[Ficlet] You Leave Me (Siwon’s Side)

 

 

Title: You Leave Me ( Siwon’s Side )

Author: Uchie (uchijefry90) / twitter @

uchie90

Genre : Sad Romance, tentuin sendiri

Length : Ficlet

Rating : PG – 15

Cast : Im Yoona , Choi Siwon , Jessica

Jung, Lee Donghae, Choi Seunghyun, cast Yeoja ( dirahasiakan )

Note: cerita ini hanya fiktif belaka, bila

ada kesamaan cerita atau tokoh itu

benar-benar tidak disengaja….

 

Hi Niteds!!! Kembali lagi bawa ficlet kemarin tapi yang ini versi Siwonnya yaaa… Kan kasihan Siwonnya dikutuk tanpa tahu sebabnya…#plak

Buat yang baca kemarin, makasih banyak yaaa.. Typo + feelnya gak dapat tolong dimaafkan…. Ok selamat membaca…

 

 

You Leave Me ( Siwon’s Side )

 

Hari ini akhirnya aku kembali lagi ke negara asalku. Tercium aroma udara dingin musim hujan yang amat kurindukan. Tiga tahun sudah aku meninggalkan negara ini, dan selama itu juga hatiku masih memegang janji yang pernah terucap padanya. Kepada gadis yang perlahan mencuri hatiku sejak pertemuan pertama kami dulu. Kepada gadis yang sangat aku cintai sampai detik ini.

 

Sudah 3 tahun, aku yakin sekarang ia pasti kesal dan marah padaku yang meninggalkannya tanpa alasan yang jelas. Tapi aku berharap di hatinya masih ada cinta untukku, berharap hatinya masih menjadi milikku. Walau pun aku tahu aku hanya pecundang yang meminta kekasihnya menunggu tanpa ada kabar-berita dan alasan yang pasti.

 

~•~

 

”Ada yang bisa ku bantu? Sepertinya kamu

sedikit kesulitan.” Tanyaku pada seorang gadis yang dari awal memang telah menarik perhatianku. Gadis yang sederhana tapi sangat cantik, gadis pendiam yang membuatku penasaran akan sosoknya.

 

“Tidak usah terimakasih.” Tolaknya halus. Mendengar suaranya untuk pertama kali membuat hatiku bergetar. Aku benar-benar tidak ingin moment ini berlalu begitu saja.

 

“Sudahlah biarku bantu.” Segera ku ambil alih semua buku yang ada ditangannya. Sepertinya ia sedikit terkejut dengan perlakuan ku tapi tak ku hiraukan.

 

“Mau dibawa kemana buku-buku ini??” Tanya ku memecah kekagetannya.

 

“Ke kelasku saja.” Jawabannya terdengar kikuk di telingaku. Ku harap ia tidak akan mencap ku pria playboy, seperti tanggapan orang selama ini padaku.

 

“Oh iya kenalkan nama ku Choi Siwon. Namamu??” Alih-alih ku mengetahui namanya.

 

“Im Yoona, panggil saja Yoona.” Jawabnya singkat. Masih terdengar nada gugup saat ia mengucapkan namanya itu. Aku hanya tersenyum menanggapi jawabannya. Namanya sangat indah.

Akhirnya aku bisa sedekat ini dengannya. Hati ini benar-benar merasa senang. Hari keberuntungan bagiku, awal dari kedekatan kami.

 

~

 

“Yoona, maukah kamu menjadi yeojachingu ku.?” Kata-kata yang telah lama ku pendam akhirnya keluar juga dari mulutku ini. Sejak perkenalan itu aku benar-benar tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk mengenalnya lebih jauh. Dan akhirnya aku menyimpulkan kalau aku benar-benar mencintainya.

 

Aku menunggu jawabannya. Matanya terlihat berkaca-kaca, ia menganggukkan kepalanya. Aku diterima, ya aku diterima menjadi kekasih gadis ini. Aku merasa bahagia tak terkira, segera kupeluk tubuh mungilnya itu erat lalu mencium hangat keningnya. Hari itu resmi kami berstatus sepasang kekasih.

 

~

 

“Saengil chukae my Deer Yoong..” Ucapku mengejutkannya. Apartement ku tata sedemikian rupa untuk merayakan ulang tahunnya. Makanan sederhana dan kue yang sudah kupesan jauh-jauh hari tersusun rapi di atas meja.

 

Yoona terlihat sangat senang, aku ingin memberikannya kejutan yang lain. Hatiku saja berdebar-debar tak karuan memikirkan apa yang akan menjadi jawabannya. Aku akan melamarnya hari ini, aku tak ingin menunggu lagi. Aku yakin ia pendamping yang tepat untukku.

 

“Would you be my wife Yoong??” Ucapku sambil bersimpuh dihadapannya menyerahkan kotak bludu kecil berwarna merah ke tangannya. Terlihat ia benar-benar shock. Dia diam belum menjawab.

 

“Yoong jadilah pendamping hidupku.” Ujarku meyakinkannya. Ia menggangguk mengiyakan lamaranku.

 

~•~

 

Ya, aku melamarnya sebelum aku meninggalkannya saat itu. Terasa egois memang, tapi aku telah mengucapkan janji akan kembali padanya. Dan sekarang aku kembali. Ingin rasanya segera bergegas menemui gadisku itu, meluapkan kerinduan yang terpendam selama ini. Tapi urung ku lakukan karena seseorang, ya seseorang yang selalu menganggu hidupku.

 

~•~

 

“Oppa harus ikut denganku ke Paris, kalau tidak Oppa tahu akibatnya kan??” Lagi-lagi ancaman yang ku terima. Akibat kelalaian Hyung dan Appa ku, aku menjadi korban dalam permainan bisnis itu. Aku tak dapat menolaknya. Lagi-lagi demi keluargaku.

 

Menyakitkan harus menyembunyikan ini semua dari Yoona, tapi aku selalu berusaha terlihat ceria dan dihadapannya. Aku tak ingin senyuman itu hilang dari bibir mungilnya. Dengan melihatnya tersenyum sudah menjadi obat untuk segala keresahan dan masalahku selama ini.

 

~•~

 

“Eomma!! Apa yang baru saja ku dengar? Apa ini benar?” Ucapku kini, aku baru saja menginjakkan kaki dirumah orang tua ku setelah menempuh perjalanan dari bandara tadi.

 

“Si… Si..won…. Kau sudah pulang Nak?” Eomma berjalan mendekat ke arah ku. Aku melangkah mundur dengan wajah kaget bukan main. Benarkah yang ku dengar barusan?

 

“Eomma, jelaskan padaku!!” Ucapku tegas.

 

“Maafkan Eomma Nak, Eomma tidak bisa melakukan apapun. Semua demi Appa mu.” Jawab Eomma lirih.

 

Kuputar arah pandangku kepada 2 sosok lain di ruangan itu. Hyungku, Seunghyung dan wanita yang selama ini telah mengaturku sekehendak hatinya.

 

“Apa yang sudah kalian rencanakan?? Kalian benar-benar keterlaluan. Sudah ku bilang aku tidak akan menikah dengan mu.” Wanita itu cuma diam tak menjawab. Sedangkan Hyungku menundukkan wajahnya menyiratkan penyesalan.

 

“Ayo jawab!! Bukankah perjanjiannya cuma 3 tahun untuk menemanimu?? Sudah ku penuhi bukan??” Tanyaku penuh emosi.

 

“Aku mencintaimu Oppa, aku tak mau melepaskanmu begitu saja. Aku ingin selalu bersamamu.” Jawabannya membuatku tertohok. Pengorbanan ku selama 3 tahun sia-sia. Hidupku sungguh tak berarti lagi. Aku merindukannya, aku ingin memeluknya, aku ingin bersamanya. Aku ingin hidup denganmu Im Yoona….

 

~•~

 

“Akankah kita akan selalu bersama Oppa?” Pertanyaan Yoona selalu terngiang di telingaku.

 

“Berjanjilah padaku Oppa kalau Oppa akan

selalu berada di samping ku.” Permintaan sederhana tapi bermakna dalam buat kami. Permintaan Yoona yang ingin sekali kuwujudkan. Oh Tuhan…. Apa yang harus ku lakukan….

 

~•~

 

“Maafkan aku Noona, Hyung…. Maafkan aku….”

 

“Kau!!! Kau yang berani-beraninya mencuri hati adikku, kau yang pergi meninggalkannya tanpa alasan yang jelas. Dan setelah 3 tahun, Yoona masih setia menantimu kembali. Tapi apa ini!!! kau akan menikah?? Kau mengkhianati adikku?? Namja brengsek!!” Sica-noona sangat marah. Aku memang namja brengsek tak tahu diri, menyakiti hati orang yang mencintainya. Tapi apa dayaku, hidupku diatur… Aku seperti boneka…

 

Kulihat Donghae-hyung menatapku tajam tanpa berkata-kata. Aku tahu, ia sekarang pasti sangat ingin menghajarku. Aku menginginkan itu, menginginkan pukulan dari nya berharap rasa sesak ini bisa sedikit berkurang. Tapi tidak, ia tetap mematung ditempat duduknya.

 

“Noona, tolong berikan ini pada Yoona dan tolong sampaikan permintaan maafku.” Kalimat terakhir sebelum aku beranjak pergi meninggalkan pasangan suami-istri itu. Hatiku benar-benar perih mengambil keputusan ini. Kuharap ia bahagia diluar sana dengan orang yang mencintainya dan bisa mempertahankannya. Bukan orang sepertiku yang tidak punya kekuatan untuk mempertahankan cintanya ini.

 

~•~

 

Hari pernikahan ku dengan wanita itu pun tiba. Sempat terbersit keinginan meninggalkan semua permainan ini, tapi bagaimana dengan Appa, Eomma dan hyungku?? Aku tahu hanya aku lah harapan mereka satu-satunya. Apa aku harus bersikap egois dengan meninggalkan keluargaku dan mengejar cintaku?? Sayangnya aku tidak mempunyai nyali sebesar itu.

 

Upacara pernikahan yang cukup mewah, seharusnya aku mengukir senyum di pernikahanku ini dengan gadis yang kucintai. Tapi hanya wajah penuh kebohongan yang kutunjukkan. Pernikahan yang tidak pernah kuharapkan.

 

Diluar aku tak tahu apa yang sedang Yoona rasakan saat ini. Apakah Sica-noona sudah memberitahukan semua tentangku? Kalau sudah pasti ia merasa hancur, pasti ia sangat marah padaku. Pria tak tahu diri yang menyedihkan ini telah mengkhianati kekasih yang setia mencintai dan memegang janjinya untuk menunggu.

 

‘Maafkan aku Yoong, maaf….’ Ucapku dalam hati saat pengucapan janji pernikahan ku ini.

 

Aku bersama wanita yang berstatus istriku ini menerima ucapan selamat dari para tamu. Wanita yang dari tadi tersenyum bahagia itu tiba-tiba meninggalkanku, aku tak peduli, aku masih tetap memikirkannya, memikirkan Yoona.

 

Terdengar derap langkah mendekat ke arahku, ku angkat wajahku melihat siapa dia.

 

Degg…

 

Dia…. Gadis ini… Terus mendekat dengan senyum yang amat kurindukan. Ingin rasanya memeluknya saat ini, mencium aroma tubuh nya.

 

“Selamat Oppa, semoga kau bahagia dengan

kehidupan baru mu.” Aku tersadar, ia benar hari ini hari pernikahanku. Aku masih menatap dalam matanya. Aku yakin senyuman itu, senyum menyakitkan untuknya, juga untukku. Aku tak menginginkan apapun. Aku hanya ingin ia bahagia Tuhan…

 

“Oppa!! Siapa wanita ini?” Tanya seseorang

yang mulai mendekat kearah kami yang bisa kupastikan wanita itu yang sudah berstatus istriku. Yoona membalikkan tubuhnya dan mengulurkan tangannya memberi ucapan selamat. Kenapa ia melakukan ini?? Kenapa ia datang ke acara yang seharusnya ia hindari?? Kenapa ia datang ke acara yang membuat kami merasakan kesakitan ini??

 

“Terima kasih, kalau boleh tahu anda siapa

ya?” Tanya “istri”ku.

 

“Anda boleh tanya langsung kepada suami

anda nyonya Choi.” Mendengar kalimat menyudutkan darinya membuatku benar-benar merasakan pedih. Senyum penuh kebohongan yang ia tunjukan membuatku merasa dada ini ditusuk ribuan pisau .

 

“Oppa, kau teman wanita ini?” Wanita yang berstatus istriku itu berbisik padaku.

Aku hanya mengangguk mengiyakan, ingin rasanya memberitahu semua orang disini aku mencintai gadis ini, aku mencintai Im Yoona, aku hanya mencintainya. Kulihat Yoona tersenyum perih padaku, sakit!!

 

Perlahan ia melangkahkan kakinya meninggalkan aku dengan wanita yang telah mengekangku ini. Aku ingin sekali mengejarnya dan menjelaskan semua kesalahpahaman ini. Walaupun itu tak akan bisa mengembalikan statusku sebagai kekasihnya. Tapi terlambat ia sudah menghilang dikerumunan para tamu.

 

~•~

 

Buukk

 

Tiba-tiba sebuah pukulan mendarat di wajahku, ku tahu siapa pelakunya. Ya dia Donghae-hyung. Aku siap menerima berapapun pukulan yang ia berikan. Tak peduli orang-orang yang menatap kami heran. Tapi Donghae-hyung malah menyeret ku pergi dalam diam. Masih terdengar olehku bisik-bisik para tamu undangan dan tentu saja teriakan “istriku” yang tak ku hiraukan.

 

“Selesaikan masalah kalian.” Donghae-hyung dan Sica-noona meninggalkan kami.

Aku menatap sendu wajah itu. Wajah yang terlihat sedikit sembab. Aku tahu Yoona, dirimu mencoba tegar. Aku tahu dirimulah yang paling tersiksa dengan semua ini. Aku mohon menangislah, bila itu bisa meringankan sakit yang kau derita. Aku tak sanggup mengatakannya, hanya hati kecil ku yang berkata-kata. Kami hanya berdiam diri dengan pikiran masing-masing. Sampai ia mengeluarkan suara….

 

”Oppa tak perlu minta maaf, aku yang

bodoh mau-maunya menunggu dan menangis

dalam ketidak pastian. Aku selalu menunggu

Oppa kembali tapi ini yang kuterima. Sakit

memang, tapi harus bagaimana lagi.

Ternyata aku tidak berarti untuk Oppa.

Ternyata aku cuma mainan untukmu. Kata-

kata cinta dan pernyataan lamaran yang

kau ucapkan itu cuma kebohongan yang

menyakitkan. Terima kasih atas semua

kenangan indah yang pernah Oppa berikan

padaku. Terima kasih juga untuk kejutan

memilukan ini. Hiduplah dengan bahagia.

Anggap kita tidak pernah saling kenal dari

sekarang.”

 

Kenapa aku tega meninggalkannya, kenapa harus berakhir seperti ini. Itu tidak benar Yoong, aku tidak pernah mempermainkanmu….

 

“Sekali lagi selamat untuk pernikahanmu.”

 

Kenapa aku hanya diam? Kenapa aku tak punya kekuatan untuk menahannya? Ia membalikkan tubuhnya berjalan meninggalkanku. Ku yakin kini tangisnya sudah pecah. Apa yang ku lakukan? Kenapa aku tak melakukan apapun? Aku mencintainya, aku mencintaimu Im Yoona….

 

Berlahan kugerakkan kaki ku, mempercepat langkahku berlari mengejarnya. Ku raih tangannya, mendekap tubuhnya, memeluknya erat. Ia menangis, berusaha melepas pelukanku. Tapi aku tetap memeluknya erat. Ia meronta, memukul punggungku dengan tangannya. Aku tak bergeming.

 

“Ku mohon maafkan aku… Aku benar-benar mencintaimu….”

 

 

~END~

 

 

Siap-siap dikeroyok Niteds lagi nih diriku…#kabur

Terimakasih bagi yang udah baca…. Gantung?? Lanjutannya sesuai imajinasi readers aja yaa… Aku bikin tambahan endingnya gitu karena seseorang yang berinisial J (takut diteror lagi gara2 sad end)…. Lagi-lagi dimohon RCL nya, dan  ngingetin lg aku line 90 jd jgn manggil thor atau author… Sampai jumpa di story YoonWon berikutnya… Annyeong!!

Tinggalkan komentar

72 Komentar

  1. Kok GJ tto FFnya…

    Balas
  2. weny

     /  Juli 10, 2013

    sedih ceritanya

    Balas
  3. aat yoonwon

     /  Agustus 2, 2013

    Sad ending

    Balas
  4. azzie

     /  Desember 10, 2013

    jadi ini gak ada sequelnya eon?
    yakin?
    hikz…bikin sequelnya eon jebalyo…..
    feelnya udah dpt banget bener deh! *ngerayu*

    Balas
  5. Sriyanti

     /  Desember 30, 2013

    Smpe ikut nangis ngbcanya,thor kenapa harus sad ending sh,bkin sequelnya dng biar happy ending

    Balas
  6. tia risjat

     /  Maret 2, 2014

    ah.. ternyata kaya gitu ya yang sebenernya. tapi tetep aja dibaca dari side manapun tetep sad ending. hiks..

    Balas
  7. Anggun YoonAdidict SY

     /  Mei 16, 2014

    Sumpah nyesek

    Balas
  8. Ya sdh bngEt sih,,

    Balas
  9. Choi Han Ki

     /  Oktober 21, 2014

    Yahh bingung ini mau ngomong gimana ,, tetep aja siwon gk balikan sama yoona…

    Balas
  10. gak jadi nangis nya

    Balas
  11. Aaaahhh menyebalkan bacanya……pokoknya Ga rela yoonwon pisah

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: