment, koment dan komentnya Author tungguin yah??#maksa..*: otthoke endingnya? Lebay yah? Hehehe..:), mian kalo terkesan lebay ketika readers membacanya (moga mement indah di ff ini terjadi real di kehidupan YoonWon in real life)#amiinn. Tapi chapter endingnya ini panjang banget kan?#ayongaku??!! Pada happy semua kan liat YoonWon direstui oleh ortu masing2 (keluarga mereka), keluarga besar TOP dan teman-teman mereka? Haahahee.. author aja bahagia..:), makasih udah comment nie ff dari chapter 1 hingga bisa end di chapter 8 ini. Moga readersku syg pada puas dengan endingnya ne? sampai jumpa di FF “We are Family” *Lambai tangan bareng YoonWon eonnie-oppa^^*. Truss.. special thank’s buat adekku “Gee” yang udah publish nie ff dari awal hingga endingnya.. Gee…big hug my saeng.. mian eonnie selalu merepotkanmu..(enggak merepotkan sama sekali^^) **JSalam-United-Kingdom….

 

 

 

 

Tinggalkan komentar

108 Komentar

  1. nychoicy

     /  Januari 25, 2013

    kyaaaaa ud ending..
    puas bgt, part ini panjaaaaang bgt. aplg yoonwon akhrnya brsatu n hdup bhgia.
    bkin after storynya dong thor. Full yoonwon momentnya gt, dr honeymoon mpe pnya aegi. Hehe

    Balas
  2. Bella

     /  Januari 26, 2013

    Eoonie ff we are familynya knpa blom dilanjutin? udah karatan nunggunya^**hhahah:)3

    Balas
  3. ritha

     /  Januari 27, 2013

    Mutie unniee~
    hya unn mana ff we are familyx knp jadi lemot gini unn, ga biasax juga kek gine…>_< cpat dilanjutin dong. plizzzzz

    Balas
  4. Nhyna

     /  Januari 29, 2013

    Happy ending niee^^
    ciee… sweet banget ciuman payungnya..

    Balas
  5. Kim Lily

     /  Februari 1, 2013

    cingu,daebak akhirny semua berakhir dgn kbhagiaan..tmen2 yoonwon udah pada berpasangan,adik yoona jg jd ma kyuhyun..perfect happy ending..d tnggu karya yoonwon slanjtny cingu

    Balas
  6. Seo Hyun Yeong

     /  Februari 4, 2013

    Yee akhirnya ending seneng lihat YoonWon bersatu gomawo ffnya thor ditunggu ff lain & we are family’nya gomawo (bungkuk 90 derajat) buat semuanya

    Balas
  7. So sweet YoonWonny,🙂

    Balas
  8. sweet banget!!! daebakk FF!! sequel ne? waktu pernikahan YoonWon sama hubungan temen”nya Yoong sm Wonppa yaa ^_^

    Balas
  9. dina

     /  Juli 3, 2013

    Maaf br baca story….bagus banget….YoonWon akhirnya Bahagia…

    Balas
  10. aat yoonwon

     /  Agustus 2, 2013

    So sweet

    Balas
  11. Lee HaeJung

     /  Agustus 26, 2013

    Crita.a so sweet bgt…ff.a daebak🙂

    Balas
  12. nunung

     /  Oktober 22, 2013

    Keren….so sweet

    Balas
  13. Terharu eonn… TOP bget dehh FF-mu eonn…. KEEP WRITE FF bagus-mu!!! Kutunggu slalu karya-karyamu eonn…

    Balas
  14. Hwwaaaa terharu bgt

    Balas
  15. Ending ceritanya benar2 mengharukan, akhirnya Yoonwon bersatu setelah sekian lama mereka berpisah. Tapi pada akhirnya mereka semua mendapatkan pasangan masing2, inspirasimu benar2 daebak Thor

    Balas
  16. Choi Han Ki

     /  Oktober 29, 2014

    Ouh ouh so sweet bgtt ya setelah melewati banyak halangan akhirnya di restuin dan siwon juga melamar yoona

    Balas
  17. Sebenarnya endingnya belum bikin puas thor. Kenapa YoonWon gak dibikin nikah aja :((
    Tapi gak papalah, overall bagus kok YoonWon tetap sweettt bangett :*

    Balas
  18. Susi

     /  Mei 9, 2015

    Cie-cie sahabat-sahabat yoona pada dapet gebetan nih.. 😉
    Seo lucu banget sampe bibir nya kegigit saking gugupnya dan lucunya dia malah teriak dan manggilin eonnya..😊
    Yoonwon akhirnya dapat restu, cepetan nikah ya, dan jangan sampay berpisah lagi,,.. Ok😉

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: