[3S] Child Detective – A Libel

Author           : Choi Nu nA

Title                : Child Detective – A Libel

Rating            : PG 15+

Lingth            : Threeshoot [3S]

Genre             : AU, Romance, Family, Comedy(maybe)

Main Cast      :                                    

  • Choi Siwon SJ as Choi Siwon
  • Im Yoon Ah SNSD as Choi YoonA
  • Choi Minho SHINee as Choi Minho(child)
  • Choi Sulli f(x) as Choi Sulli(child)

Other Cast     :

  • Lee Donghae SJ as Lee Donghae
  • Tiffany Hwang SNSD as Tiffany Hwang

 

 

 

 

 

 

 

Disclaimer : All Cast milik Tuhan YME. Saya hanya meminjam nama untuk memperlengkap imajenasi reader >.< Keseluruhan alur murni dari imajenasi saya. Jika ada kesamaan cerita itu sungguh dikarenakan faktor ketidak sengajaan dan inspirasi selebihnya.

 

 

Happy Reading >>>>

 

 

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Child Detective ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

 

AUTHOR POV

 

Layaknya pagi-pagi seperti biasa. Pagi ini keramaian nampak menghiasi suasana kediaman choi.

“Yeobo tolong lihatkan sup ku didapur! Yeobo berikan sedikit bumbu lagi! Yeobo kecilkan gasnya! Yeobo aduk supnya! Yeobo panggang ayamnya! Yeobo matikan kompornya! Yeobo jangan lupa berikan bumbu ayamnya! Yeobo…. yeobo…. yeobo…..” teriakan melengking dari seorang wanita berparas cantik bernamakan Yoona yang tengah mengikat kuncir rambut anak perempuannya telah menggema di seluruh sudut ruangan. Sementara sang anak yang di dandani hanya menutup talinganya dengan earphone. Ia lebih memilih mendengarkan lagu-lagu One Direction ketimbang mendengar suara lengkingan sang ibu yang telah menjadi tradisi sarapan pagi.

 

“Sulli-ya apa yang kau lakukan? Kenapa pagi-pagi sudah mendengarkan music? Ayo lepaskan earphone mu dan bersiap pergi ke sekolah!” sulli, anak itu hanya memanggutkan kepala kala sang ibu melepaskan earphone dari telinganya.

 

“Eommaaaaaa. Mana dasiku?”

 

“Ada di dalam lemari Minho-ya” jawab Yoona  pada anak pertamanya. Sulli memutar bola matanya ‘kehidupan pagi yang penuh dengan kebisingan. Oh tidak bisakah mereka seperti keluarga yang lain? Sarapan pagi dengan tenang tanpa sebuah teriakan yang memusingkan’ batin sulli.

 

“Eomma mana kaos kakiku?”

 

“Kau cari saja di lemari minho! Oh kenapa kau manja sekali? Begitu saja masih bertanya. Sudah eomma bilang sepulang sekolah letakkan barangmu pada tempatnya! Kenapa kau sulit sekali di atur? Lihatlah adikmu saja sudah siap dari tadi” Yoona mencacari putranya itu yang ia rasa terlalu banyak bertanya. Sementara tangannya masih menguncir rambut sulli yang memang panjang.

 

“Yeobo apa sudah seleai? Kenapa dari tadi kau diam saja?” kini teriakan di tujukan kepada sang suami yang berada di dapur. Yoona mengyeritkan dahi tak mendapat sahutan. Ia memutuskan berjalan menuju dapur meninggalkan sulli dengan rambut setengah di kuncir.

 

“Astaga yeobo! Kenapa kau malah tidur? Jadi sedari tadi kau tak mendengar ucapanku?!” yoona menemukan suaminya yang malah tertidur dengan menopang dagu di atas westafle.

 

“Yak! Choi Siwon kau dengar aku!” jeritan yoona sukses membuat siwon terlonjak kaget dan refleks meluruskan badannya.

 

“Huh yeobo kau mengagetkan ku. Tidak bisakah kau jika tidak berteriak? Kau membuat ototmu terus menegang” siwon mengelus dadanya karna masih shock dengan lengkingan yoona.

 

“Apa yang kau lakukan? Kau membuat masakannya gosong!” yoona segera mematikan kompor gas yang di atasnya sudah ada sup sapi dengan bau gosong. Yoona menatap horor ke arah siwon membuat siwon susah payah menelan ludahnya. Siwon memegang tengkuknya memamerkan senyum paksanya.

 

“Yeobo kau tahu semalam aku lembur dan baru pulang jam tiga tadi. Dan kau pagi-pagi sekali sudah menyuruhku ini itu. Aku kan masih mengantuk” siwon membela diri.

Yoona menghembuskan nafasnya. Ia tahu suaminya ini orang yang super sibuk.

“Baiklah-baiklah. Sekarang urus sulli. Akan ku selesaikan ini” ucap yoona seraya membalikkan badannya untuk membereskan masakannya.

Siwon berjalan menuju ruang tengah dimana sulli tengah asik bermain dengan boneka woody nya.

“Kau tahu sulli-ya? Eomma mu sangat galak. Dia tak pernah lelah untuk terus berteriak. Aku heran padanya kenapa dia hobi sekali marah-marah” siwon membicarakan ketidak percayaannya terhadap istrinya pada sulli sambil menyisir rambut sulli keatas. Sulli tak mempedulikan ocehan sang ayah. Ia sudah biasa dengan aduan sang ayah tentang sang ibu dan kebiasaan kedua orang tuanya itu.

 

“Eomma kenapa aku tak menemukan kaos kakiku?” tiba-tiba minho keluar dari kamarnya dengan meneteng tas ranselnya dan bermuka masam.

 

“Itu salahmu sendiri minho. Kau yang tak pernah meletakkan barang-barangmu pada tempatnya sepulang sekolah” peringat sang ayah.

 

“Aissh lalu aku harus bagaimana? Aku tak mau kesekolah tanpa kaos kaki” ucap minho menyandarkan tubuhnya pada sandaran sofa. Pipinya mengembung kedua tangannya ia silangkan di depan dada tanda ia sedang ngambek.

 

“Dasar manja” desis sulli.

 

“Mwo? Kau bilang apa? Isssh gadis centil” timpal minho tak mau kalah.

 

“Appa…… lihatlah minho oppa mengatai sulli centil” adu sulli pada ayahnya yang masih sibuk menguncir rambutnya.

 

“Minho…..”

“Jangan lakukan itu! Itu tak baik. Sebagai kakak kau harus mengajarkan sesuatu yang baik pada dongsaengmu  lalalala……” minho memotong ucapan siwon yang sudah ia hafal dan ratusan kali ia dengar.

 

“Bagus” ucap siwon memberikan senyumnya.

 

“Aww… Appa sakit” ringis sulli ketika siwon menarik rambutnya terlalu keras.

 

“Mianhae chagi”

 

“Dasar gadis centil, manja, jelek” ejek minho menatap sinis sulli.

 

“Appa…” rengek sulli meminta pembelaan. Siwon menatap seram kearah minho. Minho mengedikkan bahunya.

 

“Baiklah-baiklah” minho mengeluarkan PSP dari tasnya dan sudah bergulat pada game.

 

“Appa, pastikan appa tak merusak rambutku”

 

“Ne”

 

“Appa jangan buat rambutku kusam”

 

“Ne”

 

“Appa!! Appa merusak rambutku!!!”

 

“Hahaha… kau lebih cantik seperti itu” ledek minho menatap sulli dengan rambut tak beraturan.

“Ada apa sulli? Kenapa berteriak seperti itu?” sahut yoona dari dapur.

“Astaga yeobo! Apa yang telah kau lakukan pada sulli? Hahh menguncir rambut saja kau tak bisa? Benar-benar payah” yoona mengambil alih posisi siwon. Siwon hanya memamerkan deretan giginya.

 

“Mianhae” sesal siwon. Sedari tadi ia sudah berusaha menguncir rambut panjang sulli agar sama tingginya dengan satu kuncir di sebelah kanan namun tetap saja tak bisa alhasil rambut sulli jadi tak beraturan. Satu kuncir rambutnya tinggi dan satunya lagi rendah.

 

“Yeobo cepatlah mandi. Kau harus ke kantor dan mengantarkan anak-anak ke sekolah”

Siwon menganggukan kepala lalu segera naik ke lantai dua.

‘oh aku sudah seperti mengurus 3 balita saja’ batin yoona.

 

“Eomma dimana kaos kakiku?” pertanyaan itu kembali muncul dari bibir kecil minho.

 

“Ya Tuhan Minho-ya. Jadi dari tadi kau belum menemukannya?” minho menggeleng. Yoona menghembuskan nafasnya kesal.

 

“Ya sudah pakai saja punya sulli”

 

“Mwo?! Andwee!”

 

“Waeyo?”

 

“Kaos kakinya pasti bau”

 

“Mwo? Oppa bilang apa? Bau? Kakimu yang bau!”

 

“Apa itu caramu berucap pada oppamu”

 

“Oppa yang membuatku seperti ini. Dasar menyebalkan”

Yoona memutar bola matanya tanda ia sudah lelah menghadapi pertengkaran diantara kedua anaknya itu.

***

 

 

“Sulli, Minho jangan beranjak dari sekolah sebelum appa kalian menjemput” pesan yoona pada kedua anaknya. Minho dan sulli mengangguk tanda mengerti.

 

“Pastikan bekal makan siang kalian habis. Ingat jangan menerima tawaran pulang orang asing”

 

“Ne Eomma” koor mereka berdua.

 

“Anak pintar” yoona membelai sayang kepala minho dan sulli kemudian mendaratkan sebuah kecupan.

 

“Yeobo aku berangkat” siwon berjalan dari dalam dengan menenteng tas kerjanya.

 

“Camkaman!” cegah yoona ketika siwon hampir melewatinya. Siwon mengerutkan dahinya.

Yoona membenarkan letak dasi siwon yang sedikit berantakan. Siwon tersenyum dengan perlakuan yoona.

 

“Jangan terlalu larut pulang. Selesaikan pekerjaanmu dengan baik. Tak perlu mempotsirnya terlalu keras” pesan yoona masih membenarkan dasi dan merapikan kemeja siwon

Siwon memeluk pinggang yoona. Tangannya meraih dagu yoona agar mata mereka bertemu.

 

“Gomawo yeobo” bisik siwon seraya memamerkan senyum menawannya.

 

“Ehemmmmmm” sebuah deheman membuat yoona melepas tangan siwon dari pinggangnya.

“Dasar orang dewasa. Kajja saeng kita tak seharusnya meihat adegan romantis tadi” minho menarik paksa tangan sulli masuk ke dalam mobil.

 

“Lihatlah apa akibat dari perbuatanmu” ucap siwon.

 

“Mwo? Aku? Oppa yang memelukku”

 

“Tapi kau yang menggodaku”

 

“Isssh menyebalkan” yoona mencubit perut siwon. Siwon hanya tertawa dapat menggoda istrinya pagi ini.

 

“Sudahlah capat berangkat”

 

“Ne. Aku berangkat yeobo Chu~” sebuah kecupan mendarat tepat di bibir yoona.

“Dasar! Suka mencari kesempatan dalam kesempitan” sekali lagi yoona mencubit perut siwon. Siwon hanya mengadu kecil. Mereka tertawa bersama.

 

“Appa! Minho dan sulli sudah terlambat” teriak minho dari jendela mobil.

 

“Arraseo minho-ya” jawab siwon sebelum melangkah terlebih dahulu ia mengecup kening yoona. Setelah itu ia berjalan masuk ke dalam mobil.

 

“Hati-hati” yoona melambaikan tangan untuk ketiga orang yang sangat di cintainya. Minho dan sulli pun balas melambaikan tangan dari jendela mobil.

Tak lama mobil Audi R8 milik siwon telah menghilang dari pandangan yoona.

Yoona menghela nafas sejenak kemudian kembali masuk ke dalam rumah megah kediamannya.

Disinilah ia sekarang. Hidup sebagai ibu rumah tangga dengan kewajiban mengurus suami dan kedua anaknya.

Yoona mendudukkan dirinya pada sofa empuk di ruang tengah. Ia menghembuskan nafasnya. Ia telah selesai melakukan pekerjaannya. Membersihkan rumah dan menyiapkan makan malam. Kebetulan kim ahjumma sedang cuti mengunjungi keluarganya di desa jadi selama kim ahjumma cuti ia yang mengerjakan seluruh pekerjaan rumah.

“Ouhh rumah sebesar ini terasa sangat sepi” gumam yoona mempoutkan bibirnya.

“Andai ada  baby disini” kalimat itu tiba-tiba saja keluar dari mulut yoona.

“Isssshh apa yang aku pikirkan?” yoona merutuki dirinya sendiri atas apa yang tiba-tiba melintas dalam pikiranya.

***

 

 

“Kenapa lama sekali? Kakiku sudah pegal sedari tadi menunggu”

 

“Cerewet!”

 

“Isssshh kenapa oppa begitu menyebalkan! Sulli benci minho oppa!” gadis kecil itu membelakangi kakaknya yang masih berdiri karna baru keluar dari kelas.

Minho tak ambil pusing. Ia duduk di dekat sulli yang membelakanginya. Ia mengeluarkan coklat dari dalam tasnya.

“Ah aku punya dua batang coklat. Tapi tak mungkin memakannya sekaligus. Apa tak ada yang mau membantuku?” ucap minho melirik sulli. Sulli masih tak bergeming. Ekor matanya diam-diam melirik kearah minho.

 

“Aku tak suka coklat” ketus sulli.

 

“Ya sudah kalo begitu akan ku makan semuanya” minho sudah mengupas bungkus coklat itu.

‘Greebb’ mulut minho yang akan memasukkan coklat ke dalamnya tiba-tiba di penuhi angin. Sulli menyambar coklat yang baru akan dimakannya dengan cepat. Minho mengerjap-ngerjapkan matanya masih dengan mulut menganga.

 

“Ku pikir tak apa jika sekali-kali makan coklat” ucap sulli yang sudah memasukkan coklat ke dalam mulut kecilnya.

 

“Dasar gadis bermuka dua” cibir minho. Sulli hanya melotot tak benrniat membalas ucapan minho.

 

Sudah satu jam lamanya mereka menunggu di depan gerbang sekolah. Namun sang ayah tak juga mau menampakkan batang hidungnya. Beberapa kali sulli menendang kerikil-kerikil kecil di depannya.

 

“Oppa kenapa appa lama sekali?” sulli nampak sudah lelah bercampur kesal menunggu sang ayah yang tak kunjung datang.

 

“Bersabarlah sedikit lagi pasti appa datang” jawab minho sekenannya. Matanya tak lepas dari buku tebal yang ada di tanganya.

 

“Dari tadi oppa terus berkata bersabarlah bersabarlah bersabarlah. Haaaah aku bosan. Pantatku sudah panas duduk di sini terus” keluh sulli.

 

“Kalau begitu pindahlah duduk di air. Pantatmu tak kan panas lagi”

Sulli menatap malas minho.

“Oppa kenapa kau suka sekali membaca buku tebal itu?”

“Memang salah?”

“Itu tentang apa?”

“Hmmm”

“Bukankah itu komik?”

“…”

“Itu komik detektif conan?”

“Kenapa kau banyak tanya sekali choi sulli?!” bentak minho kesal. Seketika wajah minho berubah menjadi panik melihat sang adik yang sudah menggerakkan bibirnya dengan mata berkaca-kaca dan sudah siap meledakkan tangisnya.

 

“Huwaaaaaaaaa…… eomma appa! Minho oppa jahat….hiks….hiks….” sulli menangis kencang setelah di bentak minho.

 

“Sulli-ya mianhae oppa tak bermaksud membentakmu” minho mencoba menghentikan tangis sulli.

‘Bip Bip’ terdengar suara klakson mobil berhenti tepat di depan minho dan sulli. Dari dalam mobil itu keluar seorang pria tampan nan tinggi mengenakan setelan jas hitam formal.

 

“Minho-ya kenapa sulli menangis?” tanya orang itu.

 

“Appa” sulli berlari menghampiri sang ayah. Siwon berjongkok. Sulli langsung memeluk siwon.

 

“Waeyo dear?”

“Minho oppa hiks…..” sulli tak mampu melanjutkan kata-katanya karna isakannya. Siwon menatap minho seolah berkata lagi lagi-membuat-adikmu-menangis.

***

 

“Saeng maafkan oppa ne”

Sulli melirik minho tak berniat sama sekali orang itu ada di hadapannya. Minho menghela nafas berat.

“Baiklah-baiklah apapun itu oppa akan turuti permintaanmu asal kau memaafkan oppa” ucap minho pasrah.

 

“Tidak semudah itu”

 

“Es cream?” tawar minho. Sulli sedikit merespon. Sulli menimbang-nimbang dengan negosiasi yang minho ajukan.

 

“Oke” jawab sulli sedikit tak benar-benar mengiyakan.

 

“Jinja? Ah syukurlah berarti aku sudah bisa tidur” minho hendak turun dari ranjang sulli.

 

“Bacakan aku dongeng” ucapan sulli menghentikan langkah minho.

 

“Ng naega?”

“Yak siapa lagi?” minho menghembuskan nafasnya kesal. Minho tak dapat menolak. Ia meraih buku dongeng sulli dan kembali ke atas ranjang untuk membacakan sebuah dongeng.

Minho mulai membacakan dongeng snow white. Ketika ada dialog minho juga ikut memperagakan tokoh dongeng itu dan itu cukup membuat sulli tertawa melihat wajah minho kala mempergakan para kurcaci hingga beberapa menit kemudian keduanya tertidur.

Di ambang pintu yoona tersenyum melihat kedua anaknya yang tertidur pulas. Tiba-tiba ia merasakan sebuah tangan kekar memeluk pinggangnya. Tak perlu di tanya siapa ia sudah tahu siapa pemilik tangan itu.

 

“Apayang kau lakukan disini yeobo?” bisik siwon tepat di telinga yoona. Yoona mengulum senyum.

 

“Hanya melihat anak kita yeobo. Ada apa kau kemari? Ku kira kau langsung tidur?” yoona balas memeluk tangan siwon.

 

“Mana mungkin aku bisa tidur tanpa pelukanmu” ucap siwon seduktif. Siwon mulai menyambar leher yoona yang di rasa terpampang karna rambut yoona yang di ikat keatas.

Yoona melepaskan pelukan siwon. Siwon mengkerucutkan bibirnya.

 

“Aigooo kenapa simba ku begitu menggemaskan” yoona mencubit hidung mancung siwon.

“Kau telah membangunkan nafsu seekor simba Ny. deer”

“Aaah” jerit yoona karna siwon tiba-tiba menggendongnya ala bride style.

“Sssstt kau mau membangunkan minho dan sulli heuh?” siwon menutup pintu kamar sulli dengan kakinya.

 

“Turunkan aku yeobo! Aku bisa jalan sendiri”

 

“Aku tahu. Aku hanya ingin memanjakan rusaku ini” siwon semakin gencar memameran senyumnya.

Siwon menggendong yoona sampai di kamar. Ia menutup pintu dengan kaki kemudian berjalan ke ranjang. Siwon membaringkan tubuh yoona di atas ranjang. Mata siwon tak pernah lepas dari mata yoona. Lagi-lagi siwon memamerkan lesung pipitnya.

 

“Give me a costest prize in your life baby” pinta siwon dengan suara lembut dan tatapan tajamnya.

 

“Haven’t you gotten the costest prize? The costest prize is my love for you” jawab yoona dengan nada menggoda.

 

“Bolehkah…?” tanya siwon meminta persetujuan.

 

“Sure. I’m completed of you“

 

Setelah mendapat izin siwon tak lagi membuang waktu. Disambarnya bibir merah yoona yang sedari tadi telah menggodanya. Siwon mengulum bibir yoona. Yoona pun tak tinggal diam. Ia tak mau kalah dari permainan ini. Tangan yoona sudah melingkar di leher siwon. Yoona membuka mulutnya memberikan kesempatan siwon untuk memasukkan lidahnya. Tak tanggung-tanggung siwon memasukka lidahnya dan mengabsen satu per satu gigi yoona. Lidah siwon bertemu dengan lidah yoona. Mereka terlibat perang lidah saling bertukar saliva.

Tak mau menganggur tangan siwon mulai meraba-raba perut rata yoona. Bibir siwon turun ke bawah tepatnya pada leher jenjang yoona. Siwon menciptakan beberapa tanda merah di sana menandakan bahwa yoona hanya miliknya seorang. Yoona memejamkan mata menikmati sentuhan siwon. Tangan siwon masuk ke dalam piayama yoona seperti mencari sesuatu.

‘Yap’ dapat. Siwon melepaskan pengait bra milik yoona membuangnya ke sembarang arah. Bibirnya kembali mengulum bibir yoona. Yoona menekan kepala siwon agar memperdalam ciumannya. Jujur saja setelah 4 tahun yang lalu melahirkan sulli yoona sangat merindukan sentuhan siwon. Di tambah lagi sekarang suaminya itu orang yang super sibuk.

Setelah puas dengan bibir yoona siwon ingin segera menjelajahi tubuh istrinya itu. Ciumannya turun dari leher yoona menuju dada yoona. Dibukanya piyama yoona dan kembali membuang kesembarang arah. Dan nampaklah dua gunung kembar itu di depan wajah siwon. Tangannya meremas payudara yoona membuat yoona tak kuasa menyuarakan desahannya.

 

“Aaahhh yeo….boo-ahh” yoona merasakan tangan siwon semakin kencang meremas kedua payudaranya.

Tak mau tinggal diam tangan yoona masuk kedalam kaos siwon, meraba-raba perut siwon yang kotak-kotak itu.

 

“You are so sexy baby” bisik siwon di tengah ciumannya pada buah dada yoona.

Kembali yoona mendesah kala bibir siwon telah mengemut nipple nya.

 

 

 

>>>SKIIP >_< eipp eiip. Oke-oke tak seharusnya kalian membaca sampai sini! Saya buatnya hampir khilaf mau nerusin#Pletak! Untung masih di bawah naungan Tuhan*apabanget

                                                            ***

 

Siwon mengerjapkan matanya saat dirasa pantulan sinar sang mentari yang masuk ke cela-cela jendela. Tubuhnya serasa lelah dan berat. Ia mengumpulkan kesadaran yang belum sepenuhnya ia kuasai. Dilihatnya ke samping. Sudut bibirnya tertarik. Wanita yang sangat dicintaina masih memejamkan matanya dalam dekapannya. Siwon menyingkirkan helaian rambut yang menghalangi wajah yoona. Di elusnya pipi sang istri penuh kasih sayang.

Betapa beruntungnya dia memiliki istri secantik ini. Meski biasanya terkesan galak namun hatinya lembut dan sangat mencintai keluarganya. Kelopak mata yoona bergerak tanda ia sudah ingin beranjak dari alam mimpinya. Siwon buru-buru memejamkan matanya kembali.

Yoona melenguh karna dirasa tubuhnya yang remuk atas permainan siwon semalam yang terbilang ganas. Ia melihat sang suami yang masih memejamkan matanya di sampingnya dengan jarak begitu dekat. Di lihatnya tubuhnya dan tubuh siwon yang tak terbalut sebenangpun hanya ditutupi oleh selimut tebal. Yoona kembali memandang siwon. Ia tersenyum manis. Suaminya begitu tampan bahkan ketika sedang tidur. Nafasnya berhembus teratur.

 

“Ingin diam-diam menciumku?” tanya siwon masih dengan mata terpejam.

 

“Yeobo kau sudah bangun?” siwon membuka matanya dan tersenyum melihat yoona dengan mimik kesal.

 

“Waeyo memandangku seperti itu? Baru menyadari betapa tampannya suamimu ini eoh?” tanya siwon di barengi dengan smirk nya.

 

“Issshh sepertinya kau harus segera ke dokter untuk memeriksakan kadar kenarsisanmu itu”

 

“Untuk apa? Disini saja sudah ada dokter cintaku” ucap siwon enteng dan semakin mengeratkan pelukannya pada yoona.

 

“Kau harus membayarku. Aku tak mau bekerja Cuma-Cuma” ucap yoona mengajukan imbalan. Siwon menatap yoona lalu mengecup bibir yoona.

 

“Apa itu cukup?”

 

“Aniyo”

 

“Baiklah kalau begitu aku akan membayarnya setiap malam” yoona mengyeritkan dahi.

“Seperti tadi malam” imbuh siwon kali ini dengan death gleat nya.

 

“Seenakmu saja. kau pikir itu semudah membuat kue” yoona memukul pelan dada bidang siwon membuat siwon terkekeh.

‘Tok Tok!’

“Eomma, Appa kalian di dalam? Kenapa masih di dalam? aku dan sulli harus segera ke sekolah” terdengar suara minho di seberang pintu dengan nada kesal.

 

“Arraseo Minho-ya”

“Yeobo cepat lepaskan tanganmu. Aku harus membuat sarapan” pinta yoona. Namun siwon malah memejamkan matanya dan semakin mengeratkan pelukannya.

 

“Yeobo…”

 

“Baiklah-baiklah. Tapi beri aku morning kiss” ucap siwon memberi syarat. Yoona mengecup bibir siwon singkat.

 

“Aigoo apa itu yang disebut morning kiss?”

 

“Kau belum sikat gigi yeobo. Aku tak mau mengorbankan bibir manisku pada mulut baumu”

 

“Mwo? Sebau itukah?” siwon mencium bau mulutnya sendiri. Yoona terkekeh melihat tingkah siwon. Segera ia beranjak dari  ranjang dan berjalan memunguti pakaiannya yang berserakan.

 

“Yeobo kau berniat menggodaku” ucap siwon melihat yoona intens.

 

“Ng..” yoona menaikkan sebelah alisnya. Kemudian mengikuti arah pandang siwon yang tertuju pada tubuh nya yang full nekad. Seketika mata yoona membulat sempurna.

 

“Yak yeobo apa yang kau lihat? Tutup matamu!” perintaah yoona. Kedua tangannya menyilang menutupi tubuhnya. Bukannya menurut siwon justru turun dari ranjang menatap yoona penuh nafsu.

 

“Kitakan sudah menikah selama 7 tahun. Kenapa masih malu?” siwon semakin mendekati yoona.

 

“Stop! Berhenti disitu” peringat yoona memberi isyarat dengan tangannya.

 

“Waeyo? Tergoda olehku Ny. Choi?” goda siwon. Melihat siwon semakin mendekat yoona segera berlari menuju kamar mandi namun naas ketika hendak menutup pintu kaki siwon lebih dulu mengganjal pintu.

 

“Jangan mengibarkan bendera perang choi siwon! Aku harus segera mandi dan menyiapkan sarapan” tegas yoona berusaha menutup pintu.

 

“Kalau begitu kita mandi bersama saja agar lebih menyingkat waktu” siwon memamerkan smirk killer nya.

“Mwo?!!”mata yoona terbelalak. Kesempatan itu tak di siasiakan oleh siwon. Ia sudah berhasil memasukkan tubuhnya ke dalam kamar mandi bersama yoona.

“Andwee! Andwee! Andwee! Andweeeeeeeeee !!!”>.< jerit yoona dalam kamar mandi.

 

“Saeng kau dengar itu?”

“Dengar apa oppa?” sulli nampak acuh tak acuh. Ia sibuk pada boneka woody kesayangannya.

 

“Itu… sepeti suara eomma berteriak” perjelas minho.

 

“Hanya perasaan oppa saja. mungkin eomma hanya melihat tikus dan berteriak” komentar sulli. Minho memanggutkan kepala tak ambil pusing. Ia kembali pada komik kesukaannya.

Lima belas menit lamanya minho dan sulli menunggu di meja makan. Mereka telah rapi dengan seragam sekolah tinggal menunggu sarapan saja namun nyatanya sang ibu maupun ayah belum mau keluar dari kamar mereka.

 

“Good morning dear” sapa yoona mencium kedua pipi choi siblings.

 

“Eomma… sulli lapar” rengek sulli.

 

“Arraseo priences. Tunggu sebentar” yoona berjalan menuju dapur dan siap memasakkan sarapan pagi.

 

“Morning superman” sapa siwon pada putranya sambil mengacak rambut minho dan mencium pipinya. Minho hanya bergumam tanpa mau melepas pandangannya dari komik.

“Morning priences” sapa siwon pada putrinya juga sambil mengecup pipi sulli.

 

“Morning appa” balas sulli tersenyum cerah.

Siwon duduk di kursi tempat kepala keluarga. Senyum merkah tak pernah lepas dari bibirnya.

 

“Kenapa appa terlambat bangun? Sulli kan jadi kelaparan” ucap sulli mempoutkan bibir kecilnya.

 

“Mianhae chagi eomma mu tak mengijinkan appa beranjak dari ranjang” kata siwon setengah berbisik.

 

“Aku mendengarnya yeobo kau tak boleh mempengaruhi pikiran anak kita” teriak yoona dari arah dapur.

 

“Opss kita ketahuan. Eomma punya telinga dimana-mana” kata siwon menutup mulutnya dengan ekspresi orang yang sedang ketahuan melakukan sebuah misi. Sulli tertawa melihatnya.

“Sarapan dataaaang” seru yoona dari dapur dengan membawa beberapa piring. 2 piring nasi kimchi telah ia imbuhkan untuk kedua buah hatinya. Sementara untuk suaminya ia buatkan waffle dan secangkir ekspreso.

 

“Pastikan tak ada yang tersisa di piring kalian” komando yoona.

 

“Nde eomma” koor choi siblings dan siwon.

 

“Kunyah makan kalian dengan baik”

 

“Nde eomma” kembali mereka menjawab kompak.

 

“Selesai makan cuci tangan kalian. Mengerti?” ucap yoona seperti seorang guru yang menasehati murid-murid nya.

 

“Arraseo eomma” jawab siwon beserta choi siblings sambil mengacungkan jempol dan tersenyum manis.

Selesai sarapan mereka pergi ke watafle mencuci tangan sesuai dengan intruksi yoona. Setelah itu yoona mengantar suami beserta kedua anaknya sampai ke depan.

Sesampainya di depan, yoona mensejajarkan tingginya dengan minho dan sulli.

 

“Minho-ya selesai pelajaran segera keluar dan temani dongsaengmu! Jangan biarkan saengmu terlalu lama menunggu sendiri” pesan yoona dengan merapikan dasi kupu-kupu seragam minho.

 

“Siap eomma” minho memberi hormat tanda mengerti. Yoona mencium kening minho.

 

“Sulli-ya selama menunggu oppa mu kau tak boleh kemana-mana! Jika perlu mintalah tolong guru Jung untuk menemanimu” yoona memegang pundak putri kecilnya.

 

“Nde eomma” jawab sulli memberikan senyum manisnya.

“Chu~” minho dan sulli mencium pipi yoona kemudian berjalan menuju mobil.

 

“Ehmmm kenapa aku jadi terlupakan” sindir siwon yang merasa tak di anggap oleh istrinya.

 

“Yeobo cepat masuk mobil dan segera antarkan minho dan sulli nanti mereka terlambat” yoona hendak masuk ke dalam rumah namun di tahan siwon.

 

“Mana kiss untukku?”

 

“Mwo? Apa semalam itu masih kurang?” siwon menggeleng manja dan menunjukkan pipinya agar yoona mengecupnya di pipi. Yoona mendesah setelah itu mencium pipi siwon namun siwon justru mengubah gerak kepalanya sehingga bukan pipi yang mendapat kecupan yoona melainkan bibirnya.

“Semalam kau sungguh ganas yeobo but nevermind i like it” bisik siwon sebelum pergi menyusul anaknya. Yoona masih tercengang dengan ucapan siwon.

 

“Bye eomma” minho dan sulli melambaikan tangan dari jendela mobil barulah yoona tersadar dan balas melambaikan tangan.

 

“Aisssh namja itu benar-benar membuatku gila” gumamnya.

***

 

“Sajangnim ada masalah pada proyek baru kita. Para investor tiba-tiba membatalakan investasinya” lapor seorang yeoja berparas cantik pada atasannya.

 

“Mwo? Bagaimana bisa? Aisssh” siwon sang atasan nampak begitu frustasi. Pasalnya akhir-akhir ini perusahaannya tak berkembang begitu baik. Terlalu banyak masalah dan kendala yang belum di selesaikan namun sudah ada lagi masalah yang datang.

 

“Apa anda baik-baik saja sajangnim?” tanya sang sekertaris.

 

“Ah ne gwaenchana. Aku hanya sedikit pusing. Kau boleh keluar tiffany-sshi” ucap siwon memijit keningnnya.

Tiffany mengangguk ia berjalan keluar setelah sebelumnya membungkuk memberi hormat pada atasannya.

 

“Kenapa jadi sebanyak ini masalahnya?” siwon masih memijit kepalanya yang ia rasa semakin sakit. Jika ia tak segera bertindak maka perusahaan yang di bangun ayahnya dengan bercucurkan keringat dan darah akan segera bangkrut karna kurangnya pemasukan ketimbang pengeluaran. Tiba-tiba ia seperti teringat sesuatu.

“Tiffany-sshi atur jadwalku bertemu dengan Presdir Kim Jeajoong” ucap siwon pada sambungan telfon yang menghubungkannya pada sekertaris.

 

“Ouh ku harap dia dapat sedikit membantuku”

__

“Annyeong Presdir Kim” sapa siwon pada sosok pria berwajah manis di depannya dengan membungkuk 90 derajat.

 

“Astaga choi siwon kau seperti dengan siapa saja” ucap enteng jaejoong.

“Duduklah” siwon tersenyum ramah dan duduk di kursi caffe itu.

“Jadi apa yang membuatmu memanggilku siwon?” tanya jaejoong membuka pembicaraan.

 

“Mianhae sebelumnya presdir….”

 

“Hei sudah ku bilang panggil aku jaejoong. Jangan gunakan embel-embel itu. Kita ini teman sma” potong jaejoong. Siwon tersenyum renyah.

 

“Arreseo jaejoong-sshi. Begini, akhir-akhir ini perusahaanku tengah mengalami krisis. Banyak investor yang membatalkan investasinya pada perusahaan dan itu membuat pemasukan lebih kecil dari pada pengeluaran. Jadi aku ingin minta bantuanmu” ungkap siwon mengutarakan tujuannya.

 

“Bantuan apa itu?” tanya jaejoong lebih lanjut. Siwon kembali menarik sudut bibirnya.

***

 

Hari ini dikarenakan kesibukan siwon yang tak dapat di ganggu, minho dan sulli pulang dengan di jemput yoona.

 

“Minho-ya letakkan tas dan barang-barangmu pada tempatnya!”

 

“Nde eomma”

 

“Sulli-ya kajja turun chagi. Kita makan siang”

 

“Nde eomma”

Di meja makan itu telah berkumpul yoona bersama choi siblings. Sesekali minho menjahili sulli dan itu membuat sulli kesal.

 

“Oppa jangan ambil ayamku! Kau punya ayam sendiri”

 

“Sudah habis”

 

“Issshh” sulli kembali merebut ayam panggang yang tadinya di ambil minho.

 

“Kau mencuri ayamku!” cetus minho.

 

“Aniyo! Kau yang mencuri ayamku!”

 

“Ani. Kau yang mencurinya. Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri. Aku bisa mendeteksi sidik jarimu pada ayamku. Dan kau akan ku jebloskan dalam penjara” seru minho bermuka serius.

 

“Mwo? Apa-apaan kau ini? Jelas-jelas kau yang lebih dulu merebut ayamku!” kekeh sulli tak mau kalah karna ia merasa memang tak bersalah.

 

“Yoboseo! Yoboseo! Kantor kejaksaan? Nde ini aku detective minho. Segera datangkan polisi di kediamaan Tn. Choi siwon! Aku menemukan pencuri disini” minho menempelkan cangkir plastik yang tak berisi air pada telinganya seolah itu adalah ponsel. Matanya juga menyipit kala ia mengatakan kalimatnya yang ia tujukan pada sulli.

 

“Mworago? Kau terlalu banyak membaca komik detective konanmu oppa makanya sekarang kau jadi gila”

 

“Wiuu wiiu wiu. Pasukan kepolisian seoul telah tiba” minho turun dari kursi dan berlari memutari ruang makan.

“Bersiaplah pencuri. Sebentar lagi kau akan ku habisi!” ucap minho penuh dengan keyakinan dan mengarahkan pistol mainannya pada sulli.

 

“Do you know oppa? You have crazy. Really really crazy” sulli memasukkan makanannya ke dalam mulut.

Yoona hanya terkekeh melihat tingkah kedua anaknya.

 

‘Ting Tong’ terdengar suara bel bebunyi.

“Appa!!” seru sulli gembira. Ia segera turun dari kursinya dan hendak berlari namun minho mencegahnya.

 

“Apa lagi?” tanya sulli kesal.

 

“Tersangka tak boleh kemana-mana. Biar aku yang membuka pintu”

 

“Aaaaaaah. Eomma, oppa sudah gila. Lihat betapa konyolnya tingkahnya itu!” sulli mengadu pada sang ibu namun yoona hanya menaggapi dengan tawa aligatornya.

Sementara minho sudah berjalan mengindip-indip layaknya seorang tentara yang tengah berperang. Tiba-tiba ia tersenyum licik melihat siapa yang datang dari jendela.

Minho menempelkan tubuhnya pada pintu. Tangan kananya membuka pintu.

 

“Annyeonghase… aaaaaarrgh!!”

 

“Huahahaha…..” tawa minho meledak karna dapat berhasil mengerjai orang itu. Mendengar keributan yoona dan sulli langsung menghampiri ruang tamu.

 

“Omo! Sooyoung?” yoona segera membantu sooyoung yang jatuh tergeletak dengan wajah ke lantai. Tentu dapat dipastikan hidungnya terasa sangat sakit karna kakinya yang terjegal oleh tali yang di pasang minho.

__

“Kau! Dasar bocah tengik” sooyoung mengusap hidungnya yang merah karna mencium lantai tadi. Sementara minho hanya menjulurkan lidahnya.

 

“Yoong sebenarnya dulu kau nyidam apa saat hamil anak ini? Dia sungguh menyebalkan” runtuk sooyoung masih mengompres hidungnya. Yoona hanya tertawa menanggapinya.

 

“Ahjumma kapan kau pulang dari jepang?” tanya sulli dalam pangkuan yoona.

 

“Kema…..heiii berhenti memanggilku ahujmma! Aku masih sangat muda untuk panggilan itu” peringat sooyoung mengacungkan jari telunjuknya pada sulli.

 

“Kenapa tak bilang? Kamikan bisa menjemputmu di bandara jika tahu begitu” ucap yoona menyudahi adu mulut sooyoung pada kedua anaknya.

 

“Aniyo. Jika aku bilang pasti dua bocah tengik ini akan membuatku tak selamat sampai rumah” jawab sooyoung.

 

‘KLEK’ pandangan keempatnya tertuju pada pintu depan yang di buka.

 

“Yeobo aku pulang”

“Appa!” sulli berlari menghampiri siwon yang baru memasuki rumah.

 

“Oh ada kau soo” siwon berjalan kedalam dengan menggendong sulli.

“Hei ada apa dengan hidungmu? Kenapa jadi seperti badut?” siwon ikut duduk di sofa ruang tengah. Sulli ia letakkan dalam pangkuannya.

 

“Ini semua karna anakmu yang menyebalkan ini” ketus sooyoung menatap tajam minho. Minho yang ditatap hanya mengedikkan bahu dan kembali membaca komiknya.

 

“Isssshh menyebalkan!” semua tertawa melihat tingkah minho yang mengacuhkan kekesalan sooyoung.

***

 

“Yeobo ada apa? Apa ada masalah?” tanya yoona yang menyandarkan dirinya pada sandaran tempat tidur.

 

“Aniyo” jawab singkat siwon menunjukkan senyum terbaiknya pada sang istri.

 

“Jangan bohong. Aku tahu kau sedang menyembunyikan sesuatu. Katakanlah! Kau menganggapku orang lain heuh?” yoona menyentuh pipi siwon. Siwon menggenggam tangan yoona yang berada di pipinya. Rasanya bebannya hilang begitu mendapat sentuhan lembut sang istri.

 

“Bukan apa-apa yeobo. Kau hanya terlalu menghawatirkanku. Aku baik-baik saja” ucap siwon lembut. Matanya menatap tajam ke dalam mata yoona. Berusaha meyakinkah istri tercinta.

 

“Sungguh?” yoona masih belum puas dengan jawaban siwon. Siwon tersenyum tipis. Ia menarik yoona kedalam dekapannya.

 

“Apapun yang terjadi percayalah padaku” siwon mengelus rambut yoona. Yoona mengangguk dalam pelukan siwon. Entah apa maksud siwon namun ia akan menurut sekiranya itu perintah suaminya.

Yoona memejamkan mata, mengeratkan pelukannya pada tubuh siwon. Siwon mencium pucuk kepala yoona.

 

“Saranghaeyo jeongmal saranghaeyo” ucap siwon.

 

“Nado saranghae” jawab yoona. Siwon menyandarkan kepalanya di atas kepala yoona. Mereka terpejam bersama.

 

‘Ting Tong’ suara bel membuyarkan adegan romantis mereka. Siwon dan yoona saling pandang.

Siwon turun dari ranjang di ikuti yoona. Mereka sampai di ruang depan dan begitu mereka membuka pintu…

 

“Selamat malam Tuan” sapa seorang pria.

 

“Malam” siwon balik menyapa dari nadanya nampak ada kebingungan.

 

“Aku jaksa Lee dari kantor kejaksaan seoul” pria tadi menunjukkan kartu identitasnya.

“Apa benar ini kediaman Tn. Choi siwon?”

 

“Nde, saya sendiri. Ada apa?”

 

“Silahkan ikut kami ke kantor sekarang juga” ucap jaksa lee pada siwon dan memberi perintah pada bawahannya untuk membawa siwon.

 

“Apa-apaan ini? Aku di tangkap? Karna apa? Aku sama sekali tidak melakukan tindak kejahatan” siwon mencoba membela diri. Tangannya telah di borgol oleh dua orang polisi.

 

“Simpan penjelasanmu di pengadilan” ucap jaksa lee.

 

“Yeobo… yeobo… ada apa ini?” panik yoona yang tak mengetahui titik permasalahannya.

 

“Yeobo percayalah padaku aku tak melakukan kesalahan apapun” kata siwon meyakinkan. Dua polisi memaksanya untuk masuk kedalam mobil.

 

“Yeobo…yeobo….” yoona berjalan mendekat siwon., masih tak percaya dengan apa yang ia lihat.

“Lepaskan tangan kalian dari suamiku! Dia tak bersalah! Apa yang kalian lakukan? Lepaskan dia!” jerit yoona memukul-mukul tangan dua polisi yang memegangi siwon.

 

“Ny. tenanglah anda bisa kami kenakan sanksi karna telah mengaganggu tugas polisi” ucap jaksa lee.

 

“Percayalah yeobo aku tak bersalah. Aku dijebak” siwon menundukkan pandangannya. Kemudian kembali menatap yoona.

“ Aku akan baik-baik saja” ucapnya berusaha menenangkan sang istri. Yoona mengagguk dengan linganagn air mata. Melihat siwon di bawa paksa kedalam mobil polisi ia hanya bisa pasrah. Air matanya sudah deras mengalir.

 

“Appa!!” sulli berlari mengejar mobil polisi yang telah menjauh.

 

“Sulli” cegah yoona.

 

“Eomma kenapa appa di bawah polisi-polisi itu?” tanya sulli dengan air mata membasahi pipinya chuby nya.

“Eomma apa appa melakukan kesalahan?” tanya minho.

 

“Aniyo chagi. Appa hanya harus mengurus pekerjaannya dengan polisi” jawab yoona sekenanya. Jujur ia tak tahu harus bagaiman memberi jawaban pada kedua anaknya karna ia juga tak tahu apa yang sebenarnya terjadi.

“Appa akan baik-baik saja” yoona memeluk kedua anaknya. Ia harap tak terjadi sesuatu yang buruk pada keluarganya.

 

TBC___

 

Sampai disini dulu yah ^^ awalnya mau dibikin oneshoot tapi kok berasa panjang banget#ngekk -_-

Kepikiran bikin ff Choi family abis liat SMtown Nwe York kemaren ^^ YoonSull moment anak dan eomma. Karna memang waktu tu yoona kurang sehat makanya lemes gitu dan sebagai anak yg baik sulli memeluknya*Sweat*

Mianhae atas segala kekurangannya, saya masih author amatiran jadi ceritanya gaje gini deh hehe….

Beserta kru yang bertugas saya undur diri. Gomawoyo yang telah membaca di mohon RCL anda tahu itu sangat berarti untuk para author^^

Jeongmal gamsahamnida sampai jumpa di chapter selanjutnya.

Pai  Pai *lambai tangan bareng YoonWon*

 

Pos Berikutnya
Tinggalkan komentar

112 Komentar

  1. Milha Odhe ELF

     /  Agustus 22, 2013

    Kok siwon oppa ditngkp polisi ???,,
    trus syp yg mnjbk siwon oppa ???
    lnjt,,,
    pnsrn bgd nih

    Balas
  2. berta307

     /  September 10, 2013

    koq siwon oppa dtngkp c???
    pdhl sneng deh ngliat kluarga mreka bhagia gtu ..
    pnsran bgt nih, sm klnjutannya,,
    di,lanjut donk chingu ..

    Balas
  3. Mampir buat baca ni ff lg 🙂
    gc b0sen baca.x . .
    Bner” hanyut?ke dalam crita.x 🙂

    next ff.u dtnggu unN . .

    Balas
  4. Rosiie

     /  Oktober 14, 2013

    Lucu pas Minho bertingkah kaya detective,, kenapa siwon oppa di tangkep polisi T_T

    Balas
  5. shasqia Salsabila Febriani

     /  Desember 15, 2013

    Siwon oppa kenapa?? TT_TT

    Balas
  6. kereeennn , tp ko udah kya nya aqu dh pernah bca ff ni yah .
    Udh lama bngett tp msi chap ini ga di lanjutin ta eon .
    Di lanjitin ne udh lama bngettt .
    Ga di lanjutin2.

    Balas
  7. ayu dian pratiwi

     /  Maret 12, 2014

    penasaran sama labhutannya. next

    Balas
  8. Waaaa……apa yg terjadi pada siwon??? Benarkah dy djebak?? Lalu siapakah yg menjebak siwon??? *ala host gosip,, (*)´¨) 
    ¸.•´. ¸.•*¨) ¸.•*¨)
    (¸¸.•´(¸.•. =)) ĥǻĥǻĥǻĥǻ =)) ː̗̀☀̤̣̈̇ː̖́‎​​. Aish…choi siblings..ribut mulu,,,gemesin deh…kasian bgt c soo,,, apes…ƗƗɐƗƗɐ…ƗƗɐƗƗɐ….ƗƗɐƗƗɐ”̮ dtggu lnjutan na ….

    Balas
  9. Cerita’a menarik.. Next

    Balas
  10. Sofi

     /  Juni 2, 2014

    Sambungan nya ada d mna?

    Balas
  11. uhhh kereeenn ff.a apalagi keluarga bahagia kereenn .. Lanjutt dounx ff.a autorr ayoolahh di lanjutin udh lama nieehh aqu menunggu tak di lanjut2in aqu penasaran gimana kelanjutannya ne ayoolahh ayoo cinguu aqu menungguu oke . Gomawoo .. Semangattt..

    Balas
  12. Yach… Apa yg terjadi dgn wonppa? Apakah ada masalah konflik hingga wonppa di jebak

    Balas
  13. woooo kereenn bgt ceritanya ..
    And nyelip dikit adegan nc.a wkwkwk ..
    Trus kenapa nie autor cerita ini udah terbengkalai sampai aku dah pernah coment di ff nie mau coment lagi krna ko ff.a kagak di lanjut2in smape selesai soal.a aku penasaran sma kelanjutannya … Plesss di usahain di lanjutin ne autorr 🙂 🙂

    Balas
  14. yoyoona

     /  November 18, 2014

    anyeong author,aq reader baru…
    kenapa siwon ditangkap ?? apa ada masalah yang besar tetjadi ??
    kan kasihan yoona dan anak2 nya pasti mereka akan merasa sedih..

    Balas
  15. ni ffnya kerennn
    minhonya jail banget bner2 kayak keluarga bahagia

    Balas
  16. utycoyumy

     /  Januari 16, 2015

    keluarga yoonwon harus bersabar menghadapi masalah. siapa sih yg ngejebak siwon? jadi penasaran.
    suka banget ff inikeren 🙂 apalagi tentang kehidupan choi family

    Balas
  17. iis

     /  Maret 10, 2015

    siwon knp d tangkap?

    Balas
  18. h_ra307

     /  Juli 5, 2015

    hmmzzzzzzzz lagi seneng”.a ikut bahagia liat kluarga YW,,,,,,, siwon malah ditangkap ……. crita.a mirip cerita apa gitu? pink lipstick? y ff pink lipstick…….. y mungkin agak mirip cz. siwon juga ditangkap, tapi aq yakin alur.a beda.. judul.a aja beda “Child Detective” 🙂 pasti nanti yg jadi Detective choi siblings? y kn? 😀

    Balas
  19. Juwinarti

     /  September 20, 2015

    Apa yg terjadi? kenapa siwon ditangkap? Makim penasaran sama ceritanya ditgu next part

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: