[2S] But I Love You Im Yoona (Chapter 2/END)

Title                             :   BUT I LOVE YOU IM YOONA ( 2/2A end )
Author                         :  Anastasya
Twitter                          : https://twitter.com/following / @ValeraAnastasya
Length                         : Two Shoot
Ratings                        : –
Cast
  • Choi Siwon Super Junior aka Siwon
  • Im Yoona Snsd aka Im Yoona
 Other cast

  • Kim Jong Woon aka Yesung
  •  Kwon Yuri aka Kwon Yuri
  •  Park Jung Soo aka Im Jung Soo (jiyeon T-ara)
  •  Park Jiyeon aka Im Jiyeon
  •  Cho kyuhyun aka Choi kyuhyun
  •  etc

 

Genre                            : Romance,Drama

Preview Last Part

Author pov
Dan mereka tak menyadari ada yang melihat mereka dari kejauhan dan tampa yeoje itu sadari dia menangis mungkin ini menyakitkan karana namja yang cintai lebih perhatian pada orang lain dan yeoje juga tidak bisa menyatakan cinta pada namja itu sungguh cinta dalam hati sungguh menyakitkan dan wanita tak tahan lagi melihat adegan itu walau hanya pelukan tapi ini menyakitkan.

Next Part

“oppa—”

yuri yang tidak tahan lagi dengan pemandangan itu, dia langsung lari sekuat tenaga dan sesekali dia menghapus air matanya yang mengalir sejak tadi dipipinya, yuri tidak perduli dengan pandangan orang yang melihatnya ‘aneh’ sampai dia tidak tau didepanya ada orang

BRUKK

“mainhae jeomal mianhae” yuri membungkukan badanya untuk minta maaf. (perasaan adeganya nabrak terus ya -__- #abaikan)

“yuri, benarkah ini kau???” tanya seorang namja yang di tabrak yuri tadi

“eoh…” merasa namanya yang dipanggil iya mengdoak ternyata “siwon oppa” yuri yang tahu itu siwon langsung memeluk siwon dengan sangat erat dan menangis mungkin melanjutkan tangisnya yang tadi.

“kenapa kau menangis ???” yuri hanya diam tidak menjawab pertanyaan siwon “uljima, sudah jangan menangis ne” siwon yang menenangkan yuri sambil tangannya mengelus rambut yuri agar wanita ini lebih tenang.”sudahlah kau terlihat jelek jika kau menangis” ejek siwon

“benarkah???” yuri langsung mangambil kacanya di tas mengecek apa yang dikatakn apakah benar “kau benar oppa aku terlihat jelek sekali huft..baiklah aku tidak menangis lagi” kata yuri sambil tersenyum dan mengahapus air matanya “oh ya oppa sedang apa kau disini??” tanya yuri yang heran melihat siwon ada dikampusnya.

“emm…itu karna kau ingin menjemputmu yah aku ingin menjeputmu” elak siwon sebenarnya dia kesini ingin mencari info tentang …..

“oppa ayo pulang…ngapain oppa masih berdiri disitu saja” yuri yang memangil siwon jadi siwon tersadar dari lamunanya “kajja” ujar siwon langsung ke mobilnya.

~~~Skip~~~

“gomawo, oppa sudah mengantarkanku pulang ke rumah,oppa tidak ingin masuk rumah bertemu dengan eomma dan appa?” ujar yuri yang sudah sampai didepan rumah yuri.

“Cheonmaneyo , annio aku langsung pulang saja karna ada urusan lain titip salam saja pada shamchon dan shungmo ne” ujar siwon

“baiklah kalau begitu, hati-hati dijalan ne” pamit yuri dan langsung keluar dari mobil siwon.

siwon langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, tiba-tiba deringan handphone siwon, ternyata tiffany yang menelefonya

“Yeoboseyo”

“……………”

“ne, aku akan datang bersama kyuhyun di tempat biasa ne”

Jiyeon pov
Aku sekarang aku ke discotic bersama teman-temanku walaupun waktu menunjukan 10 malam tapi aku tak perduli. ‘sungguh aku menyesal kenapa kau bisa mengatakaan hal bodoh itu kepada rentenir itu padahal aku tahu sendiri aku tidak mungkin bisa membayarnya hutang ayah’ gerutuku dalam hati.
“jiyeon kenapa kau hanya diam saja disini, mari kita ke lantai dansa untuk bersenang-senang dan melupakan masalahmu itu” sebelum aku menjawab ‘iya’ temanku sudah membawaku ke lantai dansa….
~~~~~~
yah aku menari tak tentu arah di lantai dansa ini walaupun dengan kepala yang sedikit pusing mungkin karna kau terlalu banyak minum wine tapi aku masih bisa menggerakan badanku untuk menari.
Author pov
Yoona yang masih duduk didalam rumahnya sambil memegang dagunya sedang memikirkan masalah hutang ayahnya dan sekarang bertambah dengan jiyeon yang tak kunjung pulang yoona merasa menjadi orang eonnie yang gagal  karna tidak bisa menjaga adiknya satu-satunya lamunan yoona dibuyarkan suara  handphonennya.
“Yeoboseyo”
“Youngie, gawat temanku melihat adikmu sedang mabuk berat di discotic” ternyata itu suara yuri
“MWO” tentu saja pernyataan yuri membuat tambah kuartir pada adiknya satu-satu
“maka cepat kesana dan aku juga akan kesana dengan yesung oppa”
“baiklah eonie aku akan kesana eonie” Setelah yoona menutup panggilan dari yuri dia menggatikan bajunya kaos berlengan tiga perempat berwarna pink dengan aksen kerut pita di samping kiri bajunya dipadukan dengan celana hitam polkadot putih (bayangin pas suzy pakaian di airport) langsung pergi discotic  yang disebut yuri.
~~~Skip~~~

 

Hanya butuh setengah jam bagi yoona  ketempat yang yuri sebutkan karna dekat dengan rumahnya, disaat yoona ingin masuk yoona sudah dijegat oleh bodyguard di discotic ini.
“maaf ada tidak boleh masuk ke tempat ini, anda harus membayar dulu untuk bisa masuk ke discotic ini” tegur bodyguard
“tapi ada adikku didalam jebal biarkan aku masuk” ujar yoona yang memasang muka memelasnya tapi itu tidak membuat bodyguard itu luluh.
“lebih baik anda pulang nona saja bila tidak mampu membayar karcis discotic ini tapi jika tetap memaksa saya tidak segan-segan meyeret anda keluar dari sini” ancam bodyguard itu tapi yoona tidak mudah menyerah begitu saja.
“baiklah, aku akan pulang” ujar yoona yang terdengar pasrah sedangkan penjaga itu balik yang memutarkan badanya langsung berlari untuk masuk discotic tapi bodyguard itu sudah menghalanginya duluan dengan menarik tangan yoona dan menyeret yoona keluar discotic itu tampa memperdulikan yoona yang sebenarnya meritih kesakitan karna genggaman penjaga sangat erat.
“LEPAS….Lepaskan tanganku aku harus masuk kedalam ada adikku ada didalam”  ujar yoona yang memohon kepada bodyguard itu sepertinya diabaikan begitu saja ada sampai suara seorang namja menghentikan aktifitas bodygard itu. saat menengok ternyata…..
“ada apa ini?? kenapa nona ini perlu diseret keluar dari discotic ini” ujar namja dengan suara lantang itu berasal dari seorang namja yang tak lain siwon.
Siwon pov
sekarang aku dan kyuhyun sudah ada di discotic untuk merayakan keberhasilan tiffany yang berhasil masuk universitas yang dia inginkan di paris. saat aku dan kyuhyun masuk tampa sengaja kami berpaspasan dengan bodyguard penjaga discotic ini tapi tangannya menarik seorang yeoje wajah sedikit tertutup badan bodyguard tapi wajah itu mirip sekali seperti yoona mana mungkin dia ada disini….
“LEPAS….Lepaskan tanganku aku harus masuk kedalam ada adikku ada didalam” suara itu membuatku tambah yakin itu suara yoona aku ingin mencari tapi sebuah tangan mencegatku….
“hyung, kau ingin kemana?” tanya kyuhyun saat aku ingin menyusul yoona
“kyu lebih baik kau duluan kedalam dan beritahu tiffany kau ingin mengambil barangku di mobil yang tertinggal tadi” jawabanku
“baikalah hyung, ingat jangan lama dan menyusul aku di kedalam ne” aku hanya menjawab angguka sebagai jawabanya ‘iya’ dan langsung berlari mencari keberadaan yoona takut terjadi sesuatu terhadap yoona, ketemu…..

“Berhenti, ada apa ini?? kenapa nona ini perlu diseret keluar dari discotic ini” tanyaku dengan suara lantang agar bodyguard itu melepaskan gengaman dari yoona

“akh.. tuan choi nona ini ingin memaksa masuk kediscotic ini tampa membayar terlebih dahulu jadi saya ingin mengusirnya” jawab bodyguard itu.

“kau pergilah, biar nona ini aku saja yang mengurusnya” ujarku dan langsung membawa yoona masuk ke discotic ini.

Author pov
“mianhae, sudah lancang memegang tanganmu” siwon dan yoona yang sudah masuk discotic itu, siwon langsung melepas tangannya karna lancang memegenggam tangan yoona.
“anio malah aku ingin mengucapkan terimakasih karna kau aku bisa masuk ketempat ini” ujar yoona yang merasa terimakasih karna pria ini dia bisa masuk discotic ini “baiklah  klau begitu duluan karna aku harus mencari adikku di discotic ini” saat yoona mau pergi tangan siwon  memegang tangan yoona lagi dan yoona hanya memandangnya bingung.
“tunggu, bolehkah aku menemanimu untuk mencari adikmu karna aku takut bodyguard itu curiga terhadapmu karna aku tidak disapingmu lagi???” tawar siwon pada yoona sedangkan yoona sedang memikirkan apa yang siwon ditawarkan siwon tapi betul juga bila kau ketemu lagi dengan bodyguard itu bisa-bisa aku dibawa keluar pikir yoona
“baiklah kalau begitu” ajak yoona “oh ya aggashi siapa namamu? aku Im yoona imida aggashi bisa panggil aku yoona”kata yoona dengan senyuman manisnya

“ne, aku choi siwon imida sepertinya aku lebih tua darimu kau bisa panggil aku oppa, ottikhe?” sebenarnya ada rasa sedih karna yoona tidak ingat padanya saat pertemuan mereka pertama

“baiklah, kajjja kita mencari adikku” kata yoona terima tawaran siwon dan dapat jawaban anggukan dari siwon
~~~

“kyuhyun dimana siwom oppa kyu, kenapa belum sampai kesini juga?? “ Tanya tiffany pada kyuhyun hanya pertanyaan itu yang keluar dari mulut tiffany sejak dia sampai ke tempat party ini.
“molla nona tapi aku berangkat bersamanya tapi tiba-tiba dia harus kembali ke mobil untuk mengambil barang yang ketinggalan” penjelasan kyuhyun pada tiffany “ nona aku ke bawah dulu jika siwon hyung sudah datang kabari aku ne” lanjut kyuhyun dan langsung kebawah tampa menunggu jawaban dari tiffany yang dari badmood karna orang yang diharapkan datang tak muncul juga.
Kyuhyun pov
Aku sedang dilantai berdansa disini ramai sekali dan wanitanya juga cantik-cantik tidak ku sangka siwon hyung pintar dalam memilih discotic. Suara di discotic tak henti-hentinya untuk membuat kami bergoyang saking aku semangatnya…….
BUGG
sepertinya ada terkena pukul oleh tangaku saat aku menengok “mianhee…..” kata-kata terpotong karna orangnya sudah pingsan, aigoo,,,,babo kau kyuhyun dan orang-orang disini menatapku seperti mengucapkan kau-harus-tanggung-jawab tampa aba-aba aku langsung menggedonya ala bridal style menuju mobil dari pada aku dipukuli pengunjung untung aku membawa mobil sendiri.
Siwon pov
Aku dan yoona sudah mencari adiknya sudah setengah jam tapi hasil nihil padahal semua ruangan sudah kami cari tapi tetap saja hasilnya nihil. “yoong apakah benar adikmu ada disini???” tanyaku pada yoona. karna smua ruagan kami telusuri tapi tetap tidak ada
“emm…kata temanku adikku ada di discotic ini oppa” sepertinya yoona kedinginan yang karna baju yang bahannya tipis.

“bagaimana kita minum dulu untuk menghangatkan diri karna sepertinya badanmu kedinginan dan kita mencarinya lagi, Ottokhe???” tawarku “emm….” Yoona memeriksa katongnya “tenang saja aku yang traktir” kataku.

“baiklah oppa”  saat aku ingin ke bar aku melihat Kyuhyun sedang apa dia menggendong seorang gadis apa terjadi sesuatu pada….  dan tiffany OMMO aku lupa dengannya tapi bagaimana disini masih ada yoona.

“yoona aku ada urusan sebentar untuk keatas dan aku akan kembali lagi oke, waiter pesan minuman satu” kataku yang hanya dijawab “hmm” jawab yoona. saat aku mendengar jawaban yoona aku langsung eninggalkan yoona di bar menemuai tiffany dilantai 2.

~~~
“fanny” syukurlah dia masih ada disini kataku dalam hati. fany melihatku dan langsung menghampiriku dengan wajah kesalnya “oppa kau lama sekali disini sampai-sampai aku seperti orang bodoh disini” dia mengerucut bibirnya lucu tingkahnya

“mianhae….omong-omong yang lain dimana??? Kenapa kau hanya sendirian???? Dimana kyuhyun bukankah dia kesini???” tanyaku.

“aishh banyak sekali pertanyaanmu oppa, bagaimana kau bisa menjawab semuanya” kesal tiffany karna aku bertanya sangat banyak padanya.

“hehehe….mianhae”  “baiklah aku ingin bertanya kenapa kau disini sendirian yang lain kemana??” tanyaku sekali lagi.

“emm…mereka sudah pulang semua dan ada yang tidak bisa datang”jawabnya dengan suara gugup.

“benarkah” memastikan jawabanya “oppa tak percaya padaku  yang sudah tak apa” jawabanya dengan nada dibuat buat kesal.

“ne aku percaya padamu dan dimana kyuhyun bukankah dia harusnya sudah sampai??” tanyaku lagi

“dia datang dan turun ke lantai dansa dan allhasil aku sendirian menunggu oppa” ketusnya

“sudahlah akukan sudah minta maaf jangan kau ceberut terus kau terlihat aneh jika seperti itu, kau tahu kau akan terlihat cantik jika kau tersenyum ” rayuku pada fany.

“baiklah aku akan tersenyum”dia tersenyum tapi senuman terpaksa

“hahahaha senyum apa itu jelek sekali”ejeku karna senyumannya yang aneh’

“OPPA TIDAK LUCU” aku langsung diam karna dia sedang marah lebih baik aku jangan mengejek lagi.
“mianhae ne” kataku dengan tulus “baiklah aku maafkan tapi kenapa oppa bisa terlambat kesini”tanyanya padaku OMMO aku lupa ada yoona dibawah.

“ommo aku lupa ada urusan penting yang aku urus fany maaf dan terimakasih atas partynya” pamitku ke tiffany dan aku langsung kebawah menyusul yoona.

“oppa kau belum menjawab pertannyaankku” teriak tiffanya yang tak ku perdulikan.
~~~
Saat aku menghapiri yoona dan dia sedang minum soju tapi 1 botol soju sudah habis dan meminta betender membawakanya soju dan meminunya lagi. Aku langsung merebut botol soju itu dari tangannya.
“yoona apa yang kau lakukan” kataku suara setengah bergertak sekalian mengambil air minumnya

“akh…oppa biarkan aku minum itu, aku haus sekali oppa ” sepertinya sudak mabuk mabuk berat terlihat sekali dari tikahnya

“anio kau terlalu banyak minum lebih baik kita pulang saja” aku yang ingin menarik tangan yoona untuk keluar discotic ini tapi yoona menepisnya spontan membuat aku kaget…

“kalau kau ingin pulang, pulang saja jangan mengajakku aku masih ingin disini dan melupakan masalahkku” ujar  yoona

“sudahlah kau mabuk sudah mabuk berat lebih baik kita pulang saja”  ujar siwon dengan nada yang lembut.

“aku bilang tidak yah tidak….Kau tahu siwon oppa aku (yoona yang menujuk dirinya sendiri) eonie yang gagal karna tidak bisa menjaga adikku dengan baik” aku hanya diam Agar melanjutkan ceritanya “kau tahu kehiduppanku begitu berat  karna setiap hari aku harus memikirkan hutang ayahkku yang selalu berbunga di retenir itu hiks..hiks dan dan …. Kau tahu lagi oppa retenir itu mengancam aku dan adikku bila kami tidak bisa membayar hutang itu maka kami akan menjadi  budak napsunya…hiks….hiks” yoona menangis dan aku menarik tubuh ke dalam pelukku untuk menengkanya.

 “uljima, tapi sekarang kita pulang dulu. ini tak akan menyelesaikan masalah” saranku tapi tak ada tanggapan  dari yoona, saat aku melihat dia sudah pingsan didalam pelukanku. Tampa pikir panjang aku langsung menggedonya dan membaringkanya  dalam mobil dan melajukan mobilkku ke appertementku karna aku tidak tahu rumahnya yoona.

Yesung pov

Aku dan yuri sekarang  Terjebak oleh dinginya cuaca salju karna mobilkku mogok dijalanan,  jalanan ini terbilang sepi satu seteah jam aku berusaha membetukkan mobil ini tapi hasilnya nihil dan poselkku lobet sedangkan yuri tertinggal posnselnya dirumahnaya.

“oppa apakah mesinnya sudah benar oppa???” Tanya yuri yang baru keluar dari mobil.

“anio kemungkinan kita bisa membawa mobil ini bekel ini besok” jawabku

“tapi bagaiman dengan yoona dia pasti menunggu kita oppa?” aish dalam kondisini seperti ini dia masih memikirkan kondisi orang lain tapi suara menggigil ‘apakah dia kedinginan???’

“tenanglah yuri dia itu bisa menjaga dirinya sendiri mungkin dia sudah pulang karna ini sudah jam 12 malam mana mungkin yoona menunggu kita dan kenapa kau selalu memikirkan orang sedangkan kau kedinginan pakailah jaketku agar menghangatkan badanmu” aku melepas jaketkku dan memakainya ke tubuh yuri “dan kau tidurlah didalam mobil dan aku akan menjagamu diluar mobil” saranku.

“Andhweyo”teriaknya “maksudku oppa lebih baik tidur juga didalam karna aku tau oppa tidak akan berani macam-macam padaku dan apa oppa akan kuat dingin malam ntar kalau oppa sakit, Ottokhe????” tawaranya padaku sedangkan aku hanya mengangguk sebagai tanda aku setuju.

Hening

Tiba-tiba suasana menjadi sangat canggung didalam mobi ini kalau ada yoona pasti dia yang akan mencairkan suasana dengan candaannya. aku melirik yuri sepertinya orang gelisah ‘apakah dia tidak nyaman ada aku disini???’ pekiranku

“kau belum bisa tidur?” kataku mengkagetkan yuri

“Heh… Eumm..” jawab Yuri mengiyakan

“Kau kurang nyaman tidur bersamaku??” tanyaku lagi.

“annio…maaf kalau itu membuatmu tidak nyaman oppa” jelasnya

“hemm…apakah kau ingin aku nyanyikan sebuah lagu?” tanyaku
“boleh oppa…aku ingin mendengarkan suara indahmu oppa” jawabnya yang memuji suara emasku ini
seulpeun dedamman doraondahedo
huhwehajin anayo
saranghetdon gollo chungbunhanikka
manyak weropdago neukkindamyon
jigeum honjaraso seulpeudamyon
dwidorabwayo
maldo mot-hago baraman bomyo saraon
han baboga gogi soisseulji moreunikkayo
geu baboga nainikkayo (Yesung ft Jang Hye Jin – I’m Behind You)
Auhor pov
Sinar matahari pagi perlahan-lahan mulai terasa didalam mobil ini. Didalam mobil Yuri masih tertidur pula dan yesung yang mulai membuka matanya kini melihat Yuri yang masih tertidur Seulas senyum terkembang dibibirnya kemudian tangannya tergerak untuk merapikan rambut Yuri yang menutupi sebagian wajahnya yang cantik sekali saat tertidur, Yuri sedikit bergerak membuat yesung menghentikan aktifitasnya yang merapikan rambut yuri Dan berpura-pura tertidur lagi.
“oppa irreno ini sudah pagi” yuri yang menggoyangkan lengan yesung agar yesung bangun.

“emm..sudah pagikah” yesung membuka mata seperti orang yang baru bangun tidur dan yuri hanya menjawab dengan anggukan ”ini jam berapa?” tanya yesung lagi.

“ini jam setengah delapan pagi oppa” ujar yuri setelah melihat jam tanganya. yesung langsung keluar untuk mencari udara segar dan diikuti yuri

“oppa bagaimana cara kita pulang oppa?” Tanya yuri pada yesung

“emm…kita akan berjalan sebentar untuk mencari bantuan” jelas yesung pada yuri “lebih baik kau bersiap-siap untuk mencari bantuan” lanjut yesung pada yuri dan yuri langsung masuk mobil  untuk bersiap-siap.
~~~
Seorang gadis yang menggeliat badanya karna terganggu dengan sinar matahari dan wanita bersandar dipunggung kasur itu tapi ada yang aneh!! Ini bukan kamarnya ini lebih mirip apertement tapi in apperementnya siapa?? pikir jiyeon
Ceklek
“YAAKKKK…kau siapa? Dan kenapa aku bisa disini?” gadis yang  berteriak histeris pada namja yang selesai mandi hanya memakai handuk sepinggang tapi namja itu memandang aneh pada gadis yang dia tolong semalam.

“Yakk kau tau usah berteriak begitu harusnya kau harusnya terima kasih karna menolongmu semalam discotic karna pingsan” yeoje siapa lagi kalau bukan jiyeon yang memikirkan perkataan namja itu,benar yang dia ingat dia terkena pukul seseorang dan dia tidak lagi apa yang terjadi “dasar wanita aneh tadi malam kau menangis dan pagi ini kau berteriak”  ujar kyuhyun
Flaskback
Kyuhyun pov
“agashi….bangunlah…..” aku sudah berusaha membangunkan gadis ini tapi dia tidak bangun-bangun juga sekarang kami ada didalam mobilku akh….dari pada pusing aku langsung saja membawanya ke appertentku dan melajukan mobilku ke appertemantku.
~~~Skip~~~

sekarang aku sudah didepan pintu appertentku tapi bagaimana bisa aku  bisa menekan tombol passwordku sedangkan kedua tanganku digunakan untuk menggedong yeoje ini otthoke…ahh ada office boy lebih baik aku minta tolong saja pada orang itu.

“agashi” panggilku pada office boy itu “ne, ada yang bisa saya bantu agashi” tawarnya dengan sopan tapi menatapkan dengan tatapan aneh, ‘oh mungkin dengan posisi aku menggedong seorang yeoje tapi apa perdulikku’ kataku dalam hati. “bisakah kau memecet kode appetementku” kataku dan office boy ini hanya menggangguk dan memasukan kode appertement yang aku beritahu.“gonawo” ujarku

“cheonmaneyo, kalau begitu aku permisi” pamitnya padaku dan Aku langsung masuk kedalam apertement dan membaringkan gadis ini ditepat tidurkku.

“ngngng…”terdengar lenguhan pelan dari yeoje ini.

“agasshi kau sudah bangun” ujarku menggerakan lengannya agar dibangun dan benar saja dia membuka matanya. Tiba-tiba dia langsung memeluk sangat erat dan terasa basah sekali bahu bsah, ‘apakah dia menangis???’ “uljima jangan menangis” ujarku dan mengelus rambutnya agar dia sedikit tenang.

“tolong aku,,,tolong aku” ujar dengan suara yang lirih “kau minta tolong apa” tanyaku dengan lembut dan menceritakan semua kejadiannya sungguh aku merasa iba,ternyata gadis ini kehidupanya  tidak seseperti penampilampilanya.

“baiklah aku akan menolongmu tapi dengan syarat…..” kataku mengajuka persyartanya “baiklah, aku memenuhi permintaanm” dia menyagupinya permintaanku. “bagus kalau begitu sebaiknya kau tidur lagi” aku terdenyum dengan evilsmirk dan dia menuruti perintahku
Flaskback end
Author pov
‘Sungguh bodoh karna mabuk sampai-sampai aku membuka aibku paboya gerutu’ jiyeon dalam hati. “jadi kau setuju dengan persyaratanku semalam” tanya kyuhyun memastikan perjanjian mereka tadi malam.

“ne aku akan memenuhi syaratmu” jawab jiyeon mantab hanya mengiyakan karna tak ada  cara lain mencari uang  untuk menutupi hutang ayahnya. ‘dari pada melayani tua Bangka itu lebih baik aku mengiyakat syarat namja ini’ pikir jiyeon.

“bagus kalau begitu dan syarat itu berlaku mulai dari sekarang. oh ya siapa namamu? namaku Choi kyuhyun kau bisa panggil aku kyuhyun tapi kau sepertinya lebih muda dari padaku jadi panggil aku kyuhyun oppa” ujar kyuhyun sambil memperkenalkan diri

“emm…baiklah aku akan mengemasi barang-barangku ke appertement ini dan namaku Im jiyeon kau bisa aku jiyeon saja” kata jiyeon yang juga memperkenalkan namanya. “baikalah cepat bangun dan aku akan menunggumu untuk sarapan” perintah kyuhyun. “gonawo” kata jiyeon sebelum kyuhyun pergi dari kamr itu. Kyuhyun yang mendengarnya hanya tersenyum.

 

  ~~~~
Yoona pov
Orang-orang retenir  itu membawa adikku di tempat yang gelap yang tak bisa aku lihat. Aku yang ingin berlari tapi ada tangan seseorang menahanku dan mengikatku

“EONIE TOLONG AKU” teriak jiyeon
“JEBAL”
“ANDWE TOLONG JANGAN BAWA ADIKKU PERGI”
“TO….LONG EONIE…SA…KIT” suara jiyeon semakin lemah
“JANGAN…..AKU MOHON” memohon kepada seseorang yang menahan tanganku
“jebal” kataku
“EOONNNNIIIIEEE”
“Andwe, kumohon  jangan” teriakku
“jangan setuh adikku…..aku mohon….tolong..”
“yoona???”
“yoona???”
“andwe…” jeritku, bangun dari tidur dengan nafas tersengal-sengal. Mataku menatap sekeliling appertemen mewah ini “aku dimana???” gumamku.aku Menemukan siwon oppa duduk ditepi tempat tidur wajahnya terlihat guratan kuatir dan di memegang sarapam.
“yoona kau Gwaenchansseumnida (tidak apa-apa) dan sekarang kau di appertementku” ujar siwon oppa.
Grepp
“oppa adikku,,,adikku kita harus menolongnya oppa,,,sekarang juga oppa” kataku menarik tangan siwon oppa tapi dia menarikku dan aku jatuh dalam pelukanya.
Hangat
“tenanglah yoona, aku yakin adikmu dalam keadaan baik-baik saja” dan mengelus rambut agar aku tenang.

“tidak oppa, tadi dia minta tolong dan orang retenir itu membawa adikku kedalam ruang yang tidak bisa kulihat oppa” ceritaku pada siwon oppa.

“itu hanya mimpi buruk, kau percaya padaku” ujar siwon oppa menatapku dengan tatapan teduh dan aku hanya mengangguk.
Hening
“sebelum  kita mencari adikmu kau harus makan dulu, lihatlah wajahmu begitu pucat bagaimana kau bisa mencari adikmu dengan wajah pucat seperti itu” nasehatnya padaku. “ne, aku sekarang makan” aku langsung makan yang siwon oppa yang berikan padaku.
~~~SKIP~~~
Author pov
Yoona yang sudah selesai makanpun memustuskan jalan-jalan mengeliliingin appertement siwon tapi dikagetkan suara pintu terbuka dari kamar satu lagi karna appertement ada 2 kamar, siwon yang menghapiri yoona yang berdiri sambil membawa baju ganti untuk yoona. “yoona kau mandi dulu dan baju milik saudaraku yang menginap kemarin sepertinya cocok pada tubuhmu” ujar siwon

“Gonawo oppa” ujar yoona yang langsung masuk kamar mandin sedangkan siwon hanya menjawab dengan senyuman
~~~
Siwon yang sedang menonton tv menunggu yoona yang sedang mandi. Tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka siwon menengok….

“Ottokhe, apakah ini cocok denganku” tanya yoona, yoona yang rambutnya digerai begitu saja, mengenakan t-shirt putih bergaris yang dipandu dengan rok mini biru walaupun pakaian sederhana tapi terlihat manis dimata siwon.“apakah ini tidak cocok” tanya yoona lagi pada siwon.

“anio, Cham yebbeoyo (sangat cantik ), sekarang kau kuantarkan pulang tampa penolakanka” ujar siwon dan yoona menjawab dengan anggukan tapi pipinya merah merona karna dipuji seperti itu sedangkan tanganya digegam oleh siwon ‘nyaman’ itulah rasanya
~~~SKIPP~~~
Yoona dan siwon sudah sampai didepan rumah yoona “Gamsahamnida siwon oppa sudah mengatarku dan aku banyak berutang budi padamu padahal kau baru mengenalmu tapi aku sudah banyak merepotkanmu oppa” ujar yoona

“anio, ghwenchanayo” ujar siwon yang tidak direpotka oleh yoona.“oppa tak ingin masuk dulu” tawar yoona “anio mungkun lain  waktu,sekarang masuklah” kata siwon “ne” jawab yoona.

Yoona keluar dari mobil siwon dan melihat mobil siwon semakin menjauh dan dia masuk kedalam rumahnya untuk mencari  jiyeon mungkin jiyeon sudah pulang karna ini sudah jam 10 pagi gumam yoona tapi Semua ruangan rumahnya yoona sudah terulusuri semua ruangan tapi hasilnya nihil, jiyeon kau dimana??  Lirih yoona. Tiba-tiba suara pintu dibanting dari arah depan membuat yoona kaget dan yoona langsung ke suara itu ada rasa takut dibenaknya

“jiyeon” ternyata jiyeon dan yoona langsung memeluk jiyeon dengan erat “jiyeon kau kemana saja? aku mengkuatirkanmu” tanya yoona

“LEPASSS….” teriak jiyeon langsung berontak dan melepaskan pelukan dari yoona “kau ini apa-apa sih, aku kemana saja itu bukan urusanmu dan sekarang minggirlah aku ingin lewat” teriak jiyoun lagi langsung pergi begitu saja tampa perdulikan yoona.
Jiyeon pov
Dasar kakak aneh tiba-tiba memelukku saat aku datang. Oh ya aku harus cepat membereskan barang-barangku karna evil ( kyuhyun ) itu menungguku dibawah.
~~~Skipp~~~

Aku keluar dari kamarku dengan membawa koperku karna evil (kyuhyun) itu menyuruhku untuk tinggal di appertement kalau bukan dia akan berjanji membayar untangkku pasti aku tidak mau hampir saja keceplosan evil itu melarangku untuk memberitahu perjanjian kami atau dia tidak jadi membayar hutangku.

“jiyeon,kau mau kemana jiyeon??? Kenapa harus membawa koper??” tanya yoona eonie kepadaku

“aku tidak akan tinggal pada temanku dan kau tak perlu kuawatir aku akan tak akan kabur 3 bulan lagi aku kesini membawa uang agar aku bebas dari rentenir itu” jelasku dan pergi. Saat aku melihat kebelakang sepertinya dia syok atas penjelasanku tapi aku tak perdulikan dan langsung pergi ke mobil kyuhyun.
~~~
“sudah selesai” tanya kyuhyun saat aku sudah didalam mobilnya kyuhyun dan menanggapi pertanyaan hanya mengangguk sebagai jawaban ‘iya’  dan sebelum kyuhyun melanjukan mobilnya yoona meneriaki namaku “apa ada masalah??” tanya kyuhyun.
“anio, sudahlah kyu jalan mobilmu atau aku akan berubah pikiran untuk tidak jadi……” tapi kata-kataku sudah dipotong duluan kyuhyun “ara…ara…ara kita pergi” kyuhyun langsung melajukan mobilnya dan aku tak perduli teriakan yoona eonie meneriaki namaku.
Yoona pov
“aku tidak akan tinggal pada temanku dan kau tak perlu kuawatir aku akan kabur 3 bulan aku kesini membawa uang agar aku bebas dari rentenir itu” kata-kata itu terus berputar dalam pikiranku dan tampa kau sadari jiyeon sudah pergi.

“JIYEON JANGAN PERGI” teriaku didalam rumah dan saat aku ingin menyusul jiyeon, dia sudah pergi dengan mobil.

“JIYEON JANGAN PERGI” aku tak perduli dengan tatapan orang-orang disekitar dan kepala semakin pusing badanku oleng dan menakap badankku tapi aku tak tau siapa karna semuanya tiba-tiba gelap.
~~~
Yuri pov
Saat ini aku dimobil yesung oppa menuju rumah yoona padahal yesung oppa menyarankanku untuk pulang lebih dulu karna takut aku sakit tapi aku tetap memaksanya untuk ke rumah yoona. tohh….ini masih jam 12 siang dari pada aku bosan di rumah lebih ke rumah yoona dan aku masih kuartir keadaanya karna tadi malam aku tidak jadi menemaninya.

“oppa bukankah itu yoona” ujarku sambil menunjuk yoona yang sedang berteriak dan berlari pasti orang yang melihatnya seperti orang gila dan yesung oppa langsung menengok seperti dia juga kaget saat melihat kondisi yoona yang dibilang sangat memperhatikan, Aku dan yesung langsung keluar dari mobil untuk menanyakan masalahnya tapi yoona tiba oleng tentu saja ditangkap oleh yesung oppa tampa babibu dia menggendong yoona karna yoona pingsan dalam rumah tapi yesung oppa berhenti menetapku.

“YAKK…..KENAPA KAU DIAM SAJA CEPAT BANTU AKU UNTUK MENGOBATI YOONA” teriak yesung oppa sedang aku hanya menunduk dan menyusul yesung oppa kedalam rumah yoona takut dia berteiak lagi, sungguh hatiku sakit orang yang kucintai lebih perhatian pada orang lain walaupun itu yoona yang sudah kuanggap dongseku sendiri tapi tetap saja hati ini cemburu padanya karna dia mendapatkan perhatian lebih dari yesung oppa dari pada aku. Aakh,,,apa yang ku pikirkan masa aku cemburu pada yoona padahal aku tahu kalau dia itu tidak  suka pada yesung oppa. Yesung oppa membaringkan tubuh yoona pelan diatas kasur.

“oppa apakah yoona akan baik-baik saja” aku sangat kuartir melihat wajahnya pucat

“tenanglah dia kan strong young pasti dia kan baik-baik saja” jawab yesung oppa dan aku hanya mengangguk.
4 jam kemudian>>>>
Emm…kenapa aku ketiduran seperti ini dan yang membuatku kaget adalah aku tidur dipudak yesung yang otomatis wajahku dan wajah terbilang sangat dekat…oh tuhan wajahnya tampan sekali untung dia tertidur sama sepertiku jadi aku bisa melihat wajahnya sepuasnya dengan jarak sedekat ini.

“sampai kapan kau terus melihat wajahku tampan ku ini hum..” ujarnya tentu saja aku langsung bangun dari pudaknya.

“emm…oppa aku akan memasak untuk kita untuk kita bertiga jadi saat yoona sadar kita juga makan oppa” ujarku dengan nada yang sangat gugup dan aku langsung pergi tampa mendengar jawaban dari yesung oppa ‘babo babo mau taruh dimana mukaku ini aku malu, baiklah aku terlihat biasa dan memasak sekarang,fighting yuri’

Aku mempersiapakan makanan untuk yoona karna tadi kulihat wajahnya begitu pucat…saat aku ingin masuk kamar yoona kau melihat pemandangan yang menghayat hatiku mereka berpelukan dan aku mengurungkan niatku untuk masuk kamar yoona dan duduk untuk menenangkan hatiku, air mataku mengalir begitu saja di kedua pipiku. Tiba-tiba aku mendengar suara pintu yoona terbuka dengan cepat aku menghapus air mataku.

“yuri-ya sedang apa kau disitu? kenapa tidak masuk?” tanya yesung oppa padaku

“emm..tadi ada masalah sedikit oppa, baiklah aku masuk dulu oppa” jawabku saat aku melewati yesung oppa dimemegang lenganku.“wae oppa?” tanyaku

“mainhae tadi aku membentakmu seharusnya aku tidak seperti itu” ujar yesung dengan wajah bersalah.

“Gwaenchansseumnida oppa aku  mengerti pasti oppa sangat kuartir dengan yoona” ujarku denga senyuman manisku.

“gomawo telah memaafkan aku yuri-ya” ujarnya disertai senyuman manisnya

“Cheonmaneyo” jawabku dengan membalas senyumannya sebenarnya jatungkku sudah berdebar dengan kencang gara-gara senyumanya itu “baiklah oppa aku masuk dulu” lanjutku dan yesung oppa hanya mengangguk dan aku langsung pergi takut  jatungku terkena penyakit serangan jatung saat didekat yesung oppa.
Author pov
“yoongie apakah kau sudah mendingan? Maaf yoongie aku tidak bisa menyusulmu ke discotic,mianhae yongie mobil yesung oppa tiba-tiba mogok dan kami terjebak dijalanan yang sepi membuat aku dan yesung oppa tidak bisa menyulsumu dan kami juga tidak bisa pulang malah kami menginap di mobil semalaman” cerocos yuri sedangkan yoona hanya terkekeh melihat temannya yang sudah dianggap eonienya sendiri sangat kuartir padanya “YAKK kenapa kau malah tertawa” yuri sangat kesal dengan sikap yoona, dia kuartir pada yoona tapi yang di kuartirkan malah dia tertawakan

“aigoo…yuri eonie bagaimana semalaman dengan yesung oppa umm? Apa saja yang kalian lakukan?” tanya yuri sedangkan yoona yang bukan menjawab pertanyaan yuri malah dia menggoda yuri

“anio kami tak melakukan apapun selain tidur didalam mobil” jawab yuri gugup

“Jheongmal?  Kalu begitu kau bodoh sekali kenapa kau tidak menembak yesung oppa menjadi pacarmu ? Bukankah kau dari dulu menyukai yesung oppa hum..!!!” goda yoona lagi

“mana mungkin aku berani melakukan itu young itu sangat memalukan jika yesung oppa menolakku mau ditaruh mana mukaku ini” ujar yuri. Tampa mereka sadari ada namja yang mendengar dan dia tersenyum dibalik pintu kamar yoona.

“oh young apakah mencari perkerjaan ?” tanya yuri untuk mengalihkan pembicaraan

“ne eonie aku harus mencari perkerjaan yang gaji bisa membayar utang ayahku” jawab yoona lemah karna dari kemarin perkerjaan tapi tak ada yang menerimanya lamaran kerjanya.

“young kau mau bekerja di tempat perushaan saudaranku, disana kau akan berkerja jadi marketing appertement sekali kau menjual hasilnya lumaya uangnya untuk membayar hutang ayahmu” jawab yuri

“Jheongmal, baiklah kalau begitu aku akan melamar ditempat itu” ujar yoona dengan semangat

“baiklah aku dan yesung oppa akan mengatarmu kesana” ujar yuri

“ada apa ini kalian berdua tiba-tiba menyebut namaku” ujar seorang namja yaitu yesung

“ahhh…ni oppa maukah aku mengatarkan yoona dan aku untuk menemani yoona melamar kerja” ujar yuri takut-takut yesung menolaknya.

“emm…baiklah aku mengantar kalian dan yuri kau sudah siapakan makanan buat kami” tanya yesung

“oh ya aku lupa mari kita bertiga makan aku sudah memasakan untuk kita bertiga” ujar yuri

~~~SKIPP~~~
“yoon sekarang tidurlah kami berdua akan menunggumu sampai kau tidur dan aku akan menyanyikan lagu untukmu tidur” yesung langsung membantu yoona untuk berbaring.
 Nuhl nae poome aneumyuhn sarajyuh buhrigo
Noonmoori heulluh begaereul juhkshimyuhn
Nan geujeya jamesuh ggaeuhyo
Achimeun neul iruhke….My Love

Yuhngwuhnhi idaero jamdeulgil baraedo,
Yuhjuhnhi geunyuhro ggaeuhnado…
Dashineun kkoomkkoji anhkireul baraedo,
Oneuldo geunyuhro naneun jami deul sooga issuh (in my dream-Super junior)
Yoona yang sudah terlelap membuat yesung berhenti bernyanyi sedangkan yuri masing memejamkan matanya karna terlalu menikmati lagu dan suara yesung yang merdu..

“yuri mari kita pulang ini sudah malam aku tidak ingin orang tuamu memarahiku” ujar yesung membuat yuri matanya dan tanganya langsung ditarik oleh yesung menuju mobil meninggalkan yoona yang sudah di dalam mimpi yuri.
~~~
Dalam perjalan menuju rumah yuri lagi-lagi dua-duanya bungkam tak ada satupun yang ingin mulai bicara mereka terlalu sibuk dengan pikiranya masih-masih tak tau apa yang mereka pikirkan “emm…oppa gonawo sudah mengatarku pulang” kata yuri pada yesung oppa. “hum..”  yuri yang mendengar jawaban yesung langsung keluar begitu saja.
~~~

Waktu masih menunjukan jam 7 pagi tak membuat 2 mahasisiwi ini untuk tidak datang kampus malah mereka menikmati pagi ini dengan mengerjakan tugas kuliah mereka yang belum selesai sesekali mereka tertawa bersama.

“oh yongie sehabis pulang dari kampus kau dan yesung oppa duluan saja diparkiran karna aku ingin perpustakaan untuk meminjam buku untuk materi besok dan bau kita ke tempat kerjamu yongie” ujar yuri

“ne aku akan menunggumu dan ingat jangan lama-lama membuatku dan yesung oppa menunggumu,ok!!” ujar yoona

 “aku janji tak akan lama.oh ya yongie sepertinya aku dulungan karna senbentar lagi aku ada kelas” ujar yuri “ne eonie aku juga akan ke perpustakaan” ujar yoona. mereka berpisah
~~~Skipp~~~
Yoona pov

“oppa..oppa” teriaku pada yesung oppa sambil melabikan tanganku ke yesung oppa dan tentu saja langsung menghampiriku dengan senyuman manisnya.

“hari ini kita jadi ke tepat kerjamu young?” tanya yesung oppa dan aku hanya mengangguk “dimana yuri? Apakah dia tidak jadi ikut?” tanya yesung oppa lagi.

“emm..dia tadi menyuruh kita menunggu didalam mobil saja oppa” ujarku pada yesung oppa sedangkan yesung oppa hanya mengaguk dan kami berjalan ke tempat parkiran kampus untuk menunggu yuri disana.
                                                                                                                        ~~~
“oppa aku dengar kau dan yuri menginap semalaman didalam mobil saat ingin menyusulku waktu itu, benarkah???” tanyaku ke yesung oppa saat kami sudah didalam mobil yesung.

“ne kami berdua menginap didalam mobil dan kami tidak melakukan apapun” ujar yesung oppa sepertinya yesung oppa tau kalau aku ingin menggodanya.

“dan kalian tidak bicara apapun” tanyaku lagi

“ne,wae?” jawab yesung dengan tampang muka tampa dosa.

“aishh…kenapa, kau pabo sekali oppa” yesung langsung melototiku “kenapa kau tidak mendekatinya saja terus jadian. Aku tahu oppa sebenarnya kau menyukai yuri eonie tapi kau bingung harus berbuat apa jadi kau selalu mendekatiku kan oppa” tuduh yoona yang pastinya membuat yesung diam.

“……” sedangkan yesung oppa hanya diam

“kau juga tahukan yuri eonie cantik, ku dengar heechul sumbae sedang mendekatinya” yesung oppa hanya diam….aishh gimana lagi dia mengakui. Tiba-tiba mataku menatap yuri eonie dengan heechul, bagus!!!! “oppa, yuri eonie itu dia” seruku pada yesung oppa reflek yesung oppa langsung menengok, lihatlah sekarang wajah orang dilanda cemburu hahahaha….

“mianhae membuat kalian menunggu lama” ujar yuri eonie yang sudah masuk kedalam mobil melalui pintu belakangmobil.

“ne kau lama sekali” ketus yesung oppa. Lihatlah yuri eonie langsung murung mendengar penjelasan yesung

“anio eonie yesung oppa hanya bercanda, benarkan yesung oppa???” tanyaku sambil melirik yesung oppa dengan tatapan membunuh agar di bilang ‘iya’ “ne” jawab yesung oppa

“sekarang…ayo kita pergi ke tempat kerjaku baruku” kataku dengan penuh dengan semangat.
Author pov
Selama diperjalanan hanya suara yuri dan yoona terdengat sedangkan yesung hanya diam. Yah yesung sedang memikirkan  kata-kata yoona hanya itu tapi tetap menyestir dengan baik agar tidak ingin kejadian yang tidak dinginkan. Mereka sudah sampai  di perusahaan yoona akan berkerja tapi yesung masih diam sampai yoona dan yuri sadari kalau yesung tidak keluar.

“yesung oppa yoona mari kita masuk” ajak yuri  pada yesung karna dari tadi yesung hanya diam saja “anio aku disini saja” jawab yesung dingin

“benar oppa lebih baik kau tunggu disini saja biar aku dan yuri eonie ke dalam” jawab yoona karna yoona tau suasana sedang tidak enak “kajja” yoona langsung masuk kadalam perusahaan itu tampa perdulikan yesung yang sedang badmood.
                                                                                                            ~~~
Yuri dan yoona masuk perusahaan begitu saja padahal yoona merasa tidak enak karna dipandangin oleh karyawan dan yuri melihat seorang laki-laki tegap dan tampan yang dia cari dari tadi.

“siwon oppa” teriak yuri sambil melamabaikan tanganya kepada namja yang sudah berdiri tegak disana merasa namanya di panggil iya menengok dan membalas lambaian yuri, yuri berlari kecik ke siwon “bogosipo oppa” siwon membalas pelukan yuri “nado bogosippo” yoona yang merasa tidak nyaman dengan situsasi seperti ini

“hemm…” yoona berdehem yuri yang sadar ada yoona disini langsung melepas pelukan siwon.

“yul ada kau menelefonku” ujar siwon

“ohh…itu karna aku ingin kau memasukan temanku berkerja di tempat kerjamu oppa” siwon hanya menggeleng kepala melihat tikah yuri yang seenaknya memasukan pegawai baru tapi siwon tidak bisa menolak permintaan yuri “ohh ya kenalakan temanku yang akan berkerja disini oppa”

Saat yoona menegakan kepalanya yoona kaget begitupun siwon ternyata…

“yoona-ya” “siwon oppa” ucapan mereka bersamaan

“kalian saling kenal??? Kenapa aku tidak tau???” uajr yuri bingung karna dua orang setau dia tidak Saling mengenal melihat tampang cengo yuri yoona dan siwon tertawa

“HAHAHAHAHAHA” yoona ddan siwon masih tertawa melihat wajah cengo yuri

“YAKK….apa  yang lucu????” teriank yuri

“wajahmu…wajahmu jelek sekali yul” ujar siwon dan mendapatkan anggukan dari yoona

“YAKK…YAKK terus saja tertawa , aku pulang saja karna aku disini menjadi bahan lelucon” ujar yuri yang langsung ingin pergi tapi…

“mainhae jangan pulang ne” yoona yang menahan tangan yuri agar yuri tidak pergi

“jadi jelaskan sejak kapan kalian saling kenal” selidik yuri

“emm..yul kau ingat saat malam di club dan kau tak bisa datang” yuri mengangguk “kau tahu disitu aku tidak diperbolehkan masuk karna aku tak bisa membayar biaya masuk ke club dan siwon datang menolong ku untuk masuk ke club itu dan siwon oppa juga yang membantuku mencari adikku tapi hasilnya nihil bukan sapai situ saja yul karna badanku yang kurang sehat aku pingsan dan siwon oppa juga yang menlongku” cerita yoona pada yuri, yuri mendengarnya hanya mengangguk tanda dia mengerti.

“siwon oppa gonawo sudah menolon temanku ini pasti, dia sangat menyusahkanmu oppa” kata-kata yuri mendapatkan tatapan mematikan dari yoona

“ne cheonmaneyo” ujar siwon

“jadi yoona diterima kerja disini oppa” tanya yuri

“tentu saja aku terima kalu aku tak terima kau akan memaksakukan” jawab siwon

“hehehehehehe…oppa tau saja kalau aku akan memaksamu untuk memasukan temanku ini…oh ya oppa yoona kapan pulang berkerjanya’

“sekarang saja karna kau kan mengajarinya cara berkerjanya bagaimana”

“baiklah aku akan meninggalkan kau disini dan oppa jaga temanku ini jangan kau buat dia lelah”

“ne gonawo yuri eonie dan gonawo siwon oppa telah menerimaku bekerja disini”
Yuri pov
“young aku pergi sekarang ne, aku takut membuat yesung oppa menunggu lama” pamitku
“ne aku mengerti”
“siwon oppa aku pulang dulu ne ingat jaga temanku ini” pamitku pada siwon oppa dan memeluknya siwon oppa dan meninggalkan tempat ini
~~~
“oppa mainhae membuat menunggumu lama” ujarku pada yesung oppa yang sudah didalam mobil

“diamana yoona???” tanya yesung oppa dan mengabaikan pertanyaanku. Hatiku sakit yang dalam pikiranya hanya ada yoona tidak bisakah dia menanyakan kabarku sekali saja

“emm..dia langsung berkerja oppa” jawabku

“owh…” hanya itu jawaban dari yesung oppa dan langsung menjalankan mobilnya. Kami diam selama perjalanan aku hanya melihat keluar jendela dengan pikiran kosong.  Tiba-tiba mobil yesung berhenti tapi ini bukan rumahku melainkan pantai

“turun” hanya kata itu saja keluar dari mulutnya dan keluar dari mobilnya dan aku keluar dari mobil dan langsung tangaku ditarik kecang sekali hingga aku meringis kesakitan
“sak..it tangan..ku sak..it op..pa” dan menghepaskan badanku pada pohon dan kedua tanganya sekarang dikedua sisiku
“ada apa???”tanyaku takut-takut pada yesung oppa karna dia menatapku tajam

“kau kenapa bisa dekat denga heechul hem..” tanya yesung oppa yang membuatku bingung sajak kapan dia perduli ku
“memangnya kenapa?????….Dia baik padaku” jawabku jujur

“bukanya kau menyukaiku” kata-kata membuat aku yang awalnya menunduk menjadi menatapnya wajahnya yang tampan ”anio, kau mencitaiku kan yuri-ya”kini benar-benar membuat mataku melotot berkat kata-katanya

“anio, mana mungkin aku mencintaimu oppa” elakku

“kau sudah usah mengelak lagi, aku tahu ini semua dari yoona jadi kau  tidak bisa mengelak lagi” penjelasanya benar-benar membuat jatugku ingin copot, bagaimana bisa yoona membocorkan rahasiaku pada yesung oppa lebih parahnya lagi orang yang aku cintai.

“ne aku mencintaimu tapi aku tidak berharap kau membalas cintaku oppa.” Dia diam “aku tahu kau mencitai yoona maka dari ituaku tidak berharap kau membalas cintaku oppa” ujarku dengan nada yang sangat pelan.

“kalau kau mencintaiku mengapa kau dengan heechul,hemm…..” pertanya jadi bingung ‘apakah dia sedang cemburu tapi mana mugkin yesung oppa cemburu’ kataku dalam hati

“anio dia baik padaku itu saja tidak lebih” jawabku jujur

“apakah kau tipe cewe yang gampangan hanya dengan dia baik padamu kau mau dekat denganya” kata-katanya membuat hatiku sakit ‘apa dia bilang aku cewe gampangan’ aku langsung mendorongnya agar menjauh dariku akhirnya hasilnya berasil dan pergi sebelum ada seseorang menahan badaku dan membalikan badanku.
Mataku terbelahak seketika saat aku merasakan sebuah sesuatu yang menepelkan dibibirku dan menglumut lembut dari bibir Yesung oppa tepat dibibirku. Bibir Yesung oppa bergerak sedikit agresif dibibirku. Seolah menyuruhku untuk. Diam!! dan berhemti berbicara untuk kali ini.
Terkejut!! Tentu saja aku sangat terkejut. aku tidak menyangka Yesung oppa untuk  menciumku. aku berusaha memberontak dan ingin sekali lepas dari dekapan tangan Yesung oppa. Namun, hasilnya nihil  malah sebaliknya. Tangan Yesung oppa sudah berani untuk  mendekap tubuhku yang membuatku sedikit terasa sesak bahkan tangan satunya malah sudah berani ada ditengkukku agar semakin dalam menciumnya. Bibir  semakin menuntut melumat bibirku bergantian, aku yang tadinya berontak karna hanya-hanya sia-sia saja air mataku mengalir begitu saja karna yesung opppa memperlakukan aku seenaknya saja.Yesung oppa menjauhkan dirinya dan melepas tautan bibir kami. aku masih bisa mendengar nafasnya dan nafasku yang terdengar berat. Sepertinya yesung oppa menundukkan wajahnya  untuk menatap   wajahku yang kini tertunduk. Aku yang belum berani menatap wajah Yesung oppa   ada rasa ‘KECEWA’.  aku memalingkan wajahku dan langsung ingin menjauh dari hadapan Yesung oppa. Tapi  dengan cekatan tangan Yesung oppa meraih kembali tubuhku kedalam pelukanya. Aku merasa sudah kuat lagi, aku langsung menangis didalam pelukanya

“wae, kau selalu mempermainkan perasaanku hemm…”

“….”  yesung oppa diam

“aku tahu kau tidak mencintaiku tapi kau juga tidsk boleh seenaknya padaku…hiks..hiks oppa” yesung oppa memeluku semakin erat

“kau pabbo siapa bilang aku tak mencitaimu…”

“…..” sekarang aku diam atas pernyataan

“awalnya aku juga berfikir apakah aku mencintai yoona??? Ternyata tidak disaat dekat yoona hatiku tidak pernah hatiku bergetar seperti didekatmu hatiku bergetar hebat saat aku didekat maka dari itu aku selalu bersikap dingin padamu, aku tahu aku babo tapi inilah aku dan ini cara cintaku padamu”

yesung oppa melepaskan pelukan kami dan sekarang menatapkku dengan tatapan lembut dan tanganya menggegam tanganku. “minahae yuri kadang aku menyakitimu tapi aku tak ingin kehilanganmu apalagi kau dekat denga  pria lain itu bisa membuat hatiku sakit”

“….” aku masih syok

“yuri mau kah kaumenjadi yeojechinguku aku berjanji akan menjagamu dan tak menyakiti hatimu” apakah dia sedang menebakku

“aku..aku…” aku bingung harus menjawabnya bagaimana???? Dan yesung oppa mengegam tanganku semakin erat “aku mau oppa aku mau jadi yeojechingu mu oppa” yesung oppa langsung membawak ke dalam pelukanya. Hangat sekali pelukanya. Kami masih diam dalam pelukan ini.

“oppa…”

“hemm..”

“emm..ini sudah sore oppa sebaiknya kita pulang” yesung oppa langsung melepas pelukanya dan tersenyum manis
Degg. Aigoo jatungku seperti disengat listrik

“kajja” kata yesung oppa dan langsung membawaku kedalam mobil untuuk pulang.
Siwon pov
Lelahnya hari ini membuatku inguin cepat pulang aku melihat jam 9 malam pantas badanku terasa pegal semua. Saat aku melewati ruang ganti baju yang masih menyala lampunya, saat aku melihat kedalam tak ada orang mungkin mereka sudah pada pulang dan lupa mematikah lampu.

“AKHHH…..” teriakan seseorang saat aku mematikan lampunya mendengar teriakan itu ak langsung menyalanya lagi. “nuguya…” tanyaku

“aku Im yoona karyawan baru disini” ujar wanita itu sambil menudukan palanya dan badanya bergetar.

“ohh..mainhae membuat takut aku kira tak ada orang disini” ujarku

“siwon oppa maksudku sangjanim Goenchanayo”

“panggil saja kau siwon oppa, arraso??”

“ne, arasso oppa”

“yoona-ya kenapa kau tidak pulang saja ini sudah lewat jam kerja” tanyaku

“emm..tugasku baru saja selesai oppa dan ini aku sedang siap-siap” jawabnya yoona

“yoona-ya mari ku antar pulang” tawarku

“apakah tidak merepotkan oppa” tanya kepadaku

“anio,  kajja” aku langsung saja menggadengnya kedalam mobilku
~~~~
Dalam perjalanan pulang kami masih diam sampai ada suara yang membuat aku tercengah “kriukk..kriukk” itu suara peurt yang lapar tapi itu bukan suara perutku.

“yoona apakah itu suara perutmu” memastikan apakah itu suara perut yoona

“ne itu suara perutku oppa” jawabnya suara kecil mungkin dia malu

“apakah kamu kita ke restoran didekat sini untuk makan” tawarku

“boleh juga oppa, aku benar-benar sangat lapar”jawabnya sangat semangat. Aku langsung melajukan ke restoran yang menurutku enak dimakan.
~~~~~
 ini adalah restoran Saebyukjib faforitku karna Menyajikan daging berkualitas terbaik di kota seoul ini.

“yoona aku mau makan apa pesan saja ntar aku membayarnya dan agap saja ini untuk merayakan datangnya karyawan baru disini jadi kau tidak boleh protes” ujarku

“oppa apakah harganya tidak terlalu mahal lebih baik kitamencari tepat lain saja” bisiknya padaku.

“anio kau pesan lah toh aku yang akan membayarkan jadi kerjamu hanya memesan saja jika kau masih keras kepala natr cacing di perutmu berdemo lagi” goodaku padaku yoona

“arasso” jawabnya dan dia memilih makanan dan aku juga

“hanya ini saja tuan” tanya pelayan itu

“ne” jawabku dan pelayan itu pergi. Oh ya aku mengingat masalah yoona waktu di club

“young apakaah kau berkerja untuk membayar hutang appamu” tanyaku hati-hati takut dia tersinggung

“ne aku melakukanya karna itu memangnya kenapa oppa” jawab yoona

“anio” pelayan datang membawa tadi kami pesan

Author pov
“mari makan..” ujar yoona dan sebentar unuk berdoa dan langsung memakan makananya dengan lahap sekali. Wahh..makanan ini enak sekali kata yoona dalam hati.

“bagaimana, enak” tanya siwon, yoona yang menjawab hanya mengangguk karna dia terlalu sibuk sendiri dengan makanan “yoona makanlah yang pelan-pelan” tegur siwon

“uhhukk..uhhukk” yoona tersedak

“akh..sudah ku bilang makanlah pelan-pelan jadinya seperti ini kan kau tersendak, minumlah”omel siowon dan siwon dengan sigap memberika minum untuk yoona yang tersedak “aigoo kau ini makanlah dengan hati-hati”

“mianhae oppa, makanan ini enak karna aku belum makan tadi siang oppa” ujar yoona dengan nada menyesal.

“ya sudah makanmu lanjutkan lagi” yoona menurut apa yang siwon bilang
~~~Skipp~~~
“oppa gonawo untuk hari ini mengantar dan metraktirku makan malam”

“ne Cheonmaneyo” yoona yang mendengar ucapan siwon langsung keluar dan siwon melajukan mobilnya meninggalkan yoona di rumahnya.
-END-

Annyeong YoonWonited 🙂
saya kembali!!!! ini udah dua bulan ya ff ini baru lanjut kalau ada yang tanya ini end atau belum tentu saja belum saya bagi 2 endnya A dan B karna ceritanya terlalu panjang maka bagi 2. gonawo sudah mau tunggu FF gx jelas ini #author ke pedean PLAKK!!!!

gx ada kata-kata lain selain maaf karna ff ini lama publishnya bukanya di lama-lamain tapi karna banyak kejadian gx terduga akhir-akhir ini dan tambah kelas 3 menuju UN jadi setiap hari harus pulang sore# kenapa jadi ajang curhat gini.

dan terimakasih reader yang mau nungguin ff ini# kepedeannya mucul lagi…hehehehe, Gimana ffnya apakah ada kemajuan atau semakin jelek. oh ya jangan lupa RCL dan terimakasih buat admin gee mau publish ff gx jelas ini 🙂

Iklan
Tinggalkan komentar

67 Komentar

  1. Ai juariah

     /  Agustus 23, 2014

    Knapa gantung?squel donk……

    Balas
  2. im yoo ra

     /  September 17, 2014

    Gantung

    Balas
  3. choi han ki

     /  Oktober 8, 2014

    Lah kok tiba2 END, trus gimana tuh masalah utang sama rentenir blm terselesaikan.. Aku kira endingnya yoona bisa bayar ke rentenir tapi lain hal dengan jiyeon.. Dan yoona tetep sama siwon

    Balas
  4. Lho sorry thor,endingny blom ya???menegangkn bgt bacany

    Balas
  5. Gaje bgt kak… RCT, gmna nasib hutang nya dn yw jadian apa gk???
    Nasib mrk slanjutnya gmna??? Main castnya yw tapi yg udah kelar masalah nya yuri sama yesung, gmna dong… lanjut kak wkwkwk

    Balas

United, Leave a Coment Here

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: