[3S] One Love (END)

[3S] One Love

 

Annyeong…akhirnya udah nyampe part 3…dengan segala kerja keras banting otak dan pikiran (author alay…hahaha) akhirnya ni chapter selese juga.

Ok tanpa berlama2 lagi, happy reading chingudeul…

 

PART 3

Author : Alfiah a.k.a Choi Ji Hyun

Genre : Romance, sad, tentukan sendiri…

Main cast : Choi Siwon (SuJu), Im Yoon Ah (SNSD)

Other cast : Choi Ki Ho as Appa Siwon, Ny. Choi as Eomma Siwon, Yuri as sahabat Yoona & sepupu Siwon, Donghae as teman Siwon (cameo), Yesung as sekeretaris Kim, Im Sang Woo (appa Yoona), etc.

 

 

(Yoona pov)

“Awal dan akhir yang sangat berbeda jauh

Mengapa ini seperti rasa sakit yang menusuk jantungku?

Dalam sekejap perasaanku yang meluap-luap menjadi hancur dan hampa

Bagaimana aku akan membangkitkan diriku lagi?” {Only one-BoA}

 

AUTHOR POV

“Kenapa oppa harus meninggalkanku jika selama ini oppa memberiku harapan? Waeyo, waeyo oppa?” ujar Yoona sambil memukul2 dada Siwon dengan lemah.

“Mianhe Yoona, jeongmal mianhe” Siwon mencoba menenangkan Yoona dan memeluknya dengan hangat.

“Ini salahku karena selalu membuatmu menangis, salahku juga harus pergi meninggalkanmu seperti ini, mianhe…” lalu ia melepaskan pelukannya dan mengusap air mata Yoona dengan kedua tangannya. “Ku mohon, lupakanlah aku” ucapnya lagi.

“Mulai sekarang kau harus hidup dengan lebih baik, kembalilah ceria seperti Yoona yang dulu kukenal. Lupakanlah aku, seorang laki2 bodoh yang beraninya mencintaimu dan telah membuatmu menangis. Cukup kau jalani hidupmu tanpaku maka akupun akan bahagia” ucap Siwon, ada rasa berat di hatinya harus meninggalkan orang yang dicintainya untuk kedua kalinya. Kemudian Siwon berdiri dan perlahan meninggalkan Yoona,

“Aku pergi, selamat tinggal, Yoong…” Yoona terus menatap kepergian Siwon dan berkali2 memanggil namanya berharap Siwon kembali dalam pelukannya. Siwon terus saja berjalan menghampiri sekretaris Kim yang sedari tadi sudah menunggunya, wajahnya terlihat sangat sedih dan muram walau air mata tidak mengalir di pipinya.

“Oppa…oppa…jangan pergi oppa…” teriak Yoona di tengah isak tangisnya, Yuri yang sedari tadi tak sengaja melihat kejadian itu langsung menghampiri Yoona dan memegangi bahunya, “Yoong…” panggil Yuri,

“Yuri? dia pergi. Dia pergi meninggalkanku sendiri, dia pergi dari sisiku selamanya. Aku harus bagaimana? Aku harus bagaimana Yuri?” teriak Yoona frustasi.

“Tenanglah Yoong, kau harus tenang”

“Yuri, cepat susul dia. Katakan bahwa aku tidak bisa hidup tanpanya, cepat Yul. Katakan padanya aku sangat mencintainya, palli!” ujar Yoona memohon.

“Sssttt…kau harus tenangkan dirimu Yoong, semuanya akan baik2 saja. Sudah ya, jangan menangis lagi” Yuri memeluk Yoona dan menepuk2 punggungnya mencoba menenangkan sahabatnya itu.

“Katakan Yuri, katakan aku masih membutuhkannya…hiks…hiks…” ujar Yoona di sela2 tangisannya. Badannya semakin lemah dan diapun jatuh terduduk, Yuri menopang badan Yoona dan terus mencoba menenangkan sahabatnya itu.

~~~

 

Hari-hari yang Yoona lalui kini semakin suram, ia seperti sudah tak memiliki semangat lagi untuk hidup. Jarang sekali Yoona keluar kamar, ia hanya keluar saat bekerja dan makan saja. Selebihnya ia terus mengurung diri di kamarnya. Dia sempat menulis sebuah puisi untuk mengungkapkan isi hatinya, kurang lebih isinya seperti ini :

Ketika kau menghilang dari hidupku

seluruh cahaya sekejap meredup tanpa jejak

kau pergi bersama bintang yang menghidupi suluh rohku

aku telah tenggelam dalam gelapnya kerinduanku

Tiada lagi ucapan sayang yang keluar dari bibirmu

takkan lagi kudengar kata semangat saat ku rapuh

kau pergi membawa seluruh pengharapanku

aku jatuh, tenggelam di palung kepedihan

Akankah kau kembali mewarnai pelangi hidupku?

dapatkah kulihat senyum indahmu yang mampu menghidupkan bunga surga?

kurindu, kuhaus akan tatapan teduhmu….

Yoona sedang duduk merenung di dekat jendela kamarnya, kemudian ia mengambil sebuah buku dan bolpoin, terlihat dia menulis sesuatu…

‘Oppa, hari ini aku tidak masuk kerja. Aku pikir hari ini kau akan kembali karena hari ini tepat satu minggu kepergianmu, oleh karena itu aku terus berada di rumah takut kalau2 saat kau pulang kau tidak dapat bertemu denganku. Mungkin aku terlihat seperti orang bodoh tapi aku akan terus menunggumu sampai kau kembali nanti. Oppa, bagaimana kabarmu disana? Apa kau makan dengan baik? Apa tidurmu nyenyak?’ itulah beberapa kalimat yang sedang ditulis Yoona di buku diarynya, wajahnya yang sendu mengartikan segala kesedihannya yang selama ini ia rasakan. Perlahan ia mengangkan kepalanya dan memandang jauh kedepan.

“Oppa, kau pasti kembali, iya kan? Kau sudah berjanji akan selalu berada di sisiku dan menemaniku selamanya” ujar Yoona. Ia menghirup dan menghembuskan udara dengan berat,

“Oppa, aku merindukanmu…selalu” ujarnya lagi.

Begitulah yang ia lakukan setelah kepergian Siwon, duduk di dekat jendela dan terkadang menulis di buku diarynya saat perasaannya itu sudah meluap2. Appa dan adiknya terus mencoba membujuk Yoona untuk kembali semangat namun hasilnya sia2 saja, bahkan Yuri-sahabatnya yang datang setiap hari sekedar mengajak Yoona main atau menghiburnya sama sekali tak mempan. Sampai akhirnya Yuri tak tahan melihat sikap Yoona seperti ini. Dia duduk dihadapan Yoona dengan muka yang menahan kesal.

“Baiklah jika kau ingin terus seperti ini. Lakukan apa maumu, aku sudah tidak peduli lagi apa yang akan kau lakukan!” bentak Yuri sambil menatap Yoona.

“Kau pikir dengan berdiam diri seperti ini akan mengembalikan Siwon oppa ke sisimu? Sadarlah Yoong! dia sudah pergi. Perginya Siwon oppa dari sisimu bukan berarti kau juga harus kehilangan jiwamu. Cepat atau lambat kau harus segera melupakannya, kau pernah bilang padaku kesedihan yang berlarut2 akan membawa kau pada penyesalan karena tidak dapat merasakan indahnya hidup, benarkan?!” bentaknya lagi, namun Yoona tetap diam tak merespon ucapan Yuri. Yuri jadi semakin kesal dan sedih melihat Yoona yang tetap diam.

“Lagipula…aku yakin, jika Siwon oppa melihatmu seperti ini ia pasti akan sangat sedih dan menyesal. Apa kau tega melihat orang yang kau sayangi bersedih? Kau ingat kata2 terakhir yang Siwon oppa katakan padamu? ‘Mulai sekarang kau harus hidup dengan lebih baik, kembalilah ceria seperti Yoona yang dulu kukenal. Cukup kau jalani hidupmu tanpaku maka akupun akan bahagia’.” Ujar Yuri mencoba mengatakan kembali apa yang dulu Siwon ucapkan. Yoona tersadar dan memikirkan sesuatu, ia mengingat kembali semua kenangan dirinya bersama Siwon, semua ucapan2 pemberi semangat yang keluar dari mulut Siwon. Sedetik kemudian air matapun jatuh membasahi kedua pipinya, dia menangis.

“Yuri, mianhe. Ini kesalahanku, aku terlalu sedih mengetahui Siwon oppa pergi. Mianhe aku sudah mengingkari janjiku sendiri” ucap Yoona di sela2 tangisannya. Yuri membawa Yoona kedalam pelukannya dan menepuk2 pundak Yoona untuk menenangkannya.

“Sudahlah, berhentilah menangis. Aku tahu kau tidak salah, kau hanya belum siap menerima semua ini. Kumohon, kembalilah seperti Yoona yang dulu” ujar Yuri

“Mianhe Yul, maafkan atas kebodohanku selama ini. Mianhe…” ujar Yoona lagi,

“Sudah…jangan menangis lagi. Kalau kau terus menangis wajahmu tidak terlihat cantik lagi” canda Yuri sedikit.

“Ne, terimakasih Yul. Terima kasih kau masih mau menemaniku, aku beruntung memiliki sahabat sepertimu. Aku akan berusaha melakukan apa yang kau minta, menjadi Yoona yang ceria dan bahagia” kedua sahabat itu saling berpelukan lama. Yoona sangat bersyukur masih memiliki sahabat seperti Yuri, mulai sekarang dia berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia tidak akan terlarut dalam kesedihannya atas kepergian Siwon.

 

Kini Yoona mencoba melupakan Siwon, perlahan ia kembali menjadi Yoona yang dulu. Saat sarapan pagi, appa dan adik Yoona terlihat senang melihat anak sekaligus eonninya kembali tersenyum. Jam makan pagipun di penuhi dengan ocehan Yoona dan ejekan adik Yoona yang membuat mereka bertengkar kecil, appa mereka hanya tersenyum manis melihat kelakuan kedua anaknya itu.

~~~

 

Suatu ketika saat Yoona sedang membereskan lemari bukunya tidak sengaja ia melihat kalung bintang pemberian Siwon dulu. Ia mengambil kalung itu dan menatapnya lekat, perlahan air matanya menetes kembali. Kemudian ia memejamkan matanya seraya berdoa,

‘Tuhan tolong aku, dengan air mata ini bantu aku untuk membekukan kobaran api yang membakar hatiku agar aku tidak terlihat bodoh di hadapan cinta. Tuhan, bantu aku untuk melupakannya meskipun aku masih menyimpan dirinya dalam hatiku’ batin Yoona sambil tangannya memeluk kalung bintang.

 

3 Tahun kemudian…

YOONA POV

3 tahun berlalu sejak Siwon oppa pergi meninggalkanku, selama 3 tahun ini sedikit demi sedikit aku dapat melupakan Siwon oppa meskipun terkadang aku masih memikirkannya. Aku sangat beruntung karena memiliki sahabat seperti Yuri, dia benar2 tahu bagaimana harus menyikapiku.

Oh iya, sekarang aku bekerja dan tinggal di Seoul. Oleh bosku aku di rekomendasikan bekerja di salah satu perusahaan terkenal di Seoul yaitu Hyundai group mengingat aku memiliki kemampuan bekerja yang baik, menurutnya. Tapi aku cukup senang karena disini aku sudah menjadi karyawan tetap mereka dan sudah berjalan selama 1 bulan. Namun, appa dan adikku tetap tinggal di Seoul mengingat kondisi kesehatan appa dan adikku juga masih sekolah disana. Yuri-sahabatku kini dia telah menikah dengan seorang pengusaha terkenal di Jepang dan ternyata dia adalah kakak kelas kami saat di highschool, sekarang dia tinggal bersama suaminya di Jepang. Walau sekarang kami jarang bertemu tapi aku dan Yuri tak pernah hilang kontak, setiap hari kami menyempatkan untuk menelepon ataupun mengirim pesan sekedar memberi kabar seperti sekarang ini.

“Yeoboseyo” jawabku menerima panggilan dari Yuri.

“Aku disini baik2 saja, sekarang aku sedang menuju kantor. Bagaimana kabarmu?” tanyaku balik

“Ahh benarkah? Wahh…aku jadi iri mendengar kau akan pergi dengannya. Kau bahagia sekali” aku gembira sekali mendengar Yuri akan berlibur berdua bersama suaminya. ‘Yul, kau sangat beruntung memiliki laki2 seperti dia’ gumamku.

“Baiklah, bersenang2lah kau disana. Jangan lupa nanti kirimi aku foto saat kau disana ne? Ahh…aku sudahi dulu yah Yuri, aku hampir terlambat. Sampai jumpa, aku sayang Yuri” ucapku mengakhiri sambungan telepon kami. Aku segera berlari menuju kantor agar tidak terlambat.

 

SIWON POV

@airport

Ahhh…akhirnya aku bisa kembali lagi ke Korea, aku sangat merindukan kampung halamanku setelah 3 tahun ini aku menetap di Amerika. Sekarang aku bisa membuktikan kepada appa atas hasil kerja kerasku selama 3 tahun ini. ‘Hyundai, tunggu aku!’ batiku.

Aku berjalan keluar airport bersama sekretaris Kim menuju mobil limou jemputanku. Setelah aku masuk ke mobil, mobilpun segera melaju pergi meninggalkan bandara.

~~~

 

AUTHOR POV

Suatu ketika Yoona sedang berjalan bersama atasannya membahas tentang beberapa dokumen penting tiba2 tidak sengaja ia bertemu dengan Siwon dan appa Siwon yang akan berjalan keluar bersama para karyawan di belakang mereka. Siwon yang sedang sibuk berbicara dengan appanya tidak menyadari di depannya ada Yoona.

“Oppa?” ucap Yoona kaget, Siwonpun menghentikan aktifitasnya dan menatap Yoona tak kalah kagetnya. Suasananya menjadi sedikit tegang, terjadi keheningan di antara keduanya. Sampai atasan Yoona angkat bicara.

“Ah…presdir, direktur, perkenalkan ini Yoona dia pegawai yang baru disini” jelasnya, Siwon terus menatap Yoona.

“Yoona-ssi, perkenalkan dirimu. Dia adalah direktur dan presdir di perusahaan ini” bisik atasan Yoona sambil matanya melirik Siwon dan appa Siwon secara bergantian.

“Aaah…ne, perkenalkan Im Yoona-imnida. Saya adalah karyawan baru dan sudah satu bulan saya bekerja disini, terimakasih anda bersedia mempekerjakan saya. Mohon bantuannya” ujar Yoona patuh lalu membungkukkan badannya.

“Benarkah? Kalau begitu semoga kau dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan barumu” jawab Siwon dingin. Yoona hanya membalasnya dengan senyum dan anggukan tanda ia mengerti. Namun ia terlihat sedih karena sikap Siwon sekarang berbeda jauh saat mereka masih bersama dulu, dingin dan tak peduli.

“Siwon, kajja kita segera pergi. Mereka pasti sudah menunggu.” ujar appa Siwon, sepertinya dia sudah mulai gerah dengan suasana ini.

“Ne appa. Kalau begitu kami pergi, permisi” jawab Siwon lalu berpamitan dengan Yoona dan atasannya.

“Ne tuan. Hati2 di jalan” ujar atasan Yoona sambil membungkuk hormat diikuti Yoona. Merekapun segera pergi dari hadapan Yoona dan atasannya.

“Kau lihat? Betapa sempurnanya pak direktur. Masih muda tapi sudah menjabat sebagai direktur  perusahaan, sudah ganteng, pernah bersekolah di luar negeri serta memiliki kekayaan yang melimpah pula. Siapapun yang melihatnya pasti akan terpesona” celetuk atasan Yoona

“Menurutku dia tidak sesempurna itu,” balas Yoona sambil matanya masih menatap kepergian Siwon.

“Aiissh…kau ini, jarang sekali ada orang seperti dia. Andai aku masih muda aku pasti akan mencoba mendekatinya, siapa tahu dia bisa jatuh cinta kepadaku” genit atasan Yoona, yang di ajak bicara hanya diam, matanya mengarah lurus kedepan kearah Siwon pergi tadi.

“Ahh…sudahlah, mengapa kita jadi membahas pak direktur. Kajja, kita harus segera rapat dengan yang lainnya” ajaknya, Yoona tersadar dari lamunannya dan segera mengikuti kemana atasannya pergi.

~~~

 

@Yoona’s apartment

Yoona sedang duduk terdiam di samping tempat tidurnya sambil memandangi kalung bintang pemberian Siwon,

“Oppa…kau tahu, pertemuan kita tadi siang membuatku mengingatmu kembali. Setelah 3 tahun kau menghilang tanpa kabar tiba2 kau datang dengan sikap yang berubah 180 derajat. Luka yang selama 3 tahun ini kucoba tuk tutupi kembali terkelupas melihatmu seperti itu” ujarnya lemah

“Oppa…aku merindukan dirimu yang dulu” kemudian dia menunduk lesu,

“Tunggu dulu! Hyundai, Hyundai… ahh benar, itukan perusahaan milik keluarga Siwon oppa. Aiisshh…kenapa aku sampai lupa jika tempat kerjaku sekarang adalah perusahaan miliknya. Jadi, nanti hamoir setiap hari aku akan bertemu dengannya? Eotteokhae?” bingung Yoona mendapati dirinya bekerja di tempat yang sama dengan Siwon.

Kemudian Yoona memejamkan mata seraya berdoa “Tuhan, jika memang ini yang terbaik untukku, maka bantulah aku menghadapi takdir yang sudah kau tuliskan, berilah aku kekuatan untuk meredam perasaanku kepada Siwon oppa. Meski pedih rasanya tak bisa berada di sisinya lagi, aku yakin kau tahu yang terbaik untukku dan Siwon oppa” ucap Yoona dalam hati.

~~~

 

@Choi Ki Ho’s room

“Im Yoona…Im Yoona…Hmm…sepertinya kau mirip dengan seseorang. Atau jangan2 ini hanya dugaanku saja” gumam appa Siwon yang sekarang berada di kantornya, ia mencoba menimbang2 pikirannya tentang Yoona. Kemudian ia memutuskan untuk menghubungi sekretarisnya.

“Sekretaris Shin, tolong ambilkan berkas daftar pegawai masuk bulan lalu. Ada yang ingin kuketahui” ujar appa Siwon pada sekretarisnya lewat telepon.

Beberapa menit kemudian datanglah sekretaris Shin membawa beberapa berkas yang diminta atasannya.

“Ini presdir berkasnya, ada lagi yang anda butuhkan presdir?” tanya sekretaris Shin sambil menyerahkan berkasnya.

“Ani, kau boleh keluar” jawab appa Siwon.

“Baik presdir, saya permisi” sekretaris Shin pun berlalu meninggalkan ruangan appa Siwon.

Segera saja appa Siwon membuka-buka berkas yang berisi daftar dan profil para pegawai barunya yang masuk bulan lalu, dia membuka satu persatu hingga menemukan berkas milik Yoona.

“Ini dia berkasnya. Baiklah, akan kupastikan sendiri apakah benar ini dia atau bukan” appa Siwon sibuk membaca berkas milik Yoona itu, hingga ia menemukan sebuah fakta yang selama ini dia tidak ketahui.

“Mwo? Jadi…jadi benar dugaanku. Yoona, jadi kau adalah…”

 

SIWON POV

“Aiisshh…mengapa setiap hari selalu saja banyak dokumen yang harus aku selesaikan, bisakah aku berlibur untuk mengistirahatkan pikiranku…” gerutuku, seperti inilah aku selalu kesal jika banyak tugas yang menumpuk. Semenjak aku pulang dari Amerika, appa mempercayakan posisi direktur kepadaku. Dan sejak saat itu hari2ku disibukkan oleh kegiatan bisnis dan sebagainya, meski begitu aku tetap bertahan. ‘Sebagai pewaris utama Hyundai’s grup aku tak boleh menyerah begitu saja, akan kubuktikan kepada appa hasil usahaku selama ini’ batinku.

Tiba2 aku teringat akan pertemuanku dengan Yoona seminggu yang lalu, sejak itu aku terus memikirkannya. “Bagaimana bisa dia ada di Seoul dan bekerja disini? Apakah dia sebelumnya sudah tahu kalau aku akan bekerja di kantor appaku?” aku bertanya2 sendiri. Kemudian aku membuka laci mejaku dan ku ambil sebuah kalung bintang, sampai saat inipun aku masih menyimpannya.

“Yoona, seandainya saja dulu aku mampu melawan kehendak appa, mungkin sekarang aku masih bisa memelukmu dan menyatakan sejuta perasaanku padamu. Tapi aku terlalu takut untuk mengambil keputusan, aku takut jika keputusan yang kuambil akan mengancam keselamatanmu. Aku yakin bahwa kau dan aku ditakdirkan hidup bersama, tunggulah hingga aku dapat membuktikan kepada appa bahwa kau pantas bersanding denganku. Meskipun nanti aku harus selalu mengacuhkanmu,” ujarku pada diri sendiri. Kuhembuskan nafas dengan berat, lalu kusimpan kalung bintang kedalam laci meja dan kembali melanjutkan pekerjaanku yang menumpuk.

~~~

 

AUTHOR POV

Terlihat Yoona yang sedari tadi fokus menatap layar notebook, tiba2 atasan Yoona menghampirinya dengan berjalan terburu2.

“Yoona-ssi, cepat kau selesaikan pekerjaanmu. Tadi sekretaris Shin bilang kau dicari presdir Choi untuk keruangannya segera, sepertinya ada sesuatu yang ingin dia bicarakan denganmu” ujar atasan Yoona memberitahu. Sedetik kemudian Yoona mengalihkan pandangannya kesumber suara, dan segera berdiri mengetahui bahwa yang datang adalah atasannya.

“Arasseo, aku akan segera kesana. Terimakasih ibu sudah memberitahuku” jawab Yoona patuh

Sang atasan hanya membalasnya dengan senyuman dan berlalu pergi. Sedangkan Yoona segera membereskan beberapa dokumen dan berjalan keluar menuju ruangan presdir Choi.

 

Tok…tok…tok…

“Masuklah” jawab presdir Choi yang masih berkutat dengan lembaran2 penting dihadapannya.

“Ada apa appa memanggilku kemari?” ternyata yang datang adalah Siwon, dia sedikit bingung tiba2 appanya memintanya untuk keruangannya pagi2 begini.

“Siwon-ah, kau duduklah dulu. Masih ada 1 orang lagi yang harus hadir” Siwon pun menuruti ucapan appanya dan segera duduk di sofa. Beberapa detik kemudian orang yang ditunggupun datang,

“Maaf presdir, apa anda memanggil saya?” tanya Yoona setelah masuk keruangan

“Yoona-ssi, ayo duduk dulu. Ada yang ingin kusampaikan dengan kalian berdua” ujar presdir Choi seraya berdiri dan berjalan menuju tempat dimana Siwon duduk, sedangkan Yoona mengikutinya dari belakang.

Setelah semua duduk dengan tenang (?) presdir Choi meletakkan sebuah berkas diatas meja, maksudnya agar Siwon dan Yoona membacanya.

“Sebelum aku mulai bicara, kalian bacalah dulu dokumen ini” kata presdir Choi sambil matanya menunjuk dokumen yang dimaksud. YoonWon segera membuka dan membaca dokumen itu,

“Proposal Pengadaan paket traveling dan piknik di Pulau Jeju.  Appa, apa ini maksudnya? Mengapa appa menunjukkan proposal ini kepada kami?” tanya Siwon disertai anggukan Yoona.

“Begini Siwon-ah, Yoona-ssi. Perusahaan berencana membuat paket perjalanan di Jeju, karena ini merupakan pengalaman pertama perusahaan dalam membuat paket perjalanan kami ingin agar penelitian tentang Jeju dilakukan oleh orang2 yang handal, namun karena beberapa petinggi perusahaan telah disibukkan oleh tugas mereka masing2 aku menunjuk kalian berdua untuk melakukannya. Kalian akan bekerja sama dalam tugas kali ini” ungkap presdir Choi panjang lebar.

“Mwo?! appa yakin menunjukku untuk melakukan riset ini? Tolong appa pikirkan kembali ucapan appa barusan” ujar Siwon kaget mendengar penuturan appanya.

“Appa yakin dan appa tidak akan menarik kembali ucapan appa. Appa sudah memikirkannya masak2 dan memang kau dan Yoona-ssi yang pantas menjalankan tugas ini” jawab appa Siwon tegas

“Baik presdir, saya mengerti” ujar Yoona yang sedari tadi diam dan menundukkan kepalanya. Siwon langsung menoleh dan menatap Yoona dengan pandangan tak percaya. Perlahan Yoona mendongakkan kepalanya dengan ragu.

“Saya akan menjalankan tugas yang anda berikan dengan baik” lanjut Yoona mantap.

“Yang benar saja, appa bagaimana mungkin aku melakukannya dengan dia” umpat Siwon kesal, sepertinya Siwon masih terlihat shock.

“Karena Yoona-ssi sudah setuju kuharap kau Siwon-ah juga setuju atas keputusan yang telah dibuat perusahaan, semoga kalian dapat bekerja sama dengan baik. Lusa kalian akan berangkat ke pulau Jeju menggunakan kendaraan milik perusahaan. Baiklah, kurasa tidak ada lagi yang perlu dibicarakan silahkan kalian keluar ” titah presdir Choi.

“Ne presdir, terimakasih atas kepercayaan anda pada saya. Saya pamit keluar” ujar Yoona memohon diri, tak lupa ia member hormat pada presdir Choi.

“Saya permisi tuan” hormat Yoona pada Siwon, lalu segera melangkah pergi.

“Appa, kenapa appa menyuruhku untuk bekerja sama dengannya? Bukankah appa tidak suka jika aku berhubungan dengan Yoona?” tanya Siwon seolah2 sedang mengintrogasi appanya

“Kau tidak perlu banyak bertanya, kerjakan saja apa yang appa minta. Nanti kau akan mengerti” ucap appa Siwon yang membuat Siwon semakin penasaran dibuatnya.

~~~

 

Sore ini mereka (Yoonwon) sudah sampai di Jeju, siang tadi mereka telah melakukan perjalanan dari Seoul menuju Jeju menggunakan kendaraan milik perusahaan. Setelah sampai di hotel Imperial tempat mereka menginap selama beberapa minggu kedepan, baik Yoona maupun Siwon terlihat sibuk merapikan koper2 yang mereka bawa sebelumnya. Terlebih Yoona yang membawa semua tugas2 kantornya yang lain agar tidak menumpuk sepulangnya dia dari Jeju. Saat sedang merapikan lemari, tiba2 ponsel Yoona bergetar menandakan ada 1 pesan masuk.

From Siwon    : ‘Cepatlah bersiap2, sebentar lagi makan malam. Kutunggu kau di restaurant hotel pukul 7, ini perintah dari perusahaan’

To Siwon         : ‘Baik direktur, saya mengerti’

Waktu sudah menunjukkan pukul 7 lebih 15 menit, namun Yoona belum keluar dari kamarnya. Siwon yang sedari tadi menunggu dimeja makan terlihat sedikit kesal. 2 menit kemudian Yoona datang menghampiri Siwon,

“Mianhe tuan saya sedikit lama, baru saja saya menerima telepon dari ayah saya” ungkap Yoona.

“Baiklah terserah kau saja, duduklah” titah Siwon, Yoona mengangguk paham dan segera duduk berhadapan dengan Siwon.

“Makanan ini…” ujar Yoona melihat makanan yang telah disajikan dihadapanya, Siwon yang sudah siap akan melahap makanannya tiba2 terhenti mendengar ucapan Yoona.

“Waeyo? Kau tidak suka makanan itu? Pesan lagi saja jika kau memang tidak suka” tutur Siwon

“Aniyo, hanya saja ini adalah makanan favorit saya. Apa tuan yg memesankannya untuk saya?” tanya Yoona penasaran.

“Ani, bukan aku. Kebetulan pelayan restoran memberikan hidangan ini. Sudahlah makan saja tak perlu banyak komentar” ketus Siwon lalu melanjutkan makannya.

‘Ternyata kau masih ingat makanan favoritku, apa ini hanya perasaanku saja atau bukan? Bahwa selama ini kau tidak berubah’ batin Yoona.

“Wae? Mengapa kau terus menatapku seperti itu? Apa ada yang aneh denganku hah?” tanya Siwon yang menyadari bahwa sedari tadi Yoona memandanginya.

“Ahh aniyo, maaf tuan. Silahkan lanjutkan makan anda” ucap Yoona kikuk

“Kau ini membuat selera makanku sedikit turun” kemudian Siwon melanjutkan makannya

“Kesan pertama yg sedikit buruk” umpat Yoona pelan.

“Ya! Apa kau bilang tadi?” teriak Siwon, rupanya ia mendengar apa yang Yoona katakan barusan.

“Ani, aniyo tuan. Bukan apa2, hehe…” Yoona tersenyum aneh. Mereka kemudian melanjutkan makan, selama di meja makan Yoona sempat curi2 pandang terhadap Siwon. Siwon juga melakukan hal yang sama, sesekali dia melirik Yoona yang sedang makan. Kadangkala tatapan mata mereka bertemu membuat keduanya salah tingkah.

~~~

 

Hari ini kerjasama antar Siwon dan Yoona dimulai, pagi tadi mereka sudah bersiap2 untuk melakukan tugasnya yaitu meneliti tempat2 wisata apa saja yang ada di Jeju yang dapat mereka rekomendasikan dalam daftar kunjungan wisata untuk proyek ‘paket travelling’ perusahaan. Mereka mulai berkeliling Jeju mencari wisata mana saja yang bagus dan dapat menarik minat konsumen, mulai dari : Seongsan Ilchulbong atau Puncak Matahari Terbit yaitu kawah gunung berapi yg terletak di timur Jeju, Kebun Raya Yeomiji merupakan kebun Raya terluas di Asia, Air Terjun Cheonjiyeon yg terletak di sebelah barat kota Seogwipo, Jeju Selatan, Manjanggul (Gua Manjang) dan masih banyak lagi. Siwon maupun Yoona terlihat menikmati perjalanan bisnis mereka, terlebih Yoona yang sangat gembira bahwa dirinya bisa berada didekat Siwon walau kedekatan itu tidak seperti dulu. Namun terkadang ada rasa sedih yang muncul dihati Yoona ketika mengingat semua kenangannya dahulu bersama Siwon yang tidak dapat ia rasakan lagi.

 

YOONA POV

Aku sedang melihat-lihat salah satu tempat wisata yang sedang kami datangi sambil sesekali menulis hal2 yang kupikir penting, tidak jauh dari tempatku berdiri kulihat dia (Siwon) sedang berbicara dengan salah satu staff tempat wisata yang sedang kami datangi. Kuperhatikan ia dengan seksama dari jauh, dia tersenyum dan kadang tertawa mendengar ucapan lawan bicaranya itu.

‘Oh Tuhan…apa lagi ini, jantungku berdebar kencang melihat senyuman dan tawanya itu. Ada rasa senang sekaligus sakit melihatnya’ batinku

“Andaikan dulu kami tidak berpisah, mungkin sampai sekarang aku masih memiliki senyum teduh dan tawa riangnya itu. Aku semakin tak kuasa merindukannya” gumamku, aku mulai menutup mataku mencoba menahan agar rasa sakit ini tidak keluar menjadi tetes2 air mata.

 

AUTHOR POV

Yoona dan Siwon sedang berjalan2 di Halla arboretum yg terletak di sebelah barat Puncak Namjosun, selatan Kota Jeju. Namun kali ini bukan untuk urusan bisnis melainkan karena Siwon ingin berjalan2 melepas stress dan penat setelah beberapa hari penuh disibukkan dengan tugas riset mereka. Ada berbagai jenis pohon dan spesies herbal yang tumbuh di Halla arboretum tersebut, Yoona tak henti2nya memuji pemandangan yang disajikan dihadapannya.

“Wahh…bunga ini cantik sekali. Ahh yang disana juga, semuanya cantik dan indah” seru Yoona kegirangan, Siwon yang berada disampingnya menahan tawa melihat tingkah laku Yoona yang seperti anak kecil.

“Kau ini, sudah besar mengapa masih bertingkah seperti anak kecil. Apa kau tidak malu jika dilihat orang lain?” tanya Siwon dingin, ia mencoba menutupi perasaannya yang selama ini kalang kabut karena berada disamping Yoona.

“Biarkan saja, apa peduli mereka. Yang jelas aku sangat menyukai tempat ini, tempat ini sangat bagus dan indah mengingatkanku saat di Jinan” ungkap Yoona sedikit kesal. Mereka terus berjalan sampai mereka menemukan sebuah kursi putih panjang dan merekapun duduk disana, suasana di Halla arboretum terlihat sedikit sepi jadi jarang ada orang yang lalu lalang ditempat YoonWon berada.

“Aahhh…menyenangkan sekali aku bisa berjalan2 disini, andai saja di rumahku memiliki taman seperti ini. Pasti aku akan merawatnya dengan baik” ucap Yoona senang. Siwon hanya menatap Yoona sekilas,

Terjadi keheningan beberapa saat sampai Siwon angkat bicara,

“Yoong, apakah kau sudah punya penggantiku?” kata Siwon dengan berat.

“Ehh…mianhe aku tidak mendengarmu, tadi tuan bicara apa?” tanya Yoona menatap Siwon, ia ingin memastikan apakah tadi ia tidak salah dengar.

“Apakah…kau, sudah memiliki orang lain dihatimu?” ujar Siwon lagi, kali ini dia menatap kedalam mata Yoona. Dia terlihat serius,

“Si…Siwon-ssi, apa maksudmu? Aku tidak mengerti” Yoona mencoba menutupi rasa kagetnya mendengar penuturan Siwon.

Lama mereka saling menatap lalu perlahan Siwon mendekatkan wajahnya ke arah Yoona dan tangannya naik meraih pipi Yoona. Tanpa sadar Yoonapun memejamkan matanya, sedetik kemudian Siwon berhasil mencium bibir mungil Yoona. Namun kali ini tanpa nafsu berlebih, melainkan sentuhan lembut dan sesaat karena Yoona kembali tersadar dan segera melepaskan ciuman mereka.

“Mi…mianhe…aku harus pergi” ucap Yoona dan berlalu pergi meninggalkan Siwon yang masih terdiam.

“Arrghh…paboya Siwon, apa yg kau lakukan tadi. Tahan dirimu, mengapa tadi kau malah menciumnya?” dia bingung bagaimana dia harus bersikap saat bertemu Yoona nanti,

“Tidak, aku tidak boleh luluh seperti ini. Aku tidak boleh melanggar janjiku terhadap appa, aku harus menyelesaikan ini semua. Yoona, mianhe…” sekali lagi raut wajah Siwon terlihat menyesal.

~~~

 

AUTHOR POV

2 minggu telah usai menandakan urusan bisnis mereka sudah selesai, berakhir pula kebersama mereka di Jeju. Kemudian mereka pulang ke Seoul untuk menyerahkan hasil risetnya kepada perusahaan.

“Hari ini aku kembali lagi ke Seoul, tak terasa sudah 2 minggu aku pergi bersama Siwon di Jeju. Rasanya aku tak ingin kebersamaan ini berakhir begitu saja, aku masih ingin terus berada disisinya. Yah, meskipun waktu itu hanya perjalanan bisnis tapi aku cukup menikmatinya” gumam Yoona pada dirinya sendiri. Dia terus melamun di tempat kerjanya membayangkan saat mereka masih di Jeju.

“Aigoo! aku lupa, aku harus segera memfotokopi dokumen ini” ujar Yoona, segera saja dia berlari menuju mesin fotokopi yang terletak cukup jauh dari tempatnya duduk tadi.

Bruukk…

Tiba2 saja Yoona menabrak seseorang yg berjalan berlawan arah dengannya

“Jeosonghamnida, maafkan atas kesalahan saya” ujar Yoona tanpa menatap siapa yg di tabraknya, dia sibuk merapikan dokumen2 yg berceceran di lantai.

“Lain kali berhati2lah” jawab orang itu,

‘Deg…sepertinya aku mengenali suara ini’ gumam Yoona, diapun mengangkat kepalanya dan di lihatlah Siwon yg terduduk sedang membantunya merapikan dokumen yg jatuh.

“Si…Siwon-ssi?” ucap Yoona terbata2,

“Ini dokumennya, lain kali berjalanlah dengan hati2” ujar Siwon sedikit tegas

“N…ne tuan, maafkan saya” Siwonpun berlalu pergi meninggalkan Yoona yg masih terbengong (?) tiba2 Yoona teringat kejadian di Halla arboretum di Jeju saat Siwon menciumnya.

“Aiisshh…Im Yoona, apa yh kau pikirkan? Tidak, tidak, waktu itu hanya kesalahan. Ya, kami tidak sengaja melakukannya. Yoona, sadarlah” ucap Yoona sambil mengetuk2 kepalanya.

~~~

 

Suatu ketika saat Yoona sedang sibuk dengan pekerjaannya tiba2 seseorang memanggilnya,

“Yoona, disini kau rupanya. Kau dipanggil oleh presdir Choi, sepertinya dia ada urusan denganmu” ujar salah satu teman kantonya

“Ahh…Ye Eun-ssi. Arasseo, gomawo sudah memberitahuku” jawab Yoona, segera saja Yoona bangkit dari duduknya dan meninggalkan meja kerjanya menuju ruangan presdir Choi.

Tok…tok…tok

“Masuk” jawab presdir Choi, Yoonapun melangkah masuk keruangan presdir.

“Anda memanggil saya presdir, apa ada yang bisa saya bantu?” tanyanya hormat. Yoona melirik tepat ke seseorang yang sedang duduk membelakanginya, Yoona belum bisa melihat wajahnya. Dia memperhatikan dengan seksama, ‘sepertinya aku mengenal orang ini’ gumam Yoona.

“Appa…kau appa kan? Benarkah kau uri appa?” tanya Yoona memastikan, sepertinya dia mulai menyadari bahwa lelaki tua yg sedang duduk berhadapan dengan presdir Choi adalah appanya sendiri. Lelaki tua itupun berbalik dan ekspresi wajahnya sama kagetnya dengan Yoona,

“Yoona-ya…” panggil appa Yoona, Yoona terharu melihat appanya datang ke Seoul. Diapun memeluk appanya yang sudah lama tidak ia temui karena pekerjaannya yang menumpuk di Seoul, namun itu tidak berlangsung lama karena Yoona langsung menguasai keadaan mengingat ini adalah kantor dan dia tepat berada di ruangan atasannya.

“Mianhe presdir, tidak seharusnya saya melakukan ini di kantor” ujar Yoona sambil menghapus air matanya.

“Ahh…jadi kau sudah menyadarinya (appa Yoona) lebih dulu, tidak apa2. Mari, silahkan duduk dulu, akan kujelaskan semuanya” kata presdir Choi. Tiba2 ada seseorang yang mengetuk pintu, tak lama tampaklah Siwon memakai jas biru tua memasuki ruangan.

“Kau datang Siwon-ah, ayo duduk dulu. Ada yang ingin ku bicarakan dengan kalian dan kau Siwon-ah” ucap appa Siwon menatap Yoona dan Siwon secara bergantian. Siwon kaget melihat Yoona ada disana begitupun Yoona, ia bingung kenapa Siwon datang kesini. Merekapun segera duduk menunggu penjelasan dari Choi Ki Ho

“Mungkin sekarang kalian bingung kenapa memanggil kalian kemari terutama kau Yoona-ssi, kau bertanya2 mengapa aku bisa mengenal appamu dan memintanya kemari benarkan? Begini, dulu saat kami masih sekolah kami berdua adalah sahabat baik. Dia, Im Sang Woo (appa Yoona) adalah teman yang selalu ada saat aku senang maupun sedih, kami melewati masa2 remaja bersama2 sampai aku pindah ke Amerika untuk melanjutkan studiku. Dan aku tak menyangka bahwa kau adalah anak dari Im Sang Woo sahabatku, setelah bertahun2 tak ada kabar akhirnya kutemukan kembali sahabat lamaku” jelas presdir Choi panjang lebar.

“Benarkah? Aku tidak tahu bahwa appa memiliki sahabat dekat yaitu anda presdir” ungkap Yoona tak percaya. Siwon sendiri kaget mendengar penuturan appanya.

“Awalnya aku juga tak tahu bahwa kau adalah anaknya, namun setelah kupastikan ternyata benar kau adalah anak Im Sang Woo” kata appa Siwon.

“Ternyata dunia begitu sempit sehingga dapat mempertemukan kalian, lalu ada apa appa memanggilku kemari?” tanya Siwon, sepertinya dia semakin tidak sabar.

“Sebaiknya langsung kau jelaskan saja intinya” ucap appa Yoona,

“Aku tahu, begini Yoona-ssi Siwon-ah. Aku dan Im Sang Woo telah sepakat untuk menjodohkan kalian berdua” jelas appa Siwon langsung,

“Mwo??!!” teriak Yoona dan Siwon secara bersamaan, mereka sama2 kaget mendengar ucapan appa Siwon. Bagaimana tidak, appa Siwon mengatakan hal sepenting ini secara mendadak tanpa dibicarakan dulu dengannya.

“Mungkin ini terdengar mendadak, tapi sewaktu kecil kami berjanji bahwa jika nanti kami memiliki anak maka akan kami jodohkan. Untuk itu kami menyampaikan hal ini pada kalian berdua, lagipula bukankah kalian memang dekat satu sama lain? Choi Kiho sudah menjelaskan semuanya padaku” kali ini appa Yoona angkat bicara.

“Hajiman…” potong Siwon,

“Siwon-ah, dengarkan appa baik2. Mianhe selama ini appa selalu melarang kehendakmu untuk menemui Yoona, mianhe appa sudah memaksamu untuk berjanji menjauhi Yoona dan mengurusi perusahaan agar dapat mempertahankan Hyundai’s group. Tapi mulai sekarang semua berubah, sekarang kau boleh menemui Yoona kapanpun kau mau, kau boleh mencintainya setulus hatimu. Dan kau juga bisa tetap menjalankan perusahaan. Won-ah, menikahlah dengannya” pinta appa Siwon, dia telah menyesali perbuatannya selama ini. Kata2 terakhir yg appa Siwon lontarkan sekali lagi membuat Siwon maupun Yoona diam kaget mendengarnya, Yoona sekilas melirik Siwon melihat bagaimana reaksinya.

“Namun semua tergantung pada keputusanmu dan Yoona, kami tidak memaksakan kehendak. Bukankah selama ini kau masih mencintai Yoona? Siwon-ah, jujurlah pada hatimu, Appa tidak akan marah” lanjut appa Siwon, Yoona terbelalak kaget mendengar ucapan appa Siwon bahwa selama ini Siwon masih mencintainya, sedikit senyuman ia sunggingkan namun kembali terdiam melihat reaksi Siwon yang sedang memikirkan sesuatu.

“Aku…aku akan memikirkannya, permisi masih ada pekerjaan yang harus aku selesaikan. Im ahjussi, selamat datang ke Seoul semoga kau betah selama disini, permisi” tanpa disangka ucapan itu yang keluar dari mulut Siwon, Yoona terlihat kecewa mendengar perkataan Siwon. Begitupun appa Yoona, dia terlihat bingung melihat reaksi kawan anaknya.

“Siwon memang orangnya begitu, dia malu jika harus mengungkapkan perasaannya seperti ini. Yoona-ssi, kau tak perlu cemas cepat atau lambat Siwon akan mengakui perasaannya kepadamu” jelas presdir Choi mencoba mencairkan suasana, Yoona tersenyum mengerti dan appa Yoona hanya mengangguk paham.

“Ahh aniyo, aku tidak berharap banyak dari Siwon-ssi. Mungkin saja dia sekarang sedang bimbang” ujar Yoona mencoba menutupi kegelisahannya.

~~~

 

Yoona sedang duduk disebuah bangku taman didekat sungai Han sambil menikmati hembusan angin sore dan memandangi mentari senja, angin yang sepoi2 membuat suasana hati Yoona yg sedikit resah menjadi sedikit tenang. Tiba2 datanglah seseorang dan duduk disamping Yoona,

“Siwon-ssi” ucap Yoona kaget menyadari bahwa yg datang adalah Siwon

“Ini bukan di kantor, jadi panggil saja aku oppa” jawab Siwon, pandangannya masih lurus kedepan

“Ahh…ne, Siwon oppa” kata Yoona, Yoona bingung apa yg harus ia katakan disisi lain ia ingin sekali bertanya soal pembicaraan kemarin saat di ruangan presdir Choi.

“Yoona-ya” panggil Siwon

“Ne, waeyo?” tanya Yoona menatap Siwon

“Jadi…apakah kau sudah mengetahui hal itu sebelumnya? bagaimana pendapatmu tentang perjodohan itu?” ujar Siwon datar

“Eoppseo, aku juga baru mengetahuinya kemarin. Aku…aku terserah keputusanmu saja oppa. Aku tidak akan memaksamu jika memang kau tak mau menikah” jawab Yoona, ada rasa sedih di hatinya mengatakan hal itu.

“Ani…bukannya aku tidak mau, hajiman…” ucap Siwon terbata2

“Eh…jadi kau setuju?” tanya Yoona kaget, dia semakin penasaran dengan Siwon.

“Ahh…bukan seperti itu, aduuhh bagaimana menjelaskannya” ujar Siwon bingung, dia terlihat sibuk mencari kata2 yg pas untuk menjelaskan ke Yoona.

“Lalu?…”

“Saat pertama kali kita bertemu ketika aku menabrakmu di jalan, aku rasa aku sudah jatuh cinta kepadamu. Saat ku mengetahui kau adalah sahabat kecilku aku semakin yakin untuk terus menyayangimu, aku berjanji pada diriku sendiri untuk selalu berada disampingmu dan membahagiakanmu dengan segenap rasa cintaku. Sampai…hal itu datang dan memaksaku untuk berpisah denganmu, awalnya aku tak menyetujui hal itu tapi appa memaksaku dengan mengancam akan mencelakaimu jika aku tidak menurut padanya. Meninggalkanmu seperti itu bagaikan sebuah badai besar yg sedang menghantam jantungku, saat itu aku berpikir itulah satu2nya jalan untuk melindungimu. Jadi, aku hidup di Amerika dengan terus memikirkanmu tapi tak tahu bagaimana caranya untuk bisa melihatmu dan melepaskan rinduku padamu. Sampai akhirnya takdir mempertemukan kita kembali…” ujar Siwon, dia menghembuskan nafasnya sejenak lalu melanjutkan kembali kata2nya.

“Sebenarnya aku sangat senang kau ada di Seoul dan bekerja diperusahaanku. Waktu itu, ingin sekali aku memelukmu dan mengatakan betapa aku merindukanmu. Tapi aku memilih untuk bersikap acuh padamu karena takut appa akan melakukan perkataan yg dulu ia ucapkan, mianhe aku telah menjadi lelaki pengecut seperti ini. Aku tak pantas bersanding denganmu dan mendapatkan kasih sayang darimu. Mianhe, jeongmal mianhe…” ujar Siwon parau mengakhiri penjelasannya, dia sedikit lega sudah mengutarakan semua isi hatinya yg telah ia pendam selama ini.

Yoona tak bisa berkata apa2 lagi mendengar ucapan Siwon, perlahan air matanya ikut menetes dikedua pipinya. Lalu Siwon meraih kedua tangan Yoona dan mengajaknya berdiri. Siwon menggenggam tangan Yoona erat, mata mereka saling bertemu.

“Yoona-ya, aku ingin hidup denganmu, menua bersamamu. Aku ingin memiliki anak denganmu, membesarkan mereka dengan penuh kasih sayang” ujar Siwon, kemudian ia mengambil sesuatu dari saku jasnya dan keluarlah sebuah kotak berwarna merah.

“Mungkinkah, mungkinkah itu terjadi?” Siwon lalu membuka kotak itu dan terlihatlah sebuah cincin berlian yg sangat indah berkilau. Yoona masih terdiam kaget namun matanya berkaca2,

“Yoona-ya, maukah kau menikah denganku? Saranghaeyo…” kata Siwon, dia menunggu Yoona menjawab pertanyaannya. Sampai akhirnya Yoona menganggukan kepala perlahan tanda setuju,

“Ne oppa, aku bersedia” jawab Yoona mantap, hal itu sukses membuat Siwon senang dan menampakan rona bahagia di wajahnya. Mereka sama2 saling tersenyum, sulit untuk mengungkapkan bagaimana perasaan mereka masing2. Yg jelas mereka sangat bahagia karena dapat menyatukan kembali cinta lama mereka.

Lalu Siwon memakaikan cincin berlian itu di jari manis Yoona, Yoona tersenyum haru tak menyangka Siwon benar2 melamarnya seperti ini. Saking bahagianya, Yoona memeluk Siwon dengan erat dan Siwonpun tak mengelak dari pelukan kekasihnya itu. Yoona begitu merindukan kehangatan seorang Siwon yg selama ini tidak ia rasakan. Mereka melepaskan pelukannya dan saling menatap. Perlahan wajah Siwon mendekat, Yoona mengerti maksudnya ia pun menutup mata. Wajah mereka semakin mendekat dan mendekat sampai akhirnya Siwon berhasil mendaratkan bibirnya di bibir Yoona. Siwon mengulum bibir Yoona, Yoonapun membuka sedikit mulutnya untuk melakukan hal yg sama. Mereka berciuman dihadapan senja yg hampir menghilang.

One Love, One Love,

The memories are beautiful

Always be my girl

One Love, One Love

The memories are beautiful

I don’t wanna ever say goodbye…

 

~The END~

 

Wahh…akhirnya selesai juga ni ffku, sempet galau juga gimana nentuin endingnya tapi aku cukup enjoy ngerjainnya…memuaskan ngga readers??

Oya, Mohon komentarnya…. J

Sampai ketemu di ff ku selanjutnya.. Gamshamnida buat semua yg udah ngikutin sampe akhir ^_^

Tinggalkan komentar

158 Komentar

  1. happy ending … yoonwon

    Balas
  2. So sweet
    akhirx yoonwon bersatu & happy ending
    kren eon…
    Ditunggu cerita yg laen eon…
    M’kasih

    Balas
  3. Akhirnya mereka bersatu, malah di suruh nikah ..
    Keren ffnya n happy ending 🙂

    Balas
  4. Kurang ada konfliknya tp keren ahkirnyaaa,,,

    Balas
  5. Ai juariah

     /  Oktober 21, 2015

    Akhirnya happy ending jg….np tn.choi tdak mnyadari akan ayah yoona dr pertama kan klo sdar yoonwon ga bakalan berpisah….

    Balas
  6. desy amanaf

     /  November 1, 2015

    so sweet, akhir yang bahagia dan indah
    ciee happy ending nih ceritanyaa gak jadi sad ending hehehe
    tapi aku juga ngarepnya ya emang happy ending sih hehe
    keren nih ceritanya, seru, ngena banget karakternya
    I like it!!!

    Balas
  7. Nhiina

     /  November 15, 2015

    Yuhuu !
    akhirnya yoonwon bersatu kembali 🙂
    ternyata mommy yoong anaknya sahabat choi haraboji !
    aduuh ! cpat² nikah deh :*
    pokoknya langgeng yaah .
    yoonwon jjang

    Balas
  8. Yeyy happy endingg,, daebakk thorrr 😁😁😁

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: