[FF] My Love (Chapter 6)

My love

part 6.

AUTHOR:  ANNELIES .

GENRE: ROMANCE, FRIENDSHIP.

My love balik lagi… lama ya? Maaf ya.. prnya banyak banget! Ayo komen komen komen yang banyak.. *maksa#plak

Unlike?..

Don’t read..

Don’t bash..

Reader please coment.. make me better okay..?!

CAST: IM YOON AH.

           CHOI SIWON

           KWON YURI  as  KWON KRYSTAL

           MAX CHANGMIN  as  JUNG CHANGMIN.

            JUNG JESSICA.

           SEOHYUN.

           KYUHYUN

           TIFFANY HWANG    

          HEECHUL.

           TAEYEON, SUZY.

          KIM SOOHYUN.

          NY. CHOI.

Back song: its love (taeyeon ft sunny)

                    Missing you like crazy (taeyeon)

My love part 6.

Yoona pov.

Aku hanya menggembungkan pipiku saat kubaca surat kemanusiaan dari jalur gaza itu, Bagaimana di zaman yang sudah modern ini masih ada seperti itu? menurutku pribadi itu adalah sebuah penjajahan kolonialisme yang menutupi itu dengan atas nama agama dan tuhan, macam apa pula ini tuhan dipermainkan!! Kubuka cepat ipadku dan segera meng-googling data tentang palestina-israel, isinya sama saja gambar ibu ibu dan bayinya yang terlihat memprihatinkan,tiba tiba seseorang manyelonong masuk dan duduk di sofa tempatku selonjoran, aku terpaksa menekuk lutut.

“yoong, manakah yang cocok untuk gaun pengantinmu???” jessica unnie menyerahkan buku tebal itu kepadaku, aku menerimanya dan tersenyum kecil.

“aku merekomendasikanmu untuk memilih diantara 2 gaun putih itu, mana yang kau suka?” dia duduk manis masih ditempatnya.

“aku sukayang ini…” kutunjukan padanya gambar gaun putih disebelah kiri halaman.

“cocok, kau pandai memilih, aku akan pesan ini satu… ah besok kau juga harus membantuku juga menyiapkan pernikahanku, kan aku bantu kau sekarang ini… arra?” dia bangkit berdiri bersiap meninggalkan ruang apartemenku menuju apartemennya yang hanya didepan pintu.

“sip, unnie…” aku menunjukan jempol padanya, dia tersenyum lalu berlari keluar kembali keapartemennya.

‘hhh… aku yang mau menikah mengapa dia yang begitu sibuk?!’ aku tersenyum kecil kepada seseorang yang akan menjadi adik iparku.

Aku bangkit dari sofa,setelah mencuci muka dan sikat gigi, kusempatkan diri berdiri dibalkon apartemen menikmati cahaya gemerlap kota paris.

Enam tahun sudah aku meninggalkan korea, hanya berkunjung 3 kali selama 6 tahun. Sedangkan seohyun dan lainnya terakhir kesini 2 tahun lalu saat pertunanganku dengan changmin. Memandang kota ini semakin membuat rinduku menjadi jadi kepada tanah airku kepada segala suasana disana, dan esok, 3 bulan lagi aku akan menempuh sebuah acara yang baru pertama akan kulakukan dalam hidupku. pernikahanku dengan changmin oppa! Sosok lelaki sempurna dengan segala itikad baik dan lembutnya, lelaki yang sejatinya selalu tersenyum. Usiaku yang hampir menginjak kepala 3 tentunya sudah pantas untuk hal itu. Tapi entahlah ada yang kurasa kurang nyaman…

Teringat aku pada kehidupanku dikorea dulu, teringat pula aku pada siwon. Bagaimana kabarnya? Bagaimana keadaannya?. Seperti biasa aku selalu menangis bila mengingat dia, kupandangi bintang berharap bintang akan mengerti maksudku dan menyampaikannya pada siwon…

Seseorang memelukku dari belakang.

“kenapa kau menangis sayang??” suaranya lembut tepat ditelingaku, aku segera menghapus air mataku.

“oppa bisa tidak kau tidak mengaggetkanku…”  aku menggoyang goyangkan pundakku tanda protes.

“jawab dulu kenapa kau menangis? Gadiskku mengapa kau menangis…” changmin oppa memeluku semakin erat akupun terdiam, dia meletakan kepalanya dipundakku tanda meminta jawaban.

“teringat korea oppa…” jawabku, aku tak dapat berbohong toh aku memang tidak berbohong, korea menyimpan seribu arti bagiku.

“begitukah… aku juga rindu korea… tapi kau tak boleh menangis okay… istirahatlah besok kita harus berangkat keinggris menghadiri acara donasi untuk gaza itu, kau sudah menerima surat itu kan??” aku hanya mengangguk mengiyakan.

Ia cium keningku lalu pamit.

“sepertinya aku tidur diapartemen jessica, besok kita berangkat gasik tidurlah lebih awal…” ia keluar apartemenku aku hanya trsenyum mengangguk.

Aku beranjak tidur menyiapkan kembali hari esok.

Esoknya…

Jam 10 pagi waktu setempat aku sudah sampai didepan sebuah gedung megah tamu pun berdatangan tak terkecuali wartawan dari seluruh penjuru dunia. Changmin oppa menggandengku untuk mengikutinya, dia membawaku kedalam gedung pelayan menyambut lalu menunjukan kursi kami.

Kami duduk dikursi baris kedua dari depan dibarisan kelompok pengusaha dan kesehatan, changmin oppa duduk disebelah kiriku.

“yoong aku ketoilet  dulu ya…” dia izin dengan ekspresi menahan kencing, aku memicingkan mata.

“heh kau ini oppa, ya sudah sana cepat! jaga tingkah lakumu oppa!!” aku tertawa sambil memukul lengannya.

Dia pun pergi, sebelum dia pergi dia sempat melet aku hanya geleng geleng kepala. Lalu aku mengeluarkan iphone ku dan mulai menyibukan dengan benda putih ini, seorang lelaki nampak duduk disebelahku, aku tak melihat wajahnya hanya saja memerhatikan dia mengambil dan menggunakan ipadnya, dari tangannya sepertinya asia. Aku masukan iphoneku kedalam tas lalu dengan sengaja aku menoleh kepada lelaki itu.

Aku menoleh dengan tersenyum, dia balas tersenyum. Tapi kian lama aku sadar dia bukan seseorang yang asing, senyumku hilang begitupun dengannya, kami saling menatap tak percaya.

“yoong…” seseorang memanggilku, aku langsung tersadar dan menatap pada sumber suara itu lalu tersenyum kaku.

“siwon ssi bagaimana kabarmu??” dia menyapa ramah siwon dan mengajaknya berjabat tangan, siwon pun membalas aku tak tau air muka siwon tapi sepertinya aku tahu dia gugup dan terkejut.

“changmin ssi, baik, bagaimana dg dirimu??” sahut siwon, mereka mengobrol dg duduk sehingga aku diantara mereka.

“tentunya baik sekali siwon ssi… perkenalkan ini tunanganku…” changmin menunjuk aku, aku menoleh pada siwon siwon memandangku tak percaya namun sesaat kemudian tersenyum dg ikhlas dibuat buat.

“choi siwon imnida…” dia mengajakku berjabat tangan.

“emm… im yoon ah imnida…” akupun tersenyum, tangan kami terlepas.

“yak shim changmin kau sangat pintar memilih wanita dia sangat cantik…” siwon memujiku, aku membuang muka dari siwon menatap kebelakang changmin, hatiku teriris disini.

“tentunya siwon ssi… bagaimana dengan mu?” changmin oppa bertanya dengan nada cukup jail, aku menatap lurus kedepan.

“belum menemukan setelah perempuan yang pernah pergi dariku dulu…” sahut siwon dengan nada menyindir yang kental yang hanya aku dan siwon yang tahu maksudnya.

“sepertinya lebih nyaman jika kalian berdua bersebelahan… oppa kita tukeran saja ya?” aku menoleh kepada changmin oppa.

“tidak tidak susah yoona ssi… acara dimulai sesaat lagi…” sahut siwon, kurasai siwon memang ingin membuatku makin tersisa atau entah apalah.

Benar, acara pun dimulai dengan serangkaian pidato2 yang cukup membosankan. Siwon maju dipertengahan acara ternyata ia donatur 10 % dana untuk kegiatan sosial ini walau bukan donatur utama.

“oppa kau kenal dia kapan??” aku berbisik kepada changmin oppa.

“dia temanku saat sma, dia penuh dengan misteri akan uceritakan padamu nanti…” changmin oppa berbisik juga, aku hanya mengangguk ngangguk.

‘tak perlu kau beri tahu oppa aku tahu itu semua’ batinku.

Tepat siwon kembali kekursi changmin oppa naik kepodium membacakan rancangan dari pihak kesehatan dan kedokteran, cukup lama ia didepan.

“dia tunangan mu??” siwon berbisik tiba tiba, aku mengangguk.

“aku ingin bicara denganmu nanti malam saat ia harus rapat dengan WHO…” dia berkata dengan santainya, aku tak menjawab dg apapun.

My love,

“origeseo oppa?” tanyaku ditelpon kepada changmin oppa.

“oh yoong mianhae aku tak ijin, aku ada digedung parlemen repat dengan pihak WHO, kau tak apakan dihotel sendiri??” katanya dalam telfon.

“baiklah oppa, jng pulang terlalu malam besok kita harus embali ke korea..”

“baiklah yoong, sekarang kau tdur istirahatlah…” calon suamiku itu menutup telfonnya.

Aku terduduk dikursi hotel memandangi sebuah nama restoran, ini alamat yang siwon beri, katanya siwon ingin menyelesaikan masalah kami. Bimbang menyeruak dalam hatiku antara statusku dan nuraniku. statusku yang sebagai calon istri dari shim changmin kerap mengalahkan kuasaku pada nuraniku sendiri. tapi tak sekarang, diriku tak kuasa membantah nuraniku. aku hanya ingin menyelesaikan masalah masa lalu ku bukan kembali padanya, kuraih mantelku lalu akupun beranjak keluar menuju cafe hotel itu.

Aku diantar masuk oleh seorang karyawati kulihat siwon sudah duduk disofa itu. Siwon tak menyadari kehadiranku, setelah mengantarku sampai diambang pintu ruangan karyawati meminta dirri aku hanya mengangguk. Siwon memanang lekat keluar jendela memandang lekat kota london, kuperhatikan dia memaai sebuah jas kantor mantelnya ia letakan dilengan sofa.

“ekhem..” aku berdehem dia menoleh kepadaku, aku berjalan mendekat.

“oh dokter im silahkan…” dia dengan senyumnya mempersilahkanku duduk disofa yang berada dihadapannya.

Akupun duduk disofa yang dimaksud kulepas mantelku dan menaruhnya disisi sofa, jika dibanding pakaian ku pakaiannya jauh lebih sopan. Setelah selesai melepaskan mantel baru kusadarri sedarri tadi siwon menatap tajam kearahku oh god help me plis…

“kau selalu cantik….” katanya membuatku gugup.

“bukankah itu terrjadi pada semua wanita?” kucoba menutupi gugupku dia tersenyum.

“tak kukirra akan secepat ini kisah hidupmu… secepat ini kau akan menikah…”  dia menyender pada sofa, aku tak memberikan jawaban apapun pelayan masuk membawakan coklat hangat dan capucino.

“jujur aku terkejut dengan keadaan, ya kau memang senang sekali membuatku terkejut… kau membuatku terkejut dengan perasaanmu padaku, kau membuat kuterkejut karena perasaanku yang kau buat, kau buatku terkejut karena kepergianmu yang mendadak dan kini kau membuatku terkejut dengan rencana menikahmu… “ dia tersenyum sinis padaku sambil meminum kapucinonya lalu membuang tatapan ke luar jendela.

“tenang dokter im aku bertemu denganmu hanya ingin menyelesaikan masalah dan kesalah pahaman… dulu kau pergi mendadak sehingga aku tak dapat mengucapkan terimakasih atau apapun… maka kini aku akan berterimakasih padamu…” dia melanjutkan perkataanya lalu meletakan kapucino dimeja.

“itu memang sudah tugasku kurasa…” jawabku terbata.

“memang, marilah buang kesalah pahaman ini…” sebelum ia menyelesaikan perkataannya aku menyela.

“kesalahpahaman apa yang ada pada kita? Dan kapan aku pergi mendadak? Kapan aku mengejutkanmu dengan rentetan sebeb yang kau ucapkan??” nadaku menaik, aku tak bisa terima tekanan yang ia beri terus menerus ada perasaan terhina.

“bukankah aku pergi karena kau yang suruh? Tentang perasaanku bukankah itu memang wajar bagi seorang manusia menyukai lawan jenisnya? Dan tentang pernikahan, bukankah pernikahan adalah impian terbesar manusia khususnya wanita selain mencapai surga yang abadi?? mengapa kau hanya memandang dari sisi mu saja… lalu kalau begini siapa yang picik choi siwon???” sukses yoona, sukses besar lampiaskan semua ayo!!!

Kulihat tengkuknya menegang, saat aku sudah selesai berbicara dia menarik nafas menenangkan dirinya sendiri.

“baiklah semua aku yang salah… dan aku minta maaf tapi tolong lupakan semua itu, kembalilah ke kita yang tak kenal satu sama lain kau tunangan dari sahabatku… pulanglah sebelum ia kembali..”

Kuraih mantelku aku sedikit menunduk memberi hormat lalu pergi dari ruangan itu. Jujur tuhan aku tak tega sama sekali tak tega tapi jika aku tak begini dia akan terus terlarut. Sesampainya dikamarr aku langsung menuju  balkon kupandangi gemerrlap ota london.

‘yoona sebenarnya kau mencintai siapa?’

‘siwon atau changmin?’

‘bertindaklah yang bijak… kau tak boleh melukai keduanya…’

“argghh…” aku mengerang keras sambil meremas  keningku sendiri, hanya perrtanyaan itu yang berada diotakku.

Aku menyendeh disofa balkon, mengatur nafas dan emosiku. Memoryku memutar kenangan itu dengan indahnya setiap pagi berangkat berkuda dengan siwon bercengkrama dengannya layaknya kekasih, tidak yoona tidak bisa terus bergini!!!!

Siwon pov.

Dia berjalan keluar, pemikirannya sudah keras,pemikiran cerianya sudah kunodai dengan sebuah pemikiran yang pernah terluka karena menuruti kata hati. Kurasai pribadinya pun berubah ia menjadi seorang dengan pribadi gelisah, selalu berhati hati dengan siapapun. Apalagi padaku yang pernah menyakitinya. Dia menyingkirkan semua perasaannya yang kurasa demi perasaan orang lain yang mencintainya, dan belum pernah menyakitinya, bukan aku karena aku yang menyakitinya dan yang membuatnya seperti ini. dia takut disakiti dan takut menyakiti.

Aku tersenyum sinis menyadari takdir cintaku yang mengalir tak semulus karierku. Karierku meluncur lancar tanpa kendala dan hambatan berarti sedangkan cintaku terhenti seperti tersedak sebuah durian.

Flash back.

“heh tuan choi, bangun sudah siang! Kau bisa terlambat bekerja!! Tuan choiiii!!!!” terdengar olehku yoona memanggil manggil. Dia begitu mirip ibuku sangat disiplin.

“tuan choi…” dia terus berteriak tanpa henti akhirnya akupun bangkit.

“tuan cho…”belum sempat menyelesaikan teriakannya aku sudah membuka pintu dia hampir tersungkur.

“kau!!!” dia memukul kecil lenganku.

“dokter im bisa tidak kau kecilkan volume suaramu… sangat berisik…” kataku dengan masih menutup mata.

“kau ini bagaimana! kau harus menemui clientmu yang dari rusia itu!!!” dia mendorongku ke kamar mandi. “cepat mandi!!!” dia mendorongku sampai ambang pintu.

“mandikan!!!” aku menggerling jail, ak menjulurkan lidahku padanya untuk menghindarri serangan balasan aku langsung masuk kemar mandi.

“yak!!! Kau choi siwon tak akan kuampuni kau!!!” dia bertriak mengancam.

“atut…” aku berpura pura takut lalu terkikik didalam kamar mandi

“kau!!!!” setelah itu tak terdengar lagi suaranya.

Flashback end.

Aku tersenyum mengingat semua itu, setiap pagi ada saja yang kami perdebatkan. Atau aku yang malas sehingga dia mengomel. Dulu kami begitu luwes, kami berkata apapun yang ingin kami katakan berbeda dengan kini. Satu dua patah kata  pun melalui perjuangan keras.

My love.

Yoona pov.

Esoknya tepat pukul 6 ppagi aku dan changmin oppa take off menuju paris. Kami duduk bersebelahan tentunya. Seperti biasa dia tak pernah membuatku menganggurr selalu mengajaku berbicara memang lelaki yang hangat.

“menurutmu, dimana tempat yang nyaman dan indah untuk kita bulsan madu nanti?” untuk kali ini aku benar benar terkejut. Bulan madu!? Perrnikahan saja sulit.

Kucoba untuk tenang dan aku berpura berpikir. Dia mengusap lembut rambutku yang terurai, ia raih tangan kananku lalu menciumnya pelan.

“entahlah oppa… aku tak ada ide… istirahatlah oppa kau banyak kerjaan setelah ini…” sahutku,kuraih pundaknya dan memijatnya.

“ah yoong…” dia menyingkirrkan tanganku dari pundaknya lalu bersandar di pundakku.

“gomawo yoongie…” ucapnya memejamkan mata, aku tersenyum kubelai pipinya dia pun tersenyum sambil membuka matanya dia meraih tanganku ia genggam tanganku, kubiarkan ia terlelap dipundakku sambil menggenggam lembut tanganku, changmin oppa.

Seperti ini yang ku maksud, changmin oppa sangat baik dan dapat mengerti diriku. Dia juga sangat lembut dan hangat aku nyaman disisinya tak perlu memikirkan dia akan menyakitiku atau bagaimana karena aku tahu persis bagaimana ia mencintaiku, akupun menyayanginya. Tak mungkin kusakiti lelaki yang dapat membuatku tersenyum dan tulus padaku. aku belajar kelembutan, kehangatan dan ketulusan dari lelaki ini, dia terbiasa lembut padaku  secara tak langsung tubuhkku pun merespon untuk melakukan timbal balik padanya. Tak salahkan bila aku benar benar bimbang? Atau jika aku memilih jung changmin untuk masa depanku kelak?

Jujur tak jarang bayangan siwon hadir ketika kuberhadapan dengan changmin oppa. Seperti sekarang, ingatanku melayang mengingat saat aku bersama siwon. Zihhhh…. siwon pergilah mulai hidup barumu…. entahlah aku masih mencintai siwon atau tidak.

3  bulan kemudian…

Aku dibawa ketengah altar tempat calon suamiku dan sang pastur berdiri, heechul oppa menggandengku menjadi perwalianku. Aku tegak berjalan tak setegak jiwa dan perasaanku kini… perasaanku bercampur menjadi satu entah rasa takut khawatir bersyukur haru sedih senang. Saat heechul oppa menyerahkan tanganku ke tangan changmin oppa dan changmin oppa tersenyum padaku saat itulah aku mulai sadar aku harus memulai mencintainya… mataku memanas menembus dalam bola matanya ketulusan terpancar jelas,aku tersenyum bersamaan dengan setetes air yang mengalir menelusuri pipiku…

Sang pastur memimpin jalannya upacara sakral ini, changmin oppa dengan tegasnya menjawab ‘ya’ saat sangpastur tanyai. Akupun menjawab ya dengan seluruh kekuatan dalam diriku. Dan kini kami resmi menjadi sepasang suami istri, aku dan changmin oppa. Aku kini jung yoon a.

Waktunya pertukaran cincin,aku sempat memandang sekilas kearah keluargaku dan keluarga changmin oppa. Changmin oppa adalah anak tunggal yang sudah kehilangan 2 orang tuanya. Kulihat orang yang kusayangi memerah menahan haru pipi mereka basah meskipun sudah diusap dengan tisu. Changmin oppa memasangkan cincin padaku begitu juga aku, saat wajahnya mendekat untuk menciumku, tak sengaja aku melihat siwon, siwon!! Dia hadir!!! Dia tersenyum sambil menunjukan dua jempolnya padaku senyumnya begitu lemas… choi siwon maafkan aku, lupakan aku dan carilah wanita, banyak yang lebih pantas dari seorang im yoon a. Aku tersadar wajah changmin oppa semakin mendekat kupejamkan mataku changmin oppa mencium lembut bibirku. Sorak sorai terdengar dari para tamu, tapi telinga hatiku mendengar bisikan siwon yang sangat lembut.

“im yoon ah selamat sayang selamat… berbahagialah kau dengannya aku mohon jangan pernah lupakan aku simpan semua kenangan kita, doakan aku bahagia ya… aku yakin ia dapat menjagamu cintai dia sepenuh hatimu berbahagialah… dari choi siwon lelaki yang akan selalu mencintaimu dan menjagamu dari jauh”

Bisikan itu terdengar saat changmin oppa mulai menyiumku, lalu lenyap ketika kami berdua melepaskan ciuman kami, kusadari siwon sudah tidak ada ditempat, aku menatap miris. Segera ku alihkan kepada changmin oppa dia tersenyum tulus. Gereja itu penuh dengan sorak sorai dan kelopak bunga yang mereka lempar2. Aku tersenyum melihat semua bahagia tiba tiba seohyun lari kealtar dan memelukku, yang lain mengikuti mereka keluargaku dan keluarga changmin oppa menyalami kami berdua.

Kehidupan baruku dimulai dari detik itu juga, kujalankan tugasku sebagai seorang istri dia tak berubah tak pernah berubah selalu lembut dan tulus, membuat aku terbuai dalam pelukan dan dekapannya. Aku berusaha keras untuk menghilangkan bayangan siwon minimal saat aku bersamanya walau kerap gagal.

18 bulan kemudian.

“yoong, kau ini benar benar masa kau meninggalkan anakmu yang masih 3 bulan itu…” krystal  mengeleng gelang melihat aku masuk kerja, kami memang sudah akrab aku memanggilnya dg unnie sedangkan dia memanggilku sesukanya.

“ah unnie cutiku sudah habis masa aku dirumah terus aku harus profesional…” kataku tanpa mengalihkan mata dari dokumen yang lama tak kuurus. “lagian aku hanya bekerja separuh dari jam kerja jadi tak apa lah..” lanjutku.

“tetap saja yoong, eh tadi kulihat changmin sajangnim terburu buru lalu menaiki mobilnya entahlah mau kemana…” krystal unnie juga sibuk mendata untuk laporan tahunan.

“jinjja dia tak beri tahu aku apapun…” aku mengalihkan pandangan dari dokumen ke krystal unnie, dia hanya mengangkat bahu tanda tak tau.

Kring~~~

“ini dia unnie, changmin oppa menelfonku…”

Segera kuangkat telfon genggamku dan kutinggalkan berkas berkas daftar pasien.

“yeboseyo oppa??”.

“yoong… oppa akan berankat ke jalur gaza hari ini.

“banyak sekali mereka yang terrluka… mereka butuh bantuan kita yoong.. tak apa ya??” ucap suamiku dijalur telepon. secepat kilat kuhentikan pekerjaanku, siapaun tau kini gaza dalam situasi genting.

“oppa!!!jangan main main!! disana sedang tidak gencatan senjata oppa… disana sekarang sedang genting…. kembalilah kerumah sakit oppa!!! Sekarang!!!” katau sedikit bernada tinggi, aku langsung beranjak dari tempat dudukku menuju parkiran.

“yoona ada apa?” tanya krystal unnie bingung.

“unnie kau tangani rumah sakit untuk hari ini ok, aku dan changmin oppa ada urusan…” kataku pada krrystal unnie ia hanya mengangguk mengerti.

“oppa simana?” aku kembali berbicara kechangmin oppa jujur aku khawatir.

“oppa dirrrumah yoong… kemarilah…” katanya dijalur telefon.

“baik oppa jangan kemana-mana…” aku menyetir sendiri mobilku yang biasa dibawa supir, aku sangat khawatr jika changmin oppa sampai nekat berangkat itu membahayakan nyawanya.

Aku menyetir dengan kecepatan cukup cepat ditengah keramaian hiruk pikuk kota seuol. Sesampainya dirrumah kami aku langsung masuk kedalam kamar aku tahu ia disana. Bersama jung minho anak pertama aku dan changmin oppa.

“oppa…” aku duduk disisi ranjang, changmin oppa sedang bermain dengan minho.

“yoong… anak kita lucu sekali…” katanya sambil mengelus pipi minho, minho hanya tertawa kegelian, aku tersenyum penuh arti.

“kau tak serius dengan pernyataanmu tadi ditelfon kan oppa??” aku langsung to the point, dia memandangku.

“oppa serius yoong…” katanya lembut sambil memegang tanganku.

“kenapa oppa? Disana berbahaya oppa, apa kau tak memikirkan minho, oppa?” dia terdiam sejenak.

“oppa ingin menolong sesama yoong Cuma itu, percayalah yoong tak akan terjadi sesuatu yang buruk pada oppa…” oppa menyahut, mataku panas.

“oppa, semua orang pun tahu seberapa genting situasi disana tentu oppa lebih tahu dari aku… disana tak mengenal siapapun walaupun oppa relawan pun oppa bisa mati terbunuh oppa?? Ingatkah oppa relawan wanita yang terbunuh arena terlindas benda berat itu?(author ngarang *_*) perasaanku tak enak oppa…” aku membujuknya, walaupn aku tahu sedikit kemungkinan aku berhasil aku, mengenal benar changmin oppa.

“bukan aku tak sayang padamu atau minho tapi initugas oppa sebagai dokter, pengabdian oppa terhadap dunia dan pertanggung jawaban oppa terhadap tuhan… izinkan aku yeobo…” dia memelukku, baiklah aku gagal.

“baiiklah yeobo…” kataku dipelukannya.

“jagalah minho dan rumah sakit… utamakan minho… jika terjadi apa apa bukalah surat yang oppa tulis yang terletak dilemari…” diamelepaskan pelukan.

“takan terjadi apa apa pada oppa berjanjilan!!”changmin oppa hanya tersenyum lalu mengambil kopernya.

“ayo antarkan oppa ke bandara, ajak minho ya…” aku segera menggendong minho, changmin oppa membawa satu koper, lalu kami masuk kemobil pribadinya.

“pak kita kebandara…” perintah changmin oppa kepada supir kami.

Spanjang perjalanan changmin oppa selalu bermain dengan minho, aku bersandar dipundaknya.

“oppa kau berangkat tak sendirian kan?” tanyaku.

“tidak, oppa bersama 14 orang lainnya, changi setelah aku pulang aku berjanji akan berlibur kekorea… oppa janji!!” ia menunjukan kelinkingnya, aku pun menyambutnya layaknya orang berjanji.

“oppa harus jaga kesehatan oppa… dulukan keselamatan oppa, ingatlah minho oppa putra oppa… kembalilah untuknya…” sahutku, ia pasti tahu betapa khawatirnya aku.

Ia mencium keningku, tak lama kemuadian kami sampai bandara. Kami bertiga pun turun. Changmin oppa menghampiri kawannya yang sebagian aku kenal mereka adalah palang merah korea. Aku mengikuti changmin oppa sambil menggendong minho yang sedari tadi tertidur. Akhirnyapun terdengar panggilan pesawat yang akan suamiku naiki akan segera terbang.

“jaga minho yeobo… aku menyayangi kalian sangat sangat menyayangi, aku mencintaimu dan minho yeobo, pamitkan aku pada jessica sudah kusuruh dia kerumah kita, saat kau pulang jessica sudah dirumah dia akan menemanimu… ingat jika terjadi apa apa denganku kau berikan surat yang ada dilemari kepengacara kita… yoongie kau tahu bukan yang kulakukan adalah baik??” dia berkata demikian dengan memandangiku penuh arti.

“ne, yeobo aku tahu… minho pasti bangga padamu, bangga mempunyai appa yang baik hebat dan tegar… lebih dari itu yeobo kau sempurna…” aku mengatakan dengan air mata dipelupuk mataku.

“jagalah minho, urus rumah sakit dengan baik, jessica dia wanita cerdas… doakan oppa yoongie…” kami tahu betapa mengerikannya disana, banyak relawan yang pulang hanya membawa nama.

“ne oppa, jaga dirimu…” dia mendekatkan wajah padaku dia mengecup bibirku sekilas lalu mencium minho.

“oppa akan menghubungimu jika memungkinkan…” dia berjalan menjauh, sukses airmataku menetes.

Entah aku terlalu parno atau bagaimana, tapi perasaanku benar benar tak enak. situasi disana seperti banyak diberitakan oleh dunia internasional situasi disana sangat genting bahkan selama sejarah kisruh disana, saat inilah keadaan paling genting. Selama pernikahan kami atau sejak kisruh itu dia tak henti hentinya mendiskusikan padaku. entah apa ang membuatnya begitu merasa bertanggung jawab akan keselamatan warga sana. Tuhan jaga dia…

Author pov.

Siwon place.

“siwon kau tak bisa begini terus, pulang pergi kantor setiap harinya tanpa ada wanita yang membanunkanmu lembut atau menyambutmu hangat saat kau pulang kantor… siwonnie eomma lelah eomma ini sudah tua cepatlah berikan cucu pada eomma…”ujar ny.choi ditengah tengah sarapan keluarga choi.

“itu benar oppa cepatlah menikah!!! Ah 2 oppaku benar benar lama sekali menikah!!” gerutu tiffany.

“ya eomma leeteuk hyung saja belum menikah kenapa aku disurruh suruh, suruh2 saja dia!” ujar siwon acuh dan tetap memakan sarapannya.

“diakan sudah bertunangan, sedangkan kau?? Menunjukan gadis padaku saja belum pernah…” ujar ny.choi, siwon manyun.

“eomma, bela saja terus leeteuk hyung…” siwon pura2 ngambek.

“alama, anak eomma seperti anak kecil saja!! Kau ini sudah dewasa! Baiklah habiskan makananmu… berangkat kekantorr dan carilah gadis2 rupawan!”nny.choi berkata gemas pada anak lelakinya itu sambil mengacak rambut siwon pelan.

“fany ah, bagaimana hubunganmu dengan hangeng?” tanya siwon, sponta tiffany langsung tersedak.

“apa wonnie? hangeng kawanmu itu?” tanya ny.choi.

“ne eomma… dia namja chingu tiffany…” siwon tersenyum jahil, tiffany yang sedang meminum air putih pun melambaikan tangannya tanda tidak.

“tidak eomma, kami tidak jadian…” ujar tiffany, ia menyenggol kaki kakaknya.

“tidak atau belum?” ledek ny.choi (ibu gaul ya begini).

“ekhem… mudah2an saja belum eomma…” tiffany nyengirr dengan menunjukan eye smilenya yang sempurna, siwon bergidik melihat adiknya berrlebihan.

“ya anak anakku choi… segerelah berangkat!!!” ujar ny.choi siwon dan tffanypun berangkat kekantor mereka, mereka berangkat bersama.

Dimobil

Kring~~~

Hp siwon berbunyi.

“ne yoboseyo hyung?” siwon menerima telfon dari hyungnya leeteuk.

“berangkat kantor hyung, wae?” jawab siwon, tiffany hanya bengong memperhatikan.

“paris? 2 minggu lagi? Ah tolonglah hyung aku banyak pekerjaan disini, hyung saja ya!! Tiket korea paris lebih murah dari us paris bukan? Disini badai terus menerus hyung, banyak jadwal yang ditunda…”siwon menjawab ogah2an, tiffany mendelik bahagia.

“hah paris oppa? Aku mau…” tiffany berteriak kegirangan.

“fany ya diam kau!!” siwon mendelik ketiffany, tiffany manyun.

“yaya hyung bisa kuatur masih 2 minggu lagi kan??” swon pasrah bila sudah dipaksa hyungnya itu, lalu ia pun menutup telefonnya.

“oppa kenapa kau selalu menolak jika keparis? 4 bulan lalu kaupun menolak…”tiffany bertanya kesiwon karena ia merasa aneh dengan oppanya.

Siwon tak menjawab dia hanya terdiam.

“kau aneh oppa…” gerutu tiffany, siwon tak bergeming.

Siwon pov.

‘ayolah siwon, paris itu luas tak berarti paris adalah yoona’ aku terus meyakinkan hatiku.

Tiffany bertanya padaku tak kupedulikan, aku benar benar kacau jika mengingat wanita itu!! Im yoon ah, ah ani jung yoon a.

“kenapa oppa apa karena yoona??” tiba tiba tiffany bertanya demikian, aku hanya menoleh padanya tanpa jawaban.

“aku mengerti oppa tapi aku mohon jangan pernah hancurkan hidup oppa hanya karena ini, yakso??” tiffany berkata demikian dengannada menyemangati.

“ne, yakso…” aku tersenyum manis, ah adikku ini adik yang manja dan berhati berlian.

2 minggu kemudian.

Yoona pov.

Aku mentap nanar surat elektrronik yang changmin oppa kirim padaku, 2 minggu ini kami selalu berkirim surat dg email setidaknya 1 kali sehari, ini membuatku sedikit tenang  tapi tidak untuk surat terakhirnya.

‘dear my beloved wife…

You know you are everything forme? You are special forme?

Ya, kau harus percaya itu, kau segalanya bagiku tak ada yanglain, aku tahu sayang sangat tahu mengapa kau melarangku mati matian untuk ini, karena kau mengkhawatirkan nyawaku bukan? Mengkhawatirkan segalanya tentangku? Dan aku selalu berjanji untuk menjaga diriku dengan seluruh yang terbaik dariku bukan? Maafkanlah aku aku tak mampu menepati janjiku… mianhae… jagalah dirimu yoon ah… jagalah minho jaga!!! Berbahagialah tanpaku, berdirilah dengan kuat dan berhati hatilah… ambil dan serahkan surat yang berada dilemari kepada tuan kwon pengacara kita… aku mencintaimu yoona!!! Ya aku mencintaimu sampai akhir hidupku… lanjutkanlah hidupmu dengan lelaki yang baik… aku menulis ini dengan desiran sisa nafasku dan tenagaku…

Suami yang menyayangimu.

Yang sedang meregang nyawa dibawah runtuhan bengunan.

Jung changmi.

Yesterday, 02.15.

Tubuhku langsung terguncang, berita itu!!! Ternyatabenar changmin oppa terlibat!!

Flashback..

“yoona ya… kemarri…” jessica unnie teriak padaku dari ruang tv.

“wae unnie?” tanyaku sambilmemberi susu ke minho.

“lihat lihat berita itu…” jessica unnie meunjuk nunjuk kearah tv, akupun mengikutinya.

“sebuah peternakan unggas didaerah palestina dilaporkan runtuh kemarin pukul 02.14 karena terkena bom tepat dipelataran gedung itu. Untuk jumlah korban belum teridentifikasi karena radar nuklir yang cukup tinggi dari bom itu, bom yang dikirim pihak musuh.  namun kerugian dtaksir mencapai rp.500.000.000, laporan selanjutnya akan segera kami laporkan…” kata sipembawa acara itu.

Wajahku langsung pucat pasi tapi segera kubuang segala perasaan tak enak ini minho menggeliat dipelukan jessica.

“changmi oppa…” jessica mendesisi pelan. “ tapi memangnya untuk apa dia dipertenakan ya yoona?? Ku harap ia bukan korbannya…” katanya sambil meletakan minho dikasur lipat.

“kuharap begitu juga unnie… tunggu sebentarr ya unnie…” kataku yang langsung larri kedalam kamar dan menyalakan laptopku.

‘tapi kecil kemungkinan jika changmin oppa ada di gedung itu…’

‘ tapi bisa saja contohnya untuk memeriksa makanan layak makan… argghh…’ aku berdebat dalam hatiku.

Ada 1 email dan itu dari changmin oppa aku segera membukanya….

Flashback end.

Aku terlonjak dari kursiku segera mngambil tasku dan kunci mobil.

“yoona kau mau kemana??” jessica unnie berteriak saat aku berlari tergopoh gopoh.

“tunggu sebentar unnie” ujarku tanpa menoleh.

Author pov.

Yoona langsung tancap gas dan mengendarai mobilnya cukup cepat ia menuju kantor palang merah, ia memasuki kantor itu.

“ada yang bisa saya bantu nyonya?” resepsionis bertanya pada yoona.

“ne, saya jung yoona, istri dari jung changmin… saya inn bertemu pimpinan anda…” yoona coba menetralisirr nafasnya. Resepsionis itu terdiam sejenak lalu ia menelfon seseorang.

“ada tamu bernama jung yoon a ssi…” ujar resepsionis itu pada telfon.

“baiklah…” resepsinis itu menutup sambungan telefon.

“maaf nyonya, dia tak berada dikantorr…” ujar resepsionis itu yoona tak percaya.

“hhh… lalu dengan siapa kau bicara tadi?” tanya yoona sinis.

“sekertarisnya…” ujar resepsionis itu tenang.

“kau berani berbohong??” yoona mencengkram kerah resepsionisnya itu matanya memerah menahan air mata.

“katakan dengan siapa kau barusan bicara??!!!” yoona berteriak kesetanan, orang orang disekelilingnya memandang kearahnya, banyak yang coba menghampiri. Yoona sadar tindakannya ini berbahaya dan dapat merusak rputasiny.

Resepsionis itu bergidik, tiba2 telfon berdering yoona melepaskan resepsionis naas itu. Tanpa babibu yoona langsung berlari masuk dan memasuki ruangan pimpinan.

“siapa itu?” pimpinan tertinggi bermarrga jang itu geram.

Ketika tn.jang melihat yang datang adalah yoona dia langsug tersenyum dibuat buat.

“oh anda ny. Jung…” dia tersenyum.

“katakan apa yang terjadi pada suami saya tuan?” yoona to the point.

tn.jang tampak berpikir keras.

“oh nyonya ayolah duduk dahulu, kita bicara baik baik…” katanya ramah.

“tuan jang! Bukankah anda berjanji akan update tentang suami saya… tapi mengapa anda tak memberitahu saya kejadian kemarin!!!” yoona menaikan nadanya.

tn. Jang berubah pucat, ia tak tahu apa yang harus ia katakan.

“tn.jang mengapa?” yoona mendekati tn.jang jarak mereka 1 meter sekarang.

“apakah dia mati tuan? Ayolah mengapa anda tak menjawab…” yoona meneteskan iarmata.

“maaf nyonya jung, belum ada team yang mencoba menelusuri… karena resikonya sungguh tinggi maaf nyonya maaf…” tuan jang merasa bersalah kepada istri sahabatnya ini.

“dia dimana dokter?” tanya yoona yang sudah tergeletak terduduk dilantai.

“dia dipertenakan itu terakhir…”  jawab tuan jang dengan hati hati.

Yoona menangis tersedu sedu, sudah sangat kecil kmungkinan suaminya masih hidup.

“yoona ya…” terdegar suara laki laki dari luar dan tepat saat itulah yoona pingsan dilantai.

Lelaki itu berlari kearah yoona dan membopongnya.

“tn. Choi siwon…” desis tn.jang pelan, siwon hanya menunuk memberi hormat sekenanya.

Siwon membawa yoona kemobil yoona, ia langsung mengarahkan mobil yoona agar menuju rumah yoona. Ditengah perjalanan siwon menoleh kearah yoona.

“kau puncat sekali… dokter jung…” siwon tak tega melihat wanita yang ia cintai terkapar.

“mianhae…” siwon menangis sepanjang jalan.

Flashback.

“ne hyung aku sudah diparis sekarang…” ujar siwon kepada hyungnya ditelfon.

“baiklah…” siwon hanya mendengus setelah mendengar serangkaian perintah untuk esok kepadanya.

Ia naik taksi menuju mobil tak sengaja ia mengecek emailnya.

“jung changmin?” siwon menggrenyitkan dahinya melihat inboxnya.

Siwon pun membuka surat itu.

‘siwon ssi…

Maafkan aku aku akan sedikit merepotkanmu… aku tahu semua tentangmu dan yoona… aku tahu makna sidiranmu kala itu aku tahu kau punya masa lalu yang indah dengannya… kau masih mencintainya bukan? Baiklah aku kini akan menyerahkan semua tugas menjaganya padamu… juga anak sulungku minho… aku lelaki bodoh choi siwon… aku takan mampu berrtahan lebih lama lagi siwon ssi… tolong jaga mereka pergilah keparis hiburlah yoona… aku tak sanggup lagi bernafas lebih lama…

Jung changmin.’

Siwon menggrenyit bingung dengan semua ini. Aku coba menelpon changmin, tetapi tidak bisa. Siwon benar benar bingung kini, entah ide tolol apa yang akan keluar.

“maaf pak apa anda tahu changmin? Jung changmin?” tanyaku pada supir taksi itu dia meliriku lewat jendela.

“ya saya tahu… dokter dari korea itukan?” tanyanya balik, bagus ternyata cara coba coba siwon berrhasil.

“iya betul… apakah dia benar benar popular di paris?” tanya siwon yang heran mengapa supir taksi pun tahu.

“tidak juga… dia pernah menolong nyawa anaku… hah dokter muda itu begitu malang nasibnya…” ia mendesis pelan, siwon menggrenyitkan dahi.

“apa maksudmu?” keheranan siwon berada dipuncak.

“menurut berita yang ditayangkan tadi pagi… dia termasuk daftar orrang yang berada dipertenakan yang dibom itu… memang jasadnya belum ditemukan dan memang karena belum ditelisir… tapi didekat situ ada pembakit listrik tenaga nuklirr, tuan taulah kecil kemungkinan ia masih hidup…” kata supir itu dengan nada bersedih seakan dia kehilangan teman dekatnya.

Siwon berlonjak terkejut. Dadanya naik turun ia tak bayangkan bagamana kondisi yoona padahal yoona baru melahirkan.

“putar arah kegedung palang merah pak…” seruku, aku yakin dapat mengorek informasi dari sana.

Flashback end.

Tbc.

Iklan
Pos Berikutnya
Tinggalkan komentar

74 Komentar

  1. aat yoonwon

     /  Agustus 2, 2013

    Kasihan yoong eonni

    Balas
  2. sari

     /  Agustus 27, 2013

    kasihan bgt yoona

    Balas
  3. Hahh seru ceritanya. Semoga happy ending. Ditunggu bext chapternya…

    Balas
  4. Thor, jangan didiemin ni ff. Sudah lama banget belum dilanjutin. Kan sayang klo gak dilanjutin, ceritanya kan daebakk. Jadi, cepetan lanjutnya thor

    Balas
  5. ayu dian pratiwi

     /  Februari 5, 2014

    Mian aku bacanya lompat2 . 🙂

    Balas
  6. Mony

     /  Mei 3, 2014

    huwaaaaaaaaa….. walaupun aq berharap yoona eonni bkln sma siwon…
    tapi pas tau changmin jadi korban peng’boman, aq gk rela dia ninggal…
    terus kaya apa sama yoona eonni ??
    apa maksud pesan changmin k’siwon thu…
    jadi nnt siwon bkln gantiin posisinya changmin gitu ???

    mana lanjutannya nhi…
    mohon cepetan di publist…
    saya sudah penasarab sekali dgn lanjutannya ….
    please kelanjutannya 😦 secepatnya …

    Balas
  7. Yh kok sma chanmgin sh.

    Balas
  8. Any

     /  Juli 2, 2014

    Sungguh sangat kecewa baca ff ini. gak jelas jalan cerita yg diingkan oleh penulis. kok malah yoona menikah sama channim punya anak lagi…Menyebalakan sekali!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    Balas
  9. sedikit kecewa sama ff- a
    knp anak perttamanya gg dri woonpa 😦
    saempat berfikir klo woonpa bakal bawa yoong unnie kabur dri altar *ngaco . . Hahaha

    Balas
  10. Mia

     /  Juli 16, 2014

    Saat” yg ku tunggu” hawpir tiba

    Balas
  11. Anggun YoonAddict SY

     /  Oktober 31, 2014

    Next

    Balas
  12. Choi Han Ki

     /  Desember 23, 2014

    Yahh yoona kok malah menikah dengan changmin.. Dan gk nyangka setelah 6 tahun yoonwon ketemu lagi… Dan gk nyangka pula changmin di kabarkan meninggal … Mungkin yoonwon emang jodoh ya makanya dia seperti akan dipersatukan lagi

    Balas
  13. Srruuu banget chapternya menguras air mata. kasihan yoona eonni semoga setelah itu yoona eonni menikah dengan siwon oppa dan siwon oppa gk keberatan menerima minho sebgai anaknya. qhu hrap happy endingx yoona bahagia.
    ditunggu chapter selanjutnya ya
    #eonni Hwaiting…

    Balas
  14. Riissa Icca

     /  Maret 10, 2015

    Untuk chap 7 nya belum ada ya ?

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: