[FF] We are Family (Chapter 3)

Cover [FF] We are Family-YoonWon-Chapter-1

Tittle: We are Family (Chapter 3)

Type: Chapter / Sequel (I Love You, Choi Songsaenim)

Genre: Romance, Family, Marriage Life

Rating: PG 15+

Author By: Choi Mutie OeziL (Twitter: @Muthy92Mutii)

Main Cast:

~ Choi Siwon “SuJu”

~ Im YoonA “SNSD”

Other Cast:

~ SuGen Couple

~ The Choi’s Family

~ The Im’s Family

~ Yoon Eunhye (Princess Hours, Coffe Prince, Lie To Me)

~ Etc

Author Notes: Annyeong.. Author blik lg dgn lanjtn FF “We are Family” Chapter 3, sbnarnya dkit kcewa sich krna comment trun drastis di chapter 2nya!!! Tpi author brskp professional aja lha.. kasian juga para readers yg udh stia dgn comment di chapter sblumnyaJ. Author cma ingin mendedikasikan FF ini Cuma buat Couple fave Author dan kita semua “YoonWon”.. Yah udh slmat MEMBACA.. moga terhibur slalu…J

~~~

Siwon dan Yoona telah usai memandikan dan menyuapi kedua anak mereka makan siang. Setelah itu Yoona kedapur untuk menyiapkan makan siang untuknya dan suami tercinta. Sedangkan Siwon masih bermain dengan si kembar. Hari ini Siwon tak masuk kampus, karena ia sedikit tak enak badan. Sebenarnya hari ini ia ada jadwal untuk menemani para mahasiswanya mengikuti lomba bedah di Jepang, namun ia menyerahkan mandatnya itu pada salah satu teman dosennya di kampus untuk menggantikan posisinya.

Tak berapa lama Yoona datang ke hadapan Siwon sembari membawa semangkuk Sup rumput laut dan bubur buatannya. “Ayo yeobo-ah, makanlah.. supaya kau cepat sembuh..”, seru Yoona sembari menyuapi Siwon makan*AduhAuthorSenyumGajeSendiriNulisnya*. “Gomawo yeobo-ah..”, balas Siwon yang masih terus disuapi oleh Yoona. “Ap…paaaa!! Eom…maaaa”, pekik Twins Choi koor. Kedua orang tua mereka pun mengembangkan senyum bahagia mereka melihat aksi kompak keduanya. “Ne aegi-ahh.. jangan rewel ne.. Appa lagi sakit. Jadi eomma mengurus appa dulu..”, ucap Yoona lembut. Mereka berdua hanya tertawa lucu mendengar ucapan eomma mereka.

“Selesai.. aku mengambil obat dulu oppa..”, pinta Yoona sembari berdiri mengambil obat di lemari obat. “Minumlah..”, tuntun Yoona seraya menyodorkan obat kehadapan Siwon serta segelas air putih. Siwon terus tersenyum melihat Yoona yang saat ini sedang melayaninya dengan begitu sabar dan tulus. Ia tak tahu lagi harus berbuat apa untuk membalas kasih sayang Yoona padanya. “Jangan terlalu khawatir seperti itu, aku hanya demam biasa yeobo-ah.. mungkin karena beberapa malam yang lalu aku kurang tidur..”, imbuh Siwon sembari menahan pergelangan tangan Yoona.

“Ne.. kalau begitu istirahatlah! Aku dan mereka berdua akan menemanimu disini..”, ujar Yoona sembari menyelimuti tubuh Siwon yang sedang berbaring di sofa ruang keluarga mereka.

Ting..Tong..!! suara bel rumah kembali berbunyi. Yoona yang melihat Siwon yang telah tidur pun segera bergegas untuk membuka pintu. Ia mengecek dilayar monitor dan betapa terkejutnya dia melihat fangirl Siwon yang banyak sekali datang ke rumah, ada yang membawakan susu, biskuat, cokelat, bunga, boneka, robot-robotan dan banyak sekali cemilan khas Korea diluar sana.

Yoona pun segera membuka pintu dan menyapa mereka. “Annyeong semuanya.. ada apa?”, tanya Yoona sopan seraya mempersilahkan mereka duduk diruang tamu.

“annyeong Yoona eonnie, mianhae kalau kedatangan kami mengganggu waktumu dan dosen Choi..”, kata salah satu dari mereka. “Gwenchanayo.. lalu apa?”, balas Yoona. “Sebenarnya kami datang kemari untuk menjenguk Dosen Choi, tadi kata Dosen Lee beliau sakit. Makanya kami kemari. Sekalian kami ingin memberikan hadiah buat anak kembar Eonnie dan Dosen Choi..”, terang salah satu dari mereka dengan wajah malu-malu. ‘’Oh.. tak apa-apa. Gomawo sudah datang menjenguk Dosen Choi, tapi dosen kalian lagi istirahat..”, lanjut Yoona. Mereka pun mengerti dan segera menyerahkan semua hadiah dan ole-ole yang mereka bawa pada Yoona.

“Letakkan saja semuanya disitu. Nanti sebentar aku akan mengaturnya..”, pinta Yoona. “Ne.. eonnie..”, sahut mereka. “Eumm.. eonnie, apa boleh kami melihat si kembar??”, mohon mereka. Yoona yang melihat kesungguhan mereka pun setuju dan segera menuntun mereka menghampiri si kembar yang sedang asyik mengelus kedua pipi dan hidung mancung appanya yang masih tertidur pulas itu. “Omona.. lucu sekali, sini biar eonnie/noona yang gendong..”, seru mereka sembari duduk diantara twins Choi yang super duper lucu dan menggemaskan itu. Yoona hanya tertawa melihat tingkah para juniornya itu.

“Dosen Choi, cepat sembuh.. sehari saja kau tak di kampus rasanya aura kampus itu mendung sekali..”, ujar yeoja yang memakai kacamata. “Jinjjayoo..?” sambung Yoona yang terkesan sedang cemburu melihat fangirl suaminya yang sedang mengkhawatirkan namja tercintanya itu.

“Baiklah eonnie.. kami balik dulu ke kampus, lain kali kami datang lagi kesini.. bye twins Choi saeng..”, pamit mereka dan segeralah Yoona mengantar mereka sampai di taman depan rumahnya.

Selepas kepergian mereka, Yoona segera masuk kembali ke dalam rumah dan segera meletakkan hadiah dan ole-ole yang tadinya dibawa fangirl suaminya itu ke tempat penyimpanan hadiah. Hanya hadiah makanan dan minuman yang ia pindahkan kedalam kulkas, sementara boneka dan robot-robotan yang menjadi hadiah untuk kedua anaknya segera ia letakkan dilantai dua taman bermain anak-anaknya. “Whuaa.. selesai..”, leganya sembari berjalan menghampiri suami dan kedua anaknya. “Huh.. tinggal dua bulan lagi kalian akan memasuki usia setahun aegi-ahh, sedangkan appa 27 tahun. Eomma akan memberikan apa saja buat kalian bertiga..”, gumamnya seraya menyuruh Siyoon dan Wona untuk tidak menyentuh appanya yang sedang tidur.

“Jangan mengganggu appa terus, ayolah main saja dengan eomma ne..”, mereka pun menghentikan aktifitas mereka yang tadinya meraba-raba hidung dan kedua mata Siwon yang masih terpejam itu. “Hetttssssmmmmmm……”, tiba-tiba Siyoon dan Wona cekukan dengan kompaknya. Yoona hanya tertawa pelan melihatnya.

“Cepat sembuh yeobo-ahh.. saranghae..”, gumam Yoona seraya mengelus pipi suaminya.

“Kajja kita jalan-jalan ke taman. Biarkan appa istirahat saja…”, cetus Yoona sembari meletakkan tubuh Siyoon dan Wona dikereta bayi mereka yang memiliki dua tempat duduk dan segera ia mendorongnya keluar rumah. Ia ingin agar kedua anaknya bisa mengenal alam luar sana. Kebetulan di belakang rumah mereka ada kebun sayur dan buah-buahan jadi ia mengajak kedua anaknya untuk bermain disana.

Sementara didalam rumah hanyalah Siwon yang ada. Entah kenapa Siwon terbangun dan segera mencari-cari keberadaan istri dan kedua malaikat kecilnya. Dilihatnya mainan dan buku bergambar Siyoon dan Wona yang masih tergeletak dilantai. “Kemana kau dan mereka berdua yeobo-ah..?”, umpat Siwon. Akhirnya ia segera bangkit dari sofa dan segera mencari keberadaan ketiga orag tercintanya itu didalam kamar dan taman main si kembar, namun hasilnya nihil.

“Kemana kereta bayi mereka?, ohh aku tahu..”, tebak Siwon sembari mengambil sandal jepitnya dan segera mengikuti Yoona dan kedua anaknya. “Rupanya disini..”, leganya setelah memandang Yoona yang sedang duduk di ayunan sambil mengajak si kembar untuk berceloteh ria dalam kereta bayi mereka.

“Yoong…”, panggil Siwon sambil melangkahkan kakinya mendekat. “Yoona yang tadinya menunduk pun mendongakkan kepalanya kedepan dan senyumnya pun rekah menyambut sang suami tercintanya. “Yeobo-ahh, kenapa bangun? kau harus istirahat yang cukup..”, ujar Yoona sembari mempersilahkan Siwon untuk duduk di ayunan sebelah kanannya. “Aniyo.. yeobo-ah.. aku sudah sembuh..”, tegas Siwon. “Aigoo.. jinjjayo..??”, balas Yoona. “Tentu saja”, yakin Siwon.

“Siyoon-ahh, Wona-ahh.. ayo sapa Appa kalian..”, perintah Yoona. “app….paaa….”, sapa mereka walau hanya menyebut kata appa. Siwon pun segera mencium mereka satu persatu dan segera menggeser kereta bayi mereka dihadapannya. “Gomawo my aegideul-ahh…”, girang Siwon sembari mencubit pelan pipi chubby mereka. Siwon pun segera memeluk Yoona dan mencium kepala istri cantiknya itu.

“Gomawo atas semuanya…”, ucap Siwon lembut. “oppa…”, lirih Yoona. “Semoga kebahagiaan ini akan tetap ada selamanya..”, lanjut Siwon. “Ne oppa, saranghae..”, balas Yoona dengan mata berair. “Nado yeobo-ahh..”, Siwon langsung menempelkan bibirnya pada bibir istrinya itu, dan mereka pun terlena dengan ciuman mereka untuk beberapa detik. Mereka tak sadar kalau ada dua pasang mata mungil yang menonton adegan dewasa mereka. YoonWon sama-sama tersadar dan mengakhiri ciuman tanda cinta mereka.

“Yak! Choi Siwon, kenapa kau memulainya didepan anak-anak..??”, protes Yoona dengan wajah meronanya. “Ekhhmmm…. siapa suruh kau mau menerimanya dengan senang hati..”, elak Siwon senyum-senyum tak jelas. “Dasar namja yadong!!!”, cibir Yoona dan segera mendorong kereta bayi si kembar kedalam rumah.

“I Love you Choi Yoona, aku akan menciummu lagi sebentar malam…”, teriak Siwon menggoda Yoona yang sudah masuk bersama twins Choi kedalam rumah.

“Kau memang menyebalkan Choi Siwonnnnnn…….”, teriakan Yoona dari dalam rumah masih terdengar samar di kedua kuping Siwon.

“Awas kau Ny. Choi…”, gumam Siwon gemas pada istrinya.

~~~

Perasaan kesal, marah, benci, jengkel, murka dan serakah semakin berkobar dalam diri Eunhye. Ia tak menyangka penjelasan mahasiswanya tadi bakal membuat dia marah seperti ini, terlebih lagi hari perdananya dikampus tadi ia tak bertemu dengan Siwon. Ia bingung mengapa Siwon tak masuk tadi. Apakah ini pertanda bahwa Siwon memang tak berjodoh dengannya ataukah hanya kebetulan belaka?.

“Siaaaalllllll!!!!”, kesalnya sembari mangacak rambut panjangnya frustasi. “Kita lihat saja Dosen tampan? Permainan ini belum dimulai, semuanya akan aku mulai jika aku sudah tahu seberapa besar cintamu pada istrimu itu.. dan aku juga ingin lihat seperti apa wajah istrimu yang katanya cantik itu? Cantik siapa antara dia dan aku? Kedua anak kembarmu juga…”, Eunhye makin menggila dengan ketertarikannya pada Siwon. Ia tak mengenal persis seperti apa kehidupan dan jati diri seorang Choi Siwon, namun karena pertemuannya dengan Siwonlah hingga membuatnya terobsesi untuk dapat memiliki namja itu. Ia tahu ini gila, namun kegilaannya ini juga disebut cinta bukan?.

“Semoga saja besok dia masuk kampus. Aku ingin melihat reaksinya bagaimana ketika bertatapan dengan yeoja cantik sepertiku. Walaupun aku lebih tua dua tahun darinya namun aku tak peduli masalah umur..”, lanjutnya lagi dengan tampang licik.

“Tapi wae? Kenapa semua orang di kampus sangat menyukai istrinya? Memangnya seberapa populerkah istrinya itu waktu masih kuliah..??”, pikirnya. “Aku jadi makin pensaran seperti apa sosok istrinya itu hingga membuat pangeran Choi pujaanku begitu mencintainya??”, gumam Eunhye jengkel. “Aku selalu mendapatkan apa yang kuinginkan, termasuk cintaku juga..”, lanjutnya lagi.

Setelah lama berperang dengan sikap batinnya, Eunhye memutuskan untuk segera keluar apartement untuk mencari angin segar. Segera dipacunya mobil BMW merah tua miliknya meninggalkan area apartementnya.

~~~

“Ekhmmm…”, Siwon berdehem sambil memandang Yoona yang posisinya sekarang telah tidur memunggungi Siwon. “Yeobo-ahh..”, lirih Siwon lembut. “Aku mau tidur, aku lelah dosen Choi..”, sahut Yoona. “Yak! Choi Yoona, mana boleh begini, aku sedang sakit. Kenapa kau tak mengasihiku dan malah mencuekiku? Wae?”, protes Siwon tak terima melihat sang istri tercinta yang sekarang ini sedang tak peduli padanya. “Bukankah kau sudah sembuh. Kalau sudah sembuh tidurlah..”, balas Yoona yang sedang tersenyum penuh kemenangan karena berhasil mengerjai suaminya malam ini.

“Yak! Tak bisa. Peluklah aku yeobo-ahh.. aku dinging..”, ucap Siwon pura-pura menggigil kedinginan. “Kan ada selimut.. pakai saja..”, sambung Yoona cepat. “Shireoo.. aku tidak mau, aku mau kau yang memelukku, hanya kau yang bisa membuatku hangat yeobo-ahh.. ayolah. Lagipula tak baik tidur membelakangiku seperti ini. Aku kan suamimu yeobo-ahh..”, kata Siwon dengan nada merayu.

Merasa tak berhasil, Siwon segera mencari akal. Otaknya terus berputar mencari cara supaya bisa meluluhkan hati istrinya malam ini. Segera ia menggelitik pinggang ramping istrinya hingga istrinya itu pun dibuat geli dan segera bangkit dari tempat tidur, namun sayang saat ia mau turun dari ranjang buru-buru Siwon menarik tangannya hingga ia pun ambruk dan menindih tubuh kekar suaminya itu. Yoona mati kutu, tak ada lagi yang bisa ia lakukan untuk menghindar. Lebih baik ia ikuti saja sikap manja Siwon malam ini.

“Kan sudah kubilang jangan tidur memunggungiku seperti tadi yeobo-ahh, tapi kau selalu menolaknya. Jadi aku tak akan melepasmu..”, ujar Siwon dengan tampang percaya diri.

“Lalu kau mau apa namja yadong??”, ketus Yoona. “Tentu saja aku ingin kau memelukku dan aku ingin menciummu..”, jawab Siwon.  “Yak!!! Mmmcchhh..ahh..hhmccmnmh…”, suara teriakan Yoona berubah menjadi suara desahan ketika Siwon telah membungkam mulutnya dengan mencium serta melumat habis bibir manis istrinya itu. Posisi Yoona masih diatas tubuh Siwon.

Yoona tak bisa menolak. Ia malah berperang lidah dengan Siwon, mereka terus melanjutkan adegan kemesraan mereka dengan suka cita. Sementara kedua malaikat kecil mereka sudah tertidur di ranjang bayi masing-masing. Namun kedua orang tua mereka masih saling melumat. Setelah puas mereka pun mengakhiri ciuman mereka yang menggoda itu. Siwon pun memeluk tubuh Yoona erat. Dan menuntun istri cantiknya itu untuk tidur berhadapan dengannya. Yoona membalas pelukan suaminya itu dan ia pun segera tidur dalam dekapan hangat suaminya. Siwon segera mengelus pipi istrinya itu serta mengecup bibir Yoona kilat. Kemudian mengikuti istri dan kedua anaknya itu terbawa ke alam bawah sadar mereka.

Malam telah berlalu dan tak terasa waktu pagi telah tiba. Alarm pun bergema ditelinga keluarga kecil Choi. Hari ini Siwon yang pertama bangun. Ia tersenyum melihat sang istri dan kedua anaknya yang masih tertidur pulas, rasanya tak tega bila ia membangunkan mereka. Siwon segera merenggangkan kedua otot kekar tangannya dan beranjak dari ranjangnya menuju box bayi kedua anaknya. Ia mengecupi bibir mungil kedua anak balita itu sekilas dan segera turun kelantai bawah.

Sesampainya dibawah. Ia segera menyiapkan sarapan pagi, membuatkan roti, susu, teh gingseng dan nasi goreng special kimchi. ia memang seorang yang pandai masak. Dulu ketika di Amerika waktu kuliah dan jauh dari keluarga pun ia memasak dan mencuci bajunya sendiri. Jadi ia mau juga melakukannya untuk istri dan kedua anaknya. “Kau pasti lelah yeobo-ahh, hari ini biar aku saja yang menggantikan posisimu didapur..”, gumamnya seraya membuat susu anaknya dan menyimpannya dilemari penghangat makanan, serta tak lupa pula menyiapkan bubur untuk makan siang mereka. Setelah itu ia segera menata makanan untuk sarapan paginya dan istri tercinta.

“Huh.. selesai juga..”, leganya tersenyum. akhirnya ia balik lagi ke kamar keluarganya dan membangunkan istri tercinta. ‘’Choi Yoonaku.. bangunlah, sudah siang yeobo-ahh..”, bisiknya mesra ditelinga sang istri tersayang. Yoona kaget dan segera bangun dari tidur nyenyaknya.

“Omona!! Yeobo-ahh, kenapa dari tadi tidak bangunkan aku, aku belum menyiapkan sarapanmu hari ini..”, pekik Yoona sambil melangkah dari tepian ranjang namun Siwon mencegahnya. “Waeyo oppa..?”, Tanya Yoona bingung dengan sikap Siwon pagi ini.

“Aku sudah… sudah melakukan semuanya…”, terang Siwon riang. “Jinjjayo..?”, Tanya Yoona tak percaya. “Ne yeobo-ahh…”, balas Siwon tersenyum. Yoona terharu dan segera memeluk suami tercinta. “Gomawo.. mianhae aku tak melakukannya hari ini..”, kata Yoona menyesal. “Aishh.. sudahlah yeobo-ahh.. tapi ada syaratnya..”, balas Siwon menuntut. “Apa itu..?”, Tanya Yoona polos. “tentu saja morning kiss..”, jujur namja pemilik lesung pipit itu.Yoona mengerti dan segera mengecup bibir suaminya itu kilat. Ia pun segera kabur sebelum Siwon meminta yang aneh-aneh padanya. “Dasar.. kau memang selalu membuatku gemas yeobo-ahh…”, gumam Siwon memandang Yoona yang telah menghilang dari kamar mereka.

“Gomawo yeobo-ahh, hanya kaulah yang paling mengerti aku..”, gumam Yoona ketika sampai didapur. Ia terharu melihat semua sarapan pagi yang telah dibuat oleh sang suami tersayang. Ia tak mampu lagi berkata-kata. Hanya rasa syukur yang mampu ia ucapkan untuk Tuhan telah memberikannya pengeran tercinta yang akan selalu menemaninya sampai maut memisahkan.

Terima kasih Tuhan telah mengirim Siwon oppa padaku, aku tak mau kehilangannya. Ia adalah suami terbaikku dan paling kucintai, ayah yang terbaik buat kedua anakku. Jagalah selalu cinta kami Tuhan, peliharalah kepercayaan kami. Lindungilah selalu kami sekeluarga kapanpun dan dimanapun dari segala godaan dunia ini Tuhan’, Batin Yoona memanjatkan doanya pagi ini.

~~~

Semua orang di jagat Kampus begitu bahagia melihat dosen Choi mereka telah kembali ke kampus. Mereka menyapanya dengan senyum ramah dan orang yang disapa pun tak kalah menyapa mereka pula dengan senyuman rekahnya yang selalu membuat setiap hati fangirlnya runtuh dan meleleh.

Setelah melewati setiap sudut kampus itu, ia pun tiba di ruangannya. Segera dibukanya pintu ruangan, menyalakan AC dan mengambil buku-buku untuk bahan ajar materi kuliahnya hari ini.

“Annyeong…”, sapa seorang dosen padanya. “Annyeong…”, Siwon balik menyapa dengan senyum rekahnya. Siwon bingung dengan kedatangan dosen yang dulunya selalu beradu mulut dengan istrinya ketika masih kuliah, siapa lagi kalau bukan dosen Kim Taeyeon.

“Ahh.. dosen Choi, hari ini kau mengajar jam berapa?”, Tanya Taeyeon. “Jam 10 dosen Kim, waeyo?”, jawab Siwon heran. “bolehkah kau mengganti jam mengajarku di kelas VB? Aku ada acara dengan suamiku, jadi bantulah aku sekali ini jebal..”, jelas Taeyeon memohon pada dosen juniornya itu.

“boleh.. tenang saja. Tak masalah bagiku..”, angguk Siwon mantap. “Jinjjayo? Gomawo dosen Choi, oh yah kalau pulang salam buat Yoona dan si kembar ne..?”, ucap Taeyeon dan segera berlalu dari hadapan suami mantan mahasiswinya. “huh.. dosen Kim masih sama seperti dulu..”, kata Siwon.

Siwon segera bergegas ke kelasnya. Pagi ini ia ada jatah mengajar materi kuliah tentang susunan syaraf di bekas kelas kedokteran istrinya, yakni kelas/semester VII’A. kelas yang dijuluki sebagai kelas unggulan karena di kelas itu tempat berkumpulnya mahasiswa ber-AQ tinggi, istrinya juga termasuk salah satunya ketika masih kuliah dulu.

Siwon segera memulai mata kuliahnya hari ini. Dimulai dari membacakan daftar hadir mahasiwa sampai pada pokok materi dan seasion Tanya jawab atau istilah kerennya Quis. Semua mahasiswanya kelihatan sangat ceria dan serius ketika mendengarkannya memberikan materi kuliah. Mulai dari awal hingga proses kuliah berakhir.

“Baiklah, jangan lupa belajar lagi dirumah. Ingat catatan penting yang kuberikan hari ini harus kalian ulangi lagi dirumah. Arasseoo??”, ujar Siwon sebelum meninggalkan kelas. “Ne dosen Choi. Pasti, kami akan melakukannya dengan kesungguhan..”, balas mereka setuju.

“Gomawo, aku pamit. Masih ada kelas yang harus ku tangani sekarang..”. serunya seraya mengambil tasnya dan segera bergegas meninggalkan kelas. “Oh…Dosen Choi…..”, lirih seorang mahasiswi ketika Siwon telah meninggalkan kelas.

Dalam perjalanan menuju kelas V’B, Siwon bertemu dengan dosen terbaru di kampus itu. “Annyeong..”, sapa Siwon ramah. Dosen cantik itu segera menghentikan derap langkahnya dan menatap Siwon sesaat. “Eh.. Annyeong, Yoon Eunhye imnida..”, sapanya seraya memperkenalkan diri. “Choi Siwon imnida.. kau pasti dosen baru yang beberapa hari kemarin diinformasikan oleh rektor kan..?”, sapa Siwon memastikan. “Oh.. Ye.. tentu saja!!”, angguk Eunhye senang.

“Ah.. mianhae dosen Yoon, apakah anda dosen kedokteran juga? Karena tadi aku melihatmu keluar dari kelas V’B??”, Tanya Siwon. “Ne.. benar.. waeyo dosen Choi..?”, Eunhye balik bertanya dengan riangnya. “Ah.. aniyo.. selamat datang.. semoga kau betah disini.. yah sudah aku masuk dulu..”, kata Siwon seraya masuk kedalam kelas.

Eunhye tersenyum manis mendengarnya. ‘Tentu saja aku betah. Selama ada kau aku tetap betah disini dosen tampan..’, batin Eunhye sinis. Ia tak segera meninggalkan area kelas malah membuntuti Siwon yang sedang memberikan materi kuliah dari luar kelas.

“Kau memang benar-benar tampan dosen Choi.. aku semakin tertarik denganmu..”, gumam Eunhye tersenyum. Sepertinya ia begitu bahagia melihat Siwon yang tadinya menyapanya dengan begitu sopan. Ia juga semakin merasa kalau semua ini harus segera diawali, apa lagi kalau bukan mencari tahu Siwon sedetail mungkin.

“apa aku ke ruangannya saja yah..?”, pikir Eunhye. “Ada baiknya begitu. Siapa tahu saja diruangannya ada sesuatu disana..”, lanjutnya lagi dan tanpa banyak berfikir ia segera melangkahkan kaki meninggalkan kelas tadi.

Eunhye terus berjalan dan menaiki Eskalator menuju lantai dua tempat ruangan khusus para dosen berada. Sampailah ia dihadapan ruangan Siwon. Ia segera menyentuh knop pintu bercat abu-abu itu, namun……. “Siall.. rupanya si tampan mengunci ruangannya..”, kesalnya penuh amarah. “Kenapa bisa begini.. arrgghhh!!”, Eunhye makin frustasi. “shireo..!! aku harus semangat untuk memperjuangkan cintaku padanya..”, cerocosnya yakin. Akhirnya ia segera memutuskan untuk kembali saja ke ruangannya.

“Im Yoona.. aku penasaran denganmu. Seperti apa sosokmu hingga membuat Choi Siwon begitu mencintaimu..”, pikir Eunhye.

“Apa aku pindah ruangan saja yah? Aku ingin ruanganku berdekatan dengan si tampan..”, idenya. Yang ada dipikiran Eunhye kini hanyalah Siwon, Siwon dan Siwon. Ia makin menggilai sosok dosen paling tampan sejagat kampus itu. Katanya, jikalau Siwon belumlah menikah maka ia pasti akan membuat Siwon bertekuk lutut padanya. baginya ia tak mau menyerah begitu saja demi mendapatkan Siwon, setidaknya ia berusaha untuk bisa membuat dirinya dekat dengan dosen bermarga Choi itu.

Sementara Siwon baru saja ke ruangannya. Sampai di ruangan ia segera merapikan berkas dan buku-buku bahan ajarnya hari ini. Setelah itu ia segera mengunci ruangannya. Dan memutuskan untuk segera pulang. Dalam perjalanan ke parkiran kampus ia bertemu dengan Eunhye. “Hai dosen Choi, apakah anda akan segera pulang?”, sapa Eunhye sembari menatap Siwon dari ujung kepala hingga ujung kaki. “Hmm.. benar. Kau sendiri dosen Yoon?”, Tanya Siwon tersenyum. “Ah aniyo. Aku hanya ingin mengajakmu untuk minum kopi bersama.  Kita kan teman..”. tawar Eunhye sambil berharap Siwon akan menyetujuinya.

“Gomawo dosen Yoon, tapi mianhae.. aku harus segera pulang. Aku ingin menjaga kedua anakku..”, imbuh Siwon. “Oh.. begitukah? Memangnya eomma mereka kemana?”, Tanya Eunhye dengan tatapan sedikit kecewa. “Ani.. hanya saja tugasku adalah mengurus kedua anakku ketika sore hingga malam hari..”, jawab Siwon dengan senyuman khasnya.

“Wah.. benarkah? Beruntung sekali istrimu punya suami sebaik dan seperhatian dirimu..”, tambah Eunhye dan segera pamit pulang. ‘Huh… aneh, kenapa baru sehari mengenalnya aku merasa ada yang aneh dengan dosen baru itu’, batin Siwon sambil memandang mobil Eunhye yang telah berlalu. “Ah.. sudahlah, pulang saja. aku sudah tak sabar ingin pulang ke rumah..”, ucap Siwon sembari membuka pintu mobilnya.

~~~

“Jadi bagaimana Yoong?. Apakah kau akan ke acara itu…?”, Tanya Seohyun memastikan. “Aku tak bisa janji Hyunnie.. jika Siwon oppa mengizinkan maka aku akan pergi. Lagian kasihan jika aku pergi maka bagaimana dengan kedua anakku..”, jawab Yoona memberikan pengertian pada Seohyun.

“Baiklah.. aku tak bisa memaksamu, semua ini karena mereka ingin bertemu denganmu Yoong. Semua teman-teman seangkatan kita kangen denganmu. Semenjak hadirnya Twins Choi kau tak pernah bertemu lagi dengan mereka…’’, tandas Seohyun sedih.

“Bagaimana kalau kau undang mereka saja untuk kesini. Supaya acaranya kita buat saja dirumah. Aku juga tak perlu bersusah payah memohon pada Siwon oppa..”, saran Yoona. Seohyun pun menimbang saran temannya itu sesaat.

“Baiklah.. aku akan coba bicara dengan mereka..”, angguk Seohyun. Mereka pun kembali bermain dengan si kembar. Tak lama kemudian Kyuhyun datang. “annyeong yeobo-ahh.. Yoongie, keponakan twinsku..”, sapa Kyu ketika sampai di ambang pintu. mereka hanya tersenyum membalasnya. “Gomawo Yoong, telah menemani istriku ini seharian..”, ucap Kyu sambil memeluk istrinya.

“Ne.. sama-sama. Aku juga senang kalian masih mau datang kemari melihat anak-anakku..”, balas Yoona dengan tawa. “Baiklah, kami pulang dulu..”, pamit SeoKyu. Akhirnya Yoona mengantar pasangan suami-istri itu ke gerbang.

Senyumnya kembali mengembang melihat sebuah mobil yakni mobil suaminya yang sedang memberikan klakson padanya. mobil itu segera berhenti dan orang yang mengendarainya segera turun dan dengan langkah yang cepat berjalan kearah Yoona dan segera memeluknya. “Merindukanmu yeobo-ahh…”, ucap Siwon sembari menuntun istri cantiknya itu masuk kedalam rumah. “aigoo.. yeobo-ahh, kita kan hanya berpisah beberapa jam, kenapa kau jadi terserang penyakit rindu begini padaku..”, balas Yoona sembari mengambil tas Siwon dan segera mengambil segelas air putih untuk diteguk suaminya.

“Jangankan sehari Yoong, sedetik saja tak bisa bagiku..”, imbuh Siwon seraya menatap Yoona lekat. “Nado oppa..”, balas Yoona. Siwon mengalihkan pandangan matanya pada kedua anaknya yang sedang sibuk dengan mainan masing-masing. Ia segera merangkak meniru gaya kedua bayi mungil itu.

“Hai.. kedua malaikat kecil appa.. Kenapa tak menyapa appa tadi…”, Siwon mencoba mengajak mereka berbicara. Seakan mengerti dengan celotehan sang appa, mereka segera memutar tubuh mereka dan segera merangkak kearah appa mereka. Setelah sampai didepan sang appa, mereka berdua langsung memeluk Siwon dengan tangan mungil keduanya. Siwon tersenyum dan segera memeluk keduanya.

“Kalian berdua adalah simbol cinta suci appa dan eomma. Kalian berdua adalah kekuatan appa dan eomma. Cepat besar dan jadilah anak yang baik dan pintar seperti appa dan eomma ne..”, Siwon terkesan sedang menceramahi kedua bayi yang dua bulan kemudian akan berusia tahun itu.

“Yeobo-ahh…”, lirih Yoona dan segera mendekat kearah ketiga orang tercintanya itu. Yoona pun mengambil tubuh Wona dari pangkuan Siwon, sedangkan Siyoon masih berceloteh tak jelas dengan appanya. “Yeobo-ahh.. lihatlah mereka berdua.. ternyata semakin mereka besar kedua lesung pipit mereka semakin terlihat..”, ujar Siwon sembari mengamati wajah tak berdosa kedua malaikat kecilnya.

“Ne.. tapi mereka mirip denganku..”, sindir Yoona. “Tidak! Mirip denganku..”, balas Siwon tak mau kalah.

“Denganku…”,

“Tidak..”,

“Denganku.. titik!!”

Si kembar hanya memandang perdebatan kedua orang tua mereka. “Sudahlah.. intinya mereka berdua adalah anak kita. Jadi semua hal yang ada pada keduanya mirip kita juga…”, kata Siwon bijak. Yoona hanya tertawa penuh kemenangan telah mengerjai suaminya.

“Ne.. yeobo-ahh, tentu saja mirip kita, mirip siapa lagi jika tak mirip dengan kita..”, pungkas Yoona. Siyoon dan Wona hanya tertawa mendengar celotehan kedua orang tua mereka. “Yah sudah.. sekarang kau mandi sana. Aku akan membuatkanmu minuman sore..”, papar Yoona. Siwon tersenyum sesaat dan segera meninggalkan mereka untuk mengerjakan perintah istrinya.

“Ayo.. Siyoon-ahh.. kemarilah aegi-ahh..”, Yoona menyuruh Siyoon untuk merangkak kearahnya. “Eomm…mmaaaaaa”, pekik Siyoon ketika sampai dihadapan Yoona. Ia segera mengelus wajah imut yeodongsaengnya, Wona. Sementara sang ibu yang melihat kekompakkan mereka hanya tersenyum bahagia.

 

“Eomma harap, jika kalian sudah dewasa nanti, kalian berdua tetap saling menyayangi seperti ini. Siyoon-ahh, kau harus menjaga adikmu ketika sudah besar nanti…”, nasehat Yoona seraya mencium rambut wangi mereka berdua.

Tuhan.. lindungilah selalu kedua anakku, mereka sangat berharga bagiku dan Siwon oppa..’, batin Yoona yang masih menemani kedua anaknya yang sedang membolak-balikkan buku bergambar mereka masing-masing. “Kajja… kita ke atas menyusul appa..”, kata Yoona lembut seraya menggandeng tangan kedua anaknya.

“eomm…mmaaa…”, seru Siyoo-Wona kompak. “Nee sayangku..”, sahut Yoona lembut.

Setelah sampai dikamar mereka segera masuk kedalam. “Palli.. mendekatlah kesini..”, pinta Siwon menyuruh kedua anak balitanya itu untuk mendekat. Yoona bersembunyi dibalik pintu.

“Yak! Ny. Choi, kenapa kau disitu. Kau juga kemari..”, umpat Siwon. “Aisshh kenapa dia bisa tahu..”. sesal Yoona sebal. Yoona segera muncul dari balik pintu.

“Apa kau mau main petak umpat denganku..”. ujar Siwon gemas. “Tidak! Aku baru saja datang!!”, Yoona pun menyangkal tebakan Suaminya tadi. “Dasar penyangkal. Bilang saja kau ingin melihatku dari tadi..”. ucap Siwon sepercaya diri mungkin.

“Yak! Siapa bilang. Dasar Mr. Simba kegeeran..”, ledek Yoona menjulurkan lidahnya. “Teruslah meledekku Ny. Choi. Aku akan menjilat lidahmu..”, tantang Siwon berjalan medekati istrinya.

“Terserah kau saja. aku tak takut..”, kata Yoona balik menantang. “Baguslah kalau begitu. Inilah yang paling kunantikan..”, Siwon pun setuju. “Yak! kau kenapa menatapku seperti itu..?”, Tanya Yoona kikuk. “Bukankah kau menantangku? Jadi kurasa saatnya kita saling manantang!!”, balas Siwon tersenyum nakal.

“Yak! Lalu kau mau lakukan apalagi padaku namja tengik..”, umpat Yoona mulai ketakutan. “Rahasia..”, jawab Siwon singkat. “Kajja.. kita turun kebawah.. Wona-yang.. sini ikut appa..”, lanjut Siwon sambil menggendong tubuh Wona.

Yoona tertawa kecil mendengarnya. “Yak! Aku belum selesai dosen Choi Siwon..”, teriak Yoona jengkel. “Ayolah Siyoon-yang, kajja.. kita ikuti Appa dan adikmu..”, ajak Yoona lalu menggendong tubuh Siyoon keluar kamar.

~~~

Eunhye terlihat sedang berada di sebuah restoran dan nampakya sedang berbicara serius dengan seorang yeoja dan seorang namja. Terlihat juga ia sedang menyerahkan sebuah amplop berwarna kuning tebal pada kedua orang tak dikenal itu.

“Ingat! Selidiki dia lebih dalam. Alamat rumahnya di kompleks perumahan BTN Gongchae nomor 307YW. Ingat jangan sampai salah alamat, setelah mendapatkan data yang akurat kalian berdua segera memberitahuku secepatnya ne? aku telah membayar kalian mahal. Jadi hasilnya juga harus mahal. Jangan murahan..”, terang Eunhye satu-persatu.

Mereka berdua hanya tersenyum licik membalasnya. “Baiklah boss!! kami siap melakukannya..”, angguk mereka mantap. “Ingat juga, jangan sampai salah orang!”, Eunhye kembali mengingatkan mereka sebelum mereka meninggalkan kawasan restoran.

“Hahahahahaha….”, Eunhye tertawa licik. “Mianhae Dosen Choi, andai saja aku tak jatuh hati padamu mungkin aku tak akan melakukan ini, namun sayang kharismamu telah terlanjur membuatku menyukai dan mengagumimu, walau sebesar itu cintamu pada istri dan kedua anakmu aku tak peduli..”, lanjutnya lagi.

“Aku tahu cintaku ini terlalu gila.. namun bukankah ini juga cinta kan??”, pikiran Eunhye makin tak terkendali. Puas dengan rencana awalnya hari ini, akhirnya ia segera bergegas meninggalkan area restoran.

~~~

“Ternyata  rusa kecilku sudah menjadi ratu dalam hal masak yah.. tidak seperti..?”, “Seperti aku maksudmu..?”. sambung Jessica merasa kesal dengan ucapan suaminya yang menyindirnya.

“Tenanglah yeobo-ahh, aku hanya bercanda..”, bujuk Donghae ketika melihat wajah istrinya yang cukup kesal karena ucapannya tadi.

Yoona dan Siwon yang mendengarnya hanya gelang-gelang kepala melihat pertengkaran suami istri itu. “Aigoo.. oppa..kau ini. Suatu saat Sicca pasti bisa masak, dan siapa tahu dia lebih hebat dariku..”, cetus Yoona. “Gomawo Yoongie.. kau telah membelaku dari oppa evilmu ini..”, imbuh Jessica riang. Mereka hanya tertawa menanggapi pertengkaran singkat HaeSica couple tadi.

“ekhhm.. hyung.. bagaimana kondisi perusahaan saat ini..?”, Tanya Siwon yang membuat HaeSica menghentikan aktifitas merajuk mereka. “Baik Wonnie.. Yesung hyung dan Yuri telah kembali ke Gangnam untuk mengurusi cabang perusahaan yang disana..”, jelas Donghae. Siwon paham dengan anggukan kepalanya.

“Lalu bagaimana dengan perusahaan paman..?”, Donghae balik bertanya. “Baik juga hyung, Han Hyung pasti mengurusnya dengan baik…”, jawab Siwon.

“Lalu kapan kalian punya kabar tentang aegi kalian..?”, Tanya Yoona meledek HaeSica. “Yak! Kenapa kau terus menanyakannya..?”, balas Donghae sebal. “Yoong, kau ini memang sangat menyebalkan..”, sambung Jessica dengan tampang malu-malunya. “Memangnya apanya yang salah?”, Yoona makin membuat HaeSica mati kutu.

“Sudahlah yeobo-ah, jangan begitu dengan eonnie dan oppamu sendiri..”, ucap Siwon menghadang introgasi istrinya. Yoona pun menuruti perkataan Siwon.

“Awas kau Choi Im Yoona..”, ancam Donghae pada adik yeoja semata wayangnya itu.

“Ya sudah, kami pamit dulu.. karena si kembar telah tidur maka kami pulang saja. eomma juga telah menunggu Sicca di rumah..”, ujar Donghae pamit dari kedua adiknya.

HaeSica segera menuju mobil mereka yang tadinya diparkirkan dihalaman rumah YoonWon. “Bye.. tolong sampaikan kecupan sayang kami buat dwi twins Choi..”, ucap HaeSica sambil melambaikan tangan mereka.

“Nee… pasti..”, angguk YoonWon. “Ayolah kita masuk..”, seru Siwon pada istrinya.

YoonWon segera mengecek semua pintu dan jendela rumah mereka dan setelah itu segera menuju kamar keluarga kecil mereka.

Mereka segera mengganti pakaian rumah dengan pakaian tidur dan setelah itu naik ke ranjang tidur meraka. “Yeobo-ahh..”, lirih Siwon sambil memeluk Yoona. “Ne yeobo-ahh.. waeyo..”, balas Yoona. “Terima kasih telah menjadikanku lelaki yang paling beruntung di dunia ini. Semua keluarga kita sangat mendukung dan menyayangi kita dan anak-anak..”, jelas Siwon.

Yoona tersenyum sambil mengelus pipi kiri Siwon. “De.. oppa.. aku juga merasakan hal yang sama..”, kata Yoona ikut merasakan ucapan suaminya tadi.

“Baiklah.. tidurlah… mimpi yang indah sayangku..”, ucap Siwon lembut sambil mencium bibir Yoona beberapa detik. “De.. my yeobo-ahh.. kau juga… mimpi yang indah…”, balas Yoona dan segera memejamkan matanya.

~~~

Pagi-pagi Yoona dibuat kaget dengan kedatangan seorang pengantar bunga yang sedang membawa begitu banyak bunga ke rumahnya. Yang ada dipikirannya adalah siapakah yang mengirimnya bunga sebanyak itu. Mulai dari bunga mawar putih, mawar merah, bunga melati, bunga lili, bunga cempaka dan beberapa tanaman hias lainnya.

“Annyeong Agas-ssi…”, sapa sang pengantar bunga ketika bertatapan dengan Yoona. “De.. annyeong..”, balas Yoona dengan senyuman manisnya.

“Apakah benar ini rumah Ny. Choi Im Yoona, di blok 307YW??”, Tanya sang pengantar bunga memastikan. “De.. benar..”, jawab Yoona dengan tatapan heran.

“Baiklah.. ini surat pengirim bunga anda…”, jelas sang pengantar bunga. Yoona hanya mengangguk dan segera mempersilahkan dia untuk masuk mengatur bunga-bunga itu, ada yang diletakkan ditaman rumahnya maupun beberapa tanaman hias yang diletakkan diruang keluarga dan ruang tamu.

“Baiklah sudah selesai, aku pergi dulu.. annyeong…”, kata sang pengantar bunga sambil pamit.

“De.. kamsahamnida…”, ucap Yoona lembut. Setelah kepergian pengantar bunga tadi Yoona segera membuka amplop berwarna hijau itu dan segera membaca nama pengirimnya. “To My Lovely Wife”. Yoona terharu sudah saat membaca nama pengirimnya.

“Yeobo-ahh.. gomawo atas semuanya. Aku mencintaimu dosen Choiku..”, lirih Yoona dengan mata berkaca-kaca. Betapa beruntungnya dia memiliki suami yang baik dan berhati malaikat seperti Siwon. Walau telah memiliki anak namun Siwon masih seromantis dulu dan selalu membuatnya bahagia.

Tak selang berapa lama suara bel rumah kembali bergema. “Tunggu ne aegi-ya.. mungkin Fany ahjumma dan Han ahjussi yang datang..”, pintanya lembut pada kedua anak balitanya.

Mereka hanya tertawa melihat ekspresi ceria eomma mereka hari ini. “annyeong Yoona-ssii..”, sapa sang pengantar bunga yang lainnya. “annyeong..”, balas Yoona singkat.

“Mianhae mengganggu waktumu Ny. Choi.. kami hanya ingin mengantar paket kiriman bunga ini..”, ucap sang pengantar bunga.

“Gwenchanayao….”, kata Yoona sembari mengambil sebuket bunga mawar merah yang masih terbungkus dalam bungkusan plastik putih bening itu.

Ia segera membaca nama pengirimnya dan………. Yoona terkejut saat tahu nama pengirimnya. “To: My Dear Noona..”,

“Tersenyumlah selalu Noonaku..”,

“From: Pengangum Rahasiamu..”,

Yoona kaget. Bingung dan penasaran dibuatnya. Ia menghela nafasnya dalam-dalam dan segera mengamati lekukan bunga itu. “Nuguyaa…??”, “apa ini dari hoobaedeulku yang dulu pernah menyatakan perasaan mereka padaku, atau siapa??”. Yoona makin penasaran dengan bunga yang dikirim oleh pengirim misterius itu, sampai-sampai ia tak menyahut kedua Twins Choi yang sedang memanggilnya dengan suara lucu mereka.

 

—–TBC—–

 

Gimana?? Pasti belum pada emosi kan? Author sengaja belum munculin konflik di chapter 3 ini. Author belum siap menghadapi yang tegang-tegang..:), oh yah untuk info author memang sengaja buat Eunhye eonnie jadi cast antagonis disini*Kalau Fany ato Stella kan udah biasa* (Sebenarnya Eunhye eonnie juga salah satu bias Author), tapi yah mau gmana lagi emang udah idenya kayak gtu. Jadi readers yang biasnya jg buat Eunhye eonnie maklumi ne? kan Cuma FanFics doang..:), next chapter ditunggu ne?? #To min @Gee: Gomawo saeng udh publish nie ff gaje..:D. jangan lupa RCLnya wajib di chapter ini..:**, Gomawo… dan SALAM_UNITED_KINGDOM..:)

 

 

 

Tinggalkan komentar

131 Komentar

  1. Cikha Choi

     /  Juli 2, 2013

    yah bkal ada pnggu diantra yoonwon

    Balas
  2. aat yoonwon

     /  Agustus 2, 2013

    Siapa tu?? Apa tu orang suruhannya eunhye?

    Balas
  3. Raya

     /  Oktober 31, 2013

    Wahhh….thor daebak
    Aq nAnti baca yang part4
    Mian qwerty nya rusak

    Balas
  4. kyurang

     /  November 5, 2013

    Pengen jejek eunhye niih

    Balas
  5. Ika Rahma

     /  Desember 9, 2013

    Siapa pengagum rahasia.a yoong eonni apa dia termasuk suruhan.a eunhye!

    Balas
  6. Hemm..
    kira2 cp ea yg ngirimin bunga
    ke yoongi ..
    hehe mkn penasaran aja,,

    Balas
  7. yeona

     /  Maret 26, 2014

    Jangan-jangan semua bunga itu juga bukan siwon oppa yang kirim.
    Eunhye onni itu bukan cinta tapi obsesi,jangan pisahkan siwon oppa sama yoona onni

    Balas
  8. simoppa

     /  Mei 29, 2014

    jahat banget si.. jangan ganggu yoonwon aaaaaaaaa

    Balas
  9. Any

     /  Juli 9, 2014

    Orang ketiganya mulai beraksi. Hatihatihatihati…..

    Balas
  10. Choi Han Ki

     /  Januari 22, 2015

    Keluarga yg bahagia apalagi twins choi yg lucu.. Tapi mulai ada perusak yg dateng … Kira2 siapa yg jadi pengagum rahasia yoona apakah hoobaenya atau salah satu org suruhan eun hye…

    Balas
  11. dedewjasmin

     /  Februari 7, 2015

    Siwon benar*agresip yah??trs yoona suka ledekin siwon….sepeertinya pengacaw ciap beraksi..

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: