[FF] Between My Dream and My Love (Chapter 7)

Tittle: Between My Dream and My Love (Chapter 7)

Type: Chapter / Part

Genre: Romance, Sad, Music, Comedy

Rating: General

Author By: Choi Mutie OeziL (Twitter acc: @Muthy92Mutii)

Main Cast:

~ Choi Siwon (Super Junior)

~ Im YoonA (Girl’s Generation)

Support Cast:

~ SuGen Member’s

~ Jang Geun Suk (Love Rain, You’re Beautiful), Etc

Author Notes : Annyeong UnitedJ, Author yg suka bnget bkin all readers galau balik lg dgn lnjutan ff dgn judul yg sama#gada yg nanya.. hihihi:D, Author mau ucapin bnyk trima kasih buat para readers trcnta yg udah nggalin comment hngga ff ini bsa sampe di chapter 7. Gatau lg deh tanpa kalian mngkin author gada smangat buat nglanjtinxJ, persahabatan dan kekerabatan kita manjadi indah dan adem ayem jika kita saling “MENGHARGAI” di blog ini (Walopun kita gak smuanya saling knal scra langsung..:)), So, untuk mnerapkan hal itu, author cma minta satu hal nie jgn lupa ninggalin commentnya sprti biasa Nee?? Sayang kalian semua..:),#AuthorLebayYah??, Yah udah happy reading..^^ moga terhibur dgn sajian crita di chapter ini..:)^^

 

***

 

CINTA  adalah sepenggal kata yang terdiri dari lima huruf yang berbeda namun maknanya sangat luas dan abstrak. Ada cinta yang timbul karena cinta, karena hawa nafsu, karena rasa kasihan maupun karena materi. Kadang-kadang cinta membuat orang bahagia dan tertawa, namun kadang-kadang juga membuat orang sedih dan sakit hati karenanya. Ku mohon Tuhan… jangan buat siapapun di dunia ini menderita karena cinta.

 

Besok pagi tepatnya jam 10.00 waktu Korea Selatan akan terjadi peristiwa yang sangat sakral yakni pernikahan antara Yoona dan Geunsuk. Seluruh persiapan sudah dilaksanakan dengan baik. Keluarga dari pihak Geunsuk pun telah tiba di rumah keluarga Im untuk nantinya dapat menyaksikan pernikahan keponakan mereka dengan salah satu putri dari pengusaha terkenal yakni Im Minhoo.

Yoona terus mengurung diri di kamarnya. Tak tahu lagi harus berbuat apa. Hati dan jiwanya resah, tercabik-cabik. Hal itulah yang dialaminya sekarang ini. Ibu dan adiknya terus membujuknya, namun hal itu tidaklah berhasil, bagaikan membuang garam di air asin. Yah.. semua itu tak membuat Yoona ceria kembali. Seohyun dan Eommanya hanya menatap pasrah kearahnya.

“Yoong…”, sang eomma mencoba mengajaknya bicara lagi, namun ia tak mau menanggapinya ataupun sekedar membalas Ya. Adiknya mencoba membuka mulut lagi. “Eonniee..”, masih saja sama. Yoona makin tak mau membalas sapaan kedua orang tercintanya itu.

Tiba-tiba ia berdiri dan hendak meninggalkan ibu dan saengnya itu, namun ia menoleh ke belakang mereka dan memandang wajah mereka sekilas. “Sudahlah.. jangan bicara hal yang tak penting lagi, sekarang aku sudah pasrah dengan semuanya eomma, jadi kumohon jangan bicara lagi..”, ia pun membuka mulut sudah. Eomma dan saengnya hanya diam mendengar tutur katanya barusan.

“Eonnie mau kemana?”, Tanya Seohyun. “Mau bertemu Taeng eonnie dan eonnideul yang lainnya..”, terangnya. “Oh Ne.. kalau begitu pergilah eonnie..”, balas Seohyun girang.

Yoona hanya mengangguk. “Aku pergi eomma..”, pamit Yoona sembari mengambil mantel, tas dan dompetnya. “Hati-hati Yoong..”, nasehat sang eomma.

Yoona segera melangkahkan kakinya menuruni anak tangga rumahnya yang berlantai dua itu. Saat mau keluar gerbang rumah ia bertatapan dengan sang appa.

“Kau mau kemana?”, Tanya appanya datar. “Ke rumah Taeyeon..”, jawab Yoona dingin.

“Biar Geunsuk yang mengantarmu..”, sambung appanya. “Tak usah..”, tolak Yoona halus dan segera berlalu dari appanya yang sedang jengkel melihat tingkah anak yeoja pertamanya itu.

“Alasan kau Im Yoona. Kerumah Taeyeon apa? Kau pasti mau menemui teman sekamarmu waktu di dorm itu kan?”, umpat appanya dengan nada tak suka.

Tak selang berapa lama kepergian Yoona, Geunsuk pun datang juga ke rumah calon mertuanya. Sampai disini ia disambut dengan hangatnya oleh appa Yoona, beda halnya dengan eomma dan Seohyun yang hanya bersikap biasa saja. “Ah.. ahjussi, Yoona tadi kemana?”, Tanya Geunsuk ketika duduk diruang tamu keluarga Im. “Ke rumah teman-temannya. Katanya ia ingin menghabiskan hari ini bersama mereka sebelum pernikahan kalian besok..”, tandas Tn. Im. Geunsuk hanya mengangguk paham mendengarnya.

Seohyun menatap Geunsuk dalam sekali, sepertinya ada sesuatu hal yang ingin diutarakannya pada calon oppa iparnya itu. “Ekhhmm.. Geunsuk oppa..”, seru Seohyun. Geunsuk pun menoleh kearahnya dengan senyum rekah.

“Ne.. saengi-ah.. waeyo?’’, Tanya Geunsuk heran dengan sikap Seohyun hari ini. “Hehehe.. aku ingin berbicara denganmu oppa..”, ujar Seohyun. “Jinjjayoo?”, Geunsuk memastikan tawaran Seohyun. “De..”, angguk Seohyun  singkat. “Baiklah.. kajja…”, Geunsuk pun setuju dan mereka berdua pun pamit dari hadapan Tn. Dan Ny. Im. Mereka memilih ke taman belakang yang ada kolam renangnya untuk bercengkrama bersama. Sampai disana mereka sama-sama duduk di tepian kolam renang jernih itu sembari mengayunkan kedua kaki mereka didalam kolam.

“Ada apa saeng?”, Tanya Geunsuk membuka tema perbincangan mereka. Seohyun terlihat masih memikirkan sesuatu. “Ah aniyo oppa.. sebenarnya aku ingin menanyakan ini padamu sejak masih di Swiss, Cuma aku takut kau marah..”, jawab Seohyun seraya sesekali memandang namja disampingnya itu.

“Apa itu..?”, Tanya Geunsuk penasaran sekali. “seperti apa type cewek idealmu..?”, Seohyun pun bertanya tanpa basa-basi. Geunsuk pun tersenyum mendengarnya sambil mengacak rambut panjang Seohyun yang masih diikat itu.

“Type cewek ideal oppa adalah cantik, anggun dan keibuan..”, terangnya. Seohyun hanya tersenyum paham mendengarnya. “lalu apa yang kau suka dari eonnieku..?”, lanjut Seohyun bertanya. “karena eonniemu masuk dalam type yeoja idealku diatas..”, katanya.

“Wah.. jinjjayo? Berarti kau salah besar oppa..”, ucap Seohyun yang membuat Geunsuk kaget.

“Apa maksudmu saeng-ah..?”, heran Geunsuk tak bisa mencerna ucapan Seohyun tadi. “Begini oppa, kalau aku jadi seorang namja maka aku tak akan memilih Yoona eonnie sebagai calon istriku..”, lanjutnya lagi. “Kenapa memangnya??”, rupanya Geunsuk masih heran.

“Ani oppa. Hanya saja Yoona eonnie itu dulunya gadis yang tomboy, dia juga tidak terlalu anggun menurutku, dia juga tidak seksi dan juga tidak keibuan. Jadi kenapa kau memilihnya?”, papar Seohyun. ‘Mianhae eonnie, aku tak bermaksud menjatuhkanmu dihadapan Sukkie oppa, hanya saja cara ini kulakukan semoga Geunsuk oppa mau mengurangi rasa sukanya padamu’, batin Seohyun.

Geunsuk hanya tertawa mendengar paparan calon adik iparnya itu. “Benar juga katamu, Yoona memang tidak begitu feminim dan anggun..”, tanggap Geunsuk. “Tapi walau begitu oppa sangat menyukainya, ia cantik dan juga baik..”, lanjut Geunsuk dan tentu saja membuat Seohyun makin kaget. ‘Sepertinya rencanaku gagal lagi..’, batinnya lagi. “Baiklah oppa, aku mau ke kantor dulu, Gomawo telah menemaniku bercerita..”, ucap Seohyun dan segera berdiri meninggalkan Geunsuk. “Ada apa denganmu Seohyunnie..? kau aneh sekali hari ini..”, gumam Geunsuk curiga dengan sikap Seohyun tadi.

Ia pun segera berdiri dari area kolam renang dan masuk kembali kerumah calon mertuanya itu.

**

Yoona telah sampai dirumah Taeyeon, ia pun mengetuk pintu berwarna putih itu. Beberapa saat kemudian Taeyeon pun keluar dan segera membukakan pintu untuknya.

“Yoongieeee….”, pekik Taeyeon kegirangan melihat kedatangan sahabatnya yang sudah lama tak bertemu dengannya. “Masuklah..”, sambut Taeyeon dengan senyum bahagianya.

Mereka segera berpelukan demi melepaskan masa kerinduan mereka. Yoona terkejut karena dirumah Taeyeon bukan hanya Taeyeon saja, melainkan ada juga Yuri, Jessica, Tiffany dan Hyoyeon. Yoona pun berhambur dalam pelukan mereka semua. Mereka menangis bahagia karena sekarang sudah bisa bersama lagi dengan sahabat mereka.

“Yoong, kenapa waktu itu kau mamatikan sambungan teleponmu dengan kami..”, Tanya Jessica pura-pura kesal. “Mianhae, jeongmal mianhae.. waktu itu aku sangat sedih mendengar Siwon oppa..”, Yoona pun meminta maaf atas kejadian ditelepon tempo dulu.

“Yah sudah, kami mengerti.. lalu keadaan paman, bibi dan Seo bagaimana?”, Tanya Hyoyeon. “Baik, semunaya baik chingu..”, jawab Yoona tersenyum. Mereka bahagia mendengarnya.

“Lalu bagaimana dengan Siwon oppa? Apa kau sudah menemuinya?”, Tanya Tiffany yang bersandar dipundak Yoona. “Sudah..”, balas Yoona. “Jinjjayoo..??”, koor mereka semua.

“De. Waktu itu Donghae oppa mengantarku ke Siwon oppa yang pada saat itu sedang berada di Bar..”, terangnya. “Lalu apa yang terjadi..?”, Tanya Yuri kilat. “Tidak ada, aku hanya menemani Siwon oppa hingga pagi..”, jelas Yoona.

“Hanya itu..??”, mereka tak percaya dengan penjelasan Yoona tadi. ‘’De.. memangnya apa lagi..”, tambah Yoona dan mereka pun mengangguk mengerti. “Ada sesuatu yang ingin kuberitahu pada kalian berlima..?”, imbuh Yoona tiba-tiba. Merekapun memandang Yoona kompak. “Ada apa Yoong?”, Tanya mereka tak sabar.

“Sebenarnya besok aku mau menikah…”, jelas Yoona mulai tertunduk tanpa memandang wajah kelima chingudeulnya itu.

“Mwoooragooo?”, mereka semua terlonjak kaget mendengarnya.

“Yak! Im Yoona, apa maksudmu..?”

“Menikah? Dengan siapa?”

“Kau pasti bercanda Yoong..”

“Bilang saja kalau sudah lama kau tak menjahili kami makanya kau ingin melakukannya kan?”

“Aisshh.. sudahlah Yoong, aku sudah bosan dengan dramamu..”

Seperti itulah lontaran kalimat tak percaya yang diajukan oleh Taeyeon, Jessica, Tiffany. Hyoyeon dan Yuri. Mereka hanya tertawa meledek pernyataan Yoona tadi. Sampai akhirnya mereka tak sadar kalau Yoona telah menangis. “Yoong, kau kenapa?”, Taeyeon pun khawatir dengan tingkah Yoona sekarang ini. “Kalau kau menikah dengan Siwon oppa, kami akan setuju, tapi jika dengan orang lain maka kami tak mau menganggapmu sebagai chingu lagi..”, canda Yuri yang masih memakan snack Miyako khas Jepang.

“Kali ini aku serius chingudeul..”, imbuh Yoona. “Baiklah.. coba ceritakan kronologisnya pada kami Yoong..”, sahut Tiffany yang sudah mulai sedih melihat Yoona.

“aku minta maaf tak bisa memberitahukan hal ini sejak awal pada kalian. Sebenarnya saat di Swiss aku telah diancang oleh ayahku untuk menikah dengan namja pilihan ayahku. Namja itu temannya Hyunjoong oppa semasa kecil, dan besok aku akan segera menikah..”, begitulah penjelasan Yoona hingga membuat chingudeulnya tak habis pikir dengan penjelasannya sekarang ini. “Yak! Lalu bagaimana dengan Siwon oppa..??”, Tanya Jessica panik.

“Akan aku jelaskan padanya nanti..”, kata Yoona. “Omona.. kenapa dunia ini kejam sekali..”, gerutu Yuri sebal. “Yul…”, lirih Yoona pasrah.

“Sudahlah Yoong, jika itu memang keputusan appamu, sungguh kami tak bisa membantumu. Ayahmu adalah wali sahmu, jadi kami tak berhak mencampurinya. Hanya dukungan dan doa yang senantiasa bisa kami tolehkan padamu..”, Taeyeon pun menasehati Yoona dengan kata-kata bijaknya. Dan mereka semua kembali memeluk Yoona untuk menenangkannya.

“Yah sudah, apakah kau sudah menelepon Siwon oppa untuk bertemu..?”, cetus Tiffany. Yoona kaget dan segera menelepon orang yang dimaksud. Orang yang ditelepon pun sepertinya telah menjawab panggilan telepon Yoona.

Yeobseo oppa..”, ucap Yoona mencoba tegar. “De.. ini siapa?”, jawab si lawan bicara yang tak lain dan tak bukan adalah Siwon. “Ini aku oppa..”, lanjut Yoona.

kau.. dimana kau sekarang, ayo kita bertemu. Ada sesuatu yang ingin oppa bicarakan denganmu..?”, Siwon pun setuju dan Yoona pun segera mengakhiri sambungan teleponnya dengan namja tercintanya.

“Aku pergi.. doakan aku semoga pertemuanku dengan Siwon oppa hari ini berjalan lancar..”, pamit Yoona dan segera berlari meninggallan rumah Taeyeon. “Huh.. dasar.. masih seperti dulu, masih saja suka berlari..”, cerocos Hyoyeon.

“Kasihan dia.. Yoong pasti sangat tersiksa..”, sedih Tiffany dan Yuri. Yang lainnya hanya diam mendengar  rasa iba mereka berdua. “Sudahlah.. kita do’akan yang terbaik saja untuk mereka ne..?”, bujuk Taeyeon.

**

Pantai Joongdao menjadi saksi bisu pertemuan kedua anak manusia itu, si namja yang bernama Choi Siwon itu masih memandang yeoja yang amat dicintainya itu dalam pautan jarak sekitar  10 meter. Masing-masing masih enggan untuk menyapa sesama. Akhirnya sang namja pun mengalah, ia segera melangkah mendekati yeoja itu. Ia tahu bahwa hanya dipantai yang aman untuk pertemuannya dengan yeoja yang sudah lama tak ditemuinya itu. Dengan segenap sikap batinnya ia mendekati yeoja itu. Jarak mereka hanya beberapa centi. Saling memandang orang tercinta masing-masing menjadi aktifitas mereka. Sang namja pun memberanikan diri untuk memeluk yeoja itu. Dekapan hangat yang ia berikan mampu membius yeoja itu merasa nyaman dalam pelukannya. “bogoshippeo..”, ucap namja itu tulus tanpa melepaskan pelukannya. “Nado bogoshippeo oppa..”, balas yeoja itu tak kalah lembutnya. “Mianhae untuk kemarin malam, aku benar-benar tak sengaja melakukannya Yoong..”, jujur Siwon meminta maaf atas aksi kissnya pada Yoona kemarin malam. Yoona yang mendengarnya pun melepaskan pelukan mereka.

“Lupakan oppa..”, kata Yoona sembari mengelus pipi kanan Siwon dengan punggung tangannya.

“Duduklah..”, pinta Siwon sembari mengajak Yoona duduk dibawah pohon kamboja kecil yang berada di pantai itu. “Oh iya apa yang ingin kau bicarakan oppa..?”, Tanya Yoona memecahkan keheningan mereka berdua. Siwon masih memandangnya lekat. “sandarkan kepalamu di pundakku..”, perintah Siwon. Yoona pun mengikutinya dengan senang hati. “Oppa.. kenapa lenganmu panjang sekali..”, kata Yoona bercanda. “Supaya aku bisa menangkapmu secepatnya..”, jawab Siwon tersenyum memandang pantai dihadapan mereka. “Oh iya bagaimana kehidupanmu di Swiss sejak 2 tahun lamanya, apakah kau masih terus cengeng seperti Yoonwonku yang dulu..?”, Tanya Siwon lagi.

“Aku yakin kau pasti menangis terus dan itu membuat bibi, paman, dan Seohyun frustasi denganmu..”, tebak Siwon asal. “Yak! Choi Siwon..”, kesal Yoona memanyunkan bibirnya.

“Hahahahaa.. aku hanya bercanda gadis bodoh..”, ledek Siwon. Yoona pun melepaskan sandaran kepalanya yang tadinya hinggap dibahu kanan Siwon.

Siwon pun menahan kedua pergelangan tangan Yoona, ia pun mencium kedua telapak tangan gadis itu. “Tataplah aku Yoong..”, mohon Siwon. Yoona pun hanya mengikuti pintaan namja tercintanya itu. “Sarangahae…”, ucap Siwon tulus.

DEG…….DEG……DEG…..!!!!!!!!!!!!!

Jantung Yoona berdetak kencang, pikirannya kacau, dunianya seakan berhenti sesaat. Ini pertama kalinya ia mendengar ungkapan hati seorang Choi Siwon yang berterus terang untuk mencintainya. Yoona menangis karena bahagia dan terharu mendengar ungkapan perasaan Siwon. “Nado saranghae oppa…”, balas Yoona dengan senyum indahnya.

Siwon pun perlahan namun pasti memegang kedua pipi gadis itu, wajah mereka kian dekat, hanya beberapa milimeter lagi bibir mereka bertemu, Siwon pun semakin mendekatkan bibirnya ke hadapan bibir Yoona, dan………. Mereka pun saling menghisap dan mengulum bibir masing-masing, saling mengulum saliva satu sama lain, saling meluapkan rasa cinta mereka yang telah mereka urungkan selama dua tahu lebih lamanya

Pantai yang sunyi dan indah itu menjadi saksi romanisme dan formalitas cinta mereka. Mereka masih saling melumat bibir merah muda masing. Hari ini pun seperti menjadi dunia milik berdua. Matahari sudah senja dan mereka pun dengan terpaksa mengakhiri adegan keromantisan mereka yang manis. Itu. “Yoong…”, seru Siwon yang saat ini telah bersandar di pundak kiri Yoona. “Ne oppa..”, sahut Yoona lembut. “Aku akan menjagamu seperti amanat oppamu dulu..”, ujar Siwon. Yoona pun dibuat terkejut mendengarnya.

“Apa maksudmu oppa..?”, bingung Yoona. “Aku adalah orang yang diberikan mandat oleh oppamu untuk menjagamu sebelum ia meninggal..”, terang Siwon. “Jinjjayo..?”, Yoona masih belum percaya mendengar penuturan orang yang dicinta.

“Kalau begitu bantu aku untuk membatalkan perjodohanku oppa…”, mohon Yoona mulai menitikkan air matanya lagi. Siwon kembali ke posisi semula. Ia memeluk Yoona untuk menenangkannya. “baiklah.. aku akan membantumu..”, angguk Siwon mantap.

“Benarkah? Kalau begitu kita lari saja dari Korea oppa, aku tak tahan lagi dengan keluargaku yang terus mengatur hidupku..”, balas Yoona masih memeluk Siwon erat. Siwon pun mencium puncak kepala gadis tersayangnya itu.

“Kau bicara apa Yoong? Aku tak mau menculikmu. Yang kumau adalah ayahmu menyerahkanmu padaku dengan tangannya sendiri dan seulas senyum serta kepercayaan yang beliau limpahkan padaku..”, tutur Siwon. Yoona pun hanya diam mendengarnya.

“Kapan kau menikah?”, tanya Siwon sedih. “Besok..!!”, balas Yoona pasrah.

“Kau dan oppadeul harus datang oppa. Aku ingin kalian menyaksikan pernikahanku..”, ujar Yoona berharap. Siwon terlihat menimbang permintaan Yoona. “Baiklah.. tapi aku harus berunding dulu dengan member lain..”, kata Siwon yang masih terus menghapus sisa air mata Yoona. “Baiklah.. aku tunggu oppa..”, paham Yoona.

“Yah sudah, kajja.. aku akan mengantarmu pulang..”, ajak Siwon. Yoona hanya mengangguk tanda setuju. Sampai didalam mobil Siwon segera memasang sabuk pengaman pada tempat duduk Yoona dan setelah itu menstrater mobilnya.

Dalam perjalanan mereka terus bercerita riang dan saling bercanda satu sama lain, Yoona terlena sudah jika didekat Siwon seperti ini.”oppa, antarkan aku ke rumah Taeyeon saja..”, kata Yoona.

“Wae? Bukankah jalan ini jalan kerumahmu kan?”, heran Siwon yang masih fokus menyetir. “Ye.. tapi tadi aku membawa mobil ke rumah Taeng, jadi ayahku nanti curiga jika aku tak membawanya pulang, tadi aku ke pantai naik taxi..”, jelasanya hingga membuat Siwon paham.

“Baiklah Yoong…”, akhirnya mereka pun memutar arah yang tadinya harusnya ke rumah Yoona malah balik lagi ke rumah Taeyeon.

**

Tok!!! Tok!!! tn. Im menggetok pintu kamar Seohyun. Putri bungsunya itu pun keluar dengan wajah yang pura-pura mengantuk. “Seo.. apakah kau bisa mendengarkan appa..?”, Tanya Tn. Im berusaha memastikan kalau Seohyun tidak merasa kantuk. “Ne appa, katakan saja!”, balasnya setuju. “Kenapa sudah jam 8 malam eonniemu belum pulang?”, curiga tn. Im. “Oh itu, eum.. kata Taeyeon eonnie mereka masih ada acara..”, jawab Seohyun meyakinkan appanya.

“Benarkah? Awas kalau kau bohong appa akan menunda kau untuk masuk kantor Hyunnie..”, ancam tn. Im. “Ne appa!!”, Seohyun setuju dengan ucapan sang ayah.

Appa, kapan kau akan berubah! Kau selalu mengatur anak-anakmu, dulu kau memaksa oppa untuk menjadi dokter, padahal ia maunya jadi pelukis terkenal sesuai bakatnya. Lalu Yoong eonnie kau paksa juga untuk menikah dengan namja yang tak ia cintai appa, lalu bagaimana nanti denganku? Apa kau juga memberlakukan hal yang sama padaku..?’, sesal Seohyun mulai sedih mengingat oppanya dalam hati.

“Besok setelah pernikahan eonnie, aku akan segera berziarah ke makam oppa dulu, sudah lama aku tak kesana..”. gumamnya sembari menutup pintu kamar berwarna pink miliknya.

Ia pun membaringkan dirinya diatas tempat tidur. Dan segera membaca sebuah sms yang baru saja masuk di inboxnya.

From: My Eonnie Tercinta

^^Hyunnie.. eonnie ada dibawah, tolong bukakan pintu belakang.. cepat!!

Usai membaca sms dari eonnienya, tanpa ba bi bu ia segera berlari menuruni anak tangga dan segera menuju pintu belakang dan segera membukakan pintu untuk Yoona. “Eonnie.. kau kenapa senyum tak jelas begitu..?”, herannya.

“Rahasia..”, jawab Yoona. “Yak! Eonnie, cepat ceritakan padaku jebal!!”, tuntutnya.

“Baiklah.. ayo kita ke kamar saja..”, ajak Yoona setuju, ia pun menggandeng tangan Seohyun menuju kamarnya.

Sampai dikamar mereka pun bercerita riang mengenai pertemuan eonnienya dan Siwon hari ini. Seohyun ikut bahagia mendengar cerita eonnienya. “huh.. sudah kutebak, kau pasti menemuinya..”, tebak Seohyun. “De.. banyak hal yang telah kami jelaskan hari ini, mungkin pertemuanku dengannya tadi adalah yang terakhir kalinya Hyunnie..”, Yoona sedih lagi.

“Tenanglah eonnie, semuanya akan baik-baik saja..”, bujuk Seohyun sembari memeluk eonnienya. “Im Yoona!!!”, teriak Tn. Im merombak pelukan YoonSeo.

“Appa!!!”, koor mereka berdua terkejut dengan kedatangan appa mereka. “Jadi itu yang kau jadikan sebagai alasan untuk menggantinya dengan pergi ke rumah Taeyeon..”, marah tn. Im.

“Mianhae appa!!”, sesal Yoona. “Percuma, biarpun kau bertemu dengannya dan mencintainya appa tak sudi, appa tetap pada keputusan appa!”, tambah Tn. Im makin emosi.

“HENTIKAN IM MINHOO!! KAU JANGAN TERUS MEMAKSA KEDUA ANAKKU!!”, sambung Ny. Im yang rupanya baru muncul. “Yeobo-ahh.. apa yang kau bicarakan?”, tn. Im tak menyangka istrinya bakal mengeluarkan bentakan untuknya. “Cukup! Jangan memaksa mereka untuk mengikutimu Im Minhoo, sudah cukup kau melakukannya untuk Hyunjoong, jangan pada mereka lagi. Apa penyebab meninggalnya Hyunjoong juga karena tekananmu yang memaksanya untuk menjadi dokter?”, Ny. Im sudah tak tahan dan mulai mengeluarkan semua kemuakannya yang selama ini beliau pendam.

“Eomma, appa.. hentikan! Jangan bertengkar lagi, biar aku saja yang menerimanya appa, kasihan eomma..”, Yoona mencoba jadi wasit untuk meredahkan pertempuran adu mulut kedua orang tuanya. “Tenang Yoong! Sekarang waktunya eomma untuk bicara!!”, pinta Ny. Im.

“Kau tahu, selama ini aku hanya diam dan membisu melihatmu terus mengatur ketiga anak kita yeobo-ah, bukankah kau pernah bilang bahwa kau akan mengutamakan kepentingan Yoona dan Seohyun diatas segalanya? Apa kau lupa?”, papar Ny. Im masih menahan air matanya dipelupuk matanya.

“Eommaa…”, lirih YoonSeo mulai menangis. tn. Im pun menahan pundak istrinya sejenak. “Aku menerimanya yeobo-ah, tapi mianhae.. kalau menyangkut pernikahan Yoona dan Geunsuk aku tak bisa menerimanya, aku terlanjur berikrar dengan almarhum appa Geunsuk untuk menikahi putra satu-satunya itu dengan Yoona..”, tn. Im pun membuka mulut dan segera meninggalkan ketiga wanita yang amat dicintainya itu.

Ny. Im mendekati YoonSeo dan memeluk kedua putrinya itu. “Tenanglah Yoong, Seo. Semuanya akan baik-baik saja. Eomma yakin besok kau pasti tak jadi menikah dengan Geunsuk..”, bujuk eommanya meyakinkan YoonSeo. Mereka berdua hanya menangis mendengarnya. “Kajja.. tidurlah.. eomma akan menemani kalian malam ini..”, perintah ny. Im sembari menyuruh kedua anaknya itu untuk tidur.

YoonSeo pun telah terbawa ke alam bawah sadar mereka. Sementara sang eomma tercinta masih menemani awal tidur mereka. ‘Hyunjoong-ahh, maafkan eomma yang waktu itu tak membelamu, eomma janji hal itu tak akan pernah terjadi lagi pada kedua adikmu..’, batin Ny. Im menyesali semua hal yang pernah terjadi pada Hyunjoong dulu. Ia pun mengambil foto Yoona, Hyunjoong dan Seohyun yang berada didinding kamar Yoona dan segera memeluk foto itu. “Hyunjoong-yang.. tenanglah aegi-ya.. semuanya akan baik-baik saja, kami semua merinduimu..”, gumam Ny. Im sambil menghapus air mata beliau.

**

“Yak! Choi Siwon, sudah jam berapa ini? Kenapa kau belum tidur?”, Tanya Heechul yang baru selesai latihan dance yang baru. “Aku tak bisa tidur Hyung..”, jawab Siwon pelan. “Lantas? Waeyo?”, Tanya Heechul heran. “Yoona akan menikah besok, dan itu artinya aku tak bisa punya kesempatan untuk bersamanya lagi..”, curhat Siwon.

“Mwoya..? kenapa bisa secepat itu?”, Tanya Heechul tak percaya dengan perkataan Siwon tadi.

“Dia dijodohkan Hyung..”, balas Siwon dengan nada pasrah. “Lalu apa yang akan kau lakukan untuk mempertahankan dia?”, Heechul lanjut bertanya. “Aku akan datang saja di pernikahannya bersama kalian.. ini undangannya…”, ucap Siwon seraya menyerahkan undangan pernikahan Yoona kehadapan Heechul.

“Mwo? JANG GEUNSUK??”, teriak Heechul hingga membuat member lain yang sedang makan didapur terlonjak kaget. “Yak! Kim Heechul, Choi Siwon. Ada apa? Apakah kalian sedang kerasukan setan?”, Tanya Leeteuk sebal. “Cepatlah makan. Dan kemarilah! Ada yang ingin Siwon sampaikan..”, balas Heechul.

Member THE BOYS lain pun dengan kilat menghabiskan menu makan malam mereka, setelah itu mencuci kedua tangan dan mulut mereka dan segera berlari ke hadapan WonChul.

“Ada apa Simba? Apa yang ingin kau sampaikan pada kami?”, tanya Eunhyuk bingung. “Mantan maknae kalian akan segera menikah..”, Siwon langsung berbicara to the point. “Mwoyaaa??”, kaget mereka koor. “Menikah? Kapan dan dengan siapa?”, Tanya Yesung masih tak percaya.

“Dengan namja pilihan orang tuanya.”, balas Siwon pasrah. Donghae dan Heechul hanya diam, karena mereka sudah mengetahuinya duluan. “Yak! Akan kuhajar namja itu, beraninya merebut Yoona kami dari Siwon..”, ancam Eunhyuk lantang.

“Yak! Hyung, apa yang kau bicarakan. Pikirlah bagaimana caranya kita bisa membantu Siwon hyung untuk mendapatkan Yoona kembali..”, ujar Kyuhyun. “Tenanglah! Besok kita datang saja kesana, aku ingin mengucapkan selamat pada Yoona, biar bagaimanapun kita harus menghadirinya, dia itu kan mantan member kita dan sudah kita anggap adik bukan? Kecuali Siwon yang perasaannya berbeda..”. pungkas sang leader. Mereka pun hanya diam mengerti. Kecuali Siwon yang masih belum bisa menerima kenyataan pahit ini.

“Sudahlah Wonnie.. serahkan semuanya pada Tuhan..”, tambah Donghae seraya merangkul pundak Siwon. “Ne..”, angguk Siwon masih tak bersemangat.

“Hyung, bagaimana kalau kita main game saja..?”, tawar Kyuhyun hati-hati. “Yak! Maknae, diamlah.. sekarang bukan saatnya untuk mengurusi game, game dan gamemu itu..”, protes Eunhyuk. “Ne.. ne.. aku tahu. Dasar cerewet..!!”, cerocos Kyuhyun.

“Sudahlah. Diam semuanya!!”, geram Donghae. “Sekarang kalian harus menyiapkan diri untuk datang ke pernikahan Yoona besok arasseoo…??”, titah Donghae yang sudah tak tahan dengan perdebatan hyung dan maknaenya tadi.

“Yak! Dasar Lee Ikan.. enak saja mengaturku..”, semprot Eunhyuk.

“sudahlah hyung, kajja.. kita latihan lagi..”, ajak Kyuhyun merangkul pundak Eunhyuk.

“Yak! Kau tak ikut?”, heran Leeteuk pada Siwon yang masih tak beranjak dari ruang tamu mereka. “Ne.. baiklah..”, Siwon pun mengikutinya diruang latihan.

“Jam berapa Yoona akan menikah besok?”, Tanya Leeteuk. “Jam 10 pagi hyung..”, jawab Siwon. “Syukurlah.. kalau begitu kita masih punya waktu untuk datang ke pesta pernikahannya. Jam 2 kan ada konser di Gangnam kan?”, imbuh Leeteuk dan segera masuk bersama Siwon ke ruang latihan mereka.

**

Taeyeon, Jessica, Tiffany, Yuri dan Hyoyeon telah siap dengan gaun cantik mereka untuk segera ke Gereja Suci Koptik dekat rumah Yoona untuk menyaksikan prosesi pernikahan sahabat tercinta mereka.

“Kasihan Yoongie..”, sedih Yuri yang sedang memakai eyelinernya. “Aku juga Yul, kisah cintanya dengan Siwon oppa benar-benar mengharukan..”, tambah  Hyoyeon yang juga sedih.

“Sudahlah yang penting suaminya nanti bisa membuat dia bahagia..”, cetus Taeyeon. “Bahagia apanya Taeng? Dia saja tak mencintainya, bagaimana mau bahagia nantinya?”, semprot Tiffany.

“Sudahlah kita susul saja Yoona ke kamarnya, kita berikan dia kekuatan..?”, ide Jessica.

“Baiklah.. kajja…”, pimpin Taeyeon dan mereka berlima pun segera berjalan ke kamar sahabat mereka yang sebentar nanti akan jadi pengantin. Akhirnya sampailah mereka di kamar Yoona. Mereka tambah sedih melihat Yoona yang menahan air matanya. “Yoong, sini aku pakaikan kau make up..”, usul Tiffany. Yoona hanya menyetujuinya. “Apakah Siwon oppa dan The Boys Oppadeul bakalan datang kesini?”, Tanya Yoona cemas. Chingudeulnya hanya menghela nafas panjang. “Ne Yoongie. Mereka pasti datang!”, Taeyeon pun meyakinkan Yoona.

“aku khawatir, bagaimana Jika Siwon oppa tak datang?”, “Sudahlah Yoong, Wonppa pasti datang kok..”, tambah Hyoyeon. “Semoga saja..”, Yoona hanya pasrah.

“Sudah selesai. Lihat wajahmu dicermin Yoong, kau cantik sekali, kami tak menyangka kau bisa menikah mendahului kami, kami do’akan semoga kau bahagia..”, tutur Tiffany yang telah usai merias wajah sahabat tercintanya itu.

“Yak! Jangan menangis, kau jelek nantinya didepan suamimu dan para tamu undangan yang datang..”, seru Yuri mencoba mengajak Yoona bercanda. “Yul-ahh…”, lirihnya.

Setelah selesai ditata oleh sahabat-sahabatnya, Yoona pun diantar mereka ke hadapan appanya.

“Anak appa, cantik sekali..”, puji Tn. Im sembari mencoba membuat Yoona terhibur. Ia tahu Yoona pasti sangat marah menentang perjodohan ini, apalagi sampai saat-saat menjelang pernikahannya saat ini. “Gomawo Taeyeon, Jessica, Tiffany, Yuri dan Hyoyeon. Kalian telah merias Yoona dan membantu menata Gaun pengantinnya. Ia memang tak mau diurus oleh orang lain, kecuali kalian..”, imbuh Tn, im seraya berterima kasih. “Ne.. sama-sama ahjussi, ini memang telah menjadi tugas kami..”, ucap Taeyeon sopan.

“Baiklah.. kita ke Gereja sekarang saja, semuanya telah menunggu, yeobo-ah, Hyunnie.. kajja..”, pinta Tn. Im dan mereka semua mengikuti perintah tn. Im.

Hanya lima menit perjalanan dari rumah Yoona menuju Gereja. Sampai didepan Gereja mereka semua dibuat terkejut dengan kedatangan para member The Boys yang kesemuanya sangat terpaku melihat Yoona yang sekarang ini telah mengenakan gaun pengantin putih yang sangat cantik. Mata Yoona bertemu sudah dengan mata Siwon. Ingin sekali rasanya ia memeluk Siwon sekarang ini, atau bahkan ia ingin kabur bersama Siwon saat ini juga.

Siwon hendak melangkah menghampiri Yoona, namun pundaknya ditahan oleh Donghae dan Leeteuk. “Jangan lakukan itu Wonnie, ingat! Kau jangan bertindak bodoh..”, ujar Teuk hyung.

“Tapi hyung..”, “Sudahlah masuk sana. Yoona telah menunggu dan mengharapkan kita semua ada disaat pernikahannya, dia kan adik kita juga..”, imbuh Leeteuk mencoba menetralisir kecemasan Siwon. Siwon hanya bisa bernafas pasrah.

Gereja putih nan megah itu telah dipadati oleh keluarga dan kerabat kedua mempelai yakni Im Yoona dan Jang Geunsuk. Mereka terlihat mengembangkan senyum mereka menjelang peristiwa sakral yang beberapa menit lagi nantinya akan mengikatkan kedua anak mereka dalam suatu ikatan yang sangat kokoh.

Terlihat Geunsuk sudah berdiri di altar pernikahan dengan gagahnya sembari menunggu Yoona datang ke atas altar. Sang pastor pun memberikan isyarat kepada tn. Im agar segera mengantarkan putrinya ke depan.

Tn. Im paham dengan maksud pastor dan segera menggaet tangan sang putri sulung untuk segera bergegas ke altar. Geunsuk pun menatap Yoona yang sedang berjalan didampingi ayahnya.

Sementara hati sahabat-sahabat Yoona yang sedang berada didepan member The Boys sedih sudah. Mereka tak tega melihat Yoona seperti itu. Begitu pun juga dengan all member The Boys, entah kenapa mereka juga merasa sedih ataukah memang mereka begitu terharu dengan pernikahan mendadak ini. “Wonnie.. tabahkan hatimu..”, bisik Donghae yang duduk disamping Siwon, sesaat ia menoleh kebelakang tepat ada Jessica yang sedang terisak pelan. “Agass-si, tenanglah, jangan menangis terus. Kasihan Yoona..”, bisik Donghae ke Jessica. Jessica pun hanya tersenyum mendengarnya.

Sang pastor telah siap untuk membacakan ikrar pernikahan YoonSuk. “Baiklah.. tuan Jang Geunsuk. Apakah dihadapan Tuhan kau berjanji untuk selalu menjaga dan melindungi istrimu dalam keadaan suka maupun duka?”, Tanya sang pastor.

Geunsuk tersenyum sesaat sebelum menjawabnya, ia memandang wajah Yoona lekat dan dalam sekali. Pandangan yang sukar sekali untuk ditafsirkan. ‘Sukkie.. tolong jaga kedua adikku bila suatu hari nanti aku tidak bersama mereka lagi, kau mau kan melakukannya untukku?’ entah kenapa sebuah kalimat permohonan itu tiba-tiba saja terlintas di kepalanya. ‘kau harus menjaga mereka dan tak boleh membiarkan mereka menangis..’, lagi-lagi bayangan kalimat itu terus mengitari akal pikirannya.

“Tuan Jang Geunsuk, bagaimana dengan jawaban dan pernyataan anda dihadapan Tuhan??”, seru sang pastor yang heran dengan sikap diam Geunsuk. “Ne.. dihadapan Tuhan aku berjanji untuk selalu menjaga dan melindungi Im Yoona, tapi……………………, tapi bukan sebagai istriku, melainkan adikku sendiri..”, ucap Geunsuk lantang.

Semuanya heboh dengan jawaban yang baru saja ia ucapkan. “Ada apa ini?, kenapa seperti ini..??”, semua tamu undangan menanyakan hal yang sama.

Siwon, member The Boys dan chingudeul Yoona tak kalah kagetnya mendengar jawaban Geunsuk. Sang pastor malah tambah bingung dan kacau dibuatnya.

“Annyeong semua.. mianhae, semuanya tolong dengarkan penjelasanku sebentar..”, pintanya dengan penuh keseriusan. “Ahjussi dan Ahjumma Im, Seohyun, Ahjussi dan Ahjumma Jang serta tamu undangan semuanya, aku minta maaf beribu-ribu maaf telah melakukan hal ini..”, terangnya. Geunsuk memeluk Yoona sebentar dan segera melepaskan pelukan singkatnya dengan gadis dihadapannya yang masih memandangnya bingung.

Geunsuk memegang kedua pipi Yoona, dan segera menghapus air mata gadis itu. “Im Yoona, kau gila Im Yoona, bagaimana bisa kau korbankan perasaanmu hanya untuk menikah denganku? Orang yang tak kau cintai sedikitpun. Sementara kau masih mencintainya, bahkan tak bisa melupakannya dan selalu menunggunya?”, “Oppaa…”, lirih Yoona makin sedih dengan ucapan Geunsuk.

“Im Yoona, kau memang sangat keras kepala, dan hatimu sangat kuat untuk kululuhkan. Kau tahu dari dulu aku selalu ingin melihatmu menangis seperti ini, meluapkan air mata cintamu seperti sekarang ini, namun sayang semua itu bukanlah untukku, tapi untuk orang yang kau cintai. Dulu kau selalu bertanya padaku apa perbedaan antara cinta pertama dan cinta terakhir kan? Dan aku tidak pernah bisa menjawabnya. Kau tahu kenapa? Karena aku bukanlah cinta pertama sekaligus cinta sejatimu. Dan sekarang aku tahu semua jawaban dibalik air mata dan kebisuanmu selama ini.. kau tak pernah mencintaiku, bahkan sedikit saja ruang dihatimu tak pernah ada untukku Yoona-ahh. Jadi kumohon jangan mengorbankan cintamu hanya untukku gadis bodoh… Aku tak mau hal itu terjadi padamu, dan aku sangat bersyukur bisa mengenalmu, kau mengajariku banyak hal dan membuatku dekat dengan kedua orang tuamu dan adikmu, aku juga tak mau mengkhianati janji Hyunjoong dulu….”, “Geunsuk oppa.. app..”, kata Yoona terputus. “Eittss.. sudahlah, jangan menangis lagi Yoong..”, potong Geunsuk.

“Pergilah.. kembalilah pada cinta pertamamu. Hanya dialah yang mampu membuatmu bahagia dan tersenyum. Kudoakan semoga kau bahagia selalu adikku. Mmhh.. lucu sekali, ini pertama kalinya aku memanggilmu dengan sebutan ADIK!!”, tutur Geunsuk mencoba tegar. Walau jauh dilubuk hatinya ia masih menyimpan perasaan yang begitu dalam buat yeoja cantik dihadapannya itu.

“Paman dan bibi Im, jeongmal mianhaeyo.. aku tahu telah mengecewakan kalian, tapi jika aku tetap melanjutkannya maka dia pasti menderita kelak..”, kata Geunsuk minta maaf.

“mulai sekarang anggaplah aku ini Hyunjoong oppamu sendiri, dan aku mohon pada orang yang mencintaimu agar selalu membuatmu bahagia, jangan coba-coba membuatmu menitikkan air mata dari wajah ayumu lagi, kalau tidak maka aku akan memukulnya..”, ujar Geunsuk sedikit bercanda.

Hyunjoong, aku telah memenuhi permintaanmu, maafkan aku jika sudah membuat yeodongsaengmu menderita dengan kehadiranku disisinya’, batin Hyunjoong mulai terisak.

Yoona yang melihatnya pun segera memeluk Geunsuk untuk menenangkannya. “Oppa.. gomawo oppa, kau telah membantuku terbebas dari terali besi appaku sendiri..”, bisik Yoona disela-sela pelukannya dengan Geunsuk.

Sementara diantara sekian banyak hadirin itu, Siwon, member The Boys dan semua Chingudeulnya Yoona juga merasa terharu dengan drama YoonSuk hari ini. Namun disatu sisi mereka juga merasa lega melihat Yoona tak jadi nikah dengan Geunsuk.

Tn. Dan Ny Im, Seohyun serta ahjussi dan ahjumma Jang pun menghampiri YoonSuk. Mereka semua berpelukan sambil menangis. ‘akhirnya aku terbebas juga dengan masalah hatiku selama ini, kau hebat Sukkie. Hyunjoong pasti bangga punya sahabat sepertimu..’, batinnya.

Semua orang pun ikut terharu, mereka menepuk tangan meriah melihat moment langkah ini. Dan keluarga Yoona pun meminta maaf karena prosesi pernikahannya pun gagal.

Beberapa saat kemudian semua undangan pun bubar sudah dari Gereja suci itu. Yang ada hanyalah keluarga YoonSuk, chingudeul Yoona dan Siwon serta Member The Boys.

Geunsuk menghampiri Siwon dan segera memeluk pria itu. “Mianhae, aku telah menjadi penghalang buatmu dan Yoona, sekali lagi maafkan aku..”, ucap Geunsuk tulus.

“Aniyo.. aku yang meminta maaf, karena gara-gara kehadiranku disini kau dan Yoona tak jadi menikah..”, balas Siwon. “Sudahlah, jangan membohongi diri sendiri, kaulah yang pantas untuknya..”, lanjut Geunsuk.

“Paman.. setelah ini aku kembali saja ke Gyeonggi melanjutkan perusahaan percetakan ayahku, kasihan paman Jang telah tua, jadi aku harus mengurusinya dan perusahaan, gomawo paman telah memberiku kesempatan untuk dekat dengan Yoona dan telah bersikap baik padaku selama ini..”, ujarnya menghapus air matanya. “Oh yah jika kau telah menikah dengan Siwon jangan lupa memberitahuku ne Yoongie..”, kata Geunsuk mengacak rambut Yoona dari balik mahkota pengantinnya. “Ne oppa, pasti!!”, jawab Yoona terharu.

Semuanya telah berakhir, YoonWon pun saling bertatap ria, sesekali mereka memandang satu sama lain dan tersenyum lega. Siwon mengedipkan sebelah matanya kearah Yoona dan Yoona pun mengerti dengan bahasa tubuh kekasihnya itu.

“Oppa pergi Yoong, sampai jumpa lain waktu. Seo.. terima kasih telah banyak membantu oppa belajar bahasa Jerman ketika masih di Swiss..”, kata Geunsuk memeluk Seohyun.

“Nado oppa..”, balas Seohyun memeluk orang yang telah ia anggap sebagai oppanya sendiri.

“Yoong, tunggu appa balik dari Gyeonggi kita bicara dirumah, kajja yeobo-ah kita mengantar Sukkie pulang”, kata Tn. Im . “Oh yah dan kau Siwon, kau juga harus berada dirumah bersama Yoona nanti malam.”, lanjut tn. Im sambil tersenyum kearah Siwon. “Ne.. paman..”, angguk Siwon dengan sikap santunnya.

Kedua orang tua Yoona dan keluarga Geunsuk pun berlalu sudah dari Gereja. Yang tersisa hanyalah Siwon, Yoona, Seohyun, Tiffany, Taeyeon, Yuri, Jessica, Hyoyeon, Leeteuk, Heechul, Yesung, Donghae, Kyuhyun dan Eunhyuk.

“Omona.. eonnie, aku lupa menyusul eomma dan appa..”, pekik Seohyun hingga membuat adegan pelukan eonnienya dan Siwon bubar sudah. “Yak! Im Seohyun, kau membuat kami kaget..”, timpal Yoona. “hehehe.. mianhae eon, Won oppa..”, Seohyun pun diam sudah.

“Oh yah oppadeul, aku minta maaf tak memberitahu kedatanganku..”, sesal Yoona meminta maaf pada mantan Hyungdeulnya. “Ehh.. gwenchanayo Yoona-ah, yang penting kau tak sedih lagi..”, kata mereka tersenyum.

“Oh yah perkenalkan ini teman-temanku yang selalu menyemangatiku dan memberikan support padaku..”, ujar Yoona seraya menyuruh chingudeulnya berkenalan dengan para member THE BOYS. Mereka pun memperkenalkan diri satu persatu secara bergantian antara chingudeul Yoona dan memberdeul The Boys.

“Ternyata teman-temanmu cantik semua..”, puji Eunhyuk sembari melirik kearah Hyoyeon, hingga Hyoyeon mati kutu di tempat.

“Oh yah.. kapan-kapan kita makan bersama saja, tapi harus jauh dari pusat keramaian supaya tak ada yang curiga..”, cetus Leeteuk. “Mwoyaa…??”, teriak Taeyeon kaget mendengar ide Leeteuk.

“Aku setuju/aku juga setuju”, koor SeoKyu yang tak sengaja mengeluarkan kata yang sama.

“Bagaimana denganmu Yuri? Kulihat kau sedari tadi diam..”, seru Yesung menyadarkan Yuri dari lamunannya. “Ye.. apa?”, tanya Yuri salah tingkah, maklum Yuri telah mengidolakan Yesung sedari dulu*yg bca chapter 2 pasti tahu dong*.

“Bagaimana denganmu..?”, Tanya Donghae pada Jessica. “Aku? Tentu saja kalau yang lainnya mau, aku juga mau oppa..”, balas Jessica diiringi senyum-senyum tak jelas.

“Lalu kau..?”, Tanya Heechul melirik Tiffany. “hehehe..”, Tiffany malah tertawa menjawab pertanyaan Heechul. Sementara HyoHyuk hanya saling melempar senyum tak jelas.

Perkenalan mereka pun berakhir sudah, dan sepertinya ada sesuatu yang membekas manis lewat perkenalan teman-teman YoonWon kali ini. Siwon dan member The Boys pun meminta izin untuk segera  berangkat Konser. Sementara Yoona, adiknya serta teman-temannya pulang ke rumah Yoona. Masing-masing orang masih mengembangkan senyum manis mereka kala berlalu dari Gereja Suci.

~~**T B C**~~

Wohai? Gimana chapter 7 ini? Pasti Readersku semuanya udah sedikit mengurangi rasa galaunya kan? Jangan lupa commentnya ne? bergomawolah pada JGS ahjussi krna dia udh relain Yoonmma buat Wonppa!! Chapter 8 bakal bnyk moment sweetnya uri YoonWon^^J. Buat adikku Gee, gomawo udah post nie ff galau tingkat dewa.. eonnie doakan smoga insyaAllah UAS-UANnya lancar n’ hasilnya memuaskan.#Aminn…!!SalamHangatNitedJ

 

 

Pos Berikutnya
Tinggalkan komentar

93 Komentar

  1. Choi Han Ki

     /  Oktober 28, 2014

    Huaaa akhirnya pernikahannya gagal juga 😀 kasih applause buat JGS yg secara gentle mengatakan kalo dia tidak mau menikahi yoona dan menganggap yoona dan seo sbg adikknya sesuai janjinya pada hyun joong… Perasaan sebelum2nya appa yoona gk suka ma siwon kenapa sekarang baik dan ngajak makan malam + ngasih senyum apa secepat itu perubahannya 😀

    Balas
  2. Terharu dengan sikap Geunsuk T,T
    Tn. Im sebenernya setujukan eon kalau Siwon dan Yoong memiliki hubungan? Tapi Tn. Im hanya merasa bersalah kepada Ayah Geunsuk, jadi dia tidak mau mengingkari janjinya untuk saling menjodohkan mereka? Aku benarkan? *lol*Abaikan -_-
    Ijin baca next chapternya yah ^^

    Balas
  3. Susi

     /  Mei 9, 2015

    Aaaahhh leganya akhirnya yoona ga jadi menikah,, 😊
    Geunsuk ternyata dia bisa baik juga untung aja dia bisa batalin semuanya, kalo engga pasti itu si appa nya yoona bakalan tetep maksain yoona untuk menuruti keingina nya…

    Kaya’nya bakalan banyak couple baru yang akan menyusul yoonwon nih…😉

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: