[Ficlet] Return

 

Title: Return

Author: Uchie  / twitter @uchie90

Genre : Romance

Length : Ficlet

Rating : PG – 13

Cast : Im Yoona , Choi Siwon , etc

Note: cerita ini hanya fiktif belaka, bila

ada kesamaan cerita atau tokoh itu

benar-benar tidak disengaja….

 

Lagi-lagi bikin ficlet, kilat loh bikinnya #gaknanya. Tiba-tiba terinspirasi setelah liat mv Lee Seunggi dengan lagu Return….

Pertama denger suka banget ma lagunya, suara Seunggi itu bikin hati tentram, damai….#plak (abaikan). Disaranin denger lagunya  nya dulu ya, dijamin suka deh #maksa. Ok tanpa banyak kata-kata lagi langsung cekitout deh….

 

Selamat membaca^^….

 

 

~Return~

 

 

Menikmati hembusan angin musim semi kebiasaan yang sudah lama tak kulakukan, hari ini entah kenapa langkah kakiku mengantarku ketempat ini. Salah satu tempat yang menyimpan kenanganku bersamanya. Tempatku dahulu menikmati semilir angin musim ini. Terakhir saat bersamanya, bersama seorang  gadis manis yang telah berani mencuri perhatianku.

 

~000~

 

Seorang bocah lelaki berseragam berlari menuju kelasnya, karena takut terlambat mengikuti pelajaran hari pertamanya di sekolah menengah. Dilain sisi seorang gadis juga sepertinya berlari menuju kelas yang sama.

 

“Permisi Sonsengnim….” Ucap sang bocah lelaki berdiri didepan pintu kelas.

 

“Permisi Sonsengnim…” Sang bocah menoleh kesamping mendapati seorang gadis yang berdiri disampingnya juga minta permisi.

 

“Maaf, saya terlambat.” Lanjut sang gadis dengan suara lembutnya.

 

“Kalian!! Baru hari pertama sudah terlambat. Cepat berdiri diluar kelas!!” Perintah sang guru kepada sepasang anak murid yang terlambat itu.

 

“Tapi…”

 

“Tak ada tapi-tapian sekarang cepat berdiri disana.” Perintah sang guru. Tergambar mimik kecewa pada kedua wajah remaja itu sambil melangkah ke tempat yang sudah ditunjuk sang guru. Tempat mereka menerima hukuman.

 

Kedua anak tersebut berdiri berdampingan, bocah laki-laki pun berniat mencairkan suasana hening yang tercipta diantara mereka berdua.

 

“Kenalkan namaku Choi Siwon.” Sang bocah lelaki mulai memperkenalkan dirinya. Sang gadis yang menjadi lawan bicaranya pun menoleh dan memperlihatkan wajah bingungnya. Mungkin heran dengan sikap bersahabat namja yang ada disampingnya.

 

Siwon masih mengulurkan tangannya menunggu balasan dari gadis itu. Setelah cukup lama berpikir, sang gadis itupun dengan ragu-ragu mengulurkan tangannya.

 

“Yoona… Im Yoona…” Jawab gadis itu sedikit kikuk.

 

“Senang berkenalan denganmu.” Siwon memberikan senyumannya. Semakin membuat Yoona kikuk, tak mengerti kenapa jantungnya jadi tidak karuan hanya melihat senyum itu.

 

Sejak itu, mereka seperti memiliki sebuah ikatan. Rasa suka mungkin sudah mulai merasuki hati Yoona. Diam-diam ia mulai memperhatikan Siwon.

 

Di lain hari setelah acara terlambat mereka itu, Yoona yang sedang kesulitan membawa buku-buku menabrak seseorang sehingga buku-buku itupun jatuh berserakan dilantai. Siwon yang melihatnya pun segera menolong Yoona mengambil buku-buku itu.

 

“Kau mau ku perlihatkan tempat yang indah?” Ketika mereka berjalan beriringan membawa buku-buku tadi keperpustakaan.

 

“Dimana?”

 

“Lihat saja nanti….”

 

~•~

 

Sejuk dan menenteramkan suasana sore itu. Yoona dan Siwon sedang menikmati semilir angin yang berhembus lembut awal musim semi. Hening tak satu katapun terucap sejak mereka tiba ditempat itu. Mungkin karena terlalu hanyut dalam suasana tempat tersebut yang memang cukup sepi.

 

“Indah kan?” Siwon mulai mengeluarkan suaranya.

 

“Iya… Sangat indah…. Darimana kau tahu tempat ini?” Yoona bertanya tanpa menoleh pada Siwon. Ia masih mendongakkan kepalanya kearah langit sambil menutup matanya.

 

“Jadi kau belum mengetahui tempat ini?” Tanya Siwon balik sambil menatap lekat wajah Yoona dari samping. Darahnya berdesir. Ada sesuatu yang terasa aneh dalam dirinya melihat Yoona seperti itu. Terpesona kah??

 

Yoona menghentikan aktifitasnya dan menoleh ke arah Siwon. Siwon buru-buru memalingkan wajahnya, terlihat salah tingkah.

 

“Belum, aku kan baru pindah ke kota ini.”

 

“Oooo…” Jawab Siwon.

 

Mereka kembali keaktifitas sebelumnya menikmati angin, menikmati langit, menikmati suasana indah yang tercipta dari sang Maha Pencipta….

 

~•~

 

“Yoona, kamu pintar bermain biola kan?” Nanti pada acara pentas seni, bisakah kamu memainkannya?” Pinta Kim-sonsengnim, guru kesenian Yoona dan Siwon.

 

“Nde… Saya akan coba Sonsengnim.”

 

“Siwon, kamu bisa main gitar kan?” Siwon mengangguk.

 

“Bagus, kamu iringi Hani bernyanyi oke.”

 

“Baiklah Sonsengnim.”

 

“Silahkan berlatih dengan keras mulai hari ini, ingat pentas seni akan diadakan seminggu lagi.”

 

Terlihat raut kecewa diwajah Yoona. Membayangkan Siwon setiap hari akan berinteraksi dengan gadis selain dirinya. Ia sebenarnya bingung, kenapa ada rasa tak suka mendengar Siwon akan mengiringi gadis lain bernyanyi.

 

~•~

 

“Yoong!!” Sebuah panggilan dari seseorang yang ia kenal tak ia hiraukan. Yoona terus saja melangkahkan kakinya melewati taman sekolah, menyusuri pohon-pohon rindang yang berada di sepanjang jalan menuju gedung tempat kelasnya berada.

Siwon mempercepat jalannya berusaha mengejar Yoona.

 

“Yoona!!” Siwon berhasil menyamakan langkahnya dengan Yoona dan menepuk bahu temannya itu. Merasa ada yang menyentuh bahunya, langkah Yoona pun terhenti.

 

“Kau tidak mendengar ku memanggilmu tadi?” Tanya Siwon.

 

“Maaf aku tak mendengarnya, permisi aku buru-buru.” Jawab Yoona datar langsung berlalu dari hadapan Siwon.

 

“Ada apa dengannya??”

 

Dikelas Yoona masih saja bersikap dingin. Siwon bingung, kenapa Yoona jadi bersikap seperti itu padanya. Ia merasa tak melakukan kesalahan apapun.

 

“Yoona, kau kenapa?” Tanya Siwon pada saat latihan untuk pentas seni siang itu.

 

“Tidak ada apa-apa…” Jawab Yoona dingin.

 

“Ok, siap-siap diposisi masing-masing.” Perintah Kim-sonsengnim setelah memasuki ruangan itu. Semua murid pun sudah berdiri dengan peralatan musik mereka.

 

“Hani, Siwon kalian duluan.”

 

Siwon mulai memetik gitarnya mengiringi nyanyian Hani. Kadang kesalahan dibuat Siwon, membuat Hani tersenyum kearah Siwon. Siwon pun mau tak mau tersenyum meminta maaf atas kesalahan yang ia buat. Melihat pemandangan di hadapannya membuat Yoona sedikit sesak. Diam, mencoba mengendalikan hati yang sudah terbakar cemburu, hanya itu yang bisa ia lakukan saat ini.

 

~•~

 

Siwon masih saja berusaha menanyakan apa yang salah darinya sehingga Yoona jadi bersikap tak acuh padanya. Tapi nihil Yoona tetap saja diam, tak memberikan alasan apapun. Dan itu membuat Siwon kehilangan semangat. Padahal ada hal penting yang ingin ia beritahu pada Yoona. Tapi mengingat sikap Yoona yang dingin, membuat Siwon enggan mengatakannya.

 

Siang itu Yoona yang sedang disuruh Park-songsengnim ke ruangan guru tak sengaja mendengar pembicaraan kepala sekolah dengan seseorang yang ia kenal betul suaranya.

 

“Belajarlah yang rajin. Kamu beruntung bisa bersekolah di luar negeri.”

 

Degg!!

 

Yoona menangkap dengan cepat apa yang ia dengar. Apa orang yang ia sukai akan meninggalkan sekolah ini dan bersekolah diluar negeri? Yoona mencoba sedikit mengintip dari balik jendela, memastikan apa perkiraannya benar. Dapat ia saksikan, sosok Siwon sedang berdiri menundukkan kepalanya dan kepala sekolah menepuk-nepuk bahu Siwon.

Yoona membalikkan tubuhnya, ia merasakan tekanan dihatinya. Apa Siwon benar-benar akan pergi?

 

~•~

 

Siwon berjalan gontai menuju area parkiran, disana telah menunggu kedua orangtuanya. Saat ini yang ada dipikirannya hanya satu nama, Yoona. Apakah Yoona akan marah kalau ia pergi tanpa mengatakan apapun? Apa Yoona akan membencinya? Yoona, gadis itu memang telah mendapatkan tempat spesial dihatinya.

 

“Siwon!!”Suara gadis yang baru saja ia pikirkan terdengar memanggilnya. Langkah Siwon terhenti, ia membalikkan tubuhnya, mendapati Yoona yang terengah-engah berjalan mendekat ke arahnya.

 

“Ini….” Yoona menyerahkan sebuah harmonika kecil. Siwon meraih benda tersebut, wajahnya terlihat sendu.

 

“Maafkan aku, bersikap dingin selama ini. Semoga kau sukses.” Kalimat Yoona terdengar sedikit tercegat karena menahan isakan. Tanpa menunggu kalimat balasan dari mulut Siwon, Yoona membalikkan tubuhnya malangkah menjauhi Siwon. Tangisnya tak terbendung lagi, air mata yang tadi tertahan keluar sudah.

 

Siwon, mematung. Tak berusaha memanggil Yoona. Ia hanya menatap sedih kepergian gadis yang sudah mengisi hari-hari singkatnya disekolah ini.

 

“Aku akan merindukanmu Yoona…” Sebuah kalimat meluncur dari bibir Siwon. Sayang itu cuma gumaman yang tak akan terdengar oleh siapapun.

 

~000~

 

“Aku merindukanmu Im Yoona.” Lirihku. Ku tersenyum kecil mengingat kembali kenangan-kenangan ku bersamanya. Ku keluarkan sebuah benda dari saku jaket ku. Harmonika berwarna putih, kuperhatikan lagi benda kecil itu. Sudah 10 tahun berlalu. Benda ini tetap saja ku simpan. Dimana dia sekarang? Apa dia masih mengingatku? Apa dia bahagia dengan kehidupannya? Entah kenapa pertanyaan konyol itu muncul dipikiranku.

 

Drrrtt… Drrtt…

 

Suara telepon membuyarkan lamunanku. Segera ku keluarkan telepon genggamku, kulihat nama yang tertera di layar. Ternyata dari Eomma….

 

“Yeobseo, nde Eomma…”

 

“…………”

 

“Ya aku akan segera pulang…”

 

Aku diminta segera pulang oleh Eomma, segera ku masukkan telepon genggamku dan harmonika tadi sambil mempercepat langkah kakiku.

 

Bruukk!!

 

Tanpa sengaja aku menabrak seseorang. Mengakibatkan harmonika yang belum sepenuhnya masuk ke saku jaket ku terjatuh.

 

“Mianhae….” Suara seorang yeoja. Ia segera mengambil harmonika ku yang terjatuh. Entah kenapa ia memperhatikan benda itu dengan seksama. Aku heran dengan sikapnya, bukankah seharusnya ia segera mengembalikan harmonika itu. Wajahnya sedikit tertutup dengan rambut cokelat bergelombang panjang miliknya, sehingga aku sedikit kesulitan melihat wajah yeoja ini.

 

“Maaf, bisa anda kembalikan benda itu?” Ia masih menunduk memandang lekat harmonika ku. Beberapa detik kemudian perlahan ia mengangkat wajahnya, Menatap ku dalam.

 

“Siwon…. Choi Siwon??”

 

“Nde??” Ia tersenyum manis menatap mataku, tatapan yang kukenal, senyum yang juga kukenal.

 

“Yoona…?? Im Yoona….??”

 

 

~END~

 

Ending gantung?? Emang suka bikin readers mikir sendiri lanjutannya#diamuk readers….

Dimohon kritik, saran dan like nya ya bagi yang baca… Ngingetin lagi aku line 90, jd plis jgn panggil author. Bagi yg pengen kenal follow twitter aku yaa#promosi…

(Gee… Thanks, bighug!!)

Tinggalkan komentar

91 Komentar

  1. melani

     /  Februari 22, 2016

    Yah kenapa cuma sampe itu doang.. bikin sekuel.ya dong soalnya mereka kam baru ketemu stlh 10 thn gak ketemu..

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: