[FF] Y Saranghae (Chapter 6 – What is Love)

ys[FF] Y Saranghae (Chapter 6 – What is Love)

Title : Y Saranghae – What Is Love

Type : Sequel

Author : Choi Hyun Mi/Twitter: @Nita_Rahayu22

Main Cast :

o          Choi Siwon (Super Junior)

o          Im Yoon Ah (SNSD)

o          Lee Donghae (Super Junior)

Other Cast :

o          Kwon Yuri (SNSD)

o          Cho Kyuhyun (Super Junior)

o          Etc……

Genre: Romance , Sad,

Rating : PG 15+

Backsound      : What is Love By EXO

**

Cinta adalah anugrah yang Tuhan berikan pada setiap manusia…

Dengan cinta kita bisa menyayangi dan mengasihi…

Namun cinta tak selamanya membahagiakan, kadang cinta juga menyakitkan…

__

Siwon diam sejenak sebelum memasukan cincin itu, ada keraguan dalam hatinya untuk memasukan cincin itu pada jari manis Jessica. Akhirnya, dengan berat hati Siwon mendekatkan cincin itu pada jari manis Jessica.

Tapi  sayang, cincin itu malah terlepas dari tangan Siwon, menggelinding hingga akhirnya cincin putih itu berhenti tepat di depan seorang yeoja.

Semua tamu undangan termasuk Siwon, diam melihatnya. Kini suasana tiba-tiba berubah menjadi sangat sunyi, orang-orang yang tadinya riuh kini membisu menyaksikan sebuah peristiwa yang cukup mengagetkan dan jarang terjadi

Jessica menatap Siwon dan Yoona bergantian seakan bertanya “Ada apa ini” begitu pula dengan Donghae yang berdiri disamping Yoona, menatap sang kekasih dengan tatapan sulit diartikan. Sementara Siwon terlihat tak percaya dengan apa yang terjadi, sama hal nya dengan Siwon, Yoona juga terlihat kaget dengan apa yang sekarang ini sedang terjadi, Yoona mengalihkan pandangannya ke bawah menatap cincin berlian putih itu yang tepat berada di depannya.

Y Saranghae – What Is Love

Yoona tertunduk, menatap benda kecil indah itu dengan sejuta pertanyaan didalam pikirannya. Tapi, rasanya dia juga ingin berlari dari suasana yang mencekamkan ini, suasana dimana semua mata tertuju hanya padanya. Apalagi Yoona menyadari jika sepasang bola mata yang sangat ia takutkan juga mungkin sedang menatap tajam padanya.

Tapi perlahan Yoona berjongkok mengambil cincin itu meski dengan berat hati, tangannya bergetar saat jari-jarinya menyentuh benda kecil itu. Hatinya juga sakit, kenapa dia harus mengambil cincin itu. Yoona berjalan menghampiri Siwon yang masih berdiri terpaku.

“Sajangnim berhati-hatilah, ini acara sakral bagi mu”

Yoona menyerahkan cincin itu kembali pada Siwon, Siwon mengangkat tangannya.

“Aku yakin kau gugup” Yoona tersenyum lalu menyimpan cincin itu ditelapak tangan Siwon. Yoona pergi dari hadapan Siwon, namun sebelum pergi tak lupa Yoona sedikit menundukan kepalanya.

Gadis yang berdiri di dekat Siwon tak mengerti sama sekali apa yang sebenarnya sedang terjadi. Jessica-hanya bisa diam membisu menyaksikan kejadian yang mungkin baru kali ini terjadi..

“Baiklah, kita lanjutkan acaranya. Maaf untuk para tamu undangan atas kesalahan kecil tadi, kesalahan yang memang seharusnya tidak terjadi”

Ny Choi kembali mengubah suasana yang untuk beberapa menit tadi cukup tegang.

“Siwon-ahh ayo” Ny Choi tersenyum pada putranya itu, namun Siwon tahu jika itu bukanlah senyuman tulus melainkan senyuman paksaan.

Acara kembali dilanjutkan, Siwon memasukan cincin itu pada jari manis Jessica begitu pula sebaliknya. Semua tamu undangan bertepuk tangan termasuk Yoona, meski hanya tepukan lemas yang ia lakukan. Tanpa ia sadari Donghae memperhatikannya.

“Sepertinya kau butuh suasana tenang, ayo kita keluar” tanpa menunggu persetujuan, Donghae langsung menggaet tangan Yoona membawanya keluar.

**

Pesta pertunangan masih berlanjut, tapi Siwon malah berlari ke kamarnya, dia duduk di tepi ranjang sambil menopang keningnya. Siwon melihat tangan kirinya tepatnya jari manisnya yang telah melingkar sebuah cincin pertunangan. Tiba-tiba kejadian tadi terbesit kembali dipikirannya, Siwon juga sebenarnya tak mengerti apa yang sebenarnya terjadi kenapa hal seperti itu bisa terjadi.

“Kau di tunggu di luar” suara seorang wanita seketika membuyarkan lamunan Siwon.

“Noona” Seru Siwon melihat Taeyeon yang sudah berdiri sambil melipatkan kedua tangannya. Taeyeon menghela nafas lalu duduk disamping Siwon “Kau menyesal?” tebak Taeyeon.

“Untuk apa aku menyesal, toh semuanya sudah terjadi” jawab Siwon kembali menopang keningnya.

“Berarti kau kalah dari ku” lanjut Taeyeon. Siwon mengalihkan perhatiannya pada kakanya itu.

“Maksud mu?”

“Mungkin perjuangan cinta kita hampir sama, sama-sama di jodohkan dengan orang yang tidak kita cintai. Tapi jalan yang kita ambil berbeda” Taeyeon mulai mengenang masa lalunya.

“Kau masih ingat 8 tahun yang lalu aku dijodohkan dengan laki-laki bernama Kangin, tapi pada saat itu aku sudah punya kekasih Park Jung Soo. Awalanya aku sama seperti dirimu menjalani pertuangan dengan Kangin, tapi di tengah jalan aku mundur dan memilih pulang ke Korea. Aku memutuskan pertunangan itu secara sepihak lalu menikah dengan Park Jung Soo, kami menikah tanpa ada restu dari ibu”

“Lalu apa Noona tidak menyesal atas keputusan itu?’ Tanya Siwon ingin tahu.

“Kadang kala aku sedikit menyesal, karena sampai sekarang pun ibu belum merestui pernikahan kami ditambah sudah 8 tahun aku dan Jung Soo menikah belum mempunyai keturunan. Kadang juga aku berpikir apa ini hukuman dari Tuhan, hukaman karena aku telah menentang seorang ibu”

Mata bening Taeyeon mulai berkaca-kaca mengenang kembali masa lalunya yang begitu menyakitkan.

“Lalu apa yang harus aku lakukan Noona?” Tanya Siwon bingung.

Taeyeon tersenyum lalu mengusap matanya agar air matanya tak terjatuh “Keputusan apa pun yang kau ambil, Noona akan mendukung mu. Siwon” Taeyeon memegang bahu adik satu-satunya itu.

“Jessica juga gadis yang baik, meskipun kau tak mencintainya yakinlah kelak cinta akan singgah dihati mu” ucap Taeyeon menyakinkan.

“Kelak? Kapan Noona? Aku sungguh mencintai Yoona, aku tak bisa mencintai perempuan lain selain Yoona. Ini akan menyakitkan Jessica ia jika tahu yang sebenarnya”

Taeyeon langsung diam, benar apa kata Siwon. Kelak? Kapan kelak itu? Dua tahun lagi kah?  Tiga tahun lagi kah? Atau beberapa tahun kemudian yang akan datang?

**

Yoona berjalan di taman rumah Choi Siwon, rumah ini memang sangat besar dan mewah maka tidak heran mempunyai taman yang cukup luas. Tiba-tiba Yoona menemukan sebuah meja bundar berwarna putih yang terdapat empat buah kursi, kebetulan sekali dari tadi ia berkeliling kakinya sudah sangat pegal. Yoona memutuskan duduk disalah satu kursi tersebut.

“Sepertinya salju akan turun lagi” gumam Yoona menatap langit yang hitam pekat.

“Yoona-ssi” suara seorang wanita tiba-tiba terdengar.

“Nona” Yoona sedikit kaget mendapati Jessica tengah berdiri sambil tersenyum padanya.

Jessica mengambil posisi duduk disamping Yoona “Sedang apa kau disini, kenapa tidak masuk kedalam disini dingin sekali” ucap Jessica sambil memeluk tubuhnya sendiri.

“O….aku sedang menunggu Donghae Oppa” jawab Yoona bohong.

“Arayo” Jessica tersenyum lalu beberapa detik kemudian terdengar suara seorang pria memanggil nama Yoona. Merasa dipanggil Yoona pun menoleh.

“Oppa” seru Yoona melihat Donghae yang berjalan kerahnya.

“Kau disini rupanya, aku cari-cari dari tadi” ucap Donghae lalu mengambil posisi duduk disamping Yoona.

“Tadi aku kesal, habisnya Oppa asyik ngobrol jadi aku kesini saja” jawab Yoona lalu tersenyum menampakan deretan gigi putihnya.

“Kau ini…” cela Donghae tapi sambil tersenyum.

“Emmm  kalian ini, eh bukankah itu Siwon” Jessica menggantung kalimatnya saat melihat Siwon yang sepertinya sedang berjalan santai.

“Kalian berdua tunggu disini yah….” Jessica langsung berlari menghampiri Siwon yang kebetulan tak jauh dari sana.

**

Terjadi keheningan, Yoona melihat sejenak Siwon dan Jessica yang terlihat sedang bercakap-cakap itu sementara Donghae asyik mengotak-ngatik I-Phonenya. Ternyata Jessica menyerat tangan Siwon agar ikut bergabung dengan Yoona dan Donghae, tadinya Siwon tidak mau tapi apa daya Jessica memaksanya sehingga Siwon kembali dibuat pasrah. Secara bersamaan Yoona dan Donghae mengalihkan perhatian mereka pada Siwon yang terlihat diserat olah Jeesica, sampai akhirnya Siwon dan Jessica duduk di meja mereka.

“Kenapa kau tidak mau di ajak kemari Oppa, menyebalkan” runtuk Jessica sambil mengerucutkan bibirnya. Bukannya menjawab, Siwon malah membuang muka tak mau melihat wajah manja Jessica.

“Oh yah kita berkumpul lagi, aku akan panggil pelayan untuk mengambil minuman tunggu sebenatar yah” Jessica kembali berdiri dari duduknya lalu pergi, tapi YoonWonHae tak berkata apa pun malah membiarkan gadis beramput pirang itu pergi.

**

Meja yang tadinya kosong itu kini sudah dihiasi dengan minuman berwarna merah dan beberapa makanan yang menggiurkan lidah, semua ini sengaja Jessica ambil.

“Bersulam”

Keempatnya langsung meneguk minuman itu lalu kembali meletakannya diatas meja.

“Oh yah Siwon-ssi Jessica-ssi selamat atas pettunangan kalian, semoga sampai ke pernikahan” Dongahae membuka perbicaraan setelah terjadi keheningan cukup lama.

“Kamsahamnida Donghae Oppa, oh yah ngomong-ngomong kapan kalian menyusul?” Tanya Jessica balik.

Sebelum menjawab pertanyaan itu terlebih dahulu Donghae melirik Yoona “Rencananya kami akan segera menikah, iya kan Yoona?”

“Uhuk…uhuk…uhuk…” Siwon yang sedang meneguk minunya langsung tersedak tak lama mendengar jawaban Donghae itu.

“Gwenchana?’ Kata Jessica khawatir melihat Siwon.

“Aku tidak apa-apa” Siwon menepis tangan Jessica pelan agar menjauh dari wajahnya, Jessica hanya tersenyum tipis lalu menurunkan tangannya kembali.

“Siwon Oppa memang selalu seperti ini, oh yah kalian akan langsung menikah memangnya sudah berapa lama kalian pacaran?” Jessica kembali melanjutkan pembicaraan yang sempat terputus.

Donghae tersenyum lalu menggenggam tangan Yoona yang memang berada diatas meja, dan itu sukses membuat Siwon membulatkan matanya. “Kami sudah 7 tahun berpacaran, jadi kurasa kami langsung menikah saja toh kami sudah saling mengenal satu sama lain” jawab Donghae tersenyum pada Yoona. Senyuman yang sangat tulus, Yoona membalas senyuman itu namun yang keluar hanya senyuman tipis saja.

“Romantis sekali kalian berdua, aku sangat iri. Siwon saja belum pernah melakukan itu padaku” Jessica melirik Siwon sambil memanyunkan bibirnya. Kembali untuk kedua kalinya Siwon mengabaikan omongan Jessica.

“Emm aku punya ide, bagaimana kalau kita pergi berlibur setuju” seru Jessica yang kali ini di tanggapi Siwon.

“Kita? Maksudmu kita berempat, jangan bercanda Sica ini sungguh tidak lucu” komentar Siwon.

“Ayolah Oppa, aku ingin kita pergi berlibur. Tidak usah jauh-jauh kita pergi ke vila ku saja bagiamana, kebetulan disana dekat pantai. Donghae Oppa, Yoona-ssi mau yah, kita berlibur kepantai?” Jessica membujuk Donghae dan Yoona, menatap meraka berdua secara bergantian. Terlihat Donghae menimbang-nimbang ajakan Jessica ini, begitu pula dengan Yoona.

“Sica…aku tidak bisa ikut, pekerjaan ku di kantor sangat banyak. Jadi…..”

“Ayolah Oppa, aku sudah beberapa tahun tidak pulang ke Korea, aku rindu Korea, aku rindu pantai indah yang ada di Korea aku rindu semuanya. Hanya 2 hari saja, lagi pula masih berada di Seoul, yah Oppa?” Jessica memelas memegang lengan Siwon membujuk laki-laki tampan ini supaya mau, apa boleh buat menolak pun Jessica akan tetap memaksanya.

“Baiklah” dengan terpaksa Siwon mengiyakan ajakan itu membuat senyum Sica merekah seketika.

“Donghae Oppa, Yoona-ssi kalian ikut yah?” sekarang Jessica kembali membujuk Donghae Yoona.

“Oke, aku mau. Yoona bagimana?’ Donghae melihat Yoona yang masih terlihat berpikir.

“Iya aku ikut” jawab Yoona pelan, Jessica langsung tersenyum akhirnya ajakannya di terima.

“Besok kita berangkat, persiapakan diri kalian arraseo?’ ucap Jessica lalu meneguk air minumnya.

__

Donghae menggulung kemejanya sampai setengah tangan, sambil berjalan menuju kamar mandi. Dia memutar kran air lalu membasuh tangannya tak lupa ia basuhkan air itu pada wajahnya. Setelah dirasa cukup, Donghae menyambar handuk kecil untuk mengeringkan wajahnya.

“Semakin menarik, aku jadi penasaran apa yang akan terjadi selanjutnya” ucap Donghae berbicara pada dirinya di cermin. Donghae kembali menyimpan handuk itu di tempat semula lalu keluar dari kamar mandi. Dia berjalan menuju ranjang, merebahkan tubuhnya di sana.

“Oh Tuhan, kepala ku pusing lagi. Apa aku terlalu lelah hari ini” bisik Donghae terpejam sambil memijit keningnya untuk meredam sakit kepalanya.

Lama kelamaan, Donghae merasa lelah dan akhirnya tertidur memasuki alam mimpi.

__

Pagi menjelang, disambut dengan cuaca yang tidak mendukung. Kota Seoul diselimuti salju yang turun sejak semalam, meskipun tak terlalu banyak salju yang turun tapi udara dingin masih sangat terasa.

Yoona melilitkan syal berwarna merah yang menghiasi leher jenjangnya, tak lupa dia memakai sarung tangan berwarna senada. Dia juga memakai pakaian beberapa lapis untuk sedikit menghangatkan tubuhnya.

“Eonni Donghae Oppa sudah menunggu” seru Krystal menghampiri Yoona.

“Benarkah, baiklah kalau begitu Eonni pergi dulu. Selama Eonni pergi jangan membuat ibu mu cemas, mengerti gadis cantik?” Yoona mengacak-ngacak poni Krystal membuat gadis itu mempautkan bibirnya.

“Arraseo, pergilah dan jangan lupa bawa oleh-oleh untuk ku” ucap Krystal membuat Yoona tersenyum.

“Oke” jawab Yoona mencubit pipi Krystal lalu berlalu dari hadapan sepupunya itu.

“Ishhh” desis Krystal sambil memegang pipinya yang memerah.

**

Cuaca yang tidak begitu cerah serta diiringi salju yang berjatuhan dari langit mengiri perjalanan Siwon Donghae Jessica dan Yoona menuju tempat liburan mereka. Mereka pergi naik mobil Audi A6 milik Siwon, Jessica dan Yoona memilih duduk di belakang sementara Donghae duduk disamping Siwon yang tengah focus menyetir. Tak ada pembicaraan diantara mereka, sunyi karena meraka begitu asyik dengan pikiran masing-masing. Jessica terlihat memandang jalanan yang serba putih karena tertutupi salju yang berjatuhan, begitu juga dengan Yoona.

Sementara Donghae mendengarkan alunan music dari MP3 nya, sambil sesekali juga melihat kearah jendela mobil. Tak jauh berbeda, Siwon juga terlihat focus pada kemudianya.

“Hemmmm….” Jessica bersuara mencairkan suasana yang sunyi.

“Kenapa jadi sunyi seperti ini, apa kalian kedinginan?” Jessica menatap satu persatu orang yang berada didalam mobil itu. Tapi tak ada satu orang pun yang bersuara menjawabnya.

“Emm Donghae Oppa syal mu bagus sekali, sepertinya sangat lembut dan terlihat hangat” seru Jessica pada Donghae yang duduk didepan. Donghae langsung melepaskan aerphonennya.

“Apa? Ah ini, iya syal pemberian Yoona” Donghae tersenyum sambil menunjukan syal warna merah yang melingkar dilehernya.

“Jinjja?” Jessica terlihat tak percaya sekaligus takjub lalu memalingkan kepalanya melihat Yoona yang juga memakai syal yang sama.

“Apa syal couple?” Tanya Jessica lagi.

“Boleh dibilang seperti itu, tapi syal ini Yoona juga yang membuatnya” ucap Donghae lalu tersenyum lagi.

“Ahh Yoona-ssi romantis sekali, pantas saja Donghae Oppa sangat mencintai mu” puji Jessica. Mendengar itu Yoona hanya bisa tersenyum kaku menanggapinya.

“Kita sudah sampai”suara berat Siwon mengakhiri obrolan mereka itu. Tak menunggu lama Siwon segera membuka pintu mobil lalu segera keluar.

“Sudah sampai ayo…” riang Jessica lalu ikut turun dari mobil, tak lama Yoona dan Donghae juga mengikuti Jessica.

Kini keempatnya sudah sampai di vila, namun terlihat lebih cocok dibilang rumah karena bangunannya yang sederhana. Kebetulan, kawasan ini adalah milik keluarga Jessica maka tidak heran Jessica mengajak mereka untuk menghabiskan liburan kemari.

Jessica menghempaskan tubuhnya duduk di sofa, diikuti Yoona Donghae begitu juga Siwon.

“Di sini hanya ada dua kamar, jadi aku satu kamar dengan Yoona-ssi dan Siwon Oppa kau dengan Donghae Oppa yah?”ucap Jessica menatap satu persatu ketiganya.

“Terserah kau saja” jawab Siwon seenaknya lalu berdiri dan pergi meningglakan ketiganya.

“Emm, Siwon Oppa memang seperti itu tolong dimaafkan” ucap Jessica pada Yoona dan Donghae.

“Aku mengerti, mungkin Siwon-ssi lelah” jawab Donghae lalu menyesap teh panasanya/.

Yoona POV

Aku masuk kedalam kamar yang untuk beberapa malam akan ku tiduri, kamarnya lumayan besar meski hanya terdapat satu ranjang tapi ukuran ranjanganya cukup besar untuk di tempati dua orang. Ku simpan tas ku di atas ranjang lalu berjalan menuju sebuah sebuah pintu, perlahan ku buka pintu itu dan seketika pemandangan indah menjadi suguhannya.

Pantai dipagi hari yang terlihat tenang dan damai, cuaca hari ini memang tidak begitu bersahabat. Matahari sepertinya masih enggan untuk menampakan dirinya, bahkan awan pun seperti ikut bersembunyi. Dan sekarang aku tahu kenapa Jessica ingin sekali kemari, jelas saja meskipun sekarang musim dingin tapi pantai ini begitu menakjubkan.

Tak kusadari aku tersenyum menyaksikan keindahan yang Tuhan ciptakan ini, rasanya sudah lama sekali aku tak ketempat seindah ini. Ini indah, sangat indah mataku tak bisa lepas melihat keindahan ini. Sampai akhirnya mataku melihat sesuatu yang seharusnya tak ku lihat.

Disebrang sana, ku lihat Jessica memeluk Siwon dari belakang. Entah kenapa kaki ku terasa lemas melihatnya, ingin aku pergi menjauh tapi apa daya aku hanya bisa diam mematung menyaksikan semuanya.

Aku tersadar segera kubalikan tubuhkan.

“Tidak mungkin, aku sudah melupakannya 7 tahun yang lalu..aku tidak mungkin lagi mencintainya”

Aku segera melangkahkan kaki ku masuk kedalam kamar.

Author POV

Malam kembali datang, saat ini Yoona tampak sibuk dengan peralatan memasaknya. Sementara Jessica dari tadi begitu asyik melihat Yoona yang terlihat kerepotan dengan bahan masakannya.

Kini mereka berada di beranda rumah, sebenarnya inilah ide Jessica yaitu memasak di luar sekaligus menikmati makan malam juga di luar. Awalnya ide ini sempat di tolak Siwon, mengingat udara sangat dingin, tapi bukan Jessica namanya jika mengalah begitu saja.

“Apa tidak ada makanan lagi yang akan di hidangkan?” Tanya Jessica saat sudah menata meja makan.

“Semuanya sudah beres Nona” jawab Yoona tersenyum, Jessica mengangguk paham.

“Kalau begitu aku akan memanggil mereka berdua” Jessica pergi berlalu menghampiri Siwon dan Donghae yang terlihat sedang asyik berbincang-bincang.

**

Ke empatnya kini menyantap hidangan yang menggiurkan lidah, dengan posisi Yoona duduk disamping Donghae begitu pula Jessica duduk di samping Siwon.

“Siwon Oppa, masakannya enak kan?” Tanya Jessica memecahkan keheningan.

“Euhh…” jawab Siwon singkat/

“Semua makanan ini Yoona sendiri yang masak, tadi aku hanya melihatnya” lanjut Jessica lagi.

“Masakannya enak” tiba-tiba Siwon menyambar ucapan Jessica membuat Jessica tersenyum tipis.

“Yoona lain kali ajarkan aku memasak yah, aku takut tidak bisa memasak jika nanti menjadi istri Siwon Oppa” lanjut Jessica tersenyum tulus.

“Baiklah Eonni” jawab Yoona pelan yang langsung membuat Siwon menghentikan aktivitasnya.

“Eonni? Sejak kapan kau memanggil dia Eonni?’ Tanya Siwon menatap Yoona.

Yoona diam, dia terlalu binging harus menjawab apa/. Apalagi Siwon bertanya seperti mengintrogasinya.

“Aku yang memintanya Oppa, sepertinya panggilan Eonni akan lebih akrab, lagi pula Yoona juga tidak keberatan” sambung Jessica membela Yoona. Siwon tak bersuara lagi, dia kembali melanjutkan makannya.

“Bagaimana kalau kita bermain kata” tiba-tiba Jessica berseru membuat Yoona Donghae Siwon menatapnya lagi.

“Apa lagi yang akan di lakukan gadis ini” gerutu Siwon dalam hati.

“Bermain kata? Sepertinya seru, ayo lakukan” riang Donghae menyetujui.

“Oke, permainannya sangat sederhana aku akan memberikan satu kata dan kata tersebut harus kalian artikan, mengerti kan?”

Semuanya mengangguk, walaupun terlihat Siwon terpaksa menyetujui permainan ini tapi apa boleh buat, menolak pun tak akan di dengar oleh Jessica.

“Cinta, menurut kalian apa itu cinta?” Jessica memberi pertanyaan yang langsung membuat ketiganya diam sesaat. Siwon mulai tertarik dengan permainan ini, dan segera bersuara.

“Kau yang mulai” seru Siwon.

“Baiklah” Jessica diam sesaat sebelum menjawab pertanyaaan yang ia buat sendiri.

“Cinta, menurutku cinta itu ada di nomer 2 setelah sayang. Adanya cinta karena adanya rasa sayang. Dan menurutku cinta itu terjadi antara sepasang kekasih, semenatara sayang itu lebih dari cinta karena dengan sayang kita tidak hanya mencintai kekasih kita, tapi kita juga bisa mencintai kedua orang tua kita teman kita bahkan orang-orang yang berada di sekitar kita. Jadi intinya, aku ingin disayangi oleh seseorang baru dicintai. Karena setelah kita disayangi, lalu dicintai oleh seseorang maka akan terjadilah cinta sejati. Cinta yang tidak akan pernah mati”

Mata Jessica berkaca-kaca, sorot mata gadis ini seperti menerawang membayangkan seseorang yang amat ia cintai, namun sekilas matanya mengisyaratkan kepedihan karena cinta yang bertepuk sebelah tangan. Jessica segera mengusap matanya, dan kembali tersenyum.

“Sekarang giliran mu Yoona” kata Jessica tersenyum, awalnya Yoona diam mungkin terlalu bingung entah apa yang harus ia katakan. Namun, setelah jeda cukup lama Yoona bersuara.

“Menurutku, cinta itu adalah sebuah anugrah yang Tuhan berikan. Aku sendiri juga bingung sebenarnya apa itu cinta, karena kadang kala cinta bisa memberi kebahagiaan tapi kadang kala cinta juga bisa memberi kesedihan. Cinta bisa membuat kita tersenyum, tapi cinta juga bisa membuat kita menangis”

“Tapi bagaimana jika membohongi perasaan, apa itu cinta” Siwon memotong ucapan Yoona. Memotong dengan sebuah pertanyaan yang mampu membuat Yoona menatap Siwon.

“Apa membohongi perasaan itu cinta?” Siwon mengulang pertanyaannya dengan memberikan penekanan di setiap kata-katanya.

Yoona masih diam menatap Siwon yang juga sedang menatap menanti jawaban darinya, Jessica terlihat tak mengerti dengan suasana yang entah kenapa terasa tegang kali ini. Donghae, juga hanya bisa diam tak bersuara sedikit pun.

“Sepertinya pertanyaan ku terlalu berat lupakan saja, Donghae-ssi sekarang giliran mu” Siwon mengalihkan pandangan pada Donghae yang kebetulan duduk disamping Yoona.

Donghae menggaruk tengkuknya sendiri seperti sedang mencari kata-kata yang pas untuk menjawab.

“Apa itu cinta? Menurutku cinta itu seperti pasir” jawab Donghae. Siwon langsung terlihar heran mendengar jawaban Donghae.

“Pasir? apa maksud mu?” Tanya Siwon heran.

Donghae menarik nafas sebelum melanjutkan ucapannya ..

“Cinta itu seperti pasir, jika kita menggenggam pasir ditangan kita dengan genggaman yang sangat  kuat maka perlahan pasir itu akan berjatuhan melalui celah-celah jari kita. Begitu juga dengan cinta, jika kita takut kehilangan seseorang karena kita begitu mencintainya maka kita akan melakukan apapun agar cinta itu tidak hilang, tapi ternyata itu salah besar. Justru tanpa kita sadari, perlahan dia mulai pergi meninggalkan kita. Jadi intinya, jika kita mencintai seseorang janganlah terlalu berlebihan karena rasa takut yang berlebihan, biasanya akan menjadi kenyataan” Donghae menutup kalimat terakhirnya itu dengan meneguk satu gelas wine.

“Ahhh, sekarang giliran mu Siwon-ssi” ucap Donghae lalu meletakan kembali gelasnya yang sudah kosong.

“Cinta? Menurutku cinta itu adalah pilihan, dan cinta itu tidak bisa dipaksakan. Kita tidak bisa memaksakan diri kita untuk mencintai seseorang. Menurutku cinta hanya itu”

“Singkat sekali, tapi sangat bermakna” seru Jessica lalu meraih botol wine dan langsung meneguknya.

“Sica apa yang kau lakukan, kau jangan minum terlalu banyak nanti kau mabuk” Siwon mencegah Jessica yang akan meneguk lagi winenya, namun sayang Jessica menghindar.

“Biarkan saja aku mabuk, aku begitu dingin Oppa…..” Jessica kembali meneguk winenya, Siwon hanya bisa menghela nafas melihat tunangannya ini yang begitu keras kepala.

**

Donghae berjalan di sekitar pantai, menikmati angin pantai yang berhembs kencang serta suara ombak yang berirama. Di eratkan syal yang menutupi lehernya untuk menghilangkan sedikit rasa dinginnya. Kemudian Donghae berjongkok lalu tangannya meraih segenggam pasir pantai, Donghae menggenggamnya begitu kuat hingga pasir-pasir itu berjatuhan melalui celah-celah jarinya. Donghae tersenyum lalu membuka tangannya lagi.

“Ku rasa seperti inilah cintamu Yoona, mulai pergi dari ku. Haruskan aku melepas mu sekarang” bisik Donghae menatap sisa-sisa pasir yang berada ditangannya.

**

Yoona menatap langit-langit kamar yang tampak remang-remang, gadis ini dari tadi belum bisa memejamkan matanya untuk tertidur, padahal jarum jam sudah menunjukan angka 11. Entah apa yang berada didalam pikiran gadis pemilik mata indah ini yang jelas dari tadi dia hanya diam.

“Yoona kau belum tidur” suara Jessica menyadarkan Yoona dari dunia lamunannya, Yoona membalikan kepalanya menatap punggung Jessica.
“Eonni belum tidur?” Tanya Yoona balik.

“Aku tidak bisa tidur” jawab Jessica pelan.

“Boleh aku Tanya sesuatu pada mu Yoona” lanjut Jessica tapi masih membelakangi Yoona.

“Eonni ingin bertanya apa? Katakana saja?’

“Apa benar cinta tak bisa dipaksakan?” Tanya Jessica, Yoona tahu Jika pertanyaan ini adalah jawaban dari Siwon tadi. Yoona diam sejenak memikirkan jawaban yang tepat.

“Ku pikir juga begitu, tapi……aku tidak tahu meskipun cinta tak bisa dipaksakan tapi banyak orang yang bilang jika cinta bisa tumbuh dihati seseorang jika kita selalu bersamanya”

“Begitukah, lalu siapa cinta pertama mu?” Tanya Jessica lagi.

“Cinta pertama ku, adalah seorang laki-laki yang mampu membuatku tersenyum setiap hari. Dia begitu baik, dan………”

“Tampan…” potong Jessica.

“Yoona hari ini aku benar-benar lelah, selamat malam semoga kau mimpi indah” Jessica mengakhiri perbicangan singkat mereka lalu menutup mata, seketika air matanya jatuh saat dia menutup kedua matanya. Yoona menatap punggung Jessica sesaat lalu kembali membenarkan posisi tidurnya, menatap langit kamar.

Beberapa saat kemudian Yoona bangun dari tidurnya, lalu beranjak turun dari ranjang. Meraih sweternya yang tergantung lalu keluar dari kamar meninggalkan Jessica yang sudah memasuki alam mimpi.

**

Ternyata Yoona pergi kepantai yang memang tidak terlalu jauh dari vila, hembusan angin pantai disertai salju yang masih turun tak Yoona hiraukan. Pasalnya, untuk saat ini dia membutuhkan ketenangan dan kedamaian. Entah apa yang dirasakan gadis ini, yang pasti dia merasa lelah hari ini. Lelah? Mungkin lelah karena bergelut dengan ego dan perasaannya yang menjadi pemicu dirinya seperti ini.

Gelap, itulah gambaran pantai ini. Yang terdengar hanya hembusan angin dan suara ombak yang beradu dengan batu besar, semakin membuat suasana dingin terasa. Yoona memutarkan bola matanya menelusuri setiap sudut pantai ini, sampai akhirnya matanya menangkap sesosok laki-laki jangkung tengah menatapnya. Pada awalnya Yoona ingin pergi tapi sayang, laki-laki itu sudah terlanjur melihatnya.

**

“Ini sudah malam kenapa kau belum tidur?” Siwon mambuka pembicaraan.

“Aku belum mengantuk” jawab Yoona memandang gelapnya laut.

“Kau sendiri?” lanjut Yoona.

“Aku memikirkan mu, jadi aku tidak bisa tidur”

Yoona menolah tak kala Siwon mengucapkan hal itu “Kenapa kau selalu memikirkan ku?”

Siwon diam sejenak lalu menolah menatap Yoona “Karena aku mencintai mu, Im Yoona aku ingin kau menjawab pertanyaan ku tadi “Apa membohongi perasaan itu cinta?” kembali Siwon melontarkan pertanyaan itu, pertanyaan yang membuat hati Yoona gundah memikirkan jawabannya. Siwon menantap intens kedua bola mata Yoona, menunggu jawaban dari gadis ini.

“Aku tidak pernah membohongi perasaan ku sendiri kau puas”

Jawab Yoona namun segera memalingkan pandangannya kearah lain, Siwon tersenyum tak percaya lalu kembali bersuara “Kau bohong” cetus Siwon.

“Kenapa saat mengatakan itu kau tak menatap mataku, heuh?” Tanya Siwon kali ini bernada sedikit tinggi.

“Ada apa dengan mu, kenapa kau jadi seperti ini. Mana Siwon yang dulu ku kenal, kau berubah bahkan sikap mu tak selembut dulu,  kau…..”

“Lalu mana Yoona yang dulu, Yoona yang selalu terbuka, Yoona yang selalu jujur akan perasaannya dan Yoona yang tidak pernah berbohong jika tidak mencintai seseorang..” Siwon memotong pembicaraan Yoona, terdengar dengan sangat jelas Siwon begitu prustasi saat mengatakan itu.

“Im Yoona, ku mohon hentikan sandiwara mu, ini akan menyakitkan jika dia tahu. Ku mohon…” Siwon meraih pundak Yoona menatap matanya yang sudah tergenangi air mata yang siap meluncur turun.

Yoona tak menjawab, rasanya lidahnya terlalu kelu untuk berbicara. Dia hanya bisa menatap Siwon, menatap namja ini begitu sendu. Tapi, Yoona merasa nyaman, nyaman akan tatapan Siwon yang begitu menanangkan hatinya. Sampai akhirnya beberapa detik kemudian Siwon membawanya kedalam dekapan hangatnya di iringi dengan melelehnya lagi air mata Yoona.

“Bukannya tadi kau melihat Jessica memeluk ku, sekarang aku juga memeluk mu. Menangislah….” Siwon mengusap rambut hitam Yoona sembari mendekapnya lebih erat.

**

Dua hari telah berlalu, kini mereka kembali ke aktivitas masing-masing. Seperti biasanya Siwon di sibukan dengan pekerjaan kantor yang selalu menumpuk, berangkat pagi hingga pulang larut malam itulah kebiasaannya. Tapi, untung saja ada Yoona yang selalu membantu Siwon menyelesaikan beberapa pekerjaan sehingga itu sedikit memudahkaannya.

Mungkin karna inilah mereka berdua menjadi semakin dekat, dan tak secanggung saat pertama kali bertemu. Bagaimana tidak menjadi dekat, mereka berada di satu ruangan otomatis selalu bertemu dari pagi hingga larut malam. Meskipun tak seperti dulu, saat mereka menjadi sepasang kekasih.

**

Donghae baru saja keluar dari apotek membeli obat sakit kepala, karena akhir-akhir ini memang dia sedang mengeluh sakit kepala. Donghae berjalan menuju mobilnya, tapi tiba-tiba dia menabrak seseorang..

“Aw….” Jeritnya sambil memegangi sikutnya yang memerah akibat terjatuh. Donghae segera memasukan ponselnya ke dalam saku lalu berjongkok di depan orang tersebut.

“Jessica…” kata Donghae sedikit tak percaya. Gadis yang di panggil Jessica itu menolah.

“Donghae Oppa..”

**

“Aw….Oppa pelan-pelan…” Jessica meringis tak kala Donghae membalutkan perban pada sikutnya yang terluka.

“Mianhae, tadi aku tak melihat jalan Sica” sesal Donghae saat sudah mengobati Jessica.

“Gwenchana, lagi pula aku juga tidak hati-hati…” jawab Jessica lalu tersenyum.

“Euh Oppa kau membli obat, obat apa?” Tanya Jessica melihat kantong plastic berwarna putih yang berada di tangan Donghae.

“Ah ini, obat sakit kepala Sica..akhir-akhir ini aku sering sakit kepala” jawab Donghae.

“Apa sudah di periksa ke dokter?”

“Ani, ah lagian bukan apa-apa aku memang suka seperti ini, oh yah kau mau minum? aku teraktir?” Donghae bangkit dari duduknya.

“Kau sudah menabrak ku dan membuat sikut ku terluka, baiklah ayo” jawab Jessica lalu ikut berdiri, Donghae hanya bisa tersenyum simpul lalu mereka berdua berjalan beriringan.

**

“Pulau Jeju?” Yoona sedikit tak percaya saat Siwon mengatakan hal itu.

“Nde, aku ingin melihat pembangunan hotel baru perusahaan ini sekaligus bertemu dengan investor disana, jadi kau harus ikut” jawab Siwon lalu kembali focus pada lembar kerja excelnya.

“Tapi sajangnim haruskan aku ikut?” Tanya Yoona terdengar ragu.

“Wae? Kau takut?” Tanya Siwon balik.

“Tidak, tapi…”

“Sudahlah Im Yoona, lagi pula ini perjalanan bisnis jadi kau tidak usah takut” jawab Siwon masih tetap focus pada lembar kerja excelnya.

“Baiklah, kalau begitu saya permisi” Yoona pergi tapi sebelum pergi tak lupa dia membungkuk pada Siwon.

Tanpa sepengetahuan Yoona, ternyata Siwon melihatnya sampai akhirnya Yoona menghilang di balik pintu. Beberapa detik kemudian Siwon tersenyum penuh arti, lalu kembali focus pada pekerjaannya.

**

“Pulau Jeju? jadi Siwon eh maksud ku Sajangnim mengajak mu ke pulau Jeju?’ hampir saja Kyuhyun tersedak saat mendengar cerita dari sahabatnya itu. Yoona menganggukkan kepalanya sambil memanyunkan bibirnya.

“Lalu apa jawaban mu?” sambung Yuri tak kalah heboh.

“Percuma saja aku menolak toh aku sekretarisnya, Yuri Kyuhyun apa yang harus aku lakukan, aku harus bilang apa pada Donghae Oppa, lalu bagaimana dengan Jessica Eonni” kini Yoona memasang wajah memelas meminta saran dari kedua sahabatnya ini. Tapi, YulKyu hanya bisa saling menatap lalu menggelengkan kepala mereka bersamaan.

“Bukannya kalian berdua pergi untuk perjalanan bisnis jadi ku rasa itu tidak masalah” kata Kyuhyun yang langsung mendapat respon anggukan kepala dari Yuri.

“Iya juga sih, tapi….aku…”

“Takut cinta lama bersemi kembali” tiba-tiba seseorang meneruskan kalimat Yoona, sontak Yoona begitu pula YulKyu menoleh ke sumber suara.

“Kau…” desisi Kyuhyun dan Yuri bersamaan seperti ingin menerkam hidup-hidup orang yang telah bicara seperti itu.

“Heheheh, aku hanya bercanda kalian tidak usah menatap ku seperti itu” Eunhyuk, dia yang telah bicara seperti itu langsung menghampiri meja yang di duduki Yoona, Kyuhyun dan Yuri sambil memeluk nampan yang sudah kosong..

“Dasar mulut ember dari dulu sampai sekarang kau tidak pernah berubah” cetus Kyuhyun geram pada teman SMA nya ini.

“Yak GaemGyu aku kan hanya bercanda, lagi pulaYoona juga tidak marah iya kan?” Eunhyuk menatap Yoona sambil memamerkan deretan gigi putihnya.

Yoona hanya tersenyum canggung menanggapinya, sementara Kyuhyun dan Yuri masih menatap Eunhyuk dengan tatapan mematikan.

“Apa aku salah bicara lagi heh?”

Tanya Eunhyuk dengan wajah tanpa dosa. Jika saja Kyuhyun dan Yuri masih berseragam SMA bisa-bisa Eunhyuk babak belur di tempat karena Kyuhyun dan Yuri sudah melempar piring pada wajahnya.

Merasa suasana menjadi menegangkan Eunhyuk mundur dua langkah siap kabur “Baiklah, maaf aku telah menggangu. Silahkan lanjutkan makan siang kalian” setelah mengatakan itu Eunhyuk langsung berlari menghindari tatapan tajam YulKyu.

“Huhhhh” Kyuhyun menghembuskan nafas panjangnya saat Eunhyuk sudah pergi.

“Yoong kau jangan dengar apa kata si monyet itu, dia benar-benar menyebalkan” tutur Kyuhyun.

“Benar apa kata Kyu, dan juga sepertinya besok kita harus cari tempat makan siang yang lain, disini ada penguping” sambung Yuri.

Yoona hanya tersenyum, menanggapi ocehan kedua sahabatnya ini, sebenarnya dari tadi Yoona tak menghiraukannya sama sekali dan mungkin tak peduli jika Yuri dan Kyuhyun menghabisi Eunhyuk, karena dari tadi Yoona memikirkan kata-kata Eunhyuk. Kembali untuk kesekian kalinya Yoona bergelut denga hati dan perasaannya.

“Pulau Jeju, semuanya bermula dari sana.” batin Yoona dalam hati.

**

Jessica terus mengikuti Siwon, bahkan Siwon masuk ke kamarnya pun Jessica terus mengekori Siwon membuat Siwon sedikit kesal akan sikap tunangannya ini.

“Oppa, berapa hari kau akan ke pulau Jeju” Tanya Jessica.

Siwon tak menjawab malah dia berjalan menuju lemari pakaiannya, Siwon mengeluarkan koper berukuran sedang berwarna hitam.

“Oppa jawab aku…” rengek Jessica karena pertanyaannya tak di gubris Siwon sama sekali.

“Berhentilah bersikap manja Jessica, aku lelah” jawab Siwon terdengar sinis. Siwon mengeluarkan beberapa pakaiannya untuk di bawa ke pulau Jeju.

“Tapi berapa lama kau disana?’ ulang Jessica kali ini memperhatikan Siwon yang tengah melipat pakaiannya.

“Mungkin satu minggu” jawab Siwon sambil memasukkan baju-bajunya kedalam koper.

“Selama itukah?” Tanya Jessica lagi.

“Itu semua salah mu, siapa suruh kau memaksa ku untuk pergi liburan kemarin. Jadi pekerjaan ku terbengkalai” jawab Siwon membela diri.

“Tapi kau tidak harus pergi ke Pulau Jeju” jawab Jessica tak mau kalah.

Siwon merasa lelah, karena jawabannya sama sekali tak di terima gadis ini. Maka kali ini Siwon memilih diam, tak menjawab pertanyaan dari gadis bermarga Jung ini.

“Dengan siapa kau pergi?”

“Im Yoona” jawab Siwon cepat, Jessica langsung tertegun saat Siwon mendengar nama Im Yoona.

“Apa?’

“Aku pergi bersama Yoona, apa kau lupa Yoona itu sekretaris ku jadi aku mengajaknya” jawab Siwon menghiraukan tatapan Jessica yang terlihat sedih.

“Boleh aku ikut”

“ANDWAE” tegas Siwon seketika Jessica kaget mendengar nada bicara Siwon yang sedikit naik.

“Wae Oppa?” Tanya Jessica lagi. Siwon diam sejenak lalu duduk di samping Jessica, menatap mata gadis ini “ Sica, aku pergi bersama Yoona karena perjalanan bisnis. Jadi kalau kau ikut kau akan kesepian disana, karena aku dan Yoona akan mengunjungi beberap pekerjaan disana” Siwon berusaha meyakinkan tunangan ini.

“Hanya kalian berdua yang pergi?” tanya Jessica memastikan.

Siwon menganggukan kepalanya sebagai jawaban, Jessica pasrah. Terlihat jelas dari raut wajahnya. Gadis ini begitu sedih seakan tak mau kehilangan Siwon.

Jessica memeluk Siwon, menyandarkan kepalanya di dada bidang tunangan ini.

“Oppa..”

“Nde…”

“Berjanjilah kau tidak akan menyakiti ku, kau tahu kan aku sangat mencintai mu Oppa. Baiklah ku izinkan kau pergi, tapi dengan syarat setelah perkerjaan mu selesai segera lah pulang arraseo?’

Bagai disadarkan kembali, Siwon langsung terdiam. Dia tampak sedikit tercengang atas ungkapan Jessica ini.

“Oppa…” Jessica meminta Siwon menjawab pertanyannya tadi.

“Nde….” Hanya kata itu yang dapat Siwon katakana, rasanya saat ini dia kehabisan kata-kata atau lebih tepatnya lagi terlalu bingung merangkai kata-kata yang tepat atas pertanyaan  Jessica ini.

**

“Kau akan berangkat ke Pulau Jeju, bersama Siwon?” kuas yang Donghae pegang langsung jatuh ke lantai. Donghae melihat Yoona yang tengah duduk di sofa sambil menundukan kepalanya.

“Untuk apa kalian pergi ke pulau Jeju” Donghae duduk di samping Yoona.

“Oppa…sebenarnya ini perjalanan bisnis, Siwon akan memantau pembangunan hotel baru di sana, sekaligus ada pertemuan dengan investor dari China” jawab Yoona menatap mata kekasihnya itu.

“Begitu, berapa lama?”

“Aku tidak tahu, tapi Siwon bilang satu minggu itu paling lama” jawab Yoona begitu hati-hati.

“Lalu kau menjawab apa saat dia mengajak mu pergi?” Tanya Donghae lagi.

“Aku tidak bisa menolak Oppa, karena bagaimana pun juga di kantor posisiku sebagai sekretarisnya jadi apa boleh buat”

Donghae mengerti, dia mengela nafas sesaat setelah Yoona mengucapkan itu.

“Baiklah, karena ini perjalanan bisnis aku mengijinkan mu” jawab Donghae tersenyum.

“Benarkah Oppa, tadinya aku pikir kau tak mengijinkan ku pergi” jawab Yoona tersenyum.

“Kenapa aku tidak mengijinkan mu pergi, toh kalian berdua tidak ada hubungan apa-apa hanya sebatas atasan dan bawahan bukan kah begitu?”

Deg….

Yoona langung terdiam, diam dan diam. Yoona berusaha mencerna setiap kata yang Donghae ucapakan, tapi entah kenapa Yoona merasakan hatinya sakit, begitu sakit sehingga tanpa ia sadari gumpalan air mata kini menghiasi pelupuk matanya. Donghae yang menyadari perubahan sikap Yoona samar-samar mengerutkan keningnya heran.

“Yoona gwenchanayo”

“Ah, nde..ahh kenapa mata ku perih Oppa, aku tidak apa-apa sepertinya tadi ada debu masuk” Yoona menggosong-gosok kedua matanya berusaha mengelabui Donghae yang saat ini masih menatapnya heran.

“Yoona…”

“Emmm”

Donghae menatap mata Yoona yang memerah lalu sedetik kemudian meraih tubuh Yoona masuk kedalam dekapannya, Yoona sedikit terhenyak dengan perlakuan Donghae kali ini. Dongahe memeluknya begitu erat, seakan takut kehilangan dirinya.

“Oppa, ada apa?” Tanya Yoona bingung.

“Tidak, hanya saja akhir-akhir ini aku takut kehilangan mu, Yoona berjanjilah kau akan setia padaku, dan berjanjilah kau tidak akan meninggalkan ku dan menyakiti perasaan ku. Yoona, kau adalah matahari ku. Aku sangat mencintai mu, apapun akan ku berikan untuk mu sekalipun itu adalah nyawa ku, jadi ku mohon jangan sakiti perasaan ku, aku tak mau kehilangan orang yang ku cintai untuk yang kedua kalianya”

Perlahan air mata Yoona melelah, dan kali ini benar-benar tak terbendung. Jujur saja ini adalah pertama kalinya Donghae memelukanya seperti ini. Memeluknya sangat erat seperti takut kehilangan dirinya, dan jujur saja ini pertama kalinya Donghae mengatakan ini pada Yoona.

Tiba-tiba ucapan Eunhyik tadi siang melintas di benak Yoona, ucapan yang membuat Yoona bingung menentukan arah perasaannya. Di tambah sekarang, Donghae laki-laki yang sudah 7 tahun lamanya mengisi hari-harinya mengatakan hal ini, sungguh ini membuat batin hati dan pikiran Yoona menjadi kacau.

“Aku terjebak di dalam lingkar permainan yang ku buat sendiri”

“Aku ingin pergi…aku ingin pergi…”

Yoona menutup kedua kelopak matanya, dan meleleh lagi air mata itu. Sementara Donghae semakin mengeratkan pelukannya pada sang gadis yang amat ia cintai.

**

Tak jauh berbeda, di tempat lain pun sepasang manusia tengah berpelukan.

Jessica, gadis itu menitikan air mata sambil memeluk erat sang tunangan yang amat ia cintai, entah kenapa gadis ini seperi takut akan kehilangan Siwon, namja yang sudah membutnya jatuh hati.

Berbeda dengan Jessica, Siwon malah terdiam membiarkan Jessica memelukanya tanpa ia balas sedetik pun  pelukan dari tuangannya ini.

“Ini sulit, tapi aku harus mengambil keputusan yang tepat…”

“Oh Tuhan, apa yang harus ku lakukan”

To Be Countinued

TBC juga akhirnya, Nited mian untuk keterlambatan FF ini dan  FF You are miracle for me sama The right woman for me. Karena Note book ku masih di service, ini aja aku buat pake lappy eonni ku #ketahuan minjem deh …..-__-

Oh yah gimana chapter ini? Emmm RCL yah aku buatnya ngebut lho….heheheh

Kalau nemu Typo yang gak enak di baca miahae..;)

Kamsahamnida..

Pos Sebelumnya
Tinggalkan komentar

147 Komentar

  1. Makin dramatis aja..
    Seru2 mkin pnasaran
    Tpi Ά̯͡к̲̣̣ύ bingung part 2-4 ko G̲̮̲̅͡åк̲̮̲̅͡ ª∂ά̲̣̣̣̥ ea..jadi G̲̮̲̅͡åк̲̮̲̅͡ bisa baca..

    Balas
  2. aat yoonwon

     /  Agustus 2, 2013

    Makin rumit konfliknya

    Balas
  3. dina

     /  Agustus 5, 2013

    Nambah seru ƞȋ̝̊♓ ceritanya…penuh konflik..cinta segiempat..Chapter 7 lanjut…

    Balas
  4. KieWonkyu

     /  Agustus 23, 2013

    apa donghae sakit ? koq skit kpla trus ..
    n apa sica tau masalalunya yoonwon ? koq abs brtnya k yoona dia nangis …
    wah yoonwon dlema ,, tpi ksian jga sih sica bnr” gx d.anggap sma siwonnya ,,,

    Balas
  5. sari

     /  Agustus 27, 2013

    kasihan sica gak dianggap sama siwon
    donghae sakit ya? kok kepalanya sakit

    Balas
  6. aekenpoh

     /  September 8, 2013

    sebenernya aku dah ngikutin ni ff dah dari awal tp saking lamanya pembuatanya ( tdk bermaksud menyalahkan authornya hehe) harus baca dari awal lg biar dapet feelnya lg

    Balas
  7. rayna

     /  Desember 4, 2013

    Nambah seru ƞȋ̝̊♓ ceritanya…penuh konflik..cinta segiempat..Chapter 7 lanjut…

    Balas
  8. ayu dian pratiwi

     /  Februari 4, 2014

    Mian aku bacanya dari chap ini chap sblm nya blm baca🙂

    Balas
  9. tia risjat

     /  Maret 10, 2014

    ep2 ini sungguh sukses membuat saya, yoona, wonppa, sica dan haeppa menggalau.. aduh.. keterusannya gimana nich? kasian sama sica dan haeppa kalo harus patah hati. tapi kalo yoonwon ga bersatu, saya kasian sama diri saya sendiri(?) soalnya pasti bakalan nangis bombay lagi dan bakalan kena marah mommy karena sampah tissue yang berserakan. (lebayyy ah!)

    Balas
  10. Dede

     /  Maret 16, 2014

    Kenapah donghae nerima ajakan jessica liburan bareng?sepertinya yoona msh cinta banget sama siwon.apa yg akan terjadi dpulau jeju nanti yah?

    Balas
  11. yeona

     /  Maret 31, 2014

    Hhuh,sedih bnget sih kisah cinta yoona onni.
    Kasihan kapan dia bisa hidup bahagia tanpa ada beban

    Balas
  12. ndashof

     /  April 1, 2014

    sangat mengharukan baca ff ini..
    akan sperti apa ya,saat mereka berada di pulau jeju…

    Balas
  13. nina

     /  Mei 4, 2014

    makin serrruuuuu,,,,,bkin galau,,,,mkin dramatiss….

    Balas
  14. Rhiiyoonah

     /  Mei 4, 2014

    Hadeh…makin galau aj ni ff..mkin seru aj n tmbh pnsran iyaa…duh rumit deh hbgan yoonwonhae gmn ntr’a…donghae oppa jgn skit yaa..
    Tukeran aj..yoonwon balikan,donghae am sica..

    Balas
  15. any

     /  Mei 18, 2014

    Dari chapt. 2 sampe 6 kok makin galau y???kapan ada yoonwon moment romantisnya????

    Balas
  16. Wah..akan mulai CLBK nih…kasian banget bwat haesica lanjut thot…tmbah pnsaran

    Balas
  17. Gue pengen bunuk kata kata TBC dari ff ini :v #plaal

    Balas
  18. Dahlia GaemGyu

     /  Juli 31, 2014

    kangen YoonWon moment yg romantis2an

    Balas
  19. Mia

     /  Agustus 2, 2014

    Semakin tegang aja nih suasanaxa

    Balas
  20. anas irwandi

     /  Agustus 19, 2014

    kapam ada romatis buat yoonwon dan dari chapter 2 sampai 6 kok malah tambah galau

    Balas
  21. marsiah

     /  Februari 28, 2015

    Wah ni ceritanya mangkin seruh aja,yoona smankin bimbang sama perasaan nya sendiri.

    Balas
  22. sepertinya di chapter ini jesica sdh mulai curiga dan tahu sesuatu

    Balas
  23. Susi

     /  Mei 12, 2015

    Apa sebenernya donghae sudah mengetahui yang sebenarnya,,??
    Jessica gasis yang baik,
    Tapi apakah dia masih akan bersikap sebaik itu kalau nanti dia tau yang sebenernya,
    Dan sepertinya jessica sudah mulai curiga dengan hubungan siwon dan juga yoona..

    Aku rasa kepergian yoonwon ke jeju bukan karna urusan bisnis, apa sebenernya siwon merencanakan sesuatu,, ??

    Balas
  24. wiwin

     /  Juli 2, 2015

    Ah males…di chapter ini…yoona menyeralah..donghae jangan berharap….jessica menjaulah…siwon berjuanglah….

    Balas
  25. omegaaattt benar-benar membingungkan!! Penasaran banget sama part selanjutnya

    Balas
  26. raratya19

     /  Oktober 20, 2015

    aku curiga, jangan2 mereka pergi ke jeju bukan untuk perjalanan bisnis lagi, tapi ini salah satu rencana siwon untuk mengembalikan hubungan mreka berdua, sebenarny akasihan juga sama jessica dan donghae nantinya

    Balas
  27. Swari kartika

     /  Maret 31, 2016

    Aku pngen yoonwon bersatu tp kasian donghae .. mana dy lg skit kan jgn2 donghae skit parah pusing2 dikepala itu siapa tau pnyakit serius kan. Huaaaa kasian.

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: