[OS] Hurt

[OS] Hurt

Author            :           Hyuna Choi

 Cast               :           Choi Siwon

                                    Im YoonA

Sub Cast         :           Leeteuk                                                         

Rating             :           PG 13

Type               :           OneShoot

Genre             :           angst

Anneyong…aku datang lagi bawa oneshoot… sambil nunggu FF Can you feel my love,,, baca dulu yg ini ya… mian kalo jelek.

 

“Oppa, bisakah kau mengantarkanku ke dokter, aku mau memeriksa kandunganku” pintaku pada suamiku di seberang telepon.

“Maaf, aku tidak bisa. ”

Aku menghela nafas, ia menolak lagi untuk kesekian kalinya, aku sungguh kecewa. Padahal aku ingin sekali dia menemaniku sekali saja.

“Tapi Oppa, inikan jam makan siang, tak bisakah kau menemaniku kali ini saja, aku mohon Oppa”  aku masih berusaha membujukknya.

“Ada pekerjaan yang harus ku kerjakan sekerang juga, kau minta diantar supir saja”

dia bersikeras menolak, apa boleh buat meskipun aku sangat ingin suamiku menemaniku memeriksa kandunganku seperti wanita lainnya, karena selama aku hamil tidak pernah sekalipun dia mnemaniku ke dokter.tapi aku harus menelan pil pahit karena itu hanyalah impianku yang entah kapan menjadi nyata.

Kami memang menikah tanpa ada rasa cinta, ah tidak juga, aku mencintainya hanya saja dia yang selalu menutup hatinya untukku. Janin yang ku kandungpun ada atas ketidak relaannya.

Flashback

“Kapan kalian akan memberikan kami cucu” pertanyaan itu kembali terlontar dari mulut Ibu mertuaku.

“Ne, Siwon-ah, Yoona-ya di usia kami ini tidak ada yang kami harapkan selain cucu daria anak semata wayang kami” sambung ayah mertuaku.

Aku tidak sanggup menjawap permintaan itu Appa, Eomma mungkinkah keinginan kalian akan terkabul bila kenyataannya Putra kesayangan kalian ini sama sekali enggan menyentuhku.

“Kami akan usahakan Eomma, Appa, kami permisi dulu” kata Siwon Oppa

Ia langsung menarikku mengikutinya keluar dari rumah mertuaku, aku membungkuk hormat kepada kedua orang tua Siwon Oppa sebelum akhirnya aku mengikuti Suamiku keluar.

Di dalam perjalanan pulang, Siwon Oppa memarkirkan mobilnya di depan sebuah mini market ia segera turun sebelumnya ia berpesan padaku.

“Tunggu di sini dulu, aku akan membelikan sesuatu” aku hanya mengangguk paham.

Ia kembali dengan beberapa botol Wine di tangannya, aku bingung untuk apa wine sebanyak itu, yang aku tau Siwon bukan peminum.

“Wine sebanyak itu untuk apa Oppa?” tanyaku akhirnya

“Kau lihat saja nanti” jawabnya datar

Sesampainya dirumah aku langsung bergegas masuk ke kamarku, tapi ada sebuah tangan yang menahanku, aku menoleh dan mendapati Siwon yang menatapku lirih.

“Istirahatlah, nanti malam aku akan ke kamar mu” katanya sambil berlalu dari hadapanku.

Aku terdiam mencoba mencerna kata-katanya, dia akan ke kamarku? Apa mungkin mimpiku untuk menjadi istri seutuhnya akan segera menjadi kenyataan? Seulas senyum terbentuk dari kedua sudut bibirku.

Beberapa jam kemudian, Aku membuka pintu kamarku begitu mendengar ketukan di pintu beberapa kali, aku melihat Siwon mebawa beberapa botol wine yang ia beli tadi sore, dengan perasaan yang tidak enak aku membiarkannya masuk ke kamarku untuk pertama kalinya.

Siwon duduk di pinggiran tempat tidurku dan meletakkan botol wine itu di meja kecil di samping ranjangku, ia menatapku yang masih memandangnya heran.

“Sampai kapan kau akan berdiri di situ, kemarilah” pintanya sambil menepuk kasur di sebelahnya.

Dengan sedikit ragu aku mengahampirinya dan mendudukkan tubuhku di sampingnya.

“Minumlah” ujarnya sambil menyodorkan segelas wine kepadaku, aku menatapnya heran.

“Bukankah kita akan memberikan cucu kepada orang tuaku, aku tidakakan mungkin melakukannya dalam keadaan sadar, jadi habiskan minuman itu”

Aku tidak menjawabnya, dan hanya menahan air mataku untuk tidak terjatuh. Ya Tuhan, kenapa dia menyakitiku seperti ini?? Apakah dia benar-benar tidak pernah memandangku sebagai seorang wanita yang seutuhnya?? Kenapa dia melakukan ini padaku?? Sekarang dia ingin tidur denganku saja tidak mau dalam keadaan sadar dan dia bilang dia hanya ingin melakukannya dengan wanita yang dia cintai?? Jadi maksudnya, akuuu bukan wanita yang dia cintai?? Hatiku hancur menyisakan serpihan luka, yang mungkin jika tertiup angin dia bisa terbawa hembusannya.

Ku lihat ia terus menuangkan wine itu kedalam gelas kecilnya dan langsung meminumnya dalam sekali tegukan, sudah hampir satu botol ia habiskan dan ku lihat dia mulai kelimpungan akibat mabuk, sedangkan aku tidak menyentuh sedikitpun minuman terkutuk itu.

Aku memutuskan untuk melakukannya secara sadar, meskipun ia tidak menginginkan ku tetapi aku menginginkannya, biarlah aku egois. Siwon yang sudah mabuk berat, mulai meluncuti pakaiannya, ia merubah posisi duduknya menghadapku.

Ia mendekatkan bibirnya ke bibirku, aku menutup mataku dan sedetik kemudian ia melumat bibirku dengan kasar, tanpa rasa sedikitpun karena ia melakukannya karena terpaksa, detik berikutnya ia merebahkan tubuhku ke ranjangku dan meninidihnya tanpa melepas tautan bibir kami.

Oh Tuhan mengapa rasanya sakit sekali, ia menyatukan tubuh kami dengan satu hentakan yang kasar, rasanya sungguh sakit. Aku hanya bisa menangis, aku pasrah menyerahkan diriku padanya.

Flashback end

“kandungan mu sehat, prediksiku tiga minggu lagi bayimu akan lahir.” Aku tersenyum bahagia mendengar pernyataan dari dokter Kim yang memeriksa kandunganku.

“Gamsahamnida, uisa.. aku senang sekali mendengarnya”

“suamimu kemana? Apa dia selalu sibuk, ku lihat selama kau hamil ia tidak pernah menemanimu kesini?”

Pertanyaan Kim uisa membuat senyumku memudar, lagi-lagi ia mengungkit masalahku dengan suamiku.

“Mianhae, aku tidak bermaksud mencampuri masalah pribadimu…” kata Kim uisa seolah mengerti perubahan yang terlihat dari raut wajahku.

“Gwenchana uisa…”

~ ~ ~

Aku tersenyum bahagia, aku baru saja memeriksakan kandungan ku ke dokter, dan dokter mengatakan bayiku sehat dan akan lahir tiga minggu lagi, aku jadi tidak sabar menanti kelahiran buah hatiku yang sudah lama aku tunggu-tunggu, sebentar lagi aku akan menjadi ibu.

Sejenak aku lupakan dulu rasa kecewaku pada suamiku yang tidak peduli padaku itu, sebelum pulang kerumah aku memutuskan untuk mampir dulu ke Mall untuk membeli beberapa perlengkapan bayi.

Aku menelusuri setiap toko perlengkapan bayi yang ada di Mall ini, aku berhenti sejenak untuk melihat pakaian bayi yang lucu-lucu, aku tersenyum sendiri membayangkan anakku memakainya nanti.

“Yeobo, kira-kira yang ini cocok tidak untuk bayi kita nanti?” tanya seorang wanita hamil kepada suaminya.

“Tentu saja, kita ambil yang ini” jawab sang suami.

Mereka sangat serasi, beruntung sekali wanita itu mendapatkan suami seperti pria itu, begitu perhatian, aku jadi iri. Padahal aku ingin sekali merasakan perhatian dari suamiku, menemaniku memeriksa kandungan dan mengajakku membeli perlengkapan bayi, tapi itu semua harus aku lakukan sendiri.

Setelah puas membeli beberapa perlengkapan bayi yang aku butuhkan, aku memutuskan untuk mampir ke Caffe yang ada di Mall itu, berkeliling di Mall seharian membuat tubuhku lelah dan haus.

Tiba-tiba mataku menangkap sosok yang sangat aku kenali, ia sedang bersama seorang wanita, wanita itu bergelayut manja pada lengan kekar pria itu, aku mengenali pria itu, dia Siwon suamiku dan dia tersenyum pada wanita itu, senyum yang tidak pernah ia berikan untukku.

“Inikah yang kau sebut pekerjaan yang tidak bisa kau tinggalkan, Choi Siwon?”

Sakit. Hatiku benar-benar sakit, air mataku terus saja mengalir menyaksikan adegan yang di pertontonkan suamiku secara gratis di depan mataku, sekarang aku mengerti, kenapa selama ini ia begitu membenciku.

“Yoona-ya…” panggilnya lirih ,membuyarkan lamunanku, aku tidak sadar entah sejak kapan ia menyadari kehadiran ku yang memang tidak begitu jauh dari mereka.

Aku segera membalikkan tubuhku dan pergi menjauh dari tempat itu, tidak ku hiraukan teriakannya yang memanggil namaku, aku juga tidak peduli pada tatapan aneh orang-orang yang berpapasan denganku, yang aku inginkan sekarang adalah segera menjauh dari tempat ini.

***

“Appa…eomma aku merindukan kalian”

Sekarang aku sedang berlutut di hadapan makam kedua orang tuaku, di saat perasaanku sedang kacau seperti ini aku biasa mengadukan kepada Appa dan Eomma ketika mereka masih hidup, namun sekarang aku hanya bisa menatap makam tempat peristirahatan terakhir mereka.

Semenjak kedua orang tuaku meninggal aku hidup sendiri, hingga pada akhirnya keluarga Choi mengambilku menjadi menantu, bukan tanpa dasar mereka menjadikan ku menantu, tetapi orang tuaku dan keluarga Choi memang telah menjodohkan ku dengan Siwon.

“Appa, Eomma… apa aku salah jika aku masih mempertahankannya? Apa aku egois karena menahannya di sisiku sedangkan dia tidak bahagia?” aku sungguh tidak bisa menahan airmataku, aku tidak bisa lagi menahan kepedihanku, semuanya aku tumpahkan di hadapan makam orang tuaku.

“Jika memang melepasnya akan membuatnya bahagia, aku akan lakukan itu, mianhae aku tidak bisa menepati janjiku pada Appa dan Eomma, karena aku juga tersiksa jika seperti ini terus, dia sama sekali tidak memperhatikanku meskipun ia tahu aku mengandung darah dagingnya”

“Aku melakukan semuanya sendiri, memenuhi keinginanku sendiri saat aku mengidam, pergi memeriksa kandungan sendiri dan berbelanja keperluan bayi sendirian” aku meumpahkan semua sakitku disini berharap kedua orang tuaku datang membawaku pergi bersama mereka.

Aku melangkahkan kakiku meninggalkan area makam, langitpun sudah semakin gelap, lebih baik aku segera pulang.

Sesampainya di rumah aku belum melihat Siwon Oppa, apa dia belum pulang? Apa dia masih bersama wanita itu, sudahlah biarkan saja asalkan dia bahagia.

Aku merebahkan tubuh lelahku di ranjang setelah sebelumnya membersihkan tubuhku dan mengganti pakaian dengan piyama, ku coba memejamkan mataku beberapa kali namun nihil, aku tidak bisa tidur, ku lirik jam diding yang tertempel di dinding kamarku, sudah jam 11.00 pm.

CEKLEK

Aku mendengar kenop pintu kamarku yang lupa aku kunci terbuka, aku tau siapa pelakunya itu Siwon Oppa, ku pejamkan mataku berpura-pura sudah tertidur, ku dengar derap langkah kakinya semakin mendekat ke arahku, apa yang sebenarnya akan ia lakukan?

Tak lama aku merasakan siwon membetulkan selimut yang aku pakai, kemudian ia duduk di pinggiran ranjangku, aku sedikit kaget saat dia mengelus lembut perutku yang membesar.

“Anakku, maafkan Appamu ne? Appa memang bukan ayah yang baik, Appa selama ini tidak pernah memperhatikan mu, Appa minta maaf, seharusnya kau terlahir dari rahim wanita yang Appa cintai, seharusnya Appa bisa mencintai Eomma mu tapi sayangnya belum bisa”

Aku menggepalkan tangan ku menahan perih saat mendengar ucapannya itu, apa dia benar-benar membenciku hingga ia menyesal memiliki anak dari rahimku, apa salahku padanya Tuhan?

“Kau, lahirlah dengan sehat ne, jangan menyusahkan Eomma mu, Appa mencintaimu” ucapnya lagi

ia mulai beranjak dari duduknya tapi aku menahan tangannya membuatnya menoleh terkejut kearahku, tangis yang sedari aku tahan tak bisa lagia aku bendung, air mata itu tumpah di hadapannya, aku menagis sejadi-jadinya.

“k-kau belum tidur?” tanyanya terbata

Aku merubah posisiku bersandar di kepala ranjang, aku mengatur nafasku.

“Apa kau begitu membenciku, sehingga kau menyakitiku seperti ini Oppa?” aku menetap lekat mata hitamnya, mata yang membuat aku jatuh cinta.

Siwon hanya diam, apa begitu susahnya untuk jujur padaku, lebih baik ia mengatakannya dari pada ia hanya berdiam diri mambuatku hidup dalam angan-angan.

“Aku akan melepasmu Oppa, jika itu membuatmua bahagia” kataku akhirnya, sungguh berat rasanya mengatakannya, tapi aku tidak punya pilihan lain.

“Apa maksudmu?” tanyanya.

“ceraikan aku Oppa” kataku berusaha tegas, aku terus menatap manik matanya.

“Apa yang kau katakan apa kau sudah gila huh? Berhenti bicara yang tidak-tidak, tidurlah” katanya , Air mata yang sedari tadi ku bendung tak kuasa lagi aku tahan.

“Ani Oppa, tolong jujurlah padaku Oppa, kau tersiksakan hidup bersamaku?” aku mencoba mengatakan apa yang selama ini aku tahan. Namun ia tetap diam tak bergeming, ia hanya menatapku dengan tatapan dinginnya, seperti biasa.

“Oppa, jika kau tersiksa hidup bersama orang yang tidak kau cintai, mianhae Oppa, aku minta maaf karena selamaini aku terlalu egois mempertahankan mu di sisiku” aku menarik nafasku sejenak.

“sekarang sudah tidak ada lagi alasan untukku mempertahankanmu, bahkan anak ini pun tidak mampu membuatmu mencintaiku” aku terisak lagi, aku mengelus dadaku yang tersa seperti di tusuk ribuan jarum.

“Lebih baik kita akhiri semua ini Oppa, dari pada kita terus saling menyakiti satu sama lain” aku mengusap pipiku, namun air mata itu terus jatuh.

“Kau mencintai gadis itukan Oppa, kalau begitu tinggalkan aku dan hidulah dengannya, berbahagialah” .

aku sudah tidak dapat lagi mengontrol diriku, aku menangis terisak. Sedangkan dia hanya memandangiku yang sedang menangis. Tak sedikitpun dia berpikir untuk menghampiriku untuk sekedar menghapus air mataku. Ditengah tangisku aku berucap

“Mungkin aku egois karena tidak memimikirkn perasaanmu, dan mungkin aku egois karena seakan-akan aku memaksakan cintamu padaku. Tapi aku ingin tanya, apakah pernah kau memikirkan perasaanku ketika pertama kali aku tahu kalau kau tidak mencintaiku? Apakah pernah kau memikirkan perasaanku ketikaaku melihatmu bermesraan dengan kekasihmu?” Tanyaku sambil terus menangis.

Aku tertunduk lemas ditempat tidurku sambil sesenggukkan. Berkali-kali aku hapus air mataku tapi air mata itu keluar begitu saja seiring dengan hatiku yang semakin sakit akan sikap Siwon yang biasa-biasa saja terhadapku. Sesaat lamanya aku menangis dan Siwon juga hanya bisa menundukkan kepalanya tanpa berbuat apapun. Aku semakin gemas dibuatnya. Dia memang laki-laki yang pengecut. untuk hal ini saja dia tidak bisa mengambil keputusan.

“Pergilah!” Ucapku tanpa memandang wajahnya.

“Pergilah kemanapun kau suka. Pergilah ketempat yang bisa membuatmu tenang. Pergilah agar kau tidak selalu melihat diriku. Pergilah tanpa kau harus memikirkan diriku disini. Aku tidak akan memaksamu. Pergilah!!” Perintahku dengan suara agak serak.

Lagi-lagi kurasakan air mataku jatuh membasahi pipiku. Segera saja kuhapus. Tiba-tiba dia memelukku dengan sangat erat. Aku terkejut dibuatnya. Air mataku semakin deras membasahi pipi. Di dalam pelukannya aku berucap,

“Pergilah! Aku sudah bilang aku tidak akan memaksamu. Pergilah! Jangan biarkan hatimu tersakiti oleh perbuatan yang sebenarnya tidak ingin kau lakukan. Pergilah! Pergilah!” Ucapku sambil terus menangis. Siwon semakin erat memelukku. Sejujurnya, aku merasakan kehangatan berada dalam pelukannya.

“Maafkan aku Yoona-ya?” Ucapnya pelan.
Aku masih terkejut mendengar dia bersuara. Aku tak menjawabnya dan hanya diam sambil mendengarkan dia kembali bersuara.

“Aku memang seorang lelaki pengecut yang tidak mempunyai nyali untuk menghadapi semua kenyataan ini. Kenyataan bahwa aku harus membohongi kedua orang tuaku, membohongi kedua orang tuamu, menyakiti hatimu, dan terlebih lagi, aku harus menyakiti Tuhan karena telah melakukan hal ini. Aku sungguh-sungguh lelaki yang tak berguna. Bahkan ketika aku sudah menjadi seorang suami pun, aku tidak bisa sedikit pun membahagiakanmu. Aku memang pengecut”

Aku dengar suara itu dengan perasaan gamang. Aku tak bisa berucap apa-apa. Perlahan aku rasakan kedua mataku basah. Segera aku membasuhnya.
“Maaf, jika karena diriku, kau harus merelakan kebahagiaanmu tergadaikan oleh sikapku ini. Mungkin kau tidak akan menemukan kebahagiaan itu bersamaku. Tapi aku selalu berharap, kelak kaupun bisa menemukan kebahagiaanmu itu” Ucap Siwon  lagi pelan.

“Bagaimana mungkin aku bisa bahagia, bila orang yang aku cintai tidak bahagia” Ucapku menyahuti perkataan Siwon. Aku tak mendengar dia berucap.

“Aku memang memiliki dirimu, tapi aku tidak memiliki cintamu. Aku memang bukan siapa-siapa dihatimu” aku kembali terisak.

“Mianhae… Yoona-ya, aku memang bukan suami yang baik untukmu, dan juga bukan ayah yang baik untuk anakku. Tapi aku tidak bisa begitu saja menceraikanmu..”

“Kenapa? Apa kau belum puas menyiksaku? Kalau begitu bunuh saja aku.”

“Apa yang kau katakan Yoona-ya, berhenti bersikap seperti itu… aku minta maaf kalau selama ini sudah menyakitimu, tapi bisakah kau tidak bebicara seperti itu lagi? Ku mohon jangan seperti ini lagi.” Aku tidak menyahut perkataannya, aku hanya berusaha mengatur nafasku sambil terus menundukkan wajahku.

“Istirahatlah, jangan berfikir yang macam-macam. Tidak baik bagi janin yang kau kandung. Aku tidak mau anakku kenapa-napa.” Ujarnya.

Dia hanya mengkhawtirkan anaknya, ia sama sekali tidak peduli padaku. Hanya satu yang membuat dia menahanku disini, anaknya. Mungkinkah setelah aku melahirkan anak ini ia akan menceraikanku dan mengambil ankku. Aku tidak akan membiarkan itu terjadi.

Dia pun segera meninggalkan kamarku, aku yang sudah lelahpun hanya bisa terdiam. Aku merebahkan tubuhku dan tak lama kemudian aku pun tertidur.

***

Aku kira penderitaanku sudah berakhir, aku kira suamiku akan berubah, tapi ternyata itu hanyalah sebuah harapan kosong. Suamiku belakangan ini kembali sering ke Club malam dan mabuk-mabukan. Dan aku hanya bisa bersabar di saat dia lebih memilih pergi dengan teman-teman barunya di Club malam, di banding menemaniku untuk belanja keperluan anak kami nantinya.

Hari ini Leeteuk oppa sahabat suamiku mengantarku membeli ranjang bayi beserta bantal dan gulingnya. Dia yang memilihkan warna dan coraknya, karna hasil USG ku, menunjukkan kalau bayiku adalah laki-laki.

Leeteuk oppa mengantarku sampai ke Apartement.

“Oppa…kau mau minum apa?? Biar aku ambilkan”

“Ehm…..Sirup biasa saja”

“Ini..minumlah..”

“Gomawo..”

“Ke mana suamimu itu?”

“Mollayo…”

“Dasar bodoh, ayah macam apa dia, anaknya akan segera lahir tapi dia tidak memberi perhatiannya”

Aku terdiam, aku mulai merasakan lukaku basah lagi, tanpa aku sadari aku mulai meneteskan air mataku lagi.

“Ah..Yoona-ah, maafkan aku, aku tidak bermaksud untuk..”

“Anhi oppa, gwaenchanayo…”

Leeteuk oppa menyederkan kepalaku ke pundaknya dan tepat saat itu juga Siwon oppa pulang dan melihat kejadian itu.

“Apa yang kalian lakukan?? Oohh..Hyung jadi seperti ini caramu berteman denganku?? Kau bermain dengan istriku saat aku tidak ada, huh??”

“Hei..bocah tengik, jaga ucapanmu”

“Apa?? Kau bilang aku bocah tengik?? Kau yang tengik Hyung kau berani..”

Buuggg….

“Kenapa?? Kau mau melawanku?? Ayo lawan aku”

“Oppa hentikan, sudah cukup, aku mohon hentikan” aku berusaha untuk memisahkan Leeteuk dan Siwon oppa, namun Siwon oppa terlalu emosi dan akhirnya dia mendorongku dan aku terjatuh, perutku membentur meja.

“Yaa..bocah tengik, mau ke mana kau??”

Aku melihatnya pergi, dan tidak berusaha untuk menolongku.

“Argghtt….oppa, perutku…” aku mengerang kesakitan dan aku mengeluarkan banyak darah.

Author POV

Leeteuk langsung membawa   Yoona ke Rumah Sakit dan dia di larikan ke ruang ICU.

“Tuan, silahkan anda tunggu di luar” Dokter itu menahan Leeteuk untuk tidak masuk ke ruangan itu.

Leeteuk menunggu di depan ruang ICU dan dia mencoba menghubungi Siwon tapi tidak di angkat-angkat.

“Bodoh, cepat angkat telfonnya, kalo tidak kau akan menyesal seumur hidupmu”

Leeteuk mengirim pesan pada Siwon, tapi belum sempat Siwon baca dia langsung menghapusnya dan Hp nya malah langsung di matikan.

Beberapa menit kemudian Dokter keluar dari ruang ICU.

“Maaf Tuan, istri anda terlalu banyak mengeluarkan darah, dan karna kondisinya yang tidak memungkinkan untuk melahirkan dengan normal, jadi kami terpaksa harus cepat-cepat melakukan operasi untuk mengeluarkan bayinya, kalo tidak keselamatan bayi dan Ibunya akan terancam.

“Lakukan operasinya Dokter” tanpa berfikir panjang dan meminta persetujuan Siwon Leeteuk pun menyetujui untuk di lakukan operasi pada Yoona.

1 jam kemudian…

“Selamat Tuan anak anda sudah lahir”

“Dokter boleh aku masuk”

“Silahkan…”

“Hei…” Leeteuk menyapa Yoona yang terbaring lemas dan di sampingnya ada bayinya.

“Selamat yah…”

“Oppa,,lihat ini anak Siwon, dia sangat mirip dengan appa nya yah, nak lihat dia ahjussi mu, sapa dia sayang” suara Yoona terdengar sangat parau.

“Ya..dia mirip dengan appa nya, Annyeong Wonnie junior, ini ahjussi mu. Selamat datang di dunia ini” sambil menggendong bayi Yoona Leeteuk mulai meneteskan air matanya.

“Anakku, hiduplah dengan baik bersama appa mu nanti, jika eomma tidak bisa melihat kau tumbuh, tapi eomma tetap akan menyayangimu, kau harus menjadi anak yang baik dan menurut pada appa mu yah, maaf jika eomma tidak bisa menjadi eomma yang baik untukmu” Yoona menciumi pipi bayinya dengan linangan air mata yang terus mengalir.

“Yoona, kau ini bicara apa??”

“Oppa,,bisakah kau memberikan aku kertas dan pulpen?”

Dua hari kemudian…

 

Buuggg….

“Hyung, apa yang kau lakkan?? Kenapa kau tiba-tiba memukulku?? Belum puas waktu itu kau memukulku??”

“Belum, bahkan aku rasanya ingin membunuhmu saja, ara??”

“Yaa…Kenapa kau yang marah?? Harusnya aku yang marah padamu, kau sudah berselingkuh dengan istriku tapi sekarang kau malah memukulku”

“Mwo?? Kau bilang apa barusan?? Istrimu??? Kau tidak pantas menjadi suami Taeyeon, kau bajingan yang tidak berguna”

“Hyung,,kau…” hampir saja Siwon mendaratkan tinju nya ke Leeteuk.

“Ayo pukul kalo kau berani. Pukul?? Sekarang aku ingin bertanya padamu, kau tau di mana istrimu sekarang huh?? Kau ingin tau dia di mana sekarang?? Ayo..ikut aku, biar aku tunjukkan di mana istrimu sekarang” Leeteuk menyeret badan Siwon dengan paksa dan menyuruhnya masuk ke mobil.

***

Siwon terpaku, seakan tubuhnya tidak menapak dengan tanah yang dia pijak saat dia melihat Tanah yang masih basah dan bertuliskan nama istrinya di sana.

“Hyung,,,makam siapa ini??” Siwon terjatuh di tanah yang ada di hadapannya.

“Kau tidak bisa membaca?? Apa aku harus membaca tulisan di nisan itu dengan keras??”

Siwon tertunduk, bulir-bulir air mata mulai membasahi pipinya dengan jeritan tangisnya yang menghembuskan angin dingin dan daun yang berguguran.

“Yoona-aaaaaahh..”

Jaga dan rawatlah baik-baik bayi ini sampai dia tumbuh menjadi anak yang berhasil dan di sayangi banyak orang. Sayangilah dia karna walau bagaimana pun dia adalah darah dagingmu, meskipun dia terlahir dari rahim wanita yang tidak pernah kau cintai…

Carilah wanita yang bisa memberikanmu kebahagiaan dan memberikan apapun yang kau butuhkan dan kau inginkan, karna aku sadar selama ini aku hanyalah seorang istri yang tidak pernah kau harapkan…Dan cari wanita yang bisa menjadi ibu yang baik untuk anak kita, yang bisa menyayanginya seperti anaknya sendiri…Ini permintaan terakhirku, hanya ini yang aku pinta agar aku bisa hidup tenang di alamku nantinya…Kau mau memenuhinya kan??

Aku mencintaimu suamiku…

 

Siwon membaca surat terakhir yang di tulis Yoona yang dia titipkan pada Leeteuk. Dan Siwon hanya bisa merasakan sesak di dadanya, menanggung penyesalan yang mungkin akan dia rasakan seumur hidupnya.

 

7 tahun kemudian….

 

Yoona….Apa kabarmu?? Lihatlah, aku datang bersama Choi Jungwon  anak kita, dia sudah besar sekarang, dia sangat tampan, kan? Oya maaf jika aku tidak menuruti kemauanmu untuk aku mencarikan Jungwon seorang Ibu, karna aku yakin tidak akan ada lagi wanita sebaik kau untuk menjadi eommanya. Aku janji akan menjaga dan merawat Jungwon hingga menjadi anak yang berhasil suatu hari nanti, dan aku akan menjadi appa sekaligus eomma baginya.

Aku akan mendidiknya agar dia tidak menjadi laki-laki brengsek sepertiku yang sudah menyia-nyiakan seseorang yang sangat mencintainya, seperti aku yang sudah menyia-nyiakan kau yang sangat sabar mencintaiku. Aku tidak butuh wanita untuk menemani hidupku, karna bagiku kau akan tetap selalu ada di hatiku dan tidak akan ada wanita yang sanggup menggantikan posisimu di hatiku, aku mencintaimu Yoona, meskipun aku terlambat untuk menyadarinya. Nan nomu bogoshipta chagi…..

Siwon bersujud di hadapan makam Yoona sambil membawa putranya yang sudah besar. Dia sadar, kalo hanya Yoona wanita yang pantas untuk mendampinginya dan Siwon memutuskan untuk tidak akan pernah menikah lagi karna itulah yang bisa dia lakukan untuk menebus penyesalannya karna sudah menyia-nyiakan seseorang yang sangat mencintainya….

~ END ~

 Fiuhhh….akhirnya selesai juga,, mian kalo endingnya ga bagus.

Tinggalkan komentar

130 Komentar

  1. nur khayati

     /  November 24, 2014

    Huh sad ending, kasian bgt Yoona.a,,
    Rasakn tuh Siwon mnyesal seumur hidup (sadis)

    Balas
  2. dedewjasmin

     /  Desember 8, 2014

    Sedih bngt rumah ku smpai banjir karna air matu ku yg trs keluar hehehe lebay……siwon tega bngt sm yoona….knph yoonanya meninggal.

    Balas
  3. ceritanya sedih bngtt bru kli ini aku bca ff smpai ngluaribn air mata loh😦 goodjob thor ^^

    Balas
  4. Sedih tp puas banget sama siwon…

    Balas
  5. mia rachma

     /  Januari 9, 2015

    yoonaa kasiannnn, siwonn jahat bgt siii. tapiiii bagus bgt thor

    Balas
  6. Sdih bget smpae2 ne air mta gak mau brhenti kluar trus

    Balas
  7. Sedih bnget critanya….. Aku ngga bsa nahan nangis..,nyesek bnget..

    Balas
  8. Cha'chaicha

     /  Juli 25, 2015

    Bnr” menyedihkan, kasian bgt yoona eonni, apa” sndri..

    Balas
  9. Huaaaaaa nangis sesenggukan saya😥😥 kenapa siwon jahat banget sih , aku sebel sama perilaku dia ke yoona . Malah tadinya aku berharap mereka bercerai eh….. Ternyata endingnya yoong meninggal😦
    bener” cerita yang memilukan tapi bagus kok ;’)

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: